Home Blog Page 1000

Karyawan Garuda Indonesia Terseret Sindikat Uang Palsu di Bogor

0

Bogordaily.net – Pabrik uang palsu itu tersembunyi di sudut Kota Bogor, Jawa Barat. Ketika polisi menggerebeknya pekan lalu, delapan orang tersangka segera dibekuk.

Bersama mereka, ditemukan lebih dari 23 ribu lembar pecahan Rp 100 ribu, senilai Rp 3,3 miliar, dan 15 lembar uang pecahan USD 100 yang diduga palsu.

Salah satu nama yang terseret dalam sindikat itu membuat geger dunia penerbangan nasional: Bayu Setyo Aribowo, karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Manajemen maskapai pelat merah itu segera mengambil sikap.

“Kami akan memberikan sanksi maksimal,” kata Direktur Human Capital & Corporate Services Garuda Indonesia, Enny Kristiani, dalam keterangan resminya, Ahad, 13 April 2025.

Menurut Enny, Bayu tercatat sudah tidak aktif sejak 2022 karena mengikuti program Cuti di Luar Tanggungan Perusahaan (CDTP).

Selama masa itu, Bayu tidak lagi menjalankan tugas-tugas operasional di Garuda. Meski begitu, perusahaan tetap menyatakan akan memproses disiplin kepegawaiannya.

Garuda Indonesia, kata Enny, berkomitmen pada prinsip integritas dan tata kelola perusahaan yang baik.

Mereka akan mengikuti setiap proses hukum yang berjalan dan menyiapkan langkah penegakan disiplin internal.

Sanksi maksimal berupa Surat Peringatan Tingkat III (SP3) telah disiapkan untuk Bayu, sambil menunggu perkembangan kasus di kepolisian.

Penggerebekan pabrik uang palsu itu berawal dari temuan tas mencurigakan di Stasiun Tanah Abang.

Polisi lantas melacak sumbernya hingga ke Bogor. Selain barang bukti uang palsu, polisi juga menyita peralatan cetak uang.

Modus sindikat ini sederhana: produksi uang palsu dilakukan berdasarkan pesanan. Setiap Rp 300 juta uang palsu dihargai Rp 90 juta uang asli.

Para tersangka kini mendekam di tahanan dan dijerat Pasal 26 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, serta Pasal 244 dan/atau Pasal 245 KUHP. Ancaman hukuman maksimal: 15 tahun penjara.

“Kami akan mengusut semua jaringan yang terlibat,” kata Kapolsek Tanah Abang Kompol Haris Akhmat Basuki.***

Warga Babakan Baru Bogor Sampaikan Aspirasi 42 Tahun Minta Kepastian Status Tanah ke Gubernur Jabar

1

Bogordaily.net — Perjuangan panjang Warga Babakan Baru (BBR) Kota Bogor akhirnya mendapat titik terang.

Pada Senin, 14 April 2025, perwakilan warga menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), terkait konflik agraria yang telah berlangsung selama 42 tahun.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh perwakilan warga, Andri Kusumah, dan langsung mendapat respon positif dari KDM.

Di hadapan Kapolresta Bogor Kota yang turut hadir, Gubernur Dedi Mulyadi secara tegas menginstruksikan agar Andri Kusumah bersama warga Babakan Baru segera menemui Camat Bogor Selatan untuk menindaklanjuti permasalahan yang ada.

Warga BBR selama lebih dari empat dekade memperjuangkan kejelasan status tanah yang sejak tahun 1982 telah berubah secara sepihak oleh Pemerintah Kota Bogor dari status kavling menjadi sewa.

Perubahan status tersebut dinilai melanggar hak-hak warga dan dianggap sebagai bentuk pendhaliman.

Selama ini, warga telah menempuh berbagai upaya, termasuk mendatangi DPRD Kota Bogor, Kantor BPN Kota Bogor, Kejaksaan Negeri Kota Bogor, hingga Kodim Kota Bogor.

Namun, respons yang mereka terima dinilai belum memadai. Bahkan, surat permohonan audiensi yang telah dikirimkan kepada Kapolresta Bogor Kota hingga kini belum mendapat tanggapan.

Warga menyatakan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai kejelasan status tanah dikembalikan seperti semula sebagai kavling.

Mereka bertekad untuk terus memperjuangkan haknya hingga titik darah penghabisan.

Dengan hadirnya Gubernur Jawa Barat, warga berharap perjuangan mereka mendapatkan titik temu dan penyelesaian yang adil.

Mereka juga mendesak Pemkot Bogor untuk segera bertanggung jawab dan menyelesaikan konflik agraria yang telah membelenggu kehidupan mereka selama 42 tahun.***

Ibnu Galansa

King Abdi Didepak Siapa di Bisnis Bebek Milik Artis?

0

Bogordaily.net – King Abdi didepak siapa di bisnis kuliner viral dan heboh.

Rupanya, tidak hanya di jalanan yang ramai tabrakan. Di dapur restoran pun, bisa terjadi kecelakaan besar.

King Abdi— seorang chef yang menciptakan banyak menu viral— baru saja mengungkapkan luka lamanya.

Luka yang selama ini ia sembunyikan di balik wajan dan panci. Ia mengaku pernah disingkirkan dari 11 cabang restoran bebek.

Dari bebek yang katanya, dia sendiri yang meracik resep dan konsepnya.

Tanpa menyebut merek, publik sudah ramai menebak: jangan-jangan yang dimaksud Bebek Carok? Brand yang dimiliki Tretan Muslim, komika asal Madura itu.

Tretan tidak diam. Ia muncul di kolom komentar YouTube, dengan gaya khasnya: santai tapi mengena.

“Wah rame juga ya,” tulisnya. Lalu menambahkan bahwa ia akan meluruskan semua fakta.

“Kalau cuma satu pihak yang diundang, itu bisa jadi fitnah dan framing,” sindirnya halus.

Ia bahkan menyarankan nama channel YouTube itu diganti menjadi “KasiDrama”. Komentar ini langsung dipin. Dan seperti biasa, internet meledak.

King Abdi tidak main-main dengan ceritanya. Ia berbicara tentang janji-janji kosong: katanya dijanjikan 5% kepemilikan, tapi tanpa perjanjian tertulis.

Ia dipecat lewat telepon. Tidak ada surat resmi, tidak ada pertemuan. Hanya suara di ujung kabel.

“Saya cuma tukang masak. Tapi rasa itu, rasa saya,” katanya.

Ia juga menyinggung soal “mafia kuliner” orang-orang bermodal besar yang kerap menginjak para kreator kecil.

“Kalau tidak punya resep dan konsep, mau jadi apa usahanya?” tanya King Abdi.

Publik bergerak cepat. Mereka mencari tahu siapa sebenarnya di balik Bebek Carok. Sejarah berdirinya, siapa yang pertama kali masak, siapa yang pertama kali goreng.

Pertanyaan soal King Abdi didepak siapa di bisnis kuliner itu makin ramai di kolom komentar.

Komentar bermunculan: ada yang membela King Abdi, ada yang menunggu klarifikasi dari Tretan. Ada juga yang menonton sambil menyiapkan nasi hangat.

Karena di balik sepiring bebek goreng yang gurih itu, ternyata ada bumbu cerita yang jauh lebih pedas.

Sampai hari ini, Tretan Muslim belum resmi bicara panjang lebar.

Ia hanya menjanjikan klarifikasi. Publik menunggu. Tidak hanya rasa bebeknya, tapi juga kejujuran siapa yang pertama kali menghidupkan aromanya.

Dan kita semua tahu, di dunia bisnis, rasa saja tidak cukup. Ada harga diri yang harus ikut disajikan.**”

Video Kuala Kurun Viral di TikTok: Ini Fakta, Isi, dan Pencarian Identitas Pemeran

0

Bogordaily.net – Video Kuala Kurun viral. Heboh. Siapa pemeran video itu?

Jagat TikTok mendadak gaduh. Sebuah video dari Kuala Kurun, Kalimantan Tengah, muncul dan langsung menyalip daftar trending.

Tak perlu waktu lama. Dalam hitungan jam, ribuan mata sudah menontonnya. Ribuan jari mulai sibuk mengetik. Komentar. Reaksi. Spekulasi.

“Kemarin Sampit. Sekarang Kuala Kurun,” tulis seorang pengguna di TikTok.

Memang, baru saja Sampit reda, kini Kuala Kurun bergemuruh. Bahkan lebih cepat. Lebih liar.

Apa isi videonya?

Tidak ada yang membahasnya terang-terangan. Tapi semua orang tahu: ada sesuatu yang tidak pantas di sana.

Sesuatu yang membuat banyak orang lebih memilih hanya memberi isyarat lewat emoji atau kalimat setengah tertahan.

Yang pasti, ada anjuran diam-diam untuk berhenti menyebarkan. Untuk berhenti menonton.

Untuk berhenti membicarakan. Tapi seperti biasa: makin dilarang, makin penasaran.

Kuala Kurun. Sebuah kota kecil. Ibu kota Kabupaten Gunung Mas. Sunyi biasanya. Tapi kini, ramai bukan main.

“Kuala Kurun lagi gacor,” komentar akun lain.

Entah siapa yang pertama kali mengunggah. Entah siapa yang ada di dalam video itu. Yang jelas, semua orang sekarang memburu satu hal: identitas.

Instagram? TikTok? Facebook? Semua dilacak.

Tapi hasilnya? Nihil. Sampai hari ini, belum ada satu pun informasi resmi tentang siapa pemerannya. Pihak berwajib juga masih diam.

Fenomena ini seperti kaset rusak yang diputar berulang-ulang di era media sosial.

Satu video muncul. Viral. Dikejar. Diburu. Dipermainkan dalam komentar-komentar usil. Lalu hilang. Lalu muncul video baru. Dan lagi. Dan lagi.

Apa yang salah?

Mungkin bukan pada videonya. Tapi pada kita semua: yang terlalu gampang klik. Terlalu gampang sebar. Terlalu gampang percaya.

Padahal, di zaman semudah ini, satu klik bisa jadi satu luka.

Bijak? Itu kata yang gampang diucapkan. Tapi begitu sulit dilakukan.

Terutama di tengah gelombang deras bernama viral.***

Menkop Lakukan Groundbreaking Pembangunan Kantor Pusat KSP TLM Indonesia di NTT

0

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa peletakan batu pertama bukan sekadar awal pembangunan fisik, melainkan sebuah simbol dari kepercayaan, komitmen jangka panjang, dan mimpi kolektif untuk menjadikan koperasi sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan yang inklusif, mandiri, dan berkeadilan.

Hal itu diungkapkan Menkop Budi Arie saat melakukan Groundbreaking Pembangunan Kantor Pusat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tanaoba Lais Manekat (TLM) Indonesia, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/4).

“Ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan koperasi kita,” ucap Menkop. Bagi Menkop, pembangunan kantor pusat ini bukan sekadar membangun fisik gedung, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan pertumbuhan koperasi yang telah dibangun selama ini.

“Gedung yang akan berdiri megah ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan yang lebih baik bagi seluruh anggota koperasi,” kata Menkop.

Menkop Budi Arie menambahkan, pembangunan kantor pusat ini merupakan bukti nyata dari komitmen untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi anggota.

“Dengan fasilitas yang lebih memadai, kita berharap dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan, dan tentunya mengembangkan berbagai inovasi produk dan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan anggota,” ucap Menkop.

Menkop pun mengutip kalimat dari Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta yang menyebutkan, koperasi bukan hanya soal ekonomi, ia adalah soal harga diri dan kedaulatan rakyat. Selain itu, jati diri dan prinsip koperasi yaitu jujur dan setia kawan.

“Hari ini kita membuktikan bahwa cita-cita Bung Hatta itu tidak sekedar utopia. KSP TLM Indonesia telah mewujudkannya dalam praktik nyata,” ucap Menkop.

Dalam kesempatan itu, Menkop mengapresiasi Tanah NTT ini di mana masyarakat hidup dalam semangat bela rasa, gotong royong, dan ketekunan. “Nilai-nilai itu pula yang menjadi jiwa dari koperasi sejati,” kata Menkop.

Menkop berharap pembangunan kantor pusat ini menjadi pusat inovasi dan penguatan kelembagaan koperasi, bukan hanya di Indonesia Timur, tapi juga secara nasional.

“Mari kita satukan langkah untuk membangun koperasi yang kuat dalam nilai, moderen dalam cara kerja, dan luas dalam dampaknya,” ujar Menkop Budi Arie.***

Kedatangan Santri PMUQI Pasca Libur Ramdhan 1446 H, Perdana Gunakan Armada Bus

Bogordaily.net — Liburan Ramadan 1446 H resmi berakhir, dan ribuan santri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) kembali memenuhi lingkungan pesantren, Ahad (13/4/2025). Untuk pertama kalinya, kedatangan santri pasca-liburan dilaksanakan secara serentak menggunakan moda transportasi bus dari berbagai titik di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

Sebanyak 38 armada bus dikerahkan untuk menjemput santri dari 10 titik, di antaranya:

Jakarta: Masjid Istiqlal dan Masjid At-Tiin

Bogor: Masjid Amaliyah, Masjid Raya Cibinong, Masjid Attaqwa (ATS)

Depok: Kota Kembang dan Terminal Jatijajar

Tangerang: Masjid Al-Adzhom dan Masjid Nur Asmaul Husna

Bekasi: Masjid Islamic Center

Cipanas: Simpang Raya Cipanas

Cianjur: Terminal Rawa Bango

Bandung, Tasikmalaya, Garut, Subang: UIN Sunan Gunung Jati

Sukabumi: Masjid Raudhatul Irfan

“Alhamdulillah, kita sangat terbantu dengan adanya kedatangan secara serentak ini. Kalau musim perpulangan seperti ini, biasanya jalanan di Leuwiliang macet parah. Kami bahkan pernah terjebak macet hingga enam jam,” ungkap salah satu wali santri.

Kebijakan pemulangan dan kedatangan santri menggunakan bus ini memang tidak bersifat wajib. Namun, tingkat partisipasi dari orang tua santri terbilang tinggi. Dari total 3.200 santri PMUQI, sebanyak 1.708 santri memilih kembali ke pesantren melalui layanan bus yang telah disediakan pesantren.

Ustadz Ishaq, Ketua Humas PMUQI, menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar secara umum meski tetap menghadapi beberapa tantangan teknis di lapangan.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Memang ada beberapa kendala seperti keterlambatan kedatangan bus di titik jemput, namun itu menjadi catatan penting untuk kami evaluasi demi peningkatan untuk selanjutnya,” jelasnya. ***

It’s Family Time! Garuda Muda Siap Terbang Lebih Tinggi, Saksikan Indonesia Vs Korea Utara Malam Ini Live di GTV

0

Bogordaily.net – Setelah menyapu bersih tiga kemenangan di Grup C dan sukses dinyatakan lolos masuk ke pesta sepak bola dunia, perjalanan Timnas U-17 Indonesia masih terus bergulir. Hari ini, timnas asuhan coach Nova Arianto ini, akan menghadapi Korea Utara di babak perempat final AFC U17 Asian Cup Saudi Arabia 2025.

Laga krusial ini akan digelar di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Jeddah, pada Senin, 14 April 2025, pukul 20.00 WIB.

Meski begitu, tantangan kali ini dipastikan lebih berat. Korea Utara dikenal sebagai tim yang solid, disiplin, dan berbahaya lewat serangan balik cepat. Mereka juga menunjukkan potensi besar saat menahan imbang Oman dan menaklukkan Iran 4-1 di babak kualifikasi.

Indonesia sendiri kembali diperkuat oleh dua bek utama yang sebelumnya absen, Matthew Baker dan I Putu Panji, yang siap memperkuat lini pertahanan. Kehadiran mereka diharapkan mampu lebih menambah kestabilan mengingat lawan kali ini dianggap cukup kuat.

Dengan komposisi yang lebih lengkap, Garuda Muda memiliki peluang besar untuk melangkah ke semifinal. Nama-nama seperti Dafa Al Gasemi, Fabio Azka dan Evandra Florasta, serta Mierza Firjatullah, Zahaby Gholy, dan Fadly Alberto juga akan menjadi andalan dalam membongkar pertahanan rapat Korea Utara.

Laga ini menjadi momen penting bagi Timnas U-17 tidak hanya untuk lolos ke babak selanjutnya, tetapi juga sebagai pembuktian bahwa Indonesia bisa bersaing di level tertinggi Asia.

Jangan lewatkan pertandingan Indonesia vs Korea Utara, Senin 14 April 2025 pukul 20.00 WIB , live eksklusif di GTV. Segera scan ulang kanal digital GTV di rumahmu agar bisa menikmati pertandingan tanpa hambatan. Jika mengalami kendala, segera hubungi layanan solusi TV digital di WhatsApp 0856-9003-900 (Senin–Jumat, 09.00–18.00 WIB).

Kamu juga bisa menyaksikan pertandingan melalui live streaming eksklusif di Vision+. Follow juga @officialgtvid untuk konten digital eksklusif seputar AFC U17 Asian Cup Saudi Arabia 2025. ***

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Tunggu Hasil Akhir Tim Siber Pungli Soal THR

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menunggu hasil pemeriksaan tim siber pungli soal kasus dugaan pemerasan oknum kepala desa kepada para pengusaha dengan dalih THR dan pemotongan kompensasi sopir.

Sastra menyampaikan, dirinya mendukung tim saber pungli untuk membongkar dugaan pungli itu agar tidak ada lagi oknum yang melanggar hukum dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

“Kemarin sudah disampaikan oleh pak bupati bahwa akan dicek lagi, akan di Kroscek kebenarannya seperti apa, tentu kita mendukung pak bupati bagaimana, jangan sampai nanti ada dari kita yang dianggap kurang baik,” kata Sastra, Senin 14 April 2025.

Menurut Sastra, pihaknya mendukung apapun yang dilakukan pemerintah daerah, kepolisian, dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor demi terciptanya kondusifitas di Bumi Tegar Beriman.

“Kami DPRD Kabupaten Bogor mendukung pemerintah daerah untuk supaya jelas, terang seperti apa kronologinya dan tidak ada yang dirugikan,” jelasnya.

Sebagai informasi, tim siber pungli melakukan pemeriksaan kepada sembilan orang dengan dua kasus persoalan yang berbeda yakni soal  pungli melalukan pemeriksaan kepada empat kepala desa yang diduga melakukan permintaan Thr ke setiap perusahaan pada hari raya idul Fitri 1446 Hijriah.

Kedua, pemeriksaan kepada 5 orang yang terlibat dalam pemotongan kompensasi sopir angkot Puncak Bogor. 1 oknum anggota Dishub Kabupaten Bogor dan 4 dari pihak lainnya.***

Albin Pandita

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi Festival Pencak Silat 

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengapresiasi festival pencak silat yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Senin 14 April 2025.

Menurut Sastra, kegiatan tersebut merupakan hal yang penting karena mampu melestarikan dan merawat budaya leluhur yakni pencak silat.

“Hari ini ada festival pencak silat di tingkat Kabupaten Bogor tentu kegiatan ini kita anggap penting karena di tradisi budaya leluhur kita,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, Senin 14 April 2025.

Kemudian, ia turut berterima kasih kepada Dispora Kabupaten Bogor yang telah peduli terhadap pelestarian Pencak silat dan para atlet pancak silat di Kabupaten Bogor.

“Kita juga mengucapkan terima kasih penyelenggara Dispora sudah melaksanakan ini. Harapannya festival pencak silat ini bisa kita tingkatkan karena ini budaya kita tentu harus kita dukung bersama-sama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan menjelaskan festival itu merupakan langkah Dispora dalam memajukan perguruan alias Paguron Pencak Silat yang memiliki atlet berbakat.

“Bagaimana kemajuan dan tekniknya itu, kalau tidak ada event kan tidak keliatan, dalam rangka pelestarian juga, salah satunya itu. Supaya nanti anak-anak kita yang memang punya bakat disitu juga ada penyaluran nya,” ujar Asnan.

Adapun, pada festival tersebut,  ada sebanyak 47 dari 143 Paguron yang ikut serta dan mengirimkan para atlet pilihan mereka.

“Ini baru diikuti dari 143 sekian, paguron yang baru ikuti kegiatan ini sekitar 47 paguron yang ada di kabupaten Bogor sekitar kurang lebih 400 peserta lebih yang ikut,” tuturnya.

Selain itu, ia berharap, Paguron juga turut menyelenggarakan event serupa untuk mengukur kemampuan dan ketangkasan para atlet pencak silat.

“Terus kita akan lakukan dan kita sudah juga menyampaikan kepada para guron untuk mengadakan secara mandiri,” ungkap Asnan.***

Albin Pandita

Bantu Perekonomian Warga, Pemkot Gelar Padat Karya 2025

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, secara simbolis membuka pelaksanaan kegiatan Padat Karya tingkat Kota Bogor tahun 2025 di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin 14 April 2025.

Saat menuju lokasi, Dedie Rachim sempat menyapa dan berbincang dengan warga serta meninjau sejumlah sarana dan prasarana di sekitar permukiman.

Dedie Rachim mengatakan, bahwa di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum membaik, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor turut berkontribusi membantu perekonomian warga dengan melibatkan mereka dalam kegiatan Padat Karya tingkat Kota Bogor.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari dan, insyaallah, ada beberapa prioritas, antara lain membersihkan lingkungan sungai, saluran-saluran air, termasuk juga ke depan ada pengolahan sampah dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Program Padat Karya dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dengan membuka kesempatan bekerja.

Selain memberikan kesempatan bekerja, Dedie Rachim, juga meminta Kepala Disnaker untuk mengumpulkan para pengusaha agar memprioritaskan warga Kota Bogor dalam penyerapan tenaga kerja.

“Dan pembatasan usianya tidak boleh terlalu ketat, karena mereka yang berusia di atas 25, 35, atau 40 tahun mengalami kesulitan. Ketika mereka terkena PHK, ternyata untuk masuk ke perusahaan kembali agak sulit karena adanya batasan usia,” ucap Dedie Rachim.

Ia juga mengimbau kepada perusahaan-perusahaan melalui Disnaker Kota Bogor untuk lebih memperhatikan para pencari kerja, dengan tidak lagi membatasi hanya lulusan fresh graduate saja yang diterima.

Sedangkan untuk tenaga kerja terampil, masyarakat juga berkesempatan untuk bekerja ke luar negeri, seperti ke Jerman dan Jepang. Belum lama ini, warga Kota Bogor sudah diberangkatkan untuk bekerja di sana.

“Sehingga nantinya bisa berdampak pada kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Jadi itu yang bisa kita sampaikan,” ujarnya.

Kepala Disnaker Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan, bahwa kegiatan Padat Karya ini dilaksanakan serentak di 68 kelurahan di Kota Bogor, dengan jumlah peserta 21 orang per kelurahan, sehingga total ada 1.428 peserta.

“Untuk pelaksanaan kegiatannya, ada masukan dari camat dan kelurahan, jadi ini kolaborasi. Tergantung pada urgensi masing-masing wilayah, ada yang menangani daerah rawan banjir, longsor, drainase, pungut sampah, dan sebagainya, disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing,” katanya.

Para peserta Padat Karya merupakan warga yang telah dipilih sesuai dengan kriteria Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Nantinya mereka akan bekerja selama 10 hari, setiap hari selama 5 jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB, dengan pendapatan sebesar Rp1.200.000 selama 10 hari. Tujuannya adalah untuk perlindungan masyarakat dan sebagai jaring pengaman sosial dengan memberikan kesempatan bekerja,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Lurah Bantarjati, Imam Suharso, mengatakan bahwa kegiatan ini disambut positif oleh warganya. Selain dapat meningkatkan perekonomian, juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

“Seperti yang sudah disampaikan Pak Wali Kota, untuk menjaga alam, menjaga lingkungan, tidak mengakuisisi jalur air atau bantaran sungai, serta tidak membuang sampah sembarangan. Lingkungan bersih, warganya sehat dan sejahtera,” ujarnya.***

Ibnu Galansa