Home Blog Page 207

Kemenkop Jalin Kerja Sama dengan MUI Untuk Wujudkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

0

bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama tentang pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi.

Penandatanganan ini menandai langkah strategis yang akan dilakukan keduanya untuk memperkuat peran koperasi sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi berbasis umat.

Menteri Koperasi (Menkop) Fery Juliantono menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan pintu menuju kolaborasi intensif di masa depan.

Menurutnya Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai program strategis nasional sangat layak dan ideal untuk diposisikan sebagai lembaga ekonomi yang dapat mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi dari level paling bawah yaitu desa.

“Program Kopdes/Kel Merah Putih ini adalah pengejawantahan dari Asta Cita Bapak Presiden yaitu membangun dari desa dan dari bawah. Ketika kita melakukan itu banyak ditemui masalah yang sifatnya mendasar sehingga ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan yang harus diselesaikan melalui koperasi,” kata Menkop Ferry Juliantono dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama di Kantor Pusat MUI Jakarta, Selasa 7 Mei 2026.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, pejabat eselon I dan II Kemenkop, Segenap Direksi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Sekretaris Jenderal MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Umum MUI M. Cholil Nafis serta seluruh jajaran pengurus pusat MUI.

Menkop Ferry menekankan bahwa MUI, yang menaungi sekitar 87 ormas Islam diharapkan dapat mengoptimalkan seluruh potensinya untuk bersama-sama Kemenkop membangun ekonomi umat melalui koperasi-koperasi eksisting ataupun terlibat dalam pemberdayaan dan pengembangan Kopdes/Kel Merah Putih.

“Kami berharap MUI semakin memperkuat dakwah ekonominya dan terus mendorong agar umat Islam bisa punya pabrik sendiri. Kita punya kekuatan dan sumber daya yang sangat besar sehingga ini menjadi momentum kita semua untuk masuk di sektor riil,” tegasnya.

Menkop meyakini melalui kolaborasi dengan MUI tersebut akan dapat memperkuat ekosistem ekonomi umat berbasis koperasi serta dapat memperluas partisipasi masyarakat menjadi anggota koperasi.

Ia menegaskan bahwa koperasi dapat menjadi instrumen utama dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Menkop Ferry memastikan bahwa gerai-gerai Kopdes/Kel Merah Putih yang saat ini diakselerasi pembangunan fisiknya disiapkan untuk membantu pemasaran dari produk-produk yang dihasilkan dari masyarakat atau UMKM di bawah naungan MUI.

Ia memastikan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih akan menjadi offtaker dari seluruh produk masyarakat desa serta menjadi lembaga ekonomi umat untuk memastikan seluruh program dan bantuan pemerintah pusat dapat tersalurkan tepat sasaran.

“Kami akan prioritaskan produk lokal apalagi yang diproduksi oleh Ormas Islam setelah dikurasi dan diinkubasi oleh LPDB dapat didistribusikan melalui gerai-gerai Kopdes. Jadi jangan takut untuk tidak terserap, kita akan tempatkan produknya di rak paling depan,” ucap Menkop.

Menkop Ferry berharap dukungan yang optimal dari seluruh pihak khususnya MUI agar program strategis nasional yaitu Kopdes/Kel Merah Putih dapat berjalan dan beroperasi secara optimal.

Bersama dengan MUI dan juga Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Kemenkop berkomitmen untuk memastikan target pengembangan ekonomi umat dapat tercipta melalui ekosistem koperasi.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama, mohon dukungannya karena tugas membangun Koperasi Desa ini tidak ringan dan semoga koperasi ini bisa bermanfaat sebesar – besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Wakil Ketua Umum MUI M. Cholil Nafis menyambut baik penandatanganan MoU tersebut karena dinilai sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi umat.

Ia menyatakan bahwa prinsip kerjasama yang disepakati harus berpedoman pada konsep ta’awun (saling tolong menolong) kemudian takaful (saling melindungi).

“Alhamdulillah kita ketemu untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman. Mari kita wujudkan kesepahaman ini dengan ta’awun dan takaful untuk membangun negeri,” ujarnya.

Cholil turut menyoroti fakta bahwa umat Islam memiliki jumlah penduduk besar, namun kontribusi ekonomi syariah masih rendah sehingga diperlukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.

Oleh karena itu, koperasi dinilainya sebagai instrumen yang tepat untuk memberdayakan umat khususnya bagi organisasi-organisasi masyarakat (ormas) islam.

Melalui Koperasi, ekonomi syariah dan ekosistem halal dapat dioptimalkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Insyaallah ormas yang tergabung di MUI siap mendukung agar program prioritas Presiden bisa dijalankan dengan baik khususnya koperasi desa merah putih dengan melibatkan ormas,” tegasnya.***

Pasangan di Turki Rayakan Pernikahan dengan Mengundang 100 Anak Yatim

0

Bogordaily.net – Di kota Sanliurfa, Turki sepasang pengantin, Muhammed dan Fatma, memilih cara yang berbeda untuk merayakan pernikahan atau awal kehidupan baru mereka.

Alih-alih mengikuti tradisi umum yang identik dengan pemberian amplop atau hadiah materi, keduanya justru mengajukan permintaan yang tidak biasa kepada para tamu undangan.

Mereka meminta setiap tamu untuk membawa satu anak yatim sebagai “hadiah” dalam pernikahan mereka.

Permintaan ini bukan hanya simbolis, tetapi benar-benar diwujudkan dalam acara tersebut. Hasilnya, sekitar 100 anak yatim hadir dan menjadi bagian dari hari bahagia pasangan ini.

Kehadiran anak-anak tersebut mengubah suasana pernikahan menjadi sesuatu yang jauh lebih hangat dan bermakna.

Mereka tidak sekadar datang sebagai tamu, tetapi menjadi pusat kebahagiaan dalam acara tersebut.

Tawa dan senyum yang mereka hadirkan memberikan warna yang berbeda dibandingkan perayaan pernikahan pada umumnya.

Tidak berhenti sampai di situ, di pernikahan itu, pasangan asal Turki ini Muhammed dan Fatma juga menyiapkan hadiah khusus untuk anak-anak tersebut.

Mainan dibagikan kepada mereka sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang, menciptakan momen yang tidak hanya berkesan bagi kedua mempelai, tetapi juga bagi para anak yatim yang hadir.

Senyum bahagia yang terpancar dari wajah anak-anak itu menjadi gambaran nyata bahwa perayaan sederhana pun bisa memiliki makna yang jauh lebih dalam.***

Intip Cara Menyimpan Dana Darurat buat Para Pekerja, Mengapa Penting?

0

Bogordaily.net – Menjadi karyawan bukanlah jaminan posisi akan aman selamanya di tengah dunia kerja yang dinamis saat ini. Memiliki dana darurat menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kestabilan keuangan ketika menghadapi situasi tak terduga.

Memahami cara menyiapkan dana darurat dengan baik menjadi kunci agar kondisi finansial tetap aman. Hal ini juga berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang cerdas, apalagi di masa sekarang yang penuh tantangan.

5 Alasan Pentingnya Dana Darurat bagi Pekerja

Dana darurat bukan hanya sekadar tabungan biasa, tapi jaring pengaman saat menghadapi berbagai kejadian yang bisa mengganggu pemasukan atau kebutuhan mendesak. Berikut lima alasan utama mengapa dana ini sangat vital bagi pekerja.

1. Risiko PHK Kapan Saja

PHK atau pemutusan hubungan kerja bisa terjadi kapan saja tanpa tanda sebelumnya. Banyak perusahaan melakukan efisiensi atau restrukturisasi sehingga posisi karyawan bisa terancam.

Dengan dana darurat yang cukup, Anda bisa memenuhi kebutuhan hidup selama tiga hingga enam bulan ketika mencari pekerjaan baru.

2. Pemotongan Gaji Dadakan

Perusahaan yang mengalami krisis finansial biasanya akan memotong bonus, tunjangan, bahkan gaji pokok secara tiba-tiba. Ketika itu terjadi, pengeluaran bulanan tetap berjalan.

Dana darurat akan menutupi selisih biaya hidup agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi tanpa harus meminjam atau mengambil langkah finansial yang merugikan.
Urusan Kesehatan yang Mendadak

BPJS atau asuransi kantor memang membantu, tetapi tidak selamanya cukup, khususnya untuk biaya rawat inap atau obat-obatan khusus yang kadang perlu dibayar tunai. Dana darurat memastikan Anda dapat segera membayar biaya medis tanpa menunda pengobatan yang penting dan mengganggu kondisi kesehatan.

3. Perangkat Kerja Mengalami Kerusakan

Bagi pekerja yang WFH (work from home) atau yang pekerjaan sehari-harinya bergantung pada perangkat seperti laptop, motor, atau smartphone, kerusakan alat kerja bisa menghentikan produktivitas. Dana darurat berguna sebagai dana pengganti atau perbaikan agar pekerjaan tetap berjalan lancar tanpa kendala.

4. Membayar Kewajiban Mendesak Lainnya

Selain kondisi di atas, ada juga kebutuhan tak terduga lain seperti perbaikan rumah, kebutuhan keluarga, atau biaya pendidikan mendadak. Dana darurat menjadi pelindung agar tidak mengganggu keuangan utama yang sudah diatur untuk kebutuhan rutin dan tabungan jangka panjang.

Cara Menyiapkan Dana Darurat

Setelah memahami pentingnya dana darurat, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara mengumpulkan dana darurat. Ada beberapa trik yang bisa diterapkan agar proses menabung ini tidak terasa berat dan menjadi kebiasaan rutin.

1. Pisahkan 10-20% Dari Gaji

Cara paling efektif adalah langsung mengatur potongan otomatis pada tanggal gajian ke rekening khusus dana darurat.
Idealnya, 10-20% dari gaji dipisahkan sehingga meminimalisasi godaan untuk memakai uang tersebut. Dengan cara ini, dana darurat akan terkumpul secara konsisten tanpa Anda harus memikirkan setiap saat.

2. Alihkan THR dan Bonus Tahunan

Ketika menerima THR atau bonus tahunan, gunakan sebagian besar dana tersebut, sekitar 80%, untuk dimasukkan ke tabungan darurat. Uang ekstra ini bisa menjadi pendorong cepat untuk memperbesar dana darurat tanpa mengganggu keuangan bulanan.

3. Potongan Koperasi Karyawan

Manfaatkan juga fasilitas simpanan koperasi di tempat kerja. Karena potongan otomatis dilakukan oleh HRD, Anda seolah “dipaksa” menabung. Cara ini memudahkan dan mempercepat pembentukan dana darurat tanpa harus repot menabung secara manual.

Memiliki dana darurat merupakan langkah paling bijak untuk menghadapi ketidakpastian di dunia kerja. Dengan dana ini, Anda dapat menjalani masa-masa sulit seperti PHK, pemotongan gaji, atau kebutuhan mendesak lainnya dengan lebih tenang dan terjamin.

Salah satu cara paling mudah untuk membantu pembiayaan di saat darurat adalah memanfaatkan pinjaman online dengan bunga pinjaman online seperti Tunaiku.

Tunaiku by Amar Bank: Solusi Pembiayaan Pinjaman Legal untuk Pekerja

Sebagai solusi keuangan yang mudah dan cepat, Tunaiku menghadirkan kredit tanpa agunan (KTA) online yang praktis dan transparan, menawarkan limit pinjaman hingga Rp30 juta dengan bunga ringan mulai 0,1% per hari. Berizin OJK, proses persetujuan sangat cepat hanya 3 menit, sementara metode cicilan beragam dibarengi Customer Service Live Chat yang sigap.

Dengan layanan ini, kebutuhan Anda dapat terpenuhi tanpa mengganggu dana darurat. Untuk pertanyaan atau prosedur pembatalan, cara menghubungi CS Tunaiku bisa dengan mudah melalui WhatsApp 081132266859, telepon (021) 40005859, atau email [email protected].

Layanan Tunaiku tersedia tidak hanya di Jabodetabek, tapi juga di kota besar seperti Medan, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar, dan Manado. Proses pengajuan pinjaman online cepat dan mudah ini mendukung pembelian gadget, smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya tanpa jaminan.

Masa Depan Marc Marquez Mulai Dipertanyakan

0

Bogordaily.net – Masa depan Marc Marquez di ajang MotoGP mulai menjadi bahan perbincangan, terutama setelah sejumlah kondisi yang memengaruhi performanya dalam beberapa waktu terakhir.

Mantan pembalap MotoGP, Alex Barros, menilai bahwa sang juara dunia berpotensi mempertimbangkan pensiun lebih cepat, bahkan jika berhasil meraih gelar pada musim MotoGP 2026.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Cedera bahu yang dialami oleh Marc Marquez menjadi faktor utama yang memicu spekulasi ini.

Insiden yang terjadi di Sirkuit Mandalika pada akhir 2025 memaksanya menjalani operasi. Hingga kini, kondisi fisiknya disebut belum sepenuhnya pulih, yang secara langsung berdampak pada performanya di awal musim 2026.

Situasi tersebut memaksa Marquez melakukan sejumlah penyesuaian dalam gaya balapnya.

Salah satunya adalah penggunaan paket aerodinamika Ducati versi lama, yang dipilih untuk mengurangi beban fisik saat mengendarai motor.

Keputusan ini cukup menggambarkan bahwa tubuhnya belum kembali ke kondisi optimal seperti sebelumnya, sesuatu yang jelas bukan kabar ideal bagi pembalap dengan gaya agresif sepertinya.

Dalam pandangan Barros, kondisi ini bisa memicu perubahan cara berpikir seorang pembalap yang telah meraih banyak hal dalam kariernya.

Selain itu, persaingan di MotoGP juga semakin ketat dengan hadirnya pembalap muda yang lapar akan kemenangan, seperti Pedro Acosta.

Kehadiran generasi baru ini tidak hanya meningkatkan tekanan kompetitif, tetapi juga memaksa pembalap senior untuk terus mengambil risiko lebih besar demi tetap berada di depan.

Kombinasi antara kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih dan tekanan dari rival yang semakin agresif membuat masa depan Marquez menjadi tanda tanya.***

Perumda PPJ Berikan Insentif 20 Persen untuk PKL yang Pindah ke Pasar Jambu Dua Bogor

0

bogordaily.net – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) memberikan insentif dengan adanya gratis biaya sewa untuk PKL selama tiga bulan dan potongan harga sebesar 20 persen.

Hal tersebut ditujukan untuk para pedagang yang bersedia pindah dari eks Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.

Atas hal tersebut Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengungkapkan ratusan PKL telah menyatakan minat untuk pindah ke Pasar Jambu Dua.

“Sebanyak 254 PKL sudah melakukan pemesanan kios atau los, dan delapan di antaranya telah menempati lapak,” ujar Jenal.

Ia menjelaskan, mayoritas pedagang yang mulai beroperasi di lokasi baru merupakan penjual sayur dan buah dengan jam operasional malam hingga pagi hari.

Meski demikian, para pedagang menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya meminta konsistensi penertiban di lokasi lama serta kemudahan akses transportasi menuju pasar baru.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membuka akses angkutan kota ke area pasar..

“Kami berharap kebijakan ini dapat mendorong pedagang segera menempati kios yang sudah dipesan,” kata Jenal.

Ia menambahkan, belum seluruh pedagang menempati kios. Namun dalam waktu dekat mereka akan segera menempatinya.

Dan sebagian para pedagang lainnya menunggu kondisi Pasar Jambu Dua lebih ramai.

Pemerintah berharap relokasi ini dapat berjalan optimal guna menciptakan ketertiban kota sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.(Muhammad Irfan Ramadan)

Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa

0

bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) memperkuat kolaborasi strategis dengan BPJS Kesehatan guna memperluas jangkauan perlindungan kesehatan bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Melalui kerja sama ini, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam penyediaan akses kesehatan, termasuk layanan apotek dan klinik di desa-desa.

Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop), Ahmad Zabadi, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara Menteri Koperasi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan pada 23 Desember 2024 lalu.

Dalam sambutannya, Zabadi mengungkap rencana besar pemerintah untuk melakukan launching operasionalisasi 30.000 Kopdes Merah Putih pada Agustus mendatang. Langkah ini diharapkan mampu menyentuh puluhan juta masyarakat desa secara langsung.

“Kalau kita hitung rata-rata anggotanya seribu orang saja, berarti minimal ada 30 juta masyarakat desa dan kelurahan yang akan terfasilitasi di tahap pertama,” ujar Ahmad Zabadi.

Zabadi menambahkan, potensi cakupan ini masih sangat luas mengingat terdapat total 83.393 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Jika seluruh wilayah tersebut memiliki koperasi dengan rata-rata 1.000 anggota, maka terdapat lebih dari 80 juta orang yang harus dipastikan mendapatkan hak layanan kesehatan.

Koperasi Sebagai Sentra Layanan Kesehatan

Salah satu poin krusial dalam sinergi ini adalah pemanfaatan gerai Kopdes Merah Putih sebagai penyedia layanan kesehatan masyarakat.

Zabadi menekankan bahwa koperasi ke depan tidak hanya bergerak di sektor ekonomi, tetapi juga menjadi penyedia akses medis melalui kehadiran apotek dan klinik.

“Gerai apotek dan klinik akan menjadi bagian penting. Kami ingin memastikan masyarakat desa bisa mendapatkan akses obat-obatan dan layanan kesehatan melalui apotek Koperasi Desa Kelurahan Anggota Putih,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zabadi menyoroti pentingnya kolaborasi antara Kopdes Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sekretaris Kementerian Koperasi (SesKemenkop), Ahmad Zabadi

Menurutnya, kedua entitas ini adalah “satu nyawa” yang bertujuan menyejahterakan masyarakat desa.

Dengan total 139.000 koperasi yang saat ini eksis di Indonesia, potensi untuk mendorong kepesertaan BPJS Kesehatan dinilai sangat besar.

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan akan terus mendorong seluruh anggota koperasi untuk menjadi peserta BPJS. Ini adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ucap Zabadi.

Selain dengan Kemenkop, BPJS Kesehatan juga menandatangani dengan sejumlah Kementerian/Lembaga seperti Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa saat ini cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98% dari total penduduk Indonesia.

Fokus utama dari kolaborasi ini, kata Prihati, adalah menjaga keberlangsungan program serta memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata guna mencegah masyarakat jatuh miskin akibat beban biaya pengobatan.

“Hari ini kita melakukan penandatanganan MoU untuk bisa bekerja sama dalam rangka melaksanakan program JKN bisa sampai ke desa, masuk ke ekosistem Koperasi Merah Putih, kemudian ke ekosistem MBG dan SPPG ke daerah-daerah,” ungkap Prihati.***

Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami Gelar Mau’izzah dan Halal Bihalal Pasca Ramadan

0

Bogordaily.net – Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami menyelenggarakan kegiatan mau’izzah dan halal bihalal pada Senin, 6 April 2026. Acara tersebut berlangsung di Basement Masjid Putra dan diikuti oleh pimpinan pesantren, para asatidz dan ustadzah, serta seluruh santri yang telah kembali dari libur Ramadan.

Pimpinan pesantren, Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I., dalam nasehatnya menyampaikan apresiasi kepada para santri yang telah menaati peraturan pesantren dengan kembali tepat waktu, khususnya santri kelas VI Aliyah.

Menurutnya, kedisiplinan tersebut dapat menjadi teladan yang patut dicontoh oleh seluruh santri dan santriwati.

Beliau juga mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi santri kelas IV yang berhasil lulus seleksi masuk perguruan tinggi negeri, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Jakarta, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Negeri Jakarta.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus belajar dan meraih pencapaian terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, beliau turut menceritakan pengalamannya menemukan berbagai naskah pidato milik almarhum KH. Helmy Abdul Mubin yang tersimpan rapi di lemari Usth. Nuril.

Naskah tersebut bahkan mencakup pidato sejak tahun 1996, yakni sejak hari pertama berdirinya Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami.

Menurutnya, naskah-naskah tersebut menjadi bukti kesungguhan dalam berdakwah sekaligus warisan keilmuan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Hal ini menunjukkan bahwa ilmu mengandung keberkahan yang perlu dirawat oleh setiap generasi.

Selain itu, beliau juga menjelaskan makna “Minal ‘Aidzin wal Faidzin”, yaitu kembali kepada kesucian serta meraih kemenangan setelah berhasil menahan hawa nafsu selama bulan Ramadan.

Pada kegiatan tersebut, Ust. Harliana turut menyampaikan amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan setiap Senin pagi oleh santri dan guru.

Amalan tersebut meliputi bermunajat (berdoa), “sadar napas” sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT, serta membersihkan gudang emosi dengan menjauhi sifat mazmumah seperti kesombongan dan iri hati.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan halal bihalal. Para santri dan guru berbaris untuk bersalaman dan saling memaafkan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan setelah menjalani bulan suci Ramadan.(Axel)

RSUD Kota Bogor Rutin Gelar Gerakan Indonesia Asri, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Berkelanjutan

0

Bogordaily.net – RSUD Kota Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan kesehatan dan kelestarian lingkungan melalui program Gerakan Indonesia Asri. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan hijau.

Program ini menjadi salah satu langkah nyata RSUD Kota Bogor dalam mendukung upaya pelestarian alam sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan ini, berbagai aksi penghijauan seperti penanaman pohon dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekitar.

Setiap pohon yang ditanam tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan yang memberikan udara bersih dan kesejukan. Hal ini sejalan dengan komitmen RSUD Kota Bogor dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui lingkungan yang sehat.

Kegiatan Gerakan Indonesia Asri ini melibatkan jajaran pegawai rumah sakit dan menjadi bagian dari budaya kerja yang terus ditanamkan. Dengan pelaksanaan yang konsisten, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat luas.

Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan ini, RSUD Kota Bogor ingin menegaskan bahwa menjaga kesehatan tidak dapat dipisahkan dari menjaga kelestarian alam. Setiap pohon yang tertanam menjadi wujud nyata dedikasi dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan sehat.***

Dedie Rachim Kembali Tinjau Pasar Bogor, Temukan Masih Ada PKL yang Berjualan

0

Bogordaily.net-Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim kembali melakukan peninjauan ke kawasan eks Pasar Bogor yang telah ditertibkan dari pedagang kaki lima (PKL).

Dalam sidak tersebut, ia masih menemukan adanya PKL yang nekat berjualan di sejumlah titik.

Peninjauan dilakukan di kawasan Jalan Pedati dan Jalan Lawang Saketeng. Berdasarkan informasi masyarakat, masih terdapat pedagang yang memanfaatkan celah untuk kembali berjualan di area yang telah disterilkan.

“Masih ada saja yang mencoba mengambil kesempatan. Ini menjadi tantangan dalam menjaga konsistensi penertiban,” ujar Dedie usai peninjauan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah tegas guna memastikan kawasan tersebut tetap tertib.

Penataan difokuskan di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Pedati, Lawang Saketeng, Jalan Bata, Gang Aut, hingga Jalan Roda.

Menurut Dedie, upaya penertiban ini juga mendapat dukungan dari Kodim 0606/Kota Bogor sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menata kembali wajah kota.

“Ini bukan hal main-main. Kami ingin mengembalikan citra Kota Bogor sebagai kota yang aman, sehat, bersih, dan indah, sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Bogor juga menyiapkan solusi bagi para PKL terdampak penertiban. Mereka diarahkan untuk direlokasi ke Pasar Jambu Dua dan Sukasari, serta difasilitasi akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dedie menyebut, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan pedagang dengan menyediakan tempat usaha yang lebih layak.

“Kami ingin para PKL naik kelas menjadi pedagang yang memiliki kios atau los. Ini bagian dari upaya meningkatkan harkat dan martabat mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pedagang yang bersedia pindah ke dalam pasar akan memperoleh sejumlah keuntungan, di antaranya akses pembiayaan dari perbankan serta dukungan modal tanpa agunan dari Permodalan Nasional Madani.

Namun, masih adanya pedagang yang enggan direlokasi menjadi perhatian. Dedie menilai hal itu dipengaruhi kepentingan pribadi yang belum sejalan dengan kepentingan umum.

“Banyak keluhan masyarakat terkait jalan yang tertutup dan sampah yang menumpuk. Ini yang harus kami benahi bersama,” katanya.***

Muhammad Irfan Ramadan

RSUD Kota Bogor Ambil Peran dalam Aksi Bersih dan Penanaman Pohon Bersama Forkopimda

0

Bogordaily.net – RSUD Kota Bogor turut ambil bagian dalam kegiatan apel bersama, aksi bersih, dan penanaman pohon yang digelar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi tersebut, RSUD Kota Bogor berpartisipasi aktif melalui aksi penanaman pohon sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Sebanyak 10 bibit pohon ditanam di sepanjang Jalan KH Abdullah Bin Nuh sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penghijauan kota.

Partisipasi RSUD Kota Bogor tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dari sisi layanan medis, tetapi juga terhadap faktor lingkungan yang berperan penting dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Lingkungan yang bersih dan hijau diyakini dapat mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Kegiatan ini juga menjadi momentum spesial karena penanaman pohon dilakukan sebagai kado ulang tahun untuk Dedie A. Rachim dari jajaran Forkopimda dan aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, RSUD Kota Bogor berharap pohon-pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan kualitas udara hingga menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman.

Ke depan, RSUD Kota Bogor berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat, baik dalam bidang kesehatan maupun pelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial institusi.***