Home Blog Page 852

Daftar Harga Emas Antam di Pegadaian Terbaru 2 Juni 2025

0

Bogordaily.net Harga emas logam mulia (LM) Antam yang dijual per gram oleh Pegadaian pagi ini per gram semakin turun dibanding sebelumnya, 2 Juni 2025.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam 2 Juni 2025

Segini harga emas produksi Antam :

Harga Emas Antam di Pegadaian 0,5 gram: Rp 1.022.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 1 gram : Rp 1.941.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 2 gram: Rp 3.821.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 5 gram: Rp 9.474.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 10 gram: Rp 18.890.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 25 gram: Rp 47.095.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 50 gram: Rp 94.209.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 100 gram: Rp 188.137.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 250 gram: Rp 470.069.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 500 gram: Rp 939.921.000
Harga Emas Antam di Pegadaian 1000 gram: Rp 1.879.801.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, 2 Juni 2025.***

Ramalan Cuaca Kota Bogor Senin 2 Juni 2025, Hujan atau Tidak?

0

Bogordaily.netRamalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor hari ini, Senin 2 Juni 2025 diperkirakan berawan sepanjang hari dari pagi.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Senin 2 Juni 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Berawan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 61–89%

Bogor Timur

Cuaca: Berawan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 61–88%

Bogor Tengah

Cuaca: Berawan
Suhu: 24-29°C
Kelembapan: 59–87%

Bogor Barat

Cuaca: Berawan
Suhu: 24–29 °C
Kelembapan: 59–87%

Bogor Utara

Cuaca: Berawan
Suhu: 24-29°C
Kelembapan: 61–86%

Tanah Sareal

Cuaca: Berawan
Suhu: 24–29 °C
Kelembapan:59–87%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Senin 2 Juni 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Revitalisasi Pasar Bogor Dimulai, Operasional Dihentikan 6 Juni 2025

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) resmi menghentikan operasional Pasar Bogor mulai Jum’at, 6 Juni 2025.

Kebijakan ini diambil dalam rangka memulai proses revitalisasi menyeluruh terhadap pasar yang dinilai sudah tidak layak dan tidak representatif lagi sebagai ruang publik perdagangan.

Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin, mengungkapkan bahwa penghentian operasional dilakukan untuk menindaklanjuti program kerja Pemkot Bogor serta mempercepat proses pembenahan kawasan Pasar Bogor dan Plaza Bogor.

“Selain sudah masuk program kerja Pemkot Bogor, kondisi pasar saat ini memang sudah sangat tidak layak. Hak guna bangunan (HGB) para pedagang pun sudah habis sejak tahun 2017,” ujar Jenal, Senin 2 Juni 2025.

Revitalisasi ini merupakan kelanjutan dari upaya modernisasi pasar-pasar tradisional di Kota Bogor yang sebelumnya sudah dilakukan di Pasar Tanah Baru, Pasar Pamoyanan, Pasar Jambu Dua, dan Pasar Gembrong Sukasari.

Menurut Jenal, keberadaan Pasar Bogor yang kini terkesan kumuh, kotor, dan tidak nyaman sudah tidak sesuai lagi dengan citra Kota Bogor sebagai kota jasa dan kota wisata.

“Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD),” kata Jenal.

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, seluruh pedagang telah diinformasikan terkait rencana penutupan operasional dan sudah diarahkan untuk berpindah ke Pasar Gembrong Sukasari atau Pasar Jambu Dua yang telah disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.

“Sudah banyak pedagang yang memiliki kios di dua pasar tersebut. Bangunannya baru, lebih bersih, tidak bau, aman, dan tentunya nyaman,” lanjut Jenal.

Adapun tahap berikutnya dari proses revitalisasi akan dimulai pada 11 Juni 2025, yaitu pemagaran kawasan sekitar Pasar Bogor dan Plaza Bogor sebagai bagian awal dari pekerjaan konstruksi.

Dengan langkah ini, Pemkot Bogor dan Perumda PPJ berharap dapat memberikan wajah baru bagi Pasar Bogor dan menciptakan ruang perdagangan yang lebih tertib, higienis, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.***

Ibnu Galansa

DEMA STAI Al Hidayah Gelar ALCEPTION 2025

0

Bogordaily.net – Dalam semangat kebersamaan dan menjunjung tinggi sportivitas, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah Bogor menggelar kegiatan Al-Hidayah Competition (ALCEPTION 2025) yang bertemakan “Unity in Innovation: Building Bridges Across Generations”

Acara yang diadakan di Kampus STAI Al-Hidayah Bogor ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas generasi dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, serta mempererat semangat persatuan dalam keberagaman ide dan pengalaman. Diharapkan kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa dalam mengembangkan potensi kepemimpinan dan kreativitas yang relevan dengan tantangan zaman..

Dalam kegiatan ini, ada sekitar 18 delegasi sekolah ataupun pesantren yang ikut serta, berbagai rangkaian acara diselenggarakan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Di antaranya adalah lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an, (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Cerdas Cermat (LCC), Poster Digital, adapun lomba untuk mahasiswa internal Turnamen Futsal dan Badminton.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh: Dedi Mulyono, SP, M.Si (Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor), H. Dody Hikmawan. S.E (Anggota DPRD Kota Bogor komisi II), Dr. Unang Wahidin, M.Pd.I. (Ketua STAI Al-Hidayah Bogor), Dr. Fachri Fahrudin, S.H.I., M.E.I.,(Wakil ketua III Bidang Kemahasiswaan), Zaqi Ramdhani (Presma DEMA STAI Al-Hidayah Bogor), H. Abdul Aziz Siswanto, S.Th.I (Ketua Alumni STAI Al-Hidayah), dan para peserta dari perwakilan sekolah dan tamu undangan yang lainnya.

Tidak ketinggalan, para peserta dalam acara ini sangat antusias dalam mengikutinya, di mana seluruh peserta bersama-sama dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Zaqi Ramdani Presma DEMA Al-Hidayah mengatakan “ Kegiatan Alception ini bukan semata-mata ajang untuk unjuk kemampuan, tapi lebih dari itu: ini adalah momen untuk menjalin persahabatan, membangun semangat sportivitas, dan mengasah potensi diri dalam suasana kompetitif yang sehat.

“Kami juga berharap, melalui acara ini, adik-adik bisa mengenal lebih dekat lingkungan kampus dan mulai menumbuhkan mimpi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Kampus ini terbuka bagi kalian semua yang ingin belajar, tumbuh, dan berkembang,” ujar Dr. Unang Wahidin, M.Pd.I Rektor STAI Al-Hidayah Bogor.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai sekolah berhasil menorehkan kebahagiaan dan keberkahan bagi semua yang terlibat. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya kita untuk meningkatkan potensi peserta dan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Terakhir, Zaqi Ramdani ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, dosen, dan pihak kampus yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

“Semoga acara ini berjalan lancar dan menjadi pengalaman yang berkesan bagi kita semua,” katanya. ***

Kopdes Merah Putih Gunakan Data Desa Presisi, Wamenkop: Lebih Terukur, Terarah, dan Tepat Sasaran

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono yang juga menjabat sebagai Koordinator Ketua Pelaksanaan Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih menekankan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diprioritaskan bergerak dalam bidang produksi, distribusi dan industri. Maka, berdasarkan gagasan tersebut, dibutuhkan data desa yang akurat, aktual, dan relevan sebagai basis data pemberdayaan dan penguatan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Sehingga, kita menggunakan Data Desa Presisi (DDP) yang merupakan metode pendataan untuk memetakan kondisi, kebutuhan, dan potensi riil setiap desa. Metode tersebut merupakan temuan Institut Pertanian Bogor,” ungkap Wamenkop Ferry dalam keterangannya, Senin (02/06).

Saat melakukan Kick-Off Kopdes Merah Putih berbasia Data Presisi (DDP), di Desa Bongkasa Pertiwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, bagi Wamenkop, basis data desa yang akurat merupakan hal fundamental dalam penyusunan peta jalan dan penguatan Kopdes Merah Putih untuk mampu menjadi instrumen hadirnya kesejahteraan rakyat di desa.

“Gerakan Kopdes berbasis data desa presisi lebih terukur, terarah, dan tepat sasaran dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di desa,” ucap Wamenkop.

Menurut Wamenkop, DDP menjadi jawaban pula bahwa Kopdes Merah Putih sangat membuka partisipasi rakyat desa, bersifat bottom up bahkan dari mulai pendataan yang digunakan untuk mengungkap potensi desa dan rencana usaha yang akan dikembangkan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Data Desa Presisi menjadi jawaban pula atas kekhawatiran berbagai pihak yang menengarai Kopdes Merah Putih hanya bersifat top down,” kata Wamenkop.

Wamenkop berharap Desa Bongkasa Pertiwi yang dijadikan pilot project penerapan Data Desa Presisi untuk Kopdes Merah Putih, menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Indonesia bagaima membangun koperasi desa berbasis sains.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, penemu DDP dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Sofyan Sjaf menyatakan rasa terima kasih atas rekognisi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi terhadap inovasi data desa presisi untuk penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

“Data Desa Presisi adalah implementasi dari demokrasi data yang memetakan dan mengidentifikasi potensi ekonomi sekaligus potensi sumber daya manusia,” ujar Prof Sofyan. ***

10 Prodi IPB University Terfavorit dan Terketat di SNBT dan SNBP 2025

0

Bogordaily.net – Antusiasme calon mahasiswa terhadap IPB University terus meningkat. Selama tiga tahun terakhir, jumlah pelamar di jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mengalami peningkatan.

Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana menjelaskan, pada tahun 2025, IPB University mencatat total 64.035 pelamar SNBT, naik dibandingkan tahun 2024 (57.619 pelamar) dan tahun 2023 (27.564 pelamar). Rerata tingkat keketatan program studi (prodi), yang dihitung dari jumlah peminat dibandingkan dengan daya tampungnya, juga meningkat dari 24,0 di 2024 menjadi 26,5 pada 2025.

Untuk SNBP, naik dari 2023 (23.475 pelamar) dan 2024 (28.446 pelamar), menjadi 35.745 pelamar pada 2025. Rerata tingkat keketatan program studi (prodi), yang dihitung dari jumlah peminat dibandingkan dengan daya tampungnya, juga meningkat dari 9,0 di 2024 menjadi 10,9 pada 2025.

Berikut 10 prodi favorit dan prodi dengan keketatan tertinggi pada jalur SNBT tahun 2025:

10 Prodi IPB Terfavorit di SNBT 2025

D4 Komunikasi Digital dan Media
D4 Akuntansi
D4 Manajemen Agribisnis
D4 Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi
D4 Teknik dan Manajemen Lingkungan
D4 Manajemen Industri
S1 Bisnis (Sarjana)
D4 Analisis Kimia
D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
S1 Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

10 Prodi IPB dengan Keketatan Tertinggi di SNBT 2025

D4 Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi
D4 Komunikasi Digital dan Media
D4 Teknik dan Manajemen Lingkungan
S1 Kedokteran
D4 Manajemen Industri
D4 Teknologi dan Manajemen Ternak
D4 Ekowisata
S1 Kecerdasan Buatan
S1 Smart Agriculture
D4 Analisis Kimia

Adapun 10 prodi favorit dan prodi dengan keketatan tertinggi pada jalur SNBP tahun 2025 sebagai berikut:

10 Prodi IPB Terfavorit di SNBP 2025

S1 Manajemen
D4 Komunikasi Digital dan Media
S1 Ilmu Komputer
S1 Teknologi Pangan
D4 Akuntansi
S1 Ilmu Gizi
S1 Bisnis
S1 Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat
S1 Statistika dan Sains Data
S1 Agribisnis

10 Prodi IPB dengan Keketatan Tertinggi di SNBP 2025

S1 Kedokteran
S1 Ilmu Gizi
S1 Teknologi Pangan
S1 Manajemen
S1 Sains Biomedis
S1 Kecerdasan Buatan
S1 Statistika dan Sains Data
S1 Ilmu Komputer
S1 Teknik Sipil dan Lingkungan
S1 Aktuaria
Prof Deni juga berpesan kepada calon mahasiswa yang belum dinyatakan lolos SNBP dan SNBT, IPB University masih memberikan kesempatan melalui jalur mandiri salah satunya adalah Seleksi Mandiri Masuk (SM) IPB untuk Program S1 dan D4.

“Terdapat jalur mandiri lainnya, yaitu Jalur Ketua OSIS, Jalur Talenta, Jalur Kemitraan Beasiswa Utusan Daerah (BUD), serta Kelas Internasional,” tambahnya.

Pendaftaran SM IPB Program S1 akan ditutup tanggal 11 Juni 2025, sedangkan Program D4 akan ditutup pada 1 Juli 2024. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran SM IPB dapat diakses melalui tautan berikut: https://admisi.ipb.ac.id/. ***

Perdana Kabupaten Bogor Jadi Tuan Rumah Kontes Bonsai Nasional, Momen Istimewa HJB ke-543

Bogordaily.net – Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan atau Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna secara resmi membuka kegiatan Kompetisi Bonsai Nasional yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Bogor, yang berlangsung di Lapangan Panahan Stadion Pakansari pada, Minggu (1/6/25).

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menyampaikan bahwa bonsai bukan hanya sekadar hasil budidaya tanaman, namun merupakan bentuk seni yang sarat dengan filosofi kehidupan.

“Bonsai merupakan produk hasil kreasi manusia yang bukan hanya sekadar wujud seni dalam budidaya dan merawat tanaman semata. Pada wujud fisik bonsai terkandung makna dan filosofi yang dalam, yakni sebagai simbol keuletan, kesabaran, ketekunan, dan kasih sayang,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa proses pembentukan bonsai membutuhkan waktu yang sangat panjang, bahkan hingga hitungan windu atau dasawarsa. Hal ini mencerminkan bahwa keberhasilan tak lepas dari konsistensi dan dedikasi.

“Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Tanaman yang awalnya mungkin tidak begitu menarik, bisa menjadi tanaman yang indah dan bernilai ekonomi tinggi, bahkan mencapai milyaran rupiah, berkat ketekunan dan kasih sayang dalam merawatnya,” jelasnya.

Entis juga menyampaikan harapan agar budidaya bonsai dapat menjadi potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang di Kabupaten Bogor, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat secara umum.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Insya Allah, ini menjadi salah satu kado indah dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-543, sehingga perayaannya menjadi lebih meriah dan bermakna,” ungkapnya.

Menurutnya, kompetisi ini menjadi momen istimewa karena merupakan event pameran dan kontes nasional bonsai pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Bogor. Ia pun memberikan apresiasi kepada Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), khususnya PPBI Kabupaten Bogor, atas terselenggaranya kegiatan ini.

Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia pelaksana serta seluruh peserta dari berbagai daerah yang telah ikut serta menyukseskan acara ini.

“Semoga filosofi bonsai yang mencerminkan ketekunan, kesabaran, dan kasih sayang, dapat kita implementasikan dalam mengelola Kabupaten Bogor yang penuh tantangan, demi kemajuan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Umum PBBI Pak Alex R Tangkulung menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan PPBI Kabupaten Bogor dalam menyelenggarakan pameran tingkat nasional untuk pertama kalinya digelar dengan skala sebesar ini.

“Dari sini, kita dapat melihat kekuatan dan kekompakan luar biasa dari jajaran Ketua Panitia juga PPBI atas kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan semangat kalian semua,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi atas keberhasilan jajaran panitia atas terselenggaranya kegiatan ini dengan sangat baik.

“Ini tidak mudah. Mengumpulkan pohon sebanyak ini, memastikan semuanya dalam kondisi terbaik, ini pencapaian yang luar biasa,” imbunya.

Hadir di kegiatan ini yakni, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Danlanud ATS, Dandim 0621, para Kepala SKPD, dan lainnya. (*)

Dari Ngawi ke Dunia: Jejak Panjang Pengabdian Seorang Pendidik

0

Bogordaily.net – Sosok inspiratif yang telah mengabdikan diri sepenuh hati selama lebih dari dua puluh tahun, untuk kemajuan pendidikan vokasi peternakan di IPB University. Dr. Ir. Bagus Priyo Purwanto, M.Agr., seorang pendidik yang merupakan dosen di Sekolah Vokasi IPB, mengajar Teknologi dan Manajemen Ternak. Beliau terkenal karena kualitasnya yang luar biasa dan pendekatan pendidikannya yang humanis.

Lahir di Ngawi, Jawa Timur, pada 3 Mei 1960, Dr. Bagus telah menapaki perjalanan panjang dalam dunia akademik dan profesional. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan IPB pada tahun 1983, dan langsung terjun ke dunia kerja sebagai karyawan di PT Bina Mulia Ternak. Meski kariernya dimulai dari posisi paling dasar, semangat dan ketekunannya membawa ia melangkah lebih jauh.

Dorongan untuk terus belajar membawanya ke Negeri Sakura, Jepang, di mana ia menempuh pendidikan pascasarjana hingga meraih gelar magister dan doktoral di bidang peternakan dari Hiroshima University pada tahun 1993. Pengalaman menempuh studi di luar negeri membuka cakrawala baru dan memperkaya pemahamannya terhadap praktik-praktik peternakan modern.

Dr. Bagus bekerja di Malaysia hingga tahun 1998 setelah menyelesaikan kuliahnya di Jepang. Dia pulang ke Indonesia karena panggilan untuk kembali berkhidmat kepada tanah air dan mendidik generasi muda. Setelah sebelumnya menjadi asisten dosen di unit yang sama, ia resmi bergabung sebagai dosen tetap di Sekolah Vokasi IPB pada tahun 1999.

Dr. Bagus dalam kesehariannya, dikenal sebagai pribadi yang sederhana, bersahaja, dan tidak pernah berhenti belajar. Selain aktif mengajar, ia juga menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga pendidikan, menjadi konsultan, serta memberi kontribusi dalam pengembangan sektor peternakan dan pertanian secara lebih luas. Dia percaya bahwa pendidikan harus terus berkembang, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan tidak hanya berhenti di kelas.

Sebagai pendidik, Dr. Bagus bersikap humanis terhadap siswanya. Ia memahami bahwa setiap mahasiswa datang dengan latar belakang, karakter, dan tantangan yang berbeda. Dia tidak memilih konfrontasi ketika berhadapan dengan siswa yang berperilaku tidak disiplin atau menunjukkan sikap membangkang. “Saya tidak ingin memperlakukan mereka sebagai musuh atau lawan,” katanya.

Sebaliknya, ia lebih suka merangkul mereka, memahami mereka, dan mengarahkan mereka secara bertahap tetapi konsisten. Ia percaya bahwa menggunakan pendekatan yang penuh empati akan membuat lebih mudah untuk membimbing siswa dan mengarahkan mereka ke jalan yang lebih baik.

Kesabaran dan kelapangan hatinya dalam membimbing mahasiswa lahir dari prinsip hidup yang ia pegang teguh: menghadapi masalah dengan tenang dan tidak terlalu membebani pikiran. Ia selalu berusaha menyikapi berbagai tantangan dengan kepala dingin, termasuk ketika menerima komentar atau penilaian dari orang lain. “Sepanjang saya menjalani apa yang saya yakini benar dan bermanfaat, saya tidak perlu ambil pusing dengan penilaian orang,” ujarnya.

Meskipun telah berkarier lama di dunia peternakan, Dr. Bagus tidak pernah menuntut anak-anaknya untuk mengikuti jejaknya. Ia justru mendorong mereka untuk menemukan dan memilih jalan hidupnya sendiri. Dua anaknya kini menempuh pendidikan dan berkarier di bidang teknik sipil, dan Dr. Bagus menerima pilihan mereka dengan penuh dukungan. Baginya, setiap anak berhak menentukan arah hidupnya, dan tugas orang tua adalah membimbing, bukan mengatur.

Dr. Bagus sangat optimistis tentang perkembangan Sekolah Vokasi IPB sebagai anggota komunitas akademiknya. Ia mendorong peningkatan jumlah dan keberagaman siswa, terutama dari luar Pulau Jawa. “Pendidikan akan lebih kaya jika diisi oleh anak-anak muda dari berbagai penjuru Indonesia.” “Keragaman latar belakang dan pengalaman akan memperluas perspektif serta memperkaya proses belajar mengajar,” katanya dengan semangat.

Dr. Bagus Priyo Purwanto bukan hanya seorang akademisi; dia adalah pendidik sejati yang menanamkan nilai-nilai luhur dalam proses pembelajaran. Ia bukan hanya mengajar, tetapi juga membangun karakter, membimbing, dan menjadi teladan. Semangat juang untuk mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur dan empati tersimpan dalam sikapnya yang tenang dan tegas.

Ruth Aurelia Caroline
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

EVOS Legends Tumbang di MPL ID S15: Ketika Komunikasi Jadi Titik Runtuh

0

Bogordaily.net – EVOS Legends, nama yang lekat dalam sejarah kompetitif Mobile Legends di Indonesia, kembali menuai sorotan—bukan karena kejayaan, melainkan keterpurukan. Musim ke-15 MPL ID mencatat salah satu fase terburuk dalam kiprah mereka, dengan hasil mengecewakan: gagal melaju ke babak playoff untuk keempat kalinya.

Kekecewaan ini terasa lebih dalam karena ekspektasi terhadap EVOS sangat tinggi di awal musim. Perekrutan dua pemain bintang, Hengky “Kyy” dari Bigetron Alpha dan Albert dari ONIC, membangun optimisme baru di kalangan penggemar. Keduanya dikenal luas dalam dunia MLBB, bukan hanya karena prestasi, tapi juga karena chemistry yang terbentuk sejak lama dalam persahabatan mereka bersama AE Pai—dikenal publik sebagai “Trio Prot Prot.”

Optimisme kian menguat karena sejarah juga berpihak. EVOS selama ini dikenal gacor saat tampil di musim ganjil. Kalimat “EVOS mode season ganjil” menjadi semacam mantra di kalangan fans, mengacu pada performa hebat mereka di Season 11 dan 13. Namun musim ini justru menjadi pengecualian menyakitkan—EVOS tercecer di papan bawah dan gagal mencicipi atmosfer playoff.

Padahal, leg pertama musim ini menunjukkan sinyal positif. EVOS mampu bersaing di papan atas, bahkan sempat menempati posisi ketiga klasemen. Namun, memasuki leg kedua, grafik performa menurun drastis. Puncaknya adalah absennya Depezet, salah satu pemain kunci yang dinonaktifkan karena dugaan kasus asusila dengan penggemar.

Insiden ini tak hanya mencoreng nama tim, tapi juga merusak stabilitas internal.
Dampaknya terlihat nyata. Dalam beberapa pertandingan penting, EVOS kerap kehilangan momentum. Saat melawan Bigetron Alpha, misalnya, mereka berada dalam posisi unggul, namun terlalu memaksakan penyelesaian permainan dan akhirnya harus menelan kekalahan. Hal serupa terjadi ketika melawan Liquid ID—blunder dari Kyy menjadi titik balik yang menghancurkan peluang kemenangan.

Perubahan line-up pun dilakukan. Branz dimasukkan untuk menggantikan Erlan di posisi Goldlane, dengan harapan bisa memperkuat sisi serangan. Namun, pergantian ini juga tak memberikan hasil yang diharapkan. Justru terlihat ketimpangan antar-role dan kurangnya koordinasi di lapangan. Hingga pekan kedelapan, EVOS masih punya satu peluang terakhir: mengalahkan ONIC. Tapi harapan itu kandas setelah tumbang 0-2 tanpa perlawanan berarti.

Kegagalan EVOS bukan hanya soal strategi atau eksekusi mekanikal. Ada satu hal mendasar yang tampak hilang—komunikasi. Dalam ranah esports profesional, komunikasi bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menyatukan visi, menumbuhkan trust, dan membuat keputusan cepat di bawah tekanan.

Sepanjang musim, permainan EVOS kerap terlihat tidak sinkron. Eksekusi inisiasi yang tidak kompak, rotasi yang tumpang tindih, dan pengambilan keputusan yang tidak koheren menjadi indikasi lemahnya komunikasi tim. Ketika pemain inti harus diganti, seperti absennya Depezet dan penurunan performa Erlan, pola komunikasi pun terganggu. Dalam banyak momen, EVOS seperti tim yang bermain bersama secara teknis, tapi tidak terhubung secara emosional maupun taktis.

Reaksi dari komunitas pun beragam. EVOS Fams meluapkan kekecewaan di media sosial—mulai dari kritik keras terhadap manajemen, tuntutan evaluasi besar-besaran, hingga spekulasi soal masa depan tim. Namun di balik itu, tetap ada suara harapan agar EVOS bisa bangkit dengan wajah baru yang lebih solid, baik dari sisi strategi maupun chemistry internal.

Para analis dan caster juga menyoroti lemahnya teamwork sebagai akar persoalan. Chemistry yang diharapkan dari pemain-pemain top seperti Albert dan Kyy tak kunjung terbentuk. Bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena sistem yang belum menyatukan semua elemen tim secara menyeluruh.

Meski musim ini penuh luka, bukan berarti EVOS Legends tak bisa bangkit. Justru inilah momen penting untuk melakukan refleksi menyeluruh. Komunikasi internal harus menjadi prioritas dalam proses rebuilding—bukan hanya lewat rotasi pemain, tetapi juga lewat peran aktif pelatih, analis, hingga psikolog tim.

Esports hari ini tak cukup hanya mengandalkan mekanik. Mental, hubungan antar-pemain, dan sistem komunikasi yang kuat menjadi fondasi tim juara. EVOS Legends, dengan sejarah dan basis penggemar yang besar, masih punya ruang untuk kembali ke jalur kemenangan—asal mereka mau membenahi apa yang selama ini hilang: kepercayaan dan keterhubungan.

Musim ke-15 mungkin menjadi akhir dari sebuah bab, tapi bukan akhir dari cerita. Karena dalam dunia kompetitif, kegagalan bukan sekadar kekalahan—ia adalah panggilan untuk tumbuh lebih kuat, lebih padu, dan lebih berani.

Ruth Aurelia Caroline
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Menembus Lelah, Menemukan Cahaya: Perjalanan Singkat ke Curug Walet

Bogordaily.net – Kadang, untuk bisa bernapas lebih dalam, kita tidak butuh tiket pesawat atau kamar hotel mewah. Kita hanya perlu menjauh sebentar, pergi ke tempat di mana suara air lebih nyaring daripada notifikasi ponsel. Tempat yang membuatmu merasa kecil, tapi justru karena itu kamu merasa hidup. Bagi saya, tempat itu bernama Curug Walet.

Saya Ruth Aurelia, seorang mahasiswi rantau yang tinggal di kota Bogor, yang dikenal sebagai kota hujan. Saya tahu sejak pertama kali saya datang ke kota ini bahwa saya akan kembali pulang dengan semua kenangan dan jejak yang saya buat di sini. Sebelum waktu itu tiba, saya ingin mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman, mengunjungi tempat yang belum saya kunjungi, dan mengeksplorasi setiap sudut yang mungkin saya tidak akan lewati lagi.

Suatu akhir pekan, setelah seminggu yang cukup padat oleh rutinitas kampus, saya memutuskan untuk kabur sejenak. Bukan ke mal, bukan ke kafe. Saya ingin sesuatu yang lebih… alami. Pilihan jatuh pada Curug Walet, sebuah air terjun yang katanya punya pantulan cahaya matahari yang unik—orang-orang menyebutnya “Cahaya Ilahi.”
Saya tak punya ekspektasi besar. Tidak sedang mencari pencerahan hidup, atau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan besar. Saya hanya ingin pergi. Menjauh. Mendengarkan alam, mungkin juga diri sendiri.

Saya berangkat dari Kota Bogor bersama seorang teman. Situs Curug Walet berada di Ciasihan, distrik Pamijahan, Kabupaten Bogor. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar satu setengah jam, menurut Google Maps. Kami malah tersesat karena terlalu percaya diri dan percaya bahwa kami lebih tahu jalan.

Alih-alih mengikuti peta digital, kami memilih bertanya kepada warga sekitar. Sialnya, orang yang kami tanya sepertinya juga tidak terlalu tahu arah pasti. Hasilnya? Kami justru memutar lebih jauh dari rute normal. Tersesat bukanlah hal yang menyenangkan saat perut mulai lapar dan bensin makin menipis. Tapi lucunya, di momen-momen seperti itu, saya sadar betapa kadang kesederhanaan—seperti tawa di tengah salah jalan—bisa menjadi highlight dari sebuah perjalanan.

Kami akhirnya tiba di area parkir setelah berputar cukup lama. Di sinilah petualangan yang sebenarnya dimulai. Untuk mencapai curug, kami harus melakukan tracking sekitar 30–40 menit. Jalurnya cukup menantang: tanah merah yang licin, tanjakan-tanjakan curam, dan akar pohon yang menyembul dari tanah. Bagi orang yang terbiasa mendaki, mungkin ini hal biasa. Tapi buat saya, ini nyaris mustahil.

Saya mengalami kecelakaan yang cukup fatal beberapa tahun sebelumnya. Kemampuan berjalan saya tidak pernah kembali seperti semula sejak itu. Tubuh saya mudah kehilangan keseimbangan, dan saya selalu takut jatuh. Stamina yang telah lama tidak dilatih juga. Kaki saya sudah sangat gemetar setelah beberapa menit mengikuti. Semangat mulai lemah saat nafas ngos-ngosan.

Tapi saya terus melangkah. Pelan, tapi pasti. Teman saya sesekali harus menarik saya saat tanjakan, atau menahan saya agar tidak terpeleset. Kami tertawa di tengah rasa lelah, dan saya mulai belajar bahwa keberanian bukan soal tidak takut—tapi tetap berjalan meskipun takut.

Sekitar 30 menit berlalu, dan akhirnya kami sampai di Curug Walet.
Airnya turun deras dari tebing tinggi, menciptakan suara gemuruh yang seolah menelan semua kebisingan dunia. Udaranya dingin, percikan air sampai membuat baju kami basah. Sayangnya, karena debit air yang cukup tinggi saat itu, kami tidak bisa mandi di bawah curug. Tapi keindahannya tetap luar biasa.

Meski “Cahaya Ilahi” yang menjadi ciri khas curug ini tidak kami temukan karena kami datang kesiangan, saya tidak merasa kecewa. Justru kelegaan luar biasa memenuhi dada. Saya berhasil sampai, saya mampu menyelesaikan perjalanan ini, meskipun di awal saya ragu akan bisa.

Kami tidak banyak beraktivitas di sana. Hanya duduk, mengambil beberapa foto, dan menikmati suasana. Untungnya saya dan teman saya tipe yang serupa—kami lebih menikmati proses daripada hasil. Jadi meskipun kami tidak lama di lokasi, itu sudah cukup.

Perjalanan pulang pun tak kalah dramatis. Kaki yang sudah lelah membuat saya terpeleset, tapi untungnya saya jatuh di jalur yang cukup aman. Padahal, kalau terpeleset di sisi lain, bisa jadi ceritanya jauh berbeda karena ada jurang yang mengintai.

Sampai di basecamp, kami istirahat sejenak sambil menyantap sate Padang yang dijual di sekitar situ. Makanan hangat di tengah udara dingin, setelah tracking panjang—rasanya seperti surga kecil.

Dalam perjalanan pulang, saya merenung. Mungkin saya tidak menemukan “cahaya” yang diceritakan orang-orang. Tapi saya menemukan cahaya lain—yang muncul dari dalam diri. Cahaya yang membuktikan bahwa saya masih bisa melawan ketakutan saya sendiri, masih bisa berdiri meski kaki ini tak sekuat dulu, dan masih bisa tertawa meski napas tersengal.

“Terkadang, kita pergi bukan untuk mencari sesuatu. Tapi untuk membuktikan bahwa kita masih hidup—dan layak merayakannya.”

Curug Walet bisa menjadi tempat pulang sejenak jika kamu merasa bosan atau penuh. Namun, itu datang tanpa diduga. Biarkan kejutan alam terjadi. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan Google Maps. Memiliki keyakinan yang lebih besar tidak berarti harus keras kepala.

Tips singkat untuk ke Curug Walet:
• Waktu terbaik: pagi hari (sekitar jam 8–10 pagi) jika ingin melihat pantulan Cahaya Ilahi.
• Bawa baju ganti dan jas hujan—cuaca di sana sering berubah.
• Pakail sepatu yang nyaman untuk tracking.
• Jangan datang sendirian jika kamu punya keterbatasan fisik atau belum terbiasa mendaki.
• Dan yang paling penting: nikmati perjalanannya, bukan hanya tujuannya.

Ruth Aurelia Caroline
Mahasiswi Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB