Tuesday, 14 April 2026
Home Blog Page 207

3.500 Hektar Lahan di Kabupaten Bogor Hilang Akibat Deforestasi, Pengamat Yusfitriadi: Jangan Sampai Bencana Ekologi Terjadi!

0

Bogordaily.net – Pengamat sekaligus Founder LS Vinus Yusfitriadi menyebut sebanyak 3.500 hektar lahan di Kabupaten Bogor telah hilang akibat Deforestasi.

Hal tersebut ia sampaikan saat diskusi terkait Deforestasi di kantor LS Vinus, Cibinong, pada Kamis 18 Desember 2025.

Menurut Yusfitriadi, Deforestasi di Kabupaten Bogor terjadi karena maraknya alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi kawasan perumahan, pabrik, dan lain sebagainya.

“Sekarang alih fungsi lahan itu gila gilaan. Kebun jadi perumahan, dan sawah jadi pabrik dari halaman rumah jadi kontrakan jadi beton,” kata Yusfitriadi kepada wartawan, Kamis 18 Desember 2025.

Ia menjelaskan, maraknya alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor terjadi karena longgarnya perizinan yang diberikan oleh pemerintah.

“Semua pengurangan pengurangan lahan terbuka itu adalah faktor nya, salah satunya alih fungsi lahan. Sangat mungkin alih fungsi lahan itupun diberikan izin oleh pemerintah,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Yusfitriadi, dari tahun 2011 sampai 2020 selama 9 tahun hutan di Kabupaten Bogor mengalami deforestasi hingga 2000 hektar.

“9 tahun, itu setiap tahun kalo kita rata ratakan mengalami deforestasi 300 hektare. Itu tambah 1.500 hektare, berapa sampai hari ini kita kehilangan hutan di Kabupaten Bogor kita kehilangan 3.500 hektar,” tambahnya.

Yusfitriadi menilai, Pemerintah kini telah tutup mata, dan pegiat alam dinilai tidak bisa menyuarakan terkait hal tersebut.

“Saya pikir tidak ada alasan kita tidak menyuarakan itu, karena itu nasib kita, dan nasib keberlangsungan semua aktivitas umat manusia khususnya,” ujar Yusfitriadi.

Oleh karena itu, kata dia, dengan data sebanyak 3.500 hektar lahan di Kabupaten Bogor yang telah hilang akibat deforestasi. Jangan sampai fenomena bencana ekologi yang terjadi di Sumatera terjadi juga di Bogor.

“Potensi besar, 3.500 hektar sampai hari ini, 300 hektar per tahun, kalo kita biarkan, bukan hal mustahil. Kabupaten Bogor sudah tidak bisa menopang arus intensitas curah hujan yang tinggi, pada akhirnya mengakibatkan bencana,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar Pemerintah dapat turun tangan mencegah terjadinya bencana ekologis seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera.

“Bagi saya itu bukan semata mata bencana alam, tapi itu adalah sudah bencana ekologis. Ada bencana ekologis karena tangan tangan manusia yang merusak alam,” ungkap Yusfitriadi.(Albin)

Gara-Gara Diputusin Pacar, Pria di Cibinong Ditemukan Tewas Gantung Diri 

0

Bogordaily.net – Seorang pria EBP (28) ditemukan tewas gantung diri di Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis 18 Desember 2025.

Kapolsek Cibinong, AKP Jhony Handoko menjelaskan bahwa, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar.

Adapun, korban yakni EBP (28) ditemukan tewas gantung diri diduga tidak terima putus hubungan dengan pacar\nya yakni TS (16).

Menurut Handoko, TS awalnya menghubungi EBP via telpon pada hari Kamis tanggal 18 Desember 2025 sekitar jam 03.00 WIB untuk meminta putus.

Dikarenakan TS selalu mendapatkan perlakuan kasar dari korban lalu korban mengancam untuk bunuh diri.

“Tiba-tiba korban minta agar TS datang pagi lalu TS sekitar 04.30 WIB terakhir chat mengatakan bahwa tidak percaya kalau orang mati karena cinta setelah itu korban sudah tidak ada jawaban,” kata Handoko, Jum’at 19 Desember 2025.

Kemudian, sekira sore hari jam 15.00 WIB, TS mencoba datang ke rumah korban untuk cek keadaannya, karena tidak ada jawaban saat mengetuk pintunya dan teringat bahwa pintu rumah korban tidak pernah dikunci.

TS mencoba mencarinya hingga saat membuka kamar mandi dilihatnya korban sudah tidak sadarkan diri dalam keadaan tergantung di depan kamar mandi.

“TS pun keluar dari rumah korban dan langsung ke tetangganya yang selanjutnya melaporkan ke kantor Kepolisian,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Handoko, setelah dilakukan cek dan olah TKP di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kemudian setelah membaca isi chat antara saksi dan korban diduga korban tidak terima untuk diputuskan oleh saksi.

“Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Cibinong untuk dilakukan visum dan keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi maka keluarga korban membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” ungkap Handoko.(Albin)

Peringati Hari Bela Negara, Bupati Bogor Sampaikan Amanat Presiden Prabowo 

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan peringatan Hari Bela Negara, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, pada Jum’at 19 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden Prabowo mengajak seluruh warga negara, teguhkan bela negara demi hadapi tantangan zaman.

Menurutnya, Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan.

Dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi.

Bupati Rudy Susmanto menyampaikan, ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berkembang dalam bentuk perang siber, gerakan radikalisme, serta ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.

“Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” kata Rudy.

Adapun, peringatan Hari Bela Negara setiap tanggal 19 Desember merupakan pengingat atas berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948.

Peristiwa bersejarah tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga Republik Indonesia tetap berdiri di tengah ancaman agresi militer.

“Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas, khususnya kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi ujian bencana alam,” jelasnya.

Lebih lanjut, ketiga wilayah ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, mulai dari Aceh sebagai “Daerah Modal” kemerdekaan, Sumatera Utara dengan semangat juang Medan Area.

Hingga Sumatera Barat yang melahirkan PDRI sebagai penyelamat Republik Indonesia pada masa paling kritis.

“Cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata, antara lain dengan membantu sesama yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan profesi masing-masing,” ungkap Rudy.(Albin)

Polresta Bogor Kota Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2025, Libatkan 1.067 Personel Gabungan

0

Bogordaily.net – Polresta Bogor Kota bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Lilin Lodaya 2025 di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat 19 Desember 2025. Operasi ini digelar untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya menurunkan sebanyak 1.067 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemkot Bogor, serta potensi masyarakat.

“Pada operasi ini kami menurunkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan pemerintah kota dengan total 1.067 personel. Nantinya akan didirikan enam pos pengamanan, satu pos terpadu, serta dua pos wisata yang ditempatkan di Kebun Raya Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, pengamanan diperketat mengingat setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang datang ke Kota Bogor, baik melalui pintu tol maupun jalur kereta api. Kota Bogor yang dikenal sebagai kota wisata dan kuliner menjadi salah satu tujuan utama masyarakat selama libur Nataru.

“Berdasarkan analisa dan perbandingan data tahun 2023 hingga 2024, jumlah kunjungan ke Kota Bogor terus meningkat. Oleh karena itu, kami antisipasi seluruh potensi kerawanan, termasuk mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata,” katanya.

Selain pengamanan arus lalu lintas dan pusat keramaian, Polresta Bogor Kota juga memfokuskan pengamanan perayaan ibadah Natal.

Sejumlah gereja akan dilakukan sterilisasi guna memastikan umat Nasrani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa Pemkot Bogor mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Lodaya 2025 sebagai upaya menjaga kondusivitas kota.

“Kami juga akan melaksanakan operasi gabungan pada malam Natal dengan mengunjungi sejumlah tempat ibadah, baik gereja Katolik maupun Kristen. Ini bagian dari Operasi Lilin Lodaya 2025 agar Kota Bogor tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ungkap Dedie.

Ia menambahkan, tradisi mudik baik saat Lebaran maupun Nataru harus dimaknai sebagai proses kebersamaan yang menjadi perhatian seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Kota Bogor memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam serta destinasi wisata yang menjadi tujuan utama. Ini menjadi perhatian kita bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.(Ibnu Galansa)

Menempa Mental Wirausaha ala Lek Dul

0

Bogordaily.net – Ada sebuah jargon yang kerap digaungkan terkait dunia wirausaha yaitu kesuksesan bukan datang dari keberuntungan semata, melainkan dari mentalitas yang ditempa oleh keringat dan air mata. Hal itulah yang diterapkan oleh Abdul Muhaimin atau yang akrab disapa Lek Dul, seorang pengusaha angkringan di Bandung dan Sumedang, ketika memutuskan berhenti bekerja untuk merintis usaha.

Pada acara kuliah umum bertajuk “Mentalitas Wirausaha” yang diadakan di Ikopin University, Kamis 18 Desember 2025, Lek Dul berbagi kisah inspiratifnya di hadapan mahasiswa.

Kisah Lek Dul dimulai dari sebuah prinsip kuat saat ia menempuh studi di Yogyakarta yakni ia tidak ingin menjadi ASN.

Meski setelah lulus ia sempat mengecap manisnya karier di perusahaan PMA/PMDN hingga bekerja di PT Freeport Indonesia di Papua, kegelisahan batin membawanya pada sebuah perenungan mendalam.

“Saya menyadari jika terus menjadi karyawan, perkembangan saya akan stagnan,” ujar Lek Dul.

Ia akhirnya mengambil keputusan besar untuk berbisnis dengan satu janji pada diri sendiri, tidak boleh lagi melihat ke belakang. Baginya, visi dan obsesi hanya ada di depan mata.

Perjalanan bisnisnya tidak langsung mulus. Sebelum sukses dengan angkringan, Lek Dul sempat mencoba keberuntungan di bidang peternakan ayam. Namun, usaha tersebut gagal total.

Rasa sedih itu ada, namun mentalitas pantang menyerah membuatnya bangkit. Ia kemudian merintis usaha angkringan di Bandung dan Sumedang.

Di masa awal, Lek Dul terjun langsung tanpa gengsi. Mulai dari meracik bumbu, menghidangkan makanan, hingga mencuci mangkuk ia lakukan sendiri hingga menjelang subuh. Inilah wujud nyata dari kerja keras dan dedikasi.

Berbekal latar belakang pendidikan ekonomi dan pengalaman kerja, Lek Dul mengelola angkringannya dengan menerapkan prinsip-prinsip wirausaha visioner seperti inovasi berkelanjutan, standar operasional prosedur (SOP), manajemen yang ketat untuk menjaga kualitas, dan hospitality bagi pengunjungnya.

Dalam sesi kuliah umum tersebut, Lek Dul menekankan bahwa menjadi wirausaha bukan sekadar soal modal uang, melainkan kekuatan mental.

“Hal yang harus dimiliki wirausaha antara lain berani mengambil risiko, siap belajar, disiplin, kerja keras, dan berorientasi pada masa depan,” katanya.

Pada kesempatan ini, Shofwan Azhar selaku Dosen Ikopin University, menguatkan dengan mengulas pendapat para ahli tentang mental wirausaha yang mencakup motivasi berprestasi tinggi, keberanian mengambil risiko terukur, kreativitas dan inovasi, ketangguhan mental, orientasi pada peluang, dan kemampuan belajar dari kegagalan.

Menurutnya mental wirausaha unggul adalah kombinasi dari dorongan berprestasi tinggi (merujuk McClelland), inovasi berkelanjutan (merujuk Schumpeter), keberanian menghadapi risiko (merujuk Knight), visi dan kepekaan peluang (merujuk pendapat Kirzner), serta nilai dan pembelajaran jangka panjang.

“Keempat tokoh tersebut membuktikan bahwa kesuksesan entrepreneur bukan hasil instan, melainkan buah dari mental kuat, visi jelas, inovasi, dan nilai yang konsisten,” ujar Shofwan.

Melalui kuliah umum ini, diharapkan mahasiswa Ikopin University tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga nyawa dari semangat kewirausahaan yang dibawa oleh Lek Dul.***

Kementerian UMKM Perkuat Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah pada 2026

0

Bogordaily.net – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memastikan penguatan skema kemitraan dan rantai pasok melalui program Holding UMKM akan dioptimalkan dan diperluas pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat struktur usaha nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, mengatakan bahwa pada 2026 Kementerian UMKM akan mengembangkan sedikitnya lima klaster strategis, yakni sepak bola, pariwisata, pertanian, makan bergizi gratis, serta kesehatan dan kecantikan.
“Untuk klaster sepak bola, pada awal Desember telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Dalam Negeri. Kami sepakat memperkuat ekosistem sepak bola melalui pemberdayaan UMKM. Sepak bola dipilih sebagai proyek percontohan dan selanjutnya akan dikembangkan ke cabang olahraga lainnya,” ujar Bagus di Jakarta, Jumat 19 Desember 2025.
Sepanjang tahun 2025, kata Bagus, Kementerian UMKM telah menjalankan program Holding UMKM melalui sejumlah klaster, antara lain fesyen, kriya (handicraft), serta kelautan dan perikanan.
Usaha menengah sebagai operator Holding UMKM tersebut akan menjadi Role Model untuk dapat direplikasi sampai pada masifikasi di seluruh Indonesia.
“Pada klaster kelautan dan perikanan, program ini melibatkan 600 pemindang ikan. Sementara itu, pada klaster fesyen terdapat 550 pengrajin dan reseller yang terlibat, serta 150 pengrajin pada klaster kriya,” kata Bagus.
Melalui program Holding UMKM, Bagus menegaskan bahwa pengusaha menengah diharapkan dapat menjadi poros penghubung bagi usaha mikro dan kecil dalam klaster yang sama, sehingga tercipta skala ekonomis, akses pembiayaan, pendampingan inkubasi, dan pemasaran yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
“Usaha menengah diharapkan mampu membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang kerap dihadapi usaha mikro dan kecil, seperti kendala produksi, keterbatasan akses pembiayaan, belum optimalnya standardisasi mutu, serta lemahnya integrasi rantai pasok,” ujarnya.
Pada 2026, Kementerian UMKM juga akan mengoptimalkan pembiayaan inovatif bagi usaha menengah melalui skema yang terstruktur, terkurasi, serta berbasis pada kesiapan finansial dan potensi usaha.
“Pada tahun sebelumnya, terdapat 56 usaha menengah yang terpilih dalam skema pembiayaan ini. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah lembaga keuangan perbankan dan nonperbankan, seperti bank-bank Himbara dan Pegadaian, serta mitra kolaborator lainnya, termasuk Kementerian Perdagangan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan BUMN,” kata Bagus.
Selain itu, Bagus menambahkan bahwa program RISE to IPO, yang bertujuan memberikan kesempatan bagi usaha menengah untuk melantai di bursa, juga akan kembali diselenggarakan pada 2026 di Surabaya, Bandung, dan Makassar.
“Pada tahun sebelumnya, program RISE to IPO telah dilaksanakan di Jakarta dan Semarang dengan total 128 perusahaan yang lolos proses kurasi dan mengikuti rangkaian seminar,” tuturnya.
Menurut Bagus, RISE to IPO menjadi jembatan strategis bagi pengusaha menengah untuk naik kelas, dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka yang lebih tertata, transparan, dan kompetitif, sekaligus berperan sebagai jangkar penting bagi penguatan ekosistem jutaan usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.***

Trem di Kota Bogor Diuji Coba 2026

0

Bogordaily.net – Rencana pengembangan transportasi Trem di Kota Bogor memasuki babak baru. Pemkot dan PT Industri Kereta Api (INKA) telah sepakat menandatangani perjanjian atau MoU, Kamis 11 Desember 2025 lalu, untuk merealisasikan salah satu program Bogor Lancar.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengaku bersyukur atas support yang diberikan. Trem disebutnya dapat menjadi transportasi perkotaan masa depan.

Produk Trem besutan PT INKA sudah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50 persen. Teknologi baterainya juga sudah jauh lebih maju.

Dalam pengoperasiannya, trem tidak lagi menggunakan kabel atas. Charging energy-nya sudah lebih modern. Dengan demikian, pembiayaannya bisa jauh lebih irit.

“Jadi kita tidak perlu meragukan bahwa industri perkeretaapian dalam negeri ini menjadi harapan masa depan untuk perkotaan di seluruh indonesia,” kata Dedie usai pertemuan di Balai Kota.

Dedie menyebut, trem akan segera diuji coba dalam waktu dekat. Titik pengoperasiannya berada di sekitar Stasiun Bogor atau Alun-alun Kota Bogor.

Namun, semuanya masih dalam tahap persiapan, termasuk penyediaan lintasannya. Pada tahap uji coba, trem akan melintas sejauh 450 meter.

“Di uji coba ini, harapannya nanti PT INKA dapat melihat apa saja hal-hal yang masih harus dikembangkan secara teknologi,” kata Dedie.

Jika sudah resmi beroperasi, area lintasan trem akan dikembangkan. Moda transportasi umum ini nantinya akan melintasi area Sistem Satu Arah (SSA) atau Kebun Raya Bogor. Panjang lintasan yang diperlukan mencapai 7 hingga 9 kilometer.

Dedie memastikan bahwa pada tahapan ini pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kita ingin mengedukasi masyarakat agar terbiasa bahwa trem perkotaan ini menjadi solusi transportasi publik masa depan yang hijau dan ramah lingkungan,” paparnya.

Bobot trem sendiri tidak jauh berbeda dengan truk ataupun bus. Oleh karena itu, di garansi bahwa moda transportasi umum ini dinilai aman saat melintasi area jembatan seperti Otista.

“Alhamdulillah pada hari ini kita sudah sampai pada momentum yang sangat penting di mana trem itu bisa segera dimulai di Kota Bogor,” tegas Dedie.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto mengaku bahwa pihaknya merasa terhormat karena telah didukung oleh Pemkot Bogor dalam pengembangan industri transportasi dalam negeri.

Eko memberikan garansi bahwa trem buatannya tidak kalah dengan produk-produk luar negeri. Dia menambahkan, pihaknya akan menanggung seluruh sarana uji coba.

“Ini sudah sejak 2018 dan sudah kami lakukan uji coba di beberapa lintasan, seperti di Solo dan saat ini juga disambut baik oleh Pemkot Bogor. Untuk uji coba kami akan siapkan sarananya,” terang Eko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, uji coba trem di Kota Bogor akan dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Jika sudah resmi beroperasi, transportasi publik ini akan memiliki 17 halte.

Kereta trem ini nantinya berfungsi sebagai feeder dari LRT yang direncanakan tembus hingga ke Terminal Baranangsiang. Dedie berharap, langkah ini dapat mengurai kemacetan di Kota Hujan.

Solusi Wujudkan Bogor Lancar

Rencana pengoperasian trem di Kota Bogor dinilai menjadi langkah yang baik untuk penataan sistem transportasi massal mewujudkan salah satu program Bogor Lancar. Skema ini disebut efektif karena daya tampungnya besar.

Pengamat transportasi, Yayat Supriatna mengatakan moda transportasi umum berbasis rel wajib diterapkan jika Bogor ingin mendorong 60 persen warganya beralih ke angkutan umum.

“Kalau kita ingin mendorong orang Bogor 60 persen menggunakan public transport, jawabannya adalah berbasis rel,” ujarnya.

Jakarta sudah membuktikan efektivitas moda tersebut melalui MRT, LRT, dan KRL yang terus diperluas. Ia menyebut kepastian waktu dan kapasitas yang memadai menjadi alasan Bogor harus mulai bertransformasi.

Ia juga menyoroti teknologi trem modern yang mengandalkan baterai sehingga tidak memerlukan kabel atas. Penggunaan dua gerbong bertenaga baterai setara dengan dua bus tanpa perlu menambah prasarananya.

“Tinggal memperkuat jaringan jalan khususnya jembatan yang mungkin harus diperkuat,” tuturnya.

Konsep trem ini juga dinilai dapat memperkuat citra Bogor sebagai kota dengan transportasi hijau. Yayat menyebut jalur trem yang melingkar ke Kebun Raya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Datang ke Bogor orang bisa langsung naik trem, dari LRT nanti bisa sambung trem dan biayanya lebih terjangkau,” tuturnya.

Dengan begitu, trem berpotensi menjadi angkutan utama di Kota Bogor. Namun ini mesti dibarengi kebijakan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi. Contohnya, pemerintah mulai berani mengoperasikan kebijakan Ganjil Genap di area Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya. Atau kalau perlu memberlakukan jalan berbayar dan parkir yang tinggi.

“Jadi orang-orang yang menggunakan kendaraan pribadi bisa dikendalikan dengan kebijakan push fighter. Sementara angkotnya bisa jadi feeder,” katanya.***

Waspada Hujan! Cek Ramalan Cuaca Kota Bogor Jumat 19 Desember 2025

0

Bogordaily.net – Ramalan cuaca dari BMKG untuk Kota Bogor pagi hari ini, Jumat 19 Desember 2025 diperkirakan hujan ringan sepanjang hari.

Kota Bogor yang dikenal dengan julukan Kota Hujan memang kerap kali mengalami perubahan cuaca yang cepat dan tak terduga.

Oleh karena itu, mengetahui kondisi cuaca secara akurat sangat penting agar aktivitas harian Anda tidak terganggu, baik saat berangkat kerja, sekolah, maupun beraktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca khusus untuk wilayah Bogor dan sekitarnya. Hari ini Bogor diperkirakan berawan seharian.

Informasi ini mencakup prediksi suhu, kelembapan, potensi hujan, dan peringatan dini cuaca ekstrem jika ada.

Jadi, pastikan Anda menyimak ulasan lengkapnya agar bisa lebih waspada dan menyesuaikan rencana kegiatan Anda sepanjang hari ini.

Ramalan Cuaca Bogor Jumat 19 Desember 2025

Berikut adalah prakiraan cuaca lengkap di masing-masing wilayah Kota Bogor:

Bogor Selatan

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 21-26°C
Kelembapan: 77–94%

Bogor Timur

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 22-26°C
Kelembapan: 72–91%

Bogor Tengah

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 72-90%

Bogor Barat

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 73–90%

Bogor Utara

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23-28°C
Kelembapan: 73–90%

Tanah Sareal

Cuaca: Hujan Ringan
Suhu: 23–28°C
Kelembapan: 73–89%

Walau cerah, untuk jaga-jaga apabila memiliki kegiatan di luar rumah, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan seperti jas hujan atau payung.

Jangan lupa mengenakan pakaian hangat untuk menjaga tubuh tetap nyaman di suhu yang relatif sejuk.

Selain itu, konsumsi vitamin dan cukup istirahat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh Anda di tengah cuaca yang basah dan lembap.

BMKG secara rutin menyediakan pembaruan cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Bogor.

Anda dapat memantau akun resmi media sosial BMKG di Instagram atau Twitter untuk mendapatkan informasi terkini tentang prakiraan cuaca, suhu, kecepatan angin, dan tingkat kelembapan udara.

Demikian ramalan cuaca Kota Bogor untuk Jumat 19 Desember 2025. Semoga informasi ini membantu Anda dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik.***

Perkuat Program RPB, Menteri UMKM Lepas Ekspor Rotan Sukoharjo ke Spanyol

0

Bogordaily.net – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman melepas ekspor satu kontainer 40 feet berisi produk furnitur rotan senilai 12.612 dolar AS karya Koperasi Trangsan Manunggal Jaya menuju Spanyol.

“Kami berharap ekspor rotan dari Sukoharjo dapat dilakukan secara rutin. Karena itu, kepastian pasokan, ketepatan waktu pengantaran, serta kualitas produk harus terus dijaga agar ekspor berjalan berkelanjutan,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/12).

Pelepasan ekspor rotan ini dilanjutkan dengan peresmian Rumah Produksi Bersama (RPB) Komoditas Rotan di Sukoharjo. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi sekitar 1,7 juta batang atau setara 15.000 ton rotan pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pemasok sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia. Potensi besar ini perlu diperkuat melalui pengembangan fasilitas produksi bersama yang terintegrasi.

Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, yang telah lama dikenal sebagai sentra industri kerajinan dan furnitur rotan, ditetapkan sebagai lokasi RPB Komoditas Rotan. Masyarakat setempat telah mengolah rotan sejak 1920, menjadikannya salah satu pusat produksi rotan tertua di Jawa Tengah sekaligus sentra rotan terbesar kedua di Indonesia pada 1970-1990. Saat ini, sekitar 220 kepala keluarga berprofesi sebagai perajin rotan dan menyerap kurang lebih 5.000 tenaga kerja.

“Peresmian ini menandai kesiapan RPB untuk mengembangkan bisnis rotan secara lebih terstruktur. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak agar ekosistem bisnis rotan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” kata Maman.

Inisiasi pendirian RPB Komoditas Rotan berawal dari program Pengelolaan Terpadu UMK oleh Pemda Sukoharjo pada 2022. RPB hadir untuk mendorong UMKM rotan naik kelas melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, efisiensi proses, penguatan desain dan inovasi, serta perluasan akses pasar. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara perajin, pendamping, dan mitra usaha di wilayah tersebut.

Dikelola Koperasi Trangsan Manunggal Jaya, RPB Komoditas Rotan memiliki dua lini produksi yakni pemrosesan bahan baku rotan menjadi rotan setengah jadi serta produksi rotan setengah jadi menjadi produk furnitur. RPB mampu mempekerjakan perajin lokal untuk menghasilkan aneka kreasi rotan yang berhasil menembus pasar ekspor ke Perancis, Kanada, Spanyol, Uni Emirat Arab. Produk yang dihasilkan juga telah memenuhi sertifikasi seperti ISO 9001:2015, SNI Produk untuk kursi dan meja sekolah, dan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).

Menteri UMKM juga menyampaikan bahwa pemerintah mengembangkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Padat Karya berupa dukungan peralatan produksi guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk. Skema pembiayaan ini dapat dimanfaatkan oleh UMKM, termasuk Koperasi Trangsan Manunggal Jaya.

Selain itu, Kementerian UMKM melalui Deputi Bidang Usaha Kecil bersama BRIN bagian riset energi dan manufaktur tengah mengembangkan platform layanan digital asistensi proses dan manajemen produksi, peningkatan sistem dan operasi produksi UMKM, serta peningkatan kinerja permesinan dan peralatan RPB.

Menteri UMKM juga mengapresiasi peran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dan mengajak untuk terus melakukan pengawasan, pendampingan, serta memastikan operasional RPB berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap RPB rotan ini dapat memotivasi pendirian RPB pada klaster usaha lainnya, sehingga semakin banyak UMKM lokal yang berdaya dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Maman.

Maman juga mendorong RPB Komoditas Rotan di Sukoharjo dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan fasilitas serupa di berbagai daerah di Indonesia. Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara berkelanjutan agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak signifikan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui pendirian RPB Komoditas Rotan untuk mengatasi berbagai kendala produksi kerajinan dan furnitur rotan.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyatakan kesiapan untuk mendukung Koperasi Trangsan Manunggal Jaya dan RPB Komoditas Rotan melalui penyediaan fasilitas infrastruktur, pelatihan, serta pendampingan. Eko juga mengajak para perajin untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan profesionalisme dalam mengelola usaha rotan.

“Kalau hari ini kita bisa ekspor ke Spanyol, ke depan terbuka peluang menembus pasar Eropa lainnya maupun negara-negara potensial lain. Semoga RPB ini dapat diadaptasi ke klaster usaha lain dan membuktikan bahwa UMKM Sukoharjo mampu naik kelas,” ujar Eko.

Peresmian RPB Komoditas Rotan juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Eddy S. Bramiyanto, serta Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas M. Adji.***

Bermula dari 10 Meter Kain, Kini UMKN Batik Binaan BRI Ini Tembus Pasar Internasional

0

Bogordaily.net – Situasi pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi beberapa tahun lalu menjadi titik balik bagi Rita Nova Omala, pengusaha UMKM dan pengrajin batik asal Padang Panjang, Sumatera Barat. Di tengah keterbatasan gerak saat masa pandemi, lahirlah Batik Canting Asasi, usaha batik khas Padang Panjang yang kini tak hanya di kenal di Sumatera Barat tetapi juga merambah secara nasional dan luar negeri.

Perkembangan Batik Canting Asasi tidak terlepas dari peran PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, yang secara konsisten hadir mendampingi para pelaku UMKM. Mulai dari pelatihan dan pendampingan usaha, promosi digital, hingga fasilitasi ekspansi pasar.
Rita Nova Omala mengawali usahanya pada November 2021. Awalnya, modal usaha Rita sangat minim. Ia hanya modal kain 10 meter, dari kain itu, ia membuat tiga baju yang dijual, lalu hasilnya diputar kembali untuk modal produksi. Kini, usaha itu berkembang pesat dan mulai dikenal luas setelah aktif berpromosi melalui TikTok, Instagram, dan mengikuti berbagai pameran.

Nama Batik Canting Asasi terinspirasi dari Masjid Asasi, masjid tertua di Padang Panjang yang berada di Kelurahan Sigando, tempat tinggal dari Owner Rita Nova. Masjid ini menjadi inspirasi utama dalam desain dan filosofi batik yang diciptakan.

Keunikan Batik Canting Asasi ada di sanggar membatik. Kami memakai pewarna alami yang lembut dan klasik. Kami memanfaatkan limbah seperti kulit jengkol dan biji pinang untuk bahan pewarna. Hasilnya lebih ramah lingkungan dan warnanya lebih awet, jelas Rita.

Saat ini Batik Canting Asasi memiliki berbagai macam motif diantaranya Asasi, Barara, dan Panen. Motif Asasi menjadi favorit karena menggambarkan nilai budaya dan religi masyarakat setempat. Selain kain batik, sanggar ini juga memproduksi pakaian jadi seperti jaket, blazer, hingga setelan resmi yang digunakan berbagai kalangan, termasuk pejabat daerah.

Batik Canting Asasi bukan sekadar usaha kreatif, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat awal berdiri, usaha ini hanya melibatkan empat orang. Kini, sudah ada 15 pekerja dan pengrajin, sebagian besar perempuan dan lansia.

Ada yang melukis, mencap, mewarnai, dan membuat jambul pada selendang. Kami juga memberdayakan lansia untuk membuat jambul. Beragam, ada yang usia 18, 24, 27 tahun sampai 60 tahun. Jadi dari milenial sampai lansia, tutur Rita.

BRI memiliki peran besar dalam perjalanan Batik Canting Asasi. Melalui Rumah BUMN BRI Padang Panjang, Rita mendapat banyak pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan mengikuti pameran skala nasional seperti BRI BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yang berlangsung di BSD, Tangerang.

BRI selalu mendukung kami. Kalau ada pameran, ada staf BRI yang datang mendampingi dan menanyakan kebutuhan kami. Kami juga pernah dipercaya jadi narasumber pelatihan untuk teman-teman disabilitas. Sekarang sudah ada penyandang disabilitas yang bekerja di sanggar kami, ungkap Rita.

Selain pelatihan dan pameran, BRI juga membantu membuatkan e-katalog produk agar bisa menjangkau pembeli digital. Langkah itu menjadi terobosan penting untuk promosi dan memperluas pasar. Hasilnya, Batik Canting Asasi berhasil mendapatkan pesanan dari konsumen yang ada di luar negeri. Dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia, hingga Arab Saudi.

“Memang belum banyak, baru sekitar 5-10 potong. Kami senang karena produk kami bisa sampai ke sana tanpa perantara. Semua berkat promosi lewat media sosial dan dukungan dari BRI, kata Rita bangga.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa Rumah BUMN BRI hadir sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha untuk memperoleh pembinaan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Program pembinaan UMKM ini menjadi bagian penting dari komitmen BRI untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hingga saat ini BRI telah membina 54 Rumah BUMN BRI dan melaksanakan lebih dari 17 ribu pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai program pemberdayaan BRI seperti pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ungkapnya.***