Home Blog Page 199

Hadirkan Konsep Sanctuary Modern, Nawana by Alana Sentul City Resmi Dibuka

0

Bogordaily.net – Archipelago International, grup manajemen hotel swasta terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, secara resmi membuka Nawana by Alana di Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Jum’at 10 April 2026.

Adapun, Hotel bintang 4 ini menggantikan Hotel Neo+ Green Savana dan menjadi properti yang mengusung konsep sanctuary modern yang mengutamakan ketenangan, eksklusivitas, dan harmoni.

Dengan 142 kamar, Grand Ballroom berkapasitas 800 tamu, serta restoran premium Tanna Restaurant, Nawana by Alana hadir sebagai destinasi akomodasi dan MICE unggulan di kawasan Bogor dan sekitarnya.Transformasi Strategis: Dari Neo+ Green Savana Menjadi Nawana by Alana.

Dalam pembukaan resmi pada 10 April 2026 ditandai dengan pertunjukan seni tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya lokal Jawa Barat, serta prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya era baru.

CEO Archipelago International John Flood menyampaikan bahwa, transformasi ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan peningkatan kelas (rebranding) yang komprehensif, mencakup renovasi desain interior, penambahan tipe kamar premium, perluasan fasilitas MICE, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Saat ini, kemewahan tidak lagi identik dengan sesuatu yang berlebihan, tetapi tentang pengalaman untuk beristirahat dan melepaskan diri. Nawana by Alana hadir sebagai pilihan hotel bintang 4 di Sentul City bagi para tamu yang tidak mengutamakan kuantitas, melainkan kualitas pengalaman yang lebih baik, mulai dari privasi, ketenangan, hingga pengalaman menginap yang lebih bermakna,” kata John Flood.

“Dengan mengutamakan hal-hal yang benar-benar penting, Nawana by Alana di bawah naungan Archipelago International diharapkan dapat menjadi standar baru dalam industri perhotelan di Sentul City, menghadirkan pengalaman menginap yang nyaman, relevan, dan berkesan bagi setiap tamu.” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, President Director PT Gunung Geulis Elok Abadi Jeyson Pribadi menegaskan bahwa, transformasi ini tidak hanya berfokus pada pembaruan fisik, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang bagi
kawasan.

“Tahap transformasi Nawana by Alana bukan hanya tentang menghadirkan properti baru, tetapi tentang menciptakan destinasi yang memiliki nilai jangka panjang bagi kawasan Sentul City,” ujar Jeyson.

Dirinya percaya bahwa konsep sanctuary yang telah diusung akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi setiap tamu.

“Serta menghadirkan sebuah tempat untuk beristirahat, terhubung kembali dengan alam, dan menikmati kualitas layanan yang semakin premium,” sambungnya.

Sementara itu, kedepan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengembangkan Nawana by Alana sebagai ikon hospitality baru di Kabupaten Bogor yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Sebagai informasi, fasilitas Unggulan Nawana by Alana Sentul City Nawana by Alana dirancang untuk memenuhi kebutuhan tamu leisure dan korporat dengan fasilitas komprehensif:

Diantaranya, 142 Kamar Termasuk Junior Suite: desain elegan dengan sentuhan alam Sentul yang menenangkan, dilengkapi fasilitas modern berstandar bintang 4.

Kemudian, Grand Ballroom (kapasitas 800 tamu): venue MICE premium yang akan segera hadir ini dirancang untuk mengakomodasi pernikahan berskala besar, konferensi nasional.

Serta berbagai acara korporat bergengsi, sekaligus memperkuat posisi Nawana by Alana sebagai salah satu wedding venue dan MICE terbesar di Bogor.

Selain itu, ada Modern Meeting Room: ruang pertemuan fleksibel yang dilengkapi teknologi presentasi terkini, ideal untuk rapat perusahaan, pelatihan, dan workshop.***

Albin

Tinjau Hari Pertama WFH, Bima Arya Apresiasi Pemkot Bogor

0

Bogordaily.net – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, meninjau langsung pelaksanaan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jumat (10/4/2026).

Didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Bima Arya melakukan monitoring pelaksanaan sistem kepegawaian dari Balai Kota Bogor melalui Simpeg e-Kinerja Kota Bogor.

Selanjutnya, Bima Arya mengecek langsung perangkat daerah di Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, yang dilanjutkan dengan menggunakan kendaraan listrik untuk meninjau Kelurahan Paledang serta rumah ASN yang melaksanakan WFH.

Bima Arya mengatakan, pelaksanaan WFH di Kota Bogor sangat baik. Dirinya juga mengapresiasi pengaturan mekanisme kerja di rumah yang dilakukan oleh Pemkot Bogor.

“Pertama, mekanisme pengawasan yang sangat baik. Karena sudah ada aplikasi e-Kinerja di tingkat Kota Bogor yang telah menyesuaikan pengaturan mekanisme kerja di rumah. Jadi, yang kami lihat tadi sangat kami apresiasi, ASN di rumah bisa melakukan absensi dan koordinatnya disesuaikan dengan lokasi rumah. Jadi, kalau bergeser dianggap tidak absen,” ujar Bima Arya.

Ia melanjutkan, jika ada ASN yang melanggar ketentuan WFH, maka akan dikenakan sanksi berupa pengurangan tunjangan kinerja.

Setelah pelaksanaan WFH berjalan satu bulan, kepala daerah akan melakukan evaluasi sejauh mana kinerja tetap terpenuhi.

“Dan kami melihat bahwa WFH ini harus didampingi dan diimbangi dengan perangkat teknologi sistem pemantauan yang mumpuni,” ucapnya.

Sementara itu, bagi ASN yang masih melakukan Work From Office (WFO), pihaknya meminta untuk memaksimalkan penggunaan transportasi publik sebagai bentuk efisiensi, atau menggunakan sepeda dan kendaraan listrik.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa WFH di Kota Bogor dilaksanakan untuk level eselon III ke bawah, dengan persentase 9 persen atau sebanyak 1.054 dari total keseluruhan ASN.

Pelaksanaan WFH di Kota Bogor, lanjut Dedie Rachim, dilaksanakan berbasis teknologi dengan pengawasan yang ketat.

Pemantauan dilakukan melalui koordinat ASN yang sedang melaksanakan WFH, absensi tiga kali dalam satu hari, serta kewajiban setiap ASN untuk memberikan laporan.

“Dan ini harus dipastikan pelaksanaan pelaporannya dilaksanakan sesuai dengan koordinat kediaman masing-masing,” ujarnya.

Dari penerapan sistem WFH, jika dikaitkan dengan efisiensi, secara keseluruhan mengalami penghematan air, listrik, dan BBM, baik kendaraan dinas maupun kendaraan pribadi.

“Secara akumulatif, efisiensi bisa mencapai hampir Rp900 juta per bulan. Itu dari akumulasi hanya eselon III ke bawah,” ujarnya.***

Bupati Bogor Tegaskan ASN Wajib Responsif, Profesional, dan Berorientasi Pelayanan Publik

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor harus menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai prioritas utama.Pesan tersebut disampaikan saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan CPNS, kepala sekolah, dan pejabat fungsional, di gedung tegar beriman, pada Kamis (9/4/26)

Bupati Bogor, menekankan bahwa status sebagai PNS memiliki tanggung jawab besar untuk hadir dan bekerja bagi masyarakat. ASN harus hadir untuk melayani. Bekerja dengan sepenuh hati, berikan pelayanan terbaik, dan pastikan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah.

“Ini bukan sekadar perubahan status, tetapi awal dari amanah besar. Jalankan dengan penuh tanggung jawab, layani masyarakat dengan integritas dan profesionalisme, serta berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegas Bupati Bogor.

Bupati Bogor mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan ASN bukan hanya pada administrasi, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari. ASN harus responsif, cepat, dan solutif mempermudah dan membantu masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Layani masyarakat dengan integritas dan profesionalisme. Jaga kepercayaan publik dengan kerja nyata. Khusus kepada tenaga pendidik dan kepala sekolah, Bupati meminta agar pelayanan tidak hanya dalam bentuk pengajaran, tetapi juga dalam membangun karakter dan masa depan generasi muda.

Pendidikan adalah pelayanan jangka panjang. Guru dan kepala sekolah harus hadir sebagai teladan dan pemimpin yang membentuk kualitas sumber daya manusia.

Melalui momentum pelantikan ini, Bupati Bogor menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh ASN di Kabupaten Bogor benar-benar bekerja untuk masyarakat, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadi bagian dari solusi dalam setiap kebutuhan publik.***

Profil Suami Inayah Wahid Lora Mamak, Kiai Muda yang Mendadak Viral

0

Bogordaily.net – Suami Inayah Wahid tiba-tiba menjadi kata kunci yang berkelana ke mana-mana. Dicari. Dipertanyakan. Bahkan—dalam tradisi warganet kita—dibedah sampai ke hal paling pribadi.

Nama itu: KH Muhammad Shalahuddin Warits. Atau yang lebih akrab disebut: Lora Mamak.

Ia menikahi Inayah Wahid—putri bungsu dari Abdurrahman Wahid. Sosok yang sejak lama dikenal vokal, berani, dan kadang—kalau perlu—pedas.

Pernikahan itu diumumkan 4 April 2026. Bukan di gedung mewah. Bukan pula di hotel berbintang. Tapi di lingkungan pesantren: Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa.

Sederhana. Tapi justru di situ letak kekuatannya.

suami Inayah Wahid lalu menjadi bahan tanya yang tak habis-habis. Bukan soal akadnya. Bukan soal mahar. Tapi satu hal yang paling disukai publik: masa lalu.

Apakah Lora Mamak seorang duda?

Pertanyaan itu meluncur deras di media sosial. TikTok. Instagram. Kolom komentar. Semua ramai.

Jawabannya justru sunyi.

Tidak ada keterangan resmi. Tidak ada klarifikasi. Tidak ada data yang bisa dipastikan kebenarannya. Dan dalam dunia pesantren—itu bukan hal aneh.

Ada batas yang dijaga.

Dan Lora Mamak tampaknya memilih tetap berada di dalam batas itu.

Di luar soal itu, sosoknya sendiri tidak asing di Madura. Ia dikenal sebagai pendakwah muda. Kharismatik. Anak dari seorang kiai: KH Warits Ilyas.

Ia juga pernah bersentuhan dengan dunia politik—aktif di lingkungan PPP Sumenep. Sekaligus dikenal sebagai bagian dari generasi muda Nahdlatul Ulama.

Sementara Inayah? Ia bukan tipe yang diam.

Ia pernah menyindir pejabat. Termasuk Gibran Rakabuming Raka. Ia juga pernah “menyenggol” komika seperti Kiky Saputri.

Lugas. Terbuka. Kadang membuat orang tidak nyaman. Tapi justru di situlah ia berdiri.

Suami Inayah Wahid akhirnya bukan sekadar status. Ia menjadi titik temu dua dunia: pesantren yang teduh, dan ruang publik yang riuh.

Pernikahan ini bukan hanya soal dua orang.

Ia seperti pertemuan dua arus: tradisi dan ekspresi.

Dan soal masa lalu Lora Mamak? Mungkin memang tidak perlu dijawab sekarang.

Karena dalam banyak hal, yang lebih penting bukan siapa dia dulu—
melainkan ke mana mereka berdua akan melangkah setelah ini.***

Spesifikasi Motor MBG, Motor Listrik 7.000W dengan Jarak Tempuh Hingga 140 Km

0

Bogordaily.net – Spesifikasi Motor MBG menjadi cerita kecil yang tiba-tiba membesar. Bukan karena mesinnya. Bukan pula karena desainnya. Tapi karena jumlahnya—dan uang negara yang ikut bergerak di belakangnya.

Puluhan ribu unit motor listrik itu disiapkan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video yang sempat viral, motor-motor tersebut terlihat masih terbungkus plastik, rapi, sudah ditempeli stiker Badan Gizi Nasional.

Yang menarik: jumlahnya sempat disebut 70.000 unit. Ternyata tidak.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, buru-buru meluruskan. Angkanya jauh lebih kecil. Realisasinya 21.801 unit dari rencana 25.000 unit pada tahun anggaran 2025.

Tetap saja besar.

Dan di balik angka itu, publik mulai bertanya: seperti apa sebenarnya motor yang dipilih?

Spesifikasi Motor MBG mengarah pada satu nama: Emmo JVX GT. Motor listrik bergaya trail. Terlihat gagah. Lebih mirip motor petualang dibanding kendaraan dinas biasa.

Harga yang tercantum di katalog pemerintah sekitar Rp 49,95 juta. Sudah termasuk PPN. Tapi masih off the road. Di pasar umum, banderolnya bisa menyentuh Rp 56 jutaan.

Bukan motor murah.

Tapi juga bukan motor biasa.

Motor ini dibekali tenaga hingga 7.000 watt. Cukup untuk melibas jalan desa, tanjakan, bahkan jalur tanah. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 85 km/jam.

Jarak tempuhnya? Sekitar 70 kilometer untuk satu baterai.

Kalau pakai dua baterai, bisa dua kali lipat: 140 kilometer.

Ini penting. Karena motor ini tidak hanya akan melaju di kota. Tapi juga ke pelosok—tempat distribusi program gizi sangat dibutuhkan.

Dimensinya juga tidak kecil. Panjang 2 meter lebih. Ground clearance 320 mm—cukup tinggi untuk medan kasar.

Ban depan 19 inci. Belakang 18 inci. Tipe dual purpose. Artinya: siap aspal, siap tanah.

Baterainya 72V 31Ah. Bisa dilepas. Mendukung fast charging—30% ke 80% hanya satu jam.

Untuk pengereman, sudah pakai double disc brake dengan CBS.

Dan garansinya panjang: rangka 5 tahun, dinamo 3 tahun, baterai hingga 3 tahun penggantian baru.

Secara teknis, ini bukan motor kaleng-kaleng.

Namun spesifikasi Motor MBG tidak berdiri sendiri. Ia kini masuk ke wilayah lain: persepsi publik.

Kenapa harus motor dengan spek seperti ini?

Apakah benar kebutuhan lapangan menuntut kendaraan “sekuat” itu?
Atau ada pertimbangan lain yang belum sepenuhnya dijelaskan?

Di sisi lain, pemerintah punya argumen: motor ini dipakai oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka harus bergerak cepat, menjangkau wilayah luas, bahkan daerah sulit.

Masuk akal. Tapi tetap menyisakan ruang tanya. Karena dalam setiap proyek besar, bukan hanya spesifikasi yang diuji—melainkan juga transparansi.

Dan di situlah cerita ini belum selesai.**

Diam-diam Diduga PT SIS Milik Sarkim Kembali Lakukan Pencurian Kabel Telkom

0

Bogordaily.net –  Dugaan pencuriian kabel PT Telkom, mebali terjadi. Sebelumnya pencurian kabel PT Telmkom dengan modus perawatan setelah terkuak, hingga viral di medsos. Kini dugaan itu kembali mencuat dengan modus yang sama pelakunya diduga PT. SIS milik Sarkim, kembali melakukan pencurian Kabel  PT. Telkom.

Kecurigaan itu mencuat setelah warga sring melihat aktivitas pencurian kabel Telkom tersebut, salah satunya seperti kabel Telkom yang ada di wilayah Kedung Halang, Kota Bogor.

Saksi mata, T mengirimkan video aduan masyarakat (dumas) kepada Bogordaily.net, soal dugaan aktivitas pencurian kabel Telkom tersebut.

Menurutnya aksi pencurian kabel tersebut sudah sering dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Biasanya pindah-pindah (lokasi pencurian kabel telkom),” ujarnya kepada Bogordaily.net, Rabu 8 April 2026.

Ia mengatakan bahwa sering melihat aktivitas dugaan pencurian kabel Telkom tersebut di wilayah Bogor. Saat melakukan pencurian, katanya, mereka kesannya terlihat sedang melakukan perawatan kabel.

“Udah sering (melihat dugaan aktivitas pencurian kabel telkom),” jelasnya

Ia menambahkan, pencurian kabel Telkom tersebut tidak hanya dilakukan di wilayah Bogor saja.

“Sempat di Sukabumi juga (pencurian kabel),” tutupnya

Sementara itu, seorang yang disebut bos dari PT SIS yaitu Sarkim, menjelaskan bahwa ia sudah menjalankan prosedur sesuai PT, bukan sebuah pencurian.

“Mohon maaf sepengetahuan saya. Nama nya PT pasti udah mengikuti prosedurnya,” jelasnya

Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak sejauh itu melakukan pencurian kabel Telkom di wilayah Bogor.

“Kalau masalah itu ijin ya, kita tidak sampai sejauh itu. Tapi yang saya tahu legalitas PT SIS itu jelas. Kalau masalah pekerjaan lainnya atau yang dimaksud dalam berita kita tidak mengetahui waktu ada pekerjaan tersebut,” tutup Sarkim.***

Peta Baru Usai Musda Golkar Jabar, Semua Kubu Diklaim Melebur

0

Bogordaily.net – Musda Golkar Jabar selalu menyisakan cerita. Bukan sekadar soal siapa menang, siapa kalah. Tapi tentang bagaimana kalah itu dikelola—agar tidak terasa seperti kalah.

Di Partai Golkar Jawa Barat, cerita itu kini mengalir ke satu nama: Ahmad Hidayat.

Ia tidak jadi maju. Tapi justru di situlah ia “masuk”.

Asep Suparman, anggota DPD Golkar Jabar, bicara dengan nada tenang. Tidak ada kesan konflik. Tidak ada aroma pecah. Yang ada justru satu kata: kompromi.

“Pak Ahmad bukan mundur untuk menyelamatkan diri,” katanya di Bandung, Rabu 8 April 2026. “Ia memastikan gerbongnya tetap ikut.”

Gerbong. Kata itu penting.

Dalam politik, yang dijaga bukan hanya posisi. Tapi juga orang-orang di belakangnya. DPD, ormas, simpul-simpul kekuatan. Semua harus tetap merasa punya rumah.

Dan rumah itu sekarang sedang ditata ulang.

Nama Ahmad Hidayat menguat sebagai Sekretaris DPD Golkar Jabar. Bukan posisi sembarangan. Sekretaris adalah mesin. Ia yang memastikan organisasi bergerak—atau justru macet.

Asep melihat itu bukan kebetulan. Ia menyebut ada korelasi kuat antara keputusan mundur dan peluang posisi strategis tersebut. Bahkan, katanya, ini sudah menjadi perhatian Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Di sinilah Musda Golkar Jabar menjadi menarik.

Yang tampak di permukaan adalah satu kandidat mengundurkan diri. Tapi di dalamnya, ada perhitungan panjang. Ada upaya meredam gesekan sebelum ia benar-benar menjadi api.

“Ini bukan kalah,” ujar Asep. “Ini kesepakatan.” Kalimat pendek. Tapi berat.

Sementara itu, ketua terpilih Daniel Mutaqien mengambil posisi yang—dalam bahasa Golkar—disebut akomodatif. Ia ingin menghapus sekat.

Tidak ada lagi kubu. Kalau pertandingan selesai, ya selesai.

Begitulah tradisi yang selalu diulang-ulang di tubuh Golkar. Tradisi yang, entah kenapa, selalu diuji di setiap momentum seperti Musda Golkar Jabar.

Ada satu lagi faktor yang membuat dinamika ini terasa lebih dalam: kedekatan Ahmad Hidayat dengan Dedi Mulyadi.

Kedekatan lama. Emosional. Historis.

Dedi pernah memimpin Golkar Jawa Barat. Ia juga punya andil dalam perjalanan politik Ahmad. Dalam politik, hubungan seperti ini tidak pernah benar-benar hilang.

Justru bisa menjadi jembatan.

Apalagi Golkar juga pernah berada dalam barisan koalisi saat Pilgub. Artinya, komunikasi itu sudah punya fondasi.

Asep melihat ini sebagai keuntungan.

Sekretaris partai yang berkantor di ibu kota provinsi—di Bandung—akan membuat komunikasi dengan pemerintah lebih cair. Lebih sering. Lebih efektif.

Tidak kaku. Tidak berjarak. “Ini justru menguntungkan,” katanya.

Namun, seperti biasa, politik tidak pernah benar-benar selesai di atas kertas.

Sampai hari ini, Asep mengaku belum melihat draf final hasil rapat formatur. Struktur kepengurusan belum benar-benar dikunci.

Artinya, cerita Musda Golkar Jabar belum selesai. Masih ada ruang untuk kejutan.***

Curug Panjang di Megamendung: Alternatif Liburan Murah dengan Panorama Alami

0

Bogordaily.net – Curug Panjang. Nama itu seperti kalimat pendek—tapi menyimpan cerita panjang. Tentang air yang tidak jatuh terburu-buru. Tentang alam yang memilih mengalir, bukan menghantam.

Di tengah riuhnya destinasi wisata di Bogor, Curug Panjang justru tampil berbeda. Airnya tidak terjun tegak seperti kebanyakan curug. Ia memilih memanjang, mengikuti lekuk batu. Seperti sungai yang sedang menuruni tangga raksasa.

Di situlah daya tariknya.

Air yang landai itu menciptakan kolam alami. Jernih. Menggoda untuk disentuh, bahkan diselami. Tidak sekadar dipandang dari kejauhan. Di sini, pengunjung tidak hanya jadi penonton—tapi ikut masuk ke dalam cerita alam.

Hutan di sekelilingnya pun tidak kalah peran. Rapat. Sejuk. Sunyi yang tidak menakutkan. Justru menenangkan. Udara di kawasan Megamendung ini seperti punya cara sendiri untuk membuat orang betah berlama-lama.

Lokasinya tidak sulit dicari. Berada di Jalan Curug Panjang, Desa Citamiang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Namun, perjalanan kecil tetap harus ditempuh. Dari area parkir, langkah kaki harus dilanjutkan sekitar 10 hingga 20 menit.

Tidak berat. Tapi cukup untuk membuat napas terasa hidup.

Jalurnya relatif bersahabat. Meski begitu, alam tetap punya aturan. Saat hujan, tanah bisa berubah licin. Batu bisa jadi jebakan. Di sinilah kehati-hatian menjadi kunci.

Soal tiket, memang tidak bisa dibilang murah dibanding curug lain di sekitar Bogor. Wisatawan domestik dikenakan Rp17.000. Sementara wisatawan mancanegara Rp55.000. Bagi yang ingin bermalam, tersedia opsi camping: Rp39.000 untuk lokal, Rp100.000 untuk asing.

Parkir motor Rp6.000. Mobil Rp11.000.

Ada juga fasilitas tambahan. Sewa tenda, matras, hingga peralatan masak. Semua disiapkan bagi mereka yang ingin lebih lama berdamai dengan alam.

Namun, Curug Panjang bukan sekadar soal harga tiket atau fasilitas. Ia adalah soal pengalaman. Tentang bagaimana seseorang memilih berhenti sejenak dari kecepatan hidup.

Ada beberapa hal yang perlu diingat. Gunakan alas kaki yang tidak licin. Jangan datang saat hujan deras—arus bisa berubah cepat. Jangan terlalu ke tengah jika tidak mahir berenang. Dan yang paling penting: jangan tinggalkan sampah.

Karena alam tidak pernah meminta banyak. Ia hanya ingin dihargai.***

Dukung Strategi Konsolidasi Pengelolaan Investasi Nasional, BRI Umumkan Pengalihan Saham BRI-MI dan PNM-IM kepada Danantara

0

Bogordaily.net – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan langkah strategis melalui pengalihan kepemilikan atas entitas anak usaha dan cucu usaha di bidang manajemen investasi, yaitu PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) dan PT PNM Investment Management (PNM-IM), kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Langkah ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi yang dijalankan Danantara di sektor pengelolaan investasi nasional.

Hal tersebut tercantum dalam Keterbukaan Informasi yang diterbitkan Perseroan pada 2 April 2026, transaksi dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada tanggal 1 April 2026.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan pengalihan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM merupakan bagian dari upaya konsolidasi dalam ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Inisiatif ini dibuat untuk mendukung terbentuknya perusahaan pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdaya saing, serta mampu menghasilkan nilai ekonomi dan sosial sejalan dengan agenda jangka panjang Indonesia,” ujarnya.

Dalam transaksi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Danantara Asset Management (DAM) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dalam rangka rencana pembelian sebanyak 19.500.000 (sembilan belas juta lima ratus ribu) saham BRI MI yang dimiliki Perseroan, sehingga mengakibatkan pengambilalihan atas BRI MI. Nilai transaksi pengalihan saham BRI MI ini sebesar Rp975 miliar untuk saham sebanyak 19,5 juta saham. Jumlah saham tersebut setara dengan 65% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor BRI-MI.

Sementara itu, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), selaku perusahaan terkendali dari BRI, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dengan PT Danantara Asset Management dalam rangka rencana pembelian sebanyak 109.999 saham PNM-IM yang dimiliki PNM, sehingga mengakibatkan pengambilalihan atas PNM-IM. Jumlah saham sebanyak 109.999 saham setara dengan 99,999% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor yang dikeluarkan oleh PNM-IM. Adapun nilai transaksi sebesar Rp345 miliar.

PT Danantara Asset Management (DAM) selaku holding operasional bermaksud untuk menciptakan perusahaan aset manajemen yang akan menjadi champion dengan daya saing yang kuat melalui inovasi produk dan layanan, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh stakeholders.

Transaksi Afiliasi ini diharapkan akan meningkatkan potensi sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan optimal.

Terkait Tata Kelola, pelaksanaan transaksi mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Sebagai manajemen investasi, entitas tersebut menjalankan kegiatan usaha berupa pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah dan/atau pengelolaan portofolio investasi kolektif bagi sekelompok nasabah. Kegiatan tersebut tidak mencakup pengelolaan dana perusahaan asuransi, dana pensiun, maupun bank yang melakukan pengelolaan investasinya sendiri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ke depan, langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Perseroan dan pemegang saham, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri keuangan nasional serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” pungkas Dhanny.***

Easter Moments, Liburan Seru di The Highland Park Resort Bogor

0

Bogordaily.net – Perayaan Paskah di The Highland Park Resort Bogor hadir dengan cara yang lebih seru dan berkesan.

Melalui kegiatan berbagi chocolate egg, para tamu terutama anak-anak merasakan kegembiraan kehangatan di area resort.

Tidak sekadar berbagi, momen ini juga menjadi pengalaman interaktif yang mempererat kebersamaan keluarga selama liburan Paskah. Lebih dari sekadar perayaan, The Highland Park Resort Bogor memang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit untuk berlibur di kawasan Bogor, terutama bagi wisatawan yang mencari suasana alam tanpa harus pergi jauh dari kota.

The Highland Park Resort menawarkan lebih dari sekadar tempat menginap. Berlokasi di kaki Gunung Salak, resort ini menghadirkan kombinasi suasana alam yang sejuk, pilihan akomodasi unik, serta beragam aktivitas dalam satu kawasan, menjadikannya pilihan ideal untuk liburan keluarga tanpa perlu berpindah tempat.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman liburan yang terasa hangat dan dekat, di mana setiap tamu terutama keluarga bisa menikmati waktu berkualitas dan membawa pulang kenangan yang menyenangkan.” ujar perwakilan manajemen The Highland Park Resort Bogor.

Melalui berbagai kegiatan tematik seperti ini, The Highland Park Resort Bogor berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman liburan yang lebih hangat, interaktif, dan berkesan bagi setiap pengunjung.