BOGOR AREA

Astaga! Germo Cilik Berkeliaran di Stadion Pakansari Cibinong

BOGORDAILY- Di Kabupaten Bogor ternyata dunia prostitusi semakin parah. Di seputaran Stadion Pakansari, Cibinong, misalnya. Stadion kebanggaan masyarakat Bogor yang saat ini dipakai event Sepakbola piala AFF, muncul fenomena baru. Ada germo ‘cilik’ berkeliaran mencari mangsa!

Pelaku penjaja cinta juga masih duduk di bangku SMP. Walaupun usianya masih terbilang muda, tapi nyalinya mendekati pria hidung belang tak kalah dengan para PSK dewasa lainnya. Munculnya germo cilik yang dilakoni bocah SMP ini sepertinya jadi pilihan baru bagi pria hidung belang.

Tak hanya mengoordinir kawan-kawannya menjadi teman kencan, germo cilik yang berkeliaran di Pakansari pun ikutan jadi pemuas nafsu om-om nakal. Selain tarifnya murah, rupanya ABG yang masih bau kencur itu dianggap mudah diatur ketimbang mahasiswa ataupun siswa putih abu-abu.

Biasanya, kos-kosan di seputaran Stadion Pakansari dipilihnya sebagai tempat pertemuan para PSK bocah bersama ketua geng alias germo cilik dan pelanggannya. “Nanti dia kasih tahu. Misal, gue bawa tiga orang, berarti saya juga bawa tiga orang,” sebut Dara (14), germo cilik yang juga ikut melayani pria dewasa, Jumat (16/12/2016).

Dari pertemuan itu, nantinya masing-masing memisahkan diri sesuai keinginan pelanggannya. “Kita jalan deh masing-masing. Terserah mau ngapain saja, kadang diajak dugem ke Bogor,” cetusnya.

Sekali kencan, gadis berkulit putih itu mengaku dibayar Rp300 ribu. Uang itu dipakainya untuk memenuhi tuntutan gaya hidup. Ia tak menampik jika gaya hidup tinggi yang tak sejalan dengan kemampuan orang tua, membuat mereka akhirnya memilih jalan pintas sebagai wanita simpanan om-om.

“Kalau dikasih orang tua paling cuma Rp20 ribu, tapi kalau sama si om bisa sepuluh kali lipat. Hasilnya bisa buat beli HP baru, ke salon atau beli baju model baru,” sebutnya.

Informasi yang dihimpun, banyak bocah SMP yang nyambi sebagai PSK. Awalnya hanya coba-coba, namun makin dilakoni mereka justru keranjingan karena merasa kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi. Banyak siswi dari berbagai sekolah yang akhirnya terjebak dalam pusaran dunia hitam, prostitusi.

Untuk mengelabui orang tua, mereka bergerombol di satu tempat yang sengaja disewa sebagai kos-kosan. Itulah markas bagi bocah ingusan jika sesekali harus pulang larut malam. “Kita punya kos-kosan, masih di area Cibinong Raya,” sebutnya.

Sementara Maya (13), siswi SMP swasta di Cibinong mengaku ada beberapa temannya yang sengaja merayu pria dewasa yang ditemui di tempat umum demi mendapat uang ataupun benda berharga lain­nya. “Disebut profesi nggak juga. Ini hanya iseng, apa­lagi pas nggak punya uang,” akunya.

Tumbuhnya prostitusi bocah menambah potret buram dunia anak. Belum tuntas dengan keberadaan gay bocah yang juga mengeksploitasi anak-anak, ada lagi germo cilik yang setiap harinya selalu mencari sasaran siswi baru untuk ‘dijual’. Bahkan, belakangan ini muncul meme yang menyindir keberadaan germo dan PSK cilik dengan tulisan “Tanpa om-om, kalian bukan apa-apa”.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Munawaroh Yasin (AMY) mengaku prihatin dengan munculnya fenomena tersebut. Menurutnya, orang tua dan pihak sekolah harus ekstra ketat mengawasi anak didiknya. Salah satunya dengan memantau ponsel yang dimiliki setiap siswa-siswi.

“Kalau masih kecil saja sudah jadi germo, gimana PSK-nya. Saya baru dengar ada fenomena itu. Saya kira orang tua wajib memantau smartphone dan kegiatan sehari-hari sang anak,” sebutnya.

Sementara itu, makin ge­liatnya prostitusi di kalangan bocah SMP diakui jadi alternatif bagi lelaki hidung belang. Roni (nama samaran, red), salah satu pelanggan yang sering mengajak kencan germo sekaligus PSK cilik mengaku jika germo cilik lebih mudah diatur ketimbang wanita dewasa lainnya.

“Kalau anak-anak SMA itu banyak maunya. Apalagi ayam kampus, jajannya sudah pasti banyak. Beda sama bocah SMP,” sebut Roni. Baginya, dengan kocek Rp500 ribu, ia bisa merasakan kepuasan. “Tarifnya kan paling Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. Sama biaya makan karaokean, cukuplah jajan Rp500 ribu,” jawabnya santai. (metro)

1 Comment

1 Comment

  1. Abie Nenk Nenk

    16 December 2016 at 22:40

    Yg tue ude pensiun,malah ade generasinye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu