Home Blog Page 192

Pembangunan SMAN 11 Bogor Dimulai, Siswa Sudah Bisa Daftar Meski Sekolah Belum Rampung

0

Bogordaily.net — Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan SMAN 11 Kota Bogor, meski proyek tersebut masih berada pada tahap awal dan belum dapat dilaksanakan secara penuh.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meninjau langsung lokasi calon sekolah yang berada di Kelurahan Kayu Manis. Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi dengan nilai anggaran mencapai Rp7 miliar.

Pada tahap awal ini, pemerintah baru mampu membangun tiga hingga empat ruang kelas sebagai langkah permulaan dari keseluruhan rencana pembangunan sekolah tersebut.

Proses konstruksi ditargetkan mulai berjalan pada Juni mendatang. Meski pembangunan belum rampung, pemerintah memastikan bahwa calon siswa sudah dapat mendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.

Selama masa pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan dialihkan sementara ke SMAN 2 Kota Bogor. Sementara itu, titik pendaftaran tetap berada di wilayah Kayu Manis guna memudahkan masyarakat sekitar, khususnya melalui jalur domisili.

Pemprov Jawa Barat juga berencana menggandeng pihak kecamatan dan kelurahan setempat untuk menyediakan lokasi pendaftaran yang representatif, sehingga proses penerimaan peserta didik baru tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan pembangunan fisik sekolah.***

Pertandingan Persib vs Bali United: Maung Bandung Cetak Rekor 14 Laga Tanpa Kekalahan

0

Bogordaily.net – Pertandingan Persib vs Bali United selalu punya cerita. Kali ini lebih dari sekadar tiga poin. Ini tentang rekor. Tentang napas panjang yang belum juga putus.

Minggu malam itu, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib Bandung menang 3-2 atas Bali United. Skor tipis. Tapi dampaknya tebal.

Empat belas. Angka itu kini melekat pada Persib. Empat belas pertandingan tanpa kalah. Sebuah laju yang tidak datang tiba-tiba.

Terakhir kali Persib tumbang pada 14 Desember 2025. Di markas Malut United. Skornya 0-2. Sejak itu, seperti ada yang berubah. Mesin tidak lagi mudah mati.

Pelatih Bojan Hodak tampaknya menemukan ritme. Timnya tidak selalu menang mudah. Tapi selalu menemukan jalan pulang.

Dalam pertandingan Persib vs Bali United itu, jalan pulang terasa berliku. Bali United memberi perlawanan sengit. Tidak ada ruang santai. Setiap gol dibayar dengan tekanan.

Rekor 14 laga tanpa kalah itu melampaui capaian Persebaya Surabaya musim ini yang berhenti di angka 13. Lebih jauh lagi dari Borneo FC yang sempat bertahan di 11 laga.

Namun sejarah Persib sendiri belum terlampaui. Musim lalu, mereka pernah mencatat 18 laga tanpa kekalahan. Itu masih jadi patokan. Masih jadi bayangan.

Rekor nasional? Masih jauh. Persipura Jayapura pernah melaju tanpa kalah dalam 26 pertandingan pada 2013. Itu bukan sekadar rekor. Itu legenda.

Kini Persib berdiri di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026. Selisih empat poin dari Borneo FC. Tidak jauh. Tapi cukup untuk bernapas lebih lega.

Ada tujuh pertandingan tersisa. Jika semua disapu bersih, bukan hanya gelar yang didapat. Tapi hattrick juara Liga Indonesia.

Tentu tidak akan mudah. Lawan-lawan akan datang dengan satu tujuan: memutus rekor itu.

Dan setiap orang kini menunggu: apakah pertandingan Persib vs Bali United kemarin adalah puncak—atau justru awal dari sesuatu yang lebih besar?***

Bisnis Menantea Jerome Polin Tutup Permanen, Akhir Perjalanan Brand Viral Anak Muda

0

Bogordaily.net – Bisnis Menantea Jerome Polin tiba-tiba terasa seperti cerita lama yang dipaksa selesai lebih cepat. Tidak ada angin, tidak ada badai. Tahu-tahu, ia pamit.

Menantea—merek minuman teh kekinian yang pernah begitu ramai, begitu viral—dipastikan akan menutup seluruh gerainya secara permanen pada 25 April 2026. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh manajemen melalui akun Instagram resminya.

Nada pesannya tidak dibuat dramatis. Justru sederhana. Tapi terasa berat.

“Berat rasanya mengatakan ini,” tulis mereka. Kalimat yang pendek. Tapi cukup untuk menjelaskan bahwa keputusan itu bukan sesuatu yang datang dalam semalam.

Bisnis Menantea Jerome Polin memang bukan sekadar usaha minuman. Ia adalah simbol dari era ketika popularitas digital bisa dengan cepat berubah menjadi kekuatan bisnis. Didirikan pada 2021, Menantea melesat. Cepat sekali.

Nama Jerome Polin menjadi bahan bakar utamanya. Antrean panjang di gerai-gerai awal pembukaan bukan pemandangan asing. Anak muda datang bukan hanya untuk minum teh. Tapi untuk menjadi bagian dari tren.

Menu dengan nama-nama unik. Strategi pemasaran berbasis komunitas. Semua terasa pas di zamannya.

Namun, waktu tidak pernah benar-benar berpihak lama pada satu tren.

Lima tahun berjalan, realitas mulai terasa. Dunia bisnis tidak selalu seindah awal peluncuran. Ia keras. Kadang tidak memberi ruang untuk kesalahan kecil sekalipun.

Sebagai penutup, Menantea memilih cara yang cukup elegan. Diskon besar-besaran. Clearance sale selama 15 hari terakhir—10 hingga 24 April 2026.

Harga dibuat sederhana:
Rp10.000 per cup di sebagian besar cabang.
Rp15.000 per cup untuk wilayah Papua.

Sebuah cara untuk berpamitan. Sekaligus memberi kenangan terakhir bagi pelanggan setianya.

“MenanTeam ingin memberikan kado spesial,” tulis manajemen. Lagi-lagi sederhana. Tapi cukup menyentuh.

Di balik itu semua, ada pengakuan yang jarang disampaikan secara terbuka oleh pelaku bisnis. Bahwa kegagalan bukan selalu karena pasar. Tapi bisa dari dalam.

Jehian Panangian Sijabat, kakak sekaligus co-founder, mengakui adanya persoalan internal. Tidak dirinci panjang. Tapi cukup memberi gambaran bahwa perjalanan bisnis ini tidak mulus.

Dan di situlah letak pelajarannya.

Bisnis Menantea Jerome Polin menunjukkan satu hal yang sering dilupakan banyak orang: viral itu mudah datang, tapi mempertahankan jauh lebih sulit. Popularitas bisa membuka pintu. Tapi manajemenlah yang menentukan apakah pintu itu tetap terbuka.

Menantea sudah sampai di ujung jalannya. Bukan akhir yang diharapkan. Tapi mungkin akhir yang jujur.***

Honda Brio Listrik Mulai Buka Pre-Order, Indonesia Kebagian Tahun Ini?

0

Bogordaily.net – Honda Brio listrik mulai menunjukkan arah jalannya. Tidak lagi sekadar wacana. Tidak lagi sekadar konsep di panggung pameran. Kini, pintu pemesanan mulai dibuka—meski masih terbatas.

Keran pemesanan Honda Super One—yang kerap dijuluki sebagai Honda Brio listrik—resmi dibuka pada 16 April 2026. Tapi jangan buru-buru. Untuk sementara, mobil mungil ini hanya bisa dipesan di Jepang. Skemanya pun masih pre-order.

Informasi itu dikutip dari Indianauto, Senin (13/4). Rencananya, mobil listrik kompak tersebut akan meluncur resmi di Jepang pada Mei 2026. Setelah itu, barulah ekspansi dilakukan ke pasar Asia lain. Termasuk Indonesia.

Indonesia disebut-sebut tidak akan lama menunggu. Salah satu insinyur Honda di Jepang memberi sinyal: Asia Tenggara akan menjadi target berikutnya. Tahun ini juga. Dan Indonesia masuk di dalam daftar itu.

Soal harga? Masih gelap. Belum ada angka resmi. Belum ada juga informasi booking fee. Tapi rumor yang beredar cukup menarik: banderolnya diperkirakan di bawah Rp 500 juta.

Angka itu penting. Karena di situlah posisi Honda Brio listrik akan diuji. Apakah bisa menjadi mobil listrik rakyat? Atau sekadar alternatif premium di kelas kompak?

Mobil ini sebelumnya sudah tampil di Japan Mobility Show (JMS) 2025. Tidak hanya dipajang. Bahkan sempat diuji coba langsung di fasilitas Honda di Tochigi. Artinya, produk ini bukan lagi sekadar purwarupa.

Honda menyematkan konsep e: Dash Booster pada Super One. Sebuah pendekatan yang menekankan “joy of driving”. Sensasi berkendara tetap jadi prioritas, meski tenaganya listrik.

Fitur-fiturnya pun tidak main-main. Ada active sound control. Ada boost mode. Bobotnya 1.090 kilogram. Jarak tempuh maksimalnya diklaim mencapai 274 kilometer.

Ukuran memang kecil. Tapi statusnya bukan kei car. Honda tetap memasukkannya sebagai hatchback—kelas yang sama dengan Brio konvensional.

Di dalam kabin, nuansa modern terasa kuat. Sistem audio premium Bose dengan delapan speaker sudah menjadi standar. Pilihan warna juga dibuat berani. Salah satunya Boost Violet Pearl—warna yang sulit diabaikan di jalan.

Kini pertanyaannya tinggal satu: kapan benar-benar masuk Indonesia?

Jika semua berjalan sesuai rencana, kehadiran Honda Brio listrik bisa menjadi titik balik. Bukan hanya bagi Honda. Tapi juga bagi pasar mobil listrik kompak di Tanah Air.***

Benteng Laferriere, Wisata Sejarah di Atas Awan yang Kembali Jadi Sorotan Dunia

0

Bogordaily.net – Benteng Laferriere kembali menjadi sorotan dunia. Bukan hanya karena tragedi yang merenggut puluhan nyawa, tetapi juga karena posisinya sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah paling ikonik di kawasan Karibia.

Peristiwa memilukan terjadi di Benteng Laferriere pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. Sekitar 30 wisatawan dilaporkan tewas akibat insiden desak-desakan saat kawasan benteng dipadati pengunjung. Kepadatan ekstrem terjadi dalam sebuah acara pemuda yang viral di media sosial, menarik ribuan orang datang bersamaan ke lokasi wisata tersebut.

Namun, di balik tragedi itu, Benteng Laferriere tetap menyimpan daya tarik luar biasa sebagai destinasi wisata dunia. Ia bukan sekadar bangunan tua. Ia adalah simbol—tentang sejarah, kekuatan, dan lanskap alam yang sulit ditandingi.

Benteng ini kerap dijuluki sebagai “keajaiban dunia kedelapan.” Julukan yang tidak berlebihan. Berdiri megah di puncak gunung, struktur batu raksasa ini tampak seperti kapal besar yang “berlabuh” di atas awan. Dari kejauhan, siluetnya langsung memberi kesan: ini bukan benteng biasa.

Sejak 1982, Benteng Laferriere juga telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Status itu menegaskan bahwa benteng ini bukan hanya penting bagi Haiti, tetapi juga bagi peradaban dunia. Nilai sejarah dan arsitekturnya dianggap unik—menggabungkan strategi militer dengan estetika lanskap.

Sebagai destinasi wisata, benteng ini menawarkan pengalaman yang tidak banyak dimiliki tempat lain. Letaknya di puncak Gunung Bonnet à l’Évêque, sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapainya, wisatawan harus menempuh perjalanan menanjak—yang justru menjadi bagian dari daya tariknya.

Sesampainya di atas, pemandangan terbuka lebar. Perbukitan hijau, lembah curam, hingga garis laut di kejauhan. Di sisi utara, tampak Cap-Haïtien dengan kehidupan yang berjalan sederhana. Kombinasi antara sejarah dan panorama inilah yang membuat wisata ke benteng ini terasa utuh: ada cerita, ada rasa.

Dari sisi ukuran, benteng ini termasuk yang terbesar di benua Amerika. Luasnya hampir 9.000 meter persegi, dengan tinggi mencapai 43 meter dan dinding setebal 4 meter. Skala ini menjadikannya salah satu karya arsitektur militer paling ambisius yang pernah dibangun di wilayah tersebut.

Benteng Laferriere juga menyimpan ratusan meriam—sekitar 365 unit—yang masih bisa dilihat hingga hari ini. Sebagian berasal dari Eropa, menjadi bukti sejarah panjang konflik dan kekuasaan pada masa lalu. Bagi wisatawan, ini bukan sekadar pajangan, tetapi pengalaman langsung menyentuh jejak sejarah.

Benteng ini dibangun pada awal abad ke-19, setelah Haiti merdeka. Pembangunannya melibatkan puluhan ribu pekerja, sebagian besar adalah mantan budak. Dari sini, benteng bukan hanya simbol pertahanan, tetapi juga simbol kebebasan—sebuah pernyataan bahwa negara baru ini siap berdiri sendiri.

Daya tampungnya pun luar biasa. Pada masa lalu, benteng ini mampu menampung hingga 15 ribu orang, lengkap dengan sistem pertahanan yang dirancang untuk bertahan dalam kondisi ekstrem. Bahkan, strategi bumi hangus pernah menjadi bagian dari skenario pertahanan jika musuh datang.

Kini, fungsi militernya telah berubah menjadi magnet wisata. Namun tragedi yang terjadi menjadi pengingat penting: pengelolaan destinasi wisata harus sebanding dengan popularitasnya.

Benteng Laferriere tetap berdiri kokoh. Megah. Diam. Seolah mengingatkan—bahwa sejarah yang besar selalu datang dengan cerita yang tidak sederhana.***

Hasil Survei Prabowo Gibran Terbaru di Tengah Dunia Bergejolak

0

Bogordaily.net – Survei Prabowo Gibran. Angka itu datang di saat dunia sedang tidak baik-baik saja. Ketegangan geopolitik naik. Harga-harga mudah goyah. Tapi di dalam negeri, ada cerita yang berbeda.

Lembaga Poltracking Indonesia merilis hasil evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya tidak kecil. Lebih dari 70 persen publik menyatakan percaya dan puas.

Survei itu dilakukan pada 2–8 Maret 2025. Jumlah respondennya 1.220 orang. Menyebar di seluruh provinsi. Metodenya tatap muka. Tidak lewat telepon. Tidak pula sekadar klik-klik di layar. Mereka datang. Bertanya. Mendengar.

Margin of error-nya 2,9 persen. Tingkat kepercayaannya 95 persen. Metodenya multistage random sampling—yang biasa dipakai untuk menggambarkan Indonesia dalam miniatur statistik.

Survei Prabowo Gibran. Di situlah angka 75,1 persen muncul. Itu tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Tinggi. Cukup tinggi untuk ukuran negara yang sedang berada dalam pusaran ketidakpastian global.

Peneliti utama Poltracking, Masduri Amwari, menyebut angka itu sebagai modal politik. Bukan sekadar angka. Tapi persepsi. Dan dalam politik, persepsi sering kali lebih kuat dari realitas itu sendiri.

“Di tengah tekanan global, kepercayaan publik masih terjaga,” kira-kira begitu maknanya.

Lalu ada angka lain: 74,1 persen. Itu tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah. Hampir sama tingginya. Stabil. Tidak jatuh meski dunia sedang bergejolak.

Padahal, biasanya, kondisi global seperti ini mudah menurunkan ekspektasi publik. Harga naik. Lapangan kerja tertekan. Ketidakpastian meningkat. Tapi angka itu tetap bertahan di atas 74 persen.

Menarik.

Lebih menarik lagi, kepuasan personal terhadap Presiden Prabowo Subianto sendiri mencapai 74,9 persen. Hampir menyentuh 75 persen. Artinya, figur masih kuat. Tidak hanya sistemnya, tapi juga orangnya.

Survei Prabowo Gibran. Ini bukan sekadar soal angka popularitas. Ini soal bagaimana publik membaca arah. Apakah merasa aman. Apakah merasa pemerintah bekerja.

Di tengah dunia yang gaduh, angka-angka ini seperti jeda. Seperti napas panjang. Tidak berarti semua baik. Tapi cukup untuk mengatakan: publik masih memberi kepercayaan.

Dan dalam politik, itu adalah energi.***

SPPI Koperasi Merah Putih Kapan Dibuka? Ini Update Jadwal Pendaftaran Terbaru April 2026

0

Bogordaily.net – SPPI Koperasi Merah Putih Koperasi Merah Putih Koperasi Merah Putih kapan dibuka menjadi pertanyaan utama para calon pelamar setelah pemerintah kembali menutup akses pendaftaran program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) pada April 2026.

Ketidakpastian jadwal pembukaan kembali pendaftaran SPPI Koperasi Merah Putih memicu kebingungan di kalangan masyarakat. Pasalnya, situs resmi pendaftaran yang sebelumnya sempat dibuka pada 16 Maret 2026 kini justru terkunci tanpa pemberitahuan rinci terkait waktu pembukaan berikutnya.

Dalam pengumuman terbaru di laman resmi, hanya tercantum keterangan singkat bahwa “pendaftaran ditutup, mohon maaf pendaftaran saat ini sedang ditutup.” Kondisi ini membuat banyak calon peserta mempertanyakan kejelasan rekrutmen yang sejak awal dinilai strategis untuk mendukung penguatan ekonomi desa melalui koperasi.

Fenomena ini memperkuat pencarian terkait SPPI Koperasi Merah Putih Koperasi Merah Putih Koperasi Merah Putih kapan dibuka, terutama setelah sejumlah pelamar mengaku telah menunggu cukup lama sejak pengumuman awal dirilis oleh Kementerian Pertahanan.

Penelusuran menunjukkan bahwa penutupan ini tidak terjadi tanpa alasan. Terdapat sejumlah perubahan signifikan dalam sistem pendaftaran maupun persyaratan yang diterapkan. Dari sisi tampilan situs, platform pendaftaran mengalami pembaruan. Selain itu, kriteria administrasi calon pelamar juga diperketat.

Salah satu perubahan utama adalah kewajiban melampirkan surat keterangan sehat yang harus dikeluarkan oleh rumah sakit tertentu. Tidak hanya itu, pelamar juga diwajibkan memastikan tidak memiliki riwayat penyakit serius seperti jantung, HIV, maupun tuberkulosis (TB).

Perubahan lainnya menyasar pada kualifikasi pendidikan. Jika sebelumnya program ini hanya diperuntukkan bagi lulusan sarjana, kini lulusan Diploma 3 (D3) sudah dapat mendaftar. Namun, pembagian posisi menjadi lebih spesifik: lulusan sarjana akan ditempatkan sebagai manajer, Diploma 4 (D4) sebagai manajer operasional, dan D3 mengisi posisi teknis seperti kepala produksi, penjamin mutu, serta administrasi keuangan.

Di tengah perubahan tersebut, belum ada kepastian resmi terkait jadwal pembukaan kembali pendaftaran. Pemerintah diduga masih melakukan penyempurnaan sistem dan mekanisme seleksi agar proses rekrutmen berjalan lebih optimal.

Pencarian terkait SPPI Koperasi Merah Putih Koperasi Merah Putih Koperasi Merah Putih kapan dibuka pun diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya minat masyarakat terhadap program ini, yang digadang-gadang menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem koperasi nasional.

Sejauh ini, publik diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan mempersiapkan dokumen serta persyaratan terbaru agar tidak tertinggal saat pendaftaran kembali dibuka.***

Ketua DPRD Adityawarman Terima Audiensi HMI Kota Bogor

0

Bogordaily.net-Ketua DPRD Kota Bogor Dr. Adityawarman Adil menerima kunjungan audiensi dari pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, isu optimalisasi bonus demografi dan peran strategis aktivis mahasiswa menjadi pembahasan.

Adityawarman mengungkapkan bahwa saat ini Kota Bogor tengah berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan usia non-produktif. 

Menurutnya, melimpahnya penduduk usia muda merupakan aset sekaligus tantangan bagi masa depan Kota.

“Perlu sinergi dengan berbagai pihak termasuk mahasiswa dalam mengelola bonus demografi ini,” ucap Adityawarman.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut berharap agar potensi besar dari angkatan kerja muda ini dapat terkelola secara profesional.

Hal ini bertujuan agar ledakan jumlah pemuda mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor.

Selain menyoroti sisi ekonomi, Adityawarman juga memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa yang memilih aktif dalam organisasi.

Ia menilai, pengalaman berorganisasi adalah investasi berharga bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia profesional.

“Pengalaman dalam berorganisasi akan memberikan kemudahan dalam kehidupan pasca kampus,” ujar Adityawarman.

Ia bahkan menambahkan bahwa dunia aktivis seringkali menjadi “kawah candradimuka” bagi para pemimpin masa depan.

Ia menyebutkan bahwa banyak anggota DPRD yang saat ini menjabat memiliki latar belakang sebagai aktivis mahasiswa di masa lalunya.

Sebagai informasi, kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam.

Selain bertujuan untuk mempererat silaturahmi, kehadiran pengurus HMI ini juga dimaksudkan untuk meminta dukungan serta mengundang Ketua DPRD Kota Bogor hadir dalam agenda Training Raya HMI Cabang Kota Bogor.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Civic Leadership Sebagai Fundamental Gerakan Sosial Masyarakat menghadapi Era Post Truth”.

Berdasarkan jadwal, acara ini akan berlangsung mulai 30 April hingga 10 Mei 2026 mendatang. Melalui audiensi ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih erat antara legislatif dan elemen mahasiswa untuk mengawal isu-isu sosial dan pembangunan di Kota Bogor.***

Muhammad Irfan Ramadan

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Dukung Pengembangan Sektor Usaha dan Destinasi Baru

0

Bogordaily.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor Sastra Winara mendukung hadirnya Nawana by Alana Sentul sebagai pengembangan sektor usaha dan destinasi baru di Kabupaten Bogor

Menurut Sastra, kehadiran Nawana by Alana Sentul diharapkan dapat menjadi momentum dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Sastra Winara.

Sebelumnya diketahui, Archipelago International, grup manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, secara resmi membuka Nawana by Alana di Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 10 April 2026.

Adapun, Hotel bintang 4 ini menggantikan Hotel Neo+ Green Savana dan menjadi properti yang mengusung konsep sanctuary modern yang mengutamakan ketenangan, eksklusivitas,
dan harmoni.

Dengan 142 kamar, Grand Ballroom berkapasitas 800 tamu, serta restoran premium Tanna Restaurant, Nawana by Alana hadir sebagai destinasi akomodasi dan MICE unggulan di kawasan Bogor dan sekitarnya.Transformasi Strategis: Dari Neo+ Green Savana Menjadi Nawana by Alana.

Dalam pembukaan resmi pada 10 April 2026 ditandai dengan pertunjukan seni tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Jawa Barat, serta prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya era baru.***

Albin

Menteri LH Teken Kerja Sama PSEL, Jateng Perkuat Infrastruktur Sampah Jadi Energi

0

Bogordaily.net – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memperkuat upaya pengelolaan sampah dengan menambah dua proyek Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) baru setelah Semarang Raya, yakni Pekalongan Raya dan Tegal Raya.

Penambahan dua aglomerasi tersebut ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan para kepala daerah di kedua kawasan aglomerasi, yang berlangsung di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa penandatanganan ini menambah jumlah aglomerasi strategis di Jawa Tengah menjadi tiga wilayah utama.

“Saat ini kita menyaksikan penandatanganan dua aglomerasi penting, sehingga Jawa Tengah memiliki tiga aglomerasi utama, yaitu Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya,” ujar Hanif.

Hanif menjelaskan, ketiga aglomerasi tersebut diproyeksikan mampu berkontribusi langsung dalam pengurangan sampah nasional hingga 3.000 ton per hari. Angka ini menjadi bagian dari upaya menekan total produksi sampah di Jawa Tengah yang saat ini mencapai sekitar 17.300 ton per hari.

“Masih ada sisa sekitar 14.300 ton per hari yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut langkah aglomerasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara, yang menargetkan penyelesaian pendataan dalam waktu dua minggu.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 35 aglomerasi pengelolaan sampah, termasuk Pekalongan Raya dan Tegal Raya.

“Intinya, Provinsi Jawa Tengah sangat serius untuk melakukan penanganan sampah, paling tidak melalui tiga aglomerasi yang telah disepakati, disusun oleh Bapak Gubernur,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen daerahnya dalam menangani persoalan sampah melalui kerja sama lintas wilayah.

“Kami telah membuat MoU yang dilanjutkan dengan SPK untuk dua aglomerasi, yakni Pekalongan Raya dan Tegal Raya. Harapannya, setelah ini bisa segera dieksekusi,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa konsep aglomerasi akan difokuskan pada wilayah dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari, yang akan dikelola secara regional.

“Untuk Tegal Raya, mencakup Brebes, Kota Tegal, dan Kabupaten Tegal. Sedangkan Pekalongan Raya meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa daerah di Jawa Tengah juga telah menerapkan metode Refuse Derived Fuel (RDF), seperti Magelang, Banyumas, dan Cilacap, sebagai bagian dari strategi pengolahan sampah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan peta jalan (road map) pengelolaan sampah yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. Hal ini sejalan dengan target nasional menuju Indonesia bebas sampah pada 2029.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memilah sampah dari hulu hingga hilir. Semua pihak harus bekerja sama agar persoalan ini bisa diselesaikan secara menyeluruh,” pungkasnya.***