Home Blog Page 892

Kepemimpinan Holding BUMN Farmasi Dipertanyakan, Kini di Ambang Krisis

0

Bogordaily.net – Lima tahun setelah Kementerian BUMN meresmikan pembentukan Holding BUMN Farmasi dengan harapan besar untuk menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri di sektor kesehatan, kondisi yang terjadi saat ini justru jauh dari harapan.

Holding yang dipimpin oleh PT Bio Farma (Persero) bersama PT Kimia Farma Tbk, PT Indofarma Tbk, dan PT INUKI (Persero) kini menghadapi ancaman krisis yang kompleks.

Tujuan awal pembentukan Holding BUMN Farmasi pada 2020 adalah untuk menciptakan efisiensi, meningkatkan daya saing global, serta mendukung kemandirian industri farmasi dalam negeri.

Namun, pada usianya yang kelima tahun ini, holding justru terjerumus ke dalam situasi pelik yang ditandai oleh kerugian keuangan, lemahnya sinergi antar entitas, hingga berbagai persoalan internal yang belum terselesaikan.

Krisis Holding BUMN Farmasi

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja BUMN Indonesia Raya (FSP BUMN IRA), Ridwan Kamil, menyebut bahwa krisis yang dialami holding saat ini adalah bukti nyata dari gagalnya kepemimpinan dan lemahnya peran sentral holding dalam mengoordinasikan seluruh entitas di bawahnya.

“Sejak dibentuknya Holding BUMN Farmasi 5 tahun lalu, semua pihak berharap suatu saat BUMN Farmasi ini akan lebih kuat dan menjadi perusahaan farmasi nomor satu baik nasional ataupun global,” kata Kamil di Jakarta, Senin (19/05/2025).

Menurut Kamil, harapan tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Holding ini memiliki dukungan kuat dari pemerintah dan juga aset yang besar.

“Holding BUMN Farmasi ini selain pasti akan didukung penuh pemerintah, juga memiliki aset sebesar Rp32,25 triliun yang seharusnya bisa membuat BUMN Farmasi sebagai pemain penting dalam industri farmasi nasional,” jelasnya.

Sayangnya, kata dia, kondisi aktual jauh dari cita-cita. Dalam lima tahun perjalanannya, holding justru terpuruk ke dalam krisis multidimensi. Salah satu kasus yang menonjol adalah skandal korupsi yang melibatkan jajaran direksi Indofarma sebelumnya, serta krisis yang melanda hampir seluruh aspek perusahaan.

“Fakta menunjukan sebaliknya, holding BUMN Farmasi setelah berjalan selama 5 tahun sedang menuju jurang krisis yang dalam. Skandal korupsi dari direksi sebelumnya, Indofarma selama 2 tahun ini mengalami krisis multidimensi, mulai dari krisis keuangan, operasional, kepercayaan, sampai kemanusiaan semuanya ada dan terjadi secara bersamaan,” tegas Kamil.

PT IGM Dinyatakan Pailit

Puncaknya, pada Februari 2025, anak usaha Indofarma yaitu PT IGM dinyatakan pailit oleh pengadilan, memperburuk kondisi perusahaan induk.

Selain Indofarma, Kamil juga menyinggung Kimia Farma yang hingga kini belum terbuka ke publik mengenai masalah internalnya. Ia membandingkan transparansi antara dua perusahaan tersebut.

“Masalah di BUMN Farmasi bukan hanya ada di Indofarma juga Kimia Farma. Yang membedakannya, di Indofarma semua terungkap dan transparan sehingga diketahui penyebab utamanya, sedang di Kimia Farma tidak terungkap,” ujarnya.

RDP antara Komisi VI DPR RI dan Holding BUMN Farmasi

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dan Holding BUMN Farmasi pada 8 Mei 2025 lalu, data kerugian yang terungkap semakin memperjelas kondisi kritis holding ini. Dari laporan keuangan, tercatat kerugian besar selama dua tahun berturut-turut.

“Dalam laporan keuangan 2023 dan 2024 Holding Farmasi amblas terus. Tahun 2023 rugi Rp2,04 triliun dan 2024 rugi lagi Rp1,16 triliun. Penyumbang terbesar kerugian tersebut datangnya dari Kimia Farma dan kemudian baru Indofarma,” kata Kamil.

Kamil menambahkan, selama akar permasalahan di Kimia Farma belum terbuka dan langkah penyelamatan terhadap Indofarma belum dilakukan secara sistematis, maka kerugian kemungkinan besar akan terus berulang.

“Indofarma sudah terjadi efisiensi tapi tidak ada modal kerja untuk menyelesaikan kewajiban pada karyawan dan keberlangsungan usaha. Kimia Farma rugi dan punya hutang yang super besar. Bio Farma juga belum tentu baik-baik saja. Mungkin ini hanya puncaknya saja dari fenomena gunung es, padahal di bawah permukaan segudang masalah bisa meledak setiap saat bagaikan bom waktu,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal masa depan holding, Kamil menilai hal itu akan sangat tergantung pada keputusan pemegang saham dan kualitas direksi yang ditunjuk pemerintah.

Harapan Menuju Lebih Baik

Ia berharap pemilihan direksi tidak hanya sekadar mengisi jabatan, tetapi benar-benar diisi oleh sosok yang mumpuni, berpengalaman, dan memiliki jaringan pendanaan kuat.

“Kalau Direksi yang dipilih sudah tepat pasti BUMN Farmasi ini akan terhindar dari krisis, tapi kalau sebaliknya akan makin rusak. Direksi yang dibutuhkan saat ini adalah Direksi yang bisa memimpin, memiliki jaringan lembaga pendanaan yang kuat yang bisa membawa BUMN Farmasi selamat dari ancaman bencana krisis,” ucapnya.

Namun ia mengkritik kondisi yang terjadi saat ini di mana banyak direksi dan konsultan yang dilibatkan, namun tak ada hasil nyata.

“Bukan seperti Direksi yang sekarang maupun sebelumnya. Di holding saja ada 8 direksi, dengan banyak konsultan yang direkrut yang saya dengar sudah menghabiskan dana 200 miliar tapi tidak ada keputusan apa pun. Kementerian BUMN harus cari calon Direksi selain yang kuat, integritas, faham bisnis dan punya track record yang mumpuni di industri farmasi,” pungkas Kamil.***

Hapus Bekas Jerawat dan Bopeng di Besthetic Clinic Bogor, Solusi Kulit Mulus Tanpa Operasi

 

Bogordaily.net — Mengatasi bekas jerawat dan bopeng kini tak lagi menjadi hal yang mustahil. Kamu yang ingin memiliki kulit mulus, sehat, dan bebas noda bisa menemukan jawabannya di Besthetic Clinic Bogor.

Klinik kecantikan terpercaya ini, menawarkan perawatan khusus untuk mengatasi masalah scar wajah dengan metode yang aman dan efektif.

Bekas jerawat dan cekungan di kulit (bopeng) seringkali menjadi hambatan terbesar dalam meraih kepercayaan diri. Tak sedikit orang merasa minder hingga menghindari interaksi sosial karena kondisi kulit yang tidak merata.

Menjawab keresahan ini, Besthetic Clinic Bogor menghadirkan treatment Scar Rejuvenation dengan teknologi terkini dan ditangani langsung oleh dokter estetika berpengalaman.

“Perawatan scar ini dirancang untuk memperbaiki tekstur kulit yang tidak rata akibat jerawat. Dengan teknologi modern dan pendekatan medis yang tepat, hasilnya bisa terlihat secara bertahap dengan tetap menjaga keamanan pasien,” ujar salah satu tenaga medis dari Besthetic Clinic.

Teknologi Modern untuk Kulit Lebih Cerah dan Sehat

Prosedur perawatan di Besthetic Clinic tidak hanya menyasar bekas jerawat dan bopeng, tetapi juga mampu merangsang regenerasi kulit secara alami.

Metode ini melibatkan teknik mikro dan laser yang bertujuan untuk memperbaiki jaringan kulit rusak, mencerahkan kulit kusam, serta mengembalikan elastisitas wajah.

Dengan treatment scar ini, pasien akan merasakan perubahan signifikan pada permukaan kulit mereka. Wajah menjadi lebih halus, cerah, dan terlihat lebih muda. Hasil optimal bisa didapatkan dalam beberapa sesi, tergantung pada tingkat keparahan scar dan kondisi kulit masing-masing pasien.

Ditangani Langsung oleh Dokter Profesional

Salah satu keunggulan Besthetic Clinic adalah seluruh prosedur dilakukan langsung oleh tim dokter ahli yang telah tersertifikasi di bidang dermatologi dan estetika. Dengan pengawasan medis yang ketat, kamu tidak perlu khawatir soal efek samping atau risiko berbahaya.

“Semua tindakan dilakukan sesuai standar kesehatan, karena kami percaya bahwa kecantikan harus tetap sejalan dengan keamanan,” tambah pihak klinik.

Terletak di kawasan strategis dekat GOR Pakansari Bogor, Besthetic Clinic mudah diakses oleh masyarakat Bogor dan sekitarnya. Suasana klinik yang nyaman serta pelayanan ramah menjadikan setiap kunjungan sebagai pengalaman menyenangkan.

Banyak pelanggan memberikan testimoni positif setelah mencoba treatment scar ini, dengan hasil yang memuaskan dan pelayanan yang profesional.

Cara Reservasi di Besthetic Clinic Bogor

Kamu yang tertarik mencoba perawatan ini bisa langsung menghubungi Besthetic Clinic Bogor melalui WhatsApp di nomor 0817-7499-9231 untuk reservasi dan konsultasi gratis. Tim klinik siap memberikan informasi lengkap seputar harga, prosedur, dan hasil yang bisa kamu dapatkan.

Dengan komitmen pada hasil yang aman dan alami, klinik ini menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tampil lebih percaya diri tanpa prosedur invasif.

(Ibnu Galansa)

 

Penutupan Masa Sidang ke-II Tahun 2025, DPRD Kota Bogor Sampaikan Laporan Kinerja

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna untuk menutup masa sidang ke-II tahun sidang 2025. Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy menjadi pemimpin rapat yang diselenggarakan, Rabu 30 Mei 2025.

Dalam rapat paripurna tersebut, Rusli menyampaikan pada tanggal 26,27 dan 28 Februari 2025, Anggota DPRD telah melaksanakan Reses ke wilayah Dapil masing-masing dan berdasarkan Tata Tertib DPRD Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2025 Pasal 104 ayat (7).

Sehingga dalam rapat paripurna ini pimpinan DPRD Kota Bogor menyampaikan hasil reses tersebut.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata menjelaskan bahwa masa reses dipergunakan oleh Anggota DPRD secara perseorangan untuk mengunjungi daerah pemilihannya guna menyerap aspirasi masyarakat, agar dapat ditingkatkan hubungan sinergis antara wakil rakyat dengan pemilihnya sehingga tetap terpelihara komunikasi serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

“Pada kesempatan reses, dipergunakan juga oleh Anggota DPRD untuk mensosialisasikan kinerja DPRD selama satu masa sidang, baik kinerja dalam bidang Legislasi, Anggaran, Pengawasan, maupun Kelembagaan DPRD,” kata Dadang.

Berdasarkan hasil rekapitulasi reses dari 50 orang anggota DPRD Kota Bogor, tercatat bahwa untuk Dapil Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Timur terdapat pengajuan perbaikan saluran air dan turap sebanyak 30 ajuan, perbaikan jalan sebanyak 41 ajuan, pembangunan infrastruktur 46 ajuan, rumah tidak layak huni (RTLH) 18 ajuan dan 145 ajuan lainnya.

Kemudian, untuk Dapil Kecamatan Bogor Utara, pengajuan perbaikan saluran air dan turap sebanyak 20 ajuan, perbaikan jalan sebanyak 53 ajuan, pembangunan infrastruktur 43 ajuan, RTLH 12 ajuan dan 76 ajuan lainnya.

Di Dapil Kecamatan Bogor Selatan pengajuan perbaikan saluran air dan turap sebanyak 47 ajuan, perbaikan jalan sebanyak 33 ajuan, pembangunan infrastruktur 27 ajuan, RTLH 12 ajuan dan 101 ajuan lainnya.

Lalu, di Kecamatan Bogor Barat pengajuan perbaikan saluran air dan turap sebanyak 39 ajuan, perbaikan jalan sebanyak 24 ajuan, pembangunan infrastruktur 30 ajuan, RTLH 8 ajuan dan 61 ajuan lainnya.

Terakhir, di Kecamatan Tanah Sareal pengajuan perbaikan saluran air dan turap sebanyak 35 ajuan, perbaikan jalan sebanyak 34 ajuan, pembangunan infrastruktur 20 ajuan, RTLH 8 ajuan dan 57 ajuan lainnya.

“Kami berharap bahwa Kompilasi Hasil Reses Kedua Tahun Sidang 2025 ini dapat dijadikan bahan dalam menentukan perencanaan pembangunan dengan memperhatikan skala prioritas pembangunan di Kota Bogor,” tutup Dadang.

Selanjutnya, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, membacakan laporan kinerja DPRD Kota Bogor.

Dalam laporannya, DPRD Kota Bogor melalui fungsi legislasi telah melakukan pembahasan terhadap delapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

Lebih lanjut, Zenal juga menyampaikan berdasarkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025, terdapat 13 Raperda yang akan dibahas dalam tiga masa sidang.

“Insyaallah semua pembahasan Raperda yang sudah direncanakan akan segera diselesaikan guna mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintahan di Kota Bogor,” kata Zenal.

Melalui fungsi pengawasan, DPRD Kota Bogor melalui alat kelengkapan dewan (AKD) yang terdiri dari komisi-komisi dan badan-badan telah melakukan berbagai kegiatan.

Komisi I melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tatanan pemerintahan dan persoalan pengangkatan PPPK serta kekurangan tenaga kerja di bidang pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis.

Komisi II DPRD Kota Bogor, melakukan fokus pengawasan kepada peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan mengusung tema Pemantapan Daya Saing Daerah dengan Mendorong Penguatan Ekosistem Inovasi Daerah dan pelaksanaan efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden Prabowo.

Komisi III DPRD Kota Bogor selama masa sidang kedua menyoroti perihal penataan transportasi umum, pembangunan program strategis, permasalahan lingkungan hidup dan pemerataan pembangunan.

Terakhir, Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan dasar masyarakat. Mulai dari penyaluran bantuan, pelayanan RSUD sampai ke sektor pendidikan.

Kemudian, pada masa sidang kedua Tahun sidang 2025 ini, pimpinan DPRD Kota Bogor telah menerima beberapa aspirasi yaitu dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berkaitan program pemerintah pusat.

“Pelaksanaan waktu satu masa sidang ini bukanlah waktu yang panjang untuk menuntaskan seluruh permasalahan, harapan dan aspirasi masyarakat. Kita sadari bersama kedepan tugas untuk menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan semakin berat, untuk itu laporan kinerja Pimpinan DPRD Masa Sidang Kedua Tahun Sidang 2025 Masa Jabatan 2024-2029 ini akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dimasa selanjutnya,” tutupnya.

Pembukaan Masa Sidang Ketiga

Setelah menutup masa sidang kedua, Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy melanjutkan agenda dengan membuka masa sidang ketiga tahun sidang 2025.

Rusli menyampaikan dalam masa sidang ketiga, DPRD Kota Bogor akan membahas lima Raperda dan empat pembahasan legislasi lainnya.

Sedangkan untuk penganggaran, DPRD Kota Bogor akan memulai pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2025, Raperda Perubahan APBD 2025 dan Hasil Tindak Lanjut Pemeriksaan BPK.

“Mengiringi langkah kita di masa sidang Ketiga Tahun Sidang 2025 ini dan sebagai ungkapan rasa syukur, marilah kita bersama-sama memanjatkan doa ke khadirat Allah SWT, semoga kegiatan- kegiatan yang akan kita laksanakan ini dimudahkan dan dilancarkan jalan tempuhnya dan berharap semoga menjadi amal kebajikan bagi kita semua serta memberi manfaat bagi Pembangunan Kota Bogor,” pungkasnya.***

Dua Kendaraan Adu Banteng di Jalan Raya Padjajaran, Mobil Terbalik Usai Tabrakan

Bogordaily.net – Dua kedaraan roda empat adu bantreng di Jalan Raya Padjajaran, tepatnya di depan restoran Midori, kawasan Kecamatan Bogor Tengah, pada Rabu pagi, 21 Mei 2025, sekitar pukul 07.40 WIB.

Akibat kecelakaan ini, satu unit mobil terbalik dan beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka-luka.

Kejadian ini sontak menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang tengah melintas di jam sibuk. Berdasarkan informasi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor, kecelakaan tersebut melibatkan dua mobil jenis Daihatsu Ayla.

Satu mobil berwarna hitam dengan nomor polisi F 1412 RH, sementara kendaraan lainnya berwarna merah dengan nomor polisi B 1743 KRV.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, AKP Santi, menjelaskan bahwa insiden ini diduga disebabkan oleh kelalaian pengemudi.

“Kedua kendaraan datang dari arah Marwan menuju arah Warung Jambu. Diduga pengemudi mobil Daihatsu Ayla hitam kurang hati-hati dan tidak mengantisipasi kondisi lalu lintas di depannya sehingga menabrak bagian samping kiri belakang mobil Daihatsu Ayla merah yang berada di depannya,” jelas AKP Santi kepada Bogordaily.net.

Akibat tabrakan itu, mobil berwarna hitam kehilangan kendali dan akhirnya terguling di badan jalan.

Beberapa penumpang yang berada di dalam mobil tersebut mengalami luka ringan hingga sedang, dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Azra oleh warga sekitar dan petugas kepolisian untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

“Selain menyebabkan korban luka, kedua kendaraan juga mengalami kerusakan cukup serius di bagian bodi,” katanya.

Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan selama beberapa waktu, terutama karena posisi mobil yang terbalik menghalangi sebagian jalur.

Petugas kepolisian bersama tim Satlantas segera melakukan evakuasi kendaraan serta pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.

(Ibnu Galansa)

DPRD Kota Bogor dan Pemerintah Visi Berantas Minol Ilegal

0

Bogordaily.net – Menjamurnya penjualan minuman beralkohol (minol) ilegal di Kota Bogor semakin meresahkan masyarakat. Selain menjadi akar permasalahan dari berbagai tindakan kejahatan, penjualan minuman haram ini bahkan sampai memakan korban jiwa.

Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor sepakat untuk memberantas peredaran minol ilegal.

Hal ini digambarkan dengan gencarnya dilakukan penindakan berupa penyitaan sampai penyegelan kios-kios yang kedapatan menjual minol ilegal.

Tak sampai situ saja, Komisi I DPRD Kota Bogor bersama Pemerintah Kota Bogor melalui Wakil Wali Kota Bogor menggelar rapat terpadu dengan agenda menyusun strategi pemberantasan minol di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Kamis 17 Mei 2025.

Berdasarkan hasil rapat, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar, menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor dan Pemkot Bogor berkomitmen untuk memberantas peredaran minol ilegal.

Dengan adanya Perda nomor 1 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan Perwali nomor 121 tahun 2022, menurut Karnain sudah cukup untuk menjadi pedoman pemberantasan minol ilegal.

“Pak Wakil Wali Kota dan DPRD Kota Bogor melalui Komisi Satu sepakat bahwa semua peredaran minol yang ilegal, yang di luar ketentuan perizinan dari regulasi yang kita miliki semua harus ditindak dengan penertiban yang konsekuen dan konsisten,” kata Karnain.

Karnain mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima oleh Komisi I DPRD Kota Bogor, sejauh ini hanya ada empat hotel yang mengantongi izin untuk menjual minuman beralkohol golongan B dan C.

Sehingga ia juga meminta ke Pemerintah Kota Bogor untuk melakukan sosialisasi aturan yang ada kepada setiap pelaku usaha dan masyarakat luas.

Sehingga, setiap penjual minol harus mengantongi legalitas dan masyarakat berperan aktif dalam mengontrol lingkungan dari kegiatan penjualan minol ilegal.

Dengan sosialisai yang merata, diharapkan tidak ada lagi peredaran minol ilegal dan Pemerintah Kota Bogor dapat mengawasi secara utuh penjualan minol.

“Kami ingin menciptakan kondisi masyarakat Kota Bogor yang tertib, aman, tenang dan nyaman. Sehingga aturan yang sudah jelas dan ada harus disosialisasikan, agar pengusaha-pengusaha pun bisa mematuhinya,” ungkap Karnain.

Dalam rapat tersebut, Karnain pun menyerahkan data yang berisikan lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan minol ilegal di seluruh Kota Bogor.

Informasi itu berhasil dihimpun oleh Komisi I DPRD Kota Bogor melalui kerjasama dengan aparatur wilayah yang melakukan pemetaan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa Pemkot Bogor tidak melarang penjualan minol di Kota Bogor, asalkan para pelaku usaha memenuhi syarat perizinan yang sudah diatur didalam Perda dan Perwali yang ada. Sebab didalam aturan yang ada, menurutnya sudah mencakup semua persyaratan.

“Ini aturan sudah jelas. Kami pun sepakat bahwa minol di Kota Bogor bukan dilarang tapi diatur. Sehingga penjualan di warung, kios, kantin, PKL dan tempat sejenis itu tidak diperbolehkan,” kata Jenal.

Keberadaan penjualan berbasis online juga tidak luput dari sorotan Pemerintah Kota Bogor. Jenal mengaku akan membuka komunikasi dengan penyedia jasa aplikasi penjualan minol secara online.

Tak hanya itu, para distributor gelap juga akan ditindak oleh Pemkot Bogor, sehingga penindakan tidak hanya di hilir tetapi sampai ke hulu.

“Dewan dan Pemkot jadi kita sama-sama jaga, kita sama-sama ikhtiarkan untuk kita jalankan,” pungkasnya.***

Suami Najwa Shihab Sakit Apa: Cerita Lengkap di Balik Kepergian Sang Pengacara Low Profile

0

Bogordaily.net – Suami Najwa Shihab sakit apa? Pertanyaan itu bergema di tengah kabar duka yang menyelimuti dunia hukum dan media hari ini, Selasa 20 Mei 2025.

Ibrahim Sjarief Assegaf, pengacara terkemuka sekaligus komisaris utama Narasi, telah meninggal dunia pada pukul 14.29 WIB di RS PON, Jakarta Timur.

Pengacara yang satu ini tidak pernah tampil di televisi. Tidak seperti istrinya, yang bahkan kadang disebut terlalu sering muncul.

Dia justru sebaliknya. Nyaris tak ada jejak digital yang menonjol. Bahkan, istrinya sendiri, Najwa Shihab, pernah mengaku harus izin dulu kalau ingin mengunggah foto sang suami.

“Dia nggak mau di-posting,” kata Najwa, dalam sebuah podcast yang kini banyak dibagikan ulang.

Lalu publik pun bertanya: suami Najwa Shihab sakit apa sebenarnya?

Jawabannya datang dari Gus Ulil Abshar Abdalla. Tokoh NU itu membenarkan bahwa Ibrahim Sjarief meninggal karena stroke.

Sakit itu sudah lama menggerogoti tubuhnya. Mungkin itu pula alasan ia makin menghilang dari ruang publik.

Padahal kiprahnya di dunia hukum korporasi sangat kuat. Ia adalah mitra utama di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, dan juga direktur di Hukumonline.

Semua mencoba mengingat, kapan terakhir kali mendengar namanya. Mungkin saat nama perusahaannya mencuat dalam kasus merger besar-besaran beberapa tahun lalu.

Tapi sosoknya? Tidak pernah tampil. Tidak seperti pengacara-pengacara lain yang tampil bak selebritas.

Itulah kenapa, saat kabar duka ini muncul, orang banyak yang baru sadar: “Oh, ini toh suami Najwa Shihab?”

Dan pertanyaan itu kembali mengemuka: suami Najwa Shihab sakit apa?

Stroke, jawabannya. Tapi bukan hanya itu yang membuat orang bungkam.

Kepergian ini menyingkap sisi manusiawi seorang jurnalis yang selama ini dikenal kuat, lugas, dan penuh kendali.

Najwa kini menjadi istri yang ditinggal. Ibu dari seorang anak laki-laki, Izzat Ibrahim Assegaf, yang beberapa bulan lalu masih mengunggah momen bersama ayahnya saat ulang tahun.

Hari ini, tak ada unggahan baru dari Izzat. Tapi foto terakhir mereka masih tersimpan di Instagram ibunya. Dalam momen Idulfitri. Serba putih. Serba bahagia.

Ibrahim dimakamkan hari Rabu besok, 21 Mei 2025, di TPU Jeruk Purut. Pukul 10 pagi. Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, menyampaikan duka. Ia menyebut Ibrahim sebagai pribadi baik dan rendah hati.

Dan di sanalah kita melihat kembali sisi yang tak banyak orang tahu. Bahwa lelaki kelahiran Surakarta ini sempat menempuh studi hukum hingga ke Harvard dan Melbourne.

Ia bahkan menerima beasiswa dari pemerintah Australia. Tapi semua itu tak pernah ia bawa untuk tampil atau pamer. Ia lebih memilih duduk di belakang. Mendampingi. Membimbing. Diam-diam.

Termasuk dalam pernikahannya dengan Najwa. Mereka menikah di usia muda, setelah hanya enam bulan berpacaran.

Ia menjadi teman diskusi, penyeimbang, dan—dalam banyak hal—tulang punggung emosional Najwa Shihab.

Kini tulang punggung itu telah pergi. Dunia bertanya: suami Najwa Shihab sakit apa hingga meninggal dunia secepat itu?

Tapi keluarga tahu. Keluarga menerima. Dan publik, yang biasanya hanya mengenal Najwa Shihab sebagai jurnalis tajam, kini melihatnya sebagai istri yang kehilangan.

Seorang ibu yang harus menguatkan anak, dan perempuan yang mungkin malam ini menangis diam-diam.

Sebab, kesedihan yang paling dalam memang tidak bersuara.***

Evaluasi Pelaksanaan Pemerintah Kota Bogor, DPRD Kota Bogor Keluarkan Rekomendasi LKPJ 2024

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor resmi mengeluarkan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor tahun anggaran 2024. Hal tersebut disampaikan pada rapat paripurna yang diselenggarakan pada, Rabu 14 Mei 2025.

Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menyampaikan LKPJ digunakan sebagai acuan Pemerintah Kota Bogor dalam melaksanakan kegiatan evaluasi terhadap kegagalan dan keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.

DPRD Kota Bogor selaku mitra Pemerintah Kota Bogor menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kota Bogor selama tahun 2024 diantaranya mendapatkan Opini Wajar tanpa Penegecualian (WTP) dari BPK, untuk kedelapan kalinya, dan telah menerima sebanyak 104 penghargaan dari berbagai instansi dan lembaga.

“Terlepas dari itu semua, guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan serta dalam rangka menjalankan tugas dan fungsinya, DPRD Kota Bogor merasa perlu memberikan catatan-catatan yang dituangkan dalam bentuk Rekomendasi DPRD Kota Bogor,” kata Adit.

Berdasarkan laporan tim panitia khusus LKPJ 2024, Adityawarman menjelaskan terdapat dua garis besar evaluasi yang dilakukan oleh DPRD Kota Bogor.

Yakni evaluasi umum terhadap program prioritas dan evaluasi umum terhadap pelaksanaan pemerintahan tahun 2024.

Dari enam program yang diusung oleh Pemerintahan Bima Arya dan Dedie A. Rachim selama periode 2019 – 2024, DPRD Kota Bogor memberikan rekomendasi agar pelaksanaan program pemerintah Kota Bogor kedepannya harus lebih terukur dan rasional serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Salah satunya program Bogor Lancar, dimana penyelesaian masalah kemacetan belum terselesaikan. Proses peralihan Biskita, pengurangan angkot dan penataan terminal di batas kota masih belum terlaksana dengan baik,” jelas Adit.

Kemudian untuk evaluasi umum, tercatat ada 23 rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPRD Kota Bogor.

Adit berharap rekomendasi ini bisa menjadi landasan perbaikan pelaksanaan pemerintahan Kota Bogor di periode 2025-2030.

“Semoga LKPJ Wali Kota Bogor Tahun 2024 dapat diterima dengan catatan Rekomendasi DPRD Kota Bogor serta memasukan program yang belum terealisasi ke dalam RPJMD 2024-2029, guna menjamin keberlanjutan pelaksanaan dan pencapaian tujuan pembangunan daerah secara menyeluruh sebagaimana telah ditetapkan dalam Perda RPJDP,” tutup Adit.***

Mobil Terbalik di Bogor, Siswi Menuju Perpisahan Sekolah Terluka

0

Bogordaily.net – Sebuah mobil yang membawa siswa yang hendak perpisahan di sekolah terbalik di Bogor pada Rabu, 21 Mei 2025. Arus lalu lintas di Jalan Pajajaran, Bogor Tengah itupun, tersendat.

Sebuah mobil berwarna hitam terguling di sisi kiri jalan, tepat di depan SMA Pembangunan.

Kaca pecah berserakan, bagian depan mobil ringsek. Di dalamnya, seorang pelajar perempuan bersimbah luka di dagu. Ia tengah bersiap merayakan hari istimewa: perpisahan sekolah.

Mobil nahas itu adalah taksi online jenis Toyota Agya yang dikemudikan Rudi, 35 tahun. Ia melaju dari arah Tugu Kujang menuju Simpang Jambu Dua. Di tikungan sebelum lampu lalu lintas Simpang Bangbarung, insiden terjadi.

“Di depannya ada kendaraan yang melakukan pengereman mendadak. Pengemudi taksi online tak sempat mengerem sempurna, menyenggol bagian kiri belakang kendaraan di depan, lalu membanting setir,” kata Iptu Edi Susilo, Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota.

Hasilnya fatal. Mobil oleng dan terbalik. Sejumlah petugas kepolisian segera dikerahkan untuk mengevakuasi kendaraan dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.

Pelajar perempuan yang menjadi satu-satunya penumpang langsung dilarikan ke rumah sakit. Ia diketahui tengah mengenakan kebaya, bersiap menghadiri acara perpisahan sekolahnya.

“Luka di dagu, sudah ditangani. Korban satu orang, perempuan, penumpang,” ujar Susilo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kecelakaan dan kondisi pengemudi.

Yang pasti, kecelakaan mobil terbalik yang terbalik di Jalan Pajajaran Kota Bogor itu jadi kenangan buruk bagi korban.

Momen yang seharusnya menjadi kenangan manis bagi seorang siswi SMA justru berubah jadi kisah luka di tengah hiruk pikuk jalan raya.***

Viral Dosen di NTB Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap 7 Mahasiswi, Korban Berani Lapor Usai Nonton Walid

0

Bogordaily.net – Dunia pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali diguncang oleh skandal dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Kepolisian Daerah (Polda) NTB setelah sejumlah mahasiswi melaporkan perilaku tak senonoh yang dilakukan oleh pelaku yang juga menjabat sebagai kepala asrama putri di kampus tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Komisaris Besar Syarif Hidayat, memastikan bahwa laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dan tengah memasuki tahap penyelidikan intensif.

“Betul, laporan sudah kami terima dan saat ini sedang dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Pencabulan yang dilakukan pelaku, tutur Joko, mulai dari mencium, meraba, hingga meminta korban melakukan tindakan seksual tertentu.

“Kejadiannya di ruang asrama. Ada yang malam hari (kejadiannya), (korban) disuruh tidur di salah satu tempat, terus melakukannya (pencabulan),” lanjutnya dikutip dari detik, Rabu, 21 Mei 2025.

Joko menyebutkan tidak ada ancaman langsung yang dilakukan pelaku. Namun, para korban takut menolak karena posisi pelaku yang memiliki jabatan di asrama.

“Tidak ada (ancaman), lebih ke manipulasi korban. Korban juga ketakutan (beasiswa) dicabut meskipun dia (pelaku) tidak melakukan secara langsung (ancaman mencabut beasiswa bidikmisi),” kata Joko.

Awal Mula Kasus Terungkap

Laporan tersebut pertama kali diajukan oleh dua orang mahasiswi aktif, yang didampingi langsung oleh Koalisi Stop Kekerasan Seksual (KSKS) NTB.

Mereka juga membawa seorang saksi untuk memperkuat bukti awal dalam proses investigasi. Ketiga pelapor telah diperiksa secara resmi oleh penyidik dari Subdirektorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda NTB.

Menurut perwakilan KSKS NTB, Joko Jumadi, jumlah korban dalam kasus ini diyakini lebih dari yang dilaporkan. Berdasarkan pendataan internal KSKS, terdapat sedikitnya tujuh orang mahasiswi yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh dosen tersebut.

Namun, sejauh ini baru lima di antaranya yang bersedia memberikan keterangan secara resmi kepada pihak berwenang.

“Korban berasal dari berbagai angkatan. Ada yang masih terdaftar sebagai mahasiswa aktif, ada juga yang sudah menjadi alumni. Mereka masih mengalami tekanan psikologis dan kekhawatiran akan dampak sosial dari pengakuan ini,” ujar Joko.

Lebih memilukan lagi, dugaan tindak pelecehan tersebut disebut-sebut telah berlangsung sejak tahun 2021 hingga awal 2024 dan terjadi di lingkungan Asrama Putri UIN Mataram.

Sang dosen yang memiliki otoritas sebagai kepala asrama diduga memanfaatkan kedudukannya untuk melakukan tindakan amoral terhadap para mahasiswi yang seharusnya ia lindungi.

Lakukan Ancaman Terhadap Korban

Berdasarkan kesaksian korban, tekanan psikologis yang dialami begitu besar. Sebagian dari mereka merasa terpaksa menuruti permintaan pelaku karena takut kehilangan hak atas beasiswa bidikmisi yang menjadi sumber utama pendanaan kuliah mereka.

Dosen tersebut diduga menggunakan ancaman administratif untuk menekan korban agar tidak melaporkan tindakannya.

“Kalau sampai saat ini, perbuatannya masuk kategori tindakan cabul. Tidak ada korban yang mengalami persetubuhan,” jelas Joko.

Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran komunitas pendamping korban, termasuk Sahabat Saksi dan Korban serta aktivis KSKS NTB, yang memberikan dukungan psikologis dan hukum kepada para penyintas.

Para korban mengaku mendapat keberanian untuk melapor setelah menonton film dokumenter berjudul ‘Bidaah Walid’ yang mengangkat isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Joko menegaskan bahwa laporan ini merupakan langkah awal untuk membuka tabir dugaan pelecehan lain yang selama ini mungkin tersembunyi di balik dinding kampus.

Ia berharap kasus ini menjadi momentum penting untuk membongkar pola kekuasaan yang sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab di lingkungan akademik.

“Kami berharap semua korban berani bersuara. Ini bukan hanya soal harga diri, tapi juga demi keadilan,” pungkas Joko.***

RSUD Cibinong Siap Dukung Kesehatan Tubuh Pasien dengan Layanan Akupuntur

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong dengan terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk mendukung kesehatan dan keseimbangan tubuh pasien melalui Layanan Akupuntur.

Layanan Akupuntur di RSUD Cibinong dibarengi dengan tenaga medis yang profesional dibidangnya. Sehingga pasien tak perlu khawatir lagi untuk mencoba terapi tersebut.

Adapun, layanan akupuntur yang tersedia di RSUD Cibinong diantaranya, akupuntur terapi kesehatan, akupuntur kecantikan, akupuntur pelangsingan, hingga akupuntur infertilitas.

Diketahui, terapi akupuntur atau terapi tradisional asal tiongkok ini menggunakan jarum jarum kecil yang ditusukan secara lembut ke titik-titik tertentu di tubuh, untuk membantu mengatur sistem tubuh secara alami.

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong terus menyatakan komitmen sanggup menyelenggarakan pelayanan sesuai standar pelayanan.

Kemudian, sanggup dan bersungguh-sungguh akan memberikan prioritas layanan terhadap kelompok rentan (lansia, penyandang disabilitas, wanita hamil, dan menyusui serta anak).

Serta memberikan pelayanan sesuai dengan kewajiban serta akan melakukan perbaikan secara terus menerus, siap menerima sanksi dan/atau memberikan kompensasi apabila pelayanan yang diberikan tidak sesuai standar.

Untuk informasi lebih seputar pelayanan hiperbarik bisa menghubungi nomor whatsapp di 0811862508.(Albin Pandita)