Monday, 4 May 2026
Home Blog Page 1377

BPBD Kabupaten Bogor Salurkan 410.000 liter Air Bersih ke 15 Kecamatan Terdampak Kekeringan

0

Bogordaily.net – Menanggulangi bencana kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah Kabupaten Bogor yang mengalami kekeringan.

“Alhamdulillah kita sudah mendistribusikan sekitar 410.000 liter air bersih ke 53 titik wilayah kekeringan yang tersebar di 25 desa dan 15 Kecamatan se-Kabupaten Bogor, salah satunya pendistribusian ke wilayah timur Kecamatan Jonggol,” jelas Kepala Seksi Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi dikutip Kamis, 12 September 2024.

Lanjut Andi Sumardi menjelaskan, pihaknya siap melayani dan memenuhi permintaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan dengan mudah bisa mengajukan permintaan ke layanan hotline kegawatdaruratan 112 bekerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Bogor dan melalui Media Sosial BPBD Kabupaten Bogor maupun secara offline dengan cara bersurat .

Menurutnya, untuk teknis mekanisme permintaan permohonan air bersih yakni dengan cara berkoodinasi ke pihak desa wilayahnya masing-masing kemudian Pemerintah Desa akan bersurat ke BPBD. Atau bisa langsung menghubungi hotline 112 atau melalui media sosial BPBD Kabupaten Bogor.

“Untuk pengiriman distribusi air bersih, kapanpun masyarakat membutuhkan kita siap. Karena kami sudah kerjasama dengan PDAM dan PDAM sudah siap untuk memberikan suplai air dan mendistribusikannya ke wilayah-wilayah kekeringan. Untuk distribusi air tidak ada pungutan biaya apapun hanya via koordinasi dengan desa, lalu desa mengirim surat ke kami dengan tembusan Kecamatan,” tandasnya. (*)

Kena Hack, Indodax Pastikan Saldo Kripto Konsumen Aman

0
Bogordaily.net – Layanan pertukaran mata uang kripto, Indodax, diduga kena hack. Dugaan aksi peretasan ini diungkap oleh perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts.
Cyvers Alerts mencatat terdapat alamat yang dilaporkan menampung aset senilai sekitar US$ 14,4 juta (sekitar Rp 221 miliar) yang kemudian ditukarkan menjadi Ether.
“Peringatan, hey @indodax, sistem kami telah mendeteksi beberapa transaksi mencurigakan yang melibatkan dompet Anda di berbagai jaringan. Alamat mencurigakan tersebut sudah menampung 14,4 juta USD dan menukar token tersebut ke Ether,” tulis perusahaan itu di akun X-nya, Rabu (11/9/2024).
Indodax dalam keterangannya, menginformasikan bahwa team security perusahaan menemukan potensi indikasi keamanan pada platformnya.
“Saat ini, kami sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem beroperasi dengan baik,” tulis Indodax dalam blog resminya.
Selama proses pemeliharaan, platform web dan aplikasi Indodax sementara tidak dapat diakses. Indodax menjamin bahwa saldo konsumen akan 100 persen aman.
“Namun jangan khawatir, dapat kami pastikan bahwa saldo Anda tetap 100% aman, baik secara kripto maupun Rupiah.” terang Indodax.
CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi terkait dugaan kena hack tersebut. Ia tidak membantah dugaan hack tersebut.
 “Investigasi masih dilakukan. Kami akan berikan update lanjutan begitu investigasi beres,” katanya. ,
Pihaknya juga tengah melakukan perbaikan atau maintenance terhadap sistem Indodax. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan keseluruhan sistem.
Soal nilai kerugian yang dialami oleh Indodax akibat aksi peretasan itu, Oscar belum bisa menjawab. Namun, ia bilang, kerugian berasal dari aset perusahaan.
Oscar mengklaim, peretasan tidak merugikan anggotanya. Ia pun menyebutkan, saldo member dalam bentuk kripto atau rupiah tetap terjaga.
 “Kerugian bukan di aset member lebih ke treasury perusahaan. Kita lagi investigasi keseluruhan,” ucapnya.  ***

Rapat Kerja Terakhir, Kinerja KemenKopUKM Diapresiasi DPR RI

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama DPR RI Komisi VI menggelar rapat kerja (raker) terakhir kalinya pada periode pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin, Rabu 11 September 2024.

Dalam rapat kerja ini, DPR RI Komisi VI mengapresiasi kinerja KemenKopUKM selama lima tahun terakhir yang konsisten memperjuangkan kemajuan koperasi dan UKM di Indonesia, terlebih berhasil melewati tantangan besar pada masa pademi Covid-19.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki juga berterimakasih atas kerja sama yang telah terjalin antara KemenKopUKM dengan DPR RI Komisi VI.

Berkat dukungan dan sinergi yang erat, berbagai program kerja dari KemenKopUKM dapat dituntaskan dengan baik.

“Kemitraan yang erat ini kami rasakan sangat membantu kami dalam merumuskan kebijakan teknis untuk pengembangan  koperasi dan UKM di Indonesia,” kata Menteri Teten dalam raker tersebut di kompleks perkantoran DPR RI.

Dalam dokumen laporan kinerjanya, Menteri Teten melaporkan capaian peningkatan skala usaha mikro melalui program hilirisasi dengan pembangunan 11 rumah produksi bersama.

Selain itu juga pembangunan pabrik minyak makan merah berbasis komoditas unggulan daerah melalui koperasi.

Selain itu juga dilaporkan terkait program korporatisasi petani yang sukses dijalankan di Koperasi Pesantren Al-Ittifaq di Bandung dan KUD Mino Saroyo di Cilacap.

KemenKopUKM juga mampu melakukan transformasi pembiayaan UMKM yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan perbankan.

Menteri Teten juga melaporkan terkait program Solusi (Solar Untuk Koperasi) Nelayan yang bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan Kementerian BUMN.

Hingga saat ini sudah dibangun 9 SPBUN dan 7 SPBUN lainnya sedang dalam tahap konstruksi.

Terkait dengan peningkatan rasio kewirausahaan, Menteri Teten mengatakan realisasi sudah mencapai 3,34 persen (data per Februari 2024) dan program transformasi Digital UMKM mencapai 25,45 juta (per Mei 2024).

Pihaknya juga telah merampungkan sejumlah agenda reformasi terhadap Badan Layanan Usaha (BLU) yang berada di bawah naungan KemenKopUKM yaitu LLP-KUKM dan LPDB-KUMKM.

Atas capaian ini Menteri Teten berharap ke depan Komisi VI DPR RI terus konsisten memberikan dukungan yang optimal agar di pemerintahan yang akan datang kinerja KemenKopUKM terus meningkat.

“Kami harap Komisi VI terus memberikan dukungan penuh pada KemenKopUKM terutama dalam mendorong inovasi berkelanjutan terkait pengembangan Koperasi dan UKM yang tangguh di era persaingan yang ketat,” kata Menteri Teten.

Menteri Teten juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen masyarakat terutama pada Komisi VI DPR RI, apabila selama memimpin KemenKopUKM terdapat hal-hal yang tidak sesuai harapan.

“Kami mohon maaf setulus-tulusnya apabila selama ini terdapat kekurangan baik dalam rencana kerja atau dalam hal pelaksanaan. Kami harap hal tersebut tidak mengurangi semangat kebersamaan kita untuk terus membangun dalam memajukan koperasi dan UMKM nasional,” ujar Menteri Teten.

Sementara itu, Pimpinan Komisi VI DPR RI Arya Bima menekankan pentingnya merancang program kerja yang berkesinambungan demi menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Dia optimistis KemenKopUKM dapat menyusun berbagai program strategis lanjutan yang dapat meningkatkan kinerja dari sektor koperasi dan UKM.

“KemenKopUKM kami yakin bisa bernavigasi untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan. Kami mendorong agar kolaborasi dengan berbagai sektor dapat dilakukan demi daya saing UMKM kita di pasar global,” kata Bima.

Apresiasi KemenkopUKM

Anggota Komisi VI Harris Turino mengapresiasi kinerja KemenKopUKM selama periode kepemimpinan Teten Masduki.

Dia berpesan agar ke depan KemenKopUKM dapat mendorong penyelesaian korban dari koperasi simpan pinjam bodong atau koperasi bermasalah karena telah merugikan masyarakat hingga triliunan rupiah.

“Kepada Pak Menteri Koperasi (Teten Masduki) kita tahu PR yang belum selesai adalah korban koperasi bodong. Mohon untuk dibantu paling tidak didorong penyelesaiannya agar proses homologasi bisa dijalankan karena sudah banyak korban,” kata Harris.

Dalam Raker ini, telah disahkan pagu anggaran KemenKopUKM untuk tahun 2025 sebesar Rp937.166.229.000 atau terjadi penurunan 37,44 persen year on year (yoy) dari tahun 2024.***

RTAR Tarbiyah PMII IUQI Bogor 2024: Restorasi Kepemimpinan untuk Pemimpin Visioner dan Berintegritas

0

Bogordaily.net – Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Tarbiyah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor berlangsung dengan penuh semangat di Komisariat PMII IUQI.

Mengusung tema “Restorasi Kepemimpinan dalam Mewujudkan Pemimpin Visioner dan Berintelektual”, acara ini menjadi momentum penting untuk pembaruan kepemimpinan di tingkat rayon atau fakultas.

Rizki Wijaya, selaku Ketua Pelaksana RTAR Tarbiyah, mengungkapkan harapannya bahwa melalui RTAR ini, kepemimpinan di Rayon Tarbiyah dapat semakin kuat dan memiliki integritas yang lugas.

Ia menyatakan, “Pesan dari RTAR ini semoga dapat memperbaiki kembali struktur kepemimpinan di rayon dan menciptakan pemimpin yang berkomitmen untuk membawa perubahan yang positif.”

Muhammad Fazril, salah satu peserta, menyampaikan bahwa “Ambillah pelajaran dari setiap kesempatan yang ada, dan jadikan pengalaman sebagai guru terbaik dalam kehidupan dan kepemimpinan.”

Pesan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para peserta RTAR dalam menghadapi tantangan kepemimpinan ke depan.

Ketua Komisariat PMII IUQI, Teguh Arrahman, menekankan bahwa RTAR adalah wadah demokrasi untuk sahabat-sahabat PMII di tingkat rayon.

Selain membahas GBHO (Garis Besar Haluan Organisasi) lokal, RTAR juga menjadi ajang restorasi kepemimpinan untuk mempersiapkan regenerasi masa depan.

“Saya berharap siapa pun yang akan memimpin rayon nanti, mereka harus menjunjung tinggi nilai-nilai moral, demokrasi, nasionalisme, dan prinsip-prinsip keislaman,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mengembangkan Rayon Tarbiyah dari berbagai aspek untuk membawa nama baik PMII IUQI ke kancah yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nurdida, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC PMII Kabupaten Bogor, menegaskan bahwa Rapat Tahunan Anggota Rayon adalah forum tertinggi di tingkat rayon.

Forum ini berfungsi untuk menentukan sosok pemimpin baru yang akan mengemban tanggung jawab untuk memajukan dan mengembangkan Rayon Tarbiyah.

“Siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin, saya berharap mereka mampu membawa rayon ini ke arah yang lebih baik dan lebih maju,” ucapnya penuh harapan.

Ahmad Mudzakir Hidayat, Ketua Terpilih Rayon Tarbiyah periode 2024-2025, menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang telah diberikan kepadanya.

Dengan semangat baru, ia berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan dan estafet kepemimpinan Rayon Tarbiyah.

“Saya berharap dapat mempererat tali persahabatan antara anggota dan kader PMII IUQI, serta meningkatkan keterampilan baik soft skill maupun hard skill untuk memperkuat komunikasi, baik di internal maupun eksternal,” ungkapnya. “Ber-PMII lah dengan penuh semangat dan dedikasi,” tambahnya, menyemangati seluruh anggota.

Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Tarbiyah PMII IUQI Bogor tahun 2024 menjadi bukti nyata bahwa restorasi kepemimpinan adalah langkah penting dalam mewujudkan pemimpin yang visioner dan berintegritas.

Dengan harapan baru dan semangat yang tinggi, Rayon Tarbiyah siap menghadapi tantangan masa depan demi membawa nama harum PMII IUQI.***

KemenKopUKM Promosi Inovasi dan Teknologi RPB pada Forum APEC di Peru

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mempromosikan Rumah Produksi Bersama atau RPB sebagai strategi mendekatkan akses inovasi dan teknologi kepada pelaku UMKM, dalam event The 30th APEC Small And Medium Enterprises Ministerial Meeting (SMEMM30) dan The 58TH APEC Small And Medium Enterprises Working Group (SMEWG58) Meeting pada 9-13 September 2024 di Pucallpa, Peru.

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga KemenKopUKM Riza Damanik mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan ekonomi APEC yang membidangi UMKM.

“Kami setuju bahwa untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi, menjaga keberlanjutan lingkungan dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan berkualitas, UMKM membutuhkan akses inovasi dan teknologi,” ujarnya pada workshop Hari Pertama APEC dengan tema Building A Collaborative Ecosystem For Resilient Economies Through Msmes: Sustainable Development Policies And New Technologies di Pucallpa, Peru, Rabu 11 September 2024.

Lantas yang menjadi pertanyaan, ujar Riza, bagaimana akses tersebut dapat diperoleh sementara UMKM sebagian besar bergerak di Usaha Mikro dan Kecil, yang cenderung punya keterbatasan akses terhadap modal, informasi, bahan baku dan sumber daya.

Ia menuturkan, Pemerintah Indonesia melalui KemenKopUKM menyiapkan piloting Rumah Produksi Bersama yang dikelola oleh koperasi.

“RPB menghimpun pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang menghasilkan komoditas unggulan lokal untuk mengakses teknologi yang dibutuhkan dalam menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Tak hanya itu, KemenkopUKM juga sedang dan telah menyiapkan 12 RPB untuk mendukung hilirisasi komoditas unggulan ekonomi lokal di tiap-tiap daerah, seperti Bambu di NTT, cokelat di Bali, nilam di Aceh dan kulit di Garut, Jawa Barat.

“Rumah Produksi Bersama adalah program kolaboratif antara KemenKopUKM, Pemerintah Daerah, pelaku UMKM, koperasi, sektor swasta, dan perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain Riza Damanik, panelis lain yang hadir dalam workshop tersebut yakni, Alberto Dante Fossa Dari Technological Institute of Production Peru, Manuel Valdera Garcia Dari Ministry of Production Peru, dan  Li Junkai dari Center for International and Regional Cooperation Center of Beijing Academy of Science and Technology of China.

Sementara itu, Delegasi KemenKopUKM terdiri dari Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM sebagai Head of Delegation (HoD) untuk pertemuan SME Ministerial Meeting Arif Rahman Hakim, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga sebagai HoD untuk SME Working Group Meeting Riza Damanik, didampingi oleh Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama KemenKopUKM Henra Saragih.***

PKS Tunjuk Adityawarman Jadi Ketua DPRD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor menggelar rapat paripurna internal dengan agenda pengumuman calon pimpinan definitif DPRD Kota Bogor, Rabu 11 September 2024.

Dalam rapat paripurna tersebut, pimpinan sementara DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, membacakan surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di mana dalam surat tersebut mengusulkan Adityawarman Adil untuk menjadi Ketua definitif DPRD Kota Bogor.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga diwarnai dengan pembacaan surat keputusan DPP Partai Golongan Karya (Golkar) yang mengusulkan M Rusli Prihatevy untuk menjadi Wakil Ketua definitif DPRD Kota Bogor.

“Sesuai dengan ketentuan Peraturan DPRD Kota Bogor Nomor 2 Tahun 2019 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah khususnya Pasal 76 ayat (1), yang menyatakan bahwa partai politik yang berhak mengisi kursi pimpinan DPRD, menyampaikan calon pimpinan DPRD untuk selanjutnya diumumkan dan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD sebagai calon pimpinan DPRD,” kata Adit.

Setelah menyampaikan usulan tersebut, Adit dan Rusli menandatangani berita acara paripurna yang nantinya akan diusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar bisa langsung mendapatkan keputusan Gubernur Jawa Barat dan menetapkan pimpinan definitif DPRD Kota Bogor. (Muhammad Irfan Ramadan)

Viral Awan Tsunami di Indonesia, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG

0

Bogordaily.net – Media sosial X tengah diramaikan oleh sebuah fenomena langka yang menarik perhatian banyak orang, kemunculan awan tsunami atau awan Arcus di Indonesia.

Sebuah postingan viral dari akun @zakiberkata pada Selasa, 10 September 2024, menunjukkan gambar awan yang menarik ini.

Awan Arcus, yang sering muncul saat peralihan musim atau pancaroba, kini menjadi topik hangat di media sosial.

Fenomena ini biasanya terlihat antara September hingga November, berlanjut hingga awal musim hujan pada Desember hingga Februari.

Netizen juga turut meramaikan topik ini. Salah satunya, akun @chocomintt_ss, membagikan video pada Minggu, 26 November 2023, yang menampilkan kumpulan awan yang disebutnya sebagai awan tsunami.

“Wahh seperti iniii yaa? Karena ngerasa aneh liat awannya, soalnya gk pernah liat jadi di videoin deh,” tulisnya dalam unggahan video tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Winda Ratri, menjelaskan bahwa secara ilmiah, awan yang sering disebut awan tsunami ini dikenal sebagai awan Arcus.

Awan Arcus adalah jenis awan yang relatif jarang terjadi, dengan ciri khas dasar awan yang rendah dan formasi horizontal memanjang, mirip dengan gelombang laut.

“(Awan Arcus) memiliki tinggi dasar awan yang rendah serta formasi pembentukannya horizontal memanjang seolah-olah seperti gelombang,” terang Winda pada Selasa, 10 September 2024.

Fenomena ini, meskipun tidak sering terlihat, menjadi topik menarik dan menambah pengetahuan kita tentang berbagai bentuk awan yang ada di langit.***

KemenKopUKM dan Aisyiyah Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Dalam Memberdayakan Ekonomi Umat

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi kaum perempuan, dengan membangun ekosistem bisnis yang mendukung dari mulai produksi, pembiayaan, hingga keberadaan offtaker.

“Seperti halnya yang sudah dilakukan Grameen Bank di Bangladesh, yang juga berbasis ribuan wirausaha dari kalangan para ibu,” kata MenkopUKM, Teten Masduki, usai acara penandatanganan MoU pemberdayaan UMKM perempuan antara KemenkopUKM dengan PP Aisyiyah di Kampus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Selasa (10/9).

Menteri Teten mengutip hasil survei yang menyebutkan bahwa kaum perempuan lebih tangguh dibanding laki-laki dalam berwirausaha. “Kaum perempuan jauh lebih mempunyai daya tahan, serta lebih sustain,” ucap Menteri Teten.

Menurut BPS (2021), sebanyak 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia dikelola kaum perempuan, dengan sektor usaha mikro di dalamnya lebih banyak digeluti kaum perempuan.

Selain itu, berdasarkan riset dari Sasakawa Peace Foundation & Dalberg juga tercatat bahwa persentase pelaku wirausaha perempuan di Indonesia cukup tinggi, yaitu mencapai 21 persen.

“Hal ini menjadi peluang untuk mengembangkan wirausaha perempuan, khususnya di era globalisasi dan teknologi informasi,” ucap MenkopUKM.

Terkait pembiayaan untuk wirausaha perempuan, MenkopUKM menyebut program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah lembaga pembiayaan untuk usaha mikro milik pemerintah. “Ini bisa dimanfaatkan bagi para ibu yang ingin memiliki usaha. Bahkan, nasabah Mekaar sudah mencapai 15 juta orang,” kata Menteri Teten.

MenkopUKM berharap, gerakan ekonomi Aisyiyah dapat lebih menumbuhkan para pelaku wirausaha perempuan yang produktif, mandiri, dan mampu bersaing di pasar global. Tak lupa, memperkuat koperasi menjadi lokomotif penarik (aggregator) dan penggerak (akselerator) UMKM.

Lebih dari itu, Menteri Teten menyebut peran koperasi menjadi sangat penting untuk melengkapi ekosistem usaha rakyat atau UMKM, agar dapat terhubung dan menjadi bagian untuk memperkuat rantai pasok industri nasional.

“Berkoperasi itu keharusan agar para pelaku UMKM fokus pada peningkatkan kualitas produksi, sedangkan urusan lain seperti penyediaan bahan baku dan pemasaran produk menjadi urusan koperasi,” kata MenKopUKM.

Sementara itu, Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbaniyah menilai bahwa MoU tersebut teramat penting karena bakal memperkuat langkah-langkah pemberdayaan UMKM perempuan melalui pendampingan usaha dan pelatihan agar bisa memiliki daya saing.

“Kita fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan Indonesia berbasis komunitas, khususnya warga Aisyiyah. Tujuannya, supaya mereka bisa mengembangkan usaha yang berujung pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” kata Salmah.

Salmah menambahkan, Aisyiyah memiliki program yang mereka sebut BUEKA atau Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah). Sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi umat, BUEKA dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui pengembangan UMKM.

Kini, di seluruh Indonesia, terdapat sedikitnya 3.200 BUEKA. Secara konsep, pemberdayaan BUEKA berbasis komunitas. “Aisyiyah di setiap daerah atau kampung-kampung memberikan pendampingan kepada ibu-ibu di tempat itu untuk memaksimalkan potensi yang mereka punya,” ucap Salmah.

Selain memproduksi aneka macam produk, BUEKA juga melakukan pendampingan dalam pengurusan perizinan usaha barang dan jasa, hingga sertifikat produk pangan industri rumah tangga (PIRT) sebagai jaminan mutu produk.

Dalam usaha itu, Aisyiyah mendampingi mereka untuk menumbuhkan wawasan, kreativitas, problem solving, dan inovasi yang semuanya menghasilkan produk yang bersifat ekonomis.

“Aisyiyah juga memandu mereka memahami peta ekonomi dari hulu ke hilir, serta memfasilitasi permodalan dari Koperasi Aisyiyah,” ujar Salmah. ***

Sambut Dokter Rayendra di Pesantren Al-Um Pagentongan, KH Muhtadin: Ada Harapan Baru

0

Bogordaily.net – Pimpinan Pesantren Al-Um Pagentongan, KH Muhtadin, menyambut hangat kedatangan Dokter Rayendra beserta keluarganya, dalam acara silaturahmi yang berlangsung hari ini, Rabu 11 September 2024.

Dalam kesempatan tersebut, KH Muhtadin menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan silaturahmi, terutama dengan sesama yang telah memiliki kedekatan emosional.

“Alhamdulillah Pak Dokter beserta keluarga mau bersilaturahmi ke sini. Kami terbuka untuk siapa saja, apalagi sebelumnya sudah terjalin kedekatan emosional, terutama dengan istri Pak Dokter. Istri saya juga akrab dengan beliau. Jadi, silaturahmi ini sudah sering dilakukan dan kedekatan sudah terbangun lama,” ungkap KH Muhtadin.

Screenshot

Saat ditanya mengenai pandangannya terhadap Dokter Rayendra yang maju sebagai calon Wali Kota Bogor, KH Muhtadin melihat adanya harapan baru dengan latar belakang Rayendra sebagai seorang profesional di bidang kesehatan.

“Dengan adanya calon Wali Kota yang berlatar belakang dokter, saya melihat ini sebagai semangat dan ide baru. Apalagi pesantren kami ini mengusung tren sehat, pesantren ramah anak, dan berprestasi. Harapannya, kalau seorang dokter menjadi pemimpin, prioritas kesehatan pasti menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Track Record Dokter Rayendra Diapresiasi

KH Muhtadin juga mengapresiasi track record Dokter Rayendra sebagai seorang dosen dan pengalamannya di bidang keagamaan, khususnya saat bertugas di Kementerian Agama dan Universitas Islam Negeri (UIN).

Menurutnya, hal ini memberikan keyakinan bahwa Dokter Rayendra dapat menjaga kondusifitas dan memperhatikan aspek keagamaan di Kota Bogor.

“Beliau sudah punya pengalaman sebagai dosen dan pernah bertugas di Kementerian Agama. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap agama, khususnya Islam, akan menjadi prioritas. Harapannya, Kota Bogor tetap kondusif dalam aspek keagamaan,” ujar KH Muhtadin.

Menanggapi program kesejahteraan untuk pesantren yang ditawarkan oleh Dokter Rayendra, KH Muhtadin berharap agar program tersebut dilakukan dengan adil dan merata, tanpa adanya ketimpangan.

“Program kesejahteraan untuk pesantren sangat bagus. Saya berharap ada sistem yang berkeadilan, tidak hanya memperhatikan yang punya kedekatan emosional saja. Semua lembaga keagamaan, termasuk pesantren, majelis taklim, TPA, dan TPI, harus merasakan manfaat terutama dalam pengembangan sarana prasarana dan SDM,” tutup KH Muhtadin.

Dengan adanya calon pemimpin seperti Dokter Rayendra, KH Muhtadin berharap adanya perubahan positif di Kota Bogor, terutama dalam bidang kesehatan dan keagamaan, yang dapat membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.***

KemenKopUKM dan Aisyiyah Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Dalam Memberdayakan Ekonomi Umat

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berkolaborasi dengan Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah memperkuat pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi kaum perempuan, dengan membangun ekosistem bisnis yang mendukung dari mulai produksi, pembiayaan, hingga keberadaan offtaker.

“Seperti halnya yang sudah dilakukan Grameen Bank di Bangladesh, yang juga berbasis ribuan wirausaha dari kalangan para ibu,” kata MenkopUKM, Teten Masduki, usai acara penandatanganan MoU pemberdayaan UMKM perempuan antara KemenkopUKM dengan PP Aisyiyah di Kampus Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Selasa (10/9).

Menteri Teten mengutip hasil survei yang menyebutkan bahwa kaum perempuan lebih tangguh dibanding laki-laki dalam berwirausaha. “Kaum perempuan jauh lebih mempunyai daya tahan, serta lebih sustain,” ucap Menteri Teten.

Menurut BPS (2021), sebanyak 64,5 persen dari total UMKM di Indonesia dikelola kaum perempuan, dengan sektor usaha mikro di dalamnya lebih banyak digeluti kaum perempuan.

Selain itu, berdasarkan riset dari Sasakawa Peace Foundation & Dalberg juga tercatat bahwa persentase pelaku wirausaha perempuan di Indonesia cukup tinggi, yaitu mencapai 21 persen.

“Hal ini menjadi peluang untuk mengembangkan wirausaha perempuan, khususnya di era globalisasi dan teknologi informasi,” ucap MenkopUKM.

Terkait pembiayaan untuk wirausaha perempuan, MenkopUKM menyebut program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah lembaga pembiayaan untuk usaha mikro milik pemerintah. “Ini bisa dimanfaatkan bagi para ibu yang ingin memiliki usaha. Bahkan, nasabah Mekaar sudah mencapai 15 juta orang,” kata Menteri Teten.

MenkopUKM berharap, gerakan ekonomi Aisyiyah dapat lebih menumbuhkan para pelaku wirausaha perempuan yang produktif, mandiri, dan mampu bersaing di pasar global. Tak lupa, memperkuat koperasi menjadi lokomotif penarik (aggregator) dan penggerak (akselerator) UMKM.

Lebih dari itu, Menteri Teten menyebut peran koperasi menjadi sangat penting untuk melengkapi ekosistem usaha rakyat atau UMKM, agar dapat terhubung dan menjadi bagian untuk memperkuat rantai pasok industri nasional.

“Berkoperasi itu keharusan agar para pelaku UMKM fokus pada peningkatkan kualitas produksi, sedangkan urusan lain seperti penyediaan bahan baku dan pemasaran produk menjadi urusan koperasi,” kata MenKopUKM.

Sementara itu, Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbaniyah menilai bahwa MoU tersebut teramat penting karena bakal memperkuat langkah-langkah pemberdayaan UMKM perempuan melalui pendampingan usaha dan pelatihan agar bisa memiliki daya saing.

“Kita fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan Indonesia berbasis komunitas, khususnya warga Aisyiyah. Tujuannya, supaya mereka bisa mengembangkan usaha yang berujung pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” kata Salmah.

Salmah menambahkan, Aisyiyah memiliki program yang mereka sebut BUEKA atau Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah). Sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi umat, BUEKA dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui pengembangan UMKM.

Kini, di seluruh Indonesia, terdapat sedikitnya 3.200 BUEKA. Secara konsep, pemberdayaan BUEKA berbasis komunitas. “Aisyiyah di setiap daerah atau kampung-kampung memberikan pendampingan kepada ibu-ibu di tempat itu untuk memaksimalkan potensi yang mereka punya,” ucap Salmah.

Selain memproduksi aneka macam produk, BUEKA juga melakukan pendampingan dalam pengurusan perizinan usaha barang dan jasa, hingga sertifikat produk pangan industri rumah tangga (PIRT) sebagai jaminan mutu produk.

Dalam usaha itu, Aisyiyah mendampingi mereka untuk menumbuhkan wawasan, kreativitas, problem solving, dan inovasi yang semuanya menghasilkan produk yang bersifat ekonomis.

“Aisyiyah juga memandu mereka memahami peta ekonomi dari hulu ke hilir, serta memfasilitasi permodalan dari Koperasi Aisyiyah,” ujar Salmah.***