Home Blog Page 165

Peringati Hari Bumi, BRI Perkuat Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir Lewat Penanaman Mangrove di Muara Gembong Bekasi

0

Bogordaily.net – Hutan mangrove berperan penting sebagai pelindung pantai dari abrasi, penyerap karbon, habitat keanekaragaman hayati, penjaga kualitas air, pendukung perikanan, serta sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Namun demikian, keberadaan mangrove di Indonesia terus mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan praktik aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui BRI Menanam – Grow & Green berupa kegiatan penanaman 500 pohon mangrove di kawasan pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Dalam kegiatan ini, BRI Peduli berkolaborasi dengan Kelompok Tani Sumber Hutan (KTH) Sumber Makmur dan melakukan penanaman mangrove di atas area seluas 500 m2.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapan, kegiatan penanaman pohon mangrove di Muara Gembong merupakan bentuk nyata komitmen BRI dalam menyelamatkan ekosistem pesisir yang saat ini menghadapi tingkat kerentanan tinggi terhadap abrasi, intrusi air laut, serta degradasi ekosistem. Penanaman mangrove dipilih karena perannya yang strategis dalam melindungi garis pantai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir.

“Momentum Hari Bumi menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pelestarian lingkungan pesisir. Harapannya dapat memberikan dampak jangka panjang, meningkatkan kualitas lingkungan dan menambah jumlah serapan dan cadangan karbon” ungkap Dhanny.

Dalam pelaksanaan Program BRI Menanam – Grow & Green, BRI berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-profit dan masyarakat lokal dengan jangka waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bentuk nyata dari inisiatif berkelanjutan yang terus dimonitor dan dievaluasi keberhasilannya.

“Kami juga memberdayakan kelompok tani setempat, harapannya, program ini menjadi wadah untuk mewujudkan praktik pembangunan berkelanjutan dengan tujuan melestarikan lingkungan, menyerap karbon, memberdayakan masyarakat dan meningkatkan perekonomian’’ imbuhnya.

Sejak dijalankan pada 2023, BRI Menanam Grow & Green telah menanam sebanyak 75.000 pohon mangrove dengan potensi serapan carbon sebesar 29.56 ton/tahun. Program ini dilakukan secara bertahap mulai dari penyusunan rancangan program, penyediaan bibit, penanaman, pemeliharaan, pendataan kondisi perkembangan pohon serta pengukuran potensi cadangan dan serapan karbon.

Selain kegiatan penanaman mangrove, BRI Peduli juga melaksanakan kegiatan pelepasan ikan dan kepiting sebagai upaya menjaga kestabilan rantai makanan di ekosistem pesisir serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Di wilayah ini juga, BRI Peduli sebelumnya telah menyalurkan bantuan pembangunan sarana prasarana pendukung kegiatan kelompok nelayan dan warga. Bantuan tersebut antara lain, pembangunan jembatan, ruang serbaguna, musala, toilet, tenant pancing tenant kuliner bagi pelaku UMKM, greenhouse/ hatchery dan perahu eduwisata.

Pada kesempatan terpisah, Endang selaku Pengurus KTH Sumber Makmur mengungkapkan bahwa ancaman kerusakan lingkungan dan berkurangnya sumber daya alam yang semakin meluas menimbulkan kecemasan bagi masyarakat di wilayahnya. Adanya kolaborasi dengan BRI melalui program BRI Menanam – Grow & Green menjadi salah satu harapan untuk menyelamatkan wilayah tersebut dari kerusakan akibat abrasi.

“Semoga sinergi dan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di Ekowisata Mangrove Muara Gembong. Semoga di masa mendatang, program ini dapat menjangkau lebih banyak warga dan memberikan dampak positif yang semakin luas bagi kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat kami” ungkapnya.

Secara Umum BRI melalui program BRI – Menanam Grow & Green telah menanam 153.100 bibit tertanam dan terpelihara, 5.448 fragmen karang, 3.000 tegakan lamun direstorasi dengan melibatkan 31 kelompok masyarakat.***

Presiden Prabowo Ingin Tambah Konser K-Pop di Indonesia, Fans BTS dan BLACKPINK Auto Heboh

0

Bogordaily.net – Kabar yang berpotensi membuat para penggemar K-Pop di Indonesia bersorak datang dari Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah disebut membuka peluang untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop di Tanah Air, sebuah rencana yang langsung menjadi sorotan publik, terutama di kalangan pencinta musik Korea.

Informasi tersebut diungkap Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyebut gagasan itu muncul dalam percakapan bersama Presiden Prabowo.

Menurut Sugiono, rencana tersebut secara khusus menjadi kabar menggembirakan bagi komunitas penggemar K-Pop yang selama ini dikenal besar dan sangat aktif di Indonesia.

“Kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,” kata Sugiono.

Pernyataan tersebut segera memunculkan spekulasi bahwa Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar utama konser artis Korea di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia Dinilai Punya Pasar K-Pop Sangat Besar

Bukan tanpa alasan gagasan ini muncul. Indonesia selama beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu basis penggemar K-Pop terbesar di dunia.

Konser grup-grup besar seperti BTS, BLACKPINK, hingga SEVENTEEN hampir selalu disambut antusias luar biasa oleh penggemar di Indonesia.

Tingginya permintaan terhadap pertunjukan musik Korea juga membuat Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi rutin tur internasional artis K-Pop.

Sugiono juga mengungkap Presiden Prabowo menyoroti fakta menarik bahwa terdapat talenta asal Indonesia yang ikut menjadi bagian dari industri hiburan Korea Selatan.

“Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu Pak KSP, personel grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya. Forgive my ignorance, Bapak Ibu sekalian,” tambahnya.

Pernyataan ini dinilai memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan industri kreatif lintas negara, termasuk peluang kolaborasi budaya.

Rencana penambahan konser K-Pop ini juga disebut tidak terlepas dari konteks hubungan bilateral Indonesia dengan South Korea.

Sugiono menjelaskan, Presiden Prabowo baru saja melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan dan Japan pada akhir Maret lalu.

Menurutnya, setiap kunjungan kepala negara tidak hanya berkaitan dengan diplomasi politik, tetapi juga diarahkan untuk mendorong investasi, kerja sama ekonomi, serta penguatan hubungan budaya.

“Kemudian di Korea Selatan sebesar USD10 miliar,” pungkasnya.

Nilai tersebut merujuk pada potensi kerja sama ekonomi yang berkembang dari kunjungan tersebut.

Di tengah antusiasme yang muncul, banyak penggemar berharap rencana ini tidak berhenti sebagai wacana.

Jika terealisasi, peningkatan jumlah konser K-Pop di Indonesia dinilai tidak hanya memberi dampak bagi industri hiburan, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, dan UMKM.

Indonesia bahkan dinilai berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat konser internasional di Asia Tenggara.***

Kemenkop Perkuat Kolaborasi Untuk Transformasi Sawit Rakyat Lewat Program PalmStep dari Agriterra di Kalteng

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong pengembangan hilirisasi kelapa sawit rakyat berbasis koperasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah, memperkuat kelembagaan petani, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Forum Pembelajaran dan Perencanaan Tahunan Program Palm Oil Sustainability & Traceability Enhancement Programme (PalmStep) di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Panel Barus yang dalam hal ini di wakili oleh Elviandi selaku Asisten Deputi Pengembangan Produksi Kemenkop menyampaikan bahwa “Forum ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun pertama, serta menyusun rencana kerja ke depan secara lebih terarah dan terukur,” kata Elviandi dalam keterangannya, Rabu (22/04/2026).

Turut hadir dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat hadir Sekretaris Daerah, Rody Iskandar. Sementara dari Agriterra, hadir Wenty Octisdah selaku Country Manager Agriterra, Pengurus Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya (KSMJ), koperasi primer, asosiasi sawit, hingga petani sawit swadaya.

Selain itu, sebagai bentuk penguatan komitmen bersama, dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) antara Kemenkop, Pemkab Kotawaringin Barat, dan Agriterra.

“Penandatanganan tersebut menjadi dasar pelaksanaan program secara lebih terkoordinasi, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan koperasi,” terang Elviandi.

Forum juga menghadirkan sesi dialog yang melibatkan Tatag Adi Sasono (Manajer Program PalmStep Agriterra), Sutiyana (Ketua Koperasi Sekunder Karya Sawit Mandiri Jaya/KSMJ), serta Rukaiyah Rafik (Kepala Sekretariat Fortasbi).

Dialog ini membahas capaian implementasi program pada tahun pertama, berbagai pembelajaran penting dari pelaksanaan di lapangan, hingga arah penguatan program ke depan, baik pada tingkat petani, koperasi, maupun dukungan kebijakan di tingkat daerah.

Selama tahun pertama pelaksanaan, Program PalmStep telah menunjukkan perkembangan yang positif. Pada tingkat petani, program ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas melalui pelatihan praktik budidaya yang baik, penerapan prinsip keberlanjutan, serta penguatan aspek legalitas sebagai bagian dari persiapan menuju sertifikasi.

Sementara pada tingkat kelembagaan, program ini berkontribusi dalam memperkuat tata kelola dan perencanaan usaha koperasi. Terbukti, KSMJ telah berhasil menyusun rencana bisnis pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton per jam, termasuk penyusunan proyeksi keuangan jangka panjang sebagai dasar pengembangan usaha dan penjajakan pembiayaan.

“Selain penguatan internal koperasi, program PalmStep ini juga membuka akses pasar yang lebih luas melalui kegiatan studi komparatif ke pabrik pengolahan kelapa sawit di Provinsi Riau, penguatan jejaring dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), serta fasilitasi koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah,” papar Elviandi.

Elviandi berharap langkah ini dapat mempercepat pengembangan pabrik pengolahan kelapa sawit berbasis koperasi di berbagai daerah.

Elviandi menambahkan, program PalmStep dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Barat pada periode 1 Maret 2025 hingga 28 Februari 2029, dengan Agriterra sebagai koordinator program dan Fortasbi sebagai mitra pelaksana.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani sawit swadaya dalam menjaga kelanjutan usahanya dan memperkuat kelembagaan koperasi sebagai basis ekonomi anggotanya. “Juga mendorong kebijakan daerah yang mendukung pengembangan hilirisasi sawit rakyat berbasis koperasi,” imbuh Elviandi.

Melalui forum PalmStep ini, lanjut Elviandi, seluruh pemangku kepentingan (pemerintah, koperasi, petani,
aosiasi, dan mitra teknis) menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendukung keberhasilan transformasi sawit rakyat.

Kemenkop memandang bahwa pengembangan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi merupakan salah satu strategi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan de petani. “Hingga mendukung
pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Elviandi.***

Toko Emas dan Berlian Gold N’ Roses Member of Pantes, Grand Opening Cabang ke 31 di Yogya Cimanggu Avenue

0

Bogordaily.net – Toko Emas Gold N Roses resmi memperluas jaringannya di Bogor dengan membuka gerai baru di Yogya Cimanggu Avenue.

Ekspansi ini menandai langkah agresif brand perhiasan emas dan berlian tersebut dalam memperkuat pasar ritel di wilayah Jawa Barat.

Brand Gold N Roses sendiri merupakan bagian dari Pantes Group, yang sebelumnya dikenal luas melalui jaringan Toko Mas Pantes. Kehadiran gerai di Yogya Cimanggu Avenue menjadi cabang ke-31 secara nasional, sekaligus mempertegas eksistensi perusahaan di berbagai kota besar, mulai dari Jabodetabek hingga Jawa Tengah.

Secara khusus di Bogor, Toko Emas Gold N Roses kini telah memiliki tiga lokasi strategis, yakni di Cibinong City Mall, Dewi Sartika Plaza Blok A, dan Yogya Cimanggu Avenue. Penambahan gerai ini dilakukan seiring tingginya minat masyarakat terhadap perhiasan emas dan berlian, baik untuk kebutuhan gaya hidup maupun investasi.

Marketing Communications Pantes Group, Krishna Aji, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bogor atas sambutan positif yang diberikan selama ini. Ia menegaskan bahwa pembukaan cabang terbaru ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan akses yang lebih luas kepada konsumen.

Menurutnya, konsep yang diusung adalah toko permanen, bukan sekadar pameran, sehingga konsumen dapat berbelanja dengan nyaman dan aman. Selain itu, perusahaan juga memastikan ketersediaan produk yang lengkap, mulai dari emas tua, emas muda, hingga perhiasan berlian.

Krishna menambahkan bahwa harga buyback yang mengikuti pasar menjadi salah satu daya tarik utama. Hal ini menjadikan produk emas yang dijual tidak hanya sebagai aksesoris, tetapi juga instrumen investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Lebih lanjut, Toko Emas Gold N Roses juga menyediakan logam mulia dengan berbagai pilihan gramasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin berinvestasi. Dengan konsep one-stop shopping, seluruh kebutuhan perhiasan keluarga dapat dipenuhi dalam satu tempat.

Selain penjualan offline, perusahaan juga mengembangkan kanal digital melalui media sosial. Konsumen dapat mengikuti aktivitas dan promosi terbaru melalui Instagram resmi serta melakukan pembelian secara online melalui sesi live shopping yang disediakan setiap hari melalui @pantesgold.id @tokomaspantes_bandung dan @tokomaspantes.id.

Dengan strategi ekspansi dan inovasi layanan tersebut, Gold N Roses optimistis mampu terus memperkuat posisinya di industri perhiasan nasional.***

Dishub Kota Bogor Tata Parkir Sebelah Kanan di Surya Kencana, dan Siapkan Shelter Bus

0

Bogordaily.net – Dinas Perhubungan Kota Bogor terus melakukan penataan sistem parkir dan transportasi di kawasan Surya Kencana guna meningkatkan kenyamanan serta kelancaran lalu lintas.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor, H. Dody Wahyudin, dalam wawancara pada Rabu, 22 April 2026.

Dody menjelaskan bahwa kawasan Surya Kencana tidak hanya menjadi destinasi wisata kuliner, tetapi juga dikelilingi oleh sejumlah kampus dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar serta tempat ibadah yang aktif dikunjungi masyarakat.

Kondisi tersebut membuat mobilitas di wilayah ini cukup tinggi setiap harinya.

“Untuk warga Kota Bogor dan para pengunjung Surya Kencana, di sini ada beberapa kampus dengan jumlah mahasiswa cukup banyak, serta tempat ibadah. Sehingga memang diperlukan penataan yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai langkah penataan, Dishub akan mengoptimalkan sistem parkir di sisi kanan jalan.

Setelah berjalan, pihaknya juga akan membangun shelter dan halte (bus stop) Transpakuan agar aktivitas naik turun penumpang BusKita menjadi lebih tertib.

“Apabila parkir di kanan ini sudah berjalan, kita akan bangun shelter dan bus stop Transpakuan, sehingga naik turun penumpang BusKita bisa lebih teratur,” jelas Dody.

Selain itu, Dishub juga menegaskan larangan bagi angkutan kota (angkot) untuk melakukan pengeteman di kawasan tersebut. Pasalnya, dua lajur utama difungsikan sebagai jalur cepat, sementara lajur kiri akan dikhususkan sebagai titik naik turun penumpang BusKita pada lokasi yang telah ditentukan.

“Untuk angkutan kota, kita larang pengeteman karena dua lajur ini merupakan lajur cepat. Sedangkan lajur kiri akan menjadi jalur khusus naik turun penumpang BusKita, dengan titik-titik yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Saat ini, uji coba penataan tersebut sudah mulai diberlakukan.

Namun, Dishub Kota Bogor masih akan melakukan evaluasi, terutama dengan melihat potensi lonjakan pengunjung pada akhir pekan.

“Kita akan lihat lonjakan saat weekend, karena biasanya pengunjung dari Jabodetabek datang untuk wisata kuliner di Surya Kencana,” ungkapnya.

Menghadapi potensi peningkatan jumlah pengunjung, khususnya pada momen long weekend, Dishub juga akan menambah jumlah petugas di lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal, sekaligus mengantisipasi perilaku angkot yang kerap menaikkan dan menurunkan penumpang secara sembarangan.

“Untuk long weekend, kita akan menambah petugas di lapangan agar bisa mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama angkutan kota yang identik dengan naik turun penumpang sembarangan,” tutup Dody.

Dengan penataan ini, diharapkan kawasan Surya Kencana dapat menjadi lebih tertib, nyaman, dan aman bagi seluruh pengguna jalan, baik warga maupun wisatawan.***

Amaroossa Royal Bogor Hadirkan Promo “Aplous Stay (April Fabulous)” Hanya Rp. 585.000,- / Malam

0

Bogordaily.net – Memasuki bulan April yang penuh warna, Amaroossa Royal Bogor dengan bangga menghadirkan penawaran eksklusif bertajuk “Aplous (April Fabulous) Stay”.

Promo ini dirancang khusus bagi para wisatawan dan keluarga yang ingin menikmati pengalaman menginap mewah dengan harga yang sangat terjangkau di jantung Kota Bogor.

Hanya dengan IDR 585.000 nett/malam (dari harga normal IDR 950.000), tamu sudah bisa menikmati kenyamanan menginap di Deluxe Twin Room yang elegan. Penawaran ini merupakan bentuk apresiasi Amaroossa Royal Bogor untuk memberikan pengalaman liburan yang berkesan tanpa harus menguras kantong.

Cara Pesan Kamar & Booking
Untuk menikmati promo “Aplous Stay (April Fabulous)”. segera kunjungi situs web kami atau mengirimkan pesan ke akun instagram @amaroossaroyal.

Kamar terbatas, jadi pastikan Anda memesan lebih awal!

Kenapa Pilih Amaroossa Royal Bogor?

Terletak di jantung Kota Bogor, Amaroossa Royal Bogor adalah destinasi sempurna untuk beristirahat sambil mengeksplorasi berbagai daya tarik kota.

Dengan layanan terbaik, arsitektur bergaya kerajaan, dan lokasi strategis dekat Kebun Raya Bogor, kami menjamin pengalaman menginap yang memadukan keanggunan dan kenyamanan.***

Rencana Pendirian Koperasi Tutup Akses Jalan Mobil, Warga Keberatan

0

Bogordaily.net – Rencana pembagunan Koperasi Merah Putih bertempat di RT 004, RW 003, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang menutup akses jalan masuk lintasan kendaraan roda empat disesalkan warga setempat. Karena, saat ini, di lokasi eks KUD ‘Subur’ Mulyaharja lahan sudah dipatok kayu pembatas dan dipagari tali rafia.

“Saya sesalkan dengan adanya rencana Pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP), akses jalan masuk untuk kendaraan roda empat (mobil) tidak ada. Sehingga, warga yang memiliki mobil tidak masuk dan harus parkir jauh dari tempat tinggalnya,” kata warga setempat, Nur (50) pada Rabu (22/4/2026).

Keterangan senada disampaikan Sanda Eko yang juga warga setempat. Menurutnya, sejauh ini tidak ada sosialisasi jika lahan tersebut akan dibangun KMP.

“Kita menghormati akan dibangun KMP. Namun, idealnya, berilah ruang lintasan jalan agar mobil bisa masuk. Tidak mendadak langsung ditutup tanpa pemberitahuan atau tanpa koordinasi kepada warga. Lalu, bagaimana jika mendatang ada hal yang tak diinginkan, semisal kebakaran, tentunya mobil damkar tak bisa masuk. Demikian juga, ambulans,” ucap wanita yang juga eks aktivis 98 ini.

Terpisah, Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono saat dikonfirmasi menyampaikan, lahan eks KUD Subur Mulyaharja tersebut kini sudah menjadi lahan negara.

“Lahan eks KUD Subur Mulyaharja tersebut kini dikuasai Kementrian Keuangan RI. Dan, memang akan dibangun KMP. Sebelumnya, juga sudah dikonsultasikan ke Kabag Hukum Pemkot Bogor soal status lahan tersebut,” tutur Lurah Mulyaharja.

Dia menambahkan, jika ada masukan atau keberatan warga, termasuk keberatan akses jalan masuk yang akan dibangun KMP, bisa disampaikan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara.

“Jadi, terkait hal itu, warga bisa sampaikan ke PT Agrinas Pangan Nusantara, terkait akses jalan masuk. Saat ini, saya (Kelurahan Mulyaharja) belum dapat rencana gambarnya juga,” ucap Lurah Mulyaharja melalui sambungan telepon.

Terpisah, Kabag Hukum Pemkot Bogor, Alma Wiranta mengatakan, pihaknya belum tahu pemanfaatkan lahan eks KUD Subur akan dijadikan KMP, dan pihak Kelurahan Mulyaharja belum lakukan komunikasi dengannya.

“Saya juga belum tahu itu. Dan, belum ada koordinasi dengan pihak Kelurahan Mulyaharja, suratnya juga tidak ada. Terkait keberatan warga yang minta akses jalan, bisa dibuat surat yang nantinya ditujukan kepada Walikota Bogor,” tukasnya.

Sebagai informasi, hasil penelusuran media online ini, lokasi pendirian KMP tersebut diketahui semula milik Mahpudin alias H.M. Syarifudin dengan Hak Milik Adat Letter C No. 1967 Persil No. 109 D. II Luas 2.000 m2 yang terletak di Desa Mulyaharja, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor (kini menjadi Kota Bogor) dan kini menjadi milik negara.***

Hidupkan Semangat Kartini, BRI Dorong Perempuan Berdaya dan Berdampak Lewat “Srikandi Pertiwi”

0

Bogordaily.net – Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar acara bertajuk “Srikandi Pertiwi: Perempuan Berdaya, Memimpin, Berdampak, Menginspirasi” yang digelar di Kantor Pusat BRI, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam mendorong pemberdayaan perempuan, sekaligus memperkuat peran strategis mereka dalam mendukung kemajuan organisasi serta memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Senior Executive Vice President (SEVP) Human Capital Strategy BRI Steven Augustino Yudiyantho, serta menghadirkan figur publik Dian Sastrowardoyo. Untuk makin memeriahkan kegiatan, sejumlah aktivasi interaktif pun turut dihadirkan, antara lain Bloom Like Kartini, Beauty Class, dan Womenpreneur Bazaar, dengan talkshow inspiratif sebagai salah satu sesi utama yang membahas pembentukan mindset perempuan berdaya, kepemimpinan, serta upaya menembus berbagai batasan (breaking barriers).

Wakil Direktur Utama BRI menyampaikan bahwa acara “Srikandi Pertiwiˮ diharapkan dapat memperkuat semangat perempuan untuk terus berkembang, berkontribusi, dan menjadi penggerak perubahan.

“Sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, perempuan Indonesia saat ini memiliki peran yang semakin signifikan di berbagai sektor. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif, serta membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Viviana.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini, BRI ingin mendorong perempuan untuk terus mengembangkan potensi, memperkuat kepercayaan diri, serta berani mengambil peran di berbagai bidang. Melalui inisiatif ini, BRI juga menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai individu yang berdaya untuk memimpin dengan integritas, menciptakan dampak nyata, serta menjadi sumber inspirasi bagi lingkungan kerja dan masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan “Srikandi Pertiwiˮ kemudian diperkuat dengan program yang mendukung pengembangan diri dan pemberdayaan ekonomi Perempuan, di antaranya melalui BRI Beauty Class yang menggandeng brand kecantikan ternama, serta Womenpreneur Bazaar yang menghadirkan beragam produk kreatif dan inovatif dari pelaku usaha Perempuan binaan BRI. Kehadiran bazaar ini menjadi salah satu highlight kegiatan yang tidak hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga memperkuat komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Tidak hanya itu, aspek keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan ini. Melalui program BRI Peduli Showcase, BRI menghadirkan instalasi urban farming serta activation wall of donation, di mana setiap pesan semangat untuk Perempuan yang dituliskan peserta akan dikonversikan menjadi donasi sebesar Rp250 ribu untuk program lingkungan. Sebagai bentuk apresiasi, para partisipan juga mendapatkan bibit tanaman untuk mendorong kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.

Agar semakin memperkuat pengalaman nasabah, BRI turut menghadirkan program cashback BRImo sebesar Rp21 ribu untuk setiap transaksi minimal Rp50 ribu. Program ini diharapkan dapat mendorong adopsi layanan digital BRI sekaligus memberikan nilai tambah bagi nasabah dalam momentum peringatan Hari Kartini.***

Pajak Mobil Listrik Mulai Berlaku, DKI dan Jabar Siapkan Skema Baru

0

Bogordaily.net – Pajak mobil listrik. Kalimat itu kini terasa berbeda. Tidak lagi sekadar wacana insentif ramah lingkungan. Ia berubah menjadi cerita tentang realitas baru: kendaraan listrik tak lagi sepenuhnya bebas dari pajak tahunan.

Dulu, pemilik mobil listrik bisa tersenyum setiap kali memperpanjang STNK. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mereka nol rupiah. Yang dibayar hanya sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) lewat Jasa Raharja. Selebihnya? Kosong. Gratis.

Sekarang, suasananya berubah.

Pajak mobil listrik tidak lagi otomatis nol. Pemerintah pusat sudah memberi sinyal tegas lewat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026. Aturan itu membuka pintu: kendaraan listrik bisa dikenakan pajak tahunan. Tapi—dan ini yang penting—besarannya tergantung pemerintah daerah.

Di situlah letak ceritanya. Tidak lagi satu kebijakan untuk semua. Setiap daerah punya ruang untuk menentukan. Mau tetap memberi insentif penuh? Silakan. Mau menarik pajak sebagian? Juga boleh.

Bandingkan dengan aturan sebelumnya. Pada 2025, kendaraan berbasis energi terbarukan—termasuk listrik—jelas dikecualikan dari objek PKB. Tegas. Tanpa tafsir. Sekarang? Redaksinya berubah halus: “diberikan insentif pembebasan atau pengurangan.”

Kalimat itu pendek. Tapi maknanya panjang.

Artinya, bebas pajak bukan lagi hak otomatis. Ia menjadi kebijakan pilihan.

Pajak mobil listrik pun masuk ke ruang negosiasi fiskal daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, misalnya, masih menyusun formulanya. Gubernurnya menyebut kata “adil”. Sebuah kata yang sering muncul ketika kebijakan mulai mencari titik tengah.

Di sisi lain, Jawa Barat sudah lebih lugas. Gubernurnya berbicara sederhana: kendaraan listrik tetap memakai jalan. Maka, kontribusi tetap diperlukan.

Masuk akal. Jalan tidak dibedakan antara mobil bensin atau listrik. Aspalnya sama. Lubangnya juga sama.

Aturan ini sendiri sudah berlaku sejak 1 April 2026. Namun, implementasinya belum seragam. Daerah masih menghitung. Menimbang antara mendorong ekosistem kendaraan listrik dan menjaga pendapatan daerah.

Di situlah tarik-menariknya.

Kalau pajak terlalu tinggi, minat masyarakat bisa turun. Tapi kalau nol terus, kas daerah bisa tertekan. Apalagi pajak kendaraan selama ini menjadi salah satu tulang punggung pendapatan daerah.

Akhirnya, cerita tentang mobil listrik di Indonesia tidak lagi hanya soal teknologi dan lingkungan. Ia berubah menjadi soal keseimbangan.

Antara insentif dan kewajiban. Antara masa depan hijau dan kebutuhan hari ini.

Dan di tengah semua itu, satu hal menjadi jelas: era bebas pajak sudah tidak lagi pasti.***

Gerindra Tegaskan Tak Ada Merger dengan NasDem

0

Bogordaily.net – Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan kabar merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem tidak benar. Ia menegaskan, tidak pernah ada pembicaraan apa pun terkait rencana penggabungan kedua partai politik tersebut.

“Seperti yang disampaikan oleh NasDem, kami tidak pernah ada pembicaraan seperti itu (merger antara Partai Gerindra dan Partai NasDem),” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dasco mengaku heran dengan munculnya isu merger tersebut. Namun, ia memilih tidak banyak berkomentar karena pihak NasDem telah lebih dahulu memberikan klarifikasi kepada publik.

“Kami juga bingung sebenarnya kabar itu muncul dari mana. Tapi, karena NasDem sudah lebih dulu menjelaskan, kami rasa itu sudah cukup,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga telah membantah tegas isu merger dengan Partai Gerindra. Ia menilai kabar tersebut sebagai kesimpulan yang terlalu dini.

“Sudah pasti tidak ada. Itu barangkali terlalu cepat menyimpulkan, tapi saya pikir wajar,” kata Paloh dalam acara halalbihalal Forum Pemimpin Redaksi di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (16/4/2026) malam.

Lebih lanjut, Paloh menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026 tidak membahas soal merger. Pertemuan tersebut, menurutnya, lebih difokuskan pada kondisi bangsa serta tantangan ke depan, termasuk bagi partai-partai dalam koalisi pemerintahan.

“Termasuk bagaimana menghadapi tantangan ke depan bagi seluruh partai koalisi. NasDem berada dalam posisi itu,” jelasnya.***