Home Blog Page 162

Liburan Tanpa Visa Makin Mudah, Paspor RI Bisa Akses 89 Negara

0

Bogordaily.net – Liburan tanpa visa kini bukan lagi mimpi yang jauh bagi pemegang paspor Indonesia. Angkanya bahkan terus bertambah.

Ada yang menyebutnya sebagai “kemewahan baru” bagi kelas menengah yang gemar bepergian: terbang tanpa ribet dokumen panjang, tanpa antre kedutaan.

Tidak ada lagi map tebal berisi dokumen. Cukup paspor, tiket, dan rencana perjalanan. Dunia seperti makin dekat.

Data terbaru dari Passport Index yang dirilis pada April 2026 menyebutkan: paspor Indonesia kini berada di peringkat ke-56 dunia. Skornya 89. Artinya, ada 89 negara yang bisa diakses tanpa visa atau dengan kemudahan tertentu.

Bandingkan dengan masa lalu. Dulu, bepergian ke luar negeri identik dengan proses panjang dan melelahkan. Sekarang, pintu itu mulai terbuka.

Namun, cerita tidak selalu tunggal. Versi lain datang dari Henley Global Index. Lembaga berbasis di London itu menempatkan Indonesia di posisi ke-64 dunia.

Jumlah akses bebas visa disebut sekitar 70 negara. Angka yang berbeda, tapi arah ceritanya sama: ada kemajuan, meski belum melompat jauh.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tertinggal. Singapura melesat di papan atas dunia. Malaysia juga stabil di jajaran elite. Bahkan Thailand masih sedikit lebih unggul.

Lalu apa artinya bagi kita?

Artinya sederhana: pilihan semakin banyak. Hingga April 2026, pemegang paspor Indonesia bisa masuk ke 42 negara bebas visa.

Ada tambahan 40 negara dengan fasilitas Visa on Arrival. Serta 7 negara lain yang cukup dengan Electronic Travel Authorization (ETA).

Asia Tenggara masih menjadi “halaman depan”. Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand menjadi tujuan paling mudah—tanpa visa, tanpa repot.

Sedikit lebih jauh, pelancong Indonesia juga bisa langsung terbang ke Jepang dengan skema waiver tertentu, atau menikmati eksotisme Turki, hingga keindahan Brasil tanpa prosedur berlapis.

Meski begitu, jangan terlalu cepat puas.

Masih ada 109 negara yang meminta visa sebelum keberangkatan. Kawasan Eropa Schengen, Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia tetap memberlakukan aturan ketat.

Di situlah kita melihat realitas: kekuatan paspor bukan sekadar angka. Ia adalah cermin kepercayaan global.

Namun tetap, liburan tanpa visa memberi ruang napas baru. Membuka peluang spontanitas. Hari ini merencanakan, besok bisa berangkat.

Dan bagi banyak orang Indonesia, itu sudah lebih dari cukup.

Karena pada akhirnya, liburan tanpa visa bukan hanya soal kemudahan administrasi. Ia adalah simbol: bahwa dunia perlahan-lahan mulai terbuka.***

Kloter Pertama Jemaah Haji Kabupaten Bogor 2026 Diberangkatkan, Pemkab Ingatkan Jamaah Jaga Kesehatan

0

Bogordaily.net – Sebanyak 445 jemaah calon haji kloter pertama dari Kabupaten Bogor diberangkatkan di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis 23 April 2026.

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade menyampaikan bahwa, kloter ketiga secara nasional dan kloter pertama di Kabupaten Bogor ini diberangkatkan di Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah bahwa pada pagi ini kloter 3 untuk Kabupaten Bogor Jemaah Haji, calon-calon tamu Allah diberangkatkan berjumlah 445,” kata Jaro Ade kepada wartawan di Cibinong, Kamis 23 April 2026.

Menurut Jaro Ade, pada tahun ini Kabupaten Bogor memberangkatkan sebanyak 2.504 jamaah haji dibagi 8 kloter pemberangkatan.

“Dari jumlah 2.504, dibagi 8 kloter. Jadi ini kloter pertama Kabupaten Bogor tapi secara ini kloter 3,” jelasnya.

“Dan kita teringin doa mudah-mudahan Jemaah kita diberikan kesehatan untuk bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Selain itu, Jaro Ade mendoakan kepada para jamaah agar selamat dan lancar dalam melaksanakan ibadah haji

Serta, berpesan kepada para jamaah calon haji untuk senantiasa menjaga kesehatan selama berada di tanah suci.

“Dan juga berangkat dengan selamat, pulang dengan selamat bisa berkumpul kembali dengan kita,” ungkap Jaro Ade.***

Albin

Bagikan Dividen Rp52,1 triliun, Likuiditas dan Permodalan Kuat, BRI Siap Dorong Pertumbuhan Berkualitas

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah optimal bagi pemegang saham sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026), Perseroan menetapkan pembagian total dividen tunai untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346,00 per saham. Angka tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham atau Rp20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menjelaskan kombinasi antara pembagian dividen yang optimal dan fundamental keuangan yang kuat mencerminkan kapasitas Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Hingga akhir Desember 2025, posisi ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp330,9 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini ditopang oleh kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih secara konsisten. Capaian tersebut juga telah memperhitungkan pembayaran dividen yang dilakukan sepanjang tahun 2025, termasuk dividen interim atas laba tahun buku 2025, sehingga mencerminkan ketahanan permodalan Perseroan yang tetap solid di tengah distribusi laba kepada pemegang saham.

Di sisi likuiditas, BRI memastikan kondisi yang tetap memadai yang tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 117,7%. Rasio tersebut menunjukkan kapasitas likuiditas yang kuat serta struktur pendanaan yang stabil dalam mendukung ekspansi bisnis.

Selain itu, permodalan BRI juga berada pada level yang sangat kuat, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) secara konsolidasi sebesar 26,63% dan secara bank only sebesar 23,52%, jauh di atas ketentuan regulator. Kondisi ini memberikan ruang yang luas bagi Perseroan untuk tetap ekspansif secara terukur.

Sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan (RKAP) tahun 2026, BRI memproyeksikan pertumbuhan pinjaman berada pada kisaran 7% hingga 9% secara tahunan (year-on-year).

“Proyeksi ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai core business BRI,” pungkas Achmad.***

Wuri Baret dari Partai Apa? Sosok Wuri Handayani Viral Usai Orasi Kontroversial Soal Jokowi

0

Bogordaily.net – Wuri Baret dari partai apa. Pertanyaan itu tiba-tiba mengemuka. Datangnya dari riuh yang tak biasa di media sosial. Nama Wuri Baret mendadak melambung, bersamaan dengan panasnya isu lama yang kembali diungkit: tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Ia berdiri. Berorasi. Di samping sosok yang tak asing: Roy Suryo. Dari situlah semuanya bermula.

Orasinya keras. Bahkan terlalu keras untuk sebagian telinga publik. Kata-kata yang dilontarkan dinilai melampaui batas kepatutan. Ditambah lagi gestur tangan ke arah leher—simbol yang langsung menyulut reaksi luas. Banyak yang menilai itu bukan sekadar ekspresi, melainkan provokasi.

Di tengah sorotan itu, Roy Suryo tampak santai. Ia tertawa. Respons yang justru menambah panjang daftar pertanyaan publik.

Lalu, publik mulai mencari tahu. Siapa sebenarnya perempuan dengan baret hitam itu?

Nama aslinya: Wuri Handayani. Seorang aktivis yang disebut berasal dari Solo. Sosok yang dikenal vokal, kritis, dan kerap muncul dalam isu-isu politik tertentu. Ia juga tercatat pernah maju sebagai bakal calon anggota legislatif DPR RI untuk daerah pemilihan Jawa Tengah pada Pemilu 2024.

Namun, pertanyaan yang terus bergulir belum juga terjawab tuntas: Wuri Baret dari partai apa.

Informasi yang beredar menyebut ia merupakan bagian dari salah satu partai besar di Indonesia. Tapi, detailnya masih samar. Tidak banyak data resmi yang benar-benar menjelaskan afiliasi politiknya secara gamblang.

Yang lebih jelas justru relasinya dengan Roy Suryo. Keduanya berada dalam barisan yang sama—kelompok yang selama ini vokal mempertanyakan keaslian ijazah Presiden Jokowi. Isu yang sebenarnya sudah lama beredar, namun kembali menemukan panggungnya.

Fenomena ini menarik. Bukan hanya soal isi orasi. Tapi juga tentang bagaimana satu sosok bisa tiba-tiba menjadi pusat perhatian nasional hanya dalam hitungan jam.

Dan kini, publik masih bertanya-tanya: Wuri Baret dari partai apa. Pertanyaan sederhana. Tapi jawabannya, sejauh ini, masih menggantung di udara.***

Pemeran Video Bandar Bergetar Dipanggil Polisi, Ini Identitas dan Fakta Terbarunya

0

Bogordaily.net – Pemeran video bandar bergetar. Kalimat itu kini berulang-ulang disebut warga Batang. Seperti gema yang tak kunjung reda. Bukan sekadar viral biasa. Ini tentang kegelisahan publik yang tiba-tiba muncul dari sebuah video yang menyebar tanpa kendali.

Peristiwa itu bermula dari beredarnya rekaman yang disebut sebagai video “Bandar bergetar” atau “Bandar membara”. Dua sosok di dalamnya—disebut sebagai sepasang kekasih—langsung menjadi sorotan. Warga bertanya-tanya. Siapa mereka? Benarkah sudah dipanggil polisi?

Kepolisian tak tinggal diam. Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, IPDA Maulidya Nur Maharanti, memilih bersikap cepat. Selasa, 21 April 2026, dua orang yang diduga sebagai pemeran dipanggil. Tujuannya jelas: klarifikasi.

Ini bukan perkara sederhana. Bukan pula sekadar sensasi media sosial. Video itu masuk kategori penyebaran konten pribadi. Dampaknya nyata—keresahan masyarakat.

“Pemanggilan dilakukan untuk dimintai keterangan,” begitu kira-kira inti penjelasan pihak kepolisian kepada awak media. Dari sana, proses hukum akan menentukan arah berikutnya.

Identitas keduanya mulai terkuak. Berinisial T.A. dan S.E. Usia mereka terpaut cukup jauh. T.A. masih 19 tahun. Sementara S.E. berusia 26 tahun. Keduanya berasal dari Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang—lokasi yang mendadak jadi pusat perhatian.

Namun, cerita belum selesai. Polisi masih mendalami. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat. Terutama dalam penyebaran video yang kini sudah telanjur luas beredar.

Di titik ini, pemeran video bandar bergetar bukan lagi sekadar individu. Mereka menjadi bagian dari kasus hukum yang lebih besar: dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Fenomena ini kembali mengingatkan: di era digital, satu rekaman bisa berubah menjadi gelombang besar. Sulit dibendung. Cepat menyebar. Dan sering kali, meninggalkan dampak yang panjang.

Masyarakat Batang kini menunggu. Menunggu kepastian. Menunggu kejelasan. Dan tentu saja—menunggu bagaimana akhir dari kisah pemeran video bandar bergetar ini akan ditutup oleh proses hukum.***

Kementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa ke Ghana

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia bersama Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) melepas ekspor 24 ton produk gula kelapa organik dan gula kelapa cair natural hasil produksi CV Mannah Anugerah Sejahtera ke Ghana.

Pelepasan ekspor dilakukan di Semarang, Selasa (21/4), dengan total nilai ekspor mencapai USD 63.400 atau setara Rp1,1 miliar, dan difasilitasi melalui buyer internasional asal Swiss, HPW Fresh and Dry Ltd.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (22/4/2026) menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil nyata dari Program Selling Mission Eropa 2025 yang diinisiasi Kementerian UMKM bersama SIPPO.

“Produk gula kelapa organik yang diekspor tidak hanya mencerminkan keunggulan komoditas berbasis sumber daya lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa usaha menengah Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global, mulai dari aspek keberlanjutan, keamanan pangan, hingga konsistensi pasokan,” ujar Bagus Rachman.

Program ini dirancang selaras dengan arahan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, untuk membuka akses ke pasar nontradisional, memperluas jejaring bisnis global, serta meningkatkan kesiapan usaha menengah dalam memenuhi standar dan preferensi pasar internasional.

Lebih lanjut, Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM, Harun, saat pelepasan ekspor menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti konkret efektivitas program fasilitasi pemerintah dalam mendorong pengusaha UMKM naik kelas dan menembus pasar global.

Ke depan, Kementerian UMKM akan terus memperluas jangkauan promosi dan fasilitasi ekspor melalui business matching, kurasi produk, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Sinergi dengan SIPPO dan mitra internasional lainnya akan terus diperkuat untuk membuka lebih banyak peluang ekspor sekaligus memperluas akses pasar bagi pengusaha UMKM Indonesia,” kata Harun.

Ia juga berharap langkah ini dapat mendorong semakin banyak pengusaha UMKM Indonesia bertransformasi menjadi eksportir tangguh yang berdaya saing global.

Export Promotion Manager SIPPO Indonesia, Andina Auria Dwi Putri, mengapresiasi kolaborasi dengan Kementerian UMKM yang secara konsisten memastikan para importir Swiss mendapatkan akses kepada pemasok yang telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas tinggi sesuai kebutuhan pasar.

“Kami sangat senang melihat hasil dari kerja keras dan misi ini, dan berharap kolaborasi yang berkelanjutan antara SIPPO, Kementerian UMKM, dan pengusaha UMKM Indonesia dapat terus terjalin dengan baik,” ujar Andina.

Direktur CV Mannah Anugerah Sejahtera, Steven Santoso, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian UMKM dan SIPPO dalam keikutsertaan pada Misi Dagang ke Swiss dan Belanda pada November 2025. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat signifikan, mulai dari tahap persiapan hingga pertemuan dengan calon pembeli.

“Semoga kolaborasi ini terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas ke depan,” kata Steven Santoso.***

Andy Lee Rilis Single “Rumit”, Angkat Kisah Cinta Tak Harus Memiliki

0

Bogordaily.net – Andy Lee kembali menghadirkan karya terbaru melalui single berjudul “Rumit”. Lagu ini menjadi salah satu karya yang menggambarkan sisi emosional dan kedewasaan musikal Andy Lee dalam menyampaikan cerita tentang perasaan yang tidak selalu bisa dimiliki, namun sulit untuk dilupakan.

Lagu “Rumit” diciptakan oleh Lutfi Ghazaly, yang sebelumnya juga telah menciptakan beberapa lagu yang dibawakan oleh Andy Lee. Kolaborasi yang telah terjalin dalam beberapa karya sebelumnya membuat karakter lagu yang diciptakan tetap memiliki benang merah emosional yang kuat dan khas. Sementara itu, aransemen musik lagu ini diproduseri oleh Dendi Dharmawan, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu yang memberikan sentuhan aransemen pop ballad emosional yang memperkuat karakter lagu “Rumit”.

“Rumit” bercerita tentang seseorang yang mencintai, namun harus menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya tidak bisa dimiliki. Lagu ini mengangkat tema tentang keikhlasan, pergulatan batin, serta proses belajar menerima keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Melalui lagu ini, Andy Lee ingin menyampaikan bahwa tidak semua perasaan harus berakhir dengan memiliki, terkadang mencintai dalam diam dan merelakan adalah bentuk cinta yang paling tulus.

Secara lirik, “Rumit” dikemas dengan bahasa yang sederhana namun memiliki makna yang dalam dan mudah dirasakan oleh banyak orang. Tema cinta yang tidak bisa bersama menjadi benang merah yang membuat lagu ini relatable bagi pendengar dari berbagai kalangan, terutama mereka yang pernah berada dalam hubungan yang tidak bisa dipersatukan oleh keadaan.

Dari sisi aransemen musik, “Rumit” hadir dengan nuansa pop ballad yang emosional dengan sentuhan musik yang lembut dan atmosfer yang hangat. Karakter vokal Andy Lee yang ekspresif menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan emosi dari setiap lirik lagu ini, sehingga pendengar dapat merasakan cerita yang disampaikan seolah menjadi bagian dari pengalaman mereka sendiri.

Melalui “Rumit”, Andy Lee berharap lagu ini dapat menjadi teman bagi para pendengar yang sedang berada dalam situasi sulit, terutama dalam hal perasaan dan hubungan. Lagu ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan, namun setiap proses tetap memiliki makna dan pelajaran.

Single “Rumit” kini telah tersedia di berbagai platform digital streaming dan dapat dinikmati oleh seluruh pecinta musik Indonesia. Dengan dirilisnya lagu ini, Andy Lee berharap dapat terus berkarya dan menghadirkan lagu-lagu yang tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat menemani dan mewakili perasaan banyak orang.***

Koalisi ORMAWA IPB Dukung Sikap DPR, Desak Rektor Pecat Predator Seksual dan Hentikan Represi Opini!

0

Bogordaily.net – Gelombang tuntutan terhadap pembersihan kampus dari predator seksual kian memanas. Menyusul pernyataan keras anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, yang meminta kampus berani memecat dan memenjarakan pelaku kekerasan seksual (KS), Koalisi Mahasiswa Peduli IPB menyatakan dukungan penuh. Mereka kini menagih keberanian serupa dari pimpinan IPB University.

Koalisi Mahasiswa IPB menilai pernyataan Rieke merupakan tamparan keras bagi birokrasi kampus yang selama ini dianggap masih “setengah hati” dalam menjatuhkan sanksi secara keras.

Mahasiswa mendesak Rektor IPB, Dr Alim Setiawan Slamet, untuk meninjau kembali sanksi terhadap 17 pelaku pelecehan di lingkungan IPB yang kasusnya telah mencuat jauh sebelum kasus di FH UI viral.

IPB dalam Sorotan: “Darurat Akhlak” di Kampus Hijau

Bukan tanpa alasan mahasiswa bersuara lantang. Koalisi menyoroti bahwa IPB setidaknya telah menghadapi dua kasus pelecehan besar yang menyita perhatian publik. Menurut mereka, fakta ini adalah bukti konkret bahwa kampus sedang berada dalam status darurat akhlak dan tidak lagi menjadi ruang aman bagi mahasiswa.

“Kami sudah lebih dulu menghadapi badai ini dibanding FH UI. Dua kasus besar yang terjadi adalah sinyal merah bahwa sistem perlindungan kita gagal. Kami tidak butuh sekadar regulasi di atas kertas, kami butuh eksekusi nyata berupa pemecatan dan proses hukum bagi pelaku,” ujar salah satu perwakilan koalisi dalam keterangannya.

Kritik Terhadap Gaya Kepemimpinan Rektor

Selain menuntut sanksi tegas, Koalisi Mahasiswa IPB juga melayangkan kritik tajam terhadap cara Rektor Dr. Alim Setiawan dan jajarannya dalam mengelola informasi dan kritik terkait kasus KS.

Mahasiswa menilai ada dan telah terjadi upaya sistematis untuk melakukan penyeragaman opini di lingkungan kampus dan media digital agar citra institusi tetap terjaga, meskipun harus mengorbankan transparansi.

Mahasiswa meminta pimpinan IPB untuk:

– Berhenti Represif: Tidak membungkam suara kritis mahasiswa atau penyintas yang mencoba mengungkap kebenaran.
– Transparansi Informasi: Membuka ruang dialog yang jujur tanpa ada tekanan atau upaya penggiringan opini searah.
– Revisi Sanksi: Memberikan sanksi terberat (drop out/pemecatan) serta membawa kasus ke ranah pidana, sejalan dengan desakan DPR. Momentum Perubahan

Langkah Rieke Diah Pitaloka yang mendorong sanksi administratif hingga pidana tanpa kompromi dipandang sebagai momentum bagi IPB untuk berbenah total.

Koalisi menegaskan bahwa jika Rektor Alim Setiawan tidak segera mengambil langkah progresif dan tetap mempertahankan sikap represif terhadap perbedaan pandangan, maka kredibilitas IPB sebagai lembaga pendidikan tinggi akan terus dipertanyakan.

“Jangan biarkan kampus menjadi tempat yang ramah bagi pelaku namun kejam bagi penyintas. Rektor harus memilih: berdiri bersama mahasiswa atau terus berlindung di balik penyeragaman opini,” tutup pernyataan tersebut.***

Jadwal dan Lokasi Perpanjangan SIM Keliling Kota Bogor Hari Ini Kamis 23 April 2026

0

Bogordaily.net-Satlantas Polresta Bogor Kota menyediakan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling di Kota Bogor pada hari ini Kamis 23 April 2026.

Pelayanan keliling ini khusus untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Pastikan Anda mengajukan permohonan perpanjangan sebelum masa berlaku SIM habis.

Hari ini, pada Kamis 23 April 2026, layanan SIM keliling akan dilaksanakan di Mall BTM dan Mall Boxies Tajur 123, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Perhatikan bahwa layanan SIM keliling hanya berlaku untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Jadi, pastikan Anda datang tepat waktu ke lokasi yang telah ditentukan.

Biaya perpanjangan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp80.000.

Untuk perpanjangan SIM tipe A dan C, biayanya adalah Rp75.000. Persyaratan perpanjangan SIM A atau C meliputi:

Foto kopi KTP yang masih berlaku
Foto kopi SIM lama dan membawa SIM asli
Surat keterangan kesehatan (akan diberikan di lokasi) Pentingnya Surat Izin Mengemudi (SIM)

Seperti yang diketahui SIM (Surat Izin Mengemudi) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada individu yang memenuhi persyaratan.

Seperti administrasi, memiliki kondisi kesehatan baik jasmani maupun rohani, serta memahami peraturan lalu lintas dan memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor.

Setiap pengemudi kendaraan di jalan raya wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 281.***

Muhammad Irfan Ramadan

Ekosistem Ultra Mikro BRI Group Dorong Kinerja PNM Melesat Signifikan

0

Bogordaily.net – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan kinerja yang semakin solid dan berkelanjutan dalam lima tahun terakhir, seiring dengan bergabungnya Perseroan dalam ekosistem Holding Ultra Mikro BRI Group. Holding Ultra Mikro sendiri resmi terbentuk pada tahun 2021, yang menandai integrasi strategis antara BRI, Pegadaian, dan PNM dalam memperkuat layanan keuangan bagi segmen ultra mikro di Indonesia.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan signifikan pada berbagai indikator keuangan utama PNM sepanjang periode 2020 hingga 2025.

Dari sisi aset, PNM mencatatkan lonjakan yang kuat dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57,0 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang semakin agresif namun tetap terjaga kualitasnya. Sejalan dengan itu, total liabilitas meningkat dari Rp26,1 triliun pada 2020 menjadi Rp45,3 triliun pada 2025, menunjukkan meningkatnya kapasitas intermediasi Perseroan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat prasejahtera produktif.

Di sisi permodalan, fundamental PNM juga semakin kuat dengan total ekuitas yang tumbuh lebih dari dua kali lipat, dari Rp5,6 triliun pada 2020 menjadi Rp11,7 triliun pada 2025. Penguatan struktur permodalan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika ekonomi.

Kinerja profitabilitas pun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Laba PNM melonjak dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025. Pertumbuhan laba ini tidak hanya mencerminkan ekspansi usaha, tetapi juga kualitas pengelolaan risiko yang semakin matang.

Pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro yang mengintegrasikan kekuatan BRI, Pegadaian, dan PNM. Melalui sinergi ini, PNM mampu memperluas jangkauan layanan, meningkatkan skala ekonomi, serta memperkuat kapabilitas bisnis melalui dukungan digitalisasi dan integrasi sistem yang semakin mendorong efisiensi.

Group CEO BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perseroan melihat Holding Ultra Mikro sebagai platform strategis untuk menciptakan sinergi lintas entitas yang mampu meningkatkan skala bisnis, efisiensi operasional, serta kualitas pertumbuhan. “Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Hery.

Ekosistem Ultra Mikro juga mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat prasejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro, sehingga tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan Perseroan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.

“Ke depan, Holding Ultra Mikro akan terus kami dorong sebagai enabler utama dalam membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi. Dengan sinergi yang semakin kuat antara BRI, Pegadaian, dan PNM, kami optimistis dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong inklusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkas Hery.***