Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 825

Alamanda Living: Destinasi Ideal Merayakan Kehangatan Lebaran Bersama Keluarga Tercinta

0

Bogordaily.net – Libur Lebaran merupakan momen istimewa untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga. Namun, bagi Anda yang mendambakan ketenangan dan kenyamanan dengan fasilitas lengkap serta lingkungan yang mendukung kesehatan, Alamanda Living, layanan unggulan dari Rumah Sakit BSH, hadir sebagai pilihan istimewa.

Alamanda Living menawarkan pengalaman menginap yang tak terlupakan, menggabungkan kenyamanan rumah dengan layanan premium layaknya hotel berbintang. Setiap kamar dirancang eksklusif, menghadirkan suasana hangat dan akrab. Layanan perawatan yang didukung oleh tenaga medis profesional dari Rumah Sakit BSH, serta hidangan lezat yang dirancang oleh ahli gizi, memastikan kesehatan dan kesejahteraan Anda selama masa tinggal.

Keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama. Tenaga medis lengkap dari berbagai spesialisasi, perawat, dan staf pendukung Rumah Sakit BSH siap melayani 24/7. Program kesehatan berkala yang terintegrasi memungkinkan para penghuni menikmati masa tinggal yang tenang dan sehat.

Alamanda Living menghadirkan berbagai aktivitas menarik yang dirancang khusus untuk para penghuni, serta dapat disesuaikan dengan minat dan kebutuhan individu. Rangkaian acara khas Lebaran, seperti silaturahmi virtual dengan keluarga, kegiatan keagamaan bersama staf Rumah Sakit BSH, dan kegiatan sosial yang mempererat kebersamaan, siap memeriahkan suasana liburan Anda.

Alamanda Living juga membuka pintunya bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama, menikmati fasilitas lengkap dan suasana hangat layaknya di rumah sendiri. Lingkungan yang tenang, pengamanan 24 jam, dan kebijakan privasi yang ketat, menjadikan Alamanda Living pilihan ideal untuk menikmati waktu berkualitas tanpa gangguan.

Banyak penghuni dan keluarga yang telah merasakan pengalaman istimewa dan keramahan staf Alamanda Living. Jangan lewatkan kesempatan untuk merayakan Lebaran dengan penuh kenyamanan dan ketenangan. Hubungi kami untuk reservasi di 0251-755 6 777 dan 0817 7099 8889 atau kunjungan langsung, dan rasakan layanan terbaik kami.

Nikmati liburan Lebaran yang tenang dan berkesan di Alamanda Living, bagian dari layanan unggulan Rumah Sakit BSH. Kami juga menawarkan pengalaman menginap dengan dukungan penuh dari Rumah Sakit BSH, ideal bagi Anda yang mencari penginapan dengan lingkungan dan harga terbaik, memiliki anggota keluarga yang membutuhkan perawatan khusus, atau membutuhkan layanan day care selama keluarga besar berlibur.

Tentang Alamanda Living

Alamanda Living adalah fasilitas hunian senior yang dikelola oleh Rumah Sakit BSH, dirancang untuk memberikan perawatan dan dukungan terbaik bagi lansia. Kami menawarkan hunian yang nyaman, aman, dan terintegrasi dengan layanan medis profesional Rumah Sakit BSH, memastikan kualitas hidup yang optimal bagi para penghuni.

Tentang Rumah Sakit BSH

Rumah Sakit BSH adalah rumah sakit umum swasta yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Dengan tenaga medis profesional dan fasilitas yang lengkap, Rumah Sakit BSH siap menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi Anda dan keluarga. Rumah Sakit BSH terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat. ***

Dukung Pemberdayaan Desa Berkelanjutan, BRI Peduli Beri Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di Desa BRILiaN Jatihurip

0

Bogordaily.net – Jauh di jantung Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, terdapat Desa BRILiaN Jatihurip, sebuah desa yang menjadi contoh kemandirian perekonomian dengan masyarakatnya yang mengandalkan pertanian dan budidaya ikan sebagai tumpuan perekonomin.

Tidak hanya pemandangan lahan pertanian dan budidaya ikan, Desa Jatihurip juga terkenal dengan aliran sungai yang mengalir di desa tersebut.

Salah satu sungai utama adalah Sungai Cidadap, yang mengalir melalui desa ini dan menjadi sumber air bagi berbagai aktivitas, termasuk pertanian dan perikanan.

Aliran sungai ini tidak hanya mendukung aktivitas pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi sumber energi terbarukan bagi desa.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di Desa BRILiaN Jatihurip, BRI Peduli selaku payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan 1 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bagi warga desa tersebut.

PLTMH berkapasitas 2,3 KW ini diharapkan mampu menghasilkan listrik sebanyak 7.588 KWh per tahun dan mampu melistriki 200 kepala keluarga (KK) di Desa tersebut.

Keberadaan PLTMH ini juga diharapkan mampu membantu penghematan listrik dan biaya listrik bulanan masyarakat desa sebesar 40% serta pengurangan emisi karbon sebanyak 6,07 ton C02 per tahun.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan PLTMH di Desa Jatihurip merupakan wujud kepedulian BRI dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, khususnya dalam dalam pengembangan energi terbarukan di wilayah pedesaan sebagai solusi listrik ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penyediaan listrik berkelanjutan juga membantu memenuhi kebutuhan masyarakat desa, terutama untuk fasilitas umum dan ekonomi lokal.

“Desa Jatihurip merupakan desa binaan BRI yang memiliki aliran sungai yang memadai sehingga sangat layak untuk dijadikan model percontohan dalam implementasi dan inovasi program Energi Baru Terbarukan (EBT). Bantuan ini harapannya menjadi percontohan bagi masyarakat dalam memahami teknologi energi bersih”, ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, BRI berkolaborasi dengan Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) selaku pelaksana pembangunan PLTMH, dimana IBEKA merupakan organisasi yang berpengalaman dalam pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.

Untuk mendukung implemnetasi energi terbarukan di desa tersebut, BRI Peduli juga melaksanakan sosialisasi dan edukasi bagi wagra desa sperti, sosialisasi energi terbarukan, edukasi manfaat listrik, pelatihan operator dan administrasi PLTMH serta pelatihan budidaya pertanian hidroponik.

“Keberadaan PLTMH ini harapannya bisa mendorong perekonomian Desa Jatihurip, terutama masyarakat di sini bisa mendapatkan penghematan biaya listrik yang pada akahirnya bisa mendorong pendapatan usaha masyarakat. Semoga, PLTMH ini bisa terus dijaga dan dirawat keberadaannya sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jatihurip dan selanjutnya menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan energi bersih untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Hendy.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, BRI Peduli juga mengadakan berbagai program pendampingan, seperti sosialisasi Energi Terbarukan (PLTMH), edukasi manfaat listrik bagi masyarakat, serta pelatihan operator dan administrasi PLTMH yang melibatkan 144 warga desa.
Melalui inisiatif ini, BRI Peduli terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan. Pembangunan PLTMH di Desa BRILiaN Jatihurip diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan energi bersih untuk masa depan yang lebih baik.

Di lain pihak, Kepala Desa Jatihurip Ilyas Ghazali mengungkapkan keberadaan PLTMH di desa tersebut akan mendukung kegiatan ekonomi warga desa. Selain dimanfaatkan untuk penerangan jalan, listrik dari PLTMH juga membantu mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.

Saat ini, masyarakat Desa Jatihurip sedang mengembangkan Biofolk yaitu teknologi budidaya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme di air kolam.

PLTMH akan menjadi solusi penyediaan listrik bagi keberlangsungan biofolk di Jatihurip yang pada akhirnya dapat mendorong efisiensi dan produtivitas usaha.

“Harapannya setelah adanya PLTMH ini, perekonomian masyarkat kami bisa terangkat dan usaha warga juga terus berkembang sehingga Desa Jatihurip menjadi desa yang mandiri dan maju” tegasnya.

Sebagai informasi, Desa Jatihurip adalah salah satu peserta Desa BRILiaN 2020 yang merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul dengan semangat kolaborasi demi mengoptimalkan potensi desa berbasis SDG’s.***

Besthetic Clinic Bogor Hadirkan Promo Botox Korea, Diskon 35 Persen!

0

Bogordaily.net – Kabar gembira bagi masyarakat yang ingin tampil lebih segar dan percaya diri! Besthetic Clinic Bogor menghadirkan promo spesial untuk perawatan Botox Korea dengan diskon 35 persen dari harga normal Rp 2.057.000.

Selain promo Botox Korea, klinik kecantikan yang berlokasi di Jalan GOR Pakansari, Kabupaten Bogor ini juga menawarkan berbagai perawatan lainnya, seperti facial dan glow peeling, yang dapat membantu merawat kesehatan serta kecantikan kulit.

Promo ini menjadi kesempatan menarik bagi siapa saja yang ingin mendapatkan perawatan dengan harga lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas dan hasil yang optimal.

Promo ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin merawat kesehatan kulit wajah dengan biaya lebih hemat.

Dengan harga spesial tersebut, pelanggan tetap mendapatkan pelayanan profesional serta perawatan menggunakan produk berkualitas.

Besthetic Clinic Bogor dikenal dengan berbagai layanan kecantikan, termasuk facial, DNA Salmon, V Shope Meliso dan Botox.

Besthetic Clinic Bogor juga menggunakan teknologi serta metode perawatan terkini untuk memastikan hasil optimal bagi setiap pasiennya.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Besthetic Clinic di nomor kontak 0817-7499-9231.

Dengan berbagai pilihan perawatan yang tersedia, Besthetic Clinic Bogor semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu klinik kecantikan terbaik di Kabupaten Bogor.

Mereka terus berupaya untuk memberikan layanan yang inovatif dan berkualitas tinggi, menjadikan setiap kunjungan ke klinik sebagai pengalaman yang menyenangkan dan berharga bagi para klien.

Tentang Besthetic Clinic Bogor

Besthetic Clinic Bogor merupakan klinik kecantikan terkemuka yang berfokus pada berbagai macam perawatan kulit dan kecantikan lainnya.

Berlokasi strategis di kawasan GOR Pakansari, klinik ini telah menjadi pilihan banyak masyarakat Bogor dan sekitarnya yang menginginkan perawatan kecantikan dengan hasil yang maksimal dan aman.(Ibnu Galansa)

Pemkot Bogor Terapkan Kebijakan WFA dan Cuti Bersama Menjelang Idul Fitri 2025

0

Bogordaily.net – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan cuti bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kepada para ASN, terutama yang memiliki jarak perjalanan jauh ke kampung halaman, tanpa mengganggu kewajiban mereka dalam menjalankan tugas.

Pj Sekretaris Daerah Kota Bogor, Hanafi, menjelaskan bahwa kebijakan WFA memungkinkan ASN bekerja dari lokasi lain selain kantor, asalkan tetap mengikuti prosedur dan melaporkan hasil pekerjaannya kepada atasan.

“Sebagai contoh, jika perjalanan menuju kampung halaman cukup jauh, ASN bisa memanfaatkan WFA untuk bekerja dari rumah, asalkan tetap mengikuti prosedur yang ada dan melaporkan pekerjaannya kepada atasan,” ujar Hanafi pada Rabu 26 Maret 2025.

Penerapan WFA ini akan dimulai setengah hari sebelum Idul Fitri, dengan izin yang diberikan oleh pimpinan masing-masing unit kerja. Namun, tidak semua sektor dapat menerapkan WFA sepenuhnya.

Beberapa dinas yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemadam Kebakaran, tetap diwajibkan bekerja secara langsung.

“Untuk instansi yang melayani masyarakat, seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Kebakaran, tentu tidak bisa WFA karena pelayanan harus tetap berjalan,” tegas Hanafi.

Selain kebijakan WFA, Pemkot Bogor juga mengatur cuti bersama yang dimulai pada 28 Maret 2025.

Sejumlah instansi akan tetap beroperasi dengan sistem jadwal piket, termasuk Dinas Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, serta petugas kebersihan.

“Walaupun banyak yang libur, beberapa petugas tetap harus bertugas. Seperti petugas kebersihan yang akan bekerja pada malam takbiran dan pagi hari Idul Fitri,” tambahnya.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Bogor berharap saat cuti bersama Idul Fitri 2025 para ASN dapat menikmati libur Lebaran dengan tetap menjaga kelancaran pelayanan publik, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan darurat dan kebersihan kota.(Ibnu Galansa)

Banjir Tak Kunjung Usai: Salah Strategi atau Salah Fokus?

0

Bogordaily.net – Setiap musim hujan, wilayah Jabodetabek kembali dilanda banjir yang semakin parah. Berdasarkan estimasi awal dari Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerugian akibat banjir pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 800 miliar rupiah.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan kritis, apakah strategi penanggulangan yang diterapkan selama ini benar-benar efektif?

Menurut Erbi Setiawan, peneliti doktoral di Wageningen University & Research sekaligus Executive Director di Water Network Initiative, pendekatan pengendalian banjir di Indonesia masih terlalu berorientasi pada intervensi struktural dan alih fungsi lahan di
kawasan hulu.

Padahal, permasalahan ini jauh lebih kompleks dan memerlukan solusi yang lebih holistik serta berbasis pendekatan ilmiah dan tata kelola yang berkelanjutan.

“Air secara alami mengalir ke daerah yang lebih rendah, tetapi sering kali kita lupa bahwa hujan tidak hanya turun di wilayah hulu. Di Jabodetabek, curah hujan tinggi tidak hanya terjadi di hulu, tetapi juga di sepanjang aliran sungai hingga ke hilir. Jika fokus penanganan hanya pada intervensi alih fungsi lahan di hulu, kita mengabaikan peluang besar untuk mengurangi risiko banjir melalui strategi yang lebih komprehensif,” ujar Erbi.

Ia menambahkan bahwa meskipun alih fungsi lahan di kawasan hulu merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap banjir di hilir, penanganan yang hanya
berpusat di hulu tidaklah cukup.

Diperlukan pendekatan terpadu yang mencakup seluruh kawasan aliran sungai, dengan mempertimbangkan aspek tata kelola air, kapasitas drainase, serta strategi adaptasi berbasis ekosistem untuk memitigasi dampak banjir secara lebih efektif.

Erbi mencontohkan strategi yang telah sukses diterapkan di Belanda, salah satu negara dengan sistem pengelolaan banjir paling maju di dunia.

Proyek Room for the River memberikan lebih banyak ruang bagi sungai untuk mengalir secara alami dengan memperluas daerah banjir dan menciptakan ruang resapan air.

Selain itu, konsep flood defence multifungsi memungkinkan suatu kawasan yang rawan banjir tetap memiliki manfaat ekologis dan ekonomi saat kondisi normal, namun dapat berubah menjadi area tampungan air saat terjadi banjir.

Dalam konteks Jabodetabek, Erbi menekankan bahwa penanganan banjir harus bersifat holistik dan tidak hanya bergantung pada infrastruktur teknis semata.

“Pembangunan bendungan dan kanal memang dapat membantu mengendalikan banjir, tetapi tanpa perencanaan tata ruang yang tepat, kita hanya menunda masalah, bukan
menyelesaikannya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa diperlukan kawasan yang secara khusus difungsikan sebagai area retensi air untuk menampung limpasan saat volume air meningkat.

Namun, dalam kondisi normal, ruang-ruang ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan rekreasi, fungsi ekologis, maupun area hijau yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas penyerapan air, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekologi bagi masyarakat.

Selain strategi berbasis tata ruang, pengelolaan sungai memang membutuhkan intervensi struktural guna menjaga kapasitas dan kestabilan aliran air.

Salah satu tantangan terbesar adalah sedimentasi yang dipercepat oleh aktivitas manusia, seperti pembuangan sampah dan limbah ke sungai.

“Kita sering menyalahkan curah hujan tinggi sebagai penyebab banjir, padahal penyempitan sungai akibat sampah dan sedimentasi yang tidak terkelola dengan baik justru menjadi faktor utama yang memperparah kondisi,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mitigasi banjir.

“Selama ini, kita terlalu bergantung pada pemerintah untuk menangani permasalahan banjir, padahal peran masyarakat sama pentingnya. Regulasi yang ketat dari pemerintah harus diiringi dengan kepatuhan dan partisipasi aktif dari masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Erbi mengusulkan pembentukan institusi khusus yang bertanggung jawab atas pengendalian banjir dan pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi.

“Saat ini, pengelolaan sumber daya air masih terlalu berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, padahal solusi yang dibutuhkan tidak selalu bersifat struktural. Dengan adanya badan khusus ini, strategi mitigasi dapat lebih terkoordinasi, mencakup tidak hanya pengendalian banjir, tetapi juga pengelolaan air bersih dan limbah sebagai bagian dari
tata kelola sumber daya air yang holistik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa institusi ini juga dapat berperan dalam mengembangkan mekanisme pembiayaan yang lebih berkelanjutan, termasuk melalui skema public-private
partnership (PPP).

“Dengan keterlibatan sektor publik dan swasta, pengelolaan sumber
daya air dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan, tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah,” ujarnya.

Sebagai contoh, Belanda memiliki sistem Water Authority (Waterschappen) yang bertanggung jawab atas pengelolaan air, mulai dari pencegahan banjir, pengelolaan
kualitas air, hingga distribusi sumber daya air secara efisien.

Water Authority di Belanda bekerja secara independen dengan sumber pendanaan dari pajak air, sehingga pengelolaan air dilakukan secara berkelanjutan tanpa tergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat.

Dengan beberapa penyesuaian, implementasi model serupa di Indonesia dapat membantu meningkatkan efektivitas tata kelola air dan mitigasi bencana banjir secara lebih komprehensif.

“Selama kita masih berkutat dengan solusi yang sama, banjir akan terus menjadi masalah tahunan. Saatnya berpikir lebih luas dan menerapkan strategi yang lebih inovatif agar kita
tidak terjebak dalam pola yang sama setiap tahun,” tutup Erbi.***

Cegah Pungli dan Premanisme di Bulan Ramadan, Polres Bogor Patroli Jalur Alternatif 

0

Bogordaily.net  – Polres Bogor melaksanakan patroli jalur alternatif khususnya di kawasan Puncak selama bulan suci Ramadhan dan menjelang lebaran.

Patroli ini bertujuan untuk mencegah adanya aksi pungutan liar (pungli) dan premanisme yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kegiatan ini, jajaran Polres Bogor menyusuri sejumlah titik – titik rawan guna memastikan situasi tetap kondusif.

Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan, pungutan liar,

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan dari aksi pungli maupun premanisme. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan patroli secara rutin,” kata AKBP Rio Wahyu Anggoro, Rabu 26 Maret 2025.

Menurut Rio, selain patroli, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tindakan yang mencurigakan atau meresahkan.

“Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Bogor tetap terkendali selama bulan Ramadhan, bisa melalui call Center 110 operator kami melayani 24 jam aduan laporan warga masyarakat khususnya Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, kegiatan patroli ini merupakan bagian dari upaya Polres Bogor dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.***

Albin Pandita

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Bahas Program Keagamaan

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengadakan silaturahmi dengan para tokoh agama yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Bogor pada Selasa (25/3/25).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan tokoh agama serta mendapatkan masukan mengenai program-program keagamaan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkapkan komitmennya untuk menciptakan sejarah baru bagi Kabupaten Bogor.

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya tidak kami hapuskan, justru kami akan mengembangkan dan melanjutkannya.

“Dimulai pada tahun 2025, Pemkab Bogor akan melaksanakan perubahan APBD Parsial untuk mendukung berbagai program pembangunan, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan keumatan,” ujar Rudy Susmanto.

Bupati Bogor juga menyampaikan pentingnya arahan dan masukan dari para tokoh agama untuk memastikan agar kegiatan keumatan di Kabupaten Bogor dapat berjalan dengan maksimal. Salah satu harapan besar beliau adalah agar aset PUI dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi umat.

Lebih lanjut, Rudy Susmanto menyatakan rencana pembangunan masjid terbesar di area Stadion Pakansari yang akan segera dimulai dengan peletakan batu pertama. Masjid tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Islamic Center dan akan menjadi pusat layanan haji Kabupaten Bogor.

“Kami belum memiliki embarkasi haji, oleh karena itu, pembangunan masjid ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pusat layanan haji di Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Selain itu, Bupati Bogor juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan Sayaga Hotel yang menjadi pilihan pertama sebelum keberadaan embarkasi haji di Kabupaten Bogor.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, perwakilan tokoh agama, KH. Sanusi, menyambut baik rencana-rencana yang diutarakan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto dan siap memberikan dukungan serta masukan yang konstruktif untuk kemajuan Kabupaten Bogor, khususnya dalam aspek keagamaan.

“Silaturahmi ini menandai langkah awal dalam upaya pemerintah daerah untuk terus membangun sinergi dengan para tokoh agama dan masyarakat dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bogor yang lebih baik dan berkemajuan,” imbuhnya.***

H-5 Lebaran, Harga Sembako di Pasar Kebon Kembang Bogor Masih Stabil

0

Bogordaily.net – Harga bahan pokok (sembako) di Pasar Kebon Kembang Bogor menjelang Lebaran 2025 menjadi perhatian utama pemerintah dalam memastikan kestabilan harga dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal lima hari lagi (H-5), Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional tersebut di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (26/3/2025).

Dalam kunjungannya, ia ingin memastikan bahwa harga-harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan pasokan barang cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat yang semakin meningkat.

Budi tiba di lokasi sekitar pukul 07.29 WIB dan langsung berkeliling pasar untuk mengecek harga sejumlah bahan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, serta daging ayam dan sapi.

Dalam sidaknya, ia menemukan bahwa harga sebagian besar bahan pokok masih berada dalam kisaran normal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras medium tercatat sebesar Rp12.000 per kilogram, yang berarti sedikit di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500 per kilogram.

Selain itu, harga bahan pokok lain seperti telur ayam, daging ayam, dan daging sapi juga masih dalam kondisi stabil.

Harga telur ayam dijual seharga Rp27.000 per kilogram, sementara daging ayam berada di angka Rp37.000 per kilogram.

Adapun daging sapi tercatat dijual dengan harga Rp140.000 per kilogram, yang sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harga bahan pokok di Pasar Kebon Kembang menjelang Lebaran 2025 masih dalam kondisi yang terkendali. Harga beras medium tadi Rp12.000 per kilogram, masih di bawah HET. Untuk minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita, juga masih sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan, yakni Rp15.700 per liter,” ujar Budi saat berbincang dengan para pedagang dan awak media di lokasi.

Tak hanya mengecek harga, Budi juga mengamati kondisi pasar yang semakin ramai dengan masyarakat yang berbelanja kebutuhan untuk menyambut Lebaran.

Menurutnya, lonjakan jumlah pengunjung ini menunjukkan tingginya daya beli masyarakat serta kesiapan para pedagang dalam menyediakan pasokan barang yang cukup.

“Kita bisa lihat bahwa pasar ini cukup ramai, banyak masyarakat yang datang untuk berbelanja kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Ini menandakan bahwa pasokan tersedia dengan baik, harga juga masih dalam kondisi stabil, dan masyarakat bisa berbelanja dengan nyaman,” katanya.

Di akhir kunjungannya, Budi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, termasuk dinas terkait, Satgas Pangan, distributor, dan para pedagang.

Ia juga berterima kasih kepada media yang turut serta memantau perkembangan harga di lapangan, sehingga informasi yang akurat dapat tersampaikan kepada masyarakat.

“Dengan kondisi saat ini, kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa tidak perlu khawatir akan lonjakan harga. Harga bahan pokok di Pasar Kebon Kembang menjelang Lebaran 2025 masih terjaga dengan baik, pasokan cukup, dan kami akan terus mengawasi agar harga tetap stabil hingga perayaan Idulfitri nanti,” tutupnya.***

Benarkah Ayah Syifa Hadju Seorang Bule? Ini Jawaban dan Fakta yang Terungkap

0

Bogordaily.net – Benarkah ayah Syifa Hadju seorang bule? Pertanyaan ini belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet setelah pernyataan Syifa Hadju mengenai latar belakang keluarganya viral di media sosial.

Aktris cantik yang dikenal lewat perannya di berbagai film dan sinetron ini membuat publik penasaran usai mengungkap bahwa sosok yang selama ini dikenal sebagai ayahnya, Andre Ariyantho, ternyata bukan ayah kandungnya.

Hal tersebut sontak mengundang spekulasi di kalangan penggemarnya mengenai siapa sebenarnya ayah biologis Syifa Hadju dan bagaimana asal-usulnya.

Nama Syifa Hadju sendiri sudah tidak asing lagi di dunia hiburan Tanah Air.

Bernama lengkap Syifa Safira Nuraisah, ia lahir pada 13 Juli 2000 dan mulai dikenal luas setelah membintangi serial Mermaid in Love. Kariernya semakin bersinar dengan membintangi berbagai judul film seperti Beauty and the Best, Ayat-Ayat Cinta 2, Bebas, dan lainnya.

Selain sukses di dunia akting, Syifa juga aktif di media sosial dengan jumlah pengikut Instagram mencapai lebih dari 21,2 juta.

Namun, di balik kepopulerannya, kini publik justru dibuat penasaran dengan latar belakang keluarganya, khususnya mengenai identitas ayah kandungnya.

Benarkah ayah Syifa Hadju seorang bule?

Pertanyaan ini semakin ramai diperbincangkan setelah muncul berbagai spekulasi terkait keturunan Syifa Hadju yang disebut-sebut memiliki darah campuran.

Dalam sebuah wawancara, Syifa Hadju pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu memikirkan pernikahan karena tumbuh dengan seorang ibu yang merupakan single parent.

Namun, pandangannya mulai berubah setelah kehadiran ayah tirinya, Andre Ariyantho, yang memberinya banyak pelajaran berharga tentang keluarga.

Kendati demikian, Syifa belum secara terbuka membicarakan sosok ayah kandungnya, termasuk identitas dan wajahnya.

Warganet pun mulai berspekulasi, ada yang menyebut bahwa ayah biologis Syifa adalah pria asal Gorontalo, sementara yang lain beranggapan bahwa ia memiliki keturunan bule karena wajahnya yang menawan.

Hal ini terlihat dari berbagai komentar di media sosial yang menanyakan apakah benar ayah Syifa Hadju seorang bule.

Spekulasi ini semakin menarik perhatian setelah beberapa netizen membandingkan wajah Syifa Hadju dengan ciri khas keturunan Gorontalo dan bule.

Sejumlah komentar pun bermunculan di media sosial, ada yang mengatakan bahwa Syifa memang memiliki darah campuran, sementara yang lain menegaskan bahwa ia berasal dari keluarga Gorontalo.

Namun hingga kini, Syifa Hadju sendiri belum memberikan jawaban pasti terkait asal-usul ayah kandungnya. Dengan begitu, pertanyaan besar pun masih menggantung di benak publik: Benarkah ayah Syifa Hadju seorang bule? Sampai ada pernyataan resmi dari Syifa sendiri, tampaknya misteri ini masih akan terus menjadi bahan perbincangan di kalangan penggemarnya. ***

Kemenkop dan Yayasan Hatta Bakal Bangun Sekolah Pemikiran Bung Hatta

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Yayasan Hatta berencana mendirikan Sekolah Pemikiran Bung Hatta sebagai pengejawantahan terhadap pemikiran – pemikiran konstruktif Sang Proklamator Kemerdekaan khususnya terkait dengan pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan bahwa Bung Hatta merupakan tokoh pendiri koperasi nasional yang terbukti mampu membangun perekonomian rakyat melalui koperasi.

Buah pemikiran Bung Hatta patut menjadi sumber inspirasi untuk membangkitkan gerakan koperasi sehingga pendirian Sekolah Pemikiran Bung Hatta merupakan langkah yang relevan.

“Kami dari Kemenkop akan mendukung Yayasan Hatta, karena buah pikiran dari Bung Hatta sarat dengan ideologi koperasi dan kebetulan kami di Kemenkop punya gerakan koperasi sehingga ada benang merahnya,” kata Ferry Juliantono saat menerima audiensi Direktur Yayasan Hatta (Puteri Bung Hatta), Halida Nuriah Hatta beserta Pengurus dan Tim Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) di kantornya, Selasa (25/03).

Wamenkop Ferry mengatakan bahwa sebagai regulator yang fokus dalam pengembangan koperasi di Indonesia, Kemenkop sangat membutuhkan masukan atau dukungan dari Yayasan Hatta agar dalam menjalankan mandat dari Presiden Prabowo untuk menjadikan koperasi sebagai tumpuan ekonomi rakyat dapat berjalan dengan baik. Terlebih Kemenkop saat ini mendapatkan penugasan untuk membangun 70.000 – 80.000 Koperasi Desa (Kopdes Merah Putih) sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

“Sebagai aparatur ideologi, kami harus bisa menerjemahkan buah pikiran dari Presiden khususnya tentang Koperasi Desa supaya menjadi program baik dan sempurna. Ini akan menjadi legacy bagi kita semua bahwa nantinya Kopdes Merah Putih bisa menjadi pusat Kemakmuran di desa,” ulasnya.

Wamenkop menegaskan pembentukan Kopdes Merah Putih ditargetkan dapat diluncurkan pada 12 Juli 2025 bersamaan dengan Peringatan Hari Koperasi Nasional. Kopdes ini digadang-gadang dapat menjadi alat bagi warga desa memerangi praktik culas dari tengkulak, rentenir dan pinjaman online yang merugikan.

“Kita butuh dukungan dan doa dari Bu Halida dari Yayasan Bung Hatta serta LP3ES untuk terus memberi masukan ke kita supaya pembangunan Kopdes Merah Putih ini bisa sesuai dan tepat waktu,” ujar Wamenkop Ferry.

Sementara itu, Direktur Yayasan Hatta Halida Nuriah Hatta mengakui bahwa Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia memiliki banyak gagasan dalam membangun kemajuan bangsa melalui koperasi. Untuk itu sudah sepantasnya semua gagasan tersebut dapat dijadikan rujukan oleh pemerintah dalam menentukan berbagai kebijakan – kebijakan yang pro terhadap rakyat kecil khususnya bagi masyarakat desa.

“Terima kasih atas bantuan dan kesempatan untuk kita bisa bekerja sama (untuk pembangunan Sekolah Pemikiran Bung Hatta). Kolaborasi ini sangat penting agar kita bisa menjangkau lebih banyak lagi,” kata Halida.

Halida menuturkan bahwa pemikiran-pemikiran Bung Hatta telah didokumentasikan dalam sebuah buku yang saat ini sudah terbit 9 jilid (Judul Buku). Pada Mei 2025 mendatang akan diluncurkan Buku Ke-10 tentang pemikiran Bung Hatta berisi tentang pembangunan koperasi dan sumber daya manusia serta tata kelola pemerintahan.

Terkait dengan program pembentukan Kopdes Merah Putih, Halida memberikan dukungan penuh terhadap Kemenkop agar dapat menjalankan mandat tersebut dengan baik. Dia meyakini bahwa inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perekonomian yang berkeadilan melalui koperasi tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa.

“Ini (Kopdes Merah Putih) akan menjadi sebuah gerakan untuk membangun ekonomi yang berkeadilan bahkan akan menjadi andalan. Sehingga Kopdes Merah Putih ini harus berhasil dan menjadi penyemangat bagi semua,” ulasnya.***