Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 174

Sinar Mas Land Hadirkan Medical Suites di D-HUB SEZ, BSD City

0

Bogordaiy.net – Pemerintah Indonesia saat ini tengah mempercepat transformasi sektor kesehatan nasional melalui peningkatan investasi, inovasi teknologi medis, serta pembangunan fasilitas kesehatan berstandar global. Untuk mendukung upaya pemerintah tersebut, Sinar Mas Land menghadirkan Medical Suites, gedung medis berstandar internasional yang dirancang untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan, riset, pendidikan medis, dan praktik medis unggulan. Kehadiran Medical Suites ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan modern yang terintegrasi dengan teknologi dan riset di Indonesia.

Dirancang dengan konsep sustainable building, Medical Suites terdiri atas enam lantai dengan total luas lebih dari 14.800 m2. Gedung Medical Suites menawarkan luasan unit yang disewakan dengan luas mulai 200 m2 hingga 2.600 m2.

Berada di kawasan Special Economic Zone, Medical Suites memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal dan global untuk membangun usaha di bidang kesehatan.

Insentif tersebut mencakup pembebasan pajak penghasilan badan, PPN, PPnBM, dan bea masuk, serta kemudahan izin praktik tenaga medis asing, fleksibilitas impor alat dan obat, hingga kelonggaran dalam klasifikasi rumah sakit dan klinik.

Anna Budiman, CEO Commercial BSD Sinar Mas Land, menyatakan, ”Kehadiran Medical Suites merupakan langkah strategis kami untuk memperluas ekosistem ekonomi digital dan kesehatan yang saling terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus di BSD City, yang kami namai sebagai D-HUB SEZ, BSD City. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya mendukung operasional medis berstandar tinggi, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor, riset, dan teknologi.

Proyek ini menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan layanan kesehatan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan inklusif di Indonesia. Medical Suites dijadwalkan beroperasi pada kuartal IV tahun 2026 dan diharapkan dapat menjadikan D-HUB SEZ sebagai destinasi ideal bagi investor, penyedia layanan medis hingga institusi riset kesehatan, sekaligus menjadi katalis bagi berkembangnya kolaborasi global di bidang medis, dan riset di Indonesia.”

Setiap unit Medical Suites memiliki standar Bio Safety Level 2 (BSL-2) yang menjamin keamanan operasional laboratorium dan fasilitas medis. Gedung ini juga dilengkapi dengan sistem ventilasi alami yang optimal, cadangan daya listrik penuh (full genset backup) untuk menjaga kontinuitas layanan, serta kapasitas beban lantai tinggi (high dead-load capacity) yang memungkinkan penggunaan peralatan medis berteknologi tinggi. Kombinasi fitur-fitur tersebut memastikan bahwa Medical Suites mampu mendukung kebutuhan beragam penyedia layanan kesehatan, penelitian, hingga pusat inovasi medis secara andal dan berstandar internasional.

Sinar Mas Land
Sinar Mas Land menghadirkan Medical Suites, gedung medis berstandar internasional yang dirancang untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan, riset, pendidikan medis, dan praktik medis unggulan. Dirancang dengan konsep sustainable building, Medical Suites terdiri atas enam lantai dengan total luas lebih dari 14.800 m2. Gedung Medical Suites menawarkan luasan unit yang disewakan dengan luas mulai 200 m2 hingga 2.600 m2. Berada di kawasan D-HUB Special Economic Zone, Medical Suites memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal dan global untuk membangun usaha di bidang kesehatan.

Medical Suites berada di antara pusat kolaborasi dan pertumbuhan inovasi, rumah bagi beragam startup, inkubator, serta akselerator perusahaan teknologi. Keberadaan ekosistem bisnis yang matang akan memudahkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor di masa depan. Medical Suites juga terhubung dengan pusat-pusat komersial modern seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, hingga Unilever Campus.

Selain itu, kawasan ini juga dikelilingi fasilitas pendidikan internasional seperti Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, Binus University, Monash University, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD, yang mendukung gaya hidup urban dan profesional.

Medical Suites terintegrasi dengan berbagai jaringan tol: Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta – Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta – Kunciran – Serpong – Cinere – Cimanggis – Cibitung – Cilincing), Tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Tol Jagorawi.

Mobilitas dari/ke Medical Suites juga didukung berbagai transportasi publik, mulai dari bus BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City. Ke depannya, konektivitas akan semakin optimal dengan hadirnya Stasiun Jatake pada kuartal IV-2025, serta rencana studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong. (*)

 

Waspada Modus Kejahatan, Ini Tips Aman Bertransaksi dengan Kartu Kredit BRI

0

Bogordaily.net – Seiring meningkatnya kebutuhan transaksi yang cepat, aman dan fleksibel, kartu kredit menjadi salah satu opsi pembayaran yang kini semakin diminati masyarakat. Selain memberikan kemudahan bertransaksi, kartu kredit juga memungkinkan nasabah mengelola pengeluaran secara lebih terkontrol.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pun terus mengajak masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar data pribadi dan perbankan, termasuk data kartu kredit.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa masifnya penggunaan transaksi non-tunai perlu diiringi dengan kesadaran bersama dalam mengantisipasi risiko kejahatan perbankan. Adapun, beberapa modus yang harus diwaspadai antara lain phishing, skimming, dan social engineering, yang bertujuan memperoleh data pribadi maupun data transaksi keuangan nasabah yang bersifat rahasia.

“Kartu kredit saat ini menjadi solusi transaksi yang praktis dan fleksibel, baik untuk kebutuhan pembayaran di merchant offline maupun online. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran nasabah dalam menjaga keamanan data pribadi dan kartu kredit agar terhindar dari risiko penyalahgunaan,” ujar Dhanny.

Sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan transaksi nasabah, BRI mengingatkan nasabah untuk selalu menjaga kerahasiaan data kartu kredit, serta tidak memberikannya kepada siapa pun, termasuk Nomor Kartu, tanggal kedaluwarsa (EXP Date) dan CVV.

“BRI juga menegaskan bahwa BRI tidak pernah meminta data rahasia, seperti CVV (tiga digit angka di belakang kartu kredit) maupun OTP (kode otentikasi transaksi yang dikirimkan ke nomor handphone nasabah), melalui telepon, SMS, atau email”, jelasnya.

BRI juga secara konsisten memperkuat berbagai lapisan pengamanan. Upaya tersebut mencakup validasi data kartu saat aktivasi, pengiriman notifikasi transaksi ke perangkat mobile atau email nasabah yang terdaftar, penggunaan PIN untuk transaksi pada mesin EDC (Electronic Data Capture) di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, serta penggunaan OTP sebagai autentikasi transaksi online di merchant yang telah menerima fitur 3D Secure.
Selain itu, untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, Kartu Kredit BRI kini telah dilengkapi dengan verifikasi transaksi menggunakan PIN enam digit. PIN tersebut digunakan untuk transaksi pada mesin EDC di merchant yang telah mendukung verifikasi PIN, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi nasabah.

BRI juga mengimbau nasabah untuk segera menghubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile apabila menerima notifikasi atau menemukan transaksi yang tidak pernah dilakukan, guna memastikan pelaporan dan pemblokiran dapat segera dilakukan, khususnya dalam kondisi kartu kredit atau perangkat mobile banking hilang atau berpotensi disalahgunakan. Selain itu, nasabah juga diimbau untuk memperbarui data pribadi melalui Contact BRI atau aplikasi BRI Credit Card Mobile setiap kali melakukan perubahan data pribadi, seperti:

Data Finansial
Pengkinian data NPWP serta slip gaji atau bukti penghasilan terbaru sebagai syarat utama pengajuan kenaikan limit kartu kredit, dengan batas maksimal hingga tiga kali penghasilan per bulan.

Data Alamat
Pengkinian data alamat rumah, kantor, dan alamat pengiriman tagihan yang penting untuk pengiriman lembar tagihan kertas serta kartu renewal atau replacement.

Data Email
Pengkinian data email untuk mendukung pengiriman e-statement, notifikasi transaksi, dan informasi promo.

Data Nomor Handphone
Pengkinian data nomor handphone untuk pengiriman notifikasi transaksi, kode OTP transaksi online dengan 3D Secure, pemberitahuan transaksi mencurigakan, pengiriman PIN sementara, serta informasi promo kartu kredit.

“Melalui pemanfaatan kartu kredit secara bijak, nasabah tidak hanya dapat menikmati kemudahan dan fleksibilitas bertransaksi, tetapi juga mengelola pengeluaran dengan lebih terencana. BRI pun juga terus berkomitmen memperkuat sistem keamanan sekaligus mengedukasi nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai macam modus penipuan, sehingga setiap transaksi dapat dilakukan secara aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tutup Dhanny.***

Pemkot Bogor Buka Seleksi Terbuka Calon Tiga Direksi Perumda Tirta Pakuan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi membuka seleksi Calon tiga direksi Direktur Administrasi dan Keuangan, Direktur Pelayanan dan Bisnis, serta Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor untuk masa jabatan periode 2026–2031.

Ketua Pansel, Hanafi menjelaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, Permendagri Nomor 37 Tahun 2018, serta Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum.

“Seleksi ini terbuka bagi profesional yang memenuhi persyaratan, baik persyaratan umum maupun administrasi serta memiliki integritas dan kepemimpinan,” ujarnya, Kamis 8 Januari 2026.

Tak hanya itu, Hanafi menekankan seleksi ini dilaksanakan dalam rangka memastikan terwujudnya tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong peningkatan kinerja layanan air minum bagi masyarakat Kota Bogor.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kemendagri dan stakeholder terkait untuk menyamakan persepsi terkait seleksi calon direksi agar sesuai dengan regulasi.

“Tentu harapan kami mendapatkan direksi yang profesional di bidangnya, karena ada penambahan tupoksi terkait pengelolaan air limbah dan penyesuaian SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) didasarkan pada Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum dan telah mendapatkan persetujuan (Kemendagri),” jelasnya.

Persetujuan tersebut tercantum dalam Surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Nomor 900.1.13.2/8149/Keuda, yang mengesahkan penambahan jumlah direksi di Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor ini berharap pelaksanaan seleksi direksi nanti, mulai dari tahapan pengumuman, seleksi administrasi, Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) hingga wawancara berjalan lancar.

Panitia Seleksi telah menetapkan tahapan dan jadwal pelaksanaan sebagai berikut:

  • Pengumuman dan Pendaftaran:
    8–14 Januari 2026
  • Seleksi Administrasi dan Rekam Jejak:
    15–23 Januari 2026
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi:
    26 Januari 2026
  • Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK)
  • Psikotes dan Ujian Tertulis Keahlian dan Penulisan Makalah : 27–28 Januari 2026
  • Presentasi Makalah, dan Wawancara: 10–11 Februari 2026
  • Pengumuman Hasil UKK:
    13 Februari 2026
  • Penyampaian Hasil Seleksi kepada Kepala Daerah:
    13 Februari 2026
  • Wawancara Akhir:
    18 Februari 2026 (tentatif)
  • Penyampaian Calon Direksi ke Menteri Dalam Negeri:
    19 Februari 2026
  • Penetapan Calon Terpilih dan Pelantikan:
  • Menyesuaikan terbitnya surat pertimbangan dari
  • Kementerian Dalam Negeri

Seluruh proses pendaftaran dan pengunggahan dokumen dilakukan secara daring melalui laman resmi https://pansel.kotabogor.go.id.

Panitia menegaskan bahwa proses seleksi tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.***

Banu Bagaskara Desak Disdik Maksimalkan Akses Pendidikan Lewat Beasiswa dan Pembenahan SPMB

0

Bogordaily.net – Komisi IV DPRD Kota Bogor menekankan pentingnya menjaga akses pendidikan melalui optimalisasi program beasiswa dan pembenahan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor.

Dalam rapat tersebut, Disdik memaparkan alokasi anggaran beasiswa daerah sebesar Rp6 miliar bagi peserta didik SMP Swasta dan Madrasah Tsanawiyah Swasta.

Program ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 37 Tahun 2025 dan ditujukan bagi siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Banu Lesmana Bagaskara, menegaskan bahwa beasiswa daerah merupakan instrumen penting untuk menjamin hak dasar warga di bidang pendidikan.

Ia meminta pelaksanaannya dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel agar tepat sasaran.

Selain beasiswa daerah, Komisi IV juga menyoroti program Beasiswa S1 serta program “Ayo Kembali Sekolah” yang bertujuan mendorong anak tidak sekolah agar kembali mengakses layanan pendidikan.

Dalam rapat yang sama, Disdik melaporkan penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp189 miliar untuk PKBM, PAUD, SD, dan SMP. Komisi IV menekankan agar pengelolaan anggaran tersebut berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.

Komisi IV juga memberi perhatian khusus pada kesiapan pelaksanaan SPMB.

DPRD meminta agar proses penerimaan murid baru ke depan berjalan lebih tertib, adil, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan di Kota Bogor.

Selain itu, rapat mencatat tantangan kekurangan sekitar 1.000 tenaga pendidik serta 207 guru yang akan memasuki masa pensiun pada 2026.

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui perencanaan kebijakan yang berkelanjutan.

Komisi IV DPRD Kota Bogor menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan efektif dan menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.(Ibnu Galansa)

Target Penindakan, Tangkap Asal dan Rehabilitasi Paksa

0

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik penanganan narkotika di Indonesia bergerak semakin menjauh dari akal sehat dan semakin dekat pada logika target, di mana aparat menjadi kian gemar melakukan penangkapan asal demi memenuhi capaian kinerja, yang pada akhirnya tidak berhenti di ruang hukum, melainkan diolah menjadi cuan melalui mekanisme rehabilitasi paksa karbitan yang minim kapasitas, miskin fasilitas, dan jauh dari standar layanan rehabilitasi yang diterbitkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kecenderungan ini tidak lahir dari ruang hampa. Ketika indikator keberhasilan penegakan hukum diletakkan pada jumlah penangkapan dan rujukan rehabilitasi, bukan pada penurunan dampak kesehatan dan sosial, maka yang diproduksi bukan keadilan atau pemulihan, melainkan angka.

Dalam situasi seperti ini, pengguna coba-coba , rekreasional dengan barang bukti kecil atau tanpa barang bukti narkotika dan test urine dijadikan indikator utama dalam upaya paksa, karena mereka mudah ditangkap, mudah ditekan, dan mudah diarahkan ke jalur rehabilitasi rujukan proses hukum, sering kali tanpa barang bukti yang memadai, contoh obat-obatan keras terbatas seperti tramadol, heximer ,thryhecypenedyl dan zat lain yang tidak terlampir di UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika , penangkapan yang dipaksakan , tanpa asesmen medis independen dan tanpa diberikan ruang untuk menolak.

Di titik inilah mengutip kritik Tan Malaka melalui bukunya MADILOG terasa nyaris profetik, karena bangsa yang menolak berpikir sebab-akibat akan selalu mencari jalan pintas untuk terlihat bekerja, meskipun jalan pintas itu menciptakan korban baru.

Penangkapan asal bukanlah kebetulan, melainkan konsekuensi logis dari sistem yang menilai kinerja aparat berdasarkan kuantitas, bukan kualitas, sehingga akal sehat dan prosedur dikorbankan demi laporan yang tampak impresif.

Rehabilitasi paksa kemudian berfungsi sebagai ruang “pemutihan” dari praktik tangkap asal tersebut. Dengan label pemulihan, penahanan administratif menjadi tampak manusiawi, padahal dalam banyak kasus ia hanya memindahkan orang dari jalanan ke fasilitas yang tidak siap secara klinis, tidak memiliki tenaga profesional memadai, dan tidak menyediakan rencana terapi individual.

Lebih parah lagi, biaya pemulihan sering dibebankan pada keluarga dengan jumlah fantastik, sehingga proses yang seharusnya berbasis kesehatan berubah menjadi mekanisme pemerasan legal yang dilembagakan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa ketika pendekatan harm reduction dipinggirkan dan pendanaan layanan rehabilitasi dipangkas oleh kementerian melalui skema Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) mengacu PP 25 tahun 2011 tentang Wajib lapor , ruang kosong itu segera diisi oleh rehabilitasi karbitan yang tumbuh cepat mengikuti arus rujukan aparat. Dalam kondisi ini, rehabilitasi tidak lagi dipahami sebagai intervensi adiksi yang bertahap dan sukarela, melainkan sebagai komoditas yang hidup dari aliran orang hasil penangkapan, sehingga kepentingan pemulihan dikalahkan oleh kepentingan okupansi dan arus dana.

Konsekuensi kebijakan ini sangat nyata dan berulang. Tingkat kekambuhan tinggi karena akar masalah tidak pernah disentuh. Keluarga jatuh miskin karena biaya. Publik kehilangan kepercayaan pada layanan Rehabilitasi. Sementara itu, jaringan peredaran gelap tetap utuh, karena penangkapan pengguna kecil tidak pernah menyentuh struktur pasar.

Negara sibuk menghitung target tercapai, tetapi abai menghitung kerusakan yang diproduksi oleh kebijakannya sendiri.

Dalam kerangka MADILOG, ini adalah kegagalan berpikir yang sistemik, karena pengetahuan dikalahkan oleh insentif, prosedur dikalahkan oleh target, dan kemanusiaan dikalahkan oleh laporan kinerja. Aparat tidak lagi didorong untuk memahami masalah, melainkan untuk menghabiskan kuota, dan rehabilitasi paksa karbitan menjadi simpul ekonomi dari praktik tersebut.
Karena itu, jika kolom ini mengatakan Say Know to Drugs, maka know yang dimaksud adalah kesadaran bahwa penindakan tanpa nalar hanya akan melahirkan industri penangkapan dan rehabilitasi palsu, bukan masyarakat yang lebih sehat.

Negara tidak bisa terus bersembunyi di balik slogan dan target, karena dalam situasi seperti ini, kehadiran negara justru diukur dari kemampuannya menghentikan praktik tangkap asal, memulihkan pendekatan kesehatan, mengembalikan ke fungsi sosial dan harm reduction, serta memastikan bahwa rehabilitasi benar-benar layanan medis dan sosial , bukan ladang cuan dari penderitaan warganya sendiri.

Ketika ada keluarga atau kerabat yang bermasalah dengan Narkotika jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami ;

Forum Akar Rumput Indonesia
Jl. Kolonel Enjo Martadisastra No. 24 RT 02 RW 12 Kedung Badak
Tanah Sareal Bogor Jawa Barat 16164
Email : [email protected]
Hotline Pengaduan : +6281 8095 51127.***

Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50%

0

Bogordaily.net – Gebyar Awal Tahun 2026, PT PLN (Persero) kembali memberikan apresiasi kepada pelanggan melalui program spesial bertajuk “Tahun Baru Energi Baru”. Program ini menghadirkan promo tambah daya listrik diskon 50% bagi pelanggan yang melakukan transaksi pada aplikasi PLN Mobile.

Promo yang berlaku mulai tanggal 7 hingga 20 Januari 2026 ini ditujukan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa di semua golongan tarif, dengan daya awal 450 Volt Ampere (VA) hingga 5.500 VA yang ingin menambah daya hingga 7.700 VA.

Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50%

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menyampaikan bahwa program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi listrik melalui penambahan daya dengan biaya yang terjangkau.

“Program ini hadir sebagai wujud apresiasi kepada pelanggan setia PLN dengan memberikan kemudahan sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan listrik secara andal dan efisien,” ujar Adi.

Adi menambahkan, promo ini hanya berlaku bagi pelanggan yang telah terdaftar sebelum 1 Januari 2026 dan telah melunasi seluruh tagihan listrik atau kewajiban lain.

“Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan promo diskon ini sebaik mungkin guna mendukung aktivitas dan produktivitas sehari-hari,” tambah Adi.

Sebagai ilustrasi, pelanggan dengan daya awal 900 VA yang ingin melakukan penambahan daya menjadi 7.700 VA cukup membayar sebesar Rp3.294.600, 50 persen lebih hemat dibandingkan biaya normal sebesar Rp6.589.200.

Gebyar Awal Tahun, PLN Beri Promo Tambah Daya Diskon 50%

Lebih lanjut, Adi menjelaskan mekanisme program ini dilakukan secara penuh melalui PLN Mobile. Bagi pelanggan prabayar, cukup dengan melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token, sedangkan pelanggan pascabayar dengan membayar tagihan listrik. Setelah transaksi berhasil, pelanggan menerima e-voucher diskon tambahan daya melalui fitur “Reward” di PLN Mobile atau email terdaftar.

Kemudian, pelanggan cukup memasukkan kode e-voucher saat mengajukan permohonan tambah daya di PLN Mobile. Setelah pembayaran terverifikasi, unit PLN setempat akan segera memproses permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

Adi mengatakan setiap akun PLN Mobile mendapatkan paling banyak empat buah e-voucher tambah daya selama periode promo berlangsung guna memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh pelanggan.

“Masyarakat juga tak perlu khawatir karena penyambungan tambah daya listrik cukup mudah dan cepat, dengan melakukan pengajuan yang praktis dan dilakukan secara digital lewat aplikasi PLN Mobile,” tutup Adi.***

Kebakaran di Leuwinutug Citeureup Hanguskan Rumah Warga, 4 Mobil Damkar Dikerahkan

0

Bogordaily.net – Kebakaran di Leuwinutug Citeureup membangunkan warga Kampung Leuwinutug pada Kamis dini hari, 8 Januari 2026.

Jarum jam baru saja melewati pukul 03.40 WIB ketika api tiba-tiba membubung dari salah satu rumah di RT 02 RW 03, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Malam yang semula sunyi berubah menjadi riuh. Teriakan minta tolong bersahut-sahutan. Warga berlarian keluar rumah, sebagian hanya sempat menyelamatkan diri.

Api cepat menjalar. Rumah-rumah di kampung itu berdempetan. Material bangunan yang mudah terbakar membuat si jago merah kian ganas.

Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik. Sebuah sebab klasik, tapi selalu menyisakan kepanikan yang sama. Listrik—yang setiap hari kita anggap remeh—kembali menunjukkan wajah berbahayanya saat malam masih gelap dan kebanyakan orang terlelap.

Laporan warga segera sampai ke petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bogor. Tak lama berselang, empat unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Akses jalan kampung yang sempit menjadi tantangan tersendiri.

Namun, petugas tetap berupaya secepat mungkin. Selang ditarik, air disemprotkan. Warga membantu sebisanya—mengamankan barang, menjauhkan kendaraan, dan memastikan api tidak merembet ke rumah lain.

Sekitar beberapa waktu kemudian, api berhasil dikendalikan. Asap masih mengepul, menyisakan bau kayu terbakar dan sisa-sisa puing.

Beruntung, dalam kebakaran di Leuwinutug Citeureup ini tidak ada korban jiwa. Sebuah kabar yang sedikit melegakan di tengah kepanikan dan kerugian materi yang tak kecil.

Meski begitu, trauma warga jelas terasa. Wajah-wajah letih menyimpan cemas: bagaimana memulai kembali setelah rumah dilalap api?

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat. Korsleting listrik bukan sekadar istilah teknis. Ia bisa datang kapan saja, terutama saat instalasi sudah tua, kabel tak standar, atau beban listrik berlebihan.

Kebakaran di Leuwinutug Citeureup menambah daftar panjang musibah serupa yang kerap terjadi di permukiman padat. Pencegahan, seperti pengecekan instalasi listrik secara berkala, sering terdengar sepele—sampai api benar-benar menyala..

Sementara itu, rekaman kejadian yang beredar di media sosial memperlihatkan betapa cepatnya api melahap bangunan. Sebuah malam panjang bagi warga Leuwinutug—dan sebuah pelajaran pahit yang kembali diulang oleh kebakaran di Leuwinutug Citeureup.***

Tahap Rekonstruksi dan Pemulihan Dimulai, Kementerian UMKM Gerakkan Kembali Ekonomi Pascabencana

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi bagi UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan dimulai pada 9 Januari 2026.

“Kami mulai melakukan aktivasi pasar serta bergotong royong membersihkan warung dan toko di seluruh wilayah terdampak. Tujuannya agar perekonomian masyarakat kembali bergerak,” ujar Menteri Maman saat menghadiri rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (7/1).

Berdasarkan pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, terdapat 2.304.297 UMKM yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Upaya pemulihan usaha para UMKM akan difasilitasi melalui delapan Klinik UMKM Bangkit yang tengah disiapkan di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang.

Sesuai pendataan per 9 Desember 2025 tercatat lebih dari 200.000 UMKM merupakan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menteri Maman menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan relaksasi kredit bagi UMKM terdampak sesuai hasil pemetaan yang dilakukan bersama bank penyalur dan lembaga penjamin KUR.

Pemulihan ekonomi di tiga provinsi juga dilakukan melalui reaktivasi pasar rakyat dan pembersihan wilayah terdampak bencana, dengan dukungan 1.132 personel IPDN dan Aparatur Sipil Negara.

“Pemulihan UMKM ini ibarat sirkulasi darah dalam tubuh. UMKM harus mendapat layanan agar bisa kembali berproduksi. Setelah itu, kita bantu pemasarannya dan mendorong masyarakat membeli produk UMKM sehingga ekonomi daerah kembali bergerak,” kata Maman.

Ia menambahkan, Kementerian UMKM akan melakukan pemantauan dan pemetaan secara menyeluruh terhadap seluruh UMKM terdampak, sehingga program pemulihan berjalan komprehensif di tiga provinsi tersebut. Upaya ini dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk memastikan pemberdayaan ekonomi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa program pemberdayaan masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan melalui kelompok kerja lintas kementerian dan lembaga, yang terdiri dari Kementerian Sosial, Kementerian UMKM, Kementerian P2MI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, serta lembaga terkait lainnya.

Seluruh program ini akan bersinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Muhaimin menambahkan bahwa pemerintah juga melibatkan masyarakat setempat dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak melalui program padat karya.

“Keterlibatan masyarakat diharapkan memberikan manfaat berupa cash for work sehingga mereka tidak hanya terlibat dalam proses pemulihan, tetapi juga mendapatkan penghasilan,” ujarnya.***

Kemenkop Siap Optimalkan Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemulihan Ekonomi di Sumatra

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menegaskan kesiapannya untuk terlibat aktif dalam upaya pemulihan dan pemberdayaan masyarakat di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara setelah masa tanggap darurat bencana dinyatakan berakhir. Tahapan pemulihan dan pemberdayaan ini menjadi sangat krusial karena akan menjadi tumpuan bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengambil peran strategis dalam mendampingi koperasi-koperasi yang terdampak bencana agar aktif kembali.

“Kami akan terus melakukan pendampingan khususnya bagi koperasi-koperasi yang ada di tiga wilayah tersebut (Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat), baik koperasi existing maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Wamenkop Farida yang mewakili Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait pemberdayaan masyarakat pasca bencana Sumatra di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Rabu (7/1).

Hadir dalam Rakor tersebut Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Riza Patria, dan pimpinan K/L lainnya.

Berdasarkan data sementara, koperasi dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/ Kel) Merah Putih terdampak bencana yaitu di Aceh terdapat 19 koperasi eksisting dan 27 Kopdes/Kel Merah Putih. Kemudian di Sumatra Utara terdapat 9 koperasi eksisting dan 20 Kopdes. Lalu di Sumatra Barat terdapat 7 koperasi eksisting dan 9 Kopdes.

Wamenkop Farida menjelaskan, percepatan pembangunan gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya untuk Kopdes/Kel Merah Putih juga menjadi salah satu prioritas. Skema padat karya akan diterapkan dalam proses pembangunannya aset fisik tersebut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam proyek padat karya tidak hanya mempercepat rehabilitasi, tetapi juga memberikan penghasilan langsung bagi warga.

Selain itu, Kemenkop juga menyiapkan program pendampingan keterampilan bagi masyarakat khususnya anggota koperasi yang sebelumnya memiliki kegiatan usaha produktif. Ia menekankan bahwa peningkatan skill masyarakat akan memperkuat daya saing koperasi sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat yang menjadi korban bencana.

“Pendampingan-pendampingan berupa peningkatan skill nantinya akan menjadi bekal pengembangan usaha di koperasi desa,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, Kemenkop melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan relaksasi kredit bagi koperasi terdampak bencana yang sebelumnya menerima pembiayaan. Relaksasi ini berupa penundaan pembayaran kredit selama satu tahun, sehingga koperasi memiliki ruang untuk memulihkan usahanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas integrasi bantuan lintas Kementerian/ Lembaga. Bantuan-bantuan sosial yang disalurkan akan melibatkan koperasi sebagai salah satu jalur distribusi.

Melalui kolaborasi antar Kementerian dan Lembaga ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi di masyarakat dapat berjalan sesuai harapan. Ia optimistis bahwa langkah-langkah untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat Sumatra pasca bencana dapat dilakukan dengan baik.

“Prinsipnya adalah bagaimana semua Kementerian dan Lembaga berkolaborasi, berencana, dan melakukan percepatan pemulihan ekonomi di Sumatra,” ucapnya.

Kemenkop juga telah mendirikan posko koperasi di Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, dan Agam. Posko ini akan berperan sebagai pusat konsultasi dan untuk membantu koperasi yang terdampak bencana agar segera beroperasi kembali, menyalurkan bantuan logistik (makanan, air bersih), dan pendampingan usaha.

Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti pentingnya pendataan aset sebagai dasar pemulihan. “Pendataan aset dan recovery aset akan kita dorong melalui pemda agar semakin produktif,” ujar Muhaimin.

Menko menambahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di Sumatra khususnya yang terdampak bencana akan dibentuk Pokja (Kelompok Kerja) Pemberdayaan Pasca Bencana yang terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga.

Dengan koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga, Muhaimin optimistis bahwa sinergi pemerintah, filantropi, dan swasta akan dapat mempercepat pemulihan ekonomi serta meningkatkan produktivitas masyarakat di wilayah terdampak.***

Waspada Hujan! Cek Ramalan Cuaca Bogor Hari Ini Kamis 8 Januari 2026

0

Bogordaily.net – Simak segera ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Kamis 8 Januari 2026 diperkirakan hujan ringan.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Kamis 8 Januari 2026

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 70–95%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 69–96%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-27°C
Kelembapan: 69-97%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 68–96%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-28°C
Kelembapan: 67–96%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22–28°C
Kelembapan: 67–95%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Kamis 8 Januari 2026. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***