Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 175

TKA sebagai Instrumen Strategis Pemetaan Capaian Pendidikan Indonesia

0

Bogordaily.net – Upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Selama ini, banyak kebijakan pendidikan disusun berbasis asumsi makro, yang belum sepenuhnya memotret capaian peserta didik secara riil di kelas. Dalam konteks inilah, Tes Kemampuan Akademik (TKA) hadir sebagai instrumen strategis untuk membaca peta capaian akademik siswa di Indonesia secara lebih komprehensif.

TKA dirancang bukan sebagai duplikasi ujian sebelumnya, melainkan sebagai bagian dari sistem asesmen nasional yang menekankan akuntabilitas, keadilan, dan perbaikan berkelanjutan. Pelaksanaan perdana TKA pada tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C menunjukkan antusiasme yang tinggi. Meskipun bersifat tidak wajib, partisipasi mencapai lebih dari 3,5 juta peserta didik (Kemendikdasmen, 2025). Hal ini menunjukkan dua hal penting: pertama, tingkat kepercayaan publik terhadap instrumen asesmen nasional semakin meningkat; kedua, satuan pendidikan memandang TKA sebagai sarana evaluasi yang berguna, bukan beban administratif semata.

Secara teknis, pelaksanaan TKA dinilai berjalan lancar. Seluruh proses menggunakan sistem Computer Based Testing (CBT) yang meminimalkan potensi kecurangan dan memperkuat integritas asesmen. Kendala teknis yang muncul—seperti pemadaman listrik atau kondisi kesehatan peserta—ditangani melalui mekanisme ujian susulan, sehingga tidak merugikan peserta didik. Partisipasi siswa juga sangat tinggi, dengan tingkat kehadiran mendekati 99 persen. Data ini membantah anggapan bahwa peserta didik akan menolak asesmen baru atau merasa terbebani oleh kebijakan tersebut.

Lebih jauh, dukungan pemangku kepentingan terlihat nyata melalui keterlibatan pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, dan media. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa TKA bukan proyek teknokratis semata, melainkan gerakan bersama untuk menghadirkan kebijakan berbasis data yang lebih adil dan menyeluruh bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Fungsi Strategis TKA Dari Asesmen Menuju Perbaikan Pembelajaran

TKA dirumuskan dengan kerangka konseptual yang kuat. Ia tidak hanya memeriksa benar-salah jawaban, tetapi berfungsi dalam tiga dimensi utama: assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning. Dengan demikian, TKA berada pada simpul penting antara pengukuran, refleksi, dan perbaikan proses pembelajaran.

Pertama, sebagai assessment of learning, TKA memotret capaian akademik peserta didik secara objektif. Menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter logistik, penilaian tidak hanya didasarkan pada jumlah jawaban benar, tetapi juga memperhitungkan tingkat kesulitan serta daya pembeda butir soal. Hal ini menjadikan hasil TKA lebih adil dan bermakna, serta mampu membedakan secara akurat variasi kemampuan antar peserta didik.

Kedua, sebagai assessment for learning, hasil TKA menjadi dasar perbaikan pembelajaran. Data yang dihasilkan tidak berhenti pada angka, tetapi dilengkapi deskripsi capaian yang dapat digunakan guru untuk merancang tindak lanjut pembelajaran. Dengan kategori hasil kurang, memadai, baik, dan istimewa, satuan pendidikan memperoleh gambaran yang jelas tentang kompetensi yang perlu diperkuat. Guru mendapat pijakan objektif untuk melakukan remediasi maupun pengayaan.

Ketiga, sebagai assessment as learning, TKA menempatkan peserta didik sebagai subjek yang merefleksikan capaian akademiknya. Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi sarana refleksi diri peserta didik terhadap kekuatan dan kelemahannya. Proses ini mendorong lahirnya kultur belajar yang lebih matang, kritis, dan bertanggung jawab.

Isu negatif yang berkembang—misalnya anggapan bahwa TKA sekadar reproduksi Ujian Nasional atau alat pemeringkatan sekolah—tidak selaras dengan desain kebijakan yang ada. TKA tidak menentukan kelulusan, tidak memberi label murid, dan tidak dijadikan dasar peringkat sekolah. Sebaliknya, ia menjadi cermin bersama untuk membaca realitas pembelajaran, bukan sebagai alat stigmatisasi. Bahkan, hasil TKA dibagikan secara berjenjang dan hati-hati untuk melindungi hak peserta didik serta mencegah penyalahgunaan data.

Pada saat yang sama, TKA juga membuka peluang baru bagi peserta didik. Hasilnya dapat menjadi salah satu pertimbangan seleksi jalur prestasi ke perguruan tinggi. Dengan demikian, asesmen ini bukan beban, tetapi peluang. Ia memperluas akses mobilitas sosial melalui pendidikan tanpa menggantikan jalur seleksi lain yang sudah ada.

Dampak Positif TKA bagi Sistem Pendidikan Nasional

Dampak positif TKA terasa tidak hanya pada proses pelaksanaan, tetapi juga pada kualitas data yang dihasilkan. Dari sisi proses, TKA mendorong modernisasi sistem evaluasi pendidikan melalui pemanfaatan Computer Based Testing (CBT) yang dipersiapkan secara matang oleh satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Pelaksanaan di sejumlah sekolah seperti yang terpantau di Bandung menunjukkan bahwa TKA dapat berlangsung aman, fair, dan dalam suasana kondusif, bahkan pada hari-hari awal penyelenggaraan tes tersebut (Antara News, 2025).

Selain itu, pelaksanaan TKA juga mendapat dukungan lintas sektor yang kuat. Pemangku kepentingan pendidikan mulai dari pemerintah daerah hingga dinas pendidikan aktif melakukan koordinasi teknis dan administratif, termasuk pengisian sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan akses ujian. Hal ini menandakan kolaborasi nyata dalam memastikan TKA dapat berjalan optimal di seluruh penjuru negeri, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan infrastruktur lebih besar (Kemendikdasmen, 2025).

Pencapaian TKA di akhir tahun 2025

Dari sisi hasil, TKA menyediakan peta capaian akademik yang sangat bernilai strategis karena data capaian yang dihasilkan tidak sekadar angka mentah, tetapi dikembangkan melalui pendekatan Item Response Theory (IRT) yang lebih cermat. Dalam pengolahan hasil TKA 2025, model IRT dengan dua parameter logistik digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik—menimbang jumlah jawaban benar sekaligus tingkat kesulitan dan daya pembeda soal—sehingga capaian akademik murid terukur secara objektif dan valid.

Hasil TKA disajikan dalam empat kategori capaian, yakni kurang, memadai, baik, dan istimewa, disertai deskripsi kemampuan yang mendukung sekolah dan murid memahami posisi pembelajaran mereka secara lebih jernih (Antara news, 2025). Pemerintah pusat maupun daerah kini memiliki akses terhadap data ini untuk menyusun kebijakan yang berbasis bukti dan fokus pada pemerataan kualitas pendidikan, termasuk dalam penyusunan strategi peningkatan pembelajaran di daerah yang membutuhkan intervensi khusus (Kemendikdasmen, 2025).

Data semacam ini penting untuk memetakan capaian antardaerah, antarsatuan pendidikan, dan antar kelompok peserta didik. Tantangan yang muncul di lapangan, seperti persepsi negatif terhadap nilai beberapa mata pelajaran yang relatif rendah, justru memperlihatkan relevansi TKA sebagai alat refleksi nasional (Kompas, 2025). Sebagai contoh, ada temuan sementara yang menyebut bahwa rerata nilai beberapa mata pelajaran seperti matematika dan bahasa Inggris berada di kisaran angka yang lebih rendah dibanding harapan, yang memicu diskusi tentang metode pembelajaran dan kesiapan peserta didik di beberapa daerah.

Namun isu ini seharusnya tidak dilihat sebagai kegagalan sistem, tetapi sebagai informasi awal yang membuka kesempatan untuk memperbaiki praktik pembelajaran di kelas. Dengan pemahaman yang tepat, data hasil TKA memungkinkan guru dan kepala sekolah merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan murid, memperkuat asesmen formatif, dan menambah fokus pada kompetensi yang belum optimal.

Bagi peserta didik, TKA menghadirkan pengalaman asesmen yang setara dan berkeadilan. Dengan pendekatan standar nasional, peserta didik dari berbagai latar belakang sosial, wilayah, dan jenis sekolah mengikuti proses yang sama sehingga hasilnya memiliki kredibilitas yang tinggi. Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang dilengkapi kode pengaman digital semakin memperkuat validitas dokumen akademik ini sebagai bukti capaian individu, bukan sekadar angka, ke depan, integrasi TKA pada jenjang SD dan SMP dengan Asesmen Nasional (AN) akan memperkuat sistem asesmen nasional dari hulu ke hilir. Data longitudinal yang dihasilkan akan menjadi pijakan penting dalam transformasi kurikulum, peningkatan kompetensi profesional guru, serta pengembangan intervensi pembelajaran yang berkelanjutan dan berbasis bukti. Perlu dicatat bahwa kebijakan asesmen yang kuat menjadi landasan bagi pencapaian tujuan pendidikan nasional yang lebih adil dan berkualitas.

Fikri Ahmad Faadhilah,

Pemerhati Pendidikan Asal Jabodetabek

Polres Bogor Apresiasi Peran Supeltas, Dinilai Berkontribusi Besar Jaga Kelancaran Lalu Lintas

0

Bogordaily.net – Polres Bogor memberikan apresiasi kepada Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) atas peran aktif mereka dalam membantu kelancaran arus kendaraan di wilayah Kabupaten Bogor.

Kegiatan apresiasi tersebut dikemas dalam agenda silaturahmi yang digelar pada Rabu, 7 Januari 2026.

Acara berlangsung di Aula Sanika Satyawada (SS) Markas Komando Polres Bogor, Cibinong, dan dihadiri langsung oleh jajaran kepolisian serta para relawan Supeltas dari berbagai titik wilayah Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelasakan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian Polres Bogor terhadap peran aktif Supeltas.

Tentunya, yang selama ini turut membantu tugas Kepolisian, khususnya dalam pengaturan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor, terutama saat pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dirinya menyampaikan bahwa Supeltas memiliki peran strategis dalam membantu kelancaran arus lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan kemacetan dan kawasan wisata, sehingga kehadiran mereka sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata apresiasi kami kepada rekan-rekan Supeltas yang telah berkontribusi besar membantu tugas Kepolisian, terutama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas pada momentum libur Natal dan Tahun Baru,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto.

Lebih lanjut, Kapolres Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian Supeltas yang telah membantu menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Bogor.

Ia berharap kegiatan silaturahmi ini dapat semakin mempererat hubungan dan meningkatkan koordinasi antara Polri dan Supeltas dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian ke depan, khususnya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga. Mari kita rawat soliditas dan sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

(Albin Pandita)

Diduga Alami Kekerasan, Ibu Rumah Tangga Laporkan Penganiayaan ke Polresta Bogor Kota

0

Bogordaily.net –Seorang perempuan bernama Putri Zahra Carolina, yang diketahui berstatus sebagai ibu rumah tangga, resmi melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan ke Polresta Bogor Kota.

Laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/A202…/Polresta Bogor Kota/Polda Jawa Barat. Kasus ini kini tengah dalam tahap penyelidikan awal oleh aparat penegak hukum.

Berdasarkan keterangan dalam laporan polisi, peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 14.50 WIB, di Jalan Layung Sari III Gang Kenanga IV Nomor 12, RT 007/RW 018, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dalam laporannya, Putri Zahra Carolina menyebutkan bahwa dirinya diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor berinisial Muhamad Riki.

Dugaan tindak pidana tersebut disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466.

Disebutkan, terlapor diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memukul menggunakan tangan kosong ke bagian wajah korban.

Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkannya secara resmi ke Polresta Bogor Kota guna diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait laporan tersebut.

Awal Tahun 2026, Pemkot Bogor Prioritaskan Pembangunan GOM Bogor Barat 

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor terus mengakselerasi pembangunan yang merata di seluruh wilayah.

Memasuki awal tahun 2026, salah satu program prioritas yang disiapkan adalah pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat, yang dirancang sebagai fasilitas olahraga terpadu sekaligus pengungkit aktivitas ekonomi warga.

Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan GOM tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Wali Kota Bogor dalam pemaparan program prioritas Pemkot Bogor.

Menurut Dudi, Bogor Barat menjadi salah satu wilayah yang memperoleh perhatian cukup besar dalam daftar program strategis tersebut. Selain pembangunan jalur trotoar Cifor, pembangunan GOM menjadi agenda utama yang akan direalisasikan pada awal 2026.

“Dalam ekspose yang disampaikan Pak Wali Kota, Bogor Barat termasuk wilayah dengan program prioritas yang cukup dominan. Salah satunya pembangunan GOM yang direncanakan berlokasi di sekitar Kelurahan Semplak,” kata Dudi, Rabu 7 Januari 2025.

Adapun lokasi pembangunan GOM Bogor Barat direncanakan berada di lahan milik Pemerintah Kota Bogor yang terletak di belakang Gereja Kristen Indonesia (GKI) Cilendek Barat.

Lahan tersebut memiliki luas ribuan meter persegi dan dinilai memadai untuk pembangunan fasilitas publik berskala kawasan.

Lebih lanjut, Dudi menjelaskan bahwa GOM Bogor Barat tidak hanya difungsikan sebagai sarana olahraga semata.

Konsep yang diusung mengacu pada Gelanggang Olahraga Masyarakat yang telah dibangun di wilayah Bogor Selatan dan Bogor Utara, yakni sebagai ruang multifungsi untuk kegiatan olahraga, sosial, dan kemasyarakatan.

Dari aspek aksesibilitas, pemerintah telah menyiapkan beberapa alternatif jalur menuju lokasi GOM. Akses dapat melalui sisi kiri GKI Cilendek Barat dengan melewati kawasan permukiman, maupun dari arah Pangkalan Batu, Semplak.

Selain itu, Pemkot Bogor juga tengah mengupayakan skema ruislag atau tukar guling lahan di sisi kanan GKI untuk membuka akses jalan utama yang lebih optimal.

Tak hanya itu, pembangunan GOM Bogor Barat juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Keberadaan fasilitas ini akan melibatkan pelaku UMKM lokal, sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Bogor, yaitu UMKM Naik Kelas, sehingga kawasan GOM dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Untuk pelaksanaan proyek, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ditunjuk sebagai perangkat daerah yang bertanggung jawab secara teknis. Sementara itu, pihak kecamatan berperan dalam penyiapan lokasi pembangunan.

Sebagai salah satu program prioritas tahun 2026, pembangunan GOM Bogor Barat diharapkan dapat segera terealisasi dan menjadi sarana olahraga yang representatif sekaligus ruang interaksi sosial guna meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat Bogor Barat.

(Ibnu Galansa)

Jenal Mutaqin Motivasi Siswa Krida Nusantara saat Kunjungan ke Balai Kota

0

Bogordaily.net – Siswa dan siswi SMA Terpadu Krida Nusantara mengunjungi Balai Kota Bogor. Kehadiran mereka disambut oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Ruang Paseban Narayana.

Dalam pertemuan yang hangat itu, Jenal Mutaqin memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam menjalani setiap proses pendidikan.

“Yang hari ini kita lakukan adalah proses, di mana kita siap untuk mendapatkan takdir dan siap menerima kenyataan. Nanti Allah telah menetapkan pada diri kalian masing-masing. Yang paling penting juga adalah restu orang tua,” ujar Jenal Mutaqin.

Selain itu, Jenal Mutaqin juga menyampaikan berbagai program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang sedang dan akan berjalan ke depan, yang nantinya dapat dikolaborasikan dengan para siswa setelah lulus.

Oleh karena itu, Jenal berharap para siswa bisa terus belajar dengan rajin dan juga berinovasi dalam segala bidang ilmu pengetahuan.

Sehingga nantinya mereka bisa mengimplementasikan ilmu-ilmu yang sudah mereka pelajari.

Salah seorang perwakilan siswa, Syamil, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari pemerintahan daerah beserta tata kelolanya.

Agar bisa menambah wawasan dan gambaran tentang ilmu pemerintahan khususnya di tingkat kota.

“Tujuan kami juga untuk menambah wawasan dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, khususnya dari para pejabat yang ada di Kota Bogor,” katanya.

(Muhammad Irfan Ramadan)

 

Pimpinan DPRD Kota Bogor Terima Kunjungan Kapolresta Bogor Kota dalam Rangka Izin Pamit

0

Bogordaily.net – Pimpinan DPRD Kota Bogor menerima kunjungan silaturahmi Kapolresta Bogor Kota Eko Prasetyo, Selasa, 6 Januari 2025, bertempat di Ruang Transit Forkopimda DPRD Kota Bogor.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka izin pamit seiring berakhirnya masa tugas beliau sebagai Kapolresta Bogor Kota.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor H. M. Rusli Prihatevy dan H. Dadang Iskandar Danubrata.

Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan semangat kebersamaan antar unsur Forkopimda.

Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan pengabdian Kapolresta Bogor Kota selama menjalankan tugas.

Menurutnya, sinergi yang terbangun antara Polresta Bogor Kota dengan DPRD serta Pemerintah Kota Bogor telah berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, dan kondusivitas wilayah.

Pimpinan DPRD juga menilai kepemimpinan Kapolresta Bogor Kota selama ini mampu membangun komunikasi yang efektif, responsif terhadap dinamika sosial, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga kamtibmas.

Kolaborasi yang solid tersebut dinilai sangat penting dalam mendukung kelancaran agenda pemerintahan, pelayanan publik, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan di Kota Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Eko Prasetyo menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin baik dengan DPRD Kota Bogor selama masa tugasnya.

Kombes Eko menegaskan bahwa capaian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bogor merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan.

Pimpinan DPRD Kota Bogor mendoakan agar Kombes Eko Prasetyo senantiasa diberikan kelancaran dan kesuksesan dalam penugasan selanjutnya.

“Kami di DPRD terus berupaya untuk terus menjaga sinergi yang kuat dengan jajaran kepolisian demi mewujudkan Kota Bogor yang aman dan harmonis,” tutup Adityawarman Adil.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Shin Min Ah dan Kim Woo Bin Honeymoon ke Spanyol

0

Bogordaily.net – Pasangan selebriti Korea Selatan, Shin Min Ah dan Kim Woo Bin, tengah menikmati masa bulan madu mereka di Eropa. Destinasi yang dipilih adalah Spanyol, yang menjadi tempat keduanya menghabiskan waktu berdua usai resmi menikah.

Kabar mengenai honeymoon tersebut disampaikan oleh agensi mereka, AM Entertainment, pada Selasa, 6 Januari.

Liburan ini dimanfaatkan sebagai momen istirahat sekaligus waktu berkualitas sebelum keduanya kembali menjalani jadwal kerja masing-masing di industri hiburan.

Setelah bulan madu berakhir, Shin Min Ah dan Kim Woo Bin dijadwalkan kembali aktif di dunia akting dengan proyek baru yang telah menanti.

Shin Min Ah akan menyapa penonton lewat drama terbaru berjudul The Remarried Empress, sebuah drama fantasi romantis yang diadaptasi dari webtoon populer karya Alphatart. Drama ini akan tayang di Disney Plus dan menghadirkan cerita berlatar kerajaan.

Dalam proyek tersebut, Shin Min Ah beradu peran dengan deretan aktor papan atas seperti Ju Ji Hoon, Lee Jong Suk, dan Lee Se Young.

Proses syuting telah rampung pada akhir 2025, namun sang aktris masih akan disibukkan dengan agenda promosi. Meski tanggal tayang resminya belum diumumkan, drama ini dipastikan hadir pada pertengahan 2026.

Sementara itu, Kim Woo Bin juga bersiap memulai syuting drama barunya berjudul Gift. Drama yang diadaptasi dari webtoon ini mengangkat kisah seputar dunia bisbol dan dijadwalkan tayang pada tahun 2026.

Shin Min Ah dan Kim Woo Bin resmi menikah pada 20 Desember 2025 setelah menjalin hubungan selama kurang lebih 10 tahun.

Pernikahan mereka digelar secara tertutup di Shilla Hotel Seoul, sebuah hotel bintang lima yang kerap menjadi lokasi pernikahan selebriti Korea.

Acara pernikahan tersebut dipandu oleh Lee Kwang Soo, sahabat dekat Kim Woo Bin. Prosesi juga dipimpin oleh biksu Beopryun, yang memiliki kedekatan khusus dengan Woo Bin dan dikenal sebagai pembimbing spiritualnya saat sang aktor menjalani pengobatan kanker nasofaring pada 2017.

Momen sakral itu turut dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Car, the Garden yang membawakan lagu Romantic Sunday, soundtrack drama Hometown Cha-Cha-Cha yang pernah dibintangi Shin Min Ah.

Menjelang pernikahan, pasangan ini juga diketahui menyalurkan donasi sebesar 300 juta won ke sejumlah lembaga, termasuk Yayasan Luka Bakar Hallym dan RSU Seoul Asan.

Secara keseluruhan, selama 15 tahun terakhir, total donasi yang telah mereka salurkan mencapai sekitar 5 miliar won.

Konsistensi dalam berbagi serta perjalanan cinta yang penuh perjuangan membuat Shin Min Ah dan Kim Woo Bin menjadi salah satu pasangan selebriti yang paling dicintai publik.

Pernikahan mereka pun menjadi momen yang dirayakan luas oleh para penggemar, sekaligus simbol kisah cinta yang bertahan melewati berbagai ujian.***

DJ Koo Rutin Datangi Makam Barbie Hsu dan Bersihkan Sendiri Nisan Sang Istri

0

Bogordaily.net – Kepergian Barbie Hsu tampaknya masih meninggalkan duka mendalam bagi sang suami, DJ Koo. Meski pergantian tahun telah berlalu, pria asal Korea Selatan itu disebut belum mampu melepaskan kepergian aktris legendaris pemeran Shan Cai dalam serial Meteor Garden.

DJ Koo kembali menjadi perhatian publik setelah seorang penggemar mengaku bertemu dengannya di area pemakaman Jinbaoshan, Taipei, pada Sabtu 3 Januari 2026. Pertemuan tersebut kemudian dibagikan ke komunitas online dan menyebar luas di media sosial.

Menurut penuturan penggemar tersebut, DJ Koo datang seorang diri ke makam mendiang istrinya.

Saat disapa dan diberi tahu bahwa dirinya merupakan penggemar Barbie Hsu, DJ Koo tidak memberikan respons verbal.

Ia hanya menunjuk ke arah makam sang istri, lalu membuka tas besar yang dibawanya.

Dari dalam tas tersebut, DJ Koo mengeluarkan berbagai perlengkapan dan mulai membersihkan makam Barbie Hsu secara perlahan dan teliti.
Seluruh bagian makam, mulai dari sisi depan hingga belakang, dibersihkan dengan penuh perhatian.

Sikapnya terlihat serius dan fokus, seolah ingin memastikan makam sang istri berada dalam kondisi terbaik.

Penggemar itu juga mengungkapkan bahwa DJ Koo tampak sedang berada dalam kondisi emosional yang berat.

Melihat suasana hatinya yang muram, ia memilih menjaga jarak dan hanya memperhatikan dari kejauhan.

Usai membersihkan makam, DJ Koo tidak langsung pergi. Ia disebut berdiam cukup lama di depan pusara Barbie Hsu.

Momen tersebut membuat suasana terasa sunyi dan penuh kesedihan, hingga sang penggemar memilih meninggalkan lokasi tanpa mengganggu lebih jauh.

Kehadiran DJ Koo di makam Barbie Hsu bukanlah hal baru. Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa DJ Koo hampir setiap hari menyempatkan diri berziarah ke makam sang istri.

Ia kerap membawa kursi lipat sendiri, duduk di dekat pusara, dan menonton ulang berbagai karya Barbie Hsu, mulai dari film hingga drama yang membesarkan namanya, termasuk Meteor Garden.

Rutinitas tersebut seolah menjadi cara DJ Koo untuk tetap merasa dekat dengan mendiang istrinya. Kesetiaan dan rasa kehilangan yang ditunjukkannya pun menuai simpati luas dari penggemar di berbagai negara.***

Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Beri Kemudahan Pelanggan Cek Tagihan Air Melalui Aplikasi “My Kahuripan”

0

Bogordaily.net – Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan kemudahan untuk cek tagihan air melalui aplikasi “My Kahuripan”.

Dimana, pelanggan bisa langsung daftar melalui aplikasi My Kahuripan. Bagi yang belum memiliki aplikasi My Kahuripan bisa scan barcode berikut ini atau akses melalui bit.ly/mykahuripan dan download di Google Playstore.

Adapun, khusus calon pelanggan tidak perlu input nomor pelanggan soal registrasi aplikasi.

Kemudian, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memberikan promo diskon penyambungan baru itu dari harga Rp.1.700.000 diskon menjadi 50% untuk kategori rumah tinggal dan niaga.

Beberapa persyaratan diantaranya, berlaku untuk kelompok sosial rumah tangga, niaga kecil, dan niaga sedang.

Promo ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin mulai berlangganan layanan air bersih dari Tirta Kahuripan, terutama bagi pelaku usaha kecil atau keluarga baru yang sedang membangun rumah.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi WhatsApp pelayanan: 0821-1996-9008.(Albin)

Inara Rusli Ajukan Isbat Nikah, Pernikahan Siri dengan Insanul Fahmi Bersiap Diuji Secara Hukum

0

Bogordaily.net – Inara Rusli bersiap menempuh jalur hukum untuk mengesahkan pernikahan sirinya dengan Insanul Fahmi melalui isbat nikah.

Langkah ini dilakukan agar hubungan rumah tangganya memiliki kekuatan hukum negara, sekaligus memberikan kepastian atas status dan hak-haknya sebagai istri.

Rencana tersebut disampaikan melalui penasihat hukumnya yang menilai pengesahan pernikahan menjadi penting, terutama menyangkut perlindungan hukum bagi Inara sebagai ibu dari tiga anak.

Dengan adanya isbat nikah, pernikahan yang sebelumnya hanya sah secara agama dapat memperoleh pengakuan secara administratif dan hukum negara.

Dalam konteks hukum perkawinan di Indonesia, praktik poligami sebenarnya diperbolehkan, namun harus memenuhi syarat ketat.

Salah satu ketentuan utama adalah adanya izin dari istri pertama serta penetapan pengadilan agar pernikahan berikutnya dapat disahkan secara legal.

Proses inilah yang nantinya akan menentukan apakah pernikahan Inara dan Insanul Fahmi bisa memperoleh pengesahan negara atau tidak.

Di sisi lain, istri pertama Insanul Fahmi, Wardatina Mawa, mengambil sikap berbeda. Ia menegaskan tidak akan mempertahankan rumah tangganya dengan Insan dan memilih menempuh jalur perceraian.

Namun, langkah hukum tersebut baru akan dilakukan setelah proses laporan dugaan perzinaan yang ia ajukan terhadap Insanul Fahmi dan Inara Rusli di Polda Metro Jaya berjalan dengan baik.

Situasi ini membuat polemik rumah tangga Insanul Fahmi semakin kompleks. Di satu sisi, terdapat upaya pengesahan pernikahan siri melalui isbat nikah.

Di sisi lain, proses hukum pidana dan rencana gugatan cerai masih bergulir dan berpotensi memengaruhi hasil akhir dari pengajuan isbat tersebut.

Dengan berkembangnya proses hukum di berbagai jalur, nasib pernikahan Inara Rusli dan Insanul Fahmi kini bergantung pada keputusan pengadilan serta hasil penanganan laporan yang tengah berjalan.***