Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 839

Hani Fitria Rahmani: Perjalanan Ilmu yang Diwariskan Sang Ayah

0

Bogordaily.net – Tidak semua orang memulai perjalanan hidupnya dengan keyakinan penuh, ada kalanya jalan yang ditempuh berasal dari keterpaksaan dan tantangan yang tak terduga. Namun berjalan seiringnya waktu, hal tersebut justru menjadi salah satu bagian yang paling berarti dalam hidup. Hani Fitria Rahmani adalah salah satunya, lahir di Bandung pada 18 April 1990, ia awalnya tidak pernah membayangkan akan berkecimpung di dunia akademik, apalagi menjadi dosen.

Selepas SMA, Hani lebih memilih untuk langsung bekerja, Namun orang tuanya, terutama sang ayah, bersikeras agar ia melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan setengah hati, ia “diseret” masuk kuliah di STIE Ekuitas. Pilihan jurusan pun bukan kehendaknya sendiri, pada awalnya ia ingin mengambil jurusan Manajemen, tetapi kedua orang tuanya mengarahkan untuk masuk jurusan Akuntansi. Meski sempat menolak, akhirnya ia belajar dengan serius, hingga berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 8 bulan dan lulus pada tahun 2011.

Motivasi dari Sang Ayah
Namun, titik balik terbesar dalam hidupnya bukan sekadar soal pilihan jurusan, melainkan ucapan sang ayah yang terus terngiang di benaknya hingga saat ini:
“Ayah tidak bisa mewariskan harta, tetapi bisa mewariskan ilmu. Harta bisa habis, tetapi ilmu akan selalu bermanfaat dan membawa seseorang ke lingkungan yang lebih baik. Ilmu itu luas, tetapi tidak mungkin datang sendiri. Jika ingin dekat dengan ilmu, maka harus berkuliah. Karena di akhirat nanti, kita bisa dikumpulkan dengan orang-orang berilmu.”

Kata-kata inilah yang menjadi motivasi terbesarnya dalam menempuh pendidikan. Tahun 2012, ia kembali melanjutkan studi S2 di Universitas Sangga Buana, jurusan Manajemen. Sambil bekerja, ia menyisihkan gaji untuk dapat membiayai kuliahnya sendiri. Dengan tekun ia tetap menjalaninya berkat dorongan dan motivasi yang disampaikan sang ayah. Akhirnya, ia berhasil lulus hanya dalam waktu 14 bulan, dengan tesis yang diselesaikan hanya dalam 3 bulan, di tahun 2014.
Memulai Karier sebagai Dosen

Setelah meraih gelar S2, Hani mulai mengirimkan lamaran ke berbagai kampus dan akhirnya diterima sebagai dosen di LP3I pada tahun 2014. Meski sudah menjadi dosen pengajar, ia tetap menjalani pekerjaan kantoran dari pagi hingga sore, lalu mengajar di malam hari dan juga pada hari Sabtu. Setahun kemudian, ia pindah mengajar ke Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), lalu pada 2016 bergabung dengan Universitas Nasional Pasim. Di universitas ini, ia mendapat kepercayaan sebagai Kepala Program Studi Akuntansi pada tahun 2018.

Membuktikan Diri dengan Gelar Kedua
Sebagai dosen, ia menghadapi tantangan besar, terutama ketika ada anggapan bahwa gelarnya di bidang Manajemen membuatnya kurang pantas mengajar Akuntansi. Pandangan tersebut menjadi pemicu baginya untuk mengambil S2 kedua di jurusan Akuntansi di Universitas Sangga Buana pada tahun 2020. Keputusan ini bukan sekadar untuk membuktikan dirinya, tetapi juga untuk memperkuat kompetensinya sebagai akademisi.

Berkembang di Dunia Akademik
Pada tahun 2022, Hani pindah ke Bogor mengikuti suaminya, namun ia tetap mengajar di Universitas Nasional Pasim secara online. Setahun kemudian, ia resmi bergabung dengan IPB University sebagai dosen di Program Studi Akuntansi, membuka babak baru dalam kariernya sebagai akademisi di kampus negeri. Selama bertahun-tahun mengajar di berbagai kampus, baik swasta maupun negeri, Hani menyadari adanya kesenjangan yang cukup besar dalam dunia pendidikan tinggi, terutama dalam hal fasilitas dan kesempatan akademik. Di kampus swasta, keterbatasan fasilitas menjadi tantangan tersendiri, baik bagi mahasiswa maupun dosen. Begitu pula dalam hal pendanaan riset, di mana banyak hibah penelitian yang lebih mudah diakses oleh perguruan tinggi negeri, sementara di kampus swasta, sosialisasi mengenai peluang tersebut masih minim.

Menjadi Dosen Bukan Sekadar Mengajar
Bagi Hani Fitria Rahmani, peran dosen dalam membentuk masa depan mahasiswa sangatlah penting. Dosen bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan intelektual mahasiswa, membantu mereka memahami dunia pasca-kampus, serta memberikan arahan dalam berpikir kritis. Ia selalu berusaha membuka ruang komunikasi bagi mahasiswanya, termasuk dengan membiarkan mereka menghubunginya kapan saja jika ada pertanyaan. Sikap ini adalah bentuk respek terhadap mahasiswa, dengan harapan bahwa mereka juga akan menghargainya sebagai dosen.

Prinsip Hidup: Let It Flow
Prinsip hidup yang selalu ia pegang adalah “let it flow”. Meski pernah merasa insecure, terutama ketika berencana melanjutkan S3, ia akhirnya menyadari bahwa ketakutannya tidak terbukti. Bahkan, ketika pertama kali diperkenalkan sebagai dosen CPNS di Sekolah Vokasi IPB University, ia merasa minder karena hanya dirinya yang berasal dari kampus swasta, sementara dosen lain berasal dari universitas ternama, bahkan luar negeri. Namun, seorang teman mengingatkannya bahwa setiap orang memiliki keunggulan masing-masing. Keyakinan inilah yang terus ia pegang teguh dalam menjalani perjalanan akademiknya.

Pesan untuk Generasi Muda
Sebagai akademisi yang telah melalui berbagai tantangan, pesan yang ingin ia sampaikan kepada generasi muda adalah untuk mengenali dan mengembangkan keunggulan diri. “Jika kalian memiliki sesuatu yang berbeda dan unik dalam diri kalian, di mana pun kalian berada, kalian akan tetap kuat dan mampu bertahan,” ujarnya.
Dari seorang yang awalnya tidak ingin kuliah hingga menjadi dosen di salah satu institusi terbaik di Indonesia, perjalanan Hani Fitria Rahmani adalah kisah tentang perjuangan, keteguhan, dan keberanian untuk terus belajar serta berkembang.***

Jinanti Audiza
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Ketika Ucapan Aktor Menjadi Bumerang Bagi Film

0

Bogordaily.net – Industri film merupakan sektor yang sangat bergantung pada komunikasi dan citra publik. Dalam dunia hiburan, tidak hanya kualitas produksi yang menjadi faktor keberhasilan sebuah film, tetapi juga bagaimana film tersebut dapat diterima oleh masyarakat. Aktor, sebagai wajah dari film, memiliki peran penting dalam membangun dan mempertahankan reputasi sebuah karya. Sebagai figur publik, setiap ucapan dan tindakan aktor dapat memengaruhi persepsi penonton terhadap film yang mereka bintangi. Kesalahan komunikasi dapat menjadi bumerang yang berdampak buruk bagi reputasi film dan perusahaan produksi.

Salah satu kasus terbaru yang menyoroti pentingnya komunikasi dalam industri film adalah kontroversi seputar A Business Proposal versi Indonesia.

Pernyataan aktor utamanya, Abidzar Al Ghifari, dalam sebuah wawancara mengakui bahwa dirinya tidak menonton versi asli drama Korea tersebut sebelum membintanginya.

Pernyataan ini memicu kemarahan penggemar yang menilai bahwa aktor tidak menunjukkan profesionalisme dalam mempersiapkan perannya. Akibatnya, muncul seruan boikot yang berujung pada rendahnya jumlah penonton di bioskop.

Opini Publik dan Media Sosial
Dalam era digital, reaksi publik terhadap suatu pernyataan dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial.

Kesalahan ucapan seorang aktor dapat dengan mudah menjadi viral, memicu berbagai komentar negatif, hingga menyerukan boikot terhadap film tersebut.

Media sosial memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat mereka secara bebas, sehingga opini publik dapat terbentuk dan berkembang dalam hitungan jam atau bahkan menit setelah suatu pernyataan kontroversial muncul.

Dalam kasus A Business Proposal versi Indonesia, tagar #BoikotABPIndonesia sempat menjadi trending di media sosial, menunjukkan bahwa opini publik memiliki dampak besar terhadap persepsi dan minat masyarakat terhadap film.

Banyak penggemar yang mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap aktor utama yang dinilai kurang menghargai sumber asli cerita, sehingga memunculkan anggapan bahwa film ini dibuat tanpa riset yang cukup.

Saat informasi yang diberikan tidak diterima dengan baik atau tafsirannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, itu dapat menjadi sebuah permasalahan yang tentunya dapat berdampak bagi lembaga, perusahaan ataupun individu tersebut (Falih Dwi Musyaffa & Dadi Ahmadi, 2023).

Hal ini menyebabkan tantangan besar bagi tim produksi dalam mengendalikan narasi yang berkembang dan mencoba memperbaiki citra film di mata publik.

Pengaruh terhadap Jumlah Penonton
Kontroversi yang terjadi berdampak langsung pada performa film di bioskop. Berdasarkan laporan Merdeka.com, film ini hanya berhasil meraih 10.035 penonton pada hari pertama penayangannya, angka yang jauh di bawah ekspektasi untuk film yang diadaptasi dari serial populer.

Jika dibandingkan dengan film-film adaptasi lainnya yang mampu menarik ratusan ribu penonton dalam minggu pertama, angka ini menunjukkan bahwa dampak dari citra negatif yang berkembang di media sosial benar-benar berpengaruh terhadap keputusan calon penonton untuk menyaksikan film ini di bioskop.

Dalam kasus A Business Proposal versi Indonesia, efek dari kontroversi yang terjadi sangat terasa dalam bentuk rendahnya jumlah penonton dan meningkatnya seruan boikot yang semakin menghambat pertumbuhan jumlah penonton.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam industri film, kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat berimbas besar terhadap keberhasilan sebuah film, terutama jika tidak ditangani dengan strategi komunikasi yang tepat.

Tanggapan Pihak Falcon dan Aktor dalam Mengatasi Komunikasi Krisis
Menanggapi kontroversi yang semakin meluas, Falcon Pictures sebagai rumah produksi A Business Proposal versi Indonesia segera mengambil langkah komunikasi krisis guna meredam dampak negatif yang terjadi.

Salah satu strategi utama yang mereka lakukan adalah menerbitkan surat terbuka kepada publik yang bertujuan untuk menjelaskan situasi dan menunjukkan komitmen mereka dalam menangani permasalahan ini.

Dalam surat terbukanya, Falcon Pictures menyatakan bahwa pernyataan Abidzar tidak mencerminkan kurangnya profesionalisme dalam produksi film, melainkan hanya bentuk kejujuran yang mungkin disalahartikan oleh publik.

Mereka juga menegaskan bahwa seluruh kru dan aktor telah bekerja keras untuk menghadirkan adaptasi yang berkualitas dan tetap menghormati karya aslinya.

Pendekatan emosional dalam komunikasi krisis dapat meningkatkan persepsi ketulusan, empati, dan komitme organisasi untuk menyelesaikan masalah.

Ketika organisasi menunjukkan empati dan kepekaan terhadap perasaan publik, merek dapat menciptakan hubunga yang lebih manusiawi denga audiens, yang pada gilirannya membantu memulihkan reputasi perusahaan (Sheaff Hagen, C., 2014).

Selain langkah dari Falcon Pictures, Abidzar Al Ghifari juga mengeluarkan pernyataan permintaan maaf secara resmi.

Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa ucapan aktor dan perbuatannya telah menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penggemar yang telah memberikannya pelajaran berharga.

Pernyataan ini bertujuan untuk meredam reaksi negatif dari publik dan mengembalikan kepercayaan terhadap dirinya sebagai seorang aktor.

Studi terhadap berbagai organisasi menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan emosional yang tepat dapat membantu mengurangi kemarahan publik, meningkatkan persepsi positif, dan mempercepat pemulihan krisis (Alya Ramadhani & Fitria Ayuningtyas, 2024).

Kasus kontroversi ucapan aktor pada film A Business Proposal versi Indonesia menunjukkan bagaimana kesalahan komunikasi seorang aktor dapat berdampak besar terhadap reputasi film dan perusahaan produksi.

Media sosial mempercepat penyebaran opini publik, yang dapat berujung pada boikot dan penurunan jumlah penonton. Langkah Falcon Pictures dengan mengeluarkan surat terbuka serta permintaan maaf dari Abidzar Al Ghifari menjadi contoh respons komunikasi krisis yang bertujuan meredakan kontroversi dan membangun kembali kepercayaan publik.

Ke depan, industri film Indonesia perlu lebih proaktif dalam membekali aktor dan tim produksi dengan keterampilan komunikasi publik serta pemahaman mendalam terhadap proyek yang mereka jalani.

Dengan strategi komunikasi yang lebih matang dan kesiapan menghadapi media, industri hiburan dapat menjaga reputasi film serta membangun hubungan yang lebih baik dengan penonton.***

Jinanti Audiza
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Penutupan Stasiun Karet: Solusi atau Sumber Keresahan Baru?

0

Oleh: Nisrina Nur Hakim, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Kontroversi Penutupan Stasiun Karet
Rencana penutupan Stasiun Karet pada April 2025 menimbulkan tanda tanya besar bagi pengguna KRL.

Keputusan ini diklaim sebagai bagian dari upaya integrasi transportasi, tetapi dampaknya terhadap kenyamanan penumpang tidak bisa diabaikan.

Dengan mengalihkan layanan ke Stasiun BNI City yang berjarak sekitar 350 meter, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) tampaknya mengabaikan fakta bahwa kebiasaan dan kenyamanan pengguna tidak semudah itu diubah.

Sebagai pengguna KRL, saya merasa kebijakan ini lebih banyak menimbulkan keresahan daripada memberikan manfaat yang nyata.

Memang, jarak antara Stasiun Karet dan BNI City tidak jauh, tetapi perubahan ini memengaruhi kebiasaan dan waktu tempuh para penumpang.

Perubahan rute dan potensi kepadatan di Stasiun BNI City menjadi hal yang tak terhindarkan.

Penumpang yang selama ini mengandalkan Stasiun Karet sebagai akses utama akan kehilangan kemudahan tersebut dan harus beradaptasi dengan kondisi baru yang belum tentu lebih baik.

Solusi yang Belum Tentu Efektif
Fakta bahwa Stasiun Karet selalu dipadati penumpang justru memperkuat argumen bahwa stasiun ini memiliki peran penting dalam jaringan transportasi KRL.

Jika sebuah stasiun memiliki jumlah pengguna yang besar, seharusnya peningkatan fasilitas menjadi solusi utama, bukan malah menutupnya.

Keputusan ini mengindikasikan kurangnya pemahaman atas kebutuhan pengguna transportasi publik.

Stasiun BNI City yang lebih sepi selama ini tiba-tiba dijadikan alternatif utama, yang justru menimbulkan kekhawatiran apakah kapasitasnya mampu menampung limpahan penumpang dari Stasiun Karet tanpa menimbulkan masalah baru.

Alasan utama yang dikemukakan adalah kondisi fasilitas Stasiun Karet yang dinilai tidak memenuhi standar. Peron yang sempit dan minimnya fasilitas pendukung disebut sebagai faktor utama.

Namun, langkah yang lebih masuk akal adalah meningkatkan dan memperbarui fasilitas tersebut, bukan sekadar mengalihkan penumpang ke stasiun lain yang belum tentu memberikan kenyamanan yang setara.

Mengalihkan masalah tanpa menyelesaikannya hanya akan menambah beban bagi penumpang yang selama ini mengandalkan Stasiun Karet.

Sebagai bentuk kompensasi, KAI Commuter berencana membangun selasar penghubung antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Namun, solusi ini tetap menimbulkan tantangan tersendiri.

Tidak semua penumpang merasa nyaman harus berjalan lebih jauh untuk mencapai stasiun lain, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas atau membawa barang banyak.

Alih-alih memberikan kemudahan, perpindahan ini justru memperlihatkan bagaimana keputusan dibuat tanpa mempertimbangkan kenyamanan pengguna secara menyeluruh.
Meskipun begitu, ada sisi positif dari kebijakan ini.

Jika dilakukan dengan perencanaan matang, integrasi dengan Stasiun BNI City berpotensi meningkatkan efektivitas layanan KRL dalam jangka panjang.

Dengan fasilitas yang lebih baik dan tata kelola yang lebih modern, diharapkan pengalaman perjalanan penumpang bisa menjadi lebih nyaman.

Jika pemerintah dan KAI Commuter serius dalam meningkatkan sarana dan prasarana di stasiun yang dituju, maka kebijakan ini masih memiliki peluang untuk memberikan dampak positif bagi sistem transportasi Jakarta ke depannya.

Selain itu, dengan adanya pemusatan layanan di Stasiun BNI City, potensi untuk meningkatkan sistem integrasi antar moda juga menjadi lebih besar.

Dengan akses yang lebih luas dan fasilitas yang diperbarui, ini bisa menjadi peluang untuk memperbaiki sistem transportasi di Jakarta secara keseluruhan.

Integrasi yang lebih baik antara KRL, MRT, dan transportasi umum lainnya berpotensi membuat perjalanan lebih efisien, meskipun butuh waktu bagi pengguna untuk beradaptasi.

Transportasi Publik Harus Berorientasi pada Kenyamanan
Di tengah berbagai perdebatan ini, satu hal yang jelas adalah bahwa penutupan Stasiun Karet tidak bisa dianggap sebagai keputusan yang hanya berdampak kecil.

Transportasi publik seharusnya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, bukan sekadar efisiensi operasional bagi penyelenggaranya.

Jika kebijakan ini tidak diimbangi dengan solusi konkret yang benar-benar mempertimbangkan kebutuhan penumpang, maka keputusan ini akan lebih banyak menimbulkan keresahan daripada memberikan manfaat nyata.

Keputusan besar seperti ini harus dibuat dengan mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada layanan KRL.

Sebagai pengguna, tentu kita menginginkan transportasi yang lebih modern, nyaman, dan terintegrasi dengan baik.

Namun, perubahan yang dilakukan secara tiba-tiba tanpa kesiapan yang matang akan menimbulkan lebih banyak kesulitan dibandingkan manfaatnya.

Oleh karena itu, perencanaan yang matang, sosialisasi yang efektif, dan peningkatan fasilitas di stasiun yang menjadi pengganti Stasiun Karet harus menjadi prioritas utama.

Hanya dengan pendekatan yang berorientasi pada kenyamanan pengguna, kebijakan ini bisa diterima dengan baik dan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.***

 

Dedikasi Ira Resmayasari dalam Dunia Akademik dan Pariwisata

0

Bogordaily.net – Ira Resmayasari, S.S., M.Par., MTHM. adalah seorang dosen di Program Studi Ekowisata, Sekolah Vokasi IPB University. Ia mengajar beberapa mata kuliah, di antaranya Manajemen Perjalanan Wisata, Bahasa Inggris, dan Manajemen Akomodasi.

Ira, merupakan lulusan Sarjana Sastra Inggris yang memiliki ketertarikan kuat dalam bidang pariwisata. Ketertarikan ini kemudian membawanya untuk menempuh pendidikan lebih tinggi di bidang yang relevan dengan minatnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Ira melanjutkan studi S2 Double Degree di Universitas Udayana dan Université d’Angers, Perancis, dengan fokus pada bidang Tourism. Keputusan ini semakin mengukuhkan peran beliau sebagai akademisi dan peneliti di sektor pariwisata.

Penelitian dan Kontribusi dalam Industri Pariwisata
Sebagai akademisi, Ira pernah terlibat dalam beberapa proyek. Proyek paling berkesan bagi ia adalah yang dilaksanakan pada tahun 2017 bersama Kementerian Pariwisata.

Dalam proyek tersebut, Ira bersama tim melakukan studi kelayakan ekonomi inklusif berbasis pariwisata di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Proyek ini memiliki dampak besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Sirkuit Mandalika.

Secara pribadi, baginya proyek ini merupakan pengalaman yang mengesankan karena menyaksikan secara langsung pembangunan sirkuit Mandalika sebagai sirkuit termulus pertama di Indonesia.

Perannya sebagai dosen yang wajib melakukan tridarma terwujud dalam keaktifannya dalam menulis karya ilmiah.

Hingga saat ini, Ibu Ira telah menerbitkan belasan jurnal dengan tema pariwisata dan pendidikan bahasa Inggris.

Salah satu jurnal yang paling berkesan baginya adalah jurnal pertamanya yang berjudul Persepsi Wisatawan Perancis terhadap ‘The Island of Paradise’.

Dalam penelitian ini, beliau menemukan bahwa masih banyak wisatawan asing yang tidak mengetahui bahwa Bali merupakan bagian dari Indonesia, yang menunjukkan pentingnya promosi skala internasional dalam sektor pariwisata.

Ibu Ira juga menulis jurnal Preferensi Wisatawan terhadap Pergelaran Tari Kreasi di Kota Semarang, yang membahas tantangan eksistensi budaya tradisional di era modern.

Beliau merasa bahwa budaya lokal menghadapi tantangan besar, terutama di kalangan anak muda yang menganggap budaya tradisional kurang menarik.

Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengangkat kembali daya tarik seni tari di Kota Semarang agar tetap eksis dan diminati.

Jurnal lainnya yang juga memiliki dampak besar adalah Penguatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Kampung Wisata di Bogor.

Dalam penelitian ini, beliau menghadapi tantangan tersendiri dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya pengelolaan desa wisata secara profesional.

Sebagai akademisi yang terbiasa dengan teori, terjun langsung ke lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki pengalaman praktis memberikan perspektif baru bagi beliau.

Tantangan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas kampung wisata.

Dalam dunia akademik dan penelitian, Ibu Ira dikenal sebagai sosok yang berpegang teguh pada filosofi bahwa dalam setiap perjalanan hidup, akan selalu ada pertolongan dan keselamatan.

Prinsip ini menjadi pendorong baginya untuk terus berkarya, memberikan edukasi, serta berkontribusi dalam mengembangkan dunia pariwisata.

Pandangan tentang Perkembangan Pariwisata di Indonesia
Menurut Ibu Ira, meskipun pandemi COVID-19 sempat mengguncang segala lini, sektor pariwisata berhasil kembali pulih dengan cepat, terutama wisata alam yang cenderung paling diminati.

Hal ini menunjukkan bahwa ekowisata menjadi tren wisata pasca COVID-19, berdampak pada semakin pesatnya perkembangan ekowisata.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengelola destinasi wisata alam yang menerapkan konsep keberkelanjutan.

Ira juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian. Tidak hanya dari segi pengelolaan lingkungan, tetapi juga dalam memperkuat identitas budaya lokal agar tidak tergerus oleh globalisasi.

Edukasi mengenai pentingnya keseimbangan antara aspek lingkungan, masyarakat dan ekonomi dalam industri pariwisata menjadi salah satu hal yang terus beliau tekankan dalam berbagai kesempatan.

Selama belasan tahun berkarir sebagai dosen, Ira merasa bahwa pencapaian terbesar dalam kariernya adalah melihat mahasiswa-mahasiswanya sukses dalam dunia profesional.

Baginya, tidak ada kebanggaan yang lebih besar daripada melihat anak didiknya berkembang dan mencapai lebih dari apa yang telah beliau raih.

Untuk generasi muda yang ingin terjun ke dunia pariwisata, Ira memberikan pesan penting: “Jadilah orang yang ramah, karena keramahan adalah salah satu daya tarik yang dimiliki Indonesia. Sederhana, namun menjadi kunci keberhasilan dalam industri hospitality. Keterampilan pelayanan publik yang baik pasti meninggalkan kesan dan pengalaman yang bernilai bagi wisatawan”.

Ia juga menekankan bahwa dunia pariwisata bukan sekadar tentang perjalanan dan hiburan, tetapi juga memiliki peran besar dalam pembangunan negara.

Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta memahami konsep keberlanjutan dalam pariwisata agar dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi, masyarakat dan lingkungan sekitar.

Melalui dedikasi dan kontribusinya, Ira terus berusaha untuk membangun dunia akademik dan pariwisata yang lebih baik, serta menginspirasi banyak orang untuk mencintai dan memahami sektor ini secara lebih mendalam.

Dengan pengalaman yang luas, penelitian yang mendalam, dan semangat untuk terus berbagi ilmu, ia berharap dapat mendorong lebih banyak individu untuk berkontribusi dalam industri pariwisata yang terus berkembang pesat di Indonesia.***

Nisrina Nur Hakim
Mahasiswa Komunikasi Digital & Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Ratusan Siswa Terancam Gagal Ikut SNBP 2025 – Kasus SMAN 1 Mempawah, Kalimantan Barat

0

Oleh: Dhiyaa Riznieqia Chahya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB Univeristy

 

Kasus yang menimpa SMAN 1 Mempawah, di mana ratusan siswa terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, menjadi sorotan yang mencerminkan berbagai aspek dalam dunia pendidikan kita. Situasi ini tidak hanya menggugah keprihatinan, tetapi juga membutuhkan introspeksi mendalam oleh semua pihak yang terlibat. Situasi ini juga bukan sekedar masalah teknis atau administratif, melainkan sebuah peringatan keras bahwa sebenarnya masih ada celah di dalam sistem pendidikan kita yang perlu segera dibenahi.

Pertama-tama, pendidikan harusnya menjadi jalan untuk menjangkau cita-cita, bukan menjadi penghalang. Sistem pendidikan juga seharusnya mempermudah bukan mempersulit.Ketika ratusan siswa, yang telah berusaha keras dan berkomitmen untuk belajar, terancam kehilangan kesempatan emas untuk menggapai kampus impian nya tanpa tes, kita harus mempertanyakan sistem yang ada. Apa yang menyebabkan situasi ini? Apakah karena administrasi yang kurang baik, atau adanya kebijakan yang tidak transparan? Jika pendidikan nasional masih dipenuhi ketidakpastian seperti ini, maka yang dirugikan adalah para siswaa yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Kedua, peran pemerintah dan pihak sekolah sangat amat krusial dalam menjaga keadilan dalam sistem pendidikan. Kita harus mendesak agar standar dan prosedur yang jelas harus diterapkan, sehingga tidak ada siswa yang dirugikan oleh masalah administratif ataupun kebijakan yang tidak tepat. Transparansi dan komunikasi yang baik antara sekolah dan murid sangatlah penting untuk memastikan setiap siswa pasti memiliki pemahaman yang jelas tentang hak dan kewajiban mereka.

Lalu selain itu juga, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendukung para siswa yang terpuruk dalam situasi ini. Dukungan moral serta tekanan publik kepada pihak pihak terkait dapat menjadi dorongan agar kebijakan yang lebih adil segera diterapkan untuk perubahan yang lebih baik membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Pada akhirnya, penting bagi kita untuk merenungkan bahwa pendidikan adalah hak setiap individu. Bukan hanya menjadi tanggung jawab para pelajar, tetapi juga tanggung jawab orang tua, guru, dan seluruh masyarakat. Kita juga harus berkolaborasi untuk memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam perjalanan mereka meraih pendidikan yang layak untuk menggapai cita citanya, Jika sistem pendidikan kita masih terus dibiarkan berjalan dengan adanya kekurangan, maka makin banyak yang dirugikan oleh generasi generasi kita selanjutnya.

Dalam keadaan ini, harapan saya adalah agar kasus SMAN 1 Mempawah menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Kesempatan untuk belajar dan berkembang harus tetap terbuka bagi setiap siswa, demi masa depan yang lebih baik. Mari kita satukan suara untuk mendukung keadilan dalam pendidikan di Indonesia.***

Begini Upaya Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan Perangi Judi Online

0

Bogordaily.net -Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan terus berupaya extra memberikan sosialisasi kepada masyarakat persoalan bahaya permainan judi online. Pemerintak Kecamatan Bogor Selatan terus berupaya perangi judi online.

Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin mengatakan, pihaknya menggandeng tokoh masyarakat agar lebih luas untuk menyampaikan pesan bahaya judi online tersebut.

Selain itu, kata Irman, Kecamatan Bogor Selatan juga menggandeng Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), kelurahan, hingga tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan dalam melakukan sosialisasi tersebut.

Ia menerangkan, pihaknya ingin menanggulangi maraknya praktik game judi online terlarang yang semakin meresahkan di Kecamatan Bogor Selatan.

“Saya setiap kesempatan bertemu dengan masyarakat, pastinya menyampaikan bahaya Judol, apalagi ada kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang bisa bertemu dengan warga juga tokoh-tokoh masyarakat,” ungkapnya

Irman menekankan game online terlarang tidak hanya merugikan secara finansial. Tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan sosial masyarakat, terutama generasi muda.

Untuk mendukung sosialisasi tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga berperan aktif dengan memasang spanduk di titik-titik strategis.

Pemasangan spanduk ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya game online terlarang yang kini semakin meluas.

Melalui upaya yang masif perangi judi online, Irman berharap masyarakat bisa lebih sadar akan bahaya game online terlarang. Kemudian turut membantu menciptakan lingkungan yang bebas dari praktik yang merugikan.

“Kami berharap dengan adanya sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak, masyarakat semakin paham dan tidak terjebak dalam praktik yang merugikan ini,” tambahnya.

Menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kecamatan Bogor Selatan tercatat sebagai wilayah dengan nilai transaksi tertinggi game online terlarang.

Lebih dari 3.700 orang terlibat dalam praktik tersebut dan total perputaran uang mencapai Rp 349 miliar.

Angka tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat.

 

Irfan Ramadhan

Latika Beauty Care Meriahkan Beauty Days Out 2025 di Bogor, Tawarkan Promo Menarik

0

Bogordaily.net – Latika Beauty Care turut berpartisipasi dalam acara Beauty Days Out 2025 yang digelar di IPB International Convention Center, Mall Botani Square, Kota Bogor, pada Jum’at 21 Maret 2025.

Acara ini menjadi spesial karena merupakan penyelenggaraan pertama di Kota Bogor dengan mengusung tema “Opening Ceremony Beauty Days Out – Unveiling the New You”.

Owner Latika Beauty Care, Ns. Irtanty Racmatika, S.Kep., M.Kep., CIBTAC, mengungkapkan antusiasmenya dalam menyambut acara ini.

“Latika ikut memeriahkan Beauty Days Out yang untuk pertama kalinya hadir di Kota Bogor. Kami menawarkan berbagai produk skincare dan treatment unggulan, termasuk anti downtime yang tidak menimbulkan efek kemerahan pada wajah, sehingga wajah siap glowing saat Lebaran,” ujar Ns. Irtanty Racmatika.

Selain skincare dan treatment, Latika Beauty Care juga menyediakan layanan perawatan bulu mata langsung di booth mereka.

Tak hanya itu, Latika juga menghadirkan berbagai promo menarik, di antaranya paket skincare Rp 100 ribu sudah mendapatkan empat item.

Bundling Exfoliating Rp 75 ribu, Bundling DNA Salmon Rp 70 ribu (dapat 2), Bundling Serum Rp 135 ribu (dapat 2), Bundling Booster Rp 135 ribu dan Glow Balm Rp 89 ribu (gratis peel-off atau sheet mask).

“Dengan berbagai promo spesial ini, pengunjung Beauty Days Out 2025 di Bogor bisa mendapatkan perawatan kecantikan berkualitas dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk tampil lebih segar dan percaya diri!***

Ibnu Galansa

Komunikasi yang Mengubah Bisnis: Strategi Digital Marketing di Sosial Media

0

Bogordaily.net – Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan internet, cara-cara tradisional dalam memasarkan produk dan berinteraksi dengan konsumen telah berubah secara signifikan. Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah penggunaan sosial media sebagai alat utama dalam digital marketing.

Artikel ini mengulas dua strategi utama dalam digital marketing melalui sosial media, yakni membangun brand awareness dan mengoptimalkan jangkauan audiens.

Sosial media bukan hanya berfungsi sebagai platform sosial, tetapi juga sebagai sarana pemasaran yang efektif bagi perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis mereka.

Dengan mengacu pada berbagai pustaka dan penelitian terdahulu, artikel ini menjelaskan secara mendalam tentang bagaimana sosial media dapat digunakan secara efektif dalam strategi pemasaran.

Di era digital seperti sekarang ini, perubahan dalam cara orang berinteraksi dan berkomunikasi dengan merek atau produk tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi dan internet.

Sosial media telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai alat komunikasi pribadi, tetapi juga sebagai alat pemasaran yang sangat kuat bagi perusahaan.

Salah satu bentuk pemasaran yang semakin populer adalah digital marketing melalui sosial media.

Strategi pemasaran ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau audiens lebih luas dan lebih terarah, menggunakan platform sosial media yang sudah memiliki jutaan pengguna aktif.

Penggunaan sosial media dalam dunia pemasaran menawarkan berbagai keunggulan, seperti kemampuan untuk menjalin komunikasi dua arah, memberikan informasi secara langsung, dan memungkinkan audiens untuk berinteraksi dengan merek secara lebih personal.

Dalam digital marketing, dua strategi yang sering digunakan untuk mencapai kesuksesan adalah membangun brand awareness dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Artikel ini akan mengulas kedua strategi tersebut dan memberikan gambaran tentang bagaimana sosial media menjadi sarana penting dalam menjalankan strategi pemasaran modern.

Brand awareness atau kesadaran merek adalah fondasi dari setiap strategi pemasaran yang efektif. Tanpa adanya kesadaran terhadap suatu merek, konsumen tidak akan mengenali produk atau layanan yang ditawarkan.

Sosial media, dengan jangkauannya yang luas dan kemudahan untuk berbagi informasi, memungkinkan perusahaan untuk membangun brand awareness secara lebih efektif dan efisien.

Sosial media memungkinkan perusahaan untuk menciptakan konten yang menarik dan relevan yang dapat diakses oleh audiens dari berbagai kalangan.

Menurut Kotler dan Keller (2016) dalam buku Marketing Management, brand awareness merupakan tahap awal dalam siklus keputusan pembelian, di mana konsumen mulai mengenali dan mengingat merek tertentu.

Melalui sosial media, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai fitur, seperti iklan berbayar dan konten visual, untuk menarik perhatian konsumen.

Misalnya, perusahaan dapat memanfaatkan gambar atau video produk yang menarik, infografis yang informatif, atau konten berbasis cerita yang dapat meningkatkan keterlibatan audiens.

Selain itu, sosial media juga memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan audiens mereka.

Interaksi ini bukan hanya sebatas promosi produk, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih personal dengan konsumen.

Sebagai contoh, perusahaan bisa berkomunikasi langsung dengan pelanggan melalui kolom komentar atau pesan pribadi di platform seperti Instagram dan Facebook. Hal ini tidak hanya meningkatkan brand awareness, tetapi juga membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

Sebagai ilustrasi, sebuah brand fashion dapat menggunakan Instagram untuk menampilkan produk terbaru mereka, mengadakan kuis atau giveaway untuk menarik perhatian audiens, serta berkolaborasi dengan influencer untuk memperluas jangkauan brand.

Dengan demikian, brand dapat memperkenalkan produknya dengan cara yang menarik dan interaktif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan dan nilai dari merek tersebut.

Setelah membangun brand awareness, langkah selanjutnya dalam digital marketing adalah mengoptimalkan sosial media untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Sosial media memungkinkan perusahaan untuk menjangkau calon pelanggan yang lebih banyak dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional.

Salah satu keuntungan terbesar sosial media adalah kemampuannya untuk menargetkan audiens berdasarkan berbagai parameter, seperti lokasi geografis, usia, jenis kelamin, minat, dan perilaku online.

Iklan berbayar di sosial media seperti Facebook, Instagram, dan LinkedIn memberikan fitur targeting yang sangat spesifik.

Misalnya, pengiklan dapat memilih audiens yang sesuai dengan demografis yang mereka tuju, sehingga pesan mereka sampai ke orang yang tepat.

Hal ini memastikan bahwa perusahaan tidak hanya menjangkau audiens secara luas, tetapi juga lebih efisien dalam menghabiskan anggaran iklan mereka.

Selain itu, penting bagi perusahaan untuk memposting konten secara konsisten agar tetap berada di radar audiens mereka.

Konten yang rutin diposting akan meningkatkan peluang bagi audiens untuk terlibat, berinteraksi, dan akhirnya memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang melalui mekanisme berbagi atau sharing.

Penggunaan fitur seperti Stories di Instagram atau video TikTok yang menarik memungkinkan perusahaan untuk terus mengkomunikasikan pesan mereka dengan audiens secara lebih interaktif.

Menurut Kaplan dan Haenlein (2010), sosial media menawarkan peluang besar untuk memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan keterlibatan pengguna.

Mereka menekankan bahwa penggunaan sosial media yang efektif dapat membantu bisnis mencapai audiens global, serta memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih besar.

Digital marketing melalui sosial media telah membawa perubahan besar dalam cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan mereka.

Dengan memanfaatkan platform sosial media, perusahaan dapat membangun brand awareness yang kuat dan menjangkau audiens yang lebih luas secara lebih efisien.

Kunci sukses dalam menerapkan strategi digital marketing adalah konsistensi, kreativitas, dan pemahaman yang mendalam tentang audiens yang ingin dijangkau.

Perusahaan perlu berinvestasi dalam riset dan pengembangan strategi yang tepat untuk sosial media mereka.

Selain itu, perusahaan juga harus terus memperbarui konten mereka untuk mengikuti perkembangan tren dan preferensi audiens.

Edukasi tentang penggunaan sosial media yang efektif juga sangat diperlukan, agar bisnis dapat memaksimalkan potensi platform ini dengan cara yang bijak dan sesuai dengan tujuan pemasaran mereka.***

Nazwa Nayla Allaysyaa, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Tarawihan di Empang, Dedie Rachim Ajak Warga Sambut Lailatul Qadar

0

Bogordaily.net – Pada malam ke-21 Ramadan, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak untuk bersama-sama menyongsong malam Lailatul Qadar yang penuh berkah dan ampunan ini dengan berakhlakul karimah.

Hal tersebut diungkapkan saat Dedie A. Rachim mengikuti salat tarawih bersama Al-Habib Ali Bin Abubakar Bin Muchsin Bin Al Imam Al Qutub Al-Habib Abdullah Bin Muchsin Al-Attas (Khalifah Kramat Empang Bogor) di Masjid An Nur Kramat Empang Bogor, Kamis (20/3/2025).

“Mudah-mudahan kita semua, warga Kota Bogor khususnya, selalu Allah jaga dengan sebaik-baiknya penjagaan. Sebab Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang selalu memberikan keberkahan dalam menjalankan berbagai kegiatan kebaikan dengan akhlakul karimah,” ujarnya.

Selain itu, dalam menyongsong hari kemenangan pada Hari Raya Idulfitri, Dedie A. Rachim juga mengajak semua pihak untuk berdoa bersama agar segala urusan dimudahkan dan Kota Bogor selalu mendapat penjagaan agar tetap kondusif, rukun, dan mampu mewujudkan harapan-harapan warga.

Selama bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memiliki program tarawih keliling (Tarling) ke puluhan masjid di Kota Bogor.

Selama berkeliling ke masjid-masjid, Dedie A. Rachim mengaku, dirinya melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam Ramadan tahun ini.

“Alhamdulillah, Tarling tahun ini kita berkeliling ke lebih banyak masjid dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat sangat antusias untuk bersilaturahmi dan menjaga ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Dalam momentum ini, Dedie A. Rachim turut menyoroti agar tempat usaha dan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku untuk menjaga nilai-nilai Islam di bulan suci Ramadan.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor akan terus melakukan upaya penegakan hukum.

Seperti beberapa waktu lalu, Pemkot telah melaksanakan kegiatan razia terhadap minuman keras dan tempat hiburan malam (THM) yang melanggar aturan.

“Kita ingin suasana Ramadan ini fokus pada kegiatan ibadah, jadi jangan dikotori oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, kami imbau agar semua pihak saling menghormati dan menghargai,” ucapnya saat sesi wawancara dengan media setelah melaksanakan salat tarawih.

Turut hadir Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jawa Barat, Habib Hasan bin Abdul Qadir Al-Attas, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor.***

Enam WNI Meninggal, 14 Selamat Dalam Kecelakaan Bus Rombongan Umrah di Arab Saudi

0

Bogordaily.net – Kecelakaan maut bus rombongan umrah terjadi di jalan lintas Madinah-Mekah, Arab Saudi pada Kamis pukul 13.30 waktu setempat (17.30 WIB).

Bus naas yang membawa penumpang di antaranya 20 WNI tersebut mengalami kecelakaan tepatnya di Wadi Qudaid, sekitar 150 km di utara Jeddah. Dari 20 WNI itu, 6 di antaranya meninggal dunia.

Sementara, kata Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron Ambary menyatakan 14 korban selamat dari insiden kecelakaan tersebut. Tiga korban selamat masih memerlukan perawatan intensif.

Yusron mengatakan ketiga korban tersebut masing-masing dievakuasi dan dirawat di rumah sakit yang berbeda.

“Korban pertama atas nama Fabian Respati (14) berada di RS Abdul Aziz, mengalami luka bakar yang cukup serius,” ucap Konjen Yusron dikutip dari Antara, Jumat (21/3/2025).

Dua korban luka lainnya, yaitu Ahsantudhonni Ghozali (55) saat ini dirawat di RS Khulais karena mengalami patah tulang, dan Muhammad Alawi (22) yang menderita retak tulang dirawat di RS Obhur Jeddah.

Lebih lanjut, Yusron menyatakan jika 11 korban lainnya sudah dapat melanjutkan ibadah umrah sesuai rencana di Mekah setelah menyelesaikan agenda umrah di Madinah sebelum kecelakaan.

Sementara itu, Konjen Jeddah memastikan bahwa pihaknya akan terus membantu penanganan korban luka yang masih dirawat dan berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait penanganan korban meninggal serta keluarga korban terkait proses pemulangan dan pemakaman jenazah.

“Kami juga terus berkomunikasi dengan pengelola tur umrah dan muassasah (penyedia layanan umrah) setempat untuk memantau kondisi jamaah yang melanjutkan program umrah mereka,” kata dia.

KJRI Jeddah juga memastikan bahwa insiden tersebut bukanlah kecelakaan tunggal, namun terjadi karena bus bertabrakan dengan kendaraan lain yang tiba-tiba menyalip, sehingga menyebabkannya keluar jalur dan terbakar habis.

Meski demikan penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki aparat berwenang.

Enam Jamaah Meninggal

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan 6 WNI meninggal dunia akibat kecelakaan bus rombongan jamaah umrah tersebut.

“Total WNI jamaah umrah yang menjadi korban dalam kecelakaan adalah 20 orang, enam di antaranya meninggal dunia dan sisanya luka-luka,” kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha melalui keterangan tertulis, Jumat (21/3/2025).

Judha mengungkapkan berdasakan informasi sementara, bus terlibat dalam insiden tabrakan yang menyebabkannya terbalik dan terbakar.

Judha memastikan KJRI Jeddah segera mengirimkan tim pelindungan WNI ke lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan otoritas setempat maupun pihak-pihak terkait untuk memastikan kondisi korban.

Pihak-pihak di Arab Saudi yang telah dihubungi di antaranya rumah sakit setempat, pemandu tur umrah, perwakilan Kementerian Haji, muassasah (penyedia layanan umrah), dan perusahaan bus.

Satu Jamaah Meninggal Anggota DPRD Bojonegoro

Anggota DPRD Bojonegoro Eny Soedarwati dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi, setelah bus rombongan jamaah umrah terlibat kecelakaan dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekah.

“Bu Eny dikabarkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah umrah, rombongan bus yang ditumpanginya terlibat kecelakaan di Mekah,” terang Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar.***