Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 852

Jenal Mutaqin Tegaskan Pemkot Berkomitmen Zero Stunting di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan komitmennya dalam menanggulangi stunting di Kota Bogor secara terintegrasi dan bukan sekadar pencitraan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usai memberikan bantuan makanan tambahan bagi anak-anak stunting di RW 6, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (18/3/2025).

Jenal Mutaqin mengungkapkan, kehadirannya di Pamoyanan sebab dirinya teringat ada dua anak stunting yang merupakan kakak beradik berusia 23 dan 18 tahun. Namun, kondisi anak tersebut setara dengan balita 5 tahun.

“Jadi saya ke sini karena teringat waktu kampanye. Ada dua anak stunting berusia 23 tahun dan 18 tahun, tetapi kondisi tubuh mereka setara dengan balita lima tahun. Saat itu, saya berjanji kepada ibunya yang menderita kanker payudara untuk membantu pengobatan dan operasi gratis. Namun, saat saya kembali ke sini, ibunya sudah meninggal,” ujar Jenal Mutaqin.

Ia mengatakan, bahwa kunjungan tersebut menjadi pukulan baginya, terutama setelah menemukan banyak anak stunting lainnya di wilayah tersebut.

Menyadari hal ini, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menggelar rapat khusus penanganan stunting.

“Saya juga nanti akan mengusulkan agar anggota DPRD Kota Bogor turut menjadi bapak asuh bagi anak-anak stunting agar kita bisa menihilkan stunting,” katanya.

Sebagai langkah awal, bantuan berupa telur, beras, kue, dan susu diberikan kepada anak-anak stunting dan keluarga mereka.

Bantuan ini berasal dari berbagai pihak, termasuk sumbangan pribadi Wakil Wali Kota Bogor, Dinas Sosial, dan BAZNAS.

Namun, ia menegaskan bahwa ke depan, distribusi bantuan akan dilakukan secara terukur agar penanganan lebih efektif.

“Stunting memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberikan perlakuan yang sama. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja terbaik dari Dinas Kesehatan untuk mengidentifikasi kondisi ibu hamil dan anak remaja yang berisiko,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pamoyanan, Husnul Khatimah, mengatakan bahwa stunting bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sejak lahir, tetapi juga bisa terjadi saat remaja.

Remaja putri yang mengalami anemia akibat kurang gizi berisiko melahirkan anak stunting di masa depan. Tak ayal, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, dimulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga dua tahun pertama kehidupan bayi.

“Kami telah melaksanakan tes hemoglobin (HB) ke sekolah-sekolah, disertai dengan pemberian tablet tambah darah dan vitamin untuk remaja putri,” ungkapnya.***

Dibongkar Bareskrim Polri, Ketua DPRD Cerita Sering Isi BBM di SPBU Jalan Alternatif Sentul

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menjadi salah satu korban SPBU culas di Jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor yang ditindak Bareskrim Mabes Polri.

Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai konsumen yang merasa dirugikan.

“Saya sering mengisi BBM di SPBU ini, dan saya pernah merasa dirugikan karena takaran yang kurang. Pengurangan 0,8 liter per 20 liter merupakan kerugian yang cukup besar bagi konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor turut hadir dalam kegiatan pengungkapan modus operandi dan kronologi kecurangan yang terjadi di SPBU Pertamina Jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor itu.

Pengungkapan ini dilakukan oleh Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada Rabu (19/3/25).

Perlu diketahui, SPBU Pertamina yang terletak di Jalan Alternatif Sentul ini diduga telah melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran liter pada mesin dispenser.

Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengindikasikan adanya perangkat ilegal yang terpasang di mesin dispenser SPBU tersebut.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan, pada 5 Maret 2025, tim penyelidikan Subnit 1 Dirtipidter bersama Direktorat Metrologi Dirjen BKTN, Kemendag, dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengecekan di SPBU tersebut.

Pengecekan ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat tentang adanya kabel tambahan yang terhubung dengan perangkat lain di mesin dispenser.

Menurut Brigjen Pol Nunung, pada pukul 11.00 WIB tim penyelidik beserta pengawas dan operator SPBU, serta petugas dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan, berhasil menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Husni Zaenun Harun selaku pengawas SPBU menjadi terlapor dalam kasus ini.

Katanya Modus operandi yang ditemukan adalah pemasangan kabel tambahan jenis kabel data yang terhubung ke panel listrik dan modul-modul lain di bawah dispenser.

Kabel tambahan ini mengurangi volume BBM yang keluar dari dispenser dengan kekurangan mencapai 605 hingga 840 mililiter per 20 liter.

“Penyembunyian alat tambahan elektronik ini menyebabkan tidak terdeteksinya kecurangan oleh petugas metrologi legal saat melakukan tera ulang tahunan. Alat tersebut tersembunyi di dalam mesin dispenser dan hanya terhubung dengan kabel, sehingga tidak terdeteksi dalam pemeriksaan rutin,” tegasnya.

Bahkan, kerugian yang dialami oleh konsumen atas tindakan ini cukup signifikan.

“Setiap pembelian BBM di SPBU tersebut mengalami kekurangan yang merugikan masyarakat yang membeli bahan bakar,” ungkapnya.

Selanjutnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso menegaskan bahwa tindakan kecurangan semacam ini harus diberantas dengan tegas untuk melindungi konsumen. Beliau juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap SPBU agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tentunya kami mengimbau agar semua pihak yang terlibat dalam industri pengisian bahan bakar umum (SPBU) dapat menjaga keteraturan dan ketepatan pengukuran bahan bakar demi kesejahteraan konsumen dan kelancaran ekonomi daerah,” tegas Menteri Perdangan RI.

Bahkan katanya, penyelidikan kasus ini masih terus berlanjut, dan pihak berwenang akan mengambil langkah-langkah hukum lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Arif Rahman, juga turut memberikan pernyataan.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperbaiki pengawasan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi. Kami juga mengimbau pengusaha SPBU untuk menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” tegas Arif.***

Rekomendasi Tempat Nobar Indonesia vs Australia di Bogor dengan Suasana Asyik & Seru

0

Bogordaily.net – Buat kamu yang mencari tempat nobar Indonesia vs Australia di Bogor, Payung Hujan bisa jadi pilihan terbaik.

Pada Kamis, 20 Maret 2025, pertandingan krusial Third Round Group C akan disiarkan langsung di resto ini.

Dengan suasana tropis ala Bali yang unik, nobar di Payung Hujan bakal jadi pengalaman seru sambil ngabuburit bareng teman-teman.

Kick-off pertandingan dimulai pukul 16.10 WIB, pas banget buat mengisi waktu sebelum berbuka puasa!

Selain menampilkan pertandingan lewat layar besar, Payung Hujan juga menyediakan berbagai menu lezat yang bisa dinikmati setelah nobar.

Ditambah dengan live music mulai pukul 18.30 WIB, suasana makin hidup dan bikin momen berbuka lebih spesial.

Dengan konsep resto yang cozy dan Instagramable, tempat ini cocok buat kumpul bareng sambil mendukung Garuda berjuang di lapangan.

Jadi, jangan sampai ketinggalan serunya nobar di tempat yang satu ini!

Bagi yang ingin reservasi lebih awal, bisa langsung menghubungi 081818463573. Lokasinya berada di Jalan Gor Barat, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, dan selama bulan Ramadhan buka mulai pukul 14.00 hingga 00.00 WIB.

Ayo, ramaikan nobar di Payung Hujan, pilihan utama buat kamu yang mencari tempat nobar Indonesia vs Australia di Bogor yang nyaman dan seru.***

Menggrilla, Tempat Makan Grill di Bogor dengan Sensasi Grill 1 Meter

0

Bogordaily.net – Bagi para pecinta kuliner, khususnya pencinta makanan panggang, ada kabar gembira nih! Kini telah hadir Menggrilla, tempat makan grill di Bogor yang menawarkan pengalaman seru dengan menu spesial Grill Limo.

Dengan konsep sharing yang unik, Menggrilla menghadirkan grill sepanjang satu meter dengan berat mencapai dua kilogram, serta enam varian marinasi daging yang dijamin menggugah selera.

Tidak hanya lezat, Menggrilla juga memberikan pengalaman makan yang lebih hemat, terutama bagi kalian yang ingin menikmati hidangan grill bersama teman-teman atau keluarga.

Sebagai salah satu tempat makan grill di Bogor yang mengusung konsep grill bareng, Menggrilla menawarkan dua pilihan menu utama yang bisa disesuaikan dengan jumlah pengunjung.

Grill Limo 1/5 Meter dibanderol seharga Rp199 ribu, cocok untuk 4 orang dengan bonus 4 porsi nasi dan minuman gratis.

Sementara itu, bagi yang datang dengan rombongan lebih besar, tersedia pilihan Grill Limo 1 Meter seharga Rp489 ribu, yang bisa dinikmati oleh 10 orang dan sudah termasuk 10 porsi nasi serta minuman gratis.

Dengan harga yang terjangkau dan porsi melimpah, Menggrilla menjadi pilihan tepat bagi kalian yang ingin menikmati BBQ seru tanpa khawatir kantong jebol.

Tak hanya soal makanan yang lezat, lokasi Menggrilla juga sangat strategis, sehingga mudah dijangkau oleh warga Bogor dan sekitarnya. Saat ini, Menggrilla memiliki beberapa cabang yang bisa kamu kunjungi:

  •  Menggrilla BTS – Bubulak Cifor, Bogor
  • Menggrilla Pakansari – Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor
  • Menggrilla Sukabumi – Jalan Selabintana, Cikole, Kota Sukabumi

Buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, tempat ini siap memanjakan lidah para pencinta daging panggang dengan cita rasa yang kaya dan harga yang ramah di kantong.

Jadi, tunggu apa lagi? Jika kalian sedang mencari tempat makan grill di Bogor yang menawarkan pengalaman unik, harga terjangkau, dan porsi besar, Menggrilla adalah pilihan yang tepat.

Yuk, ajak teman dan keluarga untuk menikmati serunya makan grill bareng di Menggrilla sekarang juga.***

Ketua DPRD Bogor Sastra Winara Minta Pemda Lebih Waspada Terhadap SPBU Nakal

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, yang meminta pemerintah daerah lebih waspada dan tidak kecolongan dengan adanya SPBU nakal.

Diketahui, SPBU Pertamina di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja resmi ditutup oleh Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan akibat dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM).

Sastra Winara mengaku terkejut dengan temuan tersebut, mengingat setiap tahunnya pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selalu melakukan pengukuran tera BBM di seluruh SPBU.

“Nah tentu kami juga kaget ya, dari Disperindag setiap tahun itu melakukan tera, ternyata yang ditera, yang selalu dicek, aman-aman saja,” kata Sastra Rabu, 19 Maret 2025.

Kemudian, Ia menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian ini dan berharap tidak ada lagi kasus serupa di Kabupaten Bogor. Sastra Winara menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen dalam menjaga ketertiban pengukuran BBM, namun tetap kecolongan meskipun tera dilakukan secara rutin.

“Itu kita sangat prihatin ya. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak ada lagi. Pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk tertib ukur, setiap tahun tera dilakukan, tapi masih saja terjadi manipulasi seperti ini,” jelasnya.

Menariknya, Sastra Winara mengungkap bahwa dirinya juga menjadi korban pengurangan takaran di SPBU tersebut. Ia mengaku sering mengisi BBM di SPBU itu dan merasa dirugikan oleh praktik curang tersebut.

“Saya sering ngisi di sini. Termasuk korban lah, karena kalau ngisi itu kan biasanya kalau kita full di atas Rp500 ribu,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan ke depan, Sastra Winara mengimbau para pengusaha SPBU agar mematuhi aturan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Ia juga meminta DPRD dan Pemda untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami dari Pemda mengimbau DPRD untuk bersama-sama mengawasi agar para pengusaha SPBU tertib dan tidak melakukan kecurangan,” ungkap Sastra.***

Albin Pandita

Kemenkop Bersama DWP Gelar Bazar Ramadan Guna Tingkatkan Market Produk Koperasi

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar Bazar Ramadan Delight Market. Melalui agenda ini produk-produk koperasi binaan DWP dan Kemenkop ditampilkan dan diberikan ruang untuk dipasarkan ke masyarakat secara masif.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengapresiasi inisiatif DWP Kemenkop yang menggelar acara tersebut karena dinilai menjadi media strategis untuk membantu memasarkan produk-produk koperasi dari seluruh Indonesia. Bazar ini diselenggarakan selama tiga hari mulai hari ini hingga 21 maret 2025. 

“Mudah – mudahan Bazar ini menjadi tradisi yang terus menerus kita laksanakan, kalau bisa di tahun – tahun berikutnya bisa lebih besar apalagi setelah adanya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih,” kata Menkop Budi Arie usai membuka secara resmi Bazar di Lobby Kemenkop, Rabu (19/03).

Dalam acara Bazaar ini juga digelar berbagai kegiatan seperti pasar murah, fashion show dan aksesoris produk dari koperasi hingga kegiatan santunan kepada kaum dhuafa. Sedikitnya terdapat 56 tenant dari anggota koperasi yang turut memeriahkan acara Bazar tersebut.

Menkop Budi Arie berharap nantinya produk-produk Kopdes Merah Putih dapat menjadi primadona dalam setiap bazar atau kegiatan apapun di lingkungan pemerintah. Dia optimis melalui program pembentukan Kopdes tersebut perekonomian masyarakat di desa akan terangkat lebih tinggi sehingga kontribusi desa terhadap pertumbuhan perekonomian nasional dapat lebih tinggi.

“Kopdes ini tujuannya untuk mendongkrak perekonomian rakyat bawah, mendongkrak ekonomi desa sebab kalau di desa makmur daya beli akan meningkat sehingga akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi,” sambung Menkop Budi Arie. 

Menkop Budi Arie kembali menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis untuk mendukung ketahanan pangan hingga kesejahteraan masyarakat sehingga pembentukan Kopdes Merah Putih ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak untuk memastikan peran desa terhadap perekonomian nasional semakin besar. 

“Koperasi desa ini hadir sebagai representasi negara untuk melindungi masyarakat desa dari sistem pinjaman informal yang tidak memiliki mekanisme perlindungan hukum,” kata Menkop Budi Arie.***

Sekolah Relawan Salurkan Zakat untuk 200 Pasien Kelas 3 RSUD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pasien yang dirawat, Sekolah Relawan menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan zakat kepada 200 pasien kelas 3 di RSUD Kota Bogor.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan finansial, tetapi juga untuk memberikan edukasi tentang tata cara berwudu dan solat dalam keadaan sakit.

Bantuan zakat tersebut disalurkan dalam bentuk uang, yang diharapkan dapat meringankan beban pasien dan keluarganya selama masa perawatan.

Selain itu, Sekolah Relawan juga menggelar sesi edukasi bagi pasien dan keluarga mengenai tata cara beribadah yang sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit. Kami ingin memberikan dukungan moral dan materiil kepada pasien agar mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik,” ujar Perwakilan Sekolah Relawan, Fadil.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, yang juga dikenal sebagai Ustad atau Buya, memberikan tanggapannya terkait kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Sekolah Relawan dalam menyalurkan zakat kepada pasien kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya dari sisi materi tetapi juga edukasi spiritual yang sangat penting bagi pasien dalam menjalani perawatan. Dengan memahami tata cara beribadah yang benar, pasien tetap bisa merasa dekat dengan keyakinan mereka meskipun dalam keadaan sakit,” ungkapnya.

Sebagai sosok yang dikenal tidak hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai seorang pembina spiritual yang peduli terhadap masyarakat, dr. Ilham menekankan pentingnya dukungan moral dalam menghadapi ujian kesehatan.

Kegiatan ini sejalan dengan ajaran agama yang mengajak umat untuk saling membantu dan berbagi.

Salah satu keluarga pasien yang menerima zakat, Ibu Rina, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini. Suami saya sedang dirawat di sini, dan bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selagi dia dirawat. Edukasi yang diberikan juga sangat bermanfaat, karena kami bisa belajar bagaimana tetap menjalankan ibadah meskipun dalam keadaan sakit,” katanya dengan hangat.

Buya Ilham juga menambahkan, “Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, ‘Dan berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tua, sanak saudara, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, dan orang-orang yang dalam perjalanan’ (QS. An-Nisa: 36). Hadis Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan, ‘Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.’ Kegiatan ini sejalan dengan ajaran agama kita untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama.”

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk ikut berkontribusi dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat rasa solidaritas di tengah situasi sulit.

Sekolah Relawan berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan hidup.***

Haul Akbar TB Nali Jambrong ke 16 di Leuwisadeng, Diisi Zikir dan Santunan Dhuafa dan Yatim-Piatu

0

Bogordaily.net – Haul yang je-16 tahun almarhum TB Nali Jambrong yang bertepatan di bulan penuh dengan berkah yaitu bulan suci Rahmadan, di Kp. Tenjo Asih RT/RW 02/01, Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor digelar pada Selasa (18/03/2025).

Haul dan santunan anak yatim/piatu ini juga dihadiri oleh penceramah kondang Al-Habib Ali Husien bin bahsiendan, KH M Dede humaedi pimpes darul mubtadiin Alhidayah pamijahan, Ki gemoy Kori, ust Diki Maulana, zikir bersama para kiyai sepuh Abah sepuh KH abh smil, bapa KH ukon dan para kiya Segunung dahu.

Acara itu sekaligus buka bersama para tokoh para kiyai dan santunan anak yatim dan duafa sebanyak 400 orang, yang di undang oleh keluarga besar abah TB Agus kumpai, selaku ketua dewan pembina BPPKB Banten DPD Jawa Barat untuk di berikan bantuan santunan.

“Terimakasih banyak kepada warga gunung dahu para anggota BPPKB dan para donatur yang sudah menyisihkan rezekinya, para kiyai alim ulama dan anggota DPRD, para perwira tinggi dari mabes angkat darat, dan ketua DPD Jawa Barat, Ketua DPC Kab Bogor, yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu, udah saling bantu, menyisihkan harta dan meluangkan waktunya dalam mensukseskan acara ini. Kami doakan semua yang berpartisipasi, allah balas dengan kebaikan yang berlipat-lipat ganda,” ucap TB

Abah TB H Agus Kumpay mengucapkan rasa syukur kepada 500 anggota BPPKB Banten yang hadir ke kediamannya untuk mendo’akan Almarhum secara langsung.

“Saya mewakili Almarhum sangat terharu. dan mengucapkan banyak trimakasih kepada semuanya, marhaban ya romadhon mohon maap lahir dan batin,” pungkasnya.***

(Gibran)

Entrepreneur Hub Jadi Solusi Tingkatkan Rasio Kewirausahaan

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Telkom Indonesia menggelar Entrepreneur Hub Kota Bogor dengan tema “Entrepreneur Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas” sebagai langkah strategis untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional untuk solusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi produktif ini.

“Saya atas nama Kementerian UMKM memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Telkom Indonesia atas dukungan aktifnya dalam pengembangan wirausaha, khususnya di Kota Bogor. Kontribusi ini menunjukkan komitmen Telkom Indonesia tidak hanya dalam mendukung program pemerintah, tetapi juga dalam memperkuat dunia kewirausahaan di Indonesia,” kata Siti Azizah di Bogor, Rabu (19/3).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ujar Azizah, pada 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,03%, sedikit melambat dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, angka pengangguran terbuka masih berada di level 4,91% atau sekitar 7,47 juta jiwa, sementara jumlah penduduk miskin mencapai 24,06 juta orang (8,57%). Untuk mengatasi tantangan ini, peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi salah satu solusi utama.

Untuk itu, Kementerian UMKM menargetkan rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,14% pada 2025, 3,60% pada 2029, dan 8% pada 2045. Dalam mencapai target tersebut, digitalisasi dan teknologi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing wirausaha.

“Aspek digital dan teknologi sangat krusial di era ini. Kemampuan beradaptasi menjadi tantangan bagi wirausaha dalam memenangkan persaingan. Dengan pemanfaatan teknologi, diharapkan terjadi lompatan bisnis melalui peningkatan efisiensi, produktivitas, serta perluasan pasar dan jaringan bisnis,” kata Siti Azizah.

Sebagai salah satu pemangku kepentingan strategis di bidang digital, Telkom Indonesia berperan dalam mendorong wirausaha agar semakin kompetitif. Melalui berbagai inovasi layanan, Telkom Indonesia diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi guna meningkatkan daya saing mereka.

Menutup sambutannya, Deputi Bidang Kewirausahaan menegaskan harapan agar kolaborasi ini semakin produktif dan memberikan manfaat luas bagi para pelaku usaha.

“Saya harap para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas diri dan mengembangkan bisnis mereka. Tidak semua wirausaha memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan berharga seperti ini,” katanya.

Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku usaha, Entrepreneur Hub Kota Bogor diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kewirausahaan yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi. ***

Tunjangan Guru Naik, Kualitas Harus Ditingkatkan

0

Bogordaily.net – Kenaikan tunjangan guru yang diumumkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan kabar baik bagi dunia pendidikan di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, yang pada akhirnya akan berimbas pada kualitas pembelajaran di sekolah. Namun, apakah kenaikan tunjangan ini secara otomatis menjamin peningkatan kualitas pendidikan?

Tunjangan Naik, Kualitas Harus Mengikuti

Tunjangan guru memang penting, tetapi peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada aspek finansial. Guru yang lebih sejahtera tentu memiliki motivasi lebih tinggi, tetapi jika tidak dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan evaluasi kinerja, hasilnya bisa jauh dari harapan. Oleh karena itu, program peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Dengan demikian, kebijakan ini harus diikuti dengan sistem penilaian yang transparan dan berbasis kinerja. Kenaikan tunjangan seharusnya tidak diberikan secara merata, tetapi lebih mengutamakan guru yang memang menunjukkan dedikasi dan profesionalisme tinggi dalam mengajar. Hal ini untuk memastikan bahwa insentif yang diberikan benar-benar membawa dampak positif terhadap dunia pendidikan.

Tantangan dalam Implementasi

Salah satu tantangan terbesar dalam kebijakan ini adalah bagaimana memastikan bahwa tunjangan yang diberikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak guru di daerah terpencil masih menghadapi kesulitan dalam mengakses pelatihan berkualitas, fasilitas yang memadai, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Pemerintah perlu memperhatikan kesenjangan ini agar semua guru, baik di perkotaan maupun di daerah terpencil, mendapatkan manfaat yang setara dari kebijakan ini.

Pengawasan dan akuntabilitas dalam distribusi tunjangan juga harus diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran. Tanpa sistem yang transparan dan akuntabel, kenaikan tunjangan bisa jadi hanya akan menjadi beban anggaran tanpa dampak signifikan bagi pendidikan nasional. Oleh karena itu, diperlukan sistem audit dan pemantauan yang ketat untuk memastikan bahwa tunjangan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru

Selain kesejahteraan, faktor lain yang tidak kalah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah kompetensi guru. Dengan dunia yang terus berkembang, metode pembelajaran yang efektif harus terus diperbarui agar relevan dengan perkembangan zaman. Sayangnya, tidak semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan dan workshop.

Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada pemberian tunjangan, tetapi juga menyediakan akses lebih luas terhadap pendidikan dan pelatihan lanjutan bagi para guru. Dengan demikian, guru tidak hanya mendapatkan penghargaan secara finansial, tetapi juga dibekali dengan keterampilan yang lebih baik untuk mendidik generasi masa depan.

Penutup

Kenaikan tunjangan guru merupakan langkah yang patut diapresiasi, tetapi tidak boleh berhenti di situ. Pemerintah harus memastikan adanya keseimbangan antara kesejahteraan guru dan peningkatan kompetensi mereka. Pendidikan berkualitas hanya bisa terwujud jika guru memiliki kesejahteraan yang cukup, akses pelatihan yang baik, dan sistem penilaian yang adil. Dengan demikian, harapan untuk mencetak generasi emas Indonesia dapat benar-benar terwujud, bukan sekadar wacana di atas kertas.

Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat juga menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah harus mampu memberikan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa dan mendukung guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang inovatif. Masyarakat juga dapat berperan dengan mendukung kebijakan pendidikan dan memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap program pemerintah.

Dengan adanya perhatian terhadap berbagai aspek ini, diharapkan kebijakan kenaikan tunjangan guru benar-benar menjadi langkah awal menuju sistem pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Tidak hanya guru yang sejahtera, tetapi juga siswa yang mendapatkan pendidikan berkualitas yang akan membentuk masa depan bangsa. ***

Andika Prasetya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB