Home Blog Page 105

Muhamad Fikri Diyandra Resmi Daftar Calon Ketua BM PAN Kota Bogor, Bawa Visi Perubahan dan Penguatan Peran Pemuda

Bogordaily.net — Semangat regenerasi dan perubahan tampak semakin terasa dan menguat di tubuh Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Bogor

Hal ini ditandai dengan langkah Muhamad Fikri Diyandra yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua BM PAN Kota Bogor.

Pendaftaran tersebut menjadi momentum penting bagi kalangan muda di internal partai, khususnya dalam mendorong hadirnya kepemimpinan yang energik, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Muhamad Fikri Diyandra dikenal sebagai sosok muda yang memiliki banyak pengalaman dalam keorganisasian masyarakat, serta aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan.

Selain itu, saat ini Fikri juga menjabat sebagai Founder dan Ketua Yayasan Rumah Berguna Solution, sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi & UMKM, hukum, serta budaya.

Melalui yayasan tersebut, ia bersama tim berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga advokasi sosial.

Dalam keterangannya, Fikri menyampaikan bahwa pencalonannya bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa BM PAN Kota Bogor menjadi organisasi kepemudaan yang lebih progresif dan berdampak nyata.

“BM PAN harus menjadi rumah besar bagi anak muda untuk bergerak, berkontribusi, dan menjadi solusi bagi masyarakat. Kita ingin hadir bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan langsung kepada masyarakat sebagai strategi utama dalam membangun kepercayaan publik.

Menurutnya, gerakan turun ke lapangan, menyapa warga, serta mendengarkan aspirasi secara langsung merupakan kunci dalam memperkuat basis dukungan sekaligus membangun citra positif organisasi.

Dengan bekal pengalaman organisasi dan kepemimpinan di yayasan, Fikri membawa visi untuk memperkuat struktur BM PAN hingga ke tingkat akar rumput, meningkatkan kapasitas kader muda, serta menjadikan BM PAN sebagai wadah yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam menghadapi era digital dan dinamika sosial yang terus berkembang.

Dukungan terhadap pencalonannya pun mulai mengalir dari berbagai elemen pemuda dan kader internal yang menginginkan adanya pembaruan dalam tubuh organisasi.

Mereka menilai Fikri sebagai figur yang memiliki pengalaman, semangat, serta gagasan yang kuat untuk membawa perubahan.

Dengan resmi mendaftarnya Muhamad Fikri Diyandra,kontestasi pemilihan Ketua BM PAN Kota Bogor diperkirakan akan semakin dinamis.

Harapannya, proses ini dapat melahirkan pemimpin muda terbaik yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan berkontribusi nyata bagi masyarakat Kota Bogor kedepannya.

(Fikri)

Siapa Mama Ghufron? Sosok Pendakwah Viral yang Klaim Bisa Bicara Bahasa Jin dan Semut, Ini Fakta Lengkapnya

0

Bogordaily.net – Nama Ghufron Al Bantani atau yang lebih dikenal publik sebagai Mama Ghufron mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Fenomena viral ini tidak terjadi karena popularitas dakwahnya semata, melainkan dipicu oleh sejumlah pernyataan unik dan kontroversial yang ia sampaikan dalam potongan video ceramahnya yang tersebar luas di internet.

Alih-alih mendapatkan respons positif, pernyataan-pernyataan tersebut justru memancing perdebatan sengit di kalangan netizen hingga tokoh agama. Banyak yang mempertanyakan validitas klaimnya, sementara sebagian lainnya menjadikannya sebagai bahan candaan dan konten hiburan.

Mama Ghufron Siapa?

Mama Ghufron memiliki nama asli Ghufron Al Bantani. Ia lahir pada 25 Desember 1963 dan dikenal sebagai pendiri sekaligus pengasuh sebuah lembaga pendidikan keagamaan bernama Pesantren UNIQ Nusantara yang berada di wilayah Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sebagai seorang pengasuh pesantren, sosoknya sempat dikenal di lingkungan sekitar sebagai tokoh agama. Namun, seiring beredarnya berbagai video ceramahnya di media sosial, citra tersebut berubah menjadi kontroversial.

Hal ini tidak lepas dari gaya ceramahnya yang dianggap tidak lazim, termasuk penggunaan istilah-istilah yang tidak dikenal dalam kajian bahasa maupun keilmuan agama secara umum.

Salah satu hal yang membuat Mama Ghufron viral adalah penggunaan kata “syududu” dalam ceramahnya.

Istilah ini kemudian menyebar luas dan menjadi tren di media sosial. Banyak kreator konten memanfaatkannya sebagai bahan humor, parodi, hingga meme yang menghibur.

Namun, di balik viralnya kata tersebut, muncul fakta menarik bahwa “syududu” tidak ditemukan dalam kamus bahasa Indonesia, bahasa daerah, maupun bahasa asing yang dikenal secara akademik.

Ketiadaan makna ini justru memperkuat kontroversi yang melekat pada sosok Mama Ghufron.

Klaim Bisa Berkomunikasi dengan Makhluk Gaib

Kontroversi semakin meluas setelah Mama Ghufron mengklaim memiliki kemampuan berbicara dengan berbagai makhluk selain manusia, seperti hewan, jin, hingga malaikat.

Ia menyebut bahwa komunikasi tersebut menggunakan Bahasa Suryani, yang menurutnya merupakan bahasa yang digunakan para nabi dan wali.

Dalam salah satu video yang viral, ia bahkan memperagakan apa yang disebutnya sebagai “bahasa semut”:

“Makanya ditanya semut, ini bahasa semut. Bismillahirrahmanirrahim ashkoli inakali yama kali inaka Ghufron artihi inaya inaka kaliya kali fima Allah.
Apakah saya didoakan nggak Ghufron, ya jelas lah!”

Tak hanya itu, ia juga memperlihatkan contoh “bahasa jin” dalam video lain:

“Bahasa Jin. Bismillahirrohmanirrohim Az-zadah gudiyah ajid goda ayaiu yim ma hud hada da yabs. Tuh bahasa jin,”

Ia bahkan menyebut mampu memahami bahasa malaikat, monyet, hingga cacing dengan pola ucapan yang serupa.

Tuai Kritik dari Berbagai Kalangan

Pernyataan-pernyataan tersebut langsung menuai kritik tajam, terutama dari kalangan ulama dan pemerhati linguistik.

Banyak pihak menilai bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar ilmiah maupun rujukan dalam literatur keislaman yang kredibel.

Bahasa Suryani sendiri merupakan bahasa kuno yang memiliki struktur dan sejarah yang jelas. Namun, apa yang disampaikan oleh Mama Ghufron dinilai tidak sesuai dengan kaidah bahasa tersebut.

Akibatnya, publik terbelah antara yang menganggapnya sebagai fenomena hiburan semata dan yang melihatnya sebagai persoalan serius dalam penyebaran informasi keagamaan.

Terlepas dari kontroversinya, fenomena Mama Ghufron menunjukkan bagaimana media sosial dapat dengan cepat mengangkat sosok tertentu menjadi viral, baik karena prestasi maupun kontroversi.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi, terutama yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan.

Di tengah derasnya arus konten digital, literasi menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh klaim yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun teologis.***

IPB University Bangun Dapur MBG di Bogor, Dapur Makan Bergizi Gratis Ini Libatkan Mahasiswa dan Petani Lokal

Bogordaily.net – IPB University bersiap mengambil peran strategis dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pembangunan dapur khusus yang akan difungsikan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rencana pembangunan ini dijadwalkan mulai pada Mei 2026 dan akan berlokasi di kawasan sekitar kampus di Bogor. Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk memastikan efisiensi operasional sekaligus mendukung kegiatan akademik berbasis riset yang menjadi kekuatan utama IPB.

Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, mengungkapkan bahwa jumlah dapur yang akan dibangun tidak hanya satu, melainkan bisa lebih dari dua unit.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan distribusi makanan bergizi, khususnya bagi siswa di sekolah-sekolah sekitar wilayah Bogor.

Dengan adanya lebih dari satu dapur, sistem distribusi diharapkan menjadi lebih cepat, merata, dan tepat sasaran, sehingga program MBG benar-benar mampu menjawab kebutuhan gizi anak-anak usia sekolah.

Dukung Program Nasional dan Perkuat Ketahanan Pangan

Pembangunan dapur MBG ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata IPB dalam mendukung program pemerintah di sektor pemenuhan gizi masyarakat.

Tidak hanya sekadar menyediakan makanan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sekaligus mengurangi angka kekurangan gizi di kalangan pelajar.

Lebih jauh, pendekatan yang dilakukan IPB juga menekankan pada pemanfaatan bahan pangan lokal. Hal ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian dan pangan.

Menariknya, dapur MBG yang dibangun tidak hanya difungsikan sebagai fasilitas produksi makanan, tetapi juga akan dikembangkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.

Konsep ini menjadikan dapur sebagai “living laboratory” atau laboratorium hidup, di mana mahasiswa dapat terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari perencanaan menu bergizi, pengolahan makanan, hingga manajemen distribusi.

Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, seperti gizi, teknologi pangan, agribisnis, hingga manajemen logistik, berpotensi terlibat aktif dalam operasional dapur ini.

Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memperkaya pengalaman akademik mahasiswa melalui praktik nyata di lapangan.

Dorong Inovasi di Sektor Pangan dan Distribusi

Selain sebagai pusat distribusi makanan, dapur MBG juga diharapkan menjadi pusat inovasi di bidang pangan.

IPB berencana mengembangkan berbagai terobosan, mulai dari formulasi menu bergizi berbasis bahan lokal, teknologi pengolahan makanan yang efisien, hingga sistem distribusi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan model pengelolaan pangan yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Dalam operasionalnya, dapur MBG akan melibatkan berbagai pihak, termasuk petani lokal, pelaku UMKM, hingga distributor bahan pangan.

Pendekatan ini tidak hanya memastikan ketersediaan bahan baku yang segar dan berkualitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Dengan kolaborasi yang terintegrasi, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Pembangunan dapur MBG oleh IPB menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan pemenuhan gizi di Indonesia.

Melalui kombinasi antara edukasi, inovasi, dan distribusi pangan, program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.***

Pemilik Akun Pesona Indonesia Siapa? Sosok Ini Viral Usai Minta Konten Tanpa Bayaran ke Seorang Kreator

0

Bogordaily.net – Akun Instagram Pesona Indonesia tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan permintaan penggunaan konten kreator tanpa imbalan yang memicu perdebatan di media sosial.

Isu ini mencuat setelah seorang kreator konten membagikan tangkapan layar percakapan Direct Message (DM) dengan akun tersebut melalui Instagram pribadinya, @dikbuul, pada 5 Mei 2026.

Unggahan tersebut dengan cepat viral dan memancing beragam respons, mulai dari dukungan terhadap kreator hingga kritik terhadap praktik penggunaan konten oleh akun institusi.

Awal Mula Polemik Permintaan Konten

Dalam percakapan yang diunggah, akun Pesona Indonesia terlihat menghubungi kreator untuk meminta izin menggunakan ulang (repost) video miliknya.

“Dengan izinmu, kami ingin menampilkan dan membagikan ulang video tersebut di akun resmi TikTok kita untuk menginspirasi lebih banyak orang agar mengenal keindahan Indonesia,” tulis akun @pesona.indonesia.

Tak berhenti sampai di situ, akun tersebut juga meminta file asli video dengan alasan menjaga kualitas konten yang akan diunggah ulang.

“Jika berkenan, untuk memastikan kualitas terbaik saat membagikan ulang konten kamu yang luar biasa, bolehkah kami meminta file video…”

Namun, permintaan tersebut tidak disambut positif oleh kreator yang bersangkutan.

Ia menolak secara langsung dan menyatakan bahwa pencantuman kredit saja tidak cukup sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang telah ia produksi secara mandiri.

“Mencantumkan kredit saja, mohon maaf saya belum bisa,”

Kreator tersebut juga menjelaskan bahwa seluruh proses produksi kontennya dilakukan secara independen, mulai dari biaya perjalanan hingga peralatan yang digunakan.

“Saya explore touring make uang sendiri, gear beli sendiri, semua serba sendiri,”

Pernyataan ini kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai etika penggunaan konten digital, terutama oleh institusi besar terhadap kreator individu.

Siapa Pemilik Akun Pesona Indonesia?

Banyak warganet kemudian mempertanyakan siapa sebenarnya pihak di balik akun Pesona Indonesia.

Secara resmi, akun ini merupakan bagian dari kampanye branding pariwisata nasional yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Program “Pesona Indonesia” telah lama menjadi identitas promosi pariwisata Indonesia, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Melalui akun media sosialnya, kampanye ini bertujuan memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta destinasi unggulan Indonesia kepada publik yang lebih luas.

Pengelolaan akun Pesona Indonesia tidak dilakukan secara sederhana. Di baliknya terdapat tim komunikasi, kreatif, hingga digital strategist yang merancang konten secara terstruktur.

Konten yang diunggah biasanya berupa foto dan video berkualitas tinggi yang menampilkan keindahan alam, tradisi budaya, hingga pengalaman wisata di berbagai daerah.

Selain produksi internal, akun ini juga kerap menjalin kolaborasi dengan kreator konten, fotografer, hingga influencer untuk memperluas jangkauan promosi.

Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran digital pariwisata, mengingat peran kreator semakin besar dalam memengaruhi minat wisatawan.

Isu Etika dan Apresiasi Kreator Jadi Sorotan

Kasus ini kembali membuka diskusi tentang pentingnya penghargaan terhadap karya kreator, terutama dalam ekosistem digital yang semakin berkembang.

Banyak pihak menilai bahwa penggunaan konten, terlebih oleh akun resmi atau institusi besar, seharusnya disertai dengan kompensasi yang layak, bukan sekadar kredit.

Di sisi lain, praktik permintaan izin penggunaan ulang konten sebenarnya bukan hal baru dalam dunia media sosial.

Namun, transparansi, kesepakatan, serta bentuk apresiasi menjadi faktor penting yang menentukan apakah kolaborasi tersebut dinilai adil atau tidak.

Polemik ini menjadi refleksi bagi semua pihak, baik institusi maupun kreator, tentang pentingnya komunikasi yang jelas dan profesional dalam kerja sama konten.

Di tengah pesatnya perkembangan industri kreatif digital, hubungan yang sehat antara kreator dan pengguna konten menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.***

Siapa Pelaku Pemukulan Waketum PSI Bro Ron? Ini Kronologi Lengkap hingga Klarifikasi yang Viral di Media Sosial

Bogordaily.net – Kasus pemukulan yang menimpa Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau yang dikenal sebagai Bro Ron, masih menjadi sorotan publik.

Insiden yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Mei 2026 itu tidak hanya memicu perhatian luas, tetapi juga menimbulkan berbagai spekulasi terkait siapa sebenarnya pelaku di balik aksi kekerasan tersebut.

Pihak kepolisian bergerak cepat usai kejadian. Aparat dari Polsek Metro Menteng telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat langsung dalam aksi pemukulan terhadap Bro Ron.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, memastikan bahwa proses hukum tengah berjalan.

“Terduga pelaku dua orang sudah kami amankan di Polsek Menteng untuk di proses lebih lanjut,”

Meski demikian, hingga saat ini identitas lengkap kedua pelaku belum diungkap secara resmi oleh pihak kepolisian kepada publik.

Siapa Pelaku Pemukulan Bro Ron?

Di tengah berkembangnya kasus ini, salah satu nama yang diduga terlibat, yakni Rijal, muncul ke publik melalui media sosial.

Melalui akun X @Heraloebss, ia memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam insiden tersebut.

Menurut pengakuannya, ia datang ke lokasi bukan atas inisiatif sendiri, melainkan diajak oleh rekannya tanpa mengetahui secara detail persoalan yang sedang terjadi, khususnya terkait sengketa gaji karyawan.

Rijal juga menyampaikan versi berbeda terkait kronologi kejadian. Ia mengklaim bahwa dirinya justru lebih dulu mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Bro Ron.

Ia menyebut adanya ucapan bernada rasis serta tindakan fisik yang dilakukan oleh korban.

Namun demikian, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat kepolisian.

Di sisi lain, rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen detik-detik terjadinya pemukulan.

Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa aksi kekerasan terjadi secara tiba-tiba di tengah situasi yang semula terkendali.

Bro Ron yang saat itu berada di lokasi terlihat menerima pukulan dari salah satu pria, disusul oleh individu lain yang ikut merangsek maju.

Video tersebut juga memperlihatkan bahwa kejadian berlangsung cepat, meskipun aparat keamanan yang berada di lokasi langsung berusaha melerai.

Kronologi Awal: Mediasi Soal Gaji Berujung Ricuh

Peristiwa ini bermula ketika Bro Ron datang bersama sekitar 15 karyawan PT Sinergi Karya Sejahtera ke kantor firma hukum Michael Putra & Partners.

Tujuan kedatangan mereka adalah untuk melakukan audiensi terkait dugaan belum dibayarkannya gaji para karyawan.

Namun, karena tidak berhasil bertemu dengan pihak yang dituju, aparat kepolisian kemudian mengarahkan proses mediasi ke kantor Polsek Metro Menteng guna menjaga situasi tetap kondusif.

Sayangnya, di tengah proses tersebut muncul sekelompok orang tak dikenal yang diduga melakukan intimidasi.

Situasi yang awalnya aman berubah menjadi tegang hingga akhirnya terjadi kontak fisik yang berujung pada pemukulan terhadap Bro Ron.

Pasca kejadian, Bro Ron telah resmi melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian.

Ia juga telah menjalani visum serta memberikan keterangan sebagai saksi untuk mendukung proses penyelidikan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat akan diperiksa secara menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Hingga kini, motif utama di balik aksi pemukulan masih dalam tahap pendalaman.***

 

Kereta Wisata Papa di Puncak Bogor Viral di Media Sosial, Berapa Harga Tiket dan Apa Saja Daya Tariknya?

Bogordaily.net – Kawasan Puncak kembali menghadirkan inovasi wisata yang sukses mencuri perhatian publik.

Kali ini, sebuah wahana unik bernama Kereta Wisata Papa menjadi magnet baru bagi para pelancong yang ingin menikmati suasana alam dengan cara berbeda.

Berlokasi di Agrowisata Gunung Mas, wahana ini menawarkan pengalaman berkeliling kebun teh menggunakan kereta mini yang melintasi jalur khusus di atas hamparan perkebunan.

Konsep tersebut memberikan perspektif baru bagi wisatawan dalam menikmati keindahan alam Puncak. Dari atas kereta, pengunjung dapat menyaksikan langsung bentangan kebun teh yang hijau, berpadu dengan latar pegunungan yang sejuk dan menenangkan.

Sensasi Menyusuri Kebun Teh dari Ketinggian

Berbeda dari wisata kebun teh pada umumnya yang dilakukan dengan berjalan kaki atau kendaraan biasa, Kereta Wisata Papa menghadirkan sensasi unik karena jalurnya dirancang khusus melintasi area perkebunan.

Dari berbagai dokumentasi yang beredar di media sosial, rel kereta terlihat membelah kebun teh dengan pemandangan yang sangat instagramable. Tidak jarang, suasana semakin dramatis dengan hadirnya kabut tipis yang turun perlahan, menciptakan nuansa seolah berada di negeri dongeng.

Pengalaman ini tentu menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati udara segar khas pegunungan tanpa harus berjalan jauh.

Sejak resmi dibuka pada Maret 2026, Kereta Wisata Papa langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital. Banyak pengunjung yang membagikan pengalaman mereka saat menaiki kereta tersebut.

Visual jalur kereta yang unik serta panorama alam yang menawan membuat wahana ini cepat viral dan masuk dalam daftar destinasi wajib saat berkunjung ke kawasan Puncak.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa wisata berbasis alam dengan sentuhan konsep kreatif masih menjadi favorit masyarakat, terutama bagi generasi muda yang gemar berburu spot foto menarik.

Harga Tiket dan Fasilitas yang Ditawarkan

Untuk menikmati wahana ini, pengunjung dikenakan tarif yang relatif terjangkau. Wisatawan domestik cukup membayar Rp35 ribu, sementara wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp50 ribu.

Dengan harga tersebut, pengunjung sudah bisa menikmati perjalanan kereta hingga dua kali putaran, sehingga memiliki waktu lebih untuk menikmati pemandangan sekaligus mengabadikan momen.

Wahana ini dirancang ramah untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, keluarga, hingga pasangan atau individu yang ingin melepas penat dari rutinitas harian.Kehadiran Kereta Wisata Papa menambah daftar pilihan destinasi di kawasan Puncak yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Barat.

Dengan udara yang sejuk, panorama hijau yang luas, serta konsep wisata yang unik, wahana ini dinilai mampu memberikan pengalaman liburan yang berbeda tanpa harus pergi jauh dari Jakarta dan sekitarnya.

Bagi wisatawan yang mencari suasana tenang sekaligus pengalaman baru, Kereta Wisata Papa bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu liburan.***

DPRD Kabupaten Bogor Bahas Perlindungan Masyarakat Adat hingga Evaluasi Kinerja Bupati 2025

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor melaksanakan rapat paripurna pada Rabu, 6 Mei 2026.

Adapun, rapat paripurna tersebut mencakup tiga agenda utama. Pertama, penyampaian rancangan peraturan daerah (Raperda) usul prakarsa DPRD tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat.

Kedua, penetapan keputusan DPRD terkait rekomendasi atas keterangan pertanggungjawaban (KP) Bupati Bogor Tahun Anggaran 2025.

Ketiga, penutupan masa persidangan kedua tahun 2025–2026 sekaligus pembukaan masa persidangan ketiga tahun yang sama.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menjelaskan bahwa, pembahasan Raperda tentang masyarakat hukum adat menjadi langkah penting dalam memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat di wilayah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, keberadaan masyarakat adat harus diakui secara formal agar tidak terpinggirkan dalam arus pembangunan daerah.

“Raperda ini menjadi bentuk komitmen DPRD untuk memastikan masyarakat hukum adat mendapatkan perlindungan dan pengakuan yang jelas dalam sistem hukum daerah,” kata Sastra.

Kemudian, DPRD juga menetapkan rekomendasi terhadap keterangan pertanggungjawaban Bupati Bogor Tahun Anggaran 2025.

Rekomendasi ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Ia menegaskan bahwa, rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. Rekomendasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk pengawasan agar kedepan lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, rapat paripurna ini juga menandai berakhirnya masa persidangan kedua tahun 2025–2026 dan dimulainya masa persidangan ketiga.

DPRD menargetkan pembahasan berbagai kebijakan strategis dapat berjalan lebih optimal pada masa sidang berikutnya.

Dengan agenda yang cukup padat, DPRD Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan sosial.

(Albin)

Dedie Rachim Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di Bogor Utara, Ribuan Warga Dapat Layanan Sedot Tinja Gratis di Tahap Awal

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor mulai mempercepat transformasi sektor sanitasi dengan menghadirkan inovasi layanan berbasis sistem terjadwal yang terintegrasi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi meluncurkan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) di wilayah Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

Program ini tidak sekadar menjadi layanan teknis, melainkan langkah strategis dalam menjawab persoalan klasik pengelolaan limbah domestik yang selama ini masih belum tertata dengan baik di tingkat rumah tangga.

Selama ini, pengelolaan lumpur tinja di masyarakat cenderung bersifat reaktif, hanya dilakukan saat septic tank sudah penuh atau bermasalah. Kondisi ini berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan.

Melalui LLTT, pola tersebut diubah menjadi sistem yang lebih terencana, berkala, dan terkontrol. Pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi bergantung pada kesadaran individu semata, tetapi menjadi bagian dari sistem layanan publik yang terstruktur.

Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dan Perumda Trans Pakuan Kota Bogor, sebagai bentuk integrasi sumber daya daerah untuk menciptakan layanan sanitasi yang efektif dan berkelanjutan.

4 Armada Disiapkan

Pada tahap awal implementasi, Pemkot Bogor menyiapkan empat armada khusus bertajuk Tertib Kelola Tinja Berkala. Armada ini akan melayani sekitar 6.000 pelanggan di wilayah Bogor Utara.

Menariknya, layanan ini diberikan secara gratis sebagai bagian dari fase sosialisasi sekaligus upaya membangun kebiasaan baru di masyarakat.

Program ini diharapkan mampu mengedukasi warga bahwa pengelolaan limbah rumah tangga sama pentingnya dengan pengelolaan air bersih.

Dedie Rachim menegaskan bahwa peluncuran LLTT merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap regulasi nasional terkait pengelolaan air bersih dan air limbah.

“Kita harus merespons amanah dari undang-undang baru tentang pengelolaan air bersih dan air limbah. Ada target-target yang harus dicapai pemerintah daerah, yakni tidak hanya mengelola air bersih melalui layanan PDAM, tetapi juga air limbah,” kata Dedie Rachim.

Menurutnya, selama ini fokus layanan publik masih didominasi oleh penyediaan air bersih, sementara pengelolaan limbah domestik belum mendapat perhatian yang seimbang.

Padahal, keduanya memiliki keterkaitan langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Tekan Risiko Penyakit dan Pencemaran Lingkungan

Selain meningkatkan kualitas sanitasi, LLTT juga berperan penting dalam menekan risiko pencemaran lingkungan, khususnya terhadap air tanah dan aliran sungai.

Limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit, seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan kesehatan lainnya.

“Kita memanfaatkan dan memaksimalkan jaringan kerja milik Pemda, dalam hal ini Perumda penyedia air bersih dan penyedia jasa transportasi. Jika tidak, akan sulit mencapai optimalisasi capaian,” ujar Dedie Rachim.

Pendekatan kolaboratif ini dinilai sebagai solusi efektif untuk memastikan layanan dapat menjangkau masyarakat secara luas dengan dukungan infrastruktur yang sudah tersedia.

Kapasitas Terbatas, Pengembangan Jadi Prioritas

Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, mengungkapkan bahwa kapasitas pengolahan lumpur tinja saat ini masih terbatas.

Instalasi yang ada baru mampu mengolah sekitar 30 meter kubik per hari, sehingga diperlukan pengembangan ke depan agar cakupan layanan bisa diperluas.

“Untuk tahap awal masih gratis sampai ada arahan lebih lanjut. Pada waktunya, ketika kultur pengelolaan air limbah sudah terbangun, akan diterapkan penyesuaian,” ujar Rino.

Lebih dari sekadar program layanan, LLTT diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.

Dengan sistem penyedotan yang dilakukan secara berkala, masyarakat tidak lagi menunggu hingga septic tank bermasalah. Sebaliknya, pengelolaan limbah menjadi bagian dari rutinitas yang terencana.

Pemkot Bogor menargetkan, setelah fase sosialisasi selesai, program ini dapat diterapkan secara luas dengan skema berbayar yang tetap terjangkau.

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan di masa depan.***

Pembongkaran Plaza Bogor Ditargetkan Rampung Juli 2026

0

Bogordaily.net – Pembongkaran gedung Plaza Bogor dan Pasar Bogor terus dikebut. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai angka 80 hingga 85 persen dan ditargetkan rampung pada Juli 2026 mendatang.

Perumda Pasar Pakuan Jaya menyiapkan revitalisasi Pasar Bogor dan Plaza Bogor sebagai pusat ekonomi baru.

Kawasan ini akan dilengkapi fasilitas parkir, pusat kuliner, dan ruang komersial lainnya ketika sudah rampung.

“Dari catatan sampai 80 persen. Masih 20 persen lagi sampai dengan bulan Juli. Tapi mudah-mudahan bisa lebih cepat,” ujar Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin.

Ia menambahkan, jika pembongkaran rampung hingga pondasi gedung akan melangkah ke tahap berikutnya yaitu beauty contest atau seleksi mitra pembangunan.

Rencananya, seleksi akan dibuka pada tahun ini juga untuk menjaring pihak yang akan membangun eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor tersebut.

Kemudian tempat parkir menjadi prioritas utama dalam pembangunan baru nanti. Penyediaan fasilitas parkir ini untuk mendukung keberadaan Kebun Raya Bogor.

Kita prioritaskan untuk pembangunan tempat parkir, terutama dukungan kita kepada keberadaan Kebun Raya. Jadi itu prioritas pertama,” ujarnya.

Selain area parkir, pembangunan akan dilakukan secara bertahap untuk fasilitas penunjang lain, seperti pasar bersih, convention hall, dan pasar suvenir.

“Penunjang yang lain nanti akan bertahap, bisa ada pasar bersih, convention hall, kemudian pasar suvernir dan lain sebagainya,” tandasnya.(Muhammad Irfan Ramadan)

Tertipu Ritual Penggandaan Uang, Karyawan BUMN di Kendal Rugi Rp120 Juta

0

Bogordaily.net – Seorang karyawan BUMN di Kabupaten Kendal harus menelan kerugian besar setelah menjadi korban penipuan berkedok ritual penggandaan uang.

Korban dilaporkan kehilangan uang hingga Rp120 juta akibat ulah pelaku yang mengaku memiliki kemampuan spiritual.

Pelaku diketahui bernama Ekan Budianto alias Mbah Ekan, warga Kendal yang hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah dasar.

Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepada pihak kepolisian karena merasa tertipu.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menyusun skenario yang tampak meyakinkan. Ia mengemas praktik penipuan tersebut dalam bentuk ritual spiritual yang dirancang sedemikian rupa untuk membangun kepercayaan korban.

Korban diminta menyerahkan uang secara bertahap dengan janji bahwa uang tersebut dapat digandakan melalui proses ritual tertentu.

Untuk memperkuat keyakinan korban, pelaku menyiapkan berbagai perlengkapan yang identik dengan suasana mistis, seperti kemenyan, kain kafan, hingga sejadah.

Seluruh rangkaian ritual dibuat seolah-olah nyata dan sakral agar korban tidak meragukan klaim yang disampaikan pelaku.

Dalam salah satu tahap ritual, pelaku bahkan menunjukkan sebuah kardus yang disebut berisi uang hasil penggandaan.

Kardus tersebut menjadi bagian dari trik untuk semakin meyakinkan korban bahwa proses yang dijalankan berhasil.

Namun, kenyataan yang ditemukan justru jauh dari harapan. Setelah memberanikan diri membuka kardus tersebut, korban mendapati bahwa isinya bukan uang seperti yang dijanjikan, melainkan hanya bunga. Dari situlah korban menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan kepercayaan, terutama yang dikemas dalam praktik supranatural atau janji keuntungan instan.***