Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 14

Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Tertahan, Jalur Minyak Dunia Kian Mencekam

Bogordaily.net – Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz kini benar-benar berada dalam bayang-bayang konflik. Jalur laut yang selama ini sibuk itu mendadak mencekam. Bukan karena badai. Tapi karena rudal.

Ketegangan antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat membuat Selat Hormuz seperti ruang tunggu yang penuh kecemasan. Kapal-kapal tanker memilih menahan diri. Mereka tidak lagi berani melintas seperti biasa. Risiko terlalu besar.

Di tengah situasi itu, dua kapal milik Pertamina ikut tertahan. Belum bisa bergerak. Menunggu kepastian yang tak kunjung pasti.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran, komunikasi terus dibangun. Diplomasi dijalankan—pelan, tapi intens.

“Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” ujar Yvonne Mawengkang, Ahad (28/3).

Ada secercah harapan. Tapi belum cukup.

Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz masih harus menunggu. Masih ada detail teknis yang diminta pihak Iran. Data kapal. Spesifikasi. Informasi yang tampak sepele, tapi menentukan.

KBRI di Teheran terus menjembatani. Komunikasi disebut berjalan positif. Namun, diplomasi saja tidak cukup. Ada faktor lain yang tak kalah penting: kesiapan dari Pertamina sendiri.

Asuransi harus jelas. Perlindungan harus kuat. Awak kapal harus siap. Tidak bisa setengah-setengah. Dalam situasi seperti ini, satu kelalaian bisa berakibat fatal.

“Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal,” tegas Yvonne.

Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz kini bukan sekadar soal logistik energi. Ini soal keselamatan. Soal strategi. Soal bagaimana sebuah negara melindungi asetnya di tengah pusaran konflik global.

Koordinasi lintas pihak terus dilakukan. Semua bergerak dalam satu irama: hati-hati.

Karena di Selat Hormuz, kesalahan kecil bisa menjadi berita besar.***

UPTD PPA Kota Bogor Perkuat Edukasi dan Pendampingan Korban Kekerasan

0

Bogordaily.net – Upaya penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bogor tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat untuk melapor dan mendapatkan perlindungan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bogor, Dina Noviani, mengatakan lembaganya berperan sebagai pendamping korban sekaligus penghubung antara masyarakat dengan aparat penegak hukum.

UPTD PPA Kota Bogor Perkuat Edukasi dan Pendampingan Korban Kekerasan

Menurut Dina, dalam banyak kasus korban sering kali tidak mengetahui bahwa mereka memiliki akses bantuan dari pemerintah selain melapor langsung ke kepolisian.

“Masyarakat sekarang mulai mengetahui bahwa selain ke polisi, mereka juga bisa datang ke lembaga kami untuk mendapatkan pendampingan,” ujarnya belum lama ini.

UPTD PPA menyediakan berbagai bentuk layanan bagi korban, mulai dari pendampingan psikologis, konsultasi, hingga bantuan dalam proses hukum.

Dalam beberapa kasus, korban bahkan datang hanya untuk berkonsultasi sebelum memutuskan langkah hukum yang akan diambil.

Dina melihat perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir terkait kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan terhadap anak.

Menurutnya, semakin banyak korban atau keluarga korban yang datang untuk meminta bantuan.

“Kita melihat ada peningkatan awareness masyarakat. Mereka sudah lebih tahu harus melapor ke mana,” katanya.

Namun di sisi lain, meningkatnya jumlah laporan juga membuat Kota Bogor terlihat memiliki angka kasus yang cukup tinggi.

Padahal, menurut Dina, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh semakin terbukanya masyarakat dalam melaporkan kasus kekerasan.

“Kalau laporan bertambah, terlihatnya kasus di Bogor tinggi. Tapi sebenarnya itu juga karena masyarakat mulai berani melapor,” ujarnya.

UPTD PPA Kota Bogor menilai pencegahan kekerasan tidak bisa hanya dilakukan melalui penanganan kasus setelah terjadi.

Karena itu, lembaga tersebut juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pola pengasuhan anak, relasi keluarga yang sehat, serta cara mengenali tanda-tanda kekerasan.

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga.

Dina mengatakan banyak kasus terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap anak atau konflik rumah tangga yang dipicu tekanan ekonomi.

“Lingkungan yang padat, orang tua sibuk bekerja, dan kurangnya pengawasan sering menjadi celah terjadinya kekerasan,” jelasnya.

Karena itu, menurutnya, penanganan kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Peran keluarga, masyarakat, hingga lingkungan sekitar sangat menentukan dalam mencegah munculnya kekerasan.

“Penanganan kasus kekerasan ini harus dilakukan bersama, bukan hanya oleh pemerintah,” tegasnya.

Melalui kombinasi edukasi, pendampingan, serta peningkatan kesadaran masyarakat, UPTD PPA berharap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bogor dapat ditekan dalam jangka panjang.

Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, UPTD PPA Kota Bogor juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban yang melapor.

Pendampingan tersebut meliputi layanan konseling psikologis, bantuan hukum, hingga pendampingan selama proses penanganan kasus di kepolisian maupun pengadilan.

Dina menjelaskan, lembaganya berperan memastikan korban mendapatkan perlindungan serta dukungan yang dibutuhkan agar dapat melalui proses hukum dengan aman.

“Ketika ada korban yang melapor, kami tidak hanya menerima laporan saja. Ada pendampingan psikologis, konsultasi, sampai mendampingi korban dalam proses hukum,” tutupnya.

Melalui layanan tersebut, UPTD PPA berharap korban kekerasan tidak merasa sendirian ketika menghadapi proses penanganan kasus.

Pendampingan yang diberikan juga diharapkan dapat membantu korban memulihkan kondisi psikologis sekaligus memberikan rasa aman selama proses hukum berlangsung.***

Transaction Banking BRI Kian Kokoh, Volume Transaksi Qlola by BRI Tembus Rp2.141,37 Triliun hingga Februari 2026

0

Bogordaily.net – Di tengah meningkatnya kompleksitas aktivitas bisnis korporasi, kebutuhan akan pengelolaan transaksi keuangan yang semakin terstruktur menjadi kian penting. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat kapabilitas digitalnya melalui Qlola by BRI.

Hingga Februari 2026, jumlah pengguna Qlola by BRI tercatat meningkat 33% secara tahunan (year-on-year/YoY), mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan digital BRI oleh nasabah korporasi dalam mendukung aktivitas usaha. Sejalan dengan itu, volume transaksi melalui Qlola by BRI mencapai Rp2.141,37 triliun.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, Qlola by BRI mampu menghimpun dana murah (CASA) sebesar Rp369,35 triliun, atau tumbuh 27% YoY. Capaian ini memperlihatkan bahwa penguatan kapabilitas digital berjalan seiring dengan penguatan struktur pendanaan dan efisiensi Perseroan.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengungkapkan pencapaian ini menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap pengelolaan transaksi yang lebih terstruktur dan responsif, seiring dengan dinamika bisnis yang kian cepat.

Dukungan solusi yang andal menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
“Pengembangan Qlola by BRI merupakan bagian dari upaya BRI dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang. Penguatan ini juga mencerminkan fokus BRI dalam membangun kapabilitas digital yang mampu mendukung aktivitas bisnis secara lebih optimal,” ujarnya.

Qlola by BRI merupakan inovasi digital BRI berupa integrated corporate solution platform yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan keuangan dalam satu kesatuan sistem melalui pendekatan single sign on.
Platform ini menghadirkan kemudahan dalam pengelolaan transaksi serta aktivitas keuangan bisnis, sekaligus menjadi bagian dari strategi BRI dalam memperkuat fondasi sebagai universal bank dengan menghadirkan solusi yang relevan bagi seluruh segmen nasabah.

“Qlola by BRI kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan dunia usaha yang semakin menuntut kecepatan dan ketepatan dalam pengelolaan transaksi. Melalui platform ini, BRI tidak hanya memfasilitasi aktivitas transaksi, tetapi juga membantu nasabah dalam mengelola bisnis secara lebih terarah. Ke depan, Qlola by BRI akan terus kami kembangkan sebagai bagian dari upaya BRI menghadirkan layanan yang relevan di berbagai segmen,” pungkas Riko.***

Bakpao Gandum RoyalKueID, Pilihan Camilan Praktis yang Tumbuh Bersama Ekosistem Pemberdayaan BRI

0

Bogordaily.net – Kebutuhan masyarakat akan makanan yang praktis dan mudah disajikan mendorong pengusaha UMKM untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang relevan dengan aktivitas sehari-hari. Hal ini tercermin dari usaha Bakpao Gandum RoyalKueID, kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan bakpao berbahan gandum sebagai pilihan sarapan maupun camilan keluarga.

Bakpao Gandum RoyalKueID menghadirkan produk berbahan gandum yang praktis disiapkan dan cocok sebagai pilihan sarapan maupun camilan. Dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera keluarga, bakpao ini menjadi alternatif makanan yang mudah dinikmati, terutama bagi anak-anak. Salah satu varian yang paling diminati pelanggan adalah ayam jamur.

Co-founder Bakpao Gandum RoyalKueID Yusnianti menuturkan bahwa usaha tersebut berawal dari inisiatif sederhana yang kemudian berkembang menjadi peluang bisnis.

“Awalnya ide sudah mulai muncul di 2023, kita produksi untuk konsumsi sendiri kemudian mulai berani menawarkan ke kerabat dan teman di akhir tahun 2023. Dulu kami hanya buka PO di kalangan sendiri dan ternyata responsnya baik sehingga memberi kami keberanian dan peluang untuk membuka outlet pertama kami di akhir tahun 2024,” ujarnya.

Seiring berkembangnya usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID kini memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga B2B dan partisipasi dalam berbagai pameran. Jangkauan pasar pun terus meluas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga menjangkau pembeli antar kota hingga antar pulau.

Dalam mendukung operasional usaha, Bakpao Gandum RoyalKueID memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi dengan para reseller, sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis. Di sisi lain, Yusnianti juga aktif meningkatkan kemampuan dalam mengelola usahanya melalui platform LinkUMKM BRI sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan usaha.

“Sejak membuka outlet pertama di akhir tahun 2024, saya menyadari bahwa untuk berkembang saya perlu menambah pengetahuan. Puji Tuhan, kami mendapat saran dari kerabat yang telah bergabung dengan LinkUMKM BRI. Dari situ saya mulai mencari lebih banyak informasi melalui berbagai sumber, termasuk media sosial dan website. Saya masih ingat, kelas pertama yang saya ikuti adalah setelah Lebaran tahun 2025,” ungkapnya.

BRI melalui platform LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi pengusaha UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM sebagai sarana peningkatan kapasitas usaha secara daring, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

Platform tersebut menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB, serta didukung 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan soft skill maupun hard skill pengusaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan bagian dari strategi BRI dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, BRI tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga mendukung peningkatan kapasitas usaha melalui digitalisasi dan pendampingan.

“Pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. BRI melalui LinkUMKM dan berbagai layanan digital seperti QRIS terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong UMKM naik kelas sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.***

Jalur Puncak Diprediksi Padat Akhir Pekan Ini, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Bogordaily.net –Polres Bogor melalui Kasatlantas Polres Bogor IPTU Afif Widhi Ananto, menyatakan kesiapan penuh dan juga siaga dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan pada akhir pekan tanggal 28 dan 29 Maret 2026

Meski libur lebaran telah usai dan sebagian sudah memasuki kerja, tetapi libur sekolah masi terjadi hingga pekan depan

Seluruh personel akan disiagakan di sepanjang Jalur Puncak guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Afifananto, mengatakan bahwa pengamanan ini dilakukan seiring dengan berakhirnya masa libur, di mana masyarakat sudah kembali beraktivitas normal, baik bekerja maupun sekolah.

“jadi pada weekend tanggal 28 dan 29, kami masih siaga penuh di sepanjang Jalur Puncak ini untuk mengoordinir masyarakat yang ingin berwisata terakhir, sebelumnya seluruhnya sudah masuk kerja dan masuk sekolah,” ujar Afifananto.

Ia menjelaskan, meskipun aktivitas sudah kembali normal, potensi peningkatan volume kendaraan ke kawasan wisata Puncak tetap ada,

terutama pada akhir pekan mengingat libur sekolah masih terjadi dan masyarakat yang ingin melakukam berwisata ke daerah puncak

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa seperti sistem satu arah (one way).

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta mempertimbangkan waktu perjalanan guna menghindari kepadatan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi rekayasa lalu lintas yang sudah diberlakukan, sehingga seluruh perjalanan dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan aman,” ujarnya

Dengan kesiagaan penuh tersebut, diharapkan arus lalu lintas di Jalur Puncak tetap lancar, aman, dan terkendali selama akhir pekan.

(Fikri)

DPRD Ingatkan SPPG Agar Prioritaskan Lapangan Kerja Untuk Warga RT/RW Setempat

0

Bogordaily.net – DPRD Kota Bogor mengingatkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memprioritaskan pekerjaan untuk lingkungan sekitar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Dedi Mulyono, mengatakan, keberadaan 125 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor seharusnya membawa manfaat langsung bagi warga sekitar.

Namun di lapangan, masih ada masyarakat yang mengaku belum dilibatkan dalam operasional program tersebut.

“Saat saya turun ke lapangan, ada warga yang menyampaikan langsung ke saya, ‘Pak, SPPG ada di sini, tapi kami tidak pernah diajak terlibat kerja.’ Ini harus jadi perhatian serius,” ujar Dedi

Menurutnya, keluhan tersebut menunjukkan bahwa manfaat program belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di tingkat paling bawah.

Dedi menuturkan, aspirasi warga yang ia temui cukup sederhana: mereka ingin dilibatkan dan mendapatkan kesempatan kerja di lingkungan sendiri.

“Bahkan ada yang bilang, ‘Kami cuma lihat aktivitasnya setiap hari, tapi tidak pernah diajak kerja. Ini kan ironis,” katanya.

Ia menilai, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan, mengingat SPPG hadir di tengah-tengah permukiman warga.

Dedi menegaskan, setiap SPPG seharusnya memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, mulai dari RT, RW, hingga kelurahan.

“Kalau SPPG berdiri di satu wilayah, maka warga di situ harus jadi yang pertama dilibatkan. Ini bukan hanya soal program, tapi soal keadilan bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di SPPG cukup besar, mulai dari dapur, distribusi, hingga operasional harian yang bisa diisi oleh warga lokal.

Untuk memastikan penyerapan tenaga kerja tepat sasaran, Dedi mendorong agar RT dan RW dilibatkan dalam proses rekrutmen.

“RT dan RW paling tahu siapa warganya yang butuh pekerjaan. Jangan sampai peluang ini justru diambil oleh orang luar,” ujarnya.

Dedi mengingatkan, program sebesar SPPG jangan sampai justru menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

“Harapan warga itu sederhana, ingin dilibatkan, ingin punya penghasilan. Jangan sampai program besar ini justru membuat mereka merasa ditinggalkan,” katanya.

Ia pun menegaskan, jika dikelola dengan baik, SPPG bisa menjadi penggerak ekonomi dari level paling bawah.

“Kalau warga sekitar bekerja, ada penghasilan, maka ekonomi di RT dan RW akan hidup. Ini yang harus kita jaga,” ucapnya.

Berdasarkan infiormasi dari website resmi Badan Gizi Nasional, jumlah SPPG yang sudah beroperasi di Kota Bogor mencapai 125 titik. Dedi menilai ini adalah momentum penting untuk memastikan program benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya soal angka 125 SPPG, tapi soal bagaimana program ini dirasakan oleh warga. Jangan sampai mereka hanya jadi penonton di rumah sendiri,” pungkasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Diskusi Buku Sejarah di Cianjur: Mengungkap Kematian Tragis Bupati Priangan Tahun 1727

0

Baogordaily.net – Tahun 1727 menjadi salah satu periode paling mengguncang di wilayah Priangan. Seorang tokoh penting, Aria Wiratanu III, ditemukan tewas secara tragis dengan belasan luka tusukan senjata tajam jenis condre.

Peristiwa ini tak hanya menyisakan duka, tetapi juga melahirkan dua versi cerita yang bertolak belakang dan terus hidup hingga kini.

Di satu sisi, legenda lokal menyebut bahwa kematian sang bupati dilatarbelakangi kisah cinta terlarang. Ia dikabarkan jatuh hati pada seorang gadis cantik yang telah memiliki kekasih.

Hubungan tersebut memicu kecemburuan hingga berujung pada aksi balas dendam berdarah yang dikenal sebagai rajapati.

Namun di sisi lain, catatan arsip kolonial Belanda menghadirkan narasi berbeda. Kematian Aria Wiratanu III disebut bukan karena urusan asmara, melainkan akibat konflik sosial yang lebih besar.

Dalam dokumen tersebut, sang bupati dikaitkan dengan praktik penindasan terhadap petani kopi di wilayah Priangan. Ketegangan yang memuncak akhirnya memicu pemberontakan, yang berujung pada kematian tragisnya di tengah huru-hara rakyat.

Dua versi ini antara legenda cinta dan realitas politik, menjadi perdebatan menarik yang membuka ruang tafsir sejarah yang lebih luas.

Lalu, bagaimana kisah yang berbeda ini bisa dirangkai menjadi satu narasi utuh dalam sebuah karya sastra?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebuah diskusi buku bertajuk “Cinta, Kopi dan Kekuasaan” akan digelar di kawasan sejuk kaki Gunung Gede.

Acara ini akan mengupas bagaimana sejarah, mitos, dan kekuasaan dapat saling bertaut dalam sebuah novel, sekaligus mengajak peserta melihat kembali peristiwa masa lalu dari berbagai sudut pandang.

Diskusi Buku “Cinta, Kopi dan Kekuasaan”
Kamis, 2 April 2026
10.00 – 13.00 WIB
Kopi Sarongge
Gratis dan terbuka untuk umum

 

 

Dedie A. Rachim Lantik Dua Direksi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim resmi melantik dua direksi PDAM Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balaikota, pada Jumat 27 Maret 2026.

Dua nama yang dilantik dan mengisi posisi strategis tersebut adalah Muzakkir sebagai Direktur Bisnis dan Pelayanan (Bispel) serta Dani Rakhmawan sebagai Direktur Operasional (Dirop).

Walikota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan, pelantikan ini didasari atas turunnya surat pertimbangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat.

“Alhamdulillah, setelah menunggu proses seleksi, semalam saya menerima tembusan surat pertimbangan atas usulan direksi Perumda Tirta Pakuan. Saya mengambil keputusan cepat dengan meminta Pak Sekda segera melaksanakan pelantikan agar operasional perusahaan berjalan lancar,” ujar Dedie dalam sambutannya

Dalam arahannya, Dedie menekankan adanya tugas besar (PR) bagi jajaran manajemen baru, terutama terkait rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota yang diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2027.

Proyek ini nantinya akan dikelola bersama antara Dinas PUPR Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Ada PR besar mengenai akselerasi proses teknis agar pembangunan IPAL skala kota bisa terlaksana di tahun 2027. Kita harus mengejar penganggaran di tahun 2026 agar bantuan dari pusat ini bisa terealisasi tepat waktu,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Walikota juga menyoroti performa finansial Perumda Tirta Pakuan yang selama ini dikenal sebagai salah satu BUMD sehat di Kota Bogor.

Dengan nilai aset sebelum valuasi yang mencapai hampir Rp800 miliar, direksi baru dituntut untuk meningkatkan Key Performance Indicator (KPI).

“Tirta Pakuan berkontribusi cukup baik terhadap dividen pemerintah daerah. Ke depan, saya minta kinerja ditingkatkan, tata aset diselesaikan, dan permasalahan penyertaan modal pemerintah (PMP) dituntaskan agar kontribusi kepada PAD semakin besar,” tambahnya.

Saat ini, cakupan layanan Tirta Pakuan telah menjangkau hampir 72% masyarakat Kota Bogor.

Dedie berharap duet Muzakkir dan Dani Rakhmawan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan tersebut melalui manajemen yang handal dan kuat.

Satu Jabatan Masih Kosong
Meski dua direksi telah dilantik, satu jabatan direktur lainnya masih belum terisi. Dedie menyatakan akan segera berkonsultasi kembali dengan Kemendagri untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Terkait satu jabatan yang tersisa, kami akan konsultasikan apakah harus seleksi ulang atau bisa mengambil dari nama-nama yang sudah lolos pansel sebelumnya. Ini membutuhkan waktu,” jelasnya.

Menutup arahannya, Walikota juga menekankan pentingnya loyalitas dan penguatan spiritual bagi seluruh karyawan. Ia bahkan telah berkoordinasi dengan Ketua MUI untuk memberikan pembinaan mental di lingkungan Perumda Tirta Pakuan.

“Beban kerja di sini cukup berat. Jika ada penguatan dari sisi spiritualitas, saya yakin jajaran direksi dan karyawan akan lebih bersemangat melayani masyarakat,” pungkasnya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Nekat Mencuri Delapan Ekor Kambing, Maling Tewas Usai Dikeroyok Warga Parung Panjang Bogor

Bogordaily.net – Seorang pria Z (39) yang hendak mencuri delapan ekor kambing tewas usai dikeroyok warga di Desa Cikuda, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol M Taufiq menjelaskan bahwa, peristiwa naas itu terjadi pada Rabu 25 Maret 2026 sekitar siang hari.

“Kejadian hari rabu sekira pukul 14.30 di lokasi tersebut di daerah Desa Cikuda ada percobaan pencurian delapan hewan peliharaan kambing,” kata Kompol M Taufiq, Jum’at 27 Maret 2026.

Menurut Taufiq, kejadian bermula ketika pelaku Z (39) hendak memotong kambing hasil curian. Kemudian, pemilik kambing memergoki aksi tersebut, sehingga terjadi kontak fisik antara keduanya.

“Saat terduga pelaku sedang memotong kambing curiannya kepergok atau ketauan oleh pemilik kambing tersebut sehingga terjadi kontak fisik antara terduga pelaku dengan pemilik kambing,” jelasnya

Taufiq mengatakan, setelah sempat berkelahi dengan pemilik kambing, pelaku sempat kabur sebelum akhirnya dihajar oleh segerombolan warga yang sudah mengepung pelaku.

“Setelah duel dengan pemilik kambing, terduga pelaku melarikan diri kemudian dikejar dan dikepung oleh warga. Kurang lebih 200 meter dari titik tersebut,” ujar Taufiq.

Lebih lanjut, Taufiq memastikan bahwa, pelaku dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan pemilik kambing sedang mengalami perawatan dirumah sakit.

“Sekarang lagi dirawat di RSUD atau sudah pulang saya belum update,” ungkapnya.

(Albin)

Jumlah Wisatawan Meningkat, Okupansi Hotel di Kawasan Puncak Bogor Capai 80 Persen Selama Libur Lebaran

 

Bogordaily.net – Okupansi hotel di kawasan Puncak Bogor meningkat selama libur Lebaran 2026 atau hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor, Boboy menjelaskan bahwa, untuk peningkatan jumlah pengunjung di hotel sekitar kawasan puncak Bogor mencapai 80 Persen dibanding hari biasanya.

“Kalo kita memperhatikan okupansi libur lebaran, dibandingkan dengan hari biasa atau weekend itu mengalami peningkatan, okupansi rata rata di angka 75 – 80 %,” kata Boboy, Jum’at, 27 Maret 2026.

Menurutnya, peningkatan tersebut diakibatkan tingginya jumlah wisatawan yang menuju ke kawasan wisata Puncak.

“Terbukti dengan adanya peningkatan trafik dan itu mempengaruhi tingkat hunian hotels,” jelasnya.

Kemudian, para pengunjung rata rata hendak berkunjung ketempat wisata sehari penuh. Pihaknya berharap, peningkatan akan terus terjadi selama masa libur lebaran.

“Kita memprediksi lebih ke wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata one day trip karena libur sekolah sudah mulai aktif masuk di hari Senin, tapi mudah mudahan saja di tanggal tersebut masih ada tamu yang menginap di hotel,” ungkap Boboy.

(Albin)