Home Blog Page 176

Jadwal dan Lokasi Perpanjangan SIM Keliling Kota Bogor Hari Ini Minggu 19 April 2026

0

Bogordaily.net – Satlantas Polresta Bogor Kota menyediakan layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) keliling di Kota Bogor pada hari ini Minggu 19 April 2026.

Pelayanan keliling ini khusus untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Pastikan Anda mengajukan permohonan perpanjangan sebelum masa berlaku SIM habis.

Hari ini, pada Minggu 19 April 2026, layanan SIM keliling akan dilaksanakan di halaman parkir Burger King Pajajaran, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Perhatikan bahwa layanan SIM keliling hanya berlaku untuk perpanjangan SIM tipe A dan C. Jadi, pastikan Anda datang tepat waktu ke lokasi yang telah ditentukan.

Biaya perpanjangan SIM sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak adalah Rp80.000.

Untuk perpanjangan SIM tipe A dan C, biayanya adalah Rp75.000. Persyaratan perpanjangan SIM A atau C meliputi:

  • Foto kopi KTP yang masih berlaku
  • Foto kopi SIM lama dan membawa SIM asli
  • Surat keterangan kesehatan (akan diberikan di lokasi) Pentingnya Surat Izin Mengemudi (SIM)

Seperti yang diketahui SIM (Surat Izin Mengemudi) merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada individu yang memenuhi persyaratan.

Seperti administrasi, memiliki kondisi kesehatan baik jasmani maupun rohani, serta memahami peraturan lalu lintas dan memiliki keterampilan mengemudikan kendaraan bermotor.

Setiap pengemudi kendaraan di jalan raya wajib memiliki SIM sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikan. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 281.

(Muhammad Irfan Ramadan)

 

Tradisi Halal Bihalal di Bogor Nirwana Residence Dikemas Kreatif, Usung Tema Panorama Arabian Night yang Memukau

0

Bogordaily.net – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Bogor Nirwana Residence, tepatnya di lingkungan warga Cluster Panorama RT 07 RW 12, Bogor Selatan, pada Sabtu malam, 18 April 2026.

Melalui gelaran Halal Bihalal bertema “Panorama Arabian Night”, warga menghadirkan nuansa berbeda dalam merayakan momen pasca Hari Raya Idulfitri.

Sejak memasuki area acara, para tamu langsung disambut dekorasi khas Timur Tengah yang kental. Ornamen bernuansa Arabian, pencahayaan hangat, hingga kostum para warga yang mengenakan busana ala Timur Tengah menciptakan atmosfer yang unik dan berkesan.

Konsep ini menjadikan Halal Bihalal tidak hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga pengalaman sosial yang menyenangkan dan penuh warna.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah setempat, termasuk Camat Bogor Selatan, jajaran RT/RW, serta seluruh warga Cluster Panorama dan tamu undangan lainnya.

Acara diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sambutan panitia,kuis dan dorprize, hingga hiburan yang semakin menghidupkan suasana.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta saling bersalaman dan bermaaf-maafan, mencerminkan nilai utama dari tradisi Halal Bihalal.

Panitia penyelenggara RT 07 H.Teuku Badruddin Syah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat rasa kekeluargaan antarwarga serta menjaga keharmonisan lingkungan.

“Menjalin kekerabatan ,menjalin krompakan,mengenal sesama satu sama lain keluarga besar Cluster Panorama RT 07 RW 12 dengan motto nya Guyub (Rukun),kompak,dan kuat,”ujarnya

Kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahunnya Dengan nuansa yang berbeda setiap tahunnya malam kekerabatan Warga baik muslim Maupun Non-muslim

“Setiap tahun kita adakan setelah Idul Fitri,jadi halal bihalal sekaligus malam kekerabatan baik Muslim Maupun Non-Muslim kita melihat bahwa mereka keluarga besar Cluster Panorama RT 07/12

Tahun ini konsep yang dikemas lebih kreatif, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan menciptakan kenangan indah bersama.

Acara ini menjadi bukti bahwa tradisi Halal Bihalal dapat dikemas secara inovatif tanpa menghilangkan esensi utamanya, yaitu mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan.

(Fikri)

KKMP Kota Bogor Buka Lowongan Kerja Posisi Manajer, Buruan Daftar

0

Bogordaily.net – Sebanyak 68 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bogor membuka peluang kerja bagi generasi muda untuk mengisi posisi manajer.

Pendaftaran dilakukan secara daring dan telah dibuka sejak 15 April, serta akan ditutup pada 24 April 2026.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDagin) Kota Bogor, Rahmat Hidayat, membenarkan adanya rekrutmen tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Proses perekrutan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat,” ujar Rahmat

Ketua KKMP Bantarjati, Sopian, mengatakan lowongan ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk warga Kota Bogor yang berminat berkarier di sektor koperasi.

“Lowongan tersedia di tautan resmi dan terbuka untuk umum. Salah satu persyaratannya adalah usia maksimal 35 tahun,” kata Sopian.

Sebelumnya, pemerintah membuka rekrutmen nasional untuk 31.369 posisi manajer Koperasi Kelurahan/Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui koperasi.

Pelamar yang lolos seleksi akan berstatus sebagai pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.

Rekrutmen terbuka bagi lulusan minimal D3 hingga S1 dari semua jurusan dengan IPK minimal 2,75 dan usia maksimal 35 tahun. Khusus posisi di Kampung Nelayan Merah Putih, pelamar diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi di bidang kelautan dan perikanan.

Seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi seleksi nasional. Peserta diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen, seperti pas foto terbaru, e-KTP, ijazah dan transkrip nilai, surat keterangan sehat, serta surat pernyataan bermaterai.

Seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), dilanjutkan dengan tes kesehatan serta penilaian mental ideologi.

Dalam program ini, setiap unit koperasi ditargetkan mampu mengelola sedikitnya tujuh jenis usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, hingga distribusi logistik.

Dari total formasi yang tersedia, sebanyak 30.000 posisi dialokasikan untuk Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara, sedangkan 1.369 posisi lainnya untuk Manajer Operasional Kampung Nelayan Merah Putih di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses seleksi tidak dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Viral! Polisi Hentikan Mobil Tanpa Plat Belakang di Puncak, Pengemudi Beri Alasan Ini

Bogordaily.net – Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor melakukan penindakan terhadap sebuah kendaraan roda empat yang kedapatan tidak menggunakan pelat nomor belakang saat melintas di kawasan Puncak Bogor, Sabtu, 18 April 2026.

Penindakan tersebut dilakukan oleh anggota Satlantas Polres Bogor, Dulyani, ketika sedang melaksanakan patroli rutin untuk mengantisipasi pelanggaran lalu lintas sekaligus menjaga ketertiban di jalur wisata yang dikenal padat saat akhir pekan itu.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat petugas menghentikan kendaraan tersebut dan meminta pengemudi untuk menepi guna dilakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi.

“Bapak silahkan turun dulu, saya lihat SIM, STNK-nya pak ya,” kata petugas di lokasi.

Pengemudi Klaim Pelat Nomor Jatuh di Jalan

Saat dilakukan pemeriksaan awal, pengemudi mengaku bahwa pelat nomor bagian belakang kendaraan miliknya hilang di perjalanan saat melintas dari arah Bogor menuju kawasan Puncak.

Ia juga menyebut pelat nomor yang tersisa kemudian dipasang di bagian depan kendaraan.

“Kenapa ini enggak ada platnya?,” tanya petugas.

“Jatuh. Ini tadi pas dari Bogor jatuh. Akhirnya yang plat belakang pindah ke depan,” jawab pengemudi.

Namun, penjelasan tersebut menimbulkan keraguan dari pihak petugas. Hal ini lantaran kondisi kendaraan dinilai tidak sesuai dengan pernyataan pengemudi yang mengaku pelat nomor baru saja terlepas di jalan.

Petugas Temukan Kejanggalan

Petugas kemudian melakukan pendalaman dengan mengajukan beberapa pertanyaan tambahan. Dari situ, muncul indikasi bahwa pelat nomor tersebut tidak baru saja hilang.

“Sudah berapa hari, Pak?,” tanya petugas.

“Baru, Pak. Dari Bogor tadi,” jawab pengemudi.

“Oh, ini kayaknya ini sudah agak lama ini sudah sudah pernah dicuci ini, Pak,” ujar petugas.

Pernyataan tersebut merujuk pada kondisi kendaraan yang terlihat bersih, seolah telah dicuci sebelumnya. Menurut petugas, apabila pelat nomor benar-benar baru saja terlepas di jalan, seharusnya mobil masih dalam kondisi berdebu.

“Artinya gini, Pak. Ketika itu baru jatuh, maka kondisi mobil ini masih berdebu. Artinya ini memang kalau dibongkar baru, baru. Enggak Pak, tetap ada debunya,” jelas petugas.

Pengemudi pun mengakui bahwa kendaraan tersebut memang sempat dicuci pada hari yang sama.

“Iya, kalau misalkan memang sudah dicuci pagi tadi cuci,” jawabnya.

Tidak hanya soal pelat nomor, pelanggaran lain juga ditemukan saat petugas memeriksa dokumen pengemudi. Surat Izin Mengemudi (SIM) milik pengemudi diketahui telah habis masa berlakunya sejak Maret 2022.

“SIM-nya ada. Mana lihat SIM-nya, Pak?,” tanya petugas.

“SIM-nya masa berlakunya habis, Pak. Sampai bulan 3 2022,” ujar pengemudi.

“Sekarang bulan berapa, Pak? 2026 bulan 4. Kalau Bapak bikin 2022 sekarang 2026 aja udah 4 tahun,” kata petugas.

Temuan tersebut memperkuat alasan petugas untuk melakukan penindakan sesuai dengan aturan lalu lintas yang berlaku.

Meski ditemukan beberapa pelanggaran, pengemudi bersikap kooperatif dan menyatakan kesediaannya untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Saya siap untuk itu ya,” ucap pengemudi.

Petugas kemudian mengambil langkah penindakan sesuai prosedur, sebagai bagian dari upaya penegakan disiplin berlalu lintas di kawasan wisata yang kerap mengalami kepadatan kendaraan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara untuk selalu memastikan kelengkapan kendaraan dan dokumen sebelum berkendara, terutama di jalur wisata seperti Puncak yang rutin dilakukan pengawasan ketat oleh aparat.

Kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan aturan lalu lintas, karena selain berpotensi dikenakan sanksi, pelanggaran juga dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.***

Dedi Mulyadi Soroti Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Viral, Usulkan Hukuman Bersihkan Toilet

0
Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait viralnya video seorang siswa di SMAN 1 Purwakarta yang menunjukkan perilaku tidak sopan terhadap gurunya.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, siswa tersebut terlihat mengacungkan jari tengah sambil tertawa ketika sang guru meninggalkan ruang kelas. Aksi tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerhati pendidikan.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyebut telah menerima laporan lengkap terkait kronologi peristiwa dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Ya, saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan. Dan selanjutnya berdasarkan informasi anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah,” ujar Dedi dalam pernyataannya di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Sabtu, 18 April 2026.

Menurutnya, pihak sekolah telah mengambil langkah awal dengan memanggil orang tua siswa guna membahas tindakan yang dilakukan anak tersebut. Dalam pertemuan itu, orang tua siswa disebut menunjukkan penyesalan mendalam.

“Orang tuanya nangis, merasa menyesal atas tindakan anaknya,” lanjutnya.

Sanksi Skorsing dan Usulan Hukuman Alternatif

Sebagai bentuk penegakan disiplin, pihak sekolah diketahui telah menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama 19 hari kepada siswa tersebut. Selama masa skorsing, siswa menjalani pembinaan di rumah dengan pengawasan orang tua.

Namun, Dedi Mulyadi menilai bahwa bentuk hukuman tersebut masih bisa ditinjau kembali. Ia mengusulkan pendekatan yang lebih edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Selanjutnya sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari, anak itu mendapat bimbingannya di rumah. Tetapi saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran.

Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu dalam setiap hari dan membersihkan toilet. Ini yang saya sarankan,” jelasnya.

Menurut Dedi, hukuman berupa aktivitas sosial seperti membersihkan lingkungan sekolah dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, serta rasa hormat terhadap lingkungan dan orang lain.

Fokus pada Pembinaan Karakter

Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa setiap bentuk sanksi yang diberikan kepada siswa seharusnya tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga memiliki nilai edukatif.

“Waktunya bisa 1 bulan, bisa 2 bulan, bisa 3 bulan tergantung perkembangan dari anak itu sendiri. Prinsip dasar adalah setiap hukuman yang diberikan harus hukuman yang memberikan manfaat bagi pembentukan karakter,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa siswa pada dasarnya masih dalam tahap perkembangan, sehingga membutuhkan pendampingan yang konsisten dari orang tua maupun tenaga pendidik.

“Bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan oleh gurunya,” tandasnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut etika dan sikap siswa terhadap guru di lingkungan pendidikan. Banyak pihak menilai kejadian tersebut sebagai pengingat pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah.

Peristiwa ini juga membuka ruang diskusi tentang metode pembinaan yang tepat bagi siswa yang melakukan pelanggaran, apakah melalui hukuman konvensional seperti skorsing atau pendekatan yang lebih konstruktif dan mendidik.

Dengan adanya respons dari Gubernur Jawa Barat, diharapkan penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada pemberian sanksi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem pendidikan karakter di sekolah-sekolah.***

Perumda Pasar Tohaga bersama Pemkab Bogor Optimalkan Penataan di Kawasan Pasar Parung

Bogordaily.net – Perumda Pasar Tohaga bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berupaya untuk melakukan penataan di kawasan Pasar Parung.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Haris Setiawan menyampaikan bahwa, pihaknya telah menyiapkan ratusan los dan kios di dalam pasar untuk menampung para PKL.

Bahkan, jika kapasitas belum mencukupi, fasilitas tambahan akan disiapkan mengingat masih tersedia ruang yang cukup luas.

“Penataan ini bukan menggusur, melainkan menggeser. Kami ingin para pedagang tetap bisa berusaha di tempat yang lebih layak dan tertata. Untuk sementara, tempat yang disediakan juga masih digratiskan, pedagang hanya membayar iuran kebersihan dan keamanan,” kata Haris, Sabtu 18 April 2026.

Kemudian, Dinas terkait bersama bersama unsur Kecamatan Parung, TNI-Polri, dan Satpol PP, melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menempati badan jalan di kawasan Pasar Parung.

Adapun, langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai fasilitas umum sekaligus mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis. Para pedagang diberikan arahan dan imbauan agar berpindah ke lokasi yang telah disediakan pemerintah, yakni di dalam area PD Pasar Tohaga Parung.

Selain itu, upaya ini juga bertujuan menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi seluruh pengguna.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Suryanto Putra menjelaskan bahwa penataan tidak hanya berfokus pada penertiban PKL, tetapi juga mencakup penataan kawasan secara menyeluruh.

Area sempadan jalan akan dimanfaatkan untuk mempercantik lingkungan, termasuk penertiban papan reklame yang tidak sesuai aturan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesemrawutan sekaligus meningkatkan estetika kawasan.

“Pasar Parung yang sebelumnya tertutup kini mulai terlihat wajahnya. Ternyata masih ada ruang yang cukup luas untuk dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penataan kawasan. Kami juga akan menertibkan reklame agar kawasan ini lebih rapi dan tidak mengganggu,” ujar Suryanto.

Ia menambahkan, penataan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pendataan bangunan dari sisi perizinan hingga kepemilikan.

“Ke depan, pemerintah juga berencana melakukan pelebaran jalan dari pertigaan hingga kawasan Pohon Jeruk guna mendukung kelancaran arus lalu lintas,” ungkap dia.

(Albin)

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

0

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengambil langkah strategis dalam memperkuat posisi Halmahera Utara sebagai sentra produksi kelapa nasional.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Membangun Ekosistem Usaha dan Perluasan Pasar Koperasi” yang digelar di Tobelo, Jumat (17/4).

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari, membuka secara resmi agenda yang mempertemukan pemangku kepentingan kebijakan dengan pelaku usaha koperasi (KDKMP) setempat.

“Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045 yang dicanangkan Bappenas, sekaligus menyelaraskan program daerah dengan Asta Cita nomor 5 mengenai peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui industrialisasi,” ucap Destry.

Dalam panel diskusi bertajuk “Kebijakan dan Strategi Pengembangan Hilirisasi Kelapa, beserta Skema Kemitraan”, Kepala Bappeda Halmahera Utara memaparkan besarnya potensi kelapa di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah telah menyiapkan roadmap hilirisasi jangka panjang serta rencana ekspansi ekspor guna memastikan komoditas kelapa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Selama ini, pemanfaatan kelapa di wilayah tersebut masih menyisakan tantangan lingkungan, di mana sabut kelapa kerap dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga memicu polusi udara. Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Sabut Kelapa yang juga Direktur PT Mahligai Indococo hadir memberikan solusi inovatif.

PT Mahligai Indococo memperkenalkan proses bisnis pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah seperti cocochip dan cocopeat.

Inovasi ini disambut antusias oleh 100 perwakilan dari 50 KDKMP yang hadir, karena mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru bagi petani dan koperasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun ekosistem, Direktur PT Mahligai Indococo menyatakan akan mengundang lima orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan intensif di pabrik mereka yang berlokasi di Lampung.

Pelatihan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya tenaga ahli yang akan menggerakkan ekosistem hilirisasi sabut kelapa langsung di Halmahera Utara. Hingga saat ini, tercatat tiga KDKMP telah menyatakan minat serius untuk segera berkolaborasi dan menindaklanjuti kemitraan ini.

Destry menegaskan Kemenkop akan terus mengawal proses kemitraan ini melalui hingga ekosistem usaha benar-benar terbentuk secara mandiri.

“Upaya pengawalan ini krusial untuk memastikan bahwa hilirisasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan bagi anggota koperasi dan masyarakat di sekitar sentra produksi,” ucap Destry.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam memajukan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan.

Kemenkop Gandeng Mahasiswa UNHENA Jadi Penggerak Literasi Koperasi di Desa-Desa Halmahera Utara

Selain itu, Kemenkop juga meluncurkan program kolaborasi strategis bersama akademisi melalui kegiatan bertajuk “Generasi Muda Penggerak Koperasi Masa Depan”. Agenda ini dirangkaikan dengan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hein Namotemo (UNHENA) yang berlangsung di Tobelo, Jumat (17/4).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara. Program ini dirancang untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam meningkatkan literasi koperasi di tingkat akar rumput.

Sebanyak 150 mahasiswa UNHENA disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai desa di wilayah Kabupaten Halmahera Utara selama dua bulan ke depan. Para mahasiswa ini akan dibagi ke dalam 15 kelompok kerja yang masing-masing akan mendampingi dan melaksanakan program KKN di 15 KDKMP yang tersebar di wilayah tersebut.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu mendorong literasi koperasi di tengah masyarakat. Kami ingin menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa,” ujar Destry.

Dalam sesi diskusi panel bertajuk “Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mendukung Literasi Perkoperasian pada Generasi Muda”, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Halmahera Utara memaparkan peta jalan dukungan pemerintah bagi pemuda. Sesi ini diperkuat dengan pemaparan dari dosen UNHENA mengenai peran strategis kampus dalam penguatan KDKMP, serta berbagi pengalaman praktis dari Ketua Koperasi Union Pembaruan GMIH mengenai peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan menjadi katalisator bagi warga desa untuk lebih memahami manfaat berkoperasi. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya berperan dalam meningkatkan literasi koperasi, tetapi juga mendampingi koperasi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal menjadi unit usaha baru yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai penggerak dan pencipta lapangan kerja di tengah masyarakat.

Destry menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Kemenkop dalam memastikan koperasi tetap relevan bagi generasi muda. Dengan hadirnya mahasiswa di tengah KDKMP, diharapkan terjadi transformasi digital maupun manajerial yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.***

Delicious of Sadness Bangkit! Band Black Metal Cikarang Kembali Setelah 22 Tahun Vakum

0

Bogordaily.net – Setelah lama menghilang dari peredaran, unit Symphonic Black Metal asal Cikarang, Delicious of Sadness, akhirnya kembali menunjukkan eksistensinya di kancah musik ekstrem Tanah Air.

Band yang pertama kali terbentuk pada awal tahun 2000-an ini sempat menjadi bagian dari geliat skena underground di kawasan industri Cikarang.

Kini, setelah vakum selama lebih dari dua dekade, mereka bangkit dengan semangat baru, konsep musikal yang lebih matang, serta formasi yang telah berevolusi.

Pada masa awal berdirinya, Delicious of Sadness diperkuat oleh Obenk (gitar dan vokal), Philif (gitar), serta Babay (drum). Namun, dinamika band mulai berubah ketika Babay memutuskan keluar pada tahun 2001. Posisi drummer kemudian diisi oleh Ajie, yang turut membawa warna baru dalam perjalanan musikal mereka.

Secara musikal, band ini banyak terinspirasi oleh nama-nama besar di ranah black metal internasional seperti Marduk, serta pengaruh lokal dari band underground seperti DRY asal Surabaya.

Kombinasi referensi tersebut membentuk karakter musik yang gelap, agresif, namun tetap memiliki nuansa atmosferik yang kuat.

Setelah cukup aktif mengisi berbagai event underground mulai dari Bekasi Bawah Tanah #2 hingga Masa Hitam Bale Endah di Bandung, Delicious of Sadness memutuskan untuk vakum pada tahun 2003.

Selama 22 tahun “tidur panjang”, nama mereka perlahan menghilang dari peredaran. Namun pada tahun 2025, band ini kembali bangkit dengan identitas baru, membawa semangat segar untuk kembali meramaikan skena musik ekstrem Indonesia.

Kebangkitan Delicious of Sadness tidak sekadar reuni biasa. Mereka kini tampil dengan pendekatan musikal yang lebih kompleks, termasuk penambahan elemen keyboard yang memperkuat nuansa symphonic dalam setiap komposisi.

Perpaduan antara distorsi gitar yang agresif, beat drum yang intens, dan lapisan melodi orkestral menciptakan atmosfer yang lebih megah dan emosional. Identitas “Cikarang Symphonic Black Metal” pun semakin terasa kuat dalam karya-karya terbaru mereka.

Kembali ke Panggung dan Agenda Terbaru

Penampilan perdana pasca kebangkitan mereka terjadi dalam event Blacknation di Bekasi Junction pada 2025, yang menjadi momen penting kembalinya mereka ke hadapan publik. Di tahun yang sama, mereka juga tampil dalam acara Anniversary BTF di Cikarang.

Memasuki 2026, eksistensi mereka semakin diperkuat dengan keikutsertaan dalam event Blacken Ritual Asia’s yang digelar di Toba Dream Cafe Jakarta pada 12 April 2026.

Acara tersebut dipromotori oleh Black Anchor Production dan Black Ustadz Production, menghadirkan berbagai band dari skena metal underground.

Tak hanya aktif manggung, Delicious of Sadness juga tengah mempersiapkan rilisan terbaru berupa mini album (EP).

“Dalam waktu dekat, band kami sedang berproses untuk merampungkan EP yang berisi 5 amunisi tajam racikan kami yang akan dirilis oleh Dark eternity Bandung,” ujar Aji, perwakilan band.

EP tersebut diharapkan menjadi penanda resmi kembalinya Delicious of Sadness ke industri musik, sekaligus memperkenalkan warna baru mereka kepada generasi pendengar saat ini.

Formasi Terbaru Delicious of Sadness

Dengan konsep yang lebih matang, band ini kini hadir dengan formasi baru yang unik dan penuh karakter:

  • Hermes Mankurg : Cruelty Strings and Dark Sound of The Lone Jungle
  • Van Dunkz Trenga : Lunatic Strings
  • Hasban Habsenoov : Thorn of Hammers
  • Rizkienov Rayz : Lower Insane Chains
  • Blastphemous Bleed : Pray of Legions

Informasi Kontak dan Basecamp

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut atau mengundang Delicious of Sadness dalam sebuah event, berikut kontak yang bisa dihubungi:

  • Obenk: +62 857-7740-8693
  • Aji: +62 896-3631-3438

Basecamp:
Jl. Setia Budi No.19, I/V, Desa Karang Asih, Cikarang Utara 17530

Media Sosial:
Instagram: Deliciousofsadness.official
Facebook: Delicious of Sadness

Kembalinya Delicious of Sadness menjadi bukti bahwa semangat musik tidak pernah benar-benar padam. Setelah lebih dari dua dekade, mereka kini siap kembali “menggempur” panggung dengan energi baru dan karya yang lebih matang.***

Holding Ultra Mikro Perluas Dampak, Perempuan Ini Makin Produktif dan Cuan Melalui BRILink Agen Mekaar

0

Bogordaily.net – Upaya pemberdayaan perempuan dari keluarga prasejahtera kini semakin menunjukkan hasil nyata. Melalui sinergi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro, BRI Group menghadirkan peluang yang lebih luas bagi nasabah PNM Mekaar untuk berkembang, meningkatkan skala usaha, hingga bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mampu membuka lapangan kerja.

Dalam konteks ini, anak perusahaan BRI, yakni PT Permodalan Nasional Madani (PNM), melalui program PNM Mekaar memainkan peran strategis sebagai pintu awal inklusi keuangan bagi perempuan prasejahtera. Tidak hanya menyediakan akses permodalan, PNM Mekaar juga melakukan pendampingan dan pelatihan usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Dampak tersebut tercermin dalam perjalanan Novi Widianingsih, nasabah PNM Mekaar asal Bojonegoro yang juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Walet GS Goa Sumur sejak 2019. Kelompok ini menjadi ruang tumbuh bersama bagi para perempuan pelaku usaha ultra mikro, tidak hanya untuk mengakses pembiayaan, tetapi juga untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun semangat usaha secara kolektif.

Sebagai ketua kelompok, Novi tidak hanya menjalankan fungsi koordinasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di lingkungannya. Dari interaksi rutin dalam kelompok, ia mendapatkan wawasan baru dalam mengelola usaha serta keberanian untuk berkembang lebih jauh. Berangkat dari proses tersebut, Novi kemudian mengembangkan usaha pribadinya di bidang toko sandal dan sepatu.

“Niat saya hanya ingin membantu ekonomi keluarga. Tapi setelah ikut program PNM Mekaar dan aktif di kelompok, saya jadi lebih berani mengembangkan usaha. Sekarang alhamdulillah usaha saya bisa berkembang dan juga membuka lapangan kerja untuk warga sekitar,” ujar Novi.

Ia menjelaskan, usaha toko yang awalnya dijalankan secara sederhana kini menunjukkan perkembangan yang signifikan. Selain menjadi sumber penghasilan utama keluarga, usaha tersebut juga telah mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar, mencerminkan bahwa pemberdayaan ekonomi yang dilakukan memiliki efek berganda bagi masyarakat.

Melihat potensi yang dimiliki, Novi menuturkan bahwa ekosistem Holding Ultra Mikro turut mendorong penguatan usahanya melalui perluasan peran sebagai BRILink Agen Mekaar, sebuah integrasi layanan keagenan BRI dengan pembinaan PNM Mekaar yang membuka peluang tambahan penghasilan bagi nasabah.

“Menjadi BRILink Agen menambah penghasilan saya, tapi yang lebih penting saya bisa membantu masyarakat di sekitar untuk transaksi keuangan tanpa harus jauh-jauh ke bank. Per bulannya saya melayani lebih dari 60 transaksi, paling banyak transaksi membayar tagihan, setor dan Tarik tunai serta transfer,” tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa inisiatif dari sinergi Holding Ultra Mikro BRI Group ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan yang terintegrasi, tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan nasabah, tetapi juga memperluas kontribusi sosialnya di tengah masyarakat.

“Selain pembiayaan, ekosistem Holding Ultra Mikro juga mendorong penguatan peran nasabah melalui integrasi sebagai BRILink Agen Mekaar. Peran ini menjadi tambahan sumber penghasilan, dan di sisi lain menjadi perpanjangan layanan keuangan yang menghadirkan akses transaksi secara lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” pungkas Dhanny.

Tercatat, sepanjang 2025 PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro yang tersebar di 60.250 desa di seluruh Indonesia. Pada periode yang sama, lebih dari 1,4 juta nasabah PNM Mekaar juga telah berhasil naik kelas ke BRI dan Pegadaian untuk mengembangkan usaha, memperluas peluang, serta meningkatkan kapasitas usahanya.

Saat ini, lebih dari 450 ribu nasabah PNM Mekaar telah menjadi BRILink Agen yang dapat melayani kebutuhan transaksi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat peran dalam mendorong inklusi keuangan di tingkat komunitas.***

Mahasiswa Soroti Ketidakhadiran Rektor IPB di Konsolidasi Kasus Kekerasan Seksual

0

Bogordaily.net – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB bersama Koalisi Mahasiswa mempertanyakan ketidakhadiran Rektor IPB dalam forum konsolidasi terkait dugaan kasus kekerasan seksual (KS) di lingkungan kampus.

Aksi protes tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar bersama perwakilan mahasiswa pada Jumat (17/4). Dalam forum itu, sejumlah mahasiswa menyuarakan tuntutan agar pimpinan tertinggi kampus hadir langsung dan bertanggung jawab atas penanganan kasus.

“Keadilan untuk korban KS di IPB! Rektor harus hadir atau turun sekarang juga,” teriak massa mahasiswa di luar ruang konsolidasi.

Mahasiswa menilai forum yang digelar pihak kampus tidak mencerminkan upaya penyelesaian yang serius. Mereka menuding kegiatan tersebut lebih bersifat formalitas dan pencitraan, alih-alih menghadirkan langkah konkret untuk penanganan kasus.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa juga membandingkan respons pimpinan sejumlah perguruan tinggi lain seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad), yang dinilai lebih responsif dalam menangani kasus serupa. Pimpinan kampus-kampus tersebut disebut turun langsung, menyampaikan permintaan maaf terbuka, serta mengambil langkah tegas.

Sementara itu, Rektor IPB, Alim Setiawan, disebut tidak memberikan pernyataan publik secara langsung hingga saat ini. Bahkan, mahasiswa mengklaim rektor sedang berada di luar negeri saat kasus mencuat, berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

Selain rektor, mahasiswa juga menyoroti ketidakhadiran pihak terkait lainnya, termasuk pimpinan fakultas yang berkaitan dengan kasus. Dalam forum tersebut, pihak kampus hanya diwakili oleh jajaran wakil rektor.

Mahasiswa juga menyesalkan tidak dilibatkannya korban dalam forum konsolidasi. Padahal, menurut mereka, korban membutuhkan ruang aman serta dukungan langsung dari institusi.

BEM KM IPB bersama Koalisi Mahasiswa kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:

* Transparansi penuh dalam penanganan kasus tanpa ada yang ditutup-tutupi
* Pemberian sanksi tegas terhadap pelaku dan pihak yang terlibat
* Pernyataan langsung dari Rektor IPB
* Keterlibatan langsung pimpinan kampus dalam pendampingan korban
* Penghentian forum yang dinilai tidak substantif

“Kami menuntut tanggung jawab, bukan alasan,” ujar perwakilan mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat IPB terkait tuntutan mahasiswa tersebut.***