Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 913

DPRD dan Wali Kota Bogor Hadiri Giat Tarawih Keliling di Balumbang Jaya

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, bersama Wali Kota Bogor Hadir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dalam giat Tarawih Keliling di Kelurahan Balumbang Jaya, Bogor Barat, Senin 3 Maret 2025.

Kegiatan ini merupakan hari ke 3 tarawih yang menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini diawali acara buka bersama di kebin cafe Bogor. Dalam satu rangkaian acara, giat di lanjutkan tarawih Keliling di Masjid”, tutur pria yang kerap di sapa pak Adit ini.

Acara yang berlangsung di Masjid Jami’ Al Barokah ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, ustadz, serta ulama dari Bogor Barat.

Selain berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antara pemimpin daerah dengan masyarakat serta tokoh agama.

Disela-sela kegiatan, Dr. Adityawarman Adil menyampaikan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam membangun Kota Bogor. .

“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Momentum ini kita manfaatkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kota yang semakin baik,” ujar politisi PKS ini.

Usai buka puasa dan salat Maghrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan salat Isya dan tarawih yang diikuti oleh Ketua DPRD, Wali Kota, serta para tokoh yang hadir.

“Program Tarawih keliling ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pemimpin daerah dengan masyarakat, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi warga,” tutur Adit.

Wakil rakyat Kota Bogor ini mengapresiasi Wali Kota Bogor dalam yang gerak cepat mendekatkan diri kepada masyarakat termasuk para tokoh agama sehingga akan memberi suasana kondusif di bulan Ramadan.

“Bogor adalah kota yang religius. Dengan kebersamaan dan dukungan dari para ulama, kita bisa terus menjaga keharmonisan serta semangat gotong royong dalam membangun kota ini,” kata Adit.

Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah terhadap pembangunan di wilayah mereka.

Adit berharap dan berupaya, kegiatan tarawih keliling ini akan terus dilaksanakan di berbagai masjid di Kota Bogor sekitar sepekan 36 titik sepanjang Ramadan.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah semakin kuat, serta membawa berkah bagi seluruh warga Kota Bogor,” tutup Adityawarman Adil. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim Optimis Biskita Bisa Kembali Mengaspal

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi wakilnya, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera mengoperasikan kembali layanan transportasi umum BisKita.

Hal ini disampaikan usai melakukan peninjauan ke pool BisKita di Bubulak yang telah melayani masyarakat Kota Bogor selama kurang lebih tiga tahun.

“Sejauh ini, hari ini kita lakukan peninjauan ke pool BisKita yang sudah melayani masyarakat Kota Bogor kurang lebih tiga tahun. Rencananya, dengan proses pengadaan melalui LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), insyaAllah dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah proses lelang dilaksanakan, BisKita akan segera beroperasi,” ujar Dedie usai peninjauan, Senin 3 Maret 2025.

Ia menambahkan, bahwa seluruh aspek teknis dan pembiayaan, termasuk subsidi, telah dibahas secara matang.

Namun, pada tahap awal, hanya dua dari empat koridor yang akan dioperasikan, yaitu Koridor 1 dan 2.

“Tinggal mungkin nanti yang akan beroperasi dari empat koridor yang disubsidi hanya dua koridor dulu, yaitu Koridor 1 dan 2. Koridor yang lain akan menyusul di perubahan, dan insyaAllah di akhir tahun empat koridor bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komitmen Pemkot Bogor untuk menghidupkan kembali BisKita tidak perlu diragukan.

“Jadi, intinya komitmen kita untuk menjalankan kembali BisKita ini jangan diragukan. Kita terus berproses untuk sampai kepada titik di mana seluruh proses administrasi dan teknis dilakukan sesuai dengan aturan dan ketentuan,” tegasnya.

Proses lelang yang dilakukan melalui LKPP menjadi tahapan yang harus dilalui sebelum BisKita kembali beroperasi.

Dedie A Rachim menjelaskan bahwa Pemkot Bogor tidak dapat melakukan lelang sendiri karena harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh LKPP.

“Tinggal proses lelangnya saja, tapi memang lelang itu dilakukan melalui etalase LKPP. Jadi tidak bisa kita lakukan lelang sendiri. Di LKPP itu sudah ada ketentuan-ketentuan dan syarat yang sudah ditetapkan, dan kita nanti ikut ke dalam ketentuan-ketentuan yang sudah standar,” paparnya.

Meskipun demikian, Pemkot Bogor telah menyiapkan subsidi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mendukung operasional BisKita.

“Tinggal bagaimana eksekusinya dan pelaksanaannya pasca lelang dilaksanakan dan terpilih operator yang mampu dan sanggup menjalankan operasional BisKita,” ucapnya.

Disamping itu, ia juga menyampaikan harapannya agar BisKita dapat segera kembali melayani masyarakat.

“Target kita secepatnya BisKita ini bisa kembali mengaspal dan melayani masyarakat,” tutup Dedie.

Dengan persiapan yang matang dan komitmen kuat dari Pemkot Bogor, diharapkan BisKita dapat segera kembali beroperasi dan memberikan layanan transportasi yang nyaman bagi warga Kota Bogor.***

Ibnu Galansa

Ramadan Jadi Momentum “Musim Panen” bagi Pengusaha UMKM

0

Bogordaily.net – Sekretaris Kementerian (Sesmen) UMKM Arif Rahman Hakim mengatakan Ramadan menjadi momentum atau bulan penting bagi pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner untuk meraup cuan.

“Kita semua tahu, tahun lalu fenomena war takjil yang viral di media sosial membuat pengusaha UMKM di bidang kuliner bisa meningkatkan penghasilan,” ujar Sesmen UMKM.

Sesmen UMKM berharap tahun ini pengusaha UMKM bisa kembali memanfaatkan momen bulan puasa sekaligus mengakses kemudahan yang diberikan oleh pemerintah.

“Kemudahan dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah dalam hal izin dan legalitas usaha, alokasi khusus pada area publik, pengawasan kualitas hingga dukungan pendanaan. Dalam hal ini pemerintah hadir untuk memastikan pengusaha UMKM dapat berjualan dengan aman dan nyaman, dan juga melakukan pengawasan kualitas makanan dan masakan yang dijual untuk memastikan aman dikonsumsi,” ujar Sesmen UMKM.

Dengan kemudahan-kemudahan tersebut, Sesmen UMKM melanjutkan, pengusaha UMKM dapat lebih mudah berjualan dan meningkatkan penjualan mereka selama bulan Ramadan.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) 2020–2023 meningkat menjelang Ramadan dan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi inilah yang dimanfaatkan oleh UMKM untuk meraup pendapatan.

Jika mengutip data tunggal Kementerian UMKM, khusus untuk subsektor kuliner ada sekitar 2,9 juta orang pengusaha yang terjun ke bidang ini di Indonesia. Sementara itu data Kementerian Perindustrian pada triwulan III tahun 2024, mencatat industri makanan dan minuman (mamin) bertumbuh sebesar 5,82 persen, di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 4,95 persen.

Hal ini membuat industri makanan dan minuman tercatat memberikan andil sebesar 40,17 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Angka ini sekaligus menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

Hasil kajian Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI), Zahra Kemala Nindita Murad, menunjukkan bahwa salah satu aspek perputaran uang saat Ramadan bagi UMKM datang dari momen buka puasa karena sering dijadikan ajang pertemuan kerabat, teman, saudara, hingga mitra bisnis.

Salah seorang pengusaha UMKM skala mikro, Farida, yang fokus berjualan pempek dengan merek Pempek Nyai di Kota Sukabumi mengatakan, usahanya sejak akhir 2019 selalu mengalami “musim panen” setiap Ramadan tiba.

“Saat bulan Ramadan, omzet bisa naik hingga tiga kali lipat dari yang biasanya Rp30 juta-Rp40 juta per bulan,” ujarnya saat ditemui di Sukabumi, pada penghujung Februari 2025.

Meskipun pempek kerap dianggap tak masuk dalam kategori makanan pokok, dan bukan juga makanan khas Sukabumi, tapi penjualan Pempek Nyai justru meningkat karena menjadi salah satu kudapan favorit saat berbuka puasa hingga menjadi hampers (bingkisan) saat lebaran.

“Saat pertama memulai usaha, Pempek Nyai berkomitmen untuk menyajikan pempek sesuai dengan cita rasa aslinya. Mungkin ini alasannya kenapa pempek ini dicari banyak orang di Sukabumi. Selain jadi menu kudapan, kami juga menyiapkan hampers untuk lebaran. Karena biasanya saat lebaran itu orang mulai cari yang segar-segar, nah kebanyakan orang, cocok dengan cuko kami,” katanya.

Hampir senada dengan Pempek Nyai, salah satu merek di ranah kuliner yang menjelma sebagai standar gaya hidup kaum urban Jakarta juga melemparkan pernyataan yang menguatkan hipotesis bahwa momen bulan Ramadan adalah saatnya meraup cuan.

“Kalau bicara bulan puasa memang ada peningkatan, meskipun enggak terlalu signifikan. Biasanya minggu kedua sampai akhir bulan puasa lebih bagus penjualannya, dibanding minggu pertama. Karena minggu pertama orang cenderung buka puasa di rumah buka bersama keluarga, buka di kantor atau acara lain,” ujar Sammy, CEO Lawless Burgerbar Asia atau yang dikenal dengan merek dagang Lawless Burger.

Namun, Sammy melanjutkan, justru penjualan setelah Idulfitri biasanya meningkat pesat. Bahkan tahun-tahun sebelumnya, Lawless sampai harus mendatangkan pekerja paruh waktu untuk melayani pelanggan.

“Mungkin karena masyarakat sudah sebulan nggak bisa makan siang, terus tiba-tiba bisa makan siang. Membludaklah! Lawless sampai harus mendatangkan pekerja harian, yang biasanya kami rekrut khusus untuk akhir pekan saja,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai bassist band metal besar tanah air, Seringai, itu.

Menggeluti bisnis kuliner sejak tahun 2017 dengan omzet di atas Rp15 miliar per tahun, membuat Sammy dan tim Lawless paham untuk selalu mengambil langkah yang efisien dalam menyambut Ramadan.

Dengan branding Lawless yang masuk dalam kategori top of mind bagi para pecinta burger, maka terlibat dalam bazar sudah bukan menjadi prioritas. Sammy berpendapat, apa yang dilakukan kini tinggal memaintain apa yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun lalu.

“Persiapan untuk Ramadan tahun ini, menyiapkan seputar menu spesial Ramadan, paket-paket buat keberamaan. Misalnya paket buka puasa, paket buat potluck. Sisanya persiapan outlet-outlet saja,” ujarnya. ***

Kemenkop Siap Membentuk 70 ribu Koperasi Desa Merah Putih

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) siap mendukung pembentukan 70 ribu Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih sebagai upaya untuk memperkuat ekonomi desa serta menuntaskan berbagai permasalahan yang terjadi di pedesaan.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menjelaskan dasar rencana pembentukan Kop Des untuk menggerakkan perekomian di desa. Karena itu dibutuhkan sebuah badan usaha berbentuk koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga menjadi agregator berbagai produk desa.

Menkop mengatakan bahwa dalam implementasinya, Kop Des Merah Putih akan dikembangkan melalui tiga pendekatan utama. Akan ada sekitar 64 ribu kelompok tani yang siap bermigrasi menjadi koperasi distribusi pupuk bersubsidi serta sistem pertanian dan distribusi pangan di desa dapat terintegrasi dengan lebih baik.

“Jadi ada tiga model. Pertama, membangun koperasi baru. Kedua, merevitalisasi koperasi yang sudah ada. Ketiga, membangun dan mengembangkan,” ungkap Budi Arie.

Selain memperkuat ekonomi desa, koperasi ini juga diharapkan dapat memutus mata rantai distribusi barang yang selama ini merugikan produsen dan konsumen. “Supaya bisa lebih murah harga-harga di masyarakat konsumen,” tegasnya.

“Dalam pelaksanaannya tidak lupa kami akan melibatkan para generasi muda untuk berkoperasi, pembentukan Kop Des ini akan kami lakukan secara bertahap dimulai dari masa pembentukan mulai hari ini sampai Juli 2025,” kata Menkop Budi Arie dalam keterangannya, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (03/03).

Kop Des Merah Putih diharapkan dapat melakukan pengelolaan pada outlet atau gerai sembako, outlet gerai obat murah, apotek desa, outlet kantor koperasi, outlet unit usaha simpan pinjam koperasi (embrio Kop Bank), outlet klinik desa, outlet cold storage, serta distribusi logistik.

Menkop Budi Arie meyakini keberadaan koperasi desa akan mampu memperpendek suplai chain dan melancarkan distribusi barang dan jasa hingga ke tingkat desa sehingga dapat menekan biaya dengan lebih rendah hingga ke tingkat konsumen akhir. Selain itu keberadaan koperasi desa akan menjadi agregator bagi upaya mendorong peningkatan harga produk pertanian dari desa sekaligus menjadi stabilisator bagi inflasi.

“Kami berterima kasih atas arahan Bapak Presiden terkait Koperasi Desa Merah Putih ini, diharapkan koperasi menjadi konsolidator penggerak motor ekonomi dan pusat pertumbuhan perekonomian di desa. Koperasi adalah instrumen pemerataan pembangunan nasional” ucapnya.***

Layanan Biskita Transpakuan Segera Beroperasi Lagi, Pemkot Bogor Siapkan Subsidi Rp10 Miliar

0

Bogordaily.net – Setelah dua bulan tidak beroperasi, layanan bus Biskita Transpakuan di Kota Bogor akan segera kembali berjalan.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengungkapkan bahwa proses lelang operator masih berlangsung di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan operasional akan dimulai setelah operator ditentukan.

“Soal teknis dan subsidi sudah dibahas, sekarang tinggal menunggu hasil lelang,” ujar Dedie saat meninjau pool bus di Bubulak, Senin 3 Maret 2025.

Pada tahap awal, hanya Koridor 1 dan 2 yang akan diaktifkan terlebih dahulu, sementara dua koridor lainnya baru beroperasi setelah revisi APBD.

Pemerintah menargetkan seluruh koridor dapat beroperasi secara penuh sebelum akhir 2025.

Pemerintah Kota Bogor telah mengalokasikan dana subsidi sebesar Rp10 miliar melalui Dinas Perhubungan untuk mendukung enam bulan pertama operasional bus dalam APBD 2025.

Dedie berharap proses lelang bisa segera dirampungkan agar layanan transportasi ini dapat kembali berfungsi bagi masyarakat.

Di sisi lain, Pemkot Bogor juga mempertimbangkan kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas layanan Transjakarta hingga ke Kota Bogor, dengan tujuan meningkatkan minat warga dalam menggunakan transportasi publik.***

Ibnu Galansa

Satpol PP Kota Bogor Bakal Perketat Penjagaan di Alun-Alun Selama Ramadan 2025

0

Bogordaily.net – Satpol PP Kota Bogor akan lebih memperketat penjagaan dan pemantauan di wilayah Alun-Alun Kota Bogor selama Ramadan 2025.

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syah, menyatakan diri siap melaksanakan tugas penjagaan Alun-Alun Kota Bogor terutama di bulan Ramadan.

Hal ini, kata Agus, karena Alun-Alun Kota Bogor bakal menjadi salah satu titik destinasi ngabuburit yang banyak dikunjungi masyarakat dan pelancong di Kota Bogor.

“Terlebih pada momen Ramadan kerap bermunculan pedagang baru yang berjualan di sekitaran Alun-Alun Kota Bogor,” ujar Agus

Agus menambahkan, biasanya cenderung muncul pedagang-pedagang baru yang memanfaatkan momen bulan Ramadan.

Dia juga menggaransi akan memastikan Alun-Alun kembali menjadi pusat berkumpulnya warga tanpa terganggu oleh keberadaan pedagang yang dapat mengurangi kenyamanan pengunjung.

“Ini bukan tugas ringan, tapi kami akan memaksimalkan segala potensi yang ada untuk melaksanakan tugas ini,” jelas Agus

Agus menerangkan, penjagaan Alun-Alun Kota Bogor selama Ramadan 2025, merupakan intruksi langsung dari Wali Kota Bogor Dedie. A Rachim.

Oleh karena itu, Agus berharap agar Alun-Alun Kota Bogor menjadi ruang publik yang bersih dan nyaman. Terlebih, menurutnya Alun-Alun merupakan salah satu tempat nyaman untuk ngabuburit di Kota Bogor.

“Keberhasilan menjaga kebersihan dan ketertiban Alun-Alun Kota Bogor juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Oleh karena itu kami mengajak agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” tutup Agus. ***

Muhammad Irfan Ramadan

Rudy Susmanto Pastikan Kebutuhan Pokok Korban Terdampak Bencana Terpenuh

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto memastikan kebutuhan pokok korban bencana alam yang telah terjadi di Kabupaten Bogor terpenuhi.

Kemudian, Rudy Susmanto menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bogor untuk selalu memperhatikan masyarakat yang menjadi korban bencana alam yang belakangan ini terjadi.

“Kita menekankan kepada OPD terkait di Kabupaten Bogor untuk betul betul memperhatikan para korban yang hari ini terdampak, dari segi kesehatan, apalagi ini bulan suci Ramadan,” kata Rudy Susmanto, Senin 3 Maret 2025.

Kemudian, pihaknya berjanji akan menuntaskan titik permasalahan yang menyebabkan bencana alam itu terjadi di Kabupaten Bogor.

“Bukan hanya melayani korbannya, contoh beberapa titik lokasi yang terjadi di bencana banjir, permalasahannya apa kita tuntaskan setelah kita tetapkan status kedaruratan kebencanaan ini,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh pihak untuk saling bahu membahu untuk mencari solusi terkait permasalahan yang terjadi saat ini.

“Apabila ada kebijakan yang tidak tepat terkait lingkungan, mari kita selesaikan bersama  mari kita cari solusi bersama,” ungkap Rudy.***

Albin Pandita

BNPB Catat 346 Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Puncak Bogor

Bogordaily.net – Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 346 jiwa mengungsi akibat bencana banjir bandang di kawasan Puncak, Bogor, pada Minggu 2 Maret 2025.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa, sebagian dari jumlah pengungsi tersebut sudah kembali kerumah masing masing. Dikarenakan kondisi banjir saat ini sudah surut.

“Ada masyarakat terdampak mengungsi terdata oleh kami 346 orang, sebagian ada yang sudah kembali kerumah masing masing,” kata Suharyanto, Senin 3 Maret 2025.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan BNPB akan senantiasa membantu kebutuhan para korban yang terdampak bencana alam.

“Tetapi tentu saja yang masih mengungsi kami pastikan pemerintah kabupaten bogor dibawah arahan pak bupati, pemerintah pusat lewat BNPB, kebutuhan masyarakat yang terkena banjir terutama yang mengungsi kita penuhi semaksimal mungkin,” jelasnya.

Kemudian, beberapa bangunan, jalan, dan jembatan yang rusak akibat bencana alam akan segera diperbaiki oleh Pemerintah.

“Saya juga dengan bupati dan wabup berbagi tugas meninjau sasaran, kita pastikan juga jembatan jembatan yang putus dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Oleh karena itu BNPB akan mendukung kebijakan tersebut.

“Statusnya pak Bupati mengeluarkan status tanggap darurat, pemerintah pusat tidak ragu ragu langsung masuk dan bekerja sama dengan pemerintah daerah,”ungkap Suharyanto.***

Albin Pandita

Meski Diguyur Hujan, Sejumlah Warga Antusias Berburu Takjil di Kawasan Pakansari

Bogordaily.net – Meski diguyur hujan deras, Sejumlah warga tetap antusias berburu takjil di Kawasan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Senin 3 Maret 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi terlihat sejumlah warga itu tengah mengantre disalah satu penjual gorengan dan juga es buah.

Walaupun sambil memakai jas hujan dan juga payung ditengah hujan deras mereka tetap sabar sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Salah satu warga asal Sukaraja Natan mengatakan bahwa, ia sengaja datang membeli es buah untuk berbuka puasa. Dikarenakan es buah yang ada di kawasan tersebut dinilai enak dan murah.

“Iya emang sengaja bang mau beli es buah, walau nunggu sambil ujan ujanan juga. Karena emang disini enak sama mura juga,” kata Natan kepada wartawan, Senin 3 Maret 2025.

Sementara itu, warga lainya asal Cibinong Amel mengatakan bahwa, kawasan Pakansari dinilai lengkap menjual berbagai macam jajanan, khususnya beragam takjil khas Ramadhan.

“Kalo di kawasan Pakansari ini terkenalnya banyak jajanan. Jadi emang sengaja milih ke Pakansari nyari takjil sekalian ngabuburit,” ungkap Amel.***

Albin Pandita

Dedie – Jenal Tekankan Kebersihan dan Ketertiban di Alun-alun

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakilnya, Jenal Mutaqin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Alun-alun Kota Bogor dan kawasan Masjid Agung, Senin 3 Maret 2025.

Keduanya berjalan kaki dari Balai Kota Bogor, melintasi pedestrian Jalan Kapten Muslihat hingga menuju Alun-alun Kota Bogor.

Saat sidak, mereka mendapati barang milik Pedagang Kaki Lima (PKL) yang disimpan di pojok area Alun-alun Kota Bogor. Selain itu, beberapa area yang seharusnya digunakan untuk tanaman justru tergenang air.

Setelah dari Alun-alun Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin melanjutkan inspeksi ke sekitar Masjid Agung Kota Bogor. Di sana, mereka menemukan sejumlah gerobak milik pedagang kaki lima.

Ke depan, keduanya meminta agar kebersihan dan ketertiban di Jalan Dewi Sartika, khususnya di Alun-alun Kota Bogor dan area sekitar Masjid Agung Kota Bogor, menjadi komitmen bersama untuk dibenahi dan dijaga.

“Yang pasti, kita berkeinginan Alun-alun, Masjid Agung, dan sekitarnya tertata dengan baik, bersih, serta tertib. Karena tadi kita jalan dalam kondisi Ramadan di siang hari, PKL belum banyak,” ujar Dedie A. Rachim.

Ia pun mengingatkan semua jajarannya bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki tuntutan terhadap kebersihan dan ketertiban Alun-alun Kota Bogor, pedestrian, serta lingkungan di Kota Bogor sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Itu adalah standar kebersihan dan ketertiban yang membuat masyarakat nyaman tinggal di kotanya. Tadi saya dan Pak Jenal memastikan standar itu ke depan bisa terpenuhi,” tegasnya.***

Ibnu Galansa