Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 15

Jumlah Wisatawan Meningkat, Okupansi Hotel di Kawasan Puncak Bogor Capai 80 Persen Selama Libur Lebaran

 

Bogordaily.net – Okupansi hotel di kawasan Puncak Bogor meningkat selama libur Lebaran 2026 atau hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor, Boboy menjelaskan bahwa, untuk peningkatan jumlah pengunjung di hotel sekitar kawasan puncak Bogor mencapai 80 Persen dibanding hari biasanya.

“Kalo kita memperhatikan okupansi libur lebaran, dibandingkan dengan hari biasa atau weekend itu mengalami peningkatan, okupansi rata rata di angka 75 – 80 %,” kata Boboy, Jum’at, 27 Maret 2026.

Menurutnya, peningkatan tersebut diakibatkan tingginya jumlah wisatawan yang menuju ke kawasan wisata Puncak.

“Terbukti dengan adanya peningkatan trafik dan itu mempengaruhi tingkat hunian hotels,” jelasnya.

Kemudian, para pengunjung rata rata hendak berkunjung ketempat wisata sehari penuh. Pihaknya berharap, peningkatan akan terus terjadi selama masa libur lebaran.

“Kita memprediksi lebih ke wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata one day trip karena libur sekolah sudah mulai aktif masuk di hari Senin, tapi mudah mudahan saja di tanggal tersebut masih ada tamu yang menginap di hotel,” ungkap Boboy.

(Albin)

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Berakhir, Pos Terpadu Lebaran di Bogor Selatan Resmi Dibongkar

0

Bogordaily.net – Operasi Ketupat Lodaya 2026. pengamanan Hari Raya Idul Fitri 2026 di wilayah Bogor Selatan resmi memasuki tahap akhir.

Hal ini ditandai dengan pembongkaran Pos Terpadu Pengamanan Lebaran yang sebelumnya berdiri sebagai pusat koordinasi keamanan selama periode libur panjang.

Pos tersebut berlokasi di kawasan strategis perempatan Taman BNR, tepatnya di Jalan Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja. Selama masa operasionalnya, pos ini berfungsi sebagai titik kendali utama dalam memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus menjadi pusat respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan.

Pembongkaran fasilitas ini sekaligus menjadi simbol berakhirnya rangkaian Operasi Ketupat Lodaya 2026, sebuah operasi kemanusiaan yang setiap tahun digelar untuk memastikan situasi tetap kondusif selama momen Idul Fitri.

Fokus utama dari kegiatan ini mencakup pengamanan wilayah, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat.

Selama pelaksanaan operasi, aparat gabungan aktif melakukan patroli dan pemantauan di berbagai titik rawan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang biasanya meningkat saat periode libur Lebaran.

Ketua Polmas Bogor Selatan, Muhammad Zaelani yang akrab disapa Dhen Dani, mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, pihaknya mencatat sejumlah kejadian yang memerlukan penanganan langsung.

“Mulai dari gangguan kamtibmas, pencurian rumah kosong, tawuran warga, aktivitas geng motor, hingga peredaran minuman keras.”

Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat sedikitnya 25 kasus yang berhasil ditangani selama periode Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Beragam kasus tersebut mencerminkan dinamika keamanan yang terjadi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Dalam penanganannya, aparat tidak hanya mengedepankan tindakan represif, tetapi juga menggunakan pendekatan persuasif. Metode ini dinilai efektif untuk menyelesaikan konflik di tingkat masyarakat tanpa menimbulkan eskalasi yang lebih besar.

Seluruh proses penanganan dilakukan melalui pendekatan problem solving, dengan melibatkan berbagai unsur terkait seperti Muspika dan Polsek Bogor Selatan. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Dengan berakhirnya operasi ini, diharapkan situasi kamtibmas di Bogor Selatan tetap terjaga meskipun pengamanan intensif telah dihentikan.

Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Penutupan pos terpadu ini bukan hanya menandai berakhirnya operasi, tetapi juga menjadi evaluasi bagi peningkatan kualitas pengamanan di masa mendatang.

Rudy Susmanto Siapkan 15 Bus Arus Balik Gratis, Jemput Pemudik dari Jawa Tengah ke Bogor

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang optimal dengan menyiapkan armada khusus untuk mendukung arus balik Lebaran 2026.

Kali ini, sebanyak 15 unit bus disiapkan untuk menjemput warga asal Kabupaten Bogor yang sebelumnya mudik ke wilayah Jawa Tengah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan kepulangan warga berlangsung aman dan nyaman.

“Kami telah menyiapkan 15 armada untuk menjemput kembali masyarakat dari wilayah Jawa Tengah menuju Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto, Jum’at 27 Maret 2026.

Menurut Rudy, program arus balik mudik gratis ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan menyeluruh kepada masyarakat, khususnya pada momentum Lebaran.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran Forkopimda resmi melepas sebanyak 77 bus dalam program mudik gratis di area VVIP, Stadion Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 18 Maret 2026 lalu.

Adapun, dalam program mudik gratis tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyediakan sebanyak 40 bis, Polres Bogor 20 bisa dan dari pihak swasta sebanyak 17 bus, dengan total keseluruhan 77 bus.

“Kami pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda dan Kabupaten Bogor, Pores Bogor, lalu Kodim, DPRD di Kabupaten Bogor, melakukan pelepasan mudik gratis di Kabupaten Bogor,” ungkap Rudy.

(Albin)

Kisah Pelaku Usaha “Ayam Panggang Bu Setu”, Kuliner Favorit di Magetan yang Sukses Kembangkan Usaha Berkat 35 tahun Merasakan Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Mudik Lebaran selalu membawa cerita hangat tentang perjalanan pulang ke kampung halaman. Selain berkumpul bersama keluarga, momen ini juga identik dengan wisata kuliner khas daerah yang selalu dirindukan para perantau.

Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, salah satu kuliner yang kerap menjadi tujuan para mudik adalah Ayam Panggang Bu Setu. Aroma asap kayu bakar yang khas dari dapurnya sudah lama menjadi penanda kelezatan hidangan yang bertahan lintas generasi.

Di balik kepulan asap tersebut, tersimpan perjalanan panjang usaha keluarga yang telah berdiri lebih dari tiga dekade. Kini, Ayam Panggang Bu Setu tetap setia menjaga cita rasa tradisional yang membuatnya terus menjadi destinasi kuliner favorit setiap musim mudik.

Subiyanto, generasi kedua yang kini mengelola Ayam Panggang Bu Setu menyampaikan bahwa usaha tersebut dirintis oleh kedua orang tuanya pada 1990-an. Berawal dari berjualan keliling, hingga kini berkembang menjadi usaha rumahan dengan promosi yang saat itu masih mengandalkan perantara mulut ke mulut hingga dikenal luas seperti sekarang.

Menurut Subiyanto, kunci daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi mereka mempertahankan proses memasak tradisional.

“Daya tarik Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi kami mempertahankan
proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar keras, seperti mahoni atau jati. Meskipun zaman sudah modern, kami tidak beralih ke kompor gas agar kematangan ayam sempurna dan ciri khas kami tetap terjaga,” ujarnya.

Salah satu menu yang paling banyak diburu pelanggan adalah Ayam Panggang Bumbu Rujak. Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih meresap hingga ke serat daging ayam kampung yang empuk, menjadikannya hidangan yang cocok dinikmati bersama keluarga.

Bagi Ayam Panggang Bu Setu, musim mudik Lebaran selalu menjadi periode paling ramai dalam setahun. Para pemudik yang melintas di Magetan kerap menyempatkan diri singgah untuk menikmati kuliner legendaris ini. Lonjakan pengunjung biasanya mulai terasa dua hari sebelum Lebaran hingga sekitar lima hari setelahnya.

Perkembangan usaha Ayam Panggang Bu Setu tidak lepas dari dukungan perbankan yang telah mendampingi usaha keluarga ini sejak awal. Subiyanto mengenang bagaimana sang ayah memulai mengenal kemitraan dengan BRI pada tahun 1992 dengan modal awal sebesar Rp250.000.

“Dulu sebelum ada modal dari BRI, kami beli ayam ke tengkulak dengan sistem utang, harganya jauh lebih mahal. Setelah ada pinjaman dari BRI, kami bisa beli cash dan harga jual ke konsumen pun jadi lebih terjangkau,” jelasnya.

Seiring berjalnnya waktu, usaha tersebut terus mendapatkan akses permodalan dari BRI dalam pengembangan usaha. Subiyanto juga memanfaatkan layanan digital BRI untuk mengelola usahanya dan berharap fasilitas tersebut terus ditingkatkan.

Dukungan keuangan yang mudah dan cepat ini membantu usaha keluarga tersebut terus berkembang hingga mampu memperluas lahan dan membangun fasilitas restoran yang lebih nyaman.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan BRI selalu konsisten dalam memberikan dukungan permodalan, melakukan pendampingan, hingga penerapan digitalisasi bagi pelaku UMKM.

“Kami senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Ayam Panggang Bu Setu menjadi contoh nyata dukungan pendanaan BRI dalam mendorong perekonomian masyarakat sekaligus menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya” tegas Dhanny.

Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60% penyaluran KUR tersebut dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi sektor produksi mencapai 64,49% dari total penyaluran.***

Disiplin ASN Disorot, Mensos Ancam Pemecatan Pegawai Mangkir Usai Libur Lebaran

0

Bogordaily.net – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin di lingkungan Kementerian Sosial.

Ia menyatakan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemberhentian, kepada aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang terbukti melanggar aturan, khususnya yang tidak kembali bekerja setelah libur Lebaran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan apel pembinaan pegawai yang digelar di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul secara terbuka menyoroti tingkat kedisiplinan pegawai yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian serius.

Berdasarkan data internal, dari total 46.090 ASN yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial, tercatat sebanyak 2.708 pegawai tidak melakukan pengisian absensi tanpa memberikan keterangan yang jelas.

Angka ini dinilai cukup signifikan dan menjadi indikator adanya persoalan dalam pengawasan serta kepatuhan terhadap aturan kerja.

Menariknya, sebagian besar pelanggaran tersebut berasal dari pegawai yang bekerja dengan skema Flexible Working Arrangement (FWA).

Termasuk di dalamnya para pendamping sosial yang baru saja diangkat menjadi PPPK, yang seharusnya sedang berada dalam masa adaptasi dan pembuktian kinerja.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, melainkan sudah berlangsung cukup lama pada sejumlah kasus.

Bahkan, terdapat pegawai yang diketahui sudah lama tidak aktif bekerja dan sulit untuk dihubungi oleh pihak instansi.

Ia juga menyoroti adanya praktik tidak disiplin yang lebih serius, di mana sejumlah pegawai hanya melakukan absensi formalitas tanpa benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Fenomena ini, menurutnya, tidak bisa lagi ditoleransi karena berpotensi merusak kinerja organisasi secara keseluruhan.

Dalam penegasannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa sanksi akan diberikan secara bertahap sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

Mulai dari teguran administratif, penundaan hak, hingga pemberhentian sebagai langkah terakhir bagi pelanggaran berat.

Bahkan, dalam beberapa kasus yang telah memenuhi kriteria pelanggaran serius, keputusan pemberhentian langsung telah diambil sebagai bentuk ketegasan dalam menjaga integritas institusi.

Selain sanksi administratif, pelanggaran seperti tidak melakukan absensi juga akan berdampak langsung pada pemotongan tunjangan kinerja.

Hal ini menjadi bagian dari mekanisme pengendalian disiplin yang diterapkan secara sistematis.

Gus Ipul menekankan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam birokrasi pemerintahan yang tidak bisa ditawar. Tanpa kedisiplinan, pelayanan publik yang optimal akan sulit terwujud.***

Kenaikan Harga BBM Meluas di Asia Tenggara, Bagaimana dengan Indonesia?

0

Bogordaily.net – Kenaikan harga BBM mulai merambat ke berbagai negara di Asia Tenggara seiring melonjaknya harga minyak global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas.

Harga minyak mentah Brent bahkan telah menyentuh level US$100 per barel, melonjak tajam dari kisaran US$65–US$70 per barel pada bulan sebelumnya.

Lonjakan tersebut langsung memicu kenaikan harga BBM di sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, Singapura, hingga Malaysia. Masing-masing negara menyesuaikan harga energi domestik demi meredam tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.

Di Thailand, penyesuaian harga dilakukan mulai 21 Maret 2026 oleh operator energi utama seperti PTT dan Bangchak. Harga bensin dan gasohol naik 1 baht per liter, sementara diesel meningkat sekitar 0,70 baht per liter. Harga bensin kini mencapai 41,64 baht per liter, sedangkan varian gasohol dan diesel juga mengalami kenaikan signifikan di berbagai level.

Vietnam bahkan mencatat lonjakan lebih tajam. Harga bensin RON95 naik lebih dari 20% menjadi sekitar 30.690 dong per liter, sementara diesel melonjak hampir 34% menjadi 33.420 dong per liter. Secara kumulatif sejak akhir Februari 2026, harga bensin telah naik lebih dari 50% dan diesel hingga 70%, mencerminkan tekanan berat dari pasar energi global.

Sementara itu, Singapura melakukan penyesuaian harga secara bertahap. Operator seperti Shell dan SPC menaikkan harga bensin oktan 95 sebesar 4 sen Singapura per liter. Harga bensin premium dan diesel juga ikut terdongkrak, dengan diesel menyentuh level tertinggi 2,70 dolar Singapura per liter.

Malaysia juga tidak luput dari tren serupa. Dalam dua pekan terakhir, harga bensin RON97 naik 70 sen menjadi 4,55 ringgit per liter. Sementara itu, harga diesel melonjak 80 sen hingga mencapai rekor 4,72 ringgit per liter. Meski demikian, pemerintah Malaysia masih menahan harga RON95 di level 1,99 ringgit per liter.

Di dalam negeri, kenaikan harga BBM non-subsidi juga sudah terjadi pada Maret 2026. Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp12.300 per liter dari sebelumnya Rp11.800 per liter. Pertamax Green kini dibanderol Rp12.900 per liter, sementara Pertamax Turbo naik menjadi Rp13.100 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada BBM jenis diesel, di mana Dexlite naik menjadi Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp14.500 per liter. Namun, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi, yakni Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Selain Pertamina, sejumlah operator swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo juga kompak menaikkan harga produk BBM mereka. Penyesuaian ini mencerminkan tekanan global yang semakin kuat terhadap sektor energi, sekaligus menjadi sinyal bahwa volatilitas harga minyak dunia masih akan berlanjut dalam waktu dekat.***

BRI Konsisten Dukung Program Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendukung program perumahan nasional melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS).

Hingga akhir Februari 2026, BRI telah merealisasikan pembiayaan KPRS sebesar Rp16,79 triliun yang telah menjangkau 122.838 debitur, sebagai bagian dari komitmen perseroan dalam menyediakan akses hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Penyaluran tersebut mencakup beberapa skema pembiayaan, yakni KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp16,38 triliun, KPR Tapera sebesar Rp316,93 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp91,65 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp8,89 miliar.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi BRI dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan. Penyaluran KPR subsidi juga menjadi bagian dari kontribusi perseroan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.

“BRI berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penyaluran KPR subsidi ini merupakan bagian dari peran BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery.

Selain membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, pembangunan kawasan perumahan juga dapat memberikan dampak ekonomi yang luas. Aktivitas ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan berbagai sektor pendukung, mulai dari sektor konstruksi, industri bahan bangunan, jasa tenaga kerja, logistik, hingga peluang usaha bagi pengusaha UMKM yang berkembang di sekitar kawasan hunian.

Hery menambahkan bahwa kehadiran BRI yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal penting dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.

“Ke depan, BRI akan terus memperluas jangkauan pembiayaan perumahan agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Dengan dukungan jaringan lebih dari 7 ribu unit kerja di seluruh Indonesia, BRI optimistis program pembiayaan perumahan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah,” pungkas Hery.***

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Berangkat dari ketertarikan mengembangkan kuliner berbasis tepung aci, brand kuliner Tercabaikan berkembang menjadi salah satu usaha makanan lokal di Bandung yang menghadirkan berbagai menu seperti Baso Aci, Cimol Bojot, Cireng Kuah, Mie Kocok, Kupat Tahu, Mie Ayam, hingga Cilok. Melalui pengembangan cita rasa serta inovasi produk, usaha ini berupaya menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern agar tetap relevan dengan selera pasar.

Produk Tercabaikan dikenal dengan cita rasa yang kaya akan bumbu serta beragam pilihan topping dan isian. Inovasi juga terus dilakukan untuk menjaga daya tarik produk, termasuk menghadirkan berbagai varian menu seperti kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, hingga baso aci yang dapat disajikan dalam berbagai pilihan kuah seperti keju, seblak, maupun soto.

Pemilik usaha Tercabaikan Inggra DP mengungkapkan bahwa ide memulai usaha tersebut muncul setelah dirinya melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci saat berkunjung ke Garut. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mencoba membuat versi sendiri di rumah hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dijalankan hingga saat ini.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha tersebut berkembang secara bertahap. Pada momen syukuran pernikahannya pada tahun 2017, Inggra juga membagikan baso aci kepada keluarga dan tetangga. Dari momen tersebut mulai muncul sejumlah pesanan pre-order yang kemudian menjadi titik awal berkembangnya usaha Tercabaikan hingga saat ini.

Dalam perjalanan membangun usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama pada tahap awal ketika seluruh proses usaha masih dijalankan sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pemasaran.

Pengembangan pemasaran juga dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Seiring berkembangnya usaha, Inggra juga terus berupaya meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui berbagai pelatihan. Salah satunya dengan memanfaatkan platform LinkUMKM BRI, khususnya melalui program pelatihan yang diselenggarakan di Rumah BUMN Bandung.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM. Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar. Platform ini menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha secara berkelanjutan.

“Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha melalui akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Ekosistem ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus menangkap peluang pasar yang semakin berkembang di era digital. Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya.***

Ratusan Reklame Tak Berizin Dibersihkan, KPP Bogor Raya: Langkah Tegas Demi Dongkrak PAD

0

Bogordaily.net — Penertiban ratusan reklame tak berizin oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menjadi langkah nyata dalam menegakkan aturan sekaligus mengamankan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk reformasi konkret dalam tata kelola pendapatan daerah yang selama ini kerap bocor akibat praktik reklame ilegal.

“Ini bukan sekadar penertiban biasa. Ini adalah langkah tegas dan berani dari Pemerintah Kota Bogor untuk menghentikan kebocoran PAD dari sektor reklame. Selama ini, banyak pihak yang memanfaatkan ruang publik tanpa izin, tanpa kontribusi yang jelas bagi daerah,” tegas Beni.

Ia juga menilai bahwa keberanian Bapenda dan Satpol PP harus didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat, karena selain menertibkan kota dari kesemrawutan visual, juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah.

“Setiap reklame ilegal yang ditertibkan adalah potensi PAD yang diselamatkan. Jika ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka Kota Bogor akan memiliki sumber pendapatan yang lebih optimal untuk pembangunan,” lanjutnya.

Beni juga mendesak agar tidak ada tebang pilih dalam penegakan aturan, termasuk terhadap pihak-pihak yang memiliki kekuatan politik maupun ekonomi.

“Penegakan hukum harus adil. Tidak boleh ada diskriminasi. Siapapun yang melanggar harus ditindak. Jika tidak, maka kepercayaan publik akan runtuh,” tambahnya.

KPP Bogor Raya berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar berjalan transparan dan berkeadilan, serta mendorong pemerintah kota untuk memperkuat sistem pengawasan dan perizinan reklame ke depan.

“Ini momentum bersih-bersih. Jangan setengah hati. Jika perlu, lakukan audit menyeluruh terhadap seluruh titik reklame di Kota Bogor,” pungkasnya.***

Berawal dari Hobi Memasak dan Traveling, Produk Kriya Bertema Kuliner Nusantara Yummy Craft Terus Berkembang Berkat Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Kreativitas pengusaha UMKM terus melahirkan produk unik yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

Salah satunya ditunjukkan oleh Yummy Craft, usaha kriya asal Jakarta Selatan yang menghadirkan berbagai produk dengan desain terinspirasi dari ragam kuliner Nusantara.

Didirikan pada tahun 2022, Yummy Craft mengembangkan produk kriya dengan pendekatan desain yang khas sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui karya yang fungsional.

Inspirasi desain tersebut berasal dari dokumentasi visual berbagai hidangan yang diabadikan melalui hobi memasak dan traveling, yang kemudian dikembangkan menjadi motif pada berbagai produk kriya Yummy Craft.

Founder Yummy Craft Sri Kumala Ambarwati menuturkan bahwa ide awal usaha tersebut berangkat dari hobi pribadi yang kemudian berkembang menjadi peluang usaha.

“Berawal dari hobi masak dan traveling. Saya sering memotret hasil masakan sendiri, lalu foto-foto tersebut saya jadikan desain produk untuk merchandise teman-teman luar negeri yang datang ke Indonesia,” ujarnya.

Salah satu produk yang paling diminati pelanggan adalah Foldable Bag, tas lipat dengan desain kuliner Nusantara yang menggunakan bahan berkualitas sehingga dapat dicuci tanpa luntur.

Seiring berkembangnya usaha, berbagai desain yang awalnya dibuat sebagai merchandise kemudian berkembang menjadi produk dengan karakter tersendiri.

Melalui Yummy Craft, pendekatan desain tersebut menjadi identitas dalam memperkenalkan ragam kuliner Indonesia melalui produk kriya.

“Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia,” jelasnya.

Selain menghadirkan desain yang terinspirasi dari kuliner Nusantara, Yummy Craft juga mengembangkan inovasi produk sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah usaha.

“Kami juga mengembangkan produk turunan yang sustainable dengan memanfaatkan daun gebang menjadi produk bernilai tinggi dan berpotensi sebagai komoditas ekspor,” tambahnya.

Saat ini, produk Yummy Craft dipasarkan melalui berbagai kanal offline seperti toko di pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, serta galeri produk kreatif.

Pasarnya pun terus berkembang dengan pembeli yang berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Bandung.

Produk tersebut bahkan telah menjangkau pasar internasional, termasuk Jepang. Dalam perjalanan mengembangkan usaha, berbagai tantangan juga dihadapi, terutama dalam upaya memperluas jangkauan pasar.

“Tantangannya adalah rasa percaya diri. Harapan saya bisa terus berkarya dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Dalam mengembangkan usahanya, Sri juga aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan usaha.

Keikutsertaannya dalam program LinkUMKM BRI yang dikenalnya melalui Rumah BUMN BRI Jakarta turut menambah jejaring usaha sekaligus membuat produknya semakin dikenal.

BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pengusaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa UMKM kreatif yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

“Produk UMKM yang mampu mengangkat kekayaan budaya lokal sekaligus menghadirkan inovasi memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Melalui penguatan kapasitas usaha dan inovasi yang berkelanjutan, pengusaha UMKM dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar. Melalui LinkUMKM, BRI terus mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional,” pungkas Akhmad.***