Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 840

Sakit Hati Membawa Ke Kawah Ratu

0

Oleh: Irenne Grace Sahatmaida Sibatuara (J0401231192), Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Jam satu subuh lewat empat puluh menit, notifikasi handphone saya berbunyi. Rafilza, teman baik saya di kuliah, mengirimkan pesan berisi harga tiket one day trip kawah ratu.

Murah, hanya Rp120.000 tapi sudah dapat Tiket Simaksi, Tiket Canar, ⁠⁠Coffee, Makan siang & Snack, Gas Port, ⁠⁠Leaflet, Refill Air Minum, ⁠⁠Guide, dan Kebersihan.

Pertamanya saya tidak tertarik karena saya tidak pernah memiliki pengalaman tracking, disisi lain, ibu saya yang mudah khawatir terhadap keselamatan anak nya pasti tidak akan mengizinkan saya.

Selang beberapa hari, Rafilza mengirimkan kembali broadcast yang sama, ia menanyakan ulang apakah ada yang mau ikut atau tidak karena pendaftarannya sudah mau ditutup.

Ia sedikit memaksa setidaknya 1-3 orang di geng kami ikut trip ini agar ia bisa mendapatkan sponsorship dari penyedia trip ini.

“Eh ini ada yang mau ikut lagi gak, ayo napa ikut bantuin gw, gw lagi nyari sponsor nih, ada target yang harus dipenuhi” ujarnya dalam beberapa bubble chat.

Melihat kondisinya yang butuh bantuan dan kondisi saya yang sedang sakit hati karena baru saja putus cinta membuat saya berpikir, apakah ini saat yang tepat untuk mencoba hal yang baru?

Saya mulai menanyakan beberapa hal kepada Rafilza, yang kemudian ia mengarahkan untuk menanyakannya saja secara langsung kepada kontak yang tertera. Saya pun segera menghubungi pihak terkait.

Setelah berbincang dan merasa cocok, ia menanyakan apakah saya mahasiswa dari Fakultas Sekolah Vokasi IPB. Sontak saya menjawab “Iya kak, saya anak komunikasi angkatan 60” lalu ia menjawab “Kalau anak Vokasi bisa dapet diskon nih, ajak lagi ya temen-temennya”.

Saya agak kaget karena pihak penyelenggara ini merupakan kakak tingkat saya, bahkan kami berasal dari jurusan yang sama.

Pada akhirnya, h-5 keberangkatan, saya menerima ajakan tersebut dan untungnya mengantongi izin dari mama saya, setelah dua hari mencoba meyakini beliau – padahal saya sudah hampir nekat.

Saya langsung membayar uang pendaftaran dan tak lama dimasukkan ke dalam grup WhatsApp sebagai tempat untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rombongan yang jumlahnya 8 orang itu.

Empat orang dari tim penyelenggara, saya, Rafilza, dan dua orang teman seangkatan yang sampai sekarang hanya saya ingat wajah dan bukan namanya.

Tak lama terdengar beberapa notifikasi masuk, ternyata admin mengirimkan peraturan yang perlu kami taati selama tracking nanti beserta list barang bawaan. Setelah pesan itu sampai, mulailah kami bertanya mengenai informasi lainnya.

Selain pertanyaan, muncul juga perasaan tidak sabar agar trip ini segera dilaksanakan.

Fast forward ke h-1 keberangkatan, saya menghubungi Rafilza dan menanyakan apa yang dia bawa.

Maklum, ini kali pertama saya tracking, jadi saya mau samaan dengan Rafilza agar merasa aman.

Kali pertama tracking dan saya sudah telat untuk berkumpul, seharusnya jam 7 teng saya sudah berapa di kampus, tapi karena begadang meratapi hubungan yang terpaksa selesai membuat saya sampai kesiangan.

Akhirnya saya minta jumpa tengah saja untuk mempersingkat waktu, lebih tepatnya halte sebelum lampu merah Yasmin, Bogor.

Setelah bertemu, kami langsung menancapkan gas motor kami. Selama perjalanan, saya berbincang dengan rafilza yang sudah pindah motor setelah kami jumpa tengah tadi.

“Ge, liat tangan gw dah” panggil Rafilza kepada saya yang sedang fokus mengemudi. “Kenapa emang?”, ucap saya sambil mencoba melihat tangannya yang dibalut beberapa handsaplas.

“Digigit kucing kaka gw kemarin malam” ucapnya sambil tersenyum bangga. Saya sampai tidak bisa berkata-kata, sebentar lagi kita akan berada di alam liar, sekali lagi, alam liar dan bisa-bisanya dia memaksakan keadaannya untuk sebuah sponsor, tapi yang namanya musibah tidak ada yang tahu kapan datang.

Jadi saya hanya bisa merespon dengan menyuruhnya untuk sangat berhati-hati. Setelah setengah jam berjalan, kami sudah mulai masuk ke dalam pemukiman warga.

Saya sendiri tidak tahu semua nama daerah yang kami lewati karena saya hanya mengikuti motor yang berada di depan saya. Jika ia berbelok ke kiri, saya ikut. Jika ia berbelok ke kanan, saya ikut, dan saat mereka berhenti karena salah satu rombongan kami perlu ke toilet juga saya ikut berhenti.

Angin yang menyentuh kulit kami terasa semakin dingin, medan yang kami lalui juga mulai menanjak dan berkelok, menandakan bahwa kami sudah masuk ke area gunung.

Setelah satu setengah jam dari tempat kami kumpul tengah tadi, akhirnya sampai juga di pos masuk. Kami disuruh berhenti dan membayar.

Setidaknya itu yang saya analisis karena kami disuruh berhenti dan seperti tidak diperbolehkan untuk masuk, entah karena alasan apa.

Tak lama kami dipersilahkan masuk dan kemudian rombongan kami bertambah 1 orang, sekarang kami bersembilan.

Ia bergabung di pos yang tadi untuk memandu kami masuk ke tempat yang lebih tinggi lagi. Perjalanan sempat terhenti sebentar karena kami ingin melihat burung elang yang sedang terbang masuk ke arah jalan yang kami ingin lalui juga.

Setelah sepuluh menit lainnya berlalu, akhirnya kami sampai di tempat penitipan motor, kami segera berkumpul dan mendapatkan pengarahan.

Saat mulai menanjak kami diberikan ucapan selamat datang oleh palang yang dibuat seadanya dari bambu yang diikat dengan beberapa tali berserat.

Untuk perjalanan awal ini, masih mudah untuk dijalani, saya rasa ini karena energi kami yang masih penuh dan jalan yang rapi susunan batunya. Setelah lima belas menit berjalan, akhirnya kami mencapai tempat bertuliskan “Camp Canar”.

Kami diarahkan untuk beristirahat sambil memakan snack. Kami menunggu cukup lama, sekitar satu jam.

Saya menanyakan mengapa kami harus menunggu terlebih dahulu, ternyata kami harus menunggu 3 orang lainnya, yaitu navigator, swiper, dan logistik untuk trip ini.

Setelah mereka bertiga datang, perjalanan di mulai. Jam 11 siang, kami meninggalkan Camp Canar sambil dipandu oleh Ka Wisnu sebagai Navigator.

Selama perjalanan menanjak kami banyak berbincang, namun karena saya berada di barisan belakang, saya kebanyakan berbicara dengan swiper dan logistik, ka Danang dan Ka Talia.

Saya menanyakan banyak hal saat perjalanan, dan dengan baik mereka selalu menjawab. Setelah setengah jam berlalu akhirnya kami sampai juga di pos satu. Senang sekali rasanya menyampai pos satu, kami berhenti sejenak untuk berswafoto.

Di track menuju ke pos satu tidak ada yang spesial menurut saya. Jalannya masih berbatu dan belum ada medan yang sulit, namun ada kejadian unik yaitu salah satu orang tadi rombongan kami terjatuh karena tidak berhati hati.

Alih-alih langsung menolong, kami tertawa dulu sebentar karena dari awal menanjak, sudah kami peringati berulang kali agar tidak pecicilan. Kami melanjutkan perjalanan kami menuju pos dua.

Medan kali ini terasa lebih sulit dan menantang. Kami di dengan jalanan yang mulai licin, sayangnya saya menggunakan sepatu olahraga, bukan sepatu gunung seperti yang disarankan. Hal ini membuat saya hampir jatuh beberapa kali.

Namun, berbekal dahan pohon yang lumayan kokoh saya berhasil tidak jatuh. Kami melewati beberapa kubangan air, ada yang tingginya kurang semata kaki sehingga kami perlu memasukkan beberapa dahan pohon agar sepatu kami tidak tenggelam, tapi ada yang hanya genangan air biasa.

Para crew biasanya akan membantu kami untuk melewati medan tersebut dengan memegang tangan kami, biasanya mereka akan melalui medan yang sulit terlebih dahulu lalu untuk memastikan keselamatan kami.

Sangat aman rasanya diperlakukan seperti itu, saya yang tengah patah hati ini jadi melamun. Saya berpikir dan berkata kepada diri sendiri bahwasanya tidak akan mau mempunyai kekasih yang mempunyai side job open trip seperti ini. Karena nanti dia akan melakukan kontak fisik dengan orang lain.

Membayangkannya membuat saya menjadi sedikit melow dan kesal. Tapi saya rasa itu berlebihan, lagi pula apa yang akan mereka lakukan, bukan? Saya segera kembali fokus dan memandangi keadaan sekitar.

Trip kali ini saya harus fokus kepada diri sendiri, bukan percintaan. Setelah sekitar 40 menit di jalan, akhirnya kami sampai di post dua, sama seperti di pos sebelumnya, kami kembali mengambil swafoto.

Tak terasa kami sudah berjalan selama lebih dari satu jam, nonstop. Lelah mulai mengejar, akhirnya setelah 20 menit berjalan dari pos, kami memutuskan untuk berhenti untuk mengisi tenaga.

Persis di samping kami ada sungai kecil dengan deras arus yang agak tinggi, sungainya agak bertingkat sehigga kita dapat melihat seperti air terjun berukuran sangat mini, mungkin tinggi dataran satu ke lainnya hanya sekitar 1 meter.

Kami melanjutkan perjalanan sambil diberikan edukasi oleh pemandu kami mengenai berbagai flora dan fauna yang kamu temui sampai tiba-tiba ada orang yang berjalan dengan sangat cepat bahkan sedikit berlari ke arah kami.

“Akhirnya sampai juga” ucap Ka Danang (Swiper yang posisinya paling belakang). Orang Tersebut langsung menuju ke Ka Wisnu yang berada di paling depan, layaknya seorang navigator.

Perhatian pun diberhentikan sebentar untuk menyambutnya dan beristirahat sejenak. Orang tersebut memperkenalkan dirinya, namanya Eben dan merupakan alumni dari program studi ekowisata, seharusnya ia yang memandu acara ini namun ternyata dia tidak dapat datang tepat waktu.

Saya adalah penikmat suara-suara alam, salah satunya suara air mengalir, ini untuk membantu saya relax saat saya merasa cemas.

Kesukaan saya terhadap suara air ini membuat istirahat kali ini menjadi sangat menyenangkan.

Saat istirahat ini, kami berjumpa dengan beberapa pendaki lain, ada satu rombongan yang menyita perhatian saya, mereka menyapa kami dengan “semangat-semangat, bentar lagi sampe.”

Sontak kami tertawa dan menjawab salam mereka dengan mengucapkan hati-hati. Kami segera melanjutkan perjalanan kami menuju puncak. Medan yang sekarang, lebih rumit lagi.

Kami harus agak memanjatkan kaki kami diantara beberapa akar pohon, kami juga perlu melangkahi beberapa dahan pohon besar yang tumbang, namun semuanya kami lalui bukan dengan ketakutan. Kami semua malah merasa semakin tertantang dan bersemangat.

Menuju pos ketiga ini, pakaian kami para pendaki pemula mulai terlihat semakin kotor dan basah karena lumpur keringat, namun hal ini bukan lah menjadi penghambat.

Kami juga menemukan feses babi hutan yang didalamnya terdapat beberapa bagian tubuh hewan lain, seperti kuku. Kata ka Eben, kalau speerti ini artinya kita harus berdoa agar tidak bertemu dengan babi hutan tersebut, tapi menurut pernyataannya kami juga tidak akan berpapasan karena pasti babi hutan tersebut akan masuk ke dalam hutan dan menjauhi manusia.

Kami melanjutkan perjalanan kami, setelah sekitar 30 menit kami berjalan, kami sudah sampai di post tiga, namin disini kami sudah tidak melanjutkan tradisi swafoto kami lagi, karena medan yang kami memang semakin sulit, kalau tadi kami seakan naik terus, kali ini kami naik-turun.

Ada beberapa medan juga yang perlu kami lompati bahkan ada yang mengharuskan sepatu kami terendam aliran air. Walaupun kaki rasanya aneh, dingin dan segarnya air tersebut membuat saya ingin membenamkan kaki selama mungkin.

Setelah postiga, saya mulai benar-benar tidak memperdulikan berapa lama kami berjalan karena selama perjalanan kami kerap diberikan dukungan mental seperti “ayo semangat diatas ada indomaret” atau “ayo semangat, itu puncaknya sebentar lagi” akhirnya terpatri di pikiran saya bahwa memang sebentar lagi sampai, walaupun sebenarnya ini benar-benar omong kosong, dari pos 3 kami harus berjalan sekitar 30 menit lagi untuk bisa melihat asap-asap panas dari kawah ratu tersebut.

Akhirnya kami sampai di “Titik Kumpul” Begitulah tertulis di palang yang kami baca. Akhirnya kami sampai di Kawah Ratu yang kami tuju itu.

Di atas kami tidak terlalu lama, mungkin hanya sekitar 20 atau 30 menit karena waktu sudah menunjukkan waktu hampir jam 3 sore, sehingga kami harus turun.Diatas kami hanya berfoto di tulisan kawah ratu dan tinggi mdplny, melihat air di kawah ratu yang mendidih, serta membersihkan sepatu di sungai yang mengalir karena semua isi sepatu saya adalah lumpur dengan campuran kerikil.

Saya melihat ada anak kecil disana, hal ini membuat saya sangat kagum karena keberaniannya.

Menurut ka Wisnu, dulu banyak orang yang sengaja membawa telur mentah untuk nantinya direbus di kawah kecil yang berisi air mendidih bersumber dari kawah. Namun, hal ini sudah dilarang karena dapat membahayakan pengunjung.

Setelah sudah puas menikmati kawah ratu, kami akhirnya pulang dan saat perjalanan pulang benar-benar tidak ada yang spesial atau yang berkesan. Hanya satu, yaitu salah satu kakak tingkat saya ada yang jatuh karena tidak menggunakan sepatu yang proper dan terpeleset saat mencoba melewati kubangan lumpur.

Hal ini membuat kakinya sangat sakit dan ia menahan kesakitan sampai kami tiba kembali di Camp Canar.

Setelah sampai kami buru-buru mengganti baju dan makan. Setelah sudah siap, kami kembali turun untuk ke tempat parkiran motor. Kakak tingkat yang tadi terjatuh, menyatakan tidak sanggup untuk membaca motor, sehingga formasi duduk kami harus diubah.

Selain daripada itu, Rafilza, teman saya berangkat, akan kembali ke kota. Sedangkan saya akan kembali ke cibinong. Kebetulan dia rumahnya di sentul, jadi masih setidaknya searah dengan saya. Selama di perjalanan, saya hanya berpikir untuk cepat-cepat sampai rumah dan tidur.

Selama di perjalanan, saya hanya sedikit mengobrol dengannya. Setelah melewati pertigaan Yasmin, ia menepuk pundak saya mengatakan bahwa ia akan turun di halte bus depan tugu anti Narkoba. Ia berkata bahwa ia akan melanjutkan perjalanan menggunakan mobil online.

Saya yang memang kecapean, langsung mengiyakan permintaannya tersebut. Saya melanjutkan perjalanan kurang lebih 30 menit dari saya menurunkan kak itu. Sesampainya di rumah saya langsung menyalam ibu saya yang ternyata menunggu kepulangan saya.

Saya langusng masuk ke dalam kamar untuk membersihkan semua hal. Setelah mandi, ternyata saya sudah tidak punya tenaga untuk membereskan tas dan sepatu saya yang kotor.

Akhirnya saya tertidur pulas dan bangun di kemudian hari dengan kondisi kaki yang terasa pegal. Sekian cerita perjalanan saya ke kawah ratu yang diinisiasi karena perasaan sakit hati setelah putus cinta dan keinginan saya untuk fokus kepada diri sendiri serta cara saya membantu teman agar beliau dapat mendapatkan uang sponsorship untuk projek yang sedang dikerjakannya.***

Arti Selebrasi Ole Romeny Tangan di Dagu, Viral Usai Cetak Gol ke Gawang Australia

0

Bogordaily.net – Arti selebrasi Ole Romeny tangan di dagu menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.

Selebrasi unik ini dilakukan oleh penyerang naturalisasi Timnas Indonesia setelah berhasil mencetak gol ke gawang Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 5-1 bagi Garuda.

Diketahui, laga antara Australia vs Indonesia pada Kamis (20/3) lalu memang meninggalkan kesan mendalam bagi para suporter.

Meski harus mengakui keunggulan tuan rumah, performa Timnas Indonesia tetap menunjukkan semangat juang tinggi.

Ole Romeny, yang baru saja menjalani sumpah kewarganegaraan pada Februari 2025, sukses mencetak gol di menit ke-78 setelah menerima umpan matang dari Kevin Diks.

Gol ini menjadi gol debutnya bersama Timnas Indonesia, yang tentu saja memberikan kebanggaan tersendiri bagi dirinya dan para pendukung Garuda.

Namun, yang lebih menarik perhatian publik bukan hanya golnya, tetapi juga selebrasi yang ia lakukan.

Arti selebrasi Ole Romeny tangan di dagu rupanya merupakan bentuk apresiasi kepada suporter Timnas Indonesia yang terus mendukung tim meski mengalami kekalahan.

Aksi ini langsung menjadi viral di media sosial, dengan banyak netizen yang penasaran mengenai makna di balik gestur tersebut.

Menurut beberapa sumber yang mengulas makna selebrasi ini, gerakan tangan di dagu yang diarahkan ke tribun suporter melambangkan kepercayaan diri dan penghormatan kepada para pendukung.

Hal ini diperkuat dengan komentar warganet di media sosial yang mengapresiasi penampilan Ole Romeny sebagai pemain yang tangguh, cerdas, dan memiliki teknik tinggi.

Beberapa bahkan menyebutnya sebagai tandem sempurna bagi Ragnar Oratmangoen, mengingat kombinasi keduanya yang kerap menciptakan peluang berbahaya.

Meski hasil akhir pertandingan tidak berpihak kepada Indonesia, momen gol Ole Romeny tetap menjadi secercah harapan bagi Timnas Garuda.

Arti selebrasi Ole Romeny tangan di dagu pun semakin mempererat hubungan antara pemain dan suporter, yang terus memberikan dukungan tanpa henti.

Dengan semangat juang yang tinggi dan adaptasi cepat di skuad, Romeny diharapkan bisa menjadi salah satu andalan Timnas Indonesia di laga-laga mendatang.***

Bantuan Bansos PKH 2025 Cair! Cek Jadwal dan Cara Pencairannya di Sini

0

Bogordaily.net – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan bansos PKH 2025 untuk masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin dan rentan dengan memberikan dukungan di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Pada bulan Maret 2025, penyaluran bansos PKH memasuki tahap pertama, di mana keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kategori yang telah ditentukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Untuk memastikan apakah Anda termasuk penerima bantuan bansos PKH 2025, pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kemensos menyediakan dua metode praktis untuk mengecek status penerima, yaitu melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh melalui Google Play Store.

Dengan dua cara ini, masyarakat dapat dengan mudah mengecek apakah mereka berhak menerima bantuan dan mengetahui jadwal pencairannya.

Cara Mengecek Penerima Bantuan Bansos PKH 2025 Melalui Aplikasi Cek Bansos

Salah satu cara paling praktis untuk mengecek penerima bansos PKH 2025 adalah dengan menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang telah disediakan oleh Kemensos. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Google Play Store.
  • Buka aplikasi dan berikan izin akses lokasi jika diminta.
  • Login dengan memasukkan username dan password. Jika belum memiliki akun, pilih “Buat Akun Baru” dan isi data yang diperlukan.
  • Masukkan informasi pribadi seperti NIK, nama lengkap sesuai KTP, alamat, nomor KK, serta email atau nomor telepon yang aktif.
  • Unggah foto KTP dan swafoto dengan KTP sebagai bukti verifikasi.
  • Setelah berhasil login, pilih menu “Cek Bansos” dan masukkan NIK untuk melihat status penerimaan bantuan.

Jika terdaftar sebagai penerima bansos, aplikasi akan menampilkan informasi lengkap mengenai jenis bantuan yang diterima dan status pencairannya.

Jadwal dan Besaran Bantuan Bansos PKH 2025

Bantuan sosial PKH disalurkan dalam empat tahap sepanjang tahun, yaitu:

  • Tahap 1: Januari – Maret
  • Tahap 2: April – Juni
  • Tahap 3: Juli – September
  • Tahap 4: Oktober – Desember

Berikut adalah rincian jumlah bantuan PKH 2025 yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat berdasarkan kategori:

  • Ibu hamil dan anak balita: Rp3 juta per tahun atau Rp750 ribu per tahap
  • Siswa SD: Rp900 ribu per tahun atau Rp225 ribu per tahap
  • Siswa SMP: Rp1,5 juta per tahun atau Rp375 ribu per tahap
  • Siswa SMA: Rp2 juta per tahun atau Rp500 ribu per tahap
  • Lansia (60 tahun ke atas) dan penyandang disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun atau Rp600 ribu per tahap

Bantuan ini akan langsung ditransfer ke rekening penerima melalui bank-bank Himbara, yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan BTN. Selain itu, pencairan juga dapat dilakukan melalui Kantor Pos sesuai dengan ketentuan dari Kemensos.

Cara Mengajukan Bantuan Bansos PKH 2025 Jika Tidak Terdaftar

Jika seseorang merasa memenuhi kriteria namun namanya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan, mereka bisa mengajukan permohonan melalui kantor desa atau kelurahan setempat.

Pengajuan ini akan diverifikasi oleh Dinas Sosial daerah untuk memastikan apakah pemohon layak masuk dalam daftar penerima PKH berdasarkan DTKS.

Bantuan sosial ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membantu keluarga miskin dan rentan agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Dengan adanya bantuan bansos PKH 2025, diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, terutama dalam aspek kesehatan dan pendidikan anak-anak penerima manfaat.***

Sosok Cella dalam Video Calla Pramuka yang Viral? Ini Fakta dan Spekulasinya

0

Bogordaily.net – Belakangan ini, netizen ramai membahas sosok Cella dalam video Calla Pramuka yang viral di TikTok.

Video tersebut menampilkan seorang perempuan berparas cantik mengenakan seragam pramuka, yang kemudian menjadi sorotan hingga memicu berbagai spekulasi.

Banyak yang penasaran dengan identitas asli Cella, apakah ia seorang selebgram, konten kreator baru, atau hanya sosok biasa yang tanpa sengaja menjadi terkenal.

Dari Video Biasa Jadi Fenomena Viral

Awalnya, video ini hanya menampilkan seorang perempuan yang tampak santai di depan kamera dengan seragam pramuka.

Namun, dalam hitungan hari, unggahan tersebut menyebar luas setelah dibagikan oleh akun TikTok @cellasukasosis. Banyak warganet yang mulai menelusuri lebih jauh tentang sosok Cella dalam video Calla Pramuka yang viral, termasuk mencari akun media sosialnya, asal daerahnya, hingga tujuan pembuatan video tersebut.

Beberapa spekulasi bahkan menyebut bahwa video ini pertama kali diunggah oleh mantan kekasih Cella, meskipun belum ada bukti yang menguatkan klaim tersebut.

Ketenaran yang mendadak ini justru mengundang kontroversi. Sebagian netizen mempertanyakan apakah video tersebut benar-benar hanya konten biasa atau memiliki unsur yang lebih dalam sehingga menarik begitu banyak perhatian.

Ada pula yang menduga bahwa viralnya video ini merupakan bagian dari strategi media sosial untuk mendongkrak popularitas seseorang.

Identitas Sosok Cella Masih Misterius

Meski popularitasnya terus meningkat, identitas sosok Cella dalam video Calla Pramuka yang viral masih menjadi teka-teki. Tidak ada informasi valid mengenai nama lengkapnya, asal daerahnya, atau akun media sosial resminya.

Beberapa warganet mengklaim bahwa Cella berasal dari Bandung, tetapi belum ada konfirmasi yang bisa membuktikan hal tersebut.

Maraknya akun-akun palsu yang mengatasnamakan dirinya semakin membuat pencarian informasi ini menjadi sulit.

Kehebohan yang terjadi di media sosial ini mengingatkan kita bahwa viralitas di internet bisa terjadi secara tiba-tiba, bahkan tanpa disengaja oleh sang pemeran dalam video.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan, dan misteri mengenai siapa sebenarnya Cella masih terus berlanjut.

Untuk itu, netizen diimbau agar lebih bijak dalam menyebarkan informasi serta tidak mudah percaya dengan klaim yang belum terbukti kebenarannya.***

Biografi Ida Farida, STP, MSc, Profesional di Industri Pangan dengan Pengalaman Global

0

Bogordaily.net – Industri pangan memainkan peran krusial dalam kehidupan manusia, tidak hanya dalam memastikan ketersediaan makanan tetapi juga dalam menjaga kualitas dan keamanannya.

Di balik layar, ada para profesional yang berdedikasi dalam mengembangkan produk, mengawasi mutu, serta memastikan standar keamanan pangan terpenuhi. Salah satu sosok yang telah mendedikasikan dirinya di bidang ini adalah Ida Farida, STP, MSc.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Ida telah berkarier di berbagai perusahaan besar, baik nasional maupun internasional, serta terjun langsung dalam proyek pengembangan agribisnis bersama The World Bank. Tak hanya itu, ia juga membagikan ilmunya sebagai dosen praktisi di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB).

Awal Perjalanan: Dari Teknologi Pangan hingga Magang di Unilever

Lahir pada 24 April 1979 di Jakarta, Ida Farida menunjukkan ketertarikan pada dunia ilmu pengetahuan dan teknologi sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil jurusan Teknologi Pangan.

Ketertarikannya pada industri ini semakin berkembang saat ia menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Unilever Indonesia. Selama tiga bulan magang, Ida tidak hanya mempelajari sistem kerja perusahaan multinasional tetapi juga mendapatkan kesempatan menyusun skripsinya di sana.

Pengalamannya di Unilever memberikan pemahaman mendalam tentang pengolahan pangan, pengendalian mutu, serta standar industri yang ketat.

Menjelajahi Dunia Jurnalistik Sebelum Kembali ke Industri Pangan

Setelah lulus dari IPB, Ida mendapat tawaran kerja di divisi _Research and Development_ (R&D) Unilever. Namun, sebelum terjun ke dunia industri, ia ingin mengeksplorasi bidang lain terlebih dahulu. Keinginannya untuk mencoba hal baru membawanya ke dunia jurnalistik, di mana ia sempat bekerja sebagai reporter.

Meskipun dunia media menarik dan penuh tantangan, Ida menyadari bahwa _passion_ utamanya tetap di industri pangan. Dengan kesadaran itu, ia kembali ke jalur yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Mengawali Karier di Industri Pangan: Tripper Nature dan Kraft Foods

Pada tahun 2002, Ida memulai perjalanan profesionalnya di PT Tripper Nature, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan rempah-rempah. Ia menjabat sebagai _Quality and Product Development Specialist_, bertanggung jawab atas:

– Menjaga standar kualitas produk
– Mengembangkan inovasi dalam pemrosesan rempah-rempah
– Menerapkan sistem manajemen mutu berbasis standar keamanan pangan global

Setelah hampir dua tahun di Tripper Nature, Ida mencari tantangan baru. Pada akhir 2003, ia bergabung dengan Kraft Foods International, salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia, sebagai _Quality Assurance Specialist_.

Di Kraft Foods, Ida semakin memahami bagaimana perusahaan multinasional mengelola sistem keamanan pangan dengan struktur kerja yang lebih terorganisir dibandingkan perusahaan lokal. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam kariernya di dunia industri pangan.

Pengalaman Berharga di The World Bank: Terjun Langsung ke Masyarakat

Dari berbagai posisi yang pernah diembannya, pengalaman bekerja sama dengan The World Bank dalam proyek pengembangan agribisnis menjadi yang paling berkesan bagi Ida. Berbeda dari industri pangan yang berorientasi pada produksi dan distribusi, proyek ini membawanya langsung ke masyarakat, memahami kondisi riil para petani dan pelaku usaha di sektor agribisnis.

Di sinilah ia melihat secara langsung tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan akses ke teknologi hingga rendahnya pemahaman mengenai standar keamanan pangan.

Pengalaman ini membuka wawasannya bahwa industri pangan tidak hanya sebatas produksi di pabrik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar terhadap kehidupan masyarakat.

Lanjut S2 ke University of Reading UK melalui Beasiswa Chevening

Setelah mengemban karirnya di The World Bank, ia melanjutkan studinya di University of Reading UK melalui beasiswa Chevening, program beasiswa penuh dari pemerintah Inggris untuk studi pascasarjana (S2) di Inggris. Di sana ia mengambil jurusan _Food Economy and Marketing_ karena ia ingin memahami _food marketing_ sekaligus juga teknologi prosesnya.

Hanya dibutuhkan 1 tahun untuk menyelesaikan S2 di sana karena ia mengaku kuliahnya pun cukup padat. “Mau sambil bekerja pun sepertinya sulit.”_ ujarnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan bahwa kuliah di dalam dan di luar negeri hampir tidak memiliki perbedaan, hanya saja salah satu hal yang menguntungkan dengan menempuh pendidikan di luar negeri adalah menambah _networking_ yang cukup luas.

Bekerja di Industri Food Service

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Inggris, Ida melanjutkan kariernya di industri makanan, khususnya di bidang _Food Service_. Ia bergabung dengan PT Aerofood Indonesia, perusahaan yang masih menjadi bagian dari grup PT Garuda Indonesia, yang bergerak di layanan katering penerbangan.

Ida menghabiskan hampir 13 tahun di PT Aerofood dan telah menduduki berbagai posisi strategis selama di sana, mulai dari _Quality Assurance, Product Development, hingga Project Development_. Jabatan terakhir yang diembannya adalah _Senior Manager Corporate QAHSE (Quality Assurance, Health, Safety, and Environment)._

Menjadi Dosen Praktisi: Berbagi Ilmu untuk Generasi Muda

Sejak 2021, Ida juga berkontribusi dalam dunia akademik sebagai dosen praktisi di Sekolah Vokasi IPB. Ia mengajar mata kuliah seperti:

– Sanitasi dan Higiene
– Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP)
– Pengembangan Produk Baru dan Pemasaran

Visi ke Depan: Membawa Kebermanfaatan bagi Masyarakat

Bagi Ida, keberhasilan bukan hanya tentang posisi atau jabatan, tetapi sejauh mana ia bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

”Tidak menutup kemungkinan mungkin nanti saya akan mempunyai usaha sendiri, mempekerjakan orang lain, dan membawa kebermanfaatan untuk masyarakat luas.”

Kesimpulan

Perjalanan karier Ida Farida adalah bukti bahwa eksplorasi dan pengalaman beragam dapat membentuk profesional yang lebih matang.

Dari magang di Unilever, mencoba dunia jurnalistik, bekerja di berbagai perusahaan pangan multinasional, terjun ke masyarakat bersama The World Bank, melanjutkan pendidikan di UK melalui beasiswa Chevening, pindah jalur ke _Food Service_, sehingga menjadi dosen praktisi di IPB.

Ida telah mengukir jejak sebagai profesional yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kini, dengan segudang pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, Ida terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi industri pangan dan generasi muda yang ingin meniti karier di bidang ini.***

“Peran Media Sosial dan Media Massa dalam Membentuk Persepsi Publik dan Menyebarkan Hoaks tentang Kebakaran LA”

0

Oleh: Revan Khaira Ramadhan
(J0401231045), Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Di tengah arus informasi digital saat ini, media sosial dan media massa memiliki peran yang sangat menentukan dalam menyampaikan berita dan membentuk opini masyarakat.

Peristiwa kebakaran yang terjadi di Los Angeles (LA) menjadi contoh nyata bagaimana informasi, baik yang akurat maupun yang keliru, dapat dengan cepat tersebar dan mempengaruhi pandangan publik.

Sementara media massa tradisional berupaya menyajikan data yang telah terverifikasi melalui proses jurnalistik yang ketat, media sosial cenderung memberikan ruang bagi penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi, bahkan hoaks.

Artikel ini bertujuan untuk menelaah peran kedua jenis media tersebut dalam konteks kebakaran LA, dengan mengkaji mekanisme agenda-setting dan framing yang mempengaruhi opini publik.

Analisis yang disajikan mengacu pada studi literatur dari berbagai sumber terpercaya, antara lain jurnal “Jurnal Komunikasi Indonesia”, buku Media Sosial dan Pembentukan Opini Publik (Andi, 2020) serta Media Massa dalam Era Digital (Sutaryo, 2021), dan juga dilengkapi dengan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kajian literasi digital (Rahmawati, 2021).

Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai dinamika informasi seputar kebakaran LA.

Definisi dan Fungsi Media Sosial serta Media Massa
Media massa tradisional seperti televisi, radio, dan surat kabar telah lama menjadi sumber utama penyebaran informasi dengan sistem editorial yang ketat untuk memastikan keakuratan berita (Sutaryo, 2021).

Sebaliknya, media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram memungkinkan setiap pengguna untuk langsung berbagi informasi secara instan tanpa melalui proses penyaringan yang ketat, sehingga seringkali informasi termasuk hoaks dapat tersebar secara masif (Andi, 2020).

Konteks Peristiwa Kebakaran di LA: Data dan Realitas Lapangan
Kebakaran yang terjadi di wilayah LA telah memicu keresahan tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di tingkat global.

Data yang dihimpun oleh BNPB (2021) menunjukkan bahwa meskipun faktor alam dan kondisi cuaca ekstrem menjadi penyebab utama, muncul pula narasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan campur tangan manusia atau teori konspirasi.

Tingkat kerusakan yang signifikan dan jumlah evakuasi yang meningkat memicu berbagai spekulasi yang kemudian berkembang di ranah media sosial.

Mekanisme Penyebaran Informasi Keliru di Media Sosial
Karakteristik viralitas di media sosial memungkinkan hoaks untuk cepat menyebar.

Penelitian oleh Fauzi (2022) mengungkapkan bahwa informasi tidak akurat seringkali dimulai dari unggahan anonim atau akun-akun yang tidak memiliki reputasi sebagai sumber berita terpercaya.

Algoritma yang mengutamakan konten dengan interaksi tinggi mendorong penyebaran berita yang sensasional, sehingga hoaks seputar kebakaran LA dengan mudah memperoleh jangkauan luas. Selain itu, fenomena “echo chamber” di mana pengguna hanya terpapar pada informasi yang sejalan dengan pandangan mereka menambah kecepatan penyebaran informasi keliru ini.

Peran Strategis Media Massa dalam Menyaring Informasi
Walaupun dihadapkan pada tantangan penyebaran cepat informasi melalui media sosial, media massa tetap memiliki peran penting melalui penerapan prinsip-prinsip jurnalistik profesional.

Proses verifikasi fakta yang dijalankan oleh media massa berfungsi sebagai penyaring yang krusial untuk mencegah masuknya informasi yang tidak benar.

Namun, dalam situasi di mana kecepatan pemberitaan menjadi tekanan tersendiri, beberapa media massa pun tidak luput dari kekeliruan, sehingga peluang munculnya narasi hoaks semakin besar.

Sutaryo (2021) menyarankan agar terjadi sinergi antara media massa dan lembaga pemeriksa fakta untuk memastikan keakuratan informasi yang disampaikan.

Dampak Terhadap Pembentukan Persepsi Publik
Interaksi antara berita resmi dan hoaks menghasilkan kompleksitas dalam pembentukan opini publik.

Informasi yang disampaikan secara akurat oleh media massa mampu menanamkan kepercayaan dan kepastian pada masyarakat. Sebaliknya, informasi keliru yang beredar di media sosial dapat memicu kepanikan, menimbulkan rasa tidak percaya, dan memecah belah pandangan publik.

Survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen (Rahmawati, 2021) menunjukkan bahwa sekitar 40% responden mendapatkan informasi utama mengenai kebakaran LA dari media sosial, yang kemudian berdampak pada sikap mereka terhadap kebijakan penanggulangan bencana.

Media sosial dan media massa memainkan peran krusial dalam membentuk persepsi publik, terutama pada isu-isu krusial seperti kebakaran LA.

Media massa yang mengedepankan verifikasi dan analisis mendalam dapat memberikan informasi yang terpercaya, sementara media sosial kerap menjadi arena penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi dan hoaks.

Dampak dari perbedaan ini cukup signifikan, mengingat informasi keliru dapat menimbulkan keresahan dan polarisasi di masyarakat.

Oleh karena itu, upaya kolaboratif dalam meningkatkan literasi digital, memperkuat sistem pemeriksaan fakta, serta sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat sangat diperlukan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan mampu membentuk opini yang rasional terkait peristiwa-peristiwa kebakaran maupun isu-isu kritis lainnya.***

Korea Selatan Diprediksi Menjadi Negara Pertama yang “Hilang” dari Muka Bumi, Kok Bisa?

0

Oleh: Dwi Rafi Habbibullah, NIM: J0401231115, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Populasi Korea Selatan diperkirakan akan menyusut sepertiganya pada akhir abad ini. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Korea Selatan akan mengalami kehancuran nasional.

The Economic Times melaporkan bahwa hal ini terjadi karena negara tersebut sedang menghadapi krisis demografi yang serius. Angka kelahiran di negara ini terus menurun ke tingkat yang sangat rendah.

Jika tren yang ada saat ini terus berlanjut status salah satu negara dengan angka kelahiran terendah yang dimiliki Korea Selatan tidak akan berubah atau bahkan menjadi lebih parah.

Statistik yang dirilis Badan Korea Selatan pada Rabu (26 Februari 2025) menunjukkan angka kelahiran Korea Selatan pada tahun 2023 turun menjadi 0,72%.

Dibandingkan tahun sebelumnya. Para ahli memperingatkan bahwa populasi Korea Selatan yang berjumlah 51 juta jiwa dapat berkurang setengahnya pada tahun 2100 jika tren yang ada saat ini terus berlanjut, menurut First Post.

Dengan menurunnya angka kelahiran nasional Korea Selatan yang saat ini mencapai rekor terendah, dengan 0,72 anak per wanita menjadikan ini sebuah teren. Tren penurunan ini diperkirakan akan berlanjut lagi tahun ini, dengan 0,6 anak per perempuan.

Krisis demografi ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakpuasan pasangan terhadap kenaikan biaya hidup dan penurunan kualitas hidup.

Pada tahun 2024, survei yang dilakukan oleh Komite Nasional Wanita Korea dan diterbitkan oleh Korea Times menunjukkan bahwa lebih dari tujuh persepuluh penduduk Seoul percaya bahwa melahirkan merupakan beban berat bagi perempuan.

Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat Korea semakin menjauh dari pernikahan dan melahirkan. Di antara 1.000 responden berusia 20-49 tahun, 75,8% menyatakan bahwa melahirkan adalah hal yang sulit bagi perempuan.

Selain itu, melahirkan juga membuat karier wanita menjadi terjeda. Sementara di daerah perkotaan Korea Selatan, banyak perempuan lebih mengutamakan karier mereka.

Di sisi lain, biaya pendidikan anak yang mahal juga menyebabkan responden merasa melahirkan adalah tugas berat bagi perempuan. Selain itu, biaya pendidikan anak yang mahal juga menyebabkan responden merasa melahirkan adalah tugas berat bagi perempuan.

Perlunya Memberikan Waktu Luang
Sebagai warga negara Indonesia yang melihat perkembangan di Korea Selatan, saya merasa prihatin dengan tren penurunan angka kelahiran yang begitu drastis tersebut.

Menurut saya, budaya dan jam kerja yang panjang sering kali menjadi faktor utama mengapa orang memilih childfree. Jika ada keseimbangan yang lebih baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, maka memiliki keluarga tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan akan dianggap sebagai kebahagiaan karena, mereka akan memiliki momen dan lalu merasakan bagaimana bahagianya memiliki seorang anak.

Belajar dari Kebijakan Negara Lain
Salah satu alasan utama masyarakat Korea Selatan tidak mau memiliki anak adalah biaya hidup yang tinggi, jika hal tersebut menjadi salah satu alasannya, maka Korea Selatan bisa mempelajari kebijakan yang dimiliki oleh negara Singapura.

Singapura berhasil meningkatkan angka kelahiran dengan memberikan sebuah bonus tunai kepada pasangan yang memiliki anak. Singapura juga menawarkan tabungan khusus yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan anak.

Masyarakat Korea Selatan juga memiliki kekhawatiran memiliki anak akan mengganggu karier mereka. Menurut saya, jika masyarakat Korea Selatan masih memiliki budaya tersebut maka, pemerintah Korea Selatan perlu mempelajari atau bahkan meniru kebijakan dari negara Belanda.

Di negara Belanda, banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja 4 hari dalam seminggu, sehingga orang tua bisa memiliki lebih banyak waktu untuk anak-anak mereka.

Dengan durasi kerja hanya 29 jam, Belanda memiliki salah satu minggu kerja rata-rata terpendek di dunia. Hal ini sebagian disebabkan oleh undang-undang yang menawarkan hak kepada pekerja untuk memilih jam kerja paruh waktu.

Sementara itu di Prancis, pemerintah menyediakan sistem penitipan anak bersubsidi. Adanya sistem penitipan anak bersubsidi ini membuat orang tua bisa tetap bekerja tanpa harus mengkhawatirkan biaya keperluan sehari-hari yang mahal.

Tempat penitipan anak di Prancis atau biasa disebut crèche dalam Bahasa Prancis memiliki keistimewaan untuk perkembangan anak. Disana anak akan dilatih kemandirian, ketertiban, cara bersosialisasi, dan sistem kebebasan kepada anak yang dimana, dapat meningkatkan kecerdasan dan kemandirian anak.

Menurut saya, krisis demografi yang dihadapi Korea Selatan memerlukan perhatian besar dan tindakan tepat dari pemerintah. Menurunnya angka kelahiran mencerminkan perubahan pola pikir dan prioritas masyarakat yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, ekonomi, dan budaya.

Pemerintah Korea perlu mengambil kebijakan yang meringankan beban pasangan yang ingin memiliki anak, seperti memberikan insentif finansial, dukungan keseimbangan kehidupan kerja, dan layanan sosial yang lebih baik.
Belajar dari pengalaman negara-negara lain yang berhasil mengatasi permasalahan serupa, seperti Singapura, Hongaria, Belanda, dan Perancis, dapat menjadi langkah penting menuju penciptaan lingkungan yang lebih ramah keluarga.

Dengan cara ini, Korea Selatan dapat mengatasi tantangan demografis ini, memastikan keberlanjutan pertumbuhannya, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Pemerintah juga perlu meningkatkan kesadaran dan mengubah cara pandang masyarakat terhadap peran keluarga dalam kehidupan.

Mengembangkan kebijakan yang lebih mendukung peran sebagai orang tua, khususnya orang tua perempuan, akan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di mana mereka dapat mencapai keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga.

Saya yakin, meskipun ini merupakan tantangan besar, melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, krisis ini dapat diatasi dengan baik.***

Bupati Bogor Resmikan Jembatan Rawayan, Akses Megamendung-Cisarua Pulih Pasca Putus Diterjang Banjir Bandang

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meresmikan Jembatan Perintis atau Jembatan Rawayan yang menghubungkan dua wilayah Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua, yang sempat putus akibat bencana alam banjir bandang pada awal Maret 2025.

Peresmian jembatan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bogor pada Jumat, (21/3/25)

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan hari ini ia meresmikan Jembatan Perintis atau Jembatan Rawayan yang rusak akibat bencana alam pada 2 Maret 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari dua minggu, pemerintah daerah Kabupaten Bogor bersama TNI dan pihak swasta, terutama Eiger, telah bekerja keras untuk membangun jembatan ini tanpa menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah. Dukungan dari Eiger sangat berarti dalam menyelesaikan pembangunan jembatan ini.

Rudy Susmanto melanjutkan, meskipun jembatan ini bersifat sementara, jembatan ini akan memudahkan akses bagi masyarakat, terutama yang berada di sekitar Desa Kopo, yang selama ini terdampak karena putusnya akses pendidikan dan ekonomi.

“Jembatan ini dapat digunakan sementara sambil kita menunggu pembangunan jembatan permanen. Kami menargetkan jembatan permanen selesai di tahun 2025 atau maksimal pada 2026. Namun yang terpenting, sebelum Idul Fitri tahun ini, masyarakat sudah dapat menikmati akses yang terhubung,” ungkap Rudy Susmanto.

Rudy Susmanto berharap, dengan selesainya pembangunan Jembatan Perintis Rawayan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sosial di wilayah tersebut.

Kemudian, Dirut Eiger Adventure Land, Imanuel Wirajaya, dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan rasa tergeraknya untuk turut serta dalam pembangunan jembatan tersebut.

Katanya, saat terjadi bencana alam yang menyebabkan jembatan runtuh, ia langsung menghubungi Pak Camat.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk membantu masyarakat sekitar Megamendung, yang kami anggap sebagai bagian dari komunitas yang lebih luas. Kami membangun jembatan ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” kata Imanuel.

Imanuel menambahkan, bahwa jembatan ini lebih dari sekadar infrastruktur fisik.

“Jembatan ini menyambungkan lebih dari sekadar dua tempat, tetapi juga menyambungkan hati masyarakat. Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat yang besar, terutama bagi akses pendidikan dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Camat Megamendung, Ridwan, turut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembangunan jembatan ini.

“Setelah bencana banjir bandang pada 2 dan 3 Maret, kami mulai bekerja sama dengan Eiger dan TNI, serta Polri untuk membangun jembatan ini. Dalam waktu delapan hari, jembatan ini selesai dibangun dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ridwan juga mengapresiasi langkah cepat dari semua pihak yang terlibat, termasuk Eiger Adventure Land yang memberikan bantuan luar biasa.

“Kami berharap, dengan dibukanya jembatan ini, masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lancar, terutama menjelang Idul Fitri,” tambahnya.

Apresiasi disampaikan salah satu warga korban banjir bandang, Atikah mengaku berterimakasih kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran atas terbangunnya jembatan rawayan ini.

“Jembatan sudah jadi sekarang, sangat bermanfaat sekarang, buat warga nyebrang, kebanyakan kan warga cari rezeki nya lewat sini, kalau gak ada jembatan, mereka harus nyebrang kali. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang udah membantu terwujudnya jembatan ini, mudah-mudahan kedepannya jembatan permanen buat masuk kendaraan mobil roda empat bisa segera terbangun,” pujinya.

Peresmian ini juga dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda Kabupaten Bogor dalam hal ini Dandim 0621, Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Kalak BPBD, Forkpimcam Kecamatan Megamendung, para Kades se-Kecamatan Megamendung, serta tokoh masyarakat dan agama setempat yang turut serta dalam mendukung kelancaran proses pembangunan dan peresmian jembatan.***

Lebaran Nyaman dan Transaksi Lancar, BRI Jamin Keandalan E-Channel

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memastikan kesiapan layanan Electronic Channel (E-Channel) untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat menjelang libur panjang periode lebaran Hari Raya Idulfitri 1446 H.

Dengan jaringan layanan terluas di Indonesia, BRI berkomitmen menghadirkan akses layanan keuangan yang andal, aman, dan mudah dijangkau di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Retail Funding & Distribution BRI Andrijanto menegaskan bahwa kesiapan E-Channel menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran transaksi masyarakat di momen Lebaran.

“Lebaran merupakan periode dengan intensitas transaksi yang tinggi, termasuk saat masyarakat melakukan perjalanan mudik. BRI memastikan kehandalan E-Channel untuk mendukung kelancaran transaksi, sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman di mana pun berada. BRI berupaya memastikan seluruh sistem berjalan optimal agar kebutuhan transaksi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Menjelang musim Lebaran dan arus mudik, BRI terus meningkatkan pemanfaatan E-Channel untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat. Hingga Desember 2024, BRI telah menerbitkan lebih dari 4,1 juta QRIS BRI guna mempermudah transaksi digital yang praktis, aman, dan andal untuk masyarakat. Selain itu, lebih dari 330 ribu unit Electronic Data Capture (EDC) telah dioperasikan di berbagai lokasi strategis, memastikan kenyamanan transaksi non-tunai bagi pemudik dan masyarakat yang merayakan Lebaran.

Untuk semakin memperkuat akses layanan keuangan selama periode ini, BRI juga mengoperasikan lebih dari 10 ribu unit Automated Teller Machine (ATM) dan 9 ribu unit Cash Recycling Machine (CRM) yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan ini memastikan ketersediaan layanan transaksi yang mudah diakses, sehingga masyarakat dapat dengan leluasa melakukan penarikan, penyetoran, maupun berbagai transaksi lainnya selama perjalanan mudik dan perayaan Lebaran.

Optimalisasi E-Channel BRI turut didukung oleh jaringan AgenBRILink, yang telah mencapai 1,06 juta agen dan menjangkau lebih dari 67 ribu desa, atau menjangkau lebih dari 80% total desa di Indonesia. Kehadiran & kedekatan AgenBRILink berperan penting untuk lebih mempermudah masyarakat mengakses layanan keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Andrijanto menegaskan bahwa optimalisasi E-Channel tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga bagian dari komitmen layanan BRI untuk mendukung pertumbuhan transaksi digital.

“BRI terus memperkuat infrastruktur E-Channel untuk memastikan layanan yang prima dan berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan transaksi digital dan memperluas inklusi layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh masyarakat,” tegasnya.

BRI memastikan keandalan layanan melalui pemantauan sistem, penguatan keamanan transaksi, dan layanan pengaduan yang responsif. Dengan kesiapan tersebut, BRI optimistis akan memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama Lebaran dengan baik serta mempertegas perannya dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital dan memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

Untuk pengaduan terkait layanan atau transaksi, nasabah dapat menghubungi Contact BRI di 1500017 atau asisten virtual SABRINA melalui WhatsApp di nomor 0812 1214 017.***

Liburan Lebaran Penuh Keceriaan di Rivera, Tiket Masuk Mulai Rp35 Ribuan

0

Bogordaily.net – Rivera Bogor menyiapkan berbagai acara dan promo menarik menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Pada libur Lebaran tahun ini, periode 31 Maret hingga 7 April 2025 akan ada banyak acara seru yang akan membuat libur lebaran di Rivera semakin berkesan.

Manager Operasional Rivera, Teddy Lemboy mengatakan, kali ini Rivera Outbound & Edutainment Bogor memberlakukan harga promo tiket masuk dan terusan wahana yaitu Rp88.000,-/orang dari harga normal Rp125.000,-/orang.

“Dengan promo tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana yang ada dan mendapatkan 1 cone es krim gratis. Sedangkan untuk tiket masuk saja, Rivera memberikan harga Rp35.000,-/orang sudah termasuk 1 wahana. Selain pembelian tiket di lokasi, tiket bisa juga dibeli secara online lebih hemat melalui website resmi di ticket.riveraoutboundbogor.com. ,” kata Teddy.

Buat yang mau datang rame-rame, lanjut Teddy, ada Promo Paket Berlima. Untuk paket berlima ditawarkan dengan harga Rp. 415 ribu untuk 5 orang dan mendapatkan gratis es krim, syaratnya mudah, cukup datang langsung dan pembelian harus di loket tiket.

Selama libur lebaran ini akan banyak acara diantaranya live music, maskot, animal show, cosplay, transformers show, magician, games interaktif dan Rivera sudah menyiapkan banyak hadiah bagi para pengunjung. Ada juga bazar cuci gudang dengan harga yang sangat ramah dikantong, diantaranya ada pakaian, sepatu, sandal dan masih banyak lagi. Lokasi bazar ada di parkiran Rivera hingga 13 April 2025.

Liburan di Rivera lebih lengkap dengan banyaknya wahana baru, salah satunya ada Taman Burung dan Panahan. Tentunya banyak jenis koleksi burung agar pengunjung dapat mengenal berbagai jenis burung, berinteraksi, dan berfoto bersama. Selain itu ada juga kura-kura, iguana dan ikan. Pengunjung juga bisa berfoto menggunakan kostum burung dan merasakan terapi ikan. Harga untuk masuk ke area Taman Burung hanya Rp20.000,-, berfoto dengan kostum burung Rp15.000,- dan untuk terapi ikan hanya Rp10.000,- untuk 15 menit.

“Ada juga wahana panahan tidak jauh dari area taman burung. Anda bisa merasakan sensasi membidik target dengan busur dan panah sungguhan,” tambah Teddy.

Di Rivera juga akan hadir Camping Ground terbaru, dimana pengunjung dapat menikmati menginap di tenda dengan nuansa alam. Dan selanjutnya dapat menikmati berbagai wahana yang ada di Rivera.

Berbagai wahana seru lainnya yang dapat dinikmati di Rivera yaitu tubing dan wahana lain untuk segala usia diantaranya Ropes & obstacles (permainan petualangan 2 lantai dengan 42 lintasan), kursi sultan, wall climbing, ezy roller, trampolin, panahan, perahu air, perahu popeye, canoe, mobil listrik. Semua wahana permainan di Rivera dilengkapi dengan alat pengaman yang sesuai standar, dan pastinya aman dan nyaman untuk pengunjung.

Ada juga Taman Rusa, pengunjung dapat memberi makan langsung rusa-rusa yang ada. Pastinya akan menambah keseruan dan keakraban antar anggota keluarga dan teman. Untuk pakan rusa, pengunjung dapat membelinya dengan harga Rp 10.000,-.

Selain berbagai wahana, banyak aktivitas edukasi juga yang dapat dinikmati pengunjung seperti Fun Farming, dimana pengunjung dapat belajar membajak sawah, menanam dan menumbuk padi, selain itu juga ada Agri Agro dimana pengunjung dapat belajar menanam tanaman dalam media tanam dan hasilnya bisa dibawa pulang. Pengunjung juga dapat melukis di gerabah dan hasilnya juga dapat dibawa pulang. Pokoknya liburan di Rivera, selain dapat menambah keakraban antar anggota keluarga juga dapat menambah pengetahuan dan melatih aktivitas serta kreativitas anak.

Di samping memiliki banyak wahana yang menarik, Rivera juga menyediakan berbagai atraksi. Pengunjung yang datang ke Rivera dapat menikmati keindahan danau yang berada di tengah area, sambil menyaksikan pertunjukan air mancur. Selain itu, ada banyak spot foto yang instagrammable tersebar di area. Ada Taman Jepang dan Taman Belanda, pengunjung dapat mencoba menggunakan kostum khas Jepang dan Belanda. Rivera beroperasi setiap hari pukul 09.00 – 17.00 WIB.

Informasi lebih lanjut dapat dicek di website www.riveraoutboundbogor.com, instagram @rivera.bogor, telepon (0251) 8213131 atau WA official 0822 1039 3301. ***