Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8921

Cincin Berlian dan Peternakan Babi Juga Dilelang KPK

0

BOGOR DAILY-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap melelang barang sitaan hasil korupsi. Yang terbaru, lembaga antirasuah ini akan melelang 22 barang sitaan hasil korupsi pada 22 September 2017.

Dari 22 barang itu, ada satu yang menarik perhatian, yaitu mobil Jaguar. Mobil mahal ini menjadi barang lelang KPK. Mobil Jaguar ini akan dilelang mulai dari harga Rp1,14 miliar dengan uang muka Rp260 juta.

Selain Jaguar, rupanya ada, lho, barang-barang unik yang pernah dilelang KPK. Apa saja?

Selasa 19 September 2017, barang unik yang pernah dilelang KPK adalah tanah dan peternakan babi di Manado, Sulawesi Utara, milik tersangka korupsi APBD Tomohon tahun anggaran 2008-2012, Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar.

KPK melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Manado melelang tanah dan peternakan babi mulai dari harga Rp1,34 miliar dengan uang jaminan sebesar Rp270 juta.

Cincin berlian pun menjadi barang sitaan yang dilelang KPK. Pada 22 September 2017, KPK akan melelang barang sitaan milik tersangka, kasus korupsi impor daging sapi, Ahmad Fathanah.

Sebut saja gelang emas putih dengan 130 mata berlian yang dilelang mulai harga Rp31,03 juta dan cincin emas putih dengan 114 berlian mulai harga Rp35,47 juta.

Selain itu, barang-barang unik yang dilelang KPK adalah album Noah, madu Propolis, keris, dan tas ransel troli. Barang-barang ini dilelang di acara Festival Anti Korupsi 2014 di Graha Sabha Pramana, Univesitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Di acara itu, ada 240 barang yang akan di lelang melalui surat elektronik dan lelang langsung

Ini Lho Mobil Seharga Rp28 Juta yang Dilelang KPK

0

BOGOR DAILY- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan lelang untuk berbagai barang sitaan atau rampasannya. Kali ini, ada satu barang yang cukup menarik perhatian para calon pembeli, yaitu satu unit Isuzu Panther yang dihargai Rp 28 juta.

Penasaran dengan mobil termurah pada ajang yang diselenggarakan KPK tersebut, detikOto langsung menuju lokasi untuk melihatnya. Di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas 1 Jakarta Pusat, Panther berwarna hitam tersebut terparkir. Melihat sekilas kondisinya, mobil tersebut terbilang sudah tidak gagah seperti sedia kala.

Sudah terparkir sekitar tujuh tahunan, kata Kasubsi Administrasi dan Pemeliharaan Basan dan Baran yang akrab disapa Dewa, Panther hitam itu sudah cukup jarang dipanaskan.

“Saya sih tidak yakin akan waktunya karena sedang tidak bawa data, tapi kira-kira sudah tujuh tahunan lah terparkir di sini. Keadaannya ya seperti ini, sudah jarang dinyalakan. Tapi tetap kita rawat secara rutin,” kata Dewa, Selasa (19/9/2017).

Sering terkena paparan matahari langsung dan dinginnya udara malam, mobil bernomor polisi D 1818 NH tersebut telah berkarat pada beberapa bagiannya.

“Tempat penyimpanan kita kan di lapangan, outdoor. Jadi bila sudah terlalu lama di sini pasti ada karat meskipun sudah kita sering selimutin,” kata Dewa.

“Dapat dilihat sendiri ya mas, keempat bannya sudah pecah. Kita sudah minta pada pihak KPK-nya untuk menganggarkan agar diganti bannya tapi masih diproses,” tambahnya.

Meskipun STNK dan BPKB masih lengkap, namun bagi  yang ingin membawa roda empat ini harus siapkan dana tambahan lagi. Karena, pajak mobil tersebut telah mati sejak 2009 lalu.

Aksi Kepung LBH Jakarta Rusuh, 7 Orang Jadi Tersangka

0

BOGOR DAILY-Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dari 15 orang yang ditangkap petugas Polda Metro Jaya diduga provokator aksi kepung LBH Jakarta yang berujung rusuh.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menyampaikan, setelah dilakukan pemeriksaan, ketujuh tersangka tersebut terbukti bersalah karena melawan petugas sebagaimana diatur Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP.

“Setelah dilakukan pemeriksaan 7 orang ditetapkan sebagai tersangka, dikenakan pasal 216 dan 218 KUHP, ancamannya 4 bulan penjara,” ungkap Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Argo menuturkan, tujuh tersangka tersebut bukan anggota ormas, mereka hanya masyarakat biasa yang ikut-ikutan menggelar aksi. Polisi sendiri masih sedang menyelidiki otak dan orang yang mengkoordinir massa mengepung LBH Jakarta tersebut.

“Mereka ada yang karyawan, ada sopir, ada yang penganguran ya. Dia tidak punya anggota organisasi tidak ada,” ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Setidaknya ada sekira 37 orang diamankan polisi diduga provokator penyerangan LBH Jakarta. Sebanyak 22 orang dilepas setelah diperiksa di Polres Jakarta Pusat, sedangkan 15 orang lainnya diperiksa di Polda Metro Jaya dan tujuh diantaranya ditetapkan tersangka sementara 8 orang dipulangkan.

Saksikan Live Streaming Redbons Discussion: “Pil PCC, Narkoba dan Perlindungan Anak” Pukul 14.00 WIB, Selasa, 19 September 2017.

Siap-siap, Beli Bensin Tak Lagi Pakai Duit Cash

0

BOGOR DAILY-Selain PT Jasa Marga Persero Tbk, PTPertamina (Persero) juga siap memberlakukan transaksi uang elektronik )e-Money) pada tiap stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Pertamina.

Langkah ini diklaim sebagai sinergi dari Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia pada 2014 lalu.

Sebagai tahap awal, Pertamina sudah melakukan uji coba pada beberapa SPBU yang ada di Jakarta.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito, menjelaskan, bahwa program cashless sebenarnya sudah mulai disosialisasikan sejak awal tahun 2017 lalu.

“Kita arahnya ke sana (uang elektronik), sekarang dalam tahap uji coba dulu di beberapa SPBU di Jakarta, jadi nanti semua non tunai di SPBU, semua pakai kartu sebagai pembayaran uang elektronik,” kata Adiatma.

Menurut Adiatma, untuk mendorong penggunaan uang elektronik, pada Februari 2017 lalu Pertamina secara nasional sudah membuat program Fuel Lucky Swipe.

Program tersebut merupakan rangkaian kegiatan no surcharge atau setiap transaksi non tunai di SPBU Pertamina di Indonesia bebas biaya tambahan.

Bahkan sebagai iming-iming, Pertamina juga memberikan hadiah menarik berupa sembilan mobil dan 30 motor bagi masyarakat yang aktif melakukan pembelian BBM secara non tunai

Adiatma mengatakan uji coba tidak hanya di Jakarta, beberapa SPBU Pertamina di kota besar bahkan sudah ada yang menerapkan wajib cashless.

“Di Semarang sudah kita dorong untuk elektronik, lalu hari ini baru kita kick off MoU kerja sama dengan Walikota Pontianak dan pihak BI. Jadi nanti ada puluhan SPBU di sana (Pontianak) yang wajib bertransaksi dengan uang elektronik. Prosesnya nanti saya sampaikan lagi,” ucap Adiatma.

Polisi Kantongi Nama Calon Tersangka di Kasus Duel Maut Siswa

0

BOGOR DAILY-Polisi bergerak cepat mengusut kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo (15), siswa kelas X SMA Budi Mulia yang tewas setelah dipaksa berduel oleh seniornya pada Januari 2016 silam.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna menegaskan, pihaknya kini telah memeriksa 13 saksi dan segera menggali kubur korban untuk keperluan autopsi.

“Penyidikan tim Reskrim sudah masuk untuk membuka kasus. Harus dilihat juga kasus ini bukan hanya dari polisi saja tapi juga dengan kepala sekolah, orang tua itu sendiri kenapa saat itu tidak segera melapor dan kesannya ditutup-tutupi. Kenapa baru sekarang dilaporkan,” kata Ulung.

Tak hanya itu, Ulung menyayangkan polisi bahkan baru mendapat kabar peristiwa tawuran ala gladiator yang menewaskan korban, sebulan setelah kejadian. Terlebih sebelumnya keluarga korban juga telah menyepakati damai dengan para pelaku dan pihak-pihak terlibat.

“Tapi, apapun yang terjadi karena ini merupakan tindak pidana, kita melakukan langkah penyidikan. Kita sudah koordinasi dengan orang tuanya dan dalam waktu dekat akan melakukan autopsi,” beber Ulung.

Kapolsek Bogor Utara, Kompol Wawan Wahyudin menambahkan bahwa pihaknya kini sudah mengantongi sejumlah nama yang diduga kuat terlibat dalam tewasnya Hilarius. Meski demikian, pihaknya belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus ini.

“Kita sudah memeriksa 13 saksi. Termasuk meminta keterangan dari pihak SMA Budi Mulia dan SMA Mardi Yuana. Secepatnya akan kita ungkap kasus ini. Segera akan kita tetapkan tersangkanya,” kata Wawan.

Dia menuturkan, kasus ini sempat terhambat karena pihak keluarga korban tidak ingin jenazah anaknya diautopsi. Namun setelah berkomunikasi, pihak keluarga korban siap dan merelakan jasad putra mereka diautopsi demi tegaknya kebenaran. “Orangtuanya sudah mau (autopsi). Ya sudah. Dulu kan kendalanya itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, AKP Syarif Hidayat menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada hari Jumat tanggal 29 januari 2016 sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, di lapangan Palupuh belakang SMA 7 RT 03 Rw 17 Kelurahan Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara.

Masing-masing lima siswa SMA Mardi Yuana dan 3 siswa dari SMA Budi Mulya bertarung ala Gladiator hingga salah satu kelompok menyerah. Informasi yang dihimpun, meski korban sudah menyerah atau sudah tidak berdaya, tapi korban terus dipukuli hingga terkapar dan tewas di lokasi.

“Kejadian tersebut di provokasi oleh alumni SMA Budi Mulia atas nama TB dan alumni SMA Mardi Yuana atas nama HZK. Keduanya di DO oleh sekolah karena dua tahun tidak naik kelas,” imbuhnya

 

Dikecam Dunia Soal Rohingya, Suu Kyi Klaim Tidak Takut

0

BOGOR DAILY-Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi menyatakan negaranya tidak takut pada kecaman internasional, seiring lebih dari 410 ribu warga Rohingya di Rakhine mengungsi ke Bangladesh. Suu Kyi juga meminta semua tuduhan terhadap negaranya dibuktikan.

“Ini bukan niat pemerintah Myanmar untuk terus disalahkan atau untuk lepas dari tanggung jawab. Kami mengecam seluruh pelanggaran HAM dan kekerasan yang melanggar hukum,” tegas Suu Kyi dalam pidato pertamanya untuk publik Myanmar yang disiarkan secara langsung oleh televisi lokal.

“Kami berkomitmen pada pemulihan perdamaian, stabilitas dan penegakan hukum di seluruh wilayah negara ini,” imbuhnya seperti dilansir CNN dan Reuters, Selasa (19/9/2017).

“Saya menyadari fakta bahwa perhatian dunia fokus pada situasi di Rakhine. Sebagai anggota komunitas negara yang bertanggung jawab, Myanmar tidak takut kecaman internasional,” tegasnya lagi.

Pernyataan Suu Kyi ini disampaikan dalam pidato publik pertamanya mengenai kekerasan di Rakhine, sejak konflik kembali pecah di negara bagian itu pada 25 Agustus, usai kelompok militan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan pangkalan militer Myanmar. Serangan itu berujung operasi militer besar-besaran dan memicu eksodus warga Rohingya.

Berbagai tuduhan praktik kekerasan oleh militer Myanmar terhadap warga Rohingya, seperti pembunuhan, penganiayaan dan pemerkosaan dilontarkan para pengungsi Rohingya yang berhasil melarikan ke Bangladesh. Suu Kyi meminta agar tuduhan-tuduhan itu dibuktikan terlebih dahulu.

“Pelanggaran HAM dan tindakan lain yang mengganggu stabilitas dan keselarasan dan membahayakan penegakan hukum akan ditangani sesuai hukum dan peradilan yang tegas. Kami sangat merasakan penderitaan semua orang yang terjebak konflik,” ujarnya.

“Ada tuduhan dan bantahan terhadap tuduhan itu dan kita harus mendengarkan semua. Dan kita harus memastikan bahwa tuduhan-tuduhan ini didasarkan pada bukti yang solid sebelum kita mengambil tindakan,” ucap Suu Kyi

4 hari Pura-pura Buta, Pengemis Kantongi Penghasilan Rp1,2 Juta

0

BOGOR DAILY- Petugas Pelayanan Pengawasan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur menjangkau dua orang pengemis yang diduga berpura-pura buta. Pada saat dilakukan penjangkauan, pengemis tersebut sedang melancarkan aksinya di wilayah Cakung.

“Kami sedang melingkar di Cakung seperti biasanya, lalu kami melihat ada dua orang tuna netra sedang beroperasi,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Sudinsos Jaktim, Haryanto kepada wartawan, Selasa (19/9/2017). Haryanto menuturkan, dua pengemis itu memiliki tugas masing-masing dalam menjalankan aksinya.

Satu orang berpura-pura buta. Sedangkan satu orang lagi bertugas menuntun orang yang berpura-pura buta tersebut. “Baru empat hari di Jakarta mereka sudah dapat Rp1,2 juta. Mereka dari Brebes. Tinggal berpindah-pindah di kawasan Pulogadung,” ungkap dia.

Haryanto mengimbau kepada masyarakat agar tak mudah tertipu dengan modus yang digunakan orang lain dengan cara meminta-minta. Menurut dia, sumbangan dari warga akan lebih bermanfaat bila disalurkan ke lembaga-lembaga resmi nan terpercaya. Kini, kedua pengemis tersebut telah dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 di Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Mereka akan dibina dan dipulangkan ke kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah

Gasak Rumah, Hidung ART Dilakban Sampai Tewas

0

BOGOR DAILY- Perampok menyatroni sebuah toko material di kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Pelaku menyekap mati seorang asisten rumah tangga (ART), Yuyun (30).

Insiden maut tersebut berlangsung di toko material milik Enur Syamsiah (44), Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (19/9/2017). Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko Adi Putra menyebutkan pencurian disertai kekerasan ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30-03.30 WIB.

“Korban (Yuyun) dilakban mata, mulut dan hidungnya,” kata Niko via pesan singkat.

Pelaku menyekap Yuyun di dalam kamar. Pelaku lainnya mengancam pemilik toko untuk menyerahkan barang berharga.”Pelaku membawa emas sekitar 15 gram, uang tunai sekitar 260 juta rupiah,” kata Niko.

Toko material sekaligus tempat tinggal itu hanya Enur dan pembantunya tersebut. Usai kawanan perampok meninggalkan lokasi, Enur bergegas menuju kamar Yuyun untuk menolong. Kondisi ART itu disekap menggunakan lakban. Enur membuka lakban menempel di mata, mulut dan hidung Yuyun.

Enur terkejut lantaran Yuyun sudah tak bernyawa. “Korban diketahui sudah meninggal dunia. Diduga kehabisan nafas,” kata Dir Reskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana via telepon.

Usulan Tiket Masuk Pantai Ancol Gratis Masih Dibahas

0

BOGOR DAILY-Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku sering menerima usulan terkait tarif gratis masuk Pantai Ancol. Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno mengatakan pengelolaan Pantai Ancol juga harus dipikirkan dari segi bisnis.

“Pertama Ancol itu perusahaan publik, dia punya kewajiban kepada Pemprov DKI. Tapi juga kepada publik. Jadi saya akan bicara bagaimana keinginan warga yang bisa direalisasi,” kata Sandi saat ditemui di Jalan Pulo Gundul RW 08, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Menurut Sandi, realisasi warga tersebut perlu diperhatikan agar tidak menabrak koridor pasar modal serta koridor hukum. Selain itu, Sandi juga mengatakan harus ada kompensasi untuk warga agar dapat mengakses secara gratis, tapi tidak merugikan dalam segi bisnis.

“Realisasi itu dilihat tanpa menabrak koridor-koridor pasar modal, dan koridor hukum yang berkaitan dengan itu. Ini harus dilakukan bertubi-tubi dan kalau pun harus dibebaskan, apa kompensasinya, apa warga dan masyarakat yang bisa mengakses secara gratis, untuk akses terhadap pantai publik. Tapi juga tidak merugikan dari segi bisnisnya,” ujar Sandi.

Sandi berharap dengan meningkatnya traffik pengunjung di Pantai Ancol, maka dapat mendatangkan keuntungan lebih. Ia juga memastikan tidak adanya pihak yang dirugikan dengan rencana ini.

“Saya juga pengalaman, dengan meningkatnya traffic justru malah keuntungan dari Ancol akan meningkat. Kita juga harus pastikan tidak ada yang dirugikan, ini rencana kita sama untuk memberikan akses seluas-luasnya pada warga DKI Jakarta,” jelas Sandi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku telah sering menerima usulan mengenai masuk gratis ke Pantai Ancol. Djarot mendorong pengelola meningkatkan tarif parkir, bukan tarif masuk pantai Ancol.

“(Usulan untuk gratis) itu sudah digagas lama juga, yang masuk di situ itu yang kena itu harusnya parkir mobilnya. Sekarang bayangin kalau masuk ke Ancol itu semua dihitung bayarnya,” kata Djarot.

Djarot juga mengkritik sistem pembayaran di Ancol yang dirasa masih ketinggalan zaman. Ia meminta semua sistem pembayaran menggunakan transaksi non-tunai.

“Di sana masih belum cashless. Bagaimana ngitungnya, bagaimana pertanggungjawabannya,” sebut Djarot

Makam Siswa Korban Duel Maut Dibongkar Polresta Bogor Kota

0

BOGOR DAILY-Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) pada Selasa membongkar makam Hilarius Christian Event Raharja, siswa SMA Budi Mulya, yang tewas karena kasus duel maut ala “gladiator”.

“Pembongkaran makam bagian dari penyelidikan untuk keperluan otopsi,” kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Bogor Kota AKP Syarif Hidayat.

Kegiatan itu melibatkan tim dokter polisi dari Polda Jabar dipimpin Kmisaris Polisil Ihsan dibantu tiga staf dan pihak Rumah Sakit Polres Bogor Kota.

Makam Hilarius korban duel maut, terletak di Pemakaman Umum Cipaku, Kota Bogor. Sebelum pembongkaran petugas menunggu kedatangan pastor untuk prosesi keagamaan.

Syarif menjelaskan kasus duel maut Hilarius mencuat setelah postingan curahan hati (curhat) ibunya, Maria Agnes, yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui media sosial.

Maria menceritakan ada aksi tawuran pelajarberujung maut ala “gladiator” antara sekolah SMA Budi Mulya dengan SMA Mardi Yuana yang terjadi 29 Januari 2016,  tepatnya pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.

Lokasi tawuran tersebut terjadi di Taman Palupuh, Kelurahan Tegal Gundi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Peristiwa tersebut mengakibatkan kematian Hilarius, demikian keterangan Maria Agnes.

Peristiwa tersebut, diceritakannya, direncanakan oleh kedua belah pihak masing-masing lima siswa SMA Mardi Yuana, dan tiga siswa SMA Budi Mulya untuk melakukan kegiatan “bomboman” atau perkelahian ala “gladiator”. Masing-masing pihakberkelahi hingga salah satu di antaranya minimal tiga orang menyatakan menyerah.

“Kegiatan tersebut disinyalir sudah berjalan setiap tahun, terutama dalam menghadapi event besar, seperti pertandingan basket antarsekolah DBL,” katanya.

Ia mengemukakan meski anaknya yang menjadi korban sudah menyerah atau sudah tidak berdaya, namun dia terus dipukuli hingga terkapar dan tewas di lokasi.

Kejadian tersebut diprovokasi oleh alumni SMA Budi Mulya berinisial TB dan alumni SMA Mardi Yuana berinisial HZK. Keduanya telah dikeluarkan oleh sekolah karena dua tahun tidak naik kelas. Kegiatan tersebut sudah direncanakan atau sudah diatur untuk melakukan “bomboman”.

Namun, menurut pengakuan Maria, anaknya dipaksa menjadi “gladiator”, karena jika menolak akan dipukuli oleh kakak kelasnya.

Ia mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarga korban dan 11 saksi yang terdiri atas para penonton dan pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut, baik dari siswa pelajar SMA Budi Mulya maupun SMA Mardi Yuana.

Maria juga menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah pihak, termasuk melakukan komunikasi dengannya.

Ia pun mengemukakan pertama kali mendapat kabar kematian anaknya dari Rumah Sakit (RS) Azra bahwa anaknya telah meninggal dunia dengan diberi surat kematian dari pihak rumah sakit.

Pihak kepolisian kemudian menjelaskan mekanisme penyidikan, dan memerlukan proses otopsi terhadap jenazah korban sebagai keharusan dan pelengkap dalam pemberkasan kasus kriminal.

Namun, Maria Agnes dan pihak keluarga keberatan dengan langkah hukum serta proses hukum untuk melakukan otopsi.

Selain itu, Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor diketahui pihak kepolisian juga telah mengadakan mediasi dengan mengundang Kepala Sekolah SMA Budi Mulia dan Kepala Sekolah Mardi Yuana, tanpa melibatkan kepolisan.

Oleh karena itu, kepolisian berinisiatif membuat Laporan Polisi model A, namun penyidikan kasus tersebut belum tuntas karena pelaku sudah di keluarkan dari sekolah dan pindah keluar kota.

“Kasus kembali mencuat setelah adanya curhatan ibu korban di akun sosialnya,” kata AKP Syarif Hidayat.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini Kepolisian Sektor (Polsek) Bogor Utara melakukan upaya hukum dengan pemeriksaan tambahan terhadap ibu korban dan bapak korban, serta pemeriksaan saksi-saksi yang terkait.

“Mendalami kasus secara profesional dan proposional, membentuk tim gabungan unit reskrim Polsek Bogor Utara dan Reskrim Polresta Bogor menindaklanjuti perkara hingga tuntas didukung pihak keluarga,” demikian AKP Syarif Hidayat.