Home Blog Page 106

Hendak Tawuran, Polisi Tangkap Tiga Remaja di Parung Bogor

0

Bogordaily.net – Polisi berhasil menangkap tiga pelajar yang hendak melakukan aksi tawuran di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah menyampaikan bahwa, pengamanan tersebut berawal dari informasi yang diterima petugas terkait adanya rencana tawuran di wilayah perbatasan Parung dan Depok.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel piket patroli segera melakukan pengecekan ke lokasi.

Saat menuju lokasi, petugas menemukan sekelompok remaja yang bergerombol dan mencurigakan. Beberapa di antaranya diduga membawa senjata tajam.

“Petugas bersama warga kemudian melakukan tindakan cepat dengan mengamankan sebagian remaja, sementara beberapa lainnya melarikan diri,” kata Kompol Maman, Rabu 6 Mei 2026.

Adapun, dari hasil pengamanan, 3 (tiga) remaja berhasil diamankan beserta barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor dan 3 (tiga) unit telepon genggam.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa para remaja tersebut diduga telah merencanakan aksi tawuran antar sekolah yang sebelumnya telah disepakati melalui media sosial. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka,” jelasnya.

Saat ini, ketiga remaja tersebut telah diamankan di Polsek Parung untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut serta pendalaman oleh Unit Reskrim dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah.

Ia menegaskan bahwa, pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli serta melakukan langkah preventif guna mencegah aksi tawuran pelajar yang dapat membahayakan keselamatan.

“Kami juga mengimbau kepada para orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan membina anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum,” ungkap Kompol Maman.(Albin)

Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

0

Bogordaily.net – Semangat menjaga dan mengelola laut secara berkelanjutan yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) terus dihidupkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan.

Nilai tersebut tidak hanya tercermin dalam berbagai inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perseroan, tetapi juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif pekerja dalam berbagai aksi nyata, termasuk upaya pemulihan ekosistem laut di perairan Kepulauan Sabang, Aceh.

Sebagai bagian dari rangkaian Jambore Nasional yang diikuti oleh 25 perwakilan dari berbagai wilayah di Indonesia, BRI melalui komunitas penyelam internal BRILiaN Dive Club yang beranggotakan Insan BRILiaN (pekerja BRI) melaksanakan aksi transplantasi terumbu karang di Gampong Iboih, Kota Sabang, Aceh pada Minggu 3 Mei 2026.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua BRILiaN Dive Club Hendi, Regional Micro Banking Head (RMBH) BRI Regional Medan Wahib, Keuchik Gampong Iboih, Ketua Tuha 4 Gampong Iboih, Panglima Laot Lhok Iboih, serta masyarakat setempat.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program TJSL.

Lebih lanjut, pemilihan Sabang sebagai lokasi konservasi tahun ini bersifat strategis, mengingat peran terumbu karang sebagai fondasi utama ekowisata di wilayah Aceh yang terus bangkit pascatsunami dan tantangan bencana alam.

“Langkah konservasi seperti ini relevan dalam menjaga daya dukung lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah. Dengan demikian, upaya ini tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Dhanny.

Selain aspek rehabilitasi lingkungan, BRI juga fokus pada aspek edukasi bagi masyarakat lokal.

Pada kesempatan yang sama, BRI turut menyerahkan bantuan alat selam berupa masker selam kepada warga setempat.

Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong literasi bahari sebagai langkah awal untuk memperkuat pemahaman sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kekayaan bawah laut mereka sendiri.

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini sinergi antara BRI dengan perangkat daerah setempat juga diperkuat melalui aksi kemanusiaan, yaitu penyaluran bantuan kebutuhan dasar berupa sembako guna memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Sebagaimana diketahui, work-life balance menjadi salah satu pilar penting dalam membangun hubungan kerja yang solid di BRI.

Hal ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendorong terciptanya kolaborasi yang sehat dan produktif antar Insan BRILiaN, sekaligus membuka ruang bagi karyawan untuk berkembang tidak hanya secara profesional, tetapi juga secara sosial dan personal.

Adapun, BRI secara aktif mendorong terbentuknya komunitas internal sebagai wadah kontribusi dan kolaborasi lintas fungsi.

Salah satunya melalui BRILiaN Dive Club, yang sejak didirikan pada Desember 2013 telah berkembang menjadi komunitas dengan lebih dari 150 Insan BRILiaN dari 18 kantor wilayah di seluruh Indonesia.

Selama lebih dari satu dekade, komunitas ini secara konsisten menjalankan berbagai aksi konservasi laut di sejumlah wilayah, mulai dari Papua, Sulawesi, Bali, Kepulauan Seribu, hingga Maluku.

Kehadiran di Sabang menjadi kelanjutan dari upaya tersebut, sekaligus memperluas jangkauan kontribusi ke kawasan barat Indonesia.

“Ke depan, BRI akan terus mendorong peran aktif komunitas internal sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya kerja yang kolaboratif sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas, BRI optimistis dapat terus menciptakan dampak yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional,” tutup Dhanny.***

Pengasuh Ponpes Tersangka Pencabulan di Pati Diduga Kabur, Polisi Siapkan Penangkapan

0

Bogordaily.net – Kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren (ponpes) Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru.

Tersangka berinisial A yang diketahui merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut diduga melarikan diri dan tidak memenuhi panggilan penyidik.

Hingga Selasa, 5 Mei 2026, tersangka belum juga hadir untuk menjalani pemeriksaan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung sampai Senin malam.

Ketidakhadiran ini memunculkan dugaan bahwa yang bersangkutan sengaja menghindari proses hukum yang sedang berjalan.

Situasi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya dari Kapolresta Pati, Kombes Jaka Wahyudi, yang sempat menyampaikan bahwa tersangka akan bersikap kooperatif dalam menjalani pemeriksaan. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kondisi berbeda di lapangan.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa upaya untuk menghadirkan tersangka telah dilakukan, termasuk dengan melibatkan keluarga.

Namun, hingga kini keberadaan tersangka tidak diketahui dan komunikasi terputus. Baik keluarga maupun kuasa hukum disebut tidak lagi dapat menghubungi yang bersangkutan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, menyampaikan bahwa berbagai langkah persuasif telah dilakukan agar tersangka bersedia hadir memenuhi panggilan penyidik. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi kondisi ini. Jika tersangka terus tidak kooperatif dan terdapat indikasi kuat melarikan diri, maka aparat akan mengambil tindakan tegas berupa upaya paksa untuk melakukan penangkapan.

Kasus ini sendiri menjadi sorotan publik karena melibatkan dugaan tindak kekerasan seksual terhadap santriwati dalam jumlah banyak.

Proses penegakan hukum diharapkan dapat berjalan tuntas guna memberikan keadilan bagi para korban sekaligus memastikan pertanggungjawaban pihak yang terlibat.***

Ilustrasi. (Istimewa/Bogordaily.net)

BSI Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Berkedok Layanan Haji

0

Bogordaily.net – Bank Syariah Indonesia (BSI) mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan haji dan umrah.

Imbauan ini disampaikan melalui kampanye edukasi di media sosial guna mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan digital.

Dalam unggahan tersebut, BSI menjelaskan sejumlah modus yang kerap digunakan pelaku.

Di antaranya adalah menawarkan percepatan porsi haji tanpa antre dengan biaya lebih murah, mengaku sebagai petugas resmi haji, hingga meminta pembaruan data pribadi calon jemaah. S

elain itu, pelaku juga kerap menjanjikan pelunasan biaya haji atau perbaikan sistem layanan sebagai dalih untuk meyakinkan korban.

Lebih lanjut, BSI mengungkapkan bahwa pelaku umumnya menyasar calon jemaah melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.

Mereka kemudian berpura-pura menjadi pihak resmi dan meminta data sensitif seperti KTP, NIK, serta dokumen terkait haji.

Tidak jarang, pelaku juga melakukan panggilan suara atau video call dengan iming-iming pemberian barcode (QRIS) atau nomor antrean palsu.

Modus lainnya adalah mengarahkan korban untuk mengklik tautan mencurigakan, mengunduh aplikasi tertentu, hingga meminta korban melakukan share screen atau memasukkan kode unik ke dalam aplikasi mobile banking. Tindakan ini berpotensi membuka akses pelaku terhadap data dan rekening korban.

Sebagai langkah pencegahan, BSI mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunduh aplikasi dari sumber tidak jelas, menghindari klik tautan mencurigakan, serta tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

Selain itu, nasabah juga diminta untuk tidak melakukan share screen saat mengakses layanan perbankan dan selalu memastikan informasi diperoleh dari kanal resmi.

BSI menegaskan pentingnya verifikasi informasi melalui saluran resmi perusahaan atau instansi terkait.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran yang tidak masuk akal, terutama yang berkaitan dengan ibadah haji.

Melalui kampanye ini, BSI mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga keamanan data pribadi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap aktivitas digital, khususnya yang berkaitan dengan layanan keuangan dan ibadah.***

BGN Ajak Perguruan Tinggi Bangun SPPG, Ini Respons UI

0

Bogordaily.net – Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk mulai mempertimbangkan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Gagasan ini membuka peluang bagi kampus untuk turut berkontribusi dalam pemenuhan gizi masyarakat melalui fasilitas yang dimiliki.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof Heri Hermansyah, menegaskan bahwa perguruan tinggi pada dasarnya memiliki fokus utama pada pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

Peran tersebut dinilai sangat penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas.

Di sisi lain, ia juga menyoroti bahwa kampus memiliki berbagai unit usaha yang bisa menjadi potensi pendukung, termasuk dalam penyediaan layanan gizi.

Salah satu contohnya adalah fasilitas seperti Wisma Makara di lingkungan Universitas Indonesia yang telah memiliki dapur dan terbiasa melayani kebutuhan konsumsi bagi tamu.

Menurutnya, jika nantinya SPPG akan dihadirkan di lingkungan kampus, maka implementasinya tidak langsung berada di bawah institusi akademik utama.

Pengelolaan lebih tepat dilakukan oleh unit usaha yang memang memiliki relevansi dengan layanan tersebut, sehingga tidak mengganggu fungsi utama universitas sebagai lembaga pendidikan dan riset.

Meski demikian, rencana pembentukan SPPG di lingkungan perguruan tinggi masih memerlukan kajian lebih mendalam.

Setiap kebijakan yang diambil perlu mempertimbangkan kesiapan fasilitas, pengelolaan, serta kesesuaian dengan peran masing-masing unit di dalam kampus.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kontribusi kampus dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional dengan tetap mempertahankan fokus utama pada pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.***

Perkembangan Kasus Kekerasan Seksual Anak, Piche Kota Dibebaskan

0

Bogordaily.net – Perkembangan terbaru dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Belu menghadirkan dinamika baru dalam proses hukum yang tengah berjalan. Salah satu tersangka Piche Kota, yang dikenal sebagai mantan kontestan Indonesian Idol, kini resmi dibebaskan demi hukum pada Selasa, 5 Mei 2026.

Pembebasan tersebut dilakukan setelah masa penahanan PK di Rumah Tahanan Mapolres Belu berakhir.

Sebelumnya, ia telah menjalani penahanan sejak 11 Maret 2026 oleh penyidik Satreskrim Polres Belu.

Dalam kasus ini, aparat penegak hukum menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas dugaan kekerasan seksual terhadap seorang korban berinisial ACT yang masih berusia 16 tahun.

Ketiga tersangka yang terlibat dalam perkara ini adalah PK, RM yang juga dikenal dengan alias Roy, serta RS alias Rival.

Namun, perkembangan penyelidikan menunjukkan adanya perubahan pada status hukum salah satu tersangka. PK tidak lagi ditahan setelah dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap korban.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi penyidik untuk mengambil keputusan. Dalam Berita Acara Pemeriksaan tambahan, korban menyatakan tidak mengalami persetubuhan dengan PK.

Berdasarkan keterangan tersebut, unsur pasal yang sebelumnya dikenakan kepada PK dinilai tidak terpenuhi sehingga ia dibebaskan dari tahanan.

Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum terkait langkah selanjutnya.

Proses hukum tetap terbuka mengikuti perkembangan fakta yang nantinya akan terungkap di persidangan.

Sementara itu, dua tersangka lainnya, yakni RM dan RS alias Rival, tetap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Berkas perkara keduanya telah dinyatakan lengkap atau P21 dan telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk segera memasuki tahap persidangan.

Dalam perkara ini, keduanya dijerat dengan Pasal 473 ayat (4) KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 serta Pasal 51 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 126 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Proses hukum terhadap dua tersangka tersebut akan terus berjalan. Penanganan perkara ini diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta yang ada secara menyeluruh, sekaligus memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban.***

Rudy Susmanto Apresiasi Peran INI dan IPPAT Dorong PAD dan Percepatan Pembangunan Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk organisasi profesi seperti Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT).

Demikian disampaikan Rudy Susmanto saat menerima audiensi Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Selasa 5 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bogor didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Ajat Rochmat Jatnika, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bupati Rudy menyampaikan bahwa, peran notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sangat strategis, terutama dalam mendukung tertib administrasi pertanahan dan legalitas transaksi yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

“Dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Bogor, dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Termasuk di dalamnya peran Ikatan Notaris Indonesia dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang sangat diperlukan dalam setiap tahapan pembangunan,” ujar Rudy.

Menurutnya, keberadaan notaris dan PPAT turut memperkuat ekosistem pembangunan daerah, karena setiap transaksi yang tercatat dengan baik akan berdampak pada peningkatan penerimaan daerah, baik dari sektor pajak maupun retribusi.

“Kami mengapresiasi kontribusi INI dan IPPAT dalam mendukung peningkatan PAD serta peran strategisnya dalam pembangunan daerah di Kabupaten Bogor,” tegas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy berharap sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi tersebut dapat terus diperkuat guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang solid, Pemkab Bogor optimistis dapat mempercepat pembangunan di berbagai sektor, sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi PAD.***

Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor

0

Bogordaily.net – Kesiapan para atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XIV Tahun 2026 semakin matang. Dengan tujuan yang sama, yakni membawa harum nama Kota Bogor di tingkat Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat membuka rapat pengurus kontingen bersama para ketua cabang olahraga (cabor), pelatih, dan perwakilan atlet di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa 5 Mei 2026.

Dedie Rachim mengatakan, ada tiga poin kesuksesan yang diharapkan mampu diraih para pejuang olahraga Kota Bogor dalam Porprov 2026. Pertama, sukses administrasi.

“Anggaran ini harus tetap dipertanggungjawabkan. Dari rakyat, dan harus membuahkan kebanggaan untuk rakyat. Ini harus mencerminkan sukses administrasi,” kata Dedie Rachim.

Ia meminta para ketua cabor, atlet, dan pengurus kontingen untuk melaporkan seluruh bentuk administrasi sebagai bagian dari pertanggungjawaban.

Kedua, lanjut Dedie Rachim, adalah sukses penyelenggaraan. Sebagai tuan rumah, Kota Bogor harus mampu memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana olahraga, termasuk aksesibilitas yang menunjang suksesnya penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.

“Green Forest di Pamoyanan menjadi salah satu venue Porprov. Kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk percepatan trase baru Batutulis, dengan harapan sebelum pelaksanaan Porprov jalan tersebut sudah bisa difungsikan,” ujarnya.

Faktor terakhir adalah sukses prestasi. Kota Bogor menargetkan raihan 100 medali emas dalam ajang tersebut. Menurut Dedie Rachim, masyarakat Kota Bogor sangat berharap target itu dapat terwujud.

“Saya yakin dan percaya, dengan semangat dan kekuatan yang kita miliki, kita bisa membanggakan Kota Bogor. Kita tidak kalah dengan kota-kota lain,” tegasnya.

Senada, Wakil Wali Kota Bogor yang juga Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan para atlet saat ini tengah menjalani proses latihan dengan intensitas tinggi dan jadwal yang cukup padat.

“Para atlet juga dipersilakan mengikuti try in dan try out. Bahkan, ada yang berhasil meraih juara di luar negeri. Ini membuktikan Kota Bogor semakin siap menghadapi Porprov,” kata Jenal Mutaqin.

Melihat grafik perkembangan atlet, Jenal Mutaqin mengaku optimistis kontingen Kota Bogor mampu menorehkan prestasi melalui raihan medali pada Porprov yang akan digelar November mendatang.***

Promo Mei 2026! Tirta Kahuripan Beri Potongan Biaya Sambungan Baru bagi Pelanggan

0

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan promo harga spesial khusus sambungan baru hingga Mei 2026.

Adapun, promo diskon penyambungan baru itu dari harga Rp.1.300 Ribu diskon menjadi Rp. 450 Ribu untuk kategori rumah tinggal periode Maret sampai Mei 2026.

Beberapa persyaratan diantaranya, berlaku untuk kelompok sosial rumah tangga, niaga kecil, dan niaga sedang.

Selain itu, pelanggan bisa langsung daftar melalui aplikasi My Kahuripan. Daftar online melalui https://bit.ly/daftar-sibiru.

Bagi yang belum memiliki aplikasi My Kahuripan bisa scan barcode berikut ini atau akses melalui bit.ly/mykahuripan dan download di Google Playstore.

Adapun, khusus calon pelanggan tidak perlu input nomor pelanggan soal registrasi aplikasi.

Promo ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin mulai berlangganan layanan air bersih dari Tirta Kahuripan, terutama bagi pelaku usaha kecil atau keluarga baru yang sedang membangun rumah.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi WhatsApp pelayanan: 0821-1996-9008.(Albin)

Istri Bambang Nuryanto Rachmadi Bos Franchise Indonesia Siapa? Ini Fakta Pernikahan dan Kisah di Baliknya

0

Bogordaily.net – Istri Bambang Nuryanto Rachmadi bos franchise indonesia siapa —pertanyaan itu kerap muncul setiap kali nama besar Bambang Nuryanto Rachmadi dibicarakan.

Dalam dunia bisnis, nama bisa sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari merek yang dibangunnya sendiri.

BNR—begitu ia disingkat—adalah salah satu penanda zaman. Zaman ketika konsep waralaba modern mulai menemukan bentuknya di Indonesia.

Ia lahir di Jakarta, 15 Maret 1951. Bukan langsung jadi pengusaha. Ia sempat “bermain aman”. Dunia perbankan.

Kariernya tidak kecil. Ia pernah duduk di kursi Presiden Direktur Bank IFI. Juga punya rekam jejak di Panin Bank.

Lalu ia keluar.

Bukan karena gagal. Justru karena ingin lebih.

Keputusan itu, seperti banyak keputusan besar lainnya, terlihat nekat di awal. Tapi justru di situlah sejarah mulai bergerak.

Awal 1990-an adalah titik balik.

Melalui PT Bina Nusa Rama, Bambang membawa McDonald’s masuk ke Indonesia. Tahun 1991, gerai pertama berdiri di Sarinah, Thamrin.

Bukan sekadar restoran.

Itu adalah simbol.

Simbol gaya hidup baru. Serba cepat. Serba standar. Serba modern.

Dari sana, sistem franchise mulai dipahami. Bukan hanya oleh pengusaha, tapi juga oleh konsumen.

Dan sejak itu, julukan “Bos Franchise Indonesia” melekat.

Namun bisnis, seperti hidup, tidak pernah lurus.

Tahun 2009 menjadi tikungan tajam.

Hak waralaba McDonald’s berpindah ke Rekso Group.

Banyak yang mengira itu akhir.

Ternyata tidak.

Bambang justru melahirkan merek baru: ToniJack’s. Mengubah gerai lama menjadi wajah baru.

Tidak bertahan lama memang.

Tapi keberanian itu—tidak semua orang punya.

Lalu kembali ke pertanyaan awal: istri Bambang Nuryanto Rachmadi bos franchise indonesia siapa.

Jawabannya tidak sesederhana satu nama.

Dari penelusuran berbagai sumber, Bambang diketahui pernah menikah beberapa kali.

Istri pertamanya adalah Sri Adiyanti Sudharmono—putri dari Sudharmono.

Kemudian ada nama Yuyu Yuhanah. Pernikahan ini disebut berlangsung secara siri sekitar 2002. Hubungan mereka sempat menjadi sorotan, terutama saat konflik rumah tangga hingga proses cerai pada 2007–2008.

Ada pula nama Amiria Kamil yang muncul di sejumlah media. Namun, informasi tentang sosok ini sangat terbatas.

Di titik ini, kita sadar: tokoh besar sering kali punya sisi pribadi yang tidak selalu terang.

Dan mungkin, memang tidak harus semuanya terang.

Yang jelas, dalam sejarah bisnis Indonesia, nama Bambang Nuryanto Rachmadi sudah terlanjur tertulis tebal.

Sementara pertanyaan istri Bambang Nuryanto Rachmadi bos franchise indonesia siapa akan tetap dicari—bukan hanya karena rasa ingin tahu, tapi karena publik selalu ingin melihat sisi lain dari orang besar.***