Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 172

Hujan Lagi! Cek Ramalan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 9 Januari 2026

0

Bogordaily.net – Berikut ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Jumat 9 Januari 2026 diperkirakan hujan dengan intensitas sedang.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 9 Januari 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 20-25°C
Kelembapan: 83–96%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Sedang
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 82–95%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 80-95%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 78–95%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 79–94%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–28°C
Kelembapan: 76–95%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 9 Januari 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Mengapa TKA Penting bagi Masa Depan Perencanaan Pendidikan Nasional?

0

Bogordaily.net – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menempatkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen strategis dalam menyediakan data capaian akademik nasional yang selama ini belum terpetakan secara utuh dan konsisten.

Dalam taklimat media terkait hasil pelaksanaan TKA 2025, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA bukan sekadar evaluasi individual, melainkan bagian dari sistem asesmen nasional berbasis data yang mendukung pengambilan kebijakan pendidikan secara lebih presisi.

Pelaksanaan TKA tahun 2025 pada jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi, yakni 3,56 juta dari total 4,1 juta murid terdaftar atau sekitar 86,8 persen.

Tingkat kehadiran murid bahkan mencapai 98,56% dari total peserta sasaran, dengan lebih dari 82% satuan pendidikan mengikuti pelaksanaan TKA. Angka ini menunjukkan penerimaan publik yang kuat terhadap TKA meskipun bersifat tidak wajib.

Data capaian akademik yang dihasilkan TKA menjadi fondasi penting dalam perencanaan pendidikan nasional. Selama ini, kebijakan pendidikan kerap bertumpu pada data administratif, nilai rapor, atau hasil ujian yang tidak sepenuhnya dapat dibandingkan secara nasional.

TKA hadir untuk mengisi celah tersebut melalui pendekatan penilaian berbasis Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter logistik.

Pendekatan ini memungkinkan hasil asesmen mencerminkan kemampuan murid secara lebih adil karena mempertimbangkan tingkat kesulitan dan daya pembeda soal, bukan sekadar jumlah jawaban benar.

Lebih jauh, hasil TKA disajikan dalam empat kategori capaian—kurang, memadai, baik, dan istimewa—lengkap dengan deskripsi kemampuan.

Dengan model ini, TKA tidak berfungsi sebagai alat pelabelan atau perangkingan, melainkan sebagai peta awal kondisi akademik nasional yang dapat digunakan untuk merancang intervensi kebijakan berbasis kebutuhan riil.

Inilah nilai strategis TKA bagi perencanaan pendidikan jangka menengah dan panjang.

TKA sebagai Instrumen Perbaikan Pembelajaran dan Keadilan Akses

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang memiliki tiga fungsi utama dalam sistem evaluasi pendidikan nasional, yakni assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.

Sebagai assessment of learning, TKA berfungsi memotret capaian akademik murid secara objektif dan terstandar pada satu titik waktu tertentu.

Data ini memberikan gambaran nasional mengenai tingkat penguasaan kompetensi inti murid di berbagai jenjang dan wilayah.

Lebih jauh, sebagai assessment for learning, TKA menjadi dasar perbaikan pembelajaran.

Hasil asesmen tidak berhenti sebagai laporan angka, tetapi dimaksudkan sebagai umpan balik yang dapat dimanfaatkan guru dan satuan pendidikan untuk menyusun strategi pembelajaran lanjutan yang lebih tepat sasaran.

Di sinilah TKA berperan sebagai jembatan antara evaluasi dan peningkatan mutu, bukan sebagai instrumen seleksi atau penghukuman.

Sementara itu, fungsi assessment as learning menempatkan TKA sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri, di mana murid didorong memahami posisi capaian akademiknya dan merefleksikan kebutuhan pengembangan ke depan.

Dengan kerangka ini, TKA tidak diposisikan sebagai tujuan akhir pendidikan, melainkan sebagai alat diagnostik yang mendukung siklus perbaikan berkelanjutan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA dirancang untuk membaca kondisi kemampuan akademik murid secara lebih jernih dan berkeadilan.

Menurutnya, data TKA merupakan titik awal bagi perbaikan kebijakan pendidikan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

Hasil TKA dapat digunakan untuk penguatan pembelajaran mendalam (deep learning), penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar di kelas.

Dengan penyampaian hasil TKA kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan murid, seluruh pemangku kepentingan memperoleh akses terhadap informasi yang sama, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesetaraan akses data ini penting untuk mencegah asimetri informasi dalam pengambilan keputusan pendidikan.

Aspek keadilan menjadi elemen kunci dalam pelaksanaan TKA. Seluruh proses asesmen dilaksanakan berbasis Computer Based Testing (CBT) tanpa ujian manual, sehingga standar pelaksanaan relatif seragam di seluruh wilayah.

Pemerintah juga menyediakan mekanisme ujian susulan bagi murid yang berhalangan mengikuti jadwal utama karena alasan kesehatan atau kendala teknis. Selain itu, TKA bersifat gratis dan tidak menentukan kelulusan, sehingga tidak menciptakan tekanan psikologis berlebihan bagi murid maupun sekolah.

Karakter ini menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan, bukan sebagai instrumen seleksi yang berpotensi menimbulkan ketimpangan baru.

Distribusi hasil TKA dilakukan secara berjenjang melalui pemerintah daerah dan satuan pendidikan, dilengkapi dengan Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA) yang memiliki kode pengaman dan tanda tangan elektronik.

Bahkan sebelum sertifikat diterima secara resmi oleh murid, satuan pendidikan dapat menyampaikan informasi hasil melalui sistem DKHTKA. Skema ini mencerminkan upaya serius pemerintah dalam menjaga transparansi, akurasi data, serta perlindungan hak murid untuk memperoleh informasi asesmen secara resmi dan sah.

Dalam konteks pemerataan pendidikan, data TKA memiliki nilai strategis bagi perencanaan nasional.

Pemetaan capaian akademik antarwilayah memungkinkan pemerintah mengidentifikasi daerah yang memerlukan penguatan literasi, numerasi, atau dukungan pembelajaran tambahan secara lebih presisi.

Dengan demikian, intervensi kebijakan dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan asumsi.

Pada titik ini, TKA berfungsi sebagai instrumen keadilan kebijakan—mendorong pemerataan mutu pendidikan—bukan sebagai alat kompetisi sempit antar sekolah atau antar daerah.

TKA dan Arah Masa Depan Pendidikan Indonesia

Lebih dari sekadar alat ukur akademik, Tes Kemampuan Akademik (TKA) memiliki implikasi strategis jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Berbeda dari model evaluasi konvensional yang bersifat sumatif dan seragam, TKA dirancang sebagai asesmen diagnostik nasional yang mampu mengidentifikasi potensi, kebutuhan, dan kesenjangan belajar murid secara lebih presisi.

Melalui pendekatan Item Response Theory (IRT), hasil TKA tidak hanya merekam capaian numerik, tetapi juga memetakan tingkat kemampuan berdasarkan kesulitan dan daya pembeda soal (BSKAP, 2025).

Skala pelaksanaan TKA 2025 menunjukkan kapasitasnya sebagai basis perencanaan nasional. Dari total sekitar 4,1 juta murid jenjang SMA/SMK/MA/Paket C yang terdaftar, sebanyak 3,56 juta murid berpartisipasi atau sekitar 86,8 persen.

Tingkat kehadiran peserta tercatat sangat tinggi, mencapai 98,56 persen, sementara lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran mengikuti pelaksanaan TKA secara penuh (Kemendikdasmen, 2025).

Capaian kuantitatif ini menegaskan bahwa TKA bukan eksperimen kebijakan berskala kecil, melainkan instrumen nasional dengan legitimasi partisipasi yang kuat.

Data TKA memungkinkan pendekatan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Seorang murid yang menunjukkan capaian tinggi pada literasi membaca tetapi berada pada kategori “memadai” atau “kurang” dalam numerasi, misalnya, dapat diidentifikasi sejak dini untuk memperoleh pendampingan yang tepat sasaran.

Dengan hasil yang diklasifikasikan ke dalam empat kategori capaian—kurang, memadai, baik, dan istimewa—guru dan satuan pendidikan memiliki dasar objektif untuk menyusun tindak lanjut pembelajaran berbasis kebutuhan nyata, bukan sekadar asumsi atau nilai rapor (BSKAP, 2025).

Dalam dimensi non-akademik, TKA juga berkontribusi pada penguatan kompetensi abad ke-21.

Proses persiapan dan pelaksanaan asesmen berbasis Computer Based Testing (CBT) melatih disiplin, manajemen waktu, serta kemampuan bernalar dan berpikir kritis.

Hal ini sejalan dengan tujuan assessment as learning, di mana asesmen menjadi bagian dari proses pembelajaran itu sendiri, bukan sekadar alat seleksi (Mu’ti, 2025).

Kompetensi tersebut relevan dengan tuntutan dunia kerja global yang semakin menekankan kemampuan analitis, adaptif, dan problem solving.

Dari sisi tata kelola, pemerintah menempatkan integritas sebagai prasyarat utama keberlanjutan TKA.

Inspektur Jenderal Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, menegaskan bahwa pelanggaran berat dalam pelaksanaan TKA ditindak sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 95 Tahun 2025, dengan sanksi berjenjang mulai dari teguran hingga pemberian nilai nol.

Sepanjang pelaksanaan TKA 2025, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat dampak sistemik dari upaya pelanggaran terhadap capaian nasional, menandakan sistem pengawasan dan penegakan berjalan efektif (Kemendikdasmen, 2025).

Ke depan, integrasi TKA untuk jenjang SD dan SMP dengan Asesmen Nasional (AN) menunjukkan arah kebijakan yang konsisten menuju sistem evaluasi berkelanjutan dan saling terhubung. Dengan penyajian hasil TKA secara resmi kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan murid—serta publikasi capaian nasional dan provinsi melalui laman resmi kementerian—TKA memperkuat transparansi dan akuntabilitas kebijakan pendidikan (Kemendikdasmen, 2025).

Pada akhirnya, masa depan pendidikan nasional menuntut kebijakan yang berbasis data, adil, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

TKA menyediakan fondasi tersebut melalui skala nasional, metodologi ilmiah, dan tata kelola yang kredibel. Dengan pelaksanaan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

TKA tidak hanya membantu memahami kondisi pendidikan hari ini, tetapi juga berfungsi sebagai kompas perencanaan pendidikan Indonesia menuju generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.***

Rahma Akmal,
Pemerhati Pendidikan Asal Cilacap

 

Presiden Prabowo Apresiasi Capaian Bersejarah Indonesia di SEA Games 2025, Kemenpora Gandeng BRI Salurkan Bonus Atlet

0

Bogordaily.net – Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali mencatatkan sejarah baru sebagai runner-up SEA Games saat tidak berstatus sebagai tuan rumah, menyamai pencapaian dalam SEA Games 1995 Chiang Mai, Thailand.

Sebagaimana diketahui, pada SEA Games 2025 Thailand yang diselenggarakan pada 9-20 Desember 2025 lalu, kontingen Indonesia meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu dengan total 333 keping medali mengantar Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir.

Hasil di SEA Games Thailand 2025 juga menjadi raihan emas terbanyak Indonesia sepanjang keikutsertaan di SEA Games luar negeri setelah edisi 1989 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 102 emas dan 1991 di Manila, Filipina, dengan 92 emas.

Jika dibandingkan dengan SEA Games 2023 di Kamboja yang lalu, prestasi ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah emas maupun sebaran prestasi di berbagai cabang olahraga. Di Kamboja, Indonesia meraih 87 emas, 80 perak, 109 perunggu.

Atas capaian tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan atas perjuangan para peraih medali SEA Games 2025 Thailand, hal ini terwujud dalam bentuk penyaluran bonus kepada para atlet dan pelatih pada Kamis (8/1). Presiden pun memberikan bonus senilai Rp1 Miliar kepada atlet peraih emas.

Bonus ini merupakan jumlah bonus tertinggi sepanjang sejarah yang diberikan pemerintah kepada peraih emas SEA Games selama ini. Nilai bonus untuk peraih emas ini juga naik dua kali lipat dari SEA Games sebelumnya di Kamboja, di mana pemerintah menghadiahkan Rp500 juta untuk peraih emas.

Adapun selaku perwakilan pemerintah, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyalurkan bonus tersebut berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Olahraga Berprestasi pada Penyelenggaraan South East Asian (SEA) Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.

Dimana penghargaan untuk atlet perorangan, bonus diberikan sebesar Rp1 miliar bagi peraih medali emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta bagi peraih perunggu.

Sementara itu, atlet ganda menerima bonus Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Pada kategori atlet beregu, bonus yang diberikan masing-masing sebesar Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

Selain atlet, apresiasi juga diberikan kepada pelatih, dengan rincian pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk medali emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima bonus Rp400 juta bagi peraih emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu.

Khusus bagi pelatih yang menangani perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak dan Rp31,5 juta untuk perunggu.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan bahwa bonus ini merupakan apresiasi negara terhadap jasa para atlet dan pelatih yang telah memberikan upaya terbaiknya dalam menjalankan tugas mulia membela martabat bangsa di kancah olahraga, serta menjadi motivasi agar kontingen merah putih terlecut kembali mempersembahkan medali emas pada ajang multievent berikutnya termasuk Asian Games 2026 September mendatang.

“Kita berikan penghargaan setinggi-tingginya untuk para atlet yang berhasil mempersembahkan medali di ajang SEA Games 2025. Bapak Presiden juga begitu bangga atas raihan 91 emas, sehingga bonus untuk peraih emas SEA Games kali ini naik dua kali lipat dari sebelumnya menjadi Rp1 Miliar. Ini adalah bukti kepedulian Bapak Presiden atas masa depan para atlet, dan komitmen pemerintah untuk selalu mendukung para atlet kebanggaan tanah air,” ujar Menpora Erick.

Erick menyebut, bonus akan langsung ditransfer ke rekening atlet dan pelatih oleh BRI. Sementara, pajak dari bonus dibebankan pada Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan besaran perhitungannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan.

Sejalan dengan hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang baru saja menginjak usia ke-130 tahun turut mengambil bagian dalam torehan sejarah yang dicapai para atlet dan pelatih Indonesia, dengan menjadi bank penyalur bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah. Penugasan ini mencerminkan dukungan BRI sebagai bank milik negara dalam memastikan apresiasi negara kepada atlet dan pelatih berprestasi dapat tersalurkan secara efektif.

“Hal ini merupakan sebuah kehormatan bagi BRI karena dilibatkan secara langsung dalam penyaluran bonus dan apresiasi negara kepada atlet. Sebagai bank milik negara, BRI tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terus berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah, termasuk mendukung kemajuan olahraga nasional dan prestasi para atlet Tanah Air,” ujar Hery Gunardi.

Hery Gunardi berharap apresiasi yang diberikan negara dapat menjadi penyemangat bagi para atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan prestasi ke depan.

“Prestasi yang diraih pada SEA Games 2025 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus bekerja keras dan berlatih, sehingga ke depan dapat kembali berprestasi pada ajang internasional lainnya,” jelas Hery.

Sebelumnya, sebagai bagian dari dukungan berkelanjutan kepada atlet berprestasi, BRI bersama Kemenpora juga menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bertema “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes” pada Rabu 7 Januari 2026 di Menara BRILiaN.

Edukasi dan literasi keuangan tersebut dilakukan BRI dengan mendatangkan langsung perencana keuangan independen dan praktisi literasi finansial ternama di Indonesia yakni Prita Ghozie.

Dalam sesi tersebut, Prita membagikan wawasan praktis dan relevan bagi para atlet berprestasi agar mampu mengelola penghasilan, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, tidak hanya di arena, tetapi juga dalam kehidupan jangka panjang.

Komisi II DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Kerja Bersama BUMD Bahas Rencana Kerja dan Anggaran 2026

0

Bogordaily.net – Komisi II DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Kerja bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor, yakni Perumda Pasar Pakuan dan Bank Kota Bogor, dalam rangka pemaparan rencana kerja dan anggaran Tahun 2026.

Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh anggota Komisi II DPRD Kota Bogor serta jajaran manajemen masing-masing BUMD.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus ,S.H., yang dalam pengantarnya menegaskan bahwa pembahasan rencana kerja dan anggaran BUMD merupakan bagiannya penting dari fungsi pengawasan DPRD terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan daerah.

Menurut ketua Komisi II yang akrab di sapa Rifki ini menyampaikan, perencanaan yang matang dan realistis sangat diperlukan agar BUMD mampu memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Perumda Pasar Pakuan memaparkan rencana program kerja Tahun 2026 yang mencakup pengelolaan dan revitalisasi pasar, peningkatan kenyamanan dan kebersihan lingkungan pasar, serta upaya peningkatan kesejahteraan pedagang.

Komisi II memberikan sejumlah catatan agar setiap program disusun dengan mempertimbangkan efektivitas anggaran dan dampaknya terhadap perekonomian rakyat.

Sementara itu, Bank Kota Bogor memaparkan rencana bisnis dan anggaran Tahun 2026, termasuk strategi penguatan permodalan, peningkatan layanan perbankan, serta dukungan terhadap sektor UMKM.

Komisi II menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap regulasi dalam menjalankan fungsi intermediasi perbankan.

Ketua Komisi II yang juga kerap di sapa Habib ini menyampaikan bahwa DPRD Kota Bogor mendorong BUMD untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan akuntabilitas.

“Komisi II berkomitmen memastikan BUMD dikelola secara sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” tutup Achmad Rifki Alaydrus.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pengendara Motor Tewas Tertabrak KRL Commuter Line di Parung Panjang Bogor

Bogordaily.net – Seorang pria RC (37) pengendara motor tewas tertabrak KRL Commuterline di Desa Gintung Cilejet, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 8 Januari 2026.

Kapolsek Parung Panjang Kompol M Taufiq membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

“Iya benar, udah dievakuasi, kejadian jam 07.00 pagi,” kata Kompol M Taufiq kepada wartawan, Kamis 8 Januari 2026.

Menurut Taufiq, RC (37) warga Cisauk awalnya hendak menyebrang palang pintu tanpa perlintasan dikawasan tersebut. Namun, korban tidak melihat datang nya kereta dari arah Tenjo menuju Parung Panjang.

“Iya pengen nyebrang. Tertabrak KRL dari arah Tenjo menuju Parung Panjang,” jelasnya.

“Masih didalami, jadi saat melintas tkp bersamaan dengan itu krl datang dari arah Tenjo menuju Parung Panjang,” tambah Taufiq.

Sementara itu, untuk saat ini korban kini telah dilarikan ke rumah duka untuk segera dimakamkan.

“Udah dibawa ke rumah duka, di Cisauk,” ungkapnya.*

(Albin Pandita)

Komisi IV DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Kerja Evaluasi Anggaran 2026 dan SPMB Bersama Dinas Pendidikan

0

Bogordaily.net – Komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar Rapat Kerja bersama Dinas Pendidikan Kota Bogor dalam rangka evaluasi anggaran Tahun 2026 serta evaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Rapat kerja ini dihadiri oleh seluruh anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor dan jajaran Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Rapat kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, yang dalam pengantarnya menegaskan pentingnya fungsi pengawasan DPRD terhadap perencanaan dan pelaksanaan anggaran sektor pendidikan.

Menurutnya, evaluasi ini menjadi bagian strategis untuk memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan Tahun 2026 benar-benar selaras dengan kebutuhan riil di lapangan serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Kota Bogor.

Program Prioritas Dinas Pendidikan

Dalam pembahasan anggaran, Komisi IV menyoroti sejumlah program prioritas Dinas Pendidikan, termasuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan, serta program peningkatan mutu pembelajaran.

“Kami di Komisi IV DPRDKota Bogor, menekankan agar setiap program yang direncanakan memiliki indikator kinerja yang terukur, efektif, dan berdampak langsung bagi peserta didik,” tegas Fajar.

Selain evaluasi anggaran, rapat kerja juga membahas pelaksanaan SPMB yang telah berjalan.

Komisi IV mencermati berbagai aspek, mulai dari kesiapan sistem, mekanisme zonasi, transparansi proses seleksi, hingga penanganan pengaduan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Komisi IV mendorong Dinas Pendidikan untuk terus melakukan penyempurnaan sistem SPMB agar pelaksanaannya semakin objektif, adil, dan akuntabel.

Ketua Komisi IV menegaskan bahwa masukan dan catatan dari DPRD merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan tata kelola pendidikan di Kota Bogor.

“Komisi IV berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran pendidikan agar benar-benar berpihak pada kepentingan peserta didik, orang tua, serta tenaga pendidik,” ujarnya.

Rapat kerja berlangsung dalam suasana konstruktif dan dialogis, dengan adanya pemaparan dari Dinas Pendidikan serta tanggapan dan rekomendasi dari anggota Komisi IV.

Hasil rapat ini akan menjadi bahan tindak lanjut bagi Komisi IV DPRD Kota Bogor dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi di bidang kesejahteraan rakyat, khususnya sektor pendidikan.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Pemkab Bogor Pastikan Penanganan Kebakaran Dapat Maksimal di Tahun 2026

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran memastikan penanganan kebakaran dapat maksimal pada tahun 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa menjelaskan bahwa, pihaknya mengaku akan memaksimalkan peran personel di seluruh sektor hingga merespon cepat laporan jika terjadinya kebakaran.

“Kita ingin memaksimalkan SPM, dan respon time kegiatan hari ini untuk memastikan ketika sudah disebar ke semua sektor paling tidak respon time kita itu yang di bawah 15 menit di 10 wilayah tercapai itu yang paling utama nya,” kata Yudi kepada wartawan, Kamis 8 Januari 2026.

Adapun, Yudi mencatat jumlah kejadian kebakaran pada tahun 2025 telah mengalami penurunan dibanding tahun 2024 lalu.

“Kalo berkaitan dengan kebakaran tadi kita sama sama dengar, di 2024 kebakaran itu mencapai 481 kebakaran, di 2025 itu 287  kebakaran. Artinya ada penurunan untuk kebakaran,” jelasnya.

Kemudian, untuk jumlah penyelamatan pada tahun 2025 mengalami peningkatan sebanyak 1.800 penyelamatan.

“Tapi untuk penyelamatan itu ada peningkatan, dari 1.200 sekarang 1.800 untuk penyelamatan artinya dari sisi pemadam kita berhasil mencegah dengan edukasi yang dilakukan termasuk peran masyarakat di red card,” ujar Yudi.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tak segan meminta bantuan Damkar jika terjadi kebakaran ataupun peristiwa yang membutuhkan penyelamatan lainya.

“Kemudian berikutnya, kalo untuk penyelamatan kenapa jadi besar, karena berarti damkar semakin dikenal untuk menyelamatkan menjadi terkenal oleh masyarakat,” ungkapnya.(Albin)

Diduga Kebocoran Gas Elpiji 3 Kg, Warung Makan Padang Hangus Terbakar

0

Bogordaily.net – Warung makan padang Piaman Laweh 2 yang berlokasi di Cipinang Gading, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, hangus dilalap si jago merah pada Kamis, 8 Januari 2026.
Peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji 3 kilogram.

Dalam insiden itu, pemilik warung bernama Epul (30) mengalami luka bakar pada bagian kaki saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang tiba-tiba membesar.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Teofilo Patricinio Freitas, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula ketika korban tengah memasak. Saat itu, tercium bau gas yang cukup menyengat dari area dapur.

“Tak berselang lama, kebocoran gas tersebut memicu percikan api hingga menyebabkan kobaran besar yang dengan cepat menjalar ke lantai dua, tepatnya area kamar tidur,” ujar Teofilo.

Melihat api terus membesar, warga sekitar segera menghubungi Mako Damkar Sukasari. Petugas dari regu 1 yang melibatkan unit pemadam dari Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh langsung diterjunkan menuju lokasi kejadian.

“Proses pemadaman berlangsung sekitar 15 menit. Meski kondisi cuaca saat itu hujan gerimis, petugas berhasil mengendalikan api dengan mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit kendaraan rescue milik Pemkot Bogor,” jelasnya.

Akibat peristiwa tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir senilai Rp50 juta. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan terkendali.(Ibnu Galansa)

Kecelakaan di KM 40 Tol Jagorawi, Dua Minibus Ringsek

0

Bogordaily.net – Dua minibus terlibat kecelakaan hingga mengalami ringsek di KM 40 Tol Jagorawi, Kabupaten Bogor, pada Kamis 8 Januari 2026.

Ka Induk PJR Tol Jagorawi Kompol Ahmad Jajuli menjelaskan bahwa, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada pukul 08.02 WIB.

Menurut Jajuli, awalnya kendaraan minibus Daihatsu Sigra, datang dari arah Jakarta menuju Ciawi. Minibus Sigra berjalan di lajur tiga.

Kemudian, kendaraan Toyota Rush berjalan di lajur satu, setiba di tkp pengemudi Sigra berpindah ke lajur satu kemudian bagian kiri menyenggol bagian depan kanan Toyota Rush

“Kedua pengemudi banting setir kekiri kemudian kedua kendaraan masuk row
Posisi akhir kedua kendaraan normal di row menghadap Selatan,” kata Kompol Ahmad Jajuli, Kamis 8 Januari 2026.

Jajuli mengatakan, kedua minibus tersebut, mengalami kerusakaan pada bagian depan. Beruntung pengemudi dan juga penumpang berhasil selamat.

Adapun, pihak PJR Tol Jagorawi telah mengevakuasi kedua minibus tersebut menggunakan mobil derek.

“Mendata identitas pengemudi dan kendaraan, mengamankan pool derek Ciawi,” ungkapnya.(Albin)

Pencurian Motor di Bogor Barat Terekam Pagi Hari, Pelaku Diduga Gunakan Kunci Letter T

0

Bogordaily.net – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kota Bogor. Kali ini, peristiwa tersebut berlangsung di depan sebuah ruko yang berlokasi di Jalan Arya Surialaga, Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, tepatnya di sekitar lampu merah Pasirkuda, pada Kamis, 8 Januari 2026.

Insiden pencurian itu terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 07.50 WIB, saat situasi di lokasi masih cukup ramai oleh aktivitas warga dan arus lalu lintas. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi pelaku untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diketahui datang ke lokasi dengan memanfaatkan jasa ojek online.

Setibanya di depan ruko, pelaku langsung mendekati sepeda motor yang terparkir dan diduga sudah menjadi target pencurian.

Pelaku kemudian melakukan aksinya dengan cara membobol kunci kontak sepeda motor menggunakan alat khusus berupa kunci letter T.

Cara ini dikenal kerap digunakan dalam kasus pencurian kendaraan bermotor karena dinilai cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.

Setelah berhasil merusak kunci kontak, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor tersebut dari lokasi kejadian.

Aksi pencurian ini berlangsung singkat, sehingga tidak sempat dicegah oleh pemilik kendaraan maupun warga sekitar.

Kasus ini menambah daftar panjang pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan Bogor Barat.

Kejadian tersebut juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat memarkirkan kendaraannya, terutama di lokasi terbuka dan area yang mudah diakses orang tidak dikenal.

Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut terkait identitas pelaku maupun tindak lanjut penanganan dari pihak berwenang.***