Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 161

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Menjadi Pimpinan Masyarakat Ekonomi Syariah

0

Bogordaily.net – Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) resmi menetapkan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES. Sementara Ketua Umum MES yaitu Rosan Roeslani yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

 

Munas VII tersebut digelar di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, Minggu (11/1) yang dihadiri secara langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin. Hadir juga sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Muliaman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti.

Kehadiran para tokoh tersebut menandai pentingnya Munas VII MES sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Terpilihnya Menkop sebagai Ketua Harian MES dan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES diharapkan dapat memajukan organisasi tersebut.

 

Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa melalui kepengurusan baru yang terbentuk diharapkan dapat memajukan ke depan. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak khususnya koperasi dengan MES untuk terus mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.

 

“Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah ini kami nilai sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program yang berkelanjutan serta inklusif,” kata Menkop Ferry.

 

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah banyak contoh dan praktek baik dari koperasi-koperasi berbasis syariah yang sukses mengembangkan ekosistem bisnisnya sehingga dapat menjadi tumpuan bagi pengembengan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey Bandung yang sukses mengembangkan ekosistem bisnis di sektor pertanian.

 

“Saat ini juga banyak dari Koperasi Pondok Pesantren yang kita minta untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

 

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. MES didirikan dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah.

 

Organisasi ini bersifat mandiri, bukan bagian dari pemerintah maupun politik, dan berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum MES Rosan Roeslani menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat. “Bagaimana kita membumikan program kita sehingga lebih dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

 

Rosan juga menyinggung inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah Haji khususnya dari Indonesia dapat lebih baik.

 

“Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya,” kata Rosan dalam sambutannya.

 

Rosan menutup dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Ia berharap dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak agar berbagai program strategis pemerintah ataupun program prioritas dari MES dapat terlaksana dengan baik.

 

“Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” tutur Rosan.

 

Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin memberikan refleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdirinya MES, terdapat dua sasaran utama yang ingin dikembangkan yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.

 

“Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18,” ungkapnya.

 

Ma’ruf menegaskan target ke depan MES adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50 persen atau dengan istilah lainnya mensyariahkan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini satu dari dua target tersebut telah tercapai yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah, namun saat ini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat.

 

“Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

 

Ia menutup dengan optimisme bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal sholeh bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya terutama kepada seluruh pengurus organisasi MES. Ma’ruf Amin berharap keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional.

 

“Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” katanya.***

Masjid Al Amin Semplak Resmi Buka Maktab Qur’an Nabawi, Fokus Cetak Generasi Qur’ani

0

Bogordaily.net – Masjid Al Amin Semplak resmi membuka program pendidikan Al-Qur’an bertajuk Maktab Qur’an Nabawi. Program ini ditujukan sebagai wadah pembinaan Al-Qur’an bagi anak-anak dan remaja guna menyiapkan generasi Qur’ani sejak usia dini.

Peresmian kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al Amin Semplak, H. Deni Irawan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan karakter dan akhlak generasi penerus.

“Pembinaan Al-Qur’an sejak dini menjadi modal utama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujar H. Deni Irawan.

Maktab Qur’an Nabawi merupakan gagasan Ustadz Muchlis Handoko, Lc, putra asli Semplak yang merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Kairo. Program ini dirancang untuk mencetak hafidz dan hafidzah yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungan dan nilai-nilainya secara komprehensif.

Sebagai bagian dari penguatan pendidikan keislaman di lingkungan masyarakat, seluruh kegiatan pembelajaran Maktab Qur’an Nabawi diselenggarakan secara gratis. Program ini mendapat dukungan penuh dari DKM Masjid Al Amin yang mengusung konsep pengelolaan masjid modern dan futuristik, serta partisipasi aktif masyarakat sekitar.

Pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di wilayah RT 04 RW 03 Semplak. Adapun jadwal pembelajaran berlangsung setiap Senin, Rabu, dan Jumat, mulai pukul 17.00 hingga 17.40 WIB.

Ke depan, Masjid Al Amin Semplak menargetkan Maktab Qur’an Nabawi dapat berkembang menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan mampu memberi dampak positif bagi agama serta bangsa.***

KPK OTT Pegawai Pajak KPP Madya Jakut, Terungkap Suap Pengaturan Pajak Rp 75 Miliar

0

Bogordaily.net – KPK ott pegawai pajak kembali membuka halaman lama yang selalu terasa baru: uang, emas, dan ruang-ruang gelap di balik meja pelayanan negara.

Di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, kotak-kotak barang bukti dibuka. Isinya bukan dokumen, melainkan kilau logam mulia dan tumpukan uang tunai. Total nilainya Rp 6,38 miliar.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut penyitaan tersebut merupakan hasil operasi tangkap tangan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara. Barang bukti itu terkait dugaan suap pengaturan pajak PT Wanatiara Persada. “Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, KPK mengamankan sejumlah barang bukti dengan total nilai mencapai Rp 6,38 miliar,” ujarnya singkat, datar, tapi menghentak.

Rinciannya menarik. Uang tunai Rp 793 juta. Valuta asing 165.000 dolar Singapura—setara Rp 2,16 miliar. Sisanya emas Antam seberat 1,3 kilogram, senilai Rp 3,42 miliar. Jika disusun rapi, semuanya tampak seperti laporan keuangan. Bedanya, ini laporan dari ruang penyidikan. Inilah wajah lain dari KPK ott pegawai pajak.

Kotak-kotak itu diperlihatkan ke publik. Emas berkilau. Kamera menyala. Semua tahu, setiap kilau punya cerita. Cerita tentang bagaimana angka pajak bisa diturunkan. Tentang bagaimana selisih dihitung. Dan tentang bagaimana “fee” menjadi bahasa yang paling dipahami.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima tersangka. Mereka bukan orang jauh. Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi. Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi Agus Syaifudin. Seorang tim penilai Askob Bahtiar. Lalu dari luar kantor pajak: konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin dan staf PT Wanatiara Persada, Edy Yulianto. Lima nama, satu pola.

Awalnya sederhana. KPP Madya Jakarta Utara menemukan potensi kekurangan bayar pajak bumi dan bangunan PT Wanatiara Persada sebesar Rp 75 miliar. Angka besar memang selalu mengundang diskusi. Perusahaan mengajukan sanggahan. Di titik itulah cerita berubah arah. Kekurangan diminta diturunkan menjadi Rp 23 miliar. Dari sana, Rp 8 miliar disebut sebagai “fee” untuk dibagi-bagi.

Perusahaan keberatan. Negosiasi terjadi. Angka pun turun lagi. Disepakati Rp 4 miliar. Tidak semua keinginan terpenuhi. Tapi cukup untuk membuka pintu perkara. Dari sinilah KPK ott pegawai pajak bermula.

Asep menjelaskan, setelah kecukupan alat bukti terpenuhi, perkara naik ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka dilakukan. Pasal-pasal pun disiapkan. Abdul Kadim dan Edy dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor. Sementara Dwi Budi, Agus, dan Askob dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 12B UU Tipikor, juncto KUHP baru.

Cerita ini belum selesai. Biasanya tidak pernah. Setiap OTT selalu menyisakan pertanyaan: siapa lagi yang tahu, siapa lagi yang terlibat. Tapi satu hal pasti, setiap kali kotak emas dibuka di depan kamera, publik kembali diingatkan bahwa angka pajak bukan sekadar hitungan. Ia juga soal integritas. Dan di situlah, KPK ott pegawai pajak kembali menjadi cermin.***

Peserta Berharap Lintas Sentul Trail Run Jadi Kalender Tahunan

0

Bogordaily.net – Lintas Sentul Trail Run 2026 merupakan salah satu event olahraga lari yang sangat menantang dengan jalur yang terjal disertai pemandangan alam yang sangat bagus dan asri.

Tak heran jika, hajatan KORMI Kabupaten Bogor ini menjadi salah satu event favorit yang banyak diikuti oleh para pelari dari berbagai daerah dan juga para pelari mancanegara.

” Lintas Sentul Trail Run ini sangta bagus dan mempunyai track lumayan naik turun,” ujar Budi Santoso salah satu peserta dari Kabupaten Bogor usai mengikuti Lintas Sentul Trail Run 2026, Sabtu (10/1/2026)

Ia mengatakan, venue atau lokasinya Trail Run 2026 ini sangat enak dan masih asri serta banyak kabut.

” Saya seperti berlari di kawasan Eropa saja. Karena jam 10 pagi saja masih ada Kabut di semua jalur Lintas Sentul Trail Run 2026,” papar Busan panggilan akrab dari Budi Santoso

Dalam Lintas Sentul Trail Run 2026, Budi mengakui ikut dalam Kategori 5 KM dengan jarak tempuh 90 menit.

Menurutnya, jalur yang sangat menarik di Lintas Sentul Trail Run 2026 ini sangat bagus dan menjadi daya tarik bagi semua peserta yang tampil dalam semua kategori seperti 5KM, 10 KM, 21 KM dan 36 KM.

Tak hanya itu, sambung Budi, Lintas Sentul Trail Run 2026 ini bisa jadi ajang promosi bagi pariwisata Sport Tourism Kabupaten Bogor.

” Saya berharap ajang Lintas Sentul Trail Run ini menjadi kalender rutin dan bisa dimanfaatkan secara optimal dalam memperkenalkan destinasi wisata alam Kabupaten Bogor,” pungkas Budi Santoso.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar mengatakan, Lintas Sentul Trail Run 2026 jauh lebih besar dibandingkan edisi perdana tahun 2025 di Sentul. Pemilihan lokasi kali ini pun bukan tanpa alasan. Selain masih berada di wilayah Kabupaten Bogor, kawasan tersebut dinilai memiliki keindahan alam yang belum banyak terekspos.

“Banyak peserta bilang suasananya mirip Swiss, dari kabut, kontur alam, sampai pemandangannya. Ini potensi besar Kabupaten Bogor,” ujar Akew panggilan dari Rike Iskandar.

Selain prestasi atlet, dampak ekonomi menjadi poin penting dari penyelenggaraan event ini. Rieke menyebut hampir seluruh hotel, vila, hingga penginapan di sekitar lokasi lomba dan kawasan Puncak terisi penuh.

“Para pelari hampir semuanya menginap. Hotel dan vila full. Ini bukti event olahraga bisa memberikan kontribusi langsung terhadap ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Dari sisi teknis, lintasan trail run dinilai cukup menantang. Akses jalan yang sempit serta kondisi lintasan licin akibat hujan menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, terutama pelari pemula. Hingga siang hari, sekitar 50 persen peserta telah mencapai garis finis, dengan batas akhir waktu lomba ditetapkan hingga pukul 17.00 WIB.***

Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) Gelar Raker

0

Bogordaily.net —Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI) menggelar Rapat Kerja (Raker) Semester II Tahun Ajaran 2025-2026 di Bogor, Jumat-Sabtu, 9-10 Januari 2026.

Raker tersebut dihadiri langsung oleh Director in Charge (DIC) Bosowa Education, sekaligus Ketua Yayasan Bosowa Bina Insani (YBBI), Asrul Hidayat; Sekretaris YBBI Dedeh Soeria Atmadja; Bendahara YBBI Hayat Hafid Surur; Direktur Finance Bosowa Bina Insani Adriyadi; Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Haposan Andy Citra; CAO Sekolah Bosowa Al-Azhar Cilegon (SBAC) Eko Arianto; Executive Principal SBBI Yudi Oktiadi Nugraha; Executive Principal SBAC Cucup Shohibul Maqomat; Principal KB-TK, SD, SMP dan SMA Bina Insani; Tim Research & Development (R & D) Bosowa Education ; dan Tim Supporting SBBI.

“Raker ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membuat perencanaan untuk melakukan perbaikan pelayanan Sekolah Bosowa Insani, memberikan gambaran Planning Sekolah Bosowa Bina Insani serta membangun Engagement SDM melalui Principal TK, SD , SMP dan SMA agar ada upaya untuk terus melakukan perbaikan,” kata CAO SBBI Haposan Andy Citra dalam laporannya.

Haposan Andy menambahkan, SBBI juga memperhatikan masukan dari para orang tua, masyarakat maupun internal SBBI untuk memberikan layanan terbaik kepada siswa maupun orang tua siswa.

“Teman-teman dari tiap unit, R & D maupun supporting harus selalu saling komunikasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Haposan Andy juga mengungkapkan ada dua kegiatan besar yang akan dilaksanakan oleh SBBI pada tahun 2026, yakni: Homestay Luar Negeri (Australia) dan Homestay Dalam Negeri (Jogjakarta).

Director in Charge (DIC) Bosowa Education Asrul Hidayat saat memberikan pengarahan Raker mengingatkan pentingnya semua stakeholder SBBI, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa dan orang tua siswa. “Kompetitor kita berlari. Kita tidak bisa hanya diam saja,” kata Asrul Hidayat.

Secara khusus, Asrul Hidayat menegaskan pentingnya para guru SBBI untuk terus mengembangkan dirinya. “Para guru harus selalu mengembangkan diri. Kita tidak bisa mengajar hari ini dengan ilmu yang kita dapat saat kuliah dulu,” kata Asrul Hidayat.

Asrul juga mengapresiasi kegiatan PTLP (Parents Teacher Learning Program) yang sudah dilaksanakan di SBBI. Menurutnya, PTLP sangat baik untuk meningkatkan kualitas guru.

“PTLP merupakan program yang sangat baik. Ini merupakan kawah candradimuka bagi calon-calon guru SBBI. Karena itu PTLP harus terus kita kembangkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asrul Hidayat juga menyampaikan pentingnya SBBI menerapkan 8 prinsip utama manajemen mutu untuk meraih sukses hari ini dan di masa depan.

Delapan Prinsip Utama Manajemen Mutu itu adalah:

1. Pendekatan fokus pelanggan dalam pengembangan dan pengiriman produk (Layanan Unggul)

2. Kepemimpinan Mutu dan Keterlibatan dengan Karyawan

3. Pendekatan berbasis proses terhadap standar mutu (Fokus dan Disiplin dalam Eksekusi)

4. Peningkatan berkelanjutan (Berusaha untuk Unggul)

5. Pengambilan keputusan berbasis data dan fakta.

6. Optimalisasi Kapasitas – Mengembangkan dan Mempertahankan Karyawan

7. Pemenuhan dan Pemeliharaan Fasilitas

8. Manajemen hubungan yang kuat dengan pelanggan, pemasok, dan regulator

“Kalau ke-8 langkah tersebut dilaksanakan dengan sebaik mungkin oleh semua stakeholder di SBBI dan Bosowa Education pada umumnya, maka kita akan mudah mencapai target yang telah ditetapkan oleh Bosowa Education,’’ kata Asrul Hidayat.

Asrul juga menyebutkan target Bosowa Education ke depan untuk melakukan ekspansi. “Ke depan, kita ingin Bosowa Education hadir di berbagai kota,” ujar Asrul Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut, principal KB-TK, SD, SMP dan SMA Bosowa Bina Insani menandatangani RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan).***

KUR BRI Jadi Penyelamat, Usaha Angkringan Ini Bangkit dan Bertumbuh

0

Bogordaily.net – Kehilangan pekerjaan tak membuat seorang Heddy Pamungkas, warga Karang Kebon Utara, Semarang, menyerah dengan keadaan. Untuk memiliki sumber penghasilan baru, Heddy memilih membuka usaha kuliner yang dinamai Angkringan Moses. Berkat ketekunannya dan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, usahanya dapat terus tumbuh, pelanggan bertambah, dan ekonomi keluarga ikut terbantu.

Menurutnya, usaha angkringan memiliki prospek yang baik karena banyak peminatnya walapun memiliki banyak rintangan. “Saat itu memang lagi ramai dan menurut saya bisa untuk usaha jangka panjang. Usaha ini memiliki potensi yang besar namun tak luput dari sejumlah tantangan seperti hujan, karena kami jualan di pinggir jalan raya. Selain itu, kadang ada saja orang yang nakal (mengganggu),” tuturnya.

Dari sisi pelanggan pun tak menentu. Lalu lintas jalan besar tidak selalu berbanding lurus dengan pembeli. Meski begitu, lokasi strategis dekat hotel justru menjadi peluang baru angkringan moses untuk memperluas segmen pelanggan dari yang sekadar lewat hingga tamu hotel.

“Perkembangannya, pelanggan baru selalu ada. Tapi yang namanya jualan, ya tidak pasti setiap hari. Untuk penjualan harian, lancar, meskipun kadang ada sedikit penurunan. Alhamdulillah masih bisa dibilang lancar,” imbuhnya.

Seiring berjalannya waktu, Heddy mulai merasakan ada banyak kebutuhan yang harus segera ia penuhi. Atas saran tetangga, Heddy memberanikan diri untuk mengajukan KUR BRI. Dengan proses yang cepat dan tanpa jaminan tambahan, Heddy berhasil menerima dana KUR sebesar Rp15 juta. Dana KUR tersebut digunakan sepenuhnya untuk mengembangkan angkringannya.

“Saya mengenal KUR BRI dari tetangga yang menyarankan saya untuk mencoba mengajukan KUR. Prosesnya cepat, satu hari langsung selesai. Malam itu saya pengajuan dan disurvei, besoknya saya diminta ke kantor, tanda tangan dan langsung cair. Dana KUR saya gunakan untuk pengadaan kerupuk, tambah meja, dan mengganti perkakas-perkakas yang sudah lama,” ungkapnya.

Dampak bantuan KUR langsung terasa. Fasilitas angkringan moses menjadi lebih rapih, gerobak lebih bagus, dan peralatan baru membuat tampilan lebih menarik, terutama bagi pelanggan hotel yang melewati lokasi usahanya.

Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, tetapi juga penyelamat usaha kecil seperti dirinya. Ia juga menyadari bahwa KUR memiliki manfaat besar, sehingga Ia pun aktif merekomendasikan KUR BRI kepada rekan-rekannya yang sedang merintis usaha.

“Sangat membantu, terutama untuk pedagang kecil seperti saya. KUR ini sangat membantu karena tanpa jaminan dan prosesnya cepat, tidak berbelit-belit. “Banyak teman-teman saya yang dulu ragu. Saya bisa menjelaskan bahwa KUR itu bagus dan sangat membantu pedagang kecil,” tambahnya.

Pada kesempatan berbeda, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“BRI senantiasa berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, terutama pada sektor-sektor produktif. Kisah pelaku usaha Angkringan ini menjadi contoh nyata dukungan KUR dalam mendorong perekonomian masyarakat dan menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya”, tambah Dhanny.***

Peduli Thalassemia, ​HIPAKAD Kota Bogor Gelar Donor Darah ke-13 di Museum Perjuangan

0

Bogordaily.net – Komitmen terhadap aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) DPC Kota Bogor.

Organisasi tersebut kembali menggelar kegiatan donor darah bertajuk Peduli Thalassemia untuk ke-13 kalinya, yang berlangsung di Museum Perjuangan Bogor, Sabtu, 10 Januari 2026.

‎Aksi Kemanusiaan tersebut di ikuti oleh berbagai elemen, mulai dari personel TNI dan Polri, Perwakilan organisasi masyarakat,hingga warga umum yang antusias mendondorkan darah.

Ketua DPC Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat Kota Bogor, Dede Suhendar Dinata, menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan agenda rutin HIPAKAD sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan darah bagi penderita thalassemia.

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan ini menjadi komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Donor darah Peduli Thalassemia ini sudah ke-13 kalinya kami laksanakan. Kami ingin kehadiran HIPAKAD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Unit Donor Darah PMI Kota Bogor. Penanggung Jawab UDD PMI Kota Bogor, Wisnu, mengapresiasi konsistensi Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat dalam membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi rutin.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Harian Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia Bogor, Herna Yuniarti. Ia menyebut kegiatan ini sangat berarti bagi penderita Thalassemia dan berharap dapat menginspirasi komunitas lainnya untuk turut peduli

​”Bagi penderita Thalassemia, darah adalah penyambung hidup. Konsistensi Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat hingga belasan kali ini adalah bentuk dukungan moral dan fisik yang luar biasa bagi anak-anak kami di Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia. Harapan kami, langkah mulia ini bisa menginspirasi kelompok masyarakat lainnya,” ujar Herna.

(Hasbi Ramadhani)

Indro Warkop Soroti Kasus Pandji Pragiwaksono, Sebut Kemunduran Demokrasi

0

Bogordaily.net – Polemik hukum yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono terkait materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk Mens Rea terus bergulir dan memantik perdebatan luas.

Tak hanya di kalangan publik dan penikmat komedi, isu ini juga menuai perhatian serius dari tokoh-tokoh seni senior Tanah Air.

Salah satunya datang dari Indro Warkop, aktor sekaligus komedian legendaris yang dikenal sebagai ikon humor kritis Indonesia.

Indro secara terbuka menyuarakan keprihatinannya atas pelaporan hukum terhadap Pandji, yang menurutnya mencerminkan kemunduran cara berpikir dalam menyikapi kebebasan berekspresi di ruang publik.

Dilansir melalui kanal YouTube Cumicumi, Indro menilai bahwa membawa materi komedi ke ranah hukum merupakan preseden yang tidak sehat bagi demokrasi.

Ia menekankan bahwa komedi, khususnya stand-up comedy, memiliki fungsi sosial yang tidak bisa dilepaskan dari kritik dan refleksi realitas.

“Ya disayangkan, ini sebuah kemunduran cara berpikir, itu aja sih. Bagaimanapun juga komedi itu (stand up-nya Pandji),” ujarnya.

Komedi Bukan Sekedar Hiburan

Bagi Indro, komedi bukan sekadar hiburan, melainkan medium sah untuk menyampaikan kritik sosial dengan cara yang lebih cair dan komunikatif.

Ia menilai masyarakat perlu memiliki kedewasaan dalam menyikapi materi humor yang bersinggungan dengan isu sensitif.

Lebih lanjut, Indro menegaskan bahwa tidak semua kritik yang disampaikan lewat komedi dimaksudkan untuk menyerang atau menghina pihak tertentu. Ia justru mempertanyakan reaksi berlebihan terhadap materi yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kalau memang tidak terjadi, ngapain harus ada penolakan?” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Indro bahwa kritik yang tidak relevan dengan fakta semestinya tidak perlu ditanggapi secara emosional.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih banyak belajar memahami konteks komedi sebagai bentuk kritik sosial.

“Masyarakat kita harus banyak belajar lagi, khususnya tentang kritik yang dibalut dalam komedi,” tambahnya.

Setuju dengan Pernyataan Mahfud MD

Dalam pandangan yang lebih luas, Indro mengaitkan kasus ini dengan analisis mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengenai perubahan pola represi terhadap kebebasan berekspresi.

Ia menyebut bahwa tekanan terhadap suara kritis kini tidak selalu dilakukan secara langsung oleh penguasa.

“Saya tertarik sama bahasanya Pak Mahfud MD yang lebih mengerti soal hukum. Jadi kita pada masa sekarang, penguasa mempergunakan orang lain untuk dibenturkan kepada kita,” paparnya.

Menurut Indro, pola semacam ini justru lebih berbahaya karena menciptakan konflik horizontal di tengah masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak merusak sendi-sendi kebersamaan dan demokrasi.

Tak berhenti di situ, Indro juga menyampaikan pesan moral agar polemik semacam ini tidak berkembang menjadi perpecahan sosial. Ia mengingatkan kembali nilai-nilai persatuan yang telah diwariskan sejak Sumpah Pemuda.

“Kita harus hati-hati. Ingat ke Sumpah Pemuda makanya. Jadi supaya jangan ada kesukuan dan jangan ada hal-hal seperti itu muncul gitu,” pesannya.

Adapun terkait substansi materi Pandji Pragiwaksono dalam Mens Rea, Indro memilih untuk tidak masuk terlalu jauh. Ia menilai setiap seniman memiliki kebebasan beropini dan keyakinan artistik yang patut dihormati.

“Saya nggak mau masuk terlalu dalam soal itunya. Karena itu kan menurut keyakinan dia. Saya nggak kepengen masuk itunya, itu opini dia kan,” jelasnya.

Pemerintah Blokir Grok AI Milik X, Diduga Disalahgunakan untuk Konten Pornografi

0

Bogordaily.net – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akses terhadap layanan chatbot berbasis artificial intelligence (AI) bernama Grok, yang dikembangkan oleh platform X (dulu Twitter), resmi diputus sementara.

Kebijakan ini diterapkan setelah pemerintah mencermati maraknya penyalahgunaan Grok untuk memproduksi konten deepfake bermuatan pornografi.

Teknologi yang sejatinya dirancang sebagai asisten percakapan tersebut dinilai telah disalahgunakan secara masif, hingga menimbulkan ancaman serius bagi keamanan ruang digital nasional.

Pemutusan akses Grok mulai diberlakukan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Pemerintah menilai fitur pengolahan gambar dan perintah berbasis AI dalam layanan tersebut berpotensi digunakan untuk menciptakan konten asusila palsu yang menyasar individu tanpa persetujuan, terutama perempuan dan anak-anak.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman baru di era digital.

“Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok,” ujar Meutya.

Alasan Pemblokiran

Menurut Komdigi, fenomena deepfake seksual nonkonsensual tidak bisa dipandang sebagai pelanggaran etika semata.

Praktik manipulasi visual berbasis AI tanpa izin disebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, karena merampas hak individu atas identitas dan citra dirinya sendiri.

Konten deepfake dinilai mampu menghancurkan reputasi korban dalam waktu singkat, memicu tekanan psikologis berat, hingga membuka peluang terjadinya perundungan dan pelecehan di ruang publik maupun ruang digital.

Atas dasar itu, pemerintah memilih bertindak cepat sebelum dampak yang ditimbulkan semakin meluas.

Tak hanya menghentikan akses, Komdigi juga telah memanggil perwakilan Platform X untuk dimintai klarifikasi terkait mekanisme pengamanan Grok serta tanggung jawab platform terhadap penyalahgunaan teknologi tersebut di Indonesia.

Langkah pemblokiran sementara ini memiliki pijakan hukum yang jelas. Pemerintah merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap PSE wajib memastikan sistemnya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarkan konten yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan.

Diduga Disalahgunakan untuk Konten Pornografi

Sebelumnya, Grok AI sempat menuai sorotan global setelah banyak pengguna platform X memanfaatkan fitur pengeditan gambar untuk menghasilkan konten pornografi secara instan.

Dalam praktiknya, sejumlah pengguna mengunggah foto perempuan termasuk figur publik dan anak di bawah umur lalu memberikan perintah seperti “pakaikan bikini” atau “lepaskan pakaiannya”.

Menanggapi kritik internasional, perusahaan X milik Elon Musk sempat menyatakan telah membatasi fitur pengeditan gambar Grok hanya untuk pelanggan berbayar X Premium.

Dalam beberapa respons otomatis, Grok juga menyebut bahwa pembuatan dan pengeditan gambar memiliki batasan tertentu.

Namun di lapangan, pembatasan tersebut dinilai belum efektif. Pengguna non-berbayar masih dapat mengakses fitur pengeditan gambar melalui berbagai celah, baik lewat situs resmi X, aplikasi Grok, maupun jalur alternatif lainnya.

Situasi inilah yang akhirnya mendorong pemerintah Indonesia mengambil langkah pemutusan akses sementara. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat preventif dan dapat dievaluasi kembali setelah ada jaminan perlindungan yang memadai terhadap masyarakat dan ruang digital nasional.

 

Dukung Pemenuhan Gizi, Yayasan Bunda Babando Kayo Resmikan SPPG Pasir Kuda 003 di Bogor Barat

0

Bogordaily.net – Yayasan Bunda Babando Kayo resmi meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di wilayah Bogor Barat pada Sabtu,10 Januari 2025.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Bunda Babando Kayo, Afif Bariski Demayora Kepala SPPG Pasir Kuda 003, Andre Army Latpurnawan, Lurah Pasir Kuda, Muhammad Nur, Lurah Cikaret, Riki Ridwan Deris perwakilan Dinas Kesehatan, Erna Rahmawati serta kader dari 15 posyandu yang berada di wilayah Bogor Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bunda Babando Kayo menyampaikan bahwa tujuan utama pendirian SPPG adalah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat.

Menurutnya, SPPG harus benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat, baik dalam pemenuhan gizi, konsultasi gizi, maupun pelayanan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar.

“Penerima manfaat adalah tujuan utama kami. Oleh karena itu, SPPG harus dikelola dengan sistem manajerial yang kuat, ketahanan pangan yang baik, serta keamanan pangan yang terjamin, terutama bagi para penerima manfaat SPPG Pasir Kuda 003,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Yayasan Bunda Babando Kayo sebelumnya telah mendirikan SPPG di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai dapur pertama dengan nama SPPG Pesanggrahan 001.

Berangkat dari pengalaman tersebut, pihaknya optimistis dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Penyaluran layanan SPPG Pasir Kuda 003 direncanakan mulai berjalan pada Senin, 12 Januari 2025.

Kepala SPPG Pasir Kuda 003, Andre Army Latpurnawan, menjelaskan bahwa dapur SPPG memiliki keunggulan dalam pengelolaan layanan, termasuk pengendalian data dan kepuasan penerima manfaat.

Pihaknya juga menekankan pentingnya pengawasan ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pelayanan.

“Persiapan dapur ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Kami menerapkan standar operasional prosedur yang ketat, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi ke penerima manfaat,” jelasnya.

Terkait sumber daya manusia, Andre menyebutkan bahwa sekitar 20 persen personel telah berpengalaman, sementara tenaga dari warga sekitar akan diberikan pelatihan lanjutan. Langkah ini dilakukan untuk menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.

“Kami juga telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pelatihan terkait SOP, kebersihan, dan keamanan pangan,” tambahnya.

Ke depannya, Yayasan Bunda Babando Kayo berharap SPPG Pasir Kuda 003 dapat terus berkolaborasi dengan masyarakat dan para pemerintah setempat demi memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima layanan.

(Hasbi Ramadhani)