Home Blog Page 1092

Tersesat di Warisan Dunia: Candi Borobudur dan Petualangan Tak Terduga

0

Bogordaily.net – Cerita ini mengambil latar waktu saat saya masih duduk di bangku SMA dulu, tepatnya, saat saya telah berhasil menyelesaikan Ujian Akhir Semester di kelas 2. Keluarga saya sudah merencanakan perjalanan ini jauh-jauh hari, dan destinasi yang kami pilih kali ini adalah Candi Borobudur, salah satu keajaiban dunia yang selalu ingin saya kunjungi. Perjalanan ini terasa begitu spesial karena ini akan menjadi  kali pertama saya menginjakkan kaki di sana.

Perjalanan menuju Borobudur dimulai dari kampung halaman kami di Medan. Kami memilih perjalanan darat dengan mobil, sebuah keputusan yang disepakati dengan alasan bisa lebih santai menikmati perjalanan. Namun, siapa sangka perjalanan ini menjadi tantangan tersendiri? Medan menuju Yogyakarta bukanlah jarak yang bisa ditempuh dalam sekejap mata. Berhari-hari di dalam mobil, melewati jalanan yang tak selalu bersahabat, ditambah adik saya yang terus bertanya “kapan sampai?” setiap beberapa jam sekali, membuat perjalanan ini terasa seperti tidak ada ujungnya.

Kami melintasi kota-kota yang sebelumnya hanya saya kenal lewat peta—Pekanbaru, Jambi, Palembang, hingga akhirnya masuk ke Pulau Jawa melalui kapal feri. Saya sudah mengira perjalanan darat ini akan membosankan, tetapi ternyata setiap daerah yang kami lalui menawarkan kejutan tersendiri. Ada makanan khas yang mencuri perhatian, seperti pempek di Palembang yang nikmatnya tak tertandingi. Ada juga pengalaman hampir tersesat di jalan tol yang sepi, gara-gara GPS memutuskan untuk mati mendadak.

Begitu memasuki Jawa Tengah, suasana mulai terasa berbeda. Pepohonan hijau yang membingkai jalanan, langit yang lebih biru, serta udara yang sedikit lebih sejuk menyambut. Kami tiba di Yogyakarta menjelang malam, tubuh terasa remuk setelah perjalanan panjang. Tetapi semangat kami tetap utuh, terutama karena keesokan harinya, petualangan di Borobudur menanti.

Sesampainya di kompleks Candi Borobudur, cuaca siang yang cukup terik langsung menyapa kami. Saya menatap megahnya struktur candi dari kejauhan, terpana oleh keindahannya yang selama ini hanya bisa saya lihat lewat buku dan layar ponsel. Setelah membeli tiket, kami pun masuk ke area wisata dan mulai menaiki tangga menuju candi.

Saat pertama kali melangkah ke pelataran candi, saya tak bisa menyembunyikan kekaguman saya. Struktur batu bertingkat yang dihiasi relief bercerita tentang kehidupan Buddha terasa begitu sakral. Langkah demi langkah, saya menyusuri lorong-lorong yang dipenuhi ukiran detail, mencoba memahami kisah-kisah yang terpahat di dinding. Rasa penasaran saya semakin membuncah, ingin mengetahui lebih dalam makna di balik setiap pahatan yang ada.

Namun, perhatian saya tak hanya tertuju pada keindahan candi. Adik saya, yang penuh semangat dan kebanyakan energi, tiba-tiba memutuskan untuk memanjat tangga ke atas candi dengan cepat. Saya yang awalnya sibuk mengambil foto, baru menyadari kelakuannya saat ia sudah beberapa tingkat di atas saya. Panik, saya pun segera mengejarnya.

Tantangan mulai muncul saat kami naik semakin tinggi. Lorong-lorong yang awalnya ramai kini terasa sepi, hanya ada suara napas kami yang terengah-engah. Saya semakin cemas karena HP saya kehilangan sinyal. Bagaimana jika kami benar-benar tersesat di antara stupa-stupa raksasa ini? Apalagi ini adalah kali pertama saya ke sini.

Di puncak candi, saya berhasil meraih tangan adik saya. “Jangan lari sembarangan!” tegur saya dengan suara setengah meninggi. Namun, melihat senyum polosnya yang seolah tidak terpengaruh dengan marah saya, saya hanya bisa menghela napas panjang. Kami duduk sejenak di dekat stupa terbesar, memandangi hamparan hijau di kejauhan. Pemandangan itu begitu menenangkan, meski di dalam hati saya masih diliputi kekhawatiran karena terpisah dari keluarga.

Dengan hati-hati, saya mengajak adik saya turun. Setiap langkah terasa mendebarkan, apalagi saat melewati wisatawan lain yang kebanyakan berasal dari luar negeri. Setelah beberapa menit berjalan, kami akhirnya sampai di tangga utama. Saya dan adik saya memutuskan untuk menunggu keluarga di sana, berharap mereka akan segera menyusul dan menemukan kami.

Waktu terasa berjalan begitu lambat. Matahari mulai terasa lebih terik, dan saya hanya bisa mengamati pengunjung lain yang berlalu-lalang dengan degup jantung yang semakin menderu sarat akan cemas. Namun, tak sampai 30 menit kemudian, suara ibu memanggil nama kami terdengar dari kejauhan. Rasa lega menyelimuti saya saat akhirnya kami bertemu kembali.

Setelah peristiwa yang cukup mendebarkan itu, kami sekeluarga memutuskan untuk menutup perjalanan dengan makan bersama di sebuah restoran seafood yang terkenal di daerah Magelang. Aroma ikan bakar dan udang goreng tepung memenuhi udara, membuat perut yang sejak tadi kosong semakin keroncongan. Saat makanan tersaji, kami pun menikmati hidangan sambil tertawa-tawa membahas kejadian di candi tadi. Saya bisa melihat wajah lega di mata ibu dan ayah, serta wajah polos adik saya yang tampak puas dengan petualangannya hari ini.

Hari itu, saya bukan hanya menikmati keindahan Candi Borobudur, tetapi juga mengalami petualangan yang tak terduga. Sebuah pengalaman yang mendebarkan, sekaligus mengajarkan banyak hal dan akan terus saya kenang dalam ingatan.***

 

Michelia Aisha Rangkuti – Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi

 

 

Masa Muda dalam Sorotan: Analisis Komunikasi dalam Trilogi The Most Beautiful Moment in Life BTS

0

Oleh: Michelia Aisha Rangkuti, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB

Album trilogi The Most Beautiful Moment in Life (Hwa Yang Yeon Hwa atau HYYH) bukan sekadar karya musik biasa dari BTS. Lebih dari itu, album ini menjadi narasi emosional yang menggambarkan perjalanan masa muda yang penuh dengan tantangan, ketidakpastian, dan pencarian jati diri. Melalui lirik, video musik, dan BTS Universe (BU), BigHit Entertainment merancang komunikasi yang kompleks untuk menyampaikan kisah persahabatan, trauma, dan harapan.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas bagaimana unsur komunikasi hadir dalam album ini, serta bagaimana BTS dan BigHit memanfaatkan berbagai medium komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada penggemar.

Komunikasi sebagai Jembatan Emosi dalam HYYH

Komunikasi tidak hanya terbatas pada bahasa verbal, tetapi juga mencakup berbagai bentuk ekspresi, termasuk musik, visual, dan narasi non-linear yang diterapkan dalam BTS Universe. Dalam konteks album HYYH, terdapat beberapa unsur komunikasi yang dapat dianalisis:

  1. Komunikasi Naratif melalui Musik dan Lirik
    Setiap lagu dalam trilogi HYYH menyampaikan pesan emosional melalui liriknya. Misalnya, dalam lagu I Need U, liriknya menggambarkan perjuangan seseorang yang terjebak dalam rasa sakit emosional:

    “Say something to me / Even if it’s a lie, make me breathe.” (I Need U, BTS, 2015).

    Lirik ini menunjukkan bagaimana komunikasi verbal dapat menjadi alat yang menyelamatkan seseorang dari keputusasaan. Dalam komunikasi interpersonal, kata-kata memiliki kekuatan untuk membangun atau menghancurkan emosi seseorang (Wood, 2015).

  2. Komunikasi Visual dalam Video Musik dan BTS Universe
    BigHit menggunakan BTS Universe sebagai medium komunikasi non-verbal untuk menyampaikan kisah yang lebih dalam. Video musik seperti Run dan Butterfly menggunakan simbolisme visual untuk menggambarkan perasaan karakter. Adegan coret-coret tembok dalam Run adalah bentuk komunikasi ekspresif, di mana remaja sering menggunakan simbol-simbol untuk menyuarakan keresahan mereka (Ekman & Friesen, 1969).
  3. Komunikasi Massa melalui Fan Theories dan Media Sosial
    Salah satu kekuatan utama album ini adalah bagaimana penggemar berinteraksi dengan cerita melalui teori yang mereka buat. Interaksi ini menunjukkan konsep participatory culture (Jenkins, 2006), di mana audiens tidak hanya menjadi penerima pesan, tetapi juga ikut serta dalam membentuk makna dari karya tersebut. Dengan berbagi teori di Twitter dan YouTube, penggemar berperan sebagai co-creator dalam narasi HYYH.

Menghadapi Isu Sensitif melalui Komunikasi Media

Salah satu aspek yang membuat HYYH unik adalah keberaniannya mengangkat isu-isu sensitif seperti kekerasan, bunuh diri, dan kesehatan mental. Dalam komunikasi massa, terdapat prinsip bahwa media dapat berfungsi sebagai agenda setter(McCombs & Shaw, 1972), di mana mereka menentukan topik yang akan menjadi perhatian publik.

BigHit dan BTS, melalui HYYH, menempatkan isu kesehatan mental sebagai bagian dari narasi utama, berbeda dari tren industri K-pop yang cenderung menghindari tema berat demi citra yang lebih ringan dan ceria. Dengan demikian, album ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium komunikasi yang mendorong diskusi sosial yang lebih luas.

Kesimpulan

Trilogi HYYH bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana komunikasi dibangun melalui berbagai medium: lirik lagu, visual dalam video musik, serta interaksi penggemar melalui media sosial. Keberhasilan BTS dalam menyampaikan pesan melalui berbagai elemen ini menunjukkan bagaimana komunikasi dapat membangun ikatan emosional yang kuat antara artis dan audiensnya.

Sebagai penggemar atau pendengar kasual, memahami komunikasi dalam album ini memungkinkan kita untuk lebih menghargai kedalaman pesan yang disampaikan. Seperti yang dinyatakan dalam Young Forever, meskipun perjalanan masa muda penuh dengan luka dan air mata, komunikasi yang tepat dapat menjadi jembatan untuk memahami dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik.

Apakah Media Sosial Masih Efektif untuk Komunikasi atau Sekadar Ajang Distorsi Informasi?

0

Oleh: Muhammad Fadlhy Fajarsyach, Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB 

Media sosial awalnya dirancang untuk menghubungkan manusia. Platform seperti Facebook, Twitter (sekarang X), Instagram, dan TikTok memungkinkan orang berkomunikasi dengan cepat dan tanpa batas. Informasi yang dulunya sulit diakses kini hanya sejauh ketukan jari.

Namun, seiring berjalannya waktu, media sosial mengalami pergeseran fungsi. Alih-alih menjadi alat komunikasi yang sehat, platform ini kini lebih sering digunakan sebagai medan pertempuran opini, tempat penyebaran misinformasi, dan sumber kecemasan digital. Algoritma media sosial semakin mendorong konten yang memancing emosi, bukan yang memberikan wawasan.

Lalu, di tengah arus informasi yang serba cepat dan penuh bias ini, masih efektifkah media sosial sebagai alat komunikasi? Atau justru semakin memperburuk kualitas interaksi kita?

Manfaat Media Sosial dalam Komunikasi

Tidak bisa dimungkiri, media sosial tetap memiliki manfaat besar dalam komunikasi modern. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Mempermudah Akses Informasi dan Interaksi

Dengan media sosial, kita bisa terhubung dengan teman, keluarga, atau kolega yang berada jauh. Grup komunitas berbasis hobi, pekerjaan, atau kepentingan tertentu juga memudahkan orang-orang dengan minat yang sama untuk berdiskusi dan berbagi wawasan.

  1. Komunikasi Cepat dan Global

Dulu, berbagi informasi penting membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Kini, dengan satu unggahan, pesan bisa tersebar ke seluruh dunia dalam hitungan detik. Ini sangat membantu dalam situasi darurat atau kampanye sosial yang membutuhkan perhatian cepat.

  1. Kebebasan Berekspresi dan Partisipasi Publik

Media sosial memberi kesempatan bagi individu untuk menyuarakan opini mereka. Isu-isu yang sebelumnya jarang dibahas di media arus utama kini mendapatkan ruang lebih besar, mulai dari hak asasi manusia, perubahan iklim, hingga politik.

Namun, manfaat ini juga memiliki sisi gelap yang tidak bisa diabaikan.

Dampak Negatif Media Sosial

Di balik manfaatnya, media sosial juga menjadi ladang berbagai permasalahan komunikasi, seperti:

  1. Hoaks dan Misinformasi yang Sulit Dikendalikan

Salah satu tantangan terbesar dalam komunikasi digital adalah penyebaran berita palsu. Informasi yang menarik perhatian sering kali lebih viral daripada yang berbasis fakta. Akibatnya, banyak orang termakan hoaks dan sulit membedakan antara informasi valid dan manipulatif.

  1. Algoritma yang Mempolarisasi Opini

Platform media sosial didesain untuk mempertahankan keterlibatan pengguna selama mungkin. Untuk itu, algoritma seringkali menampilkan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna, menciptakan echo chamber—situasi di mana seseorang hanya terpapar opini yang serupa dengan pandangannya sendiri.

Akibatnya, banyak orang menjadi lebih radikal dalam berpikir karena mereka hanya mendapatkan perspektif yang mendukung keyakinan mereka, tanpa melihat sisi lain dari sebuah isu.

  1. Gangguan Kesehatan Mental dan Overload Informasi

Terlalu banyak mengonsumsi media sosial dapat menyebabkan kecemasan, stres, dan perasaan tidak cukup baik dibandingkan dengan orang lain. Selain itu, arus informasi yang berlebihan membuat otak kita lelah, sulit berkonsentrasi, dan bahkan rentan terhadap kecanduan digital.

Lantas, bagaimana kita bisa tetap menggunakan media sosial tanpa terjebak dalam dampak negatifnya?

Bagaimana Menggunakan Media Sosial dengan Bijak?

Agar media sosial tetap menjadi alat komunikasi yang sehat, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

  1. Verifikasi Informasi Sebelum Membagikan

Jangan mudah percaya pada berita yang provokatif. Gunakan sumber terpercaya dan cek ulang kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

  1. Kurangi Konsumsi Konten Negatif

Cobalah untuk mengikuti akun yang memberikan informasi positif dan edukatif, bukan yang hanya memicu emosi atau kontroversi.

  1. Batasi Waktu Bermedia Sosial

Terlalu lama berada di media sosial bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental. Menentukan batasan waktu harian dapat membantu mengurangi stres digital.

  1. Sadar akan Peran Algoritma

Sadari bahwa apa yang muncul di linimasa Anda sudah dikurasi oleh algoritma berdasarkan interaksi sebelumnya. Jangan ragu untuk mencari perspektif lain agar tidak terjebak dalam bubble filter.

Kesimpulan

Media sosial adalah pisau bermata dua. Di satu sisi, ia adalah alat komunikasi yang luar biasa, memungkinkan kita untuk terhubung dengan siapa saja dan mendapatkan informasi dengan cepat. Namun, di sisi lain, ia juga menjadi sumber polarisasi opini, hoaks, dan gangguan kesehatan mental.

Jadi, apakah media sosial masih efektif untuk komunikasi? Jawabannya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Jika kita mampu bersikap kritis, mengelola konsumsi informasi dengan baik, dan tidak membiarkan diri terjebak dalam arus manipulatif algoritma, media sosial tetap bisa menjadi alat komunikasi yang bermanfaat. Namun, jika kita hanya menjadi konsumen pasif yang termakan oleh arus misinformasi, mungkin sudah saatnya kita mulai mempertanyakan efektivitasnya dalam kehidupan sehari-hari.***

Jenal Mutaqin Tegaskan Pemkot Berkomitmen Zero Stunting di Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan komitmennya dalam menanggulangi stunting di Kota Bogor secara terintegrasi dan bukan sekadar pencitraan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usai memberikan bantuan makanan tambahan bagi anak-anak stunting di RW 6, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (18/3/2025).

Jenal Mutaqin mengungkapkan, kehadirannya di Pamoyanan sebab dirinya teringat ada dua anak stunting yang merupakan kakak beradik berusia 23 dan 18 tahun. Namun, kondisi anak tersebut setara dengan balita 5 tahun.

“Jadi saya ke sini karena teringat waktu kampanye. Ada dua anak stunting berusia 23 tahun dan 18 tahun, tetapi kondisi tubuh mereka setara dengan balita lima tahun. Saat itu, saya berjanji kepada ibunya yang menderita kanker payudara untuk membantu pengobatan dan operasi gratis. Namun, saat saya kembali ke sini, ibunya sudah meninggal,” ujar Jenal Mutaqin.

Ia mengatakan, bahwa kunjungan tersebut menjadi pukulan baginya, terutama setelah menemukan banyak anak stunting lainnya di wilayah tersebut.

Menyadari hal ini, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menggelar rapat khusus penanganan stunting.

“Saya juga nanti akan mengusulkan agar anggota DPRD Kota Bogor turut menjadi bapak asuh bagi anak-anak stunting agar kita bisa menihilkan stunting,” katanya.

Sebagai langkah awal, bantuan berupa telur, beras, kue, dan susu diberikan kepada anak-anak stunting dan keluarga mereka.

Bantuan ini berasal dari berbagai pihak, termasuk sumbangan pribadi Wakil Wali Kota Bogor, Dinas Sosial, dan BAZNAS.

Namun, ia menegaskan bahwa ke depan, distribusi bantuan akan dilakukan secara terukur agar penanganan lebih efektif.

“Stunting memiliki kondisi yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberikan perlakuan yang sama. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja terbaik dari Dinas Kesehatan untuk mengidentifikasi kondisi ibu hamil dan anak remaja yang berisiko,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pamoyanan, Husnul Khatimah, mengatakan bahwa stunting bukan hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi sejak lahir, tetapi juga bisa terjadi saat remaja.

Remaja putri yang mengalami anemia akibat kurang gizi berisiko melahirkan anak stunting di masa depan. Tak ayal, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, dimulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga dua tahun pertama kehidupan bayi.

“Kami telah melaksanakan tes hemoglobin (HB) ke sekolah-sekolah, disertai dengan pemberian tablet tambah darah dan vitamin untuk remaja putri,” ungkapnya.***

Dibongkar Bareskrim Polri, Ketua DPRD Cerita Sering Isi BBM di SPBU Jalan Alternatif Sentul

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menjadi salah satu korban SPBU culas di Jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor yang ditindak Bareskrim Mabes Polri.

Ia mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai konsumen yang merasa dirugikan.

“Saya sering mengisi BBM di SPBU ini, dan saya pernah merasa dirugikan karena takaran yang kurang. Pengurangan 0,8 liter per 20 liter merupakan kerugian yang cukup besar bagi konsumen,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor turut hadir dalam kegiatan pengungkapan modus operandi dan kronologi kecurangan yang terjadi di SPBU Pertamina Jalan Alternatif Sentul, Cijujung, Sukaraja, Kabupaten Bogor itu.

Pengungkapan ini dilakukan oleh Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada Rabu (19/3/25).

Perlu diketahui, SPBU Pertamina yang terletak di Jalan Alternatif Sentul ini diduga telah melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran liter pada mesin dispenser.

Hal ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengindikasikan adanya perangkat ilegal yang terpasang di mesin dispenser SPBU tersebut.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan, pada 5 Maret 2025, tim penyelidikan Subnit 1 Dirtipidter bersama Direktorat Metrologi Dirjen BKTN, Kemendag, dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengecekan di SPBU tersebut.

Pengecekan ini dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat tentang adanya kabel tambahan yang terhubung dengan perangkat lain di mesin dispenser.

Menurut Brigjen Pol Nunung, pada pukul 11.00 WIB tim penyelidik beserta pengawas dan operator SPBU, serta petugas dari Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan, berhasil menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan.

Husni Zaenun Harun selaku pengawas SPBU menjadi terlapor dalam kasus ini.

Katanya Modus operandi yang ditemukan adalah pemasangan kabel tambahan jenis kabel data yang terhubung ke panel listrik dan modul-modul lain di bawah dispenser.

Kabel tambahan ini mengurangi volume BBM yang keluar dari dispenser dengan kekurangan mencapai 605 hingga 840 mililiter per 20 liter.

“Penyembunyian alat tambahan elektronik ini menyebabkan tidak terdeteksinya kecurangan oleh petugas metrologi legal saat melakukan tera ulang tahunan. Alat tersebut tersembunyi di dalam mesin dispenser dan hanya terhubung dengan kabel, sehingga tidak terdeteksi dalam pemeriksaan rutin,” tegasnya.

Bahkan, kerugian yang dialami oleh konsumen atas tindakan ini cukup signifikan.

“Setiap pembelian BBM di SPBU tersebut mengalami kekurangan yang merugikan masyarakat yang membeli bahan bakar,” ungkapnya.

Selanjutnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso menegaskan bahwa tindakan kecurangan semacam ini harus diberantas dengan tegas untuk melindungi konsumen. Beliau juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap SPBU agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tentunya kami mengimbau agar semua pihak yang terlibat dalam industri pengisian bahan bakar umum (SPBU) dapat menjaga keteraturan dan ketepatan pengukuran bahan bakar demi kesejahteraan konsumen dan kelancaran ekonomi daerah,” tegas Menteri Perdangan RI.

Bahkan katanya, penyelidikan kasus ini masih terus berlanjut, dan pihak berwenang akan mengambil langkah-langkah hukum lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Arif Rahman, juga turut memberikan pernyataan.

“Kami dari pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperbaiki pengawasan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang lagi. Kami juga mengimbau pengusaha SPBU untuk menjaga integritas dalam memberikan pelayanan kepada konsumen,” tegas Arif.***

Rekomendasi Tempat Nobar Indonesia vs Australia di Bogor dengan Suasana Asyik & Seru

0

Bogordaily.net – Buat kamu yang mencari tempat nobar Indonesia vs Australia di Bogor, Payung Hujan bisa jadi pilihan terbaik.

Pada Kamis, 20 Maret 2025, pertandingan krusial Third Round Group C akan disiarkan langsung di resto ini.

Dengan suasana tropis ala Bali yang unik, nobar di Payung Hujan bakal jadi pengalaman seru sambil ngabuburit bareng teman-teman.

Kick-off pertandingan dimulai pukul 16.10 WIB, pas banget buat mengisi waktu sebelum berbuka puasa!

Selain menampilkan pertandingan lewat layar besar, Payung Hujan juga menyediakan berbagai menu lezat yang bisa dinikmati setelah nobar.

Ditambah dengan live music mulai pukul 18.30 WIB, suasana makin hidup dan bikin momen berbuka lebih spesial.

Dengan konsep resto yang cozy dan Instagramable, tempat ini cocok buat kumpul bareng sambil mendukung Garuda berjuang di lapangan.

Jadi, jangan sampai ketinggalan serunya nobar di tempat yang satu ini!

Bagi yang ingin reservasi lebih awal, bisa langsung menghubungi 081818463573. Lokasinya berada di Jalan Gor Barat, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, dan selama bulan Ramadhan buka mulai pukul 14.00 hingga 00.00 WIB.

Ayo, ramaikan nobar di Payung Hujan, pilihan utama buat kamu yang mencari tempat nobar Indonesia vs Australia di Bogor yang nyaman dan seru.***

Menggrilla, Tempat Makan Grill di Bogor dengan Sensasi Grill 1 Meter

0

Bogordaily.net – Bagi para pecinta kuliner, khususnya pencinta makanan panggang, ada kabar gembira nih! Kini telah hadir Menggrilla, tempat makan grill di Bogor yang menawarkan pengalaman seru dengan menu spesial Grill Limo.

Dengan konsep sharing yang unik, Menggrilla menghadirkan grill sepanjang satu meter dengan berat mencapai dua kilogram, serta enam varian marinasi daging yang dijamin menggugah selera.

Tidak hanya lezat, Menggrilla juga memberikan pengalaman makan yang lebih hemat, terutama bagi kalian yang ingin menikmati hidangan grill bersama teman-teman atau keluarga.

Sebagai salah satu tempat makan grill di Bogor yang mengusung konsep grill bareng, Menggrilla menawarkan dua pilihan menu utama yang bisa disesuaikan dengan jumlah pengunjung.

Grill Limo 1/5 Meter dibanderol seharga Rp199 ribu, cocok untuk 4 orang dengan bonus 4 porsi nasi dan minuman gratis.

Sementara itu, bagi yang datang dengan rombongan lebih besar, tersedia pilihan Grill Limo 1 Meter seharga Rp489 ribu, yang bisa dinikmati oleh 10 orang dan sudah termasuk 10 porsi nasi serta minuman gratis.

Dengan harga yang terjangkau dan porsi melimpah, Menggrilla menjadi pilihan tepat bagi kalian yang ingin menikmati BBQ seru tanpa khawatir kantong jebol.

Tak hanya soal makanan yang lezat, lokasi Menggrilla juga sangat strategis, sehingga mudah dijangkau oleh warga Bogor dan sekitarnya. Saat ini, Menggrilla memiliki beberapa cabang yang bisa kamu kunjungi:

  •  Menggrilla BTS – Bubulak Cifor, Bogor
  • Menggrilla Pakansari – Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor
  • Menggrilla Sukabumi – Jalan Selabintana, Cikole, Kota Sukabumi

Buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, tempat ini siap memanjakan lidah para pencinta daging panggang dengan cita rasa yang kaya dan harga yang ramah di kantong.

Jadi, tunggu apa lagi? Jika kalian sedang mencari tempat makan grill di Bogor yang menawarkan pengalaman unik, harga terjangkau, dan porsi besar, Menggrilla adalah pilihan yang tepat.

Yuk, ajak teman dan keluarga untuk menikmati serunya makan grill bareng di Menggrilla sekarang juga.***

Ketua DPRD Bogor Sastra Winara Minta Pemda Lebih Waspada Terhadap SPBU Nakal

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, yang meminta pemerintah daerah lebih waspada dan tidak kecolongan dengan adanya SPBU nakal.

Diketahui, SPBU Pertamina di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja resmi ditutup oleh Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan akibat dugaan manipulasi takaran bahan bakar minyak (BBM).

Sastra Winara mengaku terkejut dengan temuan tersebut, mengingat setiap tahunnya pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) selalu melakukan pengukuran tera BBM di seluruh SPBU.

“Nah tentu kami juga kaget ya, dari Disperindag setiap tahun itu melakukan tera, ternyata yang ditera, yang selalu dicek, aman-aman saja,” kata Sastra Rabu, 19 Maret 2025.

Kemudian, Ia menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian ini dan berharap tidak ada lagi kasus serupa di Kabupaten Bogor. Sastra Winara menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen dalam menjaga ketertiban pengukuran BBM, namun tetap kecolongan meskipun tera dilakukan secara rutin.

“Itu kita sangat prihatin ya. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak ada lagi. Pemerintah daerah sudah berkomitmen untuk tertib ukur, setiap tahun tera dilakukan, tapi masih saja terjadi manipulasi seperti ini,” jelasnya.

Menariknya, Sastra Winara mengungkap bahwa dirinya juga menjadi korban pengurangan takaran di SPBU tersebut. Ia mengaku sering mengisi BBM di SPBU itu dan merasa dirugikan oleh praktik curang tersebut.

“Saya sering ngisi di sini. Termasuk korban lah, karena kalau ngisi itu kan biasanya kalau kita full di atas Rp500 ribu,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan ke depan, Sastra Winara mengimbau para pengusaha SPBU agar mematuhi aturan dan menjaga kepercayaan masyarakat. Ia juga meminta DPRD dan Pemda untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami dari Pemda mengimbau DPRD untuk bersama-sama mengawasi agar para pengusaha SPBU tertib dan tidak melakukan kecurangan,” ungkap Sastra.***

Albin Pandita

Kemenkop Bersama DWP Gelar Bazar Ramadan Guna Tingkatkan Market Produk Koperasi

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar Bazar Ramadan Delight Market. Melalui agenda ini produk-produk koperasi binaan DWP dan Kemenkop ditampilkan dan diberikan ruang untuk dipasarkan ke masyarakat secara masif.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengapresiasi inisiatif DWP Kemenkop yang menggelar acara tersebut karena dinilai menjadi media strategis untuk membantu memasarkan produk-produk koperasi dari seluruh Indonesia. Bazar ini diselenggarakan selama tiga hari mulai hari ini hingga 21 maret 2025. 

“Mudah – mudahan Bazar ini menjadi tradisi yang terus menerus kita laksanakan, kalau bisa di tahun – tahun berikutnya bisa lebih besar apalagi setelah adanya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih,” kata Menkop Budi Arie usai membuka secara resmi Bazar di Lobby Kemenkop, Rabu (19/03).

Dalam acara Bazaar ini juga digelar berbagai kegiatan seperti pasar murah, fashion show dan aksesoris produk dari koperasi hingga kegiatan santunan kepada kaum dhuafa. Sedikitnya terdapat 56 tenant dari anggota koperasi yang turut memeriahkan acara Bazar tersebut.

Menkop Budi Arie berharap nantinya produk-produk Kopdes Merah Putih dapat menjadi primadona dalam setiap bazar atau kegiatan apapun di lingkungan pemerintah. Dia optimis melalui program pembentukan Kopdes tersebut perekonomian masyarakat di desa akan terangkat lebih tinggi sehingga kontribusi desa terhadap pertumbuhan perekonomian nasional dapat lebih tinggi.

“Kopdes ini tujuannya untuk mendongkrak perekonomian rakyat bawah, mendongkrak ekonomi desa sebab kalau di desa makmur daya beli akan meningkat sehingga akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi,” sambung Menkop Budi Arie. 

Menkop Budi Arie kembali menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis untuk mendukung ketahanan pangan hingga kesejahteraan masyarakat sehingga pembentukan Kopdes Merah Putih ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak untuk memastikan peran desa terhadap perekonomian nasional semakin besar. 

“Koperasi desa ini hadir sebagai representasi negara untuk melindungi masyarakat desa dari sistem pinjaman informal yang tidak memiliki mekanisme perlindungan hukum,” kata Menkop Budi Arie.***

Sekolah Relawan Salurkan Zakat untuk 200 Pasien Kelas 3 RSUD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pasien yang dirawat, Sekolah Relawan menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan zakat kepada 200 pasien kelas 3 di RSUD Kota Bogor.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan finansial, tetapi juga untuk memberikan edukasi tentang tata cara berwudu dan solat dalam keadaan sakit.

Bantuan zakat tersebut disalurkan dalam bentuk uang, yang diharapkan dapat meringankan beban pasien dan keluarganya selama masa perawatan.

Selain itu, Sekolah Relawan juga menggelar sesi edukasi bagi pasien dan keluarga mengenai tata cara beribadah yang sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit. Kami ingin memberikan dukungan moral dan materiil kepada pasien agar mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik,” ujar Perwakilan Sekolah Relawan, Fadil.

Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, yang juga dikenal sebagai Ustad atau Buya, memberikan tanggapannya terkait kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Sekolah Relawan dalam menyalurkan zakat kepada pasien kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya dari sisi materi tetapi juga edukasi spiritual yang sangat penting bagi pasien dalam menjalani perawatan. Dengan memahami tata cara beribadah yang benar, pasien tetap bisa merasa dekat dengan keyakinan mereka meskipun dalam keadaan sakit,” ungkapnya.

Sebagai sosok yang dikenal tidak hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai seorang pembina spiritual yang peduli terhadap masyarakat, dr. Ilham menekankan pentingnya dukungan moral dalam menghadapi ujian kesehatan.

Kegiatan ini sejalan dengan ajaran agama yang mengajak umat untuk saling membantu dan berbagi.

Salah satu keluarga pasien yang menerima zakat, Ibu Rina, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini. Suami saya sedang dirawat di sini, dan bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selagi dia dirawat. Edukasi yang diberikan juga sangat bermanfaat, karena kami bisa belajar bagaimana tetap menjalankan ibadah meskipun dalam keadaan sakit,” katanya dengan hangat.

Buya Ilham juga menambahkan, “Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, ‘Dan berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tua, sanak saudara, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, teman sejawat, dan orang-orang yang dalam perjalanan’ (QS. An-Nisa: 36). Hadis Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan, ‘Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.’ Kegiatan ini sejalan dengan ajaran agama kita untuk saling membantu dan berbagi kepada sesama.”

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk ikut berkontribusi dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan, serta memperkuat rasa solidaritas di tengah situasi sulit.

Sekolah Relawan berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan hidup.***