Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 891

Ramalan Cuaca Kota Bogor Rabu 12 Maret 2025 Menurut BMKG

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa Kota Bogor hujan ringan Rabu 12 Maret 2025.

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-29°C
Kelembapan: 73–95%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-29 °C
Kelembapan: 72–95%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-30°C
Kelembapan: 69–95%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 24–31 °C
Kelembapan: 69–94%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 24-30°C
Kelembapan: 70–94%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Petir
Suhu: 24–31 °C
Kelembapan:69–94%

Bagi Anda yang memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Rabu 12 Maret 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Cuaca Ekstrem di Kota Bogor Sebabkan 29 Rumah Ambruk, Disperumkim Siapkan Bantuan

0

Bogordaily.net – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor mengonfirmasi bahwa 29 rumah tidak layak huni (RTLH) ambruk akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor.

Data ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor dan mencakup lima Kecamatan di wilayah kota.

“Hasil pemantauan kami dari Januari hingga Maret 2025 menunjukkan bahwa cuaca ekstrem berdampak signifikan terhadap kondisi rumah warga,” ujar Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan pada Rabu 12 Maret 2025.

Ia menjelaskan bahwa, Disperumkim menerima laporan dari BPBD mengenai rumah-rumah terdampak dan sedang mengupayakan langkah-langkah perbaikan.

Untuk mendapatkan bantuan, warga harus menunjukkan bukti kepemilikan atau dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

“Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau yang termasuk dalam kategori P3KE,” jelasnya.

Saat ini, Disperumkim tengah mengajukan anggaran bantuan perbaikan rumah melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

Namun, Erwin menegaskan bahwa warga harus memperhatikan lokasi pembangunan rumah mereka agar tidak berada di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai atau tebing curam.

“Kami hanya bisa membantu rumah yang dibangun sesuai aturan. Jika lokasi tidak memenuhi syarat, bantuan tidak bisa diberikan,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan di bantaran sungai dilarang berdasarkan berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.

“Jika ada bangunan ilegal yang terdampak bencana, kami tidak bisa mengalokasikan bantuan,” tegasnya.

Disperumkim mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko bencana dan memastikan pembangunan rumah sesuai dengan peraturan yang berlaku.(Ibnu Galansa)

Kecelakaan di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Pengendara Motor Kritis

0

Bogordaily.net – Satu pengendara motor kritis usai kecelakaan terjadi di Jalan raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 12 Maret 2025.

Berdasarkan video yang diterima Bogordaily.net terlihat seorang pengendara motor tergeletak di tengah jalan dan Polisi dari Satlantas Polres Bogor tengah melakukan evakuasi pengendara tersebut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor Ipda Ferdhyan Mulya mengatakan bahwa, peristiwa tersebut terjadi sekitar pagi hari pukul 08.06 WIB.

Melibatkan dua kendaraan roda dua jenis Honda Beat yang dikemudikan W (55) dan juga Yamaha XSR150 dikemudikan oleh D (22).

Sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas ini, kendaraan sepeda motor Honda yang dikemudikan oleh W bergerak dari arah Bogor menuju ke arah Cibinong, berbelok handak menuju SPBU.

“Pada saat yang bersamaan bertabrakan dengan kendaraan sepeda motor Yamaha dikemudikan oleh D yang datang dari arah Cibinong menuju arah ke Bogor, sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujar Ferdhyan, Rabu 12 Maret 2025.

Ferdhyan menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut M (55) mengalami luka memar dibagian kepala, patah paha kaki kiri. Sementara, D (22) mengalami luka memar dibagian dada.

“Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.(Albin Pandita)

Nita Tiara Sallen: Ungkapkan Mimpi serta Perjalanan Pendidikannya hingga jadi Asisten Dosen

0

Bogordaily.net – Nita Tiara Sallen, seorang asisten dosen pada Program Studi Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB University ini ungkap perjalanan pendidikannya serta mimpi yang ingin ia raih. Memiliki keinginan dan semangat yang kuat, Nita bercita-cita untuk meneruskan karirnya ke dunia sekretariat di sebuah perusahaan hingga mengembangkan bisnis miliknya sendiri. Cita-citanya ini tidak terlepas dari ketekunannya dalam mengeksplorasi banyak bidang.

Tekad dan keinginannya yang kuat selalu mengantarkannya ke berbagai pengalaman yang berarti, ia dipercaya untuk menjadi seorang asisten dosen sembari terus mempelajari bidang lainnya seperti dalam penulisan, pemasaran, hingga fashion.

Nita Tiara Sallen yang genap berusia 22 tahun ini, terus menjenjangkan langkahnya sebagai asisten dosen sekaligus mempersiapkan diri untuk mencapai pekerjaan dan mimpi yang diinginkannya.

Perjalanan Pendidikan dan Pembentukan Jati Diri
Nita Tiara Sallen lahir pada 19 Mei 2002 di kota Sukabumi. Lahir dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya, membuatnya tumbuh menjadi anak yang dapat mengemukakan pendapatnya dengan bebas untuk mengeksplorasi berbagai hal.

Kedua orang tuanya selalu mendukung kemampuan apapun yang Nita ingin kembangkan bukan hanya dalam hal akademik tapi juga non akademik, seperti kemampuan bernyanyi dan berenang.

Dukungan dari orang tuanya tidak serta merta membuat Nita langsung menjadi sosok yang percaya diri. Pada saat ia duduk di bangku taman kanak-kanak Nita merupakan seseorang yang pemalu dan cenderung pendiam.

Ia lebih nyaman untuk bersosialisasi di lingkup keluarganya, meskipun begitu itu tak menghalangi dirinya dalam menempuh pendidikan serta mengembangkan bakatnya. Ia terus mencoba beradaptasi sedari kecil.

Tiba akhirnya ia duduk di bangku sekolah dasar, kepercayaan dirinya mulai meningkat. Ia juga mulai lebih terbuka dengan orang-orang di sekitarnya.

Kemauan beradaptasi mungkin menjadi salah satu alasannya, tetapi dukungan dan parenting dari kedua orang tuanya menjadi alasan terbesar untuk Nita bisa beradaptasi dengan baik.

“Meskipun aku tiga bersaudara tapi orang tuaku selalu kasih dukungan yang sama, dalam pendidikan atau kemampuan bersosialisasi aku,” ucapnya.

Akibat adanya kebiasaan untuk mengembangkan bakatnya sedari dini, ketika duduk di bangku sekolah dasar Nita lebih giat lagi dalam meningkatkan kemampuan bernyanyinya.

Di samping bakat dan kemampuan adaptasinya, Nita juga memiliki keinginan untuk mencoba pengalaman baru di dunia pendidikan. Ia memutuskan untuk memasuki boarding school setelah selesai dengan pendidikan di bangku sekolah dasar.

Niat serta keinginan baiknya itu mendapat dukungan dari keluarganya. Boarding school menjadi awal mula di mana jati diri Nita semakin kuat.

Ia menjadi orang yang lebih terorganisir, memiliki prinsip yang lebih kuat, disiplin, serta mampu meningkatkan kemampuan agamisnya.

Nita sangat menikmati waktunya di sekolah menengah pertama boarding school ini. Menurut Nita sekolahnya di masa itu tidak menjadi penghalang untuknya dalam menekuni bidang lainnya.

SMA Negeri 1 Cibadak menjadi tempat selanjutnya bagi Nita untuk mencari ilmu. Di masa sekolahnya saat itu Nita, bukan lagi hanya mengembangkan bakat yang dimilikinya, namun ia juga mengikuti organisasi dan memperbanyak pengalamannya dengan mengikuti perlombaan bernyanyi, perombaan O2SN dan FLS2N.

Ia benar-benar memanfaatkan waktu emasnya untuk berkontribusi semasa sekolah sebelum akhirnya melakukan persiapan ke jenjang selanjutnya.

Didasari keinginan untuk mengeksplorasi hal-hal baru, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan tinggi nya di bidang yang berbeda dengan bidang kesenian yang selama ini ia cukup tekuni.

Nita membuat tiga planning program studi yang ingin dimasukinya di dua universitas yang berbeda.

Beberapa program studi yang masuk ke dalam daftar keinginannya adalah Program Studi Komunikasi, Agribisnis, dan Ekowisata yang akhirnya menjadi program studi yang ditekuninya.

Tahun 2020 menjadi tahun awal perkuliahannya, adanya wabah Covid-19 yang mengharuskannya belajar secara daring membuat Nita cukup kesulitan di masa-masa transisinya itu.

Hal yang dipelajarinya sangat berbeda dengan apa yang ia pelajari semasa duduk di bangku sekolah dulu.

Adanya kendala untuk melakukan komunikasi secara tatap muka menjadi kendala baru dalam bersosialisasi, meski begitu ia memaknai hal itu sebagai sisi positif untuknya agar dapat beradaptasi.

“Banyak hal yang aku pelajari selama kuliah, seperti bagaimana aku menyesuaikan diri dengan berbagai karakter, mengikuti perkembangan teknologi, dan mempelajari esensi kehidupan yang berbeda,” katanya.

Nita merasa bahwa selama menjadi mahasiswa Ekowisata ia tidak hanya mempelajari bagian dari Ekowisata itu sendiri, namun ia juga mempelajari nilai kehidupan yang membuatnya dapat menjadi seseorang dengan karakter yang lebih kuat saat ini.

Menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi bukanlah hal yang mudah, meskipun begitu ia berhasil mendapat banyak pengalaman yang berharga.

Praktik umum Ekowisata di Cibodas merupakan pengalamannya dalam melakukan praktik dasar, disusul dengan praktik pengelolaan Ekowisata di Banyumas yang menambah kemampuannya lebih dalam untuk bekerja di suatu instansi.

Ia mempelajari bagaimana pengelolaan destinasi, fasilitas, dan amanitas yang baik.

Segala kemampuan serta hal yang dipelajarinya juga Nita implementasikan ketika ia mendapat kesempatan untuk melakukan praktik kerja lapangan dengan menjadi resepsionis di Perhutani Cikole, Lembang.

Di dana ia juga dipercaya untuk melakukan tugas sebagai media planner, membuat buklet tentang rissort, dan membuat paket. Pengalaman yang ia lakukan menjadi sebuah bekal bagi Nita serta menjadi pegangan dalam dunia Pendidikan yang ditempuhnya.

Semakin banyak pengalaman, banyak juga rintangan yang harus ia lalui. Nita sempat kesulitan dan mengalami banyak tekanan ketika ia menyusun skripsinya.

Ia merasa bahwa tantangan terbesar juga muncul dari konsistensi dirinya sendiri, meskipun begitu dukungan dari sekitar membuatnya dapat melalui itu semua. Ia berkata,

“Orang tuaku selalu jadi sumber dukungan emosional nomor satu, dosen-dosen Ekowisata juga selalu kasih aku pelajaran dan bekal berharga.”

Pekerjaan Asisten Dosen dan Mimpinya
Asisten dosen menjadi perjalanan selanjutnya untuk Nita. Karir itu ia jalani awalnya pada Januari tahun 2024 ketika mendapat tawaran dan kesempatan dari dosen pembimbingnya.

Kemampuan adaptasinya serta kegigihannya dalam menjalankan suatu hal membuatnya dapat terus dipercaya hingga saat ini untuk menjadi asisten dosen Ekowisata di beberapa mata kuliah.

Kesempatan ini Nita gunakan sebagai upaya menambah pengalaman dan juga kemampuan lainnya.

Menurut Nita Tiara Sallen, pengalaman yang paling berharga ketika ia menjadi seorang asisten dosen, adalah saat ia mempelajari bagaimana menempatkan dirinya dan mengerti setiap karakter mahasiswa yang berbeda.

Pola piker yang beragam dari setiap mahasiswa juga menjadi salah satu aspek yang menambah pengalaman untuk dirinya dalam bersosialisasi atau pun bekerja sama dengan individu. Di samping itu, ia juga jadi dapat meningkatkan kemampuan manajemen waktu miliknnya.

Meski telah cukup lama terjun sebagai asisten dosen, itu tidak membuatnya berhenti untuk menggapai mimpinya sedari dulu.

Nita mengaku bahwa ketika sudah saatnya, ia akan mengejar impiannya sebagai sekretaris di salah satu perusahaan, selain itu Nita juga ingin membangun bisnis fashionnya sendiri.

Keinginannya yang sedikit berbeda dari pendidikan dan impiannya sejauh ini bukanlah halangan, melainkan dorongan untuknya agar dapat terus mengeksplorasi banyak hal.

Fashion dan sekretaris mungkin adalah kedua hal yang sangat bertolak belakang, namun Nita mengaku bahwa menurutnya tidak ada yang tidak mungkin jika ia berusaha.

Dukungan kuat dari teman dan keluarga, serta latar belakang usaha ayahnya di bidang fashion membuatnya semakin yakin untuk mewujudkan bisnisnya ketika ia telah berhasil menjadi sekretaris nanti.

Ia berharap bahwa ia akan menjadi sosok yang lebih baik dan dapat menggapai semua mimpinya itu.***

Zalfa Alya Rifa
Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University.

RSUD Cibinong Luncurkan Klinik AkuQuit: Terobosan Holistik Terkini Untuk Berhenti Merokok

0

Bogordaily.net – RSUD Cibinong kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan meluncurkan Klinik AkuQuit, sebuah program inovatif yang dirancang khusus untuk membantu perokok berhenti secara efektif.

Layanan ini menggabungkan berbagai pendekatan medis dan terapi komplementer, seperti akupunktur, psikologi, fisioterapi, dan farmasi, guna memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi mereka yang ingin lepas dari ketergantungan nikotin.

Peresmian layanan ini berlangsung pada Rabu (12/3) dalam acara Webinar Nasional Pulmonary and Respiratory Update, yang diikuti oleh 290 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang pulmonologi, antara lain dr. Masdi, Sp.P, FISR; dr. Hermawan Setiyanto, Sp.P, FISR; dan dr. Astrid Arsianti, Sp.P.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, S.Si., yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan pentingnya layanan kesehatan yang inovatif, ilmiah dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Berbicara kesehatan, berarti berbicara mengenai sumber daya manusia. Investasi terbaik hari ini adalah investasi sumber daya manusia. Karena peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemajuan dan daya saing kita dimasa depan” ujar Rudy.

Menurutnya, peningkatan sumberdaya manusia terutama dibidang kesehatan, menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Bogor lima tahun kedepan. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai aspek, termasuk fasilitas kesehatan yang inovatif, dan berbasis teknologi.

Bupati bogor memberikan apresiasi kepada jajaran RSUD Cibinong. Dirinya berharap, dengan hadirnya Klinik AkuQuit dapat menjadi solusi efektif dalam membantu masyarakat menghentikan kebiasaan merokok serta meningkatkan kualitas hidup.

Direktur RSUD Cibinong, dr. Yukie Meistisia Ananda Putri Satoto, S.H., MH.Kes., menjelaskan bahwa Klinik AkuQuit merupakan layanan pertama di Jawa Barat yang mengadopsi pendekatan holistik kolaboratif multidisiplin, termasuk dengan pelayanan kesehatan tradisional akupuntur dalam membantu masyarakat berhenti merokok.

“Kami memahami bahwa berhenti merokok bukan hanya soal kemauan, tetapi juga membutuhkan dukungan medis dan psikologis yang tepat. Oleh karena itu, Klinik AkuQuit mengombinasikan terapi akupunktur, konseling psikologis, fisioterapi, serta terapi farmakologis agar pasien bisa mendapatkan pendampingan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar dr. Yukie.

Akupunktur digunakan sebagai metode untuk mengurangi keinginan merokok dan meredakan gejala putus nikotin, sementara psikolog membantu pasien dalam mengatasi aspek mental dan emosional yang berkaitan dengan kecanduan rokok. Fisioterapi berperan dalam meningkatkan fungsi paru-paru, sedangkan farmasi memastikan ketersediaan obat-obatan yang mendukung program berhenti merokok.

“Dengan adanya Klinik AkuQuit, kini masyarakat Kabupaten Bogor memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan bantuan profesional dalam berhenti merokok. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada kesehatan individu, tetapi juga pada kesehatan lingkungan dan generasi mendatang”, tegas dokter Yukie.***

Menkop: Kop Des Merah Putih Jadi Momentum Peningkatan Kontribusi Koperasi Pada PDB Nasional

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi kembali menekankan peran strategis Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih terhadap upaya meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah hingga nasional. 

Ide pembentukan Kop Des Merah Putih ini didasarkan pada realitas desa yang masih banyak masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang rendah. Maka itu Menkop Budi Arie menyatakan dengan dimobilisasi oleh Kop Des Merah Putih, diharapkan roda perekonomian di desa akan semakin bergeliat sehingga pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kontribusi koperasi terhadap perekonomian daerah hingga nasional. 

“Pak Presiden (Prabowo Subianto) berharap koperasi bisa memberikan sumbangsih yang signifikan bagi perekonomian nasional. Saya harap dengan Kop Des Merah Putih ini bisa memunculkan gairah dan sumbangan yang signifikan dari koperasi untuk perekonomian daerah dan nasional,” kata Menkop Budi Arie dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Provinsi dengan tema “Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih” di Jakarta, Rabu (12/03).

Dalam rangka mewujudkan target pembentukan 70.000 unit Kop Des Merah Putih ini, Menkop Budi Arie berharap dukungan yang maksimal dari pemerintah daerah. Pasalnya pemerintah daerah hingga tingkat desa adalah ujung tombak bagi pencapaian terget tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah mulai dari tingkat Provinsi hingga desa adalah yang paling memahami dan paling mengetahui potensi serta karakteristik wilayahnya. 

Dalam Rakor yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia, Menkop juga mengatakan bahwa Kementerian Koperasi tidak bisa sendiri tapi kalau dikerjakan bersama dengan pemerintah Provinsi hingga Kabupaten akan jauh lebih realistis.

Menkop Budi Arie juga menegaskan bahwa Kop Des Merah Putih akan menjadi alat yang strategis untuk mengoptimalkan potensi yang ada di desa. Bahkan melalui Kop Des ini akan membantu target pemerintah untuk menekan tingkat kemiskinan ekstrem di desa.

“Pak Presiden ingin masyarakat desa terlindungi dari sisi pendapatan, terlindungi dari tengkulak yang selama ini membuat miskin para petani di desa melalui Koperasi Desa Merah Putih ini,” katanya.  

Menkop Budi Arie mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menjadikan program 70.000 Kop Des Merah Putih ini sebagai momentum kebangkitan koperasi di Indonesia. Selanjutnya Menkop Budi Arie akan menempatkan pejabat dari Kementerian Koperasi untuk menjadi koordinator wilayah dari setiap provinsi untuk memastikan rencana pembentukan Kop Des Merah Putih dapat berjalan dengan baik.

“Kop Des ini menjadi langkah revolusioner untuk mengakselerasi pembangunan masyarakat di desa, karena itu dukungan dan kerja sama dari bapak ibu sekalian sangat membantu perwujudan Kop Des Merah Putih,” katanya.

Sementara itu pada sesi diskusi pada acara Rakor tersebut, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menambahkan, dalam RPJMN 2025-2029 pemerintah menargetkan peningkatan peran / kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional. 

Kontribusi koperasi terhadap PDB ditargetkan pada 2029 naik menjadi 1,20 persen terhadap PDB. Sementara di tahun 2045 diharapkan kontribusi koperasi akan meningkat pesat menjadi 5 persen. Dari sisi rasio volume usaha koperasi sektor produksi terhadap total volume usaha koperasi diharapkan meningkat menjadi 10 persen di tahun 2029.

“Sehingga peningkatan produktivitas dan daya saing koperasi difokuskan dengan empat strategi yaitu pengembangan usaha koperasi, peningkatan kapasitas SDM dan reputasi koperasi, peningkatan peran dan kapasitas kelembagaan, dan penguatan sistem pengawasan koperasi,” kata Febrian. 

Terkait dengan Kop Des Merah Putih, Bappenas memastikan bahwa program ini akan terintegrasi dalam perencanaan nasional agar dapat didukung oleh semua pihak khususnya pemerintahan hingga level desa. Melalui Kop Des Merah Putih diharapkan juga mampu memberikan kontribusi terhadap terget pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di tahun 2029.

“Ini (target pertumbuhan ekonomi) tidak bisa dicapai melalui kota-kota besar, tapi sumbangan bisa berasal dari desa. Maka pembentukan Kop Des Merah Putih ini tujuannya adalah mereaktivasi perekonomian desa yang nantinya akan berujung pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Febrian.***

Berdaya di Desa, UMKM Gula Aren Ini Berhasil Ekspor Tembus Pasar Global Berkat BRI

0

Bogordaily.net – Salah satu wujud nyata dari komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI adalah melalui dukungan terhadap UMKM Gula Aren Temon, sebuah pengolahan gula aren yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang berhasil memperluas jangkauan pemasaran hingga ke pasar ekspor.

Berawal pada tahun 2020, Gula Aren Temon yang diprakarsai oleh Mega hadir sebagai upaya memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal berupa pohon aren yang melimpah di wilayah tersebut.

Sebelumnya, masyarakat sekitar umumnya mengolah gula aren secara sederhana, hanya memproduksi gula cetak yang dipasarkan di pasar tradisional.

Melalui inovasi, Gula Aren Temon kini menghasilkan berbagai varian produk, seperti gula aren semut, gula aren cair, gula aren mini cube, kopi gula aren, dan gula aren rasa jahe merah.

Diversifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas segmen pasar.

Sebagai bagian dari pengembangan usaha, Gula Aren Temon memberdayakan kelompok tani yang dimulai dengan melibatkan 20 petani lokal pada tahun 2020 dan berkembang hingga mencakup sekitar 150 petani pada tahun 2025.

Sebagai bentuk apresiasi, Gula Aren Temon setiap tahun memberikan dukungan berupa alat produksi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Mega menegaskan bahwa Gula Aren Temon saat ini menghadapi dua tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan usaha.

“Selain pentingnya menarik minat generasi muda agar terlibat dalam sektor pertanian, kami juga menghadapi tantangan dalam penanaman kembali pohon aren untuk memastikan ketersediaan bahan baku di masa depan. Pendampingan, edukasi, dan kolaborasi menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ini, sekaligus menjaga keberlanjutan usaha dan lingkungan sekitar”, ujarnya.

Lebih lanjut, Mega juga menyoroti peran BRI dalam memperluas akses pasar.

“Dukungan dari BRI sangat membantu dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas produksi. BRI tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga memfasilitasi kami dalam mempertemukan dengan calon pembeli melalui kegiatan business matching, seperti di BRI UMKM EXPORT 2025,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan standar internasional, Gula Aren Temon telah memenuhi berbagai sertifikasi, termasuk standar keamanan pangan dan sertifikasi halal.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar domestik dan internasional.

Saat ini, sekitar 60% produk Gula Aren Temon dipasarkan melalui jalur ekspor, dengan Belanda sebagai negara tujuan utama.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto menegaskan bahwa komitmen BRI dalam mendukung UMKM tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan dan fasilitasi akses pasar internasional.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui pembiayaan, pendampingan, dan fasilitasi akses pasar. Kami percaya, penguatan kapasitas usaha dan perluasan jejaring pasar merupakan kunci bagi UMKM untuk bersaing di tingkat global. Kehadiran Gula Aren Temon menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dan inovasi mampu menciptakan peluang ekspor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong UMKM naik kelas, BRI sukses menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City.

Acara ini menarik antusiasme tinggi dengan kehadiran lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi senilai lebih dari Rp40 miliar, serta menghasilkan kontrak ekspor sebesar USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

Inisiatif ini mempertegas peran BRI dalam membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk menembus pasar internasional.***

Kop Des Merah Putih Jadi Momentum Peningkatan Kontribusi Koperasi pada PDB Nasional

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi kembali menekankan peran strategis Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih terhadap upaya meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah hingga nasional.

Ide pembentukan Kop Des Merah Putih ini didasarkan pada realitas desa yang masih banyak masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang rendah.

Maka itu Menkop Budi Arie menyatakan dengan dimobilisasi oleh Kop Des Merah Putih, diharapkan roda perekonomian di desa akan semakin bergeliat sehingga pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kontribusi koperasi terhadap perekonomian daerah hingga nasional.

“Pak Presiden (Prabowo Subianto) berharap koperasi bisa memberikan sumbangsih yang signifikan bagi perekonomian nasional. Saya harap dengan Kop Des Merah Putih ini bisa memunculkan gairah dan sumbangan yang signifikan dari koperasi untuk perekonomian daerah dan nasional,” kata Menkop Budi Arie dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Provinsi dengan tema “Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih” di Jakarta, Rabu 12 Maret 2025.

Dalam rangka mewujudkan target pembentukan 70.000 unit Kop Des Merah Putih ini, Menkop Budi Arie berharap dukungan yang maksimal dari pemerintah daerah.

Pasalnya pemerintah daerah hingga tingkat desa adalah ujung tombak bagi pencapaian terget tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah mulai dari tingkat Provinsi hingga desa adalah yang paling memahami dan paling mengetahui potensi serta karakteristik wilayahnya.

Dalam Rakor yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM seluruh Indonesia, Menkop juga mengatakan bahwa Kementerian Koperasi tidak bisa sendiri tapi kalau dikerjakan bersama dengan pemerintah Provinsi hingga Kabupaten akan jauh lebih realistis.

Menkop Budi Arie juga menegaskan bahwa Kop Des Merah Putih akan menjadi alat yang strategis untuk mengoptimalkan potensi yang ada di desa.

Bahkan melalui Kop Des ini akan membantu target pemerintah untuk menekan tingkat kemiskinan ekstrem di desa.

“Pak Presiden ingin masyarakat desa terlindungi dari sisi pendapatan, terlindungi dari tengkulak yang selama ini membuat miskin para petani di desa melalui Koperasi Desa Merah Putih ini,” katanya.

Menkop Budi Arie mengajak seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menjadikan program 70.000 Kop Des Merah Putih ini sebagai momentum kebangkitan koperasi di Indonesia.

Selanjutnya Menkop Budi Arie akan menempatkan pejabat dari Kementerian Koperasi untuk menjadi koordinator wilayah dari setiap provinsi untuk memastikan rencana pembentukan Kop Des Merah Putih dapat berjalan dengan baik.

“Kop Des ini menjadi langkah revolusioner untuk mengakselerasi pembangunan masyarakat di desa, karena itu dukungan dan kerja sama dari bapak ibu sekalian sangat membantu perwujudan Kop Des Merah Putih,” katanya.

Sementara itu pada sesi diskusi pada acara Rakor tersebut, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menambahkan, dalam RPJMN 2025-2029 pemerintah menargetkan peningkatan peran / kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional.

Kontribusi koperasi terhadap PDB ditargetkan pada 2029 naik menjadi 1,20 persen terhadap PDB. Sementara di tahun 2045 diharapkan kontribusi koperasi akan meningkat pesat menjadi 5 persen.

Dari sisi rasio volume usaha koperasi sektor produksi terhadap total volume usaha koperasi diharapkan meningkat menjadi 10 persen di tahun 2029.

“Sehingga peningkatan produktivitas dan daya saing koperasi difokuskan dengan empat strategi yaitu pengembangan usaha koperasi, peningkatan kapasitas SDM dan reputasi koperasi, peningkatan peran dan kapasitas kelembagaan, dan penguatan sistem pengawasan koperasi,” kata Febrian.

Terkait dengan Kop Des Merah Putih, Bappenas memastikan bahwa program ini akan terintegrasi dalam perencanaan nasional agar dapat didukung oleh semua pihak khususnya pemerintahan hingga level desa.

Melalui Kop Des Merah Putih diharapkan juga mampu memberikan kontribusi terhadap terget pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di tahun 2029.

“Ini (target pertumbuhan ekonomi) tidak bisa dicapai melalui kota-kota besar, tapi sumbangan bisa berasal dari desa. Maka pembentukan Kop Des Merah Putih ini tujuannya adalah mereaktivasi perekonomian desa yang nantinya akan berujung pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Febrian.***

Diskon Khusus Ramadan! Taman Safari Bogor Tawarkan Promo Mulai Pukul 13.00 WIB

0

Bogordaily.net – Taman Safari Bogor memberikan promo 13.00 WIB bundling htm dan iftar buffet dinner spesial bulan Ramadan.

Beberapa harga khusus pembelian online iftar dinner + tiket premium
Weekdays, dewasa Rp.256.500/tiket, anak 6-12 tahun Rp.226.500/tiket, dan anak 1-5 tahun Rp.101.750/tiket.

Kemudian, weekend dewasa Rp. 270.250/tiket, anak 6-12 tahun, Rp.240.250/tiket, anak 1-5 tahun Rp.107.250/tiket.

Dengan benefit, safari journey, istana panda, wahana permainan, pertunjukan 7 habitat satwa, air terjun, iftar buffet dinner dan dinner.

Selanjutnya, iftar dinner + tiket reguler Weekdays, dewasa Rp. 237.250/tiket, anak 6-12 tahun, Rp.207.250/tiket, anak 1-5 tahun Rp.82.500/tiket.

Kemudian, Weekend dewasa Rp.245.000/tiket, anak 6-12 tahun Rp.215.000/tiket, dan anak 1-5 tahun Rp.96.000/tiket.

Dengan benefit, safari journey, pertunjukan 7 habitat satwa, iftar buffet dinner. Periode kunjungan Maret selama berlangsung program iftar berlaku mulai pukul 13.00 hingga penutupan.

Sementara itu, Taman Safari Bogor kembali menghadirkan pengalaman baru saat berbuka puasa di bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Dengan konsep yang unik dan penuh nostalgia, Taman Safari Bogor mengusung tema “Rindu Kampung Halaman” untuk Iftar Dinner 2025.

Pada Iftar Dinner 2025 ini, pengunjung akan dibawa menikmati suasana khas era 1980-1990, dikemas dalam nuansa Safari yang khas dengan sentuhan kearifan lokal.

Safari Iftar Dinner 2025 akan berlangsung pada 7 – 31 Maret 2025 dan mengajak pengunjung untuk menikmati berbuka puasa dengan elemen hiburan dan kuliner yang autentik.(Albin Pandita)

Taman Safari Bogor Promo 13.00 WIB Spesial Ramadan

0

Bogordaily.net – Taman Safari Bogor menawarkan promo 13.00 WIB bundling htm + iftar buffet dinner spesial bulan Ramadan.

Beberapa harga khusus pembelian online iftar dinner + tiket premium
Weekdays, dewasa Rp.256.500/tiket, anak 6-12 tahun Rp.226.500/tiket, dan anak 1-5 tahun Rp.101.750/tiket.

Kemudian, weekend dewasa Rp. 270.250/tiket, anak 6-12 tahun, Rp.240.250/tiket, anak 1-5 tahun Rp.107.250/tiket.

Dengan benefit, safari journey, istana panda, wahana permainan, pertunjukan 7 habitat satwa, air terjun, iftar buffet dinner dan dinner.

Selanjutnya, iftar dinner + tiket reguler Weekdays, dewasa Rp. 237.250/tiket, anak 6-12 tahun, Rp.207.250/tiket, anak 1-5 tahun Rp.82.500/tiket.

Kemudian, Weekend dewasa Rp.245.000/tiket, anak 6-12 tahun Rp.215.000/tiket, dan anak 1-5 tahun Rp.96.000/tiket.

Dengan benefit, safari journey, pertunjukan 7 habitat satwa, iftar buffet dinner. Periode kunjungan Maret selama berlangsung program iftar berlaku mulai pukul 13.00 hingga penutupan.

Sementara itu, Taman Safari Bogor kembali menghadirkan pengalaman baru saat berbuka puasa di bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Dengan konsep yang unik dan penuh nostalgia, Taman Safari Bogor mengusung tema “Rindu Kampung Halaman” untuk Iftar Dinner 2025.

Pada Iftar Dinner 2025 ini, pengunjung akan dibawa menikmati suasana khas era 1980-1990, dikemas dalam nuansa Safari yang khas dengan sentuhan kearifan lokal.

Safari Iftar Dinner 2025 akan berlangsung pada 7 – 31 Maret 2025 dan mengajak pengunjung untuk menikmati berbuka puasa dengan elemen hiburan dan kuliner yang autentik.***

(Albin Pandita)