Friday, 3 April 2026
Home Blog Page 2

Dukung Penguatan Pasar Keuangan Domestik, BRI Raih 3 Penghargaan Dealer Utama dengan Kinerja Terbaik dari Kemenkeu

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan capaian positif dengan meraih tiga penghargaan Dealer Utama Kinerja Terbaik pada Tahun 2025 dari Kementerian Keuangan RI.

Pengakuan ini memperlihatkan konsistensi BRI dalam mengambil bagian pada upaya pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus mendukung pembiayaan APBN secara berkelanjutan.

Dalam penghargaan yang diterima langsung oleh Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin di Kementerian Keuangan pada Rabu (1/04), BRI memperoleh predikat Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik 2025, Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik di Pasar Perdana 2025, serta Dealer Utama Surat Utang Negara dengan Kinerja Terbaik di Pasar Sekunder 2025.

Pengakuan ini menjadi refleksi atas peran aktif BRI sebagai salah satu Dealer Utama mitra strategis Kementerian Keuangan dalam mendukung penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN, baik melalui partisipasi pada pasar perdana maupun kontribusi dalam menjaga likuiditas perdagangan di pasar sekunder.

Farida Thamrin menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi BRI dalam menjalankan peran intermediasi di pasar surat berharga negara.

“Di tengah dinamika pasar keuangan sepanjang 2025 yang ditandai dengan pergerakan yield dan volatilitas global, pencapaian ini mencerminkan peran aktif BRI dalam mendukung efektivitas penerbitan SBN, baik melalui partisipasi di pasar primer maupun dalam menjaga likuiditas dan aktivitas perdagangan yang sehat di pasar sekunder. Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kapabilitas Treasury, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pasar keuangan Indonesia,” ujarnya.

Terkait peran sebagai Dealer Utama, BRI tidak hanya berpartisipasi dalam lelang SBN, tetapi juga mencakup kontribusi dalam mendukung pembiayaan negara, menjaga likuiditas pasar, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar SBN domestik.

Sebagai institusi yang aktif di pasar surat berharga negara,  BRI senantiasa memperkuat kapabilitas Treasury untuk menjaga kehadiran yang konsisten dalam lelang SBN, pembentukan harga yang sehat, serta aktivitas transaksi di pasar sekunder.

Pasalnya, peran tersebut menjadi penting dalam mendukung efektivitas strategi pembiayaan pemerintah, sekaligus memperluas basis investor dan menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap instrumen SBN domestik.

Dengan fungsi itu, BRI tidak hanya hadir sebagai peserta pasar, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembiayaan negara yang berperan dalam menjaga kedalaman dan efisiensi pasar.

Hal ini terlihat dari kinerja volume transaksi surat berharga BRI sepanjang 2025 yang meningkat sebesar 24,40% YoY.
Ke depan, BRI juga akan terus melakukan penguatan bisnis Treasury, tata kelola yang prudent, serta disiplin manajemen risiko.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Perseroan untuk terus mendukung pengembangan pasar surat berharga nasional yang semakin dalam, efisien, dan berdaya tahan, sekaligus memperkuat kontribusi BRI dalam mendukung agenda pembiayaan pembangunan nasional.

Ungkit Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan, BRI Berhasil Salurkan KUR Senilai Rp31,42 Triliun hingga Februari 2026 

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bagian dari implementasi Asta Cita dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau setara 17,46% dari total alokasi BRI tahun 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan Pemerintah. Penyaluran tersebut telah menjangkau 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.

Tidak hanya dari sisi volume penyaluran, BRI juga memastikan KUR disalurkan secara produktif ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam memperkuat sektor riil.

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi mencapai 64,13% dari total penyaluran.

Adapun, di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun atau setara 42,18% dari total KUR yang telah disalurkan BRI, mencerminkan dukungan perseroan terhadap ketahanan pangan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam mendorong penguatan sektor UMKM yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.

Adapun, komitmen tersebut tercermin dari capaian debitur KUR BRI yang berhasil naik kelas sebanyak 213 ribu debitur KUR atau setara 22,23% dari total sasaran tahun 2026 sebesar 962 ribu debitur.

Lebih lanjut, Hery menuturkan sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI pun memastikan pemberian KUR dilakukan secara prudent, transparan dan akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini dikarenakan KUR merupakan kredit yang 100% bersumber dari dana bank, atau menggunakan dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga kualitas kreditnya harus terjaga dengan baik.

Diketahui, penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI.

Capaian ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada 2025 jangkauan KUR BRI tercatat sebesar 18 rumah tangga per 100 rumah tangga, dan pada 2024 sebesar 17 rumah tangga per 100 rumah tangga.

Perumda PPJ Kota Bogor Apresiasi PKL yang Ikut Kebijakan Relokasi

Bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mengapresiasi para pedagang kaki lima (pkl) di Pasar Bogor yang mengikuti kebijakan relokasi ke Pasar Jambu Dua.

Direktur Utama Perumda PPJ Jenal Abidin, mengatakan bahwa, pihaknya akan mempersiapkan segala kebutuhan PKL di Pasar Jambu Dua dan membantu mereka untuk mendongkrak daya beli.

Menurutnya saat ini ada sekitar 254 PKL dari Pasar Bogor yang sudah ikut relokasi ke Pasar Jambu Dua.

“Sampai hari ini tadi komunikasi jumlah yang sudah menempati losnya ada 8 pedagang,” jelas Jenal.

Para pedagang didominasi oleh penjual sayur dan buah. Mereka biasa berjualan saat malam haru dari mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Jenal mengatakan ada beberapa apresiasi yang disampaikan pedagang kepadanya. Pertama mereka meminta agar penertiban lapak PKL di kawasn Pasar Bogor terus masif dilakukan.

Kemudian pedagang meminta agar akses angkot bisa masuk ke dalam pasar. Jenal menjelaskan apresiasi tersebut telah disampaikan kepada Dishub Kota Bogor.

PPJ sendiri disebut Jenal terus berupaya untuk membuat pedagang nyaman saat berjualan. Misalnya memperbaiki fasilitas penerangan yang ada di dalam pasar.

“Kemudian gate parking sudah kami buka untuk pedagang yang baru masuk, PJU Pemrintah Kota Bogor juga sudah membantu melakukan proses penerangan,” jelasnya.

Hingga saat ini, Pasar Jambu Dua masih membuka pintu bagi para PKL yang hendak mengadu nasib. Ada 1.000 kios dan los yang disiapkan untuk mereka.

“Disini kurang lebih daya tampung 1.000 sampai 1.200 pedagang. Terdiri dari kios dan los lokasinya di lantai dasar dan dilantai atas,” ujar Jenal.

Para PKL turut diberi layanan khusus. Mereka diberi kelonggaran untuk tidak membayar sewa selama tiga bulan, hingga diskon sebanyak 20 persen.

“Yang sudah booking dan belum mengisi itu karena masih liburan dan masih mudik. Mudah-mudahan kedepan sudah bisa berpindah kesini, segera,” tutup Jenal

(Muhammad Irfan Ramadan)

Cegah Peredaran Narkotika di Bumi Tegar Beriman, Pemkab Bogor Bentuk Tim Satgas Anti Narkoba

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membentuk tim satgas anti narkoba untuk memberantas peredaran narkotika di bumi tegar beriman.

Hal tersebut dilakukan usai Rapat koordinasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Pendopo Bupati Bogor, Kamis 2 April 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, satgas tersebut melibatkan unsur Forkopimda, para kyai, ulama di Kabupaten Bogor baik tingkat desa hingga kecamatan.

Kemudian, didukung oleh organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, dan juga Forum kerukunan umat beragama Kabupaten Bogor.

“Jadi kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor Hari ini kami membentuk tim satgas Tingkat Kabupaten, tingkat kecamatan Hingga tingkat desa dan kelurahan,” kata Rudy kepada wartawan.

Menurut Rudy, satgas tersebut dibentuk agar masyarakat Kabupaten Bogor bersih dari maraknya peredaran gelap narkoba dan obat obatan terlarang.

“Seluruh instrumen Pemerintah Kabupaten Bogor bergabung menjadi satu, kita ingin Bogor bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” jelasnya.

Nantinya, kata Rudy, Pemkab Bogor bersama BNN Kabupaten Bogor akan memiliki beberapa program-program pencegahan, hingga penindakan terhadap pengguna narkoba, untuk menjaga generasi muda bebas dari narkoba.

“Kita menjaga generasi muda kita, anak-anak muda kita, agar terhindar dan bersih dari obat-obatan terlarang,” ungkap Rudy.

(Albin)

Hendak Pasang Wifi, 5 Pekerja di Ciseeng Bogor Tersengat Listrik Hingga Alami Luka Bakar

Bogordaily.net – Sebanyak lima orang tersengat listrik hingga alami luka bakar saat hendak memasang wifi di Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Kamis, 2 April 2026.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah menjelaskan bahwa, kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.00 WIB.

“Benar, telah terjadi insiden yang menyebabkan lima pekerja wifi tersengat aliran listrik saat pemasangan tiang wifi,” kata Maman.

Kemudian, ia menjelaskan, kejadian bermula saat lima pekerja dari PT. Komcoin Kreasi Bersama hendak mengangkat tiang berbahan besi.

“Kemudian bagian ujung tiang itu menyentuh kabel listrik aktif, sehingga mengakibatkan para pekerja tersengat arus listrik,” jelasnya.

Kemudian, kata Maman, kelima korban langsung terkapar di lokasi kejadian dan mengalami luka bakar.

“Seluruh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ciseeng, dua korban kondisinya telah dirujuk ke RS Citra Arafiq Sawangan karena cukup parah,” ujar Maman.

Sementara itu, pasca kejadian, ia menghimbau kepada seluruh pihak untuk selalu memperhatikan keselamatan saat bekerja.

“Khususnya penyedia jasa dan pekerja lapangan agar selalu memperhatikan standar keselamatan kerja, terutama saat bekerja di dekat jaringan listrik guna mencegah kejadian serupa,” ungkapnya.

(Albin)

Penanganan Jalan Longsor di Kebon Pedes Kota Bogor Segera Dilakukan, Warga Harap Sabar

Bogordaily.net – Penanganan longsor yang terjadi di Jalan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, segera dilakukan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan perbaikan akan dikerjakan setelah tim teknis menuntaskan tahapan survei di lokasi terdampak.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa tim dari provinsi telah turun langsung meninjau sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, termasuk kawasan Kebon Pedes.

Menurutnya, survei tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat yang sebelumnya telah dilakukan.

“Tim teknis provinsi sudah melakukan survei di beberapa titik, termasuk Batutulis dan kini di lokasi longsor Kebon Pedes,” ujar Jenal

Ia menjelaskan, penanganan yang akan dilakukan tidak hanya berfokus pada titik longsor utama. Pemerintah juga akan melakukan langkah antisipatif guna mencegah potensi longsor susulan di sekitar area tersebut.

Berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB), proyek penanganan ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp7 miliar. Anggaran tersebut mencakup perbaikan titik longsor sekaligus penguatan struktur di area rawan lainnya.

Meski demikian, Jenal belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan proyek. Ia menyebut proses pengerjaan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Kami semua berupaya agar penanganan bisa segera dilakukan, namun tetap harus melalui tahapan yang ada,” katanya.

Jenal juga mengapresiasi perhatian dan respons cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani persoalan ini. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses perbaikan.

Sebagai informasi, longsor di Jalan Kebon Pedes terjadi pada akhir Januari 2026 dengan tinggi material longsoran mencapai sekitar 13 meter dan panjang sekitar 14 meter.

Dampaknya, akses jalan tidak dapat dilalui secara normal. Kendaraan harus bergantian melintas, sehingga menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Berakhir Humanis, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Duduk Bareng Mahasiswa saat Unjuk Rasa

Bogordaily.net – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor menerima aspirasi Brigade Mahasiswa Bogor saat aksi unjuk rasa pada Kamis 2 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Agus Salim beserta jajaran Anggota DPRD Kabupaten Bogor lainya duduk bareng bersama para mahasiswa.

Dirinya menyampaikan terima kasih, kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi dan kritikan terhadap jajaran DPRD Kabupaten Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penjelasan dari DPMD, kita sama kita menginginkan apa yang terbaik bagi masyarakat yang cocok dan pas untuk masyarakat,” kata Agus Salim.

“Siapapun bisa memberikan kritik mana yang pas mana yang tidak, mana yang prioritas mana yang tidak semua tentu berharap mana yang prioritas,” tambahnya.

Agus Salim mengaku akan mengevaluasi kembali terkait adanya program digitalisasi posyandu

“Kemudian, semua berharap memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Masih banyak pr untuk kita semua dan juga salah satunya untuk digitalisasi posyandu,” ujar dia.

Kemudian, anggaran yang dinilai besar tersebut sampai saat ini masih belum disepakati dan masih bisa diubah.

“Walaupun, jika ada yang kurang tepat sekalipun, sampai hari ini belum di klik dan kami bisa mengevaluasi dan dinas bisa kami rekomendasikan untuk melakukan parsial, saat ada parsial 1, 2 sebelum apbd perubahan.

Lebih lanjut, pihaknya memastikan, masih melakukan pengawasan terhadap rencana adanya program digitalisasi posyandu.

“Jadi fungsi pengawasan kami masih berjalan dan mohon maaf saya tidak bisa menjawab, kami juga sedang turun terkait dengan pemeriksaan lkpj bupati langsung ke dinas terkait untuk kemudian dengan tim semuanya,” ungkap dia.

Sebelumnya diketahui, Brigade Mahasiswa Bogor melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Kamis 2 April 2026.

Adapun, unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk respons kritis terhadap kebijakan anggaran daerah Tahun Anggaran 2026, khususnya terkait Pokok Pikiran (Pokir) Dewan.

Hal tersebut diwujudkan dalam program Posyandu Digital oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dengan nilai anggaran mencapai Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah).

Program tersebut memantik pertanyaan publik yang serius mengenai urgensi dan relevansinya di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat desa, seperti rendahnya kualitas layanan kesehatan dasar.

Kemudian, minimnya fasilitas posyandu konvensional, serta keterbatasan kapasitas kader di lapangan. Digitalisasi, dalam konteks ini, terkesan dipaksakan tanpa fondasi kebutuhan riil yang terukur secara komprehensif.

Koordinator Aksi, Yuri mengaku mencermati adanya indikasi persoalan dalam aspek tata kelola program, khususnya terkait mekanisme pengadaan.

Beredar dugaan adanya praktik tidak etis, termasuk indikasi vendor yang menerima cashback hingga 50% dari nilai proyek.

“Jika dugaan ini benar, maka hal tersebut tidak hanya mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga mengarah pada potensi penyimpangan anggaran serta konflik kepentingan yang merugikan masyarakat luas,” ungkap Yuri, Kamis 2 April 2026.

(Albin)

Brigade Mahasiswa Bogor Gelar Aksi di Kantor DPRD Kabupaten Bogor, Ini Tuntutannya!

0

bogordaily.net – Brigade Mahasiswa Bogor melaksanakan aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Kamis 2 April 2026.

Adapun, unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk respons kritis terhadap kebijakan anggaran daerah Tahun Anggaran 2026, khususnya terkait Pokok Pikiran (Pokir) Dewan.

Hal tersebut diwujudkan dalam program Posyandu Digital oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dengan nilai anggaran mencapai Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah).

Program tersebut memantik pertanyaan publik yang serius mengenai urgensi dan relevansinya di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat desa, seperti rendahnya kualitas layanan kesehatan dasar.

Kemudian, minimnya fasilitas posyandu konvensional, serta keterbatasan kapasitas kader di lapangan.

Digitalisasi, dalam konteks ini, terkesan dipaksakan tanpa fondasi kebutuhan riil yang terukur secara komprehensif.

Koordinator Aksi, Yuri mengaku mencermati adanya indikasi persoalan dalam aspek tata kelola program, khususnya terkait mekanisme pengadaan.

Beredar dugaan adanya praktik tidak etis, termasuk indikasi vendor yang menerima cashback hingga 50% dari nilai proyek.

“Jika dugaan ini benar, maka hal tersebut tidak hanya mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga mengarah pada potensi penyimpangan anggaran serta konflik kepentingan yang merugikan masyarakat luas,” ungkap Yuri, Kamis 2 April 2026.

Kemudian, dalam perspektif keadilan anggaran, alokasi sebesar Rp20 miliar untuk program yang belum memiliki urgensi yang jelas merupakan bentuk ketimpangan prioritas pembangunan.

Menurutnya, anggaran publik seharusnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, bukan pada proyek-proyek yang sarat dengan kepentingan elit dan berpotensi menjadi ruang kompromi politik anggaran.

Atas dasar tersebut, Brigade Mahasiswa Bogor menyatakan sikap dan tuntutan.

Mendesak Ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk memberikan penjelasan terbuka terkait dasar pengajuan pokir serta memastikan tidak adanya konflik kepentingan dalam proses tersebut.

Kedua, mendesak Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan praktik cashback dan potensi penyimpangan dalam proyek tersebut.

Ketiga, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengalihkan anggaran Rp20 miliar tersebut ke program-program yang lebih substansial dan berdampak langsung bagi masyarakat, seperti peningkatan kualitas layanan kesehatan dasar di posyandu dan puskesmas, penguatan kapasitas dan insentif kader posyandu,

Serta, pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan di desa tertinggal, dan program penanganan stunting dan gizi buruk yang lebih terukur dan sistematis.(Albin)

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Infokan Terhentinya Aliran Sementara di Parung Bogor

0

bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menginformasikan masyarakat terkait terhentinya aliran air untuk sementara di Parung.

Hal tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya sumbatan pada saringan meter induk di perumahan Inkopad.

Sehingga berdampak pada kecilnya hingga terhentinya pengaliran air ke pelanggan untuk sementara.

Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan akan dimulai pada Kamis 2 April 2026, estimasi waktu pengerjaan mulai pukul 21.00 hingga Jum’at 3 April 2026 pukul 00.00 WIB.

Estimasi waktu normalisasi pada Jum’at 3 April 2026 pukul 00.00 sampai 03.00 WIB.

Beberapa wilayah yang terdampak pengaliran diantaranya, perumahan Inkopad, Parung permata indah, dan perumahan pondok mutiara.

Dimohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Selanjutnya, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memohon untuk pelanggan agar dapat menampung air bersih sesuai dengan kebutuhan disaat pengaliran masih normal.

Serta turut manajemen Perumda Air Minum Tirta Kabupaten Bogor menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Selain itu, Perumda Air Minum juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengatasnamakan petugas.

Jika menemui hal mencurigakan, pelanggan diimbau segera menghubungi layanan resmi di nomor 1500862 atau melalui WhatsApp di 082119969008, atau datang langsung ke kantor pelayanan terdekat.

Dengan berbagai upaya ini, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus berkomitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan serta menjaga kualitas air yang bersih dan aman bagi masyarakat.(Albin)

Viral Pasangan Tidur Berpelukan di Masjid, Bikin Geram Warga

0

bogordaily.net – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi tegas warga terhadap pasangan kekasih tidur berpelukan di dalam rumah ibadah.

Alih-alih hanya mendapat teguran, berinisial LA dan R justru disiram air hingga basah kuyup oleh warga yang geram.

Bahkan, dalam momen tersebut terlihat ember turut dilempar sebagai bentuk peringatan keras atas tindakan yang dianggap tidak pantas.

Peristiwa ini bermula ketika warga memergoki pasangan tersebut tengah terlelap dalam posisi berpelukan di area dalam masjid.

Aksi itu langsung memicu emosi karena dinilai telah melanggar norma dan kesucian tempat ibadah.

Berdasarkan informasi yang beredar, pria berinisial LA disebut merupakan warga Kabupaten Kebumen, sementara pasangannya berinisial R.

Dalam video amatir yang viral, terdengar teriakan warga yang menyebut aksi penyiraman itu sebagai “tsunami”, menggambarkan luapan emosi di lokasi kejadian.

Video tersebut pun cepat menyebar di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook, memicu perdebatan di kalangan netizen.

Sebagian besar mengecam tindakan pasangan tersebut karena dianggap tidak menghormati tempat ibadah.

“Masjid adalah tempat suci untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan tempat untuk melampiaskan nafsu atau bermesraan. Etika harus tetap dijaga di mana pun berada,” tulis salah satu komentar netizen.

Namun di sisi lain, ada pula yang mengkritik tindakan warga yang dinilai berlebihan. Mereka menilai bahwa meskipun perbuatan pasangan tersebut tidak tepat, respons berupa aksi fisik dan penghakiman massa bukanlah solusi yang bijak.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga sikap dan etika, terutama di ruang publik dan tempat ibadah.

Di saat yang sama, kejadian ini juga membuka diskusi soal batasan dalam menegakkan norma sosial tanpa harus melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Hingga kini, publik berharap adanya langkah pembinaan terhadap pihak yang terlibat, sekaligus edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa dapat ditangani dengan cara yang lebih bijak di kemudian hari.***