Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 832

Krisis BBM di SPBU Swasta: Antara Regulasi dan Kebutuhan Publik

0

Bogordaily.net – Belakangan ini, masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat dikagetkan dengan fenomena kekosongan BBM di sejumlah SPBU swasta.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan bahwa kelangkaan ini terjadi karena faktor ketidaksesuaian harga jual eceran dengan biaya pengadaan BBM oleh operator swasta.

Namun, di balik penjelasan teknis tersebut, masalah ini menyimpan pertanyaan yang lebih dalam, mulai dari kebijakan distribusi, regulasi harga, hingga ketimpangan kompetisi antara SPBU milik negara dan swasta.

Jika tidak diatasi secara baik, krisis ini berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dan memicu keresahan masyarakat.

Akar Masalah Kelangkaan BBM di SPBU Swasta

Kelangkaan BBM di SPBU swasta tidak bisa dilihat sebagai persoalan biasa. Pertama, kebijakan distribusi BBM di Indonesia masih didominasi oleh Pertamina sebagai BUMN.

Meski SPBU swasta diizinkan beroperasi, mereka seringkali kesulitan mendapatkan alokasi BBM bersubsidi atau bahkan nonsubsidi akibat kuota terbatas.

Misalnya, dalam sistem distribusi saat ini, Pertamina kerap menjadi “penguasa” yang menentukan prioritas pengiriman BBM ke SPBU miliknya sendiri, terutama di daerah dengan permintaan tinggi.

Kedua, regulasi harga BBM yang ditetapkan pemerintah membuat margin keuntungan SPBU swasta sangat tipis, terutama ketika harga minyak mentah dunia naik.

Akibatnya, banyak operator swasta terpaksa mengurangi operasional atau bahkan berhenti berjualan untuk menghindari kerugian.

Selain itu, kurang jelasnya mekanisme penetapan harga jual eceram oleh pemerintah menciptakan ketidakpastian bisnis.

SPBU swasta tidak memiliki kendali atas harga jual, sementara biaya logistik, pajak, dan operasional terus meningkat, Bahkan, beberapa operator mengeluhkan biaya transportasi dari depot ke SPBU yang membengkak hingga 15% akibat kenaikan harga solar untuk armada pengangkut. Dalam situasi ini, mereka terjepit antara mematuhi regulasi atau menjaga keberlangsungan usaha.

Tidak mengherankan jika akhirnya beberapa SPBU memilih tutup sementara atau beralih menjual produk non-BBM.

Di sisi lain, minimnya transparansi dalam pasokan BBM juga menjadi faktor krusial. SPBU swasta kerap mengeluhkan kesulitan mengakses stok BBM dari depot-depot tertentu, yang diduga lebih memprioritaskan SPBU milik Pertamina.

Hal ini memperparah ketimpangan kompetisi dan memperlihatkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap praktik monopoli terselubung.

Respons Kementerian ESDM dan Solusi yang Diperlukan

Menanggapi kekosongan BBM di SPBU swasta, Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan stok BBM nasional aman.

Mereka juga menyebutkan bahwa kelangkaan di SPBU swasta terjadi karena operator tidak mampu menyesuaikan harga jual dengan biaya pengadaan.

Meski demikian, penjelasan ini dinilai terlalu simplistis dan mengabaikan akar masalah struktural, Alih-alih menyalahkan operator, pemerintah perlu mengakui bahwa kebijakan satu harga BBM yang diterapkan sejak 2020 justru mematikan insentif bagi SPBU swasta untuk bertahan di daerah dengan biaya logistik tinggi, seperti wilayah pegunungan atau kepulauan.

Pertama, pemerintah perlu merevisi kebijakan distribusi BBM dengan prinsip keadilan. SPBU swasta harus diberikan akses yang setara terhadap pasokan BBM, baik bersubsidi maupun non subsidi, selama memenuhi syarat operasional.

Kedua, formula penetapan harga jual eceran perlu dievaluasi agar lebih fleksibel menyesuaikan fluktuasi harga minyak dunia dan biaya logistik, Pemerintah bisa mengikuti model harga fleksibel yang dihitung per wilayah berdasarkan hitungan biaya distribusi, seperti yang berlaku di sektor listrik Sistem margin keuntungan yang transparan akan mendorong SPBU swasta tetap beroperasi tanpa merugikan konsumen.

Selain itu, pemerintah harus memperkuat pengawasan terhadap rantai pasokan BBM. Jika ada indikasi praktik monopoli atau diskriminasi penempatan stok, Kementerian ESDM bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu turun tangan memberikan sanksi tegas. Di sisi lain, operator SPBU swasta juga harus didorong untuk meningkatkan efisiensi operasional dan diberikan layanan agar tidak bergantung hanya pada penjualan BBM.

Krisis BBM di SPBU swasta adalah cerminan dari ketimpangan sistem distribusi energi nasional. Pemerintah tidak bisa hanya berfokus pada menjaga stok BBM, tetapi juga harus menciptakan alur bisnis yang adil bagi semua pelaku usaha.

Regulasi yang fleksibel, pengawasan yang efektif, dan dialog terbuka antara pemerintah, BUMN, dan swasta menjadi kunci untuk mencegah kelangkaan BBM berulang.

Jika tidak, masyarakat lah yang akan terus menjadi korban dari ketidakpastian pasokan energi. Pada akhirnya, energi bukan sekadar kebutuhan ekonomi semata, tetapi juga kepentingan hidup orang banyak yang wajib dijaga keberlangsungannya.***

Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB, Abiya Rafa (J0401231046)

Peran Desain Grafis dalam Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Digital di Media Sosial

0

Bogordaily.net – Di zaman digital sekarang ini, media sosial menjadi alat utama untuk berkomunikasi, baik itu untuk individu maupun perusahaan. Melalui platform seperti Instagram, Twitter, dan Facebook, orang-orang dapat dengan mudah berbagi informasi, foto, dan video. Namun, di tengah banyaknya informasi yang beredar, bagaimana cara menarik perhatian audiens? Desain grafis memegang peranan penting dalam hal ini. Desain yang menarik secara visual dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan efektif.

Desain grafis di media sosial bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana membuat pesan yang ingin disampaikan lebih mudah dipahami dan lebih berkesan. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana desain grafis dapat memperkuat komunikasi digital dan menjadikannya lebih efektif, terutama di media sosial.

Desain grafis menjadi salah satu elemen utama dalam komunikasi digital karena berfungsi untuk memperjelas pesan, menciptakan identitas visual yang konsisten, dan meningkatkan keterlibatan audiens (Lupton, 2015).

Desain visual yang tepat akan mempermudah audiens untuk menerima informasi dan meningkatkan daya tarik pesan yang disampaikan (Ambrose & Harris, 2012).

Oleh karena itu, pemahaman mengenai peran desain grafis dalam komunikasi digital di media sosial sangat penting untuk bisnis, content creator, dan para profesional di bidang komunikasi.

Konsep Dasar Desain Grafis dan Komunikasi Digital
Desain grafis adalah seni untuk menyusun elemen-elemen visual seperti gambar, teks, dan warna dengan tujuan menyampaikan pesan kepada audiens. Menurut Philip B. Meggs dalam bukunya Meggs’ History of Graphic Design (2016), desain grafis berperan penting dalam menyampaikan informasi melalui media visual yang tidak hanya menarik tetapi juga mudah dimengerti.

Dalam dunia komunikasi digital, desain grafis membantu menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dimengerti. Komunikasi digital sendiri adalah proses penyampaian informasi melalui platform digital, seperti media sosial, website, atau aplikasi.

Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Desain grafis mendukung komunikasi digital dengan memberikan elemen visual yang memperjelas dan memperkuat pesan yang disampaikan, seperti memilih warna yang tepat, jenis font yang mudah dibaca, dan layout yang rapi agar informasi dapat dipahami dengan mudah oleh audiens (Bringhurst, 2013).

Elemen Desain Grafis dalam Komunikasi Digital
Ada beberapa elemen desain grafis yang memiliki peran besar dalam meningkatkan efektivitas komunikasi digital. Pertama, warna. Warna memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perasaan audiens. Menurut Faber Birren dalam Color Psychology and Color Therapy (2016), warna dapat

memberikan dampak emosional yang kuat pada audiens, seperti merah yang memberikan kesan berani atau biru yang memberikan rasa tenang dan dapat dipercaya. Kedua, tipografi atau pemilihan font yang tepat sangat mempengaruhi kenyamanan audiens dalam membaca pesan yang disampaikan.

Menurut Robert Bringhurst dalam The Elements of Typographic Style (2013), font yang jelas dan mudah dibaca akan memudahkan audiens untuk memahami informasi dengan lebih cepat. Ketiga, layout dan komposisi.

Bagaimana elemen-elemen visual disusun dalam ruang yang terbatas akan menentukan seberapa mudah audiens memproses pesan yang ingin disampaikan. Desain yang rapi dan teratur akan membuat informasi lebih mudah dipahami (Lupton & Phillips, 2015). Keempat, visual branding.

Branding yang konsisten, seperti penggunaan logo dan warna yang khas, akan membuat audiens lebih mudah mengenali merek dan pesan yang ingin disampaikan. Desain grafis yang konsisten memperkuat citra merek dalam pikiran audiens (Miller, 2017).
Peran Desain Grafis dalam Media Sosial

Desain grafis memainkan peran penting dalam media sosial. Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan daya tarik dan keterlibatan audiens. Dengan desain yang menarik, audiens lebih cenderung memberikan reaksi positif, seperti menyukai, mengomentari, atau membagikan postingan.

Menurut Jason McDonald dalam Social Media Marketing Workbook (2020), penggunaan gambar yang relevan dan estetis dapat meningkatkan keterlibatan audiens dengan konten yang diposting.

Selain itu, desain grafis membantu menyampaikan informasi secara lebih efektif. Desain yang baik memungkinkan audiens untuk memahami informasi yang diberikan dengan lebih cepat, tanpa merasa bingung. Desain grafis juga membantu dalam membangun identitas merek.

Jika desain digunakan secara konsisten, audiens akan lebih mudah mengingat merek tersebut. Desain yang menarik dan sesuai juga dapat mempengaruhi keputusan audiens, misalnya dalam memilih produk atau mengikuti akun di media sosial.

Menurut Donald Miller dalam Building a StoryBrand (2017), penggunaan desain visual yang tepat dapat membuat audiens lebih tertarik dan memengaruhi keputusan mereka untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

Studi Kasus
Beberapa merek besar seperti Nike dan Starbucks menggunakan desain grafis yang kuat dan konsisten di media sosial untuk memperkuat citra merek mereka. Analisis terhadap mereka menunjukkan bahwa penggunaan elemen desain yang tepat membantu mereka menjangkau audiens yang lebih luas.

Begitu juga dengan influencer yang sukses di media sosial, mereka sering menggunakan desain yang konsisten dan menarik untuk memperkuat pesan mereka.

Jika dibandingkan dengan postingan yang tidak menggunakan desain grafis yang baik, postingan dengan desain yang tepat cenderung memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi dan lebih berkesan di mata audiens.

Tantangan dan Solusi dalam Penggunaan Desain Grafis
Namun, ada beberapa tantangan dalam menggunakan desain grafis di media sosial. Salah satunya adalah menjaga konsistensi desain di berbagai platform digital yang memiliki format berbeda-beda.

Solusinya adalah dengan membuat panduan desain yang jelas agar desain tetap konsisten di semua platform. Tantangan lain adalah cepatnya perubahan tren desain di media sosial.

Desainer grafis perlu mengikuti tren terbaru agar desain yang digunakan tetap menarik. Selain itu, penting juga untuk memastikan desain grafis sesuai dengan audiens yang menjadi target, agar pesan yang disampaikan lebih efektif.

Kesimpulan dan Saran
Desain grafis memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efektivitas komunikasi digital di media sosial. Desain yang menarik dan tepat dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih jelas dan membuat audiens lebih tertarik untuk berinteraksi.

Bagi bisnis atau content creator, penting untuk memanfaatkan desain grafis secara maksimal agar pesan yang ingin disampaikan lebih efektif dan berkesan. Desainer grafis juga perlu memahami audiens mereka dengan baik, serta mengikuti perkembangan tren desain terkini agar tetap relevan dan efektif dalam berkomunikasi.***

Ahmad Dzakwan At-Taqy

 

Pengalaman Konser Bogoria 2025 Bersama Teman yang Menakjubkan

0

Bogordaily.net – Pada tanggal 25 Januari, saya dan sahabat saya memutuskan untuk pergi ke konser Bogoria yang diadakan di Taman Budaya Sentul, Bogor, Jawa Barat. Konser ini menampilkan musisi-musisi favorit kami seperti Idgitaf, Perunggu, The Changcuters, Hindia, dan Feast.

Sejak pagi, kami sudah tidak sabar, bahkan sempat mengecek ulang tiket berkali-kali untuk memastikan semuanya siap. Namun, cuaca sepertinya tidak mendukung. Langit mendung sejak pagi, dan angin dingin berhembus menandakan kemungkinan hujan.

Benar saja, menjelang siang hujan mulai turun perlahan. Awalnya hanya gerimis, tapi semakin lama semakin deras. Saat kami tiba di venue pada sore hari, tanah sudah mulai becek, dan banyak bagian yang berlumpur.

Beberapa penonton mencoba berteduh dengan jas hujan atau mencari tempat yang lebih kering, tapi saya dan teman saya berpikir, “Ya sudahlah, kita di sini buat seru-seruan!” Akhirnya, kami memilih menikmati hujan, toh, pengalaman konser seperti ini jarang terjadi.

Saat Idgitaf tampil, suasana menjadi lebih syahdu. Lagu-lagu yang dibawakannya terasa begitu emosional. Saya melihat beberapa orang menutup mata, larut dalam lirik yang menyentuh. Saya dan teman saya juga ikut menyanyikan lagu-lagunya dengan khidmat, meskipun suara kami sudah serak akibat terlalu banyak berteriak sebelumnya.

Saat Perunggu naik ke panggung, suasana langsung berubah. Nada pertama dari gitar mereka disambut teriakan penonton. Saya dan teman saya ikut larut dalam euforia, melompat-lompat meski sepatu kami mulai tertanam dalam lumpur.

Basah kuyup? Sudah tidak kami pikirkan lagi. Kami bernyanyi bersama ribuan orang lainnya, merasakan energi yang luar biasa.

Menjelang malam, The Changcuters naik ke panggung dengan semangat khas mereka. Suasana kembali memanas. Saya dan teman saya berteriak, menyanyikan lirik-lirik lagu mereka dengan penuh semangat.

Di sekitar kami, beberapa orang mulai menari bebas, bahkan ada yang sengaja bermain air di genangan hujan. Lampu panggung yang berkelap-kelip membuat semuanya terlihat lebih meriah. Meski kami mulai merasa lelah, tapi semangat penonton membuat energi kami kembali naik.

Ketika Feast tampil, Konser Bogoria mencapai titik puncaknya. Musik mereka yang kuat dan penuh semangat membuat seluruh venue bergemuruh. Kami semua bernyanyi sekuat tenaga, mengangkat tangan ke udara mengikuti ritme musik.

Saya dan teman saya yang awalnya hanya ingin menonton dengan santai, kini ikut terhanyut dalam gelombang antusiasme yang luar biasa. Bahkan, meskipun badan sudah capek, kami tetap berdiri di tengah kerumunan, menikmati setiap lagu yang dimainkan.

Akhirnya, Hindia menutup konser Konser Bogoria, malam itu dengan lagu-lagu andalan mereka. Suasana sedikit melunak, lebih intim. Lampu-lampu panggung menerangi penonton yang masih bertahan meskipun hujan belum juga berhenti. Saya dan teman saya mengangkat tangan, mengikuti irama lagu, menikmati momen terakhir sebelum acara benar-benar usai.

Setelah konser selesai, kami berjalan pelan ke area penjual makanan untuk beristirahat sejenak. Kaki terasa pegal dan pakaian masih basah, jadi semangkuk mie instan panas dan segelas kopi terasa seperti pilihan terbaik.

Sambil makan, kami mengobrol santai tentang betapa serunya konser tadi. Kami membahas momen-momen menarik seperti saat kami harus menyeimbangkan diri di tanah yang semakin licin atau ketika ada penonton yang nekat melepas sepatunya agar lebih bebas melompat di tengah keramaian. Suasana di sekitar masih ramai, banyak orang yang juga menikmati makanan sambil bercerita tentang pengalaman mereka selama konser.

Setelah perut terisi dan badan sedikit lebih hangat, kami memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di sekitar area konser sebelum pulang. Beberapa stand masih buka, menjual merchandise dari band yang tampil malam itu.

Saya sempat tergoda untuk membeli kaos sebagai kenang-kenangan, tetapi akhirnya hanya melihat-lihat karena antriannya cukup panjang. Kami juga melihat beberapa orang yang masih asyik berfoto di beberapa sudut venue, mengabadikan momen mereka sebelum benar-benar meninggalkan tempat.

Perjalanan pulang terasa lebih santai. Kami basah kuyup, baju penuh lumpur, dan suara hampir habis. Tapi tidak ada rasa menyesal sedikit pun. Di perjalanan, kami terus membahas bagian-bagian terbaik dari konser, mencoba mengingat setlist yang dimainkan, dan bahkan sudah mulai merencanakan konser berikutnya yang ingin kami datangi.***

Ahmad Dzakwan At-Taqy
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media

 

Pentingnya Waspada Tanpa Panik: Menanggapi Penemuan Virus HMPV di Indonesia

0

Bogordaily.net – Pada akhir Januari 2025, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan laporan penemuan virus HMPV (Human Metapneumovirus) yang ditemukan di beberapa wilayah negara ini.

Kabar tersebut tentu saja memunculkan kekhawatiran, mengingat virus ini diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Namun, yang perlu digaris bawahi adalah, meskipun HMPV ini telah ditemukan di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan agar masyarakat tidak panik. Lantas, bagaimana sebaiknya kita menyikapi temuan ini?

Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa HMPV bukanlah virus yang asing di dunia kesehatan. Virus ini sebenarnya sudah ada dan terdeteksi di banyak negara sejak tahun 2001.

Di luar Indonesia, HMPV telah menyebabkan infeksi pernapasan pada berbagai kelompok usia, tetapi penyebarannya cenderung terbatas dan tidak sebesar virus-virus lain seperti influenza atau COVID-19.

Oleh karena itu, meskipun virus ini hadir di Indonesia, kita tidak perlu langsung merasa ketakutan yang berlebihan.

Penjelasan dari Kemenkes yang meminta masyarakat untuk tidak panik adalah sebuah langkah yang sangat bijak.

Keterbukaan informasi mengenai penemuan virus ini penting agar masyarakat tahu fakta yang ada dan tidak terjebak dalam rumor atau desas-desus yang menambah kepanikan.

Dalam situasi seperti ini, informasi yang jelas, akurat, dan tepat waktu sangat dibutuhkan agar kita bisa menjaga kewaspadaan tanpa terjebak dalam ketakutan yang tidak berdasar.

Virus HMPV memang dapat menyebabkan gejala serupa dengan flu biasa, seperti batuk, pilek, dan demam.

Pada beberapa kasus, terutama pada anak-anak dan lansia, infeksi ini bisa menjadi lebih serius dan memerlukan perhatian medis.

Namun, seperti yang telah diingatkan oleh pihak kesehatan, penanganan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengerti bahwa penanganan terhadap virus ini sama seperti infeksi saluran pernapasan pada umumnya.

Tidak perlu ada reaksi berlebihan, tetapi juga tidak boleh lengah dalam menjaga kesehatan. Penting juga untuk memperhatikan bagaimana kita bisa mengurangi penyebaran virus ini.

Meski penularan HMPV tidak secepat atau seintensif COVID-19, namun tetap perlu diwaspadai karena virus ini menyebar melalui droplet atau tetesan cairan tubuh yang keluar ketika seseorang batuk atau bersin.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan, memakai masker jika sedang tidak sehat, dan menghindari kerumunan orang banyak tetap menjadi langkah pencegahan yang sangat efektif.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan oleh pemerintah dan tenaga medis.

Hal ini akan sangat membantu dalam menekan penyebaran virus dan menjaga agar jumlah kasus tidak berkembang menjadi masalah besar.

Pemerintah harus terus memberikan edukasi yang jelas mengenai gejala HMPV, langkah pencegahan, dan apa yang harus dilakukan jika terinfeksi.

Dengan informasi yang tepat, kita bisa menjaga kewaspadaan, tetapi tanpa perlu terjebak dalam ketakutan yang berlebihan.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, kita sebagai masyarakat perlu bersikap bijak. Waspada itu perlu, tetapi panik tidak akan menyelesaikan masalah.

Kita harus percaya pada kemampuan tenaga medis dan pemerintah untuk mengendalikan situasi ini.

Kewaspadaan dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan tetap menjadi kunci agar kita bisa mengurangi dampak dari penularan virus HMPV.

Kesimpulannya, meskipun penemuan virus HMPV di Indonesia perlu mendapat perhatian, kita tidak perlu terperangkap dalam ketakutan.

Alih-alih panik, mari kita tingkatkan kewaspadaan dan patuhi semua langkah pencegahan yang disarankan oleh pihak berwenang.

Dengan demikian, kita bisa menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain tanpa harus cemas berlebihan.***

Viosela Meytriana Situmorang

 

Menguak Masalah dan Solusi Ketidakmerataan Makan Siang Gratis

0

Bogordaily.net – Presiden dan Wakil Presiden terpilih yaitu dituntutSubianto-Gibran Rakabuming Raka, resmi dilantik pada 20 Oktober 2024. Dengan terpilih presiden serta wakil Presiden tersebut, tentunya mereka wajib menjalankan visi dan misi yang sudah mereka janjikan saat kampanye.

Mereka dituntut melaksanakan semua program kerja. Satu program kerja yang paling menyita perhatian public adalah, program kerja makan siang gratis untuk seluruh siswa di Indonesia.

Program Kerja pertama yang dilakukan setelah Prabowo-Gibran, dipilih menjadi presiden dan wakil presiden RI yaitu, program makan siang gratis untuk siswa di Indonesia .

Program makan siang gratis ini dibuat untuk tercapainya peningkatan ataupun perbaikan gizi anak- anak, khususnya yang masih bersekolah.

Pemerintah menilai, saat ini masih banyak anak-anak memgalami ekurangan gizi, atau ketidak seimbangan dalam pola makan yang sehat. Akibatnya pertumbuhan si anak terganggu.

Kekurangan gizi serta vitamin, membuat anak tidak bisa fokus saat menjalani aktifitas belajar. Parahnya lagi banyak anak mengalami stunting. Karena itu program tersebut dibuat untuk kemajuan anak bangsa kedepan.

Sejauh ini program makan siang di beberapa tempat berjalan lancar, baik di kota maupun di daerah-daerah lain. Meski begitu masih terdapat sejumlah sekolah yang sampai saat ini, belum mengecap program makan siang gratis. Sebaiknya program makan siang gratis, difokuskan terlebih dahulu kepada daerah- daerah pelosok, yang sekiranya mereka benar-benar membutuhkan makanan yang bergizi contohnya seperti Papua.

Sebenarnya mereka lah yang membutuhkan makan bergizi seperti itu. Seharusnya pemerintah memperhatikan hal kecil seperti itu, jika mengalami kesulitan pada pendistribusian karena jarak, seharusnya pemerintah cepat mencari jalan keluar yang terbaik agar program kerja ini sampai di tangan yang benar-benar membutuhkan nya.

Dan juga pemilihan kepengurusan yang bertanggung jawab untuk menjadi pengurus makan siang gratis setiap sekolah juga banyak yang tidak merata atau tidak menjalankan tugas sesuai Amanah , adanya banyak permasalahan disitu seperti tidak merata porsi makanan setiap anak, banyak juga pengurus yang malah membungkus makanannya untuk dibawa pulang ke rumah mereka dan pada akhirnya porsi makan setiap anak ataupun jatah setiap anak nya pun tidak merata dari sini pemerintah harus melakukan sistem pengawasan yang ketat sehingga tidak ada oknum-oknum yang seperti itu lagi karena dari permasalah kecil itu akan berimbas besar pada program kerja yang sedang berlangsung dan juga memperhatikan pendistribusian makanan yang seharusnya sudah memenuhi kriteria perbaikan gizi yang baik.

Program makan siang gratis ini menjadi salah satu program yang paling menarik dalam program kerja yang diberikan oleh presiden dan wakil presiden terpilih ,sebab program ini dilakukan dengan tujuan yang baik untuk rakyat Indonesia lebih maju dan sejahtera, namun para rakyat masih banyak yang memperdebatkan program kerja ini dilihat bagaimana cara mereka mengimplementasikan program makan siang gratis ini dengan dana yang cukup banyak dan mereka banyak mempertanyakan atau pun memperdebatkan dari mana pendanaan sebanyak itu apakah merugikan negara atau tidak dan ini yang akan menjadi tantangan besar bagi APBN bagaimana pendanaan berjalan dengan baik tanpa harus merugikan banyak hal ataupun banyak orang.

Walaupun dengan pengeluaran yang cukup besar , pemerintah harus merencanakan atau membuat anggaran baru yang lebih realistis demi keberlanjutan masa dari program kerja itu sendiri yaitu program makan siang gratis, dengan memperhatikan Kembali anggaran yang dibutuhkan , lalu sumber pendanaan yang jelas dari mana dan juga diimplementasikan secara bertahap sehingga tidak menjadi beban yang besar untuk negara, dan juga hal tersebut perlu dilakukan demi program ini berjalan lebih efektif.

Karena bisa dilihat visi misinya dari program kerja ini sudah cukup baik untuk anak-anak bangsa Indonesia kedepannya , jadi alangkah lebih baiknya program ini berjalan lebih lama walaupun sedikit demi sedikit namun pastinya program ini sangat bermanfaat bagi banyak orang terutama bagi orang yang benar-benar membutuhkan nya , dan pemerintahan harus lebih memperhatikan harus memulai dimana dan diutamakan ke daerah-daerah terpelosok yang memang disana harus dilakukan perbaikan gizi.

Syarifah Noor Zahwa dari Sekolah Vokasi IPB

Introvert di Stray Kids Dominate Jakarta: Sebuah Pengalaman yang Tak Terlupakan

0

Bogordaily.net – Stray Kids adalah salah satu band K-Pop yang berhasil menarik perhatian saya. Lagu-lagu yang catchy dan penuh semangat berhasil membuat mereka menjadi Top 5 Artist di playlist saya.

Momen pertama kali pergi ke konser untuk berjumpa dengan Stray Kids secara langsung menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Konser K-Pop adalah sebuah pengalaman baru yang mendebarkan bagi seorang introvert. Apalagi, jika sebelumnya tidak punya pengalaman pergi ke tempat ramai sendirian.

Untung saja, saya ditemani keluarga saya yang akan singgah ke Stasiun Pasar Minggu. Namun, selanjutnya saya harus pergi ke venue konser, Indonesia Arena, seorang diri.

Suasana di Luar Venue
Jam menunjukkan pukul 16.00 sore. Sebenarnya, sudah agak terlalu sore untuk berangkat ke venue pada waktu ini, sebab saya belum menukar tiket dan penonton juga sudah diperbolehkan masuk ke dalam aula konser.

Setelah berpisah jalan dengan keluarga di Pasar Minggu, saya memesan taxi online ke Indonesia Arena.

Suasana Jakarta sedikit mendung sejak siang. Sebagai antisipasi, saya sudah menyediakan payung dan jas hujan untuk dipakai jika hujan di luar venue.

Namun, untungnya hujan tidak turun di sore itu. Langit juga perlahan menjadi cerah saat di perjalanan.

Jalan raya pada sore itu sangat padat. Mungkin karena arus kendaraan yang ramai menuju Gelora Bung Karno dan sekitarnya.

Untungnya, saya berhasil sampai tepat waktu ke Indonesia Arena, setelah sekitar 45 menit bergelut dengan kemacetan.

Sesampainya di Indonesia Arena, kami sudah disambut dengan banner wajah-wajah anggota Stray Kids yang berukuran raksasa.

Dekorasi yang meriah juga terpasang di tiap sudut jalan, seperti balon udara dan light stick ‘nachimbong’ berukuran raksasa. Ada banyak Stay, panggilan untuk fans Stray Kids, yang menyempatkan diri untuk berfoto di banner dan dekorasi di luar aula.

Salah satu hal unik yang saya perhatikan selama berada di luar aula konser adalah kekompakan dress code yang dikenakan oleh Stay.

Hampir keseluruhan Stay menggunakan pakaian dengan tone warna yang sama, yaitu merah dan hitam, termasuk saya sendiri.

Sebelum masuk ke aula, saya menukarkan e-tiket terlebih dahulu. Letak tempat penukaran tiket terbilang cukup jauh dari tempat drop-off dan aula konser.

Ternyata, tempat penukaran tiket sudah sangat sepi, sebab penonton yang lain sudah menukarkannya pada siang hari dan di hari sebelumnya.

Tidak sampai lima menit, proses penukaran e-tiket selesai. Saya mendapatkan gelang tiket dan sebuah poster sebagai merchandise.

Selesai penukaran tiket, saya bergegas ke aula konser. Di depan aula, ada beberapa petugas yang mengecek tas dan barang bawaan penonton. Setelah itu, saya langsung masuk ke gedung.

View dari Cat 5
Letak tempat duduk di Cat 5 membuat saya harus naik eskalator ke lantai empat. Setelah berjalan sedikit, akhirnya saya masuk ke aula konser. Sudah ada banyak Stay di sana, sebab saya datang sedikit terlambat.

Saya terkesima dengan view panggung dari lantai atas. Meskipun tempat duduk saya terbilang cukup tinggi, namun masih bisa melihat suasana di panggung dengan jelas dan tidak terlalu jauh. Bahkan, kami juga bisa mengintip view di balik big screen.

Sambil menunggu konser dimulai, saya berbincang dengan Stay di sebelah saya. Ternyata, dia juga datang ke sini sendirian. Kami pun saling bertukar pengalaman awal mula mengenal Stray Kids.

Bertemu dengan Stray Kids
Pukul 18.00, light stick kami sudah terhubung dengan Bluetooth, sehingga semua light stick di aula berubah warna menjadi merah terang. Di pukul 19.00, suara musik mulai mengeras, VCR di big screen mulai ditayangkan.

Saat itu juga, anggota Stray Kids keluar dari balik layar disambut riuh rendah Stay. Stray Kids mulai membawakan lagu-lagu hits-nya sebagai pembuka konser, seperti Mountains, Thunderous, dan JJAM.

Setelah itu, satu persatu member memperkenalkan diri dengan Bahasa Indonesia. Kemudian, pertunjukan kembali dilanjutkan dengan penampilan solo setiap member.
Ada sekitar 35 lagu yang ditampilkan oleh Stray Kids di konser kali ini.

Setlist lagu di DominATE Tour cukup banyak, terdiri dari lagu-lagu populer Stray Kids yang dari album terbaru sampai yang paling lama.

Selama konser, para Stay merekam fancam sambil ikut bernyanyi. Bahkan, ada salah satu member—Han Jisung—yang terdiam karena mendengar nyanyian Stay Indonesia yang begitu kencang, seakan hafal dengan semua lirik lagu.

Twilight dan Bintang-bintang
Bagian konser terfavorit menurut saya adalah pada saat penampilan lagu Twilight. Pada saat member mulai menyanyikan lagu, Stay mengangkat light stick dan menyalakan senter di ponsel masing-masing.

Suasana di dalam aula berubah menjadi seperti penuh dengan Bintang-bintang, sesuai dengan judul lagu yang dibawakan.

Selain itu, bagian terfavorit saya yang lainnya adalah ketika penampilan video fan project. Fanbase Stay Union Indonesia memutar video pendek tentang keseharian Stay di Indonesia, yang menjalankan kehidupannya dengan Stray Kids sebagai inspirasinya.

Suasana di Indonesia Arena berubah menjadi haru. Para member juga mengaku tersentuh dengan effort Stay Indonesia.

Aint No Last Step Out

Sebelum konser berakhir, para anggota Stray Kids menyampaikan Kesan dan pesan untuk Stay Indonesia. Kim Seungmin mengatakan bahwa Stay Indonesia adalah main vocal-nya Stay sedunia, karena Stay Indonesia yang paling semangat ketika menyanyikan lagu selama konser.

“Hati-hati ya, pulangnya!” Seungmin berpesan pada kami dengan Bahasa Indonesia yang fasih. Para Stay pun serempak menjawab “Iya!”

Instrumental I Like It pun mulai dimainkan. Setelah itu, ada beberapa lagu yang dimainkan, seperti Chk Chk Boom Festival Version, Stray Kids, dan Haven sebagai lagu-lagu penutup konser, sebelum akhirnya lampu venue benar-benar menyala pada pukul 11.00 tepat. Malam itu, menjadi malam yang paling tak terlupakan. Terima kasih, Stray Kids!***

Salma Dhiyayl Haq
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

 

Perjalanan Menuju Rawa Gede: Menangkap Keindahan Alam dalam Lensa MPKMB 60 IPB

0

Bogordaily.net – Saat itu, menuju puncak acara MPKMB IPB 60 saya mengikuti salah satu perlombaan yang diadakan oleh acara tersebut, yaitu fotografi keindahan alam, sesuai dengan ketertarikan saya dalam dunia fotografi.

Tentu saya tak akan melewati kesempatan ini untuk mendapatkan penghargaan serta pengalaman lebih banyak lagi mengenai fotografi, batas tenggat pengumpulan hasil foto/karya tersisa 7 hari lagi alias seminggu setelah saya mendaftar, bukan waktu yang lama untuk segera mengeksekusi perlombaan ini dengan baik.

Menyadari waktu yang cukup singkat disitu saya segera mencari referensi serta memperkirakan foto alam seperti apa agar dapat menghasilkan sebuah foto yang nikmat dipandang.

Berbeda daripada foto alam seperti pada biasanya, karena saya tinggal di Bogor tentu saya manfaatkan lokasi sekitar untuk efisiensi waktu mengingat Bogor memiliki segudang wisata alam yang sangat indah, didampingi ayah saya yang mengetahui hampir seluruh destinasi wisata di Bogor akhirnya terdapat satu lokasi yang menarik perhatian saya.

Ayah saya memberikan beberapa rekomendasi hingga pada akhirnya saya tertuju dengan suatu lokasi bernama “Rawa Gede Kabupaten Bogor” kenapa lokasi ini menarik perhatian saya dibandingkan wisata lainnya? Karena lokasi ini memiliki perbedaan suasana alam yang cukup jarang ada di destinasi wisata lainnya, tentu dengan rasa yakin dan pede saya untuk bisa memenangkan perlombaan ini saya akan berkunjung ke tempat tersebut.

Mempersiapkan beragam peralatan untuk keperluan fotografi, sebelum menuju ke Rawa Gede saya mencari-cari referensi terkait informasi lebih detail mengenai lokasi tersebut.

Melihat di beberapa sumber internet dari beberapa pengunjung yang sudah pernah mendokumentasikan tempat itu terdapat apa saja, ini sudah menjadi kebiasaan saya jika ingin mengabadikan sebuah momen dengan survey dahulu.

Tak lama mengetahui beragam detail mengenai lokasi tersebut saya langsung membuat simulasi (semacam Storyboard). Tujuan dibuatnya Storyboard ini untuk persiapan sebelum menuju lokasi agar dapat mengetahui apa saja yang akan dijepret, angle position, dan komposisi foto tersebut.

Setelah mempersiapkan segala keperluan dan mematangkan konsep simulasi, langkah selanjutnya adalah tentu saja tidur dahulu agar esok hari bisa melakukan perjalanan dengan sehat jasmani dan rohani karena sangat jauh dari rumah.

Memasuki keesokan harinya saya tinggal mempersiapkan diri lalu langsung berangkat ke lokasi tersebut, Maps menunjukan estimasi perjalanan 58 menit ya anggaplah 1 jam perjalanan menggunakan sepeda motor, jarak dari rumah sekitar 33 KM.

Perjalanan kali ini saya akan menggunakan sepeda motor saja karena sudah cukup untuk mempersingkat durasi perjalanan dan mudah untuk berhenti beristirahat (kalau pakai mobil lebih lama 1 jam lagi dan jalan yang sempit) dan akhirnya dimulailah perjalanan saya menuju Rawa Gede.

Singkat perjalanan saya sudah menempuh perjalanan sebanyak 27 KM tanpa henti pada pukul 08.00, sedangkan saya berangkat pukul 07.10 an, dimana disini saya berhenti sejenak melipir ke suatu warung kopi yang memiliki pemandangan pesawahan yang sangat asri sekali.

Sembari minum kopi dan gorengan, saya ambil kesempatan untuk mengabadikan momen lingkungan sekitar menggunakan Fujifilm XT-10 Kit 16-50MM (Kamera saya) sebagai bahan tambahan foto-foto untuk pemanasan sebelum saya sampai dilokasi utama.

Singkat cerita setelah menghabiskan kopi dan beberapa gorengan saya melanjutkan perjalanan ini kembali, sisa jarak yang ditempuh sekitar 6 KM lagi meski terasa dekat namun medan dari jalan yang dilewati cukup menantang menggunakan motor saya yang kecil ini, dari jalan yang cukup sempit, penuh bebatuan yang tajam, becek dan bahkan lumpur sisa hujan kemarin.

Sungguh perjuangan yang luar biasa dengan rasa badan yang pegal-pegal hingga akhirnya saya sampai di destinasi wisata Rawa Gede Kabupaten Bogor.

Sampai di lokasi saya memakirkan motor diparkiran lalu membayar tiket seharga 25 Ribu tidak pakai lama saya langsung memasuki gerbang utama yang terdapat tulisan besar “Rawa Gede” setelah melewati gerbang utama tersebut disinilah mungkin mata kalian akan disuguhi oleh beragam pemandangan yang sangat memanjakan mata.

Sungguh luar biasa rasa lelah selama perjalanan terasa terbayarkan oleh pemandangan yang sangat amat asri, minim polusi dan suara alam yang terasa sangat damai dibandingkan ruwetnya perkotaan, duduk sebentar di sebuah gazebo yang sudah disediakan untuk beristirahat sejenak mempersiapkan apa yang akan dilakukan pertama kali disini.

Uniknya, sejauh mata kita memandang terdapat beberapa pemandangan yang unik, di sisi kiri tempat ini terdapat hamparan rumput hijau yang luas sekali.

Di depan gazebo terlihat jelas sebuah danau alami yang sangat amat luas dan sepertinya cukup dalam untuk menampung ikan paus, di sisi kanan terlihat sebuah hamparan bebatuan dengan jembatan buatan untuk menyebrang ke semacam warung-warung untuk mencari makan dan terdapat curug kecil juga, waktu menunjukan sekitar pukul 09.00 dimana hawa terasa cukup dingin dan berkabut.

Memanfaatkan waktu yang cukup aman untuk mengabadikan momen ini saya langsung mengeluarkan kamera saya untuk menjepret beberapa sekian foto yang sudah dipersiapkan simulasinya sedari kemarin.

Singkat cerita sudah sekian puluh banyak foto yang sudah saya dokumentasikan sampai terasa cukup lelah berkeliling tempat yang sangat luas ini.

Akhirnya saya memutuskan tuk kembali ke gazebo untuk memesan indomie dan minuman, Memikirkan tempat ini rasanya saya kesini tidak hanya untuk kebutuhan lomba tapi juga seperti untuk Refreshing ulang otak saya yang sudah cukup mumet ini tinggal diperkotaan.

Tak lama saya harus segera pulang untuk mengolah foto ini untuk persiapan pengumpulan hasil karya saya yang hampir saja melewati batas tenggat, lanjut di hari H MPKMB 60 IPB, foto saya memasuki nominasi 10 foto terbaik saja.

Meski tidak juara 1, 2 maupun 3 (yang hasil foto sang juara bagi saya kurang baik dari segi komposisi fotografi) saya tetap bersyukur dan tidak menyesal telah datang ke Rawa Gede, karena telah memberikan rasa relaksasi bagi saya sendiri yang sangat berkesan.***

Oleh: Abiya Rafa, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Film Dokumenter, Jejak Narasi dan Realitas Pembentukan Opini Publik

0

Bogordaily.net – Di tengah riuhnya informasi dan gempuran hiburan, film dokumenter tampil sebagai pesan unik yang memiliki kekuatan untuk merajut benang-benang realitas, menyajikannya dalam bentuk visual yang memukau, dan pada akhirnya, memengaruhi opini publik. film dokumenter adalah cermin yang merefleksikan kompleksitas masyarakat, tantangan yang dihadapi, dan harapan. Ia adalah suara bagi mereka yang tak terdengar, pengungkap kebenaran yang terabaikan, dan pemicu perubahan yang berkelanjutan.

Sebuah Perjalanan Panjang
Sejarah film dokumenter adalah kisah tentang evolusi teknologi dan perubahan sosial yang saling berkaitan. Dimulai dari rekaman-rekaman singkat peristiwa sehari-hari di awal abad ke-20, film dokumenter telah menempuh perjalanan panjang dan berliku untuk mencapai bentuknya yang beragam dan kompleks saat ini.

Di masa-masa awal, film dokumenter seringkali berfungsi sebagai catatan faktual, merekam pemandangan dan kejadian tanpa banyak narasi atau interpretasi. Namun, seiring berjalannya waktu, para pembuat film mulai bereksperimen dengan teknik-teknik baru dan mengembangkan pendekatan yang lebih subjektif.

Era propaganda pada pertengahan abad ke-20 menjadi titik balik, di mana film dokumenter digunakan secara luas sebagai alat untuk memengaruhi opini publik dan memobilisasi dukungan untuk perang dan ideologi politik.

Munculnya Cinema Verite dan Direct Cinema pada tahun 1960-an menandai pergeseran menuju gaya yang lebih observasional dan kurang intervensi, dengan fokus pada merekam realitas sebagaimana adanya.

Saat ini, film dokumenter modern telah mencapai tingkat keragaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan berbagai genre, gaya, dan topik yang mencerminkan kompleksitas dunia kita.

Film Dokumenter: Membangun Kesadaran Sosial Melalui Kisah dan Fakta
Salah satu kontribusi paling signifikan dari film dokumenter adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting yang seringkali luput dari perhatian media arus utama.

Melalui kombinasi riset mendalam, wawancara yang kuat, dan narasi visual yang memukau, film dokumenter dapat membuka mata kita terhadap realitas yang kompleks dan menantang, serta memicu empati dan pemahaman yang lebih mendalam.

Contohnya, “An Inconvenient Truth” (2006) bukan hanya sekadar film dokumenter, tetapi sebuah fenomena global yang mengubah cara kita berpikir tentang perubahan iklim.

Dengan presentasi yang lugas dan data yang meyakinkan, Al Gore berhasil menyampaikan pesan yang mendesak tentang bahaya pemanasan global dan perlunya tindakan segera.

Film ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memobilisasi gerakan lingkungan di seluruh dunia.

“Blackfish” (2013) juga memberikan dampak yang luar biasa, mengungkap perlakuan kejam terhadap paus orca di taman hiburan laut dan memicu gelombang protes yang memaksa SeaWorld untuk mengubah praktik bisnisnya.

Film ini adalah bukti kekuatan film dokumenter untuk mempengaruhi industri dan mendorong perubahan kebijakan.

“The Act of Killing” (2012) menawarkan perspektif yang sangat berbeda, tetapi sama-sama menggugah. Dengan meminta para pelaku pembantaian massal di Indonesia untuk merekonstruksi kejahatan mereka, Joshua Oppenheimer menciptakan film yang mengerikan dan menantang, memaksa kita untuk mempertanyakan sifat kekerasan dan tanggung jawab.

Film ini memicu perdebatan nasional yang penting tentang sejarah Indonesia dan warisan kekerasan yang terus menghantui negara tersebut.

“Citizenfour” (2014) membawa kita ke jantung salah satu kebocoran informasi paling signifikan dalam sejarah, mendokumentasikan pertemuan rahasia antara Laura Poitras dan Edward Snowden. Film ini tidak hanya mengungkap program pengawasan massal pemerintah AS, tetapi juga memicu perdebatan global tentang privasi, keamanan nasional, dan kebebasan sipil.

Film dokumenter juga berperan penting dalam mempromosikan pemahaman lintas budaya dan toleransi. Dengan menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan dan budaya yang berbeda, film dokumenter dapat membantu kita untuk mengatasi prasangka dan stereotip, serta membangun jembatan antar kelompok masyarakat.

Film-film tentang pengungsi, imigran, dan kelompok minoritas seringkali memberikan perspektif yang manusiawi dan menggugah, membantu kita untuk memahami perjuangan dan harapan mereka.

Kekuatan Narasi Visual: Menggugah Emosi, Membentuk Opini
Efektivitas film dokumenter sebagai alat untuk memengaruhi opini publik tidak hanya terletak pada informasi faktual yang disajikannya, tetapi juga pada kemampuannya untuk memanfaatkan kekuatan narasi visual.

Melalui penggunaan gambar, suara, musik, dan editing yang cermat, film dokumenter dapat menciptakan pengalaman yang mendalam dan menggugah bagi penonton, membangkitkan emosi yang kuat dan memicu refleksi yang mendalam.

Narasi visual yang efektif dapat membantu penonton untuk terhubung secara pribadi dengan isu-isu yang disajikan dalam film. Dengan melihat wajah-wajah orang yang terkena dampak langsung oleh masalah tertentu, kita dapat merasakan empati dan kepedulian yang lebih besar.

Film dokumenter yang berhasil menggugah emosi penonton cenderung lebih efektif dalam mengubah sikap dan perilaku mereka. Emosi seperti kesedihan, kemarahan, harapan, dan inspirasi dapat memotivasi kita untuk bertindak dan membuat perubahan positif dalam hidup kita dan di dunia sekitar kita.

Namun, penting untuk diingat bahwa narasi visual juga dapat dimanipulasi untuk tujuan propaganda atau disinformasi. Oleh karena itu, penting bagi penonton untuk bersikap kritis dan analitis terhadap film dokumenter, mempertimbangkan sumber informasi, perspektif pembuat film, dan konteks sosial dan politik di mana film tersebut ditayangkan.

Tantangan dan Tanggung Jawab di Era Digital
Di era digital, film dokumenter menghadapi tantangan baru dan kompleks. Meskipun platform streaming dan media sosial telah membuka peluang baru untuk distribusi dan jangkauan, film dokumenter juga harus bersaing dengan banjir informasi dan hiburan yang konstan.

Selain itu, algoritma platform media sosial dapat membatasi paparan penonton terhadap perspektif yang beragam, menciptakan filter bubble yang memperkuat keyakinan yang sudah ada.

Dalam konteks ini, penting bagi para pembuat film dokumenter untuk menjunjung tinggi standar etika dan profesionalisme yang tinggi. Mereka harus memastikan bahwa informasi yang disajikan akurat, seimbang, dan adil, serta menghindari manipulasi emosi dan propaganda.

Penonton juga memiliki tanggung jawab untuk bersikap kritis dan memverifikasi informasi dari berbagai sumber, serta mencari perspektif yang beragam untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Kesimpulan
Film dokumenter memiliki potensi besar untuk memengaruhi opini publik dan mendorong perubahan sosial. Dengan meningkatkan kesadaran tentang isu-isu penting, mempromosikan pemahaman lintas budaya, dan menggunakan narasi visual yang kuat, film dokumenter dapat menjadi kekuatan yang luar biasa untuk kebaikan.

Namun, efektivitas film dokumenter bergantung pada kualitas film, kredibilitas sumber informasi, dan kemampuan penonton untuk berpikir kritis dan analitis. Di era digital yang penuh dengan informasi dan disinformasi, film dokumenter yang bertanggung jawab dan berwawasan memiliki peran yang semakin penting dalam membentuk dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Muhamad Azka Haitami
Mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Perjalanan Mudik Lebih Nyaman, Bayar Tol Pakai BRIZZI!

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat dalam rangka menyambut momen mudik dan Hari Raya Idulfitri 1446 H.

BRI melalui kartu elektronik BRIZZI menghadirkan solusi pembayaran non-tunai yang praktis untuk berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk mempermudah transaksi selama perjalanan mudik.

Direktur Retail Funding and Distribution BRI Andrijanto menyampaikan bahwa BRIZZI memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalani perjalanan mudik.

“BRI memahami tingginya mobilitas masyarakat dan peningkatan volume kendaraan selama mudik Lebaran. Untuk itu, BRIZZI diharapkan menjadi solusi praktis yang mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, termasuk dalam pembayaran tarif tol, sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efisien,” ujarnya.

Untuk memudahkan pengisian saldo BRIZZI, BRI menghadirkan beragam kanal top-up yang mudah diakses. Pengguna dapat mengisi saldo melalui ATM BRI, AgenBRILink, dan EDC BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Agar lebih mudah, top-up BRIZZI dapat dilakukan melalui super apps BRImo. Pengguna cukup menempelkan kartu BRIZZI ke ponsel yang mendukung fitur NFC (Near Field Communication) untuk pengisian saldo secara instan dan praktis. Selain itu, top-up juga tersedia di platform e-commerce seperti Blibli dan Shopee, serta melalui aplikasi pembayaran digital seperti Dana.

Untuk kemudahan di tingkat ritel, pengisian saldo dapat dilakukan di Indomaret, Alfamart, Alfamidi, dan Dandan. Tak hanya itu, layanan top-up juga tersedia di sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) seperti Bank Jateng dan Bank Kalsel.

Andrijanto menambahkan bahwa mudik adalah momen berharga bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

“BRI memahami bahwa setiap perjalanan mudik membawa harapan untuk bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang tercinta. Dengan kemudahan top-up BRIZZI melalui berbagai kanal, BRI ingin senantiasa membersamai masyarakat dalam setiap langkah perjalanan, sehingga momen kebersamaan di kampung halaman dapat dinikmati dengan lebih tenang dan lancar,” jelasnya.

Sebagai bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses keuangan digital dan mendorong transaksi digital, BRIZZI berperan penting dalam mempermudah transaksi masyarakat.

Hingga akhir Desember 2024, lebih dari 24 juta kartu BRIZZI telah digunakan, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap solusi pembayaran non-tunai yang praktis dan andal.

BRIZZI tidak hanya menawarkan kemudahan dalam setiap transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital yang didorong oleh BRI.

Dengan akses top-up yang luas dan praktis, BRIZZI hadir untuk terus membersamai masyarakat dalam setiap perjalanan, memberikan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman.***

DPRD Kota Bogor Bersama PWI Kota Bogor Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor mendukung terselenggaranya acara buka puasa bersama (bukber) sekaligus santunan untuk ratusan anak yatim dan dhuafa dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke 79, yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor, Selasa (18/3/2025)

Pada acara yang digelar di Mako PWI Kota Bogor, hadir Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, Wakil Ketua I, M. Rusli Prihatevy, Wakil Ketua II, Zenal Abidin, Wakil Ketua III, Dadang Iskandar Danubrata, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima, Anggota Komisi I, Asep Nadzarullah dan Anggota Komisi IV, Tri Riyanto Andhika Putra.

Pada acara tersebut, Adityawarman menyampaikan apresiasinya kepada PWI Kota Bogor sebagai pilar keempat demokrasi yang sudah menjadi mitra strategis bagi DPRD dalam membangun Kota Bogor dan menyajikan informasi kepada masyarakat.

“DPRD mengapresiasi PWI yang sudah menjadi jembatan pemerintah dan masyarakat dengan memberikan informasi yang berimbang dan akurat. Menjadi pilar keempat demokrasi,” kata Adit.

Selain itu, Adityawarman juga mengajak kepada seluruh insan pers dan anggota PWI Kota Bogor untuk saling bergandengan tangan demi pembangunan Kota Bogor yang berkelanjutan.

DPRD Kota Bogor Bersama PWI Kota Bogor Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

“Tentu saja berbagai hal tidak bisa diselesaikan sendirian, kita harus bergandengan tangan. Pemkot bogor, DPRD dan masyarakat untuk bisa berbarengan,” ungkap Adit.

Dilokasi yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy, menyampaikan bahwa dengan banyaknya kegiatan yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor. Maka DPRD Kota Bogor akan memperjuangkan PWI Kota Bogor bisa mendapatkan dana hibah.

Hal ini bertujuan untuk menjadi pondasi kegiatan PWI Kota Bogor yang telah disusun berdasarkan rencana kerja (renja).

“Sehingga setiap kegiatan positif yang diinisiasi oleh PWI Kota Bogor bisa mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Kota Bogor,” jelas Rusli.

Dalam kegiatan bertajuk “Jalin Silaturahmi dan Kolaborasi, PWI Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci” itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini, Korwil PWI Jawa Barat Danang Donoroso, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Kota Bogor Jenal Abidin, perwakilan Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini mengaku bangga melihat kekompakan dan kebersamaan yang dilakukan oleh PWI Kota Bogor, sehingga kegiatan yang sangat mulia ini bisa berlangsung dengan baik. Pihaknya juga mengaku akan selalu memberi dukungan terhadap kegaiatan PWI.

“Saya pun mengajak kepada semua baik itu pemerintah kota Bogor maupun DPRD Kota Bogor untuk berkolaborasi, bersinergi dalam membangun Jawa Barat, khusus Kota Bogor yang juga merupakan daerah pemilihan saya hingga terpilih di DPRD Jawa Barat,” ungkapnya.

Fetty juga turut mendoakan dengan bertambahnya usia PWI Kota Bogor yang kini ke-79 bisa makin matang dan bisa semakin dewasa, serta profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Di tengah bulan suci Romadhon itu menjadi hari yang istimewa, semoga di bulan suci ini apa yang menjadi cita-cita kita bersama dapat dikabulkan Allah SWT. Apalagi di tengah acara ini kita mengundang banyak anak yatim dan dhuafa sebanyak 200 anak. Tetap kritis dan konstruktif serta selalu menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, maka kita jadikan sinergi ini sebagai kekuatan dalam membangun Kota Bogor yang lebih baik,” jelasnya.

Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, bahwa kegiatan santunan ini sangatlah penting, sebab di bulan yang penuh berkah ini memang seharusnya insan manusia untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

“Sehingga dengan adanya buka puasa bersama yang diawali santunan anak yatim, kami dari Pemerintah Kota Bogor sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Kami do’akan apa yang sudah diberikan, harta yang kita sisihkan untuk anak-anak yatim ini menjadi pahala bagi kita semua,” ucap Jenal Mutaqin saat memberi sambutan di kegiatan bukber dan santunan anak yatim di Sekretariat PWI Kota Bogor.

Dia pun menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Bogor Dedie A Rachim tidak bisa hadir, beliau harus menghadiri kegiatan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) guna membahas persoalan jalan amblas di Batutulis. Ia meminta kepada semua pihak, terlebih kepada para penguna jalan dan masyarakat sekitar untuk bersabar.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini pun mengungkapkan bahwa para pengurus PWI Kota Bogor ini bukan siapa-siapa lagi, karena selama dia di DPRD dan setiap ada kegiatan di PWI dirinya selalu hadir, sehingga baginya para pengurus PWI sudah menjadi saudara, sahabat dan teman yang selalu hadir membantu menyampaikan program-program DPRD kepada masyarakat malalui pemberitaan.

“Makanya saya tegaskan kepada Ketua PWI Kota Bogor kang Aldo, meski saya sekarang berada di Pemerintah Kota Bogor, saya masih sama dengan yang dulu, tidak berubah, dan saya selalu hadir di setiap kegiatan PWI Kota Bogor. Apalagi tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat tepat, yaitu menjalin silaturahmi dan kolaborasi,” ujarnya.

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama Anggota DPRD Jawa Barat Fetty Anggraenidini yang jauh telah menyempatkan diri untuk datang menghadiri buka puasa bersama dan santunan anak yatim.

Pria yang akrab disapa Aldo itu menuturkan, sebetulnya kegiatan santunan ini awalnya hanya memprioritaskan anak-anak yatim yang orang tuanya berprofesi wartawan. Namun dengan dukungan dari semua pihak, mulai dari Pemkot Bogor, DPRD dan mitra strategis yang selama ini bersinergi membuat PWI bukan hanya memprioritaskan anak wartawan, tetapi masyarakat umum lainnya dapat diundang untuk sama-sama diberi perhatian.

“Sehingga tahun ini kami dapat mengundang sebanyak 200 anak yatim. Kita beri kebahagiaan, kita beri senyuman di bulan yang penuh berkah ini. Untuk itu, sekali lagi saya sampai banyak terima kasih kepada semua pihak yang sudah mensupport sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Aldo.***