Home Blog Page 189

Tragis! Driver Ojol di Parung Bogor Meninggal Usai Istirahat di Motor

0

Bogordaily.net – Seorang driver ojek online (ojol) ditemukan tewas di Desa Pemagarsari, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (14/4/2026). Polisi memastikan kasus ini masih dalam penanganan dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Korban diketahui berinisial YF (51), seorang pengemudi ojek online yang berdomisili di wilayah Bogor Selatan.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban sebelumnya sempat meminta izin untuk beristirahat di atas sepeda motornya setelah mengantarkan paket.

“Korban sempat duduk di atas kendaraannya untuk beristirahat. Namun tidak lama kemudian, korban terjatuh dari posisi duduk,” ujar Kompol Maman, Selasa (14/4/2026).

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke klinik terdekat. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis dari klinik setempat,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan identifikasi terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit,” tambah Kompol Maman.

Pihak keluarga korban pun telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga meminta agar jenazah segera dimakamkan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban.***

Albin

Gudang Sparepart Motor di Tajurhalang Bogor Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik

0

Bogordaily.net – Gudang sparepart body motor di Desa Sasakpanjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor hangus terbakar, pada Selasa 14 April 2026.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12:00 WIB.

Kemudian, Damkar yang tiba di lokasi sekitar pukul 12:25 WIB langsung melakukan penanganan hingga 2 Jam 35 menit.

Saat ini, kata Yudi, api berhasil dipadamkan dan penyebab kebakaran diduga karena Korsleting listrik.

“Iya kebakaran, gudang sparepart body motor, api akibat korsleting listrik,” kata Yudi Santosa, Selasa 14 April 2026.

Menurut Yudi, kejadian kebakaran bermula saat karyawan sedang istirahat makan siang terlihat api menyala di ruang pengecatan.

Kemudian, beberapa karyawan sempat mencoba memadamkan api dengan APAR akan tetapi dikarenakan banyak bahan yang mudah terbakar api langsung membesar.

“Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi Call Center 112 melaporkan kejadian tersebut ke Damkar Sektor Parung,” jelasnya.

Kemudian, setelah menerima laporan adanya kebakaran gudang sparepart body motor. Damkar Sektor Parung meluncur 2 unit dan 8 anggota menuju lokasi kejadian.

“Sesampainya di lokasi langsung melakukan pemadaman, pemadaman dilakukan tanpa ada kendala apapun dan api berhasil dipadamkan,’ ungkap Yudi.***

Albin

DPRD Kabupaten Bogor Dukung Pembentukan Satgas Narkoba Tingkat Desa

0

Bogordaily.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dukungan terhadap pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus pemberantasan narkoba hingga ke tingkat desa di Kabupaten Bogor.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim menyampaikan bahwa, pihaknya menyambut baik langkah Pemkab Bogor dalam membentuk satgas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah luar biasa dalam memperkuat upaya penanganan sekaligus pencegahan peredaran narkoba di wilayah Bogor.

“Kami menyambut baik dan luar biasa, khususnya terkait dengan pembentukan satgas sekaligus ini adalah penanganan dan pencegahan narkoba yang lebih maksimal,” kata Agus Salim, Selasa 14 April

Kemudian, dengan keterlibatan lintas sektor melalui satgas, upaya pemberantasan narkotika akan semakin efektif. Ia juga menegaskan bahwa DPRD siap memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Insya Allah semuanya akan lebih maksimal, dan kami di DPRD sangat mendukung. Bahkan kami minta ke BNN untuk kemudian melakukan tes urine supaya clear di lingkungan kami juga,” jelasnya.

Agus menyebut, DPRD juga membuka diri sebagai salah satu kanal aduan masyarakat terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Sebagai bagian dari unsur Forkopimda, pihaknya siap menerima laporan dari warga dan memastikan kerahasiaan identitas pelapor tetap terjaga.

“Kami bagian dari tim dan Forkopimda, maka pintunya salah satu aduannya dengan kami dan insya allah juga kerahasiaannya kami jaga,” ujar Agus.

Selain itu, kata dia, partisipasi masyarakat sangat penting dalam memerangi narkoba, mengingat persoalan ini menyangkut masa depan generasi bangsa.

“Ini bagian dari untuk membangun bangsa, untuk menjaga generasi yang akan datang,” ungkapnya.***

Albin

PEMNAS Bogor Raya Dukung Relokasi PKL Pasar Bogor, Dorong Pedagang Naik Kelas

0

Bogordaily.net – Dukungan terhadap langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menata kawasan Pasar Bogor terus mengalir.

Salah satunya datang dari PEMNAS Bogor Raya yang menyatakan mendukung penuh kebijakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) demi menciptakan tata kota yang lebih tertib dan nyaman.

Ketua PEMNAS Bogor Raya, Galih, mengatakan kebijakan relokasi ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas usaha para pedagang.

“Kami menyatakan mendukung penuh langkah Pemerintah Kota Bogor dalam menata dan merelokasi PKL di kawasan Pasar Bogor,” ujar Galih dalam keterangannya.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi upaya nyata pemerintah dalam menghadirkan lingkungan kota yang lebih tertata, sekaligus memberikan peluang bagi pedagang untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang lebih profesional dan berdaya saing.

Pemkot Bogor sendiri telah menyiapkan sejumlah solusi relokasi ke pasar resmi, seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong.

Lokasi tersebut disebut telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai serta dukungan pembiayaan guna membantu proses adaptasi para pedagang.

Galih menilai, relokasi ini bukan sekadar penataan ruang kota, tetapi juga bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil agar aktivitas perdagangan berjalan lebih aman, legal, dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal penertiban, tetapi bagaimana pedagang bisa naik kelas dan memiliki usaha yang lebih tertata,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kebijakan tersebut.

PKL diharapkan dapat mengikuti proses relokasi, masyarakat didorong berbelanja di lokasi resmi, serta seluruh pihak diminta bersinergi menjaga ketertiban kota.

Langkah ini diharapkan menjadi momentum transformasi sektor informal di Kota Bogor menuju sistem perdagangan yang lebih modern, terorganisir, dan berkelanjutan.***

Anggaran Kaos Kaki Rp6,9 Miliar di Lingkungan BGN Disorot, Publik Pertanyakan Transparansi dan Kewajaran Harga

0

Bogordaily.net – Anggaran pembelian kaos kaki yang mencapai miliaran rupiah di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial.

Isu ini mencuat setelah data pengadaan yang tercatat dalam sistem milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) beredar dan menunjukkan nilai yang dinilai tidak lazim untuk kategori barang tersebut.

Dalam data yang beredar, total anggaran untuk pengadaan kaos kaki disebut mencapai sekitar Rp6,9 miliar. Angka ini langsung menarik perhatian publik karena dianggap terlalu besar jika dibandingkan dengan harga produk serupa yang tersedia di pasaran.

Tak butuh waktu lama, berbagai spekulasi pun bermunculan. Warganet mulai membandingkan harga satuan kaos kaki dalam dokumen tersebut dengan harga di toko maupun platform e-commerce. Hasilnya, ditemukan perbedaan harga yang cukup mencolok.

Dalam rincian yang ramai dibahas, harga satuan kaos kaki disebut berada di kisaran Rp34 ribu hingga Rp100 ribu per pasang, tergantung jenisnya. Khusus untuk tipe lapangan, harga tertinggi menjadi fokus kritik karena dianggap jauh di atas harga rata-rata pasar.

Perdebatan kemudian meluas, tidak hanya soal nominal anggaran, tetapi juga menyangkut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik. Sebagian masyarakat menilai perlu ada penjelasan rinci agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berkepanjangan.

Klarifikasi dari Pihak BGN

Menanggapi isu yang berkembang, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, akhirnya memberikan penjelasan resmi.

Ia menegaskan bahwa pengadaan kaos kaki tersebut bukan dilakukan langsung oleh pihak BGN.

“Untuk kaos kaki, itu bukan pengadaan di BGN. Itu bagian dari perlengkapan peserta saat pendidikan SPPI,” jelas Dadan dalam keterangannya.

Menurutnya, kaos kaki tersebut merupakan bagian dari kebutuhan perlengkapan peserta dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan).

Ia menjelaskan bahwa meskipun sumber anggaran berasal dari BGN, pelaksanaan program menggunakan skema swakelola tipe 2. Dalam skema ini, pihak pelaksana memiliki kewenangan penuh dalam mengatur kebutuhan teknis di lapangan, termasuk pengadaan barang.

Artinya, proses pembelian perlengkapan seperti kaos kaki menjadi tanggung jawab penyelenggara program, bukan instansi pemberi anggaran.

Pentingnya Transparansi dan Pemahaman Publik

Lebih jauh, Dadan menekankan bahwa pemahaman terhadap mekanisme pengelolaan anggaran pemerintah perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Ia memastikan bahwa setiap tahapan penggunaan anggaran di lingkungan BGN telah melalui proses yang sesuai aturan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan.

Meski demikian, polemik ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap penggunaan dana publik. Transparansi dan komunikasi yang jelas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Hingga kini, isu tersebut masih menjadi perbincangan hangat, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan informasi dan efisiensi dalam penggunaan anggaran negara.

Kebakaran Hebat di Tajur Halang Bogor, Asap Hitam Pekat Membumbung Tinggi Hingga Picu Kepanikan Warga

Bogordaily.net – Kebakaran terjadi di Kabupaten Bogor, sebuah bangunan yang berada di wilayah RT 04 RW 08, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang, pada Selasa siang, 14 April 2026.

Kejadian tersebut berlangsung di tengah aktivitas warga yang masih beraktivitas seperti biasa. Namun suasana mendadak berubah tegang ketika asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Kepulan asap tebal itu bahkan terlihat dari kejauhan dan langsung menarik perhatian warga sekitar.

Beberapa di antaranya bergegas mendekati lokasi untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi, sementara sebagian lainnya memilih menjauh karena khawatir api semakin membesar.

Berdasarkan informasi awal yang beredar di lapangan, kobaran api diduga dengan cepat membesar dan melahap sebagian bangunan. Material yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Warga sekitar sempat panik saat melihat api terus membesar disertai asap hitam yang semakin tebal.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Belum ada keterangan resmi terkait apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, kelalaian, atau faktor lainnya.

Modus Ngaku Pejabat KPK, Penipuan Ini Nekat Minta Rp300 Juta ke Ahmad Sahroni

0

Bogordaily.net – Aksi nekat penipuan seorang perempuan yang mencatut nama KPK. Kali ini, targetnya bukan orang biasa melainkan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Peristiwa ini bermula pada Senin, 6 April 2026. Seorang perempuan berinisial D tiba-tiba muncul di ruang tunggu Komisi III, Gedung DPR.

Dengan percaya diri, ia mengaku sebagai pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan meminta bertemu langsung dengan Sahroni, yang saat itu tengah memimpin rapat.

Meski tidak merasa memiliki janji, Sahroni tetap menemui perempuan tersebut setelah mendapat laporan dari staf. Namun, pertemuan itu justru berubah janggal.

Tanpa basa-basi, perempuan itu meminta uang sebesar Rp300 juta. Ia berdalih permintaan tersebut merupakan perintah pimpinan KPK namun tak mampu menjelaskan tujuan atau perkara yang dimaksud.

Kecurigaan pun langsung muncul. Sahroni bergerak cepat dengan mengonfirmasi langsung ke pimpinan KPK. Hasilnya perempuan tersebut bukan bagian dari lembaga antirasuah.

Tak ingin kecolongan, Sahroni segera berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk mengungkap dugaan penipuan ini. Sebuah rencana pun disusun.

Dengan strategi matang, Sahroni berpura-pura memenuhi permintaan pelaku. Uang disiapkan, lokasi penyerahan diatur, dan aparat penegak hukum bersiaga di balik layar.

Begitu uang berpindah tangan, tim dari Polda Metro Jaya langsung bergerak cepat. Tanpa perlawanan berarti, pelaku berhasil diamankan pada Kamis, 9 April 2026.

Tak hanya uang Rp300 juta, aparat juga menyita barang bukti lain berupa sekitar USD 17.400 yang kini diamankan untuk proses hukum lebih lanjut hingga persidangan.

Sahroni menegaskan, kasus ini akan dikawal sampai tuntas. Ia menilai aksi pelaku sangat berbahaya karena berani menyasar pejabat negara dan berpotensi merugikan masyarakat luas jika dibiarkan.***

Wujudkan Pasar yang Lebih Tertata, Direksi Perumda Pasar Tohaga Rapat Pembahasan Revitalisasi Pasar Citeureup II

0

Bogordaily.net – Direksi Perumda Pasar Tohaga didampingi oleh Kepala Bidang Aset menghadiri rapat pembahasan revitalisasi pasar Citeureup II bersama sejumlah Kepala Bagian dari SKPD terkait dan juga PT Bangunbina Persada.

Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menyampaikan bahwa, rapat tersebut dilakukan untuk membahas berbagai persoalan di lapangan.

“Rapat ini menjadi langkah penting dalam mengidentifikasi berbagai permasalahan yang ada di lapangan, sekaligus mencari solusi terbaik melalui diskusi dan koordinasi bersama,” kata Haris, Selasa 14 April 2026

Kemudian, kata Haris, melalui rapat tersebut diharapkan dapat memberikan solusi terbaik untuk memberikan kenyamanan terhadap pedagang dan pembeli selama proses revitalisasi berlangsung.

“Dengan sinergitas lintas sektor, diharapkan proses revitalisasi Pasar Citeureup II dapat berjalan optimal, sehingga mampu meningkatkan kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, ia memastikan bahwa, Perumda Pasar Tohaga akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Perumda Pasar Tohaga terus berkomitmen untuk menghadirkan pasar yang lebih tertata, aman, dan modern,” ungkap Haris.(Albin)

14 Anggota Satpol PP Kota Bogor Jadi Korban Penggadaian SK

0

Bogordaily.net – Sebanyak 14 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor diduga menjadi korban praktik penggadaian Surat Keputusan (SK) oleh oknum pejabat internal.

Kasus ini beredar setelah diketahui adanya penggadaian SK milik bawahan oleh Atasan internal (Satpol PP)

Informasi yang beredar menyebutkan, SK para anggota Satpol PP tersebut digunakan tanpa mekanisme yang semestinya.

Akibatnya, para anggota yang bersangkutan terdampak secara administratif maupun finansial. Kasus ini pun kini tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan pendalaman.

“Saya sudah menginstruksikan kepada inspektorat untuk mendalami kasus ini,” ujar Dedie.

Ia juga menegaskan bahwa, isu yang menyebutkan adanya gangguan dalam sistem penggajian pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bogor adalah tidak benar.

“Jadi tidak benar bahwa penggajian itu tidak dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bogor. Mekanisme penggajian dan sebagainya sudah terlaksana,” jelasnya.

Namun demikian, Dedie mengakui bahwa persoalan ini berawal dari kebutuhan pribadi yang berujung pada pinjaman ke pihak bank.

Ia menyebut, praktik tersebut pada dasarnya merupakan hal yang wajar, tetapi ada kesalahan dalam mekanisme yang dilakukan oleh oknum pejabat terkait.

“Akan tetapi, namanya kebutuhan dan juga mempunyai utang ke bank itu hal yang wajar. Hanya mungkin ada mekanisme yang salah yang dikelola oleh atasannya,” tambahnya.

Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie, telah memberikan catatan serta menjatuhkan sanksi kepada oknum yang bersangkutan.

Selain itu, pihak terkait juga diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada para korban.

“Kita sudah memberikan catatan dan juga sanksi, serta meminta yang bersangkutan mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan kepada anak buahnya,” tegasnya.

Terkait kemungkinan sanksi lanjutan, Dedie menyebut bahwa pelanggaran tersebut masuk kategori berat dan tengah dipertimbangkan berbagai alternatif penindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Pelanggaran berat itu nanti ada beberapa alternatifnya,” pungkasnya.

Saat ini, Inspektorat Kota Bogor masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi lengkap serta menentukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.(Fikri)

Perumda Pasar Tohaga Bahas Revitalisasi Pasar Citeureup II Bersama SKPD dan Investor

0

Bogordaily.net – Direksi Perumda Pasar Tohaga didampingi Kepala Bidang Aset menghadiri rapat pembahasan revitalisasi Pasar Citeureup II bersama sejumlah Kepala Bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait serta investor dari PT Bangun Bina Persada.

Rapat tersebut menjadi langkah strategis dalam upaya percepatan revitalisasi Pasar Citeureup II yang selama ini dinantikan oleh para pedagang.

Dalam forum tersebut, berbagai permasalahan yang ada di lapangan dibahas secara menyeluruh guna menemukan solusi terbaik yang dapat dijalankan tanpa bertabrakan dengan regulasi yang berlaku.

Direksi Perumda Pasar Tohaga menyampaikan bahwa para pedagang pada dasarnya menginginkan proses revitalisasi dapat segera terealisasi.

Namun demikian, percepatan dan akselerasi pembangunan tetap harus dilakukan melalui langkah konkret yang sesuai dengan aturan serta membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Selain itu, terdapat sejumlah hal penting yang memerlukan intervensi pemerintah daerah, khususnya terkait penataan kawasan dan arah pengembangan pasar ke depan agar lebih terintegrasi dengan lingkungan sekitar dan memiliki nilai strategis yang lebih baik.

Melalui kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara Perumda Pasar Tohaga, pemerintah daerah, SKPD terkait, serta pihak investor, diharapkan revitalisasi Pasar Citeureup II dapat berjalan secara optimal.

Revitalisasi ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung, menciptakan pasar yang lebih tertata, aman, dan modern, serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Perumda Pasar Tohaga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan fasilitas pasar yang representatif dan berdaya saing, sehingga mampu mendukung aktivitas perdagangan masyarakat secara berkelanjutan***