Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 820

Jaro Ade Pastikan Setiap Pospam Ada Layanan Kesehatan Gratis Bagi Pemudik

Bogordaily.net – Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Jaro Ade memantau sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) Lebaran Idul Fitri 1446 H, Minggu (30/3). Wabup Jaro Ade pastikan kesiapan petugas serta adanya layanan kesehatan gratis bagi pemudik di setiap Pos Pam.

Peninjauan dilakukan tersebar di sejumlah titik di wilayah barat Kabupaten Bogor antara lain, Pos Pam simpang lingkar Dramaga, Ciampea, dan Kecamatan Leuwiliang. Selain memastikan kelancaran lalu lintas, Pospam juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis.

Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat memberikan layanan kesehatan gratis bagi pemudik yang membutuhkan pemeriksaan medis. Fasilitas ini dilengkapi dengan tenaga medis yang siap siaga untuk memberikan bantuan pertama atau pemeriksaan kesehatan ringan.

Wakil Bupati (Wabup) Bogor, Jaro Ade mengatakan, hari ini sengaja sambil menunggu buka puasa saya memantau pos-pos pengamanan untuk mudik lebaran. Di Kecamatan Dramaga tahun lalu di H-3 sampai H-1 sudah macet, sekarang alhamdulillah lancar.

“Kemudian titik rawan macet juga ada di Ciampea, tapi alhamdulillah tadi lancar, kemacetan terjadi di Leuwiliang karena ada beberapa angkot yang ngetem dan parkir di pinggir jalan,” kata Jaro Ade.

Jaro Ade mengungkapkan, atas arahan Bupati Bogor, akhirnya saya memberikan uang insentif kepada para supir angkot tersebut agar mereka libur sementara untuk berkumpul dengan keluarganya.

“Saya berpesan, pada kondisi hari ini aparat pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melayani mereka. Jangan ada tindakan-tindakan yang merugikan, tapi lebih kepada membina masyarakat,” ungkap Jaro Ade.

Ia menambahkan, kemudian bagi yang ingin berwisata selama libur lebaran, tetap jaga keselamatan, saya juga menghimbau kepada pengelola wisata agar ramah kepada para pengunjung. Tidak boleh ada lagi aksi-aksi premanisme, salah satunya di jalur wisata.

“Sudah jelas instruksi pak Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bogor adalah untuk menyelesaikan persoalan premanisme, salah satunya di tempat-tempat wisata yang menjadi lokasi pemantauan khusus,” tandas Wabup Jaro Ade. ***

Sambut Periode Libur Lebaran 2025, BRI Pastikan Keandalan Super Apps BRImo untuk Transaksi Tanpa Hambatan

0

Bogordaily.net – Menyambut momen libur dan cuti bersama Lebaran 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) memastikan keandalan super apps BRImo untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan transaksi digital bagi nasabah.

Dengan meningkatnya kebutuhan transaksi selama periode Lebaran, BRImo hadir sebagai solusi praktis yang memungkinkan nasabah mengelola berbagai keperluan finansial melalui ponsel.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjelaskan bahwa periode Lebaran merupakan periode dengan lonjakan aktivitas ekonomi, baik untuk belanja kebutuhan hari raya, perjalanan, hingga hiburan. Oleh karena itu, BRImo menjadi solusi transaksi digital yang cepat, aman, dan efisien bagi nasabah.

“BRImo memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi dengan mudah selama liburan, mulai dari belanja, pembayaran tagihan, pengisian pulsa, hingga perencanaan perjalanan. Dengan fitur-fitur lengkapnya, nasabah bisa mengatur keuangan mereka kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Sebagai super apps multifungsi, BRImo hadir dengan lebih dari 100 fitur unggulan yang memberikan berbagai kemudahan bagi nasabah.

Salah satu fitur andalannya adalah top up e-wallet, yang memungkinkan pengisian saldo dengan cepat untuk kebutuhan pembayaran digital dan transaksi online.

Selain itu, layanan BRI Virtual Account (BRIVA) semakin mempermudah pembayaran tagihan listrik, air, internet, serta berbagai keperluan lainnya langsung melalui aplikasi.

Bagi nasabah yang ingin menikmati hiburan selama liburan, BRImo juga menyediakan opsi pengisian pulsa, voucher game, dan pembayaran layanan streaming dengan cara yang praktis.

Sementara itu, dalam hal belanja, BRImo pun mendukung pembelian kebutuhan sehari-hari secara online dengan proses yang cepat dan efisien, memastikan nasabah tetap dapat bertransaksi dengan nyaman di mana pun berada.

Tak hanya itu, BRImo juga mendukung transaksi lintas batas, memungkinkan nasabah untuk melakukan berbagai jenis transaksi dengan lebih fleksibel dan efisien.

BRImo juga mempermudah perencanaan perjalanan dengan menyediakan fitur pembelian tiket pesawat, bus, kereta api, kapal hingga moda transportasi terbaru seperti Whoosh, sehingga perjalanan mudik dan liburan Lebaran menjadi lebih nyaman tanpa perlu antre atau keluar rumah.

Seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap BRImo, aplikasi ini mencatat pertumbuhan pengguna yang signifikan sepanjang tahun 2024.

Hingga akhir Desember 2024, jumlah pengguna BRImo telah mencapai 38,61 juta, tumbuh 22,12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, total transaksi yang diproses melalui BRImo mencapai 4,34 miliar transaksi, meningkat 40,54% (YoY), dengan volume transaksi mencapai Rp5.596 triliun, atau naik 34,57% dibandingkan tahun sebelumnya. ***

Antisipasi Kemacetan, Kapolres Bogor Imbau Masyarakat untuk Tidak Takbir Keliling 

Bogordaily.net – Kapolres Bogor mengimbau agar masyarakat untuk tidak melaksanakan takbir keliling tapi memperbanyak kegiatan ibadah di penghujung Ramadan.

Hal tersebut dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di beberapa titik wilayah Kabupaten Bogor pada malam takbiran.

“Kami menyarankan untuk memperbanyak giat ibadah di masing-masing tempat ibadah, kami menyarankan kalau bisa takbir keliling di tempatnya masing-masing,” kata AKBP Rio Wahyu Anggoro, Minggu 30 Maret 2025.

“Sehingga fokus terhadap pelayanan arus lalu lintas nanti kita tidak ada permasalahan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres menegaskan bahwa situasi kemanan dan ketertiban masyarakat jelang momen idul fitri akan berlangsung aman.

Selain itu, pihaknya memastikan untuk pengamanan lalu lintas di sekitaran wilayah Kabupaten Bogor pada momen hari raya idul fitri 1446 Hijriyah berjalan lancar.

“Saya pastikan bahwa situasi Kamtibmas hingga saat ini kedepan insya Allah akan berlangsung aman,” ungkap Rio.***

Albin Pandita

Pastikan Keamanan Arus Mudik Lebaran, Bupati Bogor dan Jajaran Forkopimda Cek Tiga Titik Pos Pengamanan

Bogordaily.net – Bupati Bogor dan jajaran Forkopimda mengecek kesiapan tiga titik Pos pengamanan arus mudik lebaran yakni Pospam Tugu Pancakarsa, Bellanova Sentul Babakan Madang, dan Pospam Gadog 2B Kecamatan Ciawi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, bahwa peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pengamanan yang akan digunakan oleh para pemudik selama Lebaran 2025.

“Hari ini kami melakukan patroli pengecekan posko mudik bersama Forkopimda, Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, serta SKPD terkait. Kami memastikan fasilitas-fasilitas di setiap pos dalam kondisi baik dan siap untuk melayani para pemudik,” kata Rudy Susmanto, Minggu 30 Maret 2025.

Menurutnya, Kabupaten Bogor, khususnya kawasan Cisarua, biasanya akan lebih ramai setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan puncaknya terjadi pada H+1 dan H+2.

“Kami memastikan bahwa sejak bencana yang terjadi pada 2 Maret 2025, semua objek wisata di Cisarua siap dikunjungi. Fasilitas hotel pun telah siap untuk menerima wisatawan dari berbagai daerah,” jelasnya.

Kemudian, ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi ruas jalan yang dilalui oleh pemudik. Meskipun ada beberapa titik jalan yang kondisinya kurang baik, secara keseluruhan jalur tersebut masih layak dilalui.

“Memang ada beberapa titik jalan yang perlu perhatian lebih, namun secara umum jalan-jalan utama sudah layak untuk dilalui. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan memastikan kondisi jalan aman,” ujar Rudy.

Selain itu, Rudy Susmanto juga menyebutkan pembentukan Satgas untuk menjaga keamanan dan ketertiban di beberapa titik strategis, dengan dukungan dari aparat kepolisian, termasuk Brimob.

“Kami berkomitmen untuk memastikan arus mudik berjalan aman dan lancar, serta mengatasi potensi masalah seperti premanisme,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Said Mohan Desak Penindakan Tegas terhadap Bangunan Liar dan Miras Ilegal di Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor baru-baru ini menertibkan 23 bangunan liar di Jalan Pancasan, Kecamatan Bogor Barat. Pembongkaran yang dilakukan pada Jum’at 28 Maret 2025 ini melibatkan alat berat dan berlangsung tanpa perlawanan dari pemilik bangunan.

Anggota DPRD Kota Bogor, Said Muhamad Mohan menyoroti bahwa beberapa bangunan liar tersebut diduga menjadi tempat penjualan minuman keras (miras) ilegal.

Mohan, yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bogor, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait kondisi ini.

“Kami mendapat laporan bahwa kawasan itu tidak hanya dipenuhi bangunan liar, tetapi juga menjadi tempat peredaran miras ilegal dan aksi premanisme,” ujar Mohan pada Minggu 30 Maret 2025.

Menurutnya, keberadaan miras ilegal ini telah memperparah masalah sosial di wilayah tersebut.

Dalam rapat kerja bersama Satpol-PP beberapa waktu lalu, ia menekankan pentingnya langkah tegas untuk menertibkan bangunan liar yang berpotensi melanggar hukum.

“Kami sudah meminta agar pembongkaran dilakukan tanpa kompromi, terutama bagi bangunan yang dijadikan tempat menjual miras ilegal,” tegas Mohan, politisi dari Fraksi Partai Gerindra.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat Pemkot Bogor, khususnya Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin yang turun langsung dalam penertiban tersebut.

“Kami sangat menghargai tindakan cepat pemerintah. Ini bukti bahwa pemerintah serius menangani persoalan di masyarakat,” tambahnya.

Mohan menegaskan bahwa upaya ini bukan hanya tentang merobohkan bangunan, tetapi juga bagian dari penegakan hukum dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.

Ia juga mengingatkan bahwa sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 121 Tahun 2022 Pasal 29 tentang peredaran minuman beralkohol, razia menjadi langkah awal dalam penindakan.

Jika masih ditemukan pelanggaran, pemilik diberikan waktu 3×24 jam untuk membongkar bangunannya secara mandiri. Jika tidak, pembongkaran akan dilakukan secara paksa.

Ke depan, ia berharap setelah bulan Ramadan, Pemkot Bogor tetap konsisten dalam menindak peredaran miras ilegal.

“Miras ilegal kerap menjadi pemicu kriminalitas. Kami ingin Pemkot terus berkomitmen memberantasnya agar Kota Bogor tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.

Dengan adanya pembongkaran ini, diharapkan kawasan Jalan Pancasan terbebas dari bangunan liar dan peredaran miras ilegal yang meresahkan masyarakat.***

Ibnu Galansa

KBM IUQI Bogor Gelar Aksi Demonstrasi Menolak UU TNI dan RUU Polri, RUU Kejaksaan Agung, serta RUU KUHAP

Bogordaily.net – Keluarga Besar Mahasiswa Institut Ummul Quro Al Islami (KBM IUQI) Bogor menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Kabupaten Bogor pada Kamis 27 Maret 2025.

Aksi yang dihadiri sekitar 250 massa dari KBM Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) Bogor, menyuarakan penolakan terhadap Undang-Undang TNI yang baru disahkan serta menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri, RUU Kejaksaan Agung, dan RUU KUHAP.

Aksi demonstrasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil konsolidasi yang dilakukan pada tanggal 26 Maret 2025, di mana KBM IUQI Bogor menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait revisi UU TNI yang berpotensi membahayakan demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.

Alasan Penolakan UU TNI

Dalam aksinya, KBM IUQI Bogor menyoroti empat ancaman utama dari revisi UU TNI:

1. Potensi Kembalinya Dwifungsi ABRI

Revisi UU TNI yang memperluas jabatan sipil bagi prajurit aktif dikhawatirkan mengembalikan praktik dwifungsi ABRI seperti pada era Orde Baru. Koalisi Masyarakat Sipil menegaskan bahwa perubahan ini dapat memperluas penempatan TNI di kementerian dan lembaga, serta memperpanjang masa pensiun prajurit, yang berpotensi mengancam sistem demokrasi yang telah dibangun sejak Reformasi 1998.

2. Gangguan terhadap Karier Aparatur Sipil Negara (ASN)

Perluasan jabatan sipil yang dapat diduduki oleh prajurit TNI aktif dipandang berpotensi mengganggu pembinaan karier ASN. Penempatan perwira TNI aktif dalam jabatan sipil mengabaikan spesialisasi, kompetensi, dan pengalaman ASN di instansi terkait, yang dapat mengakibatkan demotivasi di kalangan ASN dalam konteks jenjang karier dan kepangkatan.

3. Risiko Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Perluasan peran TNI dalam jabatan sipil dianggap dapat membuka ruang bagi pengerahan tentara secara masif yang berisiko menimbulkan pelanggaran HAM. Selain itu, pengerahan pasukan dalam operasi militer selain perang telah terbukti menjadi salah satu faktor yang melanggengkan situasi kekerasan di beberapa wilayah.

4. Ancaman terhadap Supremasi Sipil

Penghapusan kewenangan Presiden dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan TNI, sebagaimana diusulkan dalam revisi UU TNI, dapat menempatkan penggunaan TNI di luar persetujuan dan kontrol Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, yang melanggar prinsip supremasi sipil dalam negara demokrasi.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, KBM IUQI Bogor berhasil jumpa dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Achamd Yaudin Sogir.

Ia didesak oleh massa aksi untuk menyatakan sikap menolak UU TNI, Menolak RUU POLRI, RUU KEJAKSAAN AGUNG dan RUU KUHAP dan masa aksi meminta untuk menekankan kepada ketua DPRD beserta seluruh Anggota DPRD kabupaten Bogor untuk meminta dan mendesak DPR RI mencabut UU terkait yang telah disahkan.

Tidak cukup sampai hal tersebut masa aksi mendesak wakil ketua komisi 1 tersebut untuk menandatangani pernyataan sikap yang menekankan bahwa :

“DPRD Kabupaten Bogor akan segera menggelar rapat pasca libur Idul Fitri selambat-lambatnya 1 pekan pasca libur Idul Fitri terkait permohonan masa aksi yang menolak Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) oleh DPR RI serta pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri, RUU Kejaksaan Agung, dan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang meminta agar DPRD Kabupaten Bogor dengan tegas menolak dan meminta pembatalan UU TNI serta menolak pembahasan RUU terkait yang berpotensi mengancam demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.”

Ia berkenan menandatangani komitmen tersebut.

Pihak DPRD Kabupaten Bogor berjanji akan memberikan hasil tindak lanjut paling lama pada tanggal 15 April 2025.

Ryan Nasruddin, Presiden Mahasiswa BEM IUQI Bogor, menyampaikan pernyataan tegas mengenai langkah selanjutnya.

“Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor untuk kita kawal bersama. Apabila satu pekan kerja pasca libur Idul Fitri, pihak Ketua dan Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Bogor belum memberikan sikap dan mendesak DPR RI untuk mencabut UU TNI dan menolak RUU POLRI, RUU Kejaksaan Agung, dan RUU KUHAP, maka mari rapatkan barisan, kita buat eskalasi yang jauh lebih besar,” katanya.

“Untuk kita tuntut bersama mengenai komitmen hari ini yang telah di sepakati. Ryan juga menyampaikan Terima kasih atas perjuangan seluruh kawan-kawan yang turut menyuarakan perjuangan menjaga keutuhan demokrasi dan supremasi sipil ini. Panjang umur perjuangan,” tambahnya. ***

Peringati Hari Raya Nyepi, BRI Peduli Salurkan Bantuan Sembako Hingga Renovasi Pura

0

Bogordaily.net – Memperingati Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu, 29 Maret 2025, BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako bagi umat Hindu di Desa Adat Soka, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Setiap paket sembako yang diberikan terdiri dari 5 kg Beras, 2 liter Minyak Goreng, Gula Pasir dan lain lain, diberikan secara langsung bagi warga di Desa Adat Soka.
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan sembako di Desa Adat Soka Tabanan, Bali sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan kepedulian terhadap sesama khususnya dalam memaknai Hari Raya Nyepi (Tahun baru Saka 1947).

“Hal ini merupakan wujud kepedulian BRI bagi masyarakat yang menjalankan Hari Raya Nyepi khususnya bagi masyarakat di Desa Adat Soka Tabanan. Harapan kami bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya,” ungkap Hendy.

Di lain pihak, I Wayan Esawan selaku Pimpinan Tertinggi (Kelihan) di Desa Adat Soka mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi BRI Peduli yang telah menyalurkan bantuan sembako sehingga masyarakatnya dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

“Kami masyarakat di Desa Adat Soka merasa sangat terbantu dimana bantuan ini tentunya meringankan beban masyarakat kami. Semoga sinergi ini tetap terus terjalin antara warga Desa Adat Soka dan BRI” ungkap I Wayan Esawan.

Selain penyaluran sembako, BRI Peduli juga telah berperan aktif dalam membantu masyarakat Desa Adat Soka, salah satunya adalah bantuan renovasi Bale Piyasan dan Bale Piyadan di Pura Pucak Batu Lumbung yang terletak di desa tersebut. Diketahui, Pura Pucak Batu Lumbung yang berada di Desa Adat Soka sudah berdiri sejak abad ke XI dan saat ini dapat menampung lebih dari 1.000 Umat Hindu.

“Awal tahun 2024 kami mendapat bantuan renovasi Bale Piyasan dan Bale Pawedan dimana sebelumnya kondisi bangunan sudah rusak dan tidak memadai bagi Umat. Dengan adanya renovasi ini tentunya memberikan kenyamanan bagi umat yang beribadat”, imbuhnya.

Pura Pucak Batu Lumbung adalah salah satu pura yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam di Bali, khususnya di Desa Adat Soka Senganan, Tabanan. Pura ini bukan hanya sekadar tempat sembahyang, tetapi juga merupakan simbol dari kearifan lokal, serta memiliki keterkaitan yang erat dengan kehidupan masyarakat sekitar.

Pura ini juga merupakan salah satu pura yang penting dalam sistem keagamaan Hindu di Bali. Pura Pucak Batu Lumbung diyakini sebagai tempat pemujaan bagi para dewa, terutama Dewa Siwa, yang dianggap sebagai sumber segala kehidupan. Seiring berjalannya waktu, pura ini menjadi pusat kegiatan spiritual dan ritual bagi masyarakat setempat. ***

Tak Semua Keluarga Harus Dapat THR! Begini Cara Menentukan Penerimanya

0

Bogordaily.net – Ternyata tidak semua anggota keluarga perlu diberi Tunjangan Hari Raya (THR) saat Lebaran. Meskipun pemberian THR sudah menjadi tradisi di banyak daerah, bukan berarti Anda harus membagikan uang ke seluruh keluarga besar.

Tanpa perencanaan yang matang, kebiasaan ini justru bisa membuat keuangan Anda boncos!

Siapa yang Sebaiknya Dapat THR?

Sebaiknya, THR diberikan kepada anggota keluarga yang memiliki hubungan dekat, seperti orang tua, saudara kandung, atau keponakan.

Pemberian ini juga bisa diprioritaskan kepada mereka yang membutuhkan bantuan finansial.

Oleh karena itu, penting untuk membuat daftar penerima THR agar lebih terarah dan tidak membebani keuangan Anda.

THR sendiri merupakan bentuk tali asih yang diberikan saat Idulfitri. Bentuknya bisa berupa uang, barang, atau hadiah lainnya dengan nominal yang berbeda-beda sesuai kemampuan pemberi.

Namun, mengingat sistem kekeluargaan di Indonesia yang luas, mustahil untuk memberikan THR kepada semua orang.

Lalu, bagaimana cara menentukan penerima THR dan nominal yang tepat?

Pemberian THR sebenarnya tidak wajib dilakukan, melainkan sekadar bentuk tali asih untuk menjaga silaturahmi dan bagian dari kultur budaya masyarakat.

Pemberian THR harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi keuangan masing-masing. Jangan sampai memaksakan diri memberikan THR ke banyak orang sementara anggaran kita terbatas. Harus disesuaikan dengan kemampuan finansial..

Tips Agar Pemberian THR Tetap Aman

Agar tidak berlebihan dalam membagikan THR, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Tentukan Anggaran THR

Buat perencanaan keuangan khusus untuk THR agar tidak mengganggu kebutuhan utama.

Buat Daftar Penerima

Prioritaskan keluarga terdekat dan yang lebih membutuhkan.

Sesuaikan Nominal THR

Berikan sesuai kemampuan, jangan sampai mengorbankan keuangan pribadi.

Gunakan Metode Non-Tunai

Jika memungkinkan, berikan dalam bentuk hadiah atau barang untuk mengurangi pengeluaran besar.

Jadi, sebelum membagikan THR Lebaran 2025, pastikan Anda sudah memiliki strategi yang tepat agar tetap bisa berbagi tanpa mengalami krisis finansial setelahnya!***

Tol Trans-Jawa Macet Parah di Puncak Mudik Lebaran 2025, Polisi Turun Tangan

0

Bogordaily.net – Pada puncak arus mudik Lebaran 2025, ruas tol Trans-Jawa mengalami kemacetan parah akibat lonjakan volume kendaraan.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komisaris Jenderal Ahmad Dofiri, turun langsung melakukan pemantauan dari udara menggunakan helikopter.

Ia meninjau kondisi lalu lintas mulai dari Gerbang Tol Cikatama hingga Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah.

Dofiri mengungkapkan bahwa, kemacetan terjadi karena banyak pemudik menunggu pemberlakuan skema satu arah (one way) sebelum melanjutkan perjalanan.

“Ini terjadi karena banyaknya pemudik yang menunggu rekayasa one way diberlakukan,” ujarnya pada Jumat, 28 Maret 2025.

Ia pun mengimbau para pemudik agar tidak menunda perjalanan dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Jadi kami harap pemudik jangan sampai menunggu kapan one way dilakukan, tetap lanjutkan perjalanan sesuai aturan yang ada,” tegasnya.

Rekayasa Lalu Lintas untuk Atasi Kemacetan

Untuk mengurai kepadatan, skema one way telah diberlakukan di tol Trans-Jawa dari Kilometer 70 Gerbang Tol Cikatama hingga Kilometer 414 Gerbang Tol Kalikangkung.

Selain itu, rekayasa lalu lintas lain seperti ganjil-genap dan contraflow juga diterapkan guna memperlancar perjalanan pemudik.

“Insya Allah nanti, ganjil-genap sudah diberlakukan, contraflow sudah dilakukan, one way juga sudah dilakukan. Skema-skema seperti itu mudah-mudahan nanti akan memperlancar mudik kali ini,” tambah Dofiri.

Para pemudik diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar hingga sampai di kampung halaman.***

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

0

Bogordaily.net – Pemerintah secara resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Keputusan ini diumumkan setelah sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, pada Sabtu 29 Maret 2025.

Apa Itu Sidang Isbat?

Sidang isbat adalah proses penetapan awal bulan dalam kalender Hijriah yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.

Sidang ini menggunakan dua metode utama, yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) untuk menentukan awal bulan, termasuk tanggal 1 Syawal yang menandai Hari Raya Idul Fitri.

Sidang isbat melibatkan para ahli astronomi, ulama, serta perwakilan organisasi Islam guna memastikan keakuratan keputusan yang diambil.

Idul Fitri 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

Sidang isbat dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dan dihadiri oleh pimpinan Komisi VIII DPR, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dirjen Bimas Islam, serta perwakilan berbagai ormas Islam.

“Posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk,” ujar Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai sidang isbat.

Dengan hasil tersebut, disepakati bahwa 1 Syawal 1446 H atau Idul Fitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini sekaligus menggenapkan bulan Ramadan menjadi 30 hari.

Pemantauan hilal dilakukan di 33 lokasi di seluruh Indonesia, kecuali Bali yang sedang merayakan Hari Suci Nyepi.

Dengan keputusan ini, umat Muslim di Indonesia masih menjalankan ibadah puasa Ramadan hingga besok sebelum merayakan Idul Fitri.***