Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 8510

Hasil Lengkap Piala FA Tadi Malam

0

BOGORDAILY – Piala FA menggelar beberapa laga replay babak keempat tadi malam. Sejumlah klub unggulan akhirnya lolos ke babak selanjutnya.

Liverpool yang menurunkan skuat muda mampu lolos setelah menyingirkan Shrewsbury Town, 1-0. Satu-satunya gol Liverpool tercipta melalui bunuh diri Ro Williams pada menit ke-75.

Di babak kelima Piala FA nanti Liverpool akan menantang Chelsea. Tetapi di laga ini, The Reds akan bertindak sebagai tim tamu.

Sementara klub unggulan lain yang lolos adalah Newcastle United. The Magpies menang 3-2 atas Oxford United melalui babak extra time.

Berikut hasil Piala FA selengkapnya:
Hasil Piala FA babak keempat replay:
Cardiff 1-4 Reading (pen)
Derby County 4-2 Norhampton Town
Birmingham City 4-1 Coventry City
Liverpool 1-0 Shrewsbury Town
Oxford 2-3 Newcastle
(liputan6.com.bdn)

ProDem Bogor Desak Bupati Sikapi Keresahan Warga Bukit Citra Indah City

BOGORDAILY – Menyikapi pembangunan mushala di atas lahan fasos/fasum di Bukit Citra Indah City Cluster Bukit Pinus, Kecamatan Jonggol yang disoal warga, Senator Pro Demokrasi (ProDem) Sehundar Yuyuy, meminta Bupati Bogor agar merespon positif, serta segera mengambil keputusan yang bijaksana terhadap keresahan warga Bukit Citra Indah City dalam kasus tersebut.

Disampaikan Yuyuy, respon Pemkab Bogor diharapkan dapat menjaga keseimbangan, keadilan serta menghindari prasangka buruk bagi umat muslim pada umumnya. ProDem Bogor kata Yuyuy, mendukung surat keberatan warga Citra Indah yang dinilai taat hukum dan mengerti toleransi beragama.

“Prodem Bogor mendesak agar bupati segera mengambil langkah konkrit untuk menyikapi keresahan warga Bukit Citra Indah City Cluster Bukit Pinus, Kecamatan Jonggol,” terang Yuyuy, Rabu (5/2/20).

Diberitakan sebelumnya pembangunan Musholla di Bukit Citra Indah City Cluster Bukit Pinus, Kecamatan Jonggol dipersoalkan warga. Seorang warga Setya Dharma Pelawi, Penghuni Cluster Bukit Pinus Citra Indah, melayangkan surat ke Bupati Bogor mengenai pembangunan sebuah mushalla.

Setya menjelaskan, sebagai penghuni cluster Bukit Pinus, saat itu berminat untuk membeli rumah di Jalan Q12, karena di depannya tersedia fasilitas umum. Walaupun ada penambahan biaya, bahkan untuk pembangunan Mesjid sudah disediakan Jalan Q9 – Q10 oleh pengembang dan sekarang sudah berdiri kokoh dan besar, untuk jamaah seluruh penghuni cluster Bukit Pinus maupun cluster lainnya.

Tetapi di Jalan Q11 – Q12 telah berdiri bangunan Mushalla menyerupai Mesjid yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Sebagai Umat Muslim hendaknya kita tidak menunjukan arogansi kesombongan mayoritas untuk membangun Mushalla dengan menggunakan lahan fasilitas umum, tanpa memperhatikan kondisi dan lingkungan sekitarnya. Mesjid atau Mushalla adalah rumah tempat ibadah umat Muslim dalam artian menjadi tempat sujud dan tempat untuk berzikir kepada Allah SWT maupun untuk kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan hari besar umat Islam,” tulisnya dalam rilis yang diterima Bogordaily.net.

Untuk membangun sebuah Mushalla, jelasnya, haruslah dengan niat yang lurus, apa yang dikerjakannya itu semata untuk mencapai keridhoaan Allah SWT. Sebab awal yang bersih dan suci akan mempengaruhi langkah perjalanan panjang sebuah Mushalla, niat yang tidak baik dalam mendirikan Mushalla tercemari oleh kegiatan-kegiatan yang jauh dari tuntunan agama. “Bukan untuk mencari ketenaran-ketenaran atau pamer kepada manusia,” katanya. (bdn)

Belum Juga Beres King of The King Dony Pedro, Kini Muncul Pula Noto Rogo

0

BOGORDAILY – Tipu-tipu berkedok kerajaan di Indonesia seperti tiada habisnya. Belum beres soal penipuan oleh King of The King Dony Pedro, kini muncul penipuan investasi berkedok Noto Rogo.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Indonesia baru saja dihebohkan dengan sosok Dony Pedro pemimpin jaringan kerajaan King of The King. Jaringan King of The King muncul dari Tangerang hingga Kalimantan Timur. Namun, sejumlah pengikutnya dibeberapa daerah berurusan dengan polisi lantaran tersandung kasus dugaan penipuan.

Sementara itu, Tim Polres Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), masih menelusuri rekening penampung duit setoran dari kaki tangan presiden King of The King, Mr Dony Pedro. Diduga rekening ini milik istri Dony Pedro.
“Masih dideteksi rekening penampung orang dekat DP (Dony Pedro). Kami terus bergerak mengembangkan penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Ferry Putra Samodra saat dihubungi, Senin (3/2/20).
Tersangka penipuan BU dan Z yang dikendalikan Dony Pedro berhasil merekrut 93 orang di Kaltim, yang tersebar di Samarinda, Berau, dan Kutai Timur. Total duit setoran di wilayah Kaltim puluhan juta setelah masing-masing anggota diwajibkan membayar Rp 1,75 juta.

Pedro diketahui pernah tinggal di sebuah rumah kontrakan di Kota Bandung. Tempat inilah yang disinyalir sebagai markas dari jaringan King of The King. Polda Metro Jaya pun akan menindaklanjuti adanya markas King of The King ini di Bandung.

Belum sepenuhnya jaringan King of The King Pedro diungkap, kini sudah muncul lagi dugaan penyimpangan ‘investasi’ dengan iming-iming pengembalian uang berlipat kali ganda di Tabanan, Bali berkedok jaringan Noto Rogo. Polisi kini masih menyelidiki jaringan Noto Rogo di Kecamatan Selemadeg.

“Kami bentuk tim menyelidiki,” kata Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa saat dihubungi, Selasa (4/2/20).

Penyelidikan dimulai saat polisi mendapat kabar soal adanya ‘investasi’ Noto Rogo yang mengharuskan calon anggota menyetor Rp 1 juta. Duit ini disetor ke koordinator wilayah (korwil) Tabanan.

“Korwil merekrut, cari masyarakat untuk masuk program ini. Di wilayah kami sudah ada 8 orang yang terekrut dengan memberikan uang Rp 1 juta,” sambung Budi.
Kepada para calon anggota, Korwil menjelaskan uang setoran Rp 1 juta akan dipotong 20 persen untuk kegiatan kemanusiaan. Calon anggota Noto Rogo kemudian dijanjikan mendapat pengembalian uang Rp 1 miliar.

“Sedangkan 1 miliar dengan jangka waktu yang tidak tentu. Ini keterangan dari pengikut yang kita periksa,” ujar Budi.

Masih diselidiki ada-tidaknya kesamaan ‘investasi’ Noto Rogo di Tabanan Bali dengan modus King of The King Dony Pedro. (detikcom/bdn)

Pengumuman! Polisi tak Lagi Urus Pembuatan SIM, Jika…

0

BOGORDAILY – Jika tak ada aral melintang kewenangan polisi mengeluarkan Surat Izin Mengemudi (SIM) akan dipindahkan. Polisi tak lagi mengurus pembuatan SIM.

Ya, DPR RI sedang menggodok perpindahan kewenangan penerbitan SIM (Surat Izin Mengemudi), BPKB, dan STNK yang selama ini ditangani kepolisian ke Kementerian Perhubungan ( Kemenhub).

Saat ini DPR RI sedang menggodok usulan RUU LLAJR yang bakal dibahas pada tahun 2020 ini.

Anggota DPR RI Herson Mayulu mengatakan, seharusnya bukan Polri yang menerbitkan SIM, BPKB, dan STNK.

Menurut Herson, dengan begitu kepolisian bisa fokus pada tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (4) UUD tahun 1945.

“Fokus pada penindakan, sehingga kepolisian juga bisa lebih maksimal dalam hal penindakan serta tugas-tugas kepolisian lainnya,” ujar Herson, Jumat (31/1/2020).

Makanya, lanjut dia, Komisi V DPR RI akan mengusulkan pandangan ini dan berupaya untuk bisa masuk dalam RUU LLAJR yang akan dibahas dalam waktu dekat.

Komisi V juga akan mengkaji secara mendalam mengenai wacana ini, khususnya dari aspek kesiapan Kemenhub untuk bisa menangani penerbitan SIM, BPKB dan STNK.

“Di mana Kemenhub juga belum berpengalaman dalam melakukan penerbitan SIM,” jelasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras mengatakan, Komisi V DPR RI merasa perlu untuk mengusulkan penyempurnaan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan mewacanakan kembali pembuatan SIM dilakukan oleh Kementerian Perhubungan ( Kemenhub).

“Kami sebagai Anggota Komisi V DPR RI merasa perlu untuk mengusulkan untuk penyempurnaan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan mewacanakan kembali pembuatan SIM dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” Kata Aras.

Menurutnya, wacana ini muncul bukan tanpa alasan.

Wacana ini muncul karena beberapa faktor termasuk kejadian-kejadian yang menunjukan bahwa Kepolisian Indonesia belum mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terkait dengan pembuatan SIM.

Salah satu contoh yang menonjol adalah pada akhir tahun 2019 kecelakaan Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Senin (23/12/2019) lalu.

Bahwa ditemukan sopir bus tersebut SIM nya sudah mati sejak 9 tahun yang lalu.

“Tidak menutup kemungkinan saat ini banyak pengendara yang tidak memiliki SIM bisa berkendara dengan bebas di jalanan.

Ini tentunya bukan saja akan membahayakan dirinya sendiri yang tidak mendapatkan lisensi berkendara juga akan membahayakan keselamatan pengendara lainnya,” ujar Aras.

Anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan juga mengungkapkan, ada beberapa pihak yang mendesak Polri untuk tidak lagi melakukan penerbitan SIM.

Pasalnya, Polri dianggap tidak pantas menerbitkan SIM.

“Kita berharap bahwa dengan beralihnya penerbitan SIM oleh Kemenhub, Kepolisian bisa fokus kepada tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (4) UUD tahun 1945.

Atau fokus pada penindakan sehingga kepolisian juga bisa lebih maksimal dalam hal penindakan serta tugas-tugas kepolisian lainnya,” tutur Aras.

Sebagai Informasi, wacana ini bukan yang pertama, pada tahun 2015 juga sempat bergulir dan diuji di Mahkamah Konstitusi dan saat ini akan ajukan kembali kepada pimpinan komisi V untuk melakukan penjadwalan awal pembahasan wacana ini.

Komisi V juga akan mengkaji secara mendalam mengenai wacana ini, terutama dari segi kesiapan Kemenhub untuk bisa menangani penerbitan SIM.

“Hal ini tentu saja akan kami akan kaji secara mendalam, terutama dari segi kesiapan Kemenhub untuk bisa menangani penerbitan SIM tersebut. Dimana Kemenhub juga belum berpengalaman dalam melakukan penerbitan SIM,” tutupnya. (*)

Jokowi Instruksikan Seluruh Kepala Daerah Antisipasi Virus Corona dan Tanam Vetiver

0

BOGORDAILY – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana tahun 2020, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Selasa (4/2/20) pagi. Rapat akbar ini dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo.

Dalam pidatonya, Jokowi, sapaan akrabnya, berpesan kepada seluruh kepala daerah agar mewaspadai bahaya Virus Corona yang belakangan ini telah mewabah ke berbagai negara. Jokowi menyebut, Virus Corona merupakan bencana non alam yang perlu diantisipasi oleh semua pihak di setiap daerah.

“Sekarang contohnya kita bisa lihat adanya virus corona. Ini bencana, harus hati-hati dengan ini, kita harus punya skenario kalau itu terjadi. Moga-moga gak terjadi di negara kita, kalau terjadi harus punya skenario apa, penyiapan apa, di mana, dikerjakan apa, step-step itu harus kita miliki,” ucap Jokowi dihadapan ribuan peserta Rakornas Penanggulangan Bencana.

Menanggapi arahan Presiden, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyebut, pemerintah daerah tentunya akan menyiapkan berbagai hal penanganan terkait antisipasi wabah virus berbahaya yang berawal muncul dari negara China tersebut. Imbauan dan informasi kepada masyarakat, sambung Dedie, telah dilakukan terkait bahayanya virus corona.

“Pesan Presiden, selain ada bencana alam ada juga bencana non alam, seperti merebaknya virus corona yang harus diantisipasi oleh daerah. Dalam hal ini, daerah harus menyiapkan berbagai hal termasuk simulasi bencana apabila virus ini merebak sampai ke Indonesia,” ujar Dedie.

Selain antisipasi virus corona, lanjut Dedie, Presiden juga menginstruksikan seluruh kepala daerah agar melakukan penanaman tanaman vetiver di wilayah rawan longsor. Sebab, pohon yang lebih dikenal dengan sebutan akar wangi ini mampu mencegah terjadinya tanah longsor lantaran memiliki akar yang sangat kuat dan panjang.

“Presiden juga meminta kepada seluruh kepala daerah yang wilayahnya rawan bencana longsor untuk mempersiapkan bibit tanaman vetiver yang nantinya dimanfaatkan untuk menguatkan bidang-bidang tanah yang terkikis. Itu karena, akar serabut tanaman vetiver mampu menembus ke kedalaman tanah yang lebih jauh,” tuturnya.

Untuk menindaklanjuti penanaman tersebut, kata Dedie, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terlebih dahulu melakukan pembahasan lanjutan bersama BPBD dan Disperumkim terkait pemetaan wilayah rawan longsor dan kebutuhan bibit tanaman vetiver. (prokompim :teddy/ryan-sz/bdn)

Bulan Dana PMI Kota Bogor Capai Rp 1,4 Miliar

0

BOGORDAILY – Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor yang rutin digelar setiap tahun mengalami peningkatan 68 persen dibanding tahun lalu. Dibuka sejak April 2019 sampai Akhir Desember 2019, PMI Kota Bogor mendapatkan dana sebesar Rp 1,4 Miliar lebih dari sebelumnya Rp 982 Juta. Perolehan dana ini tidak lepas dari peran semua stakeholder tak terkecuali dari kupon PMI pada tiket masuk Kebun Raya Bogor.

“Peroleh dana dari Kebun Raya Bogor mencapai 54 persen dan kedua terbanyak dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor,” ujar Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman usai serah terima Bulan Dana di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Selasa (4/2/20).

Edgar mengatakan, besarnya pengumpulan dana dari Disdik berasal dari seluruh Sekolah Kota Bogor yang berpartisipasi. Pihaknya pun tak segan memberikan reward (penghargaan) bagi Sekolah dengan pengumpulan dana terbanyak. Mengingat dana ini pun digunakan kembali untuk pembinaan PMR Tingkat Mula, Madya dan Wira.

“Reward ke sekolah kami beri tas disertai perlengkapan tensi, seperangkat obat-obatan untuk pertolongan pertama. Sekolah yang perolehannya paling banyak ditambah satu buah tandu, yakni SMPN 12 Bogor dan SMAN 2 Bogor,” katanya.
Mantan Kepala Disdik Kota Bogor ini menuturkan, hasil bulan dana ini diperuntukkan setidaknya untuk lima item kebutuhan. Pertama untuk belanja pegawai, gaji, honor, Jamsostek, bantuan transportasi, seragam dan untuk purna bakti. Kebutuhan kedua yakni untuk belanja barang jasa seperti ATK, Komputer, Souvenir, mesin sterilisasi air minum.

Ketiga untuk belanja pemeliharaan seperti telepon, gas, air, internet, service laptop, pagr, gedung, kendaraan roda dua, roda empat dan peralatan lainnya.

“Sesuai aturan, dana tersebut 10 persennya disetor ke PMI Jawa Barat, dan 10 persen insentif ke pengumpul,” imbuhnya.

Namun, tidak hanya untuk kebutuhan disitu, pasalnya tujuan utamanya yakni memberikan penguatan penanggulangan bencana juga semakin meningkat. Mulai dari pelayanan kesehatan untuk pertolongan pertama, pengamanan relawan, KSR, TSR, PMR dan Siaga Bencana (Sibad) berbasis masyarakat, simulasi pemberian bantuan PMI ke kecamatan, belanja siaga bencana seperti natura (bahan makanan), logistik, asuransi untuk relawan, perlengkapan dan lainnya.

“Insya Allah hasil bulan dana dapat dirasakan manfaatnya, karena semakin meningkat jumlah dananya semakin meningkat juga bantuan untuk masyarakatnya,” jelasnya.

Edgar menambahkan, PMI Kota Bogor masih memerlukan beberapa penguatan lainnya. Sebut saja ketersedian Ambulance mengingat ambulance di PMI sudah berusia tua. Pihaknya pun membutuhkan double decker untuk masuk ke kawasan bencana yang medannya berat dan mesin pengolah komponen darah untuk berbagai layanan penting donor darah, trombosit dan Thalasemia.

“Sementara uang hibah Rp 600 Juta dari Pemerintah Kota Bogor sudah diperuntukkan untuk Jumbara, Bakti Sosial, timbangan darah, dan kursi pelayanan donor darah,” katanya. (prokopim:fla/ismet/indra/apri-sz/bdn)

270 Personel Amankan Bogor Street Festival, PHRI Optimistis Okupansi Terdongkrak

0

BOGORDAILY – Helatan Bogor Street Festival CGM 2020 siap digelar Sabtu, 8 Februari 2020. Ribuan pengisi acara dari berbagai kesenian dan kebudayaan bakal unjuk kebolehan menghibur penonton. Untuk kenyamanan dan keamanan, Polresta Bogor Kota menerjunkan 270 personel, didukung unsur TNI dan Pemkot Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menyatakan, pengamanan yang akan diterapkan jajarannya bukan sekedar melakukan rekayasa lalu lintas sepanjang acara berlangsung. Lebih dari itu, pihaknya akan mengantisipasi potensi ancaman, yakni kemungkinan terjadinya tindak kriminal dan terjadinya aksi terorisme.

“Kami terjunkan 270 personel. Kami juga di-backup oleh jajaran Kodim 0606/Kota Bogor dan Satpol PP serta Dishub,” ungkap Hendri Fiuser saat konferensi pers Bogor Street Festival di Balai Kota Bogor, Senin (3/2/20).
Ia menambahkan, helatan tersebut juga akan dihadiri tamu VVIP, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Duta besar Bulgaria, Duta Besar Afghanistan, Taipei Economic and Trade Office (TETO) dan lain sebagainya.

“Polresta Bogor Kota juga harus dapat memastikan, tamu VVIP bisa lancar menuju ke lokasi acara serta ada tempat parkir yang representatif. Untuk detailnya nanti kami sampaikan setelah rapat koordinasi pengamanan (rakorpam) besok. Kami akan membuat skema rekayasa lalu lintas untuk menyikapi kemacetan lalu lintas yang akan terjadi pada saat penyelenggaraan festival,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan bahwa sejauh ini rata-rata tingkat keterisian kamar (okupansi) masih diangka 61,3 persen untuk reservasi 8 Februari 2020. “Itu data hotel sampai hari ini dari member 59 hotel, baru masuk data 31 hotel. Nanti akan saya ulas lagi lebih jauh. Tapi pengalaman Bogor Street Festival CGM dari tahun ke tahun, okupansinya cukup baik. Kebetulan CGM tahun ini jatuhnya di hari Sabtu, kita optimistis okupansi bisa terserap maksimal,” beber Yuno.

Ia menambahkan, dalam momen ini biasanya hotel-hotel membuat paket khusus, ada yang kerja sama dengan agen perjalanan maupun hotel yang menyediakannya sendiri. “Misalnya dari pagi dibuat acaranya kunjungan tour heritage, kulineran, sorenya langsung nonton CGM, malamnya stay. Video-video promosi Bogor Street festival juga sudah kita tayangkan di internal hotel, LED display dan room tv kamar,” terang dia.

Hotel Salak The Heritage misalnya. Penginapan yang terletak di Jalan Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor ini menawarkan harga Rp 1.150.000 untuk periode menginap 8-9 Februari 2020. “Dan spesialnya lagi kalian dapet free explore Bogor Street Fest CGM 2020 terus bisa ikutan walking tour heritage building, culinary, shopping + tour guidenya bersama @enjoybogor (untuk 2 pax). Gimana, seru kan? Udah deh gak usah bimbang, reservasi sekarang juga ya guys!,” tulis akun instagram @hotelsalak.

Belum lagi hotel lainnya seperti The 1O1 Suryakencana yang letaknya sangat dekat dengan lokasi acara. Pengunjung hotel tersebut tinggal melangkah, sudah bisa menyaksikan atraksi kesenian dan budaya. Belum lagi suguhan kuliner legendaris di sepanjang jalur Suryakencana.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan bahwa Bogor Street Festival merupakan salah satu event unggulan Kota Bogor yang memiliki daya tarik wisatawan yang luar biasa. Dari tahun ke tahun animo masyarakat semakin kuat. Untuk itu, Pemkot Bogor dari tahun ke tahun terus memperkuat komitmen dengan sinergitas panitia, OPD dan masyarakat luas.

Bogor Street Festival, kata Bima, bukan hanya sekedar festival biasa, tetapi sebagai bentuk upaya untuk menjaga kebersamaan di tengah keberagaman budaya.

“Ini bukan hanya tentang budaya, ini juga bukan tentang upacara, tapi tentang nilai-nilai yang kita yakini dari masa ke masa, diturunkan dan kita jaga terus kedepan, bersama dalam keberagaman. Berbeda adalah keniscayaan, beragam adalah keharusan, tapi kebersamaan harus kita perjuangkan,” pungkasnya. (prokompim/bdn)

Pemkot Bogor Optimistis Raih WTP ke-4 dari BPK

0

BOGORDAILY – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat menggelar pertemuan awal, dalam rangka pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2019 di Balai Kota Bogor, Selasa (4/2/20).
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, menerima langsung kedatangan tim pemeriksa yang terdiri dari Pengendali Teknis Robby Mulyadi, Penanggung Jawab Nyra Yuliantina, Ketua Tim Tin Rachmawati dan sejumlah anggotanya.

“Kualitas laporan keuangan harus relevan. Artinya terdapat feedback value, predictive value, tepat waktu dan lengkap. Selain itu juga harus andal di mana laporannya harus jujur, dapat diverifikasi dan netral. Tidak itu saja, laporan juga harus dapat dibandingkan dan dapat dipahami,” ungkap Robby Mulyadi.

Ia menambahkan, jangka waktu pemeriksaan akan dilakukan 25 hari ke depan, mulai dari 4 Februari 2020 sampai 28 Februari 2020. “Tujuan pemeriksaan untuk menilai efektivitas SPI (test of control) dalam penyusunan laporan keuangan, dengan melakukan pengujian substantif terbatas pada transaksi atau akun-akun untuk menilai kewajaran saldo dan kepatuhan terhadap perundang-undangan. Pengujian akan prioritas akan dilakukan pada akun kas, belanja modal, belanja barang, dan jasa serta aset tetap,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan sebelumnya, kata Robby, Pemkot Bogor telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut, pada tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018. “Tindak lanjut hasil pemeriksaan per semester II 2019 adalah hasilnya 93,89 persen sesuai rekomendasi, 5,99 persen belum sesuai dan 0,12 persen tidak dapat ditindaklanjuti. Hasil ini bisa dibilang sangat bagus,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Bima Arya meminta jajarannya untuk memberikan seluruh data yang dibutuhkan tim pemeriksa agar hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Alhamdulillah kita sudah tiga kali WTP. Tentunya saya meminta kepada semua, seperti bisa jangan kasih kendor, tetap gaspol untuk memberikan apa yang dibutuhkan dalam proses tim BPK di sini,” ungkap Bima.

Bima pun mengaku optimistis Kota Bogor bisa meraih kembali predikat WTP pada LKPD 2019. Mengingat Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Inspektorat kembali mengaktifkan Bengkel WTP sebagai wadah bagi OPD untuk memperbaiki laporan keuangannya.

“Kita buka Bengkel WTP sejak dulu dan sekarang saya kira tingkat waspada dan siaganya sama, jangan kendor. Bukan berarti sistem kita sudah sangat baik, memang lebih baik dari tahun ke tahun tapi belum sempurna. Kita berharap kali keempat WTP, Insya Allah. Selamat bertugas kepada tim BPK dan mohon arahan teknisnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Bogor Pupung W Purnama menyatakan bahwa jajaran Pemkot Bogor siap untuk memberikan data yang dibutuhkan tim pemeriksa. “Ada delapan kriteria seperti pemenuhan laporan keuangan, kesesuaian dengan pertanggungjawaban, sistem akuntansi pemerintahan dan lain-lain. Kriteria-kriteria itu yang harus dipenuhi dan kami siap dan mudah-mudahan kita bisa WTP lagi tahun ini,” pungkasnya. (Prokompim fla/ismet/adt/pri/bdn)

SOMPOEF Memulai Periode Kedua Program Magang Pembelajaran LSM di Indonesia

0

BOGORDAILY – PT Sompo Insurance Indonesia (Jakarta), anggota Sompo Holdings Group di Jepang, mengumumkan pada Februari 2020, dimulainya periode kedua Program Magang Pembelajaran LSM di Indonesia oleh Yayasan Lingkungan Sompo (selanjutnya disebut SOMPOEF; berlokasi di Shinjuku, Tokyo, Jepang; Presiden: Masaya Futamiya), yayasan ini didirikan untuk kepentingan umum.

Program ini akan mengirim mahasiswa sarjana dan pascasarjana Indonesia untuk magang ke LSM lingkungan yang beroperasi di pinggiran Jakarta. PT Sompo Insurance Indonesia (Jakarta), anggota Sompo Holdings Group di Jepang, mengumumkan dimulainya periode kedua dari Program Magang Pembelajaran LSM di Indonesia pada Februari 2020 oleh Yayasan Lingkungan Sompo (selanjutnya disebut “SOMPOEF”; berlokasi di Shinjuku, Tokyo, Jepang; Presiden: Masaya Futamiya), yayasan yang didirikan untuk kepentingan umum. Nama yayasan diubah dari Yayasan Lingkungan Sompo Jepang Nipponkoa pada 1 Januari 2020

Program Magang Pembelajaran LSM bertujuan untuk membantu siswa Indonesia memperdalam pemahaman mereka tentang berbagai masalah lingkungan, termasuk perubahan iklim dan konservasi hutan, dan untuk memperluas kesadaran mereka tentang pekerjaan yang dilakukan oleh LSM lingkungan untuk mengatasi masalah tersebut.

Banyak komentar seperti, “Saya memperoleh banyak pengetahuan, pengalaman dan berteman dengan berpartisipasi dalam program ini” atau “Saya bisa merasakan pertumbuhan saya sendiri selama program ini” diberikan oleh mahasiswa semester pertama, yang berpartisipasi dalam program pada tahun 2019.

SOMPOEF meluncurkan program magang serupa di Jepang pada tahun 2000 yang telah menarik lebih dari 1.000 peserta hingga saat ini. Menerapkan pengalaman dan pengetahuan dari menjalankan program Jepang, SOMPOEF akan bekerja untuk mendukung siswa Indonesia berkembang menjadi pemimpin masa depan dan menemukan pekerjaan yang sesuai.

Siswa akan menghabiskan waktu hingga 75 hari antara Februari dan September di salah satu dari beberapa LSM, termasuk Conservation International (CI), di pinggiran kota Jakarta. Siswa diminta untuk menulis laporan tentang kegiatan mereka dan untuk berpartisipasi dalam pertemuan bulanan.

Tahun ini, 225 aplikasi diterima di 20 tempat, dan 2 atau 3 siswa akan dipilih untuk 9 LSM setelah meninjau aplikasi dan wawancara. SOMPOEF akan mendukung para siswa dengan membayar mereka 100.000 rupiah per hari yang dihabiskan di LSM mereka. Program di Jakarta akan dioperasikan bekerja sama dengan kantor Forum Pendidikan Lingkungan Jepang (JEEF) Indonesia.

Menyusul pertumbuhan ekonomi yang cepat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, masalah lingkungan, termasuk deforestasi dan pengelolaan limbah, telah muncul dekat dengan rumah, dan minat dalam karier di LSM lingkungan telah meningkat di kalangan mahasiswa.

Melalui program magang, SOMPOEF berharap dapat membantu siswa memperdalam pemahaman mereka tentang masalah lingkungan dan menawarkan mereka kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja dan memilih jalur karier mereka.(*/bdn)

Berburu ” Ninja” di Bogor, Warga Patroli Gabungan

0

BOGORDAILY – Akibat aksi “ninja” yang meresahkan di Jl Ardio, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor itu.
Warga akhirnya melakukan patroli bersama, sekaligus memburu “ninja” yang sudah sangat meresahkan itu.

Patroli dimulai sejak pukul 20:00, warga berkumpul sambil berpatroli, untuk mengantisipasi keseraham warga akibat aksi ninja itu.

Ya, kampung ini kini memang sedang, digegerkan tiga sosok “ninja” yang sudah sejak Senin Malam membuat resah.

Tiga orang “Ninja” kerap mengganggu warga, selain itu juga para ninja itu seolah mampu meringankan tubuh, karena berjalan dan meloncat dari atas rumah- rumah warga.

“Sudah sejak Senin lama ninja-ninja itu meresahkan warga. Kami sebut ninja karena gerakannya sangat cepat dan bisa merayap di atas genting rumah,” kata warga sekitar Didit saat menceritakan soal ninja yang beraksi di kampungnya itu.

Saksi mata lainnya menurutkan, aksi itu bermula pada Senin malam sekitar pukul 22:00. Ada lemparan baru yang dilemparkan ke anak-anak muda yang sedang berbincang diteras rumah.

Sempat diacuhkan, namun tiba-tiba salah satu warga meminta tolong ada gerakan mencurigakan.

Setelah dikejar, orang tersebut mendadak hilang seperti ditelan angin. Sementara pagar rumah sudah terbuka. Beruntung tak ada harta benda uang hilang.

Warga mengaku melihat tiga sosok yang beraksi, salah satu dari mereka lari menuju atap rumah warga dan melompat dari rumah ke rumah menyerupai aksi ninja.

“Malam ini kita akan patroli,” ujarnya. (*)