Home Blog Page 826

Mau Berobat Nyaman di RSUD Kota Bogor? Simak Tips Berikut Ini!

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bogor membagikan tips berobat nyaman dan lancar bagi para pasien.

Tips tersebut dibagikan untuk para pasien melalui akun instagram resmi RSUD Kota Bogor @rsud_kotabogor.

Pertama, pasien diimbau agar mengecek jadwal praktek dokter terlebih dahulu sesuai dengan keluhan pasien.

Jadwal dokter tersedia dan bisa dicek langsung oleh pasien melalui website resmi RSUD Kota Bogor rsudkotabogor.co.id.

Kemudian setelah mengecek jadwal praktek dokter, pasien diimbau agar datang lebih awal minimal 2 jam sebelum waktu pemeriksaan.

Karena antrean untuk praktek dokter sudah dibuka 2 jam sebelum waktu pemeriksaan pasien di RSUD Kota Bogor.

Datang lebih awal tentunya memudahkan calon pasien untuk mengurus proses pendaftaran dan mengambil nomor antrian.

Lalu calon pasien bisa menghindari antrean panjang dan mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan dengan tenang jika datang lebih awal.

RSUD Kota Bogor selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan kamu, keluarga dan masyarakat lainnya.

Datang lebih awal adalah langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk membantu proses penyembuhan kamu lebih cepat.

Untuk info lebih lanjutnya, kamu bisa cek instagram @rsud_kotabogor, atau hubungi nomor telepon di nomor 082183883851.

Atau kamu juga bisa hubungi whatsapp di nomor 082183883851. Dan juga bisa melihat kanal youtube @rsudkotabogordaily.

Itulah tips berobat yang aman dan nyaman buat calon pasien dari RSUD Kota Bogor yang bisa kamu ikuti. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Pemkot Bogor dan BPN Sinergi Selesaikan Persoalan Tanah

0

Bogordaily.net-Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Kantor Pertanahan (BPN) Kota Bogor bersinergi dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kantor Pertanahan yang dinilai mempercepat proses sertifikasi aset milik Pemerintah Kota Bogor. Dari total sekitar 3.800 aset, saat ini tinggal 2.200 yang belum tersertifikasi.

“Ini luar biasa, kinerja dari Pak Akhyar sebagai Kepala BPN sangat membantu percepatan sertifikasi aset pemerintah,” kata Dedie, Selasa 10 Juni 2025

Selain pencapaian itu, keduanya juga membahas sejumlah isu strategis, termasuk penyelesaian tanah wakaf dan percepatan legalisasi aset lainnya.

Menurut Dedie, penyelesaian persoalan pertanahan penting untuk mencegah potensi konflik sosial dan menjaga situasi kamtibmas di Kota Bogor.

“Kita ingin Kota Bogor tetap landai, masyarakat bisa bekerja dengan tenang tanpa gejolak,” tegasnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Akhyar Tarfi, menegaskan pihaknya telah memetakan berbagai persoalan, termasuk aset pemerintah, tanah wakaf, konflik pertanahan, hingga percepatan penyusunan RDTR. Saat ini ada tiga wilayah perencanaan (WP) yang menjadi prioritas percepatan.

“Dalam satu bulan ini, kami sudah menyelesaikan sekitar 100 sertifikat hak pakai. Targetnya 1.000 sertifikat aset Pemkot bisa selesai paling lambat 24 September,” jelasnya.

Akhyar juga mengapresiasi dukungan penuh dari seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya percepatan penyelesaian persoalan pertanahan tidak bisa dilakukan tanpa sinergi lintas sektor.

“Insya Allah berbagai persoalan sudah kita petakan dan kita mulai laksanakan penyelesaian satu persatu,” ungkapnya.

Acara silaturahmi ini turut dihadiri jajaran Forkopimda seperti Kapolresta, Kajari, Ketua PN, Dandim 0606, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari Istana Bogor. Mereka berkomitmen mendorong penyelesaian persoalan pertanahan demi stabilitas dan ketertiban Kota Bogor.***

Muhammad Irfan Ramadan

Kabupaten Lahat 100% Bentuk Kopdes/Kel Merah Putih, Wamenkop: Semua Kekuatan Akan Dialirkan ke Desa

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) yang sudah 100 persen menyelesaikan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan juga pembentukan badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Dengan program pembentukan 80 ribu Kopdes/Kel Merah Putih ini, Presiden Prabowo Subianto ingin mengubah dan membuat sejarah bahwa semua paradigma sistem berpikir, semua kekuatan yang dimiliki pusat, sekarang harus dialiri ke desa-desa,” ungkap Wamenkop, saat melakukan kegiatan monitoring percepatan pembentukan/pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lahat, Sumsel, Selasa (10/6).

Lebih dari itu lanjut Wamenkop Presiden Prabowo juga ingin keadilan sosial bisa terwujud di bumi Indonesia, sampai ke desa-desa. Kongkritnya, bagi Wamenkop, seluruh sumber daya yang dimiliki dari pusat yang ada di tangan Presiden RI sekarang diminta untuk disalurkan ke desa-desa. “Semua ini adalah amanat konstitusi kita. Presiden Prabowo Subianto selalu di dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Pasal 33 adalah ruh yang sesuai dengan karakteristik bangsa kita,” terang Wamenkop.

Menurut Wamenkop, pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan salah satu implementasi dari UUD 1945 Pasal 33. “Belum pernah dalam sejarahnya semua sumber daya yang dimiliki disalurkan ke desa-desa. Ini sekaligus untuk membesarkan koperasi di seluruh Indonesia,” ucap Wamenkop.

Wamenkop menambahkan, pada Juli mendatang, pembentukan Kopdes Merah Putih akan diumumkan Presiden RI, serta pada Oktober 2025 akan operasional. “Pada Juli hingga Oktober 2025, kita akan matangkan skema pembiayaannya, skema penyalurannya, hingga pelatihan-pelatihan untuk menyiapkan SDM. Termasuk juga menyiapkan aset-aset yang akan dipergunakan koperasi desa,” papar Wamenkop.

Sehingga sebagai upaya tersebut, Wamenkop mendorong para gubernur, bupati, dan walikota, agar menggunakan aset-aset negara yang idle dalam kegiatan Kopdes/Kel Merah Putih. “Bahkan, aset desa yang idle, yang kosong, atau belum termanfaatkan, bisa digunakan sebagai tempat untuk kegiatan dari Kopdes Merah Putih,” ucap Wamenkop.

Bagi Wamenkop, aset-aset milik pemerintah pusat juga bisa digunakan untuk kegiatan Kopdes Merah Putih. Jadi, tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membangun fisik. “Dananya lebih baik disalurkan menjadi bentuk fasilitas pinjaman, hingga pembiayaan digunakan sebesar-besarnya untuk kegiatan model kerja dari koperasi desa,” jelas Wamenkop.

Dengan begitu, kegiatan simpan pinjam dari Kopdes bisa mengatasi masalah rentenir, pinjaman online, dan lain sebagainya. “Kegiatan apotek desa juga karena bisa memberikan obat-obat yang harganya terjangkau,” imbuh Wamenkop.

Di samping itu, kata Wamenkop, Presiden Prabowo ingin keberadaan klinik-klinik desa yang ada di koperasi desa, bisa menunjang keberadaan Puskesmas yang ada di kecamatan-kecamatan. “Akan banyak masyarakat yang usia lanjut, balita, ibu-ibu hamil, dan lain sebagainya, itu nanti akan bisa tertangani unit klinik desa di dalam Kopdes Merah Putih,” tegas Wamenkop.

Selain itu, Wamenkop menyebut toko atau gerai yang menjual kebutuhan sehari-hari, nantinya akan membantu warung-warung UMKM yang ada di desa tersebut. “Gudang-gudang ini akan menjadi tempat untuk menyalurkan gas elpiji 3 kilogram, menyalurkan pupuk, menyalurkan juga alat pertanian, nelayan dan lainnya,” kata Wamenkop.

Sebagai upaya memperkuat itu, Wamenkop meyakini bahwa gerai-gerai Kopdes nanti akan dilengkapi lemari pendingin (Cold Storage) agar hasil produksi masyarakat desa seperyi Holtikultura, sayuran, hingga tanaman pangan dan lainnya, bisa disimpan dalam lemari pendingin. Sehingga, kualitas produk tetap terjaga dan harganya tidak jatuh.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenkop berharap di Kabupaten Lahat terbentuk 3-4 koperasi desa percontohan dalam dua bulan ke depan. “Ada profesor dari IPB memiliki temuan untuk membuat database desa secara presisi dan akurat dan akan kita sinergikan dalam pembentukan Kopdes Merah Putih dengan membangun database desa yang presisi,” papar Wamenkop.

Oleh karena itu, Wamenkop mendorong kopdes-kopdes untuk tampil dengan potensi daerahnya masing-masing. Ada yang peternakan, perkebunan, hingga pertambangan. “Sekarang sudah ada UU Minerba yang memungkinkan koperasi boleh mengajukan izin tambang dan mineral,” kata Wamenkop.

Bahkan, dalam waktu dekat, Kementerian ESDM sedang dijajaki Peraturan Menteri untuk memperbolehkan sumur-sumur minyak dan gas eks Pertamina yang ada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan bisa diajukan izinnya untuk dikelola koperasi.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menyatakan, bahwa Musdesus sudah 100% dilakukan di 360 desa dan 17 kelurahan se-Kabupatrn Lahat, serta sudah diupload dalam administrasi badan hukum Dirjen AHU Kementerian Hukum. Jumlah yang sudah diproses notaris juga 100 persen. “Untuk koperasi percontohan, kami usulkan Kopdes Pagar Jati,” ungkap Bupati Lahat.

Menurut Bupati Lahat, Desa Pagar Jati merupakan salah satu desa lumbung padi di Lahat yang potensinya bisa dikembangkan lebih luas sampai 1300 hektar. “Nantinya akan bisa menghasilkan 48 ribu ton padi dengan perkuatan sistem irigasi di Lahat,” kata Bupati Lahat.

Terkait dana untuk Notaris, Bupati Lahat mengungkapkan, semua sudah disiapkan dari APBD sebesar Rp2 juta per koperasi, agar tidak memberatkan para Kepala Desa. “Dari 377 Kopdes/kel Merah Putih di Lahat, misalkan 40% saja yang berhasil, kita sudah menggerakan perekonomian yang sangat besar, apalagi bila bisa 100%,” ucap Bupati Lahat.

Bagi Bupati Lahat, koperasi harus dijadikan alat Gerakan Rakyat yang seluas-luasnya untuk memakmurkan desa, bukan sebatas alat ekonomi. “Tujuan besarnya adalah untuk mensejahterakan masyarakat serta mengentaskan kemiskinan dan pengangguran,” ujar Bupati Lahat.***

Line Up Indonesia vs Jepang: Hilgers & Beckham Jadi Starter

0

Bogordaily.net – Line up Indonesia vs Jepang hari ini keluar juga. Di sebuah kota yang sangat Jepang: Suita, Osaka.

Di stadion Panasonic yang modern, Timnas Indonesia menantang raksasa Asia: Jepang. Tapi ini bukan pertandingan biasa.

Ini lebih dari sekadar hitung-hitungan poin. Ini tentang nyali. Tentang perubahan.

Beckham Putra dan Mees Hilgers starter. Ya, nama-nama yang selama ini tidak menjadi langganan di susunan pemain utama, hari ini dipercaya penuh oleh pelatih Patrick Kluivert.

Ini menarik. Karena justru ketika peluang lolos sudah tertutup, keberanian mengambil risiko jadi lebih terlihat. Bukankah kita sering melihat perubahan justru lahir dari kondisi paling stagnan?

Ada satu filosofi sederhana: pertandingan tak penting adalah tempat terbaik untuk memunculkan kejutan.

Dan line up Indonesia vs Jepang kali ini membuktikan itu. Mees Hilgers, yang selama ini jadi pilihan kedua, akhirnya dipercaya untuk berdiri sejajar dengan Jay Idzes dan Justin Hubner.

Trio ini tidak main-main. Muda, cepat, dan keras kepala. Seperti zaman dulu, saat para bek Indonesia main bukan dengan skill saja, tapi dengan hati.

Di lini tengah, eksperimen berlanjut. Yance Sayuri masuk, bersama Kevin Diks di sisi seberangnya.

Sementara di tengah, duet Thom Haye dan Joey Pelupessy akan jadi poros pengatur. Tapi fokus publik tentu ke lini depan. Karena di situlah kejutan paling menarik terjadi.

Beckham Putra, anak Bandung, hari ini starter. Ia ditempatkan di belakang penyerang tengah, mendampingi Dean James.

Dan di ujung tombak: Ole Romeny. Kombinasi ini belum pernah dicoba. Tapi siapa tahu, seperti kehidupan, sepak bola pun butuh momen gila untuk menghasilkan sesuatu yang ajaib.

Bagaimana mental para pemain ini? Bukan soal menang atau kalah. Tapi bagaimana mereka memaknai pertandingan hari ini.

Kalau hanya formalitas, tentu saja bisa main setengah hati. Tapi lihat raut wajah mereka di latihan terakhir kemarin. Serius. Tegang. Tapi penuh semangat.

Seperti orang yang tahu, bahwa kamera seluruh Indonesia sedang menyorot mereka. Dan nama-nama baru ini sadar, bisa jadi ini panggung pertama dan terakhir mereka.

Line up Indonesia vs Jepang hari ini bukan cuma soal susunan nama. Tapi juga pesan. Bahwa regenerasi itu bukan wacana.

Bahwa keberanian bukan teori. Dan bahwa kadang, kita harus gagal dulu untuk menemukan tim yang benar-benar hidup.

Berikut daftar lengkap susunan pemain Timnas Indonesia melawan Jepang:

Starting XI (3-4-2-1):
Emil Audero; Mees Hilgers, Jay Idzes, Justin Hubner; Kevin Diks, Thom Haye, Joey Pelupessy, Yance Sayuri; Beckham Putra, Dean James; Ole Romeny
Pelatih: Patrick Kluivert.***

Hap! Pencuri Celana Dalam di Katulampa Bogor Ditangkap Polisi

0

Bogordaily.net – Pencuri celana dalam di Katulampa Kota Bogor akhirnya tertangkap polisi, setelah aksinya viral dan jadi tontonan.

Mengapa pencuri itu memilih celana dalam? Bukan motor. Bukan dompet. Bukan perhiasan.

Tapi Celana dalam.

Di Bogor Timur. Di Katulampa. Sebuah kawasan yang dulu dikenal karena banjirnya. Kali ini bukan air yang datang tiba-tiba.

Tapi seorang pria berpakaian hitam, dengan sweater abu-abu yang diikatkan di leher. Gaya seperti anak gaul. Tapi isi kepala entah di mana.

Ia menengok kanan-kiri. Mungkin memastikan tidak ada yang melihat. Tapi kamera CCTV di teras rumah itu sudah lebih dulu memantaunya. Mata digital yang tak berkedip.

Dan benar: tangan itu bergerak cepat. Menyambar sehelai pakaian dalam dari jemuran. Lalu pergi begitu saja.

Apa yang ia rasakan saat itu. Adrenalin? Malu? Atau justru semacam kebanggaan aneh?

Yang jelas, dunia maya lebih dulu melihatnya. Videonya viral. Disorot, dibagikan, ditertawakan.

Tapi juga membuat kita geleng-geleng kepala: sedemikian jauhnya kita melangkah ke absurditas zaman.

Belum ada laporan resmi dari pemilik rumah. Polisi, tentu saja, tetap bergerak. Tak mungkin membiarkan kasus seperti ini dibiarkan. Karena besok-besok, siapa tahu bukan lagi celana dalam. Tapi anak-anak kita.

Dan akhirnya tertangkaplah dia. Digiring petugas. Entah apa yang ia katakan saat itu.

“Pelakunya sudah tertangkap,” kata seorang anggota polisi berbaju preman.

Apakah pencuri celana dalam di Katulampa Kota Bogor menyesal? Apakah paham bahwa aksinya membuatnya terkenal dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan?

Sekarang pelakunya tentu sedang diintrogasi.

Tapi yang bisa dibayangkan ada satu hal: mungkin, celana dalam itu sedang dijemur karena baru dicuci. Bersih. Tapi niat orang yang mengambilnya—keruh sekali.***

Dedi Rachim Resmi Buka Seminar Sosialisasi Peluang Penempatan Pekerja Migran

0

Bogordaily.net-Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, secara resmi membuka acara ” Seminar Sosialisasi Peluang Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri” yang diselenggarakan di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, pada Selasa, 10 Juni 2025.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bogor yang menggandeng berbagai pihak, termasuk Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor.

Kemudian Bank Syariah Indonesia, PT Dwi Tunggal Jaya Abadi, Polytecnic Digital Boash Indonesia, MKKS Kota Bogor, serta perwakilan dari seluruh SMK se-Kota Bogor.

Dalam sambutannya, Wali Kota Dedie A. Rachim menyoroti fenomena tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan SMK, khususnya jurusan komputer. 

Ia mengungkapkan keprihatinannya karena justru lulusan dari jurusan yang dianggap memiliki prospek cerah di era digital ini malah banyak yang belum terserap dunia kerja.

“Data yang kami miliki menunjukkan bahwa tingkat pengangguran tertinggi justru datang dari lulusan SMK jurusan komputer. Ini tentu menjadi catatan penting bagi kita semua. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya kesiapan soft skill, minimnya pengalaman kerja praktik, serta ketidaksesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri global,” ujar Dedie

Ia juga menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kemampuan yang sesuai dengan permintaan pasar internasional. 

Menurutnya, peluang kerja di luar negeri merupakan opsi strategis yang tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Ketua FKDM Kota Bogor, Abdul Rachmat Saleh, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya konkret untuk memberikan pemahaman kepada para siswa SMK, guru, serta orang tua tentang prosedur, peluang, dan tantangan kerja di luar negeri secara legal dan aman.

“FKDM berkomitmen untuk ikut menciptakan ketahanan sosial dengan membekali masyarakat, khususnya generasi muda, dengan wawasan dan akses terhadap dunia kerja global. Kolaborasi ini adalah langkah awal untuk mendorong lulusan SMK tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi tenaga kerja yang siap bersaing di tingkat internasional,” ungkap Abdul Rachmat.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan dan perusahaan dalam dan luar negeri. 

Kata Jatmiko, Disnaker memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja melalui pelatihan vokasi dan informasi pasar kerja luar negeri yang kredibel.

“Kami melihat pentingnya membangun jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri, termasuk membuka akses informasi yang akurat dan legal tentang peluang kerja luar negeri. Ini tidak hanya soal bekerja di luar negeri, tapi juga mempersiapkan mentalitas dan etos kerja global,” kata Sujatmiko.

Dengan digelarnya seminar ini, Pemerintah Kota Bogor berharap dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan para lulusan SMK untuk meniti karier di luar negeri secara legal, profesional, dan bermartabat.***

Muhammad Irfan Ramadan

Beres Cuci Mobil, Pemuda Tewas Tenggelam di Sungai Cigede, Citeureup, Bogor

0

Bogordaily.net – Pemuda tewas tenggelam di Sungai Cigede, Citeureup, Kabupaten Bogor usai beres cuci mobil geger.

Mobil itu biasa saja. Warna putih. Sedikit kusam. Terparkir rapi di tepi Sungai Cigede, Citeureup, Bogor.

Tapi ada yang janggal. Kap belakangnya terbuka. Mesinnya mati. Tidak ada orang di sekitar.

Sore itu, Senin 9 Juni 2025, seorang sekuriti pabrik sedang berpatroli. Ia mengenal mobil itu.

Bukan mobil pabrik. Bukan milik karyawan. Tapi tak juga tampak orang yang menjaganya. Curiga, ia mendekat.

Air sungai mengalir tenang. Tapi ada yang tidak tenang di benaknya.

Ia panggil-panggil. Tidak ada jawaban. Dilihat ke dalam mobil, kosong. Sekuriti itu lantas menyisir pinggir sungai. Hanya air. Dan suara angin.

Beberapa jam kemudian, jasad itu ditemukan. Sudah tidak bernyawa. Mengambang di aliran Sungai Cigede.

Namanya MA. Umurnya 26 tahun. Pemuda. Warga biasa. Hidup biasa. Tapi kematiannya—tidak biasa.

Sebelum ditemukan tewas, ia sempat mencuci mobil di pinggir sungai. Waktu itu pukul 15.29 WIB. Ia sendiri. Mencuci sendiri. Di sungai yang mungkin sudah ia kenal.

Lalu hilang.

Ditemukan tiga jam kemudian. Pukul 18.15 WIB. Sudah dingin. Sudah diam. Sudah ditelan sungai.

“Korban diketahui mencuci mobil di pinggiran sungai. Kemudian tidak ditemukan di lokasi, sampai akhirnya jasadnya ditemukan dalam kondisi tenggelam,” ujar Plt Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Yulista, saat dikonfirmasi, Selasa (10/6/2025).

Polisi masih menyelidiki lebih lanjut. Tidak ada tanda kekerasan. Tidak ada saksi mata yang melihat langsung peristiwa tenggelamnya.

“Dugaan sementara, korban terpeleset saat mencuci mobil. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Yulista.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi antara pukul 15.30 dan 18.15 itu. Apakah ia terpeleset? Apakah ia berenang? Atau ada sesuatu yang lain?

Tapi satu hal yang pasti: Sungai Cigede menelan satu lagi nyawa muda.

Bukan yang pertama. Tapi semoga yang terakhir.

Di balik berita ini, ada yang menggugah hati: seorang anak muda mencuci mobil di tepi sungai, lalu hilang.

Sementara di tempat lain, banyak pemuda lain sedang sibuk dengan ponsel, nongkrong di kafe, atau berkutat di game online.

MA mungkin hanya ingin mobilnya bersih. Tapi siapa sangka, sungai itulah tempat ia mengakhiri segalanya.

Dan mobil itu, yang awalnya tampak biasa, mendadak menjadi saksi bisu dari sebuah tragedi: pemuda tewas tenggelam di Sungai Cigede, Citeureup, Bogor.

Air yang membersihkan, kini membawa duka.***

Fakta Menarik Garrick Fisher Hariyanto Anak Siapa Sebenarnya, Mulai Terkuak

0

Bogordaily.net – Fakta menarik Garrick Fisher Hariyanto anak siapa sebenarnya mulai ramai dibicarakan sejak unggahan lawas di media sosial kembali mencuat.

Hanya satu foto kegiatan sosial—yang diam-diam menyimpan banyak makna.

Di dalam foto itu, disebut nama: Garrick Fisher Hariyanto. Lalu muncul dua nama lainnya: Chenny Widjaja dan Singgara Haryanto. Dari situlah semuanya dimulai.

Awalnya orang bertanya: siapa Garrick? Tapi belakangan, pertanyaannya berubah menjadi, “apa kaitannya dengan keluarga Sinar Mas?”

Kalau hanya melihat dari permukaan, Garrick memang seperti pemuda pada umumnya.

Tidak banyak muncul di media, tidak aktif di panggung publik. Tapi jika ditelusuri lebih dalam, fakta menarik Garrick Fisher Hariyanto anak siapa sebenarnya menjadi cukup mengejutkan.

Ibunya, Chenny Widjaja, disebut-sebut sebagai anak dari Eka Tjipta Widjaja, pendiri konglomerasi besar: Sinar Mas Group.

Artinya, Garrick adalah cucu dari salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah bisnis Indonesia.

Ayahnya, Singgara Haryanto, adalah figur yang dikenal di kalangan terbatas. Pendiam, tapi aktif di bidang sosial.

Bersama sang istri, ia pernah mendaftarkan diri ke PPMTNI—Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia. Dan, ya, Garrick disebut ikut serta bersama mereka.

Fakta menarik Garrick Fisher Hariyanto anak siapa sebenarnya menjadi bahan diskusi karena nama itu selama ini seperti tak ingin menonjol. Tapi darah biru tetap mengalir, dan lambat laun akan mencuat ke permukaan.

Apakah Garrick akan meneruskan jejak kakeknya di dunia usaha? Atau akan seperti ayahnya—bergerak senyap di jalur sosial? Itu masih jadi misteri. Tapi satu hal jelas: publik kini sudah tahu siapa dia.

Dan seperti biasa, publik akan terus menunggu: siapa yang akan muncul berikutnya dari keluarga besar ini?.***

Cara Mudah Membuat Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi PPG 2025 Pakai AI, Lengkap dengan Contoh

0

Bogordaily.net – Cara mudah membuat jurnal pembelajaran berdiferensiasi PPG 2025 pakai AI kini menjadi solusi praktis bagi guru peserta PPG yang merasa kesulitan dalam menyusun tugas modul 1.

Jurnal ini bukan sekadar formalitas, tapi merupakan refleksi mendalam dari strategi pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa di kelas.

Melalui bantuan AI seperti Google Gemini atau ChatGPT, guru dapat menyusun jurnal secara cepat, rapi, dan sesuai format yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek.

Apa Itu Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi dalam PPG?

Dalam program PPG Guru Tertentu 2025, setiap peserta diwajibkan membuat jurnal setelah menyelesaikan pembelajaran dan post-test modul.

Salah satu yang paling penting adalah jurnal pembelajaran berdiferensiasi. Ini adalah catatan reflektif tentang bagaimana guru merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang menyesuaikan dengan kesiapan, minat, dan profil belajar siswa.

Cara Mudah Membuat Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi PPG 2025 Pakai AI

Berikut langkah praktis yang bisa kamu ikuti untuk menyusun jurnal menggunakan bantuan AI:

1. Siapkan Prompt (Perintah Teks)
Contoh prompt:

“Buatkan jurnal pembelajaran berdiferensiasi mata pelajaran Matematika, materi Operasi Hitung Pecahan, kelas 5 SD, 2 pertemuan.”

2. Gunakan Platform AI
Buka Google Gemini (disarankan versi 1.5 Pro) atau gunakan ChatGPT. Tempelkan prompt yang sudah disiapkan, lalu klik “Kirim”.

3. Dapatkan dan Edit Hasil Otomatis
AI akan menyusun jurnal secara otomatis, mulai dari tujuan pembelajaran, asesmen, hingga refleksi. Cukup tinjau kembali dan sesuaikan sesuai konteks kelasmu.

Contoh Struktur Jurnal Berdiferensiasi PPG 2025

Berikut format yang biasanya digunakan dalam tugas Modul 1:

  • Tujuan Pembelajaran
    Siswa mampu menyelesaikan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pecahan.
  • Mampu mengaitkan operasi pecahan dengan kehidupan sehari-hari.
  • Asesmen Diagnostik
  • Kesiapan Belajar: Identifikasi pemahaman awal tentang pecahan.
  • Minat Belajar: Preferensi topik atau pendekatan belajar.
  • Profil Belajar: Gaya belajar dominan (visual, auditori, kinestetik).
  • Rancangan Pembelajaran Berdiferensiasi
  • Konten: Materi berbeda sesuai tingkat pemahaman siswa.
  • Proses: Pendekatan pembelajaran berbeda (diskusi, latihan individu, praktik konkret).
  • Produk: Bentuk hasil belajar disesuaikan (presentasi, latihan tertulis, gambar konsep).
  • Asesmen Formatif
  • Observasi langsung
  • Kuis pendek
  • Penilaian proyek mini
  • Umpan balik individual

Refleksi Guru

  • Apa yang berhasil dan apa yang belum.
  • Solusi untuk tantangan yang muncul.
  • Rencana tindak lanjut pembelajaran.

Keuntungan Gunakan AI untuk Membuat Jurnal

Menggunakan teknologi bukan berarti curang, tapi mempermudah proses administratif agar guru bisa lebih fokus pada praktik di lapangan. Berikut manfaatnya:

  • Menghemat waktu
  • Format lebih rapi
  • Bahasa akademik dan sistematis
  • Dapat diedit ulang sesuai kebutuhan

Cara mudah membuat jurnal pembelajaran berdiferensiasi PPG 2025 pakai AI bukan hanya praktis, tapi juga membantu guru berpikir sistematis dan terstruktur.

Kesimpulan

Kini, membuat jurnal pembelajaran berdiferensiasi tak lagi membingungkan. Dengan memahami strukturnya dan memanfaatkan teknologi, kamu bisa menyelesaikan tugas modul 1 PPG dengan cepat dan tepat.

Gunakan cara mudah membuat jurnal pembelajaran PPG 2025 pakai AI sebagai solusi cerdas di era digital—lebih efisien, tetap berkualitas.***

Dua ASN Disdik Kabupaten Bogor Terduga Kasus Perselingkuhan Diperiksa

0

Bogordaily.net – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor memanggil terduga perselingkuhan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di instansinya, pada Selasa 10 Juni 2025.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy menjelaskan bahwa, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua terduga perselingkuhan tersebut, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Adapun, ASN pengawas SMP inisial (S) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor diduga berselingkuh dengan sesama ASN pengawas SD inisial (S).

“Iya, kami diminta untuk klarifikasi memanggil yang bersangkutan apakah dugaan itu betul atau tidak dan lain sebagainya. Tunggu sambil permintaan keterangan sesuai dengan regulasi yang ada,” kata Rusliandy kepada wartawan, Selasa 10 Juni 2025.

Menurut Rusliandy, jika nantinya mereka terbukti melakukan perselingkuhan. Maka, sanksi tegas akan menanti keduanya.

“Nanti ada sanksi kalau betul, nanti itu setelah pemanggilan pemeriksaan baru kepada sanksi kalo ada,” jelasnya.

Adapun, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap keduanya.

“Nanti, kan ga bisa satu pihak nanti kita undang juga yg lainnya. Iya, dan hari ini baru yang bersangkutan,” ungkap Rusliandy.

Sebelumnya diketahui, Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor diduga terlibat perselingkuhan. Dugaan itu mencuat di media sosial X. Hal tersebut dibeberkan akun bernama @sugarplumpy.

Pemilik akun berinisial itu diketahui berinisial D. Ia diduga merupakan anak dari ASN yang terlibat skandal perslingkun yakni S.

Adapun, pemilik akun tersebut mengungkapkan, dugaan perselingkuhan itu diketahui pada 2024 lalu.

“Udah nikah sama mama gue 25 tahun. Tapi di tahun 2024 kemarin dia putuskan buat bikin ‘babak baru’ hidupnya. Bukan pensiun, bukan. Tapi selingkuh,” tulis akun @sugarplumpy.

“Sama temen sekantor. Sesama ASN. Hebat banget ga tuh?!” lanjut dia.

Ia menjelaskan, ASN pengawas SMP (S) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor diduga berselingkuh dengan sesama ASN pengawas SD (S).

Pada Agustus 2024 lalu, ASN pengawas SMP (S) izin untuk poligami kepada istrinya. Istri dari S mengira bahwa itu hanya bercanda dan tidak menanam rasa curiga.

Kemudian, kata dia, sikap S berbeda dan ketahuan berselingkuh oleh istrinya menemukan chat mesra pada Oktober 2024 lalu.

Saat dikonfirmasi, pemilik akun @sugarplumpy mengatakan, kronologi terjadi pada Oktober 2024 lalu.

“Kronologi ketauannya Oktober 2024, ketauannya,” kata pemilik akun saat dikonfirmasi, Senin 9 Juni 2025.

Menurutnya, dampak perlakuan S kepada keluarganya menyebabkan trauma.

“Jadi kalau dampaknya ke mental aja sih ka, trauma juga ya, semua kejadian yg udah terjadi diliat sama ade juga,” ujarnya.

“Kemudian, kalau ke arah materil karena jarang pulang kan kalau misalnya minta uang atau kebutuhan lainnya kita ngandelin dari mamah juga,” sambungnya.

Lebih lanjut, dirinya tidak akan berhenti sampai ada keadilan untuk ibu dan keluarganya.

“Gue ga akan berhenti sampai keadilan buat ibu dan keluarga gue ditegakkan,” tegasnya.

Selain itu, ia juga membeberkan alasannya menulis peristiwa itu. Ia juga sempat melapor melalui jalur resmi dan laporan ke atasan S.

“Dan kayaknya emang harus lewat sosmed biar dapet atensi,” ungkapnya.***

Albin Pandita