Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 819

Kepercayaan Meningkat, Penghimpunan ZIS Baznas Kota Bogor Melonjak di Ramadhan 1446 H

0

Bogordaily.net – Baznas Kota Bogor berhasil menghimpun dana Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 8,8 miliar dari masyarakat yang menunaikan ZIS melalui Kantor Baznas Kota Bogor dan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) binaan Baznas Kota Bogor.

Jumlah dana ZIS yang terkumpul tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 1,6 miliar dibandingkan dengan Ramadhan tahun lalu.

Wakil Ketua I Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, menyatakan bahwa kenaikan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat di berbagai sektor di Kota Bogor.

“Dana Rp 8,8 miliar tersebut terdiri dari pengumpulan ZIS yang dihimpun langsung oleh Baznas Kota Bogor sebesar Rp 2,3 miliar, serta dana di luar neraca yang dilaporkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dari masjid, sekolah, lembaga, dan instansi pemerintah kota, yang berjumlah kurang lebih Rp 6,5 miliar,” ujarnya.

Menurut Subhan Murtadla, peningkatan penghimpunan ZIS ini disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Kota Bogor serta kesadaran masyarakat yang lebih tinggi dalam menunaikan zakat, terutama zakat harta atau maal, serta zakat sebagai pengurang pajak.

Sebagai pimpinan Baznas, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepercayaannya dalam menitipkan ZIS kepada Baznas Kota Bogor. Peningkatan pendapatan di bulan Ramadhan 1446 H ini akan menjadi bagian dari laporan tahunan yang akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip akuntabilitas dan integritas.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Bogor yang telah mempercayakan pembayaran Zakat, Infaq, dan Sedekahnya kepada Baznas Kota Bogor. Kami berkomitmen untuk menyalurkan, mendistribusikan, serta mendayagunakannya dengan penuh amanah dan tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam hal pendistribusian, penyaluran, dan pendayagunaan pada bulan Ramadhan tahun ini, Baznas Kota Bogor telah memberikan bantuan kepada kurang lebih 3.000 orang penerima manfaat atau mustahik.***

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Ucapkan Selamat Idulfitri 1446 H

Bogordaily.net – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memberikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam yang merayakan.

Ia juga menyampaikan harapan agar Idulfitri menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat persaudaraan.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Sastra Winara, Senin 31 Maret 2025.

Selain itu, Sastra Winara mengajak masyarakat Kabupaten Bogor untuk menjadikan Idulfitri sebagai momen mempererat persatuan dan membangun keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mari kita terus merajut persaudaraan agar tetap menjadi bangsa yang rukun dan damai, yang bersatu padu membangun Indonesia dari Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Tak lupa, ia juga memberikan pesan kepada masyarakat yang tengah bersiap untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Sastra berharap agar perjalanan masyarakat yang hendak bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara diberikan kelancaran serta keselamatan.

“Selamat bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarga besar. Saya berharap perjalanan lancar dan selamat,” ungkap Sastra.

Di akhir pernyataannya, Sastra Winara mendoakan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan serta melindungi seluruh masyarakat dalam menjalani kehidupan.

“Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahannya dan senantiasa membimbing serta melindungi kita semua,” tambahnya.

Dengan pesan penuh makna ini, Sastra Winara berharap Idulfitri tahun ini menjadi ajang untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan di tengah masyarakat Kabupaten Bogor.***

Albin Pandita

Rumah Dibobol Maling Saat Salat Idulfitri di Ciparigi Bogor, Rp 250 Juta Raib!

0

Bogordaily.net – Momen Idulfitri yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka bagi sebuah keluarga di Jl. Mandala No. 4, RT 04 RW 09, Ciparigi, Bogor Utara. Rumah mereka dibobol maling saat ditinggal salat Idulfitri pada Rabu (10/4) pagi.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.20 WIB, saat penghuni rumah pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Ied. Mereka baru kembali sekitar pukul 07.50 WIB dan mendapati rumah dalam kondisi sudah dijebol oleh pelaku. Pintu rumah tampak dirusak, sementara barang-barang berharga yang disimpan di dalam rumah telah raib.

Korban melaporkan bahwa beberapa barang berharga hilang dalam kejadian tersebut, termasuk emas perhiasan, logam mulia, satu unit laptop, serta uang tunai dengan total kerugian yang ditaksir mencapai Rp 250 juta.

“Pintu rumah Kami dirusak. Engsel rmah dijebol, salah satu ruang kamar diacak-acak,” ujar korban.***

Bupati Rudy Susmanto Apresiasi PFI Bogor atas Pameran Foto di Open House

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor yang telah menampilkan hasil karya foto dalam acara open house Idul Fitri 1446 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin, 31 Maret 2025, ini menampilkan 60 karya foto yang mendokumentasikan perjalanan Bupati dan Wakil Bupati Bogor dari masa ke masa.

Open house ini terbuka untuk seluruh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyediakan berbagai jajanan UMKM serta hidangan untuk menjamu para pengunjung.

Di sela acara, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyempatkan diri melihat hasil jepretan karya PFI Bogor. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran tersebut. Menurutnya, karya seni seperti ini seharusnya tidak hanya dipajang di ruang-ruang publik sesekali, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat secara luas.

“Ini sangat luar biasa. Kami ingin agar semua karya foto, terutama hasil jurnalis muda berbakat, dapat terus dipamerkan di berbagai gedung milik Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menekankan bahwa pameran foto yang diselenggarakan oleh PFI Bogor bukan sekadar memajang gambar. Foto-foto tersebut merupakan dokumentasi perjalanan panjang Kabupaten Bogor, mencerminkan perubahan kepemimpinan dan perkembangan daerah.

“Kita bisa melihat tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia, seperti Presiden Joko Widodo bersama mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin. Ada juga foto Bu Nurhayanti, sosok perempuan hebat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, terdapat pula foto-foto yang menggambarkan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor, termasuk potret pejabat Bupati Bogor Ade Yasin dan Iwan Setiawan dalam berbagai kesempatan.

“Ini adalah bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Bogor. Bogor tidak terbentuk dalam sehari, tetapi melalui kebersamaan seluruh masyarakat serta para tokoh yang turut membangun daerah ini,” ungkap Rudy Susmanto.***

Detik-detik Insiden Pohon Tumbang Timpa Jemaah Salat Ied di Alun-alun Pemalang Tewaskan 2 Orang

0

Bogordaily.net – Pohon tumbang di Alun-alun Pemalang menjadi peristiwa tragis yang terjadi pada Hari Raya Idul Fitri 2025, Senin, 31 Maret. Kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai 17 lainnya. Insiden tersebut berlangsung ketika warga sedang bersiap melaksanakan sholat Ied sekitar pukul 06.30 WIB.

Saat kejadian, kondisi cuaca cukup cerah tanpa tanda-tanda adanya angin kencang. Warga yang hadir di Alun-alun Pemalang tidak menaruh curiga sedikit pun terhadap pohon beringin besar yang berdiri kokoh di tengah alun-alun. Namun, secara tiba-tiba terdengar suara ‘krek’ yang mengindikasikan adanya retakan pada batang pohon. Sebelum sempat menyadari bahaya yang mengancam, pohon beringin tersebut roboh dan menimpa sejumlah jemaah yang berada di bawahnya.

Jemaah yang panik segera berhamburan menyelamatkan diri dengan berlari mencari tempat yang lebih aman. Namun, nahas bagi dua orang yang tertimpa langsung oleh batang pohon yang besar. Mereka dinyatakan meninggal dunia di tempat akibat luka yang cukup parah. Selain itu, sebanyak 17 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya mengalami cedera serius sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menyampaikan bahwa insiden pohon tumbang di Alun-alun Pemalang ini diduga disebabkan oleh usia pohon yang sudah terlalu tua. Struktur kayu yang melemah akibat faktor usia membuat pohon kehilangan daya tahannya, hingga akhirnya roboh tanpa adanya faktor eksternal seperti hujan deras atau angin kencang.

Sebagai langkah preventif, Pemkab Pemalang berencana untuk melakukan pengecekan dan peremajaan terhadap pohon-pohon tua di berbagai titik di wilayah kota, terutama di Alun-alun Pemalang yang menjadi pusat keramaian. Anom juga menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan bagi korban insiden ini akan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat.***

Sampaikan Pesan Idul Fitri, Dedie Rachim Ajak Warga Wujudkan Kota Bogor Harmonis dan Maju

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Idulfitri 1446 Hijriah sebagai momentum untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Selain itu, Dedie Rachim juga mengajak untuk bersama-sama menjaga kerukunan, saling menghormati, serta berkontribusi dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan sembari menunggu waktu salat Id di Kebun Raya Bogor, Senin 31 Maret 2025.

“Hari ini, gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang di seluruh penjuru dunia. Umat Islam bersyukur atas nikmat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali dengan hari kemenangan, Hari Raya Idulfitri 1446 H,” tutur Dedie Rachim mengawali sambutannya.

Ia menambahkan, dari lubuk hati yang paling dalam, atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, ia mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai kita,” ujarnya.

Idulfitri, sambung Dedie Rachim, adalah momen suci untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, dan mempererat persaudaraan.

Setelah sebulan berlatih menahan diri dan peduli sesama, kini saatnya melanjutkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

Dedie Rachim menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya akhir dari puasa, tetapi juga awal untuk mempererat hubungan dan menumbuhkan kepedulian di antara manusia.

Menurut Dedie Rachim, ada perjalanan jauh yang membuat seseorang memahami bahwa Lebaran tidak selalu bahagia.

Beberapa orang ada yang kehilangan, beberapa orang ada yang tidak pulang, ada yang perutnya tidak kenyang, ada yang rumahnya sepi, ada yang merindukan gelak tawa, ada yang tidak tahu harus berbuat apa.

“Ternyata makna Lebaran adalah memaafkan itu semua. Memaafkan keadaan, memaafkan kejadian, memaafkan ketidakbahagiaan. Kali ini luasnya dunia memberi kita satu hal lagi, bahwa terkadang hidup harus kita rayakan dengan tertawa, terkadang juga dengan air mata,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus berupaya menghadirkan kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat dan mengajak semua warga untuk bersama mewujudkan kota yang harmonis dan maju.***

Ibnu Galansa

Bupati Bogor Rudy Susmanto Open House di Gedung Tegar Beriman, Mohon Doa Agar Amanah

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor Rudy Susmanto melaksanakan sholat Idul fitri di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin 31 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto bersama jajaran Forkopimda langsung melaksanakan open house bersama masyarakat di Gedung Tegar Beriman.

“Hari ini saya didampingi oleh forum komunikasi pimpinan daerah didampingi oleh para tokoh ulama, tokoh agama, sebelah saya ada ketua dewan mesjid kabupaten Bogor dan dari seluruh kelompok  islam yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto, Senin 31 Maret 2025.

Menurutnya, pada hari ini juga pihaknya turut berkumpul dengan jajaran perangkat daerah beserta masyarakat dalam kegiatan open house.

“Tentunya dengan seluruh organisasi perangkat daerah maupun seluruh masyarakat ikut melaksanakan solat ied di tegar beriman,” jelasnya

Rudy memaknai momen Ramadhan pada tahun 2025 suatu momentum yang berbeda. Dikarenakan, di hari pertama bulan puasa Kabupaten Bogor diberi cobaan oleh Allah dengan beberapa bencana yang melanda berbagai wilayah.

“Kabupaten bogor (terdampak) banjir bandang, tanah longsor, itulah menguji kesabaran kita, menguji ketekunan kita, bahwa Allah selalu ada untuk seluruh umatnya,” ujar Rudy.

Namun, kata Rudy, hal tersebut justru menjadi penguat iman untuk terus bersabar dan beribadah kepada Allah, sehingga dapat meraih kemenangan di hari raya idul fitri ini.

“Maka kita diberikan kemudahan, hari ini adalah hari kemenangan umat islam kita rayakan dengan suka cita,” ungkapnya.

Selain itu, Rudy Susmanto dan Jaro Ade juga meminta doa dan dukungan kepada masyarakat dalam menjalankan tugas menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bogor.

“Saya rudy susmanto dan ade ruhandi mohon doa restu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor agar kami amanah mengemban tugas dan tanggung jawab yang diberikan masyarakat Kabupaten Bogor insya Allah,” tuturnya.***

(Albin Pandita)

Lebaran Makin Praktis, Transaksi QRIS Lebih Nyaman Pakai Super Apps BRImo

0

Bogordaily.net – Di era digital yang serba cepat, kemudahan transaksi menjadi kebutuhan utama masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus mengoptimalkan layanan QRIS di super apps BRImo untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis, cepat, dan aman.

Sebagaimana diketahui, BRI sendiri menghadirkan tiga jenis layanan QRIS di super apps BRImo. Pertama, QRIS Transfer yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan dana tidak hanya antarbank, tetapi juga ke non-bank, seperti aplikasi fintech, hanya dengan memindai QR Code tanpa perlu mengetik nomor rekening secara manual.

Kedua, QRIS Bayar, fitur yang digunakan untuk membayar di merchant dengan cara memindai QR Code yang tersedia di tempat usaha. Ketiga, QRIS Tampil, yang memungkinkan nasabah menampilkan QR Code yang dapat langsung di-scan oleh merchant, tanpa perlu melakukan pemindaian dari sisi pelanggan.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa periode libur Lebaran ini identik dengan peningkatan volume transaksi, terutama di pusat perbelanjaan, restoran, dan destinasi wisata. Oleh karena itu, BRI berkomitmen untuk memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan nyaman dan efisien melalui layanan QRIS yang semakin lengkap.

“QRIS hadir sebagai solusi pembayaran digital yang memungkinkan transaksi tanpa uang tunai, memberikan kenyamanan lebih bagi nasabah yang ingin bertransaksi dengan cepat dan aman. Dengan kemudahan ini, pengalaman pembayaran menjadi lebih efisien, terutama selama periode Lebaran,” ujar Hendy.

Di tengah adopsi pembayaran digital yang terus meningkat, keamanan transaksi pun tetap menjadi perhatian utama BRI. Maraknya kasus QRIS palsu, terutama pada QRIS statis (QR Code yang bersifat tetap di merchant), menjadi tantangan tersendiri.

Untuk menghindari transaksi QRIS palsu yang semakin marak, merchant harus secara rutin melakukan pemantauan terhadap transaksi yang masuk, memastikan semuanya tercatat dengan benar, dan dana telah diterima di rekening yang terafiliasi dengan QRIS statis mereka.

Selain itu, setiap transaksi QRIS Transfer di BRImo dilengkapi dengan verifikasi PIN, pemantauan transaksi secara real-time, serta notifikasi otomatis untuk memastikan transaksi tetap aman tanpa mengurangi kenyamanan nasabah.

Sementara itu, seiring dengan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan digital, BRImo terus mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2024. Hingga Desember 2024, jumlah pengguna BRImo telah mencapai 38,61 juta, meningkat 22,12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Adapun, total transaksi yang diproses melalui super apps BRImo mencapai 4,34 miliar transaksi, tumbuh 40,54% (YoY). Dari sisi nilai, transaksi melalui super apps BRImo mencapai Rp5.596 triliun, atau naik 34,57% dibandingkan tahun sebelumnya.***

Sejarah Idul Fitri antara Perang Badar dan Pengganti Tradisi Jahiliyah

0

Bogordaily.net – Sejarah Idul Fitri merupakan sejarah panjang Agama Islam.

Tanpa terasa, bulan Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu, meninggalkan jejak keimanan dan ketakwaan di hati umat Islam.

Setelah sebulan penuh menahan diri dari lapar, dahaga, dan hawa nafsu, kini tibalah saatnya merayakan kemenangan dengan penuh suka cita dalam perayaan Idul Fitri.

Sejak subuh, kaum Muslimin dan Muslimat berbondong-bondong menuju masjid dan lapangan terbuka, mengenakan pakaian terbaik mereka untuk menunaikan shalat Idul Fitri secara berjamaah.

Anak-anak tersenyum ceria dalam balutan busana baru, sementara para orang tua tampak khusyuk, penuh harap agar amal ibadah mereka selama Ramadhan diterima oleh Allah SWT.

Ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim” terhampar di berbagai media, terpampang di pamflet, media sosial, hingga spanduk di pinggir jalan.

Lebaran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat tali silaturahmi.

Jabat tangan dan pelukan hangat menjadi simbol kebersamaan, menghapus kesalahan di masa lalu dan membuka lembaran baru yang lebih baik.

Suasana bahagia kian terasa saat keluarga berkumpul, menyantap hidangan khas Lebaran, dari ketupat dan opor ayam hingga aneka kue kering yang tersaji di meja.

Anak-anak menerima angpau dari orang tua dan kerabat sebagai bentuk kasih sayang dan doa keberkahan.

Lebaran bukan sekadar momen perayaan, tetapi juga waktu untuk merefleksikan diri, menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama Ramadhan, dan membawa semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah Idul Fitri: Kemenangan Perang Badar hingga Pengganti Tradisi Jahiliyah
Sejarah idul fitri dalam agama Islam
Shalat sunnah yang dilakukan pada hari raya Fitri, dalam Islam dikenal sebagai penutup dan ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa yang dilakukan selama satu bulan penuh, sebagaimana shalat sunnah Idul Adha sebagai penutup dan ungkapan syukur atas dilaksanakannya ibadah Haji.

Hari raya Idul Fitri merupakan suatu perayaan yang dilakukan umat Islam atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa Ramadan sebulan penuh.

Sejarah Asal Usul Hari Raya Idul Fitri

Sejarah hari raya Idul Fitri tidak bisa lepas dari dua peristiwa, yaitu peristiwa perang badar dan hari raya masyarakat jahiliyah.

Pertama, awal mula dilaksanakannya hari raya Idul Fitri pada tahun ke-2 Hijriah.

Saat itu bertepatan dengan kemenangan kaum Muslimin dalam perang badar.

Kemenangan itu menjadi sejarah bahwa di balik perayaan Idul Fitri ada histeria dan perjuangan para sahabat untuk meraih kemenangan dan menjayakan Islam.

Oleh karenanya, setelah kemenangan diraih umat Islam, secara tidak langsung mereka merayakan dua kemenangan, yaitu kemenangan atas dirinya yang telah berhasil berpuasa selama satu bulan, dan kemenangan dalam perang badar.

Melansir website NU, sebelum Islam datang, kaum Arab jahiliyah mempunyai dua hari raya yang dirayakan dengan sangat meriah.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa asal-usul disyariatkannya hari raya ini tidak lepas dari tradisi orang jahiliyah yang mempunyai kebiasaan khusus untuk bermain dalam dua hari, yang kemudian dua hari itu oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diganti menjadi hari yang lebih baik, dan perayaan yang lebih baik pula, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Rasulullah ﷺ bersabda:

Sejarah Idul Fitri: Kemenangan Perang Badar hingga Pengganti Tradisi Jahiliyah
Sejarah idul fitri dalam agama Islam
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ لِأَهْلِ الْجَاهِلِيَّةِ يَوْمَانِ فِي كُلِّ سَنَةٍ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَلَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ قَالَ كَانَ لَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا وَقَدْ أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya:

“Dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda, kaum jahiliyah dalam setiap tahunnya memiliki dua hari yang digunakan untuk bermain, ketika Nabi Muhammad ﷺ datang ke Madinah, Rasulullah bersabda: kalian memiliki dua hari yang biasa digunakan bermain, sesungguhnya Allah telah mengganti dua hari itu dengan hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha” (HR Abu Dawud & an-Nasa’i)

Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Risalah fil Aqaid menjelaskan bahwa dua hari yang setiap tahunnya digunakan untuk pesta pora oleh kaum jahiliyah itu disebut dengan hari Nairuz dan Marjaan.

Dalam setiap tahunnya, dua hari ini digunakan untuk pesta pora, dan di isi dengan mabuk-mabukan dan menari.

Dikatakan, bahwa Nairuz dan Marjaan merupakan hari raya orang Persia kuno.

Setelah turunnya kewajiban puasa Ramadhan, Rasulullah mengganti Nairuz dan Marjaan dengan hari Idul Fitri dan Idul Adha yang bertujuan agar umat Islam mempunyai tradisi yang lebih baik dan sejalan dengan apa yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wata’ala.” (Lihat, Risalah fil Aqaid, juz 3, h. 68)

Begitupun Imam al-Baihaqi dalam kitabnya, as-Sunanul Kubra, menampilkan bunyi haditsnya secara jelas. Rasulullah bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ : مَنْ بَنَى فِى بِلاَدِ الأَعَاجِمِ فَصَنَعَ نَوْرُوزَهُمْ وَمِهْرَجَانَهُمْ وَتَشَبَّهَ بِهِمْ حَتَّى يَمُوتَ وَهُوَ كَذَلِكَ حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya:

Sejarah Idul Fitri: Kemenangan Perang Badar hingga Pengganti Tradisi Jahiliyah
Sejarah idul fitri dalam agama Islam
“Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah ﷺ bersabda: barang siapa membangun negeri kaum ajam (selain Arab), kemudian meramaikan hari-hari nairuz dan mihrajan mereka, serta meniru mereka hingga ia mati dalam keadaan seperti itu, maka ia akan dibangkitkan bersama mereka pada hari kiamat.” (Imam al-Baihaqi, as-Sunanul Kubra, juz 9, h. 234)

Keutamaan Hari Raya Idul Fitri

Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa.

Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ.

Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya.

Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka.

Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian.***

Contoh Kata Sungkeman Lebaran dalam Bahasa Sunda yang Menyentuh Hati

0

Bogordaily.net – Sungkeman Lebaran dalam bahasa Sunda. Lebaran merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga.

Salah satu tradisi yang selalu dilakukan dalam budaya Sunda saat Lebaran adalah sungkeman.

Contoh kata sungkeman Lebaran dalam bahasa Sunda kerap digunakan untuk mengungkapkan permohonan maaf dan rasa terima kasih kepada orang tua dan sesepuh keluarga.

Di tengah suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, sungkeman menjadi simbol penghormatan dan ketulusan dalam meminta maaf.

Tradisi ini dilakukan dengan cara anak-anak menundukkan badan dan mencium tangan, lutut, atau bahkan kaki orang tua sebagai bentuk penghormatan.

Ungkapan kata-kata dalam sungkeman biasanya diucapkan dengan penuh perasaan, mencerminkan rasa hormat serta keikhlasan dalam meminta maaf atas segala kesalahan yang telah dilakukan.

Contoh kata sungkeman Lebaran dalam bahasa Sunda pun memiliki makna mendalam, karena tidak hanya menjadi sarana permohonan maaf, tetapi juga pengingat akan pentingnya restu dan kasih sayang orang tua dalam kehidupan anak-anaknya.

Berikut beberapa contoh kata sungkeman Lebaran dalam bahasa Sunda yang penuh makna dan bisa digunakan saat momen Lebaran:

1. “Bapak, Ibu, neda dihapunten tina samudaya kalepatan lahir sinareng batin. Kitu oge bilih aya tutur saur nu teu kaukur, reka basa nu pasalia, tur laku lampah nu teu merenah.”

2. “Bapak, Ibu, unggal lengkah hirup simkuring teu leupas ti pituduh sareng kanyaah aranjeun. Kuring nganuhunkeun pisan oge neda hapunten kana samudaya kalepatan nu kalangkung.”

3. “Abah, Ambu, dina unggal lengkah simkuring, kuring sok ngarasa kainspirasi ku kabijaksanaan oge naon nu dicontokeun ku hidep duaan. Neda dihapunten kana samudaya kalepatan anu tos kuring pidamel.”

4. “Ema, Bapa, unggal titingalian simkuring, unggal lengkah simkuring, oge unggal detik hirup simkuring, tara leupas tina dua tur restu Ema jeung Bapa. Simkuring nyungkeun hapunten anu kasuhun pami aya kalakuan nu nganyerikeun hate.”

5. “Di unggal seuri oge kabagjaan nu kuring rasakeun, tangtu aya kanyaah oge dua ti Bapak sareng Ibu. Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan anu dipidamel salami ieu.”

6. “Rumaos putra hidep ieu teh estuning teu weleh ngariweuhkeun sareng ngarepotkeun. Ti wangkid dikandung salapan sasih, dirorok ti orok, ditimang ti bubudak tug dugi ka kiwari, tacan kantos abdi naur pamulang tarima. Hapunten kana samudaya kalepatan simkuring, Ema, Bapak.”

7. “Simkuring inget kana salah jeung dosa di antara urang. Hapunten samudaya kalepatan, mugia urang tiasa silih lubarkeun.”

8. *”Dina dinten anu fitri ieu, simkuring nyuhunkeun dihapunten bilih aya cariosan sareng kalakuan anu matak ngaraheutkeun kana manah, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan. Ku kituna, panghapunten ti hidep duaan kacida pentingna kanggo simkuring.”*

9. *”Panginten hampura simkuring moal pernah cekap. Nanging, kuring miharep anjeun duaan bakal muka panto panghampura kana kalepatan simkuring.”*

10. *”Salah sahiji kebagjaan nu utami nyaeta manggihan rido anjeun duaan. Kumargi kitu, hapunten samudaya lampah sareng ucap simkuring. Mugia hidep duaan dipaparin kasehatan sareng kasalametan dunia jeung akherat.”*

Tradisi sungkeman tidak hanya sebatas seremoni belaka, tetapi juga menjadi cerminan nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun dalam budaya Sunda.

Melalui contoh kata sungkeman Lebaran dalam bahasa Sunda, setiap anak dapat mengungkapkan permohonan maaf dan rasa syukur dengan lebih mendalam dan menyentuh hati.

Momen Lebaran 2025 bisa menjadi kesempatan emas untuk kembali menghidupkan tradisi sungkem ini, sebagai wujud penghargaan kepada orang tua serta bentuk pelestarian budaya yang penuh makna.***