Home Blog Page 1068

Bupati Bogor Hadiri Buka Puasa Bersama Sahabat Tunanetra Nurul Qolbi

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, hadir dalam acara buka puasa bersama Sahabat Tunanetra Nurul Qolbi yang diselenggarakan oleh Pokwan Kabupaten Bogor dan PFI Bogor, yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Bogor pada Sabtu, (22/3/25)

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara tersebut, meskipun beliau mengaku minim diberi informasi mengenai acara ini.

“Saya ingin sedikit berterima kasih kepada panitia, ternyata bisa menyelenggarakan acara ini. Walaupun saya minim sekali dikasih informasi, saya sebagai ketuanya di situ, tapi tetap sangat berterima kasih,” ujar Rudy Susmanto.

Lebih lanjut, Bupati Bogor menjelaskan bahwa kursi-kursi yang digunakan oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk bekerja setiap hari kini digunakan oleh para tamu undangan dalam suasana buka puasa bersama.

“Semoga setelah diduduki Ibu-ibu dan Bapak-bapak, ruangan ini menjadi lebih berkah. Ketulusan dan keikhlasan mereka yang memiliki mata batin seringkali lebih besar maknanya daripada hanya penglihatan fisik semata,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor juga meminta doa dan dukungan dari semua pihak, termasuk para sahabat tunanetra yang hadir, agar para pemimpin di Kabupaten Bogor, baik eksekutif maupun legislatif, selalu diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas dan memikirkan kepentingan masyarakat.

“Mohon doa agar kami di jajaran eksekutif dan legislatif selalu dimudahkan dalam menjalankan amanah untuk masyarakat Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Rudy Susmanto juga mengajak masyarakat dan wartawan untuk bersinergi dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat, terutama untuk membantu yayasan dan teman-teman tunanetra agar dapat memperoleh fasilitas dan kehidupan yang lebih baik.

Selanjutnya, Pendamping Yayasan Sahabat Tuna Netra Nurul Qolbi, Rido Duata menyampaikan bahwa Yayasan Nurul Qolbi didirikan pada tahun 2013 fokus pada pendidikan bagi tunanetra yang menjadi penghafal Al-Qur’an dan memiliki 23 cabang di berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Jawa Timur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk para wartawan yang selalu mendampingi kami dalam memperjuangkan hak-hak sahabat tunanetra,” ujar Ketua Yayasan Nurul Qolbi.

Katanya, Yayasan Nurul Qolbi telah berperan penting dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an bagi tunanetra di berbagai wilayah, termasuk Cibinong, Ciawi, dan daerah lainnya di Bogor.

“Semoga kami dapat terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan sahabat tunanetra di Kabupaten Bogor,”imbuhnya.***

Annisa Tania, Ekowisata, hingga Asisten Dosen

0

Bogordaily.net – Annisa Tania, atau akrab disapa “Icul” oleh rekan-rekannya, dilahirkan di Bogor pada 2 Agustus 2002. Sejak masa remaja, annisa menunjukkan minat yang kuat terhadap alam dan lingkungan, yang didorong oleh latar belakang keluarganya. Ia menempuh pendidikan di SMAN 10 Bogor, dan saat itu sudah bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB), khususnya di Fakultas Kehutanan dengan program studi Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE). Motivasi ini dipengaruhi oleh keluarganya yang memiliki keterlibatan dalam bidang kehutanan dan lingkungan.

Namun, takdir membawanya ke Program Studi Ekowisata di Sekolah Vokasi IPB, pilihan yang tetap sejalan dengan minatnya. Program Ekowisata menawarkan annisa peluang untuk mempelajari hal-hal yang erat kaitannya dengan konservasi lingkungan, pariwisata, serta manajemen destinasi wisata yang berkelanjutan. Meski tidak berada di departemen yang diinginkan awalnya, annisa tetap bersyukur dan merasa puas karena jurusan ini sesuai dengan passion dan visi masa depannya.

Selama masa kuliahnya, annisa dikenal sebagai mahasiswa yang cukup aktif. Ia bergabung dengan HIMATA (Himpunan Mahasiswa Ekowisata), di mana ia mulai berkiprah di divisi event dan kerjasama. Dedikasinya terhadap organisasi ini terlihat jelas saat ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Event dan Kerjasama. Di tahun 2021, annisa mengikuti lomba TikTok Video Competition yang diselenggarakan oleh Kompetisi Pariwisata Indonesia. Partisipasinya dalam lomba ini menunjukkan minatnya yang luas terhadap pariwisata serta kemampuannya dalam beradaptasi dengan tren digital yang berkembang pesat.

Sebelum menyelesaikan studinya di IPB, annisa mendapatkan tawaran menjadi asisten dosen. annisa menerima tawaran tersebut, menurutnya, menjadi asisten dosen adalah kesempatan emas untuk mendalami kembali ilmu yang pernah dipelajari serta membantu mahasiswa-mahasiswa yang lebih muda dalam memahami materi perkuliahan. annisa percaya bahwa pengalaman ini akan sangat berguna dalam karirnya di masa depan, khususnya dalam bidang event organizer atau pekerjaan lain yang berkaitan dengan lingkungan. Selama menjalani peran sebagai asisten dosen, annisa sangat menikmati mata kuliah Wisata Budaya, di mana ia kembali terlibat dalam penyelenggaraan berbagai acara. Mata kuliah ini mengajarkan mahasiswa bagaimana cara mengelola kegiatan wisata yang sarat dengan nilai budaya, dan annisa merasa beruntung bisa membantu mahasiswa mempersiapkan event-event tersebut.

Annisa saat ini masih dalam proses mencari pekerjaan tetap, dan ia berambisi untuk bekerja di sektor yang berkaitan dengan event organizer atau lingkungan. Meskipun begitu, perjalanannya sebagai asisten dosen telah memberikan banyak pengalaman berharga, dan ia yakin bahwa langkah ini akan membantunya mencapai impian karir yang ia dambakan.

Dengan dedikasi, kecintaan pada lingkungan, serta kemampuannya dalam mengelola acara, annisa Tania adalah contoh inspiratif bagi banyak mahasiswa yang ingin berkontribusi dalam bidang pariwisata dan konservasi lingkungan. Perjalanan karirnya masih panjang, namun langkah-langkah awal yang ia ambil telah menunjukkan potensinya sebagai seorang profesional yang berdedikasi tinggi.***

Muhamad Ikhlas Andhana

Murid SD di Medan Belajar Di Lantai Hanya Karena Nunggak SPP? Ada Apa Dengan Sistem Pendidikan Kita?!

0

Oleh: Mohamad Arr Syal Raya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Beberapa waktu lalu, video yang memperlihatkan murid SD di Medan belajar di lantai karena menunggak SPP selama tiga bulan mendadak viral. Video ini tentunya menyentuh hati banyak orang karena anak-anak yang seharusnya berada di bangku yang nyaman, justru harus duduk di lantai keras hanya karena ketidakmampuan orang tua mereka dalam membiayai sekolah.

Ini terlihat adanya masalah sistem pendidikan yang seharusnya menjamin hak setiap anak untuk mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi, tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarga.

Ketika video ini viral, kita seharusnya tidak hanya merasa prihatin, tetapi juga mempertanyakan banyak hal. Apakah pendidikan di Indonesia sudah benar-benar adil dan merata? Apakah kita terlalu memaksa orang tua untuk membayar biaya pendidikan yang sering kali jauh lebih mahal dari yang mereka mampu?

SPP dan Ketidakadilan dalam Pendidikan
Kita semua tahu bahwa pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak ada alasan bagi siapapun untuk menghalangi mereka memperoleh akses pendidikan hanya karena masalah biaya.

Namun kenyataannya, masih banyak sekolah, terutama di daerah-daerah tertentu, yang mengharuskan orang tua membayar SPP dengan jumlah tertentu. Bahkan beberapa sekolah menetapkan biaya tambahan yang cukup memberatkan, seperti biaya pembangunan, uang komite, dan berbagai biaya lainnya.

Nah, masalahnya adalah tidak semua orang tua punya kemampuan finansial yang sama. Untuk keluarga yang lebih mampu, membayar SPP atau biaya sekolah mungkin bukan masalah besar.

Tapi bagaimana dengan keluarga yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja? Ketika mereka kesulitan membayar SPP, justru anak-anak mereka yang menjadi korban.

Mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak, dan dalam kasus seperti yang viral ini, mereka bahkan harus belajar di lantai hanya karena tiga bulan SPP belum dibayar.

Ini jelas bukan masalah sepele. Ketidakmampuan untuk membayar SPP bukan hanya soal uang, tapi soal masa depan anak-anak itu sendiri.

Apakah mereka tidak berhak mendapatkan pendidikan yang layak? Apakah mereka harus menderita hanya karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah tepat waktu? Ini adalah ketidakadilan dan ketimpangan sosial yang perlu segera diatasi.

Mengapa Pemerintah Perlu Turun Tangan?
Masalah ini jelas bukan masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan memohon kepada orang tua untuk membayar lebih cepat. Ini adalah masalah yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Seharusnya, pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pendidikan dasar di Indonesia, harus memastikan bahwa pendidikan itu bisa diakses oleh semua anak, tanpa terkecuali.

Salah satu cara untuk mewujudkan ini adalah dengan menghapuskan atau setidaknya mengurangi ketergantungan sekolah terhadap SPP atau bisa dengan menyediakan lebih banyak bantuan beasiswa dan tentunya harus tepat sasaran.

Kenapa? Karena sekolah-sekolah yang seharusnya menjadi tempat pendidikan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan, sering kali menjadi beban bagi para orang tua.

SPP yang harus dibayar setiap bulan menjadi salah satu penghalang terbesar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dalam banyak kasus, pendidikan malah menjadi kemewahan yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang memiliki kemampuan finansial.

Pemerintah bisa melakukan lebih banyak untuk menjamin bahwa biaya pendidikan tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar.

Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan anggaran untuk pendidikan, sehingga sekolah tidak terlalu bergantung pada uang SPP dari orang tua.

Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan bahwa fasilitas sekolah layak, tanpa harus memaksa orang tua untuk menanggung biaya tambahan yang tidak seharusnya ada.

Sistem Pendidikan di jepang
Kita bisa lihat dan mencontoh sistem pendidikan sekolah dasar di Jepang, yang hingga saat ini dikenal sebagai salah satu yang paling terstruktur dan disiplin di dunia.

Pendidikan dasar dan menengah pertama wajib dan gratis di Jepang, selain itu sistem pendidikan di Jepang juga cukup inklusif, meskipun lebih terkenal karena ketat dan berdisiplin.

Tetapi setiap anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, diberi perhatian yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah Jepang tidak lain untuk memastikan bahwa pendidikan berkualitas dan dapat dijangkau oleh seluruh anak, terlepas dari latar belakang atau kondisi mereka.

Solusi: Kembali ke Sistem Pendidikan yang Inklusif
Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat untuk membantu mengatasi masalah ini? Tentunya, pertama-tama kita harus mendorong perubahan pada sistem pendidikan itu sendiri.

Tidak ada alasan mengapa pendidikan harus selalu dipandang sebagai komoditas yang harus dibayar mahal. Pendidikan haruslah inklusif, bisa dijangkau oleh semua kalangan, dan tidak membedakan antara anak-anak yang berasal dari keluarga kaya atau miskin.

Kita juga bisa lebih peduli dengan kondisi di sekitar kita. Kalau kita melihat anak-anak yang kesulitan, jangan ragu untuk memberikan bantuan, baik itu berupa dukungan moral atau mencari cara untuk membantu mereka mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih baik.

Namun, perubahan yang sesungguhnya hanya bisa terjadi jika ada kesadaran dan komitmen dari pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata.

Kesimpulan
Video murid SD belajar di lantai karena menunggak SPP adalah gambaran nyata dari ketidakadilan dalam dunia pendidikan kita. Anak-anak seharusnya mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang layak, tanpa harus khawatir orang tua mereka tidak mampu membayar biaya sekolah.

Pemerintah perlu lebih serius dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, di mana tidak ada anak yang diperlakukan tidak adil karena masalah keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak semua anak, dan sudah saatnya kita bekerja bersama untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan lebih adil bagi semua kalangan.***

Serupa Tapi Tak Sama: Perjalanan Paling Berkesan Saat Mengunjungi Purwokerto Pada Tahun 2018 dan 2024

0

Bogordaily.net – Pulang kampung selalu menjadi momen istimewa bagi saya. Namun, keadaan yang tidak selalu memungkinkan membuat saya jarang bisa mengunjungi kota ini. Ada dua perjalanan yang begitu berkesan bagi saya, yaitu saat mengunjungi Purwokerto di tahun 2018 dan kembali lagi pada tahun 2024 setelah sekian lama tidak pulang, terutama akibat pandemi COVID-19.

Banyak yang berubah dalam enam tahun. Kota ini berkembang pesat, banyak tempat baru bermunculan, tetapi ada juga tempat-tempat lama yang kini sudah tidak ada lagi. Perjalanan ini bukan sekadar pulang kampung, tetapi juga menjadi pembanding dan kenangan yang saya miliki dengan wajah baru Purwokerto yang kini semakin maju.

Perjalanan dimulai pada Tahun 2018, yaitu pertama kalinya saya bisa benar-benar menikmati perjalanan di Purwokerto dalam waktu yang cukup lama. Saat itu, perjalanan saya diisi dengan eksplorasi tempat-tempat ikonik di kota ini.

Salah satu tempat pertama yang saya kunjungi adalah Alun-Alun Purwokerto. Saat itu, tempat ini masih ramai seperti biasanya, dengan warga yang bersantai di taman, anak-anak bermain, dan pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan khas.

Saya juga mampir ke Masjid Agung Baitussalam yang berdiri megah di sisi alun-alun. Dari alun-alun, saya melanjutkan perjalanan ke Menara Pandang Teratai karena lokasinya cukup dekat. Dari atas menara, saya bisa melihat panorama kota Purwokerto.

Jalan-jalan utama kota terlihat jelas, dengan kendaraan yang lalu lalang di bawah. Tidak kalah menarik Taman Roger adalah Salah satu tempat yang paling berkesan juga bagi saya di tahun 2018.

Ini adalah taman rekreasi yang cukup populer di Purwokerto saat itu, dengan wahana permainan sederhana, taman hijau, dan tempat duduk yang nyaman untuk bersantai.

Perjalanan saya di tahun 2018 ditutup dengan mengunjungi Baturraden, kawasan wisata alam di kaki Gunung Slamet. Saya menikmati air hangat di Pancuran Pitu, yakni berendam di air belerang berwarna coklat yang konon memiliki khasiat.

Setelah lebih dari enam tahun, akhirnya saya kembali ke Purwokerto di tahun 2024. Perjalanan kali ini terasa begitu spesial karena saya akhirnya bisa melihat bagaimana kota ini berkembang setelah bertahun-tahun tidak sempat pulang.

Saya kembali ke Baturraden dan langsung menyadari perbedaan besar. Infrastruktur kini lebih tertata, dengan lebih banyak fasilitas wisata yang tersedia. Pancuran Pitu masih tetap sama, tetapi kini lebih ramai oleh wisatawan.

Ada banyak tempat makan dan kafe baru di sekitar kawasan ini, yang membuat suasana semakin hidup. Dari Baturraden, saya memutuskan untuk mengunjungi Sungai Serayu dengan teman saya, yang dulu tidak sempat saya eksplorasi.

Sungai ini sangat ikonik dengan aliran airnya yang jernih dan pemandangan hijau di sekitarnya. Selain kembali melihat Alun-Alun Purwokerto, saya juga mengunjungi Alun-Alun Banyumas.

Tempat ini masih mempertahankan nuansa tradisionalnya, berbeda dengan Alun-Alun Purwokerto yang lebih modern. Namun setelah mengunjungi berbagai tempat, saya teringat akan Taman Roger.

Saya penasaran, apakah tempat itu masih ada? Namun, saat saya mencari lokasinya, saya mendapati bahwa taman tersebut sudah tutup.

Rasanya ada sedikit kesedihan ketika mengetahui bahwa tempat yang dulu begitu berkesan bagi saya kini hanya tinggal kenangan. Dan saya mengakhiri perjalanan di tahun 2024 ini dengan mengunjungi Rita Supermall, pusat perbelanjaan terbesar di Purwokerto.

Tempat ini kini lebih ramai dibandingkan enam tahun lalu, dengan lebih banyak toko dan restoran baru. Saya mengunjungi bioskop CGV lalu setelah itu duduk-duduk santai di sebuah kafe, melihat lalu lalang pengunjung, dan menyadari betapa banyak perubahan yang telah terjadi di kota ini.

Perjalanan ke Purwokerto tahun 2024 ini benar-benar menjadi pengalaman yang berkesan. Saya tidak hanya bisa kembali ke tempat-tempat yang dulu saya kunjungi, tetapi juga melihat bagaimana kota ini berkembang dalam enam tahun terakhir.

Dari Baturraden yang semakin modern, Sungai Serayu yang menenangkan, Alun-Alun Banyumas yang masih mempertahankan tradisinya, hingga Rita Supermall yang menjadi simbol perkembangan kota, semuanya membentuk cerita perjalanan yang tidak akan saya lupakan.

Namun, di balik semua perubahan ini, ada juga tempat-tempat yang hilang, seperti Taman Roger, yang kini hanya tinggal dalam ingatan. Saya menyadari bahwa waktu akan terus berjalan, dan kota-kota pun akan terus berubah, Perjalanan berkesan mengunjungi Purwokerto.

Bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan Purwokerto akan menjadi kota metropolitan yang bisa menyaingi beberapa kota besar lainnya.***

Mohamad Arr Syal Raya, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB

Pengaruh Media Sosial Terhadap Distribusi Musik di Dunia

0

Bogordaily.net – Digitalisasi telah mengubah hampir segala aspek kehidupan kita, dari cara kita berinteraksi, cara kita bekerja, hingga cara kita berkarya. Salah satu penanda terbesar perubahan era ini adalah dengan hadirnya media sosial, hadirnya Friendster, Myspace, Facebook dan media sosial lainya pada awal tahun 2000 telah mengubah cara kita berinteraksi dengan satu sama lain.

Interaksi disini tidak hanya berada dalam konteks komunikasi antarpersonal, namun mencakup komunikasi massa, dimana seorang individu dapat menyampaikan pesan kepada masyarakat luas dalam jangka waktu yang cepat.

Salah satu industri yang mendapatkan dampak besar dari hal ini adalah industri musik, mulai dari perubahan proses produksi yang sekarang semakin mudah, hingga proses distribusi karya yang bisa dibilang sangat berbeda dengan apa yang telah dilalui oleh musisi-musisi sebelum era digital.

Piringan hitam, kaset pita, dan CD, sebelum era digital, cara para musisi mendistribusikan karya-karyanya adalah dengan tiga hal itu. Indikator kesuksesan seorang musisi pada saat itu bukan dilihat dari jumlah pengikut media sosial, jumlah streams, atau berapa banyak video yang menggunakan lagu mereka sebagai musik latar, melainkan dilihat dari jumlah penjualan fisik yang dicapai para musisi itu sendiri.

Dilansir dari ChartMasters, musisi yang dicap sukses pada era fisik meliputi Elvis Presley dengan 135 juta unit fisik terjual, The Beatles dengan 127 juta unit fisik terjual, dan Michael Jackson dengan 79 juta unit fisik terjual.

Indikator ini sangat relevan di industri musik hinga akhir era 1990-an, hadirnya media sosial seperti Napster, yang diperkenalkan pada akhir 1990-an, memungkinkan pengguna untuk berbagi file musik secara peer-to-peer, meskipun kemudian menghadapi masalah hukum terkait pelanggaran hak cipta.

Meskipun demikian, Napster membuka jalan bagi platform distribusi musik digital lainnya. Di Indonesia, komunitas musik independen juga memanfaatkan teknologi digital untuk distribusi musik.

Band-band independen di Yogyakarta, misalnya, merekam lagu dalam format MP3 dan membagikannya melalui warnet, memungkinkan penyebaran musik mereka ke audiens yang lebih luas tanpa melalui label rekaman besar. Setelah itu platform seperti YouTube menjadi tempat bagi musisi untuk membagikan video musik dan berinteraksi dengan penggemar

Seiring berjalannya waktu, media sosial seperti Instagram dan TikTok menjadi platform penting bagi musisi untuk mempromosikan karya mereka. Musisi dapat membagikan cuplikan lagu, video musik, dan berinteraksi langsung dengan penggemar, membangun komunitas yang lebih terlibat.

Misalnya, TikTok telah menjadi platform yang signifikan dalam mempopulerkan lagu-lagu baru melalui tantangan dan tren viral. Integrasi antara platform streaming dan media sosial semakin erat.

Fitur seperti “Share to TikTok” memungkinkan pengguna membagikan lagu langsung dari Spotify atau Apple Music ke TikTok, memudahkan promosi dan distribusi musik. Perubahan ini memberikan peluang bagi musisi independen untuk menjangkau audiens global tanpa perantara.

Namun, tantangan seperti persaingan yang ketat dan kebutuhan untuk mengelola kehadiran digital tetap ada. Musisi dituntut untuk tidak hanya berkarya, tetapi juga menjadi ahli dalam pemasaran digital dan manajemen media sosial.

Selain itu, digitalisasi dalam industri musik mempermudah dalam memasarkan musik dan membantu melindungi kekayaan intelektual mereka karena mengurangi pembajakan. Media sosial telah mengubah cara pendengar memandang musisi melalui proses personal branding yang dilakukan oleh musisi di platform-platform tersebut.

Personal branding memungkinkan musisi untuk membangun citra diri yang konsisten dan autentik, yang pada gilirannya memengaruhi persepsi pendengar terhadap mereka. Melalui media sosial, musisi dapat berbagi aspek pribadi mereka, seperti nilai-nilai, kepribadian, dan gaya hidup, yang membantu pendengar merasa lebih terhubung secara emosional.

Misalnya, musisi seperti Tulus memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan sisi pribadi mereka, yang memperkuat hubungan dengan penggemar dan meningkatkan loyalitas mereka.

Selain itu, musisi dapat menggunakan media sosial untuk berinteraksi langsung dengan penggemar, menjawab pertanyaan, dan menerima umpan balik, yang meningkatkan rasa keterlibatan dan kepemilikan penggemar terhadap karya musisi. Interaksi ini membantu membangun komunitas yang solid dan mendukung pertumbuhan karier musisi.

Perjalanan distribusi musik telah mengalami transformasi signifikan, dimulai dari era fisik dengan piringan hitam, kaset, dan CD, yang mengandalkan penjualan fisik sebagai indikator kesuksesan musisi. Kemunculan platform seperti Napster pada akhir 1990-an menandai pergeseran menuju distribusi digital, memungkinkan berbagi file musik secara peer-to-peer meskipun menghadapi tantangan hukum terkait hak cipta.

Perkembangan selanjutnya dengan munculnya platform streaming seperti Spotify dan Apple Music menawarkan akses mudah ke katalog musik yang luas melalui model berlangganan, mengubah cara konsumen mengakses musik dari kepemilikan fisik ke akses digital.

Media sosial seperti Instagram dan TikTok menjadi alat penting bagi musisi untuk mempromosikan karya mereka, membangun personal branding, dan berinteraksi langsung dengan penggemar, memperkuat hubungan dan loyalitas audiens. Dengan demikian, era digital telah membuka peluang baru bagi musisi untuk menjangkau audiens global dan membangun karier mereka dengan cara yang lebih langsung dan personal.

Selain itu, media sosial memungkinkan musisi untuk membangun personal branding yang kuat. Melalui personal branding, musisi dapat menunjukkan sisi pribadi mereka, nilai-nilai, dan kepribadian, yang membantu pendengar merasa lebih terhubung secara emosional.

Interaksi langsung dengan penggemar melalui media sosial meningkatkan rasa keterlibatan dan loyalitas penggemar terhadap karya musisi. Musisi seperti Tulus memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan sisi pribadi mereka, yang memperkuat hubungan dengan penggemar dan meningkatkan loyalitas mereka.

Bagi para musisi, memanfaatkan media sosial sebagai media distribusi musik adalah langkah strategis yang tidak boleh dilewatkan. Platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube menyediakan akses langsung ke audiens global, memungkinkan promosi karya secara efektif dan membangun komunitas penggemar yang solid.

Melalui distribusi musik di media sosial, musisi dapat memperluas jangkauan, meningkatkan visibilitas, dan membangun personal branding yang kuat. Dengan konsistensi dan interaksi yang tepat, media sosial dapat menjadi alat yang ampuh dalam mengembangkan karier musik di era digital ini.***

Muhamad Ikhlas Andhana, Mahasiswa SV IPB Prodi Komunikasi Digital dan Media

 

 

 

 

 

PINTAR BI Down Hari Ini? Begini Cara Mengatasi Error Saat Daftar Penukaran Uang

0

Bogordaily.net – PINTAR BI down hari ini, cara mengatasi error saat daftar penukaran uang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat yang ingin menukar uang baru untuk Lebaran 2025.

Sejak pagi, ribuan pengguna melaporkan kesulitan mengakses situs pintar.bi.go.id yang digunakan untuk pemesanan jadwal penukaran uang.

Masalah ini menyebabkan frustrasi, terutama bagi mereka yang telah bersiap sejak dini agar tidak kehabisan kuota.

Gangguan akses ini bukan pertama kali terjadi. Setiap menjelang Lebaran, tingginya trafik pengguna sering kali menyebabkan sistem mengalami kendala.

Banyak yang mengeluhkan situs PINTAR BI down hari ini, sehingga mereka tidak bisa mengakses layanan kas keliling Bank Indonesia.

Beberapa pengguna bahkan mengalami crash atau halaman yang tidak bisa dimuat sama sekali saat mencoba login atau mengisi data pemesanan.

Langkah-Langkah Daftar Penukaran Uang Jika Situs PINTAR BI Pulih

Jika situs mulai stabil, berikut langkah yang harus diikuti untuk melakukan pemesanan:

  • Akses Situs & Pilih Layanan
  • Kunjungi pintar.bi.go.id dan pilih layanan penukaran uang.
  • Pilih Lokasi & Jadwal
  • Cari titik kas keliling terdekat, seperti di masjid, pasar, atau pusat perbelanjaan.
  • Pilih tanggal dan jam yang tersedia sesuai kuota yang masih terbuka.
  • Isi Data Diri
  • Masukkan NIK, nama lengkap sesuai KTP, nomor HP, dan email aktif.
  • Konfirmasi & Cetak Bukti
  • Pilih jumlah uang yang ingin ditukar (maksimal Rp4,3 juta per orang).
  • Unduh bukti pemesanan dan bawa bersama KTP asli ke lokasi penukaran.

Namun, jika situs masih error, ada beberapa trik yang bisa dicoba agar tetap bisa mendaftar.

Cara Mengatasi Error Saat Daftar Penukaran Uang di PINTAR BI

Menurut pengalaman beberapa pengguna yang berhasil, berikut beberapa cara yang bisa dicoba saat PINTAR BI down hari ini:

  1. Hindari Refresh Terlalu Sering
  2. Jika halaman tidak merespons, tunggu 3-5 menit sebelum mencoba kembali. Terlalu sering refresh bisa membuat IP terblokir.
  3. Gunakan Multi-Tab atau Perangkat Berbeda
  4. Buka 2-3 tab browser sekaligus. Jika satu tab error, gunakan tab lain.
  5. Jika gagal di ponsel, coba gunakan laptop atau PC.
  6. Gunakan Mode Incognito (Penyamaran)
  7. Akses situs dalam mode incognito (Ctrl+Shift+N di Chrome) agar tidak terganggu oleh cache atau cookies lama.
  8. Coba di Jam Sepi
  9. Trafik biasanya turun setelah pukul 21.00 WIB atau dini hari.
  10. Gunakan Jaringan Internet yang Stabil
  11. Pastikan jaringan internet tidak terputus saat mengakses situs. Jika perlu, coba gunakan WiFi yang lebih stabil.

Alternatif Jika PINTAR BI Tetap Tidak Bisa Diakses

Jika semua cara di atas sudah dicoba tetapi masih gagal, ada beberapa alternatif untuk tetap bisa menukar uang baru:

  1. Datangi Langsung Kantor Bank Indonesia atau Bank Mitra
  2. Beberapa cabang Bank Indonesia dan bank mitra menerima penukaran langsung.
  3. Prioritas biasanya diberikan kepada lansia dan penyandang disabilitas.
  4. Manfaatkan Kas Keliling BI

Bank Indonesia menyediakan lebih dari 300 mobil kas keliling yang tersebar di berbagai lokasi, seperti pasar tradisional dan pusat keramaian.

Jadwal dan lokasi kas keliling dapat dicek melalui akun Instagram resmi @bankindonesia.official.

Tukar Uang di Minimarket atau Supermarket

Gerai seperti Alfamart dan Indomaret menyediakan layanan penukaran uang baru dengan syarat belanja minimal Rp50.000.

Batas Maksimal Penukaran & Pecahan yang Tersedia

Bank Indonesia memberlakukan batas maksimal penukaran uang sebagai berikut:

Uang Pecahan Besar (UPB):

  • Rp50.000 (maksimal 30 lembar) + Rp20.000 (maksimal 25 lembar) = Total Rp2 juta.

Uang Pecahan Kecil (UPK):

  • Rp10.000 (100 lembar) + Rp5.000 (200 lembar) + Rp2.000 (100 lembar) + Rp1.000 (100 lembar) = Total Rp2,3 juta.

Pastikan uang yang ditukar dalam kondisi layak edar, karena Bank Indonesia berhak menolak uang yang rusak, sobek, atau berlubang.

Dengan berbagai solusi di atas, meskipun PINTAR BI down hari ini, cara mengatasi error saat daftar penukaran uang tetap bisa dilakukan dengan trik yang tepat.

Jika masih mengalami kendala, masyarakat bisa memanfaatkan layanan alternatif agar tetap bisa mendapatkan uang baru untuk Lebaran 2025.***

One Way Puncak 23 Maret 2025: Jadwal Buka Tutup Jalur, Ganjil Genap, dan Arus Mudik

0

Bogordaily.net – Menjelang akhir pekan, One Way Puncak 23 Maret 2025 kembali diberlakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor.

Polresta Bogor menerapkan sistem buka tutup satu arah serta aturan ganjil genap guna memastikan kelancaran arus kendaraan menuju dan dari kawasan wisata favorit ini.

Bagi wisatawan atau pemudik yang berencana melewati jalur Puncak, memahami jadwal serta mekanisme rekayasa lalu lintas sangat penting agar perjalanan tetap nyaman dan tidak terhambat.

Jalur Puncak memang dikenal rawan kemacetan, terutama di akhir pekan dan masa libur panjang. Oleh karena itu, kebijakan One Way Puncak 23 Maret 2025 diterapkan dengan dua strategi utama.

Pertama, sistem one way atau satu arah yang mengatur arus kendaraan secara bergantian sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

Kedua, penerapan aturan ganjil genap yang membatasi kendaraan berdasarkan nomor plat, khusus bagi kendaraan yang akan menuju Puncak.

Kedua strategi ini terbukti efektif dalam mengurangi antrean kendaraan hingga 40% berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya.

Namun, pengendara tetap harus waspada karena perubahan situasional bisa terjadi sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi di lapangan.

Jadwal One Way Puncak 23 Maret 2025

Untuk menghindari keterlambatan atau kemacetan yang tidak perlu, berikut adalah jadwal buka tutup jalur Puncak yang akan berlaku:

Pukul 08.00–12.00 WIB:

Jalur menuju Puncak dibuka penuh.

Jalur turun (arah Jakarta/Bogor) ditutup total.

Kendaraan yang ingin turun akan dialihkan melalui rute alternatif seperti Ciawi atau Megamendung.

Pukul 13.00–16.00 WIB:

Jalur turun ke Jakarta/Bogor dibuka penuh.

Jalur naik ke Puncak ditutup sementara.

Kendaraan yang baru tiba harus menunggu atau mencari jalur alternatif.

Perlu dicatat bahwa jadwal One Way Puncak 23 Maret 2025 dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kepadatan lalu lintas.

Jika volume kendaraan masih tinggi, sistem one way turun bisa diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB.

Oleh karena itu, pengendara dianjurkan untuk terus memantau pembaruan melalui akun Instagram @tmc_poldajabar atau menggunakan aplikasi Jalan Kita dari NTMC Korlantas Polri agar mendapatkan informasi real-time.

Aturan Ganjil Genap Jalur Puncak

Selain sistem satu arah, aturan ganjil genap juga tetap berlaku bagi kendaraan yang hendak menuju Puncak.

Aturan ini diterapkan sebagai upaya tambahan untuk membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan wisata tersebut. Berikut ketentuannya:

Plat ganjil boleh melewati jalur Puncak pada tanggal ganjil, termasuk 23 Maret 2025.

Plat genap hanya bisa melewati jalur Puncak pada tanggal genap.

Pengecualian diberikan untuk kendaraan umum, ambulans, dan kendaraan logistik.

Sebagai contoh, jika Anda berencana berkendara ke Puncak pada tanggal One Way Puncak 23 Maret 2025, pastikan nomor akhir plat kendaraan Anda berakhiran 1, 3, 5, 7, atau 9 agar bisa melintas tanpa kendala.

Jika kendaraan Anda berplat genap, maka Anda akan diarahkan ke pos pemeriksaan untuk putar balik atau mencari jalur alternatif.

One Way Puncak Selama Libur Lebaran 2025

Tak hanya di akhir pekan, sistem One Way Puncak 23 Maret 2025 juga menjadi bagian dari strategi pengaturan lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2025.

Pemerintah dan pihak kepolisian telah menyiapkan jadwal rekayasa lalu lintas yang lebih luas, termasuk penerapan one way di jalur tol utama, seperti:

Arus Mudik (23–29 Maret 2025): Jalur tol dari Jakarta menuju Semarang akan diarahkan satu arah untuk mempercepat perjalanan pemudik.

Arus Balik (3–7 April 2025): Sistem satu arah berlaku sebaliknya, dari Semarang menuju Jakarta.

Bagi pengendara yang melintasi jalur Puncak saat musim mudik dan balik Lebaran, disarankan untuk selalu memeriksa kondisi lalu lintas terkini serta menyiapkan rencana perjalanan yang fleksibel.

Pelanggaran terhadap sistem one way dapat berakibat pada sanksi denda hingga Rp500 ribu. Oleh karena itu, penting untuk mematuhi aturan yang diberlakukan.

Dengan diberlakukannya One Way Puncak 23 Maret 2025, diharapkan arus lalu lintas di kawasan Puncak tetap terkendali dan perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar.

Bagi wisatawan dan pemudik, memahami jadwal serta aturan ini sangat penting agar perjalanan tetap nyaman dan tidak terhambat oleh penutupan jalan mendadak.

Jangan lupa selalu pantau informasi terbaru melalui sumber resmi sebelum berangkat.***

Co-Working Space: Ruang Kolaborasi dan Komunikasi di Era Digital

0

Bogordaily.net – Diera digital seperti sekarang ini, cara kita bekerja terus berkembang. Tren bekerja juga tidak lagi terpaku pada kantor dengan jadwal tetap. Kini, banyak pekerja yang mulai melirik co-working space sebagai solusi kerja yang lebih fleksibel, terutama bagi freelancer, startup, hingga para karyawan perusahaan besar. Namun, apa sebenarnya co-working space itu? Dan bagaimana peran komunikasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif?

Keunggulan dan Peran Komunikasi dalam Co-Working Space
Co-working space adalah ruang kerja bersama yang digunakan oleh berbagai individu dan komunitas. Tempat ini menawarkan berbagai fasilitas seperti meja kerja, internet, ruang rapat, hingga area bersantai. Dengan suasana dan lingkungan yang mendukung interaksi, co-working space memungkinkan pengunjungnya untuk berbagi ide, berkolaborasi, dan memperluas jaringan profesional.

Menurut International Journal of Innovation and Technology, co-working space semakin diminati karena memberikan kebebasan dan fleksibilitas bagi para pekerja modern. Di tempat ini, komunikasi menjadi elemen utama. Para pekerja dari berbagai latar belakang bisa berbagi pengalaman, mendiskusikan ide, dan bahkan bekerja sama dalam proyek bersama.

Selain fleksibilitas waktu dan tempat, co-working space juga lebih hemat dibanding menyewa kantor sendiri. Para pekerja hanya membayar sesuai kebutuhan, tetapi tetap mendapatkan fasilitas dan akses ke jaringan komunitas yang luas. Dengan suasana kerja yang profesional, komunikasi yang baik dengan rekan dari berbagai industri juga bisa meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

Salah satu daya tarik utama co-working space adalah kesempatan networking. Berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai industri membuka peluang kolaborasi baru. Dengan komunikasi yang lancar, baik melalui percakapan langsung maupun platform digital, co-working space menjadi tempat yang ideal untuk bertukar wawasan dan memperluas relasi.

Berdasarkan penelitian JDV (2014), perkembangan startup di Yogyakarta menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan rintisan yang memilih bekerja di co-working space. Dari 156 startup yang disurvei, 19 di antaranya menggunakan ruang kerja ini, membuktikan bahwa konsep ini semakin diminati oleh pelaku industri digital dan kreatif.

Tantangan dan Solusi dalam Menggunakan Co-Working Space
Meskipun menawarkan banyak manfaat, co-working space juga memiliki tantangan. Kebisingan dan banyaknya orang di satu tempat bisa mengganggu fokus kerja, namun komunikasi yang baik antara pengguna dapat membantu menciptakan aturan bersama untuk mengelola kenyamanan kerja. Selain itu, tidak seperti kantor pribadi, di co-working space tidak selalu ada ruangan tertutup untuk bekerja tanpa gangguan. Oleh karena itu, penggunaan teknologi komunikasi seperti ruang diskusi virtual atau grup obrolan menjadi solusi yang banyak diterapkan.

Menurut penelitian dalam jurnal Diputació de Barcelona (2014), co-working space harus dirancang dengan mempertimbangkan fleksibilitas, kenyamanan akustik, serta infrastruktur teknologi yang baik agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas. Selain itu, komunitas dalam co-working space harus dibangun dengan nilai-nilai keterbukaan, kerja sama, dan saling berbagi pengalaman agar dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih erat dan kolaboratif.

Selain itu, konsep co-working space juga terbagi dalam beberapa kategori, seperti midsize and big community coworking space, small community coworking space, corporate-powered coworking space, university-related coworking space, dan popup coworking space (Schuermann, 2014). Masing-masing kategori memiliki karakteristik tersendiri dalam mendukung komunikasi dan interaksi antar penggunanya. Misalnya, university-related coworking space biasanya didukung oleh institusi pendidikan untuk mendukung mahasiswa dan akademisi dalam berkolaborasi dengan dunia industri.

Co-working space menjadi solusi bagi pekerja modern yang menginginkan fleksibilitas dan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas. Dengan fasilitas yang tersedia dan suasana kolaboratif, tempat ini tidak hanya sekadar ruang kerja, tetapi juga menjadi wadah untuk bertukar ide dan membangun jaringan profesional melalui komunikasi yang efektif.

Seiring dengan perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis, co-working space diprediksi akan terus berkembang dan menjadi pilihan utama bagi banyak pekerja di era digital. Jika Anda ingin mencoba pengalaman bekerja yang lebih fleksibel dan inspiratif, mungkin ini saatnya untuk mempertimbangkan co-working space sebagai pilihan.***

Nurul Hikmah | Mahasiswa Komunikasi Digital & Media Sekolah Vokasi IPB

Ayumi Gunawan, Dosen Inspiratif Penggerak Semangat Mahasiswa

1

Bogordaily.net – Di tengah perkembangan dunia pendidikan vokasi yang semakin dinamis, hadir sosok pendidik muda yang membawa semangat perubahan dalam proses belajar mengajar dan pembentukan karakter mahasiswa. Ia adalah Ayumi Fitriani Gunawan, dosen Program Studi Komunikasi Digital dan Media di Sekolah Vokasi IPB University.

Selama hampir sepuluh tahun, ia mendedikasikan diri untuk mencetak lulusan yang tidak hanya mumpuni dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi dunia profesional.

Lulusan Fast Track IPB yang Berkomitmen untuk Dunia Pendidikan
Ayumi memulai perjalanannya dari Program Sarjana Agribisnis di IPB University Kampus Dramaga, kemudian melanjutkan ke jenjang Magister Sains Agribisnis melalui program percepatan studi (fast track). “Saya lulus S1 dan S2 dalam waktu 5 tahun. Saat teman-teman selebrasi setelah sidang, saya harus lanjut ujian S2 dua hari setelahnya,” kisah Ayumi mengenang perjuangannya.

Usai menyelesaikan pendidikan, ia langsung diterima sebagai dosen di Sekolah Vokasi IPB berkat ajakan seorang dosen senior. Di awal kariernya, Ayumi mengajar mata kuliah yang menggabungkan unsur agribisnis dan komunikasi, seperti Komunikasi Bisnis dan Kewirausahaan. Kini, ia sepenuhnya menggeluti bidang komunikasi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “Sudah sekitar sembilan tahun saya mengajar di sini, dan itu menjadi bagian penting dalam hidup saya,” tuturnya.

Mengajar dengan Pendekatan Personal dan Menumbuhkan Mahasiswa
Dalam pendidikan vokasi, peran dosen tidak hanya sebagai penyampai materi, melainkan juga sebagai pendamping yang membantu mahasiswa berkembang secara praktis dan mental. Bagi Ayumi, keberhasilan proses belajar tidak hanya dinilai dari angka, tetapi dari kemampuan mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri, fleksibel, dan siap menghadapi realitas dunia kerja.

“Saya selalu berusaha menjadikan kelas sebagai ruang yang menyenangkan dan terbuka. Di kelas saya, tidak ada yang namanya salah. Semua pendapat saya hargai, karena dari sanalah proses berpikir dan diskusi dimulai. Biasanya saya katakan, ‘Oke, sudah bagus. Ada yang mau menambahkan?’ agar mahasiswa merasa aman dan tetap semangat untuk berpendapat. Saya juga ingin mereka percaya diri dan kritis,” jelasnya.

Konsistensi Ayumi dalam mengajar tercermin dari hasil penilaian mahasiswa melalui EPBM (Evaluasi Pembelajaran oleh Mahasiswa) yang selalu menunjukkan hasil sangat baik. “Selama sembilan tahun saya mengajar, nilai IPK dosen dari EPBM saya tidak pernah di bawah 3,6. Bagi saya, ini menjadi semacam indikator bahwa mahasiswa merasa terbantu dan nyaman dengan gaya pengajaran yang saya terapkan,” ujarnya penuh rasa syukur.

Menanam Nilai Sosial dan Memberdayakan Lingkungan Sekitar
Tak hanya aktif di ruang kelas, Ayumi juga dikenal sebagai pribadi yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu cerita inspiratif muncul saat dirinya masih menjadi mahasiswa, ketika ia merintis layanan les privat. Kegiatan tersebut bukan hanya untuk mencari penghasilan tambahan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan dan membuka peluang bagi orang lain.

“Saya pernah memberikan kesempatan kepada adik kelas yang sedang mengalami kesulitan ekonomi untuk bergabung menjadi pengajar di tempat les yang saya kelola. Waktu itu, dia bahkan mengajar hingga delapan siswa. Setelah lulus, dia berkata pada saya, ‘Kak, karena kerja di tempat les itu, saya bisa menghidupi keluarga.’ Itu momen yang paling menyentuh bagi saya,” cerita Ayumi dengan mata berbinar.

Menurut Ayumi, makna keberhasilan sebagai pendidik tidak hanya diukur dari gelar akademik atau pencapaian pribadi, tetapi dari kontribusi nyata yang bisa diberikan kepada orang lain. Prinsip ini selalu menjadi landasan dalam menjalankan profesinya—menjadi pendidik yang membawa dampak positif bagi mahasiswa, baik secara intelektual maupun moral.

Mengembangkan Pendidikan Vokasi yang Kontekstual dan Bersinergi
Ayumi juga memiliki visi ke depan untuk menjadikan pendidikan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan industri. Ia berharap sistem pendidikan di Sekolah Vokasi IPB semakin terintegrasi dengan dunia kerja, guna menciptakan pembelajaran yang aplikatif dan sesuai dengan realita lapangan. “Idealnya, praktikum tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui magang atau internship langsung di lapangan. Dengan begitu, mahasiswa bisa merasakan pengalaman nyata dan memahami dinamika kerja secara langsung,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menyuarakan pendapat. Baginya, ruang kelas harus menjadi ruang dialog, bukan sekadar tempat penyampaian satu arah. “Saya ingin suasana kelas tidak hanya satu arah. Mahasiswa harus terbiasa menyampaikan pendapat, berdiskusi, bahkan mengajukan argumen yang berbeda dengan dosennya—tentu dengan cara yang sopan dan konstruktif,” tuturnya.

Peran Dosen dalam Membentuk Generasi Berkualitas
Di balik perannya sebagai dosen, Ayumi Gunawan juga menjalankan tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu. Ia membuktikan bahwa karier akademik dan kehidupan keluarga bisa berjalan beriringan dengan keharmonisan dan dukungan yang kuat.

Ayumi mengungkapkan bahwa dukungan dari suaminya sangat berarti dalam perjalanan kariernya. “Suami saya sering bantu mencarikan referensi buku-buku terbaru, bahkan ikut berdiskusi tentang strategi pengajaran. Walaupun bidang kami berbeda—dia di ekonomi dan sektor privat—tapi dia selalu berusaha memahami pekerjaan saya,” ungkapnya dengan hangat.

Bagi Ayumi Gunawan, keluarga adalah sumber semangat dalam menjalani peran sebagai pendidik. Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional justru menjadi energi positif untuk terus berkarya dan memberi inspirasi kepada mahasiswa.

Nilai-nilai kehidupan yang Ayumi tanamkan juga berakar dari sosok kedua orang tuanya. Ayahnya adalah dosen Arsitektur Lanskap IPB University sekaligus lulusan Kyoto University, sedangkan ibunya merupakan guru di sekolah menengah pertama. Keduanya menjadi panutan yang membentuk karakter Ayumi sebagai pendidik yang bijaksana dan rendah hati.

“Ayah saya sosok yang sangat cerdas, tapi tetap mau mendengarkan pendapat orang lain. Walaupun sering berdebat secara kritis, beliau selalu terbuka jika ternyata orang lain yang benar. Itu yang saya pelajari darinya: open minded dan tidak meremehkan siapa pun,” kenangnya.

Dari sang ibu, ia belajar cara mengajar yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa. “Ibu saya beberapa kali jadi guru favorit di sekolahnya. Saya jadi sadar, ternyata mengajar itu bukan soal seberapa banyak kita tahu, tapi bagaimana kita menyampaikan ilmu dengan cara yang menyenangkan dan membekas di hati murid,” tambahnya.

Keseimbangan peran, dukungan keluarga, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan orang tuanya menjadi landasan kuat bagi Ayumi Gunawan, dalam menjalankan profesinya. Ia tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing dan berjiwa sosial.

Rifa Althof Rizqullah

 

Pengangkatan CPNS dan PPPK Dipercepat Menjadi Juni dan Oktober 2025

0

Bogordaily.net – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini menyatakan di konferensi pers pada hari Senin, 17 Maret 2025 pukul 14.00 bahwasannya pengangkatan CPNS dipercepat yang sebelumnya pada bulan Oktober 2025 menjadi bulan Juni 2025, dan Calon PPPK yang sebelumnya bulan Maret 2026 menjadi bulan Oktober 2025. Hal tersebut disebabkan dari arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pelayanan yang diberikan dapat optimal dan memberi manfaat kepada masyarakat.

Keputusan tersebut juga didukung oleh Mensesneg, Bapak Prasetyo Hadi yang mendampingi berjalannya konferensi pers pada siang hari ini. Keputusan ini dapat menjadi angin segar bagi CASN dan PPPK yang sebelumnya risau dengan penundaan pengangkatan hingga Oktober 2025 dan Maret 2026.

Kemenpan RB juga mengantisipasi berbagai hal yang dapat merugikan CASN. Pertama, surat perintah melaksanakan tugas yang dikeluarkan oleh instansi masing-masing seringkali lebih lama dari tanggal pengangkatan.

Kedua, faktor lain juga adanya ketidaksesuaian formasi yang diusulkan oleh kementerian lembaga dan pemerintah daerah karena adanya non-ASN yang terdaftar di database menyebabkan kemungkinan CASN berpotensi tidak mendapatkan bagian di formasi yang sudah dibuat.

Faktor ketiga yaitu berhubung terjadinya perubahan kabinet dan adanya kepala daerah yang baru sehingga memerlukan penyesuaian dalam penempatan pegawai baru sehingga kinerja pegawai baru dapat sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi dalam pekerjaannya di kementerian, lembaga, juga pemda.

Dan faktor terakhir yaitu terdapat 213 instansi mulai dari kementerian, lembaga, dan pemda yang masih mengusulkan penundaan pengangkatan dengan berbagai alasan dan dari kesepakatan sebelumnya instansi terkait sudah siap melakukan pengangkatan pada bulan Oktober 2025 dan Maret 2026 sesuai kesepakatan sebelumnya.

Dengan adanya kesepakatan baru dan disesuaikan kembali dengan kesiapan kementerian lembaga dan pemerintah daerah yang dinyatakan bahwasannya pengangkatan CPNS paling lambat Juni 2025 dan PPPK paling lambat Oktober 2025. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri PAN RB, Ibu Rini Widiyantini.

Terkait penundaan pengangkatan sebelumnya terbukti memberikan banyak dampak buruk bagi para CASN dan PPPK yang tak sedikit menggantungkan hidupnya melalui gaji ASN dan PPPK untuk menghidupi keluarga mereka. Maka dengan adanya keputusan percepatan pengangkatan CASN dan PPPK diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi seluruh pihak mulai dari para calon hingga kementerian lembaga dan pemda terkait.***

 

 

Akmal Pijar Aradhana, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB