Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 886

Laksanakan Sensus Makan Bergizi Gratis, Kepala BPS Lakukan Kunjungan Lokasi ke SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani

0

Bogordaily.net – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melakukan kunjungan lokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani, Bogor, Rabu (12/3/2025).

SPPG merupakan dapur umum yang menyediakan makanan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Amalia Adininggar Widyasanti diterima oleh PIC Bosowa School Eko Arianto, Kepala SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani Amanda Kartika Mary K. Palar, dan PIC SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani Sudirman.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti melakukan kunjungan lokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani, Bogor, Rabu (12/3/2025). (Foto: Dok SBBI)

“Tujuan kedatangan Kepala BPS ke SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani dalam rangka melaksanakan sensus terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama memetakan kebutuhan bahan baku dan memetakan manfaat sosial khususnya dampak program MBG terhadap UMKM,” kata Kepala SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Amanda Kartika Mary K. Palar, dikutip Jumat 14 Maret 2025.

PIC SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani Sudirman menjelaskan, dalam kesempatan tersebut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan tim BPS serta staf Bappes mengecek dapur sehat dan mengecek alur dari persiapan, pengolahan, produksi, pemorsian dan pendistribusian.

Eko Arianto, Amanda Kartika dan Sudirman menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kepala BPS dan tim ke SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani.

“Kami mendapatkan banyak informasi dan masukan dari Kepala BPS untuk menyempurnakan SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, terutama terkait dengan pendataan yang lengkap dan rapih. Misalnya menyangkut kebutuhan bahan baku seperti beras, telor, sayur, dan minyak goreng. Semua itu harus terdata dengan baik,” kata Sudirman. ***

Dinas Kesehatan Kota Bogor Edukasi Masyarakat soal Pangan Sehat dan Bergizi selama Ramadan

0

Bogordaily.net – Upaya memastikan masyarakat mengonsumsi pangan sehat dan bergizi selama Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melakukan berbagai langkah edukasi, baik secara online maupun offline.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, mengungkapkan bahwa edukasi secara online dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan siaran radio.

Sementara itu, secara offline, penyuluhan gizi disampaikan melalui Puskesmas, Posyandu, serta pemutaran video edukasi pangan sehat dan bergizi di ruang tunggu Puskesmas.

“Kami tidak memiliki program kampanye khusus selama Ramadan, tetapi dalam penyuluhan dan konseling rutin, selalu kami sampaikan pentingnya pola makan sehat, termasuk saat berpuasa,” ujar dr. Sri Nowo Retno kepada Bogordaily.net, Kamis 13 Maret 2025.

Rekomendasi Menu Sahur dan Berbuka

Dinkes Kota Bogor merekomendasikan menu sahur dan berbuka yang mengandung zat gizi lengkap, yaitu Karbohidrat: nasi, talas, kentang, ubi, singkong, jagung, sereal gandum/oat.

Protein, telur, ayam, daging, ikan, kacang-kacangan, tahu, tempe. Vitamin dan mineral buah dan sayur.

Menurut Kadinkes, menu sehat bisa mengikuti panduan “Isi Piringku”, yaitu
1/3 bagian karbohidrat, 1/3 bagian sayuran, 1/6 bagian protein, 1/6 bagian buah-buahan.

Tips Sahur dan Berbuka Sehat

Untuk sahur, masyarakat disarankan mengonsumsi karbohidrat utuh seperti beras merah, talas, roti gandum, dan sereal berserat tinggi.

Roti, sereal, atau biji-bijian dengan indeks glikemik (GI) rendah. Buah-buahan kaya serat dan gula alami seperti pisang, alpukat, apel, stroberi, dan jeruk.

Sedangkan saat berbuka puasa, Dinkes merekomendasikan membatalkan puasa dengan makanan ringan sebelum makan utama.

Tidak langsung makan dalam jumlah besar untuk menghindari lonjakan gula darah yang drastis.

Edukasi Masyarakat tentang Nutrisi selama Puasa

Dinkes Kota Bogor terus mengingatkan pentingnya menjaga asupan nutrisi selama Ramadan.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah kewajiban makan sahur untuk memastikan cadangan energi yang cukup agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

“Masyarakat perlu memperhatikan porsi dan variasi makanan saat sahur dan berbuka agar tetap sehat dan bugar selama Ramadan,” tutup dr. Sri Nowo Retno.***

 

Ibnu Galanza M.

Pemprov Jabar Siapkan Beberapa Langkah Penting untuk Atasi Permasalahan Lingkungan

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memaparkan langkah-langkah penting yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi masalah lingkungan.

Salah satunya melalui evaluasi moratorium terkait peraturan Gubernur yang melarang alih fungsi lahan hutan, perkebunan, dan lahan-lahan penting lainnya.

Moratorium tersebut telah terverifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perumahan dan Pemukiman akan segera mengeluarkan izin serupa.

Rencana lainnya adalah melakukan pembebasan lahan-lahan sungai yang saat ini masih dikuasai oleh individu atau pihak tertentu, dan mengalihkannya untuk kepentingan negara dan masyarakat.

Hal Ini merupakan bagian dari sinergi dengan Kementerian ATR dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang akan mempercepat proses tersebut

“Jawa Barat telah bekerja terorkestrasi dengan para Menteri, termasuk Menteri PU. Kami berharap ini dapat memberikan kebaikan bagi masyarakat, baik dalam hal penanganan sampah maupun pengelolaan lingkungan hidup,” kata Dedi Mulyadi kepada wartawan.

Gubernur Jabar juga menjelaskan rencana reboisasi dan normalisasi sungai yang akan dilakukan di beberapa daerah aliran sungai di Jawa Barat.

Menurutnya, konsep reboisasi ini meliputi normalisasi sungai, penambahan kedalaman dan pelebaran sungai, serta penanaman pohon endemik yang sesuai dengan karakteristik daerah tersebut.

“Pembangunan yang terkoordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang lebih maju dan ramah lingkungan,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Mensos RI : DTSN Diperlukan Agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran

Bogordaily.net – Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf memastikan Data Tungal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN) diperlukan agar pemberian bantuan sosial (bansos) dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Sebelumnya diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos) RI akhirnya resmi menghadirkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) lewat terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025.

Menurut Gus Ipul, data tunggal tersebut dibentuk sebagai pedoman untuk Kementerian, Lembaga serta Pemerintah pusat dan daerah, dalam menentukan kebijakan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

“Tentang perkembangan data tunggal sosial ekonomi nasional, sesuai dengan instruksi presiden kita semua Kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah, itu harus mengacu kepada data tunggal,” kata Gus Ipul kepada wartawan.

“Satu satunya data yang dimiliki oleh pemerintah dan dijadikan pedoman untuk melakukan intervensi,” tambahnya.

Gus Ipul memaparkan, data tunggal tersebut akan mengalami pemutakhiran setiap 3 bulan sekali agar selalu sinkron dan tidak mengalami kesalahan penginputan.

“Tentu ini perlu pemutakhiran data terus, setiap 3 bulan kita mutakhirkan itu yang menyangkut dtsn,” jelasnya.

Ia berharap, melalui DTSN tersebut penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Sehingga tidak akan adanya kecemburuan sosial di masyarakat.

“Insya allah dengan data tunggal ini penasaran kita akan lebih efektif dan dengan begitu tidak ada lagi bansos yang tidak tepat sasaran yang memang tidak berhak tidak mendapatkan bansos tapi yang berhak tentu mendapatkan bansos,” ungkap Gus Ipul.

Albin Pandita

Malam Ini Ada Blood Moon, Fenomena Bulan Purnama Menjadi Merah Karena Gerhana

0

Bogordaily.net – Gerhana bulan total diperkirakan akan terjadi pada malam ke-15 Ramadhan, tepat pada Jumat, 14 Maret 2025.

Pada dini hari tanggal 14 Maret waktu setempat, bulan akan berubah menjadi warna merah tua yang dramatis.

Gerhana bulan total ini bertepatan dengan peralihan musim di belahan Bumi utara, saat siang hari semakin panjang menjelang ekuinoks musim semi pada 20 Maret.

Sepanjang bulan ini, para pengamat langit juga dapat menikmati pemandangan Jupiter dan Mars di malam hari, serta bintang terang seperti Orion dan Capella.

Selain itu, Venus dan Merkurius akan bertransisi dari terlihat di malam hari menjadi terlihat di pagi hari, sementara bintang seperti Spica, Regulus, dan Pollux akan tampak berdansa bersama bulan.

Worm Moon dan Gerhana Bulan Total Puncak Worm Moon akan terjadi pada Jumat, 14 Maret, pukul 02:55 pagi EDT (Eastern Daylight Time), selisih 12 jam dari waktu Indonesia bagian barat.

Namun, bulan akan tampak penuh mulai Rabu malam hingga Sabtu pagi. Yang membuatnya lebih istimewa adalah adanya gerhana bulan total.

Gerhana ini terjadi ketika bulan bergerak berlawanan dengan matahari dalam orbitnya dan melewati bayangan bumi. Prosesnya akan dimulai pada Kamis malam, 13 Maret, pukul 11:57 malam EDT (atau Jumat 11.57 WIB), saat bulan memasuki bayangan parsial bumi (penumbra).

Namun, perubahan cahaya tidak akan terlalu terlihat sampai bulan memasuki bayangan penuh (umbra) pada pukul 01:09 pagi EDT (atau pukul 13.09 WIB), Jumat, 14 Maret.

Ketika bayangan bumi sepenuhnya menutupi bulan pada pukul 02:26 pagi, gerhana total akan berlangsung selama sekitar 65 menit. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 02:59 pagi dan berakhir pada pukul 03:31 pagi Eastern Time. Baca juga: Akan Terjadi Blood Moon di Bulan Maret 2025, Fenomena Apa Itu? Meskipun berada dalam bayangan bumi, bulan tidak akan menghilang, melainkan berubah menjadi warna merah tua atau kecokelatan karena pembiasan cahaya matahari melalui atmosfer bumi.

Fenomena ini sering disebut sebagai Blood Moon atau bulan merah darah. Setelah pukul 03:31 pagi, bulan perlahan akan keluar dari bayangan bumi dan sepenuhnya terbebas dari bayangan penuh pada pukul 04:48 pagi. Gerhana akan berakhir sepenuhnya saat bulan keluar dari bayangan parsial pada pukul 06:00 pagi.

Beberapa wilayah di belahan Bumi yang kebagian menyaksikan fase gerhana pada 13-14 Maret 2025, seperti:  Amerika Utara: Amerika Serikat, Alaska, Hawaii, Kanada, dan Meksiko Amerika Selatan: Brasil, Argentina, Chile Eropa: Spanyol, Prancis, Inggris Afrika: Afrika Barat, Tanjung Verde, Maroko, Senegal Oseania: Selandia Baru.

Bagaimana di Indonesia? Sayangnya, Blood Moon yang akan datang tidak bisa disaksikan di Indonesia. Pasalnya, Planetarium Jakarta melalui akun Instagram-nya memperkirakan bahwa Bulan akan berada pada fase purnama pada Jumat (14/3/2025) pukul 13.54 WIB siang.

Kendati tidak kebagian menyaksikan Blood Moon, Indonesia juga merasakan dampak gerhana bulan total. Fenomena yang menyusul karena gerhana bulan total antara lain yakni air laut pasang maksimum, risiko banjir rob di pesisir, hingga cuaca buruk. ***

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar: Kisah Perjalanan Delina Herdian Septiani

0

Bogordaily.net – Tidak ada kata terlambat bagi siapa pun yang ingin belajar – itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Delina Herdian Septiani, S.Pd., M.S.Ak. Sejak kecil, ia selalu percaya bahwa pendidikan adalah jendela dunia dan kunci untuk mengubah masa depan. Lahir di Cianjur pada 9 September 1992, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, Delina tumbuh di lingkungan yang sangat menghargai ilmu. Ibunya yang berprofesi sebagai guru, serta anggota keluarga yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), menanamkan nilai-nilai pendidikan dalam dirinya sejak dini.

Sejak usia sekolah, Delina dikenal sebagai anak yang tekun dan berprestasi. Ia menempuh pendidikan di SD Sukataris, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Cianjur, dan akhirnya menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Negeri 1 Cianjur. Seperti banyak anak lainnya, ia sempat ragu menentukan cita-cita. Keinginannya sempat beralih dari menjadi bidan hingga akhirnya memilih dunia pendidikan. Pilihan jurusan IPA di SMA sempat membuatnya bimbang saat memilih perguruan tinggi. Namun, keputusan untuk mengikuti saran teman-temannya justru membawanya ke jalur yang tidak ia duga.

Tanpa latar belakang akuntansi sebelumnya, Delina memberanikan diri mengambil jurusan Pendidikan Akuntansi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tahun pertamanya dipenuhi tantangan, terutama karena harus mengejar pemahaman tentang akuntansi yang terasa asing baginya. Atas usaha yang ditekuninya, ia mulai memahami dan mencintai bidang tersebut. Program mentoring di kampus sangat membantunya dalam menyesuaikan diri, dan perlahan ia mulai menikmati dunia pendidikan akuntansi.

Tak hanya berprestasi secara akademik, Delina juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia juga terpilih sebagai Windows Student Ambassador dari Microsoft, sebuah pengalaman yang membuka wawasannya dan mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan ini membuatnya semakin percaya diri dan memahami bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga menginspirasi.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Delina sempat bekerja sebagai customer service di industri telekomunikasi sebelum akhirnya kembali ke dunia pendidikan. Setelah menikah dan memiliki anak, ia mencari pekerjaan yang lebih fleksibel dan menemukan panggilan hatinya sebagai pengajar di Universitas Terbuka (UT) Sukabumi. Mengajar kelas karyawan yang berkuliah di akhir pekan memberinya perspektif baru tentang dunia pendidikan. Dari pengalaman ini, ia semakin yakin bahwa mengajar adalah panggilan jiwanya.

Pada tahun 2020, di tengah pandemi COVID-19, Delina Herdian Septiani, memutuskan untuk melanjutkan pendidikan magister di UPI. Belajar di masa pandemi menjadi tantangan tersendiri, terutama karena sistem pembelajaran daring yang harus ia jalani. Namun, ia tetap berusaha menyeimbangkan perannya sebagai ibu dan mahasiswa. Kegigihan dan semangat belajar yang tak pernah pudar, ia akhirnya berhasil menyelesaikan studi S2 pada tahun 2022.

Tak berhenti di situ, tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam karier akademiknya. Delina mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi dosen di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Persiapan matang dan pengalaman yang sudah ia kumpulkan selama bertahun-tahun, ia berhasil lolos dan diangkat menjadi dosen di IPB University pada Agustus 2024, salah satu kampus ternama di Indonesia. Kini, ia tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif dalam penelitian dan publikasi akademik, membimbing mahasiswa, serta terus mengembangkan dirinya di dunia pendidikan tinggi.

Sebagai seorang dosen, Delina percaya bahwa pendidikan bukan sekadar tentang mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter. Ia selalu menanamkan nilai kejujuran dan integritas kepada mahasiswanya. Baginya kepintaran saja tidak cukup; seseorang juga harus memiliki kejujuran dan tanggung jawab untuk bisa sukses di dunia profesional.

Melihat perjalanan hidupnya, Delina adalah bukti nyata bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar dan tidak ada batasan dalam mengejar impian. Dari seorang anak kecil di Cianjur yang bercita-cita menjadi bidan, hingga menjadi seorang dosen, ia telah menunjukkan bahwa setiap tantangan bisa dihadapi dengan semangat belajar yang tinggi. Baginya, pendidikan adalah jembatan menuju masa depan yang lebih baik, dan ia akan terus berjalan di jalur ini untuk memberikan inspirasi bagi mahasiswa.***

Viosela Meytriana Situmorang

Sisi Gelap Terang Media Sosial

0

Bogordaily.net – Setiap hari, kita hidup dalam dua dunia yaitu dunia nyata dan dunia maya. Di dunia nyata, kita bekerja, berinteraksi langsung dengan orang-orang, dan menjalani rutinitas sehari-hari. Sementara di dunia maya, kita menjelajahi media sosial seperti mengunggah foto, membaca berita, hingga berkomunikasi dengan teman yang mungkin berada di belahan dunia lain.

Media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Dengan sekali klik, kita bisa mengetahui kejadian terbaru, membangun bisnis, membangun relasi, atau bahkan menjadi terkenal.

Namun, di balik semua kemudahan itu, ada sisi gelap yang sering luput dari perhatian yaitu misinformasi yang menyebar luas, kecanduan digital, hingga tekanan sosial yang membuat banyak orang merasa tidak cukup baik.

Lalu, apakah media sosial lebih banyak manfaatnya atau justru membawa lebih banyak dampak negatif?.

Sisi Terang Media Sosial:

1. Akses Informasi yang Cepat dan Luas
Dulu, jika ingin mengetahui berita terbaru, kita harus menunggu koran pagi atau menonton berita di TV. Sekarang, dalam hitungan detik, informasi sudah ada di genggaman.

Media sosial membuat berita menyebar lebih cepat, baik itu informasi penting seperti bencana alam, kebijakan pemerintah, atau sekadar gosip selebriti.

Misalnya, selama pandemi COVID-19, media sosial menjadi alat utama untuk menyebarkan informasi kesehatan. Kampanye vaksinasi, protokol kesehatan, hingga kisah inspiratif tenaga medis bisa tersebar luas hanya dengan satu unggahan.

Namun, kecepatan penyebaran informasi ini juga bisa menjadi bumerang. Jika tidak berhati-hati, kita bisa terjebak dalam berita palsu (hoaks), yang sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan fakta.

2. Memudahkan Komunikasi dan Membangun Relasi
Dulu, menjaga hubungan dengan teman yang jauh terasa sulit. Sekarang, cukup lewat WhatsApp, Instagram, atau Facebook, kita bisa tetap terhubung dengan siapa saja.

Bahkan, kita bisa berteman dengan orang-orang baru dari berbagai belahan dunia.
Media sosial juga membantu membangun komunitas dengan minat yang sama.

Ada grup diskusi untuk pecinta buku, forum bagi pelaku bisnis, hingga komunitas yang mendukung kesehatan mental. Ini menunjukkan bahwa media sosial bisa menjadi ruang yang positif jika digunakan dengan bijak.

3. Peluang Bisnis dan Personal Branding
Media sosial bukan hanya tempat berbagi cerita, tetapi juga lahan bisnis yang menguntungkan.

Banyak orang yang memulai usaha dari media sosial, baik itu jualan baju, makanan, atau jasa kreatif.

Selain itu, banyak orang membangun personal branding melalui media sosial. Misalnya, seorang fotografer bisa memamerkan karyanya di Instagram, atau seorang penulis bisa membagikan tulisan-tulisannya di Twitter dan menarik perhatian penerbit.

Dengan strategi yang tepat, media sosial bisa menjadi jalan untuk meraih kesuksesan.

Sisi Gelap Media Sosial:

1. Penyebaran Hoaks dan Misinformasi
Salah satu masalah terbesar di media sosial adalah maraknya berita bohong (hoaks). Karena siapa saja bisa mengunggah informasi, berita yang tidak benar pun bisa cepat viral.

Contohnya, selama pandemi, banyak informasi keliru tentang obat “ajaib” COVID-19 yang beredar tanpa bukti ilmiah. Akibatnya, banyak orang yang termakan hoaks dan mengambil keputusan yang salah.

Agar tidak mudah tertipu, penting bagi kita untuk selalu memeriksa sumber berita sebelum mempercayainya dan tidak langsung menyebarkannya tanpa verifikasi.

2. Dampak Psikologis dan Kesehatan Mental
Pernah merasa minder setelah melihat postingan orang lain di media sosial? Banyak orang hanya menunjukkan sisi terbaik dari hidupnya seperti foto liburan, pencapaian besar, atau kehidupan yang terlihat sempurna.

Hal ini bisa membuat orang lain merasa hidup mereka kurang menarik atau bahkan gagal.

Fenomena ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa cemas karena merasa tertinggal dari orang lain.

Selain itu, media sosial juga bisa menyebabkan kecanduan. Kita sering kali tanpa sadar menghabiskan berjam-jam untuk scrolling tanpa tujuan yang jelas, yang akhirnya mengganggu produktivitas dan kesehatan mental.

Menurut penelitian dari American Psychological Association (2022), penggunaan media sosial yang berlebihan dikaitkan dengan peningkatan kecemasan, depresi, dan gangguan tidur, terutama pada remaja dan dewasa muda.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengatur waktu penggunaan media sosial agar tetap sehat secara mental.

3. Keamanan Data dan Privasi yang Rentan
Pernahkah Anda mendapatkan iklan tentang sesuatu yang baru saja Anda bicarakan? Hal ini bukan kebetulan.

Banyak platform media sosial mengumpulkan data pengguna untuk keperluan periklanan. Yang lebih mengkhawatirkan, ada kasus kebocoran data yang membuat informasi pribadi pengguna jatuh ke tangan yang salah.

Contohnya adalah skandal Cambridge Analytica pada 2018, dimana data jutaan pengguna Facebook digunakan tanpa izin untuk kepentingan politik.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi di media sosial dan selalu memperhatikan pengaturan privasi di akun kita.

Dapat disimpulkan bahwa Media sosial adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, ia memberikan manfaat besar dalam akses informasi, komunikasi, dan pengembangan bisnis.

Namun, di sisi lain, media sosial juga membawa tantangan seperti misinformasi, kecanduan digital, dan dampak negatif terhadap kesehatan mental.

Untuk itu, diperlukan literasi digital yang baik agar masyarakat dapat memanfaatkan sisi terang media sosial dan menghindari dampak negatifnya.

Edukasi tentang etika bermedia sosial, verifikasi informasi sebelum menyebarkan, serta mengatur waktu penggunaan media sosial menjadi langkah penting dalam menghadapi era digital ini.

Sebagai pengguna, kita harus bijak dalam memanfaatkan media sosial. Apakah kita ingin menjadikannya sebagai alat yang bermanfaat atau malah terperangkap dalam dampak buruknya?. Pilihan ada di tangan kita.***

Ananda Rizki
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

 

Ternyata Desa Terbersih di Dunia, Perjalanan Seru Aku Selama di Bali

0

Bogordaily.net – Liburan aku kali ini dimulai pada tanggal 18 Desember 2024. Aku dan ibu sudah merencanakan perjalanan jauh ke Bali, dan kali ini kami memutuskan untuk naik bus dari Bogor. Walaupun perjalanan dengan bus lama banget, kami tetap senang karena tahu bakal ada banyak hal seru yang akan kita nikmatin di Bali. Hal yang mencengankan ternyata desa terbersih di dunia ada di Bali.

Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu hampir sehari penuh, akhirnya kami sampai di Bali pada tanggal 19 Desember. Sesampainya dipenginapan aku langsung bersiap untuk menuju ke mall terbesar di Bali yang sering dikunjungi oleh banyak wisatawan mancanegara karna Mall tersebut langsung dihadapkan dengan pemandangan pantai sanur.

Keesokkan malamnya terlintas di pikiran aku adalah mencicipi es krim Massimo yang viral didaerah Sanur Bali. Begitu sampai, aku terkejut melihat antrean yang panjang banget. Banyak banget orang yang udah nunggu giliran mereka, tapi aku sih santai dan tetap happy hihi, karna demi es krim enak yang katanya seger banget, aku rela nunggu.

Dan setelah menunggu cukup lama, akhirnya giliran aku nih. Gak bohong deh sebagai pecinta es krim , es krim Massimo ini bener-bener seger dan rasanya maknyuss cuii! Enak banget, dan langsung bikin aku merasa puas banget mood langsung naik.

Hari berikutnya, aku memulai petualangan di Bali dengan tujuan yang agak berbeda dari biasanya, karna biasanya orang berburu untuk ke pantai tapi kali ini aku memutuskan pergi ke salah satu museum.

Pagi-pagi banget aku berangkat menuju Museum Monumen Bajra Sandhi yang terletak di Denpasar. Sebagai orang yang biasanya lebih memilih ke wisata alam, kali ini aku pengen mencari pengalaman baru, dan museum ini memberi banyak wawasan tentang sejarah Bali, terutama mengenai kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Bali.

Meskipun lebih banyak orang yang datang ke Bali untuk menikmati pantai dan keindahan alam, aku senang bisa belajar tentang sejarah Bali yang luar biasa ini. Di sini, aku melihat banyak koleksi menarik yang memberikan gambaran bagaimana peradaban Bali berkembang sejak zaman dulu.

Setelah puas menikmati sejarah Bali di museum, aku melanjutkan perjalanan ke Pantai Kuta yang terkenal banget dengan sunset-nya yang memukau. Setibanya di sana, aku langsung mencari tempat duduk di pinggir pantai untuk menikmati suasana.

Momen ketika matahari mulai tenggelam itu benar-benar WOWW sangat indah. Langit yang berubah menjadi oranye dan merah, diiringi dengan deburan ombak yang tenang dan angin sepoi-sepoi, memberikan ketenangan yang sangat nyaman.

Aku benar-benar ngerasa seperti tenang, menikmati keindahan alam Bali yang menakjubkan. Waktu berlalu begitu cepat, dan aku hampir nggak sadar bahwa sudah lewat berjam-jam hanya karena asyik menikmati pemandangan sunset dan berfoto untuk mengabadikan moment yang memanjakan mata.

Keesokan harinya, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kintamani, sebuah daerah pegunungan yang terkenal dengan pemandangannya yang luar biasa indah. Begitu tiba di Kintamani, aku langsung check-in di penginapan yang menghadap langsung ke Danau Batur. Suasana di sana sangat sejuk.

Udara pegunungan yang dingin membuat aku merasa nyaman banget. Pemandangan sekitar Danau Batur dan latar belakang Gunung Batur itu bener-bener bikin mata gak bisa berhenti melotot.

Aku merasa sangat tenang dan rileks, rasanya Kintamani ini adalah tempat yang pas banget buat refreshing setelah perjalanan Panjang dari Sanur kesini
Selama di Kintamani, aku sempat mampir ke Desa Penglipuran, sebuah desa yang terkenal karena kebersihannya yang luar biasa.

Desa ini bahkan sering disebut sebagai desa terbersih di dunia loh!, awalnya aku kaget dengan pengetahuan ku ini karna ternyata negara kita termasuk salah satu negara yang memiliki desa terbersih didunia dan kita harus bangga akan hal tersebut.

Pas aku masuk ke desa ini, aku bener-bener merasa seperti berada di tempat yang berbeda, seperti dunia lain, karna benar-benar bersih susunan rapi, tertib dan ditambah cuaca serta bentuk awan hari itu seperti didunia dongeng.

Semua rumah tertata rapi, jalan-jalan desa bersih, dan suasana sekitar sangat asri. Yang membuat aku semakin terkesan adalah toleransi yang tinggi antar umat beragama di desa ini.

Meskipun ada perbedaan agama, desa tetap hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan. Aku merasa sangat terinspirasi melihat bagaimana mereka bisa hidup dengan damai dan saling menghargai perbedaan.

Saking terkesannya, aku bahkan sempat menyewa baju adat Bali untuk merasakan pengalaman yang lebih dalam lagi. Rasanya seru banget! Aku bisa merasakan sendiri bagaimana menjadi masyarakat Bali.

Setelah puas berkeliling di Kintamani, aku kembali ke penginapan di Sanur. Perjalanan kembali ke sana sangat menyenangkan, karena sepanjang perjalanan, aku bisa menikmati pemandangan jalanan Bali yang bersih, asri, dan sangat menenangkan.

Bali memang punya daya tarik tersendiri yang bikin aku makin jatuh cinta.
Pada hari terakhir menjelang pulang, aku dan ibu memutuskan untuk jalan-jalan santai di pantai Sanur.

Kami duduk di tepi pantai, menikmati suasana yang tenang sambil ngobrol-ngobrol santai. Sambil menunggu senja datang, kami juga nggak lupa mengabadikan moment dengan berfoto-foto untuk menambah koleksi kenangan liburan kali ini.

Begitu senja mulai datang, kami hanya diam menikmati pemandangan yang luar biasa indah. Kami hanya duduk berdua, menikmati keindahan alam Bali dan berpikir,

“Liburan kali ini seru banget, abis ini kita mau liburan kemana lagi ya?” Bali memang selalu punya keindahannya yang nggak akan terlupakan.

Liburan kali ini seru banget dan Bali berhasil bikin aku jatuh cinta dengan segala pesonanya. Dari pantai yang tenang, sejarahnya, sampai pengalaman seru di desa yang bersih dan penuh toleransi, bahkan menjadi desa terbersih di dunia.

Bali emang punya banyak hal menarik yang bisa bikin liburan kamu nggak cuma seru, tapi juga bener-bener berkesan dan banyak pengalaman baru.

Kalau kamu lagi mikir buat cari tempat liburan yang nggak cuma buat santai, tapi juga bisa kasih pengalaman baru dan seru, Bali jawabannya. Jadi, kenapa nggak coba rencanain liburan kamu ke Bali? Siapa tahu kamu juga bisa dapetin momen-momen seru yang nggak bakal terlupakan.***

Indi Deraya Ajiba
Komunikasi Digital Media_IPB University

 

Berhasil Jaga Fundamental Kinerja dan Fokus di UMKM, BRI Raih 5 Penghargaan di Retail Banker International Asia Trailblazer Awards

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan pencapaian gemilang di kancah internasional dengan berhasil meraih lima penghargaan global dalam ajang Retail Banker International (RBI) Asia Trailblazer Awards 2025 yang diselenggarakan di Singapura pada Kamis, 13 Maret 2025.

Hadir menerima penghargaan dalam acara tersebut Direktur Utama BRI Sunarso, Director of Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto dan Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi.

Kelima penghargaan yang berhasil diraih BRI dalam ajang ini diantaranya Best Retail Bank Indonesia, SME Bank of The Year, Best CSR Initiative, Excellence in Employee Engagement dan Best Current Account Offering.

Penghargaan ini menjadi pengakuan nyata atas komitmen BRI dalam mencetak economic value dan men-deliver social value, dengan menghadirkan mencatatkan kinerja positif yang berkelanjutan, mendukung pertumbuhan UMKM serta memperkuat peran sosial dan keberlanjutan dalam operasional maupun proses bisnisnya.

“Hal ini menjadi bukti bahwa BRI mampu mencatatkan fundamental kinerja positif secara berkelanjutan, meskipun dalam kondisi yang tidak mudah. Kepercayaan dan apresiasi ini akan semakin memotivasi kami untuk terus bertransformasi, memberikan layanan terbaik bagi nasabah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan inisiatif sosial yang berdampak luas,” ujar Sunarso.

Dinobatkan sebagai Best Retail Bank Indonesia, BRI terus menghadirkan layanan perbankan berbasis digital yang semakin inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat. Sementara penghargaan SME Bank of The Year menegaskan peran BRI sebagai pemimpin dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai skema pembiayaan, pelatihan, serta pendampingan usaha.

Hingga akhir Desember 2024 tercatat penyaluran kredit BRI sebesar Rp1.354,64 triliun atau tumbuh 6,97% secara year on year dengan seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif. Penyaluran kredit BRI didominasi untuk segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97 persen dibandingkan dengan total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp1.110,37 triliun,

Di sisi lain, penghargaan Best CSR Initiative menunjukkan komitmen BRI dalam menciptakan dampak sosial positif bagi masyarakat melalui berbagai program keberlanjutan. Sedangkan, penghargaan Excellence in Employee Engagement juga menjadi bukti bahwa BRI tidak hanya fokus pada pelayanan kepada nasabah, tetapi juga terus membangun budaya kerja yang kuat dan inklusif bagi seluruh pekerjanya.

Sementara itu penghargaan Best Current Account Offering menegaskan bahwa produk BRI, khususnya di segmen rekening giro, memberikan nilai tambah dan kemudahan bagi nasabah dalam mengelola transaksi bisnis mereka.

Pencapaian ini semakin memperkuat posisi BRI sebagai institusi keuangan yang adaptif terhadap perubahan dan terus berinovasi dalam memberikan solusi keuangan yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“BRI semakin menegaskan eksistensinya sebagai bank yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga diakui di tingkat internasional sebagai bank dengan kinerja berkelanjutan serta berdampak ekonomi dan sosial bagi seluruh stakeholders,” ujar Sunarso.

RBI Asia Trailblazer Awards adalah ajang penghargaan internasional yang diselenggarakan oleh MEED, sebuah manajemen media brand terkemuka bersama dengan Global Data, perusahaan analisis dan konsultasi data yang ternama.

RBI Asia Trailblazer Awards diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk pengakuan terhadap perusahaan-perusahaan yang memberikan kontribusi signifikan melalui inovasi produk dan proyek visioner yang turut membentuk masa depan industri perbankan di kawasan Asia.

Penghargaan ini menjangkau beberapa negara di Asia termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, India, Hong Kong, Taiwan, dan lainnya. ***

Atlet SOIna Kabupaten Bogor Tampil Memukau di JABAR NGARIUNG, Gubernur Kagum!

0

Bogordaily.net – Ada satu kebanggaan yang sangat istimewa pada jajaran pengurus atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Kabupaten Bogor.

Pasalnya, kiprah SOIna Kabupaten Bogor saat ini semakin dikenal di Jawa Barat dan juga sudah diketahui eksistensinya oleh Kemensos RI.

Para atlet SOIna Kabupaten Bogor tampil sangat istimewa dalam acara JABAR NGARIUNG yang dihadiri Gubernur beserta para Bupati dan Walikota se Jawa Barat di Audiitorium Setda Kabupaten Bogor, Kamis 13 Maret 2025.

“Alhamdulilah kami sangat bersyukur SOIna Kabupaten Bogor diberikan kesempatan tampil pada acara JABAR NGARIUNG yang dihadiri Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur dan semua kepala daerah se Jawa Barat,” ujar Ketua SOIna Kabupaten Bogor, Ahmad Azwary yang akrab disapa Ary, Kamis 13 Maret 2025.

Para kepala daerah tampak kagum dan bangga melihat kreativitas para atlet SOIna dalam acara JABAR NGARIUNG.

Mudah mudahan, kata Ary, ini akan membawa dampak yang sangat bagus bagi masa depan SOIna di Jawa Barat dan di Indonesia.

Terlebih lebih, pada tahun 2025 di Jawa Barat akan menggelar ajang Pekan Special Olympic Daerah (PESODA) Jawa Barat.

Ary menambahkan, eksistensi SOIna Kabupaten Bogor tak lepas dari dukungan penuh Bupati Bogor Rudy Susmanto selaku Bapak Asuh Disabilitas Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, kata Ary, para atlet SOIna Kabupaten Bogor belum lama ini tampil saat penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Bogor usai dilantik di Jakarta.***