Home Blog Page 171

Kecelakaan di Jalan Raya Puncak, Pengendara Motor Terjun ke Jurang Sedalam 50 Meter

Bogordaily.net – Insiden kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di kawasan rawan di Jalan Raya Puncak pada Senin, 20 April 2026.

Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terperosok ke dalam jurang di wilayah Kampung Naringgul, tak jauh dari Masjid Atta’awun.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Lokasi kejadian dikenal sebagai titik rawan karena kondisi jalan yang terdampak longsoran tanah, namun belum mendapatkan penanganan maksimal.

Berdasarkan keterangan warga setempat bernama Rio, kecelakaan tersebut bermula ketika pengendara melaju dari arah Bogor menuju kawasan Puncak.

Saat melintas di tikungan jalan, korban diduga kehilangan kendali akibat adanya longsoran tanah yang menutup sebagian badan jalan.

“Jadi pengendara motor dari arah Bogor ke Puncak dan didepan ada longsoran ditingkungan sehingga masuk jurang, kedalaman kurang lebih sekitar 50 meter,” ujar Rio saat ditemui Metropolitan.id di lokasi, Senin 20 April 2026.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak akibat longsor tersebut sudah cukup lama terjadi dan belum diperbaiki. Bahkan, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, insiden serupa disebut sudah terjadi hingga tiga kali di titik yang sama.

Warga Lakukan Evakuasi

Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung bergerak cepat untuk memberikan pertolongan kepada korban. Dengan kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan, proses evakuasi dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Korban berhasil dievakuasi lebih dahulu oleh warga sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dan belum diketahui berat atau ringan,” tandas dia.

Sementara itu, kendaraan sepeda motor yang terjatuh ke dalam jurang hingga kini masih belum berhasil diangkat karena kedalaman dan kondisi medan yang cukup ekstrem.

Peristiwa ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur di jalur wisata Puncak yang kerap menjadi sorotan, terutama saat musim hujan. Longsoran tanah yang tidak segera diperbaiki dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan di titik longsor tersebut, guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari.

Selain itu, pengendara juga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur Puncak, terutama di area rawan longsor dan tikungan tajam.***

Denpom Bogor Gelar Edukasi Safety Riding di KOREM 061 Surya Kencana, Tekan Angka Laka Lalin

0

Bogordaily.net– Detasemen Polisi Militer (Denpom) Bogor menggelar kegiatan sosialisasi safety riding dan safety driving pada Senin, 20 April 2026, bertempat di KOREM 061 Surya Kencana.

Kegiatan ini diikuti oleh prajurit TNI, Ibu Persit, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Korem.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Korem 061 Surya Kencana.

sosiliasi meliputi bagaimana baik berkendara dalam hal administrasi yaitu STNK,SIM,serta Pajak yang Berlaku sampai dengan tata cara pertolongan pertama dalam Laka Lalin Di jalan

Dalam pelaksanaannya, Denpom Bogor Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto. turut menggandeng Satlantas Polresta Bogor Kota, Dinas Perhubungan Kota Bogor, serta Jasa Raharja untuk memberikan materi sekaligus praktik langsung terkait tertib berlalu lintas.

Kasi intel Korem 061 Surya Kencana, Letnan Kolonel Inf Syafrinaldi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi dari Dandenpom Bogor sebagai respons atas meningkatnya angka pelanggaran lalu lintas belakangan ini.

“Jadi, kami hari ini melaksanakan kegiatan sosialisasi safety drivingdan safety riding. Ini merupakan inisiasi dari Dandenpom, karena akhir-akhir ini angka pelanggaran berlalu lintas cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga dilatarbelakangi kekhawatiran akan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan prajurit TNI, Ibu Persit, maupun PNS di lingkungan Korem.

“Kami tidak ingin prajurit TNI, khususnya termasuk Persit dan PNS di jajaran Korem 061 Surya Kencana mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kurangnya pemahaman terkait safety ridingdan safety driving,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat lebih memahami aturan dan ketentuan lalu lintas yang berlaku, termasuk pembaruan regulasi yang mungkin belum diketahui.

“Tujuannya agar ke depan prajurit TNI, ibu Persit, serta PNS dapat mengurangi angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas. Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, kita bisa menekan bahkan menghilangkan angka pelanggaran dan laka lalin di wilayah Korem 061 Kota Bogor,” tutupnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan praktik langsung di lapangan, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman aplikatif mengenai keselamatan berkendara di jalan raya

kedepan dengan dilaksanakannya dengan kegiatan ini baik pelanggaran maupun angka Laka Lantas di jalan dapat berkurang dikalangan Wilayan TNI

Korem 061/Surya Kencana Gencarkan Safety Riding, Tekan Pelanggaran dan Laka Lalin Prajurit

0

Bogordaily.net – Korem 061/Surya Kencana mengambil langkah serius dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas (laka lalin) di lingkungan internal.

Melalui kegiatan sosialisasi safety riding dan safety driving yang digelar pada Senin, 20 April 2026, di Markas Korem 061/Surya Kencana, upaya edukasi ini menyasar prajurit, ibu Persit, hingga PNS di wilayah Korem.

Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Denpom Bogor yang berkolaborasi dengan Satlantas Polresta Bogor Kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, serta Jasa Raharja.

Selain pemberian materi, peserta juga mendapatkan praktik langsung mengenai tata cara berkendara yang aman dan tertib sesuai aturan terbaru.

Kasintel Korem 061/Surya Kencana, Letnan Kolonel Inf Syafrinaldi, S.E., menegaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya angka pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, termasuk di kalangan internal TNI.

“Jadi, kami hari ini melaksanakan kegiatan sosialisasi safety driving dan safety riding. Memang inisiasi ini dari Dandenpom, karena akhir-akhir ini angka pelanggaran berlalu lintas cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Korem tidak ingin prajurit TNI, ibu Persit, maupun PNS di jajarannya menjadi korban kecelakaan akibat kurangnya pemahaman terkait keselamatan berkendara.

“Kami tidak ingin adanya prajurit TNI, termasuk Persit dan PNS di jajaran Korem 061 Surya Kencana mengalami laka lalin karena ketidaktahuan terkait safety riding dan safety driving ini,” jelasnya.

Menurutnya, meskipun sebagian besar peserta sudah memahami aturan lalu lintas, perkembangan regulasi yang terus diperbarui membuat sosialisasi ini menjadi sangat penting.

“Mungkin selama ini aturan lalu lintas sudah diketahui, tetapi ada aturan-aturan baru yang belum dipahami. Makanya hari ini kita adakan sosialisasi ini,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Korem 061/Surya Kencana berharap dapat menekan bahkan menghilangkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayahnya.

“Harapannya ke depan, dengan adanya sosialisasi ini, kita bisa mengurangi bahkan menghilangkan angka pelanggaran dan laka lalin di wilayah Korem 061 Kota Bogor,” tutupnya.

(Fikri)

Dedie Rachim Usulkan Moratorium Angkot Kabupaten ke Dishub Jabar

0

Bogordaily.ne – Angkutan kota (angkot) dari Kabupaten Bogor dan sebagian kecil dari Kabupaten Sukabumi masuk ke wilayah Kota Bogor. Kondisi ini menjadi masalah tersendiri bagi Kota Bogor, yakni memperparah kepadatan lalu lintas.

Bagi warga Cisarua, Megamendung keberadaan angkot 02A jurusan Cisarua-Sukasari sangat menguntungkan. Begitu juga untuk warga Cicurug, Kabupaten Sukabumi, angkot jurusan Cicurug-Sukasari sangat membantu aktivitas warga menuju Kota Bogor. Namun saat ini, keberadaan ini menambah padat lalu lintas di Kota Bogor.

Terlebih pada akhir pekan, kondisi lalu lintas di Kota Bogor semakin padat seiring dengan masuknya kendaraan pribadi dari luar Bogor.

Untuk itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengusulkan moratorium angkot kabupaten sebagai langkah penataan transportasi umum.

Dedie mengungkapkan, usulan moratorium tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan ini penting agar jumlah angkot tidak terus bertambah.

“Kalau moratorium, tidak ada penambahan lagi. Saat ini saja jumlah angkot sudah mencapai 6 sampai 7 ribu unit,” ujar Dedie, Senin (13/4) lalu.

Ia berharap, Dishub Jawa Barat dapat lebih fokus pada penataan angkot kabupaten yang sudah beroperasi, bukan justru menambah izin baru.

“Jangan ditambah lagi izin-izin baru. Itu yang harus dikendalikan,” tegasnya.

Dedie menilai, penataan angkot kabupaten perlu segera dilakukan agar sejalan dengan kebijakan di Kota Bogor. Saat ini, Pemkot Bogor telah menerapkan pembatasan usia teknis angkot maksimal 20 tahun, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 8 Tahun 2023.

“Jangan sampai angkot di Kota Bogor sudah ditata, tapi dari luar masih bebas masuk. Ini jadi bertolak belakang,” jelasnya.

Ia memastikan koordinasi lintas instansi terus berjalan, melibatkan Dishub Kabupaten Bogor, Dishub Kabupaten Sukabumi, Dishub Jawa Barat, dan Dishub Kota Bogor.

Keberadaan angkot kabupaten yang masuk ke Kota Bogor dinilai menjadi salah satu penyebab kepadatan jalan. Keluhan pun datang dari masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.

Sebelumnya, Dedie juga mengusulkan skema rerouting atau pengaturan ulang trayek angkot dari luar daerah. Berdasarkan data, jumlah angkot lokal di Kota Bogor kini tersisa sekitar 2.500 unit dari sebelumnya 3.800 unit. Sementara itu, angkot dari Kabupaten Bogor mencapai sekitar 6.000 unit.

Dalam skema tersebut, angkot dari arah Leuwiliang hanya beroperasi sampai Bubulak. Selanjutnya, penumpang dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Biskita Transpakuan.

Hal serupa juga direncanakan untuk angkot dari Cisarua, Cibedug (Kabupaten Bogor dan Cicurug (Kabupaten Sukabumi) yang cukup berhenti di Ciawi, tanpa masuk hingga pusat kota seperti Pasar Bogor.

“Ke depan, ketika jalur R3 selesai, kita siapkan kantong angkot. Untuk masuk Kota Bogor, masyarakat bisa beralih ke Biskita,” katanya.

Harga Gas LPG 12 Kg Resmi Naik hingga 18 Persen, Ini Rincian Lengkap dan Penyebabnya

0

Bogordaily.net – PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi untuk ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Kenaikan ini cukup signifikan dan langsung berdampak pada pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan LPG nonsubsidi sebagai kebutuhan utama memasak sehari-hari.

Berdasarkan informasi resmi, harga LPG 12 kg kini dibanderol sebesar Rp228.000 per tabung, dari sebelumnya Rp192.000. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp36.000 atau setara 18,75 persen.

Sementara itu, LPG ukuran 5,5 kg juga mengalami penyesuaian harga. Dari sebelumnya Rp90.000, kini naik menjadi Rp107.000 per tabung atau meningkat sekitar 18,89 persen.

Kenaikan Pertama Sejak 2023

Penyesuaian harga ini menjadi yang pertama sejak November 2023. Kala itu, harga LPG 12 kg sempat diturunkan menjadi Rp192.000 sebagai bentuk penyesuaian pasar.

Namun, dalam kurun waktu lebih dari dua tahun terakhir, dinamika harga energi global yang terus berubah membuat perusahaan harus kembali melakukan evaluasi harga.

Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan distribusi serta stabilitas pasokan energi nasional.

Berlaku di Berbagai Wilayah, Harga Berbeda-beda

Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, harga LPG terbaru berlaku secara relatif seragam. Namun, di wilayah lain, harga disesuaikan dengan biaya distribusi dan kondisi geografis masing-masing daerah.

Sebagai gambaran:

  • Di Sumatera dan sebagian Sulawesi, LPG 5,5 kg dibanderol sekitar Rp111.000, sementara 12 kg mencapai Rp230.000.
  • Di Kalimantan dan Sulawesi Utara, harga LPG 5,5 kg menyentuh Rp114.000 dan LPG 12 kg mencapai Rp238.000.
  • Wilayah Free Trade Zone (FTZ) Batam justru memiliki harga lebih rendah, yakni Rp100.000 untuk 5,5 kg dan Rp208.000 untuk 12 kg.
  • Harga tertinggi tercatat di wilayah Maluku dan Papua, di mana LPG 5,5 kg mencapai Rp134.000 dan LPG 12 kg menembus Rp285.000 per tabung.

Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor logistik, distribusi, serta akses wilayah yang berbeda-beda di Indonesia.

Penyesuaian harga LPG nonsubsidi ini resmi diberlakukan mulai 18 April 2026. Masyarakat diharapkan dapat memahami perubahan tersebut sebagai bagian dari dinamika sektor energi global.

Penyebab Kenaikan Harga LPG

Kenaikan harga LPG bukan tanpa alasan. Beberapa faktor utama yang memengaruhi antara lain:

  • Kenaikan harga energi global yang terus berfluktuasi
  • Tekanan biaya distribusi dan logistik
  • Perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
  • Kenaikan harga minyak mentah dunia

Kondisi geopolitik global juga turut berperan dalam memengaruhi harga energi, terutama karena terganggunya jalur distribusi minyak dunia di beberapa wilayah strategis.

Kenaikan harga LPG ini tentu berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, khususnya kalangan menengah yang tidak lagi menggunakan LPG subsidi.

Selain itu, pelaku usaha kecil seperti warung makan dan UMKM juga berpotensi mengalami peningkatan biaya operasional.

Dengan adanya penyesuaian harga ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan energi. Efisiensi dalam penggunaan LPG menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban pengeluaran.

Selain itu, masyarakat juga dapat mulai mempertimbangkan alternatif energi lain yang lebih hemat dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

 

 

Penjual Gorengan di Cibinong Keluhkan Kenaikan Harga Minyak Goreng, Ngaku Alami Penurunan Omset

Bogordaily.net – Penjual gorengan di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng, pada Senin 20 April 2026.

Penjual gorengan Rahmat (50) mengaku mengalami penurunan omset akibat kenaikan harga minyak goreng yang telah terjadi sepekan lalu.

“Iya lebih (turun omset), bukan ngaruh lagi. Lebih ngaruh lagi. Kalau dibilang rugi, masih enggak. Tapi ya menurun,” kata Rahmat saat ditemui wartawan, Senin 20 April 2026.

Menurut Rahmat, dirinya sering menggunakan minyak kemasan berukuran 2 liter untuk berjualan, dengan adanya kenaikan harga minyak mempengaruhi penjualan.

“Kalau saya beli 2 liter itu 44 kadang. Itu memang segitu harganya sekarang atau kadang-kadang bisa naik lagi,” jelasnya.

Adapun, kata Rahmat, untuk harga gorengan di tempatnya tetap sama dan tidak mengalami perubahan.

“Masih tetap harganya, Susah kalau naikin kayak susah untuk naik. Ya pelanggannya juga mikir daripada beli gorengan, mendingan yang lain katanya makan yang kenyang,” jelasnya

Ia mengaku, jika gorengnya habis terjual per harinya bisa mengantongi Rp.400 ribu. Namun, angka itu tak sebanding dengan modal yang ia keluarkan dengan mencapai Rp.300 ribu per hari. Atau hanya membawa pulang Rp.100 ribu per harinya.

“Kalau habis ya sekarang, ya istilahnya paling ya kalau habis Rp400.000. Rp400.000, biasanya. Modal juga ya lebih dari Rp300.000 sekarang,” ungkap dia.

(Albin)

 

Harga Minyak Goreng di Pasar Cibinong Alami Kenaikan hingga Rp21.000 Per Liter, Pedagang Mengaku Pasrah

0

Bogordaily.net – Harga minyak goreng di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor mengalami kenaikan pada Senin 20 April 2026.

Adapun, minyak goreng kemasan jenis “Minyakita” per liter yang sebelumnya Rp18.000 kini mengalami kenaikan Rp21.000.

Salah satu Pedagang minyak goreng di Pasar Cibinong, Ida menyampaikan bahwa, kenaikan harga minyak tersebut sudah terjadi selama sepekan lalu.

“Iya minyak naik udah lama, semua jenis minyak yang naik,” kata Ida saat ditemui wartawan, Senin 20 April 2026.

Menurutnya, selain mengalami kenaikan yang cukup tinggi, untuk mendapatkan minyak pun dibilang cukup sulit.

“Ini Minyakita Rp21.000, yang Sonia itu Rp18.000 itu ga ada seliter. Biasanya Rp18.000 atau Rp19.000 sekarang jadi Rp21.000,” jelasnya.

“Naik sekitar Rp4.000, barangnya sekarang lumayan langka. Ini dapet dari Agen,” tambah Ida.

Ia mengaku pasrah, dan mengikuti kebijakan pemerintah. Bahkan, sejumlah pembeli juga ikut mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng.

“Ada, kita mah ngikutin aja si mas naik kita naikin turun kita turunin yang penting ada barangnya,” jelasnya.

Ia berharap, kepada Pemerintah untuk dapat kembali menstabilkan harga minyak goreng untuk dapat meringankan beban masyarakat.

“Cuman klo kita protes juga bingung mau protes kemana, pokoknya dimana mana harga nya tinggi. Semoga pemerintah biar nurunin lagi harga minyak,” ujar dia.

Sementara itu, kata Ida, selain harga minyak goreng yang naik. Harga plastik juga ikut naik secara drastis.

“Apalagi harga plastik, itu parah naiknya hampir 50 persen. Ini plastik dari harga Rp17.000 jadi Rp28.000,” ungkapnya.(Albin)

BEM IPB Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus, 16 Terduga Pelaku Teridentifikasi

Bogordaily.net – Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus IPB University kembali menjadi sorotan publik.

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB mengungkap adanya sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara yang dihimpun, terdapat belasan orang yang diduga sebagai pelaku, serta dua korban yang telah teridentifikasi.

“Untuk terduga sejauh ini ada 16. Dan korbannya ada dua,” ucap Abdan saat ditemui di Student Center IPB University, Dramaga, Bogor, Jawa Barat.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat jumlah terduga yang cukup banyak serta dampak serius terhadap korban.

Dalam kesempatan yang sama, Abdan menekankan pentingnya sikap terbuka dari pihak kampus dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai, publik dan civitas akademika berhak mengetahui perkembangan penanganan kasus secara jelas dan menyeluruh.

“Kami menuntut institusi untuk segera memberikan rilis resmi, bukan hanya tanggapan, tetapi juga hasil penanganan kasus secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Menurutnya, transparansi bukan hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral institusi pendidikan dalam menjamin keamanan seluruh mahasiswa.

Sebagai bentuk respons terhadap situasi ini, BEM KM IPB bersama aliansi BEM se-IPB menggagas gerakan kolektif dengan mengusung tagar #IPBRuangAman.

Gerakan ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait isu kekerasan seksual
  • Mendorong terciptanya sistem pelaporan yang aman bagi korban
  • Menekan angka kekerasan seksual di lingkungan kampus
  • Membangun ruang akademik yang inklusif dan bebas dari intimidasi

Tagar tersebut kini mulai ramai digaungkan di media sosial sebagai simbol solidaritas sekaligus tuntutan perubahan.

Perempuan Sleman Berdaya Lewat Budidaya Lidah Buaya, Kisah Kelompok Wanita Tani Sumber Boga Tamanan Tumbuh Bersama Dukungan BRI

0

Bogordaily.net – Para perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Boga Tamanan di Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta hadir sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pendorong pemberdayaan masyarakat. Berangkat dari kegiatan budidaya aloe vera atau lidah buaya, kelompok ini berhasil menciptakan berbagai inovasi produk olahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Ketua KWT Sumber Boga Tamanan Nurul Komariyah menceritakan, awal mula KWT ini dibentuk pada tahun 2018 dengan tujuan untuk memberdayakan para perempuan di dusun tersebut.

“Tujuannya agar perempuan di dusun kami yang mayoritas ibu rumah tangga dan petani bisa lebih produktif dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” ungkap Nurul.

Menurut Nurul, saat itu KWT memilih untuk fokus pada budidaya lidah buaya karena tanaman ini relatif mudah dibudidayakan dan dirawat.

Selain itu, lidah buaya juga memiliki banyak potensi untuk diolah menjadi produk makanan maupun minuman yang memiliki nilai jual.

“Di tahun pertama, kami menanam lidah buaya di lahan seluas 200-300 meter saja. Lalu kami juga banyak belajar ke luar, mengikuti pelatihan, supaya kita bisa membuat inovasi sendiri. Awalnya memang banyak mengalami kegagalan, namun kami terus belajar hingga bisa menghasilkan produk sendiri,” lanjut Nurul.

Setahun setelah kelompok KWT Sumber Boga Tamanan aktif, budidaya lidah buaya mereka semakin berkembang. Kebutuhan lahan pun meningkat karena jumlah tanaman terus bertambah.

KWT Sumber Boga Tamanan kemudian mendapatkan kesempatan untuk menggunakan lahan seluas 1.000 meter milik salah satu rumah sakit peninggalan Belanda di wilayah mereka.

Di lahan tersebut, kini terdapat sekitar 900 hingga 1.000 tanaman lidah buaya yang dibudidayakan oleh para anggota KWT.

Tanaman inilah yang kemudian menjadi bahan baku utama berbagai produk olahan yang mereka kembangkan, seperti minuman, keripik lidah buaya yang menjadi produk terlaris, permen, hingga sabun.

Perkembangan usaha KWT Sumber Boga Tamanan semakin terasa sejak kelompok ini terlibat dalam program Klasterku Hidupku dari BRI.

Keterlibatan tersebut bermula ketika Desa Tamanmartani mengikuti program Desa BRILiaN dari BRI pada tahun 2024.

Dalam prosesnya, KWT Sumber Boga Tamanan turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pemberdayaan yang membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan dukungan lebih luas dari BRI.

Selain mendapatkan akses pembiayaan usaha, KWT Sumber Boga Tamanan juga memperoleh berbagai pelatihan yang membantu meningkatkan kapasitas anggota.

Nurul mengakui, tidak hanya pendanaan dan pendampingan usaha, BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli menyalurkan bantuan peralatan usaha.

“Bantuan CSR dari BRI ini sangat mendukung produktivitas KWT. Misalnya saja dari bantuan tersebut kami alokasikan untuk sistem pengairan berbasis internet yang bisa dioperasikan lewat HP. Jadi, sekarang di mana pun posisi saya tetap bisa mengawasi sistem pengairan karena bisa diakses di HP,” imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K menyampaikan, kisah para perempuan di KWT Sumber Boga Tamanan menunjukkan bahwa dengan adanya akses dan pemberdayaan yang tepat, perempuan mampu menjadi motor penggerak ekonomi di lingkungannya.

“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dalam upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. BRI terus mendukung akses bagi Perempuan dalam memperoleh pembiayaan dan pendampingan usaha, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Viviana.***

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Parung Bogor, Dua Lainya Masih DPO

0

Bogordaily.net – Polisi menangkap satu pelaku percobaan pencurian sepeda motor (curanmor) di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menyampaikan bahwa, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Terkait adanya seorang pria yang diamankan warga setelah diduga melakukan percobaan pencurian sepeda motor di area parkir Restoran Saung D LISA, Kampung Jati, Desa Parung, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.

“Petugas piket Reskrim bersama Kanit Reskrim dan Pawas segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Setibanya di lokasi, petugas mengamankan seorang pria yang diduga pelaku, yang sebelumnya telah diamankan oleh warga,” kata Kompol Maman, Senin 20 April 2026.

Adapun, pelaku diketahui berinisial Y (46), warga Sukabumi. Sementara itu, dua orang lainnya yang diduga terlibat, yakni A dan AN, saat ini masih dalam pencarian (DPO).

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga hendak melakukan pencurian sepeda motor dengan menggunakan kunci letter T.

Namun, aksinya gagal setelah diketahui oleh petugas parkir dan saksi di lokasi, sehingga pelaku melarikan diri dan akhirnya diamankan oleh warga.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah hitam.

Kemudian, satu lembar STNK sepeda motor, satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam metalik, satu lembar STNK mobil, satu set kunci letter T beserta mata kunci, dan kunci kontak kendaraan

Saat ditemukan, pelaku dalam kondisi mengalami luka akibat diduga sempat diamuk massa.

Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diamankan ke Polsek Parung untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak kepolisian antara lain mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pelaku dan barang bukti, melakukan pemeriksaan saksi, serta membuat laporan polisi,” jelasnya.

Polsek Parung mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindak kejahatan serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang mencurigakan.

“Polsek Parung akan terus meningkatkan patroli guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ungkap Kompol Maman.(Albin)