Teroris di Cibinong, Jauh Lebih Militan dari JAD

  • Whatsapp
Densus Antiteror 88 menyita barang bukti dalam penangkapan terduga teroris E alias AR, 51 tahun, di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Jumat, 17 Mei 2019. Foto: dok. Polres
Densus Antiteror 88 menyita barang bukti dalam penangkapan terduga teroris E alias AR, 51 tahun, di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Jumat, 17 Mei 2019. Foto: dok. Polres

BOGORDAILY – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris Endang alias Abu Rafi, 51 tahun, yang ditangkap Densus 88Antiteror merupakan kelompok jaringan Firqoh Abu Hamzah, pimpinan Abu Hamzah yang kini masih berada di Suriah.

“Jaringan ini dulunya JAD kemudian pecah dan jauh lebih militan,” kata Dedi lokasi, Sabtu (18/5/19).

Read More

Dedi mengatakan, rekam jejak kelompok ini adalah melakukan serangan terorisme di Mapolres Surakarta, dan beberapa aksi lainnya.

Lebih jauh Dedi mengatakan, salah satu koneksi jaringan ini adalah jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso di Poso. “Jaringan ini terkoneksi ke sana (jaringan Santoso),” tutur Dedi.

Suasana lokasi penangkapan Endang alias Abu Rafi, 51 tahun di RT02 RW03, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Bogor, Sabtu 18 Mei 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

Dedi mengatakan, penangkapan Endang alias Abu Rafi ini bermula saat penangkapan terduga teroris berinisial TH pada 13 April 2019 lalu di Pemalang, Jawa Tengah. “Dari pengembang itulah kami mengetahui ada beberapa kelompok yang masih tersebar di sekitar bogor dan titik lainnya,” kata Dedi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, terduga teroris Endang alias Abu Rafi, 51 tahun, yang ditangkap Densus 88Antiteror merupakan kelompok jaringan Firqoh Abu Hamzah, pimpinan Abu Hamzah yang kini masih berada di Suriah.

“Jaringan ini dulunya JAD kemudian pecah dan jauh lebih militan,” kata Dedi lokasi, Sabtu (18/5/19.

Dedi mengatakan, rekam jejak kelompok ini adalah melakukan serangan terorisme di Mapolres Surakarta, dan beberapa aksi lainnya.

Lebih jauh Dedi mengatakan, salah satu koneksi jaringan ini adalah jaringan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso di Poso. “Jaringan ini terkoneksi ke sana (jaringan Santoso),” tutur Dedi.

Dedi mengatakan, penangkapan Endang alias Abu Rafi ini bermula saat penangkapan terduga teroris berinisial TH pada 13 April 2019 lalu di Pemalang, Jawa Tengah. “Dari pengembang itulah kami mengetahui ada beberapa kelompok yang masih tersebar di sekitar bogor dan titik lainnya,” kata Dedi.

Sebelumnya diketahui aparat kepolisian detasemen khusus 88 antiteror mabes polri menangkap terduga teroris jaringan ISIS atasnama Endang alias Abu Rafi, 51 tahun di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Jumat (17/5/19) sore sekitar pukul 15.30

Sehari-hari, Endang yang merupakan warga asli itu berprofesi sebagai juru parkir di simpang Bintang Mas, Cibinong, yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

Saat penangkapan, di dalam rumah Endang ditemukan bahan baku pembuat bom jenis Triacetontriperoxid atau TATP dan Nitrogliserin.

Selain itu Densus 88 Antiteror juga menemukan beberapa panci, empat plastik paku, buku-buku doktrin jihadis, dua buah laptop, delapan buah senjata tajam, tiga buah handphone, dan satu pucuk pistol airsoftgun. (tempo.co/bdn)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *