Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 826

Menjelajahi Singapura: Perjalanan Sejenak Ditengahnya Kesibukan

0

Bogordaily.net – Singapura selalu menjadi destinasi impian bagi banyak wisatawan, termasuk saya. Dengan perpaduan budaya, teknologi, dan alam yang memukau, negara ini menawarkan pengalaman tak terlupakan. Berikut adalah catatan perjalanan saya selama menjelasjah empat hari di Negeri Singa alias Singapura.

Hari Pertama: Keajaiban Arsitektur dan Alam

Setibanya di Singapura, tujuan pertama saya adalah Jewel Changi Airport. Bandara ini bukan sekadar tempat transit, tetapi juga memiliki daya tarik luar biasa seperti Rain Vortex, air terjun indoor tertinggi di dunia. Di sini, saya menikmati suasana tropis yang menyegarkan dengan taman hijau dan desain arsitektur yang futuristik. Berjalan-jalan di sekitar Jewel memberikan kesan pertama yang luar biasa tentang Singapura.

Setelah menikmati keindahan Jewel, saya melanjutkan perjalanan ke Marina Bay Sands. Gedung ikonis ini menawarkan pemandangan spektakuler dari skypark-nya yang berada di lantai 57. Dari atas, saya bisa melihat panorama kota Singapura yang modern, termasuk Sungai Singapura yang berkelok indah. Selain itu, Marina Bay Sands juga memiliki mal mewah dan kasino yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Malamnya, saya mengunjungi Gardens by the Bay, salah satu taman futuristik paling terkenal di dunia. Area ini memiliki berbagai atraksi seperti Flower Dome dan Cloud Forest yang menampilkan keanekaragaman flora dari berbagai belahan dunia. Namun, yang paling memukau adalah Supertree Grove, pohon raksasa buatan yang dihiasi lampu warna-warni. Saya menyaksikan pertunjukan Garden Rhapsody yang menghadirkan perpaduan cahaya dan musik, memberikan pengalaman malam yang magis.

Hari Kedua: Wisata Kuliner dan Belanja

Pagi dimulai dengan menjelajahi Maxwell Food Centre, pusat kuliner legendaris di Singapura. Saya mencicipi Hainanese Chicken Rice yang terkenal, yang memiliki rasa gurih dan daging ayam yang lembut. Tak hanya itu, Maxwell Food Centre juga menawarkan berbagai hidangan lokal lainnya seperti laksa dan char kway teow. Sarapan di sini menjadi pembuka yang sempurna untuk petualangan hari ini.

Setelah puas menikmati kuliner, saya menuju Chinatown, kawasan bersejarah yang penuh dengan budaya dan tradisi Tionghoa. Di sini, saya berjalan-jalan di antara kuil-kuil kuno, toko-toko suvenir, serta mencoba camilan khas seperti bak kwa. Chinatown juga memiliki mural-mural menarik yang menceritakan kisah masa lalu komunitas Tionghoa di Singapura.

Siang harinya, saya singgah di SingPost Centre untuk membeli perangko unik sebagai koleksi. Tempat ini tidak hanya sekadar kantor pos, tetapi juga memiliki berbagai toko dan fasilitas modern. Saya melihat berbagai desain perangko bertema budaya dan sejarah Singapura yang cocok dijadikan kenang-kenangan atau dikirim ke teman-teman di luar negeri.

Menjelang sore, saya menghabiskan waktu di Orchard Road, surga belanja dengan berbagai pusat perbelanjaan mewah dan butik terkenal. Saya menjelajahi mal-mal seperti ION Orchard, Takashimaya, dan Paragon, yang menawarkan berbagai merek fashion internasional. Selain belanja, kawasan ini juga memiliki banyak kafe dan restoran yang menarik untuk dikunjungi.

Hari Ketiga: Menyusuri Keunikan Budaya

Hari ketiga saya awali dengan mengunjungi Haji Lane, sebuah jalan kecil yang dipenuhi dengan butik independen, kafe unik, dan photobooth yang instagramable. Saya menikmati suasana bohemian di sini sambil mencari pakaian dan aksesori unik. Tak lupa, saya juga mencoba kopi di salah satu kafe trendi yang ada di sepanjang jalan ini.

Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan ke Kampong Glam, kawasan bersejarah yang menjadi pusat budaya Melayu di Singapura. Saya mengunjungi Masjid Sultan yang megah, salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di sini. Di sekitar area ini, saya juga menemukan berbagai toko yang menjual barang-barang khas Timur Tengah, seperti parfum Arab dan karpet Persia.

Siang harinya, saya singgah di Merlion Park, tempat di mana patung singa setengah ikan yang menjadi simbol Singapura berdiri megah. Dari sini, saya bisa menikmati pemandangan Marina Bay sambil mengambil foto dengan latar belakang kota. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Singapura.

Perjalanan hari ini ditutup di Bugis Street, salah satu pusat perbelanjaan murah yang menawarkan berbagai oleh-oleh khas Singapura. Saya membeli berbagai barang seperti gantungan kunci, kaos, dan camilan khas seperti bak kut teh instan. Bugis Street juga memiliki suasana yang ramai dan penuh dengan wisatawan yang mencari suvenir dengan harga terjangkau.

Hari Keempat: Destinasi Akhir Sebelum Pulang

Di hari terakhir, saya mengunjungi Singapore Sports Hub, kompleks olahraga modern yang sering menjadi tuan rumah acara olahraga internasional. Saya berjalan-jalan di sekitar area ini dan melihat Stadion Nasional Singapura yang megah. Selain itu, Sports Hub juga memiliki berbagai fasilitas olahraga yang bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Setelah itu, saya mampir ke kawasan City Hall, area yang dipenuhi dengan bangunan bersejarah dan pusat pemerintahan. Saya menyempatkan diri untuk melihat St. Andrew’s Cathedral yang merupakan gereja tertua di Singapura. Selain itu, kawasan ini juga memiliki berbagai restoran dan kafe yang cocok untuk menikmati makan siang terakhir sebelum kembali ke bandara.

Dengan hati yang puas dan kamera penuh kenangan, saya pun mengakhiri perjalanan ini. Singapura menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, dari modernitas hingga budaya, dari belanja hingga kuliner. Empat hari terasa singkat, tetapi setiap momennya begitu berharga. Bagi siapa pun yang ingin menjelajahi Singapura, rencana perjalanan ini bisa menjadi inspirasi untuk menikmati setiap sudutnya dengan maksimal.***

Kirana Aufa Bahtiar
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

 

Perjalanan Penuh Euforia, Mengikuti Keseruan Motion Ime Volume 2

0

Bogordaily.net – Nama saya Azhar, dan 8 Desember 2024, adalah hari yang saya nantikan sejak lama. Setelah berminggu-minggu bergelut dengan tugas kuliah, akhirnya saya bisa menikmati momen kesenangan bersama dua teman saya, Dzikri dan Rafi. Hari ini, kami akan menghadiri Motion Ime Volume 2, sebuah event yang diciptakan oleh Windah Basudara dengan misi sosial berupa charity atau penggalangan dana.

Ini bukan kali pertama kami menghadiri Motion Ime. Tahun lalu, kami juga datang ke Vol. 1, dan pengalaman itu benar-benar membekas. Oleh karena itu, saat diumumkan bahwa Motion Ime Vol. 2 akan digelar dengan skala yang lebih besar, kami langsung antusias. Apalagi, tahun ini ada guest star internasional, VIVIZ, yang menjadi penutup acara. Sebagai mahasiswa, mendapatkan kesempatan melihat idol asal Korea dengan harga tiket yang bersahabat adalah sesuatu yang langka.

Pagi itu, kami bertiga berjanji bertemu di Stasiun Bogor pukul 8 pagi. Meskipun masih mengantuk, semangat kami tetap tinggi. Perjalanan menuju Gambir Expo menggunakan kereta selalu menjadi bagian yang menyenangkan. Sepanjang jalan, kami sesekali mengecek media sosial untuk melihat update terbaru dari para pengunjung yang sudah tiba di venue.

“Gila, ini rame banget sih, antrean buat masuk udah memanjang dari sekarang,” kata Dzikri sambil menunjukkan Instagram Story akun Motion Ime.
Saya dan Rafi tertawa kecil. “Udah biasa, pengalaman tahun lalu aja kita antre berjam-jam buat masuk,” balas saya santai.

Sekitar dua jam kemudian, kami tiba di Stasiun Rajawali dan melanjutkan perjalanan dengan bajaj menuju Gambir Expo. Dari kejauhan, sudah terlihat banyak orang berjalan menuju venue, ada yang naik bajaj seperti kami, ada yang berjalan kaki, dan ada yang naik ojek online. Saat kami tiba di depan venue pukul setengah 11, lautan manusia yang mengantre sudah sangat jelas terlihat.

Kami langsung menuju tempat penukaran tiket dan melihat antrean yang begitu panjang. Panas terik mulai terasa menusuk kulit, suara keluhan pengunjung terdengar di sana-sini, tetapi semangat kami tidak padam. Seperti yang kami duga, proses penukaran tiket dan masuk ke area festival memakan waktu lama. Hampir dua jam kemudian, tepat pukul setengah 1 siang, akhirnya kami berhasil masuk.

Begitu masuk, suasana lebih padat dari yang kami bayangkan. Stand merchandise, booth makanan, dan panggung utama penuh sesak dengan ribuan orang. Kami berusaha mencari tempat yang nyaman untuk mengamati sekitar sambil menikmati atmosfer festival. Beberapa guest star terkenal mulai tampil, seperti Juicy Luicy, Aldi Taher, dan Vierratale. Kehebohan semakin terasa ketika influencer ternama juga terlihat hadir di area festival. Saya bahkan sempat meminta foto dengan beberapa public figure seperti Dustin Tiffany dan Saykoji.

Sambil menunggu puncak acara penampilan VIVIZ pada malam hari kami menyempatkan diri untuk makan siang, sholat, mengunjungi beberapa booth, dan menikmati penampilan guest star lainnya. Namun, dibandingkan Vol. 1, Motion Ime Vol. 2 terasa jauh lebih ramai. Bahkan untuk sekadar berfoto dengan influencer atau cosplayer pun sulit karena tidak ada ruang yang cukup.

Ketika malam tiba, antusiasme pengunjung mencapai puncaknya. Semua orang mulai berkumpul di depan panggung utama untuk menyaksikan VIVIZ. Sayangnya, kepadatan pengunjung membuat kami tidak bisa mendapatkan posisi depan. Kami hanya bisa melihat penampilan mereka dari belakang melalui videotron. Meski begitu, saat VIVIZ akhirnya muncul di atas panggung, gemuruh sorakan penonton memenuhi udara. Cahaya panggung yang spektakuler, suara merdu, dan gerakan energik para member VIVIZ menciptakan momen yang begitu berkesan. Saya dan teman-teman ikut bersorak, merekam momen tersebut, dan mengunggahnya di Instagram sebagai kenang-kenangan.

Setelah pertunjukan selesai, rasa puas bercampur dengan kelelahan. Kami memutuskan untuk segera meninggalkan venue karena sudah pukul 9 malam. Kami kembali ke Stasiun Rajawali dengan bajaj dan melanjutkan perjalanan pulang dengan kereta. Tidak seperti perjalanan pagi yang penuh canda tawa, kali ini suasana lebih tenang. Kami bertiga lebih banyak diam, mungkin karena kelelahan, tetapi sesekali tersenyum mengingat betapa serunya hari ini.

“Serius, ini lebih gila dari tahun lalu,” kata Rafi tiba-tiba. Saya hanya mengangguk setuju. Dzikri menambahkan, “Tapi tetap worth it sih, apalagi buat VIVIZ.”

Sesampainya di Stasiun Manggarai untuk transit ke Bogor, kami mendapati bahwa banyak orang yang juga ingin pulang. Akibatnya, kami tidak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri hingga Stasiun Bogor. Badan lelah, mata mengantuk, tetapi hati tetap bahagia.

Saya tiba di Stasiun Bogor pukul setengah 12 malam dan langsung berpisah dengan teman-teman untuk pulang ke rumah masing-masing. Saya mengendarai motor dengan cukup cepat karena suasana jalanan yang sepi dan mengingat banyaknya kasus begal di Bogor. Namun, di sepanjang perjalanan, saya masih membayangkan semua momen luar biasa yang saya alami hari ini.

Motion Ime Vol. 2 benar-benar menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Jika ada Motion Ime Vol. 3 di tahun 2025 nanti, dan jika Tuhan menghendaki, saya pasti akan datang lagi.***

Azhar Ramadhani
Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Dari Cita-Cita Menjadi Guru hingga Sukses Menjadi Dosen di IPB dan Menempuh Pendidikan S3 di Belgia

0

Bogordaily.net – Bagi banyak orang, impian yang terwujud melalui pendidikan tinggi bisa menjadi bukti bahwa segala sesuatu mungkin dicapai dengan tekad dan kerja keras. Amalia Putri Firdausi, dosen di IPB University, adalah contoh nyata dari prinsip tersebut. Dari seorang yang bercita-cita menjadi guru, Amalia berhasil meraih posisi sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB dan kini tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Gent, Belgia.

Perjalanan Amalia menuju dunia akademik dimulai dari sebuah cita-cita yang sangat mulia menjadi seorang guru. Namun, jalannya tidak mulus. Di awal, Amalia gagal diterima di jurusan Pendidikan Guru yang ia impikan.

Meskipun demikian, kegagalan tersebut justru mengarahkannya pada kesempatan yang lebih besar. Pada tahun 2010, ia diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB), memilih program studi Budidaya Perikanan. Keputusan tersebut membawa perubahan besar dalam hidupnya.

Amalia menyelesaikan pendidikan S1 di IPB pada tahun 2014, namun ia tak berhenti di situ. Pada tahun 2013, Amalia memanfaatkan program fast track, sebuah program yang memungkinkan mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S2 lebih cepat. Hanya dalam waktu dua tahun, ia berhasil menyelesaikan S2 berkat penerapan manajemen waktu yang efektif.

Pada tahun 2018, Amalia memulai kariernya sebagai dosen muda di Sekolah Vokasi IPB. Sebagai pengajar, ia tidak hanya memberikan teori kepada mahasiswa, tetapi juga berfokus pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia industri akuakultur.

Ia mengampu berbagai mata kuliah seperti Mikrobiologi Akuatik, Diagnosis Penyakit Ikan, Farmakologi Ikan, dan Pengantar Akuakultur, yang memberikan wawasan mendalam mengenai dunia perikanan kepada para mahasiswa.

Namun, perjalanan Amalia belum selesai. Pada tahun 2024, dengan penuh semangat, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang S3 di Universitas Gent, Belgia, untuk mengambil gelar PhD dalam bidang Animal Science and Aquaculture.

Keputusan ini adalah bagian dari program IPB yang memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik dan dosen untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri secara gratis. Keberhasilan Amalia melangkah lebih jauh ke luar negeri adalah bukti betapa besar komitmennya dalam mengembangkan ilmu dan penelitian.

Selama masa berkarir menjadi dosen, Amalia juga aktif melakukan berbagai penelitian, antara lain “Biofloc Technology Positively Affects Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Larvae Performance”, “Protozoa Ektoparasitik Pada Ikan Koi Cyprinus Carpio Di Daerah Sukabumi”, dan “Sosialisasi Potensi Bisnis Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Desa Nagrak, Kabupaten Cisaat, Sukabumi”.

Disamping ketiga judul diatas, terdapat banyak lagi judul lain yang dapat diakses pada akun scholar Amalia. Penelitian-penelitian ini tidak hanya menambah wawasan ilmu akuakultur, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap praktik budidaya ikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Di balik kesuksesannya, Amalia selalu didukung oleh Rahman, suaminya yang juga seorang dosen di IPB. Rahman bukan hanya pasangan hidup, tetapi juga menjadi mentor yang setia, menemani Amalia dalam setiap langkah penelitian dan kehidupan mereka.

Bersama-sama, mereka melangkah jauh, bahkan hingga menempuh pendidikan  ke Belgia, untuk menempuh pendidikan lebih lanjut, berbagi ilmu dan pengalaman dalam dunia akademik.

Namun, yang lebih luar biasa dari pencapaiannya adalah semangat inspirasi yang ia berikan kepada orang lain.

Bu Amalia bukan hanya mengubah hidupnya sendiri melalui pendidikan, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa tidak ada impian yang terlalu besar untuk dicapai.

Ia selalu mengajarkan kepada mahasiswa dan koleganya untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan berjuang keras untuk meraih impian mereka, apapun hambatannya.

Dari seorang dengan cita-cita sederhana menjadi guru hingga menjadi dosen dan berkuliah S3 di luar negeri yang kini menginspirasi banyak orang, Amalia Putri Firdausi telah membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, segala impian dapat diwujudkan.

Perjalanan hidupnya menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu kesempatan yang lebih luas, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain yang turut terinspirasi oleh perjalanan hidupnya.***

Muhammad Raffi Andhika Permana

Ole Romeny Jadi Man of the Match! Pahlawan Kemenangan Indonesia atas Bahrain

0

Bogordaily.net – Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny terpilih menjadi man of the match dalam laga kualifikasi piala dunia ronde ketiga, antara Indonesia menghadapi Bahrain di Stadion GBK, Jakarta, pada Selasa 25 Maret 2025.

Dalam pertandingan tersebut, gol dicetak oleh pemain nomor 10 Ole Romeny pada menit ke 24’. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia bertengger di posisi 4 klasmen grup C dengan raihan 9 poin.

Apapun, Pemain nomor 10 itu mengaku senang dengan hasil tersebut, karena berkat gol tersebut, semua masyarakat khususnya suporter timnas bisa merayakan dan menjadi momen yang sangat indah.

“Saya sangat senang, semua orang senang dan merayakan. Ini menjadi momen yang indah,” kata Ole saat konferensi pers usai laga di Stadion GBK, Jakarta, Selasa 25 Maret 2025.

Menurut Ole, sebelum memulai laga para pemain sudah optimis untuk meraih tiga poin menghadapi Bahrain. Kemudian hasil tersebut dibuktikan dengan kerja keras dari seluruh tim.

“Dalam setiap pertandingan kami ingin menang termasuk lawan Australia. Kami telah melakukanya dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mengaku bangga kepada para pemain yang telah tampil gemilang, serta telah memberikan penampilan terbaiknya pada pertandingan kali ini.

“Saya sangat bangga atas performa pemain pada malam hari ini,” ujar Patrick Kluivert.

Kemudian, Patrick juga turut memberikan apresiasi terhadap Ole Romney yang telah menciptakan dua gol dalam dua laga menghadapi Australia dan Bahrain.

“Ole Romeny ada dua gol pada saat di Australia dan di Indonesia saya sangat bangga dengan performanya,” tambahnya.

Namun, Kluivert tak mengelak bahwa, kekalahan pada laga sebelumnya melawan Australia menjadi semangat lebih para pemain untuk menampilkan yang terbaik, khususnya dihadapan ribuan pendukung di Stadion GBK.(Albin Pandita)

Timnas Indonesia Bungkam Bahrain 1 – 0 di Stadion GBK, Patrick Kluivert: Saya Sangat Bangga

0

Bogordaily.net – Timnas Indonesia berhasil membungkam Bahrain 1 – 0 dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Selasa 25 Maret 2025.

Atas hasil itu, Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert mengaku bangga kepada para pemain yang telah tampil gemilang, serta memberikan penampilan terbaiknya pada pertandingan kali ini.

“Saya sangat bangga atas performa pemain pada malam hari ini,” kata Patrick Kluivert saat konferensi pers usai laga di Stadion GBK, Selasa 25 Maret 2025.

Kemudian, Patrick juga turut memberikan apresiasi terhadap Ole Romney yang telah menciptakan dua gol dalam dua laga menghadapi Australia dan Bahrain.

“Ole Romeny ada dua gol pada saat di Australia dan di Indonesia saya sangat bangga dengan performanya,” tambahnya.

Namun, Kluivert tak mengelak bahwa, kekalahan pada laga sebelumnya melawan Australia menjadi semangat lebih para pemain untuk menampilkan yang terbaik, khususnya dihadapan ribuan pendukung di Stadion GBK.

“Kesempatan gol seharusnya lebih banyak setelah pertandingan melawan Australi banyak yang kecewa mungkin performa nya tidak optimal, dan setelah kekalahan di Australia bisa membalikan keadaan di tanah sendiri dihadapan pendukung timnas itu adalah sesuatu yang istimewa,” jelasnya.

Kluivert berharap, atas kemenangan melawan Bahrain, kedepanya para pemain timnas Indonesia akan semakin kompak, dan juga dapat lebih baik lagi dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

“Yang pasti saat ini ada juga hingga pertandingan selanjut nya pada bulan Juni ada kesempatan untuk bisa lebih baik lagi dan juga para pemain full jiwanya dan masa depan nya terang karena ini adalah bagian dari awal,” ungkap Kluivert.

Adapun, dalam pertandingan tersebut, gol dicetak oleh pemain nomor 10 Ole Romeny pada menit ke 24’. Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia bertengger di posisi 4 klasmen grup C dengan raihan 9 poin.(Albin Pandita)

Peran Komunikasi Digital dalam Media Sosial untuk Membangun Branding yang Kuat

0

Bogordaily.net – Diera digital yang semakin maju, personal branding menjadi aspek penting dalam membangun citra diri yang kuat, baik untuk keperluan profesional maupun sosial. Media sosial telah mengubah cara individu memperkenalkan diri mereka kepada dunia, memungkinkan siapa saja untuk membangun identitas digital yang dapat diakses oleh banyak orang. Komunikasi digital yang efektif melalui platform seperti Instagram, Twitter, LinkedIn, dan TikTok memungkinkan seseorang untuk menampilkan kepribadian, keahlian, serta nilai-nilai yang mereka anut dengan lebih luas dan cepat.

Perubahan pola komunikasi ini berpengaruh langsung terhadap cara seseorang mempresentasikan dirinya. Jika dulu personal branding lebih banyak dibangun melalui interaksi langsung, kini media sosial memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk mengelola citra diri mereka sendiri.

Seorang profesional dapat menggunakan LinkedIn untuk menunjukkan keahliannya, seorang content creator dapat memanfaatkan YouTube atau TikTok untuk berbagi ide kreatif, dan seorang wirausahawan bisa membangun reputasi mereka melalui konten yang menarik di Instagram atau Twitter.

Dalam membangun personal branding yang kuat, pemilihan platform yang tepat menjadi faktor utama. Setiap media sosial memiliki karakteristik yang berbeda dan menarik audiens yang berbeda pula. Misalnya, LinkedIn lebih banyak digunakan oleh para profesional untuk membangun jaringan bisnis dan membagikan wawasan industri.

Instagram dan TikTok lebih visual dan kreatif, cocok untuk mereka yang ingin membangun citra diri yang lebih santai dan inspiratif. Twitter, di sisi lain, lebih efektif untuk berbagi pemikiran singkat dan terlibat dalam diskusi publik.

Dengan memanfaatkan media sosial secara strategis, seseorang dapat meningkatkan kredibilitas, memperluas jaringan, dan menciptakan peluang baru, baik dalam dunia kerja, bisnis, maupun kehidupan pribadi. Oleh karena itu, memahami cara kerja komunikasi digital dan menerapkannya dalam personal branding adalah keterampilan penting di era modern ini.

C. Isi
C.I. Pentingnya Pemilihan Media Sosial dalam Personal Branding
Setiap platform media sosial memiliki karakteristik yang berbeda, dan ini mempengaruhi bagaimana seseorang menampilkan dirinya. Misalnya:
● LinkedIn cocok untuk membangun citra profesional, berbagi wawasan industri, dan membangun jaringan bisnis.
● Instagram lebih fokus pada visual, cocok untuk menampilkan gaya hidup, kreativitas, dan estetika pribadi.
● Twitter efektif untuk berbagi pemikiran singkat, berdiskusi tentang tren, dan memperkuat opini pribadi.
● TikTok menawarkan format video pendek yang dapat digunakan untuk edukasi, hiburan, atau menampilkan keahlian tertentu.
Memilih platform yang sesuai dengan tujuan personal branding sangat penting agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens yang tepat.
C.II. Strategi Media Sosial untuk Membangun Personal Branding

1. Memahami Karakteristik Setiap Platform
Setiap media sosial memiliki keunikan tersendiri. Instagram lebih visual dan cocok untuk membangun citra estetika yang menarik. LinkedIn lebih profesional dan digunakan untuk membangun jaringan serta berbagi wawasan industri. Twitter adalah tempat yang tepat untuk berbagi opini dan mengikuti tren terbaru, sedangkan TikTok lebih mengutamakan kreativitas dan konten video yang menghibur. Memahami karakteristik ini sangat penting agar strategi personal branding yang diterapkan sesuai dengan platform yang digunakan.

2. Konsistensi dalam Personal Branding
Konsistensi adalah kunci dalam membangun personal branding yang kuat. Hal ini mencakup penggunaan warna, tone komunikasi, serta jenis konten yang diunggah. Konsistensi akan membantu audiens lebih mudah mengenali dan mengingat citra yang ingin dibangun. Misalnya, seseorang yang ingin dikenal sebagai ahli di bidang teknologi harus secara rutin membagikan wawasan terkait tren teknologi, berbagi pengalaman, dan berinteraksi dengan komunitas di bidang tersebut.

3. Membangun Identitas dan Ciri Khas
Untuk menonjol di media sosial, penting untuk memiliki identitas yang jelas dan ciri khas yang unik. Identitas ini dapat berupa gaya komunikasi, topik yang dibahas, hingga pendekatan dalam membuat konten yang berbeda dari orang lain. Contohnya, seseorang yang ingin dikenal sebagai motivator dapat membangun identitasnya melalui kutipan inspiratif, berbagi pengalaman hidup, serta memberikan saran yang bermanfaat bagi audiensnya.

4. Berinteraksi dengan Audiens
Personal branding bukan hanya tentang mengunggah konten, tetapi juga menjalin interaksi dengan audiens. Menanggapi komentar, membalas pesan, serta membuat sesi interaktif seperti Q&A atau live streaming dapat meningkatkan keterlibatan audiens. Semakin aktif seseorang berinteraksi dengan pengikutnya, semakin besar peluang untuk membangun hubungan yang lebih erat dan meningkatkan kredibilitas.

5. Menampilkan Keahlian dan Nilai Diri
Membagikan wawasan, pengalaman, dan keahlian di bidang tertentu akan meningkatkan kredibilitas serta memperkuat personal branding sebagai ahli di bidang tersebut. Misalnya, seseorang yang ingin dikenal sebagai pakar digital marketing dapat membagikan tips, strategi, dan studi kasus terkait pemasaran digital. Dengan begitu, orang lain akan lebih mempercayai keahlian yang dimiliki dan melihatnya sebagai sumber informasi yang terpercaya.

6. Menggunakan Strategi Konten yang Relevan
Konten yang relevan dan bermanfaat bagi audiens lebih mudah diterima dan dibagikan, membantu meningkatkan visibilitas personal branding. Strategi konten bisa mencakup berbagai format seperti video edukatif, infografis, blog, podcast, atau studi kasus yang menarik. Menyesuaikan konten dengan target audiens juga menjadi faktor penting dalam membangun personal branding yang sukses.

7. Memonitor dan Mengevaluasi Performa Konten
Menganalisis performa konten yang telah diunggah sangat penting untuk mengetahui apakah strategi yang diterapkan sudah efektif atau perlu diperbaiki. Media sosial menyediakan alat analitik yang dapat digunakan untuk melihat engagement, jumlah tayangan, serta interaksi audiens terhadap konten. Dengan memahami data ini, seseorang dapat melakukan penyesuaian strategi untuk meningkatkan efektivitas personal branding mereka.

8. Beradaptasi dengan Perkembangan Tren Digital
Dunia digital terus berkembang, dan tren di media sosial pun berubah dengan cepat. Agar personal branding tetap relevan, seseorang perlu terus mengikuti perkembangan terbaru dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti akun-akun inspiratif, membaca berita teknologi, serta mencoba format konten baru yang sedang tren. Fleksibilitas dalam menyesuaikan diri dengan perubahan akan membantu mempertahankan eksistensi personal branding dalam jangka panjang.

D. Penutupan
Komunikasi digital memainkan peran penting dalam membangun personal branding di media sosial. Dengan memahami karakteristik setiap platform, menjaga konsistensi, membangun identitas yang kuat, serta aktif berinteraksi dengan audiens, seseorang dapat mengembangkan personal branding yang autentik dan berpengaruh.

Untuk membangun personal branding yang kuat di era digital, penting untuk selalu mengikuti perkembangan tren dan beradaptasi dengan perubahan yang ada. Personal branding yang sukses bukan hanya tentang memiliki banyak pengikut, tetapi juga tentang bagaimana seseorang dapat membangun kredibilitas, menunjukkan keahlian, dan memberikan nilai bagi audiensnya.

Dengan strategi komunikasi digital yang tepat, media sosial bisa menjadi alat yang sangat efektif untuk membangun personal branding yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan karier maupun kehidupan pribadi. Personal branding yang kuat akan membuka lebih banyak peluang dan memungkinkan seseorang untuk dikenal sebagai ahli di bidangnya, menciptakan hubungan yang lebih luas, dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.***

Kirana Aufa Bahtiar, Komunikasi Digital dan Media C2

Mendukung Larangan Pengecer Menjual Gas Elpiji 3 Kg: Kebijakan Tepat Demi Subsidi yang Adil

0

Bogordaily.net – Baru-baru ini, pemerintah menerbitkan kebijakan pelarangan pengecer dalam menjual gas elpiji 3 kg. Tentu saja, kebijakan tersebut memunculkan banyak reaksi dari masyarakat terutama pengeceran dan para konsumen yang memiliki kebiasaan membeli elpiji di warung terdekat. Namun, apabila dilihat lebih luas, kebijakan ini sesungguhnya memiliki dasar yang kuat dan target yang jelas, yaitu memastikan subsidi elpiji 3 kg tepat sasaran, menstabilkan harga, serta menghindari kelangkaan yang sering terjadi di berbagai daerah.

Subsidi yang Lebih Tepat Sasaran
Salah satu alasan utama di balik kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa subsidi elpiji 3 kg benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Selama ini, penjualan gas elpiji bersubsidi melalui pengecer sering kali membuat distribusinya tidak terkendali. Pengecer tidak memiliki mekanisme untuk memastikan bahwa hanya masyarakat miskin dan usaha mikro yang membeli elpiji 3 kg.

Akibatnya, banyak rumah tangga ekonomi kelas atas dan bahkan bisnis menengah ke atas yang tetap menggunakan elpiji bersubsidi, sehingga mengurangi jatah bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan kebijakan ini, distribusi gas elpiji 3 kg akan dikontrol langsung oleh pangkalan resmi yang sudah terdaftar, sehingga pemerintah dapat lebih mudah memastikan bahwa hanya kelompok yang berhak yang mendapatkan subsidi.

Mencegah Lonjakan Harga di Pengecer
Penjualan gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer juga sering menyebabkan harga jauh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sebagai contoh, di beberapa daerah, harga resmi elpiji 3 kg sekitar Rp18.000 per tabung, tetapi di pengecer bisa mencapai Rp25.000 atau lebih. Hal ini merugikan masyarakat berpenghasilan rendah karena mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan kebutuhan pokok mereka.

Dengan menghapus peran pengecer, harga elpiji diharapkan tetap stabil sesuai dengan HET. Masyarakat hanya perlu membeli langsung di pangkalan resmi dengan harga yang telah ditentukan. Meskipun mungkin ada sedikit ketidaknyamanan karena tidak semua orang tinggal dekat dengan pangkalan resmi, langkah ini lebih menguntungkan dalam jangka panjang karena harga menjadi lebih terkendali.

Menghindari Kelangkaan Elpiji 3 Kg
Kelangkaan elpiji 3 kg kerap terjadi di berbagai wilayah, terutama saat permintaan meningkat atau ada gangguan distribusi. Salah satu penyebab utama dari kelangkaan ini adalah penjualan yang tidak terkendali oleh pengecer. Beberapa pengecer bahkan menimbun stok untuk dijual dengan harga lebih tinggi saat pasokan sedang terbatas.
Dengan melarang pengecer, distribusi elpiji akan lebih terorganisir dan langsung diawasi oleh pemerintah melalui pangkalan resmi. Ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya penimbunan dan memastikan bahwa pasokan tetap stabil bagi masyarakat yang membutuhkannya.

Mempermudah Pengawasan Pemerintah
Salah satu tantangan utama dalam program subsidi adalah pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan. Jika penjualan masih tersebar di banyak pengecer yang tidak terdaftar, sulit bagi pemerintah untuk memastikan bahwa kebijakan subsidi berjalan dengan baik. Dengan kebijakan baru ini, pengawasan bisa lebih mudah dilakukan karena pemerintah hanya perlu memonitor pangkalan resmi yang sudah terdata.

Selain itu, langkah ini juga membuka peluang untuk implementasi sistem digital dalam distribusi elpiji bersubsidi, seperti penggunaan kartu identitas atau aplikasi berbasis teknologi untuk memastikan distribusi yang lebih transparan dan efisien.

Dampak bagi Pengecer dan Solusi Alternatif
Tentu saja, kebijakan ini membawa dampak bagi pengecer kecil yang selama ini menggantungkan pendapatannya dari penjualan elpiji 3 kg. Namun, pemerintah dapat memberikan solusi alternatif, seperti memberikan izin bagi pengecer yang ingin beralih menjadi pangkalan resmi atau menawarkan program lain yang dapat membantu mereka beralih ke bisnis yang lebih stabil.

Selain itu, dengan stabilnya harga dan distribusi yang lebih tertata, masyarakat juga akan lebih mudah mengakses elpiji tanpa harus khawatir soal lonjakan harga atau kelangkaan. Dalam jangka panjang, kebijakan ini akan lebih menguntungkan bagi konsumen dan pemerintah dalam mengelola subsidi yang lebih adil.

Kesimpulan
Larangan pengecer menjual gas elpiji 3 kg adalah kebijakan yang patut didukung karena bertujuan untuk memastikan subsidi tepat sasaran, menstabilkan harga, serta menghindari kelangkaan. Meskipun ada tantangan dalam pelaksanaannya, terutama bagi pengecer kecil, pemerintah dapat memberikan solusi alternatif agar dampaknya tidak terlalu berat.
Dengan distribusi yang lebih terkendali dan harga yang lebih stabil, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan akses elpiji bersubsidi dengan lebih adil dan efisien. Jika diterapkan dengan baik dan diimbangi dengan pengawasan yang ketat, kebijakan ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat luas.***

Kirana Aufa Bahtiar
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media

 

Menakar Kebebasan Berekspresi di Sekolah

0

Bogordaily.net – Sekolah sejatinya bukan hanya sekadar tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah adalah ruang bagi siswa untuk membangun nilai-nilai moral, mengembangkan keterampilan, dan belajar menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Namun, permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia masih sering muncul, mulai dari keterbatasan fasilitas yang tidak memadai sehingga masalah sosial yang menyangkut hubungan antara siswa, guru, dan pihak manajemen sekolah.

Salah satu sekolah kejuruan di Sulawesi Tengah, yaitu SMKN 2 Palu menjadi contoh bagi kita dalam kasus sosial yang terjadi. Terjadi sebuah kasus di SMKN 2 Palu yang menyita perhatian publik di media sosial.

Seorang siswi di sekolah ini mengalami perlakuan tidak adil yang diduga berasal dari sekolahnya sendiri. Siswi terduga dianggap oleh pihak sekolah sebagai seseorang yang memprovokasi teman lainnya untuk melakukan demonstrasi, fitnah, hingga pencemaran nama baik sekolah.

Kasus ini didapat saat siswi yang terduga, jurusan Desain Komunikasi Visual mengikuti rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Tengah setelah membongkar dugaannya terhadap pihak sekolah dan melakukan demonstrasi terhadap pihak sekolah yang melakukan pungutan liar untuk les bahasa inggris seharga 250 ribu rupiah.

Hal ini membuat siswi yang terduga diberhentikan dari jabatan Ketua OSIS di sekolahnya. Ini menjadi perhatian khusus antara pihak sekolah untuk dapat lebih terbuka dalam penyelesaian kasus ini.

Kebebasan Berekspresi Siswa
Kebebasan berekspresi seseorang adalah hak yang dimiliki oleh setiap individu, termasuk siswa/siswi untuk menyampaikan pendapat dan gagasan mereka dengan bebas, baik di lingkungan kampus maupun lingkungan sekitarnya terhadap suatu isu.

Siswa/siswi dapat menyuarakan hal yang sekiranya salah dalam pengelolaan sistematis sekolah, seperti dugaan adanya penyalahgunaan dana.

Dalam kasus SMKN 2 Palu, keberanian siswi untuk mengungkap dugaan penyalahgunaan dana tidak dipandang sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menciptakan sekolah yang lebih baik.

Sebaliknya, langkah tersebut justru dipandang sebagai bentuk pembangkangan yang harus dihukum.

Sikap seperti ini tidak hanya melukai kebebasan berekspresi siswa, tetapi juga menciptakan perasaan akan ‘ketakutan’ di lingkungan sekolah.

Melaporkan atau menyampaikan kritik yang konstruktif kepada pihak sekolah adalah bentuk partisipasi dalam menciptakan lingkungan yang jujur, transparan, dan adil. Namun, siswa juga harus memahami etika berpendapat agar tidak merugikan pihak lain.

Komunikasi dan Transparansi Sekolah
Komunikasi menjadi hal yang tak bisa terlewat untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Komunikasi dan keterbukaan menjadi hal yang dibutuhkan untuk mendapat hasil dari permasalahan yang ada.

Pada kasus ini, tampak jelas adanya kegagalan komunikasi dan keterbukaan antara pihak sekolah dan siswa/siswi.

Pihak sekolah harus bisa lebih jujur dan bisa transparansi secara rinci dalam maksud dan tujuan pengelolaan keuangan sekolah.

Dengan adanya transparansi dan keterbukaan, sekolah dapat menyajikan fakta untuk dapat menghindari tuduhan ketidakadilan ataupun kebohongan disini.

Adanya transparansi membuat sekolah tidak hanya melindungi hak siswa tetapi juga menjaga citranya sebagai institusi pendidikan yang adil dan bertanggung jawab.

Peran Sekolah dalam Mengelola Krisis
Sekolah seharusnya menjadi tempat bagi siswa untuk belajar, tumbuh, serta mengembangkan karakter, termasuk keberanian menyuarakan pendapat. Pada kasus ini, dilihat bahwa pentingnya untuk mengelola kritik dan masukan yang bijak dalam lingkungan sekolah.

Kritik adalah refleksi dari pengalaman dan persepsi siswa yang dialami terhadap sistem yang mereka jalani.

Kasus yang terjadi bisa menjadi gambaran untuk pihak sekolah dapat menerima kritik dan masukan atas kejanggalan yang terjadi di sekolahnya tanpa ada rasanya intimidasi bagi siswa/siswi.

Dalam kasus ini, terdapat pernyataan siswi yang ketika menghadiri mediasi dengan sekolah bukannya menjadi tempat aman untuk menyelesaikan masalah secara terbuka, tetapi yang dirasakan siswi terduga adalah tekanan yang diberikan kepadanya untuk meminta maaf.

Permasalahan di SMKN 2 Palu menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga transparansi, keadilan, dan kebebasan berekspresi.

Sekolah harus menjadi tempat yang aman di mana siswa dapat belajar, tumbuh, dan mengekspresikan pendapat mereka tanpa rasa takut.

Namun sikap represif terhadap kritik justru menunjukkan bahwa lembaga pendidikan belum matang dalam menghadapi dinamika sosial yang terjadi di dalamnya.

Kebebasan berekspresi siswa bukanlah ancaman, melainkan kesempatan bagi sekolah untuk merefleksikan kelemahannya dan memperbaikinya demi kebaikan bersama.

Komunikasi yang terbuka, transparansi dalam kepemimpinan, dan menyikapi kritik secara bijak merupakan landasan penting bagi pendidikan yang lebih manusiawi.

Lebih jauh lagi, untuk memastikan kritik yang disampaikan bersifat membangun, siswa harus diberikan pemahaman tentang etika dan tanggung jawab yang terlibat dalam mengungkapkan pendapat mereka.***

Nasywa Athaya Fakhira
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Seberapa Penting Kesehatan Mental Tantangan Digital?

0

Bogordaily.net – Komunikasi merupakan proses berbagi makna dalam bentuk pesan komunikasi antara pelaku komunikasi (Hariyanto, D. 2021). Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia, baik dalam lingkup personal, sosial, maupun profesional. Seiring dengan perkembangan teknologi, cara manusia berkomunikasi telah mengalami perubahan signifikan.

Jika dahulu komunikasi lebih banyak terjadi secara langsung melalui interaksi tatap muka, kini komunikasi telah meluas ke berbagai platform digital. Penggunaan media sosial menghubungkan individu dari berbagai latar belakang tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Media sosial, sebagai salah satu bentuk utama komunikasi digital, memiliki dampak yang sangat luas dalam hampir semua aspek kehidupan. Keberadaannya telah membuka peluang baru dalam berbagi informasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, media sosial juga memungkinkan individu untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman, mendapatkan informasi terkini, hingga berpartisipasi dalam berbagai komunitas yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Selain itu, media sosial juga berperan penting dalam edukasi, termasuk dalam isu-isu kesehatan mental, di mana platform digital sering digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan menyediakan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.

Namun, dibalik manfaatnya yang besar, media sosial juga membawa tantangan tersendiri yang dapat berdampak signifikan terhadap kesehatan mental individu. Meskipun tidak secara langsung merusak, efek negatifnya dapat cukup mengganggu dan menghambat kehidupan seseorang, baik secara emosional, sosial, maupun psikologis.

Kesehatan Mental
Kesehatan mental merujuk pada kondisi emosional, kejiwaan, dan psikologis seseorang. Aspek ini memiliki peran krusial dalam kesejahteraan secara keseluruhan karena memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak.

Ketika kesehatan mental terjaga, seseorang lebih mampu mengelola stres, membangun hubungan yang harmonis, serta mengambil keputusan yang tepat dalam hidup.

Sebaliknya, gangguan kesehatan mental yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kualitas hidup, termasuk menurunnya produktivitas dan interaksi sosial.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental sangat penting untuk mencegah berbagai gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan.

Keterkaitan Digitalisasi dengan Kesehatan Mental
Melalui platform digital, penyebaran informasi menjadi sangat cepat. Salah satu masalah utama yang muncul adalah penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks, yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap individu yang dan menciptakan kesalahpahaman.

Ketika hoaks tertuju kepada salah satu individu, maka individu tersebut bisa menjadi korban atas kesalahpahaman yang terjadi dan membuat individu tersebut stress.

Selain itu, contoh lain ada anggapan bahwa depresi hanya disebabkan oleh kurangnya ibadah atau bahwa gangguan kecemasan bisa diatasi dengan sekadar “berpikir positif” sering kali membuat individu merasa diabaikan dan enggan mencari bantuan profesional.

Akibatnya, mereka yang seharusnya mendapatkan perawatan yang tepat justru memilih untuk diam, merasa malu, atau bahkan semakin terpuruk dalam kondisinya.

Selain itu, media sosial telah menjadi sumber tekanan sosial yang semakin meningkat, terutama dengan adanya budaya pencitraan dan ekspektasi yang tidak realistis. Banyak individu merasa harus menyesuaikan diri dengan standar kecantikan, kesuksesan, atau gaya hidup yang sering kali muncul di dunia maya.

Hal ini dapat menyebabkan perasaan rendah diri, kecemasan sosial, serta menurunnya kepercayaan diri, terutama di kalangan remaja dan anak muda yang lebih rentan terhadap perbandingan sosial.

Fenomena fear of missing out (FOMO) juga semakin marak, di mana seseorang merasa tertinggal atau tidak cukup baik ketika melihat kehidupan orang lain yang tampak lebih menarik di media sosial.

Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan ini dapat berujung pada stres, depresi, bahkan gangguan makan atau gangguan citra tubuh.

Di sisi lain, cyberbullying atau perundungan daring menjadi ancaman serius yang dapat berdampak buruk pada kesehatan mental individu, terutama anak-anak dan remaja. Pelecehan verbal dan komentar negatif dapat menyebabkan trauma psikologis, perasaan tidak berharga, serta meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi.

Banyak korban cyberbullying mengalami penurunan kualitas hidup, menarik diri dari lingkungan sosial, dan dalam kasus yang lebih ekstrem, mengalami keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri.

Ketergantungan berlebihan terhadap media sosial juga menjadi tantangan besar, di mana banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam dunia maya hingga mengorbankan interaksi sosial yang nyata.

Hal ini dapat mengurangi manajemen waktu, adanya perasaan kesepian, serta mengganggu pola tidur, yang pada akhirnya berdampak negatif pada kesehatan mental secara keseluruhan.

Selain dampak psikologis, privasi dan keamanan data menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.

Banyak individu yang tanpa sadar membagikan informasi pribadi mereka di media sosial, yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan, seperti pencurian identitas, pemerasan, atau eksploitasi digital.

Ketidakamanan ini sering kali menimbulkan kecemasan dan ketakutan, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman buruk di dunia maya.

Penanganan
Penting bagi setiap individu untuk dapat menggunakan media sosial dengan bijak, serta melindungi kesehatan mental mereka dari dampak negatif yang mungkin timbul di media sosial, seperti:

1. Membatasi penggunaan gadget
Penting untuk membatasi batas waktu penggunaan gadget, seperti menggunakan fitur pengingat waktu layar atau menerapkan aturan tertentu pada diri sendiri, misalnya tidak menggunakan media sosial sebelum tidur atau saat makan bersama keluarga. Dengan demikian, keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata tetap terjaga.

2. Memilih informasi dengan bijak
Media sosial dipenuhi dengan berbagai informasi yang belum tentu benar dengan kenyataannya. Oleh karena itu, pengguna harus lebih selektif menyaring berita atau konten yang dikonsumsi. Sikap kritis dalam memilih informasi dapat membantu menjaga pikiran agar tetap sehat dan tidak mudah dipengaruhi hal-hal yang tidak bermanfaat.

3. Mengelola media sosial dengan bijak                                                                     Gunakan media sosial sebagai alat yang positif untuk meningkatkan wawasan, membangun relasi yang sehat, serta mengembangkan potensi diri. Selain itu, mengikuti akun-akun yang memberikan inspirasi, motivasi, atau edukasi dapat menjadi cara untuk menjadikan media sosial sebagai ruang yang lebih bermanfaat untuk kebaikan diri. Dengan mengelola media sosial dengan baik, individu dapat mendapatkan manfaat media sosial tanpa mengorbankan kesehatan mental mereka.***

Nasywa Athaya Fakhira
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

PBNU dan BRIN Prediksi Idul Fitri 2025 Jatuh Pada 31 Maret

0

Bogordaily.net – PBNU dan BRIN memprediksi Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret berdasarkan perhitungan astronomi dan metode rukyat hilal.

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi, menyampaikan bahwa meskipun prediksi mengarah ke tanggal yang sama, keputusan resmi tetap akan menunggu hasil pemantauan hilal pada 29 Maret 2025.

“Kita masih akan tetap menunggu rukyat hilal, dan besar kemungkinannya Lebaran akan dirayakan secara serentak pada 31 Maret. Namun demikian, kita tidak bisa menetapkan sekarang sampai hasil rukyat hilal diumumkan,” kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi kepada wartawan, Selasa (25/3/2025).

Menurut Gus Fahrur, harapan besar masyarakat adalah agar Lebaran tahun ini dapat dirayakan bersama tanpa perbedaan hari. PBNU sendiri tetap berpegang pada metode rukyat hilal yang telah disepakati sebagai dasar penetapan 1 Syawal.

Sementara itu, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, juga menyampaikan prediksi yang sejalan dengan PBNU. PBNU dan BRIN memprediksi Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret, mengikuti kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Menurut Thomas, garis tanggal awal Syawal 1446 Hijriah berada di wilayah Benua Amerika. Berdasarkan perhitungan astronomi, hilal tidak akan terlihat di Indonesia saat sidang isbat pada 29 Maret 2025.

“Pada saat magrib 29 Maret, hilal tidak mungkin terlihat di Indonesia. Maka 1 Syawal 1446 menurut kriteria MABIMS adalah 31 Maret 2025,” jelasnya dalam keterangan pada Senin (24/3).

Dengan adanya kesamaan prediksi antara PBNU dan BRIN, harapan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri secara serentak semakin besar.

Meski demikian, keputusan final tetap akan bergantung pada hasil rukyat hilal yang dilakukan pada 29 Maret 2025. Jika hasil pemantauan hilal sesuai dengan prediksi, maka prediksi PBNU dan BRIN  soal Idul Fitri 2025 jatuh pada 31 Maret kemungkinan besar akan menjadi kenyataan.***