Home Blog Page 205

Ditengah Ketegangan Global, Menteri Agus Andrianto Ingatkan Masyarakat Soal Ketahanan Pangan

0

Bogordaily.net – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (RI) Agus Andrianto mengingatkan masyarakat soal ketahanan pangan nasional dalam kondisi ketegangan global.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 8 April 2026.

“Tadi saya ingatkan kepada semua yang hadir untuk menguatkan program ketahanan pangan. Karena ini pada saat musim perang, mudah-mudahan ini menjadi kesadaran kita semua untuk memulainya dari rumah,” kata Agus Andrianto.

Menurut Agus, saat ini banyak program dari Pemerintah yang harus didukung penuh oleh masyarakat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat hingga cek kesehatan gratis.

Hal tersebut, kata Agus, merupakan langkah dan upaya dari Pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat di tengah kondisi krisis atau ketegangan global yang semakin memanas.

“Banyak sekali arah kebijakan Bapak Presiden yang sudah dilaksanakan dari mulai kegiatan makan bergizi gratis, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian pembangunan sekolah rakyat, perbaikan sekolah-sekolah intens yang selama ini kurang mendapat perhatian,” jelasnya.

“Kemudian ada sekolah unggulan Garuda, sekolah-sekolah rakyat yang akan dibangun tiap-tiap kabupaten, kemudian program Koperasi Merah Putih, kemudian program kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis,” tambah Agus.

Selain itu, Agus mengajak kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan terus mendukung program program Pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan mulai dari rumah, semua berkontribusi untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Insya Allah cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan di seluruh wilayah Indonesia dapat kita laksanakan,” ungkapnya.***

Albin

Bank Kota Bogor Gelar Rapat Evaluasi Triwulan I, Perkuat Kinerja dan Tata Kelola Perusahaan

0

Bogordaily.net – Bank Kota Bogor menggelar Rapat Evaluasi Triwulan I bersama jajaran Komisaris dan Direksi sebagai bagian dari komitmen dalam menjaga kinerja perusahaan serta memperkuat tata kelola yang baik.

Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam meninjau berbagai capaian kinerja selama tiga bulan pertama tahun berjalan. Selain itu, rapat juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi strategis terhadap program kerja yang telah dilaksanakan, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi perusahaan ke depan.

Dalam forum tersebut, jajaran manajemen membahas langkah-langkah strategis yang akan diambil guna memastikan keberlanjutan usaha serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Evaluasi ini diharapkan mampu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif dan terarah.

Melalui sinergi antara Komisaris dan Direksi, Bank Kota Bogor terus berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang profesional, transparan, dan terpercaya. Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat posisi sebagai lembaga keuangan daerah yang andal.

Dengan adanya rapat evaluasi ini, Bank Kota Bogor optimistis dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta perekonomian daerah.***

RKPD 2027 Disusun, KNPI Bogor Dorong Program Pro-Pemuda dan Serapan Kerja

0

Bogordaily.net – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurut Wahyudi, Musrenbang menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih tepat sasaran dan inklusif, khususnya bagi generasi muda yang mendominasi komposisi penduduk daerah tersebut.

“Musrenbang ini bukan sekadar agenda rutin, tapi momentum penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama generasi muda yang jumlahnya sangat besar,” kata Wahyudi, Rabu 8 April 2026.

Ia menyoroti bahwa hampir 75 persen penduduk Kabupaten Bogor berasal dari kalangan Milenial, Gen Z, dan Gen Alpha. Kondisi ini, menurutnya, harus direspons dengan perencanaan pembangunan yang adaptif dan berorientasi masa depan.

“Bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan program yang terarah. Jangan sampai justru menjadi beban jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM,” jelasnya.

Kemudian, Wahyudi juga mengapresiasi capaian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa persoalan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.

“Pertumbuhan ekonomi memang mulai terlihat positif, tapi penyerapan tenaga kerja harus lebih agresif. Kami berharap RKPD 2027 menghadirkan program konkret seperti pelatihan keterampilan, dukungan kewirausahaan, hingga kolaborasi dengan dunia industri,” ujar Wahyudi.

Adapun, KNPI siap mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dengan menjadi penghubung aspirasi pemuda sekaligus pengawal kebijakan pembangunan.

“Pemuda harus dilibatkan secara aktif, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Kami siap berkontribusi, mengawal, dan memastikan pembangunan berjalan transparan serta berkelanjutan,” ungkapnya.***

Albin

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Gelar Cek Kesehatan Gratis & Bansos di Cibinong

0

Bogordaily.net – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia (RI) melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis dan bantuan sosial di Kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 8 April 2026.

Adapun, kegiatan tersebut dalam rangka peringatan hari bakti kemasyarakatan yang ke-62. Kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga sekitar yang sudah datang sejak pagi hari.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto menyampaikan bahwa, pemeriksaan kesehatan gratis merupakan salah satu program prioritas dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dalam mendukung kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Ini menjadi salah satu prioritas daripada Kementerian Imigrasi dan kemasyarakatan. Kami membangun klinik-klinik di lembaga pemasyarakatan dan rutan yang ada di seluruh Indonesia,” kata Agus Andrianto, Rabu 8 April 2026.

Menurut Agus, program ini bukan hanya ditujukan kepada warga binaan lapas. Namun, juga kepada masyarakat di Cibinong dan sekitarnya.

“Salah satu tugasnya adalah memberikan pelayanan bukan hanya kepada warga binaan pemasyarakatan, tapi juga kepada warga di sekitar,” jelasnya.

Kemudian, pemeriksaan gratis juga ditujukan kepada para pendamping warga binaan. Nantinya jika ada keluhan lanjutan para pendamping dan warga binaan akan dirujuk langsung ke rumah sakit.

“Jadi kepada mereka selain tugasnya merawat, tahanan dan warga binaan, mereka juga kita berikan tugas untuk memberikan pelayanan kesehatan, kalau nanti perlu dirujuk ke rumah sakit kita akan rujuk,” ujar Agus.

Selain itu, Agus menegaskan akan terus mendukung penuh seluruh program Presiden Prabowo dalam rangka memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

“Ini adalah merupakan tindak lanjut daripada arah kebijakan Bapak Presiden. Mudah-mudahan walaupun kecil, kita memberikan kontribusi untuk mencapai apa yang menjadi tugas kita bersama,” ungkapnya.***

Albin

Tanda-Tanda Filter Bensin Mobil Bekas Mulai Bermasalah yang Wajib Kamu Waspadai

0

bogordaily.net – Banyak pemilik mobil bekas baru menyadari pentingnya kondisi filter bensin setelah muncul gejala pada mesin. Padahal, komponen ini punya peran krusial dalam menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Pada sebagian besar mobil bekas, filter bensin biasanya berada di dalam tangki bahan bakar, tepatnya dekat motor fuel pump yang bertugas mengisap bahan bakar sekaligus menyalurkannya dengan tekanan ke injektor.

Fungsi utama filter bensin adalah menyaring berbagai endapan kotoran yang ikut terbawa dalam bahan bakar.

Seiring waktu, kotoran ini akan terus menumpuk dan membuat filter menjadi semakin kotor.

Sayangnya, karena posisinya tersembunyi di dalam tangki, pengecekan kondisi filter bensin tidak bisa dilakukan dengan mudah.

Namun, bukan berarti kamu harus langsung membongkar tangki bahan bakar untuk memastikan kondisinya.

Ada beberapa tanda yang bisa dirasakan dari performa mobil ketika filter bensin mulai kotor.

Salah satu gejala yang paling sering muncul adalah putaran mesin yang terasa tidak halus atau brebet.

Kondisi ini terjadi karena aliran bahan bakar ke injektor tidak lagi lancar. Kotoran yang menumpuk pada filter menghambat suplai bensin, sehingga jumlah bahan bakar yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.

Selain itu, saat mobil digunakan, laju kendaraan bisa terasa tersendat-sendat. Respons mesin menjadi kurang maksimal, terutama saat akselerasi.

Hal ini juga berkaitan dengan terganggunya aliran bahan bakar akibat filter yang sudah terlalu kotor.

Masalah lain yang bisa muncul adalah menurunnya tekanan dari fuel pump. Ketika filter tersumbat, pompa bahan bakar harus bekerja lebih keras, namun tetap tidak mampu menghasilkan tekanan yang optimal. Dampaknya, performa mesin ikut menurun.

Putaran mesin yang brebet juga dikarenakan filter bensin yang kotor. Umumnya, filter bensin ini akan kotor saat mobil sudah mencapai lebih dari 50.000 km.

Jika berbagai gejala tersebut mulai terasa, sebaiknya jangan diabaikan. Langkah paling aman adalah melakukan pengecekan di bengkel terpercaya.

Bila terbukti filter bensin sudah kotor, penggantian sebaiknya segera dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut pada sistem bahan bakar maupun mesin secara keseluruhan.***

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Bogor Tegaskan Arah Pembangunan 2027 Berbasis Aspirasi Masyarakat

0

bogordaily.net – Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 di Sebaguna 1 Setda, Selasa 7 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyatukan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bogor untuk tahun anggaran 2027.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, Pemkab Bogor terus memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Musrenbang RKPD ini merupakan tahapan lanjutan dari Musrenbang desa dan kecamatan, yang seluruh usulannya dihimpun dan dirumuskan menjadi rancangan APBD 2027 serta rencana kerja perangkat daerah.

“Bersama seluruh jajaran Pemkab Bogor, kami memastikan setiap tahapan perencanaan berjalan optimal. Seluruh usulan dari desa dan kecamatan kami integrasikan agar menjadi kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Rudy.

Selain itu, Pemkab Bogor juga mengakomodir aspirasi masyarakat melalui anggota DPRD Kabupaten Bogor yang telah melaksanakan reses di daerah pemilihan masing-masing.

Dengan demikian, setiap program yang dirumuskan tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses perencanaan yang matang dan berjenjang.

Dalam penetapan prioritas pembangunan 2027, Bupati Bogor bersama Pemkab Bogor menitikberatkan pada pemenuhan hak dasar masyarakat.

“Fokus pembangunan meliputi percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, sektor pendidikan dan kesehatan, serta penguatan kegiatan keagamaan,” katanya.

Pemkab Bogor juga memastikan program bantuan keuangan infrastruktur desa tetap berlanjut pada tahun 2027, sebagai bentuk komitmen dalam pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.

Lebih lanjut, Bupati Bogor menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda, serta dukungan media dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada publik.

Kemudian, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat dan berlandaskan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Sastra Winara menyampaikan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam pembentukan kebijakan daerah, penganggaran, dan pengawasan.

Oleh karena itu, penyusunan RKPD menjadi tahapan krusial untuk memastikan arah pembangunan berjalan sesuai aspirasi masyarakat.

“RKPD Tahun 2027 harus mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan wilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya.***

Ditopang Sinergi Holding Ultra Mikro, Intip Kisah Siti Julaeha Perempuan yang Sukses Kembangkan Usaha Sambil Mengurus Rumah Tangga 

0

Bogordaily.net – Sebuah rak warung sederhana menjadi saksi awal perjalanan usaha seorang ibu rumah tangga bernama Siti Julaeha di Lebak, Banten. Dari tempat itu, ia mulai menjual kebutuhan sehari-hari sambil tetap bekerja, berharap ada tambahan penghasilan untuk membantu keluarga.

Seiring berjalannya waktu, berkat dukungan sinergi holding ultra mikro BRI Group, usahanya pun berkembang hingga mampu menjadi andalan bagi warga sekitar.

Siti bercerita bermula dari langkah kecil di tahun 2017, dirinya memulai usaha bersama PNM Mekaar dengan modal awal Rp2 juta. Saat itu, Siti masih bekerja sambil menjalankan warung kecil-kecilan sebagai tambahan penghasilan.

“Saat pandemi COVID-19 datang, saya harus berhenti bekerja dan memilih fokus melanjutkan usaha sembako. Di tengah kondisi sulit, saya tidak menyerah. Justru dari sinilah usaha saya mulai berkembang. Dengan dukungan modal dan pendampingan usaha serta berbagai pelatihan dari PNM, warung saya semakin besar dan penghasilannya pun makin stabil,” kenangnya.

Ia menuturkan bahwa dukungan BRI Group dirasakan secara nyata dalam perjalanan usahanya, salah satunya melalui skema angsuran yang ringan dan terjangkau.

Dengan kondisi tersebut, Siti memiliki ruang untuk mengelola arus keuangan usahanya dengan lebih leluasa, sehingga selain memenuhi kewajiban angsuran, ia juga tetap bisa untuk memutar kembali modalnya serta menyisihkan sebagian hasil usaha bagi kebutuhan keluarga.

Seiring waktu, kestabilan usaha yang mulai terbentuk membuka peluang bagi Siti untuk terus berkembang. Konsistensi dalam menjalankan usaha serta kemampuannya dalam mengelola keuangan menjadi perhatian PNM Mekaar.

Siti kemudian ditawari kesempatan untuk menjadi BRILink Agen, sebuah peluang yang membawa usahanya menjadi lebih berkembang.

“Awalnya hanya sebuah tawaran, namun ternyata itu adalah peluang besar. Di lingkungan tempat tinggal saya kebetulan belum ada BRILink Agen, sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan transaksi sangat tinggi. Melihat peluang bisnis tersebut, saya makin mantap mengambil keputusan untuk menjadi BRILInk Agen,” ujarnya.

Keputusan tersebut menjadi awal bagi Siti untuk mengembangkan usahanya ke arah yang lebih luas. Dengan proses yang relatif mudah serta pendampingan berkelanjutan dari PNM Mekaar, ia mulai menjalankan layanan BRILink Agen di samping usaha warung sembakonya.

Alhasil, kedua usaha tersebut saling menguatkan. Warung sembakonya tetap berjalan, sementara layanan BRILink Agen semakin ramai dan menjadi andalan masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.

Dari perjalanan usaha yang dijalani, Siti Julaeha kini telah berhasil memiliki toko dan rumah yang terpisah. Pencapaian ini mencerminkan perkembangan usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan melalui perusahaan anak BRI, PNM menghadirkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebagai solusi pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal (unbankable) melalui penyediaan akses permodalan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

“Sinergi BRI Group melalui Holding Ultra Mikro (UMi) menjadi wujud komitmen dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu prasejahtera,” ucap Akhmad.

Tercatat, hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro yang tersebar di 60.250 desa di seluruh Indonesia. Sementara itu, lebih dari 1,4 juta nasabah PNM Mekaar juga telah berhasil naik kelas ke BRI dan Pegadaian untuk mengembangkan usaha, memperluas peluang, serta meningkatkan kapasitas usahanya.

Pada periode yang sama, seiring dengan komitmen BRI untuk menciptakan sharing economy dan menggerakkan ekonomi lokal, lebih dari 420 ribu nasabah PNM Mekaar telah menjadi BRILink Agen yang dapat melayani kebutuhan transaksi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat peran dalam mendorong inklusi keuangan di tingkat komunitas.

 

BRI BO Menara BRILiaN Gencarkan Penggunaan EDC ke Merchant

0

Bogordaily.net – BRI BO Menara BRILiaN terus gencarkan penggunaan mesin EDC ke merchant. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI BO Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI. Dan para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

“Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen,” tegasnya.

Penggunaan menggunakan mesin EDC juga memudahkan konsumen maupun merchant dalam transaksi jual beli. Konsumen bisa membayar dengan harga yang pasti sesuai nominal dan merchant juga menerima pembayaran dengan pas tanpa khawatir selisih.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

“Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami,” tutupnya.(*)

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

0

Bogordaily.net – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah navigasi Darmawan, kinerja lingkungan PLN juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

“Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta (7/4).

Menurut Hanif, PROPER berperan sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau. Ia menambahkan bahwa penganugerahan ini turut mendorong kinerja industri untuk melampaui standar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan. Ia menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, ke depan PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca, mulai dari dekarbonisasi, hingga pengembangan pembangkit EBT. Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun. Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.(*)

PSEL di Bogor dan Bandung Raya Dipercepat, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik dalam 3 Tahun

0

Bogordaily.net – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di dua kawasan aglomerasi di Jawa Barat.

Dua lokasi yang akan menjadi fokus pembangunan PSEL tersebut berada di Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor untuk wilayah Bogor-Depok, serta di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat untuk kawasan Bandung Raya.

Percepatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Gubernur Jawa Barat dan delapan wali kota serta bupati se-Jawa Barat di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mengatasi persoalan sampah melalui pendekatan energi terbarukan.

“Atas arahan Bapak Presiden, penanganan sampah diarahkan menjadi energi terbarukan atau energi listrik melalui skema PSEL atau waste to energy,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bahwa kota atau aglomerasi dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari wajib menerapkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

“Hari ini kita menyaksikan penandatanganan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, diikuti delapan bupati dan wali kota, yang terbagi dalam dua aglomerasi, yaitu Bandung Raya dan Bogor-Depok,” katanya.

Ia berharap, setelah penandatanganan ini, seluruh pihak segera melengkapi dokumen dan masuk ke tahap lanjutan pembangunan. Menurutnya, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan sampah secara menyeluruh.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa proyek ini menjadi solusi atas persoalan sampah yang telah berlangsung puluhan tahun.

“Kita ingin menyelesaikan problem akut yang terjadi berpuluh-puluh tahun. Selama ini kajian dilakukan terus-menerus, bahkan sampai ke luar negeri, dan menghabiskan biaya besar,” ujarnya.

Ia menyebut TPA Sarimukti sebagai lokasi yang ideal untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik, khususnya untuk wilayah Bandung Raya.

Dedi juga menekankan bahwa sistem baru ini akan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di tingkat kabupaten dan kota. Ke depan, pemerintah daerah hanya akan fokus pada dua aspek utama, yaitu petugas kebersihan dan transportasi pengangkutan sampah.

“Dengan pengelolaan terpusat di dua lokasi, biaya operasional bisa ditekan dan lebih efektif. Bahkan pengangkutan bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar lebih efisien,” jelasnya.

Ia optimistis dalam tiga tahun ke depan, proyek ini akan mulai memberikan hasil nyata berupa energi listrik dari sampah.

“Dalam bahasa saya, sampah hilang, listrik pun terang,” pungkasnya.