Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 159

Rayakan Momen Spesial Anda Bersama Social Event Special Package di Grand Savero Bogor

0

Bogordaily.net – Grand Savero Bogor menghadirkan Social Event Special Package, sebuah paket acara sosial lengkap yang dirancang khusus untuk menjadikan setiap perayaan terasa lebih elegan, nyaman, dan penuh kesan.

Mulai dari ulang tahun, lamaran, wisuda, hingga acara kebersamaan keluarga maupun komunitas, Grand Savero Bogor siap menjadi pilihan ideal bagi Anda yang menginginkan acara berkelas dengan pelayanan profesional di pusat Kota Bogor.

Paket Acara Sosial Lengkap dengan Harga Terjangkau

Melalui Social Event Special Package, Grand Savero Bogor menawarkan kemudahan bagi para tamu yang ingin menyelenggarakan acara tanpa ribet.

Paket ini dibanderol mulai dari IDR 190.000 nett per orang, dengan minimum pemesanan 50 pax, menjadikannya solusi ekonomis namun tetap eksklusif.

Dalam satu paket, para tamu sudah dapat menikmati berbagai fasilitas unggulan, antara lain:

  • Gratis penggunaan Function Room dengan suasana elegan dan nyaman
  • Pilihan menu buffet yang lezat dan variatif, disiapkan oleh tim kuliner profesional
  • Standard sound system lengkap dengan microphone untuk mendukung kelancaran acara

Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk memastikan acara berjalan lancar, tertata rapi, dan memberikan pengalaman terbaik bagi tuan rumah maupun tamu undangan.

Cocok untuk Beragam Jenis Acara

Social Event Special Package dari Grand Savero Bogor sangat fleksibel dan dapat disesuaikan untuk berbagai jenis kegiatan, seperti:

  • Birthday Party
  • Engagement atau Lamaran
  • Graduation & Wisuda
  • Family & Community Gathering
  • Arisan
  • Table Manner
  • Private Event lainnya

Dengan konsep yang dapat disesuaikan kebutuhan, setiap acara dapat dikemas secara personal dan eksklusif sesuai keinginan Anda.

Lokasi Strategis dan Tim Berpengalaman

Berlokasi strategis di kawasan Jl. Raya Pajajaran, Grand Savero Bogor mudah dijangkau dari berbagai titik di Kota Bogor.

Didukung oleh tim Wedding and Social Event yang berpengalaman, setiap detail acara akan ditangani secara profesional, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan.

Komitmen Grand Savero Bogor adalah memastikan setiap momen berharga Anda berjalan tanpa hambatan dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh tamu.

Promo Berlaku Hingga Desember 2026

Menariknya, Social Event Special Package ini berlaku hingga Desember 2026, sehingga memberikan fleksibilitas waktu bagi Anda untuk merencanakan acara spesial tanpa terburu-buru.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Wedding and Social Event Expert Grand Savero Hotel melalui WhatsApp:

  • Garry: 0878 8263 2591
  • Dery: 0895 3456 39097

Atau Anda juga dapat langsung mengunjungi Wedding Office Lantai 1 Grand Savero Bogor, beralamat di Jl. Raya Pajajaran No.27, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16128.

 

Naik! Cek Segera Daftar Harga Emas Antam Terbaru Jumat 9 Januari 2026

0

Bogordaily.net – Hari ini harga emas logam mulia (LM) Antam yang dijual per gram Jumat 9 Januari 2026 diperkirakan naik hingga Rp7.000.

Antam tetap menyediakan berbagai ukuran berat emas lm mulai dari yang terkecil, yaitu 0,5 gram, hingga yang terbesar, 1.000 gram.

Harga Emas Antam Jumat 9 Januari 2026

Segini harga emas produksi Antam :

Harga emas 0,5 gram: Rp 1.338.500
Harga emas 1 gram: Rp 2.577.000
Harga emas 5 gram: Rp 12.660.000
Harga emas 10 gram: Rp 25.265.000
Harga emas 25 gram: Rp 63.037.000
Harga emas 50 gram: Rp 125.995.000
Harga emas 100 gram: Rp 251.912.000
Harga emas 250 gram: Rp 629.515.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.258.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.517.600.000

Manfaat Beli Emas Logam Mulia

1. Nilainya Stabil

Salah satu hal yang membuat banyak orang berminat menabung emas yaitu karena nilai emas stabil.

Walaupun terkadang mengalami penurunan nilai, namun nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu.

Harga yang stabil membuat banyak investor emas bisa mendapatkan keuntungan besar di masa yang akan datang.

2. Modal Awal Relatif Kecil

Sejauh ini mungkin banyak di antara kita yang mengira bahwa tabungan emas memerlukan modal awal yang besar. Padahal, menabung emas bisa dimulai dari nominal kecil.

Anda dapat menabung emas Antam mulai dari 0,01 gram dengan biaya fasilitas penitipan emas per tahun sebesar Rp30.000.

3. Likuiditas Tinggi

Keunggulan tabungan emas Antam lainnya yaitu likuiditasnya tinggi atau mudah dicairkan.

Anda dapat mencairkan tabungan emas dalam bentuk emas batangan atau uang tunai sesuai saldo gram emas yang dimiliki.

Lembaga penyedia tabungan emas ini biasanya menyediakan fasilitas buyback atau beli kembali emas.

Misalnya, saat Anda memiliki tabungan emas, Anda dapat menjualnya kembali dengan nominal minimal sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Bisa Menjadi Jaminan Gadai

Ketika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, namun tidak ingin menjual emas yang dimiliki.

Maka Anda bisa menjadikan emas tersebut sebagai jaminan. Hal ini dikarenakan, emas memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan.

Tak hanya itu, nilai gadai emas juga lebih tinggi dibandingkan barang lain karena harganya sudah diketahui pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang dijadikan sebagai jaminan tidak akan berpindah kepemilikannya.

Emas tersebut tetap menjadi milik Anda dan saat ada uang lagi, Anda dapat menebus emas tersebut kembali.

Demikian update harga emas LM Antam per gram hari ini yang dijual Pegadaian, Jumat 9 Januari 2026.***

BRI dan Kemenpora Gelar Program Literasi Keuangan, Dukung Stabilitas Finansial Jangka Panjang Atlet Berprestasi SEA Games 2025

0

Bogordaily.net – Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat kesiapan masa depan para atlet. Sejalan dengan hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mengambil peran aktif dalam membekali atlet Tanah Air dengan melakukan literasi dan edukasi pengelolaan keuangan untuk para atlet berprestasi pada ajang SEA Games 2025 tersebut.

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru sebagai runner-up SEA Games saat tidak berstatus sebagai tuan rumah, menyamai pencapaian dalam SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand. Di mana, pada SEA Games 2025 Thailand lalu, kontingen Indonesia berhasil meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu dengan total 333 keping medali dan mengantar Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir.

Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto pun memberikan penghargaan atas perjuangan para peraih medali SEA Games 2025 Thailand, hal ini terwujud dalam bentuk penyaluran bonus atau pemberian penghargaan kepada para atlet dan pelatih yang telah diberikan pada Kamis (8/1/2026).

Sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan kepada atlet berprestasi, BRI sebagai bank penyalur bonus atlet SEA Games bersama Kemenpora RI menggelar kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertajuk “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes” pada Rabu (7/1/2026) di Menara BRILiaN, Jakarta dan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Melalui sesi edukatif bersama perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie, para atlet dibekali pemahaman mengenai tantangan pengelolaan keuangan pasca penerimaan bonus dan penghargaan.

Terkait kegiatan tersebut, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa edukasi literasi keuangan menjadi penting bagi para atlet, terlebih seiring peran BRI dalam menyalurkan bonus prestasi kepada atlet dan pelatih.

Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan akan membantu atlet mengelola penghasilan yang diterima secara lebih bijak.

“Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin, namun tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi.

Senada, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir pun menyampaikan bahwa melalui kolaborasi strategis antara Kemenpora, BRI, dan pemangku kepentingan terkait, inisiatif ini hadir untuk mendorong atlet menjadi juara tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan finansial yang bijak dan berkelanjutan.

“Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” ujar Erick Thohir.

Melalui program literasi edukasi ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, perencanaan masa depan finansial, serta pembentukan kebiasaan finansial yang sehat. BRI pun mendatangkan langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie. Dalam sesi tersebut, Prita membagikan wawasan praktis dan relevan bagi para atlet berprestasi agar mampu mengelola penghasilan, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, tidak hanya di arena, tetapi juga dalam kehidupan jangka panjang.

Seperti diketahui, berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025, para atlet peraih medali mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.

Untuk atlet perorangan, bonus diberikan sebesar Rp1 miliar bagi peraih medali emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta bagi peraih perunggu. Sementara itu, atlet ganda menerima bonus Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Pada kategori atlet beregu, bonus yang diberikan masing-masing sebesar Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih, dengan rincian pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk medali emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta bagi peraih emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu. Khusus bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak dan Rp31,5 juta untuk perunggu.***

Mantan Suami Ratu Qorry Jadi Perbincangan. Siapa Dia?

0

Bogordaily.net – Mantan Suami Ratu Qorry ikut menjadi sorotan publik seiring mencuatnya pengakuan mengejutkan Ratu Qorry yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Nama Ratu Qorry mendadak viral setelah tampil sebagai bintang tamu dalam podcast dr Richard Lee, di mana ia secara terbuka mengaku sebagai korban dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang oknum pendakwah berinisial HRA.

Dalam tayangan podcast tersebut, Ratu Qorry menyampaikan kisah pahit yang dialaminya dengan nada tenang. Perempuan asal Banten itu dikenal sebagai ibu dari tiga anak.

Ia mengungkap bahwa peristiwa dugaan pelecehan tersebut terjadi pada 2024, saat dirinya masih berstatus sebagai istri sah, meski kondisi rumah tangganya kala itu tengah berada di titik renggang.

Ratu menjelaskan, konflik rumah tangga membuatnya berusaha lebih mendekatkan diri pada kegiatan keagamaan. Ia kemudian mengikuti sejumlah kajian yang mempertemukannya dengan sosok pendakwah berinisial HRA.

Dari pertemuan itulah, menurut pengakuannya, terjadi peristiwa yang tidak diinginkan. “Terjadilah kejadian yang tidak diinginkan, yaitu pelecehan itu,” ujar Ratu dalam podcast yang tayang di kanal YouTube @drRichardLeeMARS.

Pengakuan tersebut semakin menarik perhatian publik lantaran Ratu menyebut pertemuannya dengan HRA berlangsung cukup lama, bahkan hingga sembilan jam.

Ia mengaku berada dalam kondisi psikologis yang tidak stabil dan merasa kehilangan kendali atas dirinya. Situasi itu, menurutnya, berujung pada dugaan tindakan asusila yang kini dilaporkan ke pihak kepolisian.

Namun demikian, Ratu menyebut proses hukum yang ditempuh sejauh ini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Oknum pendakwah berinisial HRA bahkan dikabarkan masih aktif berdakwah seperti biasa. Hal ini memicu reaksi warganet yang mempertanyakan penanganan kasus tersebut.

Tak hanya itu, Ratu Qorry juga mengungkap dugaan bahwa korban dalam kasus ini bukan hanya dirinya. Ia menyebut jumlah korban bisa mencapai lebih dari sepuluh orang, mulai dari perempuan yang telah menikah hingga gadis muda, dengan pola kejadian yang disebut serupa. Pernyataan ini menambah tekanan publik agar kasus tersebut ditangani secara serius.

Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada kehidupan pribadi Ratu, termasuk kisah perceraiannya. Ratu mengonfirmasi bahwa dirinya kini telah resmi bercerai.

Ia menegaskan, perceraian tersebut bukan terjadi secara mendadak, melainkan akibat konflik rumah tangga yang sudah berlangsung sebelum kasus dugaan pelecehan itu mencuat.

Mantan Suami Ratu Qorry kemudian menjadi topik yang banyak dicari warganet. Berdasarkan sejumlah informasi yang beredar, mantan suami Ratu disebut bernama Ameng.

Nama tersebut muncul dari berbagai potongan video yang beredar di media sosial, meski tidak pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak terkait. Hingga kini, identitas mantan suami Ratu Qorry tidak banyak diekspos ke publik.

Dalam sesi wawancara, dr Richard Lee juga mengajukan sejumlah pertanyaan kritis terkait alasan Ratu bisa terlibat lebih jauh dengan HRA.

Menanggapi hal itu, Ratu mengaku sempat dijanjikan akan dinikahi serta diberi modal usaha. Janji tersebut, ditambah kondisi emosional akibat masalah rumah tangga, membuatnya lengah dan mudah percaya.

Mantan Suami Ratu Qorry dan kisah rumah tangga yang berakhir di tengah badai persoalan ini menjadi bagian dari cerita besar yang kini terbuka ke publik. Di tengah sorotan yang terus bergulir, masyarakat berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan adil. Kasus ini pun dinilai menjadi pengingat penting tentang perlindungan terhadap perempuan, sekaligus perlunya kehati-hatian dalam membangun kepercayaan, terutama di ruang-ruang yang seharusnya aman.***

Amerika Serikat Keluar dari PBB dan Organisasi Dunia

0

Bogordaily.net – Donald Trump kembali menegaskan satu hal yang sejak dulu ia yakini: Amerika Serikat harus berdiri sendiri. Tidak tergantung. Tidak terikat. Dan tidak mau diatur oleh siapa pun, apalagi oleh lembaga internasional.

Kamis pagi waktu Washington, sebuah dekrit diteken. Sederhana. Tapi dampaknya luas. Amerika Serikat resmi menarik diri dari 66 organisasi internasional. Rinciannya tidak kecil: 35 organisasi non-PBB dan 31 badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Gedung Putih menjelaskannya dengan kalimat yang khas Trump: kepentingan nasional Amerika. Tidak ada basa-basi. Tidak ada diplomasi berbunga. Puluhan lembaga internasional itu dinilai justru bertentangan dengan arah besar Amerika Serikat yang ingin ia bangun di periode keduanya ini.

Istilah yang dipakai pun keras. “Agenda globalis.” “Kebijakan iklim radikal.” “Tata kelola global.” Semua dianggap menggerogoti kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS.

Bagi Trump, dunia terlalu sering meminta Amerika membayar. Membiayai. Mengurusi. Tapi hasilnya, menurut Gedung Putih, tidak efisien. Tidak efektif. Bahkan sering kali berseberangan dengan kepentingan rakyat Amerika sendiri.

Karena itu, pendanaan dihentikan. Keterlibatan dihentikan. Pajak warga Amerika—kata Gedung Putih—lebih baik dialihkan ke misi lain yang dianggap lebih relevan dan langsung terasa manfaatnya di dalam negeri.

Yang menarik, tidak ada daftar rinci organisasi mana saja yang ditinggalkan. Nama-nama besar itu masih disimpan rapat. Seolah Trump ingin mengatakan: ini bukan soal siapa, tapi soal prinsip.

Reuters menyebut keputusan ini lahir dari peninjauan menyeluruh terhadap seluruh keanggotaan Amerika di berbagai organisasi antarpemerintah, konvensi, dan perjanjian internasional. Sebuah audit politik global, versi Gedung Putih.

Ini bukan langkah baru bagi Trump. Pada periode pertamanya, ia sudah lebih dulu keluar dari perjanjian nuklir Iran. Juga menjauh dari berbagai kesepakatan internasional yang dianggap membatasi gerak Amerika.

Kini, polanya berulang—bahkan diperluas. Pendanaan untuk PBB dipangkas. Keterlibatan dengan Dewan HAM PBB dihentikan. UNRWA, badan bantuan Palestina, kembali tidak mendapat dana. UNESCO ditinggalkan. WHO dan Perjanjian Iklim Paris disebut-sebut akan menyusul.

Dunia kembali dihadapkan pada satu kenyataan lama yang terasa baru: ketika Amerika menarik diri, peta global ikut bergeser.

Trump tidak sedang sekadar keluar dari organisasi. Ia sedang menegaskan ulang doktrin lamanya—America First—dengan tinta yang lebih tebal, dan tanda tangan yang lebih berani.***

Tingkatkan Keselamatan Warga, Bupati Bogor Siapkan JPO Ikonik di Jalan Tegar Beriman

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memulai langkah persiapan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Simpang Bappenda, yang dibahas melalui rapat koordinasi bersama jajaran perangkat daerah terkait yang berlangsung di Aula Soekarno Hatta, Pendopo Bupati Bogor, pada Kamis (8/1/26).

Pembangunan JPO ini bertujuan utama untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas masyarakat, khususnya pejalan kaki, di kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang tinggi. Selain itu, pembangunan ini diarahkan untuk mendukung penataan kawasan agar lebih tertib, rapi, dan terintegrasi, sehingga ruang publik dapat digunakan secara aman dan optimal.

Rakor ini menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas masyarakat, khususnya bagi pejalan kaki.

“Selain itu, pembangunan JPO diharapkan mampu mendukung penataan kawasan Simpang Bappenda agar lebih tertib, rapi, dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Bupati Bogor menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada kecepatan penyelesaian, tetapi juga pada kualitas, fungsi, serta dampak jangka panjang bagi masyarakat dan kawasan. Penataan kawasan, menurutnya, harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari desain JPO, akses jalan, pedestrian, hingga estetika lingkungan.

Ia menegaskan, pembangunan JPO bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan rasa aman serta kemudahan mobilitas bagi masyarakat.

“Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu menjawab kebutuhan keselamatan sekaligus memperkuat wajah kawasan perkotaan,” bebernya.

Selain membahas teknis pembangunan JPO, Bupati Bogor juga menyoroti penataan kawasan sekitar, potensi dukungan pihak swasta, pengelolaan media informasi dan periklanan, serta penataan ruang publik agar kawasan Simpang Bappenda menjadi lebih hidup, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh persiapan teknis, desain, dan pelaksanaan pembangunan JPO berjalan selaras, efektif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” imbuhnya.***

Hujan Lagi! Cek Ramalan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

0

Bogordaily.net – Berikut ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Jumat 9 Januari 2026 diperkirakan hujan dengan intensitas sedang.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 9 Januari 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 20-25°C
Kelembapan: 83–96%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 82–95%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 80-95%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 78–95%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 79–94%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–28°C
Kelembapan: 76–95%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 9 Januari 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Mengapa TKA Penting bagi Masa Depan Perencanaan Pendidikan Nasional?

0

Bogordaily.net – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempatkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen strategis dalam menyediakan data capaian akademik nasional yang selama ini belum terpetakan secara utuh dan konsisten.

Dalam taklimat media terkait hasil pelaksanaan TKA 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA bukan sekadar evaluasi individual, melainkan bagian dari sistem asesmen nasional berbasis data yang mendukung pengambilan kebijakan pendidikan secara lebih presisi.

Pelaksanaan TKA tahun 2025 pada jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi, yakni 3,56 juta dari total 4,1 juta murid terdaftar atau sekitar 86,8 persen.

Tingkat kehadiran murid bahkan mencapai 98,56% dari total peserta sasaran, dengan lebih dari 82% satuan pendidikan mengikuti pelaksanaan TKA. Angka ini menunjukkan penerimaan publik yang kuat terhadap TKA meskipun bersifat tidak wajib.

Data capaian akademik yang dihasilkan TKA menjadi fondasi penting dalam perencanaan pendidikan nasional. Selama ini, kebijakan pendidikan kerap bertumpu pada data administratif, nilai rapor, atau hasil ujian yang tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara nasional.

TKA hadir untuk mengisi celah tersebut melalui pendekatan penilaian berbasis Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter logistik.

Pendekatan ini memungkinkan hasil asesmen mencerminkan kemampuan murid secara lebih adil karena mempertimbangkan tingkat kesulitan dan daya pembeda soal, bukan sekadar jumlah jawaban benar.

Lebih jauh, hasil TKA disajikan dalam empat kategori capaian—kurang, memadai, baik, dan istimewa—lengkap dengan deskripsi kemampuan.

Dengan model ini, TKA tidak berfungsi sebagai alat pelabelan atau perangkingan, melainkan sebagai peta awal kondisi akademik nasional yang dapat digunakan untuk merancang intervensi kebijakan berbasis kebutuhan riil.

Inilah nilai strategis TKA bagi perencanaan pendidikan jangka menengah dan panjang.

TKA sebagai Instrumen Perbaikan Pembelajaran dan Keadilan Akses

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang memiliki tiga fungsi utama dalam sistem evaluasi pendidikan nasional, yakni assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.

Sebagai assessment of learning, TKA berfungsi memotret capaian akademik murid secara objektif dan terstandar pada satu titik waktu tertentu.

Data ini memberikan gambaran nasional mengenai tingkat penguasaan kompetensi inti murid di berbagai jenjang dan wilayah.

Lebih jauh, sebagai assessment for learning, TKA menjadi dasar perbaikan pembelajaran.

Hasil asesmen tidak berhenti sebagai laporan angka, tetapi dimaksudkan sebagai umpan balik yang dapat dimanfaatkan guru dan satuan pendidikan untuk menyusun strategi pembelajaran lanjutan yang lebih tepat sasaran.

Di sinilah TKA berperan sebagai jembatan antara evaluasi dan peningkatan mutu, bukan sebagai instrumen seleksi atau penghukuman.

Sementara itu, fungsi assessment as learning menempatkan TKA sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri, di mana murid didorong memahami posisi capaian akademiknya dan merefleksikan kebutuhan pengembangan ke depan.

Dengan kerangka ini, TKA tidak diposisikan sebagai tujuan akhir pendidikan, melainkan sebagai alat diagnostik yang mendukung siklus perbaikan berkelanjutan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk membaca kondisi kemampuan akademik murid secara lebih jernih dan berkeadilan.

Menurutnya, data TKA merupakan titik awal bagi perbaikan kebijakan pendidikan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Hasil TKA dapat digunakan untuk penguatan pembelajaran mendalam (deep learning), penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar di kelas.

Dengan penyampaian hasil TKA kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan murid, seluruh pemangku kepentingan memperoleh akses terhadap informasi yang sama, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesetaraan akses data ini penting untuk mencegah asimetri informasi dalam pengambilan keputusan pendidikan.

Aspek keadilan menjadi elemen kunci dalam pelaksanaan TKA. Seluruh proses asesmen dilaksanakan berbasis Computer Based Testing (CBT) tanpa ujian manual, sehingga standar pelaksanaan relatif seragam di seluruh wilayah.

Pemerintah juga menyediakan mekanisme ujian susulan bagi murid yang berhalangan mengikuti jadwal utama karena alasan kesehatan atau kendala teknis. Selain itu, TKA bersifat gratis dan tidak menentukan kelulusan, sehingga tidak menciptakan tekanan psikologis berlebihan bagi murid maupun sekolah.

Karakter ini menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan, bukan sebagai instrumen seleksi yang berpotensi menimbulkan ketimpangan baru.

Distribusi hasil TKA dilakukan secara berjenjang melalui pemerintah daerah dan satuan pendidikan, dilengkapi dengan Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) yang memiliki kode pengaman dan tanda tangan elektronik.

Bahkan sebelum sertifikat diterima secara resmi oleh murid, satuan pendidikan dapat menyampaikan informasi hasil melalui sistem DKHTKA. Skema ini mencerminkan upaya serius pemerintah dalam menjaga transparansi, akurasi data, serta perlindungan hak murid untuk memperoleh informasi asesmen secara resmi dan sah.

Dalam konteks pemerataan pendidikan, data TKA memiliki nilai strategis bagi perencanaan nasional.

Pemetaan capaian akademik antarwilayah memungkinkan pemerintah mengidentifikasi daerah yang memerlukan penguatan literasi, numerasi, atau dukungan pembelajaran tambahan secara lebih presisi.

Dengan demikian, intervensi kebijakan dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan asumsi.

Pada titik ini, TKA berfungsi sebagai instrumen keadilan kebijakan—mendorong pemerataan mutu pendidikan—bukan sebagai alat kompetisi sempit antar sekolah atau antar daerah.

TKA dan Arah Masa Depan Pendidikan Indonesia

Lebih dari sekadar alat ukur akademik, Tes Kemampuan Akademik (TKA) memiliki implikasi strategis jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Berbeda dari model evaluasi konvensional yang bersifat sumatif dan seragam, TKA dirancang sebagai asesmen diagnostik nasional yang mampu mengidentifikasi potensi, kebutuhan, dan kesenjangan belajar murid secara lebih presisi.

Melalui pendekatan Item Response Theory (IRT), hasil TKA tidak hanya merekam capaian numerik, tetapi juga memetakan tingkat kemampuan berdasarkan kesulitan dan daya pembeda soal (BSKAP, 2025).

Skala pelaksanaan TKA 2025 menunjukkan kapasitasnya sebagai basis perencanaan nasional. Dari total sekitar 4,1 juta murid jenjang SMA/SMK/MA/Paket C yang terdaftar, sebanyak 3,56 juta murid berpartisipasi atau sekitar 86,8 persen.

Tingkat kehadiran peserta tercatat sangat tinggi, mencapai 98,56 persen, sementara lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran mengikuti pelaksanaan TKA secara penuh (Kemendikdasmen, 2025).

Capaian kuantitatif ini menegaskan bahwa TKA bukan eksperimen kebijakan berskala kecil, melainkan instrumen nasional dengan legitimasi partisipasi yang kuat.

Data TKA memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Seorang murid yang menunjukkan capaian tinggi pada literasi membaca tetapi berada pada kategori “memadai” atau “kurang” dalam numerasi, misalnya, dapat diidentifikasi sejak dini untuk memperoleh pendampingan yang tepat sasaran.

Dengan hasil yang diklasifikasikan ke dalam empat kategori capaian—kurang, memadai, baik, dan istimewa—guru dan satuan pendidikan memiliki dasar objektif untuk menyusun tindak lanjut pembelajaran berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar asumsi atau nilai rapor (BSKAP, 2025).

Dalam dimensi non-akademik, TKA juga berkontribusi pada penguatan kompetensi abad ke-21.

Proses persiapan dan pelaksanaan asesmen berbasis Computer Based Testing (CBT) melatih disiplin, manajemen waktu, serta kemampuan bernalar dan berpikir kritis.

Hal ini sejalan dengan tujuan assessment as learning, di mana asesmen menjadi bagian dari proses pembelajaran itu sendiri, bukan sekadar alat seleksi (Mu’ti, 2025).

Kompetensi tersebut relevan dengan tuntutan dunia kerja global yang semakin menekankan kemampuan analitis, adaptif, dan problem solving.

Dari sisi tata kelola, pemerintah menempatkan integritas sebagai prasyarat utama keberlanjutan TKA.

Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menegaskan bahwa pelanggaran berat dalam pelaksanaan TKA ditindak sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 95 Tahun 2025, dengan sanksi berjenjang mulai dari teguran hingga pemberian nilai nol.

Sepanjang pelaksanaan TKA 2025, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat dampak sistemik dari upaya pelanggaran terhadap capaian nasional, menandakan sistem pengawasan dan penegakan berjalan efektif (Kemendikdasmen, 2025).

Ke depan, integrasi TKA untuk jenjang SD dan SMP dengan Asesmen Nasional (AN) menunjukkan arah kebijakan yang konsisten menuju sistem evaluasi berkelanjutan dan saling terhubung. Dengan penyajian hasil TKA secara resmi kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan murid—serta publikasi capaian nasional dan provinsi melalui laman resmi kementerian—TKA memperkuat transparansi dan akuntabilitas kebijakan pendidikan (Kemendikdasmen, 2025).

Pada akhirnya, masa depan pendidikan nasional menuntut kebijakan yang berbasis data, adil, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

TKA menyediakan fondasi tersebut melalui skala nasional, metodologi ilmiah, dan tata kelola yang kredibel. Dengan pelaksanaan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

TKA tidak hanya membantu memahami kondisi pendidikan hari ini, tetapi juga berfungsi sebagai kompas perencanaan pendidikan Indonesia menuju generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.***

Rahma Akmal,
Pemerhati Pendidikan Asal Cilacap

 

Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Bersejarah Indonesia di SEA Games 2025, Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet

0

Bogordaily.net – Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru sebagai runner-up SEA Games saat tidak berstatus sebagai tuan rumah, menyamai pencapaian dalam SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand.

Sebagaimana diketahui, pada SEA Games 2025 Thailand yang diselenggarakan pada 9-20 Desember 2025 lalu, kontingen Indonesia meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu dengan total 333 keping medali mengantar Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir.

Hasil di SEA Games Thailand 2025 juga menjadi raihan emas terbanyak Indonesia sepanjang keikutsertaan di SEA Games luar negeri setelah edisi 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 102 emas dan 1991 di Manila, Filipina, dengan 92 emas.

Jika dibandingkan dengan SEA Games 2023 di Kamboja yang lalu, prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah emas maupun sebaran prestasi di berbagai cabang olahraga. Di Kamboja, Indonesia meraih 87 emas, 80 perak, 109 perunggu.

Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan atas perjuangan para peraih medali SEA Games 2025 Thailand, hal ini terwujud dalam bentuk penyaluran bonus kepada para atlet dan pelatih pada Kamis (8/1). Presiden pun memberikan bonus senilai Rp1 Miliar kepada atlet peraih emas.

Bonus ini merupakan jumlah bonus tertinggi sepanjang sejarah yang diberikan pemerintah kepada peraih emas SEA Games selama ini. Nilai bonus untuk peraih emas ini juga naik dua kali lipat dari SEA Games sebelumnya di Kamboja, di mana pemerintah menghadiahkan Rp500 juta untuk peraih emas.

Adapun selaku perwakilan pemerintah, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyalurkan bonus tersebut berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.

Dimana penghargaan untuk atlet perorangan, bonus diberikan sebesar Rp1 miliar bagi peraih medali emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta bagi peraih perunggu.

Sementara itu, atlet ganda menerima bonus Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Pada kategori atlet beregu, bonus yang diberikan masing-masing sebesar Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih, dengan rincian pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk medali emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta bagi peraih emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu.

Khusus bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak dan Rp31,5 juta untuk perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan bahwa bonus ini merupakan apresiasi negara terhadap jasa para atlet dan pelatih yang telah memberikan upaya terbaiknya dalam menjalankan tugas mulia membela martabat bangsa di kancah olahraga, serta menjadi motivasi agar kontingen merah putih terlecut kembali mempersembahkan medali emas pada ajang multievent berikutnya termasuk Asian Games 2026 September mendatang.

“Kita berikan penghargaan setinggi-tingginya untuk para atlet yang berhasil mempersembahkan medali di ajang SEA Games 2025. Bapak Presiden juga begitu bangga atas raihan 91 emas, sehingga bonus untuk peraih emas SEA Games kali ini naik dua kali lipat dari sebelumnya menjadi Rp1 Miliar. Ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden atas masa depan para atlet, dan komitmen pemerintah untuk selalu mendukung para atlet kebanggaan tanah air,” ujar Menpora Erick.

Erick menyebut, bonus akan langsung ditransfer ke rekening atlet dan pelatih oleh BRI. Sementara, pajak dari bonus dibebankan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan besaran perhitungannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan.

Sejalan dengan hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang baru saja menginjak usia ke-130 tahun turut mengambil bagian dalam torehan sejarah yang dicapai para atlet dan pelatih Indonesia, dengan menjadi bank penyalur bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah. Penugasan ini mencerminkan dukungan BRI sebagai bank milik negara dalam memastikan apresiasi negara kepada atlet dan pelatih berprestasi dapat tersalurkan secara efektif.

“Hal ini merupakan sebuah kehormatan bagi BRI karena dilibatkan secara langsung dalam penyaluran bonus dan apresiasi negara kepada atlet. Sebagai bank milik negara, BRI tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terus berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah, termasuk mendukung kemajuan olahraga nasional dan prestasi para atlet Tanah Air,” ujar Hery Gunardi.

Hery Gunardi berharap apresiasi yang diberikan negara dapat menjadi penyemangat bagi para atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan prestasi ke depan.

“Prestasi yang diraih pada SEA Games 2025 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus bekerja keras dan berlatih, sehingga ke depan dapat kembali berprestasi pada ajang internasional lainnya,” jelas Hery.

Sebelumnya, sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan kepada atlet berprestasi, BRI bersama Kemenpora juga menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertema “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes” pada Rabu 7 Januari 2026 di Menara BRILiaN.

Edukasi dan literasi keuangan tersebut dilakukan BRI dengan mendatangkan langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie.

Dalam sesi tersebut, Prita membagikan wawasan praktis dan relevan bagi para atlet berprestasi agar mampu mengelola penghasilan, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, tidak hanya di arena, tetapi juga dalam kehidupan jangka panjang.

Komisi II DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Kerja Bersama BUMD Bahas Rencana Kerja dan Anggaran 2026

0

Bogordaily.net – Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Kerja bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor, yakni Perumda Pasar Pakuan dan Bank Kota Bogor, dalam rangka pemaparan rencana kerja dan anggaran Tahun 2026.

Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh anggota Komisi II DPRD Kota Bogor serta jajaran manajemen masing-masing BUMD.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus ,S.H., yang dalam pengantarnya menegaskan bahwa pembahasan rencana kerja dan anggaran BUMD merupakan bagiannya penting dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan daerah.

Menurut ketua Komisi II yang akrab di sapa Rifki ini menyampaikan, perencanaan yang matang dan realistis sangat diperlukan agar BUMD mampu memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Perumda Pasar Pakuan memaparkan rencana program kerja Tahun 2026 yang mencakup pengelolaan dan revitalisasi pasar, peningkatan kenyamanan dan kebersihan lingkungan pasar, serta upaya peningkatan kesejahteraan pedagang.

Komisi II memberikan sejumlah catatan agar setiap program disusun dengan mempertimbangkan efektivitas anggaran dan dampaknya terhadap perekonomian rakyat.

Sementara itu, Bank Kota Bogor memaparkan rencana bisnis dan anggaran Tahun 2026, termasuk strategi penguatan permodalan, peningkatan layanan perbankan, serta dukungan terhadap sektor UMKM.

Komisi II menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap regulasi dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan.

Ketua Komisi II yang juga kerap di sapa Habib ini menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor mendorong BUMD untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan akuntabilitas.

“Komisi II berkomitmen memastikan BUMD dikelola secara sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” tutup Achmad Rifki Alaydrus.

(Muhammad Irfan Ramadan)