Home Blog Page 147

Tuntut Penyelesaian Bankeu 2025, Warga Tonjong Geruduk Kantor Desa

0

Bogordaily.net – Warga Desa Tonjong, khususnya di wilayah RW 06, kembali menggelar aksi protes terkait belum selesainya program Bantuan Keuangan (Bankeu) Tahun 2025 serta pembangunan yang kini belum selesai.

Setelah aksi pertama tidak mendapat respon dari pihak pemerintah Desa, warga kembali menggeruduk kantor Desa Tonjong dilanjut ke Kantor Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada Selasa 28 April 2026.

Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan warga terhadap lambannya penyelesaian proyek yang seharusnya rampung pada Desember 2025.

Warga menanti akan pembangunan jalan yang akan dibangun melelui bankeu tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka bankeu selanjutnya Desa Tonjong serta warga yang merugi.

Terkait hal itu karena pembamgunan yang mangkrak membuat lembar pertanggung jawaban (LPJ) bankeu tidak bisa diajukan di tahun selanjutnya.

Namun warga tetap pada intinya dengan ingin segera menyelesaikan apa yang sudah dijanjikan bankeu 2025 ini melalui pembangunan yang nyata.

Dalam wawancara, Hasan Ocim selaku perwakilan warga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan terkait kelanjutan program tersebut.

Padahal, bankeu tersebut dinilai sangat penting bagi kebutuhan infrastruktur dan kepentingan masyarakat setempat.

“Kami warga Desa Tonjong, khususnya RW 06, menuntut Bankeu 2025 yang seharusnya selesai di Desember, tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian,” ujar Hasan Ocim.

Ia menjelaskan, aksi yang dilakukan warga bukanlah yang pertama. Sebelumnya, warga telah melakukan aksi serupa, namun tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait.

Kondisi tersebut membuat warga kembali turun untuk kedua kalinya guna menuntut kejelasan.

“Kami sudah melakukan aksi pertama, tapi tidak ada respon. Maka dari itu kami melakukan aksi kedua, mulai dari tingkat desa hingga ke kecamatan, untuk menuntut penyelesaian Bankeu tersebut,” lanjutnya.

Meski demikian, aksi yang dilakukan warga mulai mendapat tanggapan dari pemerintah.

Hasan Ocim menyebutkan bahwa, pihak pemerintah akhirnya membuka ruang untuk mediasi ulang guna mencari solusi bersama.

“Alhamdulillah, dari pemerintah menerima untuk mediasi ulang, dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pelaksana proyek, CV Kunci, serta PJ lama yang terlibat dalam pelaksanaan Bankeu tersebut,” jelasnya.

Warga berharap, melalui mediasi yang akan dilakukan, persoalan ini dapat segera menemukan titik terang dan proyek Bankeu 2025 bisa diselesaikan sesuai harapan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu realisasi dari hasil mediasi yang dijanjikan pemerintah, sekaligus menaruh harapan besar agar pembangunan yang tertunda segera dilanjutkan dan diselesaikan.(Fikri)

Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital

0

Bogordaily.net – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) terus memperkuat pembekalan mahasiswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat, termasuk transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta peluang kerja baru di sektor green jobs (pekerjaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi).

Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan penyuluhan jabatan bertajuk Future-Proofing Your Career: Navigating the Green Job Wave 2026 yang diikuti mahasiswa dan alumni Polteknaker di Jakarta, Senin 27 April 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Plt Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Mahasiswa perlu membekali diri tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Estiarty.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap kebutuhan industri menjadi kunci agar lulusan dapat lebih cepat terserap di pasar kerja.

Menurut Estiarty, Polteknaker selama ini menunjukkan capaian positif dalam menyiapkan lulusan siap kerja, yang tercermin dari tingginya serapan alumni di berbagai sektor industri maupun kewirausahaan.

Seiring perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap kompetensi baru juga semakin meningkat. Sejumlah profesi yang banyak dibutuhkan antara lain pengembang perangkat lunak lengkap (full stack engineer), analis data (data scientist), spesialis pemasaran digital, pengelola media sosial, kreator konten, hingga mitra bisnis sumber daya manusia (human resources business partner).

Estiarty menilai, generasi muda perlu memahami bahwa jalur karier ke depan semakin dinamis dan tidak selalu linear.

“Jangan terpaku pada satu pilihan pekerjaan. Peluang baru akan terus muncul seiring perkembangan dunia kerja,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan kemampuan praktis yang dibutuhkan industri, seperti adaptasi teknologi, komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan kerja.

Sementara itu, Direktur Polteknaker Yoki Yulizar menyampaikan bahwa perubahan dunia kerja tidak hanya dipengaruhi digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga arah pembangunan berkelanjutan.

“Green economy tidak hanya terkait isu lingkungan, tetapi juga menyangkut daya saing industri dan ketenagakerjaan. Ketika model bisnis berubah, kebutuhan tenaga kerja juga ikut berubah,” ujar Yoki.

Melalui pembekalan tersebut, Kemnaker berharap lulusan Polteknaker semakin siap menghadapi transformasi dunia kerja dan perkembangan green jobs dengan kompetensi yang relevan, adaptif, dan berdaya saing.***

Mobil Listrik Kian Populer di Indonesia: Hemat Biaya atau Sekadar Tren?

0

Bogordaily.net – Perkembangan mobil listrik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan.

Jalanan di kota-kota besar mulai dipenuhi kendaraan ramah lingkungan ini, menandakan adanya pergeseran minat masyarakat dari mobil berbahan bakar fosil ke teknologi yang lebih bersih.

Salah satu faktor utama yang mendorong tren ini adalah efisiensi biaya operasional. Dibandingkan mobil konvensional, mobil listrik dinilai jauh lebih hemat karena tidak memerlukan bahan bakar minyak dan memiliki komponen mesin yang lebih sederhana.

Pengguna hanya perlu mengisi daya baterai, yang biayanya relatif lebih rendah dibandingkan pengisian bensin atau solar.

Selain itu, dukungan pemerintah juga menjadi pendorong kuat. Berbagai insentif seperti keringanan pajak hingga kemudahan regulasi membuat harga mobil listrik semakin kompetitif.

Hal ini membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Namun, di balik keunggulannya, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata menjadi salah satu kendala utama.

Di luar kota besar, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih tergolong terbatas, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh.

Selain itu, harga awal kendaraan listrik yang masih relatif tinggi juga menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat.

Meskipun biaya operasional lebih murah, investasi awal yang besar membuat tidak semua orang siap untuk beralih.

Di sisi lain, produsen otomotif terus berinovasi menghadirkan berbagai pilihan model dengan teknologi yang semakin canggih.

Mulai dari fitur keselamatan berbasis sensor, sistem hiburan modern, hingga kemampuan berkendara semi-otonom, semua menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Melihat tren yang ada, mobil listrik bukan lagi sekadar alternatif, melainkan mulai menjadi bagian dari masa depan transportasi Indonesia.

Pertanyaannya, apakah masyarakat siap beradaptasi dengan perubahan ini, atau masih akan bertahan dengan kendaraan konvensional?***

Rendy Satria Buka Suara, Bantah KDRT kepada Shindy Samuel

0

Bogordaily.net – Rumor keretakan rumah tangga antara Shindy Samuel dan Rendy Satria Putra akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak suami.

Rendy mengonfirmasi bahwa proses perceraian memang tengah berjalan, namun ia menegaskan harapannya agar situasi ini tidak melukai pihak mana pun.

“Iya, benar (akan bercerai). Kalau cerai itu lagi proses. Doakan saja lah yang terbaik buat kami semua,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

Meski demikian, Rendy dengan tegas membantah tudingan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sebelumnya mencuat. Ia menilai tuduhan tersebut tidak sejalan dengan fakta bahwa hubungan mereka telah bertahan selama bertahun-tahun.

“Kalau misalnya asumsinya seperti itu, mungkin nggak kira-kira gue sama Shindy sampai sembilan tahun bertahan sampai sekarang? Jadi teman-teman nilai lah,” ucapnya.

Di tengah polemik yang berkembang, Rendy menyebut fokus utamanya saat ini bukan lagi pada alasan perceraian, melainkan masa depan anak mereka. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam membesarkan buah hati, meski hubungan sebagai pasangan suami istri akan berakhir.

“Pokoknya sekarang fokusnya itu sebenarnya bukan cerainya, tapi lebih ke arah merawat anak. Co-parenting anaknya itu gimana, pola kerja samanya gimana gitu,” jelasnya.

Komitmen tersebut juga menjadi alasan keduanya masih tinggal serumah. Rendy mengaku ingin menjaga kondisi psikologis sang anak agar tidak terdampak oleh situasi yang sedang terjadi.

“Belum pisah rumah. Penginnya sih pisah rumah, tapi masih ada anak di situ, jadi belum. Kayaknya waktunya diriku menjaga mentalnya. Kan kasihan ya, desas-desusnya (soal perceraian sudah mulai terdengar),” tambahnya.

Tak hanya soal KDRT, Rendy juga membantah tuduhan lain terkait penggelapan aset perusahaan milik istrinya. Ia mempersilakan agar semua tudingan dibuktikan secara jelas.

“Nggak apa-apa itu. Kalau misalnya menurut dia seperti itu, diriku nggak punya hak atas perusahaannya, tinggal dibuktikan nanti. Kita lihat apa kata mereka,” katanya.

Sebelumnya, Shindy Samuel mengungkap bahwa dirinya telah ditalak tiga oleh sang suami. Ia juga menyampaikan berbagai tuduhan serius, termasuk KDRT psikis serta persoalan nafkah dalam rumah tangga.

“Titik terendah dalam hidupku adalah saat aku dikatain ‘badak’ oleh seseorang yang seharusnya paling meratukan aku,” tulisnya.

Shindy juga mengaku mengalami kesulitan dalam hal nafkah, baik secara materi maupun batin selama pernikahan mereka berlangsung.

“Aslinya saya jarang dinafkahi batin, bisa 9 bulan sekali. 1,5 tahun terakhir (dinafkahi batin) 8 bulan sekali,” ungkapnya.

“Pas habis nikah sih juga kaget dikasih Rp20.000 sehari totalnya. Aku negosiasi, akhirnya dikasih Rp150 ribu. Karena waktu itu aku juga lagi hamil gede kan, biar seminggu tuh dapat makanan banyak stok kulkas,” lanjutnya.

Selain itu, ia turut menuding adanya penggelapan saham perusahaan serta penguasaan aset secara ilegal oleh suaminya.***

Nikmati Kehangatan Kuliner Tradisional di ‘Angkringan Night’ Amaroossa Royal Bogor: Suguhan Mewah dengan Harga Terjangkau

0

Bogordaily.net – Amaroossa Royal Bogor dengan bangga menghadirkan kembali nuansa autentik khas Nusantara melalui program kuliner mingguan terbaru, “Angkringan Night with Live Music”.

Bertempat di Amalee Sky Lounge, para tamu diajak untuk menikmati suasana malam Kota Bogor dari ketinggian sambil menyantap hidangan tradisional yang menggugah selera.

Hanya dengan IDR 75.000 nett, pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu utama sepuasnya, mulai dari Nasi Putih, Nasi Liwet yang gurih, Bakso, Tahu & Tempe Goreng, Lele Goreng, hingga Chicken Wings dan Sayur Asem yang segar.

Untuk melengkapi pengalaman makan yang lebih berkesan, tersedia pula berbagai pilihan sate khas angkringan seperti sate kulit, hati ampela, usus, telur puyuh, hingga sate ayam yang dapat dinikmati hanya dengan tambahan IDR 5.000 per tusuk.

Sorotan Utama Acara:

  • Live Music: Suasana makan malam akan semakin hangat dengan iringan musik langsung yang menemani waktu bersantai Anda.
  • Lokasi Strategis: Amalee Sky Lounge menawarkan pemandangan malam yang estetik, sangat cocok untuk berkumpul bersama teman, keluarga, maupun komunitas.
  • Harga Kompetitif: Mengusung konsep angkringan namun dengan standar kebersihan dan pelayanan hotel berbintang.

Angkringan Night hadir setiap Sabtu Malam. Karena tingginya minat pengunjung, sangat disarankan bagi para tamu untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.

Kenapa Pilih Amaroossa Royal Bogor?
Terletak di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor adalah destinasi sempurna untuk beristirahat sambil mengeksplorasi berbagai daya tarik kota. Dengan layanan terbaik, arsitektur bergaya kerajaan, dan lokasi strategis dekat Kebun Raya Bogor, kami menjamin pengalaman menginap yang memadukan keanggunan dan kenyamanan.***

Denny Mulyadi Dampingi Peninjauan Calon Lokasi PSEL Bogor Raya di Galuga

0

Bogordaily.net – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mendampingi Wakil Asisten Logistik KASAD, Brigjen TNI Anggarsih Mashudi, bersama perangkat daerah terkait meninjau calon lokasi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Senin 27 April 2026.

Sebelum peninjauan lapangan, dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Anggarsih Mashudi.

Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan bahwa pertemuan ini digelar untuk menyamakan visi, misi, dan persepsi terkait rencana pembangunan PSEL Bogor Raya di Galuga.

“Yang utama adalah menyatukan visi, misi, dan persepsi agar menghasilkan kesimpulan serta kesepakatan yang sama, sehingga seluruh pihak memahami apa yang akan dikerjakan dan tahapan berikutnya dapat berjalan lebih mudah,” ujar Brigjen TNI Anggarsih Mashudi.

Pada kesempatan itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, memaparkan rencana desain PSEL yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.

Usai meninjau calon lokasi, Denny Mulyadi menyampaikan bahwa dalam rapat koordinasi muncul beberapa opsi terkait lokasi pembangunan yang saat ini masih dalam pembahasan.

Ia berharap penetapan lokasi pembangunan PSEL Bogor Raya dapat diputuskan sebelum pelaksanaan groundbreaking pada Juni 2026.

“Diharapkan sebelum groundbreaking sudah ada kesepakatan dan keputusan terkait lokasi yang akan ditetapkan,” ungkap Denny Mulyadi.***

Green SM Buka Suara: Klarifikasi di Balik Insiden KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur

0

Bogordaily.net – Insiden kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur kini memasuki babak baru setelah muncul dugaan keterlibatan kendaraan taksi listrik Green SM. Peristiwa yang terjadi pada 27 April 2026 itu masih menyisakan banyak pertanyaan, termasuk soal penyebab utama kecelakaan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, sebelumnya telah membenarkan adanya tabrakan antara kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di kawasan tersebut.

Kecelakaan ini menjadi sorotan publik karena terjadi di jalur padat dan melibatkan transportasi massal dengan jumlah penumpang besar.

Di tengah berkembangnya informasi, pihak Green SM Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi.

Melalui akun Instagram resminya, @id.greensm, perusahaan mengonfirmasi bahwa salah satu unit kendaraan mereka memang berada dalam insiden tersebut.

Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas.

Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.

Green SM Indonesia,”

Pernyataan tersebut menegaskan sikap kooperatif perusahaan dalam membantu proses penyelidikan.

Namun demikian, hingga saat ini penyebab pasti kecelakaan masih belum dapat dipastikan dan tengah didalami oleh pihak berwenang.

Perkembangan ini menambah kompleksitas kasus, mengingat sebelumnya fokus utama tertuju pada sistem operasional kereta.

Kini, semua kemungkinan terbuka dan investigasi menyeluruh menjadi kunci untuk mengungkap rangkaian kejadian yang sebenarnya terjadi di lokasi kejadian.***

Tragedi di Bekasi Timur: Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Terus Bertambah

0

Bogordaily.net – Jumlah korban dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus mengalami peningkatan.

Hingga Selasa pagi 28 April 2026, data terbaru menunjukkan korban meninggal dunia telah mencapai 14 orang, menambah duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat luas.

Selain korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka.

Tercatat sebanyak 84 orang terluka dan telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Penanganan darurat dilakukan secara cepat dengan melibatkan sejumlah rumah sakit guna memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka sudah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan,” ucap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi, pada Selasa 28 APril 2026.

Sejumlah rumah sakit yang menangani korban luka di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Seluruh fasilitas tersebut dikerahkan untuk memberikan layanan medis terbaik bagi para korban.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan bahwa semua korban dalam insiden ini mendapatkan penanganan maksimal.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya dalam bertanggung jawab terhadap dampak kecelakaan ini.

“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,” tandas Bobby.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan transportasi publik, sekaligus memicu perhatian serius terhadap evaluasi sistem operasional dan pengamanan perjalanan kereta api di masa mendatang.***

Reshuffle Jilid V: Strategi Baru Prabowo Perkuat Lini Kabinet

0

Bogordaily.net – Presiden Prabowo Subianto kembali menggulirkan langkah strategis dengan melakukan perombakan Kabinet Merah Putih untuk kelima kalinya. Reshuffle yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin 27 April 2026 ini menghadirkan wajah-wajah baru yang dipercaya mengisi posisi penting dalam struktur pemerintahan.

Dalam perombakan terbaru ini, enam tokoh resmi dilantik untuk mengemban tanggung jawab di berbagai sektor krusial.

Mereka adalah Muhammad Jumhur Hidayat yang kini menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, serta Dudung Abdurachman yang dipercaya menduduki posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Selain itu, Muhammad Qodari ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Hasan Nasbi mengisi peran sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, dan Abdul Kadir Karding dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia.

Perombakan kali ini menarik perhatian karena adanya pertukaran peran antara Dudung Abdurachman dan Muhammad Qodari.

Dudung kini menempati kursi Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Qodari.

Di sisi lain, Qodari mengemban tugas baru sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, mengambil alih posisi yang sebelumnya dijabat Angga Raka Prabowo.

Seluruh proses pelantikan mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 P Tahun 2026 yang mengatur pemberhentian dan pengangkatan pejabat negara di lingkungan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Dalam suasana resmi, Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan. Para pejabat yang dilantik menyatakan kesetiaan mereka kepada Undang-Undang Dasar 1945 serta berkomitmen menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan etika jabatan.

Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Dudung Abdurachman dan Muhammad Qodari, yang kemudian diikuti dengan ucapan selamat dari Presiden serta para anggota Kabinet Merah Putih, menandai awal babak baru dalam dinamika pemerintahan.***

Parung Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Kawasan Modern Terintegrasi di Utara Kabupaten Bogor

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto tengah menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi. Konsep yang diusung tidak hanya sebatas penataan pasar, tetapi menggabungkan fungsi perdagangan, kuliner, dan transportasi dalam satu kawasan modern.

Demikian disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memimpin rakor bersama jajaran kepala perangkat daerah, di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin 27 April 2026.

Bupati Rudy menyampaikan bahwa kawasan Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih terstruktur dan representatif.

Salah satu rencana utama adalah pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat dan area kuliner.

“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy.

Selain itu, kawasan tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum.

Langkah ini diharapkan mampu mengatasi persoalan klasik di Parung, seperti kemacetan akibat angkutan yang berhenti sembarangan di badan jalan.

Pemkab Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis untuk mendukung pengembangan tersebut. Lahan pertama seluas sekitar 7.000 meter persegi direncanakan menjadi pusat utama kegiatan ekonomi terintegrasi.

Sementara itu, lahan kedua seluas kurang lebih 2 hektar akan difungsikan sebagai pengembangan kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.

Menurut Rudy, pengembangan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat secara langsung.

Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam skema kerja sama yang ditawarkan, Pemkab Bogor membuka berbagai opsi, mulai dari sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang.

Pemerintah juga menjanjikan kemudahan perizinan sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap dan estafet.

Setelah fokus pada penataan Cibinong, kini perhatian mulai diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.

“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, penataan Parung juga mencakup optimalisasi aset lama, seperti terminal yang selama ini tidak termanfaatkan.

Terminal tersebut kini tengah diaktifkan kembali dan akan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan yang mempermudah mobilitas masyarakat tanpa harus memutar jauh.

“Ke depan, kawasan Parung dirancang menjadi satu kesatuan yang terhubung hingga Ciseeng, bahkan mengangkat potensi lokal sebagai ikon Kawasan,” ujar Ajat.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga menyatakan pihaknya telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi PKL ke dalam area pasar.

Sebanyak 700 lapak telah disiapkan untuk menampung para pedagang, khususnya yang bergerak di sektor sayur-mayur, basahan, hingga komoditas ayam dan ikan.

“Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias,” ungkapnya.

Ia mengakui, pada awalnya sempat muncul pro dan kontra di kalangan pedagang. Namun, seiring berjalannya proses, dukungan kini semakin menguat, bahkan mencapai sekitar 90 persen.

Perumda Pasar Tohaga menargetkan pengembangan kawasan Parung sebagai sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional, bahkan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Hal ini tentu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, mulai dari penataan lapak, fasilitas pasar yang bersih dan representatif, hingga akses parkir yang baik.

Penataan kawasan Parung ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayahnya.

Dengan konsep terintegrasi, Parung diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang publik yang nyaman dan modern bagi masyarakat.***