Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 900

Hadirkan Beragam Pelayanan, BSI Support Kajian Ramadan “Menata Hati Bersama Ustadz Hilman Fauzi”

0

Bogordaily.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) hadir dan mensuport langsung event kajian Ramadan “Menata Hati bersama Ustadz Hilman Fauzi” di Puri Begawan kota Bogor, pada Minggu 9 Maret 2025.

Dalam kegiatan tersebut, BSI turut memeriahkan dengan menyediakan booth, mobil kas keliling, serta pelayanan pembukaan rekening kepada para peserta.

Area Manager BSI Area Bogor Safira menjelaskan bahwa, pihaknya memberikan support kepada event mata hati ini, salah satunya untuk pembukaan rekening haji.

Bank Syariah Indonesia (BSI) hadir dan mensuport langsung event kajian Ramadan “Menata Hati bersama Ustadz Hilman Fauzi” di Puri Begawan kota Bogor, pada Minggu 9 Maret 2025. (Albin/Bogordaily.net).

Kemudian, untuk pembayaran virtual account, infaq, dan juga shodaqoh langsung melalui rekening BSI.

“Kita ada booth dan mobil kas keliling yang melayani jamaah jamaah jika ingin buka rekening disini baik secara online maupun secara pelayanan langsung oleh petugas yang ada di mkk maupun di booth,” kata Safira kepada Bogordaily.net, Minggu 9 Maret 2025.

Ia menjelaskan, BSI sebagai sahabat spiritual akan terus hadir ditengah tengah masyarakat, salah satunya melalui event kajian ramadhan.

“Sebagai sahabat spiritual ini adalah salah satu komitmen kami sehingga kita memberikan sponsorship di acara ini,” jelasnya.

Selain itu, BSI juga akan menghadirkan berbagai kegiatan sosial lainya, salah satunya buka bersama dan santunan terhadap anak yatim.

“Kemudian yang kedua kita juga punya peran sebagai sahabat sosial kita punya kerjasama di bulan ramadhan ini juga memberikan santunan kepada anak yatim,” ujar Safira.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut akan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap bank BSI sebagai mitra finansial, spiritual dan juga sosial.

“Harapannya ini akan menaikan engagement lagi untuk nasabah kami bahwa BSI hadir sebagai tadi bukan hanya sahabat finansial tetapi juga sahabat spiritual dan sosial,” ungkapnya.***

Albin Pandita

Menjelajah Labuan Bajo: Destinasi Wisata yang Wajib Menjadi Bucket List!

Bogordaily.net – Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat diminati oleh banyak masyarakat karena keindahannya. Maka dari itu, aku beserta keluargaku memutuskan untuk berangkat berwisata ke Pulau Nusa Tenggara Timur, khususnya Kecamatan Labuan Bajo.

Kami sekeluarga memutuskan untuk berlibur di sana beberapa hari. Perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Komodo Labuan Bajo ditempuh selama dua jam lebih.

Sesampainya kami di bandara dan setelah kami mengambil semua barang yang kami bawa, kami pun menggunakan taxi untuk menuju ke hotel tempat kami akan menginap.

Kami memilih Bintang Flores Hotel sebagai tempat kami menginap dikarenakan letaknya yang langsung dekat dengan laut dan pantai.

Kami sangat senang, karena kamar yang kami dapatkan berhadapan langsung dengan laut, sehingga kami disuguhkan pemandangan laut dan berbagai kapal yang dapat memanjakan mata. Pada malam hari, kami semua hendak untuk mencari makan.

Namun, kami baru mengetahui, bahwa di Labuan Bajo belum tersedia layanan taxi online. Hal itulah yang menjadi hambatan bagi kami selama disana, yaitu susahnya berpergian dikarenakan kami terbiasa untuk memesan taxi online untuk memudahkan perjalanan kami pada saat di Jakarta.

Walaupun tidak ada taxi online, namun banyaknya taxi yang dapat kami pakai disana, hanya saja kami sulit untuk membedakan taxi dan non taxi. Setelah menunggu setengah jam, akhirnya kami mendapatkan layanan taxi dibantu oleh pihak penginapan kami.

Setelah bertanya mengenai informasi tempat makan yang enak di Labuan Bajo dari driver yang membawa kami dan beliau bilang Labuan Bajo juga terkenal dengan makanan laut mereka, akhirnya kami pun diarahkan ke tempat makan-makanan laut.

Tempat yang kami datangi bukanlah restoran tertutup, melainkan restoran terbuka, konsepnya mirip dengan food court hanya saja semuanya makanan laut. Uniknya, disana mereka tidak menyajikan makanan secara langsung, justru mereka menyajikan binatang laut yang masih belum diolah, seperti ikan, kerrang, cumi, lobster, udang, dan masih banyak lagi.

Sistemnya adalah kami dapat memilih apa saja yang ingin kami makan dan para penjualnya akan mengolah menjadi masakan, dengan kata lain kami mendapatkan makanan yang masih fresh.

Kami pun akhirnya makan dengan pemandangan laut yang indah. Pada saat kami pulang, kami merasa kebingungan dikarenakan kami sulit untuk menemukan taxi yang dapat mengantar kami pulang.

Disela kebingungan kami, kami bertanya kepada salah satu masyarakat yang sedang bersantai di sana dimana kami dapat menemukan taxi. Berita bagusnya, beliau langsung menawarkan untuk mengantarkan kami Kembali ke penginapan.

Seperi yang tadi aku katakana, kami tidak dapat membedakan taxi dan non taxi karena tidak ada tanda sama sekali, sehingga kami sekeluarga mengira bahwa beliau merupakan driver taxi. Sesampainya kami di penginapan, kami bingung dikarenakan beliau tidak mau menerima pembayaran untuk perjalanan pulang kami.

Setelah kami bertanya alasan beliau menolak pembayarannya karena baliau sebenarnya bukan driver taxi, beliau hanya merasa ingin membantu kami untuk kembali ke penginapan. Setelah mengucapkan terimakasih, kami pun Kembali ke kamar kami.

Keesokan harinya, aku dan keluargaku sudah memesan trip satu hari perjalanan untuk berwisata di Labuan Bajo. Kami sudah di lobby hotel bertepatan saat mobil yang menjemput kami datang. Hari itu sangat cerah, memberikan kami pertanda baik untuk menggunakan

jalur laut. Sesampainya kami di Pelabuhan, kami diarahkan untuk menaiki kapal yang akan membawa kami ke empat destinasi wisata. Destinasi pertama yang kami tuju, yaitu Pulau Padar. Pulau ini dikenal dengan tangganya yang begitu banyak jumlahnya dengan kira-kira 800 anak tangga.

Tidak dapat dipungkiri, laut disana sangat bening dan bersih, sehingga kami dapat melihat berbagai Binatang laut yang berenang. Setelah melewati ratusan anak tangga, lelah kami dibayar oleh pemandangan yang sangat indah pada saat kami sampai di paling atas.

Destinasi kedua, kami menuju Pink Beach atau Pantai Pink. Alasan diberikan nama Pink Beach, adalah karena pasir yang berada di pantai tersebut berwarna pink dikarenakan banyak terumbu karang yang hancur dan akhirnya serpihan terumbu karang menyatu dengan pasir yang berada di pantai tersebut.

Kami diberi waktu sekitar satu sampai dua jam untuk mengabadikan foto kami disana. Dikarenakan Pink Beach tidak terlalu besar bahkan tergolong kecil, maka aku dan keluargaku hanya menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah dan sisa waktu kami gunakan untuk bersantai di salah satu warung yang berada di sana.

Setelah kami kembali ke kapal, destinasi kami selanjutnya adalah Pulau Kanawa. Namun sayangnya kami tidak dapat turun pada saat kami sampai di Pulau Kanawa dikarenakan pada saat itu, air laut sedang naik disana, sehingga sulit bagi kami untuk turun ke Pulau Kanawa.

Namun, kami diberikan waktu setengah jam apabila kami ingin berenang disana. Selanjutnya kami diberikan waktu untuk snorkling selama satu jam lebih. Dengan didampingi oleh pendamping dan alat snorkling yang professional, kami dapat melihat berbagai jenis ikan serta binatang laut yang indah.

Destinasi terakhir, yaitu Pulau Komodo. Pada saat rombongan kami sampai disana, ternyata banyak rombongan lain pula yang sedang mengunjungi Pulau Komodo. Maka dari itu, kami harus menunggu giliran rombongan kami untuk memutari pulau tersebut.
Setelah menunggu 40 menit, akhirnya rombongan kami didatangi oleh pemandu wisata khusus Pulau Komodo untuk menemani kami selama disana. Saat kami masuk, banyak tanda hati-hati yang harus kami patuhi disana.

Selama memandu kami, pemandu tersebut menjelaskan mengenai berbagai macam hal tentang Binatang Komodo. Pada awalnya, kami tidak menemukan hewan Komodo sama sekali, sehingga pemandu wisata tersebut berinisiatif untuk membuat pancingan agar Komodo keluar.

Setelah dipancing akhirnya kami dapat melihat tidak hanya satu hewan Komodo, melainkan tiga hewan komodo secara langsung! Selain itu, kami juga melihat babi hutan disana. Setelah selesai dari Pulau Komodo, akhirnya kami Kembali ke pelabuhan kira-kira 16.00 WITA.

Sesampainya kami di pelabuhan, waktunya pas sekali dengan dibukanya restoran yang kami kunjungi tadi malam. Maka dari itu kami memutuskan makan di sana lagi sebagai penutup kegiatan kami hari itu. Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk berjalan kaki untuk Kembali ke penginapan. Dalam waktu setengah jam sampai empat puluh menit, kami pun sampai di penginapan kami.

Pengalaman di Labuan Bajo sangat berharga untukku pribadi. Banyak keindahan dari Labuan Bajo yang membekas di hatiku. Selain keindahannya, keramahan warga di sana membuat aku merasa nyaman disana. Hal inilah yang membuatku ingin kembali lagi ke sana. Aku berharap kami dapat kembali lagi kesana dan suasana yang aku rasakan dahulu tidak berganti.***

Yakhin Alexa Najeges
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media

Anker Cibinong-Nambo Adaptasi Lagi Buntut Jadwal KRL Berubah

0

Bogordaily.net – Sejak diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api terbaru pada 1 Februari 2025, pengguna KRL Commuter Line, yang biasa disebut “anker” dihadapkan pada penyesuaian jadwal kereta yang baru. Artikel ini akan membahas dampak dari jadwal KRL, khususnya bagi pengguna kereta dari Cibinong ataupun Nambo yang merupakan salah satu rute yang memiliki waktu menunggu yang cukup lama. Lalu bagaimana para “anker” menyikapi jadwal perubahan kereta tersebut?

Sejumlah pengguna KRL di Stasiun Cibinong, seperti Faeah, Nathan, dan Naysa memberikan tanggapan ataupun komentar yang cukup beragam mengenai perubahan jadwal terbaru. Nathan memberikan tanggapan, bahwa perubahan jadwal cukup memberikan keuntungan untuk dirinya, karena dia merasa tidak perlu lagi terburu-buru mengejar kereta. Namun, dibalik keuntungan tersebut, Nathan merasakan tantangan untuk dapat menyesuaikan jadwal keberangkatannya yang mengharuskan dia berangkat lebih pagi.

Farah, seorang anak kereta yang juga diwawancarai juga merasakan keuntungan dari perubahan jadwal kereta dikarenakan Farah tidak harus terburu-buru untuk mengejar kereta disebabkan kereta mengalami pengunduran waktu, sehingga cukup memberikan Farah waktu untuk dapat menaiki kereta tersebut. Namun sama halnya dengan Nathan, Farah jugaharus dapat menyesuaikan Kembali waktu keberangkatannya dikarenakan jadwal keberangkatan yang diubah menjadi lebih pagi. Pendapat Naysa pun serupa dengan pendapat Nathan maupun Farah.

Sebagai salah satu pengguna KRL dengan rute Nambo itu sendiri, saya merasa bahwa penambahan jadwal untuk rute KRL tersebut meningkatkan efisiensi untuk para penumpang. Namun, perubahan ini juga benar adanya menimbulkan tantangan tersendiri untuk penyesuaian dalam hal kedatangan maupun keberangkatan. Meskipun perubahan jadwal memiliki manfaat dalam mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kenyamanan bagi Sebagian pengguna, perlunya penyesuaian jadwal yang berdampak pada rutinitas harian merupakan tantangan tersendiri. Bagi pengguna yang harus bangun lebih pagi atau pulang lebih lambat, perubahan ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan.

Bagi para pekerja yang menggunakan KRL untuk berangkat dan pulang kerja, perubahan ini juga mempengaruhi produktivitas kerja. Perubahan ini yang membuat mereka menjadi bangun lebih pagi ataupun pulang lebih lama dan hal inilah yang membuat para pekerja menjadi lebih lelah dikarenakan kekurangan waktu untuk beristirahat. Bagi pelajar atau mahasiswa, dampak yang akan mereka rasakan adalah apabila jadwal dari kereta tidak sinkron dengan jam pelajaran, para mahasiswa akan beresiko ketinggalan Pelajaran mereka. Hal inilah yang dapat menimbulkan stress dan mengganggu konsentrasi pada pelajar.

Pentingnya untuk mengingat bahwa perubahan jadwal KRL harus dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh pihak, baik dari pihak pekerja ataupun mahasiswa (pengguna KRL). Penting untuk memastikan bahwa perubahan jadwal tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dan lebih banyak memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat.

Berikut ini beberapa rekomendasi yang dapat saya berikan mengenai hasil analisis ini, yaitu;
1. Pentingnya untuk menginformasikan perubahan jadwal secara intensif dan jelas kepada pengguna. Informasi yang lengkap dan mudah dipahami oleh masyarakat dapat memudahkan pengguna untuk menyesuaikan jadwal mereka.
2. Berikan masa penyesuain yang cukup, seperti uji coba beberapa saat dan melihat seberapa efesien perubahan jadwal untuk para pengguna KRL
3. Pertimbangkan factor keberlangsungan hidup pengguna dalam mengatur jadwal KRL

Perubahan jadwal KRL merupakan Keputusan yang kompleks dengan konsekuensi sosial yang luas. Penting untuk menilai dampak perubahan ini secara komprehensif dan mencari solusi yang dapat menguntungkan semua pihak. Komunikasi yang terbuka secara transparan, seperti memberikan forum khusus melalui sosial media untuk mempertanyakan dan mendapatkan jawaban dari berbagai penumpang KRL untuk mendapatkan solusi yang optimal.

Yakhin Alexa Najeges
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Menjadi Content Creator di Era Digital

0

Bogordaily.net – Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara orang mengakses dan berbagi informasi. Salah satu hal yang berkembang pesat adalah kehadiran content creator, yaitu seseorang yang menghasilkan konten kreatif untuk berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan blog. Menurut Nasrullah (2020), perkembangan teknologi digital telah mempercepat transformasi industri kreatif, di mana content creator memiliki peran utama dalam membentuk tren dan opini publik.

Media sosial menjadi wadah utama bagi content creator untuk menyalurkan kreativitas mereka. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2023), jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 200 juta orang, yang menunjukkan potensi besar dalam industri ini. Namun, dengan meningkatnya persaingan, tantangan yang dihadapi content creator juga semakin kompleks.

Peran dan Tantangan Seorang Content Creator
Content creator memiliki peran penting dalam ekosistem digital, baik dalam aspek hiburan, edukasi, maupun pemasaran. Menurut buku Komunikasi Digital oleh Sudibyo (2021), konten yang dihasilkan oleh kreator digital mampu memengaruhi keputusan konsumen dan membentuk citra merek. Oleh karena itu, perusahaan dan merek banyak bekerja sama dengan content creator dalam strategi pemasaran mereka.

Namun, menjadi content creator bukanlah hal yang mudah. Tantangan utama yang sering dihadapi adalah menciptakan konten yang orisinal, relevan, dan menarik bagi audiens. Selain itu, perubahan algoritma media sosial juga memengaruhi visibilitas konten. Menurut penelitian dari Suryadi (2020), pemahaman terhadap algoritma dan perilaku audiens sangat penting bagi content creator agar tetap relevan di tengah persaingan ketat.

Selain itu, content creator juga harus menghadapi tantangan. Banyak platform yang menyediakan pendapatan bagi pembuat konten, seperti YouTube melalui AdSense, TikTok dengan fitur monetisasi, serta endorsement dari berbagai merek. Namun, memperoleh pendapatan yang stabil membutuhkan jumlah penonton dan keterlibatan yang tinggi. Oleh karena itu, banyak content creator yang menggabungkan berbagai sumber pendapatan agar bisa bertahan di industri ini.

Strategi Sukses Menjadi Content Creator
Untuk sukses di dunia digital, content creator perlu memiliki strategi yang tepat. Salah satu kunci utama adalah konsistensi dalam mengunggah konten. Studi yang dilakukan oleh Firmansyah (2022) dalam Strategi Digital Marketing menunjukkan bahwa kreator yang konsisten dalam mengunggah konten cenderung mendapatkan lebih banyak pengikut dan keterlibatan dibandingkan mereka yang tidak konsisten. Konsistensi mencakup jadwal unggahan, tema konten, serta interaksi dengan audiens.

Selain itu, pemanfaatan algoritma dan analitik media sosial menjadi faktor krusial. Misalnya, memahami waktu terbaik untuk mengunggah konten serta menggunakan fitur-fitur seperti hashtag dan SEO dapat meningkatkan jangkauan audiens. Dalam buku Pemasaran Digital oleh Handoko (2019), disebutkan bahwa content creator yang memahami data analitik dapat lebih efektif dalam mengembangkan strategi konten mereka. Analisis data dapat membantu kreator memahami jenis konten yang disukai oleh audiens dan meningkatkan keterlibatan mereka.

Membangun personal branding juga menjadi aspek penting dalam kesuksesan seorang content creator. Personal branding memungkinkan seorang kreator untuk dikenal dengan ciri khasnya. Misalnya, ada content creator yang dikenal karena konten edukatifnya, sementara yang lain dikenal karena gaya humor atau visual yang menarik. Dengan personal branding yang kuat, audiens akan lebih mudah mengenali dan mengikuti seorang kreator di berbagai platform.

Dampak Content Creator terhadap Masyarakat
Keberadaan content creator memberikan dampak luas terhadap masyarakat. Salah satunya adalah pengaruh dalam membentuk tren dan gaya hidup. Banyak tren mode, makanan, dan gaya hidup yang muncul berkat konten yang dibuat oleh para kreator digital. Misalnya, tren minuman dalgona coffee yang viral di masa pandemi dipopulerkan melalui berbagai unggahan video di media sosial.

Selain itu, content creator juga memiliki peran dalam edukasi dan sosial. Banyak kreator yang membagikan konten edukatif seperti tutorial, ilmu pengetahuan, dan wawasan bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya, kanal YouTube yang berisi pembelajaran bahasa asing, cara menjawab pertanyaan HRD pada saat interview, dan pembuatan CV yang benar karena memberikan manfaat langsung bagi penggunanya. Beberapa content creator juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti kebersihan lingkungan dan penggalangan dana untuk amal.

Namun, tidak semua dampak content creator bersifat positif. Ada juga konten yang tidak mendidik atau bahkan berpotensi merugikan masyarakat, seperti penyebaran hoaks atau konten yang tidak sesuai dengan norma. Oleh karena itu, penting bagi content creator untuk memiliki tanggung jawab sosial dalam setiap konten yang mereka buat agar dampaknya tetap positif bagi audiens.

Kesimpulan
Menjadi content creator di era digital adalah peluang besar sekaligus tantangan yang tidak mudah. Dengan memahami perkembangan media sosial, menghadapi tantangan dengan strategi yang tepat, serta konsisten dalam berkarya, seorang content creator dapat mencapai kesuksesan di dunia digital. Adaptasi terhadap perubahan teknologi dan tren menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi di industri kreatif yang terus berkembang. Selain itu, kreativitas dalam menciptakan konten dapat membantu seorang content creator membangun audiens yang setia dan meningkatkan peluang dalam jangka panjang.

Content creator juga memiliki tanggung jawab sosial dalam setiap kontennya, baik dalam aspek edukasi maupun penyebaran informasi yang benar. Dengan memanfaatkan platform digital secara bijak, content creator dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta berkembang dalam industri yang semakin kompetitif.***

Najma Silmi Thahirah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Legalitas Sertifikat HGB dan SHM di Kawasan Pagar Laut Tangerang Dipertanyakan, Menteri ATR Angkat Bicara.

0

Bogordaily.net – Akhir-akhir ini masyarakat digemparkan dengan isu berita tentang pembangunan pagar laut di Tangerang. Selain itu banyaknya sertifikat yang berseliweran di area kawasan tersebut. Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid akhirnya angkat bicara mengenai kemunculan pagar laut yang berada di Tangerang, Banten. Nusron menyatakan, pemilik ratusan SHGB itu ada perusahaan ada juga perorangan. Selain itu, ada juga 17 Sertifikat Hak Milik (SHM) yang diterbitkan di lokasi tersebut.

“Jumlahnya 263 bidang dalam bentuk SHGB atas nama PT Intan Agung Makmur sebanyak 234 bidang dan PT Cahaya Inti Sentosa sebanyak 20 bidang dan perseorangan sebanyak 9 bidang dan kemudian ada SHM surat hak milik atas 17 bidang, jadi berita yang muncul di media maupun sosmed adanya sertifikat tersebut setelah kami cek benar adanya,” ungkap Nusron dalam konferensi pers di kantor di Jakarta, Senin 20 Januari 2025.

Dalam pernyataan lainnya, Menteri Nasron menegaskan bahwa kebijakan penerbitan sertifikat tersebut telah melalui proses hukum yang sesuai dan bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi pemilik lahan. Ia menyebutkan bahwa setiap tahapan telah mempertimbangkan aspek legalitas serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi hukum lainnya. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya memberikan perlindungan hukum bagi pemilik lahan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong iklim investasi yang lebih kondusif di wilayah pesisir. Namun, pernyataan ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan pemerhati lingkungan, yang mempertanyakan transparansi serta dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut terhadap ekosistem pesisir dan keberlanjutan ekonomi lokal.

Meskipun demikian, ada beberapa aspek yang perlu dikritisi. Pertama, bagaimana mekanisme penerbitan sertifikat ini bisa terjadi pada area yang rentan secara ekologis? Apakah ada kajian lingkungan yang telah dilakukan sebelum keputusan ini diambil? Beberapa aktivisme menilai bahwa kebijakan ini berpotensi merusak keseimbangan ekosistem pesisir.

Kedua, transparansi dalam proses penerbitan Surat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB) masih menjadi tanda tanya. Masyarakat perlu mengetahui sertifikat yang diberikan apakah benar-benar mendukung atau hanya memicu konflik agraria. Banyak masyarakat yang berada di kawasan pesisir mendapatkan dampak yang besar dari kebijakan ini terhadap kelancaran mata pencaharian mereka, terutama nelayan yang bergantung pada ekosistem laut.

Selain itu, tanggapan Menteri Nusron yang menyatakan bahwa kebijakan ini untuk kepastian hukum perlu dikaji lebih lanjut. Kepastian hukum seharusnya tidak hanya diberikan kepada pemilik modal, tetapi juga kepada masyarakat yang bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan mereka. Tanpa pendekatan yang adil, kebijakan ini justru dapat memperlebar ketimpangan sosial.

Sebagai masyarakat, kita perlu mengambil sikap kritis terhadap kebijakan yang dapat merugikan seperti ini. Sikap kritis bukan hanya sekedar bentuk ketidaksetujuan, tetapi juga menjadi wujud dari partisipasi aktif dalam mengawal kebijakan publik agar lebih transparan dan akuntabel. Dengan mengkritik, masyarakat dapat menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya menyengsarakan rakyat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan keberlanjutan sosial. Selain itu, kritik juga dapat menjadi bentuk kepedulian serta dorongan pemerintah agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang menyangkut kepentingan banyak orang terutama rakyat. Kebijakan yang dibuat harus benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat serta kelestarian lingkungan, sehingga tidak hanya menguntungkan segelintir pihak tertentu. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat, membuka ruang diskusi yang lebih luas, serta memastikan kembali bahwa kebijakan yang dikeluarkan telah melalui proses kajian yang mendalam, terutama dalam menilai dampak jangka panjangnya terhadap sosial, ekonomi, dan lingkungan.tersebut.

Pada akhirnya, Menteri Nusron meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi dan berjanji akan menindak lanjuti permasalahan ini. Tanggapan Menteri Nusron juga disampaikan dengan langkah konkret dan menjawab kekhawatiran publik. Kebijakan yang mencakup lingkungan dan hak kepemilikan lahan harus dilakukan secara transparan dan berorientasi pada keberlanjutan. Jika tidak, maka kebijakan ini dapat memicu polemik berkepanjangan yang merugikan banyak pihak.***

Nasya Karina Nur’aziza

Dr. Ridwan Siskandar: Sebuah Langkah, Sebuah Makna

0

Bogordaily.net – Dr. Ridwan Siskandar hadir sebagai sosok yang tak hanya mengajar tetapi juga menginspirasi. Lahir di Kuningan pada 3 Januari 1989, perjalanan profesinya adalah bukti bagaimana ketekunan, ilmu pengetahuan, dan ketulusan dapat membentuk seorang akademisi yang berdampak besar. Sebagai dosen dan peneliti di Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB), ia telah berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan pembelajaran modern yang aplikatif bagi masyarakat luas, terutama dalam bidang pendidikan vokasi yang menuntut keterampilan praktis serta kesiapan industri.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB pada tahun 2011, Dr. Ridwan memulai kariernya di dunia Teknologi Informasi (IT Engineering). Dalam perjalanan kariernya, Dr. Ridwan tidak pernah meragukan pilihannya karena ia percaya bahwa setiap langkah yang diambil merupakan bagian dari proses pembentukan diri yang pada akhirnya akan membawa manfaat bagi banyak orang. Dengan prinsip itu, ia terus menggali ilmu dan mendalami berbagai aspek keilmuan yang relevan dengan minatnya, hingga melanjutkan pendidikan Magister (S2) di bidang Biofisika di IPB, yang diselesaikannya pada tahun 2014. Keinginannya untuk terus berbagi pengetahuan serta kontribusinya dalam dunia akademik dan riset mendorongnya mengambil langkah lebih jauh dengan meraih gelar Doktor (S3) dalam bidang Ilmu Keteknikan Pertanian.

Menjadi seorang guru adalah cita-cita Dr. Ridwan. Sebagai dosen, ia tidak hanya mengajar di dalam kelas dan menyampaikan teori, tetapi juga aktif terjun langsung dalam berbagai proyek penelitian dan inovasi yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat secara nyata, terutama dalam sektor teknologi dan pendidikan. Salah satu inovasi yang dikembangkannya adalah metode pembelajaran Blended Learning berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Selama pandemi COVID-19, ia melihat perlunya sistem pembelajaran yang lebih interaktif dan dapat menghubungkan teori dengan praktik secara lebih efektif agar peserta didik dapat memahami materi dengan lebih baik. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan literasi sains siswa secara signifikan dan mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan aplikatif.

Tak hanya di bidang pendidikan, Dr. Ridwan juga berkontribusi dalam penelitian teknologi terapan yang berfokus pada solusi untuk permasalahan nyata di berbagai sektor industri. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah pengembangan alat ukur kualitas air untuk industri perikanan, yang dirancang secara khusus dengan sistem suplai oksigen untuk kolam ikan. Inovasi ini membantu meningkatkan efisiensi budidaya ikan dengan memastikan bahwa parameter air seperti pH, suhu, dan kadar oksigen selalu berada dalam kondisi optimal, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan serta keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia. Dengan alat ini, peternak ikan dapat lebih mudah mengontrol kondisi air secara real-time dan menghindari potensi kegagalan panen akibat kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Ia juga terlibat dalam proyek ketahanan energi berbasis lokal yang merupakan bentuk kerja sama dengan pemerintah desa Situ Ilir. Proyek ini mencakup pembuatan arang sekam sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, serta pengembangan laboratorium virtual untuk mendukung pendidikan guru di daerah tersebut. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan desa-desa dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sumber daya yang tidak terbarukan. Selain itu, proyek ini juga memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah terpencil dengan memberikan akses yang lebih luas terhadap teknologi pembelajaran yang modern.

IPB University, BU, dan Pemdes Situ Ilir Kolaborasi Bangun Ketahanan Energi Desa dan Pendidikan Lab Virtual

Dunia akademik tidak hanya berbicara tentang penelitian di dalam laboratorium, tetapi juga bagaimana menghubungkan teori dengan kebutuhan nyata yang ada di masyarakat. Dr. Ridwan memahami pentingnya aspek ini dan berusaha menerapkannya dalam metode pengajaran serta riset-risetnya. Sebagai pemimpin mata kuliah sistem tertanam di IPB, ia mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengembangkan teknologi yang dapat membantu UMKM di Bogor meningkatkan efisiensi produksi mereka. Salah satu proyek inovatif yang dihasilkan adalah penerapan teknologi sederhana namun efektif yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha kecil dalam mengelola produksi mereka dengan lebih efisien dan sistematis, sehingga mereka dapat meningkatkan daya saing di pasar.

Di luar aktivitas mengajar dan meneliti, Dr. Ridwan juga berperan aktif dalam Komisi Penelitian dan Publikasi Sekolah Vokasi IPB. Melalui perannya ini, ia menyelenggarakan berbagai lokakarya riset terapan unggulan yang bertujuan menghubungkan penelitian akademik dengan dunia industri agar penelitian yang dilakukan dapat lebih aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Tujuannya adalah menciptakan inovasi yang tidak hanya berakhir dalam bentuk jurnal ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan secara langsung untuk membantu pembangunan bangsa dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian hingga teknologi digital yang berkembang pesat saat ini.

Perjalanan hidup Dr. Ridwan tidak terlepas dari dukungan keluarga inti dan para gurunya yang selalu menjadi sosok utama dalam memberikan semangat dalam setiap langkahnya. Namun, ia juga menghadapi berbagai kritik dan tantangan, bahkan dari orang-orang terdekat seperti keluarga. Baginya, kritik adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan yang harus diterima dengan sikap terbuka dan dijadikan sebagai bahan refleksi untuk terus memperbaiki diri. “Percaya bahwa titik tertinggi kesuksesan seseorang adalah hadirnya kritikan dan caci maki,” ujarnya. Justru dari kritik itulah ia terus berkembang dan membuktikan bahwa kerja keras dapat membawa seseorang menuju kesuksesan yang paling tinggi.

Dalam hidupnya, Dr. Ridwan tidak hanya mengejar gelar akademik atau jabatan sebagai seorang dosen dan peneliti, tetapi lebih dari itu, ia ingin meninggalkan jejak berupa ketulusan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Ia meyakini bahwa setiap individu memiliki caranya sendiri dalam menunjukkan ketulusan, baik melalui pendekatan yang lembut maupun cara yang lebih tegas. Baginya, kehadiran yang tulus akan lebih dikenang. Melihat ke depan, Dr. Ridwan berharap dunia akademik dapat lebih menekankan pada pembelajaran berbasis contoh nyata dan praktik langsung. Ia percaya bahwa diam dengan beribu contoh lebih baik daripada berbicara tanpa tindakan nyata.

Dr. Ridwan Siskandar adalah bukti bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana seseorang dapat berbagi ilmu dan berkontribusi untuk kemajuan bersama.
Dengan semangatnya dalam pendidikan dan inovasi, ia terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tidak hanya bermimpi besar, tetapi juga berani mengambil langkah untuk mewujudkannya.

 

Najma Silmi Thahirah 
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Asyik THR PNS Cair Lebih Cepat, Intip Jadwalnya!

0

Bogordaily.net – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberi sinyal jika pencairan Tunjangan Hari Raya atau THR bagi PNS dan TNI/Polri 2025 bakal lebih cepat.

Bahkan THR yang diberikan bakal 100 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jika tidak ada perubahan, THR PNS akan cair tiga minggu sebelum Lebaran. “Insyaallah,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan pencairan THR butuh payung hukum Keputusan Presiden (Keppres). Aturan tersebut sedang dirampungkan dan selanjutnya diteken Presiden Prabowo Subianto.

Nanti Prabowo juga yang akan mengumumkan pencairan THR PNS. “Kalau tanya THR, Bapak Presiden sedang dalam proses untuk menyelesaikan ya Kepresnya, nanti beliau yang akan mengumumkan, segera,” sebut Sri Mulyani.

Sebagai informasi, pemerintah menyiapkan Rp 50 triliun untuk THR PNS dan TNI/Polri. Pencairannya ditetapkan paling cepat tiga minggu sebelum Lebaran.

Hal itu berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, serta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pada Kamis 27 Februari yang lalu.

“Pencairan THR bagi ASN dan pekerja swasta akan dicairkan tepat waktu, dengan ketentuan pencairan bagi ASN paling cepat 3 minggu sebelum Lebaran,” kata Airlangga. ***

Komdigi Awasi Ketat Konten Internet, Ada Denda!

0

Bogordaily.net – Pada saat ini media sosial merupakan salah satu platform yang sangat memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi, berbgai informasi, dan berkomunikasi secara online tanpa terhalang jarak dan waktu. Saat ini pemerintah akan menerapkan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (Saman) oleh Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang akan dimulai pada Februari 2025 yang merupakan suatu langkah penting dalam Upaya melindungi Masyarakat, terutama anak-anak, dari konten internet berbahaya di dunia maya. Dalam era digital yang semakin berkembang ini, tantangan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penggunaan internet yang semakin kompleks.

Pentingnya Perlindungan Konten Digital
Perlindungan dalam konten digital inu menjadi salah satu alasan utama penerapan Saman adalah meningkatnya angka kejahatan yang menargetkan anak-anak di ruang digital.

Data yang bersumber dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa antara 2021 hingga 2023, sejumlah 481 kasus pornografi dan cyber crime yang melibatkan anak-anak.

Pada angka tersebut mencerminkan betaoa rentannya kelompok ini terhadap eksploitasi dan penyalahgunaan teknlogi informasi.

Dengan adanya Saman, diharapkan aka nada pengawasan yang lebih ketat terhadap penyebaran konten illegal, seperti pornografi anak, penjudian online, dan aktivitas keuangan illegal.

Penegakan Hukum yang Jelas
Sistem penegakan hukum yang diusulkan melalui saman ini juga masih menujukkan strutktur yang jelas dan bertahap.

Proses awal ini mulai dari surat perintah takedown hinga sanksi administrative memberikan kesempatan bagi penyelenggara system elektronik (PSE) untuk memperbaiki kesalahan sebelumnnya dikenakkan denda atau sanski lebih lanjut.

Hal ini menciptakan suatu mekanisme yang tidak hanya berifat reaktif tetapi juga proaktif dalam menangani pelanggaran konten.

Namun, tantangan terbesar dalam implementasi saman dalam memastikan bahwa semua PSE, termasuk platform besar seperti Facebook, Instagram, dan Tiktok yang sudah mematuhi regulasi ini.

Meningat banyaknya konten yang diunggah setiap detik di platform tersebut, efektivitas sistem ini akan sangat bergantung pada kemampuan Komdigi untuk melakukan pengawasan secara efisien dan responsif.

Dampak terhadap Kebebasan Berpendapat
Di sisi lain, penerapan regulasi semacam ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berpendapat.

Dalam konteks digital, batas antara konten yang berbahaya dan konten yang merupakan ekspresi pribadi sering kali tidak seuai.

Oleh karena itu, penting bagi Komdigi untuk memastikan bahwa penegakan hukum tidak mengarah pada sensor berlebihan atau pembatasan terhadap kebebasan berekspresi.
Transparansi dalam proses pengambilan keputusan terkait konten yang dianggap melanggar sangat penting agar publik dapat memahami dan menerima kebijakan tersebut.

Keterlibatan Masyarakat dalam Pengawasan Konten
Pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan konten juga harus diperhatikan. Edukasi kepada orang tua dan anak-anak tentang bahaya konten ilegal serta cara melindungi diri di dunia maya harus menjadi bagian integral dari penerapan Saman.

Selain itu, Masyarakat juga harus aktif dalam melaporkan konten yang dianggap illegal atau berbahaya. Dengan adanya mekanisme pelaporan yang jelas tersebut, Masyarakat dapat berperan langsung dalam menjaga keamanan digital.

Peningkatan kesadaran tentang risiko yang ada di dunia digitak ini juga sangatlah penting. Komdigi berupaya untuk mendidik Masyarakat mengenai cara melindungi diri dan anak-anak dari konten berbahaya tersebut.

Nazwa Aurelia Hermansyah
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Kemenhub Gelar Mudik Gratis, Intip Kuotanya Di sini

0

Bogordaily.net – Menteri Dudy Purwagandhi menegaskan Kementerian Perhubungan tetap menyelenggarakan Program Mudik Gratis pada Angkutan Lebaran tahun 2025. Langkah ini dilakukan guna menekan lonjakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi, serta mengurangi kepadatan di jalan raya.

“Kemenhub kembali menyelenggarakan Program Mudik Gratis seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Meskipun di tengah keterbatasan anggaran, program ini tetap kami jalankan guna menekan jumlah penggunaan kendaraan pribadi dan mengurangi kepadatan di jalan raya selama periode Lebaran, serta yang paling penting demi alasan keselamatan para pemudik,” ujar Menhub Dudy.

Menhub Dudy menjelaskan berpergian jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, punya potensi kecelakaan yang cukup tinggi. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Kemenhub atau pihak-pihak lain, baik Kementerian/Lembaga, BUMN, atau perusahaan swasta guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan selama dalam perjalanan.

“Kami tidak bosan-bosan mengimbau masyarakat agar seyogyanya tidak melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor, mengingat potensi bahaya kecelakaan yang cukup tinggi. Kami sangat berharap masyarakat dapat mudik menggunakan angkutan umum yang sudah melalui ramp check atau memanfaatkan Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Kemenhub. Sebab selain penumpang, sepeda motor pemudik juga akan diangkut secara gratis, sehingga dapat digunakan untuk bermobilitas di tempat tujuan,” terang Menhub.

Menhub Dudy menyampaikan mulai tahun ini, Kemenhub akan mengkoordinasikan Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh berbagai pihak agar pelaksanaannya bisa lebih efektif dan efisien. Untuk informasi lebih lengkap mengenai program mudik gratis ini, masyarakat dapat mengikuti melalui akun media sosial @kemenhub151.

“Kami ingin penyelenggaraan Program Mudik Gratis bisa lebih terkontrol. Harapannya, tidak ada lagi pemudik yang melakukan pendaftaran di lebih dari satu tempat,” sebutnya.

Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Kemenhub tersedia melalui jalur darat, laut, serta kereta api, dan digelar di beberapa titik simpul transportasi.

Untuk jalur darat, Ditjen Perhubungan Darat menyediakan 520 unit bus untuk 21.536 penumpang serta 10 unit truk untuk mengangkut 300 sepeda motor, pada arus mudik dan balik Lebaran 2025. Terdapat 31 kota tujuan Mudik Gratis yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kemudian untuk jalur laut, Ditjen Perhubungan Laut menyediakan “Tiket Gratis Kapal Laut” dengan kuota 47.816 penumpang dan jumlah rute sebanyak 153 ruas.

Berikutnya untuk kereta api, Ditjen Perkeretaapian menyelenggarakan “Program Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kereta Api” dengan kuota 16.960 penumpang dan 7.424 unit sepeda motor. ***

Peran Media Sosial Dalam Bentuk Tren Diera Digital

0

Bogordaily.net – Diera digital yang berkembang pesat saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang sangat penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Platform seperti Instagram, Tiktok, X, dan Facebook, tidak hanya tempat untuk berbagi cerita namun juga menjadi ruang untuk tren komunikasi digital yang berbeda saat ini.

Media sosial merupakan salah satu platform yang unggulan yang memiliki banyak kegunaan sehingga memudahkan penggunanya untuk berinteraksi, menemukan informasi, dan mengirimkan ide dan pendapat tanpa terhalang jarak dan waktu.

Menurut survei APJII, penetrasi internet di Indonesia mencapai 77,01% pada tahun 2022, menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam lima tahun terakhir.

Pekembangan media sosial saat ini telah menciptakan cara baru dalam berkomunikasi, dengan menciptakan berbagai tren yang dapat berpengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, berkembangnya media sosial dapat membawa kita kepada perubahan yang begitu signifikan, mengubah cara pandang masyarakat dalam berkomunikasi serta berinteraksi.

Dengan adanya fitur-fitur tren di media sosial, seperti foto, video dan siaran langsung (fitur live) ini sangat memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan komunikasi dan berinteraksi langsung. Hadirnya tren di media sosial ini sangat meningkatkan pola komunikasi yang lebih cepat dan efisien, yang memungkinkan para penggunanya lebih aktif.

Media sosial kini memiliki beragam tren yang sedang viral, seperti konten edukasi, informasi, serta hiburan. Tren yang tersebar di media sosial ini menjadi wadah utama agar para penggunanya untuk lebih mengekspresikan diri melalui foto atau video serta mengunggahnya di media sosial.

Saat ini banyaknya konten kreator berlomba–lomba dalam membuat video pendek yang kreatif, dan informatif, hal ini bertujuan untuk strategi pemasaran dan membangun citra yang positif serta efektif bagi mereka dan dengan mudah dapat menjangkau para audiensnya.

Membahas tentang tren, tren saat ini sering kali dipergunakan oleh influencer marketing untuk mempromosikan produk-produk mereka, yang dapat dikatakan bahwa tren ini sangat berpengaruh besar dalam kehidupan bisnis.

Masyarakat saat ini khususnya Gen Z lebih menyukai dan berpartisipasi aktif dengan tren yang berbentuk video karena informasi yang disampaikan lebih menarik, dan mudah difahami atau dengan kata lain to the point.

Namun, dibalik perkembangan media sosial yang sangat pesat terdapat beberapa dampak positif media sosial yang sangat beragam.

Pertama, media sosial dengan mudah dan cepat memberikan infromasi terbaru kepada para penggunanya tanpa memerlukan waktu yang lama dalam penyebaran informasinya.

Hal ini sangat bermanfaat bagi penggunanya untuk mengekspresikan pendapat mereka secara bebas di media tersebut.

Kedua, media sosial dengan bebas memberikan kesempatan kepada seluruh penggunanya dalam meningkatkan skill dan personal branding mereka.

Ketiga, media sosial saat ini juga menjadi alat yang sangat efektif dalam membangun serta memperkuat jaringan komunikasi antara individu dan organisasi.

Adanya dampak positif di media sosial, ternyata media sosial juga menjadi salah satu tantangan terbesar. Tantangan yang sering sekali terdengar yaitu ketika media sosial ini dapat menyebabkan ketergantungan bagi para penggunanya yang menganggu kesehatan mental, emosionaldan depresi.

Hal ini dapat terjadi karena dengan adanya fitur-fitur yang membuat para penggunanya lebih penasaran yang sering dikenal dengan istilah FOMO (fear of missing out).

Saat ini media sosial juga diguncangkan dengan penyebaran informasi palsu atau hoax yang dapat mempengaruhi opini publik, sehingga para pengguna lebih mudah percaya dengan sekali membaca judul tanpa adanya membaca seluruh informasi tersebut.
Kurangnya literasi digital ini dapat menyebabkan kita terbawa dalam arus penipuan dan kejahatan. Hal ini dapat dihindari dengan kita berhati-hati dalam setiap informasi yang beredar di media sosial, komunikasi di media sosial ini cenderung memiliki nuansa yang emosional sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Tantangan lainnya yang sangat besar yaitu adanya kasus perundungan yang ada di media sosial (cyberbullying) yang sangat berdampak negatif pada kesehatan mental para penggunanya.

Cyberbullying memberikan risiko privasi keamanan data sehingga dapat di akses olah pihak yang tidak bertanggungjawab. Tantangan–tantangan di media sosial ini menuntut para penggunanya untuk lebih berhati–hati dalam dan bijak dalam penggunaanya.

Masyarakat sebagai pengguna juga perlu meningkatkan literasi digital mereka serta menyaring informasi yang mereka dapat dengan sebaik-baiknya.

Hal ini bertujuan agar infromasi serta konten yang di dapat di media sosial lebih bersifat aman dan tidak menganggu kenyamanan para pengguna media sosial.

Dengan adanya tantangan yang besar ini pemerintah seharusnya lebih ketat dalam membuat fitur – fitur yang dapat membantu mengurangi konten-konten negatif, tidak beretika, serta melanggar pelindungan privasi pengguna.

Dengan adanya media sosial saat ini yang telah menjadi bagian yang sangat penting dari kehidupan digital di masyarakat saat ini, menyediakan berbagai macam fasilitas yang sangat bermanfaat untuk membantu para penggunanya agar lebih aktif dalam berkreatif, melakukan komunikasi serta mengikuti tren saat ini.

Namun, dengan berbagai keunggulan media sosial kita juga perlu berhati hati terhadap dampak negatif yang akan terjadi. Oleh karena itu, bijak dalam menggunakan media sosial, mengikuti tren, mengunggah konten yang sesuai serta tidak melanggar etika ini dapat memberikan kenyamanan para penggunanya. Tren yang di unggah ke media sosial tersebut harus seuai dengan aturan dan tata krama dalam etika berkomunikasi serta bermedia sosial.

Nazwa Aurelia Hermansyah                                                                                          Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB