Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 90

Sopir Angkot di Gunung Putri Bogor Ditemukan Tewas Gantung Diri

0

Bogordaily.net – Seorang pengemudi angkutan kota berinisial WA (41) ditemukan meninggal dunia di kamar mandi kontrakannya di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Peristiwa itu pertama kali terungkap setelah warga mencurigai kondisi kamar mandi yang tergenang air dan tidak ada respons dari dalam rumah.

Kapolsek Gunung Putri, Aulia Robby, menyatakan korban ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar mandi kontrakan. “Korban jiwa satu orang laki-laki di kontrakan, tepatnya di kamar mandi,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Menurut keterangan kepolisian, kecurigaan warga bermula ketika air di kamar mandi kontrakan korban meluap dan toren air diketahui kosong. Warga kemudian mencoba mengetuk pintu, namun tidak mendapatkan respons. Temuan tersebut dilaporkan kepada ketua RT setempat.

Warga bersama pihak keluarga selanjutnya masuk ke dalam kontrakan melalui jendela. Saat dilakukan pengecekan ke kamar mandi, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa yang terjadi di wilayah Gunung Putri tersebut saat ini telah ditangani pihak kepolisian. Aparat memastikan proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.***

Heboh Beasiswa LPDP, Tasya Kamila Laporkan Kontribusinya sebagai Alumni

0

Bogordaily.net – Tasya Kamila. Publik mengenalnya sebagai artis. Pemerintah mencatatnya sebagai alumnus beasiswa negara atau LPDP yang sedang heboh. Pajak rakyat pernah membiayai studinya. Maka ia memilih satu sikap sederhana: memberi kabar.

Di akun media sosialnya, ia menulis seperti orang menghadap atasan: izin laporan, boss. Masa bakti selesai. Cinta negeri jangan lelah. Kalimatnya ringan. Isinya berat.

Tasya belajar kebijakan energi dan lingkungan di Columbia University, Amerika Serikat. Ia lulus tepat waktu. IPK 3,75. Ia bukan hanya kuliah. Ia mencari makna dari dana publik yang menanggung biayanya.

Selama studi, ia aktif di jejaring pemuda internasional di bawah naungan PBB. Ia mewakili pemuda Indonesia. Ia juga memanfaatkan fasilitas kampus untuk mengembangkan gagasan Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ia tidak sekadar belajar teori energi. Ia mencoba menyalakannya.

Di kampus, ia memperkenalkan budaya Indonesia. Ia menjadi pengurus organisasi mahasiswa Asia Tenggara. Setelah pulang, ia magang di Kementerian ESDM. Ia ingin memahami kebijakan energi baru dan terbarukan dari dekat.

Ada bagian yang tidak ia tulis panjang-panjang. Ayahnya wafat ketika ia masih menjalani ujian. Ia tidak pulang. Ia tidak mengantar jenazah. Ia memilih menuntaskan amanah studinya. Tidak semua perjuangan berbentuk tepuk tangan.

Tasya mengatakan masyarakat berhak bertanya: apa kontribusi penerima beasiswa negara? Ia menyebut dana pendidikan itu investasi rakyat. Maka hasilnya harus kembali ke rakyat. Sederhana. Logis. Sulit dijalankan banyak orang.

Ia punya cita-cita besar: suatu hari menjadi menteri. Ia tahu jabatan bukan tujuan. Pengetahuan kebijakan adalah bekalnya. Sebagai figur publik, ia merasa punya jembatan: antara pembuat kebijakan dan masyarakat.

Laporannya datang di waktu yang sensitif. Publik sedang gelisah. Ada video lain yang memantik emosi. Seorang penerima beasiswa negara memamerkan kewarganegaraan asing anaknya. Kalimatnya tajam. Reaksi publik lebih tajam.

Negara tidak tinggal diam. Ada klarifikasi. Ada pemeriksaan. Ada kewajiban yang harus diselesaikan. Ada uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Bahkan ada sanksi yang disiapkan. Pesannya satu: beasiswa negara bukan hadiah. Ia amanah.

Di tengah riuh itu, laporan Tasya terasa seperti jeda. Ia tidak membela siapa pun. Ia tidak menyerang siapa pun. Ia hanya menunjukkan satu kemungkinan: bahwa dana publik bisa berbuah pengabdian.

Publik merespons dengan cara yang sederhana pula: pujian. Bukan karena ia sempurna. Tetapi karena ia memilih menjawab.

Negeri ini tidak kekurangan orang pintar. Yang masih langka adalah kebiasaan melapor. Dan barangkali, keberanian untuk mengingat: setiap rupiah dari negara selalu punya pemilik. Namanya rakyat.***

Beraksi Pas Tarawih, Maling di Leuwiliang Babak Belur

0

Bogordaily.net – Senin malam itu, suasana di Perumahan Grand Sutera Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor mestinya khusyuk. Warga berbondong menuju masjid. Waktu tarawih baru saja dimulai.

Di saat itulah peristiwa terjadi.

Kawasan yang biasanya tenang di Leuwiliang itu mendadak gaduh. Kabar cepat beredar dari mulut ke mulut: ada dugaan pencurian. Dua orang yang dicurigai sebagai pelaku tertangkap warga di sekitar area perumahan.

Malam yang seharusnya penuh ibadah berubah tegang.

Salah satu terduga pelaku dilaporkan tidak sadarkan diri setelah sempat menjadi sasaran kemarahan warga yang menangkapnya. Seorang lainnya juga diamankan di lokasi kejadian tanpa perlawanan berarti.

Peristiwa itu menambah daftar panjang gangguan keamanan lingkungan di wilayah Kabupaten Bogor saat aktivitas masyarakat sedang terfokus pada ibadah Ramadan.

Tarawih malam itu tetap berlanjut. Tapi suasananya tidak lagi sama. Warga pulang dengan cerita yang akan lama mereka ingat.***

Tawuran Jelang Sahur di Cileungsi Digagalkan Warga, Tiga Pemuda Diamankan Polisi

0

Bogordaily.net – Tawuran menjelang sahur terjadi lagi. Subuh belum tiba. Warga Desa Mampir sudah lebih dulu terbangun. Bukan oleh azan. Melainkan oleh gaduh langkah kaki yang berlarian di jalan sempit kampung.

Tiga pemuda diamankan. Mereka diduga hendak tawuran.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Minggu dini hari. Waktu ketika orang biasanya menyiapkan sahur. Bukan menyiapkan sarung berisi batu.

Video amatir warga merekam semuanya. Sekelompok pemuda tampak berlari bergerombol. Di tangan mereka ada sarung yang digulung panjang—cara lama yang masih dipakai untuk tawuran. Dalam rekaman itu juga terlihat benda yang menyerupai senjata tajam.

Warga bergerak lebih cepat dari polisi.

Tiga pemuda berhasil diamankan. Situasi sempat memanas. Amarah warga sulit dibendung. Mereka menilai aksi itu sudah terlalu meresahkan.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan anggotanya segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Polisi mengamankan ketiganya dari amukan warga. Mereka kemudian dibawa ke kantor polisi.

Identitas mereka hanya disebut dengan inisial: F, D, dan D. Mereka bukan pelajar. Mereka sudah bekerja.

Fakta itu justru membuat peristiwa ini terasa lebih sunyi. Tawuran bukan lagi sekadar kenakalan remaja. Ada sesuatu yang tidak selesai di kepala, di lingkungan, atau di cara kita menjaga ruang hidup bersama.

Subuh akhirnya datang. Kampung kembali tenang. Tapi pertanyaan belum sepenuhnya pulang.***

Cara Cek Nomor Peserta UKMPPG 2026 Terbaru dan Panduan Resmi Login UP PPG

0

Bogordaily.net – Cara cek nomor peserta UKMPPG 2026 terbaru menjadi topik yang paling banyak dicari para guru menjelang pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) PPG atau UKMPPG Periode 1 Tahun 2026. Memasuki pekan keempat Februari, ketegangan mulai terasa seiring mendekatnya jadwal ujian yang menentukan kelulusan peserta program Pendidikan Profesi Guru.

Fenomena kepanikan teknis mencuat di berbagai forum diskusi guru dan grup komunikasi daring. Pertanyaan yang paling sering muncul berkaitan dengan identitas login ujian: nomor peserta yang diminta sistem sebenarnya merujuk pada data yang mana, serta angka apa yang harus dimasukkan ke dalam kolom tersebut.

Kondisi ini dinilai wajar mengingat banyaknya nomor identitas yang dimiliki guru, mulai dari NIK, NIP, akun SIMPKB, hingga Nomor Induk Mahasiswa dari LPTK penyelenggara. Namun pada hari pelaksanaan UP, sistem ujian hanya mengenali satu identitas resmi, yakni Nomor Peserta Ujian yang tercantum pada Kartu Peserta Ujian.

Perbedaan Nomor Peserta dengan Identitas Lain

Dalam penjelasan teknis yang merujuk pada sistem pelaksanaan di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nomor Peserta Ujian berfungsi sebagai identitas tunggal untuk mengakses aplikasi ujian.

Berbeda dengan NIP yang merupakan identitas kepegawaian ASN atau NIK yang berasal dari data kependudukan, Nomor Peserta Ujian hanya diterbitkan khusus untuk pelaksanaan UP/UKMPPG. Sementara itu, akun SIMPKB berfungsi sebagai akses layanan administrasi program guru pembelajar, bukan sebagai identitas login ujian.

Kesalahan memasukkan nomor identitas sering menjadi penyebab peserta gagal login dan kehilangan waktu ujian.

Langkah Aman Mengetahui Nomor Peserta

Cara cek nomor peserta UKMPPG 2026 terbaru dapat dilakukan dengan satu prosedur utama yang bersifat mutlak: mengunduh Kartu Peserta Ujian dari portal resmi UKMPPG.

Langkah praktisnya meliputi:

1. Masuk ke portal resmi UKMPPG periode berjalan.
2. Pilih menu pencetakan kartu peserta atau formulir ujian.
3. Unduh dan cetak Kartu Peserta Ujian.
4. Temukan Nomor Peserta Ujian pada bagian identitas utama kartu.

Dokumen tersebut memuat seluruh informasi kunci, termasuk nomor peserta, jadwal ujian, serta petunjuk teknis pelaksanaan.

Cara Mengisi Nomor Peserta dan PIN

Pada hari pelaksanaan ujian melalui aplikasi Safe Exam Browser, peserta wajib melalui verifikasi foto sambil memegang Kartu Peserta Ujian dan identitas diri.

Setelah verifikasi, peserta mengisi:

* Nomor Peserta Ujian → sesuai yang tercetak pada kartu
* PIN → umumnya 8 digit pertama NIP (untuk peserta ASN)

Bagi peserta non-ASN, format PIN biasanya tercantum khusus pada kartu atau diberikan oleh pengawas ujian.

Contoh Format Pengisian

Sebagai ilustrasi fiktif:

Nomor Peserta Ujian: 260112345678
NIP: 199203152019031001

Maka pengisian login adalah:

Nomor Peserta: 260112345678
PIN: 19920315

Data tersebut hanya contoh dan tidak dapat digunakan untuk login sistem ujian.

Cara cek nomor peserta UKMPPG 2026 terbaru menjadi langkah penting yang harus dilakukan peserta sebelum hari pelaksanaan guna menghindari kesalahan teknis saat login. Dengan memastikan nomor peserta dan PIN sesuai dengan data pada kartu ujian, peserta dapat meminimalkan risiko gangguan saat mengikuti Uji Pengetahuan PPG 2026.***

Walikota Bogor Hadiri Buka Puasa Bersama di Kampung Toleran Pulo Geulis

0

Bogordaily.net – Dalam menyemarakkan Ramadan 2026, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengunjungi Pulo Geulis, yang dikenal sebagai Kampung Toleran di Kota Bogor. Kawasan ini terkenal karena warga keturunan Tionghoa dan Muslim hidup rukun dan harmonis sejak dahulu.

Di tengah permukiman yang padat, berdiri Kelenteng Phan Ko, kelenteng tertua di Kota Bogor, yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Pada Ramadan kali ini, Kelenteng Phan Ko bekerja sama dengan Yayasan Desa Inklusi menyelenggarakan buka puasa bersama. Wali Kota Bogor hadir dalam acara tersebut, berbuka puasa bersama para tokoh masyarakat, perwakilan perangkat daerah (OPD), dan warga sekitar.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyerahkan santunan sosial kepada warga lanjut usia dan anak-anak yatim. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kerukunan dan kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kebersamaan.

Kelenteng Phan Ko bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, Tao, dan Konghucu, tetapi juga menyediakan musala yang dapat digunakan umat Muslim untuk menunaikan salat.

Suasana hangat dan kekeluargaan terlihat dari interaksi warga lintas agama yang saling menghormati dan mendukung kegiatan bersama.

Selain itu, Wali Kota Bogor menyempatkan diri mengunjungi warga lanjut usia untuk memastikan mereka mendapat perhatian, sekaligus meninjau rumah warga yang tidak layak huni sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan sosial.

“Tidak ada yang dirugikan dengan sikap toleransi. Tidak ada yang merasa menang atau kalah. Semua milik kita bersama dan mudah-mudahan ini menjadi simbol utama Kota Bogor yang bukan hanya toleran, tetapi juga guyub dan saling menjaga silaturahmi,” ujar Dedie pada Senin 23 Februari 2026.

Direktur Yayasan Desa Inklusi Lazyra Amadea menegaskan Pulo Geulis ini miniatur keberagaman di Kota Bogor, momen ramadan ini bisa jadi memperat tali silaturahmi antar umat beragama.

“Jadi targetnya kegiatan bisa dilakukan di 6 kecamatan di Kota Bogor, harapannya bisa membawa kepedulian dan kerukunan terus terjaga,” katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat tarawih keliling bersama warga di Masjid Baitul Maghfiroh, Kampung Padabenghar.

Kehadiran Wali Kota dan partisipasi warga menegaskan pentingnya nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan ditingkatkan di Kota Bogor.***

Bupati Bogor Rudy Susmanto Tinjau Perbaikan Jalan Parung–Kemang Dini Hari, Pastikan Jalur Aman Jelang Mudik Lebaran

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau langsung kegiatan perbaikan jalan di ruas Parung, Kemang, dan sekitarnya pada Selasa dini hari, 24 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan sejumlah titik jalan berlubang menjelang arus mudik dan persiapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lancar, aman, dan nyaman.

Kegiatan perbaikan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parung dan Kemang, serta dukungan berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan seperti KNPI, Karang Taruna, dan unsur masyarakat lainnya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan yang rusak. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Walaupun sebagian ruas ini merupakan jalan nasional, mayoritas penggunanya adalah masyarakat Kabupaten Bogor. Karena itu, kami tidak berbicara soal kewenangan, tetapi tentang tanggung jawab bersama demi keselamatan masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang sejak beberapa hari terakhir turut membantu melakukan penambalan sementara pada sejumlah titik jalan berlubang. Menurutnya, langkah percepatan ini penting agar kondisi jalan lebih aman dilalui, khususnya menjelang arus mudik dan Idul Fitri.

Perbaikan dilakukan secara bertahap, dengan pembagian penanganan antara Kementerian PUPR dan DPUPR Kabupaten Bogor mengingat panjangnya ruas jalan yang harus diperbaiki.

Selain itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor turut melakukan perbaikan sejumlah penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami kerusakan.

Bupati Bogor terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan infrastruktur yang aman, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, terutama menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI-Polri, anggota DPRD Kabupaten Bogor, para kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama mendukung percepatan perbaikan infrastruktur.***

Impor Mobil untuk Kopdes Merah Putih Tunggu Restu Pemerintah dan DPR

0

Bogordaily.net — Rencana impor kendaraan operasional oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dari India berpotensi ditunda menyusul permintaan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia agar pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut.

Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan perusahaan akan mengikuti keputusan pemerintah dan lembaga negara terkait rencana pengadaan kendaraan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat kepada negara dan rakyat,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Permintaan penundaan disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, yang menilai keputusan final sebaiknya menunggu arahan Presiden serta evaluasi kesiapan industri otomotif nasional.

Rencana impor 105.000 unit kendaraan

Rencana pengadaan kendaraan pertama kali diungkap oleh produsen otomotif India Mahindra and Mahindra Ltd. pada awal Februari 2026. Dalam pernyataan resminya, perusahaan tersebut menyebut akan memasok 35.000 unit pikap tipe Scorpio.

Agrinas kemudian mengonfirmasi total impor mencapai 105.000 unit, terdiri dari:

* 35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra
* 35.000 unit pikap 4×4 tambahan
* 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors

Seluruh kendaraan direncanakan untuk mendukung operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai daerah.

Dorongan penggunaan produk dalam negeri

Di tengah polemik impor, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan industri nasional telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri.

Menurutnya, jika pengadaan 70.000 unit pikap 4×2 dipenuhi dari produksi dalam negeri, potensi dampak ekonomi ke belakang dapat mencapai sekitar Rp27 triliun.

DPR menilai penundaan juga diperlukan karena Presiden Prabowo Subianto masih menjalankan kunjungan kerja luar negeri dan akan melakukan pembahasan menyeluruh setelah kembali ke Tanah Air.

Keputusan final terkait impor kendaraan Agrinas kini menunggu evaluasi pemerintah, dengan pertimbangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan program nasional dan perlindungan industri otomotif domestik.***

Penerima Beasiswa LPDP dari Artis hingga Pejabat. Siapa Saja Mereka?

0

Bogordaily.net – Penerima beasiswa LPDP kembali menjadi sorotan publik setelah polemik yang melibatkan salah satu alumninya ramai diperbincangkan.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menghadapi perhatian luas usai unggahan seorang awardee yang menampilkan paspor Inggris milik anaknya disertai pernyataan kontroversial.

LPDP telah memberikan klarifikasi resmi dan memanggil pihak terkait, termasuk suami awardee yang disebut belum menuntaskan kewajiban kontribusi pascastudi kepada Indonesia.

Program ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu beasiswa paling prestisius milik pemerintah Indonesia, dengan banyak alumni menempati posisi strategis di akademisi, industri, hingga pemerintahan.

Di tengah polemik tersebut, penerima beasiswa LPDP banyak dikenal luas karena rekam jejak akademik dan profesional yang menonjol, termasuk lulusan kampus top dunia serta tokoh publik di berbagai bidang.

Daftar Alumni LPDP yang Menonjol

1. Maudy Ayunda
Aktris dan penyanyi ini menempuh studi pascasarjana melalui LPDP di Stanford University. Ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dan Master of Arts (MA) melalui program joint degree.

2. Tasya Kamila
Mantan penyanyi cilik ini melanjutkan studi Master of Public Administration di Columbia University pada 2015 dengan dukungan LPDP.

3. Gita Gutawa
Putri komposer Erwin Gutawa ini melanjutkan studi di London School of Economics and Political Science, mengambil bidang budaya dan kemasyarakatan.

4. Alyssa Soebandono
Ia merupakan awardee LPDP untuk studi di Monash University sebelum melanjutkan pendidikan pascasarjana di London School of Public Relations, Jakarta.

5. Isyana Saraswati
Musisi bersuara seriosa ini melanjutkan studi S2 di Royal College of Music dengan dukungan LPDP.

6. Acha Septriasa
Aktris film Indonesia ini menempuh pendidikan di Limkokwing University of Creative Technology pada program Mass Communication.

7. Imam Santoso
Dosen Metalurgi Institut Teknologi Bandung ini merupakan lulusan Aalto University dan dikenal sebagai influencer pendidikan.

8. Bhima Yudhistira Adhinegara
Direktur dan Founder Center of Economic and Law Studies (CELIOS) ini merupakan alumnus University of Bradford serta aktif sebagai pengamat ekonomi nasional.

9. Andi Dian Permana
Dosen Universitas Hasanuddin ini menjadi guru besar termuda Indonesia di bidang farmasi pada usia 34 tahun, setelah meraih gelar doktor di Queen’s University Belfast melalui LPDP.

10. Dyah Roro Esti Widya Putri
Wakil Menteri Perdagangan RI ini merupakan alumnus Imperial College London dan pernah menjadi anggota DPR pada usia 26 tahun.

Meski tengah menjadi perhatian publik, penerima beasiswa LPDP secara umum tetap dipandang sebagai representasi investasi negara dalam pengembangan sumber daya manusia unggul. Melalui berbagai bidang pengabdian, para alumni diharapkan berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional dan daya saing global Indonesia.***

Sambut Dandim Baru, Rudy Susmanto Tegaskan Sinergi TNI–Pemda

0

Bogordaily.net — Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam momentum lepas sambut Komandan Kodim (Dandim) 0621/Kabupaten Bogor yang digelar di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin (23/2).

Dalam sambutannya, Bupati Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dandim sebelumnya, Letkol Inf.Henggar Tri Wahono atas dedikasi, loyalitas, serta kolaborasi yang telah terbangun selama masa tugas di Kabupaten Bogor.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Bogor kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan sinergi yang telah terjalin dengan sangat baik. Banyak tantangan daerah yang kita hadapi bersama, dan semuanya dapat dilalui dengan kerja sama yang solid,” ujar Rudy.

Ia juga menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Dandim 0621 yang baru, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto. Menurutnya, Kabupaten Bogor bukan wilayah yang sederhana. Dengan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan serta jumlah penduduk lebih dari lima juta jiwa, kompleksitas persoalan daerah menuntut kolaborasi yang kuat lintas sektor.

“Dalam satu hari berkeliling Kabupaten Bogor dari utara ke selatan, timur ke barat, tidak cukup waktu untuk menjangkau seluruh wilayah. Permasalahan sosial, kebencanaan, infrastruktur, hingga dinamika masyarakat terjadi hampir setiap hari. Karena itu membangun Bogor tidak bisa dilakukan sendirian,” tegasnya.

Rudy menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor membutuhkan dukungan penuh dari TNI, Polri, Kejaksaan, DPRD, pengadilan, serta seluruh instansi vertikal lainnya. Sinergi yang telah terbangun selama ini harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas wilayah dan percepatan pembangunan.

Ia juga menyinggung tantangan ke depan terkait penanganan berbagai persoalan. Menurutnya, peran TNI bersama unsur Forkopimda sangat penting dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI–Polri menjadi kunci agar Kabupaten Bogor tetap aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Dandim 0621/Kabupaten Bogor yang baru, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto, menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor memiliki makna tersendiri dalam perjalanan karirnya karena pernah bertugas di satuan Kopassus di wilayah Bogor pada awal masa dinasnya.

“Kembali bertugas di Kabupaten Bogor seperti mengulang cerita lama yang penuh makna. Kami siap mendampingi Pemerintah Kabupaten Bogor selama 1×24 jam untuk kepentingan masyarakat,” ujar Rizal.

Ia juga menegaskan bahwa Kodim 0621 akan berperan aktif dalam mendukung program pembangunan daerah, menjaga stabilitas keamanan, serta membantu penanganan berbagai persoalan sosial dan kebencanaan di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami memohon arahan dan dukungan dari bapak Bupati serta seluruh unsur Forkopimda agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Dandim 0621 yang baru, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto resmi menggantikan Dandim sebelumnya, Letkol Inf.Henggar Tri Wahono. Hadir Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Danrem 061/Suryakancana, Kapolres Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, perwakilan MUI Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.***