Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 192

Dihadiri Gus Miftah, Pemkab Bogor Gelar Doa Bersama dan Refleksi Akhir Tahun di Masjid Nurul Wathon Pakansari

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan doa bersama akhir tahun di Masjid Nurul Wathon, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, pada Jumat 26 Desember 2025.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta jajaran sekaligus penceramah Gus Miftah.

Gus Miftah turut memberikan tausiah keagamaan kepada ribuan jamaah yang hadir di Masjid Nurul Wathon Pakansari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa, kegiatan doa bersama itu dilakukan sebagai momentum refleksi akhir tahun.

“Alhamdulillah kita tadi melaksanakan doa bersama, sekaligus inilah momentum refleksi akhir tahun,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan.

Momentum ini, kata Rudy, menjadi ajang kebersamaan antara Pemerintah dan masyarakat untuk menutup tahun 2025 dengan menyampaikan doa dan harapan.

“Tetapi tentunya ini menjadi sebuah momentum bahwa menutup akhir tahun 2025, kita bersama-sama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Selain itu, kata Rudy, Masjid Nurul Wathon yang hari ini baru saja dibuka untuk masyarakat dan masih dalam tahap pembangunan itu.

Nantinya, akan terus diperbaiki sarana dan prasarananya, untuk memberikan kenyamanan beribadah terhadap masyarakat Kabupaten Bogor.

“Tadi kami sampaikan bahwa kita tidak melakukan peresmian masjid, karena ini merupakan tahapan pembangunan pusat layanan haji dan umroh,” ungkap Rudy.

(Albin Pandita)

Wakili Jabar, Dedie Rachim Lepas Paskibra SMPN 8 ke Kejuaraan Nasional

0

Bogordaily.net – Sebanyak 16 Paskibra SMPN 8 Kota Bogor bertolak menuju kejuaraan tingkat nasional untuk mewakili Jawa Barat dalam lomba baris-berbaris pada 27 Desember mendatang.

Keberangkatan mereka dilepas oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Balai Kota Bogor.

Dedie Rachim mengingatkan bahwa setiap peserta yang mengikuti kejuaraan dari Kota Bogor harus memiliki mental pemenang, disiplin, dan sportif.
Untuk itu, ia meminta agar para peserta berjuang secara optimal dan kembali dengan membawa gelar juara.

“Kita harus yakin bahwa anak-anak Bogor, pelajar Bogor, sejajar dengan anak-anak dari daerah lain yang juga memiliki prestasi untuk terus berkembang dan maju. Untuk itu, kalian harus percaya diri dan yakin untuk pulang membawa juara,” ujarnya.

Secara prestasi, Dedie Rachim menyebut bahwa SMPN 8 telah banyak menorehkan prestasi. Oleh karena itu, para peserta juga diingatkan untuk berprestasi dengan tetap menjunjung sportivitas yang tinggi.

“Prestasi SMPN 8 ini harus terus dijaga dan dilanjutkan. Saya minta kalian juara, kompak, dan sportif. Jadikan perlombaan ini juga sebagai ajang silaturahmi serta saling menimba ilmu, dan Bogor harus bisa unggul,” ucapnya.

Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Bogor, Neti Aniyati, menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang melepas langsung para peserta.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali, kembalilah dengan membawa juara dan memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat, Bogor, dan juga untuk anak-anak itu sendiri, sehingga mereka dapat terbentuk karakter kekompakan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam proses menjadi juara,” ujarnya.

Pelatih Paskibra, Anwari Agam, mengatakan bahwa sebelum lolos mewakili Jawa Barat, para peserta terlebih dahulu menjalani proses panjang selama satu tahun penuh untuk mencapai peringkat pertama sehingga dapat mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

“Selama satu tahun penuh kami mengikuti berbagai kejuaraan untuk mengumpulkan poin. Dari poin-poin tersebut kemudian dilakukan pemeringkatan, dan SMPN 8 berhasil meraih peringkat pertama, sehingga dapat mengikuti lomba baris-berbaris tingkat nasional di Jakarta,” jelasnya

Sesuai permintaan Wali Kota Bogor, ia yakin bahwa Paskibra SMPN 8 Kota Bogor mampu meraih Juara I sekaligus juara umum.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Tingkat Partisipasi Olahraga Meningkat, KORMI Kabupaten Bogor Bakal Rutin Gelar Event dan Festival di Tahun 2026

0

Bogordaily.net – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor bakal rutin menggelar event dan festival pada tahun 2026 mendatang.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan angka partisipasi masyarakat olahraga, khususnya aktivitas olahraga masyarakat di Kabupaten Bogor saat ini bisa terbilang tinggi.

Diketahui, dari 6 bulan kebelakang dari Januari hingga Juni 2025, berdasarkan data dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), mencapai 59 ribu lebih masyarakat atau setara dengan -3,9 persen dari 6 juta jiwa masyarakat Kabupaten Bogor.

Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar atau Kang Akew menjelaskan bahwa, tingkat partisipasi masyarakat olahraga di beberapa tahun kebelakang, terus meningkat.

Menurutnya, dari jumlah 59 ribu tersebut, jika digabung ke bulan Juli hingga Desember 2025 yang terdata KORMI atau yang tidak terdata berarti bisa mencapai 200 ribu masyarakat aktif berolahraga.

“KORMI punya peran penting membantu menyukseskan program Bupati Bogor. Jadi, kami akan all out dalam menjalankan program sesuai tugas pokok dan fungsi kami untuk mengajak masyarakat aktif berolahraga,” ujar Kang Akew kepada wartawan, Jum’at 26 Desember 2025.

Lebih lanjut, dirinya optimis angka tersebut akan terus bertambah melalui festival-festival yang akan digelar KORMI, INORGA, dan seluruh komunitas-komunitas olahraga masyarakat yang ada di Kabupaten Bogor.

Selain itu, melalui festival-festival yang digelar KORMI dan seluruh INORGA anggota KORMI, tentunya menghadirkan aura positif, khususnya dalam mengajak peran masyarakat meluangkan waktu untuk selalu berolahraga.***

Albin

Ribuan Masyarakat Bogor Antusias Ikuti Sholat Jum’at Perdana di Masjid Nurul Wathon Pakansari 

0

Bogordaily.net – Ribuan masyarakat antusias mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at perdana di Masjid Nurul Wathon, yang terletak di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 26 Desember 2025.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net dilokasi, terlihat ribuan masyarakat dari berbagai wilayah mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at secara khidmat dan tertib. 

Beberapa diantaranya, bahkan ada yang melakukan swafoto di berbagai halaman Masjid.

Salah satu warga asal Sukahati, Cibinong, Ujih (48) menyampaikan antusiasnya mengikuti pelaksanaan Sholat Jum’at perdana di Masjid Nurul Wathon Pakansari.

“Justru saya exited tadi saya baru liat di jam setengah 11 di ig hari ini mau ada pembukaan jumatan. Jadi saya langsung bergegas kesini ajak teman saya yang orang Pakansari,” kata Ujih kepada wartawan. 

Ia mengetahui pelaksanaan Sholat Jum’at perdana tersebut dari media sosial. Dirinya mengaku bangga atas dibangunya Masjid Nurul Wathon.

“Luar biasa, bangga ya kita punya masjid yg memang megah dan mewah di Kabupaten Bogor. Iya justru sangat merespons positif ya berarti kita ga harus saat kita mau berangkat ataupun jemaah Kabupaten Bogor mau berangkat ga jauh gitu kumpulnya,” jelasnya.

Kemudian, warga menilai area masjid tersebut disebut lebih luas serta terjangkau karena terletak di pusat keramaian.

“Bahkan yang sebelumnya kan di Pemda, untuk parkirnya itu aga krodit tapi kalo disini kan sangat luas lebih presentatif kalo menurut saya,” katanya.

Selain itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk terus memperbaiki sarana dan prasarana masjid, agar nantinya dapat memberikan kenyamanan, terhadap masyarakat saat beribadah.

“Saya pikir takmirnya harus bagus, untuk masjid kemudian perawatanya juga harus bagus dan masjid yang penting kondisinya stabil,” ungkap Ujih

“Saya rasa ini sudah ditangani oleh orang yang kompeten di bidangnya Insya Allah,” tambahnya.

Sebelumnya diketahui, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat untuk memakmurkan Masjid Nurul Wathon yang merupakan masjid ummat sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial. 

“Alhamdulillah, Masjid Raya Nurul Wathon sudah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat. Besok akan dilaksanakan doa bersama, salat Maghrib hingga Isya, serta salat Subuh berjamaah dan kegiatan bersih masjid sebagai bagian dari kegiatan refleksi akhir tahun dan persiapan menyambut tahun baru,” ujar Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, kegiatan doa bersama dalam rangka refleksi akhir tahuh ini diprediksi akan dihadiri ribuan jamaah dan menjadi momentum kebersamaan seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang. 

Selain sebagai refleksi akhir tahun, kegiatan ini juga diharapkan mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat religius serta sosial di Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Rudy, Masjid Nurul Wathon diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan doa bersama ini menjadi simbol kebersamaan, sekaligus pondasi keberhasilan dan harapan bagi seluruh warga Bogor di tahun mendatang,” tuturnya.***

Albin

Dedie Rachim Soroti Ketatnya Persaingan Kerja di Wisuda ke-81 UIKA

0

Bogordaily.net – Sebanyak 616 wisudawan dan wisudawati mengikuti Wisuda ke-81 Program Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Puri Begawan, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (24/12/2025).

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan UIKA Bogor untuk melangkah ke fase berikutnya dalam kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, sekaligus mengingatkan tantangan besar yang akan dihadapi di dunia kerja.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini saudara-saudari semua mencapai titik yang membahagiakan, sebuah titik di mana insyaallah para wisudawan dan wisudawati akan melangkah ke satu tahap yang lebih berat, yaitu dunia kerja,” ujar Dedie Rachim.

Ia menyampaikan bahwa persaingan di dunia kerja semakin ketat, mengingat jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus meningkat setiap tahunnya, khususnya di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat ada 184 perguruan tinggi, yang setiap perguruan tinggi paling tidak dalam satu tahun melaksanakan wisuda 1.000 orang. Artinya dalam tahun 2025 saja ada hampir 200.000 sarjana baru yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Jawa Barat yang akan bersaing di tingkat dunia kerja yang tidak mudah,” ucapnya.

Ia mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan tidak terpaku pada pilihan pekerjaan tertentu.

“Tidak semua sarjana harus menjadi pegawai, tidak semua sarjana harus menjadi PNS,” katanya.

Ia juga menyinggung tantangan kekurangan tenaga pendidik di Kota Bogor dan peluang bagi para lulusan sarjana untuk berkontribusi di bidang pendidikan.

“Kami di Kota Bogor sedang mengalami satu titik di mana akan terjadi defisit guru karena kurangnya pendaftar guru baru. Kekosongan ini tentu harus dilakukan langkah-langkah teknis oleh Pemkot Bogor dengan harapan ke depan para lulusan sarjana bisa didorong untuk menjadi guru pembantu atau guru pendamping,” jelasnya.

Dedie Rachim berharap keberadaan perguruan tinggi di Kota Bogor, termasuk UIKA, dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah menuju visi jangka panjang Kota Bogor.

“Mudah-mudahan Kota Bogor dengan semakin banyaknya sarjana yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Kota Bogor dapat memberikan kontribusi pada pembangunan Kota Bogor ke depan. Kota Bogor berkeinginan di tahun 2045 menjadi kota science creative maju berkelanjutan,” pungkasnya.***

Kesehatan Mental Kian Menjadi Perhatian Serius di Tengah Tekanan Kehidupan Modern

0

ISU kesehatan mental kini semakin mendapat perhatian serius di tengah masyarakat, termasuk di wilayah Bogor dan sekitarnya. Tekanan kehidupan modern, mulai dari tuntutan pekerjaan, pendidikan, hingga pengaruh teknologi digital, dinilai turut berdampak pada kondisi kesehatan mental warga di berbagai kelompok usia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan mengenai kesehatan mental semakin terbuka di ruang publik. Di Kota dan Kabupaten Bogor, isu ini kerap mencuat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan psikologis. Kesehatan mental kini dipahami sebagai faktor penting yang memengaruhi produktivitas, keharmonisan keluarga, serta kualitas hidup masyarakat.

Namun, meningkatnya kesadaran tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan pemahaman yang merata dan akses layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau. Sebagian masyarakat masih belum mengetahui tempat layanan konseling atau ragu untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan mental yang tersedia.

Tekanan kehidupan modern yang serba cepat menjadi salah satu pemicu utama munculnya stres berkepanjangan, kecemasan, hingga depresi. Aktivitas kerja yang padat, kemacetan, tuntutan ekonomi, serta persaingan pendidikan membuat banyak warga, khususnya usia produktif dan pelajar, mengalami kelelahan mental. Kondisi ini sering kali tidak tampak secara kasat mata, namun berpengaruh besar terhadap aktivitas sehari-hari.

Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., menjelaskan bahwa gangguan kesehatan mental umumnya muncul akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi waktu pemulihan yang cukup.

“Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam mengelola stres. Jika tekanan hidup tidak dikelola dengan baik dan tidak ada dukungan sosial, risiko gangguan mental akan meningkat,” ujarnya.

Data nasional juga mencerminkan kondisi tersebut. Hasil Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mencatat sekitar 34,9 persen remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental. Kondisi ini turut dirasakan di daerah, termasuk Bogor, yang memiliki jumlah pelajar dan mahasiswa cukup besar.

Fenomena kelelahan mental atau burnout juga mulai dirasakan di lingkungan pendidikan dan dunia kerja di wilayah Bogor. Pelajar menghadapi tekanan akademik, sementara pekerja dibebani target dan tuntutan produktivitas. Dampaknya terlihat pada menurunnya konsentrasi, motivasi, hingga performa kerja.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa gangguan kesehatan mental bukan hanya masalah individu, melainkan persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan terpadu. Pemerintah mendorong penguatan layanan kesehatan mental di puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lingkungan kerja, termasuk melalui edukasi dan upaya pencegahan.

Di tingkat global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut gangguan kesehatan mental sebagai salah satu penyebab utama disabilitas di dunia. Depresi dan gangguan kecemasan menjadi kondisi yang paling banyak dialami masyarakat modern.

Meski demikian, stigma masih menjadi tantangan besar di masyarakat. Banyak warga yang enggan mencari bantuan karena khawatir mendapat label negatif. Padahal, mencari bantuan profesional dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan mental.

Pakar kesehatan masyarakat menilai peran keluarga dan komunitas lokal di Bogor sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang suportif. Komunikasi terbuka, dukungan emosional, serta kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan mental warga.

Faktor Penyebab Meningkatnya Masalah Kesehatan Mental

Beberapa faktor yang memicu meningkatnya gangguan kesehatan mental di masyarakat, khususnya di wilayah Bogor, antara lain:

1. Tekanan pekerjaan dan pendidikan
Beban kerja tinggi, target akademik, serta persaingan prestasi.

2. Masalah ekonomi dan biaya hidup
Kebutuhan hidup yang meningkat memicu kecemasan dan stres.

3. Pengaruh media sosial dan teknologi
Tekanan sosial dan perbandingan hidup di ruang digital.

4. Kurangnya keseimbangan hidup
Minimnya waktu istirahat, rekreasi, dan interaksi sosial.

5. Stigma terhadap kesehatan mental
Masih adanya anggapan negatif terhadap individu yang mengalami gangguan mental.

Penutup

Meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental menjadi pengingat bahwa kesejahteraan psikologis merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat Bogor. Dengan meningkatkan literasi kesehatan mental, memperluas akses layanan, serta memperkuat peran keluarga dan komunitas, diharapkan warga dapat lebih tangguh menghadapi tekanan kehidupan modern. Kesehatan mental kini bukan lagi isu pribadi, melainkan tanggung jawab bersama demi terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif.***

Ditulis oleh: Mahasiswi Semester 5 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Institut Umul Quro Al Islami (IUQI) Indri Hofadoaesuh Putri.

Prakiraan Cuaca Bogor Hari Ini Jumat 26 Desember 2025, Siang Berpotensi Hujan

0

Bogordaily.net — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian wilayah Bogor akan didominasi kondisi berawan pada Jumat (26/12/2025). Namun demikian, masyarakat diimbau mewaspadai potensi hujan yang berpeluang terjadi pada siang hari.

Mengacu pada data BMKG per pukul 07.45 WIB, suhu udara di wilayah Bogor hari ini berada pada kisaran 22 hingga 33 derajat Celsius.

Secara rinci, BMKG memprediksi cuaca di Kota Bogor akan berawan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB. Memasuki siang hari, tepatnya pukul 11.00 WIB, hujan disertai petir berpotensi terjadi.

Kondisi berawan kembali diperkirakan berlangsung pada sore hari pukul 17.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Suhu udara di Kota Bogor diperkirakan berada di rentang 22–31 derajat Celsius.

Sementara itu, untuk Kabupaten Bogor, cuaca berawan diprediksi terjadi sejak pagi hari pukul 08.00 WIB. Pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, wilayah ini berpotensi diguyur hujan ringan. Cuaca kemudian kembali berawan pada sore hingga malam hari. Adapun suhu udara di Kabupaten Bogor diperkirakan berada pada kisaran 25–33 derajat Celsius.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan, agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat periode hujan pada siang hari.***

Dari Alam hingga Edukasi, Ini Tempat Wisata di Bogor Pilihan Keluarga di Akhir Tahun

0

Bogordaily.net – Tempat wisata di Bogor selalu punya cara sendiri memanggil orang kota untuk turun gunung, menghirup udara basah, dan pulang dicengan kepala lebih ringan. Akhir tahun seperti sekarang, Kabupaten Bogor kembali ramai. Bukan hanya karena dekat dari Jakarta, tetapi karena pilihannya makin beragam—dan ramah keluargtaoa.

Libur akhir tahun 2025, Bogor terasa seperti halaman belakang yang tak pernah habis dijelajahi. Alamnya masih hijau, jalannya menanjak pelan, dan di kiri-kanan muncul destinasi yang siap menampung tawa anak-anak dan obrolan panjang orang dewasa. Berikut delapan destinasi wisata keluarga paling populer yang layak disinggahi.

Villa Khayangan, di kawasan Puncak 2 Sukamakmur, menjadi pembuka yang pas. Dari sini, mata dimanjakan perbukitan hijau tanpa perlu filter. Spot foto bertebaran, anak-anak sibuk di ayunan dan perosotan, sementara orang tua memilih diam sejenak di pagoda pandang. Ada kolam busa pula—hal sederhana, tapi cukup membuat liburan terasa lengkap.

Cimory Riverside menawarkan konsep berbeda. Makan, belajar, dan bermain dijahit dalam satu lokasi. Restoran berdampingan dengan area edukasi dan interaksi hewan. Anak-anak memberi makan kelinci, orang tua menyeruput kopi. **Tempat wisata di Bogor** ini terasa seperti jeda yang dirancang rapi: santai, tapi tetap bernilai.

Kebun Raya Bogor, ikon lama yang tak pernah benar-benar tua. Letaknya di jantung kota, luasnya seperti mengundang siapa saja untuk berjalan tanpa tujuan. Sepeda listrik membantu mereka yang ingin berkeliling tanpa lelah. Taman Meksiko, dengan kaktus-kaktusnya, kini jadi latar swafoto favorit generasi baru.

Naik sedikit ke Cibodas, suasana berubah. Lebih sejuk, lebih sunyi. Kebun Raya Cibodas cocok untuk piknik keluarga dan acara kebersamaan. Air Terjun Cibogo mengalir tenang, Bukit Teletubbies terbentang hijau, dan kolam besar menjadi penutup yang pas untuk hari panjang.

Taman Bunga Nusantara tampil rapi dan tematik. Ini taman display bunga pertama di Indonesia—dan terasa seperti buku botani yang bisa diinjak. Setiap sudut punya cerita visual sendiri. Garden tram memudahkan pengunjung berkeliling tanpa harus menguras tenaga.

Little Venice memilih jalur imajinasi. Replika Venesia, gondola, dan bangunan bergaya Eropa membuat pengunjung seolah menyeberang benua tanpa paspor. Kamera sibuk bekerja, anak-anak naik perahu, orang dewasa tersenyum melihatnya.

Nirvana Valley lebih hening. Infinity pool-nya menawarkan sensasi berenang di atas awan. Di sampingnya, kafe terapung di danau buatan menjadi tempat duduk lama—tempat berbincang tanpa agenda. Tempat wisata di Bogor ini seperti jeda panjang dari hiruk-pikuk kalender.

Royal Safari Garden menutup daftar dengan pengalaman berbeda: berlibur sambil berkenalan dengan satwa. Bisa menginap, bisa sekadar datang sehari. Mini train, bumper car, hingga paddle boat membuat anak-anak betah, orang tua pun ikut larut.

Bogor, sekali lagi, tidak sekadar dekat. Ia lengkap. Dari hijau yang menenangkan hingga wahana yang menghibur. Dan akhir tahun, seperti biasa, tempat wisata di Bogor kembali menjadi alasan banyak keluarga pulang dengan cerita baru.**”

“BRILink Agen” Jadi Jalan Ibu Rumah Tangga Ini Bangun Usaha dan Ciptakan Lapangan Kerja di Desa

0

Bogordaily.net – Berangkat dari dataran tinggi Batur, Kabupaten Banjarnegara, seorang ibu rumah tangga bernama Peni Prayekti membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk bertumbuh.

Melalui BRILink Agen yang berada di Dusun Sidomulyo, Peni kini memainkan peran penting dalam menghadirkan layanan keuangan bagi masyarakat, sekaligus membangun kemandirian ekonomi bagi keluarganya.

Ia bercerita bahwa perjalanannya sebagai mitra BRILink Agen dimulai pada 24 Mei 2021. Saat itu, Peni yang merupakan pedagang baju kecil-kecilan, kerap melakukan pembayaran pembelian barang dagangan secara online melalui minimarket. Dari sana, perlahan ia merasa perlu mencoba peluang bergabung dengan BRILink Agen.

Keputusan untuk bergabung sebagai BRILink Agen kemudian diperkuat dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp25 juta, yang dimanfaatkannya sebagai modal awal pengembangan usaha dan penyediaan layanan transaksi.

“Iya saya kan seorang ibu rumah tangga, saya mencari peruntungan sebuah bisnis yang mungkin saja tidak perlu meninggalkan anak-anak saya. Dan ternyata rezekinya di sini, jadi saya bisa membiayai semua kebutuhan keluarga sambil mengurus anak. Alhamdullilah,” ucapnya.

Setelah tiga tahun menjadi BRILink Agen, niat Peni untuk memperbaiki perekonomian keluarganya berbuah hasil. Dengan penuh rasa syukur, ia mengungkapkan bahwa kini mampu mengantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan yang lebih baik. Namun, capaian tersebut tidak membuatnya berpuas diri. Peni justru semakin menyadari pentingnya melanjutkan dampak positif yang ia rasakan kepada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Alhasil, seiring permintaan transaksi yang kian meningkat setiap hari, Peni mulai merasakan bahwa ia tak mungkin berjalan sendiri. Dari sana, ia memilih melibatkan warga di sekitarnya.
Penibrilink pun berhasil mempekerjakan empat orang untuk membantu operasional harian, yang menjadikan usahanya bukan hanya bermanfaat bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungannya di tempat ia bertumbuh.

“Alhamdulilah saya sudah bisa merekrut 4 karyawan. Dengan adanya Penibrilink sangat memudahkan bagi warga sekitar untuk melakukan transaksi keuangan tanpa harus jauh-jauh ke kantor BRI,” ucap Peni.

Tak hanya memberikan dampak dari sisi penciptaan lapangan kerja, keberadaan Penibrilink yang dimilikinya juga berperan dalam mempermudah akses layanan keuangan bagi masyarakat pelaku usaha.

“Sebagian besar masyarakat di sini bekerja sebagai pedagang. Mereka inilah yang menjadi suka melakukan setor tunai kemudian transfer dan bayar tagihan, utamanya petani sayuran yang menjual kentang, cabai, wortel, hingga kol. Mereka bilang usahanya berkembang karena transaksi lancar,” ujar Peni.

Kisah Peni mencerminkan dampak nyata dari kehadiran BRILink Agen sebagai perpanjangan layanan keuangan hingga ke pelosok desa. Melalui peran tersebut, BRILink Agen tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan bagi mitra, tetapi juga membuka akses transaksi keuangan yang lebih merata bagi masyarakat.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa keberadaan BRILink Agen turut menciptakan ekosistem sharing economy di tengah masyarakat.

“Melalui jaringan BRILink Agen, BRI berupaya menjangkau lapisan masyarakat yang sebelumnya sulit tersentuh layanan kantor perbankan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal,” ujarnya.

Akhmad menambahkan bahwa hingga akhir November 2025, BRI telah memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia, menjangkau 66.587 desa atau lebih dari 80% total desa di Tanah Air. “Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.592 triliun”, jelasnya.***

Pemkab Bogor Bakal Doa Bersama Akhir Tahun di Masjid Nurul Wathon

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Bogor akan menggelar kegiatan doa bersama dalam rangka refleksi akhir tahun di Masjid Raya Nurul Wathon besok, Jumat 26 Desember 2025.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat untuk memakmurkan Masjid Nurul Wathon yang merupakan masjid ummat sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial.

“Alhamdulillah, Masjid Raya Nurul Wathon sudah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat. Besok akan dilaksanakan doa bersama, salat Maghrib hingga Isya, serta salat Subuh berjamaah dan kegiatan bersih masjid sebagai bagian dari kegiatan refleksi akhir tahun dan persiapan menyambut tahun baru,” kata Rudy, Kamis 25 Desember 2025.

Menurut Rudy, kegiatan doa bersama dalam rangka refleksi akhir tahuh ini diprediksi akan dihadiri ribuan jamaah dan menjadi momentum kebersamaan seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang.

Selain sebagai refleksi akhir tahun, kegiatan ini juga diharapkan mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat religius serta sosial di Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, kata Rudy, Masjid Nurul Wathon diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan doa bersama ini menjadi simbol kebersamaan, sekaligus pondasi keberhasilan dan harapan bagi seluruh warga Bogor di tahun mendatang,” ungkapnya.***

Albin