Home Blog Page 161

Milad ke-65 UIKA Bogor Jadi Momentum Besar,  5 Beasiswa Unggulan 2026 Diluncurkan

0

Bogordaily.net – Peringatan Milad ke-65 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum besar dalam menghadirkan solusi nyata bagi dunia pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, UIKA secara resmi meluncurkan 5 Program Beasiswa Unggulan 2026 sebagai bentuk komitmen membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Di tengah meningkatnya biaya kuliah dan semakin ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi, langkah ini menjadi angin segar bagi generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

Mengusung tema “UIKA Unggul, Pilihan Umat dan Terpercaya,” UIKA Bogor menegaskan perannya sebagai kampus Islam unggul di Bogor yang tidak hanya fokus pada kualitas akademik, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.

Peluncuran program beasiswa dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bogor, Ketua DPRD Kota Bogor, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun, serta Rektor UIKA Bogor sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.

Adapun lima program beasiswa yang diluncurkan meliputi:

  • Beasiswa Unggulan Talenta UIKA 2026
  • Beasiswa Unggulan UIKA Future Leader 2026
  • Beasiswa Unggulan Tahfidz Berprestasi UIKA 2026
  • Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Beasiswa Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIKA

Dari kelima program tersebut, Beasiswa Unggulan Talenta UIKA 2026 menjadi program unggulan yang paling disorot karena fokus pada penjaringan generasi berprestasi dan bertalenta dari seluruh Indonesia.

Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki keunggulan di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, agar dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa hambatan finansial.

Rektor UIKA Bogor, Mujahidin, menegaskan bahwa momentum Milad ke-65 ini menjadi langkah nyata UIKA dalam memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat.

“Melalui berbagai program beasiswa, khususnya Beasiswa Unggulan Talenta, kami membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat yang memiliki kemauan untuk melanjutkan studi. Kami ingin memastikan bahwa setiap potensi anak bangsa dapat berkembang tanpa terhalang keterbatasan ekonomi,” ujar Mujahidin.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak melewatkan kesempatan tersebut.

“Ini adalah momentum besar. Kami mengajak generasi muda untuk memanfaatkan peluang ini dan bergabung bersama UIKA Bogor, menjadi bagian dari generasi unggul yang akan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan, UIKA juga menampilkan para penerima Beasiswa Unggulan UIKA tingkat internasional sebagai simbol keberhasilan dalam menjaring talenta global yang siap bersaing di tingkat dunia.

Program Beasiswa Unggulan UIKA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi solusi pendidikan, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing global dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat Milad ke-65, UIKA Bogor terus melangkah sebagai kampus swasta terbaik di Bogor yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membuka jalan masa depan bagi generasi muda Indonesia.

Bagi masyarakat yang sedang mencari beasiswa kuliah gratis di Bogor tahun 2026, program ini menjadi peluang besar yang patut dimanfaatkan.***

Pemberdayaan BRI Dorong UMKM “Diopeni” Bangkitkan Ekonomi Perempuan dan Angkat Tenun Lurik ke Pasar Lebih Luas

0

Bogordaily.net – Pemberdayaan BRI menjadi pilar utama di balik kesuksesan brand UMKM Diopeni atau Dondomane Handmade dalam mengangkat eksistensi kain tenun lurik.

Melalui sinergi dengan Rumah BUMN BRI Malang, usaha yang digawangi oleh Peni Budi Astuti ini berhasil mengubah wastra Nusantara menjadi produk fashion modern bernilai tinggi sekaligus mewujudkan kemandirian finansial bagi perempuan di sekitarnya.

Berlokasi di sebuah gang permukiman di Kota Malang, Jawa Timur, Peni tidak sekadar menjalankan bisnis demi keuntungan semata. Sebagai pendiri Komunitas “Perempuan Mandiri Sumber Perubahan”, ia membawa misi sosial untuk memastikan para lansia dan ibu tunggal memiliki akses produktivitas yang tangguh.

Dukungan berkelanjutan dari BRI pun menjadi kunci bagi Diopeni dalam memperluas dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat luas.

Perjalanan Diopeni dimulai pada September 2016 dari kegemaran Peni menjahit tangan, atau dalam bahasa Jawa disebut dondom-dondom. Dari hobi sederhana ini, ia melihat potensi besar pada kain tenun lurik yang sering dianggap kuno.

Nama Diopeni sendiri diambil dari gabungan nama sang suami, Junaidi (Di) dan dirinya sendiri (Peni), yang dalam bahasa Jawa Diopeni juga berarti dirawat atau dipelihara.

Saat ini komunitas tersebut telah berbadan hukum koperasi dan memiliki sembilan karyawan, di mana mayoritas adalah perempuan lansia berusia 50-60 tahun dan orang tua tunggal. Peni memberikan ruang bagi mereka untuk tetap produktif dari rumah.

“Perempuan sebaiknya memiliki kegiatan produktif untuk membantu ekonomi keluarga agar menjadi sosok yang kuat dan tangguh,” tegas Peni.

Keunggulan utama Diopeni terletak pada penggunaan kain tenun motif lurik dengan desain kontemporer yang eksklusif. Koleksi fashion yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari daster tunik sebagai produk unggulan, kemeja, outer kimono, gamis, babydoll, blazer, hingga baju koko. Setiap helai pakaian dibuat dengan peletakan corak yang berbeda sehingga hampir tidak ada produk yang sama persis.

Peni juga menerapkan prinsip zero waste dan green industry. Sisa kain perca disulap menjadi aneka produk kriya seperti sandal tenun, tas, pouch, bantal, hingga gantungan kunci. Bahkan, Diopeni kini berkembang ke unit bisnis yang lebih luas, termasuk jasa pelatihan keterampilan hantaran dan anyaman.

Tak berhenti di kriya, lini bisnisnya merambah ke dunia kuliner melalui unit F&B bertajuk “Dapur Bunda Peni” yang menyajikan hidangan khas Nusantara seperti gado-gado, tahu telur, ketoprak, hingga jus buah segar.

Perkembangan pesat Diopeni tidak lepas dari dukungan penuh BRI. Sejak 2017, Peni aktif mengikuti pembinaan di Rumah BUMN BRI Malang. Bagi Peni, tempat ini bukan sekadar pusat pelatihan, melainkan rumah bagi para pelaku UMKM untuk saling berkolaborasi dan naik kelas secara cuma-cuma.

“Di BRI, wadahnya benar-benar nyata. Pelatihannya sangat lengkap karena menyesuaikan kebutuhan UMKM, mulai dari cara tata kelola keuangan, business plan, hingga strategi pemasaran di media sosial. Bahkan, kami difasilitasi pengurusan legalitas seperti sertifikasi Halal dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) secara gratis,” jelas Peni.
Selain menjadi peserta, dedikasi Peni di dunia kriya juga membuatnya kerap dipercaya oleh pihak BUMN untuk menjadi pemateri pelatihan bagi pelaku UMKM lainnya.

Dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI juga menjadi faktor penentu ekspansi usahanya. Peni telah memanfaatkan fasilitas KUR sebanyak dua kali untuk memperkuat struktur bisnisnya. Modal usaha dari BRI juga dialokasikan secara strategis untuk merenovasi huniannya dengan membangun mini galeri.

“Meskipun lokasi usaha saya berada di dalam gang, kehadiran mini galeri di rumah hasil dukungan BRI ini terbukti meningkatkan kepercayaan konsumen. Pernah ada rombongan ibu-ibu sampai membawa tiga mobil masuk ke gang hanya untuk melihat koleksi kami secara langsung,” kenangnya. Peni kini telah mengubah fungsi ruang tamu pribadinya menjadi area pajang yang profesional dengan deretan manekin dan rak display yang tertata rapi.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa, kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis. Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Diopeni jadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah,” pungkasnya.***

 

Kemenkop Perkuat Ekosistem Koperasi Desa Merah Putih Lewat Kerja Sama dengan CDF Canada

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop), bersama Co‑operative Development Foundation (CDF) of Canada melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai bagian dari strategi untuk mendukung penguatan ekosistem koperasi nasional, khususnya khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Kerja sama ini dipandang penting karena Kanada menjadi salah satu negara yang konsisten masuk dalam jajaran Top 300 World Cooperative Monitor. Beberapa koperasi aktif di Kanada menunjukkan resiliensi dan kinerja yang sangat baik di sektor produksi, distribusi hingga ritel.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa CDF Canada dipilih sebagai mitra strategis karena rekam jejaknya dalam mendukung pengembangan koperasi di berbagai negara. Kolaborasi ini membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik yang relevan bagi Indonesia.

“Pengalaman sukses beberapa koperasi di Kanada tentu diharapkan bisa menjadi pelajaran dan pengembangan untuk koperasi di Indonesia, khususnya juga bagi kegiatan operasional dari Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” kata Menkop Ferry usai melakukan penandatanganan MoU dengan Executive Director CDF Benoit Andre di Jakarta, Kamis (23/4).

“Salah satu bentuk kerja sama nantinya terkait dengan pengembangan kapasitas bagi SDM yang ada di koperasi-koperasi di Indonesia. Kemudian juga pengembangan kompetensi dan SDM dari pelaku usaha kecil menengah yang menyuplai koperasi,” katanya.

Menkop meyakini bahwa dukungan CDF Canada, koperasi di Indonesia khususnya KDKMP mampu bertransformasi menjadi kekuatan produksi yang terintegrasi. Hal ini didasarkan pada pengalaman Kanada yang selalu menjadi rujukan penting dalam pengembangan koperasi internasional. Koperasi-koperasi di Kanada mampu membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga dapat menopang perekonomian negara tersebut.

“Ini sekaligus untuk memperkuat hubungan bilateral di antara kedua negara yang di dalamnya termasuk dalam cooperative development,” kata Menkop Ferry.

Sementara itu Executive Director CDF Benoit Andre menyambut baik sinergi yang terjalin antara Kemenkop dengan CDF. Menurutnya dengan terjalinnya kerja sama tersebut akan mendorong kemajuan ekonomi bagi kedua negara khususnya melalui gerakan koperasi.

Sebagai institusi/lembaga yang berdiri lebih dari 75 tahun yang lalu, CDF of Canada menjadi salah satu entitas yang fokus dalam mendukung penguatan dan pengembangan koperasi.

“Kami siap memberikan dukungan melalui kompetensi yang kami miliki dan siap membantu keberhasilan koperasi. Jadi ini adalah langkah awal yang sangat bagus,” katanya.***

 

Ledakan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Ciliwung, Dipicu Limbah Rumah Tangga

0

Bogordaily.net – Keberadaan ikan sapu-sapu di aliran Sungai Ciliwung kini semakin mengkhawatirkan.

Populasinya dilaporkan meningkat pesat di sejumlah titik, seiring melimpahnya sumber makanan yang berasal dari limbah rumah tangga dan aktivitas manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Suparno Jumar dari Satgas Naturalisasi Ciliwung dalam wawancara pada Kamis, 23 April 2026. Ia menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang awalnya dikenal sebagai pembersih akuarium, kini justru berkembang liar di sungai karena kondisi lingkungan yang mendukung.

“Jadi ikan sapu-sapu mungkin karena selama ini di dalam akuarium itu selalu makan lumut, jadi membersihkan. Hari ini ketika ikan sapu-sapu ada di Sungai Ciliwung, ternyata dia mendapatkan tempat yang ‘mulia’. Persediaan makannya selalu banyak, kemudian secara perkembangbiakan dia sangat masif, populasinya meledak,” ujar Suparno.

Menurutnya, melimpahnya makanan bagi ikan sapu-sapu tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat membuang limbah ke saluran air. Limbah tersebut kemudian mengalir ke sungai dan mengalami proses alami hingga menjadi sumber nutrisi bagi organisme air.

“Sumber pasokan makanannya banyak. Itu dari mana? Secara kita tidak sadari, sampah-sampah sisa makanan dari rumah tangga, dari restoran yang kita buang lewat saluran air masuk ke sungai. Memang tidak langsung dimakan. Bukan makan nasi atau bakso, tapi dari proses pembusukan menjadi nutrien, lalu menjadi ganggang dan lumut, itulah yang dimakan sapu-sapu,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa persebaran ikan sapu-sapu cukup luas, terutama di wilayah dengan aliran air yang cenderung tenang. Beberapa titik yang menjadi lokasi populasi tinggi antara lain Kedung Halang Sukaresmi, Bantarjati, Tanah Sareal, hingga aliran sungai kecil di tengah kota.

“Ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung ada beberapa titik. Di Kedung Halang Sukaresmi, Bantarjati, Tanah Sareal, kemudian sungai-sungai kecil di tengah kota itu banyak. Bahkan di Kali Batu Timur, Kali Ciparigi, jumlahnya sangat banyak,” ungkapnya.

Namun, Suparno menambahkan bahwa di bagian sungai dengan arus deras, keberadaan ikan ini relatif jarang ditemukan. Oleh karena itu, pihaknya berupaya melakukan penanganan di wilayah-wilayah dengan aliran air yang lebih tenang.

“Di Ciliwung dengan tipe aliran deras memang jarang kita temui. Tapi kami akan mencoba penanganan di bagian sungai yang alirannya tenang,” tutupnya.

Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah, mengingat dampaknya tidak hanya pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada keseimbangan ekosistem sungai.

(Fikri)

Aksi Nyata Hari Bumi 2026, PLN EPI Beserta Komunitas Ciliwung Bersihkan Sungai Ciliwung Serta Lepas 5000 Bibit Ikan

0

Bogordaily.net– Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026, PLN Energi Primer Indonesia (EPI) bersama Komunitas Ciliwung Saung Alkesa menggelar kegiatan River Clean Up Earth Day 2026 – Bersih Sungai Ciliwung

Kegiatan ini menjadi bentuk aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai yang kian menghadapi berbagai tantangan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pegawai PLN, BPBD Kota Bogor,Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor serta komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung.

Melalui kolaborasi ini, PLN EPI tidak hanya memperingati Hari Bumi secara seremonial, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam upaya pelestarian lingkungan.

tidak hanya membersihkan sampah disekitar Sungai Ciliwung, kegiatan di buka dengan santunan anak yatim lalu melespaskan 5000 bibit ikan tengadak dan tawes sebagau bentuk menjaga kelestarian Sungai

VP K3KL PLN EPI, Muh Aminuddin, menyampaikan bahwa pihaknya menyadari semakin kompleksnya tantangan lingkungan saat ini, mulai dari pencemaran, perubahan iklim, hingga menurunnya kualitas ekosistem.

“PLN EPI merasa turut bertanggung jawab terhadap tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari pencemaran, perubahan iklim, hingga penurunan kualitas ekosistem kita tidak hanya dituntut untuk peduli, tetapi juga harus bertindak nyata,” ujar Muh Aminuddin.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan PLN EPI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengendalian pencemaran lingkungan serta menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

“Kami berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Sungai kami pilih karena bukan hanya sebagai sumber air, tetapi juga menjadi habitat berbagai ekosistem yang harus dijaga bersama,” lanjutnya.

kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Kami terus mengupayakan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, kita semua harus berkontribusi dalam memulihkan lingkungan yang ada,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai semakin meningkat, serta mampu mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

(Fikri)

 

Bocah 4 Tahun di Bojonggede Hanyut Terbawa Arus Kali Ciliwung, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Bogordaily.net – Bocah 4 tahun di Kelurahan Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor hanyut terbawa arus kali Ciliwung, Tim SAR melakukan pencarian, pada Kamis 23 April 2026.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi Rabu 22 April 2026 sekitar pukul 17:30 WIB sore.

Awalnya, saat terjadi hujan deras ada 4 orang anak sedang bermain hujan hujanan, tidak lama dari itu orang tua dari salah satu anak tersebut mencari anaknya yang sedang bermain hujan.

Kemudian menemukan anaknya dipinggiran kali, tetapi hanya terdapat Michel dan 2 teman lain nya (saksi).

“Info dari michel dan 2 saksi korban sedang loncat atas nama fardhan (Korban) sebelumnya sudah diingatkan oleh ke 3 teman nya (saksi) agar tidak melompat tetapi korban tetap melompat,” kata Jalaludin, Kamis 23 April 2026.

Menurut Jalal, setelah ayah michel mendapatkan informasi bahwa korban melompat, ayah michel (saksi) mencari korban dari titik nol hingga ke wilayah bambu kuning.

Adapun, identitas korban diketahui M Fardan Asfa usia 4 tahun 6 bulan jenis kelamin laki-laki, asal Desa Bojonggede Kecamatan Bojonggede.

Adapun, saat ini Tim SAR gabungan telah melakukan penyusuran darat dari TKM (Titik 0) sampai dengan jembatan teletabis (±1,5 KM)

“Pencarian masih berlangsung hingga hari Ini,” ungkap Jalaludin.

(Albin)

Santri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Akselerasi Bahasa Melalui Program Symposium of Language

0

Bogordaily.net – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami secara masif mempercepat peningkatan kemampuan linguistik santri melalui program “Symposium of Language”.

Program ini difokuskan pada akselerasi dan akuisisi Bahasa Arab serta Inggris bagi santri kelas 1 dan kelas 1 PK (Persiapan Khusus).

Program yang diprakarsai oleh Tim Akselerasi dan Akuisisi Bahasa ini dirancang sebagai fondasi utama dalam menumbuhkan ekosistem lingkungan berbahasa (bi’ah lughawiyyah) yang kuat di lingkungan pesantren.

Langkah strategis ini diawali dengan tahap simulasi pada November 2026 yang melibatkan sampel satu kamar putra dan satu kamar putri. Setelah melalui fase evaluasi yang mendalam, program ini resmi diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh santri kelas 1 dan 1 PK, baik putra maupun putri, mulai Januari hingga saat ini.

Salah satu peserta simulasi, Thalita dari kelas 1 F, menyatakan antusiasmenya terhadap intensitas pembelajaran yang diberikan. Menurutnya, program ini sejalan dengan motivasi utamanya menuntut ilmu di pesantren modern.

“Saya sangat senang dengan adanya program ini karena bisa memiliki waktu belajar bahasa lebih banyak. Memang itulah tujuan saya sekolah di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami,” ujar Thalita.

Selain fokus pada peserta didik, program ini juga memberdayakan santri lainnya sebagai tutor pendamping. Alya, santriwati kelas 4 yang diamanahkan menjadi tutor, mengaku mendapatkan manfaat ganda melalui keterlibatannya dalam program ini.

“Saya merasa senang dilibatkan karena melalui program ini saya bisa belajar kembali. Keahlian berbahasa saya juga terasa meningkat setelah mendampingi adik-adik kelas 1,” ungkap Alya.

Di sisi lain, Koordinator Asrama Santri Baru, Ustadzah Wafa Shobariah, memberikan apresiasi atas dampak positif yang terlihat secara signifikan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa para santri baru menunjukkan progres yang cepat dalam memahami serta mempraktikkan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari.

“Anak-anak sangat antusias dan menjadi lebih cepat mengetahui serta mempraktikkan bahasa di pesantren. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan nantinya dapat diterapkan kepada seluruh santri agar lingkungan berbahasa terus hidup di pesantren ini,” jelas Ustadzah Wafa.

Implementasi “Symposium of Language” ini diharapkan menjadi standar baru dalam pendidikan bahasa di lingkungan Ummul Quro Al-Islami, sekaligus memastikan setiap santri memiliki kompetensi global yang mumpuni melalui penguasaan Bahasa Arab dan Inggris sejak dini.***

Liburan Tanpa Visa Makin Mudah, Paspor RI Bisa Akses 89 Negara

0

Bogordaily.net – Liburan tanpa visa kini bukan lagi mimpi yang jauh bagi pemegang paspor Indonesia. Angkanya bahkan terus bertambah.

Ada yang menyebutnya sebagai “kemewahan baru” bagi kelas menengah yang gemar bepergian: terbang tanpa ribet dokumen panjang, tanpa antre kedutaan.

Tidak ada lagi map tebal berisi dokumen. Cukup paspor, tiket, dan rencana perjalanan. Dunia seperti makin dekat.

Data terbaru dari Passport Index yang dirilis pada April 2026 menyebutkan: paspor Indonesia kini berada di peringkat ke-56 dunia. Skornya 89. Artinya, ada 89 negara yang bisa diakses tanpa visa atau dengan kemudahan tertentu.

Bandingkan dengan masa lalu. Dulu, bepergian ke luar negeri identik dengan proses panjang dan melelahkan. Sekarang, pintu itu mulai terbuka.

Namun, cerita tidak selalu tunggal. Versi lain datang dari Henley Global Index. Lembaga berbasis di London itu menempatkan Indonesia di posisi ke-64 dunia.

Jumlah akses bebas visa disebut sekitar 70 negara. Angka yang berbeda, tapi arah ceritanya sama: ada kemajuan, meski belum melompat jauh.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tertinggal. Singapura melesat di papan atas dunia. Malaysia juga stabil di jajaran elite. Bahkan Thailand masih sedikit lebih unggul.

Lalu apa artinya bagi kita?

Artinya sederhana: pilihan semakin banyak. Hingga April 2026, pemegang paspor Indonesia bisa masuk ke 42 negara bebas visa.

Ada tambahan 40 negara dengan fasilitas Visa on Arrival. Serta 7 negara lain yang cukup dengan Electronic Travel Authorization (ETA).

Asia Tenggara masih menjadi “halaman depan”. Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand menjadi tujuan paling mudah—tanpa visa, tanpa repot.

Sedikit lebih jauh, pelancong Indonesia juga bisa langsung terbang ke Jepang dengan skema waiver tertentu, atau menikmati eksotisme Turki, hingga keindahan Brasil tanpa prosedur berlapis.

Meski begitu, jangan terlalu cepat puas.

Masih ada 109 negara yang meminta visa sebelum keberangkatan. Kawasan Eropa Schengen, Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia tetap memberlakukan aturan ketat.

Di situlah kita melihat realitas: kekuatan paspor bukan sekadar angka. Ia adalah cermin kepercayaan global.

Namun tetap, liburan tanpa visa memberi ruang napas baru. Membuka peluang spontanitas. Hari ini merencanakan, besok bisa berangkat.

Dan bagi banyak orang Indonesia, itu sudah lebih dari cukup.

Karena pada akhirnya, liburan tanpa visa bukan hanya soal kemudahan administrasi. Ia adalah simbol: bahwa dunia perlahan-lahan mulai terbuka.***

Kloter Pertama Jemaah Haji Kabupaten Bogor 2026 Diberangkatkan, Pemkab Ingatkan Jamaah Jaga Kesehatan

0

Bogordaily.net – Sebanyak 445 jemaah calon haji kloter pertama dari Kabupaten Bogor diberangkatkan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis 23 April 2026.

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade menyampaikan bahwa, kloter ketiga secara nasional dan kloter pertama di Kabupaten Bogor ini diberangkatkan di Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah bahwa pada pagi ini kloter 3 untuk Kabupaten Bogor Jemaah Haji, calon-calon tamu Allah diberangkatkan berjumlah 445,” kata Jaro Ade kepada wartawan di Cibinong, Kamis 23 April 2026.

Menurut Jaro Ade, pada tahun ini Kabupaten Bogor memberangkatkan sebanyak 2.504 jamaah haji dibagi 8 kloter pemberangkatan.

“Dari jumlah 2.504, dibagi 8 kloter. Jadi ini kloter pertama Kabupaten Bogor tapi secara ini kloter 3,” jelasnya.

“Dan kita teringin doa mudah-mudahan Jemaah kita diberikan kesehatan untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Selain itu, Jaro Ade mendoakan kepada para jamaah agar selamat dan lancar dalam melaksanakan ibadah haji

Serta, berpesan kepada para jamaah calon haji untuk senantiasa menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

“Dan juga berangkat dengan selamat, pulang dengan selamat bisa berkumpul kembali dengan kita,” ungkap Jaro Ade.***

Albin

Bagikan Dividen Rp52,1 triliun, Likuiditas dan Permodalan Kuat, BRI Siap Dorong Pertumbuhan Berkualitas

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah optimal bagi pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026), Perseroan menetapkan pembagian total dividen tunai untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per saham. Angka tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menjelaskan kombinasi antara pembagian dividen yang optimal dan fundamental keuangan yang kuat mencerminkan kapasitas Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Hingga akhir Desember 2025, posisi ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp330,9 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini ditopang oleh kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih secara konsisten. Capaian tersebut juga telah memperhitungkan pembayaran dividen yang dilakukan sepanjang tahun 2025, termasuk dividen interim atas laba tahun buku 2025, sehingga mencerminkan ketahanan permodalan Perseroan yang tetap solid di tengah distribusi laba kepada pemegang saham.

Di sisi likuiditas, BRI memastikan kondisi yang tetap memadai yang tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 117,7%. Rasio tersebut menunjukkan kapasitas likuiditas yang kuat serta struktur pendanaan yang stabil dalam mendukung ekspansi bisnis.

Selain itu, permodalan BRI juga berada pada level yang sangat kuat, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) secara konsolidasi sebesar 26,63% dan secara bank only sebesar 23,52%, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi ini memberikan ruang yang luas bagi Perseroan untuk tetap ekspansif secara terukur.

Sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) tahun 2026, BRI memproyeksikan pertumbuhan pinjaman berada pada kisaran 7% hingga 9% secara tahunan (year-on-year).

“Proyeksi ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai core business BRI,” pungkas Achmad.***