Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 2035

Satreskrim Polresta Bogor Kota Ungkap Kasus Penyalahgunaan Biosolar

0

Bogordaily.net  Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi biosolar di wilayah Kota Bogor.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial LL (50), NA (27), dan FA (26) berikut truk boks, tiga toren dan mesin pompa sebagai barang bukti.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini merupakan hasil penyelidikan Satreskrim.

Awalnya, petugas mendapati truk boks yang mencurigakan di salah satu SPBU di Kota Bogor. Pada saat dilakukan pengecekan ditemukan tiga toren berisi bio solar di dalam truk boks tersebut.

“Dalam kasus ini (biosolar bersubsidi) disalahgunakan, ditampung dan dijual dengan harga solar industri di kawasan Pulo Gadung,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, Selasa, 23 Januari 2023.

Kombes Bismo menjelaskan ada tiga tersangka yang diamankan oleh petugas. Tersangka inisial LL (50) selaku sopir truk boks, sedangkan dua tersangka lain, yakni NA (27) dan FA (26) merupakan operator SPBU.

Dari hasil pemeriksaan, LL mengaku sudah sejak 25 Desember 2023 melakukan aksinya di empat lokasi SPBU yang berbeda di wilayah Kota Bogor.

“Pengemudi truk box ini ditarget untuk mencari biosolar di SPBU-SPBU oleh pihak yang ada di Polu Gadung. Di Kota Bogor ada empat SPBU yang disasar tersangka (LL), SPBU di Pomad, Warung Jambu, KS. Tubun, dan Cibuluh,” jelas Bismo.

Modus Operandi

Modusnya, LL membeli solar dengan menggunakan truk boks yang di dalamnya sudah dimodifikasi dengan tiga toren dan satu mesin pompa. Setiap toren memiliki kapasitas 1.000 liter.

Sebelumnya, LL menghubungi operator SPBU terlebih dahulu dan kemudian menunjukan barcode Mypertamina yang sudah disiapkan dan berbeda dengan nomor polisi kendaraan.

“Ketika datang ke SPBU sudah menghubungi operator SPBU masing-masing. Kemudian menggunakan Mypertamina di handphone-nya, di-scan, lalu diisilah biosolar tersebut,” bebernya.

Pada saat operator SPBU mengisi BBM ke tangki truk, tersangka menyalakan saklar mesin pompa dan biosolar tersebut masuk ke dalam toren melalui toren.

Akibat penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut, kata Bismo, pendistribusian biosolar bersubsidi yang seharusnya bisa dinikmati oleh masyarakat menjadi berkurang hingga merugikan secara ekonomi.

Kini atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan Pasal 55 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 Jo Pasal 40 Angka 9 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022.

“Dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun dan atau denda 60 miliar rupiah,” tutup Bismo. (Muhammad Irfan Ramadan)

Hadapi Anak Demam, Ini Tips dr Andrew Andyputra dari RS Murni Teguh Ciledug

0

Bogordaily.net Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug, dr Andrew Andyputra memberikan beberapa tips bagi orang tua dalam menghadapi demam pada anak.

Tips menghadapi anak demam sebagaimana disampaikan melalui unggahan Instagram @murniteguhciledug.

Dokter Andrew Andyputra mengatakan, pertama, disarankan untuk memakaikan anak pakaian yang tipis saat mengalami demam. Selain itu hidari penggunaan pakaian tebal yang dapat membuat suhu tubuh semakin tinggi.

Kedua, penting bagi anak untuk mengonsumsi cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi.

“Hal ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama periode demam,” kata dr. Andrew Andyputra, Sp.A. melalui Instagram @murniteguhciledug Selasa, 23 Januari 2024.

Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Karies Gigi? Yuk Tanya drg Eka Alegrina, Dokter Gigi RS Murni Teguh Ciledug

Langkah ketiga, kata dr. Andrew Andyputra, disarankan adalah melakukan tepid sponge, yaitu menyeka tubuh anak dengan air hangat. Hal ini dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara perlahan.
Keempat, apabila demam tetap tidak kunjung turun, disarankan untuk memberikan obat penurun panas seperti Paracetamol sesuai dengan dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

Dokter Andrew Andyputra juga menyoroti pentingnya konsultasi dengan dokter spesialis anak. Terutama jika demam anak tidak merespons langkah-langkah di atas.

Ia menekankan perlunya membawa anak ke Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang tepat. (Ibnu Galansa)

 

SesKemenKopUKM Kunjungi KPSBU Lembang, Perkuat Program Koperasi Modern 2024

0

Bogordaily.net –  Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim melakukan kunjungan kerja ke koperasi-koperasi di seluruh Indonesia, salah satunya ke Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang.

Kunjungan dilakukan utuk memperkuat dan mempertajam implementasi program pembangunan 500 Koperasi Modern 2020-2024.

“Kami ingin melihat potret perkembangan bisnis koperasi. Khususnya KPSBU, secara langsung di lapangan,” kata SesKemenKopUKM, Arif Rahman Hakim, saat berdialog dengan jajaran pengurus KPSBU di Kantor KPSBU Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 23 Januari 2024.

Arif berharap usai melakukan kunjungan tersebut mendapat informasi dan masukan mengenai hal-hal apa yang masih perlu dibenahi dan diperbaiki. Khususnya untuk mewujudkan koperasi modern.

“Kemudian, kita juga bisa mengetahui, apa-apa saja yang masih perlu mendapat dukungan dari KemenKopUKM,” ujar SesKemenKopUKM.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim. (Foto: Dok. KemenKopUKM)

Arif menjelaskan, proses modernisasi koperasi ini terbagi menjadi empat tahap. Yakni, fase permodelan, replikasi, masifikasi, pemantapan serta pengembangan lanjutan. Selain itu, setidaknya ada enam pendekatan umum untuk memodernisasi koperasi.

Yaitu, meliputi akses pembiayaan, fasilitasi kemitraan dan akses pemasaran, adopsi teknologi, serta restrukturisasi kelembagaan melalui amalgamasi.

“Lalu spin off atau pemekaran usaha, hingga pengembangan model koperasi multipihak,” ucap Arif.

Untuk pendekatan fasilitasi kemitraan, SesKemenKopUKM mengatakan, hal itu dilakukan agar koperasi mendapat kepastian terkait akses pemasaran. Yang mana produk-produk mereka ke depan sudah ada yang menyerap lewat kerja sama dengan pihak swasta.

Dan koperasi yang akan menjadi role model modernisasi ialah mereka yang sudah memiliki offtaker. Seperti Koperasi Tani Hijau Makmur di Tanggamus, Lampung yang bergerak pada komoditas pisang cavendish dengan offtaker-nya PT Great Giant Pinneaple (GGP).

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim melakukan kunjungan ke Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang.(Foto: Dok. KemenKopUKM)

“Kita akan mengupayakan pola kemitraan antara koperasi susu dengan usaha besar dan industri susu. Langkah seperti ini juga untuk melindungi koperasi dan peternak sapi milik rakyat,” kata SesKemenKopUKM.

KemenKopUKM juga akan melakukan pendekatan lewat adopsi teknologi. Adanya dukungan teknologi, lanjut Arif, diperlukan pada aspek pabrikasi dalam rangka meningkatkan produktivitas sehingga ia terus mendorong koperasi masuk ke ekosistem digital.

“Saya mendorong KPSBU Lembang bisa masuk ke dalam ekosistem digital, kemudian memperkuat digitalisasi,” kata Arif.

SesKemenKopUKM berharap KPSBU Lembang bisa memanfaatkan aneka program strategis KemenKopUKM dalam pengembangan kinerja dan usaha koperasi. Di antaranya, untuk meningkatkan kualitas SDM, kapasitas usaha, hingga jaringan pemasaran.

Produsen Susu

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPSBU Dedi Setiadi menjelaskan, KPSBU yang sudah berdiri sejak 1971 merupakan perusahaan manufaktur. Dan bergerak dalam bidang produsen susu (penjualan susu, pengumpulan susu dari peternak, dan pengolah susu).

KPSBU ini memiliki tiga unit usaha, yakni KPSBU mengolah susu pasteurisasi, susu murni, dan yoghurt.

Saat ini, kata Dedi, KPSBU Lembang sudah memiliki lebih dari 3.466 anggota aktif dari total 7.144 anggota, dengan jumlah sapi sebanyak 18.612 ekor.

Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang.(Foto: Dok. KemenKopUKM)

Anggota KPSBU Lembang adalah peternak yang minimal memiliki 3-4 ekor sapi yang berada di wilayah kerja di Provinsi Jawa Barat.

“Peternak anggota KPSBU Lembang tersebar di Kabupaten Bandung Barat seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Kabupaten Subang seperti Ciater dan sekitarnya,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, bisnis utama KPSBU Lembang adalah produksi susu. KPSBU Lembang menampung susu yang dihasilkan sapi para peternak anggota KPSBU lembang (rata-rata 100 ribu liter/hari).

Setelah dilakukan pengecekan di lab KPSBU, susu kemudian didinginkan di Cooling Unit yang selanjutnya dikirimkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS) dan sebagian diolah menjadi produk olahan susu Freshtime KPSBU.

“Untuk pakan ternak, kami melakukan kerja sama lahan dengan Perhutani seluas 200 hektare. Koperasi juga memberikan layanan penyediaan pakan konsentrat sebanyak 60 ton perhari,” ujar Dedi.***

FKKS Kota Bogor Gelar Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah

0

Bogordaily.net Forum Kepala Sekolah SMA Swasta atau FKSS Kota Bogor mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah.

Kegiatan yang digelar wadah organisasi para kepala sekolah SMA swasta di Kota Bogor yang itu berlangsung di Aula Kantor Erlangga Kota Bogor, Selasa, 23 Januari 2024.

Ketua FKSS Kota Bogor H. Edy Sukmara, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan informasi mengenai PPDB Online 2024/2025.

Kemudian pelaksanaan Musda FKSS Kota Bogor yang akan dilaksanakan pada 27 April 2024, mengingat sudah habisnya masa jabatannya sebagai kepala sekolah.

Selain itu disampaikan juga informasi Gebyar 3 FKSS Kota Bogor yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Februari sampai 2 Maret 2024.

Ketua FKSS Kota Bogor H. Edy Sukmara,(Foto: Dok. FKKS Kota Bogor)

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dr. H. Asep Sudarsono, S.Pd., M.M. selaku Kepala KCD wilayah II Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Asep menyampaikan pentingnya kepala sekolah meningkatkan kompetensi yang dimilikinya.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas sekolah di bawah naungan FKSS Kota Bogor,” ujar Asep.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang peningkatan kompetensi kepala sekolah yang dikhususkan pada kegiatan supervisi akademik yang dipaparkan langsung oleh Drs. H. Dedi Suryana, M.M.

Kepala KCD wilayah II Provinsi Jawa Barat Asep Sudarsono. (Foto: Dok. FKKS Kota Bogor)

Pada awal pemaparannya, Dedi menyampaikan supervisi akademik dilaksanakan untuk membantu atau membimbing guru meningkatkan profesionalnya. Mencakup pengetahuan akademik dan pengelolaan kelas.

Selain itu dijelaskan juga mengenai prinsip-prinsip supervisi akademik yaitu Praktis, Sistematis, Obyektif, Realistis, Antisipatif, Konstruktif, Kooperatif, Kekeluargaan, Demokratis, Aktif, Humanis, dan berkesinambungan.

FKKS Kota Bogor menggelar kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah di Aula Kantor Erlangga Kota Bogor, Selasa, 23 Januari 2024.(Foto: Dok. FKKS Kota Bogor)

Dijelaskan pulamengenai tahapan-tahapan supervisi akademik, cara memeriksa perencanaan pembelajaran, observasi proses pembelajaran. Hingga memberikan umpan balik. Selain itu ada juga mengenai Kompetensi Supervisor Akademik.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Ketua FKSS Kota Bogor. Dalam closing statement-nya, Edy menyampaikan harapan agar kegiatan peningkatan kompetensi kepala sekolah dapat secara rutin dilaksanakan oleh FKSS Kota Bogor.***

Dituntut Lima Bulan Penjara, JPU Minta Dua Terdakwa Said Awad Hayaza dan Syarif Ahmad Ditahan

0

Bogordaily.net – Pembina Yayasan At-Taufiq Bogor (YATIB) Said Awad Hayaza, serta  Ketua YATIB Syarif Ahmad, dituntut hukuman 5 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Tuntutan dibacakan dalam sidang lanjutan di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri Kota Bogor, pada Selasa 23 Januari 2024. 

Kepada majelis hakim, jaksa penuntut umum memita supaya pengadilan segera dilakukan penahan bagi ke dua terdakwa.

Menyikapi persidangan tersebut, Kuasa Hukum Yayasan Al-Irsyad Al Islamiyyah Kota Bogor (YAAB), Mu’adz Masyhadi menerangkan, pihaknya menerima tuntutan lima bulan penjara, terhadap dua terdakwa yang didakwa telah melakukan penyerobotan tanah milik Al Irsyad.

“Saya ingatkan kepada semua pihak, bahwa kedua terdakwa ini tidak akan bisa lari dari hukuman. Mereka pasti akan dihukum,” tegas Mu’adz.

Menurut Mu’adz, tidak ada hal yang menjadi alasan pemaaf bagi kedua terdakwa tersebut. 

Itu disebabkan karena keduanya secara sengaja, masuk ke tanah perkarangan orang dan merasa berhak atas tanah tersebut.

Tindakan para terdakwa, lanjut Mu’adz, secara sah dan terbukti melanggar Pasal 167 KUHP. Bahkan semua barang bukti yang dilayangkan terdakwa kepada jaksa, berupa surat-surat, tidak menjadi pertimbangan.

“Alhamdullilah setelah melalui proses panjang, dari mulai pelaporan, penyelidikan sampai ke tingkat penyelidikan, dan kedua terdakwa, hari ini sudah selesai masuk ke tuntutan dalam perkara pidana,” jelas Mu’adz.

Pihaknya kata Mu’adz, mengapresiasi Jaksa panuntut Umum yang usai membaca tuntuta, meminta kepada majelis hakim supaya kedua terdakwa Said Awad Hayaza dan Syarif Ahmad segera ditahan.

“Karena dalam pertimbangan jaksa penuntut umum, kedua terdakwa ini telah terbukti melakukan tindak pidana, berupa memasuki tanah perkarangan tanpa izin,” terang Mu’adz.

Tuntutan tersebut, ucap Mu’adz,  merupakan kemenangan bagi para guru, para siswa dan pegawai dan para Irsyadin (warga Al Irsyad). 

“Bersyukur bahwa kedua terdakwa ini telah terbukti menurut jaksa, melakukan tindak pidana memasuki tanah perkarangan orang tanpa izin,” kata Mu’adz

Muaz berharap setelah persidangan dengan agenda tuntutan, kedua terdakwa ini segera mendapat putusan dari hakim.

“Hakim mempunyai kewenangan untuk memutus lebih dari apa yang dituntut oleh jaksa. Bisa lebih dari 5 bulan atau kurang dari 5 bulan mungkin juga lebih dari ancaman 9 bulan,” tutup Mu’adz.***

Cara Menghitung Zakat Seperti yang Dijelaskan BAZNAS Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Cara menghitung zakat seringkali bikin bingung, tapi tak perlu khawatir Baznas Kota Bogor sudah punya hitungannya.

Bagi sebagian orang, menghitung zakat bisa menjadi tugas rumit dan membingungkan.

Tapi tenang saja, Baznas Kota Bogor hadir dengan solusi yang mudah dan bisa dipahami oleh semua orang.

Cara Menghitung Zakat

Baznas Kota Bogor telah menyediakan hitungan zakat yang tidak memerlukan kalkulator rumit.

Bagi Anda yang ingin berzakat, langkah-langkah ini bisa menjadi panduan praktis.

1. Nishab dan Haul

Sebelum mulai menghitung zakat, penting memahami konsep nishab (harta yang setara dengan 85 gram emas) dan haul (harta yang disimpan selama satu tahun).

Selengkapnya bisa dilihat di akun Instagram @baznaskotabogor.

2. Kalkulator Zakat BAZNAS Kota Bogor

Untuk memudahkan perhitungan zakat, Baznas Kota Bogor menyediakan Kalkulator Zakat yang dapat diakses secara online.

Langkah-langkahnya sederhana dan dapat diikuti oleh siapa pun.

Tunaikan Zakat secara Online

Setelah menghitung zakat, langkah selanjutnya adalah menunaikannya secara online.

Caranya cukup klik link yang tersedia di BIO Instagram @baznaskotabogor.

Kontak Layanan BAZNAS Kota Bogor

Jika masih terdapat pertanyaan atau butuh bantuan, Anda dapat menghubungi layanan BAZNAS melalui WhatsApp atau email yang tertera di bagian akhir artikel ini.

Dengan adanya inovasi ini, semoga lebih banyak orang yang dapat dengan mudah berzakat dan berkontribusi pada kebaikan bersama.

Jangan ragu untuk mengikuti panduan yang telah disajikan oleh Baznas Kota Bogor dan tunaikan zakat Anda dengan nyaman.

Itulah ulasan dan informasi mengenai cara menghitung zakat yang sudah disediakan di Baznas Kota Bogor.***

Warga Caringin dan Ciawi Curhat ke Achmad Ru’yat, dari Pungli hingga Nasib Guru

Bogordaily.net Warga di Kecamatan Caringin dan Ciawi Kabupaten Bogor curhat ke Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru’yat.

Sejumlah keluhan disampaikan rakyat saat menghadiri acara Reses Masa Sidang II di Majlis Ibnu Yaman, Kampung Nangoh, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa 23 Januari 2024.

Reses ini dihadiri tokoh masyarakat Cimande, tokoh agama dari beberapa desa di Kecamatan Caringin dan Ciawi, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) serta pengurus MUI Kecamatan Caringin.

Dalam kesempatan tersebut, mereka mengadukan sejumlah persoalan. Antara lain pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dugaan pungutan liar (pungli) terhadap Ponpes, sarana umum dan sarana ibadah, serta nasib guru PAUD.

Pimpinan Ponpes Darul Falah, Desa Pancawati, KH. Baden Yunus, mengungkapkan saat ini masih banyak ponpes yang belum memiliki izin operasional.

“Tapi bukan berarti tidak mau urus izin operasional. Saya pernah mengurus tidak pakai biaya sudah setahun belum jadi. Sedangkan yang memakai uang Rp3 juta sudah beres tidak sampai seminggu,” klaim KH. Baden Yunus.

Sedangkan Shohibah, guru PAUD asal Kecamatan Ciawi, mengadukan nasibnya yang tak mendapat kejelasan soal status guru PAUD.

Ia mendesak pemerintah agar menyediakan nomenklatur khusus guru PAUD dalam proses pengangkatan PPPK.

“Awalnya ada kebijakan pemerintah supaya guru PAUD atau TK berijazah minimal Strata 1 (S1). Kemudian saya kuliah dan berhasil lulus. Lalu ada kesempatan pengangkatan PPPK. Lalu saya daftar. Ikut tes, lulus kesatu dan kedua. Tapi hasilnya pemerintah menjawab tidak ada link (penempatan) untuk guru PAUD,” ungkapnya.

Warga Ciawi lainnya, Jajat alias Bacit, mengadukan pembongkaran bangunan musala dan MCK di Simpang Ciawi persis di belakang Pos Polisi Ciawi.

“Bangunan musala dan MCK di Perempatan Ciawi dibongkar oleh Jasa Marga. Pembongkaran bersamaan dengan warung-warung. Kasihan, itu kan fasilitas umum. Bangunan musala dan MCK itu juga dibangun oleh pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Majlis Ibnu Yaman, Ust. Moch. Entis Sutisna, mengeluhkan pelayanan dari pihak RSUD yang masih membeda-bedakan kelas BPJS.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Achmad Ru'yat saat reses di Ciawi, Kabupaten Bogor. (Acep/Bogordaily.net)

“Terus terang saya kesal dan marah. Jadi pelayanan Rumah Sakit itu tergantung kelasnya. Status sosial masyarakat jadi terlihat. Jika kelas VIP kita mendapatkan pelayanan seperti raja. Tapi kasihan yang kelas III. Mereka banyak diabaikan. Saya usul agar tidak ada lagi kelas-kelas. Harus seperti sekolah, mau yang mampu atau tidak gurunya sama,” bebernya.

Selain itu, Ust. Moch. Entis yang terbiasa berceramah di berbagai daerah ini mengaku selalu menitipkan pesan kepada para pejabat di mana pun agar memperhatikan warga tidak mampu.

“Saya berharap berbagai keluhan ini ada tindak lanjut, kabar lanjutannya dari Pak Ru’yat,” ucapnya sambil mendoakan agar Achmad Ru’yat terpilih menjadi anggota DPR RI.

Menjawab beragam keluhan masyarakat tersebut, Achmad Ru’yat merespons positif dan menyatakan siap memperjuangkan aspirasi-aspirasi masyarakat di selatan Kabupaten Bogor untuk dibahas dalam rapat di DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Saya akan koordinasikan kepada Pj gubernur Jawa Barat, Pj bupati Bogor, maupun camat Ciawi. Termasuk instansi lintas sektor yang berwenang. Secara teknis staf saya mencatat semua aspirasi warga ini,” tegasnya. (Acep Mulyana)

MenKopUKM Jajaki Kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts

0

Bogordaily.net MenKopUKM Teten Masduki menjajaki kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat ekosistem wirausaha.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menjajaki peluang kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts di Belanda. Kerja sama terkait program inkubasi bisnis bagi wirausaha pemula (Start-Up) melalui penandatanganan Letter of Intent (LOI) oleh Deputi bidang Kewirausahaan Siti Azizah dengan Chief Executive Officer PUM.

MenKopUKM Teten Masduki menilai PUM Netherlands Senior Experts telah berhasil dalam menciptakan iklim usaha bagi start-up di 36 negara dengan total proyek 1.300 – 1.700 per tahun bagi 45.000 wirausaha.

Keberhasilan PUM ini akan direplikasi melalui program pemerintah di Indonesia agar semakin besar peluang terciptanya wirausahawan baru.

MenKopUKM Teten Masduki menjajaki kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts.(Foto: Dok. KemenKopUKM)

“Sebagai upaya kami untuk mengoptimalkan proses dan hasil inkubasi usaha yang selama ini telah berlangsung, kami bermaksud untuk menjajaki prospek kerja sama dengan PUM Netherlands Senior Experts. Salah satu area fokus yang menarik dari apa yang dilakukan PUM terkait program partnership adalah penerapan SDG’s nomor 8 (Decent Work dan Economic Growth),” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam kunjungan kerjanya di Belanda, Selasa, 23 Januari 2024.

MenKopUKM Teten mengaku terkesan dengan dukungan yang diberikan oleh 1.300 volunteer experts PUM kepada 800-1600 UKM di 36 bidang usaha yang berbeda setiap tahunnya.

Dengan inisiatif tersebut dia berharap target penciptaan wirausaha baru di Indonesia sebesar 1 juta di tahun 2024 dapat tercapai.

Dalam upaya peningkatan rasio kewirausahaan ini, kata MenKopUKM, pemerintah Indonesia telah mendirikan SMESCO, sebuah organisasi yang berspesialisasi dalam memberikan layanan promosi dan pemasaran kepada UKM Indonesia.

“(Layanan) ini termasuk informasi pasar, alat pemasaran, promosi produk, jaringan pemasaran, distribusi, konsultasi pemasaran, dan inkubasi pemasaran. Tujuan kami adalah membekali UKM dengan keterampilan dan sumber daya yang diperlukan untuk berkembang baik di pasar domestik maupun global,” kata Menteri Teten.

Program Inkubasi Wirausaha Pemula

Menteri Teten menjelaskan sejak tahun 2021, pemerintah Indonesia melalui KemenKopUKM telah melaksanakan program inkubasi wirausaha pemula melalui kemitraan dengan 20 lembaga inkubator bisnis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Upaya ini telah berhasil menginkubasi lebih dari 350 start-up.

“Mayoritas mitra lembaga inkubator bisnis ini telah bekerja sama dan berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta. Sisanya berasal dari bentukan pemerintah daerah di Indonesia,” ujar Menteri Teten.

Untuk melanjutkan langkah-langkah tersebut, pihaknya akan berkolaborasi dengan PUM Netherlands Senior Experts di Belanda agar target implementasi program SDG’s nomor 8 di tahun 2030 juga bisa tercapai.

Beberapa program SDG’s yang dimaksud dalam poin 8 tersebut di antaranya adalah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi per kapita sesuai kondisi nasional. Selain itu juga diharapkan bisa mencapai produktivitas ekonomi yang lebih tinggi melalui diversifikasi.

“Kami juga menargetkan untuk bisa mendorong kebijakan yang berorientasi pada pembentukan usaha formal dan pertumbuhan UMKM melalui pemutakhiran teknologi dan inovasi,” kata MenKopUKM Teten Masduki.

MenKopUKM Teten juga berharap kolaborasi dan sinergi dari peluang kerja sama ini mampu mendorong efisiensi konsumsi dan produksi sumber daya global. Selanjutnya dapat menurunkan proporsi kaum muda yang tidak bekerja sehingga mereka memiliki kesempatan kerja yang produktif dan layak.

“Ditargetkan juga mampu mendorong pariwisata berkelanjutan dan memperkuat kapasitas lembaga keuangan,” kata Teten Masduki.***

Hadiri WEF 2024 Dirut BRI Bicara tentang Artificial Intelligence, Tingkatkan Produktivitas, hingga Penguatan Regulasi

0

Bogordaily.net Hadir dalam WEF 2024 Direktur Utama (Dirut) BRI berbicara tentang artificial intelligence, meningkatkan produktivitas hingga penguatan regulasi.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat terutama di bidang Artificial Intelligence (AI) tak hanya memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Namun, juga disertai munculnya potensi risiko ke depan. Sehingga diperlukan penguatan regulasi.

Hal ini menjadikan bahasan terkait AI menjadi salah satu topik utama yang menjadi sorotan dalam gelaran World Economic Forum 2024 yang diselenggarakan di Davos pada 15-19 Januari 2024.

Direktur Utama BRI Sunarso yang hadir dalam event tersebut memberikan pandangan bahwa keberadaan AI berdampak meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tubuh perseroan.

Salah satu produk hasil transformasi digital BRI yang terkait dengan AI yakni BRIBRAIN. BRIBRAIN merupakan “pusat otak digital” BRI yang mengkonsolidasikan kapabilitas AI dan analitik. Yakni untuk meningkatkan customer engagement, anti-fraud & risk analytics, credit underwriting, hingga automasi untuk smart services & operations.

”AI Recommendation System yang dimiliki BRI telah diimplementasikan untuk memilih calon nasabah potensial, berdasarkan data. Seperti jumlah simpanan, portofolio pinjaman, demografi dan lokasi. Dampaknya, dengan penggunaan AI mampu meningkatkan conversion rate sebesar 60% dan meningkatkan kualitas akuisisi debitur sebesar 49%,” jelas Sunarso.

BRI Holding Ultra Mikro
Direktur Utama BRI Sunarso.(Foto: Dok. BRI)

Contoh lain adalah pemanfaatan AI pada BRImo, AI digunakan dalam memberikan rekomendasi transaksi serta penawaran produk yang customize sesuai profil nasabah.

”Pemanfaatan AI tersebut terbukti mampu mengakselerasi kinerja BRImo. Dan saat ini BRImo telah menjelma sebagai super apps serba bisa yang telah digunakan oleh 31,6 juta users dengan volume transaksi mencapai Rp4.158 triliun atau tumbuh 55,8% yoy per Desember 2023,” ungkap Sunarso.

World Economic Forum (WEF) 2024 dihadiri Dirut BRI Sunarso dan diselenggarakan di Davos, Swiss pada 15-19 Januari 2024.(Foto: Dok. BRI)

Strategi Kurangi Potensi Risiko AI 

Di sisi lain, Sunarso juga menyoroti terkait pembatasan regulasi terkait AI sebagai upaya preventif mencegah terjadinya kejahatan pada masa mendatang.

”Saya termasuk yang gelisah sedikit, yang saya gelisahkan sama yakni butuh regulasi. Itu mesin memang bisa melakukan dan mengkerjakan ribuan algoritma. Tapi kelemahannya tetap dia tidak punya perasaan. Ketika data yang masuk tanpa perasaan, dimanipulasi, dan itulah yang terjadi di cyber crime. Ada orang yang lebih pintar dari pencipta AI itu sendiri menggunakannya untuk cyber crime,” papar Sunarso.

Sunarso pun telah memiliki tiga strategi untuk mengurangi potensi risiko dari keberadaan AI.

“Satu yaitu regulasi, kedua adalah kemampuan teknis kita untuk menyaring tentang data yang akan dimasukkan ke engine AI itu, Ketiga compliance barang siapa yang mengendalikan AI harus dipastikan paham betul terkait compliance bukan lewat peraturan tapi melalui hati nurani,” tegasnya.

“Jadi strategi jangka panjang, BRI tetap akan menerapkan strategi hybrid. Menggunakan otak mesin yg tugasnya mengerjakan pekerjaan yang rumit dan berulang. Tapi menyimpulkan hasil akhir dan menentukan keputusan tetap harus manusia,” jelas Sunarso.

Terkait dengan agenda prioritas WEF terkait AI tersebut, Sunarso mengungkapkan bahwa apa yang menjadi visi, strategi dan yang telah dikerjakan BRI saat ini telah sejalan dengan agenda prioritas yang menjadi concern internasional pada World Economic Forum.***

Cak Imin Akan Perjuangkan DOB Bogor Barat dan Bogor Timur

0

Bogordaily.net Calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bakal memperjuangkan DOB atau Daerah Otonomi Baru di Kabupaten Bogor yakni Bogor Barat dan Bogor Timur.

Isu pemekaran daerah atau pembentukan DOB Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur menjadi salah satu masalah yang disoroti pasangan calon presiden dan wakilnya, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).

Muhaimin Iskandar yang datang menyapa langsung masyarakat di SBS Premier Venue, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa, 23 Januari 2024 mengatakan bahwa perjuangan mewujudkan pemekaran daerah adalah upaya untuk pemerataan pembangunan.

“Ini adalah bagian dari usaha kita, perjuangan kita untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, mendekatkan pelayanan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Cak Imin menerima kontrak politik bersama beberapa perwakilan dan Presidium DOB Bogor Barat dan Timur.

Ia dengan yakin akan mampu mewujudkan pembentukan DOB di Kabupaten Bogor tersebut ketika nanti dirinya dan Anies terpilih sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia.

Cak Imin menjelaskan, pembentukan DOB di Kabupaten Bogor ini tertahan oleh moratorium yang sampai saat ini masih berada di pemerintah pusat. Sehingga hal tersebut perlu diperjuangkan, agar itu bisa diwujudkan.

“Kita tidak ingin pemerataan pembangunan hanya di kota-kota besar saja seperti Jakarta. Kita punya program untuk itu. Sehingga upaya mewujudkan DOB di Kabupaten Bogor ini adalah upaya perubahan, agar tidak ada ketimpangan di masyarakat,” jelasnya.(Gibran)