Home Blog Page 91

IDI Kota Bogor Gelar Fun Walk dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Summarecon

Bogordaily.net – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor menggelar kegiatan fun walk di kawasan Kiospace Summarecon Bogor, Minggu, 10 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda IDI Kota Bogor yang berlangsung sejak 8 Mei 2026.

Selain jalan santai, acara juga diramaikan dengan senam bersama, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, talkshow kesehatan, hingga pembagian doorprize bagi peserta.

Ketua Fun Walk IDI Kota Bogor 2026, dr. Albert Abednego mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan bagi kalangan dokter, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.

“Ini merupakan rangkaian acara dari IDI Kota Bogor. Dari tanggal 8 dan 9 ada kegiatan lainnya, dan hari ini puncaknya fun walk. Tidak hanya fun walk, tapi juga ada donor darah, talkshow, dan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Albert.

Menurutnya, kegiatan informal seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.

“Tujuan utamanya supaya dokter, warga Kota Bogor, dan masyarakat sekitar bisa lebih bersatu. Jadi tidak hanya bertemu di rumah sakit atau klinik sebagai dokter dan pasien, tetapi juga sebagai sesama warga,” katanya.

Albert menyebut jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut mencapai sekitar 520 hingga 600 orang berdasarkan data registrasi panitia.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat di Kota Bogor, khususnya terkait penyakit paru yang disebut menjadi salah satu perhatian utama.

“Kalau kita lihat dari rating, masalah paru menjadi salah satu yang tertinggi. Faktor demografi, kelembapan, dan suhu di Kota Bogor membuat kuman lebih mudah berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih perlu ditingkatkan, terutama untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).

“Kadang orang tidak sadar sudah menularkan penyakit, bahkan di lingkungan keluarga sendiri. Karena itu kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sangat penting,” ujarnya.

Albert juga mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal dua kali dalam setahun.

“Idealnya setahun dua kali cek kesehatan, tapi tergantung kemampuan masing-masing. Semakin sering tentu semakin baik,” pungkasnya.***

Warga Dilaporkan Tenggelam di Setu Cikaret Cibinong, Tim SAR Lakukan Pencarian

Bogordaily.net – Seorang warga dilaporkan tenggelam di kawasan Setu Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Tim SAR melakukan pencarian pada Minggu 10 Mei 2026.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor mengatakan bahwa, berdasarkan laporan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Diketahui, korban merupakan warga Citeureup, Kabupaten Bogor.

“Iya benar, kmm orang tenggelam,” kata Jalaludin, Minggu 10 Mei 2026.

Beredar informasi bahwa, sebelum diduga tenggelam, korban disebut sempat mengganggu warga yang tengah memancing di sekitar lokasi setu.

Tak lama kemudian, korban diduga menenggelamkan diri ke area perairan Setu Cikaret.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti identitas korban maupun penyebab kejadian tersebut.

“Masih pencarian dilokasi,” jelasnya.

Sementara itu, hingga saat ini Tim SAR gabungan masih melakukan penyusuran di lokasi kejadian.

(Albin)Cikaret

Mencetak Generasi Unggul lewat Sekolah Unggulan

0

Bogordaily.net – Pendidikan pada dasarnya merupakan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam Pembukaan UUD 1945, negara secara tegas menempatkan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan nasional.

Karena itu, berbagai kebijakan pendidikan terus dilakukan pemerintah, mulai dari program pendidikan gratis hingga jenjang SMA hingga penguatan kualitas sekolah di berbagai daerah.

Disisi lain  dalam perkembangan masyarakat modern, pendidikan tidak lagi hanya dipandang sebagai proses transfer ilmu pengetahuan. Pendidikan kini menjadi instrumen utama pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Bangsa yang ingin maju tidak cukup hanya memiliki kekayaan alam, tetapi harus mampu menciptakan manusia yang unggul, adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Dalam konteks inilah, pemerintah mulai menggagas Sekolah Unggul Garuda di tingkat nasional. Sementara di Jawa Barat, Pemerintah Provinsi berencana membangun Sekolah Manusia Unggul (Maung) di setiap kabupaten dan kota.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Indonesia mulai bergerak dari sekedar pemerataan akses menuju peningkatan kualitas manusia.

Sekolah unggulan pada akhirnya diproyeksikan menjadi ruang pencetak generasi masa depan.

Generasi yang bukan hanya memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi juga karakter kuat, kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat.

Saat ini dunia tengah berubah drastis. Revolusi digital, kecerdasan buatan, dan persaingan global menuntut manusia dengan kualitas berbeda dibanding generasi sebelumnya. Sekedar pintar di ruang kelas tidak lagi cukup.

Dunia kerja modern membutuhkan individu yang mampu berpikir kritis, bekerja sama, beradaptasi, dan menyelesaikan persoalan secara kreatif.

Oleh karena itu, kehadiran sekolah unggulan sebenarnya dapat dipandang sebagai upaya negara menyiapkan “mesin pengolah SDM” yang lebih serius dan terarah.

Tetapi di balik optimisme tersebut, terdapat sejumlah tantangan besar yang perlu dikritisi. Pertama, sekolah unggulan jangan sampai menciptakan ketimpangan pendidikan baru.

Ketika sekolah tertentu memperoleh fasilitas terbaik, guru terbaik, dan perhatian besar dari pemerintah, sementara sekolah lain masih berjuang dengan keterbatasan sarana, maka yang muncul bukan pemerataan kualitas, melainkan jurang pendidikan yang semakin lebar.

Di sinilah negara perlu berhati-hati. Pendidikan unggulan tidak boleh hanya menjadi “etalase prestise” yang dinikmati segelintir kelompok.

Sebab hakikat pendidikan nasional adalah membangun kualitas manusia Indonesia secara menyeluruh, bukan hanya mencetak elit intelektual baru.

Kedua, konsep generasi unggul tidak boleh hanya diukur dari nilai akademik semata. Selama ini pendidikan Indonesia terlalu sering memuja ranking, angka, dan capaian formal. Akibatnya, banyak siswa tumbuh menjadi pribadi kompetitif tetapi miskin empati sosial.

Padahal generasi unggul sejatinya merupakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.

Mereka mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, memiliki integritas, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sekolah unggulan seharusnya melahirkan manusia yang utuh, bukan hanya “mesin nilai”.

Ketiga, pembangunan SDM unggul tidak cukup hanya membangun gedung sekolah yang megah. Faktor paling menentukan justru terletak pada kualitas guru dan budaya belajar yang sehat.

Guru tetap menjadi jantung pendidikan. Sekolah modern tanpa guru inspiratif hanya akan menjadi bangunan mahal tanpa ruh pembelajaran. Sehingga jika pemerintah serius ingin mencetak generasi unggul, maka investasi terbesar seharusnya diberikan pada peningkatan kualitas guru, sistem pembelajaran, dan penguatan karakter peserta didik.

Dalam perspektif manajemen sumber daya manusia, sekolah pada dasarnya merupakan tempat pembentukan modal manusia (human capital). Semakin baik kualitas pendidikan, maka semakin besar peluang bangsa menghasilkan SDM produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial.

Negara-negara maju telah membuktikan hal tersebut. Negara seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura mampu menjadi kekuatan dunia bukan karena melimpahnya sumber daya alam, melainkan karena keberhasilan mereka membangun kualitas manusia melalui pendidikan yang kuat dan disiplin.

Program sekolah unggulan dapat menjadi momentum penting untuk mempercepat lahirnya generasi berkualitas. Namun keberhasilan itu hanya akan tercapai apabila pembangunan pendidikan dilakukan secara adil, inklusif, dan tidak melupakan sekolah-sekolah biasa yang juga menjadi tempat belajar jutaan anak bangsa. Sebab masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh beberapa sekolah elit, tetapi oleh kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, sekolah unggulan bukan hanya tentang gedung modern atau label prestisius. Salah satu yang paling penting adalah bagaimana sekolah mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Karena bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan manusia pintar, tetapi manusia unggul yang mampu membawa peradaban ke arah yang lebih baik.***

Oleh : Agus Jatmika (Alumni Magister Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Pakuan Bogor)

 

 

Olahan Salak Naik Kelas, BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura

0

Bogordaily.net – Produk olahan berbasis komoditas lokal kini menunjukkan potensi besar untuk berkembang dan mulai menjangkau pasar internasional.

Hal ini tercermin dari langkah PT Salaku Cara Enak Makan Salak (SALAKU) yang tampil dalam Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 di Singapura pada 21–24 April 2026.

Keikutsertaan SALAKU dalam ajang tersebut tidak terlepas dari dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program pemberdayaan BRI UMKM EXPORT.

SALAKU merupakan UMKM asal Bekasi yang telah berdiri sejak 2016 dan mengembangkan inovasi berbasis salak dengan konsep zero waste, menghadirkan camilan sehat seperti cookies sagu gluten free sekaligus membuka nilai tambah dari komoditas lokal.

Melalui program pemberdayaan BRI, SALAKU menjadi bagian dari proses kurasi dan pendampingan yang memperkuat fondasi bisnis, mulai dari kualitas produk, pengembangan kemasan, hingga kesiapan produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Proses ini kemudian dilanjutkan melalui pelatihan ekspor yang membekali pelaku usaha dengan pemahaman terkait standar internasional serta strategi penetrasi pasar.

Pemilik SALAKU Shelly mengungkapkan bahwa usaha ini dibangun melalui proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari keterbatasan produksi hingga membangun pemahaman pasar terhadap produk berbasis salak.

“Perjalanan ini dimulai dari nol, dengan segala keterbatasan yang ada. Proses produksi dilakukan secara sederhana, eksperimen dilakukan berulang kali, dan kegagalan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Namun justru dari proses itulah kami menemukan kekuatan utama yaitu inovasi yang konsisten dan keberanian untuk berbeda. Kami tidak hanya ingin membuat produk yang enak, tetapi juga menciptakan nilai baik dari sisi kualitas, keberlanjutan, maupun dampak sosial bagi
petani dan komunitas sekitar,” ujarnya.

Seiring perkembangannya, SALAKU kini mampu memproduksi ribuan produk setiap bulan dengan produk unggulan seperti Browker Ori dan Cheese Sagu. Produk tersebut dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari retail modern, toko oleh-oleh, marketplace, media sosial, hingga jaringan reseller, serta didukung pemanfaatan layanan transaksi digital BRI seperti EDC, QRIS, dan BRImo untuk memudahkan transaksi.

Pada ajang FHA 2026, SALAKU memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan produk melalui aktivitas sampling, edukasi, serta penjajakan kerja sama. Interaksi langsung dengan buyer dan pelaku industri dari berbagai negara memberikan gambaran mengenai preferensi konsumen sekaligus membuka peluang ekspansi ke berbagai negara tujuan.

“Selama pameran, kami merasakan langsung bagaimana produk olahan salak yang sebelumnya dianggap niche ternyata memiliki daya tarik kuat di pasar luar negeri, terutama karena keunikan rasa dan konsep zero waste yang kami usung. Interaksi dengan berbagai buyer, distributor, dan pelaku industri F&B dari berbagai negara juga memperkaya insight kami terhadap tren dan kebutuhan pasar global,” tambah Shelly.

Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.S. menyampaikan bahwa langkah SALAKU menembus pasar internasional melalui ajang FHA 2026 mencerminkan potensi besar UMKM dalam menciptakan produk bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar global.

“SALAKU menjadi contoh bagaimana UMKM dapat berkembang melalui inovasi yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan pasar. Melalui proses kurasi dan pemberdayaan, BRI memastikan pelaku usaha tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga memiliki kesiapan bisnis untuk masuk ke pasar internasional. Ke depan, BRI akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar global,” ungkapnya.***

 

4.100 Pelari Nasional hingga Mancanegara Antusias Ikuti Bogorun 2026 di Sentul

Bogordaily.net – Sebanyak 4.100 pelari nasional hingga mancanagera antusias mengikuti event Bogorun 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Minggu 10 Mei 2026.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rike Iskandar (Kang Akew) menyampaikan bahwa, kegiatan Bogorun 2026 mendapat antusias dari ribuan peserta.

“Alhamdulillah, lancar peserta sekitar 4.100an ini. Mudah-mudahan sampai selesai, lancar terus,” kata Kang Akew kepada wartawan, Minggu 10 Mei 2026.

Menurut dia, beberapa atlet lari nasional turut memeriahkan event Bogorun 2026. Kemudian, 33 pelari mancanegara juga hadir diantaranya ada dari Jepang Korea, Perancis, Inggris dan lain sebagainya.

“Atlet nasional tadi ada Hendro, ada beberapa nama-nama familiar, untuk pelari mancanegara ada dari Kenya 3, Tanzania, ada Jepang, South Korea, terus ada Perancis, Inggris, banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap event Bogorun nantinya akan mendunia hingga mendapatkan sertifikasi World Athletic Label.

“Jadi harapannya tahun depan kita akan buat lagi, lebih bagus lagi, lebih besar lagi, dan sesuai arah Pak Bupati, kita akan sertifikasi dunia. Jadi, World Athletic Label nanti. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa disertifikasi oleh World Athletic,” ujar kang Akew.

Sementara itu, kedepan event Bogorun akan rutin dilaksanakan di Sentul dan mendapat antusias lebih banyak dari para peserta.

“Pastinya, kalau sudah World Athletic pasti lebih banyak, dan peserta luar negeri lebih banyak. Sekarang 33 orang dari 13 negara. Mudah-mudahan ketika World Athletic akan lebih banyak yang ikut hadir di perkhidmatan Bogoran 2027,” ungkapnya.

(Albin)

Bukti Nyata Kemendikdasmen Hadir di Daerah yang Selama Ini Terlupakan

0

Bogordaily.net – Ada yang berbeda dari cara negara menyapa anak-anak di ujung kepulauan ini. Bukan sekadar janji yang tertulis di atas kertas kebijakan, melainkan hadirnya papan interaktif digital di ruang kelas yang dulu bocor saat hujan, mengalirnya dana beasiswa langsung ke tangan siswa yang selama ini hanya bisa bermimpi melanjutkan sekolah, dan datangnya honor guru yang kini tak lagi tertahan berbulan-bulan di meja birokrasi.

Inilah potret nyata dari kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di daerah 3T — Tertinggal, Terdepan, dan Terluar — pada tahun 2025. Sebuah pembuktian bahwa komitmen pemerintah bukan sekadar retorika, melainkan tindakan yang terukur dan terasa langsung oleh jutaan warga.

Negara Membangun Sebuah Mimpi

Salah satu capaian paling konkret yang patut diapresiasi adalah program revitalisasi satuan pendidikan. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk program ini, menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Khusus untuk daerah 3T, program revitalisasi di 62 kabupaten berhasil menyerap lebih dari Rp1,38 triliun — sebuah angka yang menunjukkan bahwa keberpihakan fiskal pemerintah bukan hanya tertuju ke pusat kota.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan arah kebijakan ini dengan gamblang; “Revitalisasi satuan pendidikan kami fokuskan pada sekolah terdampak bencana, daerah 3T, serta sekolah yang mengalami kerusakan berat, sebagai upaya memastikan seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.” Ujarnya.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika pejabat. Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, 90 satuan pendidikan telah merasakan manfaatnya secara langsung.

Kepala SMP Negeri 1 Gembong, Istiana, mengungkapkan kondisi sebelum revitalisasi, ketika hujan menyebabkan air masuk ke ruang kelas dan mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Saat hujan, air masuk ke ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi terganggu. Kini, setelah revitalisasi, pembelajaran jauh lebih aman dan nyaman,” ujarnya sebagaimana dikutip dari detik.com pada Rabu, 29 April 2026.

kalimat sederhana yang menyimpan makna besar bagi ratusan siswa yang selama ini belajar dalam ketidakpastian.

Sementara itu, transformasi digital yang dijalankan Kemendikdasmen patut disebut sebagai terobosan bersejarah. Sebanyak 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah menerima perangkat digital — papan interaktif digital, laptop, dan media penyimpanan — dengan realisasi capaian mencapai 100 persen.

Ini bukan angka yang wajar; ini adalah pencapaian yang luar biasa dalam konteks birokrasi pengadaan yang kerap berliku. Presiden Prabowo Subianto sendiri saat meninjau SMA Negeri 1 Cilacap menyaksikan langsung bagaimana bantuan perangkat digital ini memperkuat proses pembelajaran.

Di sana, revitalisasi senilai Rp1,053 miliar telah mengubah tujuh ruang kelas dan membangun fasilitas sanitasi yang kini dimanfaatkan oleh 1.274 siswa serta 98 guru.

Keadilan yang Akhirnya Mengalir ke Pelosok

Jika revitalisasi adalah wajah fisik dari kehadiran negara, maka Program Indonesia Pintar (PIP) adalah wajah sosialnya. Pada tahun 2025, realisasi penyaluran PIP secara nasional mencapai 102,18 persen dari target volume — melampaui sasaran yang ditetapkan — dengan total anggaran terserap sebesar Rp13,4 triliun untuk 19 juta siswa dari jenjang SD hingga SMK.

Angka melampaui target ini bukan anomali; ini mencerminkan sistem penyaluran yang semakin efisien dan basis data penerima yang semakin akurat.

Yang lebih menggembirakan adalah jangkauan PIP di daerah 3T. Di Kabupaten Kupang, NTT, sebanyak 52.716 siswa menerima bantuan senilai Rp37,2 miliar. Di Kabupaten Manggarai Timur, NTT, 45.359 siswa mendapat Rp30,7 miliar. Di Kabupaten Sumba Barat Daya, 48.989 siswa mendapatkan Rp36,3 miliar.

Di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, 25.954 siswa menerima Rp18,6 miliar. Angka-angka ini bukan sekadar statistik — di baliknya ada anak-anak yang akhirnya bisa membeli seragam, membayar uang transport, dan tetap bersekolah.

Di sisi pendidik, kesejahteraan guru juga tidak dilupakan. Realisasi Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non-ASN secara nasional mencapai 103,01 persen dengan total anggaran Rp12,1 triliun.

Lebih dari itu, Kemendikdasmen meluncurkan terobosan penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru — sebuah mekanisme yang memutus rantai panjang birokrasi dan memastikan hak guru sampai tanpa potongan.

Kualifikasi guru juga terus diperkuat melalui bantuan pendidikan S1/D4 dan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang pada 2025 mencakup lebih dari 800 ribu pendidik. Investasi pada guru adalah investasi paling strategis dalam ekosistem pendidikan, dan data ini menunjukkan pemerintah memahami hal tersebut.

Kepercayaan Publik dan Visi 2029 dalam Membangun Fondasi Masa Depan

Semua capaian di atas tidak hanya terekam dalam laporan resmi, tetapi juga tercermin dalam persepsi publik. Sebuah survei yang melibatkan 800 responden anak muda pada November–Desember 2025 menempatkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebagai menteri dengan kinerja terbaik kedua versi anak muda, dengan dukungan 14,06 persen responden — hanya selisih tipis dari peringkat pertama.

Ini adalah legitimasi yang diperoleh bukan dari kampanye citra, melainkan dari kerja nyata yang dirasakan generasi muda.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa. “Sekolah sangat penting, dan pendidikan merupakan kunci kebangkitan bangsa kita,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, “Setiap anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan terbaik,” sebagaimana dikutip dari okezone.news pada Rabu, 29 April 2026.

Pernyataan ini hadir bukan dalam kekosongan, melainkan beriringan dengan data: angka partisipasi sekolah usia 7–12 tahun telah mencapai 99,23 persen pada 2025, sementara jenjang menengah berada di angka 89,53 persen — tren positif yang menjadi fondasi kokoh bagi agenda Wajib Belajar 13 Tahun yang akan dimulai dengan memasukkan pendidikan prasekolah ke dalam kewajiban negara.

Mulai 2026, PIP pun direncanakan diperluas hingga jenjang PAUD/TK — memastikan tidak ada anak yang tertinggal sejak langkah pertamanya memasuki dunia pendidikan.

Inilah gambaran pendidikan Indonesia yang sedang bertransformasi; bukan tanpa cacat, tetapi bergerak ke arah yang benar. Daerah 3T yang selama ini disebut “terlupakan” kini mulai merasakan bahwa negara benar-benar hadir — bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam bata, byte, dan rekening yang mengalir.***

Penulis: Fikri Ahmad Faadhilah, Pengamat Pendidikan Asal Tangerang

 

 

 

 

Vedra The Icon Indoneisa Siapa? Ini Sosok Peserta Asal Batam yang Viral usai Dipuji Titi DJ dan Dibandingkan dengan Lyodra

0

Bogordaily.net – Nama Vedra mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah tampil memukau dalam ajang pencarian bakat The ICON Indonesia.

Penampilan Vedra saat membawakan lagu Sang Dewi sukses mencuri perhatian publik, terutama setelah mendapat pujian langsung dari penyanyi senior Titi DJ.

Momen tersebut langsung viral di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok hingga Instagram. Banyak warganet membahas komentar Titi DJ yang secara terbuka membandingkan penampilan Vedra dengan Lyodra, penyanyi yang selama ini identik dengan lagu Sang Dewi versi terbaru.

Dalam sesi komentar para juri, Titi DJ mengaku sangat terkesan dengan cara Vedra menyampaikan lagu tersebut di atas panggung.

Menurutnya, selama ini versi Lyodra merupakan salah satu interpretasi terbaik untuk lagu Sang Dewi yang pernah ia dengarkan.

“Ketika Lyodra menyanyikan lagu Sang Dewi dengan begitu bagusnya, dengan begitu indahnya, dengan begitu menjadi miliknya Lyodra,” ujarnya.

Komentar tersebut langsung membuat suasana panggung semakin emosional. Namun Titi DJ ternyata belum selesai memberikan penilaiannya terhadap Vedra.

Ia mengaku sebelumnya tidak pernah membayangkan ada penyanyi lain yang mampu memberikan warna berbeda sekaligus melampaui ekspektasinya terhadap lagu tersebut.

“Saya pikir tidak ada lagi yang lebih bagus dari Lyodra menyanyikannya,” kata dia.

Pernyataan itu kemudian berlanjut dengan komentar yang menjadi viral di media sosial.

Menurut Titi DJ, penampilan Vedra malam itu berhasil mengubah pandangannya mengenai lagu Sang Dewi.

“Tapi ternyata, malam ini dipatahkan. Jadi pendapat saya pun saya patahkan, ternyata ada yang lebih bagus dari Lyodra,” tuturnya.

Komentar tersebut sontak memicu perdebatan luas di kalangan penggemar musik Indonesia.

Sebagian netizen setuju bahwa Vedra berhasil menghadirkan nuansa baru dan penghayatan yang kuat saat membawakan lagu Sang Dewi.

Namun tidak sedikit pula penggemar Lyodra yang menilai kemampuan vokal idolanya tetap sulit ditandingi.

Perdebatan itu membuat nama Titi DJ, Lyodra, hingga Vedra ramai menjadi trending topic di media sosial.

Banyak warganet kemudian penasaran dengan sosok Vedra yang tiba-tiba viral usai tampil di The ICON Indonesia.

Siapa Vedra The ICON Indonesia?

Vedra diketahui merupakan salah satu kontestan muda berbakat di ajang The ICON Indonesia yang berasal dari Batam.

Sejak awal kompetisi berlangsung, Vedra sudah mencuri perhatian berkat karakter vokalnya yang kuat dan penuh emosi.

Gaya bernyanyinya yang khas membuat dirinya mulai memiliki banyak penggemar di media sosial.

Meski namanya baru ramai diperbincangkan publik, Vedra ternyata memiliki nama asli Fedra Victoria Zipin Sibuea.

Namun hingga kini, informasi mengenai kehidupan pribadi, keluarga, hingga perjalanan kariernya masih cukup terbatas.

Popularitas Vedra semakin meningkat setelah potongan video penampilannya saat membawakan Sang Dewi viral di TikTok dan Instagram.

Banyak pengguna media sosial mengaku merinding mendengar teknik vokal dan penghayatan Vedra saat tampil di atas panggung.

Selain aktif di dunia tarik suara, Vedra juga aktif berinteraksi dengan penggemar melalui akun media sosial pribadinya.

Ia diketahui menggunakan akun Instagram bernama @theicon_vedra untuk membagikan aktivitas selama mengikuti kompetisi The ICON Indonesia.

Melalui akun tersebut, Vedra kerap mengunggah cuplikan latihan, penampilan panggung, hingga momen bersama peserta lainnya.

Kini, nama Vedra diprediksi akan semakin bersinar seiring meningkatnya perhatian publik terhadap dirinya di ajang The ICON Indonesia.***

PT Sentul City Dukung Penuh Bogorun 2026, Harap Jadi Event Internasional

Bogordaily.net – PT Sentul City tbk mendukung penuh event Bogorun 2026 yang akan berlangsung pada Minggu 10 Mei 2026.

CO-Chaiman Bogorun 2026 sekaligus Direktur PT Sentul City tbk, Jeyson Pribadi menyampaikan bahwa, pihaknya menyambut positif event Bogorun 2026.

Dikarenakan pada tahun ini, Sentul City kembali dipercaya sebagai venue pelaksanaan Bogorun 2026.

“Kita sebagai venue host tempat disini, kita mensupport event Bogorun untuk menjadi destinasi yang baik untuk keberlangsungan acara ini,” kata Jeyson kepada wartawan.

Menurut dia, alasan dipilihnya kembali Sentul City sebagai venue utama event Bogorun dikarenakan karakteristik yang dinilai cocok untuk para pelari.

Dikarenakan, letaknya yang strategis dan memiliki kawasan perkotaan yang nyaman untuk para wisatawan maupun pelari.

“Disini menurut saya kita punya kelebihan yang baik, cocok untuk pelari pelari itu juga sempet kita mulai sebelum Bogorun,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk mempromosikan Sentul City sebagai kawasan perkotaan mandiri yang ada di Kabupaten Bogor.

“Disini pun kita sebagai Sentul City berkesempatan untuk mempromosikan Sentul City bahwa ada di kota kota ini kita juga dibawah Pemkab Bogor menjadi satu berjalan membangun kota mandiri baru,” ujar Jeyson.

Adapun, untuk rute lari nantinya akan terbagi menjadi tiga kategori yakni kategori 5K, 10K dan HM.

“Rutenya dari Taman Budaya sampai Aeon Mall, nanti balik lagi sesuai dengan kategori 5k, 10k. Jadi tiga, 1K, 5K dan 10k,” tambahnya.

Sementara itu, hingga H-1 semua, persiapan dinilai sudah cukup baik dan matang.

“Persiapan kita cukup baik, semua tim dan koordinator juga oke, dengan Pemkab oke dan kita yakin pada hari Minggu nanti berjalan baik,” katanya.

Ia berharap, pelaksanaan Bogorun 2026 besok akan berjalan dengan lancar, dan menjadi event rutin tahunan baik di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita berharap ini menjadi event tahunan di nasional ini supaya tempat ini menjadi satu destinasi,” ungkap dia.

(Albin)

Polisi Razia Toko Jamu di Megamendung Bogor, Puluhan Botol Miras Diamankan saat Operasi KRYD

Bogordaily.net – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polres Bogor melalui Polsek Megamendung kembali menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) gabungan tiga pilar di wilayah Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu malam, 9 Mei 2026.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.30 WIB tersebut diawali dengan apel gabungan di halaman Kantor Kecamatan Megamendung dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Megamendung, AKP Desi Triana bersama unsur Forkopimcam setempat.

Patroli malam bertajuk “Lingkar Badai” itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada akhir pekan yang biasanya diwarnai meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan Puncak Bogor.

Dalam operasi tersebut, petugas menyisir sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polsek Megamendung, termasuk area perbatasan dengan wilayah Cisarua dan Ciawi.

Petugas gabungan fokus melakukan patroli untuk mengantisipasi aksi tawuran remaja, geng motor, tindak kriminal Curat, Curas dan Curanmor (C3), perjudian, peredaran minuman keras, hingga aktivitas prostitusi di sejumlah tempat penginapan, hotel dan vila.

Selain itu, aparat juga melakukan pemantauan terhadap kelompok anak muda yang masih berkumpul atau nongkrong hingga larut malam di pinggir jalan.

Dalam pelaksanaan operasi KRYD tersebut, petugas berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras dari sejumlah lokasi berbeda di wilayah Megamendung.

Sebanyak 56 botol miras disita polisi, terdiri dari 50 botol minuman jenis Intisari dan beberapa botol minuman beralkohol lain seperti anggur putih dari berbagai merek.

Minuman keras tersebut ditemukan di empat titik berbeda, di antaranya toko jamu yang berada di kawasan Cibogo, Cipayung Datar, dan Cipayung Girang.

Penyitaan dilakukan langsung oleh Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana bersama anggota patroli gabungan.

Selain melakukan razia miras, polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih berkumpul di sejumlah lokasi, salah satunya di area SPBU Cipayung.

Kapolsek Megamendung meminta warga yang nongkrong hingga larut malam untuk segera pulang ke rumah masing-masing demi menghindari potensi gangguan keamanan maupun tindak kriminalitas.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang sedang nongkrong untuk segera pulang ke kediaman masing-masing, karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar AKP Desi.

Ia menambahkan bahwa aktivitas masyarakat pada malam hingga dini hari kerap menjadi sasaran para pelaku tindak kriminal, baik terhadap kendaraan maupun keselamatan pribadi warga.

Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi wilayah Kecamatan Megamendung dilaporkan aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

“Situasi kamtibmas di Kecamatan Megamendung masih dalam keadaan aman kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas maupun kejadian menonjol,” jelasnya.

AKP Desi juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi bersama aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, keterlibatan warga sangat penting untuk mencegah berbagai potensi kriminalitas maupun gangguan ketertiban masyarakat.

“Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan segera lapor, pintu Polsek Megamendung selalu terbuka dan siap membantu,” tegasnya.

Ia memastikan selama menjabat sebagai Kapolsek Megamendung, pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kegiatan patroli malam tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, dalam memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bogor, IPDA Hamzah, mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, hingga dugaan praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Masyarakat dapat melapor melalui Call Center Polri di nomor 110 atau layanan pengaduan Polres Bogor di nomor 085971145352 yang aktif selama 24 jam.***

ASN dan PPPK RSUD Kota Bogor Jalani Pemeriksaan Pamong Walagri

Bogordaily.net – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) RSUD Kota Bogor menjalani tes kesehatan Pamong Walagri.

Tim medis yang melaksanakan tes kesehatan Pamong Walagri berasal dari Puskesmas Gang Kelor, Bogor Barat.

Tes kesehatan Pamong Walagri merupakan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular di lingkungan RSUD Kota Bogor.

Pamong Walagri adalah inovasi Dinas Kesehatan Kota Bogor berupa sistem deteksi dini dan pemantauan faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) serta kesehatan jiwa khusus bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemkot Bogor.

Program ini bertujuan menjaga kesehatan pegawai agar tetap prima, dengan hasil pemeriksaan terintegrasi.

Tujuan tes ini meningkatkan produktivitas ASN melalui deteksi dini PTM (seperti cek tekanan darah, gula darah) dan masalah kesehatan jiwa.

Keunggulan pemeriksaan tersebut yaitu terintegrasi, di mana hasil deteksi dini langsung masuk ke akun SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian) masing-masing ASN.

Dasar Hukum/Pelaksanaani diatur melalui Surat Edaran (SE) Nomor 400.7/2184-Dinkes untuk pelaksanaan rutin, bahkan dilakukan rutin di berbagai instansi seperti dinas dan sekolah (SDN).

Fokus pemeriksaan Pamong Walagri meliputi pemeriksaan fisik dan mental untuk memantau risiko penyakit.

Program ini merupakan upaya preventif Pemkot Bogor untuk memastikan ASN tetap sehat dan produktif.

(Muhammad Irfan Ramadan)