Monday, 27 April 2026
Home Blog Page 8770

PTUN Nyatakan Pembubaran HTI Sah

BOGOR DAILY-Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memutuskan mengesahkan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Majelis hakim menganggap SK Kemenkumham tentang pembubaran HTI sesuai dengan aturan.

“Menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya,” ujar ketua majelis hakim Tri Cahya Indra Permana di ruang sidang utama PTUN Jakarta, Jl Sentra Baru Timur, Jakarta Timur, Senin (7/5/2018).

Menurut majelis, gugatan tersebut ditolak karena adanya bukti-bukti yang menyatakan HTI tidak sepaham dengan Pancasila.  “Dari bukti yang diajukan para pihak, banyak bukti yang menunjukkan upaya mengubah Pancasila,” ujar majelis hakim.

Seusai pembacaan sidang, massa HTI langsung mengumandangkan takbir di ruang sidang. “Allahu Akbar!” pekik massa HTI.

Gugatan bernomor 211/G/2017/PTUN.JKT tersebut didaftarkan pada 13 Oktober 2017 lalu. Dalam perkara ini, HTI menggugat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Direktur Jendral Administrasi Hukum Umum.

Adapun gugatan HTI ialah meminta PTUN Jakarta memutuskan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-30.A.01.08.Tahun 2017 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-00282.60.10.2014 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Hizbut Tahrir Indonesia tanggal 19 Juli 2017 batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dengan segala akibat hukumnya.

SUMBER: Detik.com

ViraL! Burung Lovebird Jadi Mas Kawin

BOGOR DAILY-Di media sosial viral potongan video ijab-kabul pengantin dengan cara Islam. Di situ mempelai pria menjadikan burung lovebird sebagai salah satu maskawin. Apa pandangan Majelis Ulama Indonesia soal hal ini? “Pada prinsipnya, yang namanya maskawin itu adalah hak pengantin perempuan dan wali pengantin perempuan,” kata Wasekjen Bidang Fatwa MUI KH Sholahudin Al-Ayub, Senin (7/5/2018).

Sholahudin menjelaskan segala sesuatu yang dimubahkan atau dibolehkan secara Islam bisa dijadikan mahar. Dengan catatan, pengantin perempuan dan walinya rida atau setuju. “Syaratnya yang penting adalah, dia itu sesuatu yang mubah, tidak ada larangan agama untuk masalah itu. Nah, pertanyaannya, burung lovebird itu sesuatu yang mubah apa nggak?” ucapnya.

“Para ulama sendiri ada yang berbeda pendapat tentang masalah ini, ya. Ada yang mengatakan ini tidak boleh secara mutlak. Karena apa, karena habitatnya dia sebenarnya kan di alam bebas, ini dikerangkeng. Ada yang mengatakan ini sesuatu yang boleh-boleh saja,” sambungnya.

Sholahudin menilai tidak mempermasalahkan burung lovebird dijadikan mahar. Baginya, burung lovebird adalah burung yang dimubahkan, sama saja seperti burung dara. Baginya, burung kicau ini boleh dijadikan mahar.

Ia menegaskan tiga hal penting terkait mahar. Pertama, mahar adalah hak wali dan mempelai perempuan. Kedua, mahar seharusnya tidak memberatkan. Ketiga, mahar berupa sesuatu yang mubah atau halal, tidak sesuatu yang dilarang agama.

“Dalam Islam itu dianjurkan supaya mahar itu tidak mahal-mahal. Artinya, yang ringan, sehingga para pemuda yang menikah itu bisa menjalankannya. Ada beberapa adat istiadat yang mahar pernikahan itu sangat mahal sekali sehingga memberatkan,” sambungnya.

Di media sosial sedang viral potongan video prosesi ijab-kabul pengantin. Uniknya, mempelai pria menjadikan burung lovebird sebagai salah satu maskawin. “Dengan maskawin burung lovebird dan uang seratus delapan puluh ribu rupiah dibayar tunai,” kata penghulu.

“Saya terima nikahnya Mara Elviesta binti Koko Asmara dengan maskawin uang seratus delapan puluh ribu rupiah dan sepasang burung lovebird dibayar tunai,” ujar mempelai pria dengan lancar. Di atas meja penghulu tersebut tampak ada sangkar burung berisi sepasang burung lovebird yang dijadikan maskawin.

Belum diketahui kapan dan di mana kejadian ijab-kabul yang viral ini. Di Facebook sendiri ada cukup banyak akun yang mengunggah potongan video ini. Di medsos sendiri banyak yang berkomentar. Ada yang menilai ini unik, ada pula yang mempertanyakan kenapa maskawinnya tidak seperangkat alat salat.

Tiga Markas Polisi di Bogor Jadi Target Teroris

BOGOR DAILY-Densus 88 Antiteror Polri menangkap tiga terduga teroris di Ciawi, Bogor, Jawa Barat pada Jumat 4 Mei 2018 malam. Mereka diduga tengah merencanakan aksi teror di tiga lokasi berbeda di wilayah Bogor.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, masing-masing terduga pelaku berinisial AN alias Abu Rumi (51), AB (17), dan MUL (62).

“(Diduga) merencanakan aksi teror dengan sasaran Mako Brimob Kedunghalang, Bogor,” ujar Setyo melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Setyo melanjutkan, para terduga teroris juga diketahui tengah merencanakan pembacokan terhadap polisi di Pos Polantas Gadog, Ciawi, Bogor.

“Juga merencanakan aksi teror dengan cara bom bunuh diri dengan sasaran Polres Bogor Kabupaten,” beber dia.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain aseton (CH3) dan H2O2 digunakan untuk pembuatan handak TATP, lampu LED untuk inisiator, air raksa (accu) untuk katalisator, 1 buah botol plastik, kabel hitam, 1 buah solder, kabel, timah, kabel putih, panci, serutan kayu untuk pemicu pembakaran, 1 buah tab, 1 obeng set, dan 1 buah saklar.

“Hasil analisa labfor dan jibom terkait barang bukti yang ditemukan di TKP, tersangka rencana membuat bom TATP (Triaceton triperoxide) yang merupakan bahan peledak berkekuatan tinggi (high explosive),” ucap Setyo.

Saat ini, ketiga terduga teroris  tersebut telah dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok untuk penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti yang ditemukan juga diamankan di Mako Brimob Kelapa Dua.

Menurut Ading, juru parkir dekat rumah kontrakan yang digerebek densus, tidak ada perilaku aneh dari para penghuni kontrakan itu.

“Terakhir saya ngobrol sama yang paling tua jam 5 sore kemarin. Memang suka ngobrol, tapi engga tahu namanya siapa,” kata Ading.

Meski sering berbincang, Ading mengaku tidak mengetahui lebih jauh profesi maupun aktivitas ketiganya. Yang jelas, di rumah kontrakan itu dihuni tiga orang, dua diantaranya masih muda. “Sering nongkrong di depan. Keluar dari rumah enggak pernah lama. Nanti balik lagi,” kata dia.

BELI ROKOK BAWA KTP

Bogor – Sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor pada tahun lalu, sebanyak 446.325 orang atau 44,5 persen dari jumlah penduduk Kota Bogor adalah perokok. Jumlah tersebut tengah ditekan dengan adanya Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) yang melarang iklan display berseliweran di Kota Bogor. Bahkan, nantinya membeli rokok saat ini tidak bisa sembarangan. Pembeli rokok harus menunjukkan KTP.

Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah mengaku tengah mengkaji pembelian rokok di ritel ber-KTP demi mengurangi pembeli atau perokok pemula. Sebab saat ini anak-anak sudah coba-coba beli dan merokok. Namun usulan aturan tersebut masih diragukan tingkat keberhasilannya sehingga aturan tersebut bakal disusun dengan matang. “Ada beberapa yang masih meragukan. Pemantauannya nanti bisa saja dia pakai KTP orang. Kami khawatirkan, penjual juga cuma formalitas saja mereka nunjukan KTP, kan yang penting laku, tidak mau rugi,” katanya.

Rubaeah juga mengapresiasi hasil monitoring yang dilakukan No Tobacco Community (NOTC), di Paseban Sri Bima Balai Kota Bogor, kemarin. Komunitas penggiat antitembakau ini menyebut keberhasilan Pemkot melarang pengelola hotel, restoran, kafe dan ritel mendisplay produk rokok. Pemkot Bogor dianggap berhasil dalam mengimplementasikan perda KTR. Sesuai indikator kepatuhan terhadap aturan tersebut mencapai 97,8 persen. “Artinya usaha pemkot menekan angka perokok mulai terasa, meskipun baru sebatas aturan tempat dan display,” katanya.

Ia juga menjelaskan, indikator keberhasilan perda memang ada pada kepatuhan para pengusaha, bukan pada tingkat jumlah perokok. Makin tinggi kepatuhan soal aturan, maka tingkat keberhasilannya pun dianggap baik. Di awal aturan itu diberlakukan, penjualan rokok memang terbukti menurun, banyak yang mengartikan tidak ada display berarti tidak menyediakan rokok.

“Ini yang awalnya dikeluhkan pengusaha, tapi makin kesni tidak terlalu terasa. Kami sih yang penting perda-nya dipatuhi. Sebab, mengontrol perokok itu sulit, misalnya orang Kota Bogor, beli disini, merokoknya di Kabupaten Bogor. itu kan sulit dan perlu ada riset lebih jauh. Yang penting kepatuhan perda di delapan KTR tinggi yah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua NOTC Bambang Priyono menuturkan, Kota Bogor tercatat sebagai kota pertama yang menerapkan aturan display penjual rokok. Selama November-Desember 2017, NOTC memonitoring implementasi larangan display rokok terhadap 269 ritel modern se-Kota Hujan untuk mengetahui tingkat kepatuhan terhadap larangan tersebut. Hasilnya 97,8 persen penjual patuh pada aturan.

Selain indikator tersebut, sambung Bambang, pihaknya juga melakukan monitoring terhadap seberapa jauh pengelola mengetahui dan mendukung aturan display produk rokok tersebut. Hasilnya, 95 persen pengelola mengetahui aturan display tersebut, dan sebanyak 96,3 persen pengelola mendukung aturan ini. “Sebab, nyatanya pelarangan display tersebut tidak terlalu mempengaruhi penjualan produk rokok di bidang ritel. 60,2 persen pengelola membenarkan hal itu,” lanjut Bambang.

Meski begitu, pihaknya memberi rekomendasi, harusnya pemkot melakukan monitoring secara berkala, minimal tiga bulan sekali. Kemudian, menegakan sanksi pelanggar, dan mengiimplementasikan peraturan ke retail tradisional. “Serta membuat kebijakan standar penutup display rokok,” imbuhnya.

Tabung Gas Melon Bocor, Dua Balita Mengalami Luka Bakar Serius

BOGOR – Diduga akibat kebocoran, gas elpiji berukuran 3 kilogram menyemburkan api dan membakar 6 orang warga Kp. Cisewu, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka langsung dilarikan ke RSUD Cileungsi untuk mendapatkan penanganan medis. Dari ke-6 orang warga ini, 2 diantaranya masih berusia balita.
Kapolsek Jonggol, Kompol Agus Supriyanto saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di salah satu rumah warga bernama Siti Masriah (35) saat sedang memasak untuk persiapan hajatan pada Rabu, 2 Mei 2018 lalu, sekira pukul 16.00 WIB.
Menurut Kapolsek, saat itu tabung gas yang digunakan untuk memasak habis kemudian diganti dengan yang baru. Namun, tabung yang baru tersebut diduga mengalami kebocoran, sehingga pemilik rumah mencopot regulator dari tabungnya.
“Tabung yang diduga bocor itu masih ditaruh di dapur. Kemungkinan gasnya masih keluar sehingga uap gas memenuhi ruangan,” kata Agus Jumat (4/5/2018).
Dikatakan Kapolsek lebih lanjut, tidak jauh dari tabung gas, terdapat sebuah tungku api yang juga digunakan Siti Masriah untuk memasak. Sontak api tungku menyambar tabung gas hingga menyemburkan api yang cukup besar dan membakar 6 orang yang tengah berada di dapur tersebut.
“Pemicunya karena gas disamber sama api dari tungku itu. Tabungnya sendiri nggak meledak, cuma keluar api dari tabung yang bocor,” jelasnya.
Akibatnya, enam orang yang turut membantu memasak persiapan hajatan, mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSUD Cileungsi. Dua diantranya masih berusia balita, Nurmala (2,5) dan Sofyan (4)
“Sampai hari ini ada 6 korban masih dirawat. Dua bocah harus dioperasi karena luka di atas 50 persen, sisanya di bawah 50 persen,” papar Agus.
Terkait kejadian itu, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengamankan tabung gas tersebut sebagai barang bukti.
“Kita masih mintai keterangan saksi-saksi. Untuk tabungnya juga masih diperiksa, takutnya memang tabungnya bocor karena rusak,” tandasnya

Gila!!! Besi Penahan Tebing Reservoir PDAM Dicuri

BOGOR – MS (24) warga Ciomas RT 04/05, Desa Cihideung, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Bogor Selatan, Polres Bogor Kota.
Tersangka diduga telah melakukan tindak pencurian dengan pemberatan (Curat), berupa besi penahan tebing reservoir milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor, di wilayah Gunung Gadung, Kelurahan Kertamaya, Bogor Selatan, bersama 5 orang pelaku lainnya yang kini buron.
Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Riyanto mengungkapkan, penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan warga yang melihat sejumlah orang yang menurigakan di tempat kejadian, dengan membawa tabung gas dan tabung oksigen berukuruan besar.
“Tersangka kita tangkap setelah ada laporan warga yang curiga dengan aktifitas mereka malam-malam. Kejadiannya pada hari Selasa lalu sekitar jam 22.00 WIB, di Gunung Gadung Kelurahan Kertamaya, tepatnya dekat Rel Kereta eretan,” ungkap Riyanto, Jumat (4/5/2018).
Kapolsek menambahkan, tersangka bersama 5 temannya tersebut diduga telah melakukan pencurian dengan cara memotong besi pembatas atau penyanggah tanah tersebut dengan cara mengelas.
“Dugaan sementara pelaku mencuri dengan cara memotong besi dengan cara dilas, karena di lokasi kejadian kita dapatkan juga tabung gas dan tabung oksigen lengkap dengan alat untuk mengelas ,” lanjutnya.
Sementara untuk memastikan kepemilikan besi tersebut pihak Polsek telah mengkonfirmasi kepada pihak PDAM.
“Kita sudah konfirmasikan bahwa besi tersebut memang milik PDAM, bukan milik PT KAI” jelas Riyanto.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 buah Tabung Gas Angin, 1 buah Stang Las, 1 buah Selang Gas, 1 buah Regulator Angin, 1 buah Regulator Gas, beberapa buah Potongan Besi berukuran besar.
Hingga saat ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan di mapolsek Bogor Selatan, Kota Bogor, guna pengembangan dan pengungkapan lebih lanjut.

Keterlaluan! Duit Operasional Panwascam Digasak di Jalan Raya

BOGOR DAILY-Nasib sial menimpa bendahara Kecamatan Jasinga yang merangkap Bendahara Panwascam Jasinga Sulistiadi. Bersama rekannya Wida Widiarti, kedunya menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Akibatnya, uang Rp100 juta yang akan digunakan untuk gaji Panwascam, honorer sekuriti dan uang kegiatan Kecamatan Jasinga raib digondol maling.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat keduanya melakukan pencairan dana sebesar Rp100 juta di Bank Jabar di Jalan Tegar Beriman, Pemda, Cibinong, Kamis (3/5). Setelah itu, keduanya bermaksud pulang ke Jasinga dengan terlebih dulu mampir di Rumah Makan Hasanah Jalan Raya Karadenan RT 04/10, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong sekitar pukul 12:30 WIB untuk makan siang.

Saat di rumah makan, uang yang telah dicairkan ditinggal di dalam mobil yang dikendarai korban di dalam tas warna hitam. Namun saat sedang asyik makan, korban melihat ada yang memecah kaca mobilnya di bagian sebelah kanan. Korban pun berlari untuk mengejar pelaku. Sayangnya, pelaku sudah lebih dulu mengambil tas yang berisi uang.

Pelaku langsung lari ke arah temannya yang sudah menunggu di pinggir jalan dengan sepeda motornya. Kedua pelaku yang diketahui menggunakan kendaraan roda dua jenis Suzuki Satria FU warna hitam putih langsung tancap gas ke arah Bogor meninggalkan korban.

Informasi tersebut dibenarkan Komisioner Panwas Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah. Dari laporan yang diterimanya, uang Rp100 juta yang hilang juga ada alokasi untuk operasional kegiatan Panwascam Jasinga. Saat ini, Polres Bogor sedang menangani kasus tersebut. “Informasinya ada uang untuk gaji Panwascam, uang honorer untuk banpol dan security dan uang untuk kegiatan Kecamatan Jasinga. Perkembangan selanjutnya kami masih menunggu penyelidikan kepolisian,” katanya.

Catat! Ini Waktu Penertiban PKL Dewi Sartika Bogor

BOGOR DAILY-Pemerintah Kota Bogor bakal menertibkan pedagang kaki lima alias PKL yang berada di Jalan Dewi Sartika setelah lebaran nanti.

“(Penertiban PKL) Dewi Sartika terakhir keputusan dari Pemkot itu menunggu Idulfitri,” ujar Kasat Pol PP Kota Bogor, Herry Karnadi.Herry mengatakan, keputusan ini muncul setelah mempertimbangkan adanya penyelenggaraan Pilkada yang tengah berlangsung di Kota Hujan.

“Kami tidak ingin nanti mengganggu agenda besar itu, tetap kami dahulukan agenda Pilkada. Itu sifatnya nasional, jadi penertiban itu memperhatikan agenda Pilkada,” kata Herry.

Sat Pol PP sendiri, dikatakan Herry, saat ini tengah menyusun jadwal penertiban di mana jadwal tersebut dibuat dengan mempertimbangkan berbagai kondisi Kota Bogor agar saat penertiban bisa berlangsung dengan lancar dan kondusif.

“Kami sedang susun schedule-nya, kami lihat juga dengan berbagai macam kondisi kota terutama terkait adanya agenda Pilkada. Setelah itu baru kami atur kapan realisasinya, kapan digiring atau diatur masuknya (relokasi),” kata Herry.

sumber: Ayobogor.com

Angkut Terigu, Truk Ini Malah Terbalik di Tol Jagorawi

BOGOR DAILYSebuah truk Fuso yang bermuatan ratusan karung tepung terguling di Tol Jagorawi KM 23.800 Jalur A tepatnya di Kampung Kranggan, Desa Kranggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (5/5/2018).

Kanit Laka Lantas Polres Bogor, Iptu Asep Saepudin mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi ketika truk Fuso bernopol T 9006 A tersebut mengalami patah kopel ketika melaju dari arah Jakarta menuju arah Bogor.

Kemudian lanjut dia, dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu, datang kendaraan lain dari belakang yakni Toyota Fortuner bernopol F 1157 PD yang dikemudikan oleh pengemudi asal Bogor, Danang Wahyudi (45).

“Dari arah belakang datang kendaraan Toyota Fortuner menabrak bagian belakang kanan kendaraan truk Mitsubishi Fuso tronton sehingga kendaraan truk terbalik miring ke kiri,” ujar Asep, Sabtu (5/5/2018).

Sedangkan untuk mobil Fortuner, menurut Asep, setelah menabrak, berhenti dengan normal di lajur I.

Beruntung, lanjut Asep, akibat kecelakaan tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa termasuk pengemudi truk, Wawan Sugianto (38) asal Karawang.

Namun, sang kernet truk, Amir (23) mengalami luka ringan di tangan. “Kernet Kendaraan truk Mitsubishi Fuso atas nama Amir, 23 tahun, asal Kampung Cikung, Desa Cibarusah, Kecamatan Karang Mukti, Kabupaten Bekasi mengalami bengkak di tangan kanan,” ungkap Asep.

Sumber:  Tribunnews Bogor

Terpental, Tukang Becak Tewas Ditabrak KRL

BOGOR DAILY-Seorang tukang becak tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel kereta Pondok Rumput, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (5/5/2018).

Ryan Fauzyan, seorang petugas jaga palang pintu kereta menjelaskan saat itu tukang becak berperawakan agak gempal melintas dari arah Air Mancur menuju arah Jalan Merdeka.

Namun saat itu sopir becak tersebut nekat menerobos palang pintu yang sudah ditutup. “Sudah ditutup, diteriakin sama itu bapak-bapak yang parkirin di tengah, sama saya juga sudah tiup pluit tapi ayo aja jalan,”

Beruntung, penumpang becak selamat setelah melompat dari atas becak. “Penumpangnya selamat, loncat dia, karena dia juga melihat sudah ada kereta,” katanya.

Namun naas pengemudi becak tertabrak hingga terpental beberapa meter dari lokasi kejadian. Becaknya pun mengalami rusak parah. “Meninggal di tempat sopirnya, becaknya juga ancur itu, enggak tahu saya juga sudah di peringatkan tapi masih jalan terus,” ujarnya.