Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 194

Belum Genap 10 Hari Bekerja, Kuria Baru Keuskupan Bogor Diganti Kuria Lama

0

Bogordaily.net – Menjelang perayaan Natal 2025, sejumlah umat mempertanyakan terbitnya surat keputusan (SK) perubahan susunan kuria di Keuskupan Bogor.

Pasalnya, kuria baru yang belum genap bekerja selama 10 hari, secara mendadak diberhentikan dan digantikan kembali oleh kuria lama.

Kuria baru tersebut sebelumnya dilantik berdasarkan SK Nomor 05/SK-SKPP/2025. Namun pada H-1 malam Natal, Keuskupan Bogor kembali menerbitkan SK yang berisi pengembalian susunan kuria lama.

Salah satu umat Keuskupan Bogor, Sindi Safira, mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Menurutnya, perubahan mendadak ini menimbulkan tanda tanya di kalangan umat.

“Menjelang H-1 Natal, kami mendapat kabar bahwa sudah ada SK pemberhentian kuria yang baru diangkat dan dikembalikan lagi ke kuria lama. Padahal kuria baru itu sudah bekerja selama kurang lebih 10 hari,” ujar Sindi, Rabu 24 Desember 2025.

Ia menjelaskan, kuria merupakan staf inti yang membantu tugas-tugas administratif dan pelayanan di Keuskupan, sehingga perubahan susunan kuria dinilai bukan hal sepele.

“Isi SK itu mengembalikan susunan kuria yang lama. Tentu kami sebagai umat merasa ada kejanggalan, karena sebelumnya kuria baru sudah berjalan dan bekerja,” katanya.

Sindi menyampaikan kekhawatiran adanya kemungkinan tekanan atau intervensi terhadap Uskup dalam pengambilan keputusan tersebut, mengingat rapat dan penerbitan SK dilakukan secara mendadak pada malam hari menjelang Natal.

“Kami mempertanyakan, apakah ada intervensi atau tekanan terhadap Bapak Uskup? Karena rapat dilakukan sekitar pukul 9 malam dan langsung ada perubahan kuria,” ucapnya.

Meski demikian, Sindi menegaskan bahwa umat tetap mendukung keputusan Uskup Keuskupan Bogor, apa pun hasil akhirnya. Namun, umat berharap adanya penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kebingungan dan perpecahan di internal jemaat.

“Kami tetap mendukung Bapak Uskup. Kami hanya meminta penjelasan, kenapa hal seperti ini bisa terjadi. Karena ini bisa menimbulkan pertanyaan di antara umat,” ujarnya.

Ia juga menilai perubahan SK secara mendadak berpotensi menimbulkan persepsi adanya dua kubu di tengah jemaat, meski tidak berdampak langsung pada pelaksanaan ibadah Natal.

“Ibadah Natal tidak terganggu. Tapi umat pasti bertanya-tanya, karena ini hal yang tidak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Sindi juga menjelaskan bahwa pengangkatan kuria pada dasarnya telah melalui proses pemanggilan, pemberitahuan, dan koordinasi sebelumnya sesuai prosedur yang berlaku di Keuskupan.

“Masa bakti kuria itu lima tahun. Jadi seharusnya tidak ada perubahan mendadak tanpa proses dan alasan yang jelas,” tutupnya.

(Ibnu Galansa)

PLN UID Jawa Barat Siap Amankan Pasokan Listrik Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

0

Bogordaily.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Berbagai langkah strategis telah disiapkan guna memastikan masyarakat dapat merayakan momen akhir tahun dengan aman, nyaman, dan lancar.

Sebanyak 4.993 personel disiagakan selama periode siaga Natal dan Tahun Baru. Jumlah tersebut terdiri dari 528 pegawai PLN dan 4.337 tenaga alih daya (TAD) yang akan siaga selama 24 jam di berbagai titik strategis di wilayah Jawa Barat.

Personel PLN UID Jawa Barat disebar di sejumlah lokasi prioritas yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, meliputi 157 lokasi tempat ibadah, 205 lokasi instansi pemerintahan dan objek vital, 67 lokasi transportasi, 114 lokasi tempat wisata, serta 27 rest area.

Untuk mendukung kesiapsiagaan personel, PLN UID Jawa Barat juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung operasional, antara lain 112 unit genset, 124 unit Unit Gardu Bergerak (UGB), 10 unit Unit Kabel Bergerak (UKB), 32 unit UPS, 23 unit crane, 437 unit mobil operasional, serta 247 unit sepeda motor guna menjangkau lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Selain itu, PLN UID Jawa Barat mengoperasikan 289 posko siaga yang tersebar di seluruh wilayah kerja sebagai pusat koordinasi dan respons cepat terhadap potensi gangguan kelistrikan.

Dari sisi sistem kelistrikan, kondisi pasokan listrik di Jawa Barat dipastikan dalam keadaan relatif aman dengan daya mampu pasok capai 16.106 MW.

Pada 25 Desember 2025, beban puncak diproyeksikan mencapai 6.621 MW dengan cadangan 9.485 MW, sementara pada 1 Januari 2026 beban puncak diperkirakan sebesar 7.829 MW dengan cadangan 8.277 MW.

PLN UID Jawa Barat berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum Natal dan Tahun Baru.

Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal resmi PLN untuk memperoleh informasi, menyampaikan pengaduan, serta mengakses berbagai layanan kelistrikan dengan cepat dan mudah selama periode libur akhir tahun.

Pemkot Bogor Larang Konvoi dan Pesta Kembang Api Saat Malam Pergantian Tahun Baru

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melarang kegiatan konvoi dan juga pesta kembang api saat malam pergantian tahun 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Bogor harus mencermati situasi dan kondisi terkini, khususnya terkait peristiwa bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

Oleh karena itu, kebijakan yang nantinya diambil akan mengedepankan rasa empati kepada masyarakat yang sedang berjuang di lokasi bencana.

“Jadi tidak boleh ada konvoi, tidak ada pengumpulan massa, tidak ada pesta kembang api, dan membatasi permohonan perizinan yang kurang atau tidak mencerminkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” ucap Dedie Rachim

Oleh karena itu, Dedie mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor khususnya, untuk selalu memberikan doa terbaik dan juga bantuan kepada para korban bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera.

Sementara itu, dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkot Bogor bersama Forkopimda telah melaksanakan Apel Siaga Bencana serta Apel Operasi Lilin di Kota Bogor.

Pemantauan ketersediaan bahan pangan dan bahan pokok juga telah dilakukan. Pada malam perayaan Natal, Forkopimda akan melaksanakan patroli serta menyambangi gereja-gereja untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal.

(Muhammad Irfan Ramadan)

Rayakan Malam Tahun Baru Bertema Cowboy di Rooftop Tertinggi Kota Bogor, Koersi Sky Cafe Hadirkan Pengalaman Eksklusif

0

Bogordaily.net – Menyambut pergantian tahun dengan konsep yang tak biasa, Koersi Sky Cafe kembali menghadirkan perayaan malam tahun baru yang dikemas berbeda dan penuh pengalaman.

Mengusung tema The Cowboy Experience – A Sky High New Year’s Eve 2026 Celebration, acara ini siap menjadi salah satu perayaan pergantian tahun paling ikonik di Kota Bogor.

Acara ini akan digelar pada Rabu, 31 Desember 2025 mulai pukul 18.00 WIB, bertempat di Koersi Sky Cafe, rooftop tertinggi di Kota Bogor, menawarkan pengalaman pergantian tahun dengan panorama paling istimewa di atas kota.

Mengusung tema Wild West, tamu akan diajak merasakan atmosfer seru ala cowboy lengkap dengan live band performance dari Anami Music Band, fun games, doorprize, dan tentunya Brazilian barbecue grill & buffet yang menjadi signature Koersi Sky Cafe. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memberikan momen pergantian tahun yang meriah dan penuh keseruan.

Dengan harga Rp200.000 net/orang, tamu sudah bisa menikmati rangkaian hiburan, akses penuh ke rangkaian acara countdown dengan convetti dan terompet, serta panorama malam Bogor dari ketinggian yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Harga tersebut juga sudah termasuk sajian All You Can eat Brazilian barbecue, aneka pasta mulai dari Aglie O Olio, Carbonara, Pizza Bar, salad, soup hingga pilihan dessert.

“Tamu menginap maupun umum dapat menikmati ‘The Cowboy Experience’ momen tahun baru di rooftop tertinggi Bogor dengan city lights dan Brazilian BBQ all you can eat.”ujar Raditya Rahim selaku Outlet Manager sekaligus Ketua Acara.

Reservasi sudah dibuka dan kuota sangat terbatas mengingat area rooftop yang eksklusif. Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, hubungi WhatsApp Koersi Sky Café ke nomor 0852-1130-1778.

Tentang Bigland Bogor Hotel

Bigland Bogor Hotel merupakan hotel bintang 4 terkemuka di Kota Bogor. Terletak di lokasi strategis pusat Kota Bogor yang dapat di jangkau melalui dua akses jalan yaitu Jl. Pakuan/Universitas Pakuan Ciheuleut dan Jl. Malabar.

Informasi lebih lanjut mengenai Bigland Bogor Hotel silahkan kunjungi www.biglandbogor.com atau Official Instagram @biglandbogorhotel dan Facebook Fan Page Bigland Bogor Hotel.***

 

Momen Libur Panjang Nataru, Pemkab Bogor Berikan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Ribuan Siswa SD   

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) pada momen libur panjang Nataru.

Hal ini sebagai wujud komitmen dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor pendidikan, Program tersebut disalurkan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kepada siswa yang membutuhkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menyampaikan bahwa, bantuan perlengkapan sekolah ini bertujuan untuk mendorong semangat belajar siswa sekaligus mendukung kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

“Bantuan yang diberikan meliputi tas sekolah, buku tulis, serta satu set alat tulis yang dapat langsung digunakan oleh siswa,” kata Rusliandy, Rabu 24 Desember 2025.

Menurutnya, program bantuan ini diprioritaskan bagi peserta didik Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berasal dari keluarga kurang mampu atau masuk dalam kategori afirmasi.

“Total penerima bantuan sebanyak 5.500 siswa dalam setahun. Seluruh bantuan telah kami didistribusikan ke masing-masing sekolah untuk selanjutnya dibagikan kepada para peserta didik,” jelasnya.

Ia berharap program ini dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan setiap anak memiliki perlengkapan belajar yang memadai, sehingga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan optimal.

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto juga menyerahkan bantuan bus sekolah kepada siswa di Desa Malasari dan sekitarnya pada Selasa 23 Desember 2025 lalu.

Pemkab Bogor telah mengirimkan tiga unit kendaraan sekolah ke wilayah tersebut, dan kini ditambah satu unit lagi sehingga total sudah empat unit bus sekolah yang beroperasi di Desa Malasari dan sekitarnya.

Bupati Bogor melihat anak-anak kita di Desa Malasari, mereka berangkat dan pulang sekolah harus berjalan kaki lima kilometer menembus Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

“Dengan adanya bus sekolah tersebut, Bupati berharap para pelajar tidak lagi harus berjalan jauh dan menghadapi risiko hujan maupun medan yang berat,” ungkap Rudy.*

(Albin Pandita)

Pemkot Bogor Salurkan Donasi Rp2 Miliar untuk Korban Terdampak Bencana di Aceh dan Sumatera

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kambali menyalurkan bantuan donasi untuk korban terdampak bencana di Aceh dan Sumatera, pada Rabu 24 Desember 2025.

Adapun, bantuan yang diberikan oleh Pemkot Bogor senilai Rp.2 Miliar, dengan rincian Rp.1 Miliar untuk Aceh, Rp.500 juta untuk Sumatera barat dan Rp.500 juta untuk Sumatera Utara.

“Bantuan Sumatera itu ada dua, yang pertama dari pemerintah kota melalui bantuan tidak terduga, nilainya total 2 miliar. Kalau ini kan 1 miliar untuk Aceh, 500 juta untuk Sumatera Utara, 500 juta lagi untuk Semua Barat,” kata Dedi A Rachim kepada wartawan.

“1 miliar sudah diserahkan ke sekda Aceh, kemarin 500 juta sudah diserahkan melalui sekda Sumatera Barat, dan mungkin hari ini kalau tidak salah kita akan serahkan melalui pemerintah Sumatera Utara,” tambahnya.

Menurut Dedie, bantuan berupa uang tunai tersebut langsung di transfer ke rekening daerah masing masing. Diharapkan melalui bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban yang terdampak bencana.

“Jadi meskipun kota Bogor juga tidak berkelebihan, tetapi dengan kemampuan yang ada tentu kita juga ingin saudara-saudara kita yang terkena bencana mendapatkan sentuhan bantuan agar meringankan beban mereka selama menghadapi situasi yang sulit. Oh tentu, bukan, sudah transfer ke rekening daerah,” jelasnya.

Selain itu, kata Dedi, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Bogor terhadap para korban yang terdampak bencana di Aceh dan Sumatera.

“Ya meskipun sedikit mudah-mudahan bermanfaat. Dari masyarakat kota Bogor pun alhamdulillah, ya masyarakat ternyata gotong royong,” ungkap Dedie.*

(Albin Pandita)

Inspirasi Hari Ibu, BRI Peduli Perkuat Peran Ibu Penggerak Usaha Perempuan melalui Program AURA di Bali

0

Bogordaily.net – Hari Ibu yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember menjadi pengingat betapa hebatnya peran seorang Ibu. Tak hanya hadir di tengah keluarga, peran perempuan sebagai ibu juga mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Lewat Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Amerta Giri, kumpulan para Ibu dari Desa Wanagiri, Buleleng, Bali, membuktikan bagaimana perempuan mampu tumbuh dan berdaya membangun sebuah usaha.

Desa Wanagiri sendiri dikenal sebagai kawasan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 800 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Kondisi alam tersebut menjadikan wilayah ini cocok untuk perkebunan kopi.

Berangkat dari potensi itu, Ketua KWT Sari Amerta Giri, Ni Nyoman Budiani, memilih kopi sebagai komoditas kelompoknya.

“Kopi dipilih karena potensi unggulan Desa Wanagiri. Di desa saya ini, ada jenis kopi robusta dan arabika. Jadi, karena potensi bahan baku saat itu, kami coba dulu pengolahan kopi robusta, lalu arabika,” ceritanya.

Selain kopi bubuk, perempuan yang kerap disapa Ani itu menerangkan bahwa kelompoknya juga mengembangkan beragam produk lain, seperti ekstrak jahe, jamu kunyit asam, keripik, hingga roti berbahan dasar talas. Inovasi terus berlanjut dengan menghadirkan dodol kopi serta minuman fermentasi kopi yang dikenal sebagai wine kopi.

KWT Sari Amerta Giri lahir dari kesamaan latar belakang para perempuan Desa Wanagiri sebagai petani. Di awal pendirian, kelompok ini hanya beranggotakan 12 orang dengan kondisi sumber daya manusia yang beragam, baik dari segi pendidikan, cara berpikir, maupun pengalaman usaha.

Meski demikian, kebersamaan sebagai sesama petani sekaligus perempuan menjadi modal utama untuk mereka berani melangkah bersama.

Di awal usaha, tantangan terbesar yang dirasa bukan hanya keterbatasan modal, tetapi juga minimnya pengetahuan tentang bagaimana memajukan usaha kopi.

Menurut Ani, saat itu KWT Sari Amerta Giri sudah ada, namun belum mendapat perhatian dan pendampingan yang cukup akan pengetahuan terkait pengolahan hingga pemasaran produk. Selain itu, saat itu perempuan desa masih dipandang sebelah mata.

Alih-alih mundur, Ani justru menjadikan hal itu sebagai pemicu semangat untuk berjuang. Ia terus membawa nama Desa Wanagiri ke berbagai kesempatan dan memperkenalkan kopi arabika dari Buleleng.

Terus Berkembang lewat Dukungan Program AURA BRI Peduli

Eksistensi KWT Sari Amerta Giri semakin menguat ketika mendapatkan pendampingan dari BRI lewat Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA).

Melalui program ini, KWT Sari Amerta Giri mendapatkan berbagai bantuan peralatan usaha, seperti mesin espresso lengkap dengan grinder, freezer, showcase pendingin, hingga cool box. Peralatan tersebut mendukung pengembangan produk kopi, khususnya untuk kebutuhan penyajian saat acara atau pameran.

Selain peralatan, pelatihan juga menjadi bagian penting dari dukungan Program AURA. Anggota KWT mendapatkan pelatihan barista dari hulu hingga hilir, mulai dari proses penanaman yang baik, pengetahuan jenis kopi robusta dan arabika, roasting menggunakan mesin, hingga pelatihan khusus pengolahan wine kopi sesuai kebutuhan kelompok.

Dampak dari proses tersebut mulai dirasakan para anggota. Salah satu perubahan paling nyata adalah peningkatan kualitas kemasan produk. Dari kemasan plastik, kopi KWT kini beralih ke kemasan botol dengan segmen menengah premium.

Bagi Ani, Hari Ibu menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama para perempuan desa. Ia meyakini perempuan memiliki peran besar dalam membangun perekonomian keluarga dan masyarakat.

“Perempuan punya peran penting. Kalau kita kreatif, pasti bisa menambah income buat keluarga. Intinya, perempuan berdaya dan kreatif pasti sukses,” tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan program AURA merupakan salah satu program inisiatif pemberdayaan kelompok perempuan yang difokuskan pada pengembangan usaha. Program ini dilaksanakan BRI dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan usaha kelompok perempuan di Indonesia.

Dhanny menambahkan bahwa program AURA memberikan berbagai bentuk dukungan, antara lain pelatihan usaha yang mencakup diversifikasi produk, pengemasan (packaging), pemasaran, serta bantuan peralatan usaha seperti freezer dan sealer guna mendukung kelancaran proses produksi.

Hingga saat ini BRI Peduli melalui program AURA telah memberdayakan 22 kelompok Wanita dengan 562 wanita yang terlibat dan tersebar di 13 wilayah di Indonesia.

Program ini juga telah memberikan 41 jenis pelatihan dan 22 jenis sarana pra sarana bagi kelompok usaha serta berkontribusi terhadap 25,56% Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara khusus IPM Perempuan.

“Kisah dari Ni Nyoman Budiani dan KWT Sari Amerta Giri di Bali jadi salah satu kisah inspiratif bagaimana peran BRI di tengah masyarakat tidak hanya semata-mata menjadi lembaga perbankan, tetapi juga memberikan pemberdayaan bagi kelompok usaha, termasuk bagi perempuan di Indonesia,” pungkas Dhanny.

Polresta Bogor Kota Perketat Pengamanan Kawasan Wisata Selama Libur Nataru

0

Bogordaily.net — Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polresta Bogor Kota melaksanakan pengamanan di sejumlah lokasi wisata yang berada di wilayah Kota Bogor.

Pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di titik-titik strategis kawasan wisata yang diprediksi mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama masa libur akhir tahun.

Selain pengamanan terbuka, personel kepolisian juga melaksanakan patroli dialogis serta memberikan imbauan kamtibmas kepada para wisatawan.

Petugas mengingatkan pengunjung agar senantiasa menjaga keselamatan diri serta barang bawaan selama berada di lokasi wisata.

Kehadiran anggota Polresta Bogor Kota ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya tindak kriminalitas di kawasan wisata.

Dalam pelaksanaannya, Polresta Bogor Kota turut bersinergi dengan pengelola tempat wisata serta instansi terkait guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama libur Nataru.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk mematuhi peraturan yang berlaku di lokasi wisata, mengawasi anak-anak, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan bantuan kepolisian.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preemtif dan preventif kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

Melalui kegiatan pengamanan ini, Polresta Bogor Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, dan responsif, demi terciptanya suasana libur Natal dan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kota Bogor.

(Ibnu Galansa)

Resmi Menikah dengan Kim Woo Bin, Gaun Pengantin Shin Min Ah Nyaris Rp500 Juta Jadi Sorotan Publik

0

Bogordaily.net – Hari bahagia pasangan artis Korea Selatan, Shin Min Ah dan Kim Woo Bin, sukses mencuri perhatian publik. Pernikahan keduanya yang digelar pada 20 Desember 2025 langsung menjadi perbincangan hangat, tak hanya karena status mereka sebagai pasangan selebriti papan atas, tetapi juga karena detail mewah yang menyertainya.

Salah satu yang paling disorot adalah gaun pengantin Shin Min Ah. Aktris tersebut tampil anggun mengenakan gaun pengantin senilai 40 juta Won atau nyaris Rp500 juta, tepatnya sekitar Rp468 juta.

Gaun mewah itu diketahui berasal dari rumah mode ternama dunia, Elie Saab, yang juga menjadi favorit sejumlah selebriti Korea papan atas.

Pada 22 Desember 2025, agensi Shin Min Ah, AM Entertainment, merilis foto-foto resmi pernikahan pasangan ini.

Upacara pernikahan digelar pada 20 Desember pukul 19.00 waktu setempat di Dynasty Hall, Hotel Shilla, Jung-gu, Seoul, dengan suasana elegan dan eksklusif.

Dalam potret yang dirilis, Shin Min Ah tampak memancarkan pesona klasik dengan balutan gaun putih bersih.

Gaun tersebut memiliki desain tube-top berbentuk hati yang memberi kesan lembut dan feminin, menyerupai kepingan salju.

Aksen pita putih yang halus di bagian pinggang menonjolkan siluet ramping tubuhnya, sementara kalung choker berlian menambah sentuhan mewah pada keseluruhan penampilannya.

Gaun yang dikenakan Shin Min Ah dalam upacara utama pernikahan diketahui merupakan bagian dari Koleksi Pengantin Musim Semi 2026 dari Elie Saab.

Gaun tersebut dilaporkan dibanderol dengan harga USD 28.600 atau sekitar KRW 42,24 juta, mencerminkan kemewahan dan eksklusivitas gaya pengantin sang aktris.

Elie Saab sendiri dikenal sebagai rumah mode kelas dunia yang dipimpin oleh desainer asal Lebanon, Elie Saab.

Di Korea Selatan, merek ini sangat populer di kalangan selebriti, khususnya untuk gaun pengantin.

Sejumlah figur ternama seperti Son Ye Jin, Kim Yuna, Son Yeon Jae, hingga Lee Da Hae juga pernah memilih Elie Saab untuk momen spesial mereka.

Kisah cinta Shin Min Ah dan Kim Woo Bin telah lama menjadi inspirasi publik. Keduanya pertama kali bertemu pada 2015 saat bekerja sebagai model untuk sebuah merek fesyen dan secara resmi mengonfirmasi hubungan mereka pada Juli di tahun yang sama.

Hubungan mereka semakin mendapat simpati ketika Shin Min Ah setia mendampingi Kim Woo Bin selama masa perjuangannya melawan kanker nasofaring pada 2017.***

Habib Jafar Ungkap Dua Pandangan Ulama soal Ucapan Selamat Natal, Ini Penjelasannya

0

Bogordaily.net – Polemik mengenai hukum ucapan selamat Natal bagi umat Islam kembali ramai menjelang perayaan Natal 2025. Isu yang hampir selalu muncul setiap akhir tahun ini kembali memicu diskusi di tengah masyarakat, dengan beragam pandangan dari ulama, tokoh agama, hingga organisasi Islam di Indonesia.

Perbedaan pendapat terkait ucapan selamat Natal kepada umat Kristen dinilai sebagai hal yang wajar.

Setiap pandangan memiliki landasan keilmuan serta pertimbangan akidah yang berbeda. Menanggapi hal tersebut, Habib Jafar Al Haddar menjelaskan bahwa dalam Islam memang terdapat dua pendapat utama terkait hukum mengucapkan selamat hari besar agama lain.

“Gini, ada seseorang yang meyakini dan itu memang ada pendapatnya dalam Islam dilarang untuk mengucapkan selamat Natal dan selamat untuk agama lain atas hari besarnya,” ujar Habib Jafar Al Haddar, dikutip dari kanal YouTube Merry Riana.

Menurut Habib Jafar, larangan tersebut didasarkan pada pertimbangan keimanan. Ia menyebut, bagi sebagian umat Islam, mengucapkan selamat hari raya agama lain dikhawatirkan dapat memengaruhi keyakinan mereka.

“Karena pertimbangan soal keimanan karena mengucapkan dianggap mengganggu keimannya sebagai muslim. Itu penting bagi orang yang keimanannya masih bisa terganggu,” imbuhnya.

Meski demikian, Habib Jafar menegaskan bahwa pandangan tersebut patut dihormati. Terutama bagi umat Islam yang merasa keimanannya masih rentan dan memilih untuk tidak mengucapkan selamat Natal demi menjaga keyakinan pribadi.

Di sisi lain, Habib Jafar juga menyampaikan bahwa ada pandangan ulama lain yang memperbolehkan umat Islam mengucapkan selamat Natal.

Pandangan ini memandang ucapan tersebut sebagai bagian dari hubungan sosial antarmanusia, bukan persoalan akidah.

“Tapi ada pendapat yang memperbolehkan mengucapkan selamat hari besar agama nonmuslim termasuk Natal. Karena itu dianggap hubungan horizontal sesama manusia untuk membangun toleransi hubungan baik,” ujarnya.

Ia bahkan menilai sikap tersebut bukan sekadar boleh, melainkan penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan penuh toleransi.

“Bukan hanya boleh tapi penting untuk membangun toleransi moderasi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Habib Jafar menekankan bahwa pilihan untuk mengucapkan atau tidak mengucapkan selamat Natal sepenuhnya kembali kepada keyakinan masing-masing individu. Ia pun mengungkapkan sikap pribadinya dalam menyikapi perbedaan tersebut.

“Saya memilih memperbolehkan mengucapkan selamat Natal karena iman saya kayaknya cukup bisa bertahan, tidak terganggu,” kata Habib Jafar.

Namun, ia mengingatkan agar perbedaan sikap ini tidak menghilangkan rasa cinta dan kepedulian antarumat beragama, khususnya kepada mereka yang sedang merayakan Natal.

“Tapi bagi kita yang mengucapkan atau tidak mengucapkan jangan sampai kehilangan rasa cinta kepada saudara yang beda agama khususnya yang merayakan Natal maka mari kita mengekspresikan rasa cinta pada mereka yang beda agama dengan paling tidak memberikan hadiah,” pungkasnya.***