Home Blog Page 1034

Menikmati Keindahan Kota Lombok

Bogordaily.net – Pagi itu, tanggal 12 april 2024, aku menjejakkan kaki di Pantai Kuta Kota Lombok, dan seketika jatuh cinta pada keindahannya. Berbeda dengan Kuta di Bali, pantai ini terasa lebih tenang, lebih alami, dan lebih eksotis. Pasirnya putih dengan tekstur unik seperti butiran merica, membentang luas di sepanjang garis pantai. Air lautnya begitu jernih, bergradasi dari biru muda hingga biru tua, seolah mengundang siapa pun untuk segera menceburkan diri.

Aku berjalan menyusuri bibir pantai, menikmati lembutnya angin laut yang berhembus, membawa aroma segar khas samudra. Dari kejauhan, perbukitan hijau menjulang megah, seakan memeluk pantai dengan kehangatan. Salah satunya adalah Bukit Mandalika, tempat terbaik untuk menikmati panorama Pantai Kuta dari ketinggian.

Pantai Kuta Lombok adalah salah satu pantai terindah di Pulau Lombok, terletak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang unik, berbentuk butiran seperti merica, serta air lautnya yang jernih bergradasi dari biru muda hingga biru tua.

Dikelilingi oleh perbukitan hijau yang menambah pesona alamnya, pantai ini menawarkan pemandangan yang memukau serta suasana yang lebih tenang dibandingkan Kuta di Bali. Salah satu bukit terkenal di sekitar pantai adalah Bukit Mandalika, yang menjadi spot favorit untuk menikmati panorama pantai dari ketinggian.

Pantai Kuta Lombok juga menjadi surga bagi para peselancar, karena ombaknya yang cukup menantang di beberapa titik. Selain itu, wisatawan bisa menikmati berbagai aktivitas seperti berenang, snorkeling, atau sekadar bersantai di tepi pantai.

Aku Pergi ke lombok bersama keluarga ku, Bersama bunda, Ayah, Dan 2 saudara laki laki ku, Disana kami menghabiskan waktu bersama sampai lupa akan waktu yang terus berjalan. Aku dan saudara kandung ku bernama Rafid sangat banyak mengambil sebuah foto agar bisa di kenang di kemudian hari

Rafid mengatakan bahwa “Kita harus memperbanyak foto foto disini, Agar kita bisa meng upload nya di social media!” disana pun kami di bantu oleh Warga lokal lombok untuk mengambilkan sebuah moment kebersamaan kami.

Di keesokan harinya Setelah puas menikmati keindahan Pantai Kuta Lombok, orang tuaku mengajak kami mengunjungi Desa Sukarara, pusat kain tenun khas Lombok yang terkenal. Aku, bersama kedua kakakku yang selalu usil, awalnya tidak terlalu antusias. Tapi begitu memasuki desa, suasananya langsung menarik perhatian kami.

Di sepanjang jalan, terlihat deretan rumah tradisional dengan perempuan yang duduk menenun di berugak—semacam gazebo khas Lombok. Kami disambut oleh seorang ibu penenun yang menjelaskan bahwa di Sukarara, hampir semua perempuan sejak kecil sudah diajarkan menenun.

Bahkan, dalam adat Sasak, seorang perempuan tidak boleh menikah sebelum bisa menenun kain sendiri. Aku menatap kagum ke arah alat tenun besar yang digunakan ibu itu, sementara tangan terampilnya merajut benang demi benang dengan pola yang begitu rumit.

Ibuku langsung sibuk memilih kain, sementara ayah berbincang dengan pemilik galeri tenun. Aku dan kedua kakakku malah tertarik mencoba sendiri proses menenun. Ternyata, menenun bukan hal yang mudah! Kakakku yang pertama mencoba, tapi benangnya kusut.

Kakakku yang kedua bahkan hampir menjatuhkan alat tenunnya, membuat kami semua tertawa. Aku sendiri berusaha serius, tapi baru sebentar mencoba, tanganku sudah pegal. Para penenun di sini benar-benar luar biasa!

Setelah puas mencoba, kami diajak untuk berfoto menggunakan pakaian adat Sasak. Aku mengenakan kebaya dengan selendang tenun yang indah, sementara kedua kakakku memakai sapuq—ikat kepala khas Lombok—dengan kain tenun melilit di pinggang mereka. Kami berfoto bersama, tertawa melihat betapa berbeda penampilan kami dari biasanya.
Sebelum pulang, ibu memilih beberapa kain sebagai oleh-oleh.

Aku ikut membantu, kini lebih menghargai setiap helai kain yang kupilih. Kain tenun Sukarara bukan sekadar kain, tetapi hasil kerja keras, ketelatenan, dan bagian dari tradisi yang terus dijaga. Perjalanan ini membuka mataku tentang budaya Lombok yang kaya, dan membuat liburan keluarga kami semakin berkesan.

Keesokan hari nya pun Kami berencana untuk Kuliner di sekitar kota lombok, Pada pukul 7 Pagi kami breakfast di hotel terlebih dahulu dengan makan nasi goreng dan juga sosis yang sangat enak, Setelah itu kami pun balik ke kamar hotel untuk menikmati hotel terlebih dahulu. Dan saat sore hari telat tiba, Kami memutuskan untuk jalan jalan sore seputar kota lombok

Kami mecoba seafood yang sangat terkenal disana, kami makan ayam bakar dan juga seafood lain yang sangat enak rasanya, walaupun bisa dibilang harganya relatif mahal, Namun cita rasa makanan disini tidak akan kami temukan di kota kota lainnya.

Pada saat di malam hari, Kami balik lagi untuk pergi ke Pantai kuta lombok. Senja perlahan turun di ufuk barat, meninggalkan semburat jingga yang terpantul di permukaan laut Pantai Kuta Lombok. Aku menarik napas dalam-dalam, meresapi setiap momen yang baru saja kulewati.

Perjalanan ini bukan sekadar tentang destinasi, tapi tentang bagaimana alam mengajarkan ketenangan, keindahan, dan makna kebebasan. Di tempat ini, aku menyadari bahwa dunia jauh lebih luas dari yang kubayangkan, dan selalu ada sudut-sudut tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi.

Aku menoleh ke belakang, melihat jejak kaki yang kutinggalkan di pasir putih. Seperti hidup, setiap langkah membawa cerita, dan setiap perjalanan meninggalkan kenangan.

Mungkin esok aku akan kembali ke rutinitas, tetapi pengalaman ini akan selalu tersimpan dalam ingatan. Perjalanan bukan hanya soal pergi dan kembali, tetapi tentang bagaimana kita tumbuh di sepanjang jalan.

Dunia ini terlalu luas untuk hanya diam di satu tempat. Masih banyak tempat indah yang menunggu untuk ditemukan, masih banyak pengalaman yang siap mengubah cara kita memandang kehidupan.

Jadi, teruslah melangkah, jelajahi sejauh yang kamu bisa, dan biarkan setiap perjalanan mengajarkan sesuatu yang baru. Karena di setiap sudut dunia, ada cerita yang menunggu untuk diceritakan.

Lombok adalah destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar keindahan alam. Di sini, setiap perjalanan adalah petualangan, setiap sudut menyimpan cerita, dan setiap pengalaman meninggalkan kesan mendalam.

Dari pantai berpasir putih yang membentang luas hingga desa-desa tradisional yang masih menjaga warisan budayanya, Lombok memberikan kombinasi sempurna antara keindahan dan kearifan lokal.

Tidak heran jika pulau ini menjadi pilihan ideal bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang berkesan. Bersama keluarga, setiap momen di Lombok terasa lebih istimewa. Bermain di tepian pantai, menikmati kuliner khas, hingga mengenal lebih dekat budaya setempat, semua menjadi bagian dari perjalanan yang tak terlupakan.

Kebersamaan semakin terasa saat menjelajahi tempat-tempat baru, tertawa dalam perjalanan, dan menciptakan kenangan yang akan terus dikenang. Lombok bukan hanya tempat untuk bersantai, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan keluarga dalam suasana yang penuh kehangatan.

Perjalanan mungkin berakhir, tetapi kenangan tentang Lombok akan selalu tersimpan di hati. Pulau ini mengajarkan bahwa dunia begitu luas dan penuh dengan keindahan yang menunggu untuk dijelajahi. Jadi, jangan berhenti di sini. Teruslah berpetualang, temukan keajaiban baru, dan biarkan setiap perjalanan menjadi bagian dari kisah hidup yang semakin kaya. Karena di luar sana, masih banyak destinasi menakjubkan yang menunggu untuk ditemukan.***

Zaiqmal Favian Zesar 
Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media Sekolah vokasi IPB University

 

Duit yang Tak Terlihat dan Melawan

0
Bogordaily.net – Penggunaan aggaran untuk rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tanggerang tahun 2024 menyentuh angka miliaran. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tanggerang mengkonfirmasi menggunakan anggaran tersebut untuk makan dan minum saat rapat.
Angka miliyaran tersebut dapat disentuh karena makan dan minuman yang digunakan beragam harganya mulai dari 4.5 juta hingga 2 Miliyar. Anggaran sejumlah miliyaran ini banyak menimbulkan pertanyaan dari masyarakat untuk apa saja anggaran tersebut digunakan.
Pertanyaan semakin di perkuat dengan pernyataan dari Amud kepada wartawan yang tidak mau menjelaskan kepada media untuk apa saja anggaran tersebut dan Amud lebih memilih melemparkan pertanyaan tersebut untuk ditanyakan kepada sekretariat.
Setelah banyak pertanyaan kepada lembaga legislatif tersebut, DPRD mengemukakan sebuah pernyataan mengenai alasan dari anggaran rapat yang menyentuh angka yang fantastis.
“Rp.7,5 Miliar itu awalnya dialokasikan untuk tiga kali reses Dalam setahun dengan masing-masing dewan sebanyak 140 konstituen di dapil masing-masing” ungkap Neneng kepada wartawan (kamis, 26 September 2024).
Namun yang terjadi reses yang dilakukan oleh DPRD hanya sekali dikarenakan adanya masa transisi anggota dewan. Namun di akhir penjelasan Neneng merasa percaya diri dan mengatakan bahwa dengan jumlah anggaran tersebut seharusnya masih kurang untuk melakukan rapat tersebut.
Karena hal tersebut Pengamat politik dari Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengemukakan sebuah pendapat yaitu “Kalau kinerja dari anggota dewan ini dari waktu ke waktu tidak tertib, misalnya banyak kursi kosong saat paripurna akhirnya kan mencuat, ada complain dari publik, karena itu kan uang rakyat” (Faktakini.id, 28 September 2024. Dan Adib Miftahul menyimpulkan bahwa anggaran tersebut terlalu besar dan mubadzir jika anggota dewannya jarang datang.
Menutupi penjelasan
Dalam perspektif masyarakat, penggunaan anggaran saat rapat DPRD Tanggerang yang menyentuh angka miliaran menimbulkan tanda tanya besar mengenai sejauh mana dana publik dikelola dengan bijak. Alih-alih menjelaskan diawal, pihak DPRD lebih memilih menutupi kegunaan dari anggaran tersebut, yang menunjukkan bahwa sikap menutup nutupi pertanyaan dari publik.
Yang seharusnya ini sudah menjadi hak rakyat utuk mengetahui untuk apa saja uang rakyat digunakan terutama Ketika angka yang dikeluarkan sangat fantastis. Sikap ini dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa DPRD belum siap bertanggung jawab secara langsung kepada publik, yang seharusnya merupakan prinsip dasar untuk wakil rakyat.
DPRD baru menjelaskan disaat sudah banyak masyarakat yang berspekulasi negatif tentang penggunaan anggaran tersebut. Hal tersebut menyebabkan turunnya kepercayaan masyarakat kepada DPRD itu sendiri karena tidak menjelaskan dari awal bahwa anggaran tersebut merupakan kesalahan dan perubahan mendadak dari pihak DPRD.
Oleh karena itu dengan anggaran sebesar itu yang seharusnya untuk melakukan tiga kali reses, tetapi hanya digunakan sekali karena masa transisi yang dilakukan oleh DPRD. Hal ini dapat menunjukkan bahwa perencanaan dari DPRD kurang dipersiapkan lebih matang dan tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.  Oleh karena itu DPRD terlihat melakukan pemborosan uang rakyat yang seharusnya dapat digunakan untuk prioritas masyarakat, seperti melakuakan infrastruktur untuk masyarakat, dsb.
Melawan Diakhir
Disaat memberikan penjelasan mengenai anggaran Rp.7,5 miliar yang digunakan untuk tiga kali reses dalam setahun dengan masing-masing reses melibatkan 140 konstituen di setiap daerah pemilihan (dapil). Seharusnya hal ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan pengakuan kesalahan supaya citra DPRD ini naik, namun di sisi yang lain penjelasan Neneng justru menyatakan anggaran tersebut sebetulnya masih kurang.
Hal tersebut membuktikan bahwa DPRD defensif dan juga seakan melawan kritik yang dilontarkan oleh publik, dan juga menimbulkan pertanyaan lebih lanjut terhadap kurangnya DPRD dalam menerima kritik dari masyarakat.
Hal pertama yang tertuju oleh masyarakat adalah perkataan Neneng bahwa anggaran tersebut masih kurang, hal ini menimbulkan keheranan masyarakat. Bagaimana mungkin anggaran sebesar itu tidak cukup, sementara itu reses yang direncanakan hanya dilakukan sekali, bukan tiga kali yang seperti direncanakan sebelumnya?
Hal ini menimbulkan spekulasi masyarakat kepada DPRD bahwa perencanaan anggaran yang dilakukan tidak didasarkan perhitungan dan kebutuhan yang prioritas. Masyarakat tentunya berharap bahwa setiap anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah ini digunakan untuk kepentingan masyarakat dan juga dapat di pertanggung jawabkan.
Selain masalah dari pertanyaan yang dikeluarkan publik semakin banyak, sikap melawan Neneng ini menggambarkan kurangnya koordinasi pada komunikasi di internal DPRD. Karena awalnya Amud melemparkan pernyataan bahwa jika ingin menanyakan lebih lanjut sebaiknya di tanyakan kepada secretariat, namun disaat ditanya langsung Neneng bersikap defensive dan tidak konsisten dengan fakta yang ada. Hal ini menyebabkan kredibilitas DPRD menurun karena sikap defensif tersebut.
Kemudian karena hal tersebut pembangunan dapat hancur karena citra DPRD yang buruk di mata publik ini dapat mempengaruhi kerja sama antara DPRD dengan lembaga pemerintah lainnya, seperti lembaga pemerintah daerah atau kementrian. Karena kerja sama yang baik merupakan kunci keberhasilan dari pembangunan.
Dan yang terakhir dan paling penting adalah dengan sikap melawan tersebut dapat mencerminkan bahwa kurangnya kesadaran akan meraih kepercayaan publik dan mempertahankan kepercayaan publik. Karena publik/masyarakat merupakan hal yang amat penting bagi lembaga pemerintah. Sikap defensive dan tidak transparan tersebut lah yang merusak kepercayaan publik.
Demi rasa hormat kepada lembaga kepemerintahan, hendaknya janganlah kalian merusak keterpercayaan publik, tetapi jagalah dan bangkitkanlah kepercayaan itu dengan trasnparansi, akuntabilitas dan kesadaran tanggung jawab kalian kepada masyarakat.
Janganlah uang membuat kalian tidak melihat bahwa negara ini masih banyak membutuhkan peningkatan, jika kalian tidak dapat meraih dan mempertahankan kepercayaan ini maka masyarakat akan mengarah dan bertuju kemana? Kalian adalah pilihan rakyat dan kita akan malu kepada para pendiri sebelumnya jika melihat bahwa lembaga pemerintah yang sekarang melakukan hal-hal tersebut.***
Verdito Rizky Daffa Putra
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Kesalahan Sistem Bikin Rakyat Indonesia Heboh

0

Bogordaily.net – Dolar AS merupakan salah satu mata uang yang sangat berdampak bagi seluruh negara di dunia, tidak terkecuali bagi rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan apabila dolar AS meningkat, mata uang lain akan terdepresiasi yang akan membuat dunia menjadi lebih miskin serta kurang mampu terlibat dalam perdagangan dunia.

Mata uang dolar AS mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini diketauhi sejak tahun 1997 yang Dimana mata uang dolar sebersar Rp 4,650.00. Angka ini menunjukan kenaikan hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang dimana pada tahun 1996 mata uang dolar AS hanya sebesar Rp. 2,383,000 saja.

Hingga kini tercatat pada Desember 2024 dolar AS sebesar Rp 16,162,00
Bertepatan pada tanggal 1 Februari 2025, Masyarakat Indonesia dibuat heboh oleh berita penuruan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang rupiah dari Rp16.365 turun menjadi Rp 8.170 dalam semalam. Angka ini menunjukan berpedaan yang signifikan dari angka sebenarnya.

Kejadian ini memicu kebingunan serta spekulasi di kalangan publik. Penurunan yang tampaknya luar biasa ini bukan hanya mengguncang pasar valuta asing, tetapi juga menciptakan gelombang kepanikan di kalangan investor dan masyarakat umum.

Ditengah-tengah isu beredar akhirnya Bank Indonesia mengkonfirmasi bahwa terjadi kesalahan sistem yang terjadi di Google Finance.Menurut saya, kesalahan teknis yang terjadi pada Google Finance menunjukan bahwa adanya kerentanan informasi di era digital.

Hal ini dapat diidentifikasikan terhadap masyakrat yang sangat bergantung kepada platform online untuk mendapatkan berita ataupun informasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara orang mengakses berita dan informasi ekonomi.

Masyarakat terutama pelaku pasar kini mulai menggunakan aplikasi dan situs web untuk mendapatkan data terkini mengenai nilai tukar mata uang, harga saham, dan indikator ekonomi lainnya.

Dalam situasi ini, kesalahan informasi dapat menimbulkan kepanikan serta dampak psikologis bagi pelaku pasar. Setelah berita penurunan nilai mata uang dolar AS menyebar, banyak masyarakat mulai mempertanyakan terkait stabilitas ekonomi Indonesia.

Media sosial menjadi tempat diskusi dari masyarakat dengan berbagai spekulasi mengenai penyebab penurunan tersebut. Viralnya isu ini menunjukan bahwa masyarakat Indonesia sangat peka terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing. Hal ini didasari dampaknya terhadap inflasi, daya beli, dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Kesalahan
Bank Indonesia (BI) dengan sigap merespon dengan menegaskan bahwa kurs resmi tetap stabil di angka Rp 16.300-an. Dalam pernyataan resmi mereka, Bank Indonesia menjelaskan bahwa angka yang muncul di Google Finance adalah hasil dari kesalahan

sistem dan tidak mencerminkan kondisi fakta pasar valuta asing. Meskipun Bank Indonesia telah berusaha untuk menenangkan public dan pelaku pasar, respon ini tidak serta merta meredakan kekhawatiran publik.

Berita yang ditimbulkan oleh kesalahan informasi ini menunjukan pentingnya komunikasi yang jelas dam efektif dari otoritas moneter dalam menghadapi disinformasi.

Selain itu, insiden ini menyoroti perlunya mekanisme pemulihan yang lebih baik untuk mencegah kesalahan serupa di masa depan. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, penting bagi otoritas keuangan untuk bekerja sama dengan penyedia platform informasi guna memastikan bahwa data yang disampaikan kepada masyarakat adalah akurat dan dapat dipercaya.

Hal ini mencakup pengembangan sistem pemantauan yang lebih baik untuk mendeteksi kesalahan dalam data secara real-time serta peningkatan transparansi dalam proses pengumpulan dan penyampaian informasi.

Dalam konteks ini, masyarakat diharapkan lebih kritis dan bijak dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan data finansial. Selalu pastikan untuk memverifikasi informasi dari sumber resmi dan terpercaya sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak signifikan.

Evaluasi
Kejadian penurunan nilai dolar AS ke Rp8.170 akibat kesalahan sistem bukan hanya sekadar masalah teknis, tetapi juga mencerminkan tantangan yang lebih besar dalam pengelolaan informasi finansial di era digital. Hal ini menekankan pentingnya transparansi dan akurasi dalam penyampaian data ekonomi untuk menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan publik.

Agar hal serupa tidak terulang, perlu adanya kolaborasi antara otoritas keuangan dan penyedia platform digital untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat adalah akurat dan dapat dipercaya.

Selain itu, pendidikan finansial menjadi kunci untuk membekali masyarakat dengan pemahaman yang cukup mengenai dinamika pasar valuta asing dan faktor-faktor ekonomi lainnya. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat keputusan investasi yang lebih bijaksana meskipun dalam situasi ketidakpastian.

Di masa yang akan mendatang, kita perlu belajar dari insiden ini agar bisa membangun sistem informasi keuangan yang lebih kuat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman digital saat ini. Maka dari itu diperlukanya kemapuan literasi media yang baik dalam menanggulangi berita-berita seperti ini.

Jika terdapat berita yang belum pasti kebenaranya maka harus terus melakukan pengawasan secara berkala terkait berita tersebut dan jangan beranggapan bahwa teknologi sebesar perusahaan Google tidak pernah melakukan salah. Teknologi ada untuk mempermudah bukan memperbudak manusia.***

Muhammad Irsyad Iskandar
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Dari Impian Dokter ke Dunia Komunikasi: Perjalanan Louisa Sagita Menuju Kesuksesan

0

Bogordaily.net – Dalam hidup, perjalanan seseorang sering kali berubah arah, terkadang tidak sesuai dengan rencana awal, tetapi justru membawa ke peluang yang lebih besar. Louisa Sagita Utari Sawitri, atau yang akrab disapa Louisa, adalah contoh nyata dari bagaimana fleksibilitas, ketekunan, dan keinginan untuk berkembang dapat membuka jalan menuju kesuksesan di bidang yang tak terduga.

Lahir di Bekasi pada 3 Maret 2005, Louisa adalah anak pertama dari dua bersaudara. Sejak kecil, ia memiliki impian besar untuk menjadi seorang dokter, khususnya dokter spesialis anak. Keinginan ini terus ia genggam hingga masa SMA di SMAN 98 Jakarta, di mana ia mengambil jurusan IPA. Di sekolah, Louisa dikenal sebagai sosok yang aktif dan ambisius, terutama di luar bidang akademik.

Ia terlibat dalam berbagai organisasi seperti OSIS dan bahkan menjadi penyanyi dalam band sekolah. Meskipun memiliki semangat tinggi dalam berbagai kegiatan, Louisa tidak mengikuti bimbingan belajar untuk mendukung cita-citanya menjadi dokter. Saat pendaftaran SNBP, ia tetap mendaftarkan diri di jurusan kedokteran di salah satu universitas ternama, namun sayangnya, ia tidak diterima.

Kegagalan ini menjadi titik refleksi bagi Louisa. Ia mulai menyadari bahwa persiapan yang minim membuatnya tertinggal dibandingkan teman-teman yang telah lebih siap sejak lama. Alih-alih menyerah, ia mengambil langkah maju: mulai mencari tryout online dan belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya.

Sambil mempersiapkan ujian, Louisa mulai mencari alternatif jurusan lain yang sesuai dengan minat dan potensinya. Ia menyadari bahwa dirinya senang berbicara dan berinteraksi dengan banyak orang, yang membawanya pada pemikiran untuk masuk ke dunia komunikasi.

Dalam pencariannya, ia menemukan program studi Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University. Awalnya, ia merasa heran mengapa IPB, yang terkenal sebagai kampus berbasis pertanian, memiliki jurusan komunikasi. Namun, rasa ingin tahunya mendorongnya untuk mencari lebih banyak informasi melalui YouTube dan sumber lainnya. Semakin banyak ia menggali, semakin besar ketertarikannya terhadap program ini.

Saat SNBT, Louisa akhirnya menjadikan Komunikasi Digital dan Media sebagai pilihan pertama. Ketika pengumuman tiba, ia dinyatakan diterima di program studi tersebut hal ini adalah sebuah titik balik besar dalam hidupnya.

Memasuki dunia perkuliahan, Louisa tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkembang. Sebagai mahasiswa baru, ia langsung mencalonkan diri di ajang ICOMOTION, sebuah kompetisi di bidang komunikasi yang cukup bergengsi di kampusnya. Awalnya, ia ragu karena khawatir hal ini akan membuatnya kewalahan.

Namun, ia tetap berani mencoba dan akhirnya berhasil masuk tiga besar. Saat kompetisi berlangsung, rasa percaya dirinya sempat goyah karena melihat peserta lain yang juga berbakat. Namun, ia tidak membiarkan rasa ragu menghalanginya. Dengan kerja keras dan latihan, ia akhirnya meraih gelar Queen of Communication 2023. Bagi Louisa, ini adalah pencapaian besar yang menjadi batu loncatan dalam perjalanan akademik dan profesionalnya.

Keberhasilan di ICOMOTION membuka banyak peluang. Gelar ini memberikan citra baru bagi dirinya, yang memperkuat posisinya sebagai mahasiswa yang kompetitif di bidang komunikasi. Tidak berhenti di situ, Louisa juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dengan menjadi Chief Operational Officer (COO) di Himpunan Mahasiswa Komunikasi.

Kepiawaiannya di bidang komunikasi juga membuatnya dipercaya sebagai pembicara dalam berbagai acara. Salah satu pengalaman berharga yang ia dapatkan adalah menjadi pembicara dalam acara Upgrading Divisi Eksternal Sekolah Vokasi IPB, di mana ia berbagi wawasan tentang public relations kepada peserta lainnya.

Selain aktif di internal kampus, Louisa juga mulai membangun personal branding di dunia eksternal. Ia mengembangkan karier sebagai Brand Ambassador, yang tidak hanya membantunya memperluas koneksi tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam dunia komunikasi dan pemasaran. Beberapa brand ternama yang pernah bekerja sama dengannya antara lain:
– Photomatics Campus Ambassador
– GoPay Brand Ambassador
– Gojek Brand Ambassador
– BRI Brand Ambassador

Bagi Louisa Sagita, menjadi Brand Ambassador bukan hanya sekadar ajang mencari keuntungan, tetapi juga kesempatan untuk memahami industri pemasaran secara langsung. Ini menjadi pengalaman nyata yang memperkaya pemahamannya tentang komunikasi digital dan media.

Selain menjadi Brand Ambassador, Louisa juga terus mengasah keterampilannya melalui berbagai program internship. Salah satu pengalaman yang berkesan adalah saat ia bergabung dalam Internkuy by Produktifkuy Batch 7 sebagai TikTok Talent Division.

Bekerja di bidang ini membantunya memahami strategi pemasaran digital, khususnya dalam platform berbasis video pendek yang sedang populer. Tidak hanya itu, ia juga mendapatkan kesempatan istimewa sebagai intern terpilih untuk menemani CEO Internkuy dalam acara launching Scarlett Whitening, di mana ia berperan sebagai videografer.

Perjalanan Louisa adalah bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah jalan menuju kesempatan baru. Dari seseorang yang awalnya bercita-cita menjadi dokter, ia menemukan passion yang lebih cocok dengan dirinya di dunia komunikasi.

Dengan kerja keras, keberanian mencoba hal baru, serta tekad untuk terus berkembang, Louisa telah membuktikan bahwa perubahan arah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Kini, ia terus melangkah maju, menjelajahi lebih banyak peluang, dan membangun masa depan yang gemilang di dunia komunikasi digital dan media.

Bagi siapa pun yang sedang merasa ragu dengan pilihan hidupnya, kisah Louisa Sagita mengajarkan bahwa terkadang, jalan yang berbeda bisa membawa kita ke tempat yang lebih tepat. Yang terpenting adalah terus belajar, mencoba, dan tidak takut mengambil langkah baru.***

Larry Maxmillian
Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

Kontroversi Perseteruan Skincare Shella Saukia dengan Dokter Detektif: Klain Berlebin dan Tanggung Jawab Bersama

0

Bogordaily.net – Dunia kecantikan saat ini semakin berkembang pesat. Hal ini terdapat peran influencer yang gencar dalam mempopulerkan atau bahkan menjadi brand ambassador produk-produk kecantikan. Berangkat dari peran mereka untuk mempopulerkan, terkadang terdapat influencer yang hanya sekedar mengulas tanpa melakukan riset lebih dalam mengenai produk. Ulasan yang dilakukan oleh para influencer dipercaya sudah teruji dan aman untuk digunakan. Meski begitu, masih banyak skincare ternyata mengandung bahan berbahaya dan juga klaim berlebihan pada produknya. Salah satu influencer yang terseret baru-baru ini adalah Shella Saukia.

Sudah tak asing lagi ditelinga tentang Shella Saukia. Seorang influencer wanita yang memiliki peran di dunia kecantikan dan memiliki jumlah pengikut yang banyak pada media sosial.

Pasalnya pada Jumat 17 Januari 2024, Shella Saukia bersama lima orang lainnya menyerang seseorang, yaitu Dokter Detektif di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta.

Penyerangan tersebut bermula dari Dokter Detektif atau yang kerap disapa dengan doktif mengulas skincare milik Shella Saukia yang ternyata mengandung bahan berbahaya dan dinyatakan klaim berlebihan.

Penyerangan dan perseteruan ini ramai dibicarakan oleh masyarakat, terlebih saat peristiwa tersebut terjadi keduanya melakukan siaran langsung pada platform tiktok.

Banyak pengguna tiktok yang menonton peristiwa tersebut dan melakukan rekam layar untuk dibagikan lagi di media sosial. Atas peristiwa ini keduanya, baik Shella Saukia maupun Doktif mengambil langkah hukum.

Respon Publik
Setelah muncul ulasan dan peristiwa itu menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama pada platform Tiktok dan X. Publik merasa kecewa akibat kandungan skincare di dalam produk Shella Saukia yang dinyatakan berbahaya dan klaim berlebih. Banyak dari mereka yang merasa tertipu dengan janji manis yang dibangun saat produk ini dipromosikan oleh Shella Saukia.

Merasa kepercayaan yang telah dibangun runtuh, mereka ingin Shella Saukia ini menghentikan penjualan skincare dan menyerukan kepada masyarakat lain untuk tidak membeli produk dari Shella Saukia.

Alih-alih merasa bersalah, rupanya Shella Saukia masih gencar untuk mempromosikan produknya. Hal ini dibuktikan dengan Shella yang kerap kali terlihat melakukan siaran langsung dan mengunggah video untuk menjual produknya di platform tiktok.

Atas peristiwa tempo lalu Shella Saukia ini tak punya malu dan tidak bertanggung jawab. Hal ini membuat publik memberikan komentar pada setiap postingan yang diunggah oleh Shella Saukia di platform tiktok. Pada tiap video yang diunggah oleh Shella ini diserbu dengan komentar berkonotasi negatif. Mereka secara terang-terangan berkomentar bahwa tidak menyukai skincare yang dijual oleh Shella.

Selain tertipu dengan klaim produk dan kandungan berbahaya di dalamnya, mereka juga merasa dirugikan dengan harga yang diberikan oleh Shella Saukia. Mereka merasa harga yang digunakan oleh Shella cukup mahal untuk sebuah produk kecantikan yang baru muncul dan terkenal akhir-akhir ini.

Berbeda dengan Tiktok, pada platform media sosial X banyak dari mereka yang justru masih penasaran dengan kelanjutan huru-hara ini. Masyarakat disarankan menggunakan perawatan wajah yang memang dari produk terpercaya. Produk-produk yang disarankan, seperti wardah, hanasui, dan mustika ratu yang memang sedari dahulu tidak pernah memamerkan produk mereka secara berlebihan.

Bersikeras dengan Pendiriannya
Dari peristiwa yang terjadi pada Jumat 17 Januari 2024, Shella Saukia tetap berada pada pendiriannya. Ia tetap menjualkan produknya melalui siaran langsung dan memposting sejumlah video yang mempromosikan produknya.

Shella tidak peduli dengan penyerangan yang dilakukannya kepada doktif di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta. Ia merasa benar melakukan penyerangn tersebut karena Shella merasa bahwa itu adalah haknya untuk mempertanyakan produk yang diulas oleh doktif.

Alih-alih merasa malu, kini ia mengeluarkan produk skincare terbaru dengan klaim yang berlebih lagi dan membuka toko di sebuah mall elit di kawasan Jakarta. Janji-janji manis yang selalu ia buat dan katakan selalu menjadi senjata baginya untuk menjualkan produknya.

Apalagi hingga saat ini ia tetap mempromosikan produknya dengan harga yang fantastis dan selalu mengatakan bahwa produknya akan habis dalam waktu cepat. Padahal kenyataannya sejak ulasan video Doktif dan perseteruan tersebut, produknya mengalami penurunan peminat. Namun, ia tetap berusaha menutupi kerugian tersebut dengan alih bahwa produknya akan terus habis dalam waktu cepat.

Publik ingin Shella Saukia ini merasa bersalah dan melakukan perbaikan atau bahkan menutup usaha skincare yang dimilikinya. Hal ini karena skincare yang dimiliki dan dijual olehnya memiliki klaim yang berlebih dan tidak sesuai dengan hasil uji lab yang dilakukan oleh Doktif pada video ulasan yang di unggah. Namun sayangnya, Shella Saukia ini justru menutup telinga dan mata dengan peristiwa ini dan malah merasa bahwa yang dilakukannya adalah benar.

Perseteruan membuat Publik Teredukasi
Perseteruan yang terjadi membuat publik menjadi lebih teredukasi tentang dunia kecantikan. Namun tak banyak dari mereka, tetap memilih untuk menutup mata dan telinga dengan skincare yang memiliki kandungan berbahaya dan klaim berlebih.

Memang persoalan tentang dunia kecantikan ini tak banyak publik yang memahaminya lebih dalam. Hal ini karena kurangnya konten-konten medis tentang perawatan wajah dan justru malah lebih banyak ulasan influencer yang tidak berbasis uji laboratorium.

Di sisi lain, dalam peristiwa ini Shella Saukia seharusnya lebih melek dan membuka ruang untuk berdiskusi ataupun berkonsultasi dengan pihak medis yang lebih mengenal dengan dunia kecantikan tentang perbaikan produk yang dimilikinya. Sementara bagi pihak medis, seperti Dokter Detektif, dapat lebih terbuka dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dari peristiwa kontroversi yang ramai diperbincangkan ini, menjadi sebuah pelajaran bagi peminat produk kecantikan bahwa bukan hanya klaim produk yang harus diperhatikan, tetapi juga tanggung jawab penjual dan pihak yang terlibat di dalamnya.

Perseteruan yang terjadi antara Shella Saukia dengan Dokter Detektif ini juga menjadi sebuah pelajaran bahwa bukan tentang soal siapa yang benar atau salah, tetapi soal bagaimana semua pihak, baik medis maupun influencer dapat saling berkolaborasi dan melakukan edukasi kepada publik mengenai dunia kecantikan yang lebih baik.***

Oleh: Nusie Mahmuda
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Guru Teledor Murid Dirugikan

0

Bogordaily.net – Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda. Di Indonesia. Pendidikan bertujuan untuk mendewasakan manusia melalui Upaya pengajaran serta pelatihan. Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam menyiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja.

Namun baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan kasus yang terjadi di SMKN 2 Solo. Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2025, pihak sekolah SMKN 2 Solo mengalami human eror dalam mengiput data siswa- siswi. Peristiwa ini mengakibatkan siswa-siswi SMKN 2 Solo gagal untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Menempuh perguruan tinggi merupakan sebuah mimpi bagi Sebagian besar pelajar Indonesia karena semakin tinggi Pendidikan yang kita tempuh akan berpengaruh dalam dunia kerja.

Peristiwa ini sangat disayangkan mengingat kesempatan yang dimiliki Siswa-Siswi SMKN 2 Solo untuk masuk perguruan tinggi seharusnya tiga kesempatan yang terdiri dari Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Jalur mandiri, kini hanya tersisa SNBT dan Jalur Mandiri saja.

Walaupun masih memiliki dua kesempatan untuk melanjutkan Pendidikan perguruan tinggi, namun mengingat hanya memiliki dua kesempatan dan persaingan ketat dalam pendaftaran perguruan tinggi menjadikan sebuah tantangan yang besar bagi siswa-siswi serta keluarga murid SMKN 2 Solo.

Kesalahan Fatal
Kasus kegagalan siswa-siswi SMKN 2 Solo untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) menandakan kurangnya dalam sistem Pendidikan di Indonesia. Menurut saya, sebagai guru seharusnya tidak melakukan kelalaian ini mengingat pentingnya proses pendaftaran untuk melanjukan Pendidikan tinggi.

Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi melalui prestasi mereka selama menempuh Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK). Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) merupakan pintu pertama bagi siswa-siswi untuk meraih universitas yang mereka inginkan serta meningkatkan kemampuan mereka melalui perguruan tinggi.

Kelalaian pihak SMKN 2 Solo sangat merugikan bagi banyak orang. Dalam kasus ini, banyak siswa-siswi yang telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk mengikuti Seleksi Nasional Berbasis Nasional (SNBP). Mereka telah melakukan yang terbaik untuk dapat menjadi siswa-siswi terbaik selama 3 tahun untuk dapat mengikuti seleksi tersebut. Namun akibat kesalahan administrative yang dilakukan oleh pihak sekolah SMKN 2 Solo, kerja keras mereka terbuang sia-sia. Hal ini menyebabkan kekecewaan yang

mendalam. Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh siswa-siswi tetapi juga terhadap orang tua mereka. Orang tua tentunya memiliki harapan tinggi terhadap anak-anak mereka untuk melanjutkan Pendidikan yang lebih tinggi. Tiap hari mereka banting tulang untuk hanya melihat anak-anak mereka mendapatkan Pendidikan yang tinggi.

Ketika mereka melihat anak-anak mereka gagal untuk melanjutkan ke Pendidikan yang lebih tinggi, mereka tentu merasakan kekecewaan serta frustasi
Pihak SMKN 2 Solo telah memberikan tanggung jawab berupa biaya untuk mengikuti bimbingan Pelajaran. Namun hal tersebut menurut saya tetaplah kurang untuk mengobati kekecewaan mereka. Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) merupakan proses yang menjadi awalan bagi siswa siswi SMA maupun SMK untuk melanjutkan kejenjang perguruan tinggi.

Perlunya Peningkatan Sistem Pendidikan
Menurut saya, kasus ini menandakan adanya kelemahan dalam pengawasan dan evaluasi di lingkungan Pendidikan Indonesia. Hal ini seharusnya memiliki mekanisme yang jelas untuk memastikan bahwa seluruh siswa-siswi mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendaftar ke perguruan tinggi.

Seluruh Pihak sekolah yang ada di Indonesia harus memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas dalam proses pendaftaran siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Seluruh informasi harus tersampaikan kepada siswa-siswi dan juga orang tua. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) seharusnya memberikan pelatihan serta pelatihan yang lebih kepada seluruh pengurus sekolah-sekolah di Indonesia.

SMKN 2 Solo wajib melakukan evaluasi keseluruhan terhadap orang orang yang terlibat dalam pengurusan sekolah. Mereka harus melakukan evaluasi internal untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dalam sistem pendaftaran ini. Selain itu, pihak sekolah harus melakukan diskusi terbuka kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan evaluasi dari publik serta perbaikan kepercayaan public.

Kasus ini menjadikan pembelajaran berharga bagi instansi Pendidikan mengingat pentingnya Pendidikan bagi seluruh masyarakat. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi setiap individu dan bangsa; oleh karena itu, setiap langkah menuju perbaikan harus dilakukan dengan serius.

Dengan adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses administrasi serta pelatihan bagi staf sekolah, kita dapat berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Siswa berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk meraih impian mereka tanpa terhalang oleh kesalahan administratif yang seharusnya dapat dicegah.***

Larry Maxmillian
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

 

Dampak Twitter (X) terhadap Interaksi Sosial, Konsumsi Informasi, dan Penyampaian Opini Masyarakat

0

Bogordaily.net – Sejak diluncurkan pada tahun 2006, Twitter telah berkembang menjadi salah satu platform media sosial terkemuka di dunia. Dengan fitur utamanya yang memungkinkan pengguna mengirim pesan singkat atau “tweet” hingga 280 karakter, platform ini menjadi sarana efektif untuk berbagi informasi secara cepat. Pada 2023, Twitter melakukan rebranding menjadi X, dengan tujuan memperluas fungsionalitasnya dan meningkatkan pengalaman pengguna (We Are Social, 2023).

Menurut laporan Digital 2023 Indonesia oleh We Are Social, jumlah pengguna aktif Twitter (X) di Indonesia mencapai 24 juta, mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa X semakin menjadi bagian integral dari kehidupan digital masyarakat Indonesia, terutama dalam menyampaikan opini dan mengakses informasi secara real-time (We Are Social, 2023).

Meskipun X menawarkan berbagai manfaat dalam hal komunikasi dan akses informasi, terdapat beberapa permasalahan yang muncul seiring dengan penggunaannya. Salah satunya adalah potensi penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks, yang dapat mempengaruhi opini publik secara negatif.

Sebuah studi oleh Maharani dan Astuti (2024) menunjukkan bahwa kecepatan penyebaran informasi di X sering kali mengalahkan verifikasi fakta, sehingga meningkatkan risiko misinformasi dalam komunitas digital (Maharani & Astuti, 2024).

Selain itu, interaksi yang terjadi di platform ini sering kali bersifat superficial dan dapat mengurangi kualitas komunikasi interpersonal. Menurut penelitian oleh Aldyssa dan Sary (2024), keterlibatan pengguna di X cenderung berfokus pada komentar singkat atau reaksi emosional dibandingkan diskusi mendalam.

Fenomena ini memperkuat “echo chamber”, di mana pengguna hanya terpapar pada perspektif yang mendukung pandangan mereka sendiri, menghambat keberagaman opini (Aldyssa & Sary, 2024).

Sejak rebranding menjadi X, platform ini telah mengalami berbagai inovasi untuk meningkatkan interaksi pengguna. Penambahan fitur seperti “Spaces” memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam diskusi audio secara real-time, sementara integrasi dengan layanan lain memperluas ekosistem platform.

Menurut data dari We Are Social (2023), Twitter/X tetap menjadi platform utama bagi kelompok tertentu, seperti aktivis, jurnalis, dan komunitas penggemar (fandom). Studi terbaru oleh Maharani dan Astuti (2024) menunjukkan bahwa pengguna X lebih aktif dalam menyebarkan informasi dibandingkan platform lain, menjadikannya sebagai sumber utama berita digital.

Namun, penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa algoritma X berkontribusi pada pembentukan opini berdasarkan tren yang muncul, bukan selalu berdasarkan kebenaran faktual (Maharani & Astuti, 2024).

X telah menjadi platform utama bagi masyarakat untuk menyampaikan opini dan pandangan mereka. Studi yang dilakukan oleh Aldyssa dan Sary (2024) menemukan bahwa terpaan media sosial melalui akun X tertentu dapat mempengaruhi perilaku konsumtif pengikutnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa konten yang disajikan di X memiliki kekuatan untuk membentuk opini dan mempengaruhi keputusan pembelian pengguna (Aldyssa & Sary, 2024).

Selain itu, topik yang menjadi viral di X sering kali memicu diskusi publik yang luas. Contohnya adalah tren #PercumaLaporPolisi yang sempat viral di Indonesia pada tahun 2022, mencerminkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi tertentu.

Studi yang dilakukan oleh Maharani dan Astuti (2024) menunjukkan bahwa tren ini tidak hanya mencerminkan opini publik tetapi juga dapat memengaruhi kebijakan pemerintah atau respons lembaga tertentu terhadap isu yang diangkat di media sosial (Maharani & Astuti, 2024).

Dengan kemampuannya menyajikan informasi secara real-time, X telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi berita dan informasi. Menurut laporan We Are Social (2023), 55% pengguna X di Indonesia menggunakan platform ini sebagai sumber berita utama, mengalahkan media tradisional seperti televisi dan surat kabar.

Namun, kecepatan penyebaran informasi di X juga menimbulkan tantangan terkait akurasi dan validitas informasi yang diterima oleh pengguna. Studi oleh Maharani dan Astuti (2024) menemukan bahwa banyak pengguna X cenderung membagikan berita tanpa memverifikasi sumbernya terlebih dahulu, sehingga meningkatkan potensi penyebaran misinformasi.

Studi ini juga menyoroti bahwa X sering digunakan untuk mencari berita alternatif atau sudut pandang berbeda dibandingkan media arus utama, yang dapat berdampak pada polarisasi opini publik (Maharani & Astuti, 2024).

X telah membawa perubahan signifikan dalam interaksi sosial, konsumsi informasi, dan penyampaian opini masyarakat. Platform ini memfasilitasi komunikasi yang lebih cepat dan luas, memungkinkan individu untuk menyampaikan pendapat mereka kepada audiens yang lebih besar. Namun, tantangan seperti penyebaran informasi yang tidak akurat dan interaksi yang dangkal tetap menjadi perhatian.

Untuk memaksimalkan manfaat yang ditawarkan oleh X, pengguna perlu meningkatkan literasi digital mereka, termasuk kemampuan untuk mengevaluasi kebenaran informasi dan berinteraksi secara lebih bermakna.

Selain itu, pengembang platform harus terus berinovasi untuk menyediakan fitur yang mendukung interaksi yang sehat dan penyebaran informasi yang akurat. Dengan pendekatan yang tepat, X memiliki potensi untuk terus menjadi alat yang berharga dalam membentuk dinamika sosial dan informasi di masyarakat.***

Larry Maxmilian
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB University

 

Crisis Manajemen

0

Bogordaily.net – Manajemen krisis merupakan aspek penting dalam operasional organisasi dan perusahaan, yang semakin relevan dalam dunia yang dinamis dan tidak menentu saat ini. Dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, informasi dapat menyebar dengan cepat, membuat sebuah organisasi lebih rentan terhadap krisis yang dapat muncul secara tiba-tiba. Krisis dapat berasal dari berbagai sumber, seperti bencana alam, kegagalan teknologi, isu reputasi, atau peristiwa global seperti pandemi COVID-19. Dalam konteks ini, kemampuan organisasi untuk merespons dan mengelola krisis sangat menentukan kelangsungan hidup dan keberhasilan mereka di pasar.

Menurut Coombs (2019), manajemen krisis adalah proses sistematis yang dirancang untuk membantu organisasi mengatasi dan merespons situasi yang tidak terduga secara efektif. Proses ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan. Kegagalan dalam mengelola krisis dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan, kerusakan reputasi, dan bahkan kebangkrutan. Oleh karena itu, banyak organisasi yang mulai mengembangkan dan menerapkan rencana manajemen krisis yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

Dalam manajemen krisis, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang karakteristik dan dinamika krisis. Krisis tidak hanya berdampak pada organisasi itu sendiri, tetapi juga dapat mempengaruhi berbagai pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat luas. Oleh karena itu, strategi manajemen krisis yang efektif harus mencakup rencana komunikasi yang transparan dan responsif, agar organisasi dapat mempertahankan kepercayaan publik dan stakeholder.

Selain itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang belajar dari pengalaman krisis dan menerapkan strategi adaptif dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap tantangan di masa depan. Ini menunjukkan bahwa manajemen krisis bukan hanya tentang respons jangka pendek, tetapi juga tentang pengembangan kapasitas untuk menghadapi kemungkinan krisis di masa mendatang.

Dengan semua faktor ini, penelitian dan analisis mendalam tentang manajemen krisis menjadi sangat penting. Tujuannya adalah untuk membantu organisasi mempersiapkan diri dan mengembangkan respons yang efektif ketika krisis terjadi, serta memastikan keberlangsungan operasional dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga.

Tujuan praktikum

  1. Menganalisis strategi manajemen krisis. Mengidentifikasi dan menganalisis langkah-langkah yang diambil organisasi dalam menghadapi krisis, serta mengevaluasi efektivitasnya.
  2. Mengidentifikasi faktor-faktor kunci Mengeksplorasi faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen krisis, seperti budaya organisasi, komunikasi, dan kepemimpinan.
  3. Menyusun rekomendasi Merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan strategi manajemen krisis berdasarkan temuan analisis dan faktor kunci yang diidentifikasi.
  4. Meningkatkan pemahaman peserta. Meningkatkan kesadaran peserta tentang pentingnya persiapan dan respons dalam manajemen krisis, serta dampaknya terhadap organisasi.

Tinjauan Pustaka

  1. Definisi Manajemen Krisis: Menurut Coombs (2019), manajemen krisis adalah proses yang dirancang untuk membantu organisasi mengatasi dan merespons situasi yang tidak terduga dengan cara yang efektif.
  2. Tahapan Manajemen Krisis: Mitroff (2018) mengidentifikasi beberapa tahapan dalam manajemen krisis, termasuk pencegahan, persiapan, respons, dan pemulihan. Setiap tahap memiliki strategi dan tindakan yang spesifik untuk meminimalkan dampak krisis.
  3. Peran Komunikasi: Penelitian oleh Fearn-Banks (2020) menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif selama krisis sangat penting. Organisasi yang transparan dan responsif dalam komunikasi dapat mempertahankan kepercayaan publik dan stakeholder.
  4. Studi Kasus Terkini: Dalam artikel Smith et al. (2021), penulis menganalisis respons perusahaan teknologi X terhadap serangan siber. Penelitian ini menemukan bahwa strategi komunikasi internal dan pelatihan karyawan memainkan peran penting dalam mitigasi risiko.
  5. Rekomendasi untuk Praktik Terbaik: Menurut penelitian Liu dan Zhao (2022), organisasi harus mengembangkan rencana manajemen krisis yang fleksibel dan berbasis data untuk dapat menanggapi berbagai jenis krisis dengan lebih baik.

Contoh kasus

  1. Manajemen Krisis PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Di Masa Pandemi COVID-19

Pendahuluan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan perusahaan yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api. Layanan PT kereta Api Indonesia (Persero) meliputi angkutan penumpang dan barang Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur. Sebagai perusahaan yang mengelola perkeretaapian di Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) telah banyak mengoperasikan KA penumpangnya, baik KA Utama (Komersil dan Non Komersial), maupun KA Lokal di Jawa dan Sumatera, yang terdiri dari KA Eksekutif, KA Bisnis, KA Ekonomi, KA Campuran (Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi), KA Lokal, KRL (Commuter Line). Selain itu, Angkutan barang yang dikelola oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seperti Peti Kemas, barang packaging, retail dan curah baik cair maupun padat

Coronavirus Diseases (COVID-19) yang menerpa seluruh dunia selama kurun selama dua tahun terakhir ini menimbulkan krisis dalam berbagai sektor mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, industri dll. Virus COVID pertama ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019 ini sudah merenggut ribuan hingga jutaan jiwa di seluruh dunia. Sehingga WHO (World Health Organization) telah menetapkan peristiwa tersebut sebagai pandemi COVID 19. Penetapan status pandemi pada wabah ini tentu diakibatkan dari besarnya kasus yang terjadi di seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia.

Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi meluasnya penularan virus COVID-19 mengeluarkan beberapa kebijakan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada awal maret 2020 dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan sejak awal juli 2021. Dampak dari adanya kebijakan ini masyarakat diwajibkan untuk menjalankan protokol kesehatan contohnya mencuci tangan, menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah dan masih banyak lagi.

Pembatasan-pembatasan yang diberlakukan ini menimbulkan kelumpuhan dalam berbagai sektor, Salah satunya dalam bidang transportasi. Bidang transportasi sebagai sarana masyarakat untuk menjalani kehidupan sehari hari terkena dampak yang cukup besar dikarenakan aktivitas masyarakat di luar rumah menjadi berkurang selama masa pemberlakuan pembatasan tersebut. Sehingga penyedia jasa layanan transportasi yang beroperasi mengalami kerugian yang cukup besar karena penumpang yang berkurang untuk menggunakan jasa layanan transportasi selama masa pandemi COVID-19

Landasan teoritis

Konsep yang dipakai dalam penelitian ini adalah konsep manajemen krisis dari Firsan Nova. Nova (2009:142) pada bukunya menjelaskan bahwa upaya penanggulangan krisis pada proses manajemen krisis dilakukan melalui beberapa proses tahapan diantaranya identifikasi, isolasi dan pemulihan. Tiga langkah merupakan langkah yang sangat penting pada upaya penanggulangan krisis dalam proses manajemen krisis. Hal ini berperan untuk menyelesaikan dan mengakhiri krisis. Langkah ini sangat penting dilakukan agar krisis tidak terus menjalar kepada kerusakan yang lebih besar. Langkah intervensi dini dilakukan pada tahapan akut, dimana krisis sudah mulai terbentuk. Identifikasi krisis merupakan tahap pertama yang bertujuan untuk mengetahui sumber, akar permasalahan ataupun faktor penyebab terjadinya krisis.

langkah ini merupakan langkah pertama yang dilakukan sebelum perusahaan mengambil tindakan untuk menangani krisis secara langsung, Proses identifikasi krisis ini dilakukan meliputi pencarian fakta dan mengumpulkan berbagai informasi terkait dengan krisis yang dialami perusahaan, proses identifikasi krisis memudahkan perusahaan untuk menentukan tindakan yang efektif dalam menanggulangi krisis Setelah perusahaan berhasil mengumpulkan informasi dan fakta fakta terkait faktor penyebab terjadinya krisis serta berbagai informasi yang berhubungan dengan krisis yang dialami perusahaan melalui proses identifikasi krisis, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah isolasi krisis Isolasi krisis adalah tahap selanjutnya yang merupakan proses pencegahan agar krisis tidak semakin meluas, maka dari itu krisis di isolasi dan mulai dikarantina sesuai jangka waktu terjadinya krisis.

Pada tahapan ini perusahaan sudah mempunyai perencanaan dan menjalankan tindakan strategi yang tepat untuk menanggulangi krisis yang mengacu pada hasil dari identifikasi krisis yang telah dilakukan. Langkah yang perlu dilakukan setelah krisis terkendalikan melalui proses identifikasi dan isolasi adalah pemulihan. Pemulihan krisis merupakan langkah terakhir yang perlu dilakukan setelah krisis terkendalikan melalui proses identifikasi dan isolasi. Perusahaan tentunya perlu melakukan pemulihan atau recovery pasca krisis terjadi. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat bangkit serta beroperasional secara normal kembali. Kebangkitan sebuah perusahaan dari sebuah krisis tentunya ditentukan oleh bagaimana manajemen krisis yang dilakukan oleh Perusahaan

Manajemen krisis merupakan suatu bentuk tindakan untuk merespon dan menyelesaikan masalah terkait krisis yang muncul melalui kemungkinan strategi manajemen krisis. Kriyantono (2015:180) menjelaskan manajemen krisis sebagai usaha yang dilakukan oleh organisasi untuk mengatasi krisis yang terjadi. Krisis memiliki dampak yang negatif yang dapat mengancam sebuah organisasi ataupun perusahaan.

Kasali (2003:225) mendefinisikan krisis sebagai suatu kondisi tidak stabil yang dialami oleh sebuah perusahaan yang dilihat dari adanya perubahan perubahan signifikan yang mengarah pada keadaan terancam. Perubahan tersebut memiliki kemungkinan apakah sesuai dengan yang terjadi ataupun tidak yang mana pada akhirnya akan melahirkan sebuah perubahan yang lebih baik. Public Relations menurut IPRA dalam Cutlip,Center, dan Broom (2006:5) adalah sebuah peran manajemen dalam membangun serta menjaga hubungan yang antara organisasi dan khalayaknya dapat menjadi awal keberhasilan atau kegagalan.

Peranan seorang public relations adalah menciptakan situasi dan kondisi secara kondusif pasca perusahaan atau lembaga mengalami krisis serta mengelola krisis dengan baik. Keberhasilan juga kegagalan sebuah perusahaan dalam menghadapi krisis ditentukan oleh bagaimana seorang Public Relations menghadapi sebuah krisis. Nova (2009:43) dalam bukunya menyebutkan bahwa H. Fayol mengkategorikan bahwa sasaran kegiatan Public Relations salah satunya adalah menghadapi krisis (facing of crisis) dalam hal ini seorang Public Relations perlu mempunyai keahlian dalam menangani complaint serta menghadapi krisis yang sedang terjadi dengan membuat sebuah manajemen krisis dan Public Relations recovery of image yang bertujuan untuk memperbaiki lost of image and damage. Dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan Public Relations juga mempunyai beberapa peranan diantaranya adalah sebagai penasehat ahli (expert prescriber), Fasilitator komunikasi (communication facilitator), Fasilitator proses pemecahan masalah (problem solving process facilitator) dan teknisi komunikasi (communication technician).

Dalam hal ini peranan public relations dalam menghadapi krisis adalah sebagai fasilitator proses pemecahan masalah (problem solving process facilitator). praktisi public relations merupakan bagian dari tim manajemen yang bertujuan untuk membantu pimpinan perusahaan baik sebagai penasihat sampai ikut andil dalam mengambil tindakan ataupun keputusan dalam mengatasi permasalahan krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional. Menghadapi sebuah krisis, perusahaan pada umumnya akan membentuk tim posko atau tim emergency crisis yang melibatkan berbagai departemen dan keahlian dalam satu tim khusus yang dikoordinir oleh praktisi ahli dalam bidang

public relations untuk membantu menangani perusahaan yang sedang didera krisis. Maka dari itulah seorang public relations memiliki peranan dalam menghadapi krisis, ketika krisis berhasil ditangani secara tidak langsung public relations telah memecahkan permasalahan sekaligus menyelamatkan reputasi serta citra perusahaan. Dengan demikian fungsi public relations menjadi sangat penting untuk memulihkan citra sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nova dalam Muchtar dan Aliyudin (2019) dimana fungsi utama public relations adalah untuk menciptakan hubungan baik antara perusahaan dengan publiknya baik internal maupun eksternal dalam rangka memberikan pengertian, meningkatkan motivasi serta partisipasi publik untuk menciptakan opini publik yang menguntungkan lembaga.

Hasil dan pembahasan

Praktisi Public Relations akan selalu berhubungan dengan penerapan fungsi manajemen untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Hal ini dikarenakan Public Relations memiliki peran dan fungsi untuk mengelola, mengatur, serta menjaga nama baik sebuah perusahaan atau organisasi. Suwarno (2018:131) menjelaskan fungsi public relations yaitu untuk membantu perusahaan dalam memelihara hubungan baik dengan seluruh publik yang berhubungan dengan perusahaan.

Manajemen Krisis merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen krisis yang pengendalian krisis ini menjalankan proses manajemen untuk mengendalikan krisis yang terjadi dan memulihkan kondisi perusahaan pasca krisis. Silviani (2020:127) mendefinisikan manajemen krisis sebagai suatu proses pengelolaan manajemen untuk menanggulangi krisis yang tengah dihadapi oleh perusahaan. Hidup dan matinya sebuah perusahaan dalam situasi krisis di tentukan oleh oleh bagaimana manajemen krisis itu dilakukan.

Manajemen krisis akan dianggap berhasil jika telah melewati tahapan tahapan sampai pada akhirnya menghasilkan suatu perubahan, Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti peroleh dari beberapa informan yang merupakan perwakilan dari Unit Public Relations (USP) PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang telah melaksanakan manajemen krisis sebagai upaya dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang memiliki dampak pada aktivitas perusahaan sebagai penyedia jasa layanan angkutan kereta api di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menyebutkan manajemen krisis yang dilakukan oleh Unit Public Relations (USP) adalah dengan mempersiapkan tiga tahapan yaitu, tahap Identifikasi krisis, tahap isolasi krisis.

  1. ANALISIS MANAJEMEN KRISIS: STUDI KASUS PADA PT INDOFOOD INDONESIA INDOMIE

Pendahuluan

manajemen bisnis merupakan fenomena yang tidak terhindarkan dan memerlukan penanganan yang tepat untuk meminimalisir dampak negatif terhadap perusahaan. PT Indofood Indonesia, sebagai salah satu produsen makanan terbesar di Asia Tenggara, baru-baru ini menghadapi situasi krisis terkait penarikan produk Indomie di Taiwan. Produk yang dikirim tidak memenuhi standar yang ditetapkan oleh negara tersebut, yang berdampak pada citra dan operasional perusahaan. Kejadian ini menunjukkan pentingnya memiliki sistem manajemen krisis yang efektif dan responsif. Dalam dunia bisnis, krisis dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari masalah kualitas produk hingga isu-isu regulasi dan kepatuhan,

Krisis yang dialami PT Indofood Indonesia ini tidak hanya berpotensi merusak reputasi merek yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tetapi juga dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen dan mitra bisnis di pasar internasional. Oleh karena itu, manajemen krisis yang baik harus mencakup langkah-langkah proaktif dalam mengidentifikasi potensi masalah, mengembangkan rencana kontingensi, serta memiliki strategi komunikasi yang efektif untuk menjaga hubungan dengan para pemangku kepentingan. Penarikan produk Indomie di Taiwan menjadi contoh nyata bagaimana ketidaksesuaian dengan standar internasional dapat menimbulkan krisis yang signifikan.

Hal ini menggarisbawahi pentingnya bagi perusahaan multinasional seperti PT Indofood Indonesia untuk memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku di setiap pasar tempat mereka beroperasi. Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa seluruh rantai pasokannya mampu menjaga kualitas dan standar yang telah ditetapkan, guna menghindari terjadinya masalah serupa di masa mendatang. Krisis ini juga menyoroti peran penting komunikasi dalam manajemen krisis.

PT Indofood Indonesia perlu memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada konsumen, pemerintah, dan media untuk mengendalikan narasi dan meredakan kekhawatiran. Melalui langkahlangkah yang tepat, perusahaan dapat memperbaiki situasi dan memulihkan kepercayaan publik, sekaligus mengambil pelajaran berharga untuk memperkuat sistem manajemen krisis mereka di masa depan.

Landasan teori

Manajemen krisis adalah sebuah proses esensial bagi setiap organisasi untuk menghadapi dan mengatasi situasi yang tidak diharapkan, yang bisa mengancam stabilitas dan merugikan organisasi serta pihak terkait (Lufritayanti & Annisa, 2013). Proses ini melibatkan persiapan yang matang dan respons yang cepat terhadap krisis yang timbul secara tak terduga, yang potensial mempengaruhi jalannya bisnis dan reputasi perusahaan secara keseluruhan. Krisis bisa muncul pada berbagai tingkatan, baik pada individu, kelompok, maupun organisasi, dan sering kali membutuhkan keputusan strategis yang tepat dalam menghadapinya, sesuai dengan perubahan-perubahan yang mempengaruhi mereka (Charles An & M. Midhat, 2021).

Istilah “krisis” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “keputusan.” Ketika organisasi menghadapi krisis, mereka dihadapkan pada kebutuhan untuk membuat keputusan penting dalam mengelola situasi tersebut. Hal ini mencakup identifikasi awal, penilaian dampak potensial, dan implementasi strategi yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan konsekuensi negatif dari krisis tersebut. Manajemen krisis tidak hanya tentang menangani masalah saat terjadi, tetapi juga melibatkan upayaupaya pencegahan dan persiapan sebelum krisis benar-benar terjadi.

Dalam konteks modern, manajemen krisis menjadi semakin penting karena kompleksitas lingkungan bisnis yang terus berubah dan ekspektasi yang semakin tinggi dari pihak-pihak terkait terhadap respons yang cepat dan transparan dari organisasi. Organisasi yang memiliki rencana manajemen krisis yang baik cenderung lebih mampu bertahan dan pulih dengan lebih efektif dari situasi krisis, sementara yang tidak mempersiapkan diri bisa menghadapi kerugian yang signifikan baik dari segi finansial maupun reputasi.

Oleh karena itu, investasi dalam pengembangan dan implementasi manajemen krisis yang kuat merupakan langkah strategis yang penting bagi setiap organisasi yang ingin memastikan kelangsungan operasional dan integritas mereka dalam menghadapi tantangantantangan tak terduga. Yosal Iriantara dalam kajiannya menyebutkan bahwa manajemen krisis merupakan salah satu respons yang dibutuhkan organisasi dalam menghadapi perubahan di lingkungan eksternal mereka (Yosal, 2004).

Para ahli juga mengakui bahwa manajemen krisis memiliki potensi untuk berdampak negatif dan mengganggu tatanan yang sudah ada, sehingga penting untuk dilakukan upaya pencegahan guna mengurangi risiko yang mungkin timbul. Tujuan utama dari manajemen krisis adalah untuk mengurangi atau menghentikan dampak negatif yang ditimbulkan oleh krisis terhadap perusahaan. Hal ini dilakukan melalui persiapan yang matang sebelum krisis terjadi, serta penerapan strategi dan taktik yang sesuai untuk mengelola situasi secara efektif. Selain itu, manajemen krisis juga bertujuan untuk meredam ketegangan yang mungkin muncul di internal organisasi saat menghadapi krisis yang serius.

Implementasi manajemen krisis yang efektif melibatkan langkah-langkah seperti identifikasi awal tanda-tanda krisis, analisis menyeluruh terhadap akar masalah, pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, serta komunikasi yang transparan dengan semua pihak terkait. Dengan demikian, organisasi dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan-tantangan tak terduga yang dapat mengancam stabilitas dan reputasi mereka. Menurut Charles (2021), manajemen krisis melibatkan serangkaian tahapan penting untuk mengelola situasi krisis secara efektif.

Tahap pertama adalah pra-krisis, di mana organisasi melakukan persiapan yang matang untuk mengantisipasi dan mencegah krisis. Ini mencakup penyusunan rencana manajemen krisis yang komprehensif, pembentukan tim khusus yang terlatih, serta pelatihan bagi anggota tim dalam menangani situasi darurat. Langkah selanjutnya adalah tahap identifikasi krisis, di mana organisasi berupaya mengenali tanda-tanda awal krisis dan menentukan jenis krisis yang sedang dihadapi. Kemampuan untuk cepat mengenali dan memahami karakteristik krisis sangat penting untuk merumuskan respons yang tepat dan efisien.

Analisis krisis merupakan tahap yang krusial untuk memahami akar permasalahan. Organisasi melakukan analisis mendalam terhadap penyebab krisis, mengevaluasi faktorfaktor pemicunya, serta memahami sejauh mana dampak krisis tersebut terhadap berbagai aspek operasional dan reputasi perusahaan. Setelah identifikasi dan analisis dilakukan, tahap berikutnya adalah penanggulangan krisis. Organisasi menetapkan strategi dan tindakan konkret yang perlu dilakukan untuk mengatasi krisis dengan maksimal. Ini melibatkan koordinasi intensif antar tim, komunikasi yang efektif, serta implementasi dari rencana manajemen krisis yang telah disiapkan sebelumnya.

Kesimpulan

Krisis human error terjadi ketika kesalahan yang dilakukan manusia menyebabkan situasi krisis atau darurat. Dalam kasus Indomie, kurangnya pengawasan dan standarisasi dalam proses ekspor menjadi akar permasalahan. Kesalahan ini mengakibatkan masalah serius di Taiwan dan berpotensi mempengaruhi reputasi serta kepercayaan masyarakat terhadap merek tersebut. Penanganan krisis oleh Indomie melibatkan berbagai pihak seperti Kementerian Perdagangan (KEMENDAG), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta media. KEMENDAG bertanggung jawab dalam mengatur dan memastikan kepatuhan dalam perdagangan internasional, sementara BPOM mengawasi aspek keamanan makanan. Media juga berperan penting sebagai penghubung dalam menyampaikan informasi kepada publik. Langkahlangkah yang dapat dilakukan dalam menangani krisis ini mencakup tahap-tahap krisis, yaitu pra-krisis, krisis akut, dan pascakrisis. Pada tahap pra-krisis,

perusahaan perlu melakukan perbaikan pada sistem pengawasan dan standarisasi untuk mencegah terjadinya kesalahan serupa di masa depan. Selama krisis akut, penting untuk membentuk tim khusus, mengevaluasi risiko, dan menjalin komunikasi baik internal maupun eksternal untuk mengatasi dampak yang timbul. Setelah krisis terkendali, tahap pasca-krisis melibatkan pemulihan reputasi serta evaluasi menyeluruh terhadap proses yang telah berlalu. Kolaborasi yang efektif antara semua pihak terkait, termasuk pemerintah, regulator, dan media, menjadi kunci dalam penanganan krisis dengan sukses. Ini tidak hanya membantu mengatasi situasi saat ini tetapi juga mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi tantangan serupa di masa depan dengan lebih baik.

  1. Strategi Manajemen Krisis PT. Z dalam Membangun Reputasi Perusahaan di Bidang Otomotif (Studi Kasus Rangka Q)

Pendahuluan

Dalam era globalisasi serta teknologi yang semakin pesat, komunikasi telah menjadi pondasi utama dalam segala bidang di kehidupan manusia. Komunikasi bukan hanya tentang penyampaian pesan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut diinterpretasikan, diterima, lalu direspon oleh penerima. Keberhasilan komunikasi terletak pada kemampuan kita menggunakannya dengan kesadaran emosional, oleh sebab itu kegagalan komunikasi seringkali timbul ketika kita tidak mampu mengendalikan emosi kita secara tepat (Effendy, 2018). Dapat kita simpulkan bahwa komunikasi akan berjalan lancar apabila kita rencanakan dengan matang serta berpikir jernih sebelum memberikan pesan. Sama halnya dengan menjaga reputasi perusahaan. Reputasi perusahaan (corporate reputation) atau dikenal juga sebagai reputasi korporat, merupakan hasil keseluruhan penilaian yang dilakukan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan,

dimana penilaian ini didasari oleh cara mereka melihat dan menafsirkan citra perusahaan yang disampaikan melalui komunikasi (Herwin & Abadi, 2019). Pada Bulan Agustus 2023, beredar video yang menampilkan sebuah motor yang diproduksi oleh PT. Z sedang ditegakkan dengan standar tengah di suatu bengkel. Seorang montir menggoyang-goyangkan bagian stang stir, memperlihatkan motor tersebut bergoyang seakan hampir terpisah antara bagian atas dan kursi pengemudi dengan bagian mesin serta ban belakang. Video tersebut menandakan ada permasalah pada rangka motor produksi PT. Z. Pada tahun 2019, PT. Z memperkenalkan rangka motor yang diklaim menghasilkan kualitas rangka terbaik dengan bobot yang jauh lebih ringan supaya memberikan kemudahan dalam berkendara di jalan. Sebut saja rangka tersebut bernama rangka Q. Dalam beberapa video yang beredar, banyak yang memperlihatkan motor produksi PT. Z yang menggunakan rangka Q berkaratan, keropos, maupun patah.

Akibat viralnya video tersebut, PT. Z mengunggah video klarifikasi di akun Instagram resmi mereka mengenai rangka tersebut. Respon netizen yang mengaku sebagai pelanggan PT. Z cukup kecewa, bisa terlihat dari kolom komentar yang menyindir karena PT. Z dianggap tidak serius menanggapi kasus ini. Hal ini tentu bisa berdampak pada reputasi PT. Z. Dalam kasus ini, bisa dikatakan bahwa PT. Z telah mengalami crisis public relations. Crisis public relations dapat terjadi ketika perusahaan atau organisasi menghadapi situasi yang dapat merusak reputasi secara serius, oleh karena itu penting untuk membatasi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh krisis (Puspitasari, 2020). Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Strategi Crisis Public Relations PT. Z Dalam Membangun Pertahanan Reputasi Perusahaan dalam Bidang Otomotif (Studi Kasus Rangka Q)”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori utama yaitu crisis public relations. Ada satu bidang public relations, yang berfokus pada reputasi perusahaan, yaitu crisis public relations.

Crisis public relations adalah suatu situasi, rumor, atau informasi yang berdampak negatif terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas perusahaan. Semakin parah krisisnya, dampaknya bagi perusahaan juga semakin besar. Hal ini bisa disebabkan oleh liputan negatif yang berdampak buruk pada operasi bisnis perusahaan. Pemberitaan media atau isu yang beredar bisa jadi benar tapi bisa saja tidak, tetapi kedua hal tersebut dapat berpotensi mempengaruhi citra seseorang atau perusahaan. Suatu situasi diklasifikasikan sebagai crisis public relations ketika diketahui oleh

publik dan menyebabkan munculnya pandangan negatif terhadap perusahaan (Nova et al., 2020). Oleh karena itu, salah satu tugas public relations adalah mengklarifikasi terhadap laporan media yang tidak seimbang atau bersifat menjelekkan perusahaan. Praktisi public relations juga harus tahu skenario terburuk yang mungkin terjadi dan harus mempunyai contingency plan (rencana cadangan) untuk menghadapinya. Perencanaan krisis dapat dilakukan dengan membentuk tim yang bertanggungjawab dalam mengatasi krisis, dimana setiap anggota tim memiliki tanggung jawab dan tugas spesifik.

 

Metode penelitian

Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data terdiri dari dua sumber data: yaitu primer dan sekunder. Menurut Ichsan & Ali (2020), data primer adalah informasi yang diperoleh secara langsung dari sumber, dalam hal ini terkait dengan respons dan strategi public relations yang digunakan oleh PT. Z selama krisis Rangka Q.

Data primer tersebut antara lain:

  1. a) Wawancara Wawancara mendalam dilakukan dengan beberapa narasumber yang mengetahui kronologi kasus rangka Q serta memahami betul strategi atau langkah-langkah public relations dalam menghadapi krisis. Kriteria narasumber terdiri dari dua sisi, yaitu internal (bekerja dalam PT. Z) serta eksternal (konsumen atau pengamat kasus) untuk mendapatkan hasil yang netral.
  2. b) Observasi Peneliti melakukan observasi secara non-partisipan dengan mendatangi berbagai tempat namun tidak terlibat aktif dalam kegiatan. Peneliti hanya mengobservasi atau mengamati. Selanjutnya menurut Ichsan & Ali (2020), data sekunder adalah informasi yang diperoleh dari sumber yang sudah tersedia, seperti laporan resmi, dokumen internal perusahaan, artikel berita, dan publikasi terkait krisis Rangka Q. Data sekunder diperoleh melalui antara lain:
  3. a) Dokumentasi Peneliti menganalisis berbagai dokumen terkait krisis, termasuk press release, pernyataan resmi, laporan internal, dan dokumentasi lainnya yang diterbitkan oleh PT. Z selama periode krisis.
  4. b) Penelusuran Internet Peneliti melakukan penelusuran internet untuk mengumpulkan informasi terbaru terkait kasus Rangka Q. Sumber-sumber online seperti berita, artikel, wawancara, analisis, dari media dan platform terpercaya. Untuk teknik pengolahan data dan analisis yang digunakan peneliti adalah Miles dan Huberman dalam Hasanah (2016) antara lain:
  5. a) Pengumpulan Data Mengumpulkan data kualitatif dari berbagai data primer dan sekunder.
  6. b) Reduksi Data Data yang terkumpul, mencakup wawancara, hasil observasi, dokumentasi, dan penelusuran internet, akan dirangkum. Prologia
  7. c) Penyajian Data Penyajian data merupakan langkah kunci dalam proses penelitian dan analisis data. Penyajian data dilakukan dalam bentuk teks naratif atau transkrip.
  8. d) Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi Data Untuk memastikan keakuratan hasil analisis, hasil akan divalidasi melalui proses verifikasi. Verifikasi dilakukan dengan triangulasi data, memeriksa konsistensi antara sumber data, dan memberikan kesempatan kepada narasumber untuk memberikan masukan atau klarifikasi tambahan.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan data-data yang diperoleh peneliti melalui hasil observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penelusuran internet, peneliti menyimpulkan beberapa hal yang menjadi hasil dari penelitian sebagai berikut. Pertama, Perusahaan yang sedang mengalami suatu krisis, respon cepat serta transparansi dan kejujuran selama krisis menjadi faktor yang krusial. Publik akan memberikan dukungan lebih besar apabila perusahaan yang sedang mengalami krisis terbuka tentang masalah yang dihadapinya dan memberikan informasi secara akurat. Prologia.

Oleh karena itu membangun budaya transparansi dan komunikasi krisis penting untuk meraih kembali kepercayaan publik. Kedua, berdasarkan olahan data, evaluasi dari crisis public relations menunjukkan perlunya memperkuat strategi manajemen krisis dalam jangka waktu yang panjang. Perusahaan perlu memiliki rencana terstruktur untuk menghadapi krisis yang mungkin akan terjadi di masa depan. Harapannya ke depan nanti, perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan manajemen krisis serta membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan nanti.

  1. Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Dalam Membentuk Citra Positif

Pendahuluan

Bank syariah Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang mengalami krisis akibat adanya gangguan yang diakibatkan oleh serangan siber. Bank syariah Indonesia yang sudah berjalan beberapa tahun dengan mulus ternyata menghadapi krisis dimana terkena serangan siber yang mengakibatkan layanan perbankan sempat lumpuh dan dikeluhkan oleh para nasabah bank syariah Indonesia. Bank syariah Indonesia bukan satu-satunya bank di Indonesia yang terkena serangan siber, hal ini mengakibatkan para nasabah berhati-hati karena ketakutan akan diretasnya akun perbankan mereka.

Masalah siber yang diakibatkan oleh peretas ini meyakinkan publik bahwa sistem pertahanan siber bank di Indonesia tidak kuat, hal tersebut bisa dilihat bagaimana sistem bank syariah Indonesia dapat diretas dengan mudah. Lemahnya keamanan siber dari bank syariah Indonesia membuat layanan dari bank syariah Indonesia sempat tumbang dimana hal tersebut membuat publik menjadi marah karena belum adanya informasi lanjutan dari pihak bank syariah Indonesia. Terkait permasalahan tumbangnya layanan bank syariah Indonesia yang disebabkan oleh peretas menyebabkan krisis pada perusahaan yang membuat publik terganggu kenyamanan dan keamanannya.

Oleh karena itu bank syariah Indonesia khususnya Public Relations berperan dalam mengatasi dan menangani permasalahan dan krisis tersebut. Sehingga Public Relations perusahaan juga melaksanakan tugas dan tanggung jawab perusahaan dalam menjaga citra dari perusahaan tersebut. Manajemen krisis merupakan sebuah proses yang menggunakan aktivitas Public Relations untuk mengatasi akibat negatif, manajemen krisis merupakan tanggung jawab seorang Public Relations. Pentingnya Public Relations Bank Syariah Indonesia dalam menangani krisis ini membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Manajemen krisis Bank Syariah Indonesia dalam membentuk citra positif ”

Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Pembahasan berikut ini mengenai manajemen krisis yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia dalam membentuk citra positif. Pembahasan ini menggunakan teori manajemen Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Dalam Membentuk Citra Positif 2024 krisis dari W. Timothy Coombs yang memiliki 3 tahapan yaitu Pra-Krisis, Respon Krisis, dan Pasca Krisis

  1. Pra-Krisis Pra-Krisis merupakan pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi resiko yang diketahui dan mengarah kepada krisis. Tahap pra-krisis ini digunakan untuk mengetahui resiko serta krisis yang terjadi. Dalam tahapan ini yang dilakukan oleh pihak Bank Syariah adalah dengan monitoring secara berkala melalui media massa, dimana hal ini dilakukan setiap hari untuk memantau kegiatan operasional dan tingkat operasional. Setelahnya untuk menghalangi krisis yang terjadi dilakukan kegiatan monitorin dan mapping untuk menentukan strategi dan taktik yang digunakan untuk menghadapi krisis nantinya, berkoordinasi dengan pihak-pihak internal. Persiapan yang dilakukan juga dengan kegiatan monitoring serta mapping, dengan terus memantau secara berkala serta mengatur strategi serta taktik menghadapi dan menghalangi krisis nantinya.
  2. Respon Krisis Tahap Respon Krisis adalah tahapan dimana manajemen menjelaskan apa yang akan dilakukan pada saat krisis. Hal ini dilakukan untuk menjelaskan cara atau kegiatan yang dilakukan pada saat krisis terjadi. Bank Syariah Indonesia menjelaskan kepada publik mengenai krisis yang terjadi dengan melakukan mapping, disini untuk menentukan strategi dan taktik yang akan dipakai untuk menjelaskan krisis kepada publik. Bank syariah menyiapkan holding statement dan jawaban atas pertanyaan yang diberikan serta memberikan pernyataan di media sosial. Saat terjadinya krisis, bank syariah indonesia tetap melakukan mapping terhadap krisis tersebut setelahnya mengeluarkan statement dan memunuclkan isuisu positif untuk merecovery isu-isu negatif melalui media sosial.
  3. Pasca Krisis Tahap Pasca Krisis merupakan tahapan dimana perusahaan menjalankan operasional seperti biasa, krisis yang terjadi sudah bukan menjadi perhatian utama tetapi masih tetap pada pantauan., Hal 13-23 Setelah krisis terjadi bank syariah Indonesia melakukan komunikasi summit untuk menyampaikan visi dan misi ke pihak internal, serta bank syariah Indonesia menggandeng influencer yaitu putri ariani. Influencer seperti putri ariani ini memiliki citra positif yang nantinya memberikan kesan positif kepada nasabah. Saat krisis dilihat cukup mereda pihak bank syariah Indonesia tetap melakukan monitoring dengan komunikasi minute by minute, hal ini dilakukan untuk memantau krisis yang terjadi sudah selesai atau masih berlanjut.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan mengenai manajemen krisis bank syariah Indonesia yaitu ada 3 tahapan Pra-Krisis, Respon Krisis, dan Pasca Krisis dalam membentuk citra positif. Maka kesimpulan adalah sebagai berikut:

  1. Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Hasil penelitian ini menggunakan teori W. Timothy Coombs dengan 3 tahapan (PraKrisis, Respon Krisis, dan Pasca Krisis).a. Pra Krisis Pada tahap ini pihak bank syariah Indonesia melakukan kegiatan monitoring melalui media massa dan media sosial untuk mengidentifikasi serta mempersiapkan strategi dan taktik disaat krisis terjadi. Koordinasi dengan pihak internal juga dilakukan untuk menghalangi krisis yang terjadi. Manajemen Krisis Bank Syariah Indonesia Dalam Membentuk Citra Positif b. Respon Krisis Pada tahap respon krisis bank syariah Indonesia melakukan kegiatan mapping dimana hal ini dilakukan untuk menetapkan strategi dan taktik untuk mengenalkan serta menjelaskan krisis kepada publik. Tim internal juga melakukan komunikasi kepada untuk mengeluarkan statement dan mengeluarkan isu-isu positif. c. Pasca Krisis Pasca krisis merupakan tahap dimana krisis bukan menjadi perhatian utama tapi masih dalam pantauan. Bank syariah Indonesia melakukan communication summit untuk menyampaikan visi misi kepada pihak internal yang bertujuan untuk lebih siap menghadapi krisis yang akan datang. Adapun bekerjasama dengan influencer untuk memberikan kesan positif bagi nasabah, untuk memastikan bahwa krisis sudah selesai pihak bank syariah Indonesia tetap melakukan kegiatan monitoring minute by minute untuk memastikan krisis sudah selesai.
  2. Membentuk Citra Positif Dalam membentuk citra positif bank syariah Indonesia menggandeng influencer yang memberikan kesan positif kepada nasabah dan juga mengadakan press conference dimana para direksi secara langsung turun untuk meyakinkan nasabah bahwa bank syariah Indonesia serius. Adanya perubahan yang disebabkan oleh krisis yang terjadi membuat pihak internal bank syariah Indonesia lebih semangat dalam memberikan layanan serta kenyamanan kepada nasabah.

 

  1. MANAJEMEN KRISIS PT. BERKAH WONG CILIK “SHABU HACHI” DI MASA PANDEMI COVID-19

Pendahuluan

Salah satu perusahaan makanan minuman yang terkena krisis pada masa pandemi adalah PT. Berkah Wong Cilik “Shabu Hachi”. Pada bulan pertama, hampir 50% dari seluruh karyawan Shabu Hachi dirumahkan. Pada bulan kedua, karyawan yang dirumahkan meningkat menjadi 60%.

Kemudian pada bulan ketiga dan keempat, kondisi ekonomi di Indonesia semakin memburuk sehingga restoran Shabu Hachi terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 80%. Dampak pandemi COVID-19 membuat seluruh outlet Shabu Hachi tutup selama kurang lebih 5 (lima) bulan dan terpaksa merumahkan seluruh karyawan (Shabu Hachi, 2021).

Shabu Hachi merupakan salah satu restoran Jepang berkonsep all-you-can-eat dan sebagai restoran shabu-shabu yang berkualitas dengan pilihan bahan makanan yang segar dan beragam. Shabu Hachi juga mempunyai kebijakan untuk memastikan kebersihan dan kualitas makanan dengan standar yang tinggi.

Restoran ini juga terkenal dengan interior yang nyaman dan pelayanan yang ramah dari staf mereka. Hal tersebut menjadikan restoran Shabu Hachi sebagai salah satu restoran yang terbilang sangat ramai di saat sebelum pandemi COVID-19 di Indonesia dan banyak customer yang melakukan waitinglist dikarenakan oleh padatnya kunjungan (Shabu Hachi, 2021)

Metode penilitan

Metode penelitian yang diaplikasikan pada penelitian ini adalah metode penelitian studi kasus, dimana merupakan salah satu jenis metode kualitatif yang berfungsi untuk menggali lebih dalam tentang suatu kasus spesifik dengan cara menyertakan pengumpulan data dari beragam sumber informasi yang ada. Studi kasus merupakan jenis penelitian kualitatif yang mendalam tentang individu, kelompok, institusi dan sebagainya dalam waktu tertentu.

Tujuan studi kasus adalah berusaha menemukan makna, meneliti proses, serta memperoleh pengertian dan pemahaman yang mendalam serta utuh dari individu, kelompok, atau situasi tertentu (Sugiarto, 2017). Pada penelitian ini, subjek disebut dengan sebutan informan, yang dimana merupakan seorang individu yang reliable sebagai koresponden atau narasumber informasi guna mencukupi data-data yang digunakan dalam penelitian.

Penelitian ini dapat dilakukan dengan pengumpulan informasi dari beberapa informan di restoran Shabu Hachi menjadi objek kasus. Penelitian ini dapat berhasil dengan mendapatkan informan yang tepat. Dalam penelitian ini, informan yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu: informan kunci dan informan. Adapun informasi kunci penelitian yaitu owner dari restoran Shabu Hachi yaitu Ibu Raden Githa Asterita Putri Harinindya, S.I.P, MM yang memiliki jabatan sebagai Direktur Utama Shabu Hachi. Latar belakang pendidikan yang dimiliki pun berbeda yaitu Strata 2 Magister Manajemen di Parasetya Mulia University.

Praktisi public relations yaitu Bapak Joesoef Kresnadi Tjiptono merupakan praktisi public relations Shabu Hachi dengan lama bekerja lebih dari 5 tahun. Informan dalam penelitian ini dapat ditemukan di wilayah yang berdekatan dengan objek kasus yang akan diteliti yang dapat memberikan informasi tenteng masalah yang akan diteliti yaitu staff dari Restoran Shabu Hachi yang sudah bekerja lebih dari 3 tahun yang memiliki pengetahuan luas tentang Shabu Hachi, sehingga dapat mengetahui bagaimana kasus krisis yang terjadi di masa Covid-19. Penelitian ini menerapkan beberapa teknik dalam pengumpulan data sebagai penunjang, dimana penelitian ini dilaksanakan bukan hanya berbasis atas pengetahuan apa saja yang dipunya, akan tetapi juga berbasis informasi dalam data-data relevan yang dikemas dan dijadikan sebagai bahan analisis oleh peneliti nantinya. Teknik dalam pengumpulan data yang akan diterapkan dalam penelitian ini dengan menetapkan data primer dan data sekunder.

Kesimpulan

Berbasis dari hasil-hasil serta pembahasan penelitian yang telah dilaksanakan, maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa perusahaan yang bergerak pada sektor bisnis food and beverages, Shabu Hachi terkena dampak yang signifikan dikarenakan pandemi Covid yang terjadi. Pandemi tersebut menjadi suatu krisis yang harus ditanggulangi oleh Shabu Hachi agar perusahaan tidak kolaps atau tutup secara permanen. Langkah-langkah yang dilakukan Shabu Hachi adalah penerapan fungsi manajemen yang sesuai dengan teori yang ada dan disertai dengan praktisi public relation yang ahli di bidangnya juga.

Dikarenakan adanya batasan cakupan dari penelitian ini yang hanya terbatas pada satu perusahaan swasta yang bergerak pada industri makanan dan minuman, berikut adalah beberapa rekomendasi yang dapat dilaksanakan oleh peneliti selanjutnya, yakni: studi perbandingan praktik manajemen krisis pada perusahaan publik dan swasta; dan evaluasi efektivitas rencana manajemen krisis***

 

Zaiqmal Favian Zesar 
Mahasiswa Komunikasi Digital Dan Media Sekolah vokasi IPB University

 

Menjelajahi Keindahan Tersembunyi: Petualangan Seru di Lembah Batu

Bogordaily.net – Liburan semester kali ini, saya dan teman-teman memutuskan untuk mencari tempat yang berbeda dari biasanya. Kami ingin merasakan petualangan yang seru, sekaligus menikmati keindahan alam yang masih alami. Setelah mencari informasi di internet dan bertanya kepada teman-teman yang pernah berkunjung, kami menemukan Lembah Batu di Desa Wisata Gunung Bunder 2, Pamijahan, Bogor. Foto-foto dan cerita yang kami lihat dan dengar membuat kami semakin penasaran untuk menjelajahi tempat ini.

Kami berangkat pagi-pagi sekali, dengan semangat yang menggebu-gebu. Perjalanan menuju Desa Wisata Lembah Batu cukup jauh, tetapi kami tidak merasa bosan karena pemandangan sepanjang jalan sangat indah.

Kami melewati sawah yang terhampar luas, dan perbukitan yang menawan. Sesekali, kami berhenti untuk berfoto dan menikmati udara segar pegunungan.

Lembah Batu, sebuah surga tersembunyi di Desa Wisata Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Bogor, menawarkan pengalaman petualangan yang tak terlupakan bagi para pecinta alam. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp 15.000 per orang, pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang masih alami dan menyegarkan.

Begitu memasuki kawasan Lembah Batu, pengunjung akan disambut oleh formasi batu-batu unik yang tersebar di sepanjang aliran sungai. Batu-batu ini memiliki bentuk dan ukuran yang beragam, menciptakan lanskap yang menarik dan fotogenik.

Beberapa batu bahkan memiliki lubang-lubang kecil yang terbentuk secara alami, menambah daya tarik visual kawasan ini. Pengunjung dapat menjelajahi area ini dengan berjalan kaki, melintasi batu-batu, dan merasakan tekstur alami yang kasar.

Setibanya di Desa Wisata Lembah Batu, kami langsung merasakan suasana yang berbeda. Udara sejuk, pepohonan yang rimbun, dan suara gemericik air sungai menyambut kedatangan kami.

Kami mencari informasi tentang jalur menuju Lembah Batu dan bertemu dengan beberapa warga lokal yang ramah. Mereka memberikan petunjuk dan tips untuk menjelajahi kawasan ini dengan aman dan nyaman.

Kami mulai menyusuri jalur setapak yang mengarah ke Desa Wisata Lembah Batu. Suara burung-burung yang berkicau dan desiran angin di antara pepohonan menemani perjalanan kami. Kami berjalan beriringan, sambil bercanda dan tertawa. Sesekali, kami berhenti untuk mengamati flora dan fauna yang kami temui.

Semakin dalam kami masuk ke dalam Desa Wisata Lembah Batu, semakin jelas terdengar suara gemuruh air terjun. Tidak lama kemudian, kami tiba di lokasi kolam alami. Airnya yang jernih dan segar langsung menggoda kami untuk berendam.

Kami melepaskan alas kaki dan merasakan dinginnya air yang menyentuh kulit. Sensasi ini sungguh menyegarkan, seolah-olah semua beban dan stres yang kami bawa ikut larut bersama air.

Kami bermain air, berenang, dan berfoto-foto di bawah air terjun. Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai petualangan kami. Kami merasa seperti anak-anak yang sedang bermain di taman bermain alami. Setelah puas bermain air, kami mulai menjelajahi area sekitar.

Formasi batu-batu unik yang tersebar di sepanjang aliran sungai membuat kami takjub. Setiap batu memiliki bentuk dan tekstur yang berbeda, menciptakan lanskap yang menarik untuk difoto. Kami berjalan dari satu batu ke batu lainnya, mengamati detail-detail kecil yang terukir secara alami.

Kami menemukan sebuah batu besar dengan lubang kecil yang terbentuk secara alami. Kami duduk di atas batu itu, memandang ke sekeliling, dan merasakan kedamaian yang luar biasa. Suasana sunyi, hanya ada suara alam yang menemani. Saat itu, kami merasa sangat dekat dengan alam, seolah-olah kami menjadi bagian dari lingkungan ini.

Tidak hanya itu saya dan teman-teman ingin merasakan pengalaman bermalam di tengah hutan, Lembah Batu menyediakan area camping ground dengan harga sewa Rp 650.000 per malam.

Area camping ground ini dilengkapi dengan fasilitas dasar, seperti toilet dan tempat sampah, serta area api unggun untuk menghangatkan malam. Pengunjung dapat membawa tenda dan perlengkapan camping sendiri, atau menyewa dari pengelola.

Malam harinya, kami menyalakan api unggun dan duduk melingkar di sekitarnya. Suasana malam di Lembah Batu sangat tenang dan damai. Kami menikmati suara jangkrik dan kodok yang bersahutan, serta gemerlap bintang-bintang di langit yang cerah. Kami memanggang jagung dan sosis, membuat teh hangat, dan bercerita tentang berbagai hal.

Di tengah kehangatan api unggun, kami merasakan kebersamaan yang erat. Kami saling berbagi cerita lucu, pengalaman hidup, dan impian masa depan. Kami tertawa, bercanda, dan saling mendukung. Kami merasa sangat beruntung memiliki sahabat-sahabat seperti mereka.

Menjelang tengah malam, kami memutuskan untuk masuk ke dalam tenda dan beristirahat. Udara malam di Lembah Batu cukup dingin, tetapi kami merasa hangat di dalam tenda. Kami tidur nyenyak, ditemani suara alam yang menenangkan.

Pagi harinya, kami bangun dengan semangat baru, seolah-olah semalam kami telah mengisi ulang energi kami dengan udara segar pegunungan dan ketenangan alam. Kami membuat sarapan sederhana di atas kompor portabel, menyeduh kopi hangat dan memanggang roti tawar yang kami bawa dari rumah. Sambil menikmati sarapan, kami bercanda dan tertawa, mengenang momen-momen lucu yang terjadi semalam di sekitar api unggun.

Setelah sarapan selesai, kami mulai membereskan tenda dan perlengkapan camping. Kami bekerja sama, saling membantu, dan menyelesaikan tugas dengan cepat dan efisien. Kami ingin segera memulai petualangan hari ini dan menjelajahi Lembah Batu lebih jauh.

Dengan ransel yang sudah siap, kami berjalan menyusuri jalur setapak yang mengarah ke sungai. Suara gemericik air sungai dan kicauan burung-burung hutan menyambut kami dengan riang. Kami berjalan perlahan, menikmati setiap langkah dan mengamati setiap detail keindahan alam di sekitar kami.

Di sepanjang sungai, kami melihat berbagai jenis flora dan fauna yang menarik. Ada kupu-kupu berwarna-warni yang hinggap di bunga-bunga liar, capung yang terbang di atas permukaan air, dan kadal-kadal kecil yang bersembunyi di balik bebatuan. Kami juga melihat berbagai jenis tanaman hutan, mulai dari lumut-lumut hijau yang menempel di batu-batu hingga pohon-pohon tinggi yang menjulang ke langit.

Kami berjalan-jalan di sepanjang sungai, melintasi batu-batu besar, dan menyusuri jalur setapak yang berkelok-kelok. Kami berhenti sejenak untuk mengamati air terjun kecil yang mengalir dari celah bebatuan, dan menikmati suara gemericik air yang menenangkan. Kami juga menemukan kolam alami yang jernih, dan beberapa dari kami tergoda untuk berenang sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah kami puas menjelajahi setiap sudut Lembah Batu, kami merasa lengkap. Kami telah menemukan tempat yang tidak hanya indah, tetapi juga memberikan ketenangan dan kebersamaan yang kami cari. Dengan hati yang penuh kenangan indah, kami berpamitan pada alam yang telah menyambut kami dengan hangat.

Perjalanan ini bukan sekadar liburan biasa, tetapi sebuah petualangan yang mengajarkan kami tentang keindahan alam, persahabatan, dan kedamaian. Kami belajar untuk menghargai setiap momen, setiap detail kecil yang terukir secara alami di bebatuan, setiap suara alam yang menenangkan, dan setiap tawa yang kami bagi bersama.

Kami pulang dengan janji untuk kembali lagi, membawa lebih banyak teman untuk merasakan keajaiban Lembah Batu. Kami ingin berbagi pengalaman ini dengan orang-orang terdekat kami, agar mereka juga bisa merasakan petualangan seru dan kedamaian yang kami rasakan.

Lembah Batu bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat untuk menemukan diri sendiri, terhubung dengan alam, dan mempererat persahabatan. Kami pulang dengan hati yang penuh syukur dan kenangan yang tak terlupakan.

Di sepanjang perjalanan pulang, kami terus bercerita tentang momen-momen indah yang kami alami di Lembah Batu. Kami tertawa mengenang kejadian lucu saat bermain air di air terjun, kagum dengan keindahan bintang-bintang di malam hari, dan terharu dengan kehangatan api unggun yang menyatukan kami.

Kami menyadari bahwa petualangan ini telah mengubah kami. Kami menjadi lebih dekat dengan alam, lebih menghargai persahabatan, dan lebih bersyukur atas segala yang kami miliki. Kami belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu tentang kemewahan, tetapi tentang momen-momen sederhana yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih di tengah keindahan alam.

Kami berharap, cerita kami ini dapat menginspirasi orang lain untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia dan menemukan tempat-tempat tersembunyi yang menawarkan petualangan seru dan kedamaian. Kami percaya bahwa alam adalah guru terbaik yang dapat mengajarkan kita tentang kehidupan, persahabatan, dan kebahagiaan.***

Muhammad Irsyad Iskandar

Peran Meme Sebagai Bentuk Komunikasi Digital dan Media Untuk Hiburan dan Propaganda

0

Bogordaily.net – Di Jaman Modern ini masyarakat tidak hanya berkomunikasi secara langsung tetapi juga melalui media digital, hal ini di sebabkan berkembangnya teknologi dan juga media sosial yang menarik perhatian semua kalangan. Selain itu perubahan kebiasaan berkomunikasi dari tradisional ke digital juga karena beberapa hal mendesak. Sebagai contoh saat covid 19, semua kalangan dari pelajar hingga pekerja tidak dapat melakukan kegiatan secara tatap muka.

Oleh karena itu muncul aplikasi zoom atau meet yang membantu masalah masyarakat tersebut. Perubahan signifikan ini tidak hanya dalam aspek industri, tetapi juga perubahan perilaku masyakarat.

Misalnya diawal kemunculannya komunikasi digital hanya digunakan untuk telekomunikasi dan penyiaran, lalu muncul sebuah sistem yang bernama “internet” yang menyebabkan komunikasi digital tidak hanya digunakan untuk telekomunikasi dan penyiaran tetapi juga dapat sebagai hiburan.

Karena munculnya internet dan juga perubahan perilaku masyarakat, maka muncul sebuah konten yang bernama “Meme”.

Meme ini menyebabkan komunikasi tidak hanya dilakukan satu arah tetapi juga dua arah atau lebih karena di jaman modern ini komunikan dapat berubah menjadi komunikator.

Hal yang menyebabkan Meme ini disukai dan sering digunakan untuk berkomunikasi karena dapat menyampaikan informasi secara fun, menarik, dan juga bervariasi.

Dengan meme ini kita dapat berkreasi sekreatif mungkin dan sebebas mungkin yang menyebabkan para masyarakat dapat memperoleh informasi secara tidak langsung saat mereka jenuh untuk mencari hiburan dari Meme yang ada.

Selain Meme digunakan untuk hiburan, Meme juga dapat sebagai konten untuk propaganda, salah satu contoh di bidang politik.

Meme ini dapat dengan mudah mempengaruhi persepsi masyarakat karena visual yang berbeda dapat memberikan makna berbeda di setiap orang, seperti warna terang dan sedikit redup dapat mengartikan dua hal yang berbeda.

Selain visual, tulisan dan juga musik pada meme terkadang dapat memberikan pengartian yang berbeda untuk mempengaruhi persepsi para pengguna media sosial.

Meme sangat efisien untuk berkomunikasi dan memberikan informasi karena konten meme ini selalu berubah sesuai jaman, meme lama akan selalu terbarukan dengan meme-meme yang sedang hangat.

Satu aplikasi pembuatan adalah photoshop, meme ini dapat berbentuk gambar-gambar seperti lelucon, rumor, video, dan situs dari satu orang ke orang lain melalui Internet.

Meme Sebagai Hiburan
Di bidang hiburan, Meme sangat berpengaruh dalam humor dan hiburan masyarakat dengan memicu tawa pada masyarakat dan juga hal-hal yang sesuai dengan realita yang dapat menghilangkan kejenuhan pada masyarakat di tengah kesibukannya.

Meme membuktikan bahwa humor memiliki kekuatan besar dalam menyatukan dan menghibur. Salah satu contohnya adalah meme berikut:

Dari meme yang di posting oleh akun instagram dapat terlihat bahwa konten yang di sediakan dapat mengundang tawa bagi pembaca dan sesuai dengan realita. Dengan menggunakan kata-kata yang sedikit membuat pembaca berpikir yang dapat terkecoh dengan bacaannya, karena kalimat kecohan tersebut dapat membuat pembaca merasa tertawa sendiri karena kesalahpahaman diawal dan baru menyadari kekecohan itu sendiri.

Dapat terlihat pada kolom komentar meme tersebut, respon para pembaca adalah pemicu tawa dan ekspresi kolektif seperti kata-kata “ngakak abiez”, ‘xixi”, dan “hahaha”, hal ini menunjukkan pembaca sedang mengkespresikan keterhiburan mereka dengan berbagai gaya ketawa yang khas di internet.

Respon lain juga ada seperti interaksi sosial dan kebersamaan dengan kalimat “Bapack bapack momen” dan “Jokes bapack bapack”, meme ini dapat menciptakan tempat untuk berbagi pengalaman lucu, baik dengan humor absurd maupun referensi budaya yang familiar.

Selain itu ada juga respon “awowkwowk”, “et sudah”, dan “sederhana tapi aku tertawa” ini menunjukkan bahwa meme ini tidak hanya sebagai hiburan yang mengundang tawa tetapi untuk memperkuat identitas komunitas digital dengan berbagai tawa.

Dan respon terakhir yaitu emosional yang relatable, misalnya “gue harus ngulang baca 2 kali biar paham maksudnya” atau ingin banting HP sebenernya, tapi sayang” hal ini memperlihatkan bahwa meme juga dapat mempermainkan emosi dengan cara yang fun.

Dari beberapa respon diatas, dapat dilihat bahwa meme ini sangat berkontribusi di dunia hiburan dan juga meme ini bukan hanya sekedar hiburan saja, tetapi sudah menjadi bagian penting dalam komunikasi digital.

Dengan segala keunikan dari meme, tidak heran jika meme terus menerus berkembang dan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia hiburan di era digital ini.

Meme sebagai propaganda
Selain sebagai penghibur bagi masyarakat, meme ini juga memiliki peran penting dalam mempengaruhi masyarakat dalam berbagai aspek seperti ideologi, politik, dsb. Salah contoh meme yang dapat mempropaganda masyarakat adalah sebagai berikut :

Pada salah satu contoh meme terdapat beberapa teknik manipulasi untuk mempengaruhi para audiens, seperti sarkas yang dapat terlihat pada penulisan teks yang seakan memuji para pemerintah yang sedang rapat namun tertidur karena terlalu capek mengurus negara yang dimana maksud pembuat adalah menyalahkan pemerintah yang tertidur saat rapat.

Dan juga meme tersebut terdapat framing opini pada kontennya karena dia hanya meliput atau memperhatikan orang yang tidur saja yang dimana seharusnya bisa saja yang di upload adalah kegiatan yang lain saat rapat.

Di postingan tersebut, pemilik akun ingin mempengaruhi para audiens untuk melihat kelakuan para pemerintah yang seharusnya bekerja menata dan mengurus negara namun disaat rapat untuk membahas negara pun mereka masih sempat tertidur dengan nyenyak. Hal ini menyebabkan banyak yang terpengaruh oleh konten tersebut.

Dapat terlihat dari dampak konten tersebut banyak sekali masyarakat yang terpengaruh oleh konten tersebut, banyak yang menyiindir, mengejek bahkan menertawakan hal tersebut. Karena konten-konten seperti ini, banyak yang tadinya tidak tahu mengenai apa-apa tentang keburukan dari pemerintah, jadi tahu. Namun sangat tidak baik karena reputasi dari negara dan pemerintahan akan buruk karena konten-konten seperti ini.

Dari kedua efek tersebut dapat dilihat bahwa meme sangat berperan penting dalam berkomunikasi digital dan media, Meme seperti dua pedang bermata tajam, jika digunakan sebagai hal-hal positif bisa memberi efek yang baik bagi para audiens, namun jika dipakai untuk hal negatif banyak peran yang dirugikan. dari hal positif seperti memberikan hiburan bagi masyarakat sampai hal negatif bagi beberapa pihak yang di berikan informasi yang sudah di manipulasi.***

Verdito Rizky Daffa Putra