Deklarasi Bogor Kondusif
Wujudkan Kota Layak Anak, Dinkes Sosialisasi Pentingnya Ruang Laktasi

BDN – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan disetiap tempat kerja dan tempat umum semestinya harus menyediakan tempat menyusui (laktasi) untuk ibu-ibu yang menyusui. Hal itu diperlukan guna mewujudkan kota layak anak, Erna mengemukakan usai Sosialisasi Ruang Laktasi.
Sosialisasi diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari pemilik/pengelola pabrik, Mall, Terminal dan tempa kerja Instansi Pemerintah di Aula Besar, Dinkes Kota Bogor pekan lalu.
“Tidak semua tempat kerja dan tempat umum yang ada di Kota Bogor memiliki fasilitas seperti itu. Makanya kita gencar sosialisasikan kembali tentang kewajiban tersebut,” ujarnys
Lebih lanjut ia mengungkapkan, kemungkinan belum semua tempat kerja dan tempat umum yang ada di Kota Bogor memiliki fasilitas seperti itu dikarenakan banyak faktor.
“Mungkin saja karena belum tahu komitmen pimpinan, sehingga belum terkomunikasi jajaran di bawahnya. Bisa jadi karena sarana dan ruangan sangat terbatas sehingga tempat laktasi sedikit diabaikan. Kami berharap tempat kerja (perusahaan) dimana diindentifikasi banyak pekerja wanitanya, wajib menyediakan tempat laktasi guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Sehingga upaya mewujudkan kota layak anak bisa terwujud,” pungkasnya. (DimasFery)
Mr. Joko terus bikin hattrick
Nilai Kebangsaan dan Perjuangan Harus Terus di Sosialiasikan
BDN – Momen besar tahunan peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi refleksi dan pengingat bagi generasi penerus saat ini atas segala bentuk pengorbanan yang telah diberikan dan dilakukan para pendahulu, khususnya para pejuang dalam merebut kemerdekaan.
“Jadi sudah sepantasnya kita merenung sejenak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dan mendahului kita, yang hasilnya bisa kita nikmati saat ini,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman usai menghadiri gelar senja dan upacara penurunan bendera di Lapangan Wira Yudha Pusdikzi Kodiklat TNI AD, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (17/08/2018) sore.
Menurutnya, yang paling penting adalah nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai luhur perjuangan harus terus di sosialisasikan dan digalakkan terus menerus.
“Kalau perlu memang ada mata pelajaran khusus mengenai nilai-nilai kejuangan ini, sehingga akan tumbuh semangat di diri anak-anak kita yang rata-rata sudah terpengaruh paham-paham dari luar melalui teknologi informasi saat ini yang sudah semakin tak terbendung,” paparnya. (Dn/Foto:Ismet-SZ)
GALERI FOTO
Jangan Pernah Mundur, Jangan Jadi Orang Biasa
BDN – Hidup yang tidak dipertaruhkan maka tidak akan pernah dimenangkan. Negara ini dibangun oleh anak muda yang bertaruh untuk memenangkan.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Bogor Bima Arya saat acara ramah tamah dengan Unsur Forkompimwil, Forkompimda, Paskibraka Kota Bogor dan Pasukan Pendamping pada Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 Tahun 2018 Tingkat Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (17/08/2018) malam.
“Jadi ini baru awal dan kalian (anggota paskibraka, red) sudah masuk ke medan pertempuran, jangan pernah mundur, jangan jadi orang biasa-biasa saja. Jadilah misalnya aktivis, ilmuan,” katanya.
Bima mengaku pengibaran bendera tahun ini ia merasa deg-degan. Apalagi saat detik-detik terakhir bendera ditarik dan akan dikibarkan.
“Mungkin lebih deg-degan lagi para senior dibelakangnya,” katanya.
Namun ada hal yang membuatnya bertanya-tanya. Wali Kota melihat wajah pengibar bendera yang sebelum menarik bendera komat kamit.
“Kenapa itu ya. Mana coba yang tadi ada di depan saya sambil komat-kamit, “ tanyanya.
“Saya pak. Saya baca doa Al-Fatihah dan ayat kursi pak sebelum narik bendera,” jawab Raihan Naufal salah satu anggota Paskibraka Kota Bogor disambut gelak tawa yang hadir.
Bima menjelaskan, negara ini didirikan oleh orang yang tahu dimana berikhtiar dan tawakal.Ia merasa bangga karena 38 anggota Paskibraka Kota Bogor sudah melalui ujian yang luar biasa dan itu tidak mudah.
“Saya mengucapkan terima kasih karena kalian sudah melanjutkan tradisi kebersamaan yang luar biasa. Junior belajar kepada senior dan senior berbagi ilmu kepada juniornya,” tuturnya.
Mudah-mudahan kalian bisa terus berkiprah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap berkolaborasi dan mengisi ruang teman-teman semua.
“Saya apresiasi kepada pelatih, Dispora, PPI Kota Bogor. Tahun ini agak berkilau karena aura semangat yang memancar dari diri kalian, kedepan jangan putus pembinaannya,” ujarnya.
Turut hadir Ketua PPI Kota Bogor Teguh Rachman Hakim, Ketum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad, Wakapolresta Bogor Kota AKBP Rantau Isnur Eka, perwakilan dari Dandenpom III/1 Suryakencana, Kodim 0606, Yonif 315, Pusdikzi. (Humas)
Via Vallen Nyanyi di Opening Asian Games, Jokowi Goyang Dayung
BDN – Presiden Joko Widodo tampak menikmati alunan lagu Meraih Bintang yang dibawakan Via Vallen. Jokowi bahkan goyang dayung.
Via Vallen tampil setelah defile atlet dari 45 negara termasuk Indonesia. Via Vallen menyanyikan official song Asian Games 2018 di atas panggung SUGBK, Sabtu (18/8/2018).
Jokowi yang duduk bersama Iriana Widodo tak canggung ikut bergoyang. Jokowi mengayunkan dua tangannya ke kiri dan ke kanan seperti gerakan mendayung.
“Yo yo ayo… yo ayo Yo yo ayo… yo ayo. Yo yo ayo.. kita datang kita raih kita menang,” begitu penggalan lirik Meraih Bintang yang dinyanyikan Via Vallen.
Serunya Ngalun 17-an di Katulampa
BDN – Usai salat Jumat, ratusan warga Kampung Warna-Warni, RT 04/09, Katulampa, Bogor Timur, berbondong-bondong memadati lokasi lapangan dekat wisata ‘ngalun’. Mereka nampak begitu antusias menyambut ‘Pesta Rakyat’ yang gelar Pemerintah Kota Bogor itu.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Sekda Ade Sarip Hidayat, kepala dinas, camat dan lurah.
Bima Arya dan sang istri, Yane Ardian, yang datang mengendarai mobil klasik pabrikan 1937 menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk mengabadikan momen itu.
Para tamu undangan kemudian disambut grup marawis warga setempat. Dalam sambutan di panggung yang terletak di atas Sungai Kalibaru, Bima Arya menyatakan rasa bangganya bisa merayakan HUT RI bersama warga Katulampa.
“Saya bangga ada di sini karena ini adalah kelurahan terbaik se-Indonesia. Kampung yang penuh dengan warna. Di hari kemerdekaan ini, Insya Allah wali kota, wakil, sekda, camat, lurah dan semuanya yang merayakan di sini mengucapkan terima kasih kepada warga Katulampa yang luar biasa karena banyak prestasinya,” ungkap Bima.
Bima pun mengadu kemampuan tinju air di atas bambu. Setelah berduel hampir satu menit, politisi PAN itu mampu menumbangkan warga setempat. Seorang warga, Asep, mengaku senang bisa bertemu dan berduel permainan tinju air langsung dengan wali kota Bogor tersebut. Momen itu pun jadi momen langka yang belum tentu bisa diulang.
“Sangat senang lah, kapan lagi bisa bermain dan saling memukul wali kota. Waktu itu kurang seimbang, jadi pas dipukul terus langsung jatuh ke air. Tenaga pak wali cukup lumayan lah,” katanya.
Lalu, Ketua Panitia Pesta Rakyat Taufik mengatakan, sejak awal pesta rakyat digilir tiap tahunnya, di enam kecamatan se-Kota Bogor. Untuk tahun ini berlangsung di Kecamatan Bogor Timur. Kelurahan Katulampa pun dipilih berdasarkan beberapa kriteria. Di antaranya keberadaan kampung warna-warni dan ngalun di Sungai Kalibaru.
“Paling disukai ya main di sungai itu, makanya dominan main di air. Lomba ngalun dan adu bantal atau tinju air, yang paling favorit,” kata Taufik.
WADUH… KOMPLOTAN PELAJAR SERANG ANGKOT
Lagi, sejumlah pelajar di Kabupaten Sukabumi kembali tawuran. Kali ini bukan hanya pelajar yang menjadi korban, tetapi satu unit angkutan umum jurusan Warungkiara- Cibadak bernomor trayek 35 mengalami rusak berat akibat tawuran antarpelajar tersebut.
PERISTIWA itu bermula saat gerombolan pelajar salah satu SMK di Sukabumi melintas di Jalan Raya Cibadak-Cikembar, tepatnya di Kampung Tanjungsari, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Tiba-tiba gerombolan pelajar tersebut memutarkan motornya lalu mencegat angkot bernomor polisi F 1994 V. “Mereka berboncengan sekitar 15 orang. Seperti mau putar arah, tahunya mereka mencegat angkot. Dalam angkot itu ada pelajar dari sekolah lain,” ujar Hikmat, sopir angkot.
Situasi berubah menegangkan ketika para pelajar yang menggunakan motor langsung menyerang. Selain membawa senjata tajam, para pelaku juga membawa dahan pohon lalu memecahkan kaca belakang angkot.
Saat kejadian, angkot tengah bermuatan penuh. Menurut Hikmat, ada 13 penumpang, sepuluh di antaranya pelajar dan sisanya penumpang umum. Mereka berlarian panik begitu diserang para pelaku. ”Posisi penumpang penuh, semuanya panik begitu kaca dipecah para pelaku. Satu pelajar terkena sabetan celurit di bagian punggung,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, bagian kaca belakang pecah dan penyok di beberapa bodi angkot tersebut. Tak hanya itu, seorang siswa kelas dua SMK, AL, dikabarkan mengalami luka bacok di bagian punggung. Kini korban telah dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapat perawatan medis.
Sementara salah seorang saksi, Deden Wahyudin, menjelaskan bahwa kejadian tersebut sangat cepat. Sejumlah pelajar yang menggunakan motor itu tiba-tiba menghadang angkot yang sedang melaju dan langsung membabi buta merusak angkot. “Para pelajar dalam angkot tidak bisa melawan. Mereka keluar dan langsung melarikan diri,” paparnya.
Ketika salah seorang pelajar dalam angkot keluar, lanjutnya, pelajar yang menghadang langsung membacoknya hingga berlumuran darah. “Setelah membacok, pelajar yang menggunakan motor langsung kabur karena sebagian ada yang dikejar warga juga,” tutupnya.
Ingin Pamit Cium Tangan Jokowi, Ngabalin Kecam Sandiaga: Jangan Habiskan Waktu ke Pak Presiden
BDN – Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kepala Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin terang-terangan mengkritik bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno yang mengaku ingin menemui dan mencium tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ngabalin, seperti yang dilansir dari laman Detik.com, Sabtu (18/8/2018), menganggap niatan Sandiaga untuk berpamitan dengan Jokowi yang nantinya akan menjadi rival politik dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, tidak pada tempatnya.
“Apa, dalam kapasitas apa? Maksudnya lapor bagaimana,” ujar Ngabalin tegas ketika dimintai konfirmasi pada Sabtu (18/8).
Kader Partai Bulan Bintang (PBB) ini menyebut bahwa hingga kini belum ada agenda pertemuan antara Jokowi dengan Sandiaga Uno. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengedepankan perasaan dan emosi dalam menentukan sikap politik.
“Nggak usah apa itu, nggak usah baper–baperan lah, biasa saja. Kalau mau ketemu, ketemu aja biasa. Gimanabahasa yang benar itu, yang pasti kita belum tahu jadwal di Istana,” jelas Ngabalin tegas.
Lebih lanjut, ia meminta niatan Sandi menemui Jokowi dicukupkan saja. Menurutnya, langkah Sandi bersama bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla sebelumnya sudah merepresentasikan eprtemuan dengan Presiden Jokowi.
“Udah, udah cukuplah. Mereka ketemu Pak Jusuf Kalla sudah cukup. Iya, dong. Kalau ketemu Pak Jusuf Kalla itu kan Pak Jusuf Kalla juga lapor ke Presiden, itu artinya sudah,” ungkapnya.
Ia meminta Sandi untuk lebih memusatkan perhatiannya dengan agenda-agenda politik pribadi daripada merencanakan pertemuan dengan Jokowi. Menurutnya, jika sandi ngotot bertemu Jokowi, ia hanya menyia-nyiakan waktu kampanye saja.
“Ya, konsentrasi saja keliling, campaign, datang ke ormas-ormas, konsentrasi ke emak-emak, konsentrasi datang ke apa lagi, ke emak-emak, nenek-nenek, macan-macan, emak-emak cantik datang aja. Konsentrasi aja, jangan habiskan waktu ke Pak Presiden. Habiskan waktu nanti,” jelas Ngabalin.
Terkait rencananya menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebelumnya Sandiaga Salahuddin Uno menuturkan apa yang ingin ia lakukan. Sandi mengatakan jika bertemu nanti, ia ingin mencium tangan Jokowi.
“Buat saya, teramat sangat penting (bertemu Jokowi), karena saya kan, anak buah beliau (saat menjabat wakil gubernur). Kemarin dilantiknya di Istana, mau pamit, mau cium tangan, tentunya pilpres membuat baik lebih erat bangsa ini,” ujar Sandi di salah satu café di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/8).

















