Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 833

Kejahatan Mutilasi (Koper Merah) di Ngawi: Refleksi atas Keamanan dan Kesejahteraan Masyarakat

0
Bogordaily.net – Kasus mayat perempuan yang dimutilasi yang ditemukan dalam sebuah koper merah di Ngawi baru-baru ini muncul dan menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan publik .Kejahatan mengerikan seperti ini tidak hanya mengguncang rasa aman ,tetapi juga memaksa kita semua untuk merenungkan kembali keadaan aman dan kesejahteraan di sekitar kita terutama bagi kaum wanita .Dalam artikel ini ,saya akan membagikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan
Pertama, pentingnya peningkatan keamanan di lingkungan sekitar. Kejahatan seperti ini sering kali terjadi di tempat-tempat yang kurang terawasi dan memiliki tingkat keamanan yang rendah terutama bagi kaum wanita . Menurut Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman, “Pelaku diduga melakukan tindakan ini di lokasi yang sepi dan minim pengawasan” (CNN Indonesia, 2025). Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan perlu bekerja sama untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah rawan kejahatan. Selain itu, masyarakat juga harus lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Masyarakat yang saling peduli dan bekerja sama dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi dari ancaman kriminal.
Kedua, peran pendidikan dalam mencegah kejahatan. Pendidikan yang baik tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga moral dan etika. Dengan menanamkan nilai-nilai moral yang kuat sejak dini, kita dapat membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab dan memiliki empati terhadap sesama. Sekolah dan lembaga pendidikan harus lebih aktif dalam mengajarkan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan menjauhi tindakan kekerasan. Kurikulum yang mencakup pendidikan karakter dan keterampilan hidup akan membantu anak-anak dan remaja memahami dampak dari tindakan kekerasan dan pentingnya hidup dalam harmoni. Sebagai contoh, program-program anti-bullying di sekolah telah terbukti efektif dalam mengurangi perilaku kekerasan di kalangan remaja.
Ketiga, pentingnya dukungan psikologis bagi masyarakat. Banyak pelaku kejahatan yang memiliki latar belakang psikologis yang bermasalah. .Oleh karena itu, pemerintah perlu menyediakan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat. Dengan adanya dukungan psikologis yang memadai, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya tindakan kriminal yang disebabkan oleh gangguan mental. Program-program konseling dan terapi perlu diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Selain itu, masyarakat juga harus diberi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Selanjutnya, media juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kejahatan. Media harus lebih bijak dalam memberitakan kasus-kasus kriminal dengan tidak mengeksploitasi korban dan tidak memberikan panggung bagi pelaku kejahatan. Pemberitaan yang sensasional hanya akan menambah ketakutan di kalangan masyarakat dan tidak memberikan solusi yang konstruktif. Media harus fokus pada edukasi dan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami cara-cara pencegahan kejahatan dan pentingnya kerjasama dengan pihak keamanan. Berita yang menyajikan solusi dan langkah-langkah pencegahan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, liputan mendalam tentang upaya kepolisian dalam meningkatkan keamanan lingkungan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka.
Tidak hanya itu, peran komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan juga tidak kalah penting. Masyarakat harus aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keamanan, seperti siskamling atau patroli lingkungan. Selain itu, kerjasama dengan aparat keamanan juga harus ditingkatkan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan dapat mencegah terjadinya kejahatan dan meningkatkan rasa aman di lingkungan. Program-program kemitraan antara polisi dan masyarakat, seperti siskamling dan kegiatan patroli bersama, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga keamanan lingkungan.
Lebih lanjut, pentingnya regulasi yang mendukung upaya pencegahan kejahatan juga harus menjadi perhatian. Pemerintah harus menetapkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan keamanan, seperti pembangunan fasilitas umum yang aman dan penyediaan layanan darurat yang cepat dan efektif. Kebijakan yang berpihak pada keamanan masyarakat akan memberikan dampak positif yang signifikan. Misalnya, penerapan sistem CCTV di area-area publik yang rawan kejahatan dapat membantu mencegah tindakan kriminal dan memudahkan proses penangkapan pelaku kejahatan.
Kasus mutilasi wanita dalam koper di Ngawi adalah sebuah tragedi yang harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kejahatan yang begitu keji ini tidak hanya mengguncang rasa aman, tetapi juga memaksa kita untuk merenungkan kembali kondisi keamanan dan kesejahteraan di lingkungan kita. Kejahatan seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan keamanan, pendidikan, dukungan psikologis, dan kerjasama untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih aman.
Pertama, pentingnya peningkatan keamanan di lingkungan sekitar. Kejahatan seperti ini sering kali terjadi di tempat-tempat yang kurang terawasi dan memiliki tingkat keamanan yang rendah. Menurut Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Farman, “Pelaku diduga melakukan tindakan ini di lokasi yang sepi dan minim pengawasan” (CNN Indonesia, 2025). Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan perlu bekerja sama untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di daerah-daerah rawan kejahatan. Selain itu, masyarakat juga harus lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka dengan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Masyarakat yang saling peduli dan bekerja sama dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi dari ancaman kriminal.
Kedua, peran pendidikan dalam mencegah kejahatan. Pendidikan yang baik tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga moral dan etika. Dengan menanamkan nilai-nilai moral yang kuat sejak dini, kita dapat membentuk generasi yang lebih bertanggung jawab dan memiliki empati terhadap sesama. Sekolah dan lembaga pendidikan harus lebih aktif dalam mengajarkan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan menjauhi tindakan kekerasan. Kurikulum yang mencakup pendidikan karakter dan keterampilan hidup akan membantu anak-anak dan remaja memahami dampak dari tindakan kekerasan dan pentingnya hidup dalam harmoni. Sebagai contoh, program-program anti-bullying di sekolah telah terbukti efektif dalam mengurangi perilaku kekerasan di kalangan remaja.
Ketiga, pentingnya dukungan psikologis bagi masyarakat. Banyak pelaku kejahatan yang memiliki latar belakang psikologis yang bermasalah. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 15% dari total populasi Indonesia mengalami gangguan mental ringan hingga berat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyediakan layanan kesehatan mental yang mudah diakses oleh masyarakat. Dengan adanya dukungan psikologis yang memadai, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya tindakan kriminal yang disebabkan oleh gangguan mental. Program-program konseling dan terapi perlu diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan. Selain itu, masyarakat juga harus diberi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Selanjutnya, media juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap kejahatan. Media harus lebih bijak dalam memberitakan kasus-kasus kriminal dengan tidak mengeksploitasi korban dan tidak memberikan panggung bagi pelaku kejahatan. Pemberitaan yang sensasional hanya akan menambah ketakutan di kalangan masyarakat dan tidak memberikan solusi yang konstruktif. Media harus fokus pada edukasi dan informasi yang dapat membantu masyarakat memahami cara-cara pencegahan kejahatan dan pentingnya kerjasama dengan pihak keamanan. Berita yang menyajikan solusi dan langkah-langkah pencegahan akan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Sebagai contoh, liputan mendalam tentang upaya kepolisian dalam meningkatkan keamanan lingkungan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan mereka.
Tidak hanya itu, peran komunitas dalam menjaga keamanan lingkungan juga tidak kalah penting. Masyarakat harus aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keamanan, seperti siskamling atau patroli lingkungan. Selain itu, kerjasama dengan aparat keamanan juga harus ditingkatkan. Dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan, diharapkan dapat mencegah terjadinya kejahatan dan meningkatkan rasa aman di lingkungan. Program-program kemitraan antara polisi dan masyarakat, seperti siskamling dan kegiatan patroli bersama, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga keamanan lingkungan.
Lebih lanjut, pentingnya regulasi yang mendukung upaya pencegahan kejahatan juga harus menjadi perhatian. Pemerintah harus menetapkan kebijakan yang dapat mendorong peningkatan keamanan, seperti pembangunan fasilitas umum yang aman dan penyediaan layanan darurat yang cepat dan efektif. Kebijakan yang berpihak pada keamanan masyarakat akan memberikan dampak positif yang signifikan. Misalnya, penerapan sistem CCTV di area-area publik yang rawan kejahatan dapat membantu mencegah tindakan kriminal dan memudahkan proses penangkapan pelaku kejahatan.
Terakhir penjagaan diri bagi para kaum wanita dengan belajar dasar bela diri untuk keamanan dirinya dan mengjindari pergi sendiri ke tempat sepi dan gelap ,serta selalu siaga dengan membawa barang bela diri yang sudah banyak di jual di  E-commerce seperti lipstick yang ternyata isinya senjata tajam untuk menjaga diri jika dibutuhkan
Kasus mutilasi wanita dalam koper di Ngawi adalah sebuah tragedi yang harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kejahatan seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan keamanan, pendidikan, dukungan psikologis, dan kerjasama untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih aman terutama bagi kaum wanita dengan tidaki mudah percaya dengan siapapun itu.Dengan adanya upaya yang terpadu dan komprehensif, kita dapat mengurangi potensi terjadinya kejahatan dan membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera bagi semua.***
Quenny Zada Amatillah 
IPB UNIVERSITY
KOMUNIKASI DIGITAL DAN MEDIA

Album Jalaran Sadrah Barasuara Berhasil Sabet AMI Awards 2024

0

Bogordaily.net – Album Jalaran Sadrah merupakan karya monumental dari Barasuara yang merayakan kematangan dan keberanian perkembangan musikal mereka. Diluncurkan setelah suksesnya dua album sebelumnya, album ini menandai langkah signifikan dalam perjalanan artistik grup ini.

Terdiri dari sembilan lagu, Jalaran Sadrah menyelami kedalaman emosional dan intelektual, menggabungkan unsur-unsur rock alternatif, musik progresif, serta sentuhan elemen tradisional Indonesia yang memikat.

Dengan lirik yang puitis dan sarat makna, serta aransemen yang kompleks, album ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran dan perasaan pendengar.

Lebih dari sekadar kumpulan lagu, album ini adalah sebuah perjalanan emosional dan intelektual yang mendorong pendengarnya untuk merenung, berpikir, dan merasakan hubungan dengan berbagai tema kehidupan yang dihadirkan.

Barasuara berhasil menciptakan musik yang menggugah jiwa, bersamaan dengan cerita-cerita yang sangat relevan mengenai perasaan manusia, seperti ketidakpastian, harapan, kehilangan, penerimaan, dan penemuan diri.

Setiap lagu dalam album ini memiliki karakteristik unik, namun tetap saling melengkapi untuk menciptakan pengalaman mendalam yang tak terlupakan. Lagu pembuka, Antea, segera menciptakan suasana yang introspektif.

Kombinasi melodi lembut dan tempo menantang mengajak pendengar memasuki dunia Jalaran Sadrah dengan rasa ingin tahu yang melimpah.

Lebih dari sekadar sebuah pembukaan, lagu ini menjadi jembatan menuju perjalanan emosional yang akan dihadapi sepanjang album. Antea mengundang pendengar untuk merenung, menetapkan nada untuk lagu-lagu selanjutnya.

Selanjutnya, Etalase membawa pendengar ke dalam suasana yang lebih dinamis dan berirama. Dengan tema mengenai persepsi dunia dan cara kita memandang realitas, lagu ini menggugah untuk mempertanyakan pandangan-pandangan yang sering kali dibentuk oleh pengaruh luar.

Etalase mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam stereotip atau cara pandang yang sempit, melainkan untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas.

Merayakan Fana mengajak pendengar untuk merenungkan kefanaan hidup dan betapa cepatnya waktu berlalu. Dengan nada melankolis dan lirik bermakna, lagu ini memberi ruang untuk berpikir tentang ketidakabadian segala sesuatu yang kita anggap pasti.

Ini adalah lagu yang sarat dengan kedalaman filosofis, yang meminta pendengarnya untuk menerima kenyataan bahwa hidup itu sementara dan harus dimanfaatkan dengan bijak.

Di sisi lain, Habis Gelap menyuguhkan energi yang penuh harapan. Setelah melewati beberapa lagu dengan tema melankolis, lagu ini menciptakan semangat optimisme. Habis Gelap menceritakan tentang perjuangan dan harapan yang tak padam meski dihadapkan pada berbagai tantangan.

Aransemen musik yang penuh semangat mendukung pesan positif bahwa setelah kegelapan, akan selalu ada cahaya yang menerangi jalan.

Dengan riff gitar yang penuh energi, Fatalis membawakan tema ketidakberdayaan dan penerimaan terhadap kenyataan yang tak dapat diubah.

Lagu ini menggambarkan konflik batin seseorang yang terjebak dalam situasi sulit, namun akhirnya harus menerima keadaan tersebut.

Fatalis berbicara tentang bagaimana kita terkadang harus menghadapi takdir dengan lapang dada, meski terasa pahit dan tidak adil.

Biyang, sebuah lagu yang paling eksperimental dalam album ini, mengajak pendengarnya untuk merenungi tema penemuan diri.

Melalui komposisi musik yang beragam dan warna-warni, Biyang menghadirkan sentuhan tradisional yang harmonis dengan eksperimen modern.

Dalam trek ini, Barasuara mengundang kita untuk menyelami lebih dalam siapa diri kita dan bagaimana menemukan keseimbangan di tengah tantangan hidup.

Sementara itu, Hitam dan Biru memperlihatkan dua sisi emosional yang sering kali bertentangan dalam diri kita.

Lagu ini menggambarkan perbandingan antara kegelapan dan cahaya, kesedihan dan kebahagiaan, serta perjuangan dan kelegaan.

Pesan yang disampaikan oleh Hitam dan Biru adalah bahwa meski kedua sisi tampak berlawanan, mereka saling melengkapi dan menciptakan harmoni sempurna dalam perjalanan hidup.

Di tengah suasana yang lebih kelam, Terbuang Dalam Waktu menyuguhkan refleksi mendalam tentang rasa kehilangan dan realitas bahwa waktu terus melaju meski kita merasa diabaikan.

Lagu ini menggambarkan kehidupan yang terus bergerak, sekaligus perasaan terbuang atau tertinggal, namun dengan setiap pengalaman yang dilalui, ada pembelajaran dan pemahaman yang dapat kita raih.

Sebagai penutup, Manusia (Sumarah) menawarkan nuansa yang lebih tenang dan reflektif. Lagu ini mencerminkan penerimaan terhadap segalanya dalam hidup, baik yang diinginkan maupun yang tidak.

Dengan lirik yang bijaksana dan aransemen musik yang lembut, Manusia (Sumarah) mengakhiri album ini dengan pesan yang penting: sebagai manusia, kita perlu belajar untuk menerima segala sesuatu dengan hati terbuka dan syukur, karena semua itu adalah bagian dari perjalanan kita.

Melalui album Jalaran Sadrah, Barasuara sukses menciptakan karya yang lebih dari sekadar hiburan. Mereka mampu merangkai perjalanan hidup yang kaya emosi, dari harapan, perjuangan, hingga penerimaan.

Album ini memberikan ruang bagi pendengar untuk merenung dan mencerna berbagai tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Setiap lagu membawa pengalaman yang unik, namun semuanya bersatu untuk menghasilkan sebuah pengalaman mendalam yang kaya makna.

Pada tahun 2024, Barasuara semakin mendapatkan tempat di hati banyak orang setelah meraih kemenangan di AMI Awards dalam kategori Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.

Penghargaan ini adalah pengakuan yang sangat pantas bagi dedikasi dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan dalam setiap karya.

Dengan keberhasilan ini, Barasuara tidak hanya mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu band alternatif terkemuka di Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa musik mereka memiliki daya inspirasi yang mampu menggerakkan banyak orang.

Album Jalaran Sadrah pun akan dikenang oleh penggemar musik Indonesia sebagai salah satu karya terbaik yang sarat makna, eksplorasi musikal, dan pesan mendalam yang relevan dengan kehidupan manusia.

Ahmad Dzakwan At-Taqy | Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Melangkah Lebih Jauh: Rino Alfian Shobari dan Perjalanan Membangun Pengaruh Melalui Komunikasi

0

Bogordaily.net – Setiap perjalanan sukses dimulai dari langkah kecil dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Rino Alfian Shobari, seorang mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, adalah bukti nyata bagaimana tekad dan semangat belajar bisa membuka banyak pintu kesempatan.

Dari memimpin generasi muda dalam organisasi hingga meraih prestasi di tingkat nasional, Rino terus tumbuh sebagai pribadi yang tak hanya cerdas, tapi juga berpengaruh.

Sejak awal perjalanannya sebagai mahasiswa, Rino selalu percaya bahwa pertumbuhan tidak datang dengan mudah.

Setiap keberhasilan yang diraih selalu diawali oleh kegagalan, jatuh, dan bangkit kembali menjadi proses dalam menuju keberhasilan.

Ada masa-masa di mana Rino terlalu fokus mengejar kesempurnaan, hingga ia lupa untuk menghargai sejauh mana dirinya telah melangkah.

Namun, dari setiap proses itu, Rino belajar bahwa pertumbuhan sejati bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana bertahan dan terus berusaha.

Selama menjadi mahasiswa, Rino menyadari bahwa salah satu keterampilan paling fundamental yang harus dimiliki bukan hanya problem-solving atau consulting skills, tetapi juga people management.

Bagaimana bisa memahami, mengelola, dan berkomunikasi dengan orang lain secara efektif menjadi kunci dalam menjalankan berbagai peran, baik dalam organisasi maupun di dunia profesional.

Saat ini, Rino mengemban tanggung jawab sebagai Presiden DWDG, sebuah organisasi consulting yang berfokus pada pengembangan keterampilan strategis mahasiswa.

Tantangan terbesarnya di posisi ini adalah bagaimana mengelola dan memimpin Gen Z—generasi yang juga menjadi bagian darinya.

Dari sini, Rino belajar bahwa setiap zaman memiliki karakteristiknya sendiri, dan setiap individu memiliki cara berpikir yang berbeda.

Sebagai pemimpin, Rino dituntut untuk lebih adaptif, memahami dinamika yang ada, serta menciptakan lingkungan yang relevan dan nyaman bagi mereka untuk berkembang.

Perjalanan ini masih panjang dan Rino terus berusaha untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya bisa mengarahkan, tetapi juga menginspirasi.

Rino percaya bahwa kepemimpinan bukan hanya soal memberikan instruksi, tetapi juga soal bagaimana bisa tumbuh bersama dengan orang-orang yang dipimpin.

Sejak awal memilih Komunikasi Digital dan Media sebagai jurusan, Rino tahu bahwa bidang ini akan memberikan banyak peluang untuk berkembang, terutama di dunia yang semakin terhubung secara digital.

Baginya komunikasi bukan sekadar berbicara atau menyampaikan pesan, tetapi juga tentang bagaimana bisa membangun pengaruh, menciptakan strategi, dan membawa perubahan.

Salah satu hal paling berharga dari perjalanan kuliahnya adalah kesempatan untuk bertemu dan berjejaring dengan orang-orang hebat dari berbagai bidang.

Teman-teman di jurusan ini memiliki ketertarikan yang beragam, ada yang fokus di event organizing(EO), public speaking, desain, hingga marketing.

Keberagaman ini membuat setiap diskusi dan proyek terasa lebih dinamis dan membuka perspektif baru. Dari mereka, Rino belajar bahwa dunia komunikasi itu luas dan selalu berkembang, serta menuntut kita untuk terus beradaptasi.

Selain itu, sistem pembelajaran di jurusan ini benar-benar mendorong Rino untuk berkembang melampaui batas yang dipikir. Mata kuliahnya juga penuh dengan praktik dan tantangan nyata.

Setiap tugas dan proyek mengajarkan bagaimana berpikir strategis, menyusun narasi yang kuat, hingga mengelola komunikasi yang efektif dalam berbagai situasi.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika terlibat dalam penyelenggaraan event besar di sebuah hotel, serta berkesempatan menyampaikan Orasi Kebudayaan di Alun-Alun Kota Bogor, yang dihadiri lebih dari 3.000 pengunjung dengan latar budaya yang beragam.

Momen itu menjadi bukti bahwa komunikasi yang kuat dapat menggerakkan banyak orang dan menciptakan dampak yang nyata.

Dari semua pengalaman ini, Rino semakin yakin bahwa memilih Komunikasi Digital dan Media adalah keputusan yang tepat. Bukan hanya karena bidangnya yang relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga karena jurusan ini membentuknya menjadi pribadi yang lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan di dunia profesional.

Pada tiga semester pertama kuliah, Rino banyak mengeksplorasi berbagai tempat untuk bertumbuh—mulai dari kepanitiaan, organisasi internal dan eksternal, hingga magang. Rino percaya bahwa pengalaman di luar kelas sama pentingnya dengan pembelajaran akademik.

Di bidang kompetisi, Rino berhasil meraih Juara 1 Policy Case Competition UGM dan Juara 2 Study Case di Jakarta, yang membentuk cara berpikir strategis dan kemampuan memecahkan masalahnya.

Selain itu, Rino Alfian Shobari juga menjadi bagian dari Outscholar IPB Outstanding Student College (OUTSCO), program yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang secara akademik dan kepemimpinan.

Dalam organisasi, Rino dipercaya sebagai President of DWDG IPB University, dimana dirinya belajar banyak tentang people management dan mengelola strategi organisasi.

Rino Alfian Shobari, juga mendapatkan kesempatan untuk lolos seleksi sebagai delegates volunteer Malaysia melalui program yang diselenggarakan oleh Change Maker Indonesia, pengalaman yang semakin membuka perspektif tentang gerakan sosial dan kepemimpinan di tingkat global.

Selain itu, Rino juga bersyukur bisa mendapatkan dua beasiswa, yaitu dari Nama Foundation dan Rumah Kepemimpinan, yang tidak hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga kesempatan untuk belajar dari lingkungan yang penuh inspirasi.

Semua pengalaman ini bukan hanya membentuk kompetensinya, tetapi juga membangun keyakinan bahwa pertumbuhan terbaik terjadi saat kita berani keluar dari zona nyaman.

Prinsip yang selalu Rino pegang adalah “Bukan tentang siapa yang memulai dengan paling pintar, tetapi siapa yang selalu mau belajar.” Rino percaya bahwa konsistensi dalam belajar dan berkembang jauh lebih berharga daripada sekadar bakat atau keunggulan di awal.

Selama terus berusaha, Rino yakin akan selalu menemukan cara untuk menjadi lebih baik. Satu hal yang selalu Rino pegang adalah untuk mendorong diri sampai melebihi limit. Jangan takut gagal, karena di setiap kegagalan ada pelajaran berharga yang akan membawa lebih dekat ke versi terbaik diri kita.***

Ahmad Dzakwan At-Taqy
Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Belajar, Berkarya, Menginspirasi: Perjalanan Sarah Anjani Menjadi Asisten Dosen

0

Bogordaily.net – Sarah Anjani, lulusan program studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan ikan (IKN) IPB University, telah menapaki perjalanan akademik yang menarik hingga akhirnya menjadi asisten dosen di kampus almamaternya. Lahir dan besar di Riau, Sarah menempuh pendidikan dasar dan menengah di daerah asalnya sebelum akhirnya melanjutkan ke IPB University melalui jalur rapor khusus vokasi.

Ketertarikan Sarah terhadap dunia perikanan bermula dari keinginannya untuk berkuliah di IPB University. Setelah melakukan berbagai riset mengenai program studi yang tersedia, ia memilih IKN sebagai pilihan utama.

Baginya, sektor perikanan memiliki prospek yang menjanjikan karena selama manusia masih membutuhkan pangan, sektor ini akan terus berkembang. Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi dan inovasi dalam bidang perikanan, Sarah melihat bahwa ada banyak peluang yang bisa digali di industri ini.

Selain itu, Program Studi IKN juga menjadi salah satu program studi yang memiliki akreditasi A, sehingga menjadi salah satu Prodi yang unggul di Fakultas Sekolah Vokasi IPB.

Selama masa kuliah, Sarah aktif dalam berbagai organisasi, termasuk organisasi mahasiswa daerah (OMDA) yakni Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Riau Bogor (IKPMR Bogor) dan tim medis kampus, Medical Team.

Pengalaman organisasi ini membentuk keterampilannya dalam manajemen waktu dan kepemimpinan. Ia sering terlibat dalam berbagai kegiatan kepanitiaan dan proyek kolaboratif yang menuntut kerja sama tim serta kemampuan komunikasi yang baik.

Di semester tujuh, saat mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satu dosen pembimbingnya menawarkan kesempatan untuk menjadi asisten dosen. Tanpa ragu, Sarah menerima tawaran tersebut dan mulai mengajar di mata kuliah Karya Tulis Ilmiah.

Menjadi asisten dosen bukanlah tugas yang mudah. Sarah harus mengajar di kelas dengan jumlah mahasiswa yang jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan lebih dari 40 mahasiswa dalam satu kelas, tantangan terbesar baginya adalah memastikan bahwa semua mahasiswa memahami materi yang disampaikan.

Untuk mengatasi hal ini, Sarah menerapkan metode pembelajaran berbasis analogi agar konsep yang diajarkan lebih mudah dipahami oleh mahasiswa.

Ia juga sering menggunakan studi kasus nyata dalam perkuliahan agar mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan praktik di dunia nyata.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Sarah adalah ketika ia harus mengoordinasi kegiatan field trip ke Pamijahan bersama lebih dari 80 mahasiswa dengan jumlah dosen dan asisten yang terbatas.

Pengalaman ini mengajarkannya pentingnya koordinasi dan manajemen dalam dunia akademik.

Selama perjalanan tersebut, Sarah harus memastikan bahwa seluruh mahasiswa memahami tujuan dari field trip, tetap disiplin, serta mampu menyerap ilmu yang diberikan di lapangan.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti logistik dan koordinasi yang kompleks, ia berhasil menjalankan kegiatan tersebut dengan baik.

Di luar aktivitas mengajar, Sarah memiliki ketertarikan dalam kegiatan sosial. Setiap enam bulan sekali, ia aktif dalam kegiatan relawan, khususnya di bidang medis.

Hal ini sejalan dengan latar belakangnya sebagai anggota tim medis saat masih menjadi mahasiswa.

Menurutnya, kegiatan sosial adalah salah satu cara untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan membangun empati terhadap berbagai permasalahan sosial yang ada.

Ia sering berpartisipasi dalam kegiatan pengobatan gratis, edukasi kesehatan bagi masyarakat pesisir, serta kampanye lingkungan terkait kelautan dan perikanan.

Saat ini, Sarah tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Ia percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dapat membuka lebih banyak peluang di masa depan.

Selain itu, ia juga ingin memperdalam keahliannya di bidang perikanan, terutama dalam aspek keberlanjutan dan inovasi teknologi perikanan.

Ia berharap bahwa dengan melanjutkan studi, ia dapat berkontribusi lebih besar dalam pengembangan industri perikanan di Indonesia.

Dalam pesannya kepada mahasiswa, Sarah menekankan pentingnya eksplorasi diri selama kuliah.

Menurutnya, program seperti MBKM memberikan kesempatan besar bagi mahasiswa untuk menemukan passion mereka sebelum terjun ke dunia kerja.

Ia juga menyarankan mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada, seperti magang, penelitian, serta kompetisi akademik untuk memperkaya pengalaman mereka.

Manfaatkan waktu dalam perkuliahan sebaik mungkin untuk mengetahui minat sejati dari diri sendiri, agar kedepannya dapat menekuni bidang yang diminati.

“Mahasiswa sekarang punya banyak peluang untuk eksplorasi diri. Jangan takut mencoba berbagai kesempatan, karena dari situ kita bisa menemukan apa yang benar-benar kita minati. Jangan ragu untuk belajar hal baru, coba saja dahulu jangan takut gagal, karena di situlah kita bisa berkembang,” pesannya.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, Sarah Anjani terus berkontribusi dalam membimbing mahasiswa di IKN IPB University.

Perjalanannya membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras, seseorang dapat mencapai apa yang dicita-citakan.

Sarah Anjani berharap dapat terus menginspirasi mahasiswa untuk terus berjuang, menggali potensi diri, dan berkontribusi dalam kemajuan industri perikanan di Indonesia.***

Balyan Firjatullah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Menemukan Jalan: Perjalanan Dr. Dwi Yuni Hastati di Dunia Akademik Pangan

0

Bogordaily.net – Di balik sosok Dr. Dwi Yuni Hastati, STP., DEA yang kini dikenal sebagai seorang Dosen Supervisor Jaminan Mutu Pangan (SJMP) di sekolah vokasi, tersimpan impian masa kecil yang sempat terkubur. Tak pernah terpikirkan olehnya untuk menjadi seorang pengajar akademik, namun jalan takdir membawanya kemari.

Yuni, atau nama lengkapnya Dwi Yuni Hastati, lahir di kota Padang pada 1 Juni 1970. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi seorang dokter, sebuah profesi mulia yang diharapkan dapat menolong banyak orang.

Yuni membayangkan dirinya mengenakan jas putih dengan stetoskop di leher. Namun, hidup membawanya ke jalur yang berbeda.

Alih-alih merawat pasien, ia justru menemukan jalannya di dunia pangan. Bermula pada awal masuk perguruan tinggi, Yuni tidak bisa masuk ke jurusan kedokteran yang ia inginkan.

Akhirnya ia mengambil keputusan untuk meraih gelar Sarjana Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada tahun 1994.

Ketertarikannya pada bidang agroindustri membawanya ke Universite de Reims, Perancis, di mana ia berhasil meraih gelar DEA (Diplôme d’Études Approfondies) pada tahun 2004.

Di Université de Reims Champagne-Ardenne, yuni tergabung dalam fakultas Ekonomi dan Manajemen yang berfokus pada penelitian mendalam dalam bidang ekonomi terapan, manajemen strategis, serta kebijakan bisnis dan publik.

Setelah menyelesaikan studi di Perancis, Yuni kembali ke Indonesia dan membangun keluarga. Kehadiran buah hati semakin melengkapi kebahagiaannya. Namun, di tengah kesibukannya mengurus keluarga, sebuah dorongan baru muncul.

Di usia 37 tahun, saat banyak orang sudah mapan dengan kariernya, Yuni justru memutuskan untuk menapaki jalan baru sebagai seorang dosen, sebuah keputusan yang mengubah arah hidupnya secara signifikan.

Ia akhirnya mantap menjadi dosen di sekolah vokasi prodi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, membagikan ilmu dan pengalaman yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun.

Awalnya, dunia akademik terasa sebagai tantangan baru, tetapi semakin ia menjalaninya, semakin ia merasa inilah tempat yang tepat. Mengajar, membimbing, dan melihat mahasiswa berkembang memberinya kepuasan tersendiri.

Meski begitu, rasa ingin belajarnya tak pernah pudar. Setelah beberapa tahun mengajar, ia merasa masih banyak hal yang bisa ia pelajari dan bagikan.

Dengan tekad yang kuat, ia kembali ke bangku kuliah, menempuh pendidikan Doktor (S3) di Institut Pertanian Bogor dengan bidang Teknik Industri Pertanian, dan berhasil meraih gelar tersebut pada tahun 2020.

Baginya, belajar bukan sekadar mengejar gelar, tapi perjalanan yang tak pernah selesai. Dengan ilmu yang semakin mendalam, ia berharap bisa terus berkontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia.

Sejak menjadi dosen, Yuni semakin aktif dalam dunia akademik dan penelitian. Dedikasinya dalam bidang agroindustri dan jaminan mutu pangan membawanya terlibat dalam 10 penelitian yang berkontribusi pada pengembangan ilmu di bidangnya.

Selain itu, ia telah menulis 29 karya ilmiah, yang menjadi bukti nyata dari komitmennya terhadap riset dan inovasi.

Berbagai pencapaian lainnya pun terus ia raih, baik dalam pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, maupun kolaborasi. Salah satu pencapaian yang paling ia banggakan adalah berhasil mempublikasikan artikel di jurnal internasional bereputasi, baik pada level Q1 maupun Q2. Bagi Yuni, pencapaian ini bagaikan IPK 4.00 bagi mahasiswa—sebuah prestasi yang menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya dalam penelitian.

Dalam bidang jaminan mutu pangan, Yuni memiliki spesialisasi dalam pengemasan pangan berbasis nanoteknologi. Ia telah menginisiasi riset terkait penggunaan kemasan dengan struktur mikro yang tidak terlihat oleh mata telanjang, meskipun saat ini belum sampai pada tahap produk komersial. Baginya, bidang ini sangat menjanjikan karena kebutuhan pangan yang semakin meningkat dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta lingkungan yang terus berkembang.

Di balik kesibukannya sebagai dosen, Yuni tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Salah satu alasan ia memilih menjadi dosen adalah fleksibilitas waktu yang dimilikinya.

Berbeda dengan bekerja di industri pangan yang memiliki jam kerja ketat, menjadi dosen memungkinkan Yuni untuk mengerjakan tugas-tugas akademiknya dari rumah.

Bahkan, dengan adanya teknologi seperti Zoom, beberapa pertemuan atau kuliah dapat dilakukan secara daring, memungkinkannya untuk tetap dekat dengan keluarga sambil tetap produktif.

Peran support terbesar dalam kesehariannya datang dari suami dan keluarganya, yang selalu mendukungnya dalam menjalankan peran ganda sebagai akademisi dan ibu rumah tangga. Maka dari itu bagi Yuni keluarga tetaplah nomor satu di kehidupannya.

Meskipun kini Yuni telah memiliki banyak pencapaian dalam hidupnya, namun sebenarnya ia tidak pernah menetapkan target yang tinggi atau ambisi besar dalam hidupnya.

Ia memilih untuk menjalani segala sesuatu seperti air yang mengalir, menyesuaikan diri dengan arus tanpa terlalu banyak ekspektasi.

Bagi Yuni, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dalam setiap kesempatan yang datang, tanpa merasa terbebani oleh keharusan untuk mencapai sesuatu dalam waktu tertentu.

Justru dengan cara ini, ia merasa lebih tenang dan dapat menikmati setiap proses yang dijalaninya, baik dalam karier maupun kehidupan pribadinya.

Ia berharap para mahasiswanya pun dapat mencintai bidang yang mereka tekuni, meskipun awalnya mungkin bukan pilihan utama mereka.
“Dijalani saja,” katanya, “Nanti lama-lama timbul rasa suka. Kalau sudah suka, hambatan pun tak lagi terasa berat.”

Melalui perjalanannya, Dwi Yuni Hastati, telah membuktikan bahwa terkadang hidup membawa kita ke jalur yang tidak direncanakan. Namun, dengan ketekunan dan hati yang terbuka, kita bisa menemukan kebahagiaan serta makna dalam setiap langkah yang kita ambil.***

Luci Nabila Agustin
Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University

Tragedi Dokter PPDS Undip: Alarm bagi Dunia Kedokteran

0

Bogordaily.net – Dunia massa digemparkan ketika kabar mengenai berpulangnya salah seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), dr. Aulia Risma Lestari (30) pada 12 Agustus 2024. Keadaannya ditemukan tergeletak dalam kamar indekosnya di Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang dengan dugaan bahwa ia menyuntikkan obat ke dalam tubuhnya.

Dalam buku hariannya tertulis tentang tekanan yang ia alami selama menempuh pendidikan, hal ini termasuk perintah keras dari senior dan beban akademik yang berat. Ia juga pernah mengungkapkan keinginannya untuk berhenti kepada ibunya karena dirasa tidak lagi kuat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi lewat investigasi yang langsung dilancarkan untuk memastikan bahwa tidak adanya unsur perundungan dalam kasus ini. Menkes Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan bahwa pihaknya sendiri telah mengirimkan tim audit ke Undip untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat.

Adapun, pihak Undip sendiri membantah dugaan adanya perundungan yang terjadi serta penyebab dari kematian dr. Aulia. Begitu pula, pihak orang tua dari dr. Aulia yang menolak dugaan bahwa alasan kematian didasarkan oleh bunuh diri.

Kasus ini menyoroti isu perundungan dan pentingnya kesehatan mental mahasiswa dan tenaga medis, selain itu memberikan wawasan dari realitas kelam yang jarang dibicarakan di dunia medis, yakni tekanan akademik yang berat, dan budaya senioritas yang kental. Tragedi ini mencerminkan masalah sistemik yang telah berakar dalam lingkungan pendidikan kedokteran di Indonesia.

Hal ini memberikan rasa relevansi yang semakin kuat karena dekat dengan isu kesehatan mental yang mulai banyak diperbincangkan khususnya dalam konteks kasus ini pada kalangan mahasiswa dan tenaga medis, kelompok dengan tuntutan kuat dan profesionalitas yang tinggi, sehingga rentan akan stres.

Semakin banyak suara yang bersatu, perubahan pun juga dapat dinyatakan. Peristiwa ini seharusnya dapat menjadi titik balik untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pendidikan dan juga perlindungan bagi tenaga medis.

Budaya Perundungan di Dunia Kedokteran
Jika menilik budaya perundungan di dunia kedokteran, dapat ditinjau jauh sekali dari masa kolonial Belanda. Pada era tersebut, isntitusi seperti STOVIA (School tot Opleidig van Inlandsche Artsen) yang telah menerapkan praktik perpeloncoan bagi siswa baru dengan tujuan untuk memperkenalkan masa kehidupan kampus serta membentuk kedisiplinan.

Namun, praktik ini melibatkan hingga tugas-tugas yang dapat merendahkan martabat, seperti contohnya membersihkan sepatu senior atau pekerjaan pribadi lainnya yang kadang tidak ada hubungannya dengan akademik.

Lalu, sering berjalannya waktu budaya senioritas mulai berkembang hingga menjadi budaya hierarki yang terasa kaku dan menyesakkan dalam pendidikan kedokteran.

Sampai suatu saat, budaya senioritas ini mulai dianggap sebagai suatu bagian integral yang tak terlepaskan, bahkan dinormalisasikan dalam proses akademik, dengan anggapan bahwa tekanan dan kedisiplinan yang ketat diperlukan demi mewujudkan sosok dokter yang kompeten.

Namun, budaya senioritas dengan “tujuan awalnya” mendisiplinkan mahasiswanya malah mulai mengarah pada perundungan serta perlakuan tidak adil terhadap mahasiswa junior.

Permasalahan ini bukan hanya menyangkut pada satu institusi, tetapi sebuah masalah besar bagi negara, terutama dalam menghasilkan kualitas sumber daya manusia tenaga medis yang harusnya mumpuni malah melalui penindasan secara struktural.

Meskipun begitu, beberapa pihak juga berpendapat bahwa budaya senioritas ini tetap diperlukan sebagai bentuk pendisiplinan serta mengajarkan profesionalisme.

Namun, realitasnya menunjukkan bahwa praktik ini malah sering kali disalahgunakan sehingga berdampak pada kesehatan mental mahasiswa hingga merusak kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di masa depan.

Kasus perundungan dalam pendidikan kedokteran di Indonesia terbilang bukan sebuah fenomena yang baru. Seperti contohnya pada tahun 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) terduga tujuh mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) menerima sanksi akibat terlibat dalam perundungan terhadap rekan mereka.

Hal ini terjadi, walaupun pihak kampus sendiri telah menetapkan pakta integritas serta membentuk tim khusus pencegahan perundungan di lingkungan kampus, menunjukkan bahwa upaya pencegahan telah diupayakan dan memang masih perlu lebih lagi ditingkatkan.

Selain itu, tertulis sebanyak 300 laporan dengan kasus dugaan perundungan di lingkungan PPDS di berbagai universitas di Indonesia dalam data Kementerian Kesehatan.

Kasus ini mencakup berbagai jenis perundungan, mulai dari intimidasi secara verbal hingga tekanan mental yang berlebihan.

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang efektik atas perundungan dalam pendidikan kedokteran sangat dibutuhkan.

Tanpa adanya penanganan yang tepat, perundungan dapat sangat berdampak secara negatif pada kesehatan mental serta kinerja para calon tenaga medis, serta merusak citra profesi medis secara keseluruhan.

Peran Institusi dan Masyarakat
Kasus perundungan yang menjamur ini memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Mulai dari pihak universitas, rumah sakit, dan masyarakat. Setiap peran diperlukan demi menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung.

Tanggung jawab besar diharapkan dari pihak institusi dan rumah sakit dalam memastikan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari budaya senioritas yang mulai melenceng ke arah perundungan.

Dua pihak ini perlu menciptakan sebuah budaya baru yang mendorong rasa hormat dan juga penghargaan antarsejawat, serta menginiasi adanya perubahan pada kurikulum pendidikan dengan menyelipkan beberapa materi dengan topik mengenai pencegahan perundungan serta pengembangan keterampilan sosial-emosional.

Selain itu, institusi pendidikan kedokteran perlu memastikan bahwa seluruh sivitas pendidikan paham betul akan pentingnya kesetaraan hak akan pendidikan dan juga mengenai etika. Seperti lewat perbaikan kurikulum dan pelatihan bagi tenaga pendidik dan mahasiswa.

Mekanisme pengaduan yang efektif juga penting untuk memastikan setiap korban perundungan dapat melaporkan insiden tanpa muncul rasa malu atau takut. Seperti contohnya Kementerian Kesehatan yang telah menyediakan sarana pengaduan perundungan lewat web dan nomor yang dapat diakses lewat aplikasi WhatsApp.

Namun, kenyataannya implementasi serta peraturan yang ada masih kurang disosialisasikan kepada mahasiswa, pendidik, tenaga kesehatan, serta seluruh sivitas dalam pencegahan dan penanganan perundungan.

Selain menyediakan sarana pengaduan, institusi pendidikan kedokteran perlu dan harus mengadakan pendampingan terhadap korban perundungan dengan kembali memberdayakan tim konseling dan layanan kesehatan.

Selain itu pada kasus dokter PPDS Undip, identitas korban dan/atau saksi harus dirahasiakan demi mengantisipasi pemberitaan yang berlebihan.

Masyarakat juga memegang peranan penting dalam mendorong perubahan budaya ke arah yang positif dalam dunia pendidikan kedokteran.

Lewat, meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif perundungan dan pentingnya kesehatan mental, masyarakat dapat menyatukan suara untuk menekan institusi pendidikan kedokteran untuk mengambil langkah preventif dan responsif terhadap kasus perundungan.

Selain itu, dukungan masyarakat terhadap korban perundungan sangat penting. Lewat penciptaan akan lingkungan yang suportif dan mendukung serta tidak menyudutkan korban, masyarakat mampu membantu proses pemulihan dan memberikan dukungan pada korban untuk melaporkan kasus tersebut.

Secara keseluruhan dokter PPDS Undip, kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit, dan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan sinergi yang menciptakan lingkungan pendidikan kedokteran yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Kasus Dokter PPDS Undip, dr. Aulia dan berbagai insiden serupa menunjukkan bahwa perundungan dalam dunia pendidikan kedokteran bukanlah isu yang dapat diabaikan begitu saja.

Diperlukan komitmen kuat dari beberapa pihak seperti institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan manusiawi. Lewat mekanisme perlindungan yang efektif dan perubahan budaya menuju yang lebih sehat, diharapkan tragedi serupa tidak akan terulang di masa depan.***

Happy Taranian Olifia
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Yolanda Gresia: Meniti Langkah di Dunia Pembenihan Ikan dengan Ilmu dan Dedikasi

0

Bogordaily.net – Yolanda Gresia adalah seorang mahasiswa Sekolah Vokasi IPB University yang meniti karier akademiknya dengan penuh dedikasi dan semangat tinggi. Sejak awal, ia memiliki ketertarikan yang besar terhadap sektor perikanan, khususnya dalam bidang pembenihan ikan, yang menurutnya memiliki peran krusial dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Dengan latar belakang tersebut, Yolanda memilih Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan sebagai jalur pendidikannya, bertekad untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor ini agar lebih maju dan berkelanjutan.

Perjalanan akademiknya di IPB dimulai pada tahun 2021 ketika ia diterima melalui jalur UTMBK. Seiring waktu, minat dan dedikasinya dalam dunia akademik semakin berkembang.

Pada semester 8, Yolanda mendapatkan kesempatan emas untuk menjadi asisten dosen dalam mata kuliah Aplikasi Bioteknologi pada Pembenihan.

Kesempatan ini tidak hanya memperdalam pemahamannya terhadap materi yang telah ia pelajari, tetapi juga membuka peluang baginya untuk berbagi ilmu dengan mahasiswa lainnya, sesuatu yang sangat ia nikmati.

Menjadi seorang asisten dosen bukanlah tugas yang mudah. Yolanda menghadapi berbagai tantangan dalam membimbing mahasiswa, terutama dalam meningkatkan sikap tanggung jawab mereka saat melakukan praktikum.

Banyak mahasiswa yang masih pasif dalam kerja kelompok, sehingga ia harus mencari cara agar mereka lebih aktif dan antusias dalam proses belajar.

Meskipun demikian, ia tetap menikmati perannya dan menganggap pengalaman ini sebagai bagian dari perjalanan belajarnya.

Inspirasi utamanya adalah keinginannya untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang telah ia peroleh selama masa kuliah, serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan akademik mahasiswa lain.

Selain berkontribusi dalam dunia akademik, Yolanda juga memiliki pandangan kritis terhadap perkembangan teknologi pembenihan ikan di Indonesia.

Menurutnya, meskipun telah banyak inovasi yang diterapkan, masih ada tantangan dalam penyebaran dan penerapan teknologi, khususnya di daerah terpencil.

Banyak inovasi digital telah dikembangkan untuk memantau kesehatan ikan dan meningkatkan efisiensi pembenihan, namun belum semua wilayah memiliki akses yang memadai untuk mengimplementasikannya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya ikan dan perlindungan lingkungan agar teknologi yang digunakan tidak berdampak negatif terhadap ekosistem perairan, serta memastikan bahwa para petani ikan mendapatkan pelatihan yang cukup untuk memanfaatkan teknologi dengan optimal.

Sebagai seorang asisten dosen, Yolanda merasa perannya sangat penting dalam menjembatani teori yang diajarkan di kelas dengan praktik di lapangan.

Ia ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami konsep-konsep akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata dalam dunia industri perikanan.

Baginya, momen paling berkesan adalah ketika mahasiswa yang ia bimbing berhasil menyelesaikan tugas atau proyek yang mereka anggap sulit.

Melihat mereka berkembang dan menjadi lebih percaya diri dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari merupakan salah satu kepuasan terbesar bagi Yolanda, yang semakin memotivasi dirinya untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan.

Ke depannya, Yolanda berharap sektor perikanan Indonesia dapat terus berkembang dengan adanya inovasi dan riset baru yang mendukung keberlanjutan dan efisiensi dalam pembenihan ikan.

Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam bidang ini, baik melalui penelitian maupun dalam membimbing mahasiswa agar siap menghadapi tantangan industri perikanan yang semakin kompleks.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Yolanda Gresia membuktikan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia.

Ia ingin menjadi bagian dari perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas dan terus berusaha menginspirasi mahasiswa lain untuk berjuang mencapai impian mereka.***

Happy Taranian Olifia

Kandidat Pengganti Mees Hilgers saat Timnas Indonesia vs Bahrain

0

Bogordaily.net – Akibat mendapat cedera di laga kontra Australia, Mees Hilgers dipastikan absen saat melawan Bahrain.

Lantas, siapa pemain Timnas Indonesia yang menggantikan posisinya di lini pertahanan?

Bek berusia 23 tahun itu dipastikan absen saat melawan Bahrain karena mengalami cedera pangkal paha saat melawan Australia, Kamis (20/3) lalu.

Di laga tersebut, Mees Hilgers tampil sebagai starter bagi Timnas Indonesia dan hanya bermain 60 menit karena harus mendapat perawatan dari tim medis usai berduel dengan penggawa Socceroos.

Akibat benturan-benturan itu, bek keturunan Manado ini harus menjalani pemeriksaan MRI. Siapa sanngka, ia divonis cedera dan harus absen melawan Bahrain.

Timnas Indonesia sendiri sudah mengonfirmasi bahwa Hilgers bakal absen dan telah memulangkannya ke FC Twente untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Absennya Hilgers otomatis membuat lini pertahanan Timnas Indonesia kehilangan pemain vital. Tak ayal, hal ini menjadi kerugian bagi tim Merah Putih jelang laga hidup dan mati melawan Bahrain.

Dengan absennya Hilgers, Patrick Kluivert harus memutar otak untuk menentukan penggantinya. Tak cukup sampai di situ, pelatih asal Belanda itu juga harus menentukan taktik yang tepat di jantung pertahanan.

Ada kemungkinan absennya Hilgers membuat Kluivert memainkan formasi tiga bek untuk menutupi absennya Hilgers di lini pertahanan.

Lantas, siapa saja pemain yang bisa menggantikan peran Mees Hilgers andai Kluivert memainkan formasi tiga bek saat melawan Bahrain?

Nama pertama yang muncul di benak pendukung Timnas Indonesia ketika Mees Hilgers dilaporkan absen adalah Rizky Ridho.

Bek milik Persija Jakarta itu menjadi salah satu bek yang bisa bermain di pos bek tengah kanan dalam formasi tiga bek maupun empat bek.

Saat tampil bagi Timnas Indonesia, Rizky Ridho dikenal sebagai bek yang solid. Duetnya dengan Jay Idzes bahkan membuat lini pertahanan skuad Garuda sulit ditembus oleh lawan-lawannya.

Di laga kontra Australia, Kevin Diks dimainkan sebagai bek atau Wing Back kanan oleh Patrick Kluivert. Namun absennya Mees Hilgers membuatnya bisa saja ditarik ke belakang dan menempati bek tengah.

Posisi bek tengah bukanlah posisi yang asing bagi Kevin Diks. Di FC Copenhagen, ia kerap bermain di posisi tersebut, baik itu sebagai bek tengah kanan ataupun bek tengah kiri.

Jika Kevin Diks dijadikan bek tengah, maka pos bek kanan bisa dilimpahkan ke Sandy Walsh yang bertipe defensif atau Eliano Reijnders yang berkarakter lebih menyerang saat melawan Bahrain.

Dengan gaya bermainnya yang lebih defensif, Sandy Walsh bisa saja menjadi opsi untuk menggantikan peran Mees Hilgers di posisi bek tengah kanan.

Meski berposisi natural sebagai Fullback kanan, Sandy Walsh tak asing dengan pos bek tengah karena ia sempat memainkannya di KV Mechelen dan kini bersama Yokohama F Marinos.

Jika Sandy Walsh dijadikan bek tengah kanan, maka Kevin Diks akan tetap menjadi Wing Back kanan untuk naik-turun membantu lini serang dan pertahanan Timnas Indonesia.***

Dedie Rachim Resmikan Festival Bedug Pertama di Bogor

0

Bogordaily.net – Dalam rangka memeriahkan bulan suci Ramadan, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor menggelar Festival Ramadhan Nabeuh Bedug di Gedung Queen Creative Hub, Jalan Semplak, Kota Bogor, Minggu (23/3/2025).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir untuk membuka acara, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif penyelenggaraan festival ini.

Ia menilai bahwa Festival Nabeuh Bedug merupakan langkah awal yang baik dalam memperkenalkan budaya tradisional kepada masyarakat luas.

“Festival ini adalah sebuah permulaan, langkah awal yang semoga ke depannya bisa ditingkatkan kembali hingga mengundang lebih banyak wisatawan yang ingin menyaksikan Festival Nabeuh Bedug di Kota Bogor,” ujar Dedie.

Menurutnya, festival seperti ini memiliki potensi besar untuk memperkaya sektor pariwisata Kota Bogor. Dengan promosi yang lebih luas dan persiapan yang lebih matang, ia optimistis bahwa Festival Nabeuh Bedug dapat berkembang menjadi daya tarik wisata baru yang memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Setelah secara resmi membuka festival, Dedie A. Rachim berkeliling mengunjungi bazar UMKM yang berada di halaman gedung.

Ia juga turut memborong berbagai produk lokal yang dijajakan oleh para pelaku usaha, sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan UMKM Kota Bogor.

Sementara itu, Ketua BPPD Kota Bogor, Jamaluddin, menjelaskan bahwa Festival Nabeuh Bedug berawal dari aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya festival bedug di Kota Bogor.

Berangkat dari keinginan tersebut, pihaknya bersama berbagai pemangku kepentingan menginisiasi acara ini untuk melestarikan budaya bedug sekaligus meningkatkan euforia Ramadan di Kota Bogor.

“Festival ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak dan menjadi festival bedug pertama di Kota Bogor yang diadakan di Bogor Barat. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan memperkenalkan budaya menabuh bedug secara lebih luas,” jelas Jamaluddin.

Festival Ramadhan Nabeuh Bedug diharapkan dapat berkembang menjadi acara tahunan yang tidak hanya melestarikan tradisi budaya, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata religi dan ekonomi kreatif di Kota Bogor.***

Jadwal Penukaran Uang Baru PINTAR BI Kembali Dibuka, Simak Detailnya

0

Bogordaily.net – Jadwal penukaran uang baru PINTAR BI kembali dibuka setelah sebelumnya mengalami gangguan teknis.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa layanan pemesanan untuk menukar uang baru melalui platform PINTAR BI akan kembali aktif pada Sabtu, 22 Maret 2025, mulai pukul 09.00 WIB.

Perubahan jadwal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah banyak masyarakat mengalami kendala dalam mengakses sistem pemesanan sebelumnya.

Sistem penukaran uang baru ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 08.00-18.00 WIB dan khusus untuk wilayah Pulau Jawa dengan total 1.505 lokasi penukaran.

Sementara itu, tahap kedua akan digelar pada Minggu, 23 Maret 2025, mulai pukul 09.00 WIB, dengan cakupan wilayah luar Pulau Jawa di 1.043 lokasi.

BI mengimbau masyarakat untuk memeriksa jadwal penukaran uang baru PINTAR BI di situs resminya agar dapat melakukan pemesanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penyebab Perubahan Jadwal Penukaran Uang Baru PINTAR BI

Perubahan jadwal ini dilakukan setelah terjadinya gangguan akses pada situs PINTAR BI selama periode III penukaran yang berlangsung pada Minggu, 16 Maret 2025.

Lonjakan jumlah pengguna yang ingin melakukan pemesanan secara bersamaan menyebabkan situs mengalami kendala teknis, sehingga BI memutuskan untuk menyesuaikan jadwal guna meningkatkan layanan.

Selain itu, BI juga mengumumkan bahwa layanan penukaran uang melalui Kas Keliling akan ditutup sementara untuk pemeliharaan pada 21 dan 22 Maret 2025.

Layanan ini baru akan kembali dibuka pada 23 Maret 2025 bersamaan dengan jadwal tahap kedua penukaran uang baru.

Syarat dan Cara Penukaran Uang Baru

Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang lama dengan uang baru, berikut syarat yang harus dipenuhi:

  • Penukaran hanya dapat dilakukan sesuai dengan tanggal, lokasi, dan waktu yang tertera pada bukti pemesanan.
  • Penukar wajib membawa bukti pemesanan dalam bentuk digital atau cetak.
  • Jumlah uang yang ditukarkan harus sesuai dengan nominal yang dipesan dan dibawa dalam kondisi tertata rapi berdasarkan pecahan dan tahun emisi.
  • Tidak diperbolehkan menggunakan perekat untuk mengikat uang yang akan ditukar.
  • Setiap pemesan hanya dapat menggunakan satu NIK-KTP, dan NIK tersebut tidak dapat digunakan kembali hingga penukaran sebelumnya selesai dilakukan.
  • Untuk melakukan penukaran, masyarakat dapat mengakses situs resmi PINTAR BI, memilih provinsi dan lokasi penukaran, serta mengisi formulir pemesanan.
  • Setelah itu, sistem akan mengeluarkan bukti pemesanan yang harus dibawa saat penukaran.

Batas Maksimal Penukaran

Bank Indonesia juga telah menetapkan batas maksimal uang yang dapat ditukar per orang, yaitu sebesar Rp 4,3 juta dengan rincian:

  • Uang Pecahan Besar (UPB) maksimal Rp 2 juta.
  • Uang Pecahan Kecil (UPK) maksimal Rp 2,3 juta.

Dengan adanya pembukaan kembali layanan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah dalam memperoleh uang baru sesuai kebutuhan, terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri.

Pastikan untuk selalu mengecek jadwal penukaran uang baru PINTAR BI dan melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum mendatangi lokasi penukaran.***