Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 892

Buka Puasa dengan Suasana Baru Hanya Rp150 Ribu di Taman Safari Bogor

0

Bogordaily.net – Taman Safari Bogor kembali menghadirkan pengalaman baru saat berbuka puasa di bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Dengan konsep yang unik dan penuh nostalgia, Taman Safari Bogor mengusung tema “Rindu Kampung Halaman” untuk Iftar Dinner 2025.

Pada Iftar Dinner 2025 ini, pengunjung akan dibawa menikmati suasana khas era 1980-1990, dikemas dalam nuansa Safari yang khas dengan sentuhan kearifan lokal.

Safari Iftar Dinner 2025 akan berlangsung pada 7 – 31 Maret 2025 dan mengajak pengunjung untuk menikmati berbuka puasa dengan elemen hiburan dan kuliner yang autentik.

Pertunjukan utama akan mengisahkan perjalanan seorang pemuda bernama Sakha yang kembali ke kampung halaman saat Ramadhan setelah merantau lama.

Dalam cerita ini, pengunjung akan menjadi bagian dari pertunjukan dan merasakan pengalaman yang lebih interaktif.

Adapun, pengunjung yang memilih berbuka puasa di Taman Safari Bogor akan mendapatkan pengalaman eksklusif dengan berbagai fasilitas dan hiburan, di antaranya:

All You Can Eat Dinner dengan lebih dari 100 pilihan varian makanan dan minuman. Hidangan spesial, termasuk kambing guling dan live cooking.

The Iftar Show, pertunjukan teatrikal yang melibatkan pengunjung sebagai bagian dari cerita. Fire Dance & Live Music, menambah suasana berbuka puasa yang lebih meriah.

Bundling Tiket Safari Siang & Iftar, yang memungkinkan pengunjung menikmati safari sekaligus pengalaman berbuka yang tak terlupakan.

Untuk memberikan pengalaman terbaik, Taman Safari Bogor menawarkan paket spesial sebagai berikut:

Paket Iftar Dinner: Rp 150.000/orang (termasuk akses ke area Rain Forest dan semua fasilitas berbuka puasa). Bundling Tiket Safari Siang & Iftar: harga mulai dari Rp 100.000/orang (termasuk tiket Safari siang dan akses ke Iftar Dinner).

Selain itu, ada pilihan berbuka puasa dengan tema lain, yaitu Caravan Iftar Picnic. Mengusung suasana piknik keluarga di tengah alam yang asri, acara ini menawarkan pengalaman berbuka puasa yang berbeda dan istimewa di Safari Resort.

Selama menunggu waktu berbuka, tamu dapat menikmati aktivitas Ngabuburit seperti Explore Safari Resort, yang memungkinkan pengunjung merasakan keindahan alam dan bertemu dengan satwa di sekitar resort.

Sementara itu, bagi yang ingin bersantai, tersedia Afternoon Movie, di mana pengunjung bisa menikmati film pilihan sambil menunggu azan Maghrib.

Safari Resort juga menghadirkan berbagai promo spesial selama periode Caravan Iftar Picnic Promo Early Bird: Beli 10, gratis 1 paxPromo Hotelier & Bogor Residence: Beli 5, gratis 1 pax

Acara ini berlangsung mulai dari 28 Februari hingga 25 Maret 2025, dengan harga paket spesial 120K Nett/Pax untuk Dewasa dan 100K Nett/Pax untuk Anak-anak.

Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman nostalgia dalam Iftar Dinner Rindu Kampung Halaman dan Caravan Iftar Picnic yang penuh kehangatan bersama keluarga dan orang tersayang. Segera reservasi sebelum kehabisan tempat.***

Albin Pandita

Update Harga Pangan di Pasar Jambu Dua Kota Bogor Maret 2025

0

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) terus berupaya memudahkan masyarakat untuk berbelanja di Pasar Jambu Dua Kota Bogor.

Salah satunya melalui update terbaru harga-harga pangan yang bisa dibeli pada Maret 2025.

Daftar Harga Pangan

Update harga pangan ini tentunya memudahkan masyarakat yang berbelanja agar mereka bisa menyiapkan terlebih dahulu uang belanja.

Untuk harga beras medium yaitu Rp14.000 perkilogram. Kemudian daging sapi Rp140.000 perkilogram.

Lalu daging ayam broiler Rp40.000 perkilogram. Telur ayam broiler Rp30.000 perkilogram.

Bawang merah Rp48.000 perkilogram. Cabe merah teropong Rp90.000 perkilogram.

Cabe rawit merah Rp 140.000 perkilogram. Cabe rawit hijau Rp 70.000 perkilogram.

Minyak goreng curah Rp 21.000, minyakita Rp 18.000 perliter.

Itulah harga pangan yang ada di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Untuk info lebih lanjutnya Anda bisa mengecek instagram @pasarpakuanjaya.

Tentunya ada beberapa keunggulan saat Anda berbelanja di Pasar Jambu Dua, selain fasilitas yang memadai, kebersihan di pasar ini juga terjaga dengan rapi. ***

Muhammad Irfan Ramadan

PLN-Pindad Sinergi Kembangkan Pembangkit Listrik Bersih Untuk Wilayah 3T

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) bersama dengan PT Pindad menandatangani memorandum of understanding (MoU) dalam rangka memperkuat sinergi inovasi dan kolaborasi strategis nasional pada Senin, (10/3) di Graha Pindad, Bandung, Jawa Barat.

Penandatanganan MoU yang dilakukan antara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dengan Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa ini memiliki ruang lingkup kerja sama studi pengembangan potensi pembangkit pikohidro dan mikrohidro di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) dalam mendukung elektrifikasi dan transisi energi di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto berharap agar Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara maju, salah satu langkah yang dilakukan adalah memperbanyak industri-industri berbasis teknologi maju dan juga inovasi.

“Salah satu program kami adalah mengajak industri untuk terlibat di dalam riset dan inovasi. Karena saya yakin riset dan inovasi yang menjadi fondasi untuk tumbuhnya industri yang lebih maju,” jelas Brian.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan PLN dan Pindad akan menjalankan Joint Development Study Agreement untuk memproduksi generator pikohidro/mikrohidro serta mengelola operasi dan pemeliharaannya.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan sumber daya alam sekitar untuk kesejahteraan masyarakat dan mengakselerasi transisi energi di Indonesia.

“Kolaborasi antara PLN dengan PT Pindad ini merupakan solusi ketahanan energi yang akan menyediakan energi bersih, murah, dan sangat aksesibel untuk mewujudkan visi pertumbuhan ekonomi 8%. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan sumber energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan serta mendorong pemerataan akses listrik hingga ke pelosok negeri,” ujar Darmawan.

Sejak 1988, Pindad dan PLN telah berkolaborasi dalam proyek ketenagalistrikan, termasuk pemeliharaan generator dan rehabilitasi peralatan listrik. MoU ini menjadi kelanjutan dari kerja sama strategis kedua BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah dan berbagai BUMN untuk mendorong inovasi, penggunaan produk dalam negeri, dan kemajuan strategis nasional.

“Kami harapkan kerja sama pada hari ini bisa menggerakkan economic impact multiplier effect yang cukup tinggi. Sehingga economic growth yang dicanangkan oleh Pemerintah baru di bawah kepemimpinan Bapak Presiden bisa tercapai. Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi tulang punggung tidak hanya di industri pertahanan dan keamanan tetapi juga di sektor energi, sektor infrastruktur dan sektor material maju,” pungkas Sigit.***

Wali Kota Bogor Dedie Rachim Resmikan Akses Tol BORR On Ramp Kedung Halang via OCBD

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meresmikan pembukaan akses Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) pada On Ramp Kedung Halang via OCBD pada Rabu, 12 Maret 2025.

Peresmian ini menandai selesainya proyek peningkatan kapasitas simpang Jalan Raya Bogor – Jalan Sholeh Iskandar – Jalan Tol BORR, yang dikenal sebagai Zero Kilometer From Toll Road.

Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dan PT Olympic Bangun Persada, selaku pengelola kawasan OCBD (One Central Business District).

Dedie A. Rachim menegaskan bahwa akses tol ini menjadi jalan alternatif bagi kendaraan besar, seperti kontainer, untuk masuk ke jalan tol tanpa harus melewati jalan dalam kota yang padat.

“Karena kita tidak bisa meninggikan talang akibat adanya aliran air di atasnya, maka akses ini menjadi solusi bagi kelancaran mobilitas, khususnya bagi kendaraan besar,” ujar Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

Peresmian akses tol ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas Kota Bogor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya.

“Dengan infrastruktur baru ini, arus lalu lintas di sekitar Jalan KS Tubun dan Jalan Raya Bogor-Jakarta diharapkan lebih lancar, terutama saat jam sibuk,” katanya.

Sementara itu, CEO PT Olympic Bangun Persada, Norman Edward Sebastian menambahkan bahwa akses tol BORR ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas bagi masyarakat serta mendukung pengembangan kawasan di Bogor.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur yang berkualitas guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, peresmian akses tol BORR ini diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kota Bogor.

Sebagai informasi, PT Olympic Bangun Persada sebagai pengembang kawasan OCBD terus menghadirkan inovasi dalam pembangunan kawasan hunian terpadu.

Salah satu langkahnya adalah membuka akses langsung dari OCBD ke ruas Tol BORR, sehingga penghuni dan pelaku usaha dapat langsung terhubung ke jalan tol tanpa harus melewati kepadatan jalan utama.

Selain itu, PT Olympic Bangun Persada juga memperkenalkan klaster hunian eksklusif di kawasan OCBD.

Setelah sukses dengan Pine Garden, Virginia Pine, dan Northern Pine, mereka kini menggandeng Sumitomo Forestry Indonesia (SFI) untuk menghadirkan Morizora, sebuah hunian yang memadukan tradisi dan modernitas dengan desain arsitektur khas Jepang.

Morizora: Hunian Ramah Lingkungan di OCBD

Morizora menawarkan tiga tipe rumah dengan luas yang bervariasi, yakni Mejiro (LT 84 m² / LB 100 m²), Hibari (LT 105 m² / LB 138 m²) dan Kiji (LT 120 m² / LB 156 m²).

Seluruh unit dirancang dengan teknologi ramah lingkungan dan telah memperoleh sertifikasi EDGE Advanced, sebagai bukti komitmen terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan.***

(Ibnu Galansa)

Protes #IndonesiaGelap Mengguncang Media Sosial, Mahasiswa Bergerak Menentang Pemotongan Anggaran Pendidikan

0

Oleh: Louisa Sagita Utari Sawitri
         Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Pada awal Februari 2025, pemerintah telah mengumumkan pemotongan anggaran pendidikan untuk tahun ini, yang memicu gelombang protes mahasiswa di berbagai daerah. Tagar #IndonesiaGelap menggema di media sosial sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan ini.

Para mahasiswa menilai bahwa pengurangan anggaran akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan, akses beasiswa, dan fasilitas belajar.

Namun, lebih dari sekadar protes konvensional, gerakan ini menunjukkan bagaimana media digital menjadi alat utama dalam menggalang dukungan dan membentuk opini publik.

Jika dahulu aksi massa bergantung pada demonstrasi fisik, kini perlawanan mahasiswa turut berlangsung di dunia digital dengan strategi komunikasi yang matang.

Media Sosial Sebagai Senjata Baru Perjuangan Mahasiswa
Dulu, gerakan mahasiswa hanya mengandalkan aksi turun ke jalan dan menyebarkan selebaran.

Kini, dengan hadirnya media sosial, gerakan sosial dapat menyebar lebih cepat dan luas. Tagar #IndonesiaGelap dalam beberapa minggu lalu menjadi trending topic di berbagai platform, menandakan bahwa isu ini mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Platform seperti Twitter dan Instagram digunakan untuk membagikan informasi, opini, serta koordinasi aksi.

Dengan algoritma yang memungkinkan konten viral dalam waktu singkat, media sosial telah menjadi kekuatan baru dalam advokasi kebijakan publik.

Selain menyebarkan kesadaran, media sosial juga berfungsi sebagai alat tekanan politik.

Melalui unggahan yang menarik perhatian publik, mahasiswa dapat mengajak lebih banyak orang untuk bergabung dalam gerakan ini.

Misalnya, video yang memperlihatkan kondisi buruk fasilitas kampus akibat pemotongan anggaran dapat menjadi bukti nyata yang sulit dibantah.

Dengan strategi komunikasi visual dan narasi yang kuat, pesan gerakan ini dapat menyentuh emosi masyarakat luas, menciptakan solidaritas yang lebih besar.

Framing Media Antara Pemberitaan Netral dan Stigmatisasi
Selain media sosial, peran media massa dalam membingkai gerakan ini juga menarik untuk dibahas.

Beberapa media mainstream memberitakan aksi mahasiswa secara netral, menyoroti tuntutan mereka tanpa bias.

Namun, ada juga media yang melakukan framing terhadap aksi ini sebagai bentuk “keributan” atau “gangguan ketertiban umum”.

Pola pemberitaan ini menunjukkan bagaimana framing media dapat memengaruhi cara publik memandang gerakan mahasiswa.

Media independen seperti Tirto, Narasi, dan Magdalene seringkali memberikan liputan yang lebih mendalam dan kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Sementara itu, beberapa media televisi dan cetak cenderung lebih berhati-hati dalam menampilkan kritik.

Ini menunjukkan bahwa tidak semua media memiliki kebebasan atau keberanian yang sama dalam mengangkat isu sensitif seperti pemotongan anggaran pendidikan.

Selain framing dalam media nasional, perlu juga diperhatikan bagaimana media internasional melihat isu ini.

Dalam beberapa kasus, perhatian media asing terhadap gerakan sosial di Indonesia mampu meningkatkan tekanan terhadap pemerintah untuk merespons dengan lebih serius.

Jika protes ini mendapat perhatian global, pemerintah mungkin akan menghadapi tantangan reputasi yang lebih besar.

Disinformasi dan Tantangan Gerakan Digital
Meski media sosial menjadi alat perjuangan yang efektif, tantangan besar dalam gerakan digital adalah penyebaran disinformasi.

Banyak akun anonim atau bot yang menyebarkan narasi untuk melemahkan gerakan mahasiswa, seperti tuduhan bahwa protes ini ditunggangi kepentingan politik tertentu.

Tantangan ini mengharuskan masyarakat untuk memiliki literasi digital yang baik agar dapat memilah informasi yang benar dan tidak mudah termakan hoaks.

Salah satu strategi untuk menangkal disinformasi adalah dengan memverifikasi informasi dari berbagai sumber.

Mahasiswa yang tergabung dalam gerakan ini juga harus mengedepankan transparansi dalam menyampaikan data dan fakta, sehingga tidak mudah dipatahkan oleh narasi kontra.

Selain itu, edukasi digital kepada masyarakat luas juga menjadi langkah penting agar setiap individu dapat lebih kritis dalam menerima informasi di media sosial.

Sebagai seseorang yang bergerak di bidang komunikasi digital dan media, saya melihat bahwa fenomena ini adalah bukti bahwa kekuatan informasi tidak lagi dimonopoli oleh media konvensional.

Publik memiliki peran aktif dalam membentuk narasi dan mengontrol wacana di ruang digital.

Namun, tantangan terbesar tetap pada bagaimana menjaga kredibilitas informasi dan memastikan bahwa gerakan sosial tetap memiliki arah yang jelas dan berdampak nyata.

Peran Strategis Media dalam Gerakan Sosial
Protes #IndonesiaGelap bukan hanya tentang pemotongan anggaran pendidikan, tetapi juga refleksi dari bagaimana media digital telah mengubah gambaran perjuangan sosial.

Mahasiswa dan masyarakat kini memiliki alat yang lebih kuat untuk menekan kebijakan pemerintah, tetapi tantangan dalam literasi digital juga semakin besar.

Pemerintah perlu memahami bahwa komunikasi kebijakan tidak lagi dapat dilakukan secara sepihak. Respons yang lambat atau tidak transparan hanya akan memperburuk persepsi publik.

Di sisi lain, mahasiswa dan aktivis harus terus menguatkan strategi komunikasi mereka, tidak hanya dalam mobilisasi massa, tetapi juga dalam membangun narasi yang berbasis data dan fakta.

Selain itu, publik juga perlu lebih aktif dalam mendukung gerakan sosial yang relevan dengan kepentingan bersama.

Masyarakat memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang valid dan menekan pemerintah untuk lebih transparan dalam kebijakan pendidikan.

Jika gerakan ini terus berkembang dan didukung dengan komunikasi yang baik, bukan tidak mungkin kebijakan pemotongan anggaran bisa direvisi atau bahkan dibatalkan.

Ketika ruang kelas menjadi gelap karena pemotongan anggaran, media sosial menjadi cahaya yang menerangi perjuangan mahasiswa. Pertanyaannya, apakah pemerintah akan mendengarkan?***

 

Dinkes Komitmen Perda KTR Bisa Diterapkan di Semua Wilayah Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor semakin optimis dan komitmen Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) bisa diterapkan untuk semua wilayah Kota Bogor.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan bahwa, Kota Bogor menjadi salah satu kota pertama yang memiliki regulasi KTR.

Selain itu, kota yang berjuluk “kota hujan” ini juga tercatat sebagai kota pertama yang melarang adanya iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Adapun regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) No.10 Tahun 2018 tentang Perubahan Perda No.12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Salah satu point penting yang direvisi di dalam Perda tersebut adalah memasukkan definisi rokok elektronik seperti vape dan shisha sebagai salah satu bentuk produk rokok yang diatur di dalam Perda tersebut,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno Retno.

Retno mengatakan, tatanan tempat-tempat umum seperti retail modern, minimarket, dan pusat perbelanjaan merupakan salah satu tatanan yang diatur di dalam Peraturan Daerah (Perda) No 10 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda No 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Perda KTR tersebut dibuat bertujuan untuk melindungi perokok pasif dari paparan asap rokok orang lain.

“Perda KTR ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan segar tanpa asap rokok, sekaligus mencegah perokok pemula di kalangan anak dan remaja,” ujarnya.

Untuk itu, Retno menegaskan, bahwa aturan larangan memajang produk dan jenis rokok termasuk warna dan brand image produk rokok di tempat penjualan rokok serta larangan Iklan, Promosi, dan Sponsor rokok sudah diatur di dalam Perda tersebut.

Selain diatur dalam Perda KTR Kota Bogor, regulasi penjualan rokok dan larangan iklan rokok sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 17 tahun 2023.

“Dalam PP tersebut mengatur larangan penjualan rokok dalam radius 200 (dua ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak dan larangan iklan rokok dalam radius 500 (lima ratus) meter dari satuan pendidikan dan tempat bermain anak, larangan iklan rokok di media sosial, dan sebagainya,” tutup Retno.***

(Muhammad Irfan Ramadan)

Second Account sebagai Ruang Aman dan Kebebasan Berekspresi pada Gen Z

0

Bogordaily.net – Dalam era digital saat ini, penggunaan media sosial, khususnya Instagram, telah menciptakan transformasi dalam cara berpikir tiap individu, terutama Generasi Z (Gen Z) dalam mengekspresikan diri dan mengelola privasi. Salah satu fenomena menarik yang muncul adalah penggunaan akun kedua, yang memberikan kebebasan kepada pengguna untuk berbagi konten dan mengekspresikan diri secara lebih nyaman, tanpa tekanan sosial yang biasanya ada di audiens akun utama.

Akun kedua ini, sering disebut sebagai “second account” atau “alter account”. Fenomena ini semakin marak di platform seperti Instagram, X (sebelumnya Twitter), dan TikTok. Menurut data, sekitar 60% pengguna Gen Z memiliki second account untuk tujuan pribadi dan ekspresi diri.

Second Account dan Privasi Digital
Second account memungkinkan pengguna untuk menjaga privasi dengan membatasi audiens yang dapat melihat konten mereka.

Berbeda dengan fitur seperti “close friends” atau “private mode,” second account memberikan kontrol lebih besar atas siapa yang dapat mengakses konten pribadi.

Namun, pengguna sering kali membagikan informasi pribadi tanpa memikirkan dampaknya, seperti pelanggaran privasi dan risiko kriminal.

Hal ini penting, mengingat meningkatnya kekhawatiran tentang keamanan data pribadi di era digital.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa studi menunjukkan 45% Gen Z merasa lebih aman berbagi konten pribadi di second account dibandingkan di akun utama.

Identitas Ganda di Dunia Maya
Gen Z sering mengelola identitas digital ganda dengan memisahkan persona mereka antara akun utama dan second account.

Akun utama biasanya digunakan untuk citra diri yang lebih formal dan ideal, sementara second account menjadi tempat untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan yang lebih real.

Fenomena ini menciptakan “double life” di media sosial, yang dapat memengaruhi kesehatan mental pengguna.

Penelitian menunjukkan bahwa 30% Gen Z mengalami stres akibat perbedaan identitas antara akun utama dan second account karena mereka merasa kewalahan untuk tetap menjaga image di akun pertama nya.

Second Account sebagai Ruang Ekspresi Bebas
Second account berfungsi sebagai ruang aman bagi Gen Z untuk berbagi pemikiran, emosi, atau kritik sosial tanpa takut dihakimi.

Namun, risiko oversharing dapat muncul, yang berpotensi memengaruhi hubungan sosial di dunia nyata. Selain itu, penggunaan second account didorong oleh keinginan untuk mengekspresikan sisi humor tanpa tekanan ekspektasi sosial, kebebasan berkreasi, dan interaksi lebih mendalam dengan teman terdekat.

Menurut survei, 25% Gen Z melaporkan bahwa mereka merasa lebih bebas mengekspresikan diri di second account, meskipun 15% diantaranya mengalami dampak negatif terhadap hubungan sosial mereka akibat oversharing.

Terdapat juga potensi dampak negatif seperti penyebaran humor yang bersifat sindiran.

Dampak Second Account terhadap Pola Komunikasi Digital
Penggunaan second account memengaruhi cara Gen Z berkomunikasi di media sosial. Interaksi menjadi lebih eksklusif dan intim, namun juga berpotensi menciptakan grup sosial tertutup.

Hal ini dapat memengaruhi konsep pertemanan dan komunitas online, dengan 40% Gen Z merasa lebih terhubung dengan teman-teman mereka melalui second account dibandingkan akun utama.

Namun hal ini bisa diatasi dengan pengungkapan diri yang baik. Semakin baik strategi manajemen privasi yang diterapkan, maka semakin tinggi tingkat pengungkapan diri yang dirasakan pengguna pada akun kedua mereka.

Ini memiliki arti bahwa Gen Z bisa memanfaatkan teknologi digital untuk mengelola identitas dan cara mereka berkomunikasi di ruang publik dan ruang privat secara bersamaan.

Kesimpulan
Second account telah menjadi fenomena komunikasi digital yang signifikan di kalangan Gen Z, berfungsi sebagai ruang aman untuk privasi, ekspresi diri, dan interaksi sosial.

Namun, tantangan seperti risiko oversharing dan dampak terhadap kesehatan mental perlu diperhatikan.

Kedepannya penting untuk mengembangkan fitur media sosial yang lebih privat dan aman untuk memenuhi kebutuhan Gen Z akan ruang ekspresi diri.

Selain itu, akun kedua tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekspresi alternatif, tetapi juga sebagai alat strategis untuk menjaga keseimbangan antara pengungkapan diri dan kontrol privasi.

Dengan membuat batasan privasi yang fleksibel, pengguna dapat menyesuaikan diri mereka dengan audiens tertentu dan menghindari risiko sosial, seperti cyberbullying atau tekanan dari norma-norma sosial yang berlaku di akun utama.

Gaizka Meilita Salma
Mahasiswa Komunikasi Digital & Media Sekolah Vokasi IPB University

 

Fasilitas Medis Modern dan Dokter Spesialis Berpengalaman, RSUD Cibinong Hadirkan Klinik Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi

Bogordaily.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong terus melakukan inovasi dalam memberikan layanan kesehatan, salah satunya dengan menghadirkan Klinik Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi.

Adapun, klinik ini menjadi solusi masyarakat khusus nya bagi pasangan yang tengah berjuang untuk mendapatkan keturunan, dengan fasilitas medis modern dan ditangani oleh dokter spesialis berpengalaman.

Klinik tersebut di tangani langsung oleh tenaga medis Salah satunya dr. Nazif, Sp.O.G., Subsp.F.E.R, dokter kandungan subspesialis fertilitas yang memiliki keahlian dalam menangani masalah kesuburan dan gangguan reproduksi.

Bidang pengalaman dan kompetensi dari dr Nazif siap membantu pasien melalui berbagai tahapan dalam tahapan pemeriksaan dan program kehamilan yang telah disiapkan.

”Dalam fasilitas Klinik Fertilitas RSUD Cibinong dilengkapi dengan layanan diagnostik dan terapi yang dirancang untuk membantu pasangan memperoleh kehamilan,” ujar dr Nazif.

Menurutnya, saat ini para pasangan dapat melalukan beberapa layanan unggulan yang tersedia jelas dr. Nazif diantaranya:

Konsultasi dengan dokter kandungan subspesialis fertilitas untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

Kemudian, Pemeriksaan siklus menstruasi dan ovulasi guna mengetahui masa subur secara lebih akurat.

USG Transvaginal, metode pencitraan canggih untuk menilai kondisi organ reproduksi secara lebih detail.

Lalu, Histerosalpingografi (HSG), pemeriksaan radiologi untuk mengevaluasi kondisi rahim dan saluran tuba falopi.

Laboratorium Fertilitas, yang meliputi pemeriksaan kadar hormon dan analisis kualitas sperma.

Serta, Pre-Marital Test, yaitu serangkaian tes kesehatan bagi pasangan yang akan menikah untuk mengetahui kondisi reproduksi masing-masing.

Dan juga Histeroskopi, untuk menilai kondisi rongga rahim serta Laparoskopi, prosedur minimal invasif untuk mendiagnosis dan menangani gangguan pada organ reproduksi.

Selain itu kata, dr. Nazif dalam program kehamilan yang ditawarkan bagi pasangan yang ingin menjalani program hamil, Klinik Fertilitas RSUD Cibinong menyediakan berbagai metode yang disesuaikan dengan kondisi medis pasien, seperti:

Induksi Ovulasi & Stimulasi Ovarium, yaitu pemberian terapi untuk merangsang pematangan sel telur. Inseminasi Intrauterine (IUI), prosedur yang membantu mempertemukan sperma dengan sel telur melalui penyuntikan langsung ke dalam rahim, meningkatkan peluang kehamilan.

Dalam teknologi medis terkini, serta keberadaan tenaga ahli yang kompeten, diharapkan semakin banyak pasangan yang dapat mewujudkan impian mereka untuk memiliki buah hati.

Sementara itu, dengan hadirnya Klinik Fertilitas ini, RSUD Cibinong berharap dapat menjadi pusat layanan reproduksi yang terpercaya bagi masyarakat, khususnya bagi pasangan yang mengalami tantangan dalam mendapatkan keturunan.***

Albin Pandita

Perluas Aksesibilitas Masyarakat, DPLK BRI Jalin Kerja Sama dengan Bank Raya Melalui Digitalisasi Dana Pensiun

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan BRI (DPLK BRI) terus memperluas layanan digitalisasi dana pensiun guna meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, DPLK BRI menjalin kerja sama strategis dengan Bank Raya dalam menghadirkan BRIFINE by DPLK BRI di aplikasi Raya.

Kolaborasi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh DPLK BRI untuk memperluas akses dan memperkuat penetrasi program pensiun iuran pasti ke kalangan generasi muda, khususnya nasabah setia Bank Raya.

Ketua Pengurus DPLK BRI Arie Sus Miyanti menegaskan bahwa dengan diluncurkannya fitur BRIFINE di Raya App ini diharapkan dapat mendorong kalangan generasi muda untuk merencanakan keuangan masa depan yang lebih baik.

“Setiap individu generasi muda yang telah bekerja baik di sektor formal maupun informal, diharapkan dapat mengelola keuangan dengan bijak. Perencanaan masa depan sejak dini sangat diperlukan generasi muda untuk mempersiapkan dan menjamin keberlangsungan pendapatan di masa tidak aktif atau hari tua nanti,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Sales & Partnership Bank Raya Prilly Savitri mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Bank Raya dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih lengkap bagi nasabah.

“Melalui aplikasi Raya, kami ingin memberikan journey produk yang lebih lengkap kepada nasabah Bank Raya, termasuk membantu nasabah mempersiapkan hari tua yang lebih sejahtera melalui DPLK BRI,” katanya.

Dengan kehadiran layanan ini, aplikasi Raya menjadi bank digital pertama di Indonesia yang menyediakan fitur dana pensiun yang tercatat dalam administrasi pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebagai informasi, BRIFINE by DPLK BRI yang terintegrasi dalam aplikasi Raya menawarkan berbagai fitur unggulan, antara lain:

Akses digital yang mudah – Seluruh proses perencanaan dan pengelolaan dana pensiun dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Raya.

Fleksibilitas dan personalisasi – Nasabah dapat menyesuaikan perencanaan dana pensiun sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial dan profil risiko masing-masing.

Fitur BRIFINE yang komprehensif – BRIFINE di aplikasi Raya dilengkapi dengan berbagai fitur, termasuk pendaftaran, informasi saldo & pengembangan, dan top-up saldo. Adapun fitur yang sedang dalam tahap pengembangan diantaranya add account BRIFINE, pengaturan autopayment, dan mutasi transaksi.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Wholesale & Institution Business BRI Agus Noorsanto mewakili Pendiri DPLK BRI menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperluas ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Transformasi digital yang dijalankan BRI tidak hanya berfokus pada layanan transaksi perbankan, tetapi juga mencakup perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk dana pensiun. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan dana pensiun dengan lebih mudah, fleksibel, dan aman,” pungkasnya.

Berdasarkan besaran Asset Under Management (AUM), pada tahun 2024 DPLK BRI meningkatkan posisi market sharenya di industri DPLK Indonesia menjadi peringkat kedua dari sebelumnya di peringkat ketiga. Jumlah peserta DPLK BRI di tahun lalu meningkat menjadi 660ribu atau merupakan 23% dari total peserta DPLK nasional. Peningkatan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap DPLK BRI dalam mengelola dana pensiun secara optimal.

DPLK BRI berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyediakan solusi dana pensiun yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Dengan dukungan dari Bank Raya, inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan penetrasi produk dana pensiun digital serta memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. ***

Melalui GPM, Perumda Pasar Tohaga dan Pemkab Bogor Terus Berupaya Tekan Angka Inflasi 

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga terus berupaya menekan angka inflasi dengan melakukan gerakan pangan murah atau GPM bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menjelaskan bahwa, melalui gerakan pangan murah tersebut bertujuan untuk menekan angka inflasi yang ada di Kabupaten Bogor.

Tentunya dalam memberikan komoditi bahan pokok yang murah kepada masyarakat khususnya pada bulan ramadan dan menjelang hari raya.

“Ini problematika bersama, ini selalu berulang sebetulnya kita tidak bisa intervensi tapi kami berharap ada intervensi pasar dalam hal ini GPM gerakan pangan murah,” kata Haris Setiawan, Rabu 12 Maret 2025.

Menurut Haris, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Disperindag dan juga

“Nanti kami akan berkoordinasi dengan bulog dan disdagin mudah mudahan apa yang kita lakukan hari ini terhadap 2 produk itu bisa juga berlaku,” jelasnya.

Selain itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga memastikan harga bahan pokok aman hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri di pasar tradisional Kabupaten Bogor.

“Saya pastikan aman, karna kita kan ada monitoring ada koordinasi dengan pihak tertentu termasuk dalam bulog dan pemasok dan disdagin kita koordinasi aman gaada kelangkaan,” ungkap Haris Setiawan.

Albin Pandita