Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 896

Contoh Nyata Perkembangan Teknologi Memengaruhi Kemudahan Komunikasi Interpersonal, Benarkah WhatsApp Salah Satunya?

0

Bogordaily.net – Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan luput dari proses berkomunikasi. Secara garis besar, komunikasi merupakan proses pertukaran pesan yang berisikan informasi antar pengirim dan penerima pesan. Pada dasarnya, komunikasi terdiri dari berbagai jenis seperti komunikasi massa, komunikasi kelompok, komunikasi publik, hingga komunikasi interpersonal. Menurut DeVito dalam Maulana dan Gumelar (2013:75), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera.

Maka dari itu, penyampaian dan penerimaan pesan ini umumnya dilakukan secara tatap muka, itu sebabnya ruang ataupun tempat dapat menjadi media dari proses berkomunikasi itu, akibatnya komunikasi yang dilakukan pun cenderung terbatas secara ruang maupun waktu. Meski begitu seiring dengan kemajuan zaman serta munculnya perkembangan teknologi, proses berkomunikasi interpersonal yang biasanya dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan media ruang, kini telah memiliki pergeseran akibat adanya penemuan media komunikasi baru seperti media sosial.

Media sosial merupakan sebuah wadah, medium, atau media yang memungkinkan para penggunanya untuk saling membangun jejaring sosial, berinteraksi, hingga berkomunikasi. Media sosial cenderung berkembang dengan sangat pesat, itu mengapa kegunaan dan jenisnya biasanya berbeda sesuai dengan kebutuhan para penggunanya.

Meskipun begitu, hampir semua media sosial memungkinkan para penggunanya untuk dapat melakukan komunikasi antara satu dengan lainnya, dan terdapat pula beberapa media sosial yang memang dikhususkan sebagai media berkomunikasi seperti Line, Telegram, hingga WhatsApp. Dilansir dari laman World Population Review, Indonesia menempati urutan ketiga dari banyaknya negara yang menggunakan aplikasi WhatsApp.

WhatsApp adalah aplikasi media sosial yang dapat membuat para penggunanya berkomunikasi dengan cara berkirim pesan dan panggilan yang sederhana. Meski komunikasi interpersonal bisa dilakukan oleh siapa saja baik dulu maupun sekarang, namun dengan adanya WhatsApp sebagai media komunikasi baru, komunikasi interpersonal yang tadinya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan media ruang dan memungkinkan adanya hambatan di dalam prosesnya, kini dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus mengkhawatirkan jarak maupun waktu. Hal itu sangat bermanfaat bagi banyak orang yang memiliki keterbatasan untuk melakukan komunikasi interpersonal, contohnya seperti seseorang yang sedang berada jauh dari kerabat atau keluarga yang tentu memiliki keterlibatan komunikasi yang lebih sering.

WhatsApp sebagai bentuk media komunikasi saat ini sangat bermanfaat bagi orangorang seperti itu, hal ini menjadi keajaiban yang memungkinkan semua orang dapat terus terhubung bahkan melakukan komunikasi interpersonal secara verbal maupun non verbal. Selain itu WhatsApp dengan segala fiturnya telah mempermudah penyampaian pesan serta turut menunjang keberhasilan dari komunikasi yang dilakukan tersebut, karena seperti yang telah kita ketahui ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika berkomunikasi agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan benar. Beberapa fitur WhatsApp yang sangat berguna untuk melakukan komunikasi interpersonal itu antara lain:

1. Fitur Pesan
Fitur ini merupakan salah satu dari dua kegunaan utama WhatsApp. Fitur ini memungkinkan kita untuk bisa berkomunikasi secara cepat dengan mengirimkan pesan verbal yang dapat ditulis dan diperbaiki dengan fleksibel pada waktu yang bersamaan.

2. Fitur Telepon
Fitur ini merupakan fitur utama kedua WhatsApp yang memungkinkan terjadinya komunikasi secara verbal menggunakan suara seperti ketika kita berkomunikasi interpersonal biasanya, selain itu fitur telepon di WhatsApp juga dapat membuat penggunanya untuk melakukan komunikasi secara audio dan visual.

3. Fitur Stiker
Meskipun fitur ini tidak berperan secara langsung dalam proses berkomunikasi yang dilakukan, namun dengan adanya stiker kita dapat menggunakannya sebagai pesan non verbal untuk mendukung penyampaian pesan verbal yang sedang kita lakukan.
Ketiga fitur tersebut membuktikan bahwa kemajuan teknologi memberikan dampak yang sangat penting dalam perkembangan di dunia komunikasi, dengan pemanfaatan ilmu teknologi yang tepat, WhatsApp menjadi bukti nyata adanya dampak positif dari pemanfaatan teknologi tersebut yang membuat proses komunikasi seperti komunikasi interpersonal dapat dilakukan dengan lebih mudah. Meskipun begitu Banyaknya fitur WhatsApp yang menunjang komunikasi interpersonal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan dari komunikasi yang dilakukan di media sosial. Beberapa tantangan dapat terjadi, seperti:

1. Berbedanya Penafsiran Pesan
Akibat berkomunikasi jarak jauh dan penggunaan fitur pesan WhatsApp, informasi terhadap pesan yang disampaikan dapat berbeda penafsiran, hal ini bisa disebabkan oleh kemungkinan kesalahan penulisan dan perbedaan intonasi bacaan.

2. Koneksi Internet
Media sosial membutuhkan koneksi internet untuk diaktifkan, jika koneksi internet tidak memadai atau bahkan terputus maka komunikasi yang dilakukan pun dapat terhambat.

3. Keterbatasan dalam Ekspresi Non-Verbal
Meskipun WhatsApp telah menyediakan berbagai fitur yang membantu dalam proses komunikasi yang maksimal, namun adanya keterbatasan dalam penggunaan bahasa non-verbal seperti bahasa tubuh atau ekspresi wajah juga menjadi salah satu tantangan.
Dari manfaat hingga tantangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwasanya perkembangan teknologi khususnya media sosial dapat memudahkan proses komunikasi, bahkan hingga memudahkan proses komunikasi yang biasanya dilakukan secara tatap muka atau yang biasa kita kenal dengan komunikasi interpersonal.

Tetapi, perlu diingat lagi bahwa komunikasi interpersonal yang dapat dilakukan dengan lebih mudah ketika adanya media sosial seperti WhatsApp pun, tetap memiliki kekurangan di dalamnya. Hal itu menunjukkan pula bahwa, meskipun kini komunikasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, namun komunikasi secara langsung harus tetap dilakukan, karena bagaimanapun belum ada yang dapat menggantikan fungsi aspek komunikasi non-verbal seperti gerak tubuh, ekspresi wajah, hingga isyarat dalam keberhasilan penyampaian pesan pada saat proses berkomunikasi.***

Zalfa Alya Rifa dari Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University.

Bedah Strategi Personal Branding Jerome Polin di Media Sosial hingga Berhasil Berkolaborasi dengan Penyanyi asal Korea

0

Penulis: Zalfa Alya Rifa

YouTuber Jerome Polin beberapa waktu lalu membuat sebuah konten bersama Chanyeol, personel boyband asal Korea Selatan, EXO. (Detik.com, 14/1/2025).

Video unggahan tersebut menuai banyak perhatian, selain karena bintang tamu yang diundang, penonton juga memerhatikan bagaimana interaksi antar keduanya.

Video YouTube yang berdurasi selama kurang lebih 30 menit itu mendapat banyak komentar positif yang memuji chemistry Jerome dan Chanyeol dalam berkomunikasi dan berinteraksi, serta bagaimana Jerome dapat mengemas video tersebut dengan baik.

YouTuber yang kerap terkenal dengan kecerdasannya dalam matematika ini selalu menyuguhkan konten video yang menarik dari awal kemunculannya, hingga tidak mustahil untuknya dapat berkolaborasi dengan banyak artis dan influencer bahkan penyanyi luar negeri seperti Chanyeol sekalipun.

Hasil dari kegigihan Jerome dalam membuat kontennya selama ini dapat terlihat dengan jelas, namun perjalanan untuk berada di titik tersebut juga pasti memerlukan waktu, konsistensi, dan strategi.

Kebanyakan dari kita mungkin tidak menyadari, tetapi ada satu strategi yang terus dilakukan Jerome hingga dapat berhasil seperti saat ini. Strategi tersebut adalah strategi membangun personal branding di media sosial.

Pada era digital saat ini kesan utama atau citra yang kita tunjukkan memegang peran penting terhadap opini atau pendapat publik.

Bagaimana kita tampil, seperti apa kepribadian yang kita miliki, bahkan hal-hal apa yang kita lakukan bisa begitu penting di mata orang lain.

Akibat adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, informasi mengenai hal tadi pun dapat dilihat dan disebarluaskan dengan begitu cepat pada waktu yang bersamaan. Media sosial menjadi sarana atau wadah di mana kita dapat membangun citra diri atau personal branding tersebut sesuai dengan yang kita inginkan.

Menurut (Lair, Sullivan & Cheney, 2005:35), Personal branding merupakan sebuah rangkaian pembentukan persepsi masyarakat pada diri seseorang yang dilihat sebagai merek atau brand oleh target market.

Dengan kata lain, proses membentuk sudut pandang masyarakat akan diri seseorang yang meliputi kepribadiannya, kemampuan, dan aspek lainnya yang menciptakan persepsi positif di benak masyarakat serta dapat digunakan sebagai alat pemasaran (McNally & Speak, 2002). Maka dari itu personal branding bukan hanya dibuat semata untuk membangun citra positif, namun juga dapat menjadi kunci keberhasilan khususnya pada zaman yang semakin maju ini, seperti yang telah dilakukan oleh Jerome Polin.

Hal yang membuat Jerome Polin, berhasil dalam karirnya adalah dengan menggunakan strategi branding secara 4 tahap. Strategi pertama yang perlu diperhatikan sebelum membangun personal branding yang kuat adalah dengan memahami jangkauan khalayak seperti apa yang akan ditargetkan.

Pada awal kemunculannya Jerome selalu memfokuskan atau menargetkan audiens kepada generasi muda, sehingga ia dapat bergerak dengan fleksibel dan menyesuaikan konten yang diproduksi dengan audiens tersebut sampai saat ini.

Dengan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh audiens, menyusun strategi yang tepat untuk menarik perhatian dan membangun hubungan yang kuat dengan mereka dapat dilakukan dengan mudah.

Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana cara untuk menampilkan sesuatu yang sesuai dengan khalayak atau audiens tersebut.

Strategi Jerome dengan membuat konten yang selaras terhadap preferensi atau ketertarikan, hingga gaya hidup yang dimiliki oleh audiens dapat menjadi acuan, karena hal itu memudahkan Jerome dalam menetapkan dan membangun personal branding yang menjadi ciri khas dirinya, serta membuat audiens dapat selalu merasa terhubung dengan citra yang ditunjukkannya di media sosial.

Setelah menampilkan citra yang sesuai dengan menghasilkan konten yang relevan dan berkualitas, maka branding yang dilakukannya bisa selalu berbuah maksimal dan efektif.

Meskipun telah mengetahui siapa target audiens hingga seperti apa citra yang ingin ditunjukkannya, kedua hal tersebut bukanlah apa-apa tanpa konsistensi. Dari awal karirnya, Jerome selalu mengoptimalkan pembuatan konten menarik secara konsisten dan bervariasi.

Ketika konten mulai diunggah secara terus-menerus pada jangka waktu yang telah ditentukan, algoritma media sosial akan berjalan dan kerap memunculkan konten terkait.

Saat hal itu terjadi, personal branding yang dilakukan oleh Jerome akan tertanam dalam ingatan para audiens setiap munculnya konten tersebut.

Lalu, langkah terakhir yang dilakukannya untuk memaksimalkan strategi personal branding yang telah ia lakukan adalah dengan berinteraksi bersama para audiens nya.
Maka, hubungan yang terjalin di media sosial antar audiens dan citra yang dibangun oleh Jerome Polin akan terjaga dengan baik dan persepsi publik terhadapnya akan selalu sesuai dengan citra yang ditunjukkannya.

Penggunaan strategi dalam personal branding Jerome memiliki hasil yang signifikan. Ketika branding yang dilakukan telah menimbulkan persepsi yang positif dari khalayak, maka bukan hanya melanjutkan karir, Jerome bahkan dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Citra positif yang telah dibangun dan selalu dipertahankan dengan baik di hadapan publik, membuat adanya kepercayaan dari orang-orang yang akan bekerjasama dengannya.

Berkolaborasi bersama Chanyeol selaku penyanyi boyband terkenal asal Korea menjadi salah satu contoh nyata dari keberhasilan Jerome dalam melakukan strategi personal branding di media sosial.

Meski konten video kolaborasi tersebut telah dinilai sukses, namun itu bahkan mungkin bukan puncak akhir dari karir serta konsistensinya.

Bisa saja dengan terus melanjutkan strategi branding tersebut, kolaborasi bersama Chanyeol menjadi titik awal di mana ia dapat mencapai keberhasilan yang lebih tinggi lagi.***

Wisata Fina Farm Sukabumi seperti New Zealand di Atas Awan

0

Bogordaily.net – Tepat dua hari setelah aku berulang tahun, keluargaku yang sedang datang berkunjung ke Fina Farm di Sukabumi, merencanakan liburan singkat satu hari. Hari itu bertepatan dengan penugasan yang sedang aku lakukan untuk meliput sebuah destinasi wisata.

Aku pun mendiskusikannya dengan keluarg, setelah itu kami sepakat untuk pergi berlibur sekalian menemaniku mengerjakan penugasan tersebut. Kami pergi ke salah satu destinasi wisata yang menyuguhkan pemandangan layaknya New Zealand.

Siang hari langit terlihat mendung saat kami bersiap-siap untuk memulai perjalanan ke sana. Mama dan aku mengemas beberapa camilan untuk menemani kami selama di perjalanan, setelah itu pukul 12.30 akhirnya kami memulai keberangkatan menggunakan mobil pribadi.

Aku bukan hanya pergi dengan keluargaku, teman-teman yang memiliki keperluan yang sama dengan ku juga turut ikut. Mereka menggunakan kendaraan pribadi milik mereka untuk pergi ke sana.

Lokasi destinasi berjarak sekitar 20 kilometer dari kos yang aku tempati, Google maps yang menjadi acuan kami menunjukkan butuh waktu kurang lebih satu jam untuk tiba di sana.

Kami bukan merupakan warga yang tinggal di sini, oleh karena itu kami sangat menikmati pemandangan selama menempuh perjalanan tersebut, namun sangat disayangkan hujan turun di tengah-tengah perjalanan. Jalanan yang menukik dan terlihat licin membuat kami harus extra hati-hati.

“Halo, kamu masih di jalan, atau lagi neduh?”

Aku memutuskan untuk menghubungi salah satu temanku yang mengikuti perjalanan ini karena hujan tak kunjung berhenti. Perbedaan kendaraan membuat kami jadi tidak mengetahui lokasi masing-masing.

????????

Aku mendapat jawaban bahwa mereka akan terus melakukan perjalanan ketika hujan sedikit reda, kami pun bersepakat untuk tetap melanjutkan keberangkatan ini secara perlahan. Hal itu dikarenakan jalur menuju lokasi yang tergolong ekstrem di tambah dengan turunnya hujan yang cukup besar. Mama terlihat khawatir dengan teman-temanku sehingga memutuskan untuk bertanya.

“Temen kakak engga apa-apa?”
“Engga apa-apa mereka bilang mau tetap lanjut ke sana,” jawab ku meyakinkan mama.
“Jadinya tetap ke Fina Farm kan, kak?” tanya mama memastikan.
“Iya mama, Fina Farm Breeding & Rearing itu.”

Fina Farm Breeding & Rearing merupakan sebuah destinasi wisata yang terletak di Jl. Baru Pasir Salam, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berbeda dengan destinasi wisata yang berada di atas pegunungan lainnya, Fina Farm menyuguhkan pemandangan hamparan rumput luas yang dapat memanjakan mata seluruh pengunjung dari hiruk-pikuk yang biasanya ditemukan di perkotaan.

Butuh waktu sekitar satu jam lebih hingga kami sampai ke tempat tujuan. Waktu agak melesat dari perkiraan akibat hujan yang terjadi. Selama perjalanan, meskipun terdapat cukup banyak kabut, namun kami tetap bisa menikmati pemandangan yang terlihat asri.

Aku dan keluargaku pum memutuskan untuk menaiki bukit lebih tinggi dan masuk ke dalam destinasi wisata Fina Farm seutuhnya. Sepakat untuk menunggu teman-temanku, kami memesan hidangan di kedai yang tersedia.

Fina Farm
Aku dan keluargaku disambut oleh pepohonan rindang dan pemandangan yang menakjubkan ketika tiba di sana. Kami membayar masing-masing Rp. 5000 untuk masuk ke dalam tempat destinasi.

????????

Mama memesan beberapa hidangan berupa roti bakar, wedang jahe, dan kopi. Merasa senang, aku memutuskan untuk mengeksplorasi sekitar. Hujan sudah reda, namun kabut masih sedikit terlihat dan jalanan terasa lembab. Aku kemudian mengambil beberapa foto bukit serta hamparan awan.

Hidangan pun tiba, aku lekas memakan roti sambil menemani adikku yang sedang bermain ayunan di area permainan anak. Waktu berlalu dan tidak lama kemudian teman-temanku sampai.

Aku memutuskan untuk mengajak mereka menikmati sejenak pemandangan dari tempatku memotret tadi, sambil mendiskusikan konsep video penugasan liputan destinasi wisata kami. Kami berkeliling lebih jauh dari kedai-kedai yang berada di permukaan bukit tadi setelah berdiskusi mengenai konsep.

Keindahan dan Keunikan
Kandang burung dan kelinci menjadi fokus utama saat kami mulai naik lebih tinggi dari permukaan bukit.

Fina Farm benar-benar menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata dengan banyaknya pepohonan serta susunan yang dibuat semakin menarik setiap kami pergi ke atas.
Bukan hanya kandang burung dan kelinci, kami juga melewati jalur pacuan kuda dan melihat lapangan rerumputan yang sangat luas dengan Amador Coffee & Grill Bar di tengahya.

Pemandangan semakin memukau setiap kami menaiki bukit. Amador Coffee yang dirancang mirip seperti struktur rumah cowboy terlihat sangat cocok dengan tenda kuning kecil serta tempat duduk kayu di sekitarnya.

Bagian dalam didesain dengan interior bernuansa vintage dan dilengkapi beberapa lukisan kertas, medali, serta piagam yang membuat tempat ini semakin totalitas.
Perpaduan antara pemandangan bak negara Switzerland serta tema cowboy yang diangkat membuat tempat ini menjadi iconic.

Tak lama setelah terbuai dengan pemandangan Fina Farm, aku membiarkan keluarga ku menikmati pemandangan di tempatku berada seraya membantu temanku untuk mewawancarai pengelolaan koordinator dari Fina Farm.

Kami berbincang cukup banyak mengenai fasilitas dan beberapa jasa yang tersedia di Fina Farm. Penugasan berjalan dengan lancar, setelah itu aku menghampiri mama yang terlihat sedang bercengkrama dengan pengunjung lain.

Saat aku dan teman-temanku melakukan wawancara, nampaknya keluargaku mengamati kami sambil mengobrol dengan keluarga kecil yang sudah sering berlibur di sini.

Satu anggota dari keluarga itu berkata bahwa sunset seharusnya sudah mulai terlihat pada waktu yang menunjukkan pukul 15.00 ini, namun langit yang telah menurunkan hujan cukup lama itu menjadi salah satu penghalangnya.

Ada juga kegiatan unik seperti berkuda yang tidak bisa kami lakukan akibat cuaca hari ini. Sangat disayangkan karena hujan deras yang telah terjadi membuat kami terkendala untuk melakukan beberapa hal, meskipun begitu munculnya kabut akibat hujan memberi kesan lain untuk kami.

Kami merasa seperti sedang berada di negeri atas awan dengan pemandangan asri dan otentik, terlebih ketika kami berfoto di spot tertinggi iconic mereka.

Spot foto itu disebut iconic bukan tanpa alasan, dari spot itu kita dapat melihat seluruh pemandangan dan pegunungan yang berada di sekitar.

Tidak hentinya kami mengagumi hal yang kami lihat ketika berada di spot foto tersebut.

Gunung yang lebih tinggi dari tempat kami berada terlihat begitu jelas, banyaknya awan serta kabut menambah kesan fantasi dari tempat ini.

Selain berfoto di sana, kami dan juga keluarga ku memutuskan untuk mengambil beberapa foto dekorasi tenda serta api unggun di sekitar Amador Coffee & Grill Bar.
Dekorasi yang memadukan warna kuning, hijau, dan coklat membuat tempat ini terlihat hangat.

Puas mengeksplorasi sudut foto, menjelajahi setiap penjuru Fina Farm, dan menikmati berbagai jenis hidangan yang dijual, akhirnya kami memutuskan untuk melihat beberapa hewan yang berada di dekat jalur keluar.

Kelinci, bebek, dan kuda yang menyita perhatian kami, membuat aku kembali memotret sebelum berpisah dengan keluargaku.

Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah sedangkan aku menuju kos bersama teman-teman setelah perjalanan yang menyenangkan hari ini.

Berbeda dengan waktu keberangkatan, perjalanan pulang kami lalui tanpa adanya hujan yang turun. Pemandangan dan pepohonan terlihat lebih jelas dibanding siang tadi meskipun waktu telah menunjukkan pukul 16.30.

Pegunungan di sekitar jalan terlihat sangat tinggi dan berbanding terbalik dengan saat kami di atas Fina Farm tadi. Liburan dan penugasan kali ini sangat berkesan untukku. Melihat dan merasakan pengalaman yang berharga di sini membuatku ingin mengunjungi lebih banyak lagi destinasi wisata di seluruh Indonesia.***

Zalfa Alya Rifa
Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University.

Peran Media Sosial dalam Membangun Brand Awareness: Strategi dan Tantangan

0

Bogordaily.net – Media sosial telah menjadi salah satu alat komunikasi yang paling berpengaruh dalam dunia bisnis saat ini. Brand awareness atau kesadaran merek adalah sejauh mana konsumen mengenal dan mengingat suatu merek dalam suatu kategori produk. Brand awareness sangat penting karena semakin tinggi tingkat pengenalan konsumen terhadap suatu merek, semakin besar peluang merek tersebut untuk dipilih dibandingkan dengan kompetitor.

Di era digital, media sosial telah mengubah cara bisnis membangun dan mempertahankan brand awareness. Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai lebih dari 215 juta orang, dengan mayoritas mengakses media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan Twitter. Artikel ini akan membahas bagaimana media sosial membantu meningkatkan brand awareness serta strategi dan tantangan yang dihadapi dalam penerapannya.

Media sosial adalah platform berbasis internet yang memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi, berkomunikasi, dan berinteraksi secara langsung. Dalam konteks bisnis, media sosial berperan penting dalam memperkenalkan dan memperkuat identitas merek. Dengan miliaran pengguna aktif, media sosial memungkinkan merek menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan metode pemasaran tradisional.

Studi dari APJII menunjukkan bahwa 68,9% pengguna internet di Indonesia menggunakan media sosial sebagai sumber informasi utama sebelum melakukan pembelian produk. Selain itu, media sosial memungkinkan komunikasi dua arah antara brand dan konsumen. Keterlibatan konsumen dalam bentuk komentar, like, share, dan direct message dapat meningkatkan loyalitas serta memperkuat hubungan antara merek dan pelanggan.

Fitur interaktif seperti Instagram Stories, TikTok Reels, dan Facebook Live memungkinkan brand untuk menyajikan konten yang lebih dinamis dan menarik. Penelitian menunjukkan bahwa konten berbasis video memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan dengan konten berbasis teks atau gambar statis.

Beberapa brand lokal telah sukses membangun brand awareness melalui media sosial. Contohnya, Kopi Kenangan menggunakan strategi storytelling dan promosi digital untuk menarik pelanggan, sementara Erigo memanfaatkan influencer dan iklan digital untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Untuk memaksimalkan brand awareness di media sosial, bisnis harus menerapkan strategi yang tepat. Merek harus memiliki identitas visual yang konsisten di semua platform media sosial. Konsistensi dalam warna, logo, dan tone komunikasi akan membantu audiens mengenali dan mengingat brand dengan lebih mudah.

Selain itu, konten yang menarik dan relevan dapat meningkatkan engagement dan daya ingat merek. Beberapa jenis konten yang efektif dalam membangun brand awareness meliputi storytelling, video marketing, dan user-generated content (UGC).

Storytelling dapat meningkatkan keterlibatan emosional pelanggan terhadap merek, sementara video lebih menarik dibandingkan teks atau gambar statis.

Studi menunjukkan bahwa 80% pengguna lebih tertarik dengan video interaktif dibandingkan dengan iklan berbasis gambar. Melibatkan pelanggan dalam pembuatan konten juga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap brand.

Influencer marketing dapat meningkatkan brand awareness karena audiens lebih percaya pada rekomendasi dari individu yang mereka ikuti dibandingkan dengan iklan tradisional.

Menggunakan iklan berbayar di media sosial memungkinkan merek untuk menargetkan audiens yang lebih spesifik. Studi dari APJII menunjukkan bahwa 65% konsumen lebih tertarik pada produk yang muncul dalam iklan digital dibandingkan dengan iklan konvensional.

Meskipun media sosial memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam membangun brand awareness. Dengan banyaknya brand yang beriklan di media sosial, sulit bagi bisnis baru untuk menonjol. Salah satu solusi adalah dengan menciptakan konten yang unik, kreatif, dan memiliki nilai tambah bagi audiens.

Algoritma media sosial sering berubah, yang dapat mempengaruhi jangkauan organik suatu merek. Bisnis harus terus memantau tren dan menggunakan kombinasi antara konten organik dan berbayar untuk tetap kompetitif.

Transparansi dan kejujuran dalam komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan. Brand yang aktif berinteraksi dengan pelanggan dan memberikan informasi yang jujur lebih mudah membangun loyalitas jangka panjang.

Media sosial telah menjadi alat yang sangat efektif dalam membangun brand awareness, memungkinkan bisnis untuk menjangkau audiens yang lebih luas, meningkatkan engagement, dan menciptakan loyalitas pelanggan.

Dengan strategi yang tepat, seperti konsistensi identitas brand, pembuatan konten berkualitas, kolaborasi dengan influencer, dan pemanfaatan iklan berbayar, brand dapat memperkuat posisinya di dunia digital.

Namun, tantangan seperti persaingan yang ketat, perubahan algoritma, dan membangun kepercayaan audiens perlu diatasi agar strategi yang diterapkan memberikan hasil yang maksimal.***

Kenzie Muhammad Azri

Wisata Inspirasi Museum Mini Sisa Hartaku Yogyakarta, Wajib Masuk Daftar Liburan Kamu

0

Bogordaily.net – Ramadan kembali menyapa, membawa memori berbuka dan sahur yang telah membekas nyata sedari lama. Selain menu sajian dan takjil yang menggoda, tidak heran bahwa bulan ini mendorong kita untuk merencanakan hal-hal menarik ketika puncak Hari Lebaran tiba. Tahun lalu, Saya dan keluarga juga memikirkan hal yang sama. Kami mempersiapkan Hari lebaran di kampung halaman ibu di Klaten, Jawa Tengah. Kurang lebih tidak jauh dari Kota Yogyakarta. Tidak hanya ingin bersua dengan para saudara, kami juga ingin memberi libur lebaran yang berbeda tahun ini. Terbersit sebuah ide untuk berwisata bersama, menjelajahi kawasan Merapi, Yogyakarta. Saat itu, menyewa mobil Jeep menjadi pilihan kami. Penyewaan menawarkan rencana singgah di beberapa destinasi berbeda, salah satunya di tempat wisata Museum Mini Sisa Hartaku.

Perjalanan kami meninggalkan kenangan tak terlupakan hingga Ramadan tahun ini. Barangkali sedang merencanakan wisata yang inspiratif dan edukatif di masa Hari Raya Idul Fitri nanti, tulisan ini dapat memperkuat pertimbangan Anda.

Meluncur ke Yogyakarta
Dua hari sebelum takbir bertabuh menjelang Hari Raya Idul Fitri, kami mengemas barang bawaan. Koper kami penuh dengan salinan baju dan oleh-oleh untuk sanak saudara di Yogyakarta nanti.

Kereta kami akan berangkat dari Stasiun Senen ke Stasiun Klaten pukul sepuluh malam. Jadi kami sekeluarga berusaha berkemas sebelum azan Maghrib berkumandang. Sesampainya kami di stasiun, kereta melaju dengan cepat.

Terdengar pengumuman dari masinis bahwa kami telah tiba di Stasiun Klaten keesokan paginya. Sambutan hangat menyapa kami saat tiba di rumah masa kecil Ibu saya. Kami membereskan barang bawaan di kamar tamu lalu menghabiskan tiga hari pertama Lebaran di rumah bersama keluarga besar.

Tibalah hari berwisata. Seluruh keluarga berkumpul di rumah utama, menunggu kendaraan siap membawa kami ke tujuan. Pertama-tama, kami perlu ke tempat penyewaan mobil Jeep di kawasan Merapi, Yogyakarta.

Jarak dari Klaten ke Yogyakarta ditempuh selama kurang lebih 60 menit menggunakan mobil. Sesampainya di sana, supir berpengalaman membimbing kami menuju mobil yang telah disewa.

Kami memesan tiga unit mobil Jeep dengan berbagai destinasi untuk dijajaki, salah satunya Museum Mini Sisa Hartaku. Saya berpegangan pada pintu mobil yang kokoh, menaiki bangku belakang salah satu Jeep dengan hati-hati. Disusul oleh dua sepupu dan kakak perempuan saya.

“Mas, ini bisa ngeguling, ngga?” tanya kakak perempuan saya khawatir.

Ini pertama kalinya kami semua mencoba adrenalin baru seperti ini.

“Ya ngeguling sih ngga, Mba. Paling walik aja.” sahut supir Jeep kami, dengan aksen bahasa Jawanya yang kental.

Gelak tawa terlontar dari mulut kami, terhibur dengan candanya sambil berseru siap berangkat.

Perjalanan kami mengundang angin baru, ditemani dengan suara mesin mobil yang menderu.

Beberapa kali jalanan goyah dengan bebatuan dan tanjakkan yang sedikit curam, mengundang sedikit benturan di sana sini namun kami menyambutnya dengan canda tawa asik. Beberapa jalanan berkelok mengitari pemukiman warga yang luas.

Di sisi kanan, atap-atap rumah menaungi aktivitas warga setempat. Sementara di sisi kanan pepohonan rimbun dengan suasana hijau yang memanjangkan mata.

Sekitar dua puluh menit kami berkendara, jalanan kemudian hanya dipenuhi oleh hutan penuh pohon dan tanaman liar. Dari kendaraan, nampak tembok tak beraturan dan rumah terbengkalai mengundang perhatian kami.

Sekilas terlihat seperti latar mengerikan dari salah satu film horror populer. Namun, tak ayal pemandangan itu mengundang banyak tanda tanya. “Rumah siapa itu?” gumam saya dalam hati.

Hingga beberapa saat kemudian, supir memijak pedal rem di tempat parkir yang luas beralaskan pasir pekat.

Sepertinya hujan sempat turun kemarin malam di sini, roda mobil memercikan genangan air dengan deru kerasnya. Setelah keluarga kami berkumpul kembali, para supir Jeep membimbing kami menuju destinasi wisata ini.

Dari luar, sekilas seperti rumah setengah jadi yang ramai pengunjung. Kami pun mendongakkan kepala, membaca palang besar bertuliskan nama tempat wisata ini. Museum Mini Sisa Hartaku.

Jeep Berlabuh di Museum Mini Sisa Hartaku
Sesaat setelah kaki melangkah masuk ke area depan museum, kami disambut dengan kerangka kendaraan bermotor yang nampak rapuh dan usang.

Di sisi lain, kerangka tulang belulang hewan yang terlihat seperti kerbau juga seolah menatap kami dengan kosong. Supir Jeep, yang juga merangkap sebagai pemandu wisata kami pun membuka suara. Inilah Museum Mini Sisa Hartaku.

Bernama lain The House of Memory, museum ini terletak di Jalan Petung Merapi, Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tempat ini menyimpan barang-barang sisa kepemilikan korban erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu.

Buka dari pukul 08.00 – 16.00 WIB. Pengelola museum tidak menetapkan tarif tertentu bagi pengunjung yang ingin bertamu ke sana. Hanya saja, terdapat insentif seikhlasnya yang bisa Anda berikan untuk membantu perawatan museum jika Anda berkenan berkunjung ke sini.

Rumah yang saat ini menjadi museum dulunya dilewati oleh aliran wedhus gembel saat Merapi mengamuk dan memuntahkan lahar ganasnya. Terlihat dari dinding yang setengah berdiri dengan sisa-sisa pembakaran yang masih jelas terlihat di tiap celah rapuhnya.

Mendengar tragedi mengerikan tersebut, saya jadi teringat akan rumah ‘angker’ dan puing-puing tak beraturan yang kami melewati selama perjalanan tadi.

“Jadi ini semua adalah rekam jejak korban erupsi Merapi,” saya berkata dalam hati.

Kerangka kendaraan dan tulang belulang kerbau yang kami temui di area depan adalah sisa-sisa kepemilikan warga sekitar yang terpaksa hangus oleh lahar Gunung Merapi. Motor tua itu dahulu digunakan untuk mobilisasi warga.

Sementara kerbau-kerbau itu dahulu bekerja keras membajak sawah di sekitar sana. Malangnya, hewan tak berdosa itu ditemukan terbujur kaku dengan keempat kaki menghadap langit saat proses evakuasi pasca bencana dilakukan.

Memasuki ruangan utama museum, kami disambut dengan bingkai berisi dokumentasi memilukan dari proses evakuasi korban erupsi Gunung Merapi 2010. Terlihat juga potret Gunung Merapi dengan angkuh mengenduskan wedhus gembel ke atas langit.

Di tembok-tembok rapuh itu, juga tergantung cuplikan tulisan para jurnalis dan fotografer yang mengabadikan momen memilukan itu. Salah satu fotografi menampilkan asap yang membumbung tinggi dari Merapi di bawah langit biru, berjudul Kisah Panjang Sang Candrageni.

Tidak hanya itu, tertangkap pula momen menyayat hati ketika para petugas siaga bencana berusaha sekuat tenaga mengevakuasi korban. Terdapat sebuah foto yang menangkap momen penyelamatan seorang nenek dari timbunan puing-puing rumahnya.

Wajahnya pucat pasi tertutup abu, dengan rambutnya yang telah kering dan rapuh.
Berjalan lebih dalam ke ruangan utama, lantai mulai dipenuhi dengan pasir pekat.

Di ujung ruangan, sisa abu vulkanik tertimbun bersama batuan kecil, memberi bukti sisa amukan Gunung Merapi yang masih terasa pedih hingga saat ini.

Seisi ruangan dipenuhi oleh meja-meja besi dan kayu serta sisa pilar bangunan yang masih berdiri kokoh dengan sisa tenaganya. Cangkir, piring, sendok, garpu, dan alat masakan tersimpan diam di atasnya.

Alat-alat elektronik hingga sekumpulan uang koin setengah terbakar turut bergabung menjadi saksi amarah Gunung Merapi 15 tahun lalu.

Pada salah satu sisi dinding, kita dapat melihat bukti ketika waktu terhenti sesaat setelah lahar panas menghampiri. Sebuah jam dinding berbentuk kotak dengan angka romawi mengitari tepiannya bertengger layu dengan kenampakan yang hampir terbakar sempurna.

Disebutkan bahwa tepat pada pukul 12.05 WIB di tanggal 5 November 2010. Erupsi Gunung Merapi mencapai puncaknya pada saat itu. Waktu terhenti seakan menetapkan penanda bahwa saat itulah Merapi berusaha terlahir kembali.

Berdasarkan Data Pusdalops Badan Nasional, letusan Gunung Merapi telah mengakibatkan 277 korban jiwa dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan 109 korban jiwa dari daerah Jawa Tengah.

Tidak dapat dibayangkan murka Merapi mencapai wilayah-wilayah lain di luar Yogyakarta. Beberapa daerah di pinggiran Jawa Tengah seperti Magelang, Boyolali, dan Klaten turut merasakan akibatnya.

Setidaknya selama satu jam atau lebih kami menyambangi memori kelam tak terlupakan para korban erupsi Gunung Merapi di dalam museum. Rumah sederhana yang kini runtuh sebagian itu menaungi barang-barang kecil sisa kepemilikan tuannya yang malang.

Keluar dari area utama, kami beralih kembali ke pintu utama tempat kami tadi masuk. Potret-potret memilukan bercampur emosi masih membekas dalam benak kami.

Sebagai keluarga yang sempat menyaksikan keganasan Gunung Merapi pada tahun 2010, bukan hal baru bagi kami untuk mendengar cerita haru penyelamatan korban bencana tersebut.

Namun, memori-memori kecil ini seolah mencolek kembali hati kami yang telah lama damai. Sejenak teringat bagaimana mengerikannya melihat dedaunan tertutup abu tipis.

Udara sejuk menyapu kulit kami setelah menjelajahi kenangan-kenangan kecil di dalam museum. Birunya langit sedikit memudar, dengan awan-awan tebal mulai merayapi tepi langit.

Kami kembali ke mobil Jeep masing-masing, bau mesin menyerbak dari kursi belakang menandakan mobil siap berkelana kembali. Perjalanan menuju destinasi selanjutnya terasa lebih lama.

Waktu terasa berhenti sejenak sejak kami melangkah ke pintu masuk museum. Pikiran terus jatuh pada simpati dan iba yang menyelimuti korban letusan Gunung Merapi 2010 silam.

Sisa-sisa kegiatan rumah tangga yang duduk diam di Museum Mini Sisa Hartaku seolah menjadi satu-satunya saksi bisu paling berisik, membawa bukti kehidupan paling realistis dari siapapun pemiliknya.

Terpintas dalam kepala tentang arti ‘merasakan penderitaan orang lain’ yang sesungguhnya. Hal-hal sederhana seperti ini justru membuat kita lebih terhubung dengan mereka yang menghadapi kemalangan, seolah hal yang sama mungkin juga akan terjadi pada hal-hal yang kita punya. Baik itu harta benda, maupun jiwa raga.

Bencana alam memang bukan hal yang bisa kita kendalikan, tiada satupun yang mengharapkan kehadirannya. Namun, Museum Mini Sisa Hartaku mengingatkan kita bahwa sesederhana apapun kehidupan yang kita jalani, itulah kehidupan terbaik yang pernah kita miliki.

Hampir setahun telah berlalu sejak kami berkunjung ke Museum Mini Sisa Hartaku. Saat ini, Ramadan telah menyapa kita kembali. Platform penjual tiket transportasi telah kebanjiran pelanggan bahkan di awal Ramadan ini.

Sebelum rencana libur Lebaran pupus, tidak ada salahnya menyelipkan destinasi ini ke dalam daftar wisata Anda. Jalur yang ditempuh sebanding dengan rasa penasaran yang memuncak, dijamin Anda tidak akan kecewa.

Halwa Khairani
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media IPB University

Bahasa Isyarat sebagai Jembatan Komunikasi

0

Bogordaily.net – Bahasa Isyarat adalah sistem komunikasi yang menggunakan gerakan tangan, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Biasanya, bahasa isyarat digunakan sebagai alat komunikasi utama oleh komunitas tunarungu.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat Indonesia mulai menunjukkan kesadarannya akan bahasa ini. Minat masyarakat Indonesia terhadap bahasa isyarat terus meningkat setiap tahunnya.

Sebagai salah satu contoh pedulinya masyarakat terhadap bahasa isyarat adalah pada 21 September 2023, Titik Isyarat by Omah Gembira kembali menggelar acara yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap bahasa isyarat khususnya anak muda.

Sebagian besar pesertanya yaitu mahasiswa dari berbagai kampus di Malang Raya dan peduli terhadap bahasa isyarat.

Mengapa Bahasa Isyarat di Indonesia Penting
Menurut Muhammad Amin dan Pribadi (2022), bahasa isyarat memiliki fungsi penting sebagai alat untuk mengakses informasi, terutama bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara.

Mereka menekankan bahwa bahasa isyarat merupakan hak yang harus dijunjung tinggi dan seharusnya diajarkan dalam lingkungan pendidikan formal untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif.

Bahasa isyarat merupakan bahasa yang penting bagi Teman Tuli. Meski sering dianggap sebagai bahasa yang “khusus”, bahasa isyarat sebenarnya memiliki peran besar dalam membangun inklusivitas sosial dan memperluas jangkauan komunikasi antarmanusia.
Mempelajari bahasa isyarat merupakan langkah yang dapat tiap individu ambil untuk mendukung inklusivitas serta memperkuat hubungan antarkomunitas.

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya bahasa isyarat semakin meningkatkan pandangan positif terhadap kemampuan dan potensi penyandang tunarungu.

Hal ini membantu mereka lebih terhubung dengan lingkungan sekitar serta mengurangi risiko isolasi sosial yang dapat berdampak pada kesejahteraan mental dan emosional.
Sebuah studi oleh Nugroho (2021) menemukan bahwa aksesibilitas informasi dalam bahasa isyarat dapat meningkatkan kesejahteraan psikososial individu tunarungu, mengurangi stres, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi sosial.

Respon Masyarakat terhadap Pengguna Bahasa Isyarat
Sikap masyarakat terhadap komunitas tunarungu dan pengguna bahasa isyarat semakin positif. Namun, masih terdapat tantangan dalam interaksi sehari-hari, seperti kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan edukasi publik yang lebih intensif, pelatihan bagi pegawai layanan publik, dan integrasi bahasa isyarat dalam kurikulum pendidikan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan empati dan pemahaman masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang benar-benar inklusif.

Penelitian oleh Nimah (2020) menyoroti bahwa ada sekitar 10 juta orang tunarungu di Indonesia, namun penggunaan dan pengembangan bahasa isyarat masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya pemahaman dari masyarakat umum.

Selain itu, Nimah juga mencatat bahwa faktor lingkungan sosial sangat mempengaruhi bagaimana individu tunarungu menggunakan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari.

Minat Masyarakat Terhadap Bahasa Isyarat Saat Ini
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan minat masyarakat untuk mempelajari bahasa isyarat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya kursus dan pelatihan bahasa isyarat yang ditawarkan, baik secara langsung maupun daring.

Media sosial juga berperan penting dalam memperkenalkan bahasa isyarat kepada khalayak luas melalui konten edukatif dan kampanye kesadaran. Selain itu, komunitas dan gerakan yang mendukung penggunaan bahasa isyarat semakin berkembang, mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Penelitian oleh Nugraheni et al. (2021) menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) lebih optimal digunakan oleh sahabat tuli di Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain BISINDO lebih mudah dimengerti dan lebih ekspresif dibandingkan dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).

Studi tersebut juga menyoroti bahwa minat mahasiswa dalam mempelajari BISINDO meningkat secara signifikan setelah mereka mendapatkan pelatihan dan terlibat dalam komunitas yang aktif menggunakan bahasa isyarat.

Selain itu, dukungan pemerintah terhadap bahasa isyarat juga mulai meningkat. Pada tahun 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan untuk memperkenalkan bahasa isyarat dalam sistem pendidikan inklusif.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas aksesibilitas bagi anak-anak tunarungu serta meningkatkan kesadaran masyarakat luas akan pentingnya bahasa isyarat sebagai bagian dari komunikasi yang lebih inklusif.

Kesimpulan Meningkatnya minat masyarakat terhadap bahasa isyarat menunjukkan adanya perubahan positif dalam kesadaran inklusivitas. Namun, masih ada tantangan yang perlu diatasi, terutama dalam edukasi publik dan integrasi bahasa isyarat ke dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas, bahasa isyarat dapat semakin diakui sebagai bagian penting dari komunikasi yang universal dan inklusif.***

Ergie Ramadhan
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

BRI Dukung Regulasi Baru DHE SDA, Optimalkan Devisa Ekspor dan Perkuat Stabilitas Ekonomi

0

Bogordaily.net PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang mewajibkan eksportir sektor sumber daya alam (SDA) untuk menempatkan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) di perbankan dalam negeri selama minimal 12 bulan.

Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI, Agus Noorsanto menegaskan bahwa sebagai perusahaan BUMN, BRI siap mengakomodasi kebijakan ini dengan menyediakan berbagai layanan perbankan yang mendukung eksportir dalam menyimpan dan mengelola dana DHE secara optimal.

“Regulasi ini memberikan dampak positif terhadap sistem keuangan nasional serta membuka peluang bagi sektor perbankan untuk lebih berkontribusi dalam pembangunan ekonomi. Dengan instrumen perbankan yang tepat, eksportir dapat menjaga kelangsungan bisnis mereka sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional,” jelasnya.

BRI pun optimis bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan likuiditas dalam negeri, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mengurangi ketergantungan terhadap modal asing. Dengan adanya kewajiban penempatan DHE di perbankan nasional, dana yang sebelumnya ditempatkan di luar negeri dapat dimanfaatkan untuk mendukung investasi dan pembangunan sektor riil dalam negeri.

Selain itu, peningkatan simpanan valas di perbankan nasional juga akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya akan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di pasar global.

Adapun, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan ini, BRI menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan yang mempermudah eksportir dalam mengelola DHE yang di antaranya adalah sebagai berikut:

Rekening Valas Khusus DHE & Instrumen Penempatan Dana DHE, memberikan fleksibilitas bagi eksportir dalam pengelolaan dana, termasuk sebagai appointed bank atas penempatan dana valas ke Bank Indonesia.

Transaksi Konversi Valas & Hedging, memfasilitasi kebutuhan eksportir dalam konversi mata uang dan lindung nilai untuk mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.

Fasilitas Pembiayaan Berbasis DHE, membantu eksportir memperoleh likuiditas untuk membiayai kegiatan operasional mereka.

Fasilitas Trade Finance , mempermudah masabah dalam menjalankan kegiatan ekspor.

Layanan transaksi melalui Qlola by BRI, untuk mendukung transaksi nasabah melalui single platform.

“Dengan sinergi antara pemerintah, eksportir, dan sektor perbankan seperti BRI, implementasi PP No. 8 Tahun 2025 diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” pungkas Agus Noorsanto. ***

 

Keywords: BRI, BBRI, DHE SDA, Ekspor, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :

A. Hendy Bernadi

Corporate Secretary

Telp. : 021-575-1966

Fax. : 021-570-091

email : [email protected]

 

49 Pohon Tumbang di Bogor dalam 10 Hari, Disperumkim Lakukan Penebangan Preventif

0

Bogordaily.net – Dalam rentang waktu 1 hingga 10 Maret 2025, sebanyak 49 pohon tumbang terjadi di berbagai lokasi di Kota Bogor. Kejadian ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang kerap disertai angin kencang dan petir.

Dari total 49 pohon tumbang tersebut diantaranya 16 pohon di jalur hijau, 24 pohon di area pribadi, 4 pohon di jalur nasional – jalur hijau, 4 pohon di taman lingkungan, 2 pohon di sempadan sungai, 1 pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) umum atau pemakaman dan 1 pohon di area Turab.

Menyikapi kondisi ini, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor telah melakukan langkah pencegahan dengan melakukan penebangan pohon yang berisiko tumbang guna mengurangi potensi bahaya bagi masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devie Librianti, pihaknya melakukan pemangkasan dahan pohon setiap hari sebagai bagian dari mitigasi risiko.

“Kami selalu melakukan pemangkasan dahan pohon setiap harinya,” ujar Devie, saat ditemui di ruangannya pada Selasa 11 Maret 2025.

Untuk pohon yang memiliki batang besar, beberapa di antaranya dapat dimanfaatkan sebagai bahan furniture, sementara ranting-ranting kecil akan dibuang karena dikategorikan sebagai sampah.

Sebagai bentuk perawatan dan pelestarian lingkungan, Disperumkim juga memastikan bahwa pohon yang tumbang di jalur hijau akan segera diganti dengan jenis pohon yang sama agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.***

Ibnu Galansa

RS Islam Bogor Bagikan 150 Porsi Ifthar Gratis Setiap Hari Selama Ramadhan

0

Bogordaily.net – Selama bulan suci Ramadhan, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) menggelar program bagi-bagi ifthar gratis sebanyak 150 porsi per hari.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan di bulan penuh berkah.

RSIB juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dalam kebaikan ini dengan berinfaq sebesar Rp 15.000 per porsi.

Donasi dapat dikirimkan melalui transfer ke Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor rekening 7137089658 atas nama Masjid Baitussyifa.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau berdonasi secara langsung, dapat menghubungi nomor 0822-9880-0706.

Melalui program ini, RSIB berharap dapat menjadi perantara kebaikan bagi sesama serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.

Tentang RS Islam Bogor

Rumah Sakit (RS) Islam Bogor berlokasi di Jalan Perdana Raya No. 22 Budi Agung, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

RS Islam Bogor dikelola berdasarkan prinsip norma dan nilai ke Islaman. Selain itu juga berorientasi kepada kemanusiaan dengan membantu kelompok masyarakat miskin (dhu’afa wal masakin) dengan mengutamakan pelayanan dan perawatan yang penuh kasih sayang dan santun.

Tersedia berbagai fasilitas kesehatan di RS Islam Bogor seperti UGD, medical check up, poliklinik rawat jalan serta beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi pusat informasi RS Islam Bogor di nomor 0251-8316822 atau kunjungi Instagram resmi RSIB @rsislambogor serta website www.rsislambogor.or.id.***

Ibnu Galansa

RS Islam Bogor Berikan Diskon Spesial untuk Medical Check Up Jantung

0

Bogordaily.net – Kesehatan jantung adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan. Untuk itu, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) memberikan penawaran spesial berupa diskon medical check up jantung dengan harga lebih terjangkau.

Paket medical check up jantung yang semula seharga Rp 1.242.000 kini bisa didapatkan dengan harga spesial Rp 869.400.

Dengan harga tersebut, pasien akan mendapatkan layanan pemeriksaan lengkap seperti pemeriksaan fisik dokter MCU, kolesterol total, HDL (High-Density Lipoprotein).

LDL (Low-Density Lipoprotein), Trigliserida, gula darah puasa, HbA1C, snack, EKG (Elektrokardiogram), treadmill dan framingham Score (penilaian risiko penyakit jantung dalam 10 tahun ke depan).

Menjaga kesehatan jantung dengan pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini, mengurangi risiko penyakit serius, serta meningkatkan kualitas hidup. Jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan jantung Anda!

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, Anda bisa menghubungi RS Islam Bogor di nomor 0878-9708-6002.

Tentang RS Islam Bogor

Rumah Sakit (RS) Islam Bogor berlokasi di Jalan Perdana Raya No. 22 Budi Agung, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

RS Islam Bogor dikelola berdasarkan prinsip norma dan nilai ke Islaman. Selain itu juga berorientasi kepada kemanusiaan dengan membantu kelompok masyarakat miskin (dhu’afa wal masakin) dengan mengutamakan pelayanan dan perawatan yang penuh kasih sayang dan santun.

Tersedia berbagai fasilitas kesehatan di RS Islam Bogor seperti UGD, medical check up, poliklinik rawat jalan serta beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi pusat informasi RS Islam Bogor di nomor 0251-8316822 atau kunjungi Instagram resmi RSIB @rsislambogor serta website www.rsislambogor.or.id.***

Ibnu Galansa