Home Blog Page 891

Kapolresta Bogor Terima Silaturahmi FOBB: Bersama Jaga Kota dari Premanisme

0

Bogordaily.net – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) yang menaungi sejumlah organisasi masyarakat di Kota Bogor pada Rabu, 21 Mei 2025.

Dalam pertemuan ini, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif FOBB dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota.

“Keberadaan Ormas di Kota Bogor sangat membantu dalam menciptakan suasana aman dan kondusif. Kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga kota ini? Terlebih, sebagian besar anggota Ormas merupakan warga asli Kota Bogor,” ujar Kombes Eko.

Menanggapi isu premanisme yang belakangan meresahkan masyarakat, Kapolresta menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah pelaku.

“Ada 11 kasus premanisme yang saat ini tengah kami proses, melibatkan 22 orang pelaku. Semua kasus ini murni melibatkan oknum yang tidak tergabung dalam organisasi masyarakat manapun,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh pimpinan Ormas yang hadir menegaskan tidak ada satu pun anggotanya yang terlibat.

Oleh karena itu, tindakan para pelaku dipastikan bukan mencerminkan organisasi tertentu, melainkan murni individu yang menyalahgunakan kebebasan.

Kapolresta mengajak semua pihak, terutama Ormas, untuk terus menjaga keamanan Kota Bogor.

“Jika kita mencintai Kota Bogor, mari kita bersinergi menjaga ketertiban agar kota ini selalu aman dan tenteram,” ajaknya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua FOBB, Umar Dhani, usai pertemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa FOBB terdiri dari berbagai Ormas seperti BBRP, FKPPI, KPMP, LMPI, PPM, AMS, M1R, GIBAS, dan Pemuda Pancasila.

“Pertemuan ini membahas kondisi terkini Kota Bogor, terutama soal isu premanisme yang sedang viral. Kami merasa perlu mendapatkan kejelasan, karena di media sosial muncul narasi negatif terhadap Ormas,” ungkap Umar Dani, yang juga menjabat Ketua DPC BBRP Kota Bogor.

Ia menegaskan bahwa definisi premanisme menurut Kapolresta adalah tindakan individu yang meresahkan masyarakat.

Dengan demikian, Ormas tidak boleh digeneralisasi, apalagi dikaitkan secara langsung dengan premanisme.

“Setiap Ormas memiliki AD/ART yang jelas dan tidak membenarkan tindakan premanisme. Kami mengutuk keras tindakan oknum yang mencoreng nama baik Ormas dan menciptakan keresahan. Selama ini, kami justru ikut menjaga ketenangan Kota Bogor,” tutupnya.***

Ibnu Galansa

RS BSH Bogor Ajak Lansia Tetap Produktif Lewat Chair Yoga di Alamanda Living

0

Bogordaily.net – Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kalangan lanjut usia, Rumah Sakit BSH Bogor menggelar kegiatan Chair Yoga Lansia yang bertempat di Alamanda Living, Jalan Raya Tajur No.168, Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu 21 Mei 2025.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengajak para lansia tetap produktif dan aktif secara fisik maupun mental di usia emas.

Chair Yoga sendiri merupakan bentuk latihan yoga yang dilakukan sambil duduk di kursi, sehingga aman dan mudah diikuti oleh peserta lansia dengan berbagai kondisi fisik.

Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000, peserta tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan, tetapi juga fasilitas makan siang dan snack yang disediakan oleh penyelenggara.

Selain olahraga ringan, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi yang menyenangkan bagi para lansia.

RS BSH Bogor berharap, inisiatif seperti ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran di usia lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, masyarakat dapat langsung menghubungi pihak RS BSH Bogor di nomor 081770998889.

Tentang Rumah Sakit BSH

Rumah Sakit BSH adalah Rumah Sakit Umum yang mempunyai fasilitas perawatan dengan konsep ruang terbuka dan pemandangan pegunungan serta didukung dengan peralatan kesehatan yang canggih dan lengkap.

Rumah Sakit BSH melayani kebutuhan masyarakat secara umum yang didukung oleh tenaga medis profesional serta handal.***

Pemkab Bogor Tertibkan 17 Bangunan Liar di Pasar Ciluar, Lanjutkan Penataan Cibinong Raya

Bogordaily.net – Wujud komitmen Pemkab Bogor dalam mengimplementasikan dan menegakan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, juga untuk menindaklanjuti instruksi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terkait penataan kawasan Cibinong Raya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor melakukan penertiban terhadap 17 bangunan liar yang berdiri di bantaran Kalibaru Komplek Dua Raja, Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja, pada Rabu (21/5/25).

Sebagai informasi, penertiban ini telah didahului dengan sosialisasi dan pemberian teguran secara persuasif oleh Satpol PP Kabupaten Bogor bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sukaraja kepada para pemilik bangunan liar.

“Kami sudah menyampaikan teguran kepada para pemilik bangunan liar. Beberapa dari mereka telah melakukan pembongkaran secara mandiri, dan hari ini kami bantu untuk merapikan. Sisanya, dilakukan pembongkaran oleh petugas,” ujar Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana, di lokasi kegiatan.

Anwar menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari penertiban yang telah dilakukan di wilayah lain sebagai bagian dari program penataan kawasan Cibinong Raya.

“Sebelum Pasar Ciluar, kita sudah melakukan penertiban di sekitar Stadion Pakansari, Pasar Cibinong, dan Pasar Citeureup. Para pedagang kaki lima kami arahkan ke lokasi yang lebih representatif, dan bangunan liar kami tata kembali agar kawasan ini menjadi lebih tertib,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar menegaskan bahwa penertiban ini tidak bersifat menggusur, melainkan menggeser, sesuai arahan Bupati Bogor.

“Pak Bupati selalu menekankan bahwa penertiban harus mengedepankan pendekatan humanis. Para pemilik bangunan liar di kawasan ini telah difasilitasi oleh PD Pasar Tohaga untuk dapat berjualan di lokasi yang telah disiapkan tanpa mengganggu aktivitas di sekitar pasar,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menambahkan bahwa Dishub turut melakukan penertiban parkir liar di sekitar Pasar Ciluar untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat.

“Hari ini kami tertibkan kendaraan roda dua yang parkir sembarangan, mulai dari depan pasar hingga bagian bawah dekat SD. Setiap kendaraan yang mengganggu pengguna jalan kami tindak tegas,” ujar Dadang.

Ia juga menyampaikan rencana penataan angkutan barang di kawasan Pasar Ciluar. Pihaknya akan segera menyurati PD Pasar Tohaga serta mengimbau masyarakat terkait pengaturan jam operasional angkutan barang.

“Ini akan kami bahas bersama pihak pengelola pasar, tokoh masyarakat, dan Muspika Kecamatan Sukaraja agar tercapai kesepakatan yang jelas dan tidak menimbulkan gangguan aktivitas pasar,” tutupnya. (*)

Bos Sritex Ditangkap Kejagung, Diduga Kasus Kredit Bank

0

Bogordaily.net – Sempat viral karena video PHK ribuan buruhnya, Direktur Utama PT Sritex, Iwan Setiawan Lukminto kembali jadi sorotan.

Ya, Iwan Setiawan Lukminto baru saja ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan kasus pemberian kredit bank.

Hal ini diungkapkan Kasi Penkum Kejati Jateng, Arfan Triono. Ia membenarkan kabar bahwa Dirut PT Sritex ditangkap Kejagung, Selasa (20/5/2025).

“Langsung Kejagung yang handle. (Dirut PT Sritex ditangkap kapan?) Tadi malam,” kata Arfan dikutip Rabu (21/5/2025).

Arfan mengungkapkan, Iwan ditangkap Kejagung malam tadi dengan dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan pemberian kredit dari bank.

“(Dugaannya apa?) Terkait pemberian kredit bank,” ungkapnya.

Akan tetapi, Arfan tidak menjelaskan lebih jauh terkait kronologi penangkapan. Pasalnya, kata Arfan, Kejati Jateng tidak ikut dalam penangkapan Iwan.
“(Kejati tidak ikut?) Mboten (tidak). Untuk release langsung dari Kejagung,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejagung mulai membuka penyidikan kasus dugaan korupsi berkaitan dengan perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Dugaan korupsi ini berkaitan dengan pemberian kredit bank ke Sritex.

“Masih penyidikan umum terkait pemberian kredit bank,” kata Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (1/5/2025).

Ditanya mengenai identitas bank yang dimaksud, Harli belum dapat mengungkap. Dia menyebut, perkara korupsi ini masih bersifat umum. Artinya belum ada tersangka yang dijerat.

“Makanya masih umum, sedang diteliti termasuk terkait itu,” ujarnya saat itu. ***

Menkop Gandeng KPK Untuk Jaga Kredibilitas, Integritas dan Akuntabilitas Kopdes/Kel Merah Putih

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan, untuk menjaga kredibilitas, integritas, dan akuntabilitas pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, pihaknya secara aktif menggandeng dan akan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Karena program ini begitu besar dan strategis, serta melibatkan anggaran yang sangat besar, maka kita meminta bantuan KPK untuk memberikan edukasi, pendidikan anti korupsi untuk para pengelola Kopdes/Kel Merah Putih, pengawasan, dan mitigasi risiko,” ucap Menkop Budi Arie usai melakukan audiensi dengan KPK di Jakarta, Rabu (19/5).

Menkop berharap, kerja sama dengan banyak pihak, termasuk aparat penegak hukum seperti KPK, program Kopdes/Kel Merah Putih ini bisa kredibel.

“Kita akan menindaklanjuti dengan MoU, serta meminta ada dari KPK masuk ke dalam tim ini supaya bisa memberikan input, saran, dan juga mitigasi jika ada potensi-potensi pelanggaran hukum yang terjadi dari program ini. Ini program mulia dari Presiden yang harus kita kawal dengan baik,” ucap Menkop.

Pentingnya Peran Aktfi KPK

Menkop Budi Arie juga memandang pentingnya peran aktif KPK dalam mendampingi program Kopdes/Kel Merah Putih, tidak semata sebagai pengawas ex-post, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pencegahan sejak awal atau preventive governance.

Menkop Budi Arie menyadari bahwa skala besar Kopdes/Kel Merah Putih dapat membuka ruang risiko tata kelola, mulai dari legalisasi koperasi fiktif, pengadaan yang tidak akuntabel, hingga praktik moral hazard di tingkat lokal.

Oleh karena itu, Menkop mengusulkan beberapa langkah konkret dalam menjaga eksistensi Kopdes/Kel Merah Putih berada di jalurnya.

Pertama, pembentukan Tim Koordinasi Pengawasan Kopdes Merah Putih antara Kemenkop dan KPK.

“Tujuannya, untuk menyusun early warning system, memetakan wilayah rawan risiko, serta merancang mekanisme penanganan aduan berbasis masyarakat,” ucap Menkop.

Kedua, integrasi sistem pelaporan Kopdes/Kel Merah Putih dengan dashboard pengawasan KPK, untuk mendukung transparansi real-time dan audit berbasis risiko.

Ketiga, pelatihan antikorupsi dan asistensi teknis bagi pelaksana program, notaris, dan pemangku kepentingan lokal, dalam rangka pencegahan dan peningkatan akuntabilitas.

“Keempat, penandatanganan MoU atau PKS kelembagaan sebagai payung hukum kolaborasi lintas sektor dan dukungan kelembagaan berkelanjutan,” ucap Menkop Budi Arie.

KPK Diharapkan Lakukan Pendampingan

Lebih dari itu, Menkop Budi Arie juga mengusulkan agar KPK dapat melakukan pendampingan dan penguatan kontrol internal.

“Sinergi ini juga akan menguatkan koordinasi kami dengan Satgas Nasional Kopdes/Kel Merah Putih,” kata Menkop.

Melalui kolaborasi ini, Menkop ingin memastikan bahwa koperasi desa bukan hanya hadir secara administratif, tetapi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang mampu meningkatkan pendapatan, menciptakan pekerjaan, dan memperkuat ketahanan komunitas desa dalam menghadapi krisis pangan dan ketimpangan ekonomi.

Menkop Budi Arie meyakini Kopdes Merah Putih dapat menjadi model pembangunan ekonomi kerakyatan yang tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga kredibel secara kelembagaan.

“Koperasi yang dibentuk diharapkan tumbuh sebagai entitas usaha rakyat yang mandiri dan berdampak nyata, bukan sekadar pelengkap administratif atau saluran program sesaat,” ujar Menkop.***

 

 

Imigrasi Bogor Gelar Media Gathering, Ungkap Inovasi Layanan dan Capaian Tiga Bulan Pertama 2025

Bogordaily.net – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor kembali menjalin sinergi positif bersama insan pers melalui kegiatan Media Gathering yang digelar pada Rabu, 21 Mei 2025.

Acara yang diinisiasi oleh Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Ritus Ramadhana, bersama jajaran Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian ini bertujuan mempererat hubungan dengan media sekaligus menyampaikan capaian serta inovasi pelayanan publik di triwulan pertama tahun 2025.

Media gathering ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Sejumlah jurnalis dari berbagai media lokal turut hadir dan diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan para pejabat serta pegawai Imigrasi.

Pertemuan ini menjadi ajang penting untuk membuka ruang transparansi, menyampaikan berbagai program unggulan, serta mendengarkan langsung masukan dari pihak media.

Dalam pemaparannya, Ritus Ramadhana menyampaikan bahwa Imigrasi Bogor terus berupaya melakukan inovasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu program andalan adalah Layanan Sunset Service, yakni layanan penggantian paspor di luar jam kerja yang tersedia setiap hari Jumat pukul 16.30 hingga 18.30 WIB.

Program ini ditujukan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus paspor pada jam kerja reguler.

Layanan PEPES TAHU

Tak hanya itu, masyarakat juga dimudahkan dengan hadirnya Layanan PEPES TAHU (Pengambilan Paspor via Drive Thru Tanpa Turun), yang beroperasi setiap Sabtu pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Layanan ini juga tersedia di hari kerja, yakni Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 15.00 WIB, guna mempercepat dan menyederhanakan proses pengambilan paspor.

Untuk menjamin kesetaraan dalam pelayanan, Imigrasi Bogor menghadirkan Layanan Ramah HAM, yakni fasilitas khusus yang diperuntukkan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Layanan ini dirancang untuk memberikan kenyamanan, keamanan, dan perlakuan yang manusiawi.

“Inovasi-inovasi ini lahir dari keinginan kami untuk merespon kebutuhan masyarakat secara langsung. Kami bangga karena respons yang diberikan masyarakat sangat positif. Banyak yang merasa terbantu dan menyampaikan apresiasi, sehingga hal ini menjadi motivasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Ritus Ramadhana.

Capaian Kinerja Kantor Imigrasi Bogor

Dalam kesempatan tersebut, Ritus juga menyampaikan sejumlah capaian kinerja Kantor Imigrasi Bogor selama periode Januari hingga Maret 2025. Tercatat, realisasi anggaran mencapai Rp 3.985.474.583 dari total pagu sebesar Rp 20.769.216.000 atau sekitar 19,9 persen.

Dari sisi layanan paspor, total penerbitan paspor selama Januari hingga April 2025 mencapai 22.838 dokumen, terdiri dari 11.524 paspor baru dan 10.518 penggantian. Sementara itu, sebanyak 92 permohonan paspor ditolak karena tidak memenuhi persyaratan dokumen, terdiri dari 35 pemohon laki-laki dan 57 perempuan.

Untuk layanan izin tinggal keimigrasian, Imigrasi Bogor mencatat berbagai jenis layanan selama Januari–Maret 2025, di antaranya:

  • Perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan (ITK): 1.449 permohonan
  • Penerbitan Izin Tinggal Terbatas (ITAS): 49
  • Penerbitan Izin Tinggal Tetap (ITAP): 25
  • Surat Keterangan Izin Masuk (SKIM): 9
  • Perpanjangan Visa on Arrival (VOA): 331
  • Perpanjangan ITAS: 307
  • Perpanjangan ITAP: 18
  • Izin Masuk Kembali (IMK): 51

Sementara itu, dari aspek pengawasan dan penindakan keimigrasian, Kantor Imigrasi Bogor telah melakukan 40 kali kegiatan pengawasan dan mendeportasi 163 warga negara asing yang melanggar aturan keimigrasian.

Di akhir acara, Ritus menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini turut menyebarluaskan informasi mengenai program dan kebijakan keimigrasian kepada masyarakat luas.

“Kami sangat menghargai peran aktif media dalam mendukung keterbukaan informasi publik. Dengan sinergi yang terus dijaga ini, kami optimistis peran Imigrasi dalam menjaga stabilitas nasional akan semakin dipahami dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” tutup Ritus Ramadhana. ***

Tampil Futuristik, Motor Sport Yamaha RZ-X 150 Cuma Rp29 Jutaan!

0

Bogordaily.net – Yamaha mencuri perhatian di dunia otomotif tanah air dengan motor Yamaha RZ-X 150, yang resmi diperkenalkan pada Mei 2025.

Motor ini hadir dengan desain agresif bergaya sport naked bike, namun tetap nyaman digunakan untuk kebutuhan harian.

Salah satu keunggulan utama dari Yamaha RZ-X 150 adalah mesin baru berkapasitas 150cc generasi Blue Core VVA (Variable Valve Actuation) yang diklaim lebih efisien bahan bakar namun tetap bertenaga.

Yamaha mengklaim motor ini mampu menempuh jarak hingga 45 km per liter, menjadikannya salah satu motor sport paling irit di kelasnya.

Fitur Modern Motor Yamaha RZ-X 150 dan Teknologi Terkini

Yamaha RZ-X 150 juga dibekali dengan berbagai fitur modern seperti panel meter digital full LCD, sistem keyless ignition, serta USB charging port yang memudahkan pengendara saat di perjalanan.

Sistem pencahayaannya pun sudah full LED, termasuk lampu sein dan lampu belakang, yang menambah kesan futuristik.

Untuk sisi keamanan, motor ini dilengkapi rem cakram depan dan belakang dengan sistem ABS (Anti-lock Braking System) di varian tertinggi.

Suspensi belakang menggunakan monoshock, memberikan kestabilan lebih saat dikendarai di berbagai medan.

Harga Terjangkau, Cocok untuk Anak Muda

Yamaha RZ-X 150 dibanderol mulai dari Rp29 jutaan (OTR Jakarta) dan tersedia dalam tiga pilihan warna Matte Black, Racing Blue, dan Silver Strike.

Motor ini dipasarkan untuk kalangan muda yang menginginkan motor bergaya sport namun tetap praktis dan efisien.

Dengan kombinasi desain stylish, performa tangguh, dan fitur kekinian, Yamaha RZ-X 150 diprediksi bakal jadi salah satu motor terlaris di tahun ini.***

PLN UP3 Bogor Hadirkan BOTRAM, Beli Token Bisa Dapat Hadiah Jutaan Rupiah!

0

Bogordaily.net – Pelanggan PLN di wilayah Bogor kini punya alasan lebih untuk rutin bertransaksi melalui aplikasi PLN Mobile. Pasalnya, PT PLN (Persero) UP3 Bogor resmi meluncurkan program bertajuk BOTRAM atau Bogor Transaksi PLN Mobile Maksimal yang berlangsung mulai Mei hingga Oktober 2025.

Program ini menjadi salah satu upaya PLN dalam mendorong peningkatan kesadaran dan kebiasaan pelanggan untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile sebagai platform utama dalam transaksi kelistrikan.

Setiap Transaksi Bernilai Hadiah

BOTRAM terbuka untuk seluruh pelanggan PLN UP3 Bogor, baik pengguna listrik prabayar maupun pascabayar.

Setiap transaksi yang dilakukan pelanggan akan dikonversikan menjadi voucher undian dengan sistem berikut:

Pelanggan Prabayar

Mendapat 1 voucher undian setiap 10 kali pembelian token listrik dalam satu bulan. Berlaku kelipatan, artinya jika membeli 20 kali, akan dapat 2 voucher, dan seterusnya.

Pelanggan Pascabayar

Berhak atas 1 voucher undian jika membayar tagihan listrik sebelum tanggal 15 setiap bulannya. Ditambah 1 voucher lagi jika melakukan Catat Meter Mandiri di bulan tersebut.

Voucher ini secara otomatis akan masuk ke sistem undian yang akan diundi setiap bulan.

Tak sekadar undian biasa, program BOTRAM menawarkan berbagai hadiah menarik untuk pelanggan aktif yang rutin bertransaksi melalui aplikasi PLN Mobile.

Setiap bulan, PLN UP3 Bogor akan memilih 3 pemenang yang berhak membawa pulang:

  • Voucher token listrik atauE-wallet senilai Rp100.000.

Puncaknya, program ini akan menggelar Grand Prize spektakuler pada awal November 2025, yang menghadirkan berbagai hadiah utama, seperti:

  • 1 unit sepeda listrik,1 gram emas Logam Mulia,

Peralatan rumah tangga seperti toaster, rice cooker, air fryer, dan hadiah hiburan lainnya.

Program BOTRAM menjadi bukti nyata inovasi dan komitmen PLN dalam memberikan layanan yang lebih mudah, praktis, dan menguntungkan bagi pelanggannya.

Dengan melakukan transaksi lewat PLN Mobile, pelanggan tak hanya bisa memantau penggunaan listrik dengan mudah, tetapi juga punya kesempatan menang hadiah setiap bulan.

Jadi, pastikan kamu rutin bertransaksi lewat PLN Mobile. Semakin banyak transaksi, semakin besar peluang memenangkan hadiah menarik hingga Grand Prize spektakuler di akhir program!***

Masih Sering Keliru? Ini Bedanya Kancil dan Rusa di Taman Safari

0

Bogordaily.net – Meski sama-sama termasuk hewan berkaki empat dan hidup di hutan, kancil dan rusa ternyata adalah dua hewan yang sangat berbeda. Namun sayangnya, tak sedikit orang yang masih sering keliru menyebut kancil sebagai rusa, atau sebaliknya.

Kesalahan ini cukup umum terjadi karena bentuk tubuh mereka sekilas tampak mirip. Padahal, baik dari segi ukuran, ciri fisik, hingga perilaku, kancil dan rusa memiliki banyak perbedaan yang signifikan.

Kancil: Si Kecil yang Cerdik

Kancil merupakan hewan mamalia kecil yang dikenal dalam berbagai cerita rakyat sebagai hewan yang licik dan pandai mencari jalan keluar dari bahaya.

Ukurannya jauh lebih mungil dibanding rusa, dengan tinggi badan sekitar 25–30 cm saja. Kancil tidak memiliki tanduk, dan bentuk tubuhnya lebih ramping dan ringan.

Hewan ini dikenal aktif di malam hari (nokturnal), dan memiliki kecepatan lari yang cukup tinggi untuk ukuran tubuhnya. Kancil juga hidup menyendiri dan kerap ditemukan di wilayah hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Rusa: Gagah dengan Tanduknya

Sementara itu, rusa adalah hewan herbivora berukuran besar yang memiliki ciri khas berupa tanduk pada pejantan.

Tubuh rusa bisa mencapai tinggi lebih dari 1 meter dengan berat ratusan kilogram, tergantung spesiesnya. Rusa biasa hidup secara berkelompok, dan aktif pada siang hari (diurnal).

Keberadaan rusa juga sering ditemukan di wilayah padang rumput, hutan terbuka, hingga area pegunungan.

Tanduk yang dimiliki rusa jantan digunakan untuk bertarung merebutkan betina saat musim kawin tiba.

Banyak orang yang tertukar antara kancil dan rusa karena keduanya sering digambarkan hidup di hutan dan memiliki postur serupa dalam ilustrasi kartun atau cerita rakyat. Padahal, secara ilmiah, mereka berasal dari keluarga yang berbeda.

Kancil masuk dalam keluarga Tragulidae, sedangkan rusa masuk dalam keluarga Cervidae.

Dengan mengenali perbedaan ini, kita bisa lebih bijak dan akurat saat menyebut hewan yang ada di alam liar, apalagi jika kita sedang mengedukasi anak-anak atau masyarakat tentang satwa liar.

Mengetahui perbedaan antara kancil dan rusa bukan sekadar pengetahuan umum, tetapi juga bagian dari kepedulian terhadap dunia satwa.

Dengan memahami habitat dan ciri-ciri mereka, kita dapat lebih menghargai keberagaman hewan di alam dan tidak lagi menyamakan dua spesies yang berbeda ini***

Kepemimpinan Holding BUMN Farmasi Dipertanyakan, Kini di Ambang Krisis

0

Bogordaily.net – Lima tahun setelah Kementerian BUMN meresmikan pembentukan Holding BUMN Farmasi dengan harapan besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri di sektor kesehatan, kondisi yang terjadi saat ini justru jauh dari harapan.

Holding yang dipimpin oleh PT Bio Farma (Persero) bersama PT Kimia Farma Tbk, PT Indofarma Tbk, dan PT INUKI (Persero) kini menghadapi ancaman krisis yang kompleks.

Tujuan awal pembentukan Holding BUMN Farmasi pada 2020 adalah untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan daya saing global, serta mendukung kemandirian industri farmasi dalam negeri.

Namun, pada usianya yang kelima tahun ini, holding justru terjerumus ke dalam situasi pelik yang ditandai oleh kerugian keuangan, lemahnya sinergi antar entitas, hingga berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan.

Krisis Holding BUMN Farmasi

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN IRA), Ridwan Kamil, menyebut bahwa krisis yang dialami holding saat ini adalah bukti nyata dari gagalnya kepemimpinan dan lemahnya peran sentral holding dalam mengoordinasikan seluruh entitas di bawahnya.

“Sejak dibentuknya Holding BUMN Farmasi 5 tahun lalu, semua pihak berharap suatu saat BUMN Farmasi ini akan lebih kuat dan menjadi perusahaan farmasi nomor satu baik nasional ataupun global,” kata Kamil di Jakarta, Senin (19/05/2025).

Menurut Kamil, harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Holding ini memiliki dukungan kuat dari pemerintah dan juga aset yang besar.

“Holding BUMN Farmasi ini selain pasti akan didukung penuh pemerintah, juga memiliki aset sebesar Rp32,25 triliun yang seharusnya bisa membuat BUMN Farmasi sebagai pemain penting dalam industri farmasi nasional,” jelasnya.

Sayangnya, kata dia, kondisi aktual jauh dari cita-cita. Dalam lima tahun perjalanannya, holding justru terpuruk ke dalam krisis multidimensi. Salah satu kasus yang menonjol adalah skandal korupsi yang melibatkan jajaran direksi Indofarma sebelumnya, serta krisis yang melanda hampir seluruh aspek perusahaan.

“Fakta menunjukan sebaliknya, holding BUMN Farmasi setelah berjalan selama 5 tahun sedang menuju jurang krisis yang dalam. Skandal korupsi dari direksi sebelumnya, Indofarma selama 2 tahun ini mengalami krisis multidimensi, mulai dari krisis keuangan, operasional, kepercayaan, sampai kemanusiaan semuanya ada dan terjadi secara bersamaan,” tegas Kamil.

PT IGM Dinyatakan Pailit

Puncaknya, pada Februari 2025, anak usaha Indofarma yaitu PT IGM dinyatakan pailit oleh pengadilan, memperburuk kondisi perusahaan induk.

Selain Indofarma, Kamil juga menyinggung Kimia Farma yang hingga kini belum terbuka ke publik mengenai masalah internalnya. Ia membandingkan transparansi antara dua perusahaan tersebut.

“Masalah di BUMN Farmasi bukan hanya ada di Indofarma juga Kimia Farma. Yang membedakannya, di Indofarma semua terungkap dan transparan sehingga diketahui penyebab utamanya, sedang di Kimia Farma tidak terungkap,” ujarnya.

RDP antara Komisi VI DPR RI dan Holding BUMN Farmasi

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dan Holding BUMN Farmasi pada 8 Mei 2025 lalu, data kerugian yang terungkap semakin memperjelas kondisi kritis holding ini. Dari laporan keuangan, tercatat kerugian besar selama dua tahun berturut-turut.

“Dalam laporan keuangan 2023 dan 2024 Holding Farmasi amblas terus. Tahun 2023 rugi Rp2,04 triliun dan 2024 rugi lagi Rp1,16 triliun. Penyumbang terbesar kerugian tersebut datangnya dari Kimia Farma dan kemudian baru Indofarma,” kata Kamil.

Kamil menambahkan, selama akar permasalahan di Kimia Farma belum terbuka dan langkah penyelamatan terhadap Indofarma belum dilakukan secara sistematis, maka kerugian kemungkinan besar akan terus berulang.

“Indofarma sudah terjadi efisiensi tapi tidak ada modal kerja untuk menyelesaikan kewajiban pada karyawan dan keberlangsungan usaha. Kimia Farma rugi dan punya hutang yang super besar. Bio Farma juga belum tentu baik-baik saja. Mungkin ini hanya puncaknya saja dari fenomena gunung es, padahal di bawah permukaan segudang masalah bisa meledak setiap saat bagaikan bom waktu,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal masa depan holding, Kamil menilai hal itu akan sangat tergantung pada keputusan pemegang saham dan kualitas direksi yang ditunjuk pemerintah.

Harapan Menuju Lebih Baik

Ia berharap pemilihan direksi tidak hanya sekadar mengisi jabatan, tetapi benar-benar diisi oleh sosok yang mumpuni, berpengalaman, dan memiliki jaringan pendanaan kuat.

“Kalau Direksi yang dipilih sudah tepat pasti BUMN Farmasi ini akan terhindar dari krisis, tapi kalau sebaliknya akan makin rusak. Direksi yang dibutuhkan saat ini adalah Direksi yang bisa memimpin, memiliki jaringan lembaga pendanaan yang kuat yang bisa membawa BUMN Farmasi selamat dari ancaman bencana krisis,” ucapnya.

Namun ia mengkritik kondisi yang terjadi saat ini di mana banyak direksi dan konsultan yang dilibatkan, namun tak ada hasil nyata.

“Bukan seperti Direksi yang sekarang maupun sebelumnya. Di holding saja ada 8 direksi, dengan banyak konsultan yang direkrut yang saya dengar sudah menghabiskan dana 200 miliar tapi tidak ada keputusan apa pun. Kementerian BUMN harus cari calon Direksi selain yang kuat, integritas, faham bisnis dan punya track record yang mumpuni di industri farmasi,” pungkas Kamil.***